bab1c8c0377a841aa60c2bdd727efb56###799138fcc8dc5fc89c0c912e8f1db9c1###ID###2004-06-27 00:00:00###Pengumuman Lelang Barang Fakultas MIPA IPB###

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PHK A2 TAHUN 2006

Jalan Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Tel/Fax: (0251) 625728

 

PENGUMUMAN LELANG PENGADAAN BARANG
KEGIATAN PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006

Nomor: 246/K13.7/LK/2006


Dengan ini diumumkan bahwa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor
akan mengadakan Pengadaan Barang untuk perusahaan dengan kualifikasi perusahaan kecil yang dilakukan
melalui pelelangan umum (pasca kualifikasi) dengan informasi dan jadwal  sebagai berikut :

a.   Kegiatan/Pekerjaan  :

Paket Pengadaan Barang/Jasa

Pagu Anggaran

Alat Laboratorium Departemen Kimia

Rp    330,000,000

Bahan Pustaka Departemen Kimia

Rp    251,000,000

Alat Laboratorium Departemen Fisika

Rp    127,070,000

Bahan Pustaka Departemen Fisika

Rp      83,356,000

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Ilmu Komputer

Rp    152,775,000

Bahan Pustaka Departemen Ilmu Komputer

Rp      69,622,240

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Matematika

Rp    190,200,000


b.   Pendaftaran peserta lelang dan pengambilan dokumen lelang pada,

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Juni 2006 s.d. Selasa, 18 Juli 2006 (hari kerja)

Waktu              : 09.00 - 15.00 WIB

Tempat            : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Syarat              : 1. memperlihatkan SIUP asli dan menyerahkan fotocopy;

                           2. apabila diwakilkan harus membawa surat kuasa dari pimpinan  perusahaan

c.   Penjelasan pelelangan pada,

Hari/Tanggal    : Jum’at, 7 Juli 2006

Waktu              : Jam 13.30 WIB sampai dengan selesai

Tempat            : Ruang Sidang FMIPA IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga Bogor

d.   Pemasukan dokumen penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Senin, 10 Juli 2006 s.d. Rabu, 19 Juli 2006 pukul 13.15 WIB

Tempat             : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

e.   Pembukaan Dokumen Penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Rabu, 19 Juli 2006

Waktu               : 13.30 WIB – sampai dengan selesai

Tempat             : Ruang Sidang Departemen Matematika IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Demikian pengumuman ini disebarluaskan untuk diketahui bagi yang berkepentingan.

Bogor, 27 Juni 2006

Panitia Pengadaan


#$#0ee141fb74b4e3f85ea560b38c04035a###4bd66a59e35afb7b1b26643a4bf65681###ID###2005-11-03 00:00:00###Lelang Pengadaan Barang Hibah INHERENT K1-IPB dan Download Dokumen Aanwizjing###Dalam rangka kegiatan Hibah INHERENT K1-IPB, IPB mengadakan lelang terbuka untuk pengadaan barang (+jasa) untuk kegiatan tersebut. Penjelasan Pelelangan telah dilakukan kemarin, tepatnya pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 02 Nopember 2006
Waktu : Jam 10.00 WIB s.d. Selesai
Tempat : RS Gedung Rektorat lt. 1 Kampus IPB Darmaga
Dokumen Aanwizjing dapat di-download pada alamat:http://inherent.ipb.ac.id/#$#258465669d75001f8446acf77f5698c0###54b9eab3770ebcd05652f57c210933a0###ID###2005-12-27 00:00:00###Koneksi Internet Terganggu###Koneksi Internet di IPB terganggu sejak tadi malam, Selasa 26 Desember 2006. Hal ini disebabkan karena link internasional terkena dampak dari gempa yang terjadi di Taiwan. Penjelasan ini diperoleh dari PT Telkom yang menyediakan jasa layanan Internet bagi IPB. Berikut adalah berita terkait yang dimuat di situs berita detik.com.

Taiwan Gempa, Internet Indonesia Sekarat
Ni Ketut Susrini - detikInet

Jakarta, Gempa 7,1 SR yang mengguncang Taiwan, Selasa (26/12/2006), berdampak pada putusnya link internasional internet Indonesia. Koneksi jadi byar pet.

Sylvia Sumarlin, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan, gempa yang mengguncang Taiwan menyebabkan putusnya backbone fiber optik yang melewati Taiwan. Akibatnya, link internasional yang disediakan ISP (internet service provider) di Indonesia dan ISP-ISP di semua negara di Asia Pasifik, putus.

"Semua ISP di Indonesia memakai fiber optik sebagai backbone utamanya, dan memanfaatkan satelit sebagai back up. Dengan adanya kejadian ini, semua saluran internasional tersendat sekarang," papar Sylvia saat dihubungi detikINET, Rabu (27/12/2006).

Saat ini, kata Sylvia, para ISP tengah mengusahakan koneksi ke penyedia saluran alternatif melalui satelit. Namun langkah alternatif ini diakuinya kurang optimal, mengingat kapasitas yang disediakan satelit tidak sebesar yang disedikan fiber optik.

Selain itu usaha memindahkan saluran ke satelit diakui Sylvia tidaklah mudah. "Prosesnya tidak gampang, karena sekarang trafiknya antri. Kalau dipindah mendadak, e-mail dan data bisa lost," paparnya.

Sylvia menekankan saat ini yang terganggu hanya link internasional, dan menegaskan bahwa link domestik masih berfungsi normal dan dalam kondisi baik.

"Jadi kalau mau kirim-kiriman e-mail ke teman yang internetnya sama-sama memakai ISP lokal masih bisa," ujarnya. (nks/nks)


Terkait Gempa Taiwan, Internet 'Sekarat' Bisa Berminggu-minggu
Ardhi Suryadhi - detikInet

Jakarta, Perbaikan kabel fiber optik yang disebabkan gempa yang terjadi di Taiwan ternyata bisa memakan waktu lama. Internet pun bisa 'sekarat' berminggu-minggu.

"Kalau gempa itu sampai menyebabkan kerusakan pada kabel fiber optik, sehingga ada yang harus diganti, maka perbaikannya bisa sampai berminggu-minggu untuk kembali ke kondisi semula," ujar Johar Alam, pengelola jalur interkoneksi antar ISP Open IXP, ketika dihubungi detikINET, Rabu (27/12/06).

Hal itu dikarenakan, kabel tersebut ada di bawah laut, sehingga perlu waktu ekstra untuk bagi penyelam untuk memperbaiki kabel itu, tambahnya.

Tetapi tak perlu khawatir, menurut Johar, biasanya ada alternatif untuk menghubungkan koneksi intenet jika ada bencana seperti ini. Alternatif itu adalah menggunakan kabel SEA-ME-WE (South East Asia-Middle East-Western Europe). Saat ini, Indosat sudah memiliki kabel SEA-ME-WE 4, yang merupakan kabel terbesar di dunia dengan kapasitas 1,2 terabyte.

Kabel SEA-ME-WE merupakan cara alternatif untuk menghubungkan koneksi dengan melewati Jepang, Hongkong, namun akan tetap berujung di Amerika. "Jadi kalau gempa di Taiwan merusak fiber optiknya, maka diambil jalur di sisi kiri sebagai alternatif," ujar Johar.

Sedangkan untuk kerugian, Johar memperkirakan nilai kerugian pasti sangat besar, namun sulit untuk menghitung angka pastinya. "Sulit untuk menghitung kerugiannya karena loss di Indonesia lebih bersifat intangible," tandasnya.(ash/wsh)#$#53bd7852c95c0fc65d62eb2655b27c26###dfcfe6c1d6a9d735bfc370f8a2c6079d###ID###2006-01-01 00:00:00###Lawalata – IPB Temukan Trenggiling (“Manis javanica” )di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak###Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam IPB (LAWALATA – IPB) menemukan Trenggiling “Manis javanica” yang merupakan salah satu satwa liar langka yang dilindungi di Indonesia. Hewan pemakan serangga (insektivora) ini ditemukan di Hutan Pinus Kampung Tapos, Desa Sukaharja, Keamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor masih Kawasan Taman nasional Gunung Halimun Salak, Sabtu (24/12/05)

Ketua LAWALATA – IPB, Annas Radin Syarif ketika diwawancara mengatakan, penemuan tersebut berawal pada tanggal 23 Desember 2005 pada saat LAWALATA – IPB mengadakan latihan metode Komunikasi dan Tekhnik Survival di Kawasan Gunung Salak.

Latihan ini diikuti oleh sekitar 7 orang Calon anggota di bawah bimbingan Badan Pembinaan Calon Anggota LAWALATA –IPB . Setelah pemberian materi di skretariat LAWALATA , para peserta berangkat menuju ke lapangan dengan menumpang angkutan kota.

”Pada hari itu sebagian peserta tidak bisa berangkat karena ada keperluan yang mendesak. Untuk itu para peserta yang tidak berangkat hari ini akan berangkat besoknya (24/12).,” ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 22.00 wib, mereka berjalan menuju lokasi survival (hutan pinus) melewati perkebunan penduduk. ”Ditengah perjalanan kami bertemu dengan MAPALA Djuanda yang sedang mengadakan latihan. Karena sudah larut malam, kami langsung melanjutkan perjalanan ke hutan pinus yang terletak di perekebunan, dan melakukan pemeriksaan jumlah anggota untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya

Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan melalui jalur yang sering dilalui oleh penduduk setempat. Dan pada saat itulah di tengah perjalanan rombongan tersebut dikejutkan oleh seekor hewan yang berjalan pelan di semak-semak.

”Tanpa berfikir panjang salah satu penduduk yang selama ini mendampingi kami, Otang, langsung menangkap hewan tersebut. Dan setelah diperiksa ternyata hewan Trenggiling (”Manis javanica”), yang selama ini merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi. Karena kelompok kami tidak ada yang membawa kamera, maka diputuskan untuk dibawa ke lokasi survival, dan diambil gambarnya di sana, kemudian melepaskannya kembali di tempat semula,” ujarnya. (*man) #$#068a6dc3e5eefa41648ef02ea6513888###769b4713129741c34393c914a91d4d61###ID###2006-01-04 00:00:00###ESL IPB, Satu-satunya di Indonesia###Departemen Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (ELS FEM IPB) merupakan departemen baru dan satu-satunya ada di Perguruan Tinggi Indonesia. “Ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan memang ilmu yang masih relatif baru dibanding teori-teori ekonomi lainnya yang sudah “well-establish. Seiring berkembangnya komplesitas pembangunan ekonomi, kian disadari pembangunan tersebut tidak lah cukup mengandalkan pendekatan ilmu ekonomi konvensional semata,” ungkap Ketua Departemen ESL, Akhmad Fauzi, Ph.D.

Kegagalan-kelagagalan pembangunan ekonomi di Negara berkembang seperti di Indonesia, timbulnya gejala Ducth Desease (pertumbuhan ekonomi justru lambat pada daerah kaya SDA) dan berbagai degradasi sumber daya alam serta lingkungan tidak bisa semata-mata didekati dari kebijakan ekonomi fiscal dan moneter. Inilah yang kemudian memicu perkembangan bidang ekonomi sumber daya alam yang belakangan ini semakin kompleks dan bervariasi.

Fauzi memberikan contoh cakupan ilmu ini dalam penghitungan nilai non pasar (market) sebuah pohon. “Umumnya orang mengukur nilai ekonomi market sebuah pohon dengan menebang dan menjual kayunya saja. Sedangkan pohon yang dibiarkan tumbuh besar dianggap tak memiliki nilai ekonomis sama sekali,” kata Pria yang menyelesaikan S3-nya di Departement of Economics, Simon Fraser University, British Columbia, Canada ini. Ternyata anggapan ini kurang tepat. Pohon hidup tadi bila dikonversi –diuangkan- dengan suatu rumus matematika tertentu akan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi . Nilai non market tersebut misalnya keteduhan, kesejukan, kelestarian lingkungan, kesuburan tanah, tempat bersarang berbagai burung dan hewan serta keseimbangan alam.

Kata Pria kelahiran Serang, 21 April 1962 tersebut, ilmu ESL juga sangat diperlukan dalam menghitung kerugian akibat pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan, kerusakan hutan, kerusakan lahan dan sebagainya. “Dengan ilmu ESL kita bisa menentukan berapa nilai kerugian yang bisa dituntut ke perusahaan sebagai ganti rugi kerusakan dan pencemaran lingkungan yang dilakukan,” tandasnya.

Departemen ESL merupakan gabungan dari 3 jurusan Sosial Ekonomi di IPB yakni Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya (EPS), Sosial Ekonomi Perikanan (SEI) dan Sosial Ekonomi Peternakan (SEIP). Di Luar negeri, departemen serupa telah berkembang pesat dan sangat dibutuhkan. Melihat situasi nasional dan internasional saat ini, Departemen Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan IPB sangat ber peluangnya besar menjadi rujukan dan leader nasional dibidangnya.

Meski memiliki jumlah staf yang paling sedikit yakni 17 orang, namun kualitas, professional, jaringan dan efektifitas kerja mereka patut diacungi jempol. Tercatat berbagai prestasi nasional dan internasional teraih oleh mayoritas stafnya. Salah satunya adalah Ketua Departemen ESL sendiri, Akhmad Fauzi, Ph.D pada tahun 2003 pernah terpilih sebagai International Evaluator Uni Eropa di Brusel dibidang yang sama. Beliau juga sering menjadi konsultan lembaga-lembaga donor seperti CIDA, USAID, ADB, ACIAR, Packard Foundation dan Uni Eropa serta deretan prestasi lainnya. Prestasi-prestasi staf-staf lain pun tak berbeda jauh dengan Fauzi

Dalam menyongsong mayor minor, ESL sudah menyiapkan setahun silam kurikulum yang akan ditawarkan kepada mahasiswa TPB. Kurikulumnya dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pasar nasional dan internasional, sehingga wajar website ESL (www.ipb.ac.id/~eslfem) menggunakan 2 bahasa, versi Indonesia dan Inggris. Karena ilmu yang dikaji lebih banyak aplikasi, lapangan kerja lulusan ESL pun sangat luwes diantaranya bidang pendidikan, penelitian, lembaga lingkungan, sumberdaya mineral, dan lembaga-lembaga internasional. (ris)#$#787c0b4015abb9378cde02439cc3261d###2da5c146ec5b58f5c89cd253bc8571cd###ID###2006-01-06 00:00:00###19 Mahasiswa Korea Kunjungi IPB###Sebanyak 19 mahasiswa asal Korea bertandang ke Intitut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka pertukaran budaya. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr.Ir.Yusuf Sudo Hadi, M.Sc., didampingi oleh direktur Kemahasiswan, Dr. Rimbawan, (6/1), di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Selain pejabat IPB, mereka juga disambut oleh tim panitia penyambutan yang dilakukan BEM KM IPB bersama Institute of Agriculture and Animal Sciences (IAAS )

Rencananya, mahasiswa Korea tersebut akan tinggal di Bogor selama 3 pekan (6-23/1) dan akan melakukan berapa kegiatan pertukaran budaya. Diantaranya adalah, olah raga, kunjungan ke beberapa fakultas, mempelajari bahasa dari kedua Negara, memasak, perkenalan permainan tradisional, dan sebagainya.

Bukan saja di IPB, mereka juga berencana akan mengunjungi beberapa tampat rekreasi baik yang ada di Jakarta dan Bogor, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Kebun Raya Bogor, dan sebgainya.

Ketua Bem KM IPB, Zenal Abidin dalam wawancaranya mengatakan, kunjungan mahasiswa Korea ini, merupakan kunjungan pertama mahasiswa asing ketika dia menjabat sebagai ketua BEM .

“Ini merupakan kunjungan mahasiswa asing pertama yang saya tangani di saat menjabat Ketua BEM KM IPB yang baru dua bulan ini menggantikan Ramadhoni ketua lama,” ujarnya.

Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh para mahasiswa Korea ini merupakan program rutin yang setiap tahun pasti ada. “Kunjungan yang mereka lakukan ini rutin setiap tahun dilakukan, dengan seperti itu kita bisa melakukan pertukaran budaya antar mahasiswa kedua Negara,” ujarnya

Ia mengharapkan, kunjungan ini dapat memberikan dan memperluas wawasan pengetahuan mahasiswa IPB. “Diharapkan dari kedatangan mereka ini dapat memperluas wawasan para mahasiswa kita, yaitu dengan pertukaran budaya yang akan kita lakukan melalui program yang akan dilaksanakan nanti,” ujarnya. (man) #$#790818620b73c6886d1cda424a116229###2b99901051efc2d23691c4d73390c66b###ID###2006-01-07 00:00:00###Rektor IPB Lepas Mahasiswa Pemantau Kurban###Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. A.A.Mattjik, M.Sc., didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Dr. Heru Setijanto, melepas sekitar 600 mahasiswa FKH IPB pemantau herwan kurban, pada “Pelepasan Petugas Pemeriksa Hewan Qurban 1426 H,” (7/1) di FKH, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Pelepasan ditandai dengan penyematan perlengkapan pemeriksa hewan kurban kepada dua orang mahasiswa FKH, Gusti Moh. Sofyan Nur, SKH dan Riche Hany Z, SKH., oleh Rektor.

Rencannya sebagian besar diberangkatkan Selasa (10/1), yaitu 275 orang tujuan DKI Jakarta, 75 Kota Bogor, 110 Kabupaten Bogor, 72 Kota Depok, 15 Kota Tangerang dan 75 Kabupaten Tangerang, Sebagaimana dilaporkan Dekan FKH dalam sambutannya.

“Khusus Kabupaten Bogor dan Kota Depok diberangkatkan pada Senin (9/1). “Sehingga mereka akan melakukan pemantauan selama dua hari yaitu satu hari sebelum hari H dan pada pelaksanaan Hari Raya Qurban,” ujarnya.

Ia mengatakan, di lapangan nanti, mereka akan bertugas menyisir dan memeriksa hewan sebelum di potong. ”Hal ini dilakukan dalam rangka membantu petugas di daerah, karena keterbatasan tenaga tersebut di sana. Dan juga menjamin kualitas hewan yang akan dipotong,” ujarnya.

Menurutnya,. mahasiswa yang sebagian besar duduk pada semester tujuh ini tidak bekerja sendiri, mereka juga akan dibantu dosen pembimbing dan petugas Perhimpuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) daerah.

Diharapkannya, dengan keberangkatan mahasiswa FKH IPB ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dan juga sebagai saranan tempat belajar yang nyata dalam masyarakat.

“Sebagai institusi hal ini merupakan tempat belajar di lapangan, karena persoalan sebenarnya nanti akan banyak ditemui di sana,” ujarnya.

Sementara, sebelum penyematan Rektor IPB berpesan kepada para calon dokter hewan ini untuk bertugas secara professional dan menjunjung tinggi kode etik perguruan tinggi maupun profesinya.

“Untuk tetap dipercaya oleh masyarakat, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada mereka, yang akhirnya nanti akan memberikan pencerahan sehingga diharapkan dapat menjawab semua permasalahan yang ada,” ujarnya.

Rektor mengatakan ada tiga sasaran yang harus dilakukan oleh mahasiswa pemantau kurban itu, yaitu memantau dan mencegah penyakit hewan menular kepada manusia, mencegah pemotongan hewan sakit, dan memberikan jaminan kualitas dari hewan yang akan dipotong nanti. (man) #$#cb61cd37f55d6d009efba0342a3d9205###4a84cf58f5e2d6d1fa5c08b404df7ace###ID###2006-01-08 00:00:00###'Political Will' Selamatkan Hutan, Presiden Harus 'Back-Up' Penuh Menhut### Menguatnya faktor penyebab terjadinya dua bencana alam ekologis yang menelan korban jiwa besar di awal tahun 2006, yakni banjir bandang dan tanah longsor di Jember, Jawa Timur, dan tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah adalah karena rusaknya kawasan hutan, dinilai seorang ahli kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) bahwa aksi menyelamatkan hutan benar-benar harus dijadikan hal yang fundamental para pihak yang berkaitan.

"Dalam kaitan ini, 'political will' aksi penyelamatan hutan di Indonesia yang rusak memerlukan 'back-up' penuh Presiden, karena secara horizontal seringkali langkah-langkah Menteri Kehutanan (Menhut) mendapat masalah di level horizontal," kata Dr Ir Ricky Avenzora, MSc, staf pengajar Fakultas Kehutanan IPB di Bogor, Kamis.

Hal itu dikemukakannya saat diwawancarai Antara sehubungan dengan dua bencana alam ekologi yang sedang terjadi di Jember dan Banjarnegara itu. Ia mengemukakan, problem di level horizontal itu banyak terlihat dalam kasus-kasus "memerangi" salah satu tindakan yang paling banyak merusak kondisi hutan seperti pembalakan liar (illegal logging), dimana para pelakunya ketika diproses di jalur hukum (pengadilan) ternyata hanya mendapat hukuman ringan, dan malah tidak sedikit yang dibebaskan.

"Ini adalah contoh dimana ada problem horizontal dari komitmen kuat Menhut yang ingin memberantas penyebab kerusakan hutan, namun membuat frustasi karena kerja keras untuk itu kemudian kandas di luar wewenang bidang kehutanan," katanya.

Dengan kondisi itulah, kata dia, dukungan penuh dari Presiden, seperti dengan terus-menerus mengontrol agar kesepakatan-kesepakatan di level antar institusi kementerian dan juga lembaga penegakan hukum agar berjalan, adalah wujud dari "political will" dimaksud.

"Dua kasus bencana terakhir yakni di Jember dan Banjarnegara mestinya sudah cukup untuk menyudahi tindakan tidak bertanggung jawab sedikit orang yang mengeruk keuntungan besar dari hutan, namun ketika alam rusak dan terjadi bencana, banyak korban jiwa jatuh," katanya.

Di sisi lain, Ricky Avenzora juga menyatakan bahwa sinergi antara Dephut dengan kalangan LSM (lembaga swadaya masyarakat), khususnya yang berfokus pada lingkungan, termasuk soal-soal kehutanan, perlu terus dibangun, karena kalangan LSM cukup mempunyai data, terutama soal pemetaan kawasan-kawasan hutan kritis.

Ia melihat bahwa sinergi itu belum tertata dengan baik, dengan parameter masih tajamnya secara frontal antara LSM dengan Dephut sebagai otoritas kehutanan di Indonesia. "Sinergi itu bisa disebut optimal tatkala terjadi semacam konsensus untuk aksi bersama bagi upaya-upaya penyelamatan hutan dan tidak lagi frontal," katanya.

Menurut dia, sebenarnya di kalangan LSM atau lembaga yang bergerak dalam bidang lingkungan, sudah mempunyai beberapa model institusional bagaimana membangun sinergi antara masyarakat di sekitar hutan, untuk tetap dapat memanfaatkan hutan pada area-area tertentu tanpa konflik.

"Tentu, model-model seperti itu, yang tetap mengedepankan kultur dan kearifan lokal bisa dikembangkan di kawasan-kawasan hutan di Indonesia, karena bagaimanapun juga masyarakat di sekitar hutan memang hidup dari hutan juga," katanya.

Melihat dua bencana alam ekologis di Jember dan Banjarnegara itu, kembali ditegaskannya bahwa tingkat kritis hutan di Indonesia, termasuk hutan di Pulau Jawa yang jumlahnya semakin menurun, aksi yang bersifat segera bagi upaya-upaya penyelamatan, memerlukan "political will" yang amat kuat, dan saat ini membutuhkan dukungan penuh dari seorang Presiden RI. Proses panjang

Sementara itu, pakar lingkungan IPB Prof Dr Ir Dedi Soedharma secara terpisah mengemukakan, terjadinya bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di jember dan Banjarnegara itu sebagai sebuah proses panjang kerusakan lingkungan, yang unsur penyebab terjadinya tidak bisa dilihat hanya dalam waktu dekat ini.

"Bencana-bencana seperti di Jember dan Banjarnegara itu, adalah sebuah potret kerusakan lingkungan di Indonesia, yang prosesnya panjang sejak bertahun-tahun," kata Direktur Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB itu. Menurut Dedi Soedharma, kerusakan lingkungan yang kemudian berimplikasi pada terjadinya bencana alam seperti di Jember dan Banjarnegara itu, tidak bisa terlepas dari konteks masa lalu mengenai pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan tingkat kerusakan hutan.

"Saya sependapat dengan kalangan yang memaparkan bahwa kondisi hutan-hutan di Pulau Jawa saat ini benar-benar kritis, itu bisa dilihat dari jumlahnya yang kian mengecil, yang penyebabnya juga beragam," katanya. Selain yang sudah sama-sama diketahui mengenai pembalakan liar (illegal logging), kata dia, masalah ikutan yang kemudian ikut memberi iuran bagi percepatan kerusakan alam dan lingkungan adalah karena ada sistem pertanian di sekitarnya yang tidak sesuai dengan konservasi air.

"Yang lebih parah, hutan lindung pun, yang seharusnya benar-benar dijaga dari penebangan malah dijarah, tentu kondisi-kondisi semacam ini mesti ditangani secara serius bila kita tidak ingin ada korban-korban manusia atas kerusakan alam itu," katanya. Ditambahkannya bahwa di kawasa Selatan Jawa Barat (Jabar), sebuah suaka margasatwa pun menjadi sasaran penjarahan, sehingga bukan saja hutannya rusak, satwa liar yang dilindungi seperti banteng dan lainnya juga sudah terancam punah.

"Mestinya, dengan contoh-contoh terjadinya bencana seperti yang kini terjadi di Jember, Banjarnegara sudah cukup untuk menghentikan tindakan-tindakan yang menghancurkan alam dan lingkungan hidup, yang akhirnya membawa korban manusia itu," katanya. Sementara itu, menjawab pertanyaan mengenai munculnya dua kutub besar, khususnya saat terjadi bencana alam, dimana otoritas pemerintahan menyatakan tidak ada hutan yang rusak,sementara kalangan LSM dan pihak kritis lainnya mengungkapkan bencana itu akibat hutan yang rusak, ia menegaskan bahwa tak perlu lagi ada perdebatan wacana yang hanya melahirkan kontroversi saja.

"Otoritas pemerintahan absah saja melakukan pembelaan diri (bahwa tidak ada hutan rusak), tapi sebaiknya terjun saja langsung ke lapangan, lihat kondisi riil hutan yang ada," katanya. Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim menilai bahwa pernyataan Gubernur Jatim Imam Utomo soal penyebab musibah banjir bandang dan longsor di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember bukan akibat kondisi hutan yang gundul, menyesatkan dan membohongi publik.

Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ridho Syaiful Ashadi menanggapi pernyataan gubernur soal musibah bencana alam di Jember."Itu pernyataan yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Tidak seharusnya gubernur sebagai pejabat publik mengambil kesimpulan begitu cepat," katanya.

Gubernur Jatim Imam Utomo saat mendampingi Menko Kesra Ir Aburizal Bakrie meninjau lokasi bencana membantah anggapan bahwa banjir bandang yang menyebabkan puluhan nyawa melayang sebagai akibat dari gundulnya hutan di pegunungan Hyang Argopuro."Hutannya utuh kok. Banjir itu, karena di atas ada cekungan yang berisi air dan selama ini tertahan oleh timbunan kayu-kayu tua dan kemudian ambrol," katanya.

Menurut Dedi Soedharma, pada banyak kasus bencana di Indonesia debat klasik semacam itu selalu muncul, namun dengan referensi yang ada hendaknya tidak lagi dilakukan, namun mesti melakukan langkah tepat dan efektif, baik jangka pendek, menengah dan panjang. "Jangka pendekanya adalah menyelamatkan para korban bencana, dan menengah serta panjangnya adalah memperbaiki secara sistemik pembangunan berparadigma lingkungan, termasuk secara mendasar melakukan pemetaan secara serius pada hutan-hutan kritis di Pulau Jawa saat ini," katanya. (ant/mim/rep/man*) #$#f73017021d61c7432337ae5292bdb6b6###4b011cdd2293c24ea09c023dce1e864f###ID###2006-01-09 00:00:00###Kitosan Pengganti Formalin Pada Produk Perikanan###Kitosan pengawet alami pengganti formalin ditemukan oleh tim riset produk-produk perikanan dari Departemen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (THP FPIK IPB).

“Sebagai institusi pendidikan, kami bekerjasama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan RI dalam memecahan permasalahan nasional ini. Secara intensif kami melakukan riset untuk aplikasi produk-produk perairan. Salah satu hasil dari riset tersebut adalah penemuan kitosan sebagai bahan pengawet alami pengganti Formalin,” ujar Kepala Departemen THP Lina Hardjito, PhD di Kampus IPB Darmaga Bogor (6/1).

Sataf Pengajar THP Sugeng Heri Suseno, Spi, Msi menambahkan, berdasarkan penelitian yang ia lakukan bersama timnya sejak tahun 2002, banyak manfaat yang dapat diambil dari pengawet kitosan ini. Selain harganya lebih murah, ternyata efek yang ditimbulkan oleh kitosan lebih kecil bahkan hampir tidak ada apabila dibandingkan formalin.

Berdasarkan uji organoleptik yang meliputi: penampakan, rasa, bau dan tekstur, perlakuan dengan pengawet ini memberikan hasil yang lebih baik. “Pada konsentrasi kitosan 1,5 % dapat mengurangi jumlah lalat secara signifikan,” begitu jelasnya.

Ia menambahkan, menurut uji total jumlah bakteri yang menempel pada ikan asin yang dilapisi kitosan menunjukan hasil yang lebih baik dibanding dengan yang dilapisi formalin. Artinya kitosan dapat digunakan sebagai pengawet yang aman, food safety dan tidak mengandung karsinogenik. Sedangkan efek penggunaan formalin dalam jangka waktu 10-20 tahun dapat menyebabkan kangker.

Menurutnya, daya simpan pengawet ini tidak kalah dengan formalin. Ikan asin yang diberi perlakukan pengawet ini akan bertahan hingga tiga bulan hampir sama dengan formalin. Sementara itu, ditinjau dari segi harga, kitosan lebih ekonomis dibanding formalin. 100 kg ikan asin cukup dengan biaya 12 ribu sedangkan formalin mencapai 16 ribu.

“Dengan keunggulan tingkat umur simpan yang relatif sama, lebih ekonomis dan lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri, masyarakat akan mendapatkan food savety dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein ikan,” ujarnya saat ditemui di Ruang THP IPB Bogor

Dikatakan oleh Sugeng, proses pembuatan kitosan pun tidak rumit. Artinya dapat dikerjakan oleh siapa saja. Pertama kali yang harus dilakukan adalah mengeringkan cangkang kulit udang atau rajungan. Kemudian menggilingnya sampai halus. Tahap berikutnya adalah membuang kadar protein yang disebut deproteinasi dengan menggunakan larutan basa. Setelah dilakukan penyaringan dan pencucian, tahapan selanjutnya adalah demineralisasi, membuang zat-zat mineral dengan larutan asam. Antara tahap demineralisasi dan deproteinasi dapat ditukar urutannya. Terakhir pengeringan dilakukan untuk memperoleh kitosan yang siap dipakai sebagai bahan pengawet.

Mengenai pertanyaan apakah kitosan juga dapat diberlakuan pada produk selain ikan asin, ia menjawab perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena selama ini ia masih terkonsentrasi pada upaya pencarian alternatif pengawet makanan sesuai dengan bidangnya. (Nwi). #$#579ce0782859ec606914463557e3d6ff###df6fd9b63d3bc7460ce142cd086f5b18###ID###2006-01-10 00:00:00###Miana Tak Mampu Kurangi Cacing Pita Pada Ayam###Infeksi cacing pita menghambat pengembangan peternakan unggas di Indonesia. Infeksi ini mengakibatkan penurunan bobot badan, mengganggu laju pertumbuhan, menurunkan produksi daging dan telur. Cacing pita dalam jumlah besar mengambil sari-sari makanan dari tubuh inang, sehingga tidak jarang terjadi hypoglikemia. Tercatat, kerugian akibat infeksi cacing pita di Jawa Barat ditaksir mencapai 2.240 – 3.148 ribu ton atau senilai 2,49 – 3,48 juta dollar per tahun.

Peternak mengendalikan infeksi cacing pita ini dengan menggunakan obat cacing secara rutin dan teratur. Penggunaan obat cacing pada interval 1 kali dalam 3 minggu menimbulkan resistensi dan residu obat.

Dalam dunia pengobatan tradisional tanaman miana digunakan untuk mengatasi cacingan, Secara ilmiah aktivitas anthelmintik dari daun miana telah dibuktikan melalui penelitian He S. dkk. Sari daun miana efektif membasmi cacing pita Hymenolepis nana pada hewan model mencit pada dosis 0,5 ml dengan konsentarsi 43,5 % volume/volume. Sementara efektifitas daun miana pada ayam diteliti oleh Peneliti Muda dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yusuf Ridwan.

Penelitian yang laksanakan sejak Bulan Juni hingga Desember 2005 itu menggunakan ayam buras berusia 3-4 bulan. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap, penapisan fitokimia, uji aktivitas antelmintik dari setiap jenis ekstrak daun miana terhadap cacing pita invitro dan pengujian ekstrak daun miana yang memiliki aktivitas antlemintik terkuat pada ayam. Dari uji fitokimia terungkap daun miana mengandung metabolit sekunder flavonoid, steroid, tannin dan saponin. Kemudian diuji lebih lanjut tingkat efektifitas kekuatannya dengan pelarut air, methanol, dan kloroform.

Ekstrak kloroform memiliki aktivitas anthelmintik yang paling kuat, diikuti methanol. Esktrak kloroform ini mengandung senyawa golongan steroid dan flavonoid. Ektrak yang paling kuat tadi dicobakan pada ayam. Pemberian ekstrak kloroform daun miana dosis antara 25 mg sampai 200 mg/kg berat badan tidak mampu menurunkan jumlah cacing pada cacing secara signifikan. (ris) #$#c3d968ea1e57b0a469e8ce5b9a52e82d###620897a14fb8ef72b4579db3eb274a77###ID###2006-01-12 00:00:00###Meneg PDT Tandatangani MoU dengan IPB###Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT) , Drs H. Syaifullah Yusuf menandatangani Memorium of Understanding (MoU) dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ahmad Anshori Mattjik, M.Sc., Rabu (11/1) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Acara kesepakatan bersama tersbeut berlangsung dihadapan ratusan civitas IPB yang sedang melangsungkan kegiatan Rabuan Bersama.

“Tak bisa dipungkiri sejak dahulu hingga sekarang di dalam masyarakat Indonesia masih terdapat kesenjangan sosial. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (Pempres) no 7 tahun 2005 dan Keputusan menteri PDT No 001 tahun 2005, pemerintah menetapkan sebanyak 199 kabupaten sebagai daerah tertinggal. Termasuk 20 kabupaten di daerah perbatasan,” ujar Syaifullah.

Untuk mengangkat daerah tersebut Meneg PDT melakukan kerjasama berbagai organisasi, instansi dan perguruan tinggi. Disamping itu, Meneg juga menetapkan instrumen utama pelaksanaan kebijakan Kementrian PDT antara lain bantuan daerah tertinggal dan khusus, pembukaan keterisolasian, pembangunan kawasan produksi, pengembangan jaringan ekonomi antar wilayah, pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan kawasan perbatasan serta terpencil. “Pada pembangunan kawasan produksi Kementrian PDT ingin melakukan pengembangan lahan usaha dan investasi yang mencakup pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, kelautan, pariwisata dan industri pengolahan. Oleh karena itu kami mengharapkan dengan kerjasama ini, IPB bisa membantu proses percepatan daerah tertinggal dengan mengembangkan pertanian dari hulu hingga hilir seperti redefinisi pertanian yang baru,” kata Syaifullah.

Naskah kesepakatan bersama antara Kementrian PDT dan IPB mencakup kerjasama dibidang 1) Kajian dan pembangunan sumberdaya pembangunan di daerah tertinggal, 2) Kajian dan pengembangan potensi, sistem prasarana, sarana dan kawasan produksi unggulan did aerah tertinggal, 3) Peningkatan kualitas manusia, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat di daerah tertinggal, 4) Peningkatan kapasitas kelembagaan local dan pemerintah daerah dalam pembangunan daerah tertinggal, 5) Pengembangan sistem ekonomi berbasis sumberdaya local dan pengembangan jaringan ekonomi antar daerah, serta 6) Kajian dan pengembangan ilmu dan teknologi terapan untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Rektor IPB menambahkan yang terpenting dalam pembangunan daerah tertinggal ialah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). “ Untuk peningkatan kualitas SDM daerah tertinggal IPB membuka jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) tanpa pembatasan jumlahnya,” imbuh Rektor. Menurut Rektor, IPB juga siap melakukan kerjasama pembangunan pertanian berdasarkan konsep kerjasama pemerintah, perguruan tinggi dan swasta . “ Pembangunan daerah tertinggal maka harus berdasarkan pengembangan konsep kewilayahan. IPB sendiri siap menyediakan, teknologi, SDM, aplikasi, program dan sebagainya,” tegasnya. (ris/man) #$#b4e5437b5a60ecb00745247b414d1979###be721b7b22f6fa5c25a5904d8d42184e###ID###2006-01-12 00:00:00###IPB Kerjasama CV. Dinar, Produksi Chitosan Pengganti Formalin###Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan CV.Dinar memproduksi chitosan sebagai bahan pengawet pengganti formalin. Saa ini CV.Dinar baru bisa memproduksi chitosan dengan kapasitas antara 100-300 kg/hari. Nantinya chitosan akan dipasarkan dalam bentuk larutan bukan serbuk. “Produksi ini masih bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan bahan baku berupa limbah ranjungan atau kerang,” ujar drh. R. Dody Timur Wahjuadi Pemilik CV. Dinar Jakarta Kamis (12/1) di Kosambi, Tangerang.

Doddy mengatakan dengan pemakaian antara 1.5 % -2 % larutan pengawet chitosan yang dapat disediakan sekitar 15.000 liter/hari yang siap digunakan untuk bahan pengawet bakso, mie basah dan ikan asin. Proses pembuatan chitosan melalui beberapa tahapan yakni pengeringan bahan baku mentah chitosan (ranjungan), pengilingan, penyaringan, deproteinasi, pencucian dan penyaringan, deminarisasi (penghilangan mineral Ca), pencucian, deasilitilisasi, pengeringan dan akhirnya terbentuklah produk akhir berupa chitosan.

Dari hasil pertemuan dengan Menteri Kesehatan, hari Rabu (11/1) di Kantor Departemen Kesehatan, Menkes mengatakan akan menyiapkan legalitas penggunaan bahan alami pengganti formalin dan dalam waktu dekat produk chitosan akan dilaunching. Selain chitosan, sejak tahun 2003 CV. Dinar bekerjasama dengan IPB telah menghasilkan produk olahan rumput laut yang disebut karagenan. “Keragenan adalah bahan alami pembentuk gel yang dapat digunakan untuk mengenyalkan bakso dan mie basah sebagai bahan alternatif yang aman pengganti borax,” jelas Dr Linawati Hardjito, dari Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB. Karagenan membuat mie basah dan bakso kenyal. Karagenan dihasilkan dari rumput laut Euchema sp yang telah dibudidayakan di berbagai perairan Indonesia.

Setiap 1 kilogram bakso dibutuhkan 0.5-1.5 gram karagenan untuk mengenyalkannya. Di pasaran 0.5-1.5 gram karagenan dijual dengan harga Rp 750 – Rp 900,-. ”Karagenan dalam industri sering dijadikan bahan campuran kosmetik, obat-obatan, es krim, susu, kue, roti dan berbagai produk makanan,”tutur Linawati.

Pengembangan obat dari laut menjadi salah satu produk unggulan kerjasama IPB-CV. Dinar. Berbagai bahan obat dan suplemen (nutraceutical) yang sedang dikembangkan adalah antimikroba (pengawet), antipenuaan, antitumor/antikanker, antikolesterol, bahan kosmetik (tabir surya, pewarna alami). Untuk pengembangan produk tersebut IPB menjalin kerjasama dengan Virnginia Polytechnic Institute & State University, USA khususnya untuk penentuan struktur kimia bahan obat/suplemen. Kerjasama ini berlangsung dari 2003 hingga 2008.

Linawati mengharapkan komersialisasi chitosan dan karagenan sebagai pengganti formalin dan borax dapat meningkatkan kontribusi CV. Dinar dan IPB dalam meningkatkan perekonomian nelayan serta mencerdaskan putra-putri mereka. ”Dalam penyediaan bahan baku IPB dan CV Dinar melibatkan ratusan nelayan yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia,” imbuhnya. (ris) #$#103766979fdc95c121c9560d419db6df###350fdb9d7dc7077444d79921caa15c96###ID###2006-01-13 00:00:00###Tolak, Siaran TV tak ramah Anak dan Remaja###Tolak, siaran tv yang menayangkan program-program yang tidak ramah terhadap anak dan memiliki dampak negatifnya. Begitu kira-kira mewakili ungkapan perasaan orang tua yang tidak ingin anaknya memiliki moral jelek, akibat tontonan senonoh yang berdampak negatif terhadap perkembangan mereka.

Ungkapan di atas selaras dengan kegiatan yang digelar oleh Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) FEMA IPB, yaitu seminar “Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Membendung Siaran yang Merusak Perkembangan Anak,” (11/1), di ruang diskusi GMSK Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Departemen IKK, Dr.Ir. Hartoyo, M.Sc., pada dasarnya tujuan diadakan seminar ini dilatarbelakangi beberapa hal yaitu adanya peningkatan intensitas siaran yang tidak ramah anak, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya siaran yang tidak ramah anak, sosialisasi dan optimalisasi pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran, indentifikasi rancang aksi keluarga dan masyarakat untuk membendung siaran yang tidak ramah anak. “Dan yang terakhir adalah bagaimana menyusun strategi aksi yang diharapakn bisa berjalan di Bogor ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal tersebut searah dengan Departemen IKK di dalam mengembangkan ilmu dan teknologi bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan fokus kepada aspek pengembangan kualitas anak dan pemberdayaan keluarga dan konsumen.

“Hal ini dianggap penting pada era reformasi, dimana keluarga tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi informasi yang memiliki dampak positif dan negatifnya,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Bagian IKK FEMA IPB, yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan, Euis Sunarti. “Begitu marak dan meningkatknya intensitas siaran yang tidak ramah anak, akan dapat berakibat pada perkembangnan anak sebagai karkter bangsa,” ujarnya.

Sementara itu pembahas “ Fakta dan Analisa Siaran Tidak Ramah Anak,” Boby Gunarto, dari Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), menjelaskan pentingnya Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) untuk diterapkan pada statsiun tv yang menayangkan program – program anak, remaja dan sebagainya.

“P3SPS adalah pandungan statsiun tv dalam meproduksi dan menyiarkan acaranya. Seandainya mereka mau mengikuti aturan tersebut, isinya tidak akan menjadi terlalu bebas seperti sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan, alasan statsiun tv tidak mau mengikuti P3SPS mungkin persoalan yang terjadi di dalam statsiun tv tersebut. Namun menurutnya, pada intinya mereka tidak mau diatur dan sudah terbiasa dengan kebebasan

“Sekarang ini bagaimana caranya agar statsiun tv dapat mengikuti P3SPS, sehingga perlindungan terhadap anak dan remaja lebih mencapai sasaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, beberapa program televisi yang kurang baik untuk remaja dan anak diantaranya adalah “Akibat Pergaulan bebas, Ratu Malu, Buruan Cium Gue, Bunglon, dan sebagainnya. “ Program tv Bunglon, merupakan salah satu program tv tak ramah anak yang berhasil diblokir oleh masyarakat,” ujarnya. (man) #$#4b42d255ff1ff491726161a6d33b6e7f###48ca21f01bd7865f9c4e2dffd94ac881###ID###2006-01-14 00:00:00###Seminar Terapi Air dan Jus###Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet Departemen GMSK IPB kerjasama FEMA IPB, menggelar Seminar Populer “Terapi Air dan Jus Untuk Kesehatan dan Kecantikan”, (14/1) di Gedung Alumni IPB, Bogor. Hadir sebagai pembiacara dosen Departemen Gizi Masyarakat yang sekaligus Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan, Ahli Gizi Kuliner, Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., dengan moderator, Ir. Cesilia Meti Dwirian, M.Sc.

Dalam presentasinya, Dr. Rimbawan mengatakan, ada beberapa macam air minum yang beredar di masyarakat, diantarnya adalah, air dalam kemasan, isi ulang, beroksigen, heksagonal dan sebagainya.

“Pada dasarnya air yang sehat untuk diminum secara fisik tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memilki rasa tertentu. Secara biologis tidak mengandung mikroba patogen dan secara kimia tidak mengadung logam berat,” ujarnya.

Disamping itu, Ia memaparkan kiat memilih air dalam kemasan yang banyak tersedia di pasar. Diantaranya dengan memilih tempat penjualan. “Jangan membeli di sembarang tempat dan kemasan super hebat serta harga supermarket belum tentu terjamin baik,” ujarnya.

Kemudian, cermatilah labelnya, apakah tercantum alamat produsen, komposisi, proses yang dipakai untuk sterilisasi, dan juga petunjuk penyimpanannya. Cek juga keutuhan segel serta lihatlah kualitas air secara fisik, yakni kejernihan, bau serta warnannya. “Untuk memastikan hal tersebut bisa melakukan uji kimiawi di lab,” ujarnya.

Dalam hal jus, Dra. Emma mengatakan, buah dan sayur mengandung berbagai zat gizi (terutama mineral dan vitamin) yang penting untuk menjaga kesehatan dan kecantkan tubuh. Diamping itu juga terdapat zat non gizi dan phytonutrien yang tidak kalah hebatnya.

“Oleh karena itu, pemanfaatannnya semakin luas sebagai bahan utama dalam pembuatan jus untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit degeneratif,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan kemajuan teknologi, maka terbuka cara mudah sehingga buah dan sayur dapat dimanfaatkan secara optimal, yaitu dengan membuatnya menjadi jus segar. “Enak dan praktis untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat beberapa keuntungan dalam mengkonsumsi jus, diantaranya, kemudahan menghabiskannya, konsistensi yang cair dari jus memungkinkan zat-zat terlarutnya mudah diserap oleh tubuh. “Dengan dibuat jus, dinding sel selulosa dari buah dan sayur akan hancur dan larut sehingga lebih mudah untuk dicerna oleh lambung dan saluran pencernaan,” ujarnya. (man) #$#4dae0c27e53d5a2fbd4598b0da6e486c###0315b111e9b67b746f93677fe6c53eba###ID###2006-01-16 00:00:00###IPB Gelar Seminar Narkoba dan Hidup Sehat###Badan Pengelola Asrama Tingkat Persiapan Bersama Institut Pertanian Bogor (TPB-IPB) menggelar Seminar Narkoba dan Hidup Sehat Sabtu (14/1) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. “Tujuan kegiatan ini antara lain untuk menambah wawasan mahasiswa baru angkatan 42 tentang apa itu narkoba, bahaya narkoba, dan jenis-jenis narkoba yang ada disekitar kita sehingga timbul kesadaran dalam diri mereka untuk menjauhinya serta lebih berhati-hati dalam bergaul,” kata Ketua Panitia, Alpaseno.

Mahasiswa semester 9 Departemen Agronomi Hortikultura Fakultas Pertanian ini mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan adanya mahasiswa TPB memakai narkoba. “Selama pantauan kami sebagai seornag Senior Residence (SR) di Asrama putra TPB IPB, kami mengkhawatirkan adanya mahasiswa pemakai narkoba. Oleh karena itu kegiatan seminar ini merupakan upaya penyadaran jika semisalnya terbukti ada,” imbuhnya. Untuk memastikan kekhawatiran dan sebagai tindakan pencegahan, IPB bekerjasama dengan BNN juga akan melakukan tes urine bagi mahasiswa TPB.

Menurutnya, sangat mudah untuk mengindikasi orang yang diduga pengguna narkoba. “ Kami mencurigai mahasiswa yang merokok. Meski tak semua, namun umumnya indikasi awal perokok adalah pencandu narkoba,” tuturnya. Indikasi lain, pemakai narkoba memiliki sikap malas, agak lesu, memiliki emosi labil yang fluktuatif ekstrem(kadang semangat banget dan terkadang lemah banget), suka memakai baju lengan panjang untuk menutupi luka dan mengisolir diri. Umumnya pemakai yang sudah overdosis, memiliki kebiasaan melukai bagian lengan tubuhnya.

Kata Alpa, pihak SR melakukan pendekatan dengan baik pada orang yang diduga terkena narkoba. Tim SR juga telah mempersiapkan program pemulihan bila ternyata ditemukan ada mahasiswa TPB yang pengguna narkoba.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, Prof. DR. Yusuf Sudohadi, MSc mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa IPB bisa terbebas dari narkoba. “IPB akan menindak tegas bagi mahasiswanya yang kedapatan pengguna narkoba. Bila berulangkali rehabilitasi tidak mempan IPB bisa mengambil kebijakan mengeluarkan status kemahasiswaannya,” tegas Yususf.

Salah seorang peserta, Fakhatus Sa’adah menyambut positif kegiatan ini. “ Wah, kegiatan ini lebih seru dibanding seminar-seminar lain. Sangat penting bagi kami. Banyak informasi yang kami peroleh,” ujarnya. Dia berpesan bagi siapa saja pengguna narkoba yang mau tobat agar tidak patah semangat.” Jangan patah semangat. Pasti setiap persoalan ada jalan keluarnya. Kalau pun sudah divonis mati masih ada kesempatan untuk berbuat baik pada orang sebanyak-banyaknya,” tandasnya.

Dengan panduan Koordinator Satgas VII BNN, Dr. dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM. dari tim Badan Narkotika Nasional (BNN) acara yang dihadiri 2800 mahasiswa TPB IPB itu berlangsung seru dan interaktif. Kegiatan ini makin semarak dengan tampilnya beberapa artis yakni Putri Indonesia III 2005, Valerina Daniel, Thomas Nawilis, dan Ade Ray.

Dipenghujung acara, dilakukan pembacaan Deklarasi Gerakan Anti Narkoba (GAN) 2006 Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Se-IPB oleh Presiden Mahasiswa BEM Keluarga Mahasiswa IPB Jenal Abidin. Isi deklarasi tersebut ialah : 1) Menolak segala bentuk narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba) serta minuman keras yang beredar bebas di masyarakat 2) Menyeru kepada seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa IPB dan umumnya mahasiswa serta pemuda Indonesia sebagai iron stock bangsa ini agar bersama-sama menjauhi segala bentuk narkoba dan minuman keras 3) Mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk meningkatkan dan menjaga moralitas serta spiritualitas diri untuk menghadapi peredaran narkoba dan minuman keras 4) Menegaskan pada pemerinrah agar memfokuskan kebijakan pemberantasan narkotika dan minuman keras di Indonesia 5) Mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjadi social control bagi peredaran narkoba (ris) #$#41c2547d3e162bb954e1bcdf3c81406d###dc99b9f52e0c26c60e9e25469b59f25e###ID###2006-01-17 00:00:00###Picung, Pengawet Alami Ikan Segar### Pohon picung atau kluwak (jawa) banyak tersebar di seluruh nusantara. Selain sebagai bumbu masak dapur, biji buah picung juga bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami ikan segar. “Kombinasi 2 % biji buah picung dan 2% garam dari total berat ikan telah mampu mengawetkan ikan kembung segar selama 6 hari tanpa merubah mutu,” ungkap Prof John Haluan, Guru Besar Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (16/ 1) di Kampus IPB Darmaga.

Normalnya, ikan kembung segar yang disimpan di suhu kamar tanpa penambahan picung atau es hanya bisa bertahan 6 jam. Lebih dari itu, ikan tersebut akan busuk dan rusak. Hasil penelitian R.A Hangesti Emi Widyasari, mahasiswa S2 Program Studi Teknologi Kelautan Sekolah Pasca Sarjana IPB ini merupakan terobosan dalam mengatasi kesulitan pemerolehan dan menekan harga es batu. Disamping menghindari penggunaan larutan formalin yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Seorang nelayan untuk mempertahankan mutu ikan hasil tangkapannya membutuhkan es batu minimal 1 :1 berat ikan segar. “Bila ikan yang ditangkap 50 kg, maka nelayan membutuhkan es batu minimal 50 kg pula. Namun dengan memanfaatkan cacahan biji buah picung, nelayan hanya membutuhkan 1 kg cacahan biji buah picung untuk 50 kg ikan segar,” kata Hangesti.

Di pasaran 1 kilogram buah picung dihargai sekitar Rp 3000- Rp 4000,-. Pemanfaatan biji buah picung sudah dikenal secara tradisional nelayan Banten. Mereka melumuri ikan hasil ikan tangkapannya dengan cacahan biji buah picung. Setelah penyimpanan 6 hari ikan tersebut dapat langsung dimasak tanpa perlu penambahan bumbu.

Mekanismenya sederhana, pertama pengupasan biji picung, kedua dilakukan pencacahan daging biji picung, ketiga pencampuran picung dengan garam, keempat pelumuran (campuran picung & garam pada ikan kembung segar, kelima pengemasan (dalam ember plastik tertutup, setiap hari dibuka selama 5 menit), keenam penyimpanan dalam suhu kamar. “Biji picung mengandung senyawa antioksidan dan golongan flavonoid. Senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai antikanker dalam biji picung antara lain : vitamin C, ion besi, dan B karoten. Sedangkan golongan flavonoid biji picung yang memiliki aktivitas antibakteri yakni asam sianida, asam hidnokarpat, asam khaulmograt, asam gorlat dan tanin,” jelas Hangesti.

Khusus senyawa asam sianida dan tanin, kedua senyawa inilah yang mampu memberikan efek pengawetan terhadap ikan. Asam sianida biji picung ini sangat beracun. Oleh karena itu, Hangesti mewanti-wanti agar tak melakukan proses pengawetan dihadapan ayam atau binatang ternak. Sebab bila asam sianida ini terhirup langsung hewan ternak bisa mengakibatkan kematian. “Meskipun asam sianida biji picung sangat beracun, tetapi mudah dihilangkan karena sifatnya mudah larut dan menguap pada suhu 26 derajat C, sehingga aman sebagai pengawet ikan,” kata tandas Hangesti (ris).#$#ffcfcb627b8f70be117460c40d5ccac8###dae2ba8054c114d7f6e835fab8155100###ID###2006-01-18 00:00:00###IPB Lakukan Sosialisasi Pemilihan Kurikulum Mayor Minor###Rabu (18/1) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Sosialisasi Tata Cara Pemilihan Bidang Keahlian Utama (Mayor) Program Sarjana pada mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

” Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan dalam rangka mensosialisasikan kurikulum sistem mayor-minor IPB. Kurikulum sistem mayor-minor ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, yang memiliki tujuan untuk meningkatkan peluang lulusan dalam memperluas wawasan/kompetensinya dengan penyelenggaraan yang lebih efektif dan efisien,” kata Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Ahmad Chozin, MSc dalam sambutannya dihadapan sekitar 3000 mahasiswa TPB.

Berkaitan status Badan Hukum Milik Negara (BHMN), IPB melakukan perubahan sistem kurikulum. ”Hasil eveluasi Kami, kurikulum nasional yang selama ini diterapkan sekarang ini kurang relevan lagi, karena kurang memperhatikan potensi IPB dan kebutuhan masyarakat,” ujar Chozin.

Kurikulum sistem mayor-minor merupakan upaya IPB dalam: (1) menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing bangsa di bidang pertanian dalam arti luas, (2) sebagai salah satu bentuk implementasi kebijakan mutu IPB dalam menghasilkan lulusan kompeten, dan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni) yang relevan untuk kesejahteraan masyarakat; secara efisien dan akuntabel, dan (3) proaktivitas IPB dalam mematuhi SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang pentingnya setiap lembaga pendidikan mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi.

”Dengan kurikulum sistem mayor-minor, rencana studi akan disusun benar-benar sesuai bakat dan minat mahasiswa (student centered), peluang memperluas wawasan lebih besar, bahkan memungkinkan adanya gelar ganda dalam satu kali masa studi (dengan konsekuensi lebih lama dibandingkan satu mayor, namun lebih singkat jika dibandingkan dengan mengambil dua jurusan di Perguruan Tinggi lain),” urai Chozin panjang lebar.

Dengan implementasi kurikulum sistem mayor-minor diharapkan IPB tidak akan mencetak lulusan yang hanya terkotak-kotak di dalam program studi-program studi. Lulusan IPB tidak lagi super-uniform dan overspesialis yang seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. ”Dan yang tidak kalah penting, interaksi sosial antar mahasiswa dan dengan dosen akan lebih intens sehingga academic atmosphere akan lebih hidup sehingga mampu meningkatkan soft skill mahasiswa,” tegasnya.

Pemilihan mayor bagi mahasiswa TPB tahap I akan dilakukan bulan Februari 2006 setelah libur semester genap. ” Mahasiswa TPB bisa memperoleh informasi mengenai setiap departemen melalui buku pedoman yang akan dibagikan pada hari ini (seusai acara), dan open house departemen yang akan dimulai Insya Allah sekitar bulan Februari-Maret. Kami persilakan mengunjungi setiap departemen untuk memperoleh informasi selengkap-lengkapnya,” imbuhnya. (ris) #$#86650fdeebcbcfc4d2a9c07138b1c1fa###04ddac4fe91a5061bf896ec4ea27010c###ID###2006-01-18 00:00:00###SMA Bumiayu Brebes, Kunjungi IPB###SMA Bustanul Ulum Nahdatul Ulama (NU) Bumiayu, Brebes bertandang ke IPB dengan 175 murid dan 25 orang guru pendampingnya, (18/1), di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Maksud kunjungan mereka, disamping ingin mencari informasi yang digunakan untuk penyusunan karya tulis, juga berkeinginan lebih jauh mengenai jalur (Undangan Seleksi Masuk IPB) lebih jauh.

“Para lulusan SMA Bustanul Ulum Bumiayu belum pernah ada yang masuk IPB melalui jalur USMI, maka dari itu, kami ingin mengetahui lebih jauh bagaimana carannya agar para lulusan kami bisa masuk,” ujar kepala sekolahnya, Neneng Nuryanah, S.Pd.

Ia mengatakan, jika melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ada sekitar 7 orang yang masuk IPB, namun untuk yang jalur USMI belum ada satupun dari mereka yang masuk. “Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan kita akan prosedur dan persyaratan yang diterapkan di IPB,” ujarnya.

Neneng mengharapankan, dengan kunjungan ini para siswa yang sebagian besar berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini, dapat terdorong untuk masuk IPB.

“Mudah-mudahan dengan kedatangan kami ke IPB, bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai pertanian,” ujarnya.

Menanggapi USMI, Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. RP. Agus Lelana, SpMp. MS. mengatakan, untuk masuk IPB ada beberapa jalur yang dapat ditempuh, yaitu USMI, SPMB, Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

“Bagi lulusan sekolah menengah atas yang berprestasi mulai dari kelas satu hingga kelas tiga, bisa diajukan masuk IPB melalui jalur USMI, namun jika mereka memiliki prestasi tingkat nasional maupun internasional bisa masuk melalui jalur PIN,” ujarnya.

Sementara, untuk jalur BUD bisa dilakukan dengan cara mengirimkan para lulusan yang berkualitas di daerah setempat dengan biaya dari pemerintah daerah atau instansi. (man) #$#ed3c529730cbf674833b6a64d1b6ef89###50113b8fb7a4ea87e53b409e8f9ce21a###ID###2006-01-20 00:00:00###KUKUM Jalin Kerjasama dengan IPB###Kolej Universiti Kejuruteraan Utama Malaysia (KUKUM) (Northern Malaysia University College of Engineering) menjalin kerjasama dalam bidang pertukaran sumberdaya manusia, kepakaran dan teknologi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Jum’at (20/1) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Jalinan kerjasama tersebut dihadiri Rektor KUKUM, YBhg. Lt. Kol. Prof. Dato’ Dr. Kamarudin B, bersama tiga orang stafnya, Timbalan Rektor Bidang Penyelidik dan Inovasi, YBhg. Prof. Jul Azhar Zabird jamet, (setingkat wakil rector), Dekan Pusat Pengkajian Kejuruteraan Mikroelektronika, Prof. Madya Zaiman Sadi dan Pegawai Tadbir Pengantaranbangsaan, Nur isyalliena Binti Ishak.

Sementara IPB dihadiri Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefuddin, M.Sc., Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. RP. Agus Lelana, SpMp. MS., bersama pakar dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

“Kerjasama kepakaran ini bukan hanya dikerjasamakan dengan IPB, sebelumnnya juga telah terjalin kerjasama dengan universitas Sumatera utara (USU) dan Trisakti Jakarta. Dari USU kita sudah mendapatkan sekitar 12 orang pakar dibidangnnya untuk membantu KUKUM, “ ujar Rektor KUKUM.

Menurutnya, KUKUM yang baru berdiri tiga tahun lalu dan termasuk perguruan tinggi termuda di Malaysia itu membutuhkan kepakaran yang tidak sedikit dalam membangun jatidirinya. . “IPB memiliki SDM yang banyak serta handal, sementara KUKUM memiliki teknologi yang tidak diragukan lagi. Untuk itu tidak ada salahnya menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dikedua universitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV dalam menanggapi Rektor KUKUM mengatakan, kerjasama yang telah terjalin ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan bidang dan pakarnnya.

“Pada dasarnya banyak bidang-bidang yang bisa dikerjasamakan dengan KUKUM yang sebagian besar jurusannya teknik itu. Diantaranya bidang Bioprocessing, Biotechnology, Biofarmaka, Genetik Engineering, Meteorology dan sebagainya,” ujarnya.

Wakil Rektor IV juga mengatakan, peluang kerjasama dengan KUKUM ini tidak sebatas kepakaran, namun bisa dimanfaatkan dengan saling menukar mahasiswa atau dosen. (man) #$#5802dd5c1fec82c8dd203e0e0d601705###2e3ccd13eda6b3ca49c9272be9c79403###ID###2006-01-24 00:00:00###Antibodi Anti Idiotipe, Vaksin Rabies Baru###Penyakit rabies salah satu penyakit zoonosis (menular dari hewan pada manusia) yang paling ditakuti. Penyakit ini dapat menular akut pada susunan syaraf dan menyerang semua hewan berdarah panas, terutama anjing, kucing dan kera. Apabila gejala klinis timbul, selalu diikuti dengan kematian. Umumnya, upaya pencegahan rabies dengan vaksinasi menggunakan virus rabies yang telah dilemahkan. Virus rabies sulit ditumbuhkan atau dibiakkan secara buatan untuk kepentingan vaksin, sehingga biaya produksinya sangat mahal. Pengembangbiakan virus untuk vaksin ini dilakukan dengan cara menyuntikkan virus pada otak domba atau mencit.

Virus rabies memiliki sifat sangat infeksius dan ganas juga dapat membahayakan petugas lapangan apabila secara langsung digunakan sebagai antigen. Kelemahan ini, sebenarnya bisa diatasi dengan pemakaian vaksin unit struktur atau subunit, namun vaksin subunit tidak begitu imunogenik.

Vaksinasi hewan yang rentan rabies bisa menekan kasus rabies. “Oleh karena itu, perlu pengambangan vaksin yang aman, efektif dan protektif. Salah satunya dengan pengembangan vaksin anti anti-idiotipe,” ujar Sayu Putu Yuni Paryati, Mahsiswa S3 Program Studi Sains Veteriner, Institut Pertanian Bogor (IPB) ditengah- tengah presentasinya “ Antibodi Anti-Idiotipe Sebagai Kandidat Vaksin Rabies” Senin (23/1) di Kampus IPB Darmaga.

Antibodi anti-idiotipe berkarakteristik serologis internal image bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan tidak mengandung resiko infeksi. Keunggulan antibodi ini ialah kemapuannya meniru sifat antigenik. “ Dari hasil penelitian saya, antibody anti idiotipe menginduksi terbentuknya antibodi yang menetralisis virus rabies, meski kadarnya masih lebih rendah dibanding vaksin virus rabies,” kata Sayu. Antibodi anti-idiotipe mampu menginduksi kadar antibody protektif terhadap rabies (lebih tinggi daripada 0,5 IU/ml). Berarti antibody ini nantinya bisa untuk pencegahan rabies.(ris) #$#78d8f5e1dc3b022c8728365de13f77ab###2f82e6510853fa4e9e0661097758b190###ID###2006-01-25 00:00:00###BEM KM IPB Tolak Liberalisasi Pertanian###Apa dampak yang paling signifikan kebijakan impor beras yang ditempuh pemerintah bagi petani menjelang panen raya pada bulan Februari mendatang? 80Apakah kebijakan tersebut suatu langkah yang dirasa memang perlu dengan alasan untuk menekan laju inflasi, adanya bencana alam, banjir, ancaman gagal panen, dll. Atau hanya sebuah percaturan politik dalam kancah perdagangan dunia menuju liberalisasi pertanian Indonesia?

Menyikapi permasalahan tersebut, dalam berkontribusi terhadap persoalan pertanian Indonesia serta mengangkat nasib petani Indonesia yang notabenenya petani buruh, Keluarga Besar Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KAM IPB) menggelar diskusi tertema “Nasib Petani di Tangan Importir Beras” berlangsung di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga (23/1).

Acara dibuka oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc. Turut hadir pada kesempatan itu Toni Firman Kurniawan selaku perwakilan dari Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia dan Hendry Saragih koordinator la Via Campusina sekaligus sekretaris Jendral Federasi Serikat Petani Indonesia.

Acara diskusi yang berlangsung selama tiga jam itu menghasilkan tiga pernyataan sikap BEM KM IPB terhadap kebijakan impor beras. Ketiga penolakan itu berbunyi: bahwasanya BEM KM IPB menolak kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintahan SBY-JK, menolak segala bentuk liberalisasi pertanian di Indonesia, dan menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani.

Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik ketika ditanya mengenai pernyataan apakah setuju atau menolak impor beras, ia tidak mengatakan setuju atau tidak. Sebagai akademisi, ia justru bertanya balik apakah betul Indonesia ini sedang mengalami kelangkaan beras atau permasalahan proses distribusi yang tersendat? Menurutnya sudah saatnya bangsa Indonesia memperbaiki sesuatu yang seharusnya diperbaiki. Misalnya saja pengambilan keputusan yang didasarkan pada data statistik dari Bulog, Departemen Pertanian dan Departemen Perdagangan tentang impor beras.

”Apakah data pengambilan keputusan tersebut sudah valid? jika belum perbaiki data tersebut!”, begutu jelasnya di depan forum. ”Sebab sebagai orang statistik setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan data” begitu jelas pakar statistik IPB ini. (Nwi). #$#b799dbab5eccbb5be09627baf95b9a8b###dfe06ccdab8c4eba0eb2742e80812b32###ID###2006-01-26 00:00:00###ITP-IPB Sosialisasikan Formulasi Mie Basah Yang Aman###Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Tenologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) mensosialisasikan formulasi mie basah dengan tambahan pangan yang aman dikonsumsi dalam Workshop ’Keamanan Pangan Mie Basah : Mencari Jalan Keluar dari Masalah Formalin dan Boraks’ Selasa (24/1) di Kampus IPB Gunung Gede. ”Formulasi mie basah hasil penelitian Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan mempunyai komposisi 25 kg terigu, 8.5 kg air, 0.075 % (25 gram) Ca-propianat, 2.5% Na-Asetat (35 gram), 0.025 % (8.5 gram) Paraben. Formulasi ini aman untuk dikonsumsi dan memiliki daya awet 2 hari,” ungkap Staf Pengajar ITP Dr.Ratih Dewanti Hariyadi. Daya keawetan mie basah ini sesuai dengan permintaan produsen mie yang menginginkan lamanya waktu simpan 2 hari saja. Normalnya, mie basah hanya bisa bertahan 16 jam.

Penggunaan formalin berdasarkan hasil kajian ITP, malah merusak mutu produk mie basah itu sendiri. Seringkali, dalam proses pembuatan mie basah jumlah mikroba yang tumbuh sudah melebihi ambang batas kesehatan dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni satu juta mikroba. ”Sedangkan jumlah mikroba dalam mie basah sering dijumpai sudah lebih dari 10 juta, ” tutur Ratih. Pertumbuhan mikroba seperti kapang, kamir, kapang, bakteri dan virus yang tinggi menyebabkan pangan cepat rusak dan busuk. ”Yang menjadi akar persoalan penggunaan formalin dan boraks dalam proses pembuatan makanan khususnya mie basah saat ini bukanlah menemukan pengawet yang aman. Namun membenahi kondisi sanitasi proses produksi, peralatan produksi, perilaku pekerja dan distribusi pangan,” urai Ratih panjang lebar sambil menunjukkan foto-foto proses pembuatan mie di salah satu usaha kecil menengah.

Dalam foto tersebut terlihat para pekerja yang melepaskan baju sehingga keringat mereka menetes bercampur dengan adonan mie. Peralatan yang digunakan untuk produksi pun tampak kurang terjaga kebersihannya. Bahan baku berceceran tak teratur dan mengotori ruang produksi. Air sebagai bahan baku pembuatan mie basah berasal dari sumur yang tak terawat kebersihannya. ”Sanitasi buruk menjadi kontaminan produksi mie basah, sehingga memacu pertumbuhan mikroba pembusuk,” kata Ratih.

Workshop yang dihadiri pengusaha mie basah, perwakilan BPOM se-Indonesia, kalangan industri dan lemabaga pemerintahan ini terselenggara berkat kerjasama Departemen ITP IPB dengan PT ISM Bogasari Flour Milss, Australian Wheat Board (AWB) dan Jejaring Intelijen Pangan-BPOM RI. Target utama kegiatan ini adalah memberi solusi yang berkelanjutan dengan strategis bisnis yang sehat. ”Hal ini tentu saja sejalan dengan misi kami untuk memberikan solusi-solusi jangka panjang dalam menyelesaikan permasalahan pangan di Indonesia. Kami sadar bahwa pendekatan-pendekatan instan dan jangka pendek, misalnya dalam bentuk sekedar pencarian bahan pengawt pengganti bukanlah setategi yang optimal,” jelas Ketua Panitia Workshop Dr. Dahrul Syah dalam sambutan awalnya. Oleh karena itu menurut Dahrul yang juga Ketua Depertemen ITP itu, IPB berupaya melakukan upaya pendekatan-pendekatan teknologi pangan yang tersedia mulai dari praktek-pratek sanitasi dan hygiene yang sederhana, penerapan tatacara produksi yang baik, penggunaan bahan tambahan pangan legal hingga stategi pengembangan bisnis yang selaras dengan prinsip keamanan pangan.

Sementara Deputi 3 Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-BPOM RI, Prof.Dr.Ir. Dedi Fardiaz dalam keynotespeechnya mengutarakan bahwa upaya pembongkaran makanan berformalin, boraks dan pewarna tekstil itu sudah dilakukan BPOM sejak lama. Namun boomingnya baru sekarang. ”Program BPOM yang akan ditingkatkan akan meliputi 4 poin yakni pengaturan tata niaga bahan berbahaya, pembinaan (public education), pengawasan dan penyelamatan UKM,” tegasnya. (ris) #$#1c48002c1933b9c02289dbf6c8839a3f###bad06b4addd1598e78ca6d0d94bc4b5e###ID###2006-01-27 00:00:00###Pengumuman Lelang Pengadaan Barang Fakultas Matematika dan IPA###

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PHK A2 TAHUN 2006

Jalan Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Tel/Fax: (0251) 625728

 

PENGUMUMAN LELANG PENGADAAN BARANG
KEGIATAN PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006

Nomor: 246/K13.7/LK/2006


Dengan ini diumumkan bahwa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor
akan mengadakan Pengadaan Barang untuk perusahaan dengan kualifikasi perusahaan kecil yang dilakukan
melalui pelelangan umum (pasca kualifikasi) dengan informasi dan jadwal  sebagai berikut :

a.   Kegiatan/Pekerjaan  :

Paket Pengadaan Barang/Jasa

Pagu Anggaran

Alat Laboratorium Departemen Kimia

Rp    330,000,000

Bahan Pustaka Departemen Kimia

Rp    251,000,000

Alat Laboratorium Departemen Fisika

Rp    127,070,000

Bahan Pustaka Departemen Fisika

Rp      83,356,000

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Ilmu Komputer

Rp    152,775,000

Bahan Pustaka Departemen Ilmu Komputer

Rp      69,622,240

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Matematika

Rp    190,200,000


b.   Pendaftaran peserta lelang dan pengambilan dokumen lelang pada,

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Juni 2006 s.d. Selasa, 18 Juli 2006 (hari kerja)

Waktu              : 09.00 - 15.00 WIB

Tempat            : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Syarat              : 1. memperlihatkan SIUP asli dan menyerahkan fotocopy;

                           2. apabila diwakilkan harus membawa surat kuasa dari pimpinan  perusahaan

c.   Penjelasan pelelangan pada,

Hari/Tanggal    : Jum’at, 7 Juli 2006

Waktu              : Jam 13.30 WIB sampai dengan selesai

Tempat            : Ruang Sidang FMIPA IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga Bogor

d.   Pemasukan dokumen penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Senin, 10 Juli 2006 s.d. Rabu, 19 Juli 2006 pukul 13.15 WIB

Tempat             : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

e.   Pembukaan Dokumen Penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Rabu, 19 Juli 2006

Waktu               : 13.30 WIB – sampai dengan selesai

Tempat             : Ruang Sidang Departemen Matematika IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Demikian pengumuman ini disebarluaskan untuk diketahui bagi yang berkepentingan.

Bogor, 27 Juni 2006

Panitia Pengadaan


#$#7816067b581e0b37a62b668990ca64c4###c219d834f38f8d324a59d68815ac2653###ID###2006-01-28 00:00:00###FEMA IPB yang Pertama di Indonesia###Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan Fakultas yang menyelenggarakan disiplin akademik yang mempelajari interaksi manusia dan lingkungan serta kaitannya dengan gizi, kesehatan dan kebudayaan dengan memanfaatkan Ipteks (Ilmu Pengetahuan, Teknolosi dan Seni) untuk mewujudkan kehidupan manusia, keluarga, masyarkat dan lingkungan berkualitas, yang pertama di Indonesia.

Begitu dipaparkan oleh Dekan FEMA IPB, Dr. Ir. Hardinsyah, MS, dalam sosialisasinya dengan wartawan, (28/1) di Bogor.

“Sesuai dengan motonya, ‘Pendidikan untuk kualitas kehidupan berkelanjutan,’ pendirian FEMA ini dilakukan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan yang lebih baik dan berkelanjutan dari adanya interaksi masyarakat dengan lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, FEMA ini memiliki keunikan tersendiri disamping fakultas lain di IPB, berbeda dengan disiplin ilmu sosiologi dan antropologi. “Dalam ekologi manusia permasalahan tidak dilihat dari sisi sosial dan budaya saja, namun dipecahkan dengan memberikan inovasi sosial dalam pengelolaan lingkungan tersebut. Dimana sebelumnya sudah dipikirkan bagaimana caranya meminimalkan dampak negatif akibat interkasi manusia dengan lingkungannya itu,” ujarnya.

Salah satu contoh kasusnya, Ia menjelaskan, ekologi manusia ini bisa terapkan pada penyelesaian konflik antara masyarakat dengan perusahaan penambang.

Untuk prospek ke depan menurutnya, disiplin ilmu ini relevan dengan surat keuputusan Meneg BUMN yang isinya setiap perusahaan terutama BUMN supaya menyisihkan 1-3% dari profit untuk kegitan community development.

“Penyisihan dari profit itu untuk pengembangan masyarakat di sekitar perusahaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.

Terkait Fakultas baru ini Ia mengatakan, ada tiga departemen yang akan bernaung di bawahnya yaitu, Departemen Gizi Masyarakat, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen dan Departemen Komunikasu dan Pengembangan Masyarakat.

Sementara untuk staf pengajarnya, sudah ada sekitar 90 orang yang 50% bergelar doktor. Dimana 17 staf untuk Departemen Ilmu Keluaga dan Konsumen, 31 staf untuk Departemen Gizi Masyaraka dan sisanya 42 staf berada di Deprtemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

“Meskipun yang bergelar doktor ada sekitar 50% dari 90 orang itu, namun jika dibandingkan secara umum di IPB dari sisi ratio perlu adanya penambahan, terutama untuk Departemen Ilmu Kelurga dan Konsumen, ujarnya. (man)

Tentang FEMA IPB klik disini #$#dd0bb136bd02ec884895871873e75cee###50615ec560df2ef81d5bfe42ced0094b###ID###2006-02-03 00:00:00###Statistika IPB Dilirik Dunia### Bertempat di Gedung Alumni Kampus IPB Baranangsiang pada (14/1) digelarlah Workshop on Geo-informatics. Acara yang dihela Departemen Statistika IPB tersebut diikuti 20 dosen/peneliti di bidang statistika dari berbagai institusi baik perguruan tinggi (IPB,UI,UNS,UNJ, Unej,Unibraw) maupun lembaga penelitian (BMG, Litbang Deptan).

Geo-informatics, keilmuan transdisiplin yang menggunakan heavy statistical analysis ini dikenalkan oleh Prof. Patil (Direktur Pusat Geo-informatics dan Statistika Lingkungan Pennsylvania State University) yang kini dipercaya oleh National Science Foundation (NSF) USA untuk menangani proyek geo-informatics tesebut. Proyek ini merupakan mega proyek tingkat dunia yg melibatkan beberapa kampus besar dunia di Asia dan Eropa selain di USA sendiri.

Diliriknya IPB sebagai salah satu partisipan, menurutnya dilandasi dua hal: (1) IPB sebagai the founding father program-program statistika di Indonesia diharapkan dapat menyumbangkan konsep dan metode statistika dengan kekuatan SDM-nya (khususnya Departemen Statistika), (2)Di Indonesia banyak ditemui kasus-kasus menarik seperti demam berdarah, flu burung, kriminalitas, perberasan, formalin dan masalah-masalah besar lainnya termasuk dalam dunia pendidikan.

Tentu ini menjadi kebanggaan IPB terutama Departemen Statistika, karena di dalam jaringan ini juga ada CR Rao Institute for Advanced Mathematics and Statistics di New Delhi (India) yang didirikan oleh statistikawan kelas dunia Prof. Rao (yang merupakan murid langsung dari Prof Sir Fisher dan Prof Haldane, dua orang statistikawan ternama abad ke-20).

Wakil Rektor IV IPB Dr.Asep Saefuddin berkesempatan membuka acara tersebut sekaligus menjadi peserta workshop sebagai statistikawan IPB. (nUr) #$#b43de0f2b8afbaffbc898a685e3be8e5###0e6c884a8e9020cc5306237df119366f###ID###2006-02-07 00:00:00###Daun Jambu Biji Berkhasiat Sebagai Antioksidan###Jambu biji memiliki rasa lebih manis dibanding jambu Bangkok. Jumlah bijinya yang banyak membuat penggemarnya enggan mengunyah langsung buah jambu ini. Oleh karenanya buah jambu biji ini sering dibuat juice Jambu biji merah diyakini memiliki khasiat meningkatkan ketahanan tubuh bagi penderita demam berdarah.

Khusus daun jambu biji, penelitian yang pernah dilakukan umumnya khasiatnya sebagai ainti diare. Disamping itu, jambu biji mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi, anti mutagenik, anti mikroba dan analgesik. Beberepa senyawa kimia yang terkandung dalam jambu biji antara lain, polifenol, karoten, flavonoid dan tannin. “Dengan adanya kandung an senyawa itu diperkirakan daun jambu biji juga mempunyai aktivitas antioksidan yang erat khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit,” kata Susi Indariani, Peneliti dari Pusat Studi Biofarmaka Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB).

Susi Indariani kemudian melakukan penelitian khasiat daun jambu biji sebagai antioksidan. Penelitian yang ia beri judul ‘Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L)’ bertujuan untuk mengetahui aktibitas antioksidan ekstrak daun jambu biji sekaligus membandingkan potensi antioksidan dari beberapa jenis Daun Jambu biji local sehingga diperoleh jenis daun Jambu biji local yang mempunyai potensi antioksidan terbaik.

“Dalam penelitian saya melakukan beberapa uji yakni uji aktivitas antioksidan secara kimia dengan metode tiosianat, uji ektivitas antioksidan secara kimia dengan metode tiobarbiturik (TBA), dan analisa fisika, kimia serta mikrobiologi ekstrak terpilih. Susi menggunakan bahan baku daun jambu biji merah local dan jambu biji putil local yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dari pohon yang tumbuh di pekarangan-pekarangan rumah di daerah Bantar Kambing Bogor. Daun tersebut sebelum di analisa dikeringkan terlebih dahulu.

Walhasil, pada pengujian menggunakan metode tiosianat, ekstrak daun jambu biji putih local mempunyai faktor protektif (kemampuan proteksi) mendekati vitamin E atau tokoferol yaitu sebesar 1.10. Tokoferol sendiri mempunyai faktor protektif sebesar 1.16. Sedangkan daun jambu biji merah faktor protektifnya lebih rendah yakni kurang dari 1. Pada pegujian menggunakan metode TBA, ekstrak etanol dari daun jambu biji putih local dapat menghambat oksidasi lipida sampai 94,19 % terhadap control yang tidak diberi antioksidan. Ini berarti daun biji jambu terbukti memiliki kemampuan antioksidan. Susi juga meneliti kandungan daun jambu biji putih local. Hasil uji fitokimia ekstrak daun jambu biji menunjukkan senyawa yang terdapat dalam ekstrak adalah tannin, fenol, flavonoid, kuinon, dan steroid. Mengenai senyawa aktif yang mempunyai aktivitas aktioksidan Susi mengatakan,” Perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.” (ris) #$#aa0ea46f24e1d09c4fba95658d14ac28###d925927ab23676769b8d2d5c1a00f0f9###ID###2006-02-08 00:00:00###Chitosan Tingkatkan Mutu Agar-Agar Kertas Asal Garut###Agar-agar kertas sudah cukup lama dikenal masyarakat Indonesia. Agar-agar kertas berbentuk batang, kertas maupun tepung (powder). Kualitas agar-agar ini masih belum mampu bersaing dengan produk impor di pasar domestik apalagi di pasar internasional. Maanfaat yang diperoleh produk agar-agar ini sangat melimpah, kandungan karbohidrat yang tinggi sangat baik untuk membantu proses pencernaan. Agar-agar kertas juga menjadi bahan baku industri tekstil, kosmetik, farmasi, kertas, fotografi dan cat.

Sekarang ini, usaha pengolah agar-agar kertas menghadapi beberapa kendala diantaranya efesiensi dan mutu produk. Sebuah industri agar-agar kertas membutuhkan Kalium Hidroksida (KOH) yang berfungsi meningkatkan gel strenght. Harga bahan kimia ini sangat tergantung dari nilai dolar, sehingga perubahan nilai tukar sangat berpengaruh terhadap kelangsungan proses produksi pengolahan agar-agar kertas. Harga KOH pada tahun 1995 berkisar Rp 1.500/kg. Harga ini meningkat hampir 10 kali lipat menjadi Rp 10.000/kg.

Agar kualitas produknya bersih, putih dan punya daya saing ekpor, para pengolah menggunakan peroksida H2O2 (peroksida) untuk pemutih. Di dunia perdagangan keberadaan H2O2 dalam bahan pangan dilarang. Senyawa kimia H2O2 menyebabkan karsinogenik. ”Oleh karena itu diperlukan upaya menekan biaya produksi sekaligus dapat meningkatkan mutu produk agar-agar yang dihasilkan,” ungkap Sugeng Heri Suseno, Peneliti Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Sugeng tak sebatas berbicara saja. Dia telah melakukan penelitian tentang ’Pemanfaatan Abu Gosok dan Khitosan Sebagai Upaya Peningkatan Mutu dan Efesiensi Pada Pengolahan Agar-Agar Kertas ’. Lokasi penelitian Sugeng di Pameungpeuk, Garut Jawa Barat. Sugeng memanfaatkan abu gosok sebagai sumber kalium. Persediaan limbah abu gosok cukup melimpah dari sisa pembakaran kayu (perusahaan pembuatan genteng).

Standar mutu agar-agar kertas dibagi tiga kategori meliputi mutu I (putih bersih, tidak mudah robek, agak kusam, sedikit sekali terdapat kotoran dari sisa hasil penyaringan), mutu II (putih agak kekuningan, cukup tipis, rupa agak kotor, keruh dan kusam, terdapat kotoran dan sisa hasil penyaringan), dan mutu III (Kuning kecoklatan, tebal, berkerut, rupa kotor, sangat kusam, terdapat banyak kotoran dan endapan hasil penyaringan). Salah satu cara alternatif yaitu menggunakan khitosan yang bersifat adsorben (menyerap) pengotor dari agar-agar kertas sehingga didapatkan produk agar-agar kertas yang berkualitas aman bagi konsumen.

Hasil penelitian Sugeng menunjukkan, perlakuan abu gosok 30% dan khitosan 0,6 % mampu menghasilkan kekuatan gel (gel strenght) lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (Kalium Hidroksida), sehingga perlakuan ini bisa diaplikasikan pada pengolahan agar-agar kertas. Perlakuan demikian ternyata juga mampu mempengaruhi organoleptik , kekuatan gel, kadar sulfat, serat makanan dan rendemen agar-agar kertas. Tekstur dan warna agar-agar kertas hasil peenlitian sama dengan produk agar-agar kontrol. (ris) #$#a94c6d490de544619a9f670ef9603dcc###9a5d7269d6b3c96600fd4f3e8165f7eb###ID###2006-02-13 00:00:00###IPB dan PWI Rayakan Ultah Hari Pers Nasional### Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merayakan hari ulang tahun Hari Pers Nasional Jawa Barat ke-100 dan PWI ke-60, Jum’at (10/2) di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga. dalam perayaan itu dilakukan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun. “IPB mengucapkan banyak terima kasih pada pers, atas bantuannya selama ini meliput berita tentang IPB,” kata Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc. Rektor IPB kemudian menguraikan pentingnya kerjasama pers dengan lembaga pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Epi Helpian mengatakan harapannya, PWI dan IPB akan semakin meningkatkan kerjasama dibeberapa bidang. “Kita, dari insan pers ingin juga memberikan kontribusi buat masyarakat. Misalnya untuk kasus lingkungan, kita dan IPB bisa bekerjasama melakukan gerakan penghijauan,” tutur Epi. Kerjasama ini nantinya akan diperluas dibidang pelatihan jurnalitik dan sebagainya. Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan wartawan dari berbagai media dan Kepala Kantor Promosi Hubungan Almni IPB. drh. R.P Agus Lelana, SpMp, MSi. (ris) #$#f473d1e0cddda93e6a2222ab3b7116e6###4a5d5946c7501e248957cb6110a7387e###ID###2006-02-14 00:00:00###IPB, Deptan dan Ristek Gelar Lokakarya Nasional Manajemen Riset Buah-Buahan###Kementrian Riset dan Teknologi, Deptan dan IPB, menggelar Lokakarya Nasional Manajemen Riset Buah-Buahan “Akselerasi Pengembangan Teknologi dan Diseminasi Hasil-Hasil Riset dalam meningkatkan Dayasaing Buah Nasional”, (13-14/2) di Ruang Mutiara dan Topaz, Hotel Permata, Jl. Pajajran 35 Bogor.

Lokakarya ini dilatar belakangi bahwa kegiatan riset buah pada dasarnya sudah menghasilkan produk yang sudah siap dideseminasikan ke masyarakat. Untuk mendorong percepatan sosialisasi dan komersialisasi produk tersebut dan pemantapan konsolidasi para peneliti, diperlukan manajemen riset yang lebih baik. Untuk itu perlu diselenggarkan lokakarya manajemen riset buah nasional.

Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan lokakarya ini adalah dibangunnya kerjasama antar pelaku riset buah nasinal sehingga arah dan kegiatan riset tidak tumpang tindih, serta lebih terakomodasi dan tersosialisasi hasil-hasil riset buah-buahan nasional.

Nara sumber yang hadir, Deputi Bidang Pengembangan Sipteknas, Kementrian Negara Riset dan Teknologi, Tien R. Muchtadi, Kepala Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika, LPPM IPB, M. Sobir , Sekretaris PPBT-UNUD dan Ketua Divisi Pengembangan Tanaman PPBT-UNUD, I Made S. Utama dan Nyoman Raid dan lainnya.

Dalam wawancaranya dengan wartawan, Kepala PKBT IPB menyampaikan, adanya harapan yang baik dengan adanya kerjasama antara IPB, Deptan dan Kementrian Riset dan Teknologi.

“Dengan seperti itu diharapkan sumberdaya yang terbatas dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan daya saing buah nasional,” ujarnya.

Sementara itu Tien R. Muchtadi mengatakan, bahwa Kantor Menristek, Deptan dan IPB memiliki misi yang sama di dalam Rusnas ini, agar penelitian-penelitian buah itu bisa terintegrasikan dengan baik.

“Pada dasarnya hasil penelitan itu harus ada yang memproduksi, mendiseminasikan dan yang menggunakan, nah sekarang bagimana caranya agar dapat mengintegrasikan ketigannya agar dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara peserta kegiatan dihadiri oleh institusi yang diwakili para peneliti yang terlibat aktif dalam riset dan pengembangan buah nasional, yang berjumlah sekitar 70 orang. (man) #$#91ce28db0c04e85f96e212577274b6ca###a675a6fa3ad22158d8baca2f75f6d5a6###ID###2006-02-20 00:00:00###Deptan Saudi Arabia Kunjungi IPB###Departemen Pertanian Saudi Arabia, Ministery of Agriculture Kingdom of Saudi Arabia bertandang ke Institut Pertanian Bogor, (20/2) di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Deptan Saudi Arabia tersebut mengirimkan sembilan orang delegasinya di bawah pimpinan Mr. Abdul Majid bin Muhamad Al-Hamad (Research and Agriculture Development).

Sementara yang lainnya adalah para pakar dibidang pertanian, seperti Dr. Anwar Isa Al-Shanhir (Fisheries Sector), Mr. Muhammad bin Hassan Al-Khaz’al (Agricultural Sector), Mr. Sali bin Abdullah Al-Sa’nea (Research and Agriculture Development), Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Basher (Livestoch Sector) Dr. Jalal bin Ali Al-hajiry (Livestock Sector), mr. Sa’ad bin Ibrahim Al-Fawwar (administration and Finance), Mr. Fahad bin Abdullah Al-harby (International Cooperation) and Foreign Affaid) dan Mr. Abdullah bin Muhammad Al-Shalan.

Maksud kedatangan mereka adalah untuk mengisi kegiatan sebagaimana yang telah dikerjasamakan antara Deptan Saudi Arabia dengan Deptan Indonesia, Mei 2005 lalu.

Sebagaimana dikatakan oleh Direktur Kerjasama IPB, Dr. Hardinsyah, MS., bahwa di dalam Mou tersebut memiliki subtansi yang mencakup pembangunan pertanian, maka dari itu mereka datang ke IPB.

“Sumber inovasi dan iptek dalam bidang pertanian di indonesia salah satunya berada IPB, oleh karena itu mereka ingin mengetahui potensi yang mungkin bisa dikerjasamakan dengan mereka, “ujarnya.

Menurutnya, Saudi Arabia sendiri telah menawarkan beberapa kerjasama yang diantaranya adalah dalam produksi susu dan green house untuk produk-produk horticulture.

“Teknologi mereka sudah maju, dalam bidang susu mereka menawarkan produksi hingga processingnya. Dan untuk green house produk horticulture, kita juga bisa belajar ke mereka,” paparnya.

Selain itu juga, pihak Saudi Arabia menginginkan adanya sejenis pelatihan di IPB. (man) #$#2e001882e9df6176a3f138bb2788d52f###72570cb9629594b9e5207aee9bd1499e###ID###2006-02-21 00:00:00###LPPM IPB Selenggarakan Seminar Hasil Penelitian Tahun 2004-2005###Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarkat (LPPM) IPB mengadakan Seminar Hasil Penelitian IPB Tahun 2004 – 2005 (21/2) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor II IPB , Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Wakil Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Aunuddin, itu menghadirkan sekitar 27 pakar – pakar IPB yang bergerak dalam bidangnya masing-masing. Dan mempresentasikan hasil penelitiannya di depan peneliti lain.

Dalam wawancarannya dengan wartawan, Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir. H.M.A.Chozin, M.Agr. mengatakan, seminar tentang hasil penelitian di IPB ini terdiri dari penelitian dasar yang dibiayai DIKTI, penelitian hibah bersaing dan penelitian lainnya.

“Ada dua kelompok paralel yang sedang melaksanakan seminar hasil penelitian ini. Kita merencanakan secara periodik untuk mempresentasikan hasil penelitian sebagai bentuk pertanggungjawaban peneliti. Dan juga kita ingin agar hasil penelitian ini diketahui oleh masyarkat,” ujarnya.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut ada yang masih bersifat dasar namun tidak sedikit yang sudah mengarah ke produk yang siap digunakan oleh masyarkat.

“Sebagaimana saudara ketahui, IPB sedang menuju Universitas berbasis riset /Riset Based University (RBU), untuk menuju ke sana kita sedang mengupayakan kondisi penelitian di sini memiliki jumlah dan kualitas yang meningkat tiap tahunnya,” ujarnya.

Dalam rangka RBU tersebut, Ia mengatakan, beberapa penataan telah rampung dibuat, yang salah satunya membuat payung penelitian yang mencakup seluruh lingkup riset yang ada di IPB. “Ada sekitar 14 pusat kajian dan juga beberapa kajian yang sedang di usulkan,” katannya.

Menurutnya, IPB sendiri memfokuskan arah penelitiannya yang bersifat unggulan, dan terobosan.
“Penelitian terobosan merupakan penelitian yang tinggal melakukan finishing touch saja, yang kemudian akan menjadi paket teknologi atau produk. Hal ini sudah dilakukan dua tahun lalu dan banyak sekali hasilnya,” ujarnya.

Sementara untuk biaya penelitian menurutnya, pada awalnya hanya mengandalkan biaya penelitian dari luar, namun sudah dua tahun berjalan, IPB mencoba mengalokasikan dana sendiri, sehinga dengan bebas melakukan penelitian yang diinginkan.

“Hal ini dilakukan agar kedepannya IPB bisa menghasilkan produk-produk sendiri yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara Wakil kepala LPPM IPB, Dr.Aunuddin mengatakan, kegiatan seminar hasil penelitan merupakan suatu kegaitan ilmiah yang sudah standar dilakukan oleh PT. “Namun ada dua hal mendasar yang melatarbelakangi diadakan seminar ini, “ujarnya.

Pertama IPB mendapat dana penelitian sebesar 3,8 milyar yang bersifat blok grand dari DIKTI yang diperoleh berdasarkan prestasi dalam tiga tahun terakhir.

Sedangkan alasan kedua adalah adanya kesediaan IPB untuk memberikan dukungan pendanaan terhadap riset yang dilakukan oleh peneliti di dalamnya.

“Dengan adanya dana tersebut, kita bebas melakukan penelitian yang kita inginkan dengan topik yang sesuai dengan peneliti,” ujarnya.

Namun menurutnya, kebebasan ini bisa digunakan dalam konteks mengarahkan riset yang dibutukan masyarkat, dan diharapkan muncul dari IPB.

“Selain itu juga kebebasan yang diberikan dalam anggaran itu mengandung suatu penilaian. Perolehan anggaran pada tahun yang akan datang bisa bertambah atau berkurang sesuai denga prestasinya,” ujarnya.

Indikator prestasi tersebut salah satunya bisa dilihat dalam pengolahan paten, jumlah publikasi, aplikasi di masyarakat, dan aplikasi dalam pendidikan dan pengajaran.

“Yang paling mudah melihat indikator keberhasilan hasil penelitian adalah pada jumlah publikasi dan paten,” ujarnya. (man) #$#62d206922b80cc164ec88b8c2d96d5d9###c7d305b15b078a1d6f43e4dbf05e9aa5###ID###2006-02-22 00:00:00###IPB Mewisuda 1344 Lulusan### Institut Pertanian Bogor (IPB) mewisuda dan menganugrahkan ijazah kepada 1344 lulusan, pada “Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor dengan acara tunggal Wisuda dan panugrahan Ijazah Tahap II Tahun Akademik 2005/2006, Rabu (22/2) di Gedung Grawida, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Lulusan tersebut terdiri dari 81 lulusan bergelar doktor (S3), 198 lulusan bergelar magister Sains (S2), 63 luusan bergelar Magister Manajemen, 44 lulusan bergelar Magister Profesional, 9 Master of Infoemation Technology, 903 lulusan bergelar Sarjana dan 46 lulusan bergelar Ahli Madya (AMd).

“Lulusan yang diwisuda ini berasal dari delapan Fakultas yang berada di lingkungan IPB,” ujar Rektor IPB, Prof. Dr.Ir. H. A.A.Mattjik, M.Sc., saat menyambut para lulusan tersebut.

Terkait dengan isu nasional Rektor IPB mengatakan, IPB sebagai PT BHMN akan terus berupya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas penyelenggara perguruan tingginya, agar tetap dapat memberikan jalan keluar dari berbagai burning issue nasional yang sedang berkembang.

“Sebagai contoh tentang pro dan kontra impor beras dan penyakit zoonosa seperti flu burung dan anthrax. “ kata rektor.

Berkaitan dengan impor beras, Rektor IPB juga mengatakan, IPB memandang bukan masalah import atau tidak impor, melainkan data tentang ketersediaan beras dalam negeri harus benar-benar akurat dan hanya menggunakan satu data acuan.

“Data yang akurat sangat penting agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak salah,”katannya

Sementara itu, berkaitan dengan penyakit zoonosa, IPB telah diminta oleh pemerintah menjadi Pusat kajian Penyakit Hewan Nasional yang akan mengkoordinir seluruh perguruan tinggi terkait.

“Saat ini IPB telah siap memproduksi vaksin flu burung dan mudah-mudahan dalam waktu dekat, vaksin untuk manusia juga dapat dihasilkan,” ujarnya.

Diakhir sambutan, rektor mengharapkan agar alumus baru itu dapat terus mengembangkan diri sehingg dapat menjadi alumni IPB yang berkualits Tinggi.

“Keahlian atau kompetensi saudara yang di dapatkan di kampus harus dilengkapi dengan soft skill yang memadai, seperti kemapuan berkomunikasi, memiliki disiplin dan daya juang yang tinggi, tidak mudah mengeluh, memiliki keinginan terus untuk belajar, memiliki dedikasi dan akhlak yang tinggi dan menghargai waktu,” ujarnya. (man) #$#aa49bb52f59d181a71c352d61b998618###af20e4cbba01821f0cca468547cedee3###ID###2006-02-23 00:00:00###Surfaktan LPPM IPB Gelar Seminar Pembiayaan Sawit, Jarak pagar dan industri Biodesel###Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi LPPM-IPB menggelar Seminar Nasional “Pembiayaan Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak pagar dan indutri Biodesel, Kamis (23/2) di Ruang Mahoni, Gedung MMA IPB Gunug Gede.

Peserta yang hadir dalam seminar ini terdiri dari para pelaku bisnis, peneliti dari perguruan tinggi dan lembaga litbang, pejabat pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum yang tertarik dan membutuhkan informasi mengenai sistem pembiayaan perkebunan dan industri. Jumlah Peserta dibatasi 200 orang.

Beberapa pembicara yang terdaftar dalam seminar tersebut adalah, Menteri BUMN, Ir. Sugiharto, Ketua SBRC LPPM IPB, Dr. Ir. Erliza hambali, Managing Direktur Peace Ecosecuruties Indonesia, Agus Pratama Sari, Deputi Bidang Pembiayaan kantor Mennegkop dan UKM, Prof. Dr.Ir. Eriyatno, Direktur Kresna Securities, Michael Steven, Direktur PT Rekayasa Industri, Ir. Triharyo Indrawan Susilo, MSChe., Direktur Coorporate Affair Asian Agri, Eddy Lucas, Phd, Direktur International Centre for Applied Finance and economics, Dr. Iman Sugema, Direktur PTPN V, Direktur BRI, Direktur Bank Syariah Mandiri, Direktur Bank Bukopin, dan Ir Hasan hambali, MM.

Seminar ini pada dasarnya dilatar belakangi bahwa biodiesel bersifat ramah lingungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik dibandingkan diesel/solar, yaitu bebas sulfur, bilangan asap (smoke number) yang rendah, efisiensi pembakarannya lebih baik, terbakar sempurna (clean burning) dan tidak menghasilkan racun (non toxic)

Untuk memenuhi kebutuhan biodiesel diperlukan dukungan ketersediaan bahan baku minyak nabati (minyak sawit, minyak jarak pagar ataupun minyak lainnya) dan teknologi pengolahannya. Dukungan perkebunan sebagai pemasok bahan baku dan dukungan industri sebagai pengolah bahan baku menjadi produk biodiesel sangat diperlukan agar kontinuitas produksi biodiesel terjaga dengan baik.

Untuk kegiatan pengembangan perkebunan dan industri, khususnya bagi perkebunan sawit dan jarak pagar serta industri biodiesel dibutuhkan dukungan sistem pembiayaan demi terjaminnya aktivitas produksi dan keberlangsungan usahannya.

Atas dasar ini maka Pusat Penelitan Surfaktan dan Bioeneri LPPM – IPB mengadakan seminad dengan tema “Pembiayaan Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak pagar dan indutri Biodesel”.

Usai sambutan, Rektor IPB, Pror.Dr.Ir. H.A.A. Mattjik, M.Sc., mengatakan, usaha yang dilakukan IPB dengan kerjasama beberapa instansi lainnya ini merupakan salah satu cara membantu pemerintah dalam BBM.

“Negara kita sedang dalam masalah krisis energi. Pada dasarnya banyak sekali sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti BBM, seperti minyak jarak, kelapa sawit, dan lainnya,” ujarnya.

Rektor melihat, minyak jarak memiliki prospek yang baik ke depan. Pasalnya tanaman jarak pagar bisa beradaptasi di tanah marjinal.

“Sepengetahuan saya, Indonesia memiliki tanah marjinal seluas 40 juta hektar. Saya perkirakan, jika dalam satu hektar minimal menghasilkan 1,5 ton minyak jarak, maka dalam 40 juta hektar itu bisa menghasilkan 300 ribu barrel perhari. Hal tersebut sama dengan subsidi atau membeli sebanyak 300 ribu barell BBM perhari. Itu hanya pada awalnya saja, apalagi jika sudah tahun ke dua, tiga, dan setersunya hasilnya bisa sampai 5 ton perhektar, ini akan membantu sekali,” ujarnya.

Dalam Jarak Pagar ini Rektor mengatakan, IPB bisa memfasilitasi dalam pembibitan, konsultasi, tenaga ahli, teknologi dan sebagainya.

Sementara itu ketua panitia, Dr. Ir. Dadang, M.Sc., mengatakan, untuk seminar sekarang berbeda dengan tahun lalu yang membahas tanaman jarak pagar dari hulu sampai hilir.

“Dulu seminar Jarak Pagar belum membahas sistem pembiayaan. Maka dari itu untuk seminar sekarang ini dibahas sistem pembiayaan agar orang tahun kalau menanam jarak pagar itu pelu pembiayaan modal,” ujarnya. (man) #$#f68c16f4756c21d451012e632e6ba472###3862f3273c7dd096d2918de7a3fd3474###ID###2006-02-23 00:00:00###250 Ibu Hamil di Bogor Mendapat PMT Gratis Selama 6 Bulan### Sebanyak 250 ibu hamil di Kecamatan Ciampea, Leuwiliang dan Leuwisadeng Kabupaten Bogor mendapat makanan gratis atau pemberian makanan tambahan (PMT) selama 6 bulan dalam Feeding Program Pada Ibu Hamil dan Dampaknya terhadap Status Gizi Ibu dan Kualitas Anak . Program ini terselenggara berkat kerjasama Southeast Asian Food And Agricultural Science and Technology Center Institut Pertanian Bogor (SEAFAST-IPB) dan Institute of food Science & Engineering Texas A & M University USA. “Ibu hamil merupakan kelompok yang rawan terkena masalah gizi. Kurang gizi selama periode kehamilan akan memberikan resiko besar terhadap terjadinya kematian ibu saat melahirkan, komplikasi, penyakit, keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi dan berat bayi lahir rendah,” ujar Prof. Dr Made Astawan, Kepala Program Feeding Program ini Rabu (22/2) di Ciampea Bogor. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan tahun 2003 angka kematian ibu masih tinggi (AKI) yaitu 307 per 100.000 kelahiran, angka kematian bayi (AKB) 51,0 per 1000 kelahiran hidup dan berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan antara 2-27 persen. “Salah satu factor penyebab tingginya masalah kekurangan gizi, baik gizi maupun mikro,” tambah Astawan didampingi Dr. Hadi Riyadi pelaksana Feeding Program. Problem gizi pada wanita hamil yang paling umum dijumpai adalah anemi akibat defisiensi besi, wanita di negara berkembang cenderung mengalami defisiensi mikronutrien lain seperti seng, vitamin A, folat, vitamin 12 dan Iodium. Selain defisiensi gizi mikro, ibu hamil juga mengalami kurang energi kronis (KEK). Besarnya prevalensi anemi ibu hamil di tiga wilayah yakni kecamatan Ciampea, Leuwisadeng dan Leuwiliang sebesar 45,63 persen. “Angka ini lebih besar dibandingkan prevalensi anemi ibu hmail secara nasional untuk tahun 2001 yaitu 40 persen,” kata Staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Tujuan kegiatan ini kata Astawan, untuk memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil agar kondisi kesehatan, status gizi ibu hamil serta kualitas anak yang dilahirkan meningkat. Selain itu memberikan konseling pada ibu hamil tentang pentingnya gizi ibu, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan selama kehamilan. ”Bila kegiatan ini berhasil, kita akan membuat model Feeding Program sebagai panduan Feeding program di daerah lain yang bisa langsung diaplikasikan pemerintah daerah atau instansi lain,” tambah Astawan. Dalam program Feeding Program ini, Departemen ITP Fakultas Teknologi Pertanian dan Depatemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB membuat formula khusus PMT berupa bihun, aneka ragam susu, dan kukis yang dibagikan bagi ibu hamil. PT. Indofood yang kemudian memproduksi produk-produk tersebut sesui formulasinya. Selama enam bulan tersebut ibu-ibu hamil yang mengikuti Feeding Program dipantau perkembangan kesehatannya oleh tim di lapang. Setiap hari, perkembangan kesehatan ibu hamil hingga bayinya lahir dicatat dengan baik. (ris) #$#f78467d26ca192440e01a452bc482290###dc845011cc5fb3cab03a7d9fa2c97c76###ID###2006-02-24 00:00:00###Telur Ayam yang Mengandung Imunoglobulin Y Epec dapat Cegah Diare###Diare, merupakan penyakit nomor tiga di Indonesia yang bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani dengan baik, namun hasil riset sejumlah peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui penggunaan telur ayam yang mengandung "Imunoglobulin Y" (IgY) anti "Entero Patogenik Escherichia Coli" (EPEC) K.1.1, ternyata cukup efektif untuk mencegah terjadinya diare.

"Kesimpulan hasil penelitian yang kita lakukan, selain coli, telur ayam yang mengandung IgY juga mampu mengendalikan bakteri lain, seperti `salmonela` dan lainnya," kata Prof Dr drh Fahcriyan Hasmi Pasaribu, ketua sekaligus juru bicara tim peneliti kepada pers di Kampus IPB Darmaga Bogor, Selasa.

Para peneliti lain di dalam tim Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB itu adalah Dr drh I Wayan T Rimbawan, MS, Dr dr Sri Budiarti Poerwanto dan Dr drh Rudy Rawendra, M.App.Sc.

Menurut Fachriyan Hasmi Pasaribu, penelitian tersebut sudah berlangsung selama dua tahun, dan melalui hasil laboratorium maka selain mampu mencegah diare, efektivitas pada asam lambung ternyata masih bisa membunuh bakteri, demikian pula pada tes enzim.

"Saat ini tinggal uji lapangan saja, dan prinsipnya sudah siap untuk dilakukan," katanya.

Mengenai bagaimana mekanisme dan cara kerjanya, ia menjelaskan bahwa vaksin "whole killed cell" EPEC yang disuntikkan secara "intravena" dengan "booster" pada minggu kedua dan ketiga pada ayam petelur membentuk respon anti-bodi di dalam kuning telur, dimana level dan kecepatan pembentukan anti-bodi optimal dipengaruhi oleh dosis vaksin yang digunakan.

Penggunaan dosis vaksin 2,0 ml, memberikan respon yang lebih tinggi dan lebih cepat dibanding dosis 1,0 ml.

"Aktivitas netralisasi antibodi yang terbentuk akan mengalami penurunan (24 persen) setelah IgY dipisahkan dari komponen kuning telur lainnya dan dikering-bekukan," kata mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB itu.

Ia mengemukakan, IgY "WSF" (bagian fraksi kuning telur yang larut di air) pada kuning telur beku yang diproduksi dengan tambahan biaya 6,3 persen sampai 16,7 persen dari biaya produksi telur, menunjukkan efikasi dalam menghambat pertumbuhan EPEC pada media TSB, perlekatan EPEC pada sel kultur HEp-2, perlekatan pada lesi A/E intestinal anak kelinci yang diinfeksi EPEC.

Efektivitas IgY dalam menghambat perlekatan EPEC pada sel kultur HEp-2 dan sel epitel intestinal, katanya, ternyata lebih baik dibandingkan dengan efek penghambatan pertumbuhan pada media TSB maupun dalam menghambat kejadian lesi A/e pada sel epitel intestinal anak kelinci yang diinfeksi EPEC.

Menurut dia, efikasi IgY WSF kuning telur kering beku anti EPEC dipengaruhi oleh dosis dan frekuensi yang lebih lama.

Di bagian akhir, Fachriyan Hasmi Pasaribu menambahkan bahwa penelitian lanjutan berupa uji-tantang di lapangan perlu dicoba pada daerah endemik EPEC dengan memberikan IgY WSF kuning telur kering beku anti EPEC yang dicampur dengan komponen pangan lainnya.

"Penelitian tersebut tidak menimbulkan risiko toksik dan aman meskipun menggunakan dosis berlebihan," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah pemaparan hasil riset itu, salah satu pejabat dari Bekasi langsung meresponsnya untuk aplikasi hasil penelitian tersebut di daerah tersebut.

"Kemungkinan di Bekasi ada daerah endemik diare yang cukup banyak sehingga ada yang langsung tertarik untuk melakukan semacam `pilot project`," katanya. (antara/pur/man) #$#716301b81435432365fa588a4e56d998###1d52b79bda37025c68618221246de7fa###ID###2006-02-25 00:00:00###IPB Lepas 69 Mahasiswa KKN###Institut Pertanian Bogor melepas 69 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Februari-April 2006, Jum’at (24/2) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga. ”Mahasiswa KKN itu akan terjun ke tiga kecamatan yakni Kecamatan Ciampea, Bogor Barat dan Kota Bogor. Mereka akan belajar di lapang, bergabung dengan masyarakat, ” kata Ketua KKN IPB, Dr.Ir. H. Oteng Haridjaja, M.Sc.

Pemilihan tiga lokasi KKN ini sebagai upaya pengembangan wilayah lingkar kampus yang selama ini sudah berjalan lama antara IPB, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kota. ”Harapannya dari pengembangan dan pengambdian ini IPB tak lagi dianggap sebagai perguruan tinggi bak menara gading, seolah-olah enak dipandang tapi kurang perhatian terhadap masyarakat sekitarnya,” imbuh Oteng. Tema KKN kali ini ialah Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa dan Masyarakat dalam Kepedulian Lingkungan dan Kesehatan. ”Kami lebih menekankan kemampuan mahasiswa dan masyarakat dalam pengembangan penghijauan dan penanganan sampah,” jelas Oteng.

”Kita harus mendidik masyarakat sekitarnya menjadi masyarakat yang mandiri. Mandiri disini bukan berarti berdiri diatas kaki sendiri, punya jati diri, percaya diri,” Kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LLPM) IPB, Prof. Dr.Rizal Syarief. Dengan KKN ini mahasiswa melakukan learning together, menjalin networking dan belajar memecahkan masaloveilah sendiri. (ris) #$#95eca98459d8cd89af8504c48e7757ff###6138db14776c62f16a87599f40e889f1###ID###2006-02-26 00:00:00###Fateta IPB Gelar Pameran, TalkShow dan Training]###Sekitar 350 mahasiswa memadati Balairung Abdul Muis Nasution Fakultas Teknologi Pertanian Minggu (26/2). Mereka mengikuti Talkshow yang menghadirkan pembicara Dr.Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eg (Dekan Fateta) membawakan tema’ Menjadi Mahasiswa Sukses Dambaan Umat’, Direktur Harun Yahya Center Indonesia membawakan tema’ Hakikat Penciptaan Manusia’, Ir. M.R Kurni, Msi (Akademisi dan Penulis Buku) dengan tema’ Strategi Sukses Dunia Akhirat”.

Acara yang diselenggarakan Dewan Keluarga Mushola Al Fath Fakultas Teknologi Pertanian ini makin semarak saat sesi Training Motivasi yang menampilkan trainer Inspirator Nasional dn Senior Trainer Kubik Leadership, Ir. Jamil Azzaini, M.Si. Tema training tersebut ’Membangunkan Semangat Hidup Halilintar. Dengan gayanya yang semangat, Jamil menggugah peserta untuk menemukan jati dirinya dan tujuan hidupnya. (ris) #$#b769ed79d6072ed68ccd56651b6500c3###4beca0773ef4492613f4a31da3bc771c###ID###2006-02-27 00:00:00###Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan###Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, BRKP-DKP dan PMB-LIPI

Menggelar Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

2 dan 3 Agustus 2006 di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Informasi lebih lanjut hubungi :

Sekretariat Panitia di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Jalan Lingkar Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Telp. (0251)625556, 624817 atau dengan saudari Eva (08129021650) dan Erni (0817185012) #$#be13d37f5e9e96f1678fecfc0c0a66bb###0b3474ea09431498888587daeff960c2###ID###2006-03-01 00:00:00###Beswan Jarum Gelar Donor Darah.###Mahasiswa yang tergabung dalam penerima beasisiwa Jarum Super (Beswan jarum) 2005/2006 menggelar acara kemanusiaan Donor Darah, Rabu (1/3) di Lantai dasar Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kegiatan donor darah tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya, dengan menggandeng UKM KSR IPB dan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor.

Sebagaimana dipaparkan oleh mantan ketua ikatan Beswan jarum, Ahmad Fariszahli, kepada Prohumasi IPB.

Ia mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini diperuntukan bagi civitas akademika IPB, terutama pegawai dan mahasiswa.

"Tapi kita tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang akan mendonorkan darahnya, termasuk warga disekitar Kampus IPB Darmaga,“ ujarnya.

Donor darah yang mereka lakukan memiliki target sekitar 130 orang dalam satu hari itu, lebih besar tahun lalu yang hanya 100 orang saja.

"Kita optimis hari ini akan mencapai target sebanyak 130 orang yang mendonorkan darahnnya,“ujarnya.

Penerima Beswan Jarum Periode 2005/2006 berjumlah 10 orang. Selain mendapatkan beasisiwa secara nominal perbulan dalam satu tahun sebesar Rp 150 ribu, mereka juga kerap melakukan kegiatan kemanusiaan dan kegiatan sosial lainnya.

"Penerima Beswan Jarum diharapkan dapat berkontribusi untuk masyarkat, salah satunya kegiatan donor darah. Untuk internal, ada beberapa kegiatan yaitu peleatihan, seminar dan kegiatan bentuk lainnya seperti, bakti sosial, lingkungan dan olah raga,“ ujarnya. (man) #$#578d9e195acd2090828fd3b3a23f68aa###10aa205a27dcacf52f2988866c812b75###ID###2006-03-04 00:00:00###Delegasi Partai Komunis Vietnam Berkunjung Ke IPB###Lima anggota delegasi Vietnam dari Komisi Pusat Sains dan Pendidikan (Central Commision for Science and Education(CCSE) Partai Komunis Vietnam berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Jum’at (3/3). Kelima delegasi tersebut disambut hangat oleh Kepala Kantor Program Internasional, Dr. Ir Ma’mun Sarma di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Prof Pham Manh Hung MD, DSC, Vice Chairman of The CCSE dari Comunist Party of Vietnam mengatakan, tujuan kunjungan rombogannya ke IPB adalah untuk belajar banyak mengenai pertanian khususnya kemajuan bioteknologinya. “Hari Senin kemarin kami berkunjung ke Kementrian Riset dan Teknologi, di sana, kami melihat berbagai spesies baru hasil penelitian dari IPB. Melihat hasil penelitian tersebut kami ingin belajar banyak mengenai kemajuan bioteknologi bidang pertanian di IPB,” jelas Prof Hung.

“Kami mengucapkan selamat datang bagi delegasi Vietnam, sejak lama kita membina hubungan kerjasama dengan Vietnam khususnya mengenai beras Saigon dahulu,” kata Ma’mun. Selanjutnya, Ma’mun mempresentasikan mengenai IPB. Usai presentasi, dilanjutnya diskusi.

Prof Hung menanyakan mengenai beberapa hal terkait bagaimana mengkombinasikan penelitian dan pengajaran di IPB, gaji staf pengajar di IPB, dan kerjasama riset dengan lembaga lain.

“IPB sendiri memiliki tiga pilar yang disebut Tri Dharma, setiap dosen memiliki 3 kewajiban yakni pengajaran, penelitian dan empowerment community (pemberdayaan masyarakat),” jawab Ma’mun. IPB memiliki 13 pusat penelitian, bila ada program penelitian mahasiswa dilibatkan didalamnya. IPB juga banyak menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai lembaga atau instansi daerah, nasional, internasional dan industri. Diskusi singkat tesebut diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata. Setelah itu, rombongan berkunjung ke Southeat Asian Food and Agriculture Science Technology Center(SEAFAST) IPB yang didampingi Dr Lilis Nuraida. (ris) #$#2cb978867b4a9e2e4b5647d13298efaf###f23f5fedbb22fee5902f7b35e78d0e46###ID###2006-03-04 00:00:00###SBY Beri Kuliah Perdana Program Baru IPB###Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (1/4) menjadi dosen kehormatan dengan memberi kuliah berupa Studium Generale pada program Doktor MB (Manajemen Bisnis) IPB (Institut Pertanian Bogor).

Kuliah perdana untuk jurusan baru yang diadakan di Grand Haytt, Jakarta, itu diberi judul “Peningkatan Daya Saing Bisnis dan Iklim Investasi di Era Transisi Demokrasi.”

Presiden SBY yang saat itu didampingi Ibu Hj.Ani Bambang Yudhoyono, saat tiba di Grand Hyatt, disambut Rektor IPB Prof.Dr.Ir.H.Ahmad Ansori Mattjik, MSc, Direktur Program Pascasarjana MB-IPB Dr. Arief Daryanto MEc, dan Ketua Alumni IAMMA IPB Dr.Ishartanto.SE.MM, serta para para civitas akademika diantaranya Bungaran Saragih, Rohmin Dahuri, dan Saleh Solahudin.

Hadir pula beberapa menteri, diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Menko BUMN Sugiharto, Menko Polhukam Widodo.A.S, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Ma'ruf, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol.Sutanto, Seskab Sudi Silalahi, Dirut Bank Indonesia Burhanuddin dan Jubir Kepresidenan A.Mallarangeng.

Selain memberikan kuliah umum, Presiden SBY dan rombongan juga mengunjungi stand pameran agribisnis, perbankan, teknologi, dan transportasi yang antara lain diikuti Bank BRI, Lion Air dan Kresna Securities.

Sebagai tanda peresmian dibukanya Program Doktor Manajemen Bisnis IPB, SBY menyematkan ID kepada dua orang mahasiswa angkatan I program itu yang diikuti 24 peserta lainnya.

Launching Program Doktor IPB ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Alumni -PB Tahun 2005/2006 sebanyak 225 orang. Dengan demikian, selama 15 tahun berdirinya Program Pasca Sarjana MB IPB telah meluluskan 1926 alumni, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. (win/man) #$#bd75eb7a0077920b3fd771a9bf348145###924b16e166b059b3bcfb10431e7ef484###ID###2006-03-05 00:00:00###Indonesia Bisa Terperangkap Komitmen Internasional dalam Problema Pembalakan Liar### Seorang peneliti Fakultas Kehutanan (Fahutan-IPB) menilai jika persoalan pembalakan liar dan persoalan lingkungan di Indonesia akan dikait-kaitkan dengan perspektif internasional, maka setidaknya ada tiga hal penting yang perlu disadari pecinta lingkungan , rimbawan dan pemangku kepentingan .

"Banyak pihak di Indonesia (pada semua sektor dan semua level kebijakan) yang `kurang waspada` atau bahkan dapat dikatakan `terperangkap` dalam berbagai komitmen dan konsensus internasional yang terburu-buru mereka setujui dan tanda tangani secara formal dalam kapasitas kelembagaan, dan barangkali dapat disebut sebagai `kecerobohan kelembagaan`," kata Dr Ir Ricky Avenzora, MSc, staf pengajar Fahutan IPB di Bogor, Minggu.

Hal itu dikemukakan saat diwawancarai ANTARA, sehubungan dengan pernyataan Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban yang meminta Uni Eropa (UE) secara serius melarang negara-negara anggotanya untuk menerima kayu ilegal dari Indonesia.

"Hal ini saya tekankan, karena berdasarkan data yang kami terima, masih terdapat beberapa negara di Eropa menerima kayu ilegal dari Indonesia," kata Menhut belum lama ini usai membuka Final Workshop "Ilegal Logging Response Center (ILRC)", di Jakarta.

Menhut menyebutkan negara-negara harus bertanggung jawab dan berpartisipasi untuk mencegah terjadinya illegal logging itu, sehingga jangan sampai hasil industri kayu yang masuk ke negararanya tidak diketahui asal-usulnya, dan penggunaan program sertifikasi hasil kayu olahan yang masuk ke negara lain seharusnya juga dilacak asal-usul kayu tersebut.

"Sehingga semua negara bisa mencegah pasar ilegal logging yang selama ini marak terjadi," katanya.

Program ILRC adalah proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan negara-negara yang tergabung dalam UE untuk menekan kegiatan penebangan liar di kawasan taman nasional.

Hingga saat ini Dephut memiliki data terakhir bahwa dari kegiatan pembalakan liar negara dirugikan setiap tahunnya Rp30 triliun dan hutan yang rusak mencapai 2,8 juta ha.

Menurut Ricky Avenzora, tiga hal penting yang perlu disadari oleh pemerhati lingkungan , rimbawan dan pemangku kepentingan terkait di Indonesia tersebut, yakni pertama, bagaimana mengantisipasi keterkaitan politik Lingkungan dengan politik perdagangan Internasional.

Kedua adalah bagaimana membangun peran positif kalangan LSM Lingkungan Indonesia agar tidak kontra-produktif dengan kepentingan bangsa dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Yang ketiga bagaimana menggunakan dan memanfaatkan dana yang tersedia dan berbagai bantuan internasional secara sistematis, efisien, dan efektif.

Untuk butir pertama dan kedua, menurut dia, dinamika yang menarik yang bisa diamati adalah bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa dalam aspek ini banyak ketidaksiapan dan ketidakbijakan yang telah terjadi pada skala nasional.

Di satu sisi, sesungguhnya Indonesia dapat dikatakan sangat aktif berpartisipasi dalam membangun berbagai komitmen internasional yang mengaitkan aspek lingkungan dengan sektor perdagangan internasional.

Namun di sisi lain, seperti telah disampaikannya semula bahwa tampaknya banyak pihak di Indonesia, yakni pada semua sektor dan semua jenjang kebijakan yang "kurang waspada" atau bahkan dapat dikatakan "terperangkap" dalam berbagai komitmen dan konsensus internasional yang terburu-buru mereka setujui dan tanda tangani secara formal dalam kapasitas kelembagaan atau "kecerobohan kelembagaan" itu.

Dikemukakannya bahwa bila ditelusuri, "kecerobohan kelembagaan" itu terjadi karena adanya dinamika negatif pada "environment-euphoria" pada SDM dan lembaga yang terlibat dan berminat untuk ikut berkiprah pada berbagai isu lingkungan.

Meskipun eforia tersebut adalah tergolong eforia yang telah lama --karena telah muncul sejak awal 80-an--namun pada skala nasional eforia yang ada belumlah tumbuh menjadi suatu konsep pemikiran yang matang dan belum pula mengkristal menjadi suatu sistem yang mantap dan handal.

Sedangkan pada skala personal, dinamika negatif terjadi karena "tidak komprehensif" dan "kurang matangnya" keahlian yang dimiliki oleh para individu yang menyatakan diri sebagai pemerhati lingkungan .

Jika ditelusuri, akan ditemukan bahwa hal ini berawal dari belum pastinya kurikulum lingkungan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan berujung pada bermunculannya SDM yang menyatakan diri sebagai ahli lingkungan dengan gelar "ahli serba ahli".

Salah satu indikator yang mudah dilihat atas fenomena ini adalah pola "just follow the issue" yang sering dilakukan para ahli di negeri ini dalam menanggapi persoalan lingkungan yang ada.

Ia melihat pada berbagai media yang ada, "hampir tidak pernah ada ahli yang membahas isu yang ada dengan pendekatan anti-tesis" dari isu yang sedang marak.

"Padahal sesungguhnya masyarakat sangat mengharapkannya untuk bisa menjadi utuh sebagai bahan pembelajaran mereka." kata Ricky Avenzora, yang menyelesaikan S-2 dan S-3 nya di Universitas Goettingen, Jerman itu.

Kepentingan titipan

Ditambahkannya , pada lingkup institusi non pemerintah, dinamika negatif yang terjadi setidaknya dapat dilihat melalui pola "unfinished loop" (tidak memperhitungkan efek timbal balik atau "reciprocal effect" pada `loop` pertama) yang sering dilakukan oleh para "ahli serba ahli" yang menghimpun diri dan berkumpul dalam suatu institusi non pemerintah untuk menyuarakan berbagai keinginan.

"Dan kepentingan yang mereka miliki, baik `kepentingan dasar` mereka ataupun `kepentingan titipan` yang terpaksa mereka suarakan karena adanya ketergantungan dana untuk menunjang kebutuhan dasar mereka," katanya.

Di satu sisi, dinamika tersebut dapat dikatakan sebagai karakteristik yang mudah diamati pada banyak LSM , namun di sisi lain sayangnya banyak dari mereka yang lupa menjaga titik keseimbangan, menerapkan standar ganda, radikal, dan bahkan sangat "kontra-nasional".

Ia menekankan sesudah hampir 40 tahun berkembangnya LSM di Indonesia, mestinya bangsa ini sudah pantas untuk mempunyai banyak LSM yang matang dan bijak dalam berfikir, bertindak dan berjuang dalam mewujudkan bangsa ini kembali mempunyai negeri yang "gemah ripah loh jinawi" dan "hijau royo-royo".

"Adalah benar bahwa bangsa ini belum cukup baik memberikan perhatian pada betapa pentingnya keberadaan LSM dalam dinamika pembangunan. Namun adalah sangat naif jika karena ketidakmatangan LSM pada akhirnya mereka ikut tergolong sebagai `penjual bangsa`," katanya.

Pada lingkup institusi pemerintah, kata dia, fenomena "ahli serba ahli" adalah juga ikut mempunyai andil dalam terciptanya dinamika negatif, dan hal ini diperburuk oleh alih tugas yang tidak kondusif, dan kebijakan yang tak berkelanjutan yang selalu terjadi pada setiap proses pergantian pimpinan saat "alih tugas ".

"Dan, semua itu akhirnya menjadi `kecerobohan kelembagaan` di tangan seorang pimpinan yang gamang menghadapi persoalan lingkungan dengan fenomena cuci tangan serta melemparkan kesalahan pada pihak lain," katanya.

Sementara itu, untuk butir ketiga, kata dia, dinamika yang penting untuk dicermati adalah bahwa "stepwise-process" yang dilakukan terlalu panjang rantainya sehingga tidak sistematis, tidak efisien, tidak efektif dan bahkan mubazir.

Pada hampir dua dasawarsa ini, katanya, paradigma pembangunan yang bersifat pendekatan dari atas kebawah telah dituntut untuk diubah menjadi pendekatan dari bawah ke atas .

Dalam pelaksanaannya, pola pendekatan dari atas kebawah tersebut telah dilaksanakan dengan berbagai jargon partisipasi, diantaranya yang terkenal adalah "community based", yang salah satu cirinya adalah disebut sebagai "By Process Approach".

Pada dasarnya "By Process Approach" tersebut sangat banyak manfaatnya, namun banyak pihak yang melupakan bahwa waktu dan dana terbatas dan penambahan persoalan berubah lebih cepat dari perjalanan waktu.

Karena itu, jika para "ahli serba ahli" tidak mau jujur memikirkan rantai proses terpendek, maka proses tersebut akan kehabisan darah sebelum tujuan tercapai, meskipun hanya untuk mencapai tujuan antara saja.

Padahal persoalan telah menjadi semakin kompleks atau bahkan berubah total dari titik awal mereka berproses.

"Jika ini dibiarkan terjadi, maka semua proses itu dapat dikatakan hanya menjadi ladang mata pencaharian saja bagi para `ahli serba ahli`," katanya. (antara/pur/man) #$#18aac1decc2526c24399d3b40f7e66ff###931ae8bf1cf27de390b5c9300fc0724b###ID###2006-03-07 00:00:00###Workshop on Nonlinearity 2K6###Department of Physics IPB will organized a workshop which its take a themes Understanding the True Law of Nature and Its Application in Workshop on Nonlinearity 2K6. Please visit this address to get more information : http://www.ipb.ac.id/ipb-bhmn/agenda/non_linear_fisika.pdf #$#eca7ea1d897f88cbf345f7ad699a4950###2618779ba5b4abf368ffbc1078dced3d###ID###2006-03-08 00:00:00###Creata - Deptan Akan Gelar Semiloka Nasional ”PENCETAKAN SAWAH DALAM RANGKA KETAHANAN PANGAN”###Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA)- IPB bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian, DEPTAN bermaksud untuk mengadakan semiloka nasional di Bogor.

Kegiatan tersebut akan dilakukan tanggal 9 dan 10 Maret 2006 di Ruang Mahoni MMA IPB, Kampus IPB Gunung Gede, Jl. Raya Pajajaran, Bogor

Kegiatan ini dalam rangka mendukung keberhasilan program pencetakan sawah. Dimana Program pencetakan sawah baru yang dicanangkan pemerintah merupakan solusi yang tepat dalam menyingkapi isu alih fungsi lahan dan impor beras.

Pencetakan sawah baru selain membutuhkan arahan dan pedoman pelaksanaan teknis, perlu disosialisasikan secara baik kepada semua fihak khususnya kepada para pelaksana program di daerah, konsultan dan kontraktor serta pengusaha yang bisa melihat investasi pemerintah sebagai peluang bisnis khususnya industri beras melalui pemanfaatan teknologi pascapanen dan pengolahannya dalam rangka meningkatkan pendapatan petani padi.

Keterangan lebih lanjut hubungi secretariat dengan Sdri. Via dan Sdr. Kodir Pusat Pengembangan Ilmu Teknik Untuk Pertanian Tropika (CREATA-IPB). Telp./Fax. 0251-621887. E-mail creata@ipb.ac.id, crea-ipb@indo.net.id (man) #$#f58eed2593dba570f6d096a1cf6dd921###aeccc450c5539ef2f9bedadfad598c59###ID###2006-03-10 00:00:00###IPK Mahasiswa TPB IPB Meningkat### Tak sia-sia di tengah sosialisasi Mayor minor yang gencar dilakukan oleh IPB, ternyata memberikan dampak positif bagi mahasiswanya. Terutama mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) periode 2005/2006.

Kenaikan tersebut tak lepas dari program – program yang dibuat oleh Direktorat TPB yang memang patut dibanggakan. Dalam paparannya kepada Prohumasi IPB, Selasa (07/3) di ruang kerjanya, Direktur TPB-IPB, Dr. Ir. Ibnul Qoyim, memaparkan, bahwa secara keseluruhan IPK mahasiwa TPB IPB mengalami kenaikan.

Sebagaian besar mahaiswa TPB IPB yang berjumlah kurang lebih 2800 orang itu mengalami kenaikan dari tahun lalu rata-rata IPK 2.73, menjadi rata-rata 2.80.

“Meskipun kenaikannya tidak terlalu tajam, namun untuk menaikan dari 2.73 ke 2.80, membutuhkan perjuangan yang tidak gampang,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang membuat mahasiswa TPB IPB mengalami kenaikan, yaitu mahasiswanya sudah unggul sejak SMU, adanya Kurikulum Mayor Minor, Program Tutorial dan Regular TPB IPB, dan adanya kerjasama saling membantu dalam dibidang finansial maupun keilmuan diantara mahasiswanya.

Menurutnya, bibit unggul yang dibawa sejak SMU memudahkan para mahasiswa TPB untuk beradaptasi, dan mengarahkan.

Sementara, dengan adanya Kurikulum Mayor Minor, Ia mengatakan, ada kecenderungan mahasiswa untuk berkompetsisi agar dapat diterima di salah satu mayor yang dinginkan.

“keberadaan mahasiswa tahun lalu tidak dikondisikan pada kompetsisi dalam memilih penjurusan sehinga merasa nyaman dengan fakultas yang dipilih sejak masuk,”ujarnya.

Namun, berbeda dengan sekarang, dengan adanya Kurikulum Mayor Minor, mereka lebih hati-hati, dan giat agar bisa masuk dalam persyaratan yang ditetapkan oleh departemen yang akan dipilihnya.

Sedangkan pada Program Tutorial dan Reguler yang selama ini telah dijalankan oleh TPB IPB ternyata juga memiliki peranan yang tidak kecil. Ada beberapa perbedaan dari tahun lalu dan sekarang.

Tahun lalu, dalam menjalankan program tutorial untuk satu kelas bisa mencapai 150 orang. Sekarang dirubah menjadi 107 orang per kelasnya, sehingga lebih efisien dan efektif.

Untuk Praktikum laboratorium juga diperkecil dan di intensifkan dengan hadirnya laboratorium baru berkapasitas 54 orang. “Sehingga saat ini dalam satu kali praktikum hanya 54 orang saja per lab,” ujarnya.

Sedangkan, untuk Program regular ditekankan pada bimbingan akademik dan psikologi. “Biasanya untuk yang regular ini, mahasiswa mampu memberikan bantuan kepada mereka yang kurang mampu baik keilmuan maupun financial. Secara Psikologi hal tersebut sangat berpengaruh. ” ujarnya.

Patut diketahui, tahun lalu mahasiswa yang gagal dengan IPK < 1.5 mencapai 136 orang, tetapi sekarang dapat ditekan menjadi 64 orang.

Sementara untuk mahasiswa yang memiliki IPK 4.0 dengan nilai “A” semua, ada 17 orang untuk tahun lalu. Sedangkan sekarang bertambah, menjadi 34 orang. (man) #$#2c58e1758393c763248423be80951969###6c5df269146ea42744eaba3c74792b85###ID###2006-03-10 00:00:00###Wakil Rektor II IPB Buka Semilnas Deptan - CREATA IPB###Semiloka Nasional “ Pencetakan Sawah dalam Rangka Ketahanan Pangan” Kerjasama Deptan - CREATA LPPM IPB

Wakil Rektor II, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., mewakili Rektor IPB, membuka Semiloka Nasional “ Pencetakan Sawah dalam Rangka Ketahanan Pangan”.yang digelar dua hari (9-10/3), di Kampus IPB Gunung Gede, Bogor.

Semiloka Nasional yang bertajuk Mampukah menjadi solusi persoalan beras dan meningkatkan kesejahteraan petani?, digelar oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Departemen Pertanian (Deptan) dan Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB.

Peserta yang hadir sekitar 50 orang mewakili pihak Pemerintahan, Swasta dan lembaga terkait. Diantarnya adalah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan Riau, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Dinas Pertanian Bengkulu Utara, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Ditjen PLA Deptan Jakarta, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara, Para pakar dari Departemen Teknik Pertanian Fateta IPB, PT. Virama Karya, PT Connusa, Bolog, Pengusaha Agribisnis dan Mahasiswa IPB.

Pada saat membuka acara Wakil Rektor II mengharapkan, semiloka ini menjadi ajang untuk membuka wawasan dan membangun networking dari berbagai pihak.

“Dengan adanya semiloka ini diharapkan terjalin kerjasama diantara berbagai pihak baik dari dareah maupun pusat. Sementara IPB selaku perguruan tinggi pertanian siap membantu, terutama dalam sumberdaya manusia, kepakaran dan teknologi,” ujarnya.

Beliau menambahkan, dengan adanya semiloka ini dapat dicarikan formula atau pemecahan masalah ketahanan pangan Indonesia terkait dengan kebijakan impor beras saat ini.

Sementara Kepala CREATA IPB, Dr.Ir. Tineke Mandang, MS., usai memberikan sambutannya, kepada Prohumasi IPB mengatakan, kegiatan ini tak lepas dari program Deptan pada tahun 2006 untuk pencetakan sawah seluas 8.013 ha.

“Karena program Deptan itu sesuai dengan divisi infrasturtur sawah yang kami miliki, maka kami menyambut baik dan mencoba membantu menfasilitasi program itu,” ujarnya.

Dalam Semiloka nasional ini beliau menargetkan agar muncul wacana-wacana baru dari berbagai pihak, terutama Deptan, Dinas terkait dan swasta.

“Saya mengharapkan semiloka ini melahirkan pemikiran dan wawasan baru dari berbagai pihak, sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaannya nanti,” ujarnya.

Ia mengatakan Deptan berperan sebagai penyandang dana, sementara dinas terkait sebagai penyedia lahan, sedangkan swasta berperan dalam pembangunan fisik dan konstruksi.

Sementara CREATA IPB berperan membantu dalam SDM, kepakaran, dan pengembangan teknologi. (man) #$#806581fec356da8a7beafae64c2437ca###3ed2423529842ae6271d1af7c6992419###ID###2006-03-15 00:00:00###PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS IPB 2006###HASIL SELEKSI CPNS IPB UNTUK HONORER DAN UMUM

Hari ini telah didapatkan hasil peserta seleksi CPNS IPB 2006 yang diikuti oleh Honorer IPB maupun jalur Umum yang diselenggarakan pada bulan Februari lalu oleh Direktorat SDM dan Administrasi Umum. Informasi selengkapnya klik alamat ini http://www.ipb.ac.id/ipb-bhmn/lulus Untuk tampilan penuh gunakan Open in New Windows melalui mouse kanan.#$#27f85377034f7efd93fe5bae2e9bf79e###02736c750c78001201d95817f6d6952e###ID###2006-03-16 00:00:00###Disinyalir Penggunaan Formalin pada Makanan Kembali Marak###Setelah mereda karena ditemukannya sejumlah bahan pengawet makanan dan minuman berbahan alami oleh sejumlah perguruan tinggi (PT) di Indonesia, penggunaan formalin pada makanan disinyalir mulai marak kembali.

Kondisi itu disampaikan oleh sejumlah usaha kecil menengah (UKM) yang melaporkan temuan-temuannya kepada Laboratrium Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB). "Akhir-akhir ini penggunaan formalin sebagai pengawet produk disinyalir marak kembali, dan UKM yang tidak menggunakan formalin merasa sangat dirugikan," kata Dr Ir Linawati Hardjito, Ketua Departemen THP FPIK-IPB kepada wartawan di Bogor, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah UKM di berbagai daerah, mulai dari Jabotabek, Cilacap (Jawa Tengah) dan Jabar yang mendatangi Departemen THP FPIK-IPB. "Para UKM tersebut menginginkan adanya pengawasan dan penegakan hukum yang lebih tegas, dan saat ini para UKM sedang menunggu arahan lebih lanjut dari pihak berwenang," katanya.

UKM yang datang ke THP FPIK-IPB membawa contoh-contoh produk yang daya awetnya cukup lama, dan ternyata aroma produk itu sangat menyengat, dan kini sedang diteliti guna mengetahui kandungan di dalamnya.

Terkait sinyalemen itu, dimana THP FPIK-IPB telah berhasil memproduksi "chitosan" sebagai pengganti formalin, sekaligus sebagai tindak lanjut kontribusi Departemen THP untuk mencari solusi penggunaan bahan pengawet alami, maka akan diselenggarakan seminar dan sarasehan nasional "chitin-chitosan".

Seminar tersebut akan diselenggarakan Kamis (16/3) di Gedung Mahono MMA-IPB, Kampus Gunung Gede, Jl Raya Padjajaran, dengan pembicara kunci Deputi Menkop UKM dan Kepala Badan POM-RI. Disamping itu juga dihadirkan sejumlah peneliti dari BATAN, BPPT, Departemen Kelautan dan Perikanan, wakil dunia industri dan kalangan lainnya.

Bahan alami

Pada awal Januari 2006, di tengah kontroversi pemakaian formalin pada produk makanan yang dapat membahayakan kesehatan manusia, para ilmuwan dari Departemen THP FPIK-IPB berhasil menemukan bahan alami sebagai pengawet makanan.

"Departemen THP FPIK-IPB secara intensif telah melakukan riset bahan aktif untuk aplikasi produk-produk perairan guna menggantikan bahan-bahan kimia seperti formalin, klorin dan sianida. Salah satu produk tersebut adalah `chitosan`," kata Linawati Hardjito.

Ia menjelaskan, "chitosan" merupakan produk turunan dari "polimer chitin", yakni produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50 persen dari total berat udang.

Kadar "chitin" dalam berat udang, katanya, berkisar antara 60-70 persen dan bila diproses menjadi "chitosan" menghasilkan "yield" 15-20 persen. Chitosan mempunyai bentuk mirip dengan selulosa, dan bedanya terletak pada gugus rantai C-2.

Proses utama dalam pembuatan "chitosan" meliputi penghilangan protein dan kandungan mineral melalui proses kimiawi yang disebut "deproteinasi" dan "demineralisasi" yang masing-masing dilakukan dengan menggunakan larutan basa dan asam.

Selanjutnya, "chitosan" diperoleh melalui proses "deasetilasi" dengan cara memanaskan dalam larutan basa. Karakteristik fisiko-kimia "chitosan" berwarna putih dan berbentuk kristal dapat larut dalam larutan asam organik, tetapi tidak larut dalam pelarut organik lainnya. Pelarut "chitosan" yang baik adalah asam asetat.

Ia mengemukakan, "chitosan" sedikit mudah larut dalam air dan mempunyai muatan positif kuat yang dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain serta mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Diungkapkan oleh Linawati bahwa Departemen THP FPKI-IPB telah melakukan uji aplikasi "chitosan" pada beberapa produk ikan asin seperti jambal roti, teri dan cumi.

Dalam uji-riset itu "chitosan" pada berbagai konsentrasi dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan. Beberapa indikator parameter daya awet hasil pengujian antara lain pertama pada keefektifan dalam mengurangi jumlah lalat yang hinggap, di mana pada konsentrasi "chitosan" 1,5 persen dapat mengurangi jumlah lalat secara signifikan.

Kedua, pada keunggulan dalam uji mutu penampakan dan rasa, dimana hasil riset menunjukkan penampakan ikan asin dengan "coating chitosan" lebih baik bila dibandingkan dengan ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) dan ikan asin dengan formalin. "`Coating chitosan` pada ikan cucut asin memberikan rasa yang lebih baik dibanding dengan kontrol (tanpa formalin

dan chitosan) dan perlakuan formalin pada penyimpanan minggu ke delapan," katanya. antara/pur/man #$#905c05269c4f2c6c8efc3b6431522811###24b7e36db747941fd5086540843f62c1###ID###2006-03-17 00:00:00###Pengguna Formalin Tanpa Izin bisa Terjerat KUHP###Pengguna formalin, termasuk pemasok, penjual, dan pembeli yang tak berizin bisa terjerat KUHP, pasalnya bisa dianggap membahayakan jiwa orang lain.

Begitu dipaparkan oleh Deputi BPOM, Prof.Dedi Fardiaz, usai Seminar Nasional Chitin-Chitosan 2006, “Prospek Produksi dan Aplikasi Chitin-Citosan Sebagai Bahan Alami dalam Membangun Kesehatan Masyarakat dan Menjamin Keamanan Produk,” kerjasama Departemen THP, FPIK – IPB, Depkes RI, Kementrian UKM, dan Badan POM RI, Kamis (16/3), Kampus IPB Gunung Gede Bogor.

Pernyataan Deputi BPOM ini sangat beralasan, menurutnya dua minggu lalu, telah keluar Peraturan Menteri Perdagangan RI yang mengeluarkan aturan tentang Distribusi dan Tata Niaga Bahan Berbahaya.

“Ada sekitar 54 item bahan berbahaya yang pendistribusiannya diatur oleh Mendag, diantaranya formalin, dan boraks,” ujarnya.

Ia mengatakan, di dalam peraturan tersebut sudah ditentukan bahwa yang boleh menggunakan bahan – bahan itu hanya distributor, pengecer dan pengguna resmi saja.

“Sanksinya sangat berat dan bisa dijatuhi KUHP, karena bisa dianggap membahayakan jiwa orang lain,” ujarnya.

Formalin Merajalela

Sementara itu, di tempat yang sama salah seorang peserta yang juga pengusaha tahu asal Jelambar, Jakarta Utara, Akwet mengatakan, saat ini formalin mudah didapatkan dan semakin merajalela.

“Sebaiknya pemerintah serius dalam memberantas bahan berbahaya seperti formlin itu. Jika perlu diberantas dan ditindak saja pelakunya, pasalnya merugikan para pengusaha yang menggunakan bahan pengawet lain yang tidak berbahaya seperti chitosan ini,” ujarnya.

Ia memaparkan, dengan Chitosan produk tahunya jauh lebih aman dikonsumsi, karena tidak membahayakan jiwa orang lain.

“Dengan chitosan ini, saya bisa mengawetkan 24 – 30 jam, dan itu sudah cukup,” ujarnya. (man) #$#4c47ad9fad0997f6095a1db462cc02ef###82c3170e4617c34d3db45b7d5a91485b###ID###2006-03-20 00:00:00###AS-IPB Lakukan MoU Pendidikan Konservasi###Amerika Serikat melalui lembaga "Rare Pride" dan Institut Pertanian Bogor melakukan kerja sama di bidang pendidikan konservasi, kata Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB Rinekso Soekmadi, di Bogor, Selasa.

"Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dilakukan oleh Wakil Rektor I IPB, Ahmad Chozin dan dan Senior Director Rare Pride, Megan Hill, pekan lalu di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga," katanya.

"Rare Pride", adalah organisasi konservasi nirlaba yang berdiri pada tahun 1973 di bawah peraturan AS dan berpusat di Arlington, Virginia.

Ia menjelaskan, pokok-pokok isi kerja sama tersebut antara lain, pertama: melaksanakan pendidikan konservasi disesuaikan dengan peraturan keanekaragaman konservasi di Indonesia, kedua, "Rare Pride" memahami Departemen Konservasi Sumber Daya dan Ekowisata Fahutan IPB telah memiliki kemampuan teruji dalam pendidikan konservasi, sehingga bisa mendukung kerjasama Program Profesional Magister di IPB.

Ketiga, IPB menegaskan bahwa "Rare Pride" telah membentuk metodologi yang disebut "Rare Pride" berupa program kampanye pendidikan pemasaran konservasi dan pendirian Program Profesional Magister dalam pendidikan konservasi di Indonesia, keempat, beberapa biaya yang berasal dari intitusi lain mengikuti aturan MoU dan kelima, masa berlakunya MoU ialah sejak ditandatangani dan berakhir lima tahun ke depan.

Sementara itu, "Senior Directo Rare Pride" Megan Hill berharap kerja sama itu bisa membantu pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan dan menjaga konservasi alam Indonesia.

Pendidikan konservasi penting bagi masyarakat. Pada program Profesional Magister, mahasiswa penerima beasiswa terjun langsung ke masyarakat. Mereka berinteraksi dengan masyarakat dan hal itu salah satu metodologi belajar di Rare Pride," katanya.

Sedangkan Rinekso Soekmadi menambahkan bahwa dalam pelaksanaan Program Profesional Magister, IPB menyediakan tempat kuliah dan tenaga pengajar, dan hanya satu dosen tamu dari Rare, namun metodologi pengajarannya sebagian besar menggunakan konsep "Rare Pride" yang telah berhasil melakukan pendidikan konservasi di beberapa negara lain.

Pada tahap semester pertama, kata dia, IPB dan "Rare Pride" melakukan seleksi ketat calon penerima beasiswa Program Professional

Magister Konservasi, yang kemudian akan diambil lima mahasiswa yang berasal dari pelamar seluruh Indonesia, sedangkan tahap II, jumlah penerima beasiswa meningkat menjadi tujuh mahasiswa. (Ant/OL-1/man) #$#40fb81d32c36e9e71fbba5edfb77c3e3###6ac59adb61c60377eb29b6c58a89947b###ID###2006-03-21 00:00:00###Meningkat, Hasil Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Motor Kota Bogor### Hasil uji emisi gas buang kendaraan bermotor di Kota Bogor dari tahun ke tahun menunjukkan angka cenderung semakin meningkat melebihi nilai ambang batas baku mutu yang diterapkan. Demikian ungkap Sumedi, Dinas Lingkungan hidup dan kebersihan Kota Bogor saat Seminar Lingkungan Hidup Let’s Save Our Sky ‘Manajemen Transportasi dalam Kajian dampak Terhadap Lingkungan’ Sabtu (18/3) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga. “Tingkat pencemaran/polusi udara di beberapa kota seperti Kota Bogor sudah sangat mengkhawatirkan bahkan sudah ada indikasi mengarah kepada terjadinya hujan asam,” ujar Sumedi.

Kondisi ini terjadi karena menurunnya kualitas udara yang disebabkan salah satunya oleh gas buang kendaraan bermotor yang mengandung timbal (Pb). Polusi udara mengakibatkan ISPA, meningkatnya temperatur udara harian, terjadinya hujan asam, berbagai penyakit akibat logam berat yang masuk ke saluran darah manusia seperti menurunnya IQ, dampak bawaan dalam proses reproduksi.

Menurut Sumedi, strategi untuk mengatasi polusi udara antara lain; pemberian izin transportasi yang selektif, penerapan dan sosialisasi program langit biru, peningkatan transportasi public, pengurangan potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor yakni kemacetan lalu lintas dan tanjakan, serta pengujian kendaraan bermotor.

Mutiara F. Siadari dari Kementrian Lingkungan Hidup menambahkan sekitar 70-80 persen kontribusi pencemaran udara di kota besar berasal dari sector tranportasi. “ Sebanyak 81 persen energi dihabiskan di sector transportasi,” kata Mutiara. Kementrian Lingkungan Hidup telah menetapkan kebijakan Pengendalian Pencemqran Emisi Sumber Bergerak yang terdiri dari pengembangan standar emisi dan kebisingan kendaraan bermotor sesuai perkembangan teknologi, pengadaan bahan baker bersih (bensin tanpa timbale, solar berkadar sulfur rendah, bahan baker alternative), pengembangan kapasitas daerah dan peran masyarakat melalui pemeriksaan dan perawatan kendaraan bermotor, managemen transportasi, danberupa mendorong peralihan transportasi ke arah angkutan massal.

“Untuk mendorong masing-masing kota agar menjaga wilayahnya dari pencemaran, Pemerintah menyelenggarakan penilaian kota bersih dan kotor. Bagi kota terbersih mendapat Adipura,” kata Mutiara. Dalam Penghargaan Adipura tersebut dilakukan penetapan kriteria dan indikator manajemen transportasi berkelanjutan untuk penilaian kualitas udara kota-kota besar di Indonesia. Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Analisis Lingkungan IPB juga menghadirkan praktisi industri yakni Dodi Suryadi dari ASTRA. (ris) #$#6fcbe1619bb6e6fe15a9365bd9aea388###715a7f4e23ad9bcd0642906973094625###ID###2006-03-21 00:00:00###Kementerian KUKM Siapkan 'Award' Bagi Pasar Tradisional yang Bebas Bahan Pengawet Berbahaya###Guna menggerakkan semangat produksi sehat di kalangan usaha kecil dan menengah (UKM), Kantor Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) akan memberikan stimulan berupa penghargaan (award) bagi pasar-pasar tradisional di Indonesia yang terbukti tidak menjual bahan makanan atau minuman yang menggunakan bahan pengawet berbahaya.

"Bentuk rangsangan dalam semangat produksi sehat itu, adalah semacam penghargaan kepada pasar-pasar tradisional, yang semua produk makanan dan minuman terbukti tidak menggunakan bahan tambahan dan pengawet yang mengandung bahan berbahaya," kata Ir Emilia Suhaimi, MM, Asisten Deputi Informasi dan Publikasi Bisnis KUKM di Bogor, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu disela-sela Seminar Nasional "Chitin-Chitosan" 2006, yang diselenggarakan Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB), didukung KUKM, Depkes dan Badan POM-RI.

Para ilmuwan dari Departemen THP FPIK-IPB, belum lama ini berhasil menemukan bahan alami sebagai pengawet makanan, yakni "chitosan". "Chitosan", menurut Dr Ir Linawati Hardjito, Ketua Departemen THP FPIK-IPB, merupakan produk turunan dari "polimer chitin", yakni produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan

"Departemen THP FPIK-IPB secara intensif telah melakukan riset bahan aktif untuk aplikasi produk-produk perairan guna menggantikan bahan-bahan kimia seperti formalin, klorin dan sianida. Salah satu produk tersebut adalah `chitosan`," katanya.

Menurut Emilia Suhaimi, harapan untuk menuju produksi sehat, dalam sebuah mata rantai pembuatan makanan dan minuman harus menjadi semangat bersama, dan guna mewujudkannya memerlukan sinergi antarpihak terkait.

"Tentu saja, untuk menuju harapan itu kami dari KUKM harus bersinergi dengan pihak lain, termasuk perguruan tinggi (PT), seperti di IPB ini yang melalui riset-risetnya telah mampu menemukan alternatif bahan pengawet alami," katanya.

Dengan jalinan kerjasama semacam itu, kata dia, tentu saja bila produk-produk pengawet alami yang aman itu dapat dikembangkan dalam jumlah massal, ke depan juga akan sangat membantu para UKM, sehingga produk makanan atau minuman yang dihasilkan aman dan masyarakat konsumen pun tidak takut untuk memakainya.

Sementara itu, terkait dengan produksi "chitosan" yang hingga kini belum dapat diproduksi secara massal, setelah ilmuwan THP FPIK-IPB menemukannya, dan telah mampu menggantikan pengawet berbahaya seperti formalin dan borak, Deputi Badan POM-RI, Prof Dr Dedi Ferdias mengemukakan bahwa pihaknya masih menunggu masukan lengkap, termasuk dari pihak industri yang akan memproduksinya secara besar.

"Semua temuan-temuan itu memang masuk ke Badan POM, dan kita akan mengajinya dengan teliti dan seksama, termasuk prosesnya dengan penekanan bahan-bahan itu aman," katanya. Hanya saja, meski belum sampai pada penilaian menyeluruh khususnya dari industri yang akan memproduksi dalam jumlah besar temuan tentang "chitosan", karena berasal dari bahan alami, maka tingkat keamanannya tidak bermasalah.

"Yang sedang kita tunggu adalah justru laporan lengkap dari pihak industri yang akan memakai `chitosan` itu," katanya. Pada bagian lain, Dedi Ferdias menambahkan bahwa dalam kaitan menjaga dan melakukan pengawasan atas produk makanan dan minuman, pihaknya bekerjasama dengan aparat pemerintah daerah (Pemda) di kota/kabupaten di seluruh Indonesia, juga sudah menyiapkan tenaga pengawas pangan dan penyuluh keamanan pangan.

Untuk tenaga pengawas pangan, saat ini sudah ada 1.691 orang, sedangkan untuk penyuluh keamanan pangan sejumlah 2.300 orang. "Khusus untuk penyuluh keamanan pangan, minimal di Indonesia mestinya ada 6.000-an orang," katanya. Sementara itu, Dr Ir Linawati Hardjito, Ketua Departemen THP FPIK-IPB menjelaskan bahwa seminar nasional tersebut digagas, salah satu alasannya adalah adanya sinyalemen mulai maraknya kembali pemakaian formalin.

Kondisi itu disampaikan oleh sejumlah UKM yang melaporkan temuan-temuannya kepada Laboratrium Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB). "Akhir-akhir ini penggunaan formalin sebagai pengawet produk disinyalir marak kembali, dan UKM yang tidak menggunakan formalin merasa sangat dirugikan," kata Linawati Hardjito.

Ia mengemukakan bahwa keluhan tersebut disampaikan oleh sejumlah UKM di berbagai daerah, mulai dari Jabotabek, Cilacap (Jawa Tengah), dan juga dari Jabar, yang mendatangi Departemen THP FPIK-IPB. "Para UKM tersebut menginginkan adanya pengawasan dan penegakan hukum yang lebih tegas, dan saat ini para UKM sedang menunggu arahan lebih lanjut dari pihan berwenang," katanya.

Sejumlah UKM yang datang ke THP FPIK-IPB itu, misalnya yang datang dari Cilacap, membawa contoh makanan tahu yang diproduksi tanpa menggunakan formalin atau pengawet berbahaya lainnya, dengan produk sejenis yang punya daya awet melebihi produk buatannya, yang menggunakan bahan alami, yakni "chitosan". "Jadi, UKM yang datang membawa contoh-contoh produk yang daya awetnya cukup lama, dan ternyata aroma produk itu sangat menyengat, dan kini sedang kita teliti guna mengetahui kandungan di dalamnya," katanya. antara/pur/man #$#245ea7e5492473ab8fe3e63db9df8397###8bc08e54022b0df4a615b97535bbda15###ID###2006-03-22 00:00:00###Bedah 4 Buku Antara Pembangunan dan Globalisasi###Departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (KPM-IPB) menyelenggarakan bedah 4 buku, Selasa (21/3) di Ruang B1 Fakultas Pertanian Kampus IPB Darmaga.

Ivanovich Agusta, Staf Pengajar Muda Departemen KPM IPB membedah 4 buku sekaligus yang berjudul: Development and Social Change: A Global Perspective karya Philip McMichael, Reimagining Growth: Toward a Renewal of Development Theory oleh Silvana De Paula dan Gary Dymski, The Challenge of Third Wold Development oleh Howard Handelman, The Elusive Quest for Growth: Economics Adventures and Misadventures in the Tropics oleh Wiliam Esterly.

Dalam buku tersebeut, Ivanovich membedah era pembangunan, yakni mulai dari pemahaman di dalam negara miskin sendiri (developmentalisme) menuju perspektif globalisme. Kedua era secara garis besar terbagi dalam dua kurun waktu. Pembangunan (developmentalisme) terjadi sebelum tahun 1980, sedangkan Globalisasi terjadi sesudah tahun 1980.

“ Kedua era ini memiliki kekhasan yang berbeda dalam hal kerangka pemikiran, ekonomi politik, tujuan-tujuan sosial, model pembangunan, alat-alat memobilisasi penduduk, mekanisme, varian pembangunan, kondisi yang dipandang paling penting, serta perkembangan kelembagaan pendukung,” ujar Ivanovich.

Kata Ivanovich, jika pembangunan diartikan sebagai proyek yang masuk ke wilayah Negara tertinggal , maka sejarahnya dimulai pada tahun 1947. Usai Perang Dunia II, atau lebih tepatnya ketika Depresi Besar awal 1930-an, Amerika Serikat sebagai pemenang perang membutuhkan Negara-negara di Eropa sebagai pasar produk barang dan jasa melipah. “Agar masyarakat Eropa memiliki daya beli barang dan jasa tersebut, maka digulirkan Marshall Plan pada tahun 1947. Sedangkan untuk Negara-negara di Asia dan Afrika digulirkan pola pembangunan (development),” urai Ivanovich.

Saat itu, hubungan bilateral Amerika Serikat dan Eropa mendapat protes dari Negara dunia ketiga. Mereka menuntut mekanisme pemberian hutang di bawah koordinasi langsung Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut kata Ivanovich, untuk menanggapi protes ini, Amerika Serikat dan Negara Eropa menggelar pertemuan di Bretton Woods. Pertemuan ini melahirkan dua institusi kembar yakni Bank Dunia (World Bank) dan IMF (International Monetary Fund). “ Kedua lembaga ini mengindikasikan struktur kekuasaan dari Negara maju (terutama Amerika Serikat, kemudian Negara-negara Eropa), terhadap Negara-negara miskin,” jelas Ivanovich.

Bentuk protes Negara berkembang lain juga diwujudkan dalam konsensus Negara Non-Blok. Kejadian utama ialah Konferensi Asia Afrika di Indonesia pada tahun 1955. Kemudian pada tahun 1960-an Negara-negara Dunia ketiga menyampaikan kritik terhadap pola pembangunan yang jsutru mengakibatkan ketergantungan.

Katanya, pertengahan 1980 negara-negara Barat mengalami krisis keuangan. Sehingga membutuhkan pasar yang lebih besar untuk menjual produknya. Kemudian Negara-negara Barat membentuk Konsensus Washington. Dalam konsensus tersebut perlu dilakukan pembukaan pasar yang lebih luas lagi. “Penyusunan pasar bebas di tingkat global atau mendunia lebih dikenal sebagai globalisasi. Untuk membuka pasar tersbut, maka penghalang-penghalang di tingkat nasional diminimalkan. Konsekuensinya peran negara diminimalisasikan. Proses ini lebih dikenal sebagai neoliberalisme,” katanya. Sayangnya, kata Ivanovic aturan pembukaan pasar dalam negeri lebih kuat diberlakukan pada Negara tertinggal, sementara proteksi pertanian masih berlangsung di Negara maju. (ris) #$#8187cd7d10a79e329409b3690701b00e###b3f21fb66a590e59fff8e44937d6da5a###ID###2006-03-23 00:00:00###Rayakan Hari Air Sedunia Himasper IPB Tebarkan 1000 Ikan Patin### Dalam merayakan Hari Air Sedunia ke 14 yang jatuh kemarin, 22 Maret 2006, Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan (Himasper) IPB, menebarkan 1000 benih ikan patin di danau IPB, Rabu (22/3) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Selain menebarkan ikan Patin mereka juga melakukan aksi pembersihkan sampah-sampah yang tersebar di dalamnya dengan menggunakan perahu kecil.

Disela aksi tersebut, Ketua Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Dr. Ir. Sulistiono, menyampaikan pentingnya memelihara air, terutama yang berada di danau-danau yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia memaparkan, ada tiga S yang perlu dilakukan dalam memelihara air, yaitu Stop penebangan hutan di hulu, Stop mencemari perairan dan Stop pemakaian air yang berlebihan.

“Jika tiga S itu tidak cepat diaplikasikan maka berdampak buruk terhadap lingkungan terutama danau, yang mengakibatkan tingginya sedimentasi, air menjadi tercemar, dan keanekaragaman hayati akan hilang,” ujarnya.

Sementara, dalam rangka penghematan air, Ia mengatakan bukan hanya tanggungjawab bidang perikanan dan kelautan saja, namun perlu adanya kerjasama dengan beberapa instansi.

“Untuk yang satu ini kita perlu koordinasi dengan Departmen Dalam Negeri, Kepariwisataan, Pekerjaan Umum dan sebagainya, sehingga air akan terjaga dan dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Terkait kondisi danau di Indonesia, Sulistono mengatakan sebagian besar masih dalam keadaan terawat, terutama yang dikelola oleh instansi pemerintahan seperti PLN.

Namun, Ia menyangkan kondisi danau yang pengelolaanya belum jelas, seperti Danau Tempe yang berada di Sulawesi. Menurutnya, kerusakan Danau Tempe sudah mencapai 70%, yang berakibat jika musim kemarau tiba menjadi kering seperti daratan.

“Makanya di Sulawesi itu sering terjadi banjir di mana-mana. Hal itu disebakan karena pengelolaam sumber daya perairannya yang kurang baik,” ujarnya.

Ia menekankan, hal paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan kesadaran yang tinggi akan pentingnnya kelestarian air dan memelihara faktor pendukungnnya. (man) #$#ef220d7608105b60633fae826e00f373###048d779a7d98dc345da76efca9502a1d###ID###2006-03-23 00:00:00###Seminar Nasional Pembiayaan Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak Pagar, dan Industri Biodiesel###Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (Surfactant & Bioenergy Research Center, SBRC) LPPM Institut Pertanian Bogor telah mengadakan seminar nasional dengan tema : PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN SAWIT, JARAK PAGAR, DAN INDUSTRI BIODIESEL pada tanggal 23 Februari 2006. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh :
  • Kebutuhan industri dan masyarakat di Indonesia akan bahan bakar sangat tinggi
  • Solusi : pemanfaatan bahan baku minyak nabati sebagai bahan bakar,
  • Sehingga, perlu dukungan ketersediaan bahan baku minyak nabati (sawit, jarak pagar) dan teknologi pengolahannya menjadi CPO dan biodiesel
  • Perkebunan sebagai pemasok bahan baku dan industri sebagai pengolahnya membutuhkan sistem pembiayaan untuk aktivitas produksi
  • Perlu sosialisasi dukungan sistem pembiayaan
PANITIA PELAKSANA
A. Pengarah :
Rektor IPB
Wakil Rektor I-IPB
Wakil Rektor II-IPB
Wakil Rektor IV IPB
Ketua LPPM IPB
Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) – LPPM – IPB

B. Panitia Pelaksana :
Ketua :Dr.Ir. Dadang, MSc
Anggota :
Dr.Ir. Ani Suryani, DEA
Dr. Ir. Theresia Prawitasari
Dr. Ir. Hariyadi
Ir. Hasan Hambali, MM
Mira Rivai, STP, MSi
Wahyu Purnama, STP
Ir. Asep Indra Kurniawan
Drh. R. P. Agus Lelana, SpMP

TUJUAN
  • Membahas kebijakan pengembangan energi alternatif berbasis agro di Indonesia
  • Membahas kebijakan pengembangan usaha perkebunan sawit dan jarak pagar di Indonesia
  • Membahas skim pembiayaan untuk pengembangan usaha perkebunan sawit, jarak pagar dan industri CPO dan industri biodiesel di Indonesia
  • Membahas penyusunan feasibility study, business plan dan aspek legal untuk pembiayaan
PESERTA
Pelaku Bisnis , Peneliti, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintahan, Perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Masyarakat Umum

KEGIATAN
Hari/Tgl : Kamis, 23 Februari 2006
Waktu : 07.30 - 18.00 WIB
Tempat : Gedung MMA IPB Kampus IPB Gunung Gede Jl. Raya Pajajaran Bogor
Peserta : 200 orang

PROGRAM SEMINAR
07.30 – 08.00 : Registrasi Ulang Peserta
08.00 – 08.15 : Pembukaan
08.15 – 09.00 : Kebijakan Pengembangan Industri Agro dalam Rangka Mendukung Pengembangan Energi Alternatif di Indonesia
Pembicara : Ir. Sugiharto, MBA (Menteri BUMN)
09.00 – 09.45 : Partisipasi Perguruan Tinggi dalam
Mendapatkan Pembiayaan untuk Pengembangan Usaha Perkebunan Sawit, Jarak Pagar dan Industri Biodiesel
Pembicara : Dr. Ir. Erliza Hambali (Ketua SBRC LPPM-IPB)
09.45 – 10.15 : Coffee Break
10.15 – 12.00 :
  1. Fasilitas Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM) dalam mendukung Usaha Pengembangan Biodiesel Pembicara : Agus Pratama Sari (Managing Direktur Peace Ecosecurities Indonesia)
  2. Sistem Pembiayaan Terpadu Industri Biodiesel Berbahan Baku dari Minyak Sawit dan Minyak Jarak Pagar Pembicara : Prof. Dr. Ir. Eriyatno (Deputi Bidang Pembiayaan Kantor Mennegkop dan UKM)
  3. Pengalaman PTPN 5 dalam Mengembangkan Perkebunan Sawit untuk Masyarakat Pembicara : Direktur PTPN V
  4. Diskusi
12.00 – 13.00 : Ishoma
13.00 – 18.00 : Pertemuan Komisi (A, B)


Komisi A (Perbankan)
Tempat : Ruang Mahoni

13.00 – 13.30 : Skim Pembiayaan Bank Pemerintah untuk Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak Pagar dan Industri Biodiesel
Pembicara : Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI)
13.30 – 14.00 : Skim Pembiayaan Bank Swasta untuk Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak Pagar dan Industri Biodiesel
Pembicara : Direktur Bank Danamon
14.00 – 14.30 : Skim Pembiayaan Syariah untuk Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak Pagar dan Industri Biodiesel
Pembicara : Direktur Bank Syariah Mandiri
14.30 – 15.30 : Diskusi
15.30 – 16.00 : Cofee Break
16.00 – 16.30 : Skim Pembiayaan untuk Pengembangan Industri CPO dan Industri Biodiesel Pembicara : Direktur Bank Bukopin
16.30 – 17.30 : Diskusi dan Penutupan

Komisi B
(Manajemen dan Bisnis)
Tempat : Ruang Jati

13.00 – 13.30 : Penyusunan Feasibility Study dan Business Plan untuk Sistem Pembiayaan yang Bankable
Pembicara : Ir. Hasan Hambali, MM
13.30 – 14.00 : Kiat-kiat Pendanaan Proyek untuk Pengembangan Industri Biodiesel
Pembicara : Ir. Triharyo Indrawan S., MSChe
14.00 – 14.30 : Pengalaman Penyusunan Sistem Legal untuk Mendapatkan Pembiayaan dari Bank untuk Perkebunan Sawit
Pembicara : Eddy Lucas, PhD (Direktur Corporate Affair Asian Agri)
14.30 – 15.30 : Diskusi
15.30 – 16.00 : Cofee Break
16.00 – 16.30 : Pembiayaan Pengembangan Perkebunan Sawit, Jarak Pagar dan Industri Biodiesel melalui Reksadana
Pembicara : Michael Steven (Direktur Kresna Securities)
16.30 – 17.00 : Kajian Ekonomi Pengembangan Industri Biodiesel
Pembicara : Dr. Iman Sugema (Direktur International Centre for Applied Finance and Economics)
17.00 – 18.00 : Diskusi dan Penutupan

PAMERAN, Diikuti Oleh :
Industri Jasa Perbankan
Industri Pembibitan Sawit dan Jarak
Industri Biodiesel
, Dll Klik disini untuk mendapatkan leaflet, Informasi selengkapnya dapat menghubungi Sdr. Ir. Wahyu Purnama, Nomor Hp : 08121891042, Email : wpurnama@yahoo.com / wahyu@srdc-ipb.com

SBRC : Kampus IPB Baranangsiang Jl. Raya Pajajaran Bogor, Indonesia. Email : info@srdc-ipb.com, Phone : 0251-381356, Faks : 0251-381423 #$#e3f11747fd69bef69ae73a79536768f9###7b95195c61066e2483b6d927cd3ba18a###ID###2006-03-26 00:00:00###INTP IPB Gelar Seminar Nutrisi dan Teknologi Pakan### Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan INTP, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB, menggelar Seminar Nutrisi dan Teknologi Pakan dengan Tema “Menuju Produksi Pakan Lokal Berkualitas Tinggi yang Berkesinambungan,” Rabu (22/3) di Ruang Sidang Departemen INTP Fapet, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Dalam Seminar tersebut penyajian makalan dibagi kedalam enam kelompok. Sesi I dan II menyajikan “Penelitian Pemberian Pakan, Sesi III “Penelitian Dasar dan Teknologi Industri Pakan,” Sesi IV “Penggunaan Mineral pada Pakan dan Ternak,” Sesi V “ Mikrobiologi, dan sesi VI “Teknologi Pastura.

Sebanyak 25 judul makalah di tampilkan pada seminar yang dibuka oleh Dekan Fapet, Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc.,yang didampingi Ketua Departemen INTP, Dr.Ir, Rachjan G. Pratas, MS.

Pada pembukaan Dekan Fapet menghimbau, melaui seminar ini untuk menumbuhkan budidaya ilmiah di IPB. “Dengan adanya seminar ini diharapkan tumbuh penelitian-penelitian pioneer di bidang nutrisi, yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas,” katanya. (man) #$#c9d646bb5313751d8e142508a5fa4b47###680f5ad47a18da8a671cb358057bc221###ID###2006-03-27 00:00:00###UKM MAX IPB Masuk MURI### Unit Kegiatan Mahasiswa Music Agriculture X-pression (UKM MAX) Institut Pertanian Bogor, memecahkan rekor dalam bermain gitar. Sebanyak 549 mahasiswa IPB yang tergabung dalam UKM itu berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan membawakan lagu “Rumah Kita” ciptaan Ian Antono.

Pemecahan rekor rampak gitar itu digelar dalam acara “Bersih Cegah Flu Burung dan Demam Berdarah, Pencatatan Rekor MURI Rampak Gitar,” Minggu (26/3) di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Di hadapan tamu undangan yang hadir di acara itu, Jaya Suprana Direktur MURI, memberikan apresiasi kepada pemain rampak gitar. Sebelum tercatat dalam derektori MURI, saat memberikan penilaian, direktur Musium Rekor Indonesia itu meminta pemain rampak gitar untuk mengulangi permainannya. Pasalnya, permainan tersebut masih diiringi oleh Agriaswara, paduan suara IPB beserta grup bannya.

“Saya ingin kalian mengulangi sekali lagi tanpa iringan paduan suara dan alunan musik lain,” katanya sesaat ketika hendak menilai apakah rampak itu berhasil masuk rekor MURI atau tidak. Ternyata, tanpa alunan instrumen lain, benar-benar pyur dari suara gitar, arensemen musik yang dibawakan justru terdengar hidup. Tak heran jika Jaya Suprana kagum dan memberikan apresiasinya kepada peserta rampak.

“Berhasil! Berhasil! Berhasil! Kalian berhasil mencatat rekor MURI di bidang rampak gitar ini!” pekiknya histeris di hadapan tamu undangan yang memenuhi Gedung GWW. “Saya kagum atas keberhasilan kalian dalam memecahkan rekor MURI. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa jika kita bersatu maka akan menghasilkan karya yang besar,” ujarnya dengan muka berseri-seri.

Acara diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan MURI yang dianugerahkan kepada Rektor IPB Prof. Dr. Ahmad Ansori Mattjik dan ketua UKM MAX Alldicka Christ Velldy. Rampak gitar tersebut tercatat diurutan ke 1887 di MURI.

Harapan kedepannya, Jaya Suprana mengatakan, peserta rampak tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun akan lebih bagus jika MAX bisa merangkul para penyanyi jalanan. ”Akan lebih bagus jika bisa merangkul anak jalanan,” katanya di sela-sela perjalanannya menuju ke mobil cat hitam.

Sementara itu Rektor IPB juga memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan mahasiswa IPB tersebut. “Mahasiswa IPB sangat kreatif dan itu perlu ditingkatkan,” jawabnya ketika ditanya tanggapannya akan keberhasilan UKM MAX. (Nwi/Man). #$#0975e0bf4db0ec93eb084c13584b44c7###bd6490bc5c0df4aa636db747b6b637ad###ID###2006-03-27 00:00:00###Kampanye terpadu “Bersih Cegah flu Burung dan Demam Berdarah”###Sangat disadari bahwa kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan lingkungan higienis sangatlah beragam. Cara yang dirasa cukup efektif dalam mencegah penyakit menular diantaranya adalah menjaga kebersihan, sanitasi lingkungan dan tidakan higienis.

Dengan memperhatikan IPB sebagai bagian dari Bogor-yang pernah memperoleh atribut “kota terkotor”-- maka IPB merasa terpanggil untuk mengajak semua pihak peduli terhadap masalah kebersihan dan kesehatan.

Program kepedulian tersebut dikemas oleh IPB dalam bentuk Kampanye terpadu “Bersih Cegah flu Burung dan Demam Berdarah”. Adapun rangakian acara dalam kegiatan itu, diantaranya meliputi: (1) Lomba Kebersihan Antar 14 Desa lingkar Kampus IPB Darmaga dengan melibatkan 70 mahasiswa Kuliah kerja nyata Ipb, (2) Pelatihan terhadap 500 orang yang mewakili masyarakat desa lingkar kampus Darmaga, serta unit kerja dan lembaga kemahasiswaan di lingkungan IPB, (3) pencanangan program vaksinasi masal avian influenza dan sosialisasi “aman mengonsumsi produk unggas”.

Acara puncak digelar dalam bentuk pertemuan silaturrahmi semua stakeholder pada hari Minggu, 26/3 di GWW, yang dimeriahkan oleh pemecahan rekor Rampak gitar dari 549 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Music Agricultural X-pression (UKM-MAX) dan didukung 100 mahasiswa UKM Agriaswara IPB.

Khusus acara pelatihan kebersihan, dilaksanakan usai makan siang, bertempat di Gedung GWW juga, (26/3). Dalam sambutannya Selaku Koordinator KS-Beriman IPB sekaligus sebagai Pembina Koalisi Bogor Sehat (KBS) Dr. Clara M. Kusharto, MSc mengucapkan terimakasih kepada Rektor IPB yang telah memberikan atensinya terhadap KS-Beriman.

Saat mengakhiri sambutannya, Perempuan berbaju coklat lengan pendek itu berkeinginan menyampaikan harapannya. ”Sebelumnya, saya mohon maaf bila ada tindakan/ucapan kurang dapat diterima dan izinkan saya untuk menyampaikan harapan: Hari ini tanggal 24 Maret 2006 mari kita ikrarkan bersama kembali Kawasan Pendidikan IPB Harus Lebih Bersih, Bebas Sampah dan Rokok, Cegah Flu Burung dan Demam Berdarah”, demikian ikrarnya di depan para peserta pelatihan. (Nwi) #$#42f5baa25de0e7548f3ffc8c5dda78b7###e2f0315ac337e69f432782ebcbc1af75###ID###2006-03-27 00:00:00###IPB Kaji Asap Cair Tempurung Kelapa sebagai Disinfektan dan Pengganti Formalin###Institut Pertanian Bogor (IPB) saat ini sedang mengkaji asap cair dari pembakaran tempurung kelapa, sebagai disinfektan, insektisida, alternative penganti formalin.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB, Dr Sugiyono mengemukakan, distilat asap tempurung kelapa memiliki kemampuan mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, fenolat dan karbonil. “Kami sedang melakukan kajian kemungkinan penggunaan asap cair untuk pengawetan daging, ikan, mie dan bakso,” kata Sugiyono

Dr Rokhani Hasbullah, Dosen Departemen Teknik Pertanian (Fateta) IPB menambahkan rencananya distilat asap juga akan diaplikasikan dalam penanganan pascapanen hortikultura sebagai disinfektan dalam prosedur karantina produk ekspor. Setelah pelarangan etilen dibromida untuk proses disinfekstasi hama/penyakit oleh USDA sejak tahun 1984, satu-satunya prosedur karantina menggunakan perlakuan panas (heat treatmen). Di pasar internasional, agar produk segar buah-buahan bisa diterima, penerapan prosedur karantina mutlak diperlukan, untuk menjamin buah-buahan atau sayuran dari serangan hama/penyakit. “Oleh karena itu kami mengkaji penggunaan distilat asap ini sebagai disinfektan dalam penanganan pascapanen buah-buahan,” tambahnya. Sementara Dr Dadang dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB mengkaji distilat asap sebagai insektisda pada sayuran.

Distilat asap merupakan cair alami dari asap tempurung kelapa yang diendapkan, diredistilasi (pemurnian) untuk menghilangkan tar dan partikel-partikel endapan. Distilat asap atau asap cair tempurung mengandung lebih dari 400 komponen dan memiliki fungsi sebagai penghambat perkembangan bakteri dan cukup aman sebagai pengawet alami. Cara memproduksi asap cair tempurung kelapa dikeringkan agar kadar airnya konsisten, kemudian dibakar dalam perapian dengan pengontrolan oksigen, waktu dan suhu. Asap kemudian dikondesikan (disublimkan) melalui suatu kondensor dengan menggunakan media air sebagai pendingin. Produk kasar ini didiamkan dalam tangki stainless steel selama kurang lebih 10 hari untuk mengendapkan komponen larut melalui distilasi multi tahap.

Penelitian ini dilakukan di industri arang tempurung kelapa yang terletak di daerah lingkar kampus IPB Darmaga Bogor. Industri tersebut setiap hari mampu mengolah 4-5 kwintal arang tempurung kelapa atau sekitar 10-12.5 ton per bulan untuk memenuhi permintaan dari pabrik pengecoran besi. Dari produksi arang tersebut dihasilkan distilat asap tempurung kelapa sekitar 40 liter per hari. Selama ini limbah asap tersebut belum termanfaatkan kelola sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Rencananya harga per liter distilat asap tempurung kelapa. #$#bf9d0598df5c4d7feed1bc9a72a6f1b4###b11ae123098f2e19486f007166b40c70###ID###2006-03-27 00:00:00###Masalah Flu Burung, Pemda dan Pemkot Bogor Tetap Bekerjasama Dengan IPB.###Dalam memecahkan masalah flu burung, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan tetap bekerjasama dengan IPB. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Bogor, Albert Pribadi, SE., dalam acara “ Bersih Cegah Flu Burung dan Demam Berdarah, Pemecahan Rekor MURI”. (26/3), di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Untuk Pemda Kab Bogor telah menyiapkan tim (satgas) untuk memantau wilayah-wilayah terjangkit flu burung. Tim ini bekerjasama dengan Fakultas Peternakan (Fapet) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.

Menurut Albert Pribadi, kerjasama ini sudah terjalin sejak dulu dan sampai sekarang pun baru IPB saja yang tergabung dalam tim ini.

Sebagai actionnya, setiap tahun IPB mengirimkan 200 mahasiswa ke daerah-daerah lingkar kampus IPB untuk mensosialisasikan masalah flu burung. Dengan demikian masyarakat akan dapat terhindar dari wabah flu burung. “Mencegah lebih bagus daripada mengobati,” ujar Wakil Bupati Bogor.

Ditanya mengenai daerah-daerah di kabupaten Bogor yang rawan terjangkit flu burung, laki-laki berbaju batik ini mengatakan bahwa secara umum tidak ada daerah yang rawan terjangkit flu burung. “Walaupun ada daerah yang sudah terjangkit tetapi masih berada dalam batas normal. Beda halnya dengan kasus antraks yang sudah jelas daerah-daerahnya,” tambahnya.

Ia berharap kampanye cegah flu burung dan demam berdarah seperti yang diadakan IPB kemarin disebarluaskan kepada masyarakat tidak hanya di sekitar lingkar kampus IPB, tetapi ke seluruh wilayah-wilayah yang ada di Bogor.

Beliau juga mengatakan, dalam waktu dekat IPB akan mensosialisasikan masalah vaksin ini ke Pemda Kabupaten Bogor dan Pemkot Bogor. Mengenai kapan waktu pelaksanaannya, baik IPB maupun pemerintah daerah Bogor sama-sama mengatakan masih membutuhkan pembicaraan lebih lanjut

Terkait MURI, atas nama Pemerintah daerah Kabupaten Bogor Albert mengucapkan terimakasih dan bangga kepada panitia penyelenggara, Unit Kegiatan Mahasiswa Music Agriculture X’pression (UKM MAX) dan Prohumasi-IPB, yang sudah berinisiatif mengadakan acara ini. ”Hari ini Pemda Bogor cukup bangga dan berterima kasih kepada panitia penyelenggara”, ujarnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan perlengkapan kebersihan dari KS Beriman yang dikoordinatori oleh Dr. Clara Kusharto, M.Sc. kepada mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) secara simbolis.(zul) #$#cf971b50cfe10115fa1d1626e8b01b5f###4083343b1fa9f6e04538b196ff129991###ID###2006-03-28 00:00:00###Dosen IPB Raih Penghargaan Internasional###Drh Rizal Damanik, M.Rep.Sc., PhD, staf pengajar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia memperoleh penghargaan internasional Molie Holman Medal 2005 dari Monash University, Melibourne Australia. Mollie Holman Medal merupakan penghargaan untuk kandidat program doctor di Monash University yang dinilai telah menghasilkan disertasi terbaik.

Judul disertasi Rizal ‘ The Use of Coleus Amboinicus lorur as A Lactagogue among Lactating Women in Simalungun District, Nort Sumatra Province, Indonesia’. Disertasi yang pembimbigannya diketuai Prof Mark L. Wahqvist mengulas bukti ilmiah manfaat tradisi dan kepercayaan wanita Batak Simalungun yang sedang menyusui dalam mengkonsumsi daun torbangun (Coleus amboinicus Lour).

“Suku Batak mempercayai tradisi, mengkonsumsi daun torbangun selama 1 bulan setelah melahirkan bisa meningkatkan produksi air susu ibu. Kepercayaan dan tradisi ini telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan hingga kini masih dipraktikkan,” kata putra dari alm. H. Ahmad Damanik SH, Selasa (28/3) pada Prohumasi IPB.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2001 ini berlokasi di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini merupakan penelitian daun torbangun pertama yang dkerjakan secara komprehensif. Rizal juga meneliti manfaat daun torbangun terhadap kesehatan dan pertumbuhan bayi yang ibunya mengkonsumsi daun torbangun.

Selain Molie Holman Medal, pada tahun 2004 Rizal meraih perhargaan John Legge Prize Australia 2004 for Reseach Excellence dari Monash Asia Institute, Monash University. Pada tahun yang sama, pemerintah daerah Kabupaten Simalungun menganugerahkan Rizal Damanik bersama Mark L. Whaqvist sebagai Warga Kehormatan Kabupaten Simalungun.

Penganugerahan ini sebagai apresiasi masyarakat Simalungun atas dedikasi Rizal dan Mark yang telah meneliti, mengangkat dan mengekpos tradisi ini dalam forum internasional.

Penganugerahan warga kehormatan Kabupaten Simalungun dialkukan langsung oleh Bupati Simalungun, Ir John Hugo Silalahi dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Simalungun, Drs. H. Syahmidun Saragih. (ris) #$#466eba54c1fd9998da1a1d3ff1236379###81a750d7c6abb2086a71a087045d6b40###ID###2006-03-28 00:00:00###Berita Duka : Ibu Sutarmi (staf pengajar Departemen Biologi IPB)###Inna lilahi wa ina ilahi rojiun
Selamat jalan Bu "Mami"
Ibu Sutarmi T. telah berpulang ke rahmatullah di RS PMI Selasa 28 Maret 2006 Pukul 15:15. Jenasah akan disemayamkan di kampus IPB Darmaga. Pemakaman insyaallah besok Rabu, 29 Maret 2006 pukul 09.00.

Bu "Mami", seorang guru yang penuh dedikasi, mengajar, meneliti dan memimpin lembaga di IPB. Kepala Lab Mikologi, Ketua Jurusan Biologi FMIPA dan Direktur Biotrop. Beliau juga seorang dosen TPB untuk Bahasa Inggris dan Biologi. Banyak sekali murid beliau, semoga menjadi amal jariah yang tak pernah putus.

Sumber: milis IPBstaff #$#3eba1f429dd93a6f8d4e7e132a3d5015###8f202d6106807cc0a2e4a9ef8dfd703f###ID###2006-04-03 00:00:00###Membangun Desa dengan Agropolitan###Konsep Agropolitan pada dasarnya sebuah gerakan untuk kembali membangun desa. Desa yang baik idealnya harus bisa menjadi suatu tempat yang nyaman, bermartabat dan mensejahterakan masyarakatnya.

Begitu dipaparkan oleh Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) LPPM – IPB, Dr. Ernan Rustiadi, disela Lokakarya Nasional Agropolitan “Membangun Komitmen Pengembangan Agropolitan sebagai Strategi Pembangunan Perdesaan dan Wilayah secara Berimbang, Selasa (28/3) Hotel Pangrango 2, Bogor.

“Jangan beranggapan desa yang maju itu harus menjadi kota. Akan tetapi menjadikan desa itu menjadi tempat yang layak. Sebenarnya hal inilah yang melahirkan ide agropolitan,” ujarnya.

Menurutnya, konsep agrpolitan ini basisnya pada membangun fungsi kota pertanian dalam artian luas. Dimana pertanian itu tidak dilihat dari sisi bercocok tanam dan mencangkul saja.

“Di dalam kawasan agropolitan harus terdapat sektor industri, jasa, pariwisata, dan sebagainya, namun basisnya pertanian dalam arti yang luas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Ia mengatakan harus didukung infrastruktur serta fasilitas yang baik. Malahan pihak Pekerjaan Umum (PU) sangat konsen terhadap pembangunan pedesaan..

Untuk evaluasi kawasan percontohan agropolitan, Ia memaparkan dari 98 daerah yang ada di Indonesia belum pernah dilakukan. Malahan baru akan dilakukan pengevaluasian.

“Justru kami baru akan mengevaluasi, untuk evaluasi secara keseluruhan belum pernah kita lakukan. Akan tetapi dalam mengevaluasi beberapa daerah yang pernah kita kunjungi terlihat konsep itu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia mencontohkan daerah Agam di Sumatera Barat, dan Sumatera Utara konsep agropolitan sudah dapat berjalan dengan baik.

“Di Sumut koordinasi diantara pemda - pemdanya cukup bagus, namun dalam prakteknya konsep ini baru pada tataran akan dimulai,” ujarnya.

Menurutnya, menilai daerah yang berhasil dan belum berhasil tidaklah gampang, karena belum tentu keberhasilan di salah satu aspek menjadi keberhasilan pada aspek lainnya.

Agropolitan merupakan program jangka menengah dan panjang. Jangka waktu lima tahun bukanlah waktu yang cukup dalam menilai gagal tidaknya konsep Agropolitan yang diterapkan pada beberapa daerah di Indonesia.

Menurutnya dalam melaksanakan konsep Agropolitan ada dua faktor yang menghambat berjalannya konsep itu. “Pertama adalah kesulitan SDM dan yang kedua tidak jelasnya pengorganisasian,” ujarnya. (man) #$#6b75f3da980ef94d125013acf2a9759e###8473e3471879169a7aa06293ac64e080###ID###2006-04-04 00:00:00###SBY Beri Kuliah Perdana Program Baru IPB###Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (1/4) menjadi dosen kehormatan dengan memberi kuliah berupa Studium Generale pada program Doktor MB (Manajemen Bisnis) IPB (Institut Pertanian Bogor).

Kuliah perdana untuk jurusan baru yang diadakan di Grand Haytt, Jakarta, itu diberi judul “Peningkatan Daya Saing Bisnis dan Iklim Investasi di Era Transisi Demokrasi.”

Presiden SBY yang saat itu didampingi Ibu Hj.Ani Bambang Yudhoyono, saat tiba di Grand Hyatt, disambut Rektor IPB Prof.Dr.Ir.H.Ahmad Ansori Mattjik, MSc, Direktur Program Pascasarjana MB-IPB Dr. Arief Daryanto MEc, dan Ketua Alumni IAMMA IPB Dr.Ishartanto.SE.MM, serta para para civitas akademika diantaranya Bungaran Saragih, Rohmin Dahuri, dan Saleh Solahudin.

Hadir pula beberapa menteri, diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Menko BUMN Sugiharto, Menko Polhukam Widodo.A.S, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Ma'ruf, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol.Sutanto, Seskab Sudi Silalahi, Dirut Bank Indonesia Burhanuddin dan Jubir Kepresidenan A.Mallarangeng.

Selain memberikan kuliah umum, Presiden SBY dan rombongan juga mengunjungi stand pameran agribisnis, perbankan, teknologi, dan transportasi yang antara lain diikuti Bank BRI, Lion Air dan Kresna Securities.

Sebagai tanda peresmian dibukanya Program Doktor Manajemen Bisnis IPB, SBY menyematkan ID kepada dua orang mahasiswa angkatan I program itu yang diikuti 24 peserta lainnya.

Launching Program Doktor IPB ini juga dirangkaikan dengan pelepasan Alumni -PB Tahun 2005/2006 sebanyak 225 orang. Dengan demikian, selama 15 tahun berdirinya Program Pasca Sarjana MB IPB telah meluluskan 1926 alumni, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. (win/man) #$#f751ff2b7b2e616252186449ae9b7055###199b6ad299c2a7854bb279b6a6762f76###ID###2006-04-04 00:00:00###SBY : Orang Pesimis Bertanya, Apa Indonesia Bisa Maju?###Kuliah Umum SBY

Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengawali kuliah umumnya dengan pertanyaan, apakah Indonesia bisa maju? Orang yang pesimis, skeptis, kadang-kadang bertanya seperti kalimat di atas.

Berbeda dengan orang optimis, jawabannya pasti bisa, dan harus bisa, bahkan kita ingin bersama-sama membangun negara kita menjadi Indonesia, yang makin damai, adil, demokratis dan sejahtera.

Demikian dikatakan SBY di hadapan mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis, dan Civitas Akademika IPB (institut Pertanian Bogor) dengan judul “ Peningkatan Daya Saing Bisnis dan Iklim Investasi Pada Era Transisi Demokrasi” di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (1/4).

“Mengapa saya yakin bahwa kita mampu membangun Indonesia seperti itu? Ada beberapa faktor pendukung, diantaranya adalah, tidakkah sejarah menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki semangat kegigihan, dan keberanian yang luar biasa untuk tetap bertahan sebagai bangsa yang selalu tumbuh kedepan. Kita memiliki sumber daya alam yang tidak kecil. Kita memiliki sumber daya manusia yang besar, Insya Allah makin produktif dan kompetitif, dan jangan dilupakan hasil pembangunan selama ini. Sejak Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gusdur, Ibu Mega, sampai sekarang, itu juga modal yang tidak bisa kita sia-siakan.” Jelas Presiden SBY.

Ditambahkan, “Dalam kehidupan era globalisasi ini hadir tantangan dan peluang, persaingan dan kerjasama, semua berebut sumber-sumber kemakmuran, kapital, teknologi, informasi, market dan lain-lain. Ingat, ekonomi selalu berkaitan dengan skeptis, bagaimana dengan kelangkaan seperti itu kita bisa melakukan sesuatu, yang efisien, yang berguna,” kata Presiden SBY

“Dari semuanya itu, kita harus menang, tidak boleh kalah. Kita harus beruntung, tidak boleh merugi, kita harus pandai bersiasat dan tidak boleh disiasati. Nasionalisme masa kini, kecintaan pada bangsanya sendiri yang tinggi, masa kini dan masa depan, yang membikin bangsa kita bermartabat, tampil terhormat, makin sejahtera, itu nasionalisme yang sesungguhnya yang mengalir sejak founding father, founding mather kita dengan bijaknya, dengan cerdasnya, meletakkan landasan-landasan kita, landasan negara Indonesia, landasan nasional Indonesia, kita sisa melanjutkannya, “ ujar Presiden SBY

Sebelumnya Rektor IPB Prof.Dr.Ir.H.A.A.Mattjik, M.Sc dalam sambutannya mengatakan.” Kami berpendapat, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari peran Universitas, Pengusaha/Industri, dan Pemerintah atau, Academician, Businessman, dan Government (ABG). Ketiga pilar itu harus bersinergi membangun bangsa dan negara agar program-program yang telah dicanangkan dapat berjalan lebih cepat,” Ujar Rektor IPB

“Selain itu, IPB akan terus mengembangkan konsep-konsep, teknologi dan produk dalam rangka turut serta mengatasi berbagai masalah bangsa. Pada hari ini kami pamerkan sebagian dari produk –produk IPB, seperti Vaksin Flu Burung H5N1 dengan teknologi reverse genetic yang telah mendapatkan ijin sementara dari Departemen Pertanian RI dengan No DPS. D.0603166 VKC.PRG,” jelas Rektor IPB.

Pada Acara itu, Presiden juga sempat membubuhkan kesan dan pesan diatas kanvas yang telah disiapkan panitia, yang berbunyi “ Jadilah sebuah pusat keunggulan membanggakan dan majukan dunia bisnis dan investasi di negara kita “ tulis Presiden SBY. Disambut tepuk tangan panjang dari seluruh peserta yang sebahagian besar civitas akademika IPB. (win/man) #$#d490551cd384829a30cba5e88bacf94c###fd653fe12b6c43080ebc89159bcfada8###ID###2006-04-04 00:00:00###Ketika Istana Diduduki Rayap###Entah sejak kapan sepasukan perusak itu mulai memasuki kawasan Istana Merdeka, kediaman resmi Presiden Yudhoyono. Layaknya pasukan khusus, gerakan mereka nyaris tak terdeteksi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga di sana siang-malam.

Tahu-tahu kawanan itu kini ditengarai telah bermarkas di plafon ruang kerja Presiden, mengintai setiap lembar rahasia negara dan pekerjaan Presiden dari hari ke hari. ''Saya sempat diundang ke Istana Merdeka untuk memastikan benar tidaknya Istana diserang koloni rayap. Benar saja, yang utuh dari plafon ruang kerja Presiden tinggal kerangka alumuniumnya saja,'' kata Surjono Surjokusumo, seorang profesor dan ahli rayap dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut pengamatan Surjono, yang kala itu diundang bersama koleganya sesama ahli rayap, Rudolf Christian Tarumingkeng, plafon tersebut sangat rawan jatuh menimpa siapa yang ada di bawahnya setiap waktu.

Padahal, selain dipergunakan untuk mengurusi masalah kenegaraan sehari-hari, di ruang itu pula Presiden Yudhoyono biasa menerima tamu negara. Bisa dibayangkan, misalnya, betapa akan menjadi perhatian dunia, bila atap itu jatuh menimpa seorang kepala negara sahabat di tengah kunjungan resminya. Alih-alih menutup setiap lubang yang memungkinkan teroris mengambil kesempatan mengacau, ujung-ujungnya Paspampres justru rawan dipermalukan rayap.

Tampaknya pertimbangan itulah yang membuat Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, tanggap mengambil prakarsa. Istana Merdeka, menurut Djoko Selasa (28/3) pekan lalu, dinyatakan akan dirombak. Djoko mengatakan, bangunan Istana Negara yang terletak di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, akan mengalami perombakan, karena akan dijadikan tempat tinggal sementara Presiden Yudhoyono. ''Perombakan Istana Negara itu kita jadwalkan selesai dalam tempo satu bulan,'' kata Djoko, saat itu.

Perombakan Istana Negara itu sendiri, kata Djoko, akan diikuti dengan perombakan Istana Merdeka, yakni kediaman resmi Presiden dan keluarga saat ini. Ada pun perbaikan Istana Merdeka, menurut Djoko diperkirakan akan memakan waktu sekitar tujuh bulan. Namun saat itu Djoko belum merinci berapa besar biaya yang diperlukan untuk merenovasi Istana Negara dan Istana Merdeka itu. Djoko hanya mengungkapkan, perombakan itu diperlukan karena kondisi kedua gedung tersebut dinilai sudah sangat membahayakan untuk ditinggali Kepala Negara.

Ternyata, meski kini telah menjadi 'persoalan negara', problematika yang ditimbulkan rayap telah menjadi persoalan sehari-hari kota besar seperti Jakarta. Surjono mengatakan, sejak 1983, tim rayap IPB telah melakukan penelitian intensif. Hasilnya, mereka menemukan perkembangan luar biasa mengenai serangga perusak tersebut. Menurut Surjono, bila dulu rayap hanya doyan menyerang rumah-rumah di sekitar daerah pertanian dan perkebunan, kini serangga yang memiliki gigi pengerat itu sudah terbiasa menyerang bangunan-bangunan pencakar langit dan gedung pusat perbelanjaan megah.

Surjono menunjuk gedung-gedung megah seperti Plaza Gajah Mada, Apartemen Semanggi dan Taman Rasuna Said, juga potensial digarap rayap. Bukan hanya itu. ''Lebih dari 50 persen gedung bertingkat di Jakarta kini telah terserang rayap,'' kata Surjono. Menurutnya, serangan rayap pada bangunan bertingkat menarik untuk dicermati, karena berkaitan dengan kemampuan serangga dari marga Isoptera itu menembus penghalang fisik yang ada.

''Coba lihat,'' kata Surjono, ''Padahal bangunan bertingkat umumnya memiliki struktur yang sangat kokoh. Struktur bawah bangunan bahkan umumnya beton bertulang yang secara konstruksi mustahil dapat dilalui rayap.'' Pada bangunan bertingkat tinggi, rayap biasanya menyerang bagian ornamen bangunan atau interior ruangan, dari furnitur, dokumen yang disimpan sembarangan, hingga wallpaper, dan gipsum.

Pernyataan Surjono dikuatkan koleganya, Rudolf Tarumingkeng. Rudolf bahkan memberikan analogi. Sebagaimana halnya manusia yang cenderung ingin mencoba berbagai menu yang tersedia, rayap pun seolah mengikuti perkembangan zaman. ''Mereka mungkin ingin tahu berbagai 'makanan' baru selain serat kayu,'' kata dia. Karena itu, jangan heran bila gipsum pun mereka lahap.

Kerugian yang ditimbulkan rayap bisa dikira-kira dengan merujuk prakiraan yang diungkap ahli rayap lainnya, DR Dodi Nandika. Menurut guru besar IPB itu, saat ini ada sekitar 200 jenis rayap yang hidup di Indonesia. ''Lima persen atau sekitar 10 jenis di antaranya menjadi musuh manusia,'' kata Dodi. Jumlah rayap yang mendiami suatu wilayah mungkin bisa membuat kita ngeri. Betapa tidak, bila jumlah makhluk yang diduga telah hidup lebih dari 200 juta tahun lalu lebih tua dari manusia pertama itu, bisa mencapai jutaan untuk sebuah koloni. ''Penelitian kami, untuk luas wilayah 295 meter persegi saja, populasi rayap di Jakarta bisa mencapai 1,7 juta ekor. Sedang jarak jelajah maksimal mereka 118 meter,'' kata Dodi.

Lebih lanjut Dodi mengatakan, dengan berat tubuh sekitar 2,5 miligram per ekor, seekor rayap memerlukan makanan sekitar 0,24 miligram setiap hari. ''Hitung saja, berapa kilogram kayu yang diperlukan satu koloni rayap di Jakarta setiap hari,'' kata Dodi. Ia sendiri menaksir, pada 1998 saja, kerugian akibat rayap hanya untuk bangunan rumah tinggal mencapai Rp 1,6 triliun. ''Itu pun yang dihitung hanya kayu. Belum termasuk tenaga kerja dan ongkos pengganti kerusakan yang timbul,'' kata Dodi. Jadi, kira-kira berapa juta musuh yang hinga kini masih bermarkas di atas ruang kerja Presiden itu, ya? (dsy/ant/ris/man ) #$#528b2b7afb7a37fa40695eb3f80b3387###9d6c831c5cfd4992d9fbf75b95b07f2e###ID###2006-04-06 00:00:00###Upaya Pengendalian Rayap Di Istana Negara Jakarta### Salah satu upaya pengendalian rayap yang menyerang Istana Negara Jakarta ialah dengan pemberian umpan berbahan kimia hexaflumuron. Begitu kata Pakar Pengendalian Rayap Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Surjono Surjokusumo Rabu (5/4) di Rumah Rayap Kampus IPB Bogor. Umpan ini diletakkan di tempat strategis dekat sarang koloni rayap berada. Rayap akan segara mengerubuti dan memakan umpan tersebut. Hexaflumuron adalah sejenis zak aktif yang dapat menghambat pengelupasan kulit rayap. ” Serangga atau rayap dalam fase pertumbuhannya, mereka harus mengelupaskan kulitnya. Jika kulit rayap tak mengelupas, maka serangga atau rayap tersebut akan mati,” jelas Surjono.

Ada tiga jenis rayap yang sering menyarang bangunan yakni Captotermes curvignathus, Macrotermes gilvus, dan Cryptotermes Inspiratus. ”Rayap yang menyerang Istana Negara ialah jenis Captotermes curvignathus atau rayap kering,” ujar Surjono. Rayap jenis ini juga banyak menyerang bangunan bertingkat. ”Berdasarkan survei yang tim rayap IPB lakukan, rayap jenis Captotermes mampu menyerang gedungberlantai 35,” tambah Pria kelahiran Cirebon, 7 April 1936 ini.

Captotermes dapat merusak bahan bangunan apa saja yang mengandung unsur selulose atau kayu. Rayap ini merusak gipsun bangunan, furniture, kitchen set dan menghancurkan wallpaper, kertas, buku, serta dokumen-dokumen penting. Di banding rayap lainnya, Captotermes memiliki beberapa kelebihan diantaranya mudah beradaptasi pada lingkungan ektrem, menjangkau obyek tinggi, dan membuat sarang di gedung tinggi.

Faktor-faktor penyebab bangunan berpotensi diserang rayap antara lain kontruksi bangunan(mutu kontruksi, jenis material, mikroklimat), termite hazard class ( peluang terjadi penyerangan rayap), cuaca, kelembapan dan perawatan bangunan. Sebagai tindak lanjut pengendalian rayap, rencananya, bulan Mei nanti, Istana Negara akan direnovasi. ”Di Depok, rayap telah menyerang sekitar 90 persen dari 200 bangunan yang disurvei tim rayap dari IPB,” kata Ir Yudi Rismayadi, salah satu tim rayap IPB yang juga tergabung dalam Protek. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengendalian hama permukiman.

Tim Rayap IPB terdiri dari Prof Surjono Surjokusumo, Prof Dodi Nandika, Prof Rudy C. Tarumingkeng, Dr Farah Diba, Yudi Rismayadi, Msi, Arianana MSi, Asep Somadiputra S.Hut, Ir Pramudi Kintaman, dan Satimo. Tim rayap IPB telah melakukan survei terhadap 6000 bangunan di 16 kota besar se-pulau Jawa. Bangunan itu meliputi gedung pemerintahan dan gedung publik seperti sekolah, rumah sakit, dan perhotelan. ”Hampir semuanya terserang rayap,” tutur Yudi. (ris) #$#c17954a9263f5075c5ca19adb9e2ea4a###82ecd900a29f67f20af16e2e83cd5608###ID###2006-04-06 00:00:00###Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Bahaya### Peneliti IPB mengungkapkan, struktur atas bangunan Istana Merdeka, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang jadi kediaman resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata diserang jenis rayap paling berbahaya.

"Jenis rayap yang menyerang bangunan atas Istana Merdeka itu adalah `Coptotermes curvignathus`, yakni jenis rayap paling berbahaya," demikian disampaikan juru bicara tim peneliti rayap dari Laboratorium Hasil Hutan Pusat Studi Ilmu Hayati (PSIH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir M Surjono Surjokusumo, MSF, PhD di Bogor, Rabu (5/4).

Ia mengemukakan hal itu bersama anggota tim peneliti rayap lainnya yakni, Dr Ir Naresworo Nugroho, Ir Yudi Rismayadi, MSi,Ir Niken Subekti, MSi, Dr Ir Farah Diba dan Ir Arinana, Msc pada diskusi terbatas berkaitan dengan potensi serangan rayap pada bangunan dengan sejumlah wartawan di Kampus IPB Darmaga.

Bersama sejawatnya, Prof Dr Ir Rudolf Christian Tarumingkeng, MF, PhD, M Surjono Surjokusumo, pekan lalu mengungkapkan bahwa Istana Merdeka mengalami kerusakan pada bagian plafon bangunan yang berunsur kayu akibat diserang koloni rayap.

"Beberapa waktu lalu saya dan pak Rudi (Rudolf) diundang ke Istana Merdeka untuk memastikan apa benar istana diserang oleh koloni rayap, dan ternyata benar. Plafon di Istana Merdeka, tepatnya di ruangan yang biasa dipergunakan presiden menerima tamu, jatuh. Yang utuh hanya rangka alumuniumnya saja," kata guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB yang segera purna-tugas itu.

Dengan kondisi tingkat keseriusan ancaman kerusakan lebih parah lagi pada Istana Merdeka, kata dia, tim peneliti rayap PSIH IPB kini sudah mematangkan konsep, sekaligus langkah aksi untuk dapat memberantas koloni-koloni rayap, yang setiap satu koloninya terdiri atas jutaan rayap.

"Rekomendasi kita adalah hendaknya rehabilitasi Istana Merdeka jangan dilakukan sebelum ada langkah `sterilisasi rayap`," katanya.

Langkah "sterilisasi" tersebut, menurut dia, adalah menghabisi koloni rayap di setiap area yang ada pada dan di sekitar area bangunan Istana Merdeka yang menurut jadwal pada bulan Mei mendatang akan mulai dikerjakan.

Sementara itu, Yudi Rismayadi, anggota peneliti yang langsung melakukan observasi di Istana Merdeka mengemukakan bahwa struktur atas pada gedung dimana Presiden Yudhoyono dan keluarga tinggal, sudah sangat parah akibat serangan koloni rayap jenis paling berbahaya itu.

"Terjadi pelapukan-pelapukan pada unsur kayu di bagian atas Istana Merdeka, dan itu amat berbahaya jika akhirnya runtuh," katanya.

Untuk itu, kata dia, diperlukan metode penanganan gabungan, yakni dengan membasmi koloni rayap dengan zat yang mematikan, serta metode "sentricon coloni elimination system", yakni cara baru pengendalian rayap dengan metode umpan.

Keunggulan metode "sentricon" itu, yakni memberantas tuntas koloni rayap, tidak merusak bangunan serta ramah lingkungan.

Beberapa tahapan dari metode "sentricon" itu, kata Yudi Rismayadi, pertama: stasiun "sentricon" dan kayu umpan ditempatkan di lokasi strategis di sekitar bangunan gedung, kedua: pemeriksaan stasiun umpan secara periodik untuk memantau aktivitas rayap.

Ketiga, rayap yang menyerang kayu umpan dipindahkan ke dalam umpan rayap beracun dan keempat, secara periodik umpan racun diperiksa sampai koloni rayap akhirnya tereliminasi.

Pengamanan ganda

Pada bagian lain, ia juga menjelaskan bahwa melihat perkembangan rayap yang kini menyerang bangunan-bangunan penting seperti Istana Presiden, bangunan berukuran besar dan gedung-gedung tinggi, diperlukan sebuah pengamanan yang lebih.

"Artinya, kalau bangunan seperti Istana Merdeka, yang merupakan simbol negara dan bangsa Indonesia, jelas diperlukan pengamanan ganda (agar tidak diserang rayap)," katanya.

Ia mengatakan, saat ini rayap tidak hanya populer menyerang kayu sebagai bagian konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana, namun telah merambah dengan menyerang bangunan vital seperti Istana Kepresidenan, gedung bertingkat tinggi, yang dari segi konstruksi hampir dikatakan aneh dapat terserang rayap, apalagi dilengkapi kayu awet kelas satu, basement dengan lantai "slab" beton bertulang, atau sangat minimal menggunakan kayu sebagai komponen struktural bangunan.

Pada bangunan bertingkat tinggi itu, katanya, rayap menyerang komponen-komponen kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan seperti furnitur, kitchen set dan yang lainnya.

"Bahkan, pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen yang berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, dan bahan bangunan baru seperti gipsum, dan kondisi itu mengubah hama rayap yang populer dari hama kayu menjadi hama bangunan," katanya.

Pasalnya, kata dia, rayap tidak hanya menyerang struktur kayu, tetapi juga mengganggu bangunan secara keseluruhan. "Oleh karena itu, tidak aneh jika keruginan yang diakibatkan rayap tidak kurang dari Rp 2,7 triliun," katanya. [TMA, Ant/man] #$#dcaf1aabcd0304a041be3869f2346a38###2ddc4d3c72ce7da87e30e92fdea8fe75###ID###2006-04-07 00:00:00###PELUANG BEASISWA S2 PROGRAM MAGISTER MPD###Program Magister Profesional Manajemen Pembangunan Daerah Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (MPD IPB) memberikan peluang beasiswa bagi seorang fresh graduated untuk kuliah di PROGRAM STUDI MPD IPB.
Beasiswa yang diberikan berupa full biaya perkuliahan.
Persyaratan:
  1. Sudah lulus S1
  2. IPK > 3.00, nilai mikroekonomi dan makroekonomi minimal B
  3. Pernah menjadi asisten matakuliah mikroekonomi dan/atau makroekonomi
  4. Komunikatif
  5. Mampu bekerjasama
Lamaran paling lambat diterima Sekretariat PS MPD pada tanggal 19 April 2006.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
A. Faroby Falatehan, ME
Sekretariat PS MPD IPB
Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, FEM, L4 W5 Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Telp. 0251-629-342 / 0813-1027-8663#$#869a71812b9f9356829de9a5e65711ac###1e76a7142b913c1730f349a7c82c8256###ID###2006-04-11 00:00:00###Bekerjasama dengan Texas A&M University Pusat Kajian Gizi Asia Tenggara Didirikan di IPB### Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat terobosan untuk menuju "go internasional", salah satunya dengan mendirikan Pusat Pengembangan Ilmu dan Tekonologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (Seafast Center) yang berpusat di kampus IPB Darmaga Bogor.

"`Seafast Center` ini terbentuk atas kerjasama IPB dengan Texas A&M University, salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS), " kata Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, Msc, Kepala Seafast Center disela-sela "open house" Seafast, Selasa.

Ia menjelaskan, kerjasama IPB dengan Texas A&M University telah lama dilaksanakan dan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Maret 2003 dengan menyelenggarakan seminar di Jakarta dengan tema "Strengtheing Nation`s Competitiveness Through Mutual Patnership Betwen University and Industry".

Dalam seminar tersebut, banyak dibahas mengenai pentingnya suatu pusat studi atau pusat kajian yang secara erat melibatkan industri dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Setelah adanya kesepakatan kedua belah pihak, kata dia, maka pada tanggal 11 Desember 2003 diadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IPB dengan Texas A&M University di kampus IPB Darmaga, Bogor.

Menurut dia, tujuan penderian Seafast Center ini adalah untuk pengembangan pangan, gizi dan kesehatan yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sumberdaya manusia (SDM) dan mengembangkan pangan tradisional secara berkelanjutan.

Secara umum, Seafast Center mempunyai misi untuk meningkatkan mutu, gizi dan kemanan pangan melalui ilmu dan teknologi. Kegiatan utama yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan multi disiplin, pengambangan kebijakan (policy development) dan transfer teknologi.

Dikemukakannya bahwa Seafast Center dilengkapi berbagai fasilitas laboratorium, "pilot plan" dan fasilitas modern lainnya. "Seafast Center juga dilengkapi dengan fasilitas `distance education`," katanya dan menambahkan bahwa dengan fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa IPB melakukan pendidikan jarak jauh dengan Texas A&M University.

Saat ini, kata Purwiyatno Hariyadi, fasilitas dimaksud juga memungkinkan pelaksanaan perkuliahan bagi mahasiswa IPB oleh dosen di Texas A&M University di Texas AS. Sekarang ini, katanya, terdapat 44 mahasiswa S1 dan S2 dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang mengambil kuliah melalui model elektronik jarak jauh untuk mata kuliah "Prinsip Kemanan Pangan" yang diberikan oleh Prof Suresh Pillai dari Texas A&M University.

"Jadi dengan teknologi kita bisa mempersingkat jarak waktu," katanya memberikan alasan tentang sistem yang ada di Seafast Center itu.Selain masalah pendidikan, kata dia, Seafast Center juga berpartisipasi untuk penaggulangan masalah gizi buruk yang menimpa berbagai lapisan masyarakat termasuk mahasiswa IPB yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Untuk kegiatan ini, Seafast Center bekerjasama dengan Departemen Ilmu dan Teknolgi Pangan dan Departemen Gizi Masyarakat dan beberapa industri pangan melakukan kegiatan pemberian pangan tambahan. Pemberian pangan tambahan, katanya, dilakukan pada ibu hamil dan mahasiswa IPB. "Karena ibu hamil ini merupakan cikal bakal dari kecerdasan anak yang akan dilahirkan, makanya kita prioritaskan pada ibu hamil," katanya.

Program pemberian makan tambahan pada ibu hamil ini, menurut dia, diberikan pada 250 ibu hamil di 17 desa pada tiga kecamatan yaitu Leuwiliang, Leuwisadeng, dan Ciampea. Sedangkan pemberian pangan pada mahasiswa diberikan kepada 450 mahasiswa IPB tingkat pertama yang memerlukan. Pemberian pangan tambahan ini dilakukan setiap hari selama enam bulan sejak November 2005, demikian Purwiyatno Hariyadi. (antara/pur/man/ris/zul) #$#2b0f5bb7c6cee16211af17ecdb45f15b###7d2328cadf6db953d6f13677fb27fb58###ID###2006-04-11 00:00:00###Anggota DPRD OKU Kunjungi IPB### Sebanyak 10 orang anggota Dewan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, di bawah pimpinan rombongan Ketua DPRD , H. A.Wahab Nawai, S.Sos., bertandang ke IPB, Selasa (11/4) di Ruang Sidang Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Rombongan tersebut langsung disambut oleh Sekretaris LPPM IPB, Dr. Ir. Suryahadi, beserta para pakar IPB, Kepala Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB, Dr. Sobir, M.Si., dari Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB, Dr. Ir. Dadang, MSc., dan Dr.Ir. Ani Suryani, beserta Kepala Kantor Prohumsi IPB, drh.R.Putratama Agus Lelana, Sp.MP. M.Si.

Meningkatkan sumberdaya manusia adalah salah satu tujuan mereka datang ke IPB, sebagaimana dipaparkan ketua DPRD. “Banyak potensi yang dapat dikembangkan di OKU, diantaranya lahan hutan dan perkebunan yang masih luas serta sumberdaya air yang masih melimpah,” paparnya.

Namun sangat disesalkan, Ia mengatakan lahan kehutanan, perkebunan dan perikanan yang telah diberdayakan di sana belum memberikan hasil yang maksimal, karena sumberdaya manusianya belum berkualitas.

“Kami memiliki perkebunan Kopi, namun hasilnya masih belum memberikan arti bagi para petani. Dalam satu hektar baru bisa menghasilkan 200 – 300 kg saja,” ujarnya.

Ia mengharapkan, agar IPB bisa membantu memecahkan permaslahan ini dengan cara meningkatkan SDM di sana serta mengisi potensi-potensi yang belum maksimal dibidang perikanan, kehutanan dan perkebunan.

Sementara itu Sekretaris LPMM IPB, Dr. Ir. Suryahadi, dalam sambutannya mengatakan, IPB akan memberikan yang terbaik dengan hasil – hasil penelitian yang ada selama ini.

“Selama ini IPB talah banyak melakukan penelitian baik itu di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut dalam rangka memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan anggota dewan tersebut berlangsung selama dua hari. Di IPB mereka mengunjungi Kebun Percobaan PKBT IPB, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi - Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB. (man) #$#2e0ec40a388b4076fdb6f8211c6f908b###4c5eb3da67e4320a409900f0040406c5###ID###2006-04-12 00:00:00###Purnabhakti Prof. Dr. drh. Mozes R. Toelihere, M.Sc.###Sabtu, (8/4) di Ruang sidang Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor, sekaligus Reuni Akbar Alumni Biologi Reproduksi Sekolah Pascasarjana IPB, dilakukan juga acara Pelepasan Purnabhakti Guru Besar Ilmu Reproduksi Hewan pada FKH, IPB, Prof. Dr. drh. Mozes R. Toelihere, M.Sc.

Hadir pada acara pelepasan tersebut, Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. H.A.A.Mattjik, M.Sc., Dekan FKH IPB, Dr.drh. Heru Setijanto, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof. Dr.Ir. Sjafrida Manuwoto, M.Sc., Wakil Rektor I IPB , Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr, Wakil Rektor III IPB, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudi Hadi M.Agr., serta pejabat penting lainnya.

Prof. Mozes, yang lahir 24 Maret 1936 lalu di Dusun Limarahing NTT ini merupakan salah satu pakar reproduksi yang terbilang langka di Indonesia. Maka tak heran jika bukunya yang berjudul “Pokok - Pokok Pikiran Seorang Begawan Reproduksi,” sekarang sudah bisa dibaca dan ditiru hasil pemikirannya itu.

Di dalam buku tersebut tertulis “Pokok-Pokok Pikiran Tentang Perkembangan (Bio) Teknologi Reproduksi di Masa Lalu, Masa Kini dan Masa yang Akan datang dalam Menunjang Pembangunan Peternakan di Indonesia. “

Di dalamnya menjelaskan mengenai Pengertian Umum tentang Reproduksi, Ilmu dan Teknologinya, Pemanfaatan Inseminasi Buatan, Transfer Embrio, Kloning, Transfer Gen, dan kesimpulan tentang semua itu.

Dalam kesimpulan di paragrap terakhir, Beliau mengatakan, bahwa dalam menghadapi berbagai masalah dari pengalaman di masa lampau, keadaan masa kini, dan harapan kemajuan di masa depan, perlu direnungkan kata-kata Winston Churchill berikut ini : Problems in the future can be solved only when our knowledge is rooted deeply in the past (‘ Semua masalah di masa depan dapat dipecahkan hanya apabila pengetahuan kita erat berakar pada masa lampau’).

Kita tidak akan pernah tahu bagaimana sebenarnya Prof. Mozes itu dalam berinteraksi dengan orang lainnya sebelum mendengarkan dari rekan atau orang yang pernah bekerjasama dengannya.

Sebagimana dituliskan oleh Rektor IPB di dalam buku tersebut, bahwa Prof Mozes itu orangnya dedicated, sangat enak diajak bicara terutama masalah reproduksi, karena dia sangat mengerti masalah tersebut. Beberapa kali Rektor IPB secara bersama membimbing disertasi mahasiswa S3. Menurutnya, Beliau sangat knowledgeable, kadang-kadang suka melucu, jika ada beliau selalu ramai dan gemar menyenangkan orang lain.

Rektor juga mengatakan, dengan memasuki masa purnabhakti, bukan berati telah selesai seluruhnya. Tentunya akan tetap meminta pendapat Beliau terutama masalah reproduksi. Karena ilmu tersebut sangat berkembang. Kita mengharapkan agar beliau menurunkan ilmunya kepada generasi selanjutnya. Menurut Rektor, Prof. Mozes salah seorang yang langka dalam kepakarannya. (man) #$#22ede3e82d2085d60d6b5479f3c4f2dd###cff462856c52e68cc5907d2ded5abcb1###ID###2006-04-21 00:00:00###Dukung Ecoedutourism, Lawalata IPB Gelar Fun Game di Situ Leutik### Patut diacungi jempol kepada Perkumpulan Mahasiwa Pencinta Alam IPB (LAWALATA – IPB). Dalam rangka mendukung program Ekoedutoursim yang sedang di godok IPB ini, mereka mengadakan kegiatan yang sejalan, yaitu ”Lawalata Fun Game in Situleutik ” di Danau Situ Leutik, Kamis (20/4) Kampus IPB Darmaga, Bogor.

”Kami mengadakan kegiatan ini dalam rangka mendukung program Ekoedotourism yang sedang dijalankan oleh IPB, ” begitu dipaparkan oleh ketua pelaksana kegiatan itu, Yogi A. Fauzi, saat di hubungi oleh Prohumasi IPB.

Menurutnya, dalam perkembangan kedepannya Lawalata IPB sangat dinamis dan sejalan dengan kedinamisan lingkungan. Baik diluar maupun di dalam Kampus IPB.

Maka dari itu dalam rangka meningkatkan peran serta Lawalata IPB terhadap civitas akademik, mereka mencoba mendayagunakan Situ Leutik yang letaknya berada di belakang Gedung Rektorat itu.

”Kegiatan ini sifatnya hanya rekreasi dan berlaku bagi siapa saja. Tak terkecuali masyarakat dan civitas akademika IPB yang ingin berperan serta di dalamnya,” katannya.

Beliau mengatakan, kegiatan yang diikuti sekitar 15 orang anggota Lawalata IPB direncanakan akan digelar secara berkelanjutan ke depannya.

”Harapannya kegiatan ini bisa berjalan secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung ikut mendukung program lingkungan yang ada di IPB ini, ” paparnya.

Fun Game ini digelar selama satu hari dengan menampilkan beberapa permainan yang sifatnya rekreasi. Seperti Flying Fox, Meniti Tali, Dayung Ban serta olah raga Kayak/ Kano. (man) #$#58cdbfeca76f40c3d119cf32089f12ce###915c5821c67e1c0fd590b3ad1b54713c###ID###2006-04-22 00:00:00###Perawatan Kecantikan Sejak Dini, Cegah Penuaan Dini### Proses penuaan pada setiap manusia khususnya perempuan terjadi secara alami tak bisa dihindari. Namun penuaan dini bisa dicegah dengan melakukan perawatan tubuh dan kecantikan dengan baik dan tepat sejak dini. ” Perawatan dan pemeliharaan kulit bisa dengan pemakaian kosmetik yang tepat sesuai jenis kulit seperti pembersih kulit (skin cleansing), pelembab dan perlindungan (moisturizing), alas bedak, cover up eye dan sebagainya,” ungkap dr Etty S. Winiarti, SpKK, dokter spesialis kulit dalam Seminar Kesehatan Kulit, Manfaat Antioksidan Kamis (20/4). Seminar yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga ini dimoderatori Kepala Poliklinik IPB, dr Sri Budiarti. Seminar ini digelar dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April esok.

Upaya perawatan dan pemeliharaan tubuh dan kecantikan lain adalah menjaga keseimbangan psikis, makan, minum dan istirahat. Proses penuaan bisa terjadi secara intrisik dan ekstrisik. Proses penuaan secara intrisik atau dari dalam menyebabkan menua sejati. Hal ini diakibatkan karena efek alamiah genetik, hormonal, DNA , dan makanan beradikal bebas. Proses penuaan secara ekstrisik (dari luar) disebabkan efek lingkungan, paparan sinar matahari berlebihan, kelembapan. Proses penuaan ekstrisik hanya terjadi pada bagian-bagian tubuh tertentu diantaranya wajah, telinga, leher belakang dan samping, lengan serta pinggang tangan.

Beberapa contoh penuaan di area wajah ialah xerosis kitis (bercak-bercak merah bersisik), wrinkles (keriput), berloque dermatitis (hitam akibat kena parfum dan matahari), melasma (efek gosong pemerah pipi yang kena sinar matahari), freckles, keratosis seborok(noda hitam menonjol), xanthelesma (benjolan karena lemak berwarna kuning).

Radikal bebas penyebab kanker dan penuaan berasal dari sinar matahari, stress, racun, sinar X, radioaktif, bepergian dengan pesawat terbang, obat-obatan, bahan kimia di makanan, bahan sintetis dan sebagainya. ”Dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebanyak lima kepal tangan setiap hari, radikal bebas bisa teredam,” tambah Ir Adel Nanere dari Life Pack PT Pharmanex Jakarta. Selain itu disarankan mengkonsumsi suplemen multivitamin dan antioksidan. Dalam kesempatan itu Adel membawa alat Biophotoscanner yang mampu mengukur kadar antioksidan tubuh manusia. (ris). #$#429c2c2597a542999b3f317eaeeb5504###2ff1f9fcd91351049d00215c67223a79###ID###2006-04-23 00:00:00###OGFICE Perpanjang Riset Bidang Lingkungan IPB### Osaka Gas Foundation of International Cultural Exchange (OGFICE) memperpanjnag dukungan dana penelitian untuk Institut Pertanian Bogor (IPB) khususnya bidang Pusat Penelitian Lingkungan. Sejak tahun 1996 OGFICE memberi dukungan dana pada penelitian IPB dan membantu pendidikan 32 doktor serta 11 master staf penajar IPB. OGFICE membantu pendanaan riset berbagai bidang di Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.

”Dana penelitian OGFICE merupakan salah satu contoh baik lembaga internasional yang mendorong visi IPB untuk menjadi pemimpin perguruan tinggi yang berbasis riset di Indonesia,” kata Wakil Rektor IV, Dr. Asep Saefudin mewakilli Rektor IPB dalam Rencana Pendanaan OGFICE tahun 2006/2007 Kamis (19/4) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Dalam kesempatan itu hadir ExecutiveDirectur OGFICE , Shinji Hotta dan Hirohide Eguchi.“OGFICE pada tahun 2006 juga akan memberikan bantuan peralatan pendidikan, dana penelitian, program beasiswa, dana pelatihan dan dana perbaikan akibat kerusakan Tsunami di Aceh sebesar Rp 1.698 milyar,” kata Shinji Hotta. Hingga kini total dana yang telah dikucurkan OGFICE untuk Indonesia adalah Rp. 2,249 milyar.

OGFICE pertama kali membantu penyediaan perlengkapan pendidikan di Kalimantan Timur dan Universitas Terbuka. Selanjutnya, OGFICE memberikan dana bantuan pada tiga perguruan tinggi yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan IPB.

OGFICE juga menjalin kerjasama dengan Departemen Kehutanan dalam bidang perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas staf pengajar di Universitas Terbuka, program beasiswa untuk anak lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalimantan Timur dan Nanggroe Aceh Darussalam. (ris) #$#1f97636a6c0105212787c7bc6f2a43bc###d462e9d724be9062fb426d1030a447aa###ID###2006-04-24 00:00:00###FEM IPB Akan Gelar Makar (Mahasiswa Feat Pakar)### Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menggelar Mahasiswa Feat Pakar (Makar) Kamis (27/4) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada mahasiswa tentang bagaimana kasus korupsi terjadi di pemerintahan, apa peran lembaga penegak hukum dalam mengatasinya, dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Selain itu menjadi media aspirasi melalui dialog interkatif bersama para pakar untuk menemukan pemecahan terbaik dalam kasus korupsi.

Makar adalah sebuah dialog interaktif antara para pakar dan peserta. Dialog yang mengangkat tema ’Refleksi Dua Tahun Pemberantasan Korupsi Kepemimpinan SBY-JK dan Solusinya” ini rencananya menghadirkan Ketua Komisi III DPR RI, Ketua KPK, Menteri Negara BUMN, Ir.Sarwono Kusumaatmaja (DPD RI), Bambang Widjojanto (Konsultan Anti Korupsi di Partnership for Governance Reform), Sutanto (Kapolri RI), Katua Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung dan Andi Malarangeng (Juru Bicara kepresidenan) (ris) #$#93762f4950b23e0ff8906eba8bc19349###b531966831fafd36a6926e0535db2a84###ID###2006-04-26 00:00:00###Departemen ESL IPB Gelar Seminar Nasional Pengelolaan Ekonomi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan###Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB akan menggelar Seminar Nasional "Pengelolaan Ekonomi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan" pada hari Kamis (27/4) di Ruang Sidang Senat IPB Gedung Rektorat Lt.6 Kampus IPB Darmaga. Seminar ini menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan serta Rektor IPB. Acara ini terbuka bagi seluruh civitas akademika IPB Informasi lebih lanjut hubungi Depertemen ELS jl. Kamper Level 5 wing 5 Kampus IPB darmaga telp. (0251) 421 762, (0251) 621 834, fax (0251) 421 762. (ris)#$#e557ddab3dad1a5d851413c6947bcd2a###fa18fd6f5771b7fff12f4768e105839e###ID###2006-04-26 00:00:00###Model Sentra Energi Biomasssa, Kurangi Sampah Kota Hingga 72,33 Persen###Baru-baru ini mahasiswa Mahasiswa S3 Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Achmad Sjamsu Anwar telah berhasil meneliti Model Sentra Energi Berbasis Biomassa di Kawasan Bogor, DKI Jakarta dan Purwakarta yang bisa menjadi solusi penanganan sampah kota.

”Model sentra energi berbasis biomassa dapat memberikan perlindungan lingkungan dalam bentuk proporsi reduksi (pengurangan) 28,54 persen hingga 72,33 persen sampah harian yang dipergunakan oleh sentra energi,” ungkap Achmad ketika presentasi disertasinya dihadapan komisi penguji yang terdiri dari Prof Sri Saeni, Prof Hasyim Bintoro Djoefrie, Prof Koeswardhono Mudikdjo Rabu (12/4) di Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Model sentra energi berbasis biomassa juga mempunyai kelayakan usaha yang baik, mencakup aspek penyediaan bahan baku, penguasaan teknologi, dan finansial. Oleh karena itu model ini bisa diwujudkan pada suatu kawasan yang tidak terlalu luas. Misalnya, setingkat kecamatan atau setingkat desa di pulau Jawa

Biomassa ini merupakan gas bio yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik bahan organik yang terdiri dari tujuh macam. Tiga jenis bahan organik tunggal dan empat jenis bahan orgnaik campuran. Bahan organik tunggal adalah sampah kota, angsana (Pterocarpus indicus Wild) segar, rumput gajah dan (Penisitum purpureum K.Schum) segar.

Bahan organik campuran terdiri dari empat macam komposisi campuran ketiga bahan organik tunggal. Empat macam komposisi campuran itu yakni 1). Campuran sepertiga masing-masing bahan tunggal (A), 2) campuran masing-masing bahan tunggal dan proporsi sampah setengah total seluruhnya (B), 3) komposisi dengan rumput dominan sebesar setengah bagian dan kedua bahan jenis lainnya masing-masing seperempat bagian (C), dan 4) komposisi dengan daun-ranting dominan sebesar setengah bagian dan kedua jenis bahan organik lain masing-masing seperempat bagian (D).

Percobaan tujuh komposisi tersebut dilakukan tiga kali ulangan dengan total berat kering masing-masing 4,97 kg.

Dari penelitian 13 bulan, sejak Agustus 2004 sampai Agustus 2005 ini ditemukan produksi gas bio berlangsung dalam waktu fermentasi 49 hari sampai 55 hari. Waktu fermentasi tercepat untuk bahan rumput gajah yang berlangsung selama 49 hari dan waktu terlama untuk bahan sampah dengan waktu rata-rata 55 hari. ”Perbedaan waktu fermentasi terjadi selain pengaruh jenis bahan juga karena adanya perbedaan luas permukaan bahan. Rumput gajah memiliki luas permukaan bahan yang lebih besar dibanding sampah,” kata Staf Pengajar di Universitas Jayabaya ini.

Rata-rata hasil produksi gas bio pada masing-masing berat kering 4,97 kg untuk bahan tunggal sampah 1075,9 liter, rumput gajah segar 1533,0 liter, daun angsana segar 1726,0 liter. Produksi gas bio yang sama pada bahan campuran, untuk bahan A seberat 1485,9 liter, bahan B seberat 1343, 6 liter, bahan C seberat 1520,4 liter dan bahan D seberat 1569,9 liter. (ris) #$#ab75071c187461a5ff378784f659aa7d###c570ec9c4820c9ec037b9f0354c84220###ID###2006-04-30 00:00:00###BEM KM IPB Gelar Acara The Earth Day Celebration### Dalam rangka memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, BEM KM IPB bekerjasama dengan seluruh BEM Fakultas dan UKM menggelar “ The Earth Day Celebration”, (30/4), di pelataran Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Acara ini di buka Wakil Rektor II IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc., dengan diiringi tarian opening ceremony dari Gentra Kaheman yang dilanjutkan dengan penabuhan gong menandai dibukannya kegiatan tersebut.

Hadir juga dalam acara ini Kepala Kantor Prohumasi, drh.R.Putratama Agus Lelana, Sp.MP. M.Si dan Presiden Mahasiswa IPB, Zaenal A.

“Pada saat kita membuang sampah sembarangan, pada hakekatnya kita telah merendahkan martabat kita sebagai manusia. Mari kita bergandengan tangan untuk menjaga kebersihan lingkungan kita.” Ujar Wakil Rektor II dalam sambutannya, merujuk pada kegiatan aksi bersih kampus, yang merupakan salah satu rangkaian acara kemarin.

Sementara itu, Ketua Panitia, Sandrio Ivanus, mengharapan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. ”Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar mahasiswa Fakultas Kehutanan ini kepada Prohumasi IPB.

Sedangkan salah satu Pembina UKM IPB Seroja Putih, Zulfikar, mengatakan lebih dari 70 orang mahasiswa dan masyarakat di lingkar kampus ikut berpartisipasi dalam pengobatan alternatif.

”Selain untuk mengobati masyarakat, kegiatan bakti sosial ini juga bermaksud memberitahu masyarakat bahwa ada pengobatan alternatif yang lebih islami” paparnya.

Dalam kegiatan itu diselenggarakan beberapa aksi yaitu bersih kampus, makan bubur gratis, gentra kaheman, pagelaran seni (teater), penampilan band kampus, flying fox dan bhakti sosial (Balai Pengobatan Alternanif Gratis yang diselenggarakan gabungan kerjasama antara UKM Seroja Putih dan Klinik Herbal Al Wahida). (zul) #$#ad1818c939dd93c2bc8e8678004dc519###57c88a0b579d19c506a53bf39c5a1594###ID###2006-04-30 00:00:00###UNIVERSITY SAINS AND TECHNOLOGI MALAYSA PELAJARI PENGELOLAAN ASRAMA MAHASISWA IPB### Sebuah delegasi dari Kustem College University Sains and Technology Malaysia, mengunjungi di Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia selama lima hari ke berbagai perguruan tinggi.

"Dalam kunjungannya ke IPB, mereka mencoba mempelajari cara pengelolaan dormitori (asrama) mahasiswa di IPB," kata Wakil Rektor (WR) IV IPB, Dr Ir Asep Saefuddin, M.Sc di Bogor, Jumat.

Kunjugan para mahasiswa Kustem Malaysia ini berlangsung satu hari di IPB. Di Indonesia mereka akan tinggal selama lima hari dan direncanakan hanya akan mengunjungi kota Jakarta, dan Bandung, selain Bogor.

Kunjungan ke IPB yang dilakukan pada hari Kamis (27/4) itu disambut pimpinan IPB lainnya seperti WR III IPB, Prof Dr Ir Yusuf Sudohadi, M.Agr, Sekretaris Eksekutif IPB, Dr Ir Agus Purwito, M.Agr, dan Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, Dr Ir Dadan Hindayana.

Universitas Malaysia yang memliki ranah pada bidang perikanan dan kelautan itu, bertandang ke kampus ilmu pertanian terbesar di Asia Tenggara itu disertai 15 orang mahaisiswa dan lima orang staf.

Mahasiswa dan pegawai yang berkunjung itu adalah pihak pengelola asrama di Kustem University Malaysia, dimana mereka menyebut asrama itu adalah "bidang Kebajikan" universitas.

Menurut Dzi Jul Kifli --pimpinan rombongan dari negeri sahabat itu, yang juga ketua asrama Kustem Colleg-- menurut Asep Saefuudin dalam pemaparannya mengatakan, tujuan mereka tak lain untuk mengetahui bagaimana cara pengelolaan asrama yang telah dilakukan oleh IPB.

"Kami ingin mengetahui bagaimana IPB mengelola dormitori, dan apa saja yang dilakukan mahasiswanya selama tinggal di asrama," katanya mengutip pernyataan Dzi Jul Kifli.

Disampaikan pula bahwa Kustem College yang baru memiliki kurang lebih 7.000 mahasiswa ini ingin meningkatkan kualitas pelayanan dormitori kepada para mahasiswanya, termasuk dengan belajar pengelolaannya pada IPB yang jumlah mahasiswa kurang-lebih 25.000 mahasiswa.

Sementara itu, WR III IPB Yusuf Sudohadi, M.Agr, merespons keinginan tamunya dari Malaysia itu menjelaskan bahwa mahasiswa yang masuk IPB, pada tahun pertama diwajibkan untuk tinggal di asrama selama satu tahun.

"Mahasiswa yang tinggal di asrama pada tahun pertama itu dinamakan mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Setelah satu tahun berakhir mereka harus mencari tempat tinggal di luar asrama," katanya.

Menurut dia, ada program dan kegiatan khusus yang dilakukan mahasiswa selama tinggal di asrama yang biasa disebut dengan program multibudaya.

"Program multibudaya ini diterapkan dalam upaya untuk memahami budaya-budaya di Indonesia yang beraneka ragam, dimana mahasiswa IPB berasal dari Sabang hingga Merauku, sehingga tidak menjadikan suatu permasalahan," katannya.

Selain itu, ada beberapa kegiatan akademik, seperti pelatihan bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan Jerman. "Ada juga kegiatan keagamaan, olahraga, bimbingan dan konseling serta kegiatan lainnya sifatnya menunjang pendidikan mahasiswa IPB," katannya.

Dikemukakannya, mahasiswa yang masuk ke IPB beraneka ragam, mulai dari Propinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Propinsi Papua --atau populer dengan julukan "dari Sabang sampai Merauku--sehingga diperlukan program tersebut untuk saling memahami budaya mereka.(man) #$#45d9df17de03aa7571f3d737ab549ece###71c62b52e048a8d9bd89a16de2cff6ef###ID###2006-05-01 00:00:00###MENYIKAPI FENOMENA HEWAN LIAR TURUN GUNUNG, IPB Turunkan Tim Khusus, Bukan Indikasi Gunung Meletus###Fenomena satwa liar turun gunung di lereng Gunung Gede dan Pangrango mendapat perhatian serius. Salah satunya dari Institut Pertanian Bogar (IPB). Para peneliti di kampus pertanian ini menduga fenomena yang terjadi di Kampung Tugu Utara, Cisarua, Puncak ini disebabkan kerusakan ekosistem di kawasan Puncak Glinting.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB Prof Dr Ir Dedi Soedarma. Dia berpendapat, jika binatang liar sudah mulai berani keluar dari habitatnya adalah sesuatu yang istimewa. "Saya melihat kejadian itu akibat rusaknya hutan lindung di lereng Gunung Gede," ungkapnya saat ditemui di Kampus IPB Darmaga, Bogor, (28/4).

Lebih jauh dia menjelaskan, sumber makanan para hewan tersebut semakin menipis. Akibatnya, satwa liar itu mulai bergerak meninggalkan habitatnya. Makanya, wajar bila satwa liar itu turun gunung.

Kendati begitu, Dedi menerangkan fenomena itu sepatutnya perlu diwaspadai. Apalagi saat ini di Puncak banyak satwa jenis monyet (lutung dan surili) ditemukan turun gunung secara berkelompok.

Jumlahnya pun mencapai ratusan ekor. Biasanya habitat satwa yang dilindungi itu di lereng gunung, tapi sekarang satwa tersebut sudah berani bersinggungan dengan manusia. "Jadi aneh jika mereka ini ada di Jalan Raya Puncak. Pasti itu ada sesuatu yang perlu diwaspadai," terangnya.

Atas dasar itu, sambung Dedi, IPB dalam hal ini Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) dan Lembaga Pusat Studi Satwa Primata (PPSP-IPB) bersama sama instansi terkait akan meneliti fenomena tersebut. "Saya sendiri besok pagi rencananya akan berangkat bersama tim kami untuk melihat langsung ke lokasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, fenomena alam ini bisa segera terjawab," tandasnya.

Di bagian lain, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatiologi Darmaga Bogor Ir, Widiastuti mengatakan, BMG Bogor belum menemukan adanya indikasi akan terjadinya letusan Gunung Gede Pangrago maupun Gunung Salak. Meski warga sekitar gunung mengaku merasakan adanya getaran (lini).

"Dari pengamatan kami, gempa skala kecil itu masih disebabkan adanya pergeseran lempengan bumi (tektonik). Tetapi kalau gempa vulkanik (gunung api) kami tidak memiliki alat untuk itu dan itu juga di luar wewenang kami di sini," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Darmaga Bogar II Alidya. Dia mengatakan berdasarkan data pengamatan cuaca dan suhu udara di Bogor saat ini masih terpantau normal. "Data di kami suhu dan curah hujan di Bogor saat ini masih tergolong cukup normal, sekitar 25 derajat Celsius dan terpanas 31,9 derajat Celsius," tuturnya.

Pemyataan Kepala BMG Bogor tersebut juga diperkuat dengan keterangan yang disampaikan Kepala Pengamat Gempa Bumi dan Gerakan Tanah dari Lembaga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Jawa Barat Ir Surono.

"Kami belum melihat adanya aktivitas dari reaksi kawah Gunung Gede maupun Gunung Salak yang sekiranya mengkhawatirkan," katanya. Dia menduga satwa liar yang turun gunung itu hanya 'untuk mencari makan. Meski dia mengakui Gunung Pangrango termasuk gunung berapi yang aktif. (aris basuki/man) #$#659130d78fdd5cb38e0cc19f0d2ad28c###bcb9061d8ab217940b84ed3a1ffc332d###ID###2006-05-02 00:00:00###Steril Bak dan Jamur Box, Inovasi Baru Budidaya Jamur Tiram###Budidaya jamur tiram memang cukup mengggiurkan. Proses produksinya mudah. Usaha ini memanfaatkan bahan baku limbah pertanian berupa serbuk gergaji dan ampas tebu yang harganya murah.

Prospek pasar yang terbuka luas baik dalam maupun luar negeri. Masyarakat di negara seperti Amerika, Eropa, dan Jepang konsumsi berbagai produk jamur-nya relative tinggi. Wajar, pembudidayaan jamur tiram secara komersial saat ini cenderung meningkat.

Proses budidaya jamur tiram pada umumnya meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pengayakan, perendaman, pengukusan, pencmpuran, pengomposan, pembuatan media dan pengisian log, sterilisasi, pendinginan, inokulasi (pemberian bibit), inkubasi (spawning), penumbuhan (growing) dan pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen.

” Berdasarkan pengalaman dan pengamatan praktisi jamur, tahapan sterilisasi, tahapan pertumbuhan dan pemeliharaan merupakan critical point dalam proses budidaya jamur. Artinya jika kedua tahapan tersebut dilalui dengan baik maka usaha jamur tiram akan relatif menguntungkan,” ujar Islamiarani, Tim mahasiswa IPB Peraih juara II Lomba Inovasi dan Kreasi Bidang Teknologi Bagi Mahasiswa yang diselenggarakan Departemen Hak Azasi Manusia (HAM) RI, Selasa (2/5) di Bogor. Judul penelitian salah satu tim IPB tersebut ’ Inovasi Baru Disain Alat Sterilisasi (SterilBak) dan Tempat Pertumbuhan Jamur (JamurBox) yang efesien untuk usaha Budidaya Jamur Tiram’.

Sterilisasi bertujuan menekan pertumbuhan mikroba seperti bakteri, kapang dan khamir dapat menghambat pertumbuhan jamur. Perlakuan ini dilakukan dengan berbagai cara dan kombinasi. Petani jamur umumnya menggunakan alat sterilisasi yakni drum atau mesin penghasil uap (outoclave).

Keduanya memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Drum modifikasi lebih murah dan aman dalam pengoperasian. Namun daya tampungnya sedikit dan waktu sterilisasinya lama. Drum modifikasi ini bekerja dalam waktu 80-90 derajat celsius selama 10 jam. Suhu capaian yang kurang optimum tersebut masih memungkinkan kontaminasi mikroba. Biaya pembuatan drum modifikasi sebesar Rp 300 ribu.

Sedangkan outoclave bekerja lebih cepat yakni 1 jam, menghasilkan suhu 121 derajat celsius dan daya tampungnya lebih besar. Sayangnya autoclave sangat mahal berkisar Rp 30-an juta .

Islamiarani (Mahasiswi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian IPB) bersama Azmi Asyidda Mushoffa ( Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB) dan Yudhi Sylvester Palinggi (Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB) mengembangkan inovasi alat baru yang memadukan dua kelebihan alat tersebut. ”Alat tersebut kami namai SterilBak. Keuntungan SterilBak ialah biaya investasi lebih murah, sebesar Rp 7 juta. Berdaya kerja optimal dan daya tampung yang lebih besar seperti Autoclave,” kata Islamarani.

SterilBak mampu menampung 1000 baglog (tempat pertumbuhan jamur) atau drum sebanyak 10 unit. SterilBak tersusun dari tembok semen dengan ukuran 2 x 2 x 1 meter,tutup ruangan berbahan fiber, rak dari kayu, perangkat pressure gaurge, regulator uap air, boiler dan pipa besi . Tembok SterilBak dihubungkan dengan boiler yang akan menyalurkan uap panas.

Selain SterilBak, penemuan baru Islamiarani dkk, adalah teknologi Jamurbox yang menggantikan fungsi baglog. Keuntungan JamurBox ialah waktu panen jamur tiram yang lebih cepat, ramah lingkungan, aman dari kontaminan, dan dapat menghemat media jamur tiram. JamurBox terbuat dari plastik poliprofilen. Berbentuk persegi panjang yang disekat menjadi enam kotak kecil dengan ketinggian masing-masing media tanam sama. Ke-enam JamurBox tersebut ditutup dengan poliprofilen juga. Ditegah tutup tersebut dibaut lubang a sebagai tempat penyuntikan benih jamur. Banyaknya media tanam seluruh kotak kecil pada JamurBox sama dengan jumlah media pada satu baglog.

Menurut Putri dari Bapak Cikman Syafe’i ini, setiap kali pemanenan jamur tiram pada baglog, media dibuang bagian atasnya kemudian di suntik lagi dengan bibit jamur. Demikian seterusnya, sehingga produktivitas masing-masing bagian di baglog tadi memungkinkan berbeda Plastik baglog setelah beberapa kali panen (1-6 kali), akan dibuang dan menjadi tumpukan limbah. Hal ini akan merusak keseimbangan lingkungan.

” Secara teknis penggunaan JamurBox dengan plastik lebih baik karena tahan lama dalam pemakaiannya (diatas 3 tahun).bisa dipakai berulangkali selama tiga tahun,” kata Perempuan kelahiran 12 Oktober 1984. Berdasarkan analisis parsial perubahan penggunaan teknologi dari plastik menjadi JamurBox, maka keuntungan tambahan yang akan diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp 14.383.300 atau peningkatan keuntungan 369,66 persen dengan kapasitas industri yang sama. (Aris Solikhah) #$#0e2c544afc9fbae22546b93a872816bf###5e3004aa1294e9a1ebc097d9dd105402###ID###2006-05-02 00:00:00###Rektor IPB Resmikan Kantor Baru Inter CAFE### Rektor IPB, Prof. Dr.Ir. H. A.A. Mattjik, M.Sc., membuka kantor baru International Center for Applied Finande and Economics (inter Cafe) dengan ditandai pemotongan tumpeng, kemudian diserahkan kepada Direktur Inter CAFE, Dr. Iman Sugeme (2/5) di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Pada kesempatan itu juga hadir Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, Prof. Rizal Syarief S, DESS, Wakil Rektor I IPB, Prof. A.Chozin, M.Agr., Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefuddin, M.Sc., guru besar, serta para pakar IPB lainnya.

Inter CAFE merupakan salah satu pusat di IPB yang didirikan pada tahun 2005 oleh Institut Pertanian Bogor dan University of Adelaide. Tujuan didirikannya adalah untuk meningkatkan riset dalam bidang keuangan, ekonomi serta bidang-bidang lain yang terkait. InterCAFE memberikan perhatian pada studi kebijakan, baik secara teoritis maupun empiris. Iman Sugema, menjelaskan,Dengan hadirnya Inter CAFE diharapkan IPB menjadi leading dalam tiga hal yaitu, food (makanan), Finance (industri keuangan) dan Energi.

"Dengan adannya Inter CAFE ini lengkaplah sudah dari tiga hal di atas tersebut. Bidang food (makanan) memang sudah menjadi kewajiban dan ranah IPB, energi terdapat pada Surfactant & Bioenergy Research Center (SBRC LPPM-IPB) , sementara finance sekarang sudah hadir Inter CAFE," katannya.

Harapanya Ia mengatakan, ingin seperti apa yang dilakukan oleh perguruan tinggi lainnya di luar negeri, dimana mereka memiliki kekuatan dalam riset dan pangajaran.

"Kita harus bisa melakukan riset lebih serius dan fundamental, jangan berorientasi pada projek semata," katannya. Maka dari itu Ia merencanakan, pada tahun 2006 ini akan memberikan riset grand kepada staf Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB yang menginginkan penelitian pada bidang yang diminati dan diinginkannya. Sementara pada tahun 2007 sudah dapat menghasilkan penelitian yang fundamental.

"Meskipun masih memiliki dana yang terbatas, kita akan memberikan reward bagi mereka yang produktif dan berkualitas dalam penelitian. Salah satunya akan memberikan rewrad sebesar 2000 dolar per paper bagi mereka yang penelitiannya dipublikasikan pada jurnal internasional," katannya. Sementara itu, dalam sambutannya Rektor IPB mengatakan, dengan hadirnya inter CAFE diharapkan cita-cita IPB dalam menuju universitas berbasis riset akan cepat terwujud.

"Saya mengharapkan pusat-pusat yang ada di IPB, dalam kurun waktu 5 tahun ini bisa menghasilkan sesuatu yang dapat diaplikasikan untuk masyarakat. Dan itu sejalan dengan rencana IPB pada 2007 menjadi embrio universitas berbasis riset," paparnya.(man) #$#a49f403c10752138bef13564ea26dddd###216e29d9bd5cd0b2ab39418854305b51###ID###2006-05-02 00:00:00###70 Tahun Prof. Singgih H Sigit, Luncurkan Buku Hama Permukiman Indonesia### Dalam rangka merayaan hari ulang tahun yang ke 70, Guru Besar Parasitologi dan Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, Prof.Dr .drh Singgih H Sigit, M.Sc.,meluncurkan sebuah buku "Hama Permukiman Indonesia : Pengenalan, Biologi dan Pengendalian," Selasa (2/5) di Hotel Salak The Heritage, Bogor.

Prof. Singgih yang masih aktif sebagai kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman (UKPHP) FKH IPB ini memberikan pandangan-pandangannya mengenai masalah hama permukiman di Indonesia dan upaya dalam penanggulangannya.

Sebagaimana Ia paparkan pada acara yang bertajuk "Temu Wicara dan Peluncuran Buku Hama Permukiman Indonesia dalam rangka 70 tahun Prof. Singgih H. Sigit tersebut.

"Sebenarnya permukiman dapat mencegah timbulnya masalah hama yang mengganggu penghuninya, yaitu dengan cara menjaga dan mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga tidak kondusif bagi keberadaan hama. Peniadaan tempat-tempat yang dapat menjadi habitat dan persembunyian serta pengelolaan limbah yang tertib dan teratur adalah cara-cara yang pada dasarnya dapat dilaksanakan secara individual atau kolektif, " paparnya.

Namun Ia menyayangkan, pada kenyataannya kebanyakan dari masyarakat lebih memilih sikap " baru akan bertindak ketika masalahnya tiba".

Menurutnya, sikap ini agaknya dilandasi kenyataan bahwa sarana anti hama mudah diperoleh di pasaran, atau kalau perlu dapat menggunakan jasa pengendalian hama yang dewasa ini mulai banyak beroperasi.

Salah satunya adalah penggunaan pestisida. Ia mengatakan, penggunaan pestisida baik oleh kalangan individu pemukiman atau para pengusaha pengendalian hama bukannya tanpa resiko. Namun kemungkinan bahaya keracunan langsung, pencemaran lingkungan yang berakibat kelainan kronis serta timbulnya galur-galur hama resisten sudah cukup kita sadari.

Sementara itu Ia memandang, di pihak operator pengendalian hama ditanggapi dengan diadakan pelatihan-pelatihan sedangkan pada tingkat pemerintahan sebagai pembina, melakukan penertiban regulator dan pengawas dengan peraturan perundangan.

"Pertanyaannya, seberapa jauh pembinaan dan pengawasan itu dilakukan, serta sanksi apa bila aturan tersebut tidak dituruti," ujarnya.

solusinya Ia mengatakan, yang terpenting dari semua itu adalah harus diperhatikan kualifikasi para personil yang bertugas membina dan mengawasi pelaksanaan pegendalinan hama permukiman itu.

Bukan itu saja, pemikirannya dalam upaya penanggulanan hama permukiman ternyata sudah Ia rancang. Diantaranya, menyarankan untuk menciptakan program penyuluhan kepada masyarakat mengenai perlunya mencegah terjadinya hama permukiman. Dimana sasarannya adalah murid sekolah, karang taruna, Pramuka, organisasi pemuda, posyandu, dan sebagainnya.

"Kirannya mereka dapat dijadikan sasaran penyuluhan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnnya partisipasi masyarakat," ujarnya.

Kemudian, perlunya peningkatan pembinaan SDM pelaksana pengendalian hama permukiman, dengan penetapan "kompetensi standar" bagi pelakunya. Seperti teknisi, supervisor, manager teknis dan sebagainya.

"Dalam rangka menigkatkan mutu SDM tersebut diperlukan suatu institusi yang dapat dianggap sebagai induk pendidikan khusus bagi profesi pengendalian hama permukiman tersebut. Disamping UKPHP - FKH IPB," ujarnya.

Ia menambahakan akan pentingnnya sosialisasi kepada masyarakat tentang profesi pengendalian hama ini, supaya menarik minat pemuda agar terjun dalam bidang ini.

"Penanganan hama permukiman secara menyeluruh tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan harus kerjasama lintas sektor. Tidak aksidental, melainkan berkesinambungan dan tidak asal bertindak, melainkan didasari konsep yang jelas. Dan yang paling penting adalah perlu adannya reorientasi dan revitalisasi dinas-dinas kesehatan terhadap masalah kesehatan lingkungan," ujarnya.(man) #$#746fb49058605d2df6dca609a7ec5df4###21bb6db4f18118b7e028d3762bda3a99###ID###2006-05-03 00:00:00###Berri Prima Terpilih Menjadi Ketua IMAKAHI, Ototritas Veteriner Harus Diperjuangkan###Iwan Berri Prima salah seorang mahasiswa Semester VI, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB terpilih menjadi ketua Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) periode 2006-2008, menggantikan Sekjen IMAKAHI periode lama, Agus Zaelani. Sementara jabatan Sekjen oleh Bayu S, dan Badan Pengawas IMAKAHI, oleh Fatimah, keduannya dari Universitas Airlangga (Unair)

Terpilihnya Berri dilakukan pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-10 dengan tema “Be a Profesional Veterinarian” yang digelar oleh IMAKAHI Cabang FKH Universitas Airlangga (Unair) kerjasama BEM FKH Unair Kampus FKH Unair, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Selain Munas juga dilakukan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pengurus baru IMAKAHI periode 2006-2008 yakni membahas program kerja yang berdasarkan atas Garis-Garis Besar Haluan Program Kerja (GBHPK) IMAKAHI.

Sebagaimana dipaparkan Berri kepada Prohumasi IPB, (3/5) di Kampus IPB Darmaga, Bogor, saat ini anggota IMAKAHI terdiri dari 5 Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan yaitu IPB, UGM, UNAIR, UDAYANA dan UNSYIAH.

Menurut Berri, merujuk hasil Munas tersebut akhirnya IMAKAHI saat ini mengusung format baru, terutama pada susunan kepengurusan anggotannya.

“Saat ini IMAKAHI memiliki jabatan Ketua, Sekjen dan Kepala Departemen, berbeda dengan kepengurusan lama yang hanya Sekjen dan Kepala Departemen saja,” ujar Berri.

Ia mengatakan, formasi baru bukan saja dalam kepengurusan, pembagian departemen juga lebih merata dibandingkan IMAKAHI lama yang hanya terfokus di IPB saja.

“Saat ini IPB mendapatkan Departemen Kebijkaan Publik dan Keuangan, Unsyah Departemen Penelitian dan Pengembangan, UGM Departemen Infokom dan Kaderisasi (SDM), Unair Departemen Zoonosis dan Keamanan Pangan sekaligus Kesekretariatan serta yang terakhir Udayana Departemen Keprofesian dan Pengabdian Masyarakat,” ujarnya.

Otoritas Veteriner

Berri dalam wawancaranya dengan Prohumasi mengatakan akan tetap mengusung otoritas veteriner kepada pemerintah dalam menjabat ketua baru ini.

“Selain menyelesaikan Rancangan Undang Undang (RUU) No. 6 tahun 1967 mengenai Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), kita juga akan memperjuangkan Otoritas Veteriner, “katannya.

Menurutnya, sampai sekarang pemerintah belum meneguhkan otoritas veteriner, dimana seharusnya pemerintah memberikan kewenangan yang dilegitimasikan dan diakui secara hukum bagaimana dokter hewan itu bekerja.

“Selama ini belum ada kewenangan legitimasi tersebut. Saya melihat dokter hewan ini masih dalam satu subsektor, padahal kita tahu hewan bukan di satu sub sektor saja,” ujarnya.

Ia menekankan, otoritas veternier itu pada dasarnya lebih ke arah usaha untuk menyelaraskan keseimbangan antara manusia, hewan dan lingkungan. “Itulah poin yang paling tinggi,” ujarnya.

Menurut pandangannya, dalam memperjuangkan hal tersebut bukan hanya kewenangan Pengurus Besar Perhimpuan Dokter Hewan Indonesia (PB-PDHI) saja, tapi mahasiswa juga harus terlibat. (man/nUr) #$#4fc277d5737a5c0a24fe1a5ef89eaab6###2c785366c71162497fc7d8afa9a0340c###ID###2006-05-11 00:00:00###Beasiswa KOPMA IPB PEDULI###Beasiswa ini merupakan wujud nyata kepedulian Koperasi Mahasiswa IPB dalam meningkatkan kesejahteraan mahasiswa khususnya anggota Koperasi Mahasiswa IPB. Tujuan dari pelaksanaan beasiswa ini adalah untuk membantu mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini akan diberikan untuk tahun ajaran 2006/2007 sebanyak 3 (tiga) orang masing-masing Rp 100.000/bulan.

Persyaratan
  1. Anggota Koperasi Mahasiswa IPB (dibuktikan dengan KTA KOPMA IPB)
  2. IPK minimal 2.80
  3. Surat Keterangan tidak mampu dari kelurahan
  4. tidak sedang menerima beasiswa/ikatan dinas dari pihak lain
  5. mengisi formulir dan pengajuan permohonan paling lambat 10 Juni 2006
  6. sanggup mentaati semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh KOPMA IPB

Contact Person
Sekretariat Koperasi Mahasiswa IPB
Jl. Agatis No 1 Gedung PKM samping GOR Lama IPB Darmaga
Phone : 0251-423215 (Ika)#$#ae9faec18146618f6f35b8cf8a03f5f6###69f59a0b6f5a11f5791b72188795340b###ID###2006-05-11 00:00:00###Umbi Suweg Berpotensi Sebagai Pangan Diet### Hasil penelitian Ir Didah Nur Faridah, MSc, staf pengajar Departemen Ilmu dan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB)menunjukkan, umbi suweg berpotensi sebagai pangan alternatif diet bagi penderita diabetes millitus karena nilai IG-nya cukup rendah yaitu sebesar 42. ”Berdasarkan kajian inilah umbi suweg termasuk dalam bahan pangan yang memiliki nilai IG rendah (< 55),” kata Didah pada Prohumasi IPB.

Cara mengetahui nilai IG yakni dengan mengukur peningkatan kadar glukosa dalam darah 2 jam setelah makan dengan interval 30 menit. Bahan pangan yang memiliki IG rendah dapat dijadikan sebagai pangan alternatif pencegahan yang murah untuk terapi diet penderita diabetes melitus. Sebab, pangan dengan IG rendah bisa menekan peningkatan kadar gula darah penderita.

Kelebihan lain umbi suweg, kandungan serat pangan, protein dan karbohidratnya cukup tinggi yaitu berturut-turut 13,71 persen, 7,20 persen dan 80 persen dengan kadar lemak yang rendah sebesar 0,28 persen. Konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.

Masyarakat Philipina telah memanfaatkan tepung umbi suweg sebagai bahan pembuat roti. Bahan pangan lain yang berpotensi sebagai diet bagi penderita diabetes millitus antara lain ubi jalar, umbi garut, dan kacang merah.

Proses pembuatan tepung suweg ( Amorphophallus campanulatus B) dilakukan dengan cara kering. Caranya, umbi yang dicabut dari akarnya kemudian dibersihkan, dikupas dan di cuci dengan air bersih. Selanjutnya umbi suweg diiris tipis-tipis dan dikeringkan dengan oven pada suhu 50 derajat celsius selama 18 jam. Kemudian diblender dan diayak sampai diperoleh ukuran tepung 60 mesh. Dari proses ini diperoleh kripik umbi suweg kemudian digiling untuk menghasilkan tepung. (ris) #$#3356c9bb2b5567fcb2f2713336f4abfb###60b466cf79af5ff3c03d0239f64050d8###ID###2006-05-15 00:00:00###Pengaruh Kapasitas Manajemen Kewirausahan dalam Membentuk Kinerja Pemerintah di Daerah###Ceramah Tamu: Ir. Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo, di Gedung Program Manajemen dan Bisnis (ProMB - IPB) , (2/5), Bogor.

Kinerja menjadi tujuan utama manajemen publik. Reformasi administrasi publik yang terjadi selama dua puluh lima tahun belakangan ini fokus pada konsep kinerja dan efektivitas. Gerakan pembaharuan administrasi publik baik yang disebut New Public Management (NPM) atau reinvention adalah upaya mencari jalan untuk meningkatkan kinerja (Moynihan and Pandey, 2003).

Pada pertengahan hingga akhir sembilanpuluhan berkembang pemikiran tentang pentingnya kinerja pemerintahan di kalangan akademisi maupun praktisi. Michel Porter dengan bukunya ”The Competitive Advantage” memperkenalkan konsep tentang keunggulan bersaing. Kinerja pemerintah yang meningkat dipandang seabagai competitive advantage bagi kinerja perekonomian suatu Daerah/Negara dan diyakini akan meningkatkan kinerja masyarakat. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat telah lama menaruh perhatian terhadap pentingnya kinerja. Pada pemerintahan Clinton tahun 1992 dibentuk National Performance Review, semacam tinjauan akhir tahun yang memfokuskan pada penilaian dan evaluasi sampai seberapa jauh capaian kinerja pemerintah. Kemudian pada tahun 1993 dikelarkan peraturan yang dikenal dengan Government Performance Act and Result.

Kinerja dan pengukurannya dari waktu ke waktu mengalami pergeseran. Sebelumnya kinerja difokuskan pada pengelolaan input secara benar, efesiensi dan efektivitas. Sekarang ini telah bergeser menuju tataran yang lebih maju yaitu berorientasi pada outcome. Tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik dan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah telah memicu bergesernya orientasi pengukuran kinerja. Kinerja tidak lagi semata-mata difokuskan pada aspek efesiensi dan efektivitas tetapi telah masuk ke wilayah outcome yaitu dampak dari suatu kinerja. Indikator kualitas hidup menjadi indicator utama kinerja pemerintah. Human Development Index (HDI) adalah ukuran kinerja yang diakui dunia dan dipraktekkan sebagai ukuran kinerja. Seyogyanya pemerintah daerah di Indonesia juga harus peka terhadap HDI. Saat ini Daerah lebih bangga dengan PDRB dan GNP per kapita yang besar. Padahal PDRB dan GNP tidak menggambarkan kemakmuran masyarakat yang sesungguhnya. HDI lebih adil sebagai ukuran capaian prestasi pemerintah.

Pemerintah Daerah yang mampu memajukan daerahnya biasanya diikuti dengan HDI yang tinggi. HDI yang tinggi selalu berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Kami mengambil kasus HDI di Provinsi Gorontalo. Pada tahun 2002 HDI Provinsi Gorontalo menempati peringkat 26 dari 30 provinsi yang ada di Indonesia. Di bawah Jawa Timur (peringkat 25) di atas NTT, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Papua. Untuk ranking HDI tingkat kabupaten/kota tahun 2002, Kota Gorontalo menempati ranking 112 (HDI 66,7), Kabupaten Gorontalo 215 (HDI 64,7), Kabupaten Boalemo 246 (63,9). Dibandingkan dengan HDI Nasional sebesar 65,8 hanya Kota Gorontalo yang telah melampaui HDI Nasional. Ini artinya semua pemerintah daerah di provinsi Gorontalo sudah tidak bisa ditawar lagi harus meningkatkan kinerjanya dan dapat diukur lewat outcome.

Apa dampak dari suatu kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap masyarakat. Berapa banyak lapangan kerja yang berhasil disediakan? Berapa banyak keluarga pra sejahtera dan sejahtera 1 yang dapat naik kelas menjadi keluarga sejahtera? Berapa besar peningkatan produktivitas hasil pertanian dan tingkat kesejahteraan petani? Berapa besar index gini di Gorontalo? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah berkaitan dengan dampak atau outcome penyelenggaraan pemerintahan.

Tiga indicator HDI yaitu pendidikan, kesehatan, dan daya beli itu merepresentasikan keberhasilan pembangunan manusia yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Hasil kerja pemerintah daerah akan terlihat pada:

• Seberapa jauh tingkat pendidikan warganya?

• Seberapa tinggi tingkat kesehatan warganya?

• Seberapa besar daya beli warganya?

Jika pemerintah daerah tidak berhasil meningkatkan pendidikan, kesehatan dan daya beli masyrakatnya maka apa yang mereka lakukan tidak ada gunanya.

Pemahaman terhadap kinerja pemerintah daerah yang lebih baik dalam perspektif performance action (prestasi aksi) dan performance achievement (prestasi hasil) (Dubnick 2003) diperlukan agar pemerintah daerah memanfaatkan kompetensinya untuk mencapai produktivitas. Adanya kompetensi dan produktivitas akan memungkinkan pemerintah daerah mampu untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang paling fundamental yaitu: (1)Kebutuhan dasar dan; (2) Kebutuhan pengembangan usaha masyarakat dapat dilakukan.

Tavits (2002) memaparkan bahwa kinerja pemerintah itu memiliki dua dimensi yaitu policy activism – suatu orientasi yang mengedepankan pada kebijakan kebijakan apa saja yang diambil dan bagaimana kaitannya dengan konstituen atau citizen dan administrative effectiveness – suatu orientasi yang mengedepankan pentingnya efektivitas administrative

Tipologi Kinerja Pemerintah menurut Tavits

Berdasarkan tipologi kinerja yang dibuat oleh Tavits dapat diduga sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia masih berada dalam kategori Unreformed Government mereka menjalankan pemerintahan as business as usual tidak memperhatikan efektivitas administrasi dan tidak mempunyai arah kebijakan yang jelas, hendak dibawa kemana rakyat didaerah yang dipimpinnya. Sementara yang hendak dituju adalah dynamic government pemerintah yang memiliki kebijakan jelas dan administrasi penyelenggaraan pemerintahan yang efektif. Ini adalah pemerintahan yang ideal. Skenario yang paling memungkinkan adalah mengarahkan kinerja pemerintah daerah yang ada sekarang ini menuju ke pemerintahan yang efesien (efficient government). Ini dikenal dengan pemerintahan yang pelit yang tidak bisa menoleransi adanya kebocoran resources. Pemerintahan yang populis memang cenderung menyenangkan rakyat, kebijakan yang dibuat pro rakyat tapi untuk mengeksekusi kebijakan tersebut dibutuhkan resources yang sangat besar. Oleh karena itu target jangka menengah adalah mentransformasikan unreformed government menuju ke efficient government yang dalam jangka panjang akan sampai pada dynamic government. Oleh karena itu kualitas output dan outcome penyelenggaraan pemerintahan harus baik.

Anggaran Berbasis Kinerja alat untuk meningkatkan Kinerja Pemerintah Darah

Anggaran berbasis kinerja berpegang pada tiga prinsip yaitu Economy, Efficient, Effective.

• Economy – memperhatikan kepantasan penggunaan input. Misalnya: Dinas Kesehatan Kabupaten A untuk memberikan suatu pelayanan kesehatan kepada 1000 penduduk diperlukan 10 X input. Sedangkan rata-rata nasional input yang digunakan untuk melayani 1000 penduduk adalah 7 X. Dengan demikian dapata dikatakan bahwa Dinas Kesehatan A tidak ekonomis dibandingkan dengan rata-rata nasional.

• Efficient – membandingkan input atas output. Kabupaten A menggunakan 5X input untuk menghasilkan 10X output. Sementara Kabupaten B hanya menggunakan 3X input untuk menghasilkan 10X output maka kabupaten B lebih efesien dibandingkan dengan kabupaten A.

• Effective – yaitu membandingkan outcome atas output. Misal kabupaten A membangun pusat perbelanjaan senilai 500X berhasil menciptakan 500 lapangan kerja dan memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah sebesar 100X. Sedangkan kabupaten B membangun saluran irigasi dan system pompanisasi senilai 250X telah berhasil mengairi sawah 2000 ha tanah pertanian dan menyediakan 2000 lapangan kerja serta memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah sebesar 200X maka program kabupaten B lebih efektif.

Kinerja yang baik harus didukung oleh anggaran berbasis kinerja yang secara ketat memegang prinsip 3 E (ekonomis, efesien, dan efektif) dan berorientasi pada outcome (dampak). Kinerja pemerintah daerah yang baik diyakini akan menghasilkan sesuatu yang dianggap bernilai tinggi oleh masyarakat (baik public goods maupun pelayanan). Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mencapainya yaitu:

1. Menjalankan prinsip-prinsip high performance government (pemerintah yang berkinerja tinggi).

2. Mengembangkan kapabilitas.

Prinsip-prinsip high performance government adalah: fokus pada klien atau warganegara; berorientasi pada outcome; akuntabel; inovatif dan luwes; bersikap terbuka dan siap bekerjasama dengan siapa saja; penuh perhatian.

Kapabilitas yang perlu dikembangkan adalah mencakup: dibidang strategi dan pembuatan kebijakan; organisasi dan desain proses kerja; manajemen kinerja; menjalin kemitraan; kemampuan memasarkan dan menjalin hubungan dengan klien; procurement dan logistic; manejemen human capital; dan manajemen informasi.

Ini menuntut pemerintah daerah senantiasa mengalokasikan anggaran yang memadai untuk memberikan pelatihan yang berkesinambungan guna meningkatkan kapabilitas sumberdaya manusia supaya mampu menjalankan prinsip-prinsip bagi terwujudnya high performance government yang juga berarti public governance atau pemerintahan yang amanah.

Potret Kinerja Pemerintah Daerah kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo

Bagi Daerah yang sedang berkembang seperti Gorontalo peran Pemerintah Daerah sangat besar dalam memajukan Daerah. Pemerintah Daerah menguasai resources, pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan, sementara peran masyarakat dan swasta masih relative kecil. Jika pemerintah daerah tidak mampu mensinergikan ketiga komponen yaitu resources, kebijakan dan implementasi kebijakan maka tidak ada gunanya semua yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Untuk itu pemerintah daerah harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya kinerja. Jika saat ini sebagian besar pemerintah daerah yang ada di provinsi Gorontalo dinilai masih berada pada kategori unreformed government di mana belum memiliki kebijakan yang jelas dan administrasi pemerintahan yang belum efesien maka secara gradual harus dilakukan langkah-langkah pembaharuan setidaknya dimulai dari penataan administrasi agar kinerjanya semakin baik yang terukur baik dari aspek ekonomi, efesiensi dan efektivitas. Selain itu mulai merancang arah kebijakan pemerintah daerah, yaitu Rencana Stratejik Daerah yang dapat memenuhi akuntabilitas politik dan manajerial.

Sangat disadari Rencana Stratejik adalah sesuatu yang baru bagi daerah dan daerah belum memahami sepenuhnya makna renstra maka seringkali renstra tersebut lebih condong menjadi dokumen politik ketimbang “business plan” seperti yang kita kenal di dalam organisasi swasta. Dengan renstra yang mampu memenuhi akuntabilitas politik dan manajerial dan administrasi pemerintahan yang efektif maka transformasi dari unreformed government menuju dynamic government dapat dilakukan.

Pembenahan yang relative radikal yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo terutama pada aspek kapasitas manajemen kewirausahaan telah menghasilkan suatu perubahanyang signifikan.

Kemampuan Aparatur Pemerintah Daerah dalam menerapkan kaidah-kaidah NPM terekam dalam sejumlah tindakan dan kebijakan semenjak tahun 2002 hingga sekarang. Tahun 2002 Provinsi Gorontalo berhasil menyusun Rencana Stratejik Daerah untuk diimplementasikan mulai dari tahun 2002 sampai dengan 2006. Pada tahun tersebut mulai dilakukan konsolidasi dan pencanangan tonggak gaya penyelenggaraan pemerintahan berorientasi pada New Public Management.

Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menerapkan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, mempelajari anggaran berbasis kinerja, merekrut tenaga kontrak sarjana strata 1 akuntansi untuk merintis pengadaan tenaga trampil bidang keuangan daerah. Ini dilakukan dengan meminta asistensi BPKP dan outsourcing dari pemerintah pusat agar kapasitas tenaga ahli bidang keuangan daerah memadai.

Hasil dari terobosan tersebut adalah pada tahun 2002 Provinsi Gorontalo berhasil menerbitkan Laporan Keuangan Tahunan yang diaudit oleh BPK setelah diajukan ke DPRD dan laporan keuangan tersebut mendapat kualifikasi Wajar Tanpa Syarat (WTP), selain itu Provinsi Gorontalo juga mulai melakukan restrukturisasi kelembagaan keuangan daerah.

Langkah yang dilakukan diawali dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Nomor 39 Tahun 2002 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. Perda ini menetapkan bahwa laporan keuangan harus melampirkan:

- Perhitungan APBD

- Nota Perhitungan APBD

- Income Statement (Laporan rugi laba)

- Laporan aliran kas

Kemampuan Provinsi menerapkan anggaran berbasis kinerja (performance budgeting), dimana yang ditonjolkan dalam sisstem ini adalah bahwa dalam pelaksanaan keselurunan kegiatan pemerintahan (kinerja pemerintah daerah) harus dapat diukur dan dinilai dengan angka telah menarik Pemerintah Pusat dan menjadikan Gorontalo sebagai pilot proyek SKAD nasional. Pada tahun 2003 Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menerapkan anggaran berbasis kinerja sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No 59 Tahun 2004. Pada tahun 2005 Provinsi Gorontalo sudah mempublikasikan secara on line laporan keuangan daerah. Selain itu juga sudah menerapkan anggaran berbasis kinerja seperti yang diamanatkan oleh UU No 17 tahun 2003.

Untuk meningkatkan kapasitas SDM bidang keuangan dibuka pendidikan D 3 akuntansi Keuangan Daerah bekerjasama dengan STAN dan Departemen Keuangan. Pendidikan Ahli Keuangan Daerah angkatan pertama diikuti oleh 35 orang karyawan pemeriantah provinsi. Peningkatan SDM terus berlanjut pada tahun 2004 mulai dirintis pendidikan pasca sarjana Keuangan Daerah bekerjasama dengan Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada. Angkatan pertama diikuti oleh 35 orang karyawan Pemerintah Provinsi. Reformasi keuangan daerah dilanjutkan dengan melakukan reorganisasi unit-unit keuangan yang ada yang kemudian dilebur ke dalam Badan Keuangan Daerah. Pada tahun 2004 dilakukan penggabungan Biro Keuangan dan Dipenda menjadi Badan Keuangan Daerah yang berperan sebagai CFO (Chief Financial Officer) yang lazim dikenal di sektor swasta. Untuk meningkatkan kinerja daerah, para kepala dinas sebagai pengguna anggaran menandatangani kontrak kinerja karena mereka adalah Chief Operational Officer.

Pada tahun 2004 Provinsi Gorontalo menerapkan dan mengujicoba Tunjangan Kinerja Daerah yang diberikan kepada pegawai di lingkungan provinsi Gorontalo tanpa membebani anggaran. Untuk mendapatkan landasan akademis berkaitan dengan pelaksanaan Tunjangan Kinerja Daerah pada tahun 2005 dilakukan evaluasi dan dilakukan penelitian tentang uji coba instrument penilaian prestasi kerja pegawai Pemerintah Dearah Provinsi Gorontalo untuk menggantikan penilaian model DP3

Dalam upaya memangkas red tape dalam keuangan daerah, pemerintah Provinsi Gorontalo telah melakukan terobosan pada sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Mulai tahun 2003 mulai dilakukan langkah penyederhanaan system dan prosedur pengelolaan keuangan. Otorisasi pengeluaran keuangan dibagi berdasarkan besaran uang yang dikeluarkan. Jika pada tahun 2002 terdapat 33 tahapan untuk melakukan otorisasi pada tahun 2006 tinggal tiga tahapan. Peningkatan kapasitas manajemen ini telah berhasil meningkatkan kinerja pemeritnah daerah dari perspektif indeks pembangunan manusia. Tabel dibawah ini adalah Output yang dihasilkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan manusia melalui tiga bidang kegiatan yaitu ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Kinerja Pembangunan Manusia di Propinsi Gorontalo

Dalam bidang ekonomi kinerja pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan perkemangan yang signifikan. Arah pemangunan Pemerintah Provinsi Gorontalo adalah menuju percepatan untuk mengejar ketertinggalan melalui stragi pembangunan yang bertumpu pada tiga bidang yaitu pertanian dengan platform pengembangan ekonomi jagung, perikanan dengan platform peningkatan jjumlah dan nilai ekonomi perikanan dan pembangunan sumber daya manusia.

Kinerja sector perikanan pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Pada tahun 2000 produksi ikan secara keseluruhan mencakup dari perairan tangkap, budidaya perairan laut dan tawar baru 20.712,40 ton. Pada tahun 2004 telah berkembang menjadi 43.286,60 ton, meningkat 109 persen dalam waktu lima tahun atau rata-rata setiap tahun sebesar hampir 22 persen. Nilai produksi ikan pada tahun 2004 di Gorontalo mencapai 43.286,60 ton setara dengan Rp 165.992.187.000.

Kebijakan pengembangan perikanan dan kelautan melalui sebelas model pengembangan perikanan dan kelautan berhasil melakukan perbaikan harga ikan dari Rp 4.880 per kilogram menjadi Rp 5.550 per kilogram atau meningkat sebesar 13,73 persen

Kinerja Pemerintahan yang Baik adalah komitmen pemerintah nasional Semenjak diberlakukannya otonomi pada Januari 2001 pemerintah nasional mempunyai komitmen total agar kinerja pemerintah semakin baik. Oleh karena itu pemerintah daerah diberi keleluasan untuk mengatur dan mengurus dirinya secara lebih leluasa dan dilengkapi dengan instrument untuk melaksanakan otonomi daerah. Sadar akan kekurangan pada UU No 22 tahun 1999 bahwa kewenangan yang luas harus diikuti dengan tanggungjawab yang besar maka UU tersebut disempurnakan menjadi UU No 32 tahun 2004.

UU ini memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada daerah agar dapat mewujudkan kesejahteraan masayarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat. Oleh karenanya pemerintah nasional juga menetapkan ketentuan agar Daerah berkinerja baik. Daerah dapat dihapus dan digabung dengan daerah lain apabila Daerah yang bersangkutan tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah, berarti juga tidak dapat menunjukkan kinerja yang baik (Pasal 6 UU No 32 Th 2004).

Kinerja dan Pengukuran Kinerja saat ini masih belum dipahami secara merata oleh para penyelenggara pemerintahan di daerah. Pemerintah di daerah dijalankan ‘as business as usual’ sehingga resources yang sangat terbatas tidak dapat dimanfaatkan secara cermat sehingga memberi dampak optimum bagi masyarakat. Padahal dengan kewenangan yang sangat luas seperti yang ada pada pasal 13 dan pasal 14 UU No. 32 th 2004 Daerah diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Daerah dapat menggunakan pendekatan yang tidak konvensional seperti pendekatan New Public Management (NPM) melaksanakan kewenangan tersebut. Pendekatan Kewirausahaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat digunakan agar kinerja pemerintah daerah memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Kecenderungan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerinatahan Daerah adalah overhead cost Pemerintah Daerah yang tinggi. Ini telah menyerap resources yang sangat terbatas untuk pembiayaan eksekutif dan legislative Daerah. Akibatnya tinggal sedikit resources yang tersisa untuk kegiatan pelayanan. Ini dapat dilihat pada belanja public yang tidak terlampau besar dibandingkan dengan belanja aparatur.

Rencana-rencana alokasi dana dalam APBD adalah cerminan Kebijakan Daerah. APBD sering disusun kurang transparan dan kurang aspiratif terhadap aspirasi masyarakat ehingga kurang mampu menghasilkan output (produk dan kebijakan), hasil (intermediate outcomes) dan dampak (final outcome) yang dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial dan ekonomi serta kurang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Manajemen resources berupa penggunaan input dan pengelolaannya untuk menghasilkan output dan outcome masih belum mengedepankan inovasi dan kreativitas serta tidak fokus.

Kinerja pemerintahan dalam kenyataan selalu dilihat dari tiga sudut pandang yakni: (1) sudut pandang tradisi administrasi public (public administration tradition) – yang menekankan pada dua hal yaitu bagaimana kinerja itu dirumuskan dan bagaimana kinerja itu diukur; (2) sudut pandang pendapat umum (public opinion as base line), hasil akhir dari kinerja pemerintah adalah opini public. Publik yang akan menilai apakah yang telah dilakukan oleh pemerintah itu baik atau buruk tergantung pada public; (3) sudut pandang demokrasi (democratic performance). Kinerja pemerintah akan dilihat dari sisi seberapa besar efektivitas dan ketanggapan pemerintah terhadap isu-isu yang mengemuka di masyarakat dan biasanya bersifat jangka pendek. Kepekaan terhadap tuntutan konstituen dan efesiensi penggunaan resources untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah menentukan kualtias kinerja (Tavis, 2002).

Meskipun pemerintah telah menetapkan ukuran-ukuran kinerja yang jelas tetap saja masyarakat akan menilai apakah pemerintah tanggap terhadap isus-isu yang berkembang di masyarakat dan efesiensi penggunaan resources untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Oleh karena itu ke depan pemerintah daerah dituntut untuk lebih professional terutama dalam menerapkan NPM tetapi juga cerdas dalam membangun citra dirinya sehingga opini public yagn berkembang mengatakan bawha pemerintah berkinerja baik. Ini dapt dicapai jika pemerintah daerah mampu menunjukkan democratic performance yaitu sejauh mana kepekaan pemerintah derah terhadap permintaan konstituen dan efesiensi penggunaan resources untuk memenuhi tuntutan tersebut. Sudah saatnya pemeritnah daerah mulai secara konsisten melaksanakan Anggaran berbasis Kinerja, yaitu yang menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang diinginkan. Melalui proses anggaran kinerja, pemerintah kota/kabupaten menetapkan keluaran-keluaran dan masing-masing program pelayanan. Kemudian pemerintah daerah membuat target pencapaiannya. Usulan anggaran dipresentasikan oleh walikota/bupati kepada DPRD berdasarkan target yang telah diproyeksikan tersebut. Data perbandingan memungkinkan DPRD dapat memahami hasil yang akan dicapai melalui tingkatan pengeluaran yang berbeda. Dengan demikian pengeluaran dapat diprioritaskan dan unit kerja dapat bertanggungjawab terhadap hasil (outcomes).(man) #$#0876bef824b13b1a7f921cbb3bd933cc###71728fc35839e14d83e5a2b91c464622###ID###2006-05-15 00:00:00###Penanaman dan Pohon Asuh TEDC (The Earth Day Celebration, “ Alamku Masa Depanku”)### Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Sc, Wakil Rektor III Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penanaman pertama dalam kegiatan Penanaman dan Pohon asuh yang diprakarsai oleh BEM KM, BEM FAKULTAS, HIMPRO dan UKM se-IPB. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari TEDC (The Earth Day Celebration, “Alamku Masa Depanku”) yang diadakan di sekitar danau LSI, Kampus IPB Darmaga, (14/5).

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya di IPB dan berakhir sampai disini saja tetapi terus berlanjut kedepannya dan bisa diaplikasikan keluar IPB. “ tutur Dr. Ir. Yusuf dalam pembukaannya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Wakil Rektor II, Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc, Wakil rektor IV, Dr. Ir. Cahyo Wibowo Drh. R.P. Agus Lelana, SpMP.Msi Kepala kantor Prohumasi dan sekitar 84 mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan ini berhasil menanam 15 jenis pohon. Dengan berbekal peralatan yang sederhana seperti cangkul, alat siram, ember, dan kompos, telah tertanam sebanyak 205 bibit pohon yang didapat dari Tlogoarto Nursery (Departemen Silvikultur, IPB).

Dengan akan dibangunnya Fakultas Kehutanan beberapa tahun mendatang di hutan lindung yang sudah menjadi habitat satwa burung, penanaman dan pohon asuh ini diadakan sebagai back up atau sebagai habitat pengganti bagi burung-burung tersebut. Selain itu juga sebagai pioneer bagi mahasiswa-mahasiswa yang lain agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan ini semacam suren leuweung (Toona sp) 25 bibit, kenari (Cannarium commune) 10 bibit, vatika ( Vatika wallichii) 50 bibit, tanjung ( Mimusops elengi) 5 bibit, pulai (Alstonia scholaris) 10 bibit, kisereum 10 bibit, eboni (Diospiros celebica) 20 bibit, matoa (Pometia pinnata) 5 bibit, kayu putih (Malarica tajuputi) 5 bibit, bayur 10 bibit, merbau (Intsia bijuga) 20 bibit, ketapang (Terminalia cattapa) 5 bibit, manglid (Magnolia sp) 10 bibit, keruing (Dipterocarpus trinerfis) 5 bibit, suren (Toona sureni) 15 bibit.(zul) #$#4d23c97022cdcad3bcf39343081eec35###60fdfc9d3e6a2d235e0716356009d921###ID###2006-05-15 00:00:00###Sampurno: Budaya Bersih Solusi Keamanan Pangan Indonesia###Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), H. Sampurno mengatakan minimal 50 persen masyarakat Indonesia membiasakan budaya hidup dan makan makanan bersih, maka hal ini cukup sebagai solusi keamanan pangan nasional. “Banyak penyakit disebabkan perlaku tidak bersih dan makanan yang tidak terjamin higienisannya, seperti penyakit hepatitis yang tinggi,” kata Sampurno usai penandatanganan Memorendum of Understanding (MOU) antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan BPOM RI Senin (15/5) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Sosialisasi perilaku sehat dan isu keamanan pangan bukan hanya tugas BPOM, namun juga tugas semua pihak terutama pemerintah kota dan kabupaten. “Perlu dilakukan inspeksi keamanan pangan pada industri-industri pangan kecil di wilayah kota dan kabupaten. Untuk keperluan itu, BPOM telah mengangkat 2000 pengawas, akan tetapi tugas mereka belum optimal karena ketiadaan dana dan kerjasama yang belum erat dengan pemerintah kota atau kabupaten masing-masing wilayah,” jelas Sampurno

Industri kecil memeiliki peran strategis, menyerap lapangan kerja yang cukup besar dan bisa bertahan dalam krisis ekonomi.

Strategi BPOM RI kedepan mencakup sebagai mediator antara pihak industri, dan uruan tinggi, pengolahan makanan yang memenuhi standar kebersihan serta sosialisasi budaya bersih. ”Berkaitan dengan hal itu, BPOM menjalin kerjasama dengan IPB sebagai patner bijak lestari dalam bidang keamanan pangan, penyelenggaraan pelatihan, reabsorbsi hasil penelitian dan lain-lainnya,” ujar Sampurno.

Rektor IPB, Prof. Dr. Ir Ahmad Ansori Mattjik, menyambut gembira kerjasama ini. ” Kerjasama ini semoga bisa menjembatani antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah terutama dalam penanganan keamanan pangan nasional,” kata Rektor IPB dalam sambutannya.

Setelah acara penandatanganan MOU, Rektor IPB dan Kepala BPOM meninjau kebun percobaan obat-obatan milik Pusat Studi Biofarmaka IPB di Cikabayan, lokasi South East Asian Food and Agriculture Science and Technologi (SEAFAST) Center dan Rumah Sakit Hewan IPB. Di kebun percobaan IPB, Sampurno menanam tanaman buah merah ( Pondanus conoideus) asal Papua dan Rektor IPB yang diwakili Wakil Rektor IV , Dr Asep Saefudin menanam tanaman Makasar asal Kalimantan yang berguna untuk menyembuhkan penyakit malaria. (ris) #$#c16eef678cc33d72d7737acb9c282ce8###df59fad5f5aae3dd0716ec8f63cfbe43###ID###2006-05-15 00:00:00###Prospektif, Nira Aren dan Kelapa sebagai Pakan Ternak Lebah Madu###Nira aren dan kelapa terbukti mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan sebagai pakan lebah." Dengan pakan nira aren dan kelapa produksi madu meningkat, karena kedua nira tersebut tersedia berkesinambungan sepanjang tahun dibanding tanaman lain yang berbunga musiman," ungkap Erwan, Mahasiswa S3 Ilmu Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam sidang terbukanya bertajuk 'Pemanfaatan Nira Aren dan NIra Kelapa serta Polen Aren sebagai Pakan Lebah untuk Meningkatkan Produksi Madu Apis cerana Di Kabupaten Lombok Barat, Selasa (12/6) di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Komisi pembimbing yang menguji sidang terbuka tersebut antara lain Prof Sihombing, Dr Asnath Maria Fuah, dan Dr Soesilawati Hadisoesilo.

Di Kabupaten Lombok Barat -tempat penelitian Erwan- terdapat 1.506 koloni lebah yang dipelihara peternak. Rata-rata peternak memiliki 10 koloni yang dapat menghasilkan 70 kilogram per tahun. Kalau harga 1 kilogram madu sebesar Rp 50.000,- maka pendapatan per tahun Rp 3,5 juta.

"Jika peternak memberikan pakan lebah berupa nira aren dan kelapa ditambah polen aren, produksinya meingkat menjadi 12 kilogram per koloni. Sehingga pendapatan per tahunnya menjadi Rp 5,4 juta setelah dikurangi biaya nira Rp 450 ribu," kata Erwan.

Sistem penyediaan nira yang digunakan Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Mataram ini menggunakan piringan plastik dengan jarak efektif dari kotak sarang, satu meter.

"Umumnya peternak memberi pakan lebah yang diletakkan di dalam kotak sarang langsung. Hal ini malah menyebabkan kecilnya ukuran koloni dan rendahnya produksi madu," tambahnya.

Mutu madu yang dihasilkan bagus, mengandung kadar air, gula pereduksi, sukrosa, enzim diastase, hidroksimetil fulfural dan keasaman yang memenuhi standar persyaratan madu SNI 01-3545-2004.(ris) #$#72a8cf8105bc27e4abf51f1bfa708c7a###d264983e36c673087dcb30f899bb5c0d###ID###2006-05-17 00:00:00###Kutai Kartanegara Gandeng IPB dalam Pengembangan Jarak Pagar###Kabupaten Kutai Kartanegara menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan Jarak Pagar. Kerjasama dituangkan dalam MOU yang ditandatangani oleh Bupati Kutai Kartanegara, Prof. Syaukani HR. MM dengan Rektor IPB, Prof. H.A.A.Mattjik, M.Sc., (16/5) di Hotel Salak, Bogor.

Penandatanganan dikakukan pada pembukaan kegiatan workshop ”Pendirian Kebun Bibit Sumber, Demplot dan Feasibility Study untuk Perkebunan Jarak Pagar (Jatropha Curcas Linn) yang digelar oleh Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi - Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM –IPB) /Surfactant and Bioenergy Research Centre (SBRC – LPPM IPB).

Gubernur Kutai Kartanegara dalam sambutan mengatakan, kerjasama yang dilakukan taklain untuk memberikan solusi krisis bahan bakar dengan pengadaan bahan bakar minyak nabati jarak pagar di samping Kelapa Sawit.

”Kita akan mencoba menganalisa mana yang lebih mendukung dan menjanjikan diantara Kelapa Sawit dan Jarak Pagar. Jika Jarak pagar lebih efektif dan efisien maka kita akan mencoba untuk membudidayakannya,” ujarnya.

Menurutnya, jarak pagar yang bisa hidup pada lahan-lahan kritis dan marginal tersebut sesuai dengan potensi lahan yang dimiliki oleh Kabupaten Kutai yang memiliki lahan kritis seluas 23.015 Ha dan lahan fungsional 504.271 Ha.

Selain potensi lahan, ada beberapa faktor pendukung lainnya, yaitu kondisi agroklimat yang memadai, adanya kebijakan pemerintah melalui program Gerbang Dayaku Tahap II dan aspirasi masyarakatnya mendukung.

”Dengan potensi yang kita miliki itu dimungkinkan untuk mengembangkan jarak pagar di Kabupaten Kutai,” ujarnya.

Beliau menjelaskan, dari aspek ekonomi pengembangan jarak pagar akan memberikan dampak positif bagi semua pihak, terutama petani dan masyarakat di sana.

Diantarnya, akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat, menunjang usaha konservasi lahan terutama dalam pemanfaatan lahan-lahan kritis dan marginal.

”Budidaya jarak pagar di Kutai juga bisa dilakukan pada lahan-lahan pasca penambangan batu bara. Dengan seperti itu diharapkan Pendapatan Asli Daerah juga akan terdongkrak,” paparnya.

Namun, salah satu hal terpenting sebagaimana dikatakannya, investor yang mengembangkan jarak pagar dan petani harus memiliki hubungan yang baik dalam meningkatkan pendapatan.

”Investor terkait yang menangani budidaya jarak pagar di Kutai Katanegara, harus sesuai dengan kepentingan masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan petani di sana.

Sementara, Rektor IPB dalam kesempatan yang sama mengatakan, IPB sebagai lembaga institusi perguruan tinggi pertanian di Indonesia telah dapat membudidayakan berbagai bibit unggul terbaik, salah satunya jarak pagar.

”Bukan itu saja mesin pengolahannya dengan kapasitas 30-40 kg sudah bisa dibuat juga. Dengan potensi yang ada, mudah-mudahan pengadaan bahan bakar nabati bisa dengan cepat dapat direalisasikan,” ujarnya.

Rektor IPB juga mengharapkan, budidaya jarak yang telah diatur dalam kebijakan peraturan pemerintan dan inpres itu bisa dibudidayakan oleh masyarakat luas.

”Saya mengharapkan tanaman jarak pagar bisa ditanam di pekarangan rumah warga, sehingga kedepannya akan lebih membudaya. Dari aspek ekonomi juga akan membantu mereka,” ujarnya. (man/ris) #$#a7a1130237c38d3d49ab3717acb5d0b5###6c53240ad89244ba932b60eb3160a87c###ID###2006-05-17 00:00:00###Lima Miliar Per Tahun Disediakan IPB untuk Beasiswa Mahasiswa tak Mampu### Guna membantu kelanjutan studi para mahasiswanya, khususnya yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan, Institut Pertanian Bogor (IPB) harus menyediakan dana sebesar Rp5 miliar per tahun yang diperuntukkan untuk beasiswa, khususnya mahasiswa berprestasi yang mengalami keterbatasan finansial untuk menuntaskan studinya.

"IPB harus menyediakan tidak kurang dari Rp5 miliar untuk beasiswa bagi para mahasiswa agar bisa melanjutkan studinya, dan ini harus dilakukan dengan kerja keras, termasuk mendapatkan bantuan dari yayasan, perusahaan dan pemerintah daerah," kata Wakil Rektor (WR) IV IPB, Dr Ir Asep Saefuddin, MSc di Bogor, Selasa (16/5).

Ia mengemukakan hal itu usai pemberian beasiswa dari "Tanoto Foundation" kepada 300 mahasiswa enam perguruan tinggi yakni IPB, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Riau (UNRI) dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Secara simbolis pemberian beasiswa itu diserahkan Ketua "Tanoto Foundation" Ibrahim Hasan kepada Rektor IPB, Prof Dr Ahmad Ansori Matjjik, MSc.

Menurut Asep Saefuddin, untuk kebutuhan beasiswa bagi mahasiswa sebesar Rp5 miliar per tahun itu, tidak mungkin disediakan sendiri dari anggaran IPB, sehingga mau tidak mau dilakukan usaha-usaha untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari kalangan Pemda, industri maupun yayasan-yayasan yang mempunyai alokasi bantuan pendidikan. Ia mengemukakan, dari 3.000 mahasiswa setiap tahun yang diterima di IPB sebanyak 60 persennya adalah dari keluarga menengah ke bawah. "Jadi, setiap tahun 1.800 mahasiswa mesti disubsidi melalui beasiswa itu," katanya.

Selain itu, kata dia, IPB juga mengalokasikan beasiswa untuk 300-an mahasiswa yang keluarganya tertimpa musibah bencana gempa dan tsunami di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

"Makanya, sumbangsih 'Tanoto Foundation' yang memberikan beasiswa kepada sejumlah perguruan tinggi termasuk kepada mahasiswa IPB ini sangat membantu bagi mahasiswa yang berprestasi akademik namun ada keterbatasan dalam masalah finansial untuk keberlanjutan studinya," katanya.

"Kalau yayasan yang dibentuk dunia industri punya kepedulian semacam ini, maka masalah keberlangsungkan studi mahasiswa yang mengalami keterbatasan finansial dapat diminimalisir," tambahnya.

Sementara itu, Ketua "Tanoto Foundation" Ibrahim Hasan menjelaskan, pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu adalah salah satu wujud nyata yayasan itu untuk ikut berpartisipasi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Perjanjian kerjasama untuk periode lima tahun ini merupakan perjanjian payung, yang meliputi antara lain pemberian beasiswa dan dukungan dana penelitian," katanya.

Untuk masa mendatang, kata dia, diharapkan dapat dilanjutkan dengan berbagai perjanjian kerjasama lain, yang lebih mengacu pada jenis kegiatan secara spesifik.

"Di bidang penelitian, kami percaya bahwa banyak pakar dan peneliti Indonesia yang memiliki kemampuan setara dengan mereka di luar negeri, sehingga dukungan pada bidang ini diharapkan akan dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia untuk jangka panjang," katanya.

Sedangkan Direktur Eksekutif "Tanoto Foundation", Ratih SA Loekito menambahkan bahwa beasiswa itu diberikan hingga mahasiswa menyelesaika studinya.

Besaran beasiswa yang dialokasikan senilai Rp3 juta per semester dan masih ditambah dengan "living cost" senilai Rp500 ribu per bulan. "Tapi, kita juga memantau agar penerima beasiswa dapat memenuhi persyaratan yang kita tetapkan, dan yang paling utama adalah menjaga prestasi akademiknya," katanya. (antrara/abi/man) #$#7aea44360558043e2763adfdf4f775e3###a616e853534074bd3fc641142f2ec475###ID###2006-05-18 00:00:00###Kehutanan Butuh Penelitian & Pengembangan###Mengingat semakin berkurangnya pasokan bahan baku kayu untuk dunia industri, maka dunia kehutanan membutuhkan riset dan development dalam mengatasi subsitusi kayu untuk bahan baku perindustrian.

Begitu dipaparkan salah satu pembicara, Presiden Direktur Olympic Group, Eddy Gunawan, pada Lokakarya “Ling and match (Departemen Hasil Hutan) DHH dengan Pihak Pengguna Lulusan,” Rabu (17/5) di Ruang Sylva, Fakultas Kehutanan (Fahutan IPB), Kampus IPB Darmaga, Bogor.

“Pada dasarnya kita tidak membutuhkan lulusan yang memiliki gelar kesarjanaan yang tinggi, yang terpenting adanya penelitian dan pengembangan di dunia kehutanan, serta keahlian-keahlian yang sifatnya dapat diaplikasikan pada dunia kehutanan dan industri,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus bisa menciptakan lulusan yang bisa mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja, khususnya pada kehutanan.

Hal senada juga dikatakan oleh perwakilan Asosiasi Masyarakat Industri Kehutanan, Ir. H.Moch. Wiradadi Soeprayogo.

“Saya mengharapkan akademisi menjadi patokan acuan informasi dunia kehutanan, dan setelah itu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia mengatakan juga, dunia industri dan hutan harus berjalan seiringan, jangan sampai tumpang tindih.

“Seharusnya dunia kehutanan dan industri itu salin terkait dan matching, sehingga industri dapat berjalan lancar dan hutanpun lestari,” ujarnya.

Maka dari itu salah satu pemecahannya, Ia mengatakan harus lahir dari dunia akademisi, dimana harus memberikan input bagi masyarakat dan departemen terkait.

Tentang pentingnnya pengembangan teknologi dan riset juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), Ir. Taufiq Alini.

“Pengembangan tersebut menjadi konsekuensi dunia pendidikan dalam mencari terobosan teknologi yang efisien berkeadilan dan lestari,” ujarnya.

Namun menurutnya, hal tersebut bukan hanya tanggungjawab dunia pendidikan semata, akan tetapi harus dijadikan suatu pemahaman yang utuh bagi masyarakat luas terhadap pengelolaan kehutanan, industri dan aspek-aspek yang terlibat di dalamnnya. (man) #$#dd0eefd1f7c0fbf1eabb09401842f300###15446e1e7c5ba5118a87847248e68808###ID###2006-05-19 00:00:00###Tim Peneliti IPB Segera Kembangkan Budidaya Udang dan Kepiting di Papua###Setelah melakukan survai di dua Kabupaten di Propinsi Papua, yaitu Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak, tim peneliti gabungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa ternyata pada dua daerah itu terdapat potensi sumberdaya perikanan yang dapat dikembangkan, diantaranya budidaya udang, ikan, kepiting, lobster dan moluska.

Menurut Dr Ir Sulistiono, MSc, salah satu anggota tim peneliti IPB di Bogor, Minggu menjelaskan, pada tahun 2007 mendatang tim peneliti berencana akan mengembangkan penerapan konsep pertanian dalam arti luas, terutama pada bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan di Propinsi Papua itu.

Sejumlah peneliti gabungan IPB itu diantaranya adalah Dr Ir Asnath Maria Fuah, MS, Dr Ir Titik Sumarti MC, MS, Dr Ir Syaiful Anwar, MSc, dan Dr Ir Winarso D Widodo, MS. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program "community development" kerjasama antara IPB dengan BP Tangguh yang diperuntukan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan perusahaan tersebut.

Program itu difokuskan pada ada dua hal, yaitu peningkatan ekonomi dengan "leading sector"-nya perikanan, terutama udang dan kepiting, serta sektor pertanian. Mengenai hasil survai tentang konsep dan rancangan program pengembangan, kata Sulistiono, telah dipaparkan di depan Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, Prof Rizal Syarief S, DESS, dan Direktur Kerjasama, Dr Ir Hardinsyah MS, di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Hasil survai di Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak ternyata juga terdapat potensi sumberdaya perikanan yang dapat dikembangkan lainnya. "Di sana ada Ikan Gobi atau bisa disebut juga dengan ikan Glodok yang bisa dikembangkan dan dilakukan penelitian karena mengandung Viagra alami," katanya.

Terkait program tersebut, kata dia, untuk melakukannya diperlukan tangan terampil dari masyarakat setempat, dan hal ini dilakukan agar program yang dilakukan lebih cepat terealisasi. Dikemukakannya, ada dua hal pokok yang akan menjadi sasaran yaitu pemasaran dan pengolahan hasil sumberdaya alam.

Langkah selanjutnya, pihaknya akan menjembatani pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia (SDM) dengan mengembangkan sektor pendidikan. Misalnya, dengan mengembangkan sekolah-sekolah kejuruan, dimana diharapkan nantinya mereka akan bisa mengelola SDM perikanan dan pertanian menjadi lebih baik.

Sementara itu, untuk mengantisipasi tenaga kerja yang bergerak di luar pertanian dan perikanan, kata dia, bisa disiasati dengan membuka kegiatan semisal teknik montir, mesin dan berdagang. "Kita harapkan mereka juga bisa berkontribusi dalam sektor perikanan dan pertanian, misalnya bisa memperbaiki mesin-mesin perahu, serta dapat memasarkan produk pertanian lokal di sana," katanya. Program yang akan diimplemtasikan tahun depan ini akan banyak melibatkan alumni IPB dengan dibantu oleh Universitas Negeri di Papua, demikian Sulistiono. (man) #$#8717e7b0915bac6093d0c8a36c18e5cf###70339117884d765ae33487091862d895###ID###2006-05-20 00:00:00###Kebangkitan Akuakultur Berbasis Tropical Level###Konsep akuakultur berbasis tropical level yakni limbah menjadi pakan alami merupakan langkah tepat untuk membangkitkan perikanan nasional. Demikian ungkap Prof Enang Harris Surawidjaja pada Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (20/5) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Bogor.

Pada era makanan alami, produksi akuakultur Indonesia masih berbentuk piramida “trophic level”. Akuakultur berbasis tropical level atau piramida tingkatan rantai makanan yakni ikan karnivora (pemakan daging) berada pada puncaknya, disusul omnivora (pemakan segala), selanjutnya herbivora (pemakan tumbuhan) dan detritivora (pengurai).

Saat itu ikan karnivora relatif sedikit disusul omnivor selanjutnya detritivora dan herbivor yang terbanyak. ”Tapi pada era pakan buatan atau akuakultur intensif produksi nasional Indonesia menjadi piramida terbalik. Ikan-ikan yang diproduksi dengan mengkonsumsi pellet 66 persen sementara yang berbasis pakan alami 34 persen,” ujar Enang.

Aquakultur intensif yang dicirikan adanya pergantian air, peningkatan oksigen dan pemberian pakan buatan (pellet) merupakan bentuk pemaksaan alam. Pemaksaaan ini bisa mencapai 67.000 kali lipat dari proses alamiah dan konsekuensinya menimbulkan tumbukan limbah tak terurai. Limbah ini kemudian menjadi racun yang mematikan ikan budidaya. Kematian ikan masal secara tiba-tiba pada tambak salah satunya diakibatkan akuakultur intensif.

”Prinsip akuakultur berbasis tropic level yakni memanfaatkan semua nutrien limbah budidaya ikan utama yang jumlahnya lebih besar daripada yang diretensi jadi daging. Limbah ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, kerang-kerangan, tiram, teripang, detritivora, herbivora dan omnivora,” jelas Pria kelahiran Sumedang, 21 Agustus 1949. Akuakultur berbasis tropic level akan menghasilkan komoditas utama ikan budidaya dan komoditas sampingan yang jumlahnya lebih besar dengan biaya murah. Disamping itu menghasilkan rendemen limbah yang rendah sebab semua limbah termanfaatkan dan ramah lingkungan.

Menurut Bapak dari tiga anak ini negara Cina telah menerapkan konsep akuakultur tropical level sebelum penanggalan Masehi. Katanya, dengan dicirikannya 4 hal pokok :Pertama akuakultur Cina berbasis kesuburan telah matang sebelum era budidaya berbasis pellet datang, Kedua pengembangan akuakultur harus seperti pengembangan produksi ternak, Ketiga setiap penambahan produksi berbasis pellet diimbangi dengan pembesaran yang lebih lagi pada dasar piramida, dan keempat pendekatan pengembangan akuakultur dilakukan secara holistik.

”Sepulang training di Cina tahun 2001 sampai sekarang saya konsisten dan akan terus menyuarakan serta melaksanakan semampu saya teknologi berbasis ’tropic level” dengan harapan bermanfaat bagi kebangkitan akuakultur Indonesia,” kata Koordinator Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Indonesia ini. (ris) #$#6f44c45ccef925b1d6c123ba3436b302###4aaba18f2e96c7854cdfaa25723b15d3###ID###2006-05-21 00:00:00###Pelatihan Media Massa AGRI FM 2006### I. NAMA KEGIATAN Kegiatan ini diberi nama ”Pelatihan Media Massa AGRI FM 2006”

II. TEMA KEGIATAN Tema Kegiatan ”Pelatihan Media Massa AGRI FM 2006” ini adalah Inside Mass Media, explore Ur Ability

III. PEMBICARA : • Ibnu Hamad (Pakar Komunikasi FISIP UI) • Yosep Suprayogi (Wartawan Tempo) • Jerry Hudampo (Radio A) • Daniel Cassidy (Ten 2 Five) • Dheni Gusri (Cosmopolitan Radio) • Yudha Perdana (Penyiar Prambos FM) • Andi Faisal (Astro TV)

IV. TEMPAT & TANGGAL Gedung Kuliah B1 SOSEK 3 dan 4 Juni 2006

V. HARGA TIKET Rp. 60.000,-/ 2 hari

(Fasilitas : Sertifikat, lunch, door price, trining kit dan 3 peserta peltaihan terbaik akan mendapatkan kesempatan training menjadi crew Agri FM) #$#6af4e1dfd030567d10064d9bffc94ace###a02e3e87921189ca180ecd11bbc8fe56###ID###2006-05-23 00:00:00###Dr Dwi : Budidaya Panili Rawan Pencurian###Budidaya panili rawan mengalami pencurian. Pasalnya, harga jual buah panili yang tinggi, menarik minat para pencuri. Saat ini, harga satu kilogram panili basah minimal Rp 150 ribu . “Khawatir buah panilinya dicuri, petani terpaksa memanen saat buah berusia 4-6 bulan. Normalnya buah panili matang dan siap petik pada usia 8 bulan,” kata Dr Dwi Setyaningsih, Staf Pengajar Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Petanian Bogor (IPB) pada Humas IPB Selasa(23/5) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Pemanenan panili sebelum matang mengakibatkan mutu panili Indonesia rendah. Kualitasnya kalah bersaing dengan negara tropis lain seperti di Madagaskar dan Amerika Latin. Di Madagaskar, budidaya panili sudah menjadi culture, bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Lebih lanjut Ibu dua anak ini mengatakan, panili sejenis tanaman anggrek yang menempel pada pohon dan membutuhkan naungan. Setiap pertumbuhannya membutuhkan campur tangan manusia mulai dari pemilihan bibit hingga proses pasca panen. Bibit panili hasil stek lebih cepat berbuah dibanding bijinya.

”Proses penyerbukan dan perkawinan panili berlangsung dengan bantuan tangan manusia. Di tempat asalnya yakni hutan Amazon, ada serangga yang bisa menyerbukkan, namun serangga tersebut tak bisa hidup selain ditempat aslinya,” kata Dwi.

Setelah buah panili dipetik, dilakukan curing atau pelayuan. Buah panili dicelupkan pada air bersuhu 60-80 derajat selama 3 menit. Kemudian dibungkus dalam kain gelap, diperam dalam kotak kayu selama 21 jam. Siang harinya, bungkusan panili dibuka dan dikeringkan diatas sinar matahari selama 3 jam demikian terus menerus selama 10 hari berturut-turut . Fungsinya adalah untuk mengaktifkan enzim pemicu flavor panili. Setelah panili kering dibungkus dan siap diekspor. (ris) #$#ec500844e25ea69242552c9c15e45b3b###1c5ca2551bda3bbaa70d88946439c270###ID###2006-05-23 00:00:00###Herien: Rasa Ingin Diakui Faktor Pemicu Kenakalan Remaja###Berdasarkan studi yang dilakukan Mahasiswa S3 program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, FakultasEkologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Herien Puspitawati, rasa ingin mendapatkan pengakuan sosial (social recognition) dan perhatian orangtua ternyata merupakan salah satu faktor pemicu kenakalan remaja. ”Mereka melakukan kenakalan karena tidak mendapatkan perhatian di rumah, sebagai gantinya mereka mendapatkan pengakuan di luar rumah dengan cara melakukan tindakan tersebut,” kata Herien usai sidang terbukanya Rabu, di Rektorat IPB.

Hasil studi Herein selama 3 tahun sejak Juni 2001 hingga Desember 2004 menunjukkan tekanan ekonomi keluarga berpengaruh secara tidak langsung pada kenakalan pelajar melalui gaya pengasuhan orangtua. ”Gaya pengasuhan orangtua terhadap remaja yang cenderung diwarnai dengan tindakan kekerasan dan kekasaran seperti marah, memaki, berteriak/membentak, bertengkar dan memukul, berdampak pada meningkatnya perilaku kenakalan pada remaja, baik kenakalan yang bersifat umum maupun kriminal,” tutur Herein.

Sadar atau tidak, pengasuhan yang dilandasi kekasaran dan kekerasan ini mengakibatkan jiwa dan psikologi remaja menjadi tertekan, selalu sedih, tidak percaya diri, tidak berguna, tidak mampu mengendalikan diri, mendendam, dan memberontak. ”Remaja seperti ini tidak akan mampu menghargai diri sendiri dan tidak mampu mengelola serta mengontrol emosinya. Remaja ini melampiaskan emosinya di luar rumah dalam bentuk perilaku nakal seperti memalak, mencuri, narkoba, free sex, berkelahi/tawuran dan menyakiti fisik orang lain,” jelas Staf Pengajar Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB ini.

Hubungan pertemanan juga mempengaruhi tingkat kenakalan remaja. Remaja yang memiliki teman yang bermasalah cenderung berperilaku agresif, nakal dan berprestasi rendah. Kenakalan ini bisa dikurangi dengan komunikasi terbuka dan baik antar anggota keluarga serta pengiatan pengasuhan ibu. ”Komunikasi yang baik dan terbuka dalam keluarga berpengaruh terhadap menurunnya perilaku agesif, kenakalan dan meningkatkan nilai pelajaran,” tutur Ibu dari dua anak ini.

Peran pengasuhan ibu lebih dahsyat khasiatnya untuk mencegah remaja dari perbuatan kenakalan umum ataupun kenakalan kriminal dibanding peran pengasuhan ayah. Bentuk komunikasi terbuka dan hubungan diadik antara remaja dan orangtuanya dapat menjadi ’buffer’atau penyaring serta pelindung anak dari lingkungan luar negatif.

Jumlah responden studi yang berlokasi di empat Sekolah Menengah Kejuruan-Teknik Industri (SMK-TI) dan satu sekolah umum swasta di Kota Bogor ini sebanyak 667 pelajar ( 540 putra dan 127 putri). Pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana pada kelas dua. ”Sebanyak 67 persen contoh pelajar laki-laki dan perempuan SMK-TI dan 50 persen contoh SMU pelajar perempuan melakukan jenis kenakalan umum seperti bolos, minggat, merokok, pesta sampai malam, dan menggoda cewek/cowok,” kata Herien.

Untuk kenakalan kriminal, sebanyak 12, 25 persen contoh SMK-TI dan 11 persen contoh SMU mengkonsumsi narkoba, morphin, aibon. Sebelas persen contoh SMK-TI dan 5 persen contoh SMU minum-minuman keras dan membawa senjata tajam ke sekolah. Pelajar kedua sekolah juga pernah melakukan seks bebas yakni 10 persen contoh SMK-TI dan 5 persen contoh SMU.

Ujian terbuka yang bertajuk ’Pengaruh Faktor keluarga, Lingkungan Teman dan Sekolah terhadap Kenakalan Pelajar di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kota Bogor’ dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari Prof.Dr Ir Ujang Sumarwan, Dr Ir ratna Megawangi, Prof Dr Pang S Asngari, dan pembimbing luar komisi Prof Dr Meutya Hatta (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan) dan Dr Ace Suryadi (Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah).

Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meutya Hatta mengutarakan kekhawatirannya terhadap kenakalan remaja yang sekarang marak terjadi pada pelajar sekolah menengah. Dari survey tersebut, pelajar sekolah kejuruan berpotensi lebih tinggi melakukan kriminal dibanding sekolah menengah umum. ” Kita tak selayaknya melakukan diskriminasi terhadap pelajar STM dan SMU. Rasa diskriminasi menimbulkan stress dan depresi yang berujung pada agresivitas serta tawuran antar pelajar,” tegas Muetya. Dia mencontohkan tindak diskriminasi sopir angkot. Para sopir tersebut enggan menghentikan kendaraannya bila calon penumpang berasal dari pelajar sekolah kejuruan. Menurut Muetya pemerintah telah merencakan kebijakan holistik dalam mencegah kenakalan pelajar, namun peraturan tersebut tak berfungsi efektif tanpa peran semua pihak.

Salah satu penguji, Ratna Megawangi menambahkan terdapat benang merah kenakalan remaja pada sekolah umum dan kejuruan yakni adanya rasa ketidak percayaan diri atau penghargaan diri rendah. ” Anak-anak tersebut adalah produk dari sistem sekolah yang terlalu mengedepankan aspek kognitif. Ketika sekolah anak dipenuhi beban pelajaran, masalah sekolah seperti minimnya sarana prasarana dan guru-guru yang kurang bersahabat. Mereka kemudian stress dan depresi,” ujar Staf Pengajar Departemen Gizi Masyarakat IPB ini. Istri dari Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informatika ini mengusulkan perubahan sistem pendidikan yang bisa membentukan karakter (character building) anak, sehingga ilmu tak sekedar hapalan tapi juga praktek. ”Tugas kita bersama untuk membuat sistem pendidikan terobosan agar suasana sekolah menyenangkan, menantang dan bisa menjadi bekal pembangunan masa depan bangsa kita,” ujar Ratna. (ris) #$#78636f8a90ea72e1b5563c87a2822f01###7eb8f5b13450a4ddabd35e4826eabcf0###ID###2006-05-29 00:00:00###80 Persen Hak Pendidikan Anak Indonesia Belum Terpenuhi### Sekitar 80 – 90 persen anak – anak di Indonesia masih belum mendapatkan hak pendidikan, karena arti sebenarnya pendidikan itu adalah hak, bukan suatu kewajiban.

Begitu dipaparkan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr Seto Mulyadi, usai menguji pada Ujian Terbuka Doktor Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor atas nama Dwi Hastuti, Selasa (23/5) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Bogor.

“Berapa juta anak Indonesia yang ke sekolah karena terpaksa, mendapatkan suasana sekolah yang tidak asik, dan tidak menyenangkan, padahal belajar efektif adalah belajar yang menyenangkan,” tambahnya.

Ka Seto begitu sapaan sehari – harinya, sangat memprihatinkan sikap pemerintah yang nampak tidak serius menangani perlindungan anak di Indonesia.

“Tampak pemerintah agak kendor terhadap permasalahan ini , pemerintah hanya terfokus pada permasalahan politik, pilkada, dan sebagainya,”ujarnya.

Menurutnya, jika permasalahan anak ini tidak diperhatikan dengan baik maka akan kehilangan suatu generasi.

“Saya sarankan pemerintah dengan segera membentuk sejenis kementrian atau departemen perlindungan anak. Dan itu harus dilakukan secara khusus,” ujarnya. .

Ia juga mengkritisi sikap pemerintah yang kurang peduli terhadap hak anak pada ujian nasional yang sedang dilakukan oleh para pelajar di Indonesia saat ini. Khususnya, Ia mengkritisi kebocoran ujian nasional.

“Saya mengkritisi bahwa ujian nasional sebagai bentuk ketidakpedulian kita semua, termasuk pemerintah pada pemenuhan hak anak. Kita tahu ini akan menciptakan kriminal baru dalam dunia pendidikan. Dimana terdapatnya bocoran soal yang keluar baik itu dari kalangan pejabat, guru dan petinggi lainnya, yang akhirnya mencari jalan pintas semua,” ujarnya.

Ia juga merasa prihatin melihat kondisi implementasi Undang – undang Perlindungan Anak, yang masih banyak belum terpenuhi oleh anak.

“Saya masih prihatin, apalagi sebentar lagi akan memperingati hari anak nasional yang jatuh pada 23 juli mendatang. Hak-hak anak masih banyak belum terpenuhi. Ini yang harus betul disadari, bangsa ini akan hancur jika anak anak tidak diperhatikan,” ujarnya.

Komisi pembimbing sidang terbuka yang bertajuk “Analisa Pengaruh Model Pendidikan Prasekolah Pada Pembentukan Anak Sehat,Cerdas dan Berkarakter” ialah Prof Hidayat Syarief, Dr ratna Megawangi, Dr Suprihatin Guhardja, dan Dr Soemiarti Patmonodewo. Sedangkan penguji luar komisi yakni Kak Seto dan Direktur Jenderal Pendidikan Luar sekolah (PLS) Departemen Pendidikan Nasional, Dr. Ace Suryadi. (man) #$#21eeb88dff2437e4e39ede569f73a88b###bdab6ef918947dff02ade9dde37cc51e###ID###2006-05-29 00:00:00###Mahasiswa IPB yang terkena Bencana Yogyakarta Bebas Biaya Kuliah###Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terkena bencana secara langsung di Yogjakarta dan Jawa Tengah akan dibebaskan biaya kuliah hingga selesai masa kuliahnya.

Hal tersebut dipaparkan oleh Rektor IPB, Prof. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., pada konfrensi pers mengenai kontribusi IPB terhadap bencana alam di Yogjakarta, Senin (29/5) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

“Pada dasarnya IPB bukan menggratiskan biaya kuliahnya namun, IPB akan mencarikan sumber-sumber dana untuk membiayai mereka,” ujar rektor yang saat itu didampingi Wakil Rektor I , Prof. M. Ahmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor IV , Dr. Asep Saefuddin, M.Sc., Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) , Dr. Suryahadi, Presiden Mahasiswa (Presma) , Zaenal Abidin, beserta perwakilan Organisasi mahasiswa daerah (Omda) Klaten dan Jogjakarta.

Bukan itu saja, dalam membantu korban bencana gempa di sana, rektor mengatakan, IPB telah memberangkatkan beberapa mahasiswa dan dokter.

“IPB telah memberangkatkan dua orang dokter polikinik IPB yaitu, Dokter Sri Budiarti, Dokter Darwati serta dua orang perawat berikut dengan membawa obat - obatan yang cukup untuk 700 orang,” katanya.

Sementara, terkait bantuan tanggap darurat di wilayah bencana, Wakil Rektor IV mengatakan untuk jangka pendek pada bulan pertama hingga keenam akan membangun instalasi air bersih dan rumah tinggal sementara.

Ia juga mengatakan, untuk jangka panjang, di atas bulan keenam, direncanakan akan membangun instalasi air bersih permanent, pembenahan tata ruang serta pembangunan pertanian dalam arti luas.

“Untuk melakukan itu, IPB akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah terkait,” katanya.

Mengenai jumlah mahasiswa IPB yang terkena dampak gempa, perwakilan Omda Klaten, Anton Hadiwibowo mengatakan, terdapat 13 nama mahasiswa yang terkena dampaknya secara langsung dari 73 mahasiswa Klaten yang aktif sebagai mahasiswa IPB.

“Dari tiga belas mahasiswa yang terkena bencana terdapat nama Nurwidiyati salah seorang mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) IPB Jurusan Nutrisi Ternak, angkatan 40. Kondisinya dikabarkan cukup buruk karena mengalami retak tulang belakang dan luka pada kepala,” ujar Anton.

Sedangkan, Fauzan salah seorang perwakilan dari Omda Yogyakarta melaporkan sementara, kurang lebih 20 orang mahasiswa IPB asal Yogyakarta yang tertimpa bencana. Dari 20 orang itu lima orang sudah berangkat ke Yogyakarta untuk melihat kondisi yang sebenarnya di sana.

“Kabar terakhir dari Yogyakarta ada keluarga dari Mahareni Septiana mahasiswa Fapet yang keluargannya belum dievakuasi dan masih tertimbun hingga saat ini,” ujarnya.

Untuk pengumpulan dana, Presma IPB, Zaenal, mengatakan, telah mengumpulkan kurang lebih 10 juta 8 ratus ribu rupiah hasil pengumpulan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Omda IPB.

“Selain dari BEM dan Omda kita juga telah mengumpulkan sekitar 6,5 juta rupiah pada kegiatan Deklarasi BEM se Bogor beberapa waktu lalu,” ujar Zaenal.

Menurut Zaenal, bantuan tersebut akan diberikan kepada korban bencana alam melalui Omda-omda IPB bersangkutan. (man) #$#93b633ff421b42d0d45658f8c86cf305###5e29a319bf931dcf6eac7632ce017197###ID###2006-06-01 00:00:00###KJK IPB Gelar Cooperative Academic Programme###Kantor Jasa Ketenagakerjaan (KJK) IPB bekerjasama dengan Dirjen DIKTI akan menyelenggarakan Cooperative Academic Program. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk magang dengan tujuan: (1)Menghasilkan wirausahawan muda yang memiliki gagasan baru dalam menciptakan lapangan kerja, (2)Meningkatkan mutu dan relevansi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, (3)Meningkatkan kualitas usaha kecil dan menengah dalam pengelolaan maupun pengembangan usaha, (4)Meningkatkan jaringan kerjasama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha/ industri, (5)Meningkatkan kepercayaan dunia usaha/industri terhadap perguruan tinggi.

Program yang akan dilaksanakan Juli-September 2006 tersebut akan dipusatkan di berbagai Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang Teknologi Informasi, Tata Boga, Budidaya Perikanan, Budidaya Pertanian, Produksi Ternak dan Teknologi Pangan. (nUr) #$#6e43a699b95a8f9ae499e98baeb09e8d###ef56a97dbd5957a30499bf38dd1ade4d###ID###2006-06-05 00:00:00###CREATA IPB Teken MoU dengan PT.Sucofindo###Center For Reseach on Engineering Applications in Tropical Agriculture Institut Pertanian Bogor (CREATA-IPB) menandatangani memorium of Understanding (MoU) (5/5) di Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Wakil IPB yang menandatangani MoU tersebut ialah Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB Prof.Dr.Ir Rizal Syarief S., DESS dan Vice President SBU Agricultural Ir.M.Heru Riza Ch.MM.

Kerjasama ini merupakan tidnak lanjut dari Semiloka Nasional Pencetakan Sawah untuk Ketahanan Pangan CREATA telah menggalang kerjasama untuk kegiatan Survey Indentifikasi Desain (SID) .

Secara umum isi MoU ini adalah kedua belah pihak mempunyai keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan tinggi dan pembangunan bidang pertanian di Indonesia. “ Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam pengembangan jasa dan kontruksi untuk pembangunan pertanian Indonesia,” kata Kepala CREATA Dr. Tineke Mandang. Dalam kesempatan tersebut, CREATA LPPM IPB dan PT.Sucofindo juga saling mempresentasikan profil lembaganya masing-masing agar terjalin saling pengertian mengenai potensi yang dimiliki masing-masing lembaga. Hadir pula saat itu dari PT Sucofindo, Ir. Arifin DS dan dari CREATA IPB, Dr.Usman Ahmad dan Dr.M. Yanuar J.Purwanto, MS. (ris) #$#69244394a98fd97c7e1865fc2a1be6fa###66beaf65c642d72a1a9c5d6b2eee1f7a###ID###2006-06-05 00:00:00###IPB dan PT Seaworld Indonesia, Kerjasama Selamatkan Ikan Duyung### Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan PT.Seaworld Indonesia untuk menyelamatkan Dugong dugon atau ikan duyung yang hampir punah. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik dan Direktur Utama PT. Seaworld Indonesia Yongki Efrijanto Salim Sabtu (3/6) di PT. Seaworld Indonesia Jakarta (3/6). Acara tersebut dilanjutkan penandatanganan Piagam Perjanjian Kerjasama antara Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bapak Dr. Drh. H. Heru Setijanto dengan Direktur Utama PT. Seaworld Indonesia yang merupakan implementasi dari MoU.

Secara umum isi kerjasama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat. “Kerjasma ini akan mempermudah dan membuka kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling membagi sumberdaya masing-masing demi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di bidang kedokteran hewan dan ilmu kelautan pada umumnya,” kata Rektor IPB.

IPB dan PT. Seaworld Indonesia selama ini sangat konsen melakukan kerjasama khususnya penanganan ikan duyung. The International Union for the Conservation of Nature (IUCN) mencatat mamalia laut ini sangat dilindungi karena merupakan spesies langka, mudah kena serangan, dan semua populasinya masuk dalam Apendiks I kecuali populasi di Australia masuk apendiks II. Keberadaan dan populasi ikan duyung sampai saat ini semakin menurun. Dugong hanya memiliki kecepatan maksimum peningkatan populasinya 5 persen per tahun.
Beberapa faktor penyebab lainnya yaitu aktivitas manusia di pantai, dan kejadian penyakit infeksius maupun non-infeksius juga menjadi faktor penting penyebab kematian dan penurunan populasinya. “Melalui Piagam kerjasama ini sekaligus kedua belah pihak mencoba menunjukkan kepeduliannya atas kelestarian lingkungan laut terutama keberadaan Dugong paling tidak di Indonesia,” ujar Heru .
Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi (AFF) Fakultas Kedokteran Hewan IPB-PT. Seaworld Indonesia telah melakukan kegiatan penanganan kesehatan satwa aquatik ikan duyung seperti pemeriksaan rutin jantung (elektrokardiogram, EKG), paru-paru, suhu tubuh hampir setiap minggu. Untuk pemeriksaan ultrasonografi (USG) dilakukan hampir sebulan sekali.
Lebih lanjut kata Heru, kerjasama ini merupakan tonggak sejarah dan awal kebangkitan kedokteran serta kesehatan satwa aquatik atau disebut Marine Medicine di Indonesia, mengingat sampai saat ini kalangan kedokteran hewan Indonesia masih belum banyak yang memperhatikan atas penanganan kesehatan satwa aquatik.(ris) #$#71f42d60a571c8cf40ed9ffa0bdc8d76###49415b72d5563bdaad1fb0c1b4feaac2###ID###2006-06-06 00:00:00###Diperlukan Dokter Hewan, Tangani Kesehatan Akuatik###Terkait kasus penutupan 12 laboratorium perikanan di Indonesia yang berwenang menerbitkan surat kesehatan ikan, Wakil Ketua Komisi Kesehatan Ikan dan Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Prof Fachriyan H. Pasaribu mengatakan diperlukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masing-masing laboratorium terutama penambahan dokter hewan. ”Bukan karena saya berlatarbelakang kedokteran hewan menyarankan demikian, namun khusus perikanan di Uni Eropa. Surat standarisasi kesehatan perikanannya dilegalisasi oleh dokter hewan di sana,” kata Fachriyan Selasa (6/6) di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sejak kasus penemuan penyakit zoonosis pada produk impor perikanan dari Indonesia, Uni Eropa makin memperketat penyeleksian produk perikanan. Penyakit zoonosis adalah penyakit hewan yang bisa menular pada manusia ”Beberapa penyakit menular tersebut umumnya disebabkan oleh sallmonellasis seperti tipus dan diare,” kata Guru Besar Satwa Akuatik Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini.

Menurutnya beberapa laboratorium daerah Indonesia tidak memiliki alat untuk mendeteksinya, disamping ahlinya juga. ”Kita harus fair bahwasanya kesehatan akuatik umumnya dipelajari oleh para dokter hewan, sedangkan budidaya perikanan oleh lulusan fakultas perikanan. Kebanyakan di laboratorium tersebut tidak ada dokter hewannya disamping peralatannya,” ujarnya.

Permasalahan black list produk Indonesia oleh Uni Eropa kata dia ada kemungkinan juga karena perdagangan yang kotor. Misalnya seorang pengusaha membeli produk perikanan dari negeri lain yang lebih murah, kemudian mengganti arsipnya bahwa produk tersebut berasal dari Indonesia, tanpa mengecek kesehatan dan kualitas produknya. Akibatnya, jika ditolak, Uni Eropa beranggapan produk tersebut diimpor dari Indonesia. ”Hanya karena kasus seperti ini yang kena semua ekportir Indonesia,” tambahnya.

Oleh karena itu bapak dari dua anak ini mengusulkan proses pengecekan produk perikanan dari mulai mata rantai budidaya hingga penanganan pascapanen oleh pengusaha. ”Kita kembali mensosialisasikan budidaya perikanan yang sehat seperti dahulu dan mencoba membudayakan perdagangan yang baik bagi pengusaha,” jelasnya.(ris) #$#223ea7258eb4524e0595ffb31726a608###6d89618bba9e8edafdfc18eb606c5ee6###ID###2006-06-12 00:00:00###Kutu Jenis Dysmicoccus brevipes, Pembawa Virus Layu Nanas###Peneliti Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) , Dwi Sartiami telah meneliti vektor atau pembawa virus penyakit layu nanas (pineapple melybug wilt/PMW) pada pertanaman nanas di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang adalah kutu putih Jenis Dysmicoccus brevipes (Db). Serangga hama ini ditemukan pada tanaman yang layu pada bagian akar (93 %), pangkal batang (90%) dan daun (100%).

Kutu Db ini bisa melakukan simbiosis atau kerjasama dengan delapan jenis semut dalam serangannya. Empat jenis semut dari genus Pseudolasius, dua jenis dari genus Cardiocondyla, Paratrechina sp dan Doryllus sp. Diantara delapan semut tadi, Paratreshina sp mampu memindahkan Db dari populasi buah kaboca (Cucurbita maxima) ke tanaman nanas.

Sejak lama, penyakit layu nanas merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh para petani dan pelaku agribisnis nanas.”Penyakit layu nanas bisa menurunkan hasil sampai 40 persen, di Hawai, penyakit ini mampu kehilangan hasil 100 persen,” kata Dwi. Tujuan penelitian yang dilakukan Dwi ini untuk mengindentifikasi kutu putih pada tanaman nanas, mengindentifikasi semut berkoloni dengan kutu putih dan mengamati pola pemencaran kutu secara vertikal pada tanaman nanas di Subang, Jawa Barat.(ris) #$#1e2cc7e22b9825b5f01a449680570f76###d109c9dd89c863613b327270bbe22efc###ID###2006-06-13 00:00:00###Mahasiswa IPB Terima Beasiswa PT. Metrodata Electronics Tbk### Empat mahasiswa Isntitut Pertanian Bogor (IPB) dan satu mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) menerima beasiswa dari PT. Metrodata Electronics Tbk Jum’at (9/6) di Ruang Sidang AJMP Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Masing-masing berhak mendapatkan uang sebesar Rp. 2.762.500,00 per semester sampai mereka lulus. Penyerahan beasiswa diberikan langsung Head Of Internal Audit PT. Metrodata, Andreas Sindhudarma yang didampingi Senior Public Relation Officer Melani D. Rohi kepada masing-masing penerima.

“Setiap tahunnya perusahaan kami selalu memilih 5 mahasiswa berprestasi dari seluruh perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia, kami akan rutin memberikan beasiswa sampai mereka lulus nanti. Saya harap uang ini dipergunakan sebaik-baiknya dan dapat membantu meningkatkan prestasi mahasiswa karena sudah tidak perlu memikirkan masalah biaya lagi” papar Andreas.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Sahroni (Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan), Agus Satriyo Budi (Departemen Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian), Eryk Andreas (Departemen Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Peternakan), Wakhid Muthowal dan (Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian).

Direktur Bagian Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan menyampaikan bahwa kerjasama antara IPB dan PT. Metrodata sudah berlangsung sejak tahun 1993 dengan jumlah mahasiswa rata-rata yang menerima beasiswa dari Metrodata setiap tahunnya sebanyak 4-5 orang. Dana yang diberikan oleh pihak Metrodata meningkat tiap tahunnya.

“Pada tahun 1993 kami menerima 600 ribu /tahun untuk setipa mahasiswa, sekarang sebesar Rp 5.525.000,00/tahunnya,” ujar pria berbaju batik ini.

Proses pemilihan 5 mahasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa berlangsung ketat. Sebanyak 30 mahasiswa yang diajukan seluruh Perguruan Tinggi tahun ini, kemudian diseleksi oleh pihak Metrodata hingga tersisa 12 orang. Ke-12 mahasiswa tersebut dijemput langsung ke setiap kampusnya untuk dilakukan seleksi akhir. IPB mengirimkan 5 mahasiswa, yang berhasil lolos sebanyak 4 mahasiswa.

Tercatat sebanyak 17 mahasiswa yang pernah menerima beasiswa dari Metrodata, yaitu 5 mahasiswa dari IPB, 4 mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), 3 dari UGM, dan 5 mahasiswa dari Universitas Dipenegoro (Undip). (zul/ris) #$#54d1ec39e5da6c46c77be6d5578fe2d0###40dfa94617cd881fab5887bbbe7a360e###ID###2006-06-14 00:00:00###Mutiara Daerah dari Pondok Pesantren Masuk IPB Melalui BUD DEPAG###Sebanyak 25 orang santri dari 20 Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Indonesia, Senin (12/6) kemarin secara resmi diterima sebagai calon mahasiswa IPB Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Departemen Agama (Depag) RI Tahun Akademik 2006/2007. Penerimaan para santri yang berasal dari 11 provinsi tersebut dilakukan sekaligus dengan acara pembukaan pra universitas IPB calon mahasiswa BUD Depag RI yang mengambil tempat di ruang sidang rektor di kampus IPB Darmaga.

Wakil Rektor I IPB, Prof. Dr. Ir. M. A. Chozin, M.Agr., saat menerima para santri mengatakan, BUD ini merupakan salah satu bentuk penerimaan mahasiswa baru yang dikembangkan. “BUD bertujuan mencari mutiara-mutiara dari daerah. Karenanya, IPB bisa disebut sebagai miniaturnya Indonesia, dimana mahasiswanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia,” kata Chozin yang didampingi Wakil Rektor IV, Dr. Asep Saefuddin.

Ketua Tim BUD, Dr. Hardinsyah, MS., dalam sambutannya mengemukakan, BUD kerjasama dengan Depag RI ini merupakan yang kedua kalinya. Tahun 2005 lalu, tercatat pula 25 santri yang berasal dari 12 provinsi sebagai mahasiswa IPB BUD Depag.

Berkaitan dengan pra universitas, Hardinsyah menjelaskan, hal ini sebagai upaya mempersempit kesenjangan yang ada di antara para santri dalam hal kompetensi. ”Depag mengakui ada keragaman yang sangat tinggi antara Pondok Pesantren, dimana para santri memiliki kemampuan yang tidak setara. Karenanya saya berharap, para koordinator mata kuliah dapat bekerja secara keras untuk meragamkan kompetensi yang dimiliki para santri,” papar Hardinsyah seraya mengatakan, mata kuliah yang disampaikan dalam pra universitas ini meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, sebagai mata kuliah dasar di lingkungan IPB.

Lebih lanjut Hardinsyah yang juga Dekan FEMA ini menuturkan, pra universitas akan berlangsung selama dua bulan. Bulan pertama, untuk mata kuliah Matematika dan Kimia. Bulan berikutnya, mata kuliah Fisika dan Biologi.

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Santri dan Pelayanan Kepada Masyarakat Depag RI, Drs. H. Khaeroni, M.Si., menegaskan, BUD merupakan upaya Depag dalam mengembangkan dan meningkatkan sumberdaya manusia bagi santri di lingkungan Ponpes. ”Puluhan tahun mereka terpinggirkan, karenanya harus mulai ada perhatian khusus dari pemerintah. Terlebih mereka berasal dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Pada bagian lain Khaeroni mengatakan, ke depan pihaknya akan memikirkan juga santri dari pesantren salafiyah (pesantren yang tidak memiliki madrasah/sekolah). Karena menurutnya, mereka pun harus diberi kesempatan yang sama dengan pesantren yang memiliki sekolah.

Tampak hadir dalam acara pembukaan pra universitas tersebut diantaranya Kepala LPPM Prof. Dr. Rizal Syarief, Direktur PIUP Dr. Ir. Dadan Hindayana dan Kepala Poliklinik IPB Dr. Dr. Sri Budiarti.

Dalam kesempatan tersebut, para santri calon mahasiswa BUD Depag mendapat informasi sekilas IPB yang dipresentasikan oleh Kepala Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SpMp,M.Si.

”Saya senang, tapi juga ada perasaan deg-degan saat pertama kali melihat IPB, soalnya sangat megah,” ujar Nahrin Syarifi dari Ponpes Terpadu Al-Mujahidin Balikpapan Kalimantan Timur. Hal senada juga diungkap oleh Lia Nazirah, santri MA Dayah Jeumala Amal Pidie Nanggroe Aceh Darussalam. (NM) #$#63467cb2e5df08c8c15e17180f11b20b###3a5e78f8f41f6e4346b018eddc3276bf###ID###2006-06-14 00:00:00###Bencana Pohon Tumbang Terjadi Tiap Tahun Akibat Tidak Ada Early Warning Sistem###Kota Bogor idealnya memiliki stasiun iklim di setiap arah mata angin, mengingat Bogor berada dekat dengan pegunungan yang mengakibatkan hujan dan angin yang sifatnya downburst (turun dengan tekanan yang tinggi). Selain itu, Bogor merupakan satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang tidak masuk dalam Daerah Perkiraan Musim (DPM) pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jawa Barat, sehingga sulit terdeteksi.

Pakar Agroklimatologi Institut Pertanian Bogor (IPB), yang juga Dekan FMIPA, Dr. Yonni Koesmaryono, MS. mengemukakan hal itu saat diskusi dengan wartawan mengenai bencana tumbangnya ratusan pohon koleksi Kebun Raya Bogor (KRB) dan sejumlah pohon di ruas-ruas jalan Kota Bogor yang terjadi Kamis (1/6) lalu.

Dikatakan, saat ini sebenarnya di Kota Bogor terdapat lima stasiun iklim, masing-masing berada di IPB Baranangsiang, Muara, Cikarawang, Cimanggu dan Kebun Raya Bogor. Namun, kelima stasiun tersebut dalam kondisi rusak. Stasiun iklim yang berada di IPB Baranangsiang misalnya, yang berfungsi hanya manualnya saja sehingga tidak berfungsi secara maksimal.

Padahal, kata Yonni, keberadaan stasiun tersebut diperlukan sebagai early warning sistem (sistem peringatan dini). Apalagi menurutnya, kejadian serupa (meski dengan intensitas berbeda) terjadi hampir setiap tahun dan dalam waktu yang hampir sama yakni sekitar Bulan Mei atau Bulan juni.

Karenanya, harus ada kemauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengalokasikan dana guna menyediakan peralatan yang dibutuhkan dan sumberdaya manusia (SDM) yang mendukung keberadaan early warning sistem. Pasalnya, untuk memperbaiki satu stasiun iklim yang rusak atau membangun satu automatic weather station dibutuhkan sekitar Rp 15-20 juta.

Akibat dari tidak adanya stasiun iklim ini, jelas Yonni, Pemkot dan lembaga lainnya nyaris tidak memiliki data historis perihal bencana yang telah terjadi. Yonni menuturkan, Kota Bogor bisa mencontoh negara Jepang atau Jerman yang memiliki jaringan automatic weather station. "Di negara tersebut, pemerintahnya sudah memberikan peringatan dari jauh-jauh hari, jika ternyata dari pengamatan ada indikasi akan adanya bencana. Kalau ternyata salah karena terjadi perubahan cuaca, bukanlah suatu masalah. Karena yang penting sudah memberikan peringatan sejak dini, sehingga masyarakat bisa mengantisipasi sejak awal," ungkap Yonni.

Selain itu, Yonni menyoroti masih lemahnya tanggap darurat pasca gempa yang dimiliki pemerintah setempat. "Contohnya saat harus menyingkirkan satu pohon yang menghalangi Jln. Pajajaran, petugas yang menangani ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga terjadi kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas. Karena itu harus ada pembenahan manajemen pasca gempa," tandas Yonni yang berbicara di ruang prohumasi IPB, Jumat (9/6).

Sementara itu, Yonni mengimbau agar LIPPI selaku pengelola KRB lebih intensif lagi dalam melakukan perawatan tanaman. "Mana yang harus dipangkas atau tidak diatur dalam mekanisme monitoring. Saya tidak tahu apakah LIPPI sudah menerapkan hal tersebut atau belum," ujarnya.

Saat ditanya kesediaan IPB selaku institusi keilmuan dalam membantu manajemen pasca gempa di Kota Bogor, dengan tegas Yonni menyatakan kesiapannya. "IPB siap jika diajak untuk kerjasama," imbuhnya. (NM) #$#9e6d85abf19e4da742f82172bf7fed32###e43a39f97f6b41129b75b5a4ec5401bc###ID###2006-06-15 00:00:00###Calon Mahasiswa BUD Bertambah, Optimis Target Tercapai###Calon mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB tahun akademik 2006/2007 bertambah 37 orang. Dengan demikian, saat ini ada 76 orang calon mahasiswa BUD, setelah sebelumnya Tim Seleksi yang diketuai Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr., berhasil menyeleksi 39 orang dari 65 calon.

Pada seleksi calon mahasiswa BUD yang dilakukan Selasa (13/6) kemarin di ruang sidang wakil rektor, tim seleksi yang terdiri dari Ketua Tim BUD dan para Dekan dari sembilan fakultas menyeleksi 72 rekap nilai calon mahasiswa dari 10 kabupaten/kota di Indonesia. Sepuluh kabupaten/kota tersebut adalah Kab. Rokan Hilir-Riau, Musi Rawas-Sumatera Selatan, Kab. Bogor, Kab. Pohuwato- Gorontalo, Kab. Muara Enim-Sumatera Selatan, Kab. Talaud-Sulawesi Utara, Kab. Belu-NTT, Kota Dumai-Riau, Kab. Siak dan Kab. Bengkalis-Riau.

Menurut Ketua Tim BUD Dr. Ir. Hardinsyah, MS., angka ini akan terus bertambah, mengingat proses penerimaan mahasiswa baru jalur BUD sampai Bulan Juli mendatang. Selain itu, calon mahasiswa BUD untuk program S-2 saat ini pun tengah dalam proses seleksi.

Dikatakan, jumlah calon mahasiswa BUD program S-2 mencapai 300 orang, yang kemudian diseleksi hingga berjumlah 60 orang penerima beasiswa. Dari jumlah tersebut, 30 orang untuk program studi Matematika dan 30 orang untuk program Biologi.

“Calon mahasiswa BUD program S-2 ini adalah para guru Matematika dan Biologi dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah se-Indonesia,” ujar Hardinsyah seraya mengatakan, target mahasiswa BUD tahun ini adalah 150 orang.

Hardinsyah optimis target tersebut akan dapat dicapai, karena Pemerintah Daerah Kutai, Papua dan Nusa Tenggara Timur dalam waktu dekat akan mengirimkan calon mahasiswa BUD.

Sementara itu, saat disinggung jumlah perempuan yang diterima ternyata lebih banyak dari laki-laki, Hardinsyah menuturkan, hal ini terjadi juga pada tahun lalu. Bahkan jelasnya, saat itu jumlah perempuan mencapai 63 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa BUD yang lulus seleksi.

“Menurut saya, ini menunjukkan perempuan semakin cerdas. Mengapa, karena didukung iklim yang kondusif, antara lain adanya kesempatan. Hal ini telah menjadi gejala umum di berbagai daerah, karena pola yang hampir sama,” jelasnya. (NM) #$#3ff4032f9098d9e06edabc05aeec1ce9###1a5e796dbd77263172d4829bcd7edb0b###ID###2006-06-15 00:00:00###Kebun Raya Bogor dan Terjangan Angin###Kebun Raya Bogor (KRB) yang berada di pusat Kota Bogor senantiasa menjadi berita yang menarik untuk diperbincangkan. Sebagai tempat wisata yang nyaman, KRB juga merupakan laboratorium biologi yang banyak digemari oleh siswa sekolah maupun mahasiswa. Tak heran, jika setiap harinya apalagi di saat hari libur pengunjung dari berbagai daerah memenuhi KRB.

Beberapa pekan lalu, masyarakat Bogor dikagetkan (meski bukan yang pertama kali) dengan tumbangnya ratusan pohon koleksi KRB. Mengapa terjadi? Inilah penjelasan dari Direktur Biotrop, Dr. Handoko.


Kebun Raya Bogor merupakan taman raksasa atau hutan mini yang dikelilingi hutan beton berupa gedung, rumah dan jalan-jalan Kota Bogor. Iklim mikro yang diciptakan Kebun Raya merupakan kebalikan (inversi) dari fenomena heat island (pulau panas).

Pada pulau panas, suhu udara kota lebih tinggi dibandingkan sekelilingnya berupa lahan-lahan pertanian dan hutan yang merupakan daerah pedesaan. Akibatnya, suhu titik embun di atmosfer kota (heat island) menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan di daerah pedesaan, sehingga hujan di kota makin berkurang.

Hal ini dapat diamati pada curah hujan pada banyak kota yang jauh menurun dibandingkan puluhan tahun yang lalu, karena pertambahan penduduk yang pesat telah mengkonversi lahan-lahan pertanian menjadi perumahan dan industri. Di samping itu, peningkatan jumlah kendaraan dan penggunaan AC makin meningkatkan suhu kota dan menambah intensitas heat island yang makin meningkatkan ketinggian (altitude) suhu titik embun di atmosfer sebagai salah satu syarat pembentukan awan dan hujan.

Yang menarik dari KRB adalah fenomena heat island tersebut menjadi terbalik posisinya. Suhu di atas KRB menjadi lebih rendah dibandingkan sekelilingnya, sehingga aliran energi panas (yang diakibatkan gradien suhu antara Kebun Raya dan sekelilingnya) akan terpusat menuju KRB.

Energi ini akan meningkatkan laju penguapan (evapotranspirasi) yang makin besar oleh pohon-pohon dalam Kebun Raya. Uap air tersebut akan dikondensasi menjadi butir-butir awan di atas Kebun Raya pada ketinggian yang relatif pendek karena suhu udaranya yang lebih rendah, sambil melepaskan kembali energi laten yang telah digunakan untuk menguapkan air oleh pepohonan di bawah.

Karena suplai energi dari sekeliling Kebun Raya demikian terkonsentrasi sambil pepohonan terus menguapkan air kemudian melepaskan energi kembali pada saat pembentukan awan, maka siklus energi demikian hebat sehingga udara dalam Kebun Raya menjadi sangat tidak stabil bersamaan dengan pergerakan udara lembab. Dampaknya, banyak pohon tidak mampu menahan terjangan angin akibat sirkulasi udara tersebut di Kebun Raya. (NM) #$#edef8672a85d0d627b4e8a839d3a9ba0###c00e5e166797f4962c3fd6d5bb448ad1###ID###2006-06-15 00:00:00###IPB Teken MOU dengan Czech University of Agriculture (CUA) Prague Republik Czech### Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ahmad Ansori Mattjik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan University of Agriculture (CUA) Prague Republik Czech pecahan Republik Ceko, Selasa (13/6) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga.

Kesepahaman tersebut berisi kerjasama di bidang pertukaran mahasiswa kedua perguruan tinggi, pertukaran staf pengajar dan penelitian keanekaragaman hayati subtropis dan tropis.

"Perguruan kami telah melakukan berbagai kerjasama dengan perguruan tinggi lain di berbagai negara seperti Amerika Utara, Afrika, Eropa dan Asia. Sekarang kami menjalin kerjasama dengan IPB, salah satu perguruan tinggi terkenal dan berkualitas baik di Indonesia," kata Rektor CUA Prague, Prof Ing Jan Hron didampingi Wakil Dekan Hubungan Internasionalnya, Prof Frantisek Kumhala.

Mereka menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sumberdaya di Czech."Kami tidak ingin hanya mengembangkan pertanian saja, namun pengembangan sumberdaya alam yang lebih luas," kata Jan.

Rektor IPB menambahkan kerjasama yang lebih detail akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. "Kerjasama ini berlaku selama 5 tahun ke depan. IPB ingin selalu mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak di negara-negara lain. IPB ingin mengembangkan jejaring yang luas," kata Rektor IPB.

Dalam kerjasama tersebut, mahasiswa yang ikut pertukaran pada kedua perguruan tinggi masing-masing akan dibebaskan biaya SPP-nya. Republik Czech merupakan negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta orang. Czech memiliki 25 perguruan tinggi yang tersebar di wilayahnya, namun hanya 2 perguruan tinggi yang memfokuskan diri pada pertanian salah satunya CUA Prague.(ris) #$#92de450eaf77585b1c7b6ade71dd9db6###162a12511cdf35b6bf3a5f864a6f2ea4###ID###2006-06-16 00:00:00###Prospektif, Nira Aren dan Kelapa sebagai Pakan Ternak Lebah Madu###Nira aren dan kelapa terbukti mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan sebagai pakan lebah." Dengan pakan nira aren dan kelapa produksi madu meningkat, karena kedua nira tersebut tersedia berkesinambungan sepanjang tahun dibanding tanaman lain yang berbunga musiman," ungkap Erwan, Mahasiswa S3 Ilmu Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam sidang terbukanya bertajuk 'Pemanfaatan Nira Aren dan NIra Kelapa serta Polen Aren sebagai Pakan Lebah untuk Meningkatkan Produksi Madu Apis cerana Di Kabupaten Lombok Barat, Selasa (12/6) di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Komisi pembimbing yang menguji sidang terbuka tersebut antara lain Prof Sihombing, Dr Asnath Maria Fuah, dan Dr Soesilawati Hadisoesilo.

Di Kabupaten Lombok Barat -tempat penelitian Erwan- terdapat 1.506 koloni lebah yang dipelihara peternak. Rata-rata peternak memiliki 10 koloni yang dapat menghasilkan 70 kilogram per tahun. Kalau harga 1 kilogram madu sebesar Rp 50.000,- maka pendapatan per tahun Rp 3,5 juta.

"Jika peternak memberikan pakan lebah berupa nira aren dan kelapa ditambah polen aren, produksinya meingkat menjadi 12 kilogram per koloni. Sehingga pendapatan per tahunnya menjadi Rp 5,4 juta setelah dikurangi biaya nira Rp 450 ribu," kata Erwan.

Sistem penyediaan nira yang digunakan Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Mataram ini menggunakan piringan plastik dengan jarak efektif dari kotak sarang, satu meter.

"Umumnya peternak memberi pakan lebah yang diletakkan di dalam kotak sarang langsung. Hal ini malah menyebabkan kecilnya ukuran koloni dan rendahnya produksi madu," tambahnya.

Mutu madu yang dihasilkan bagus, mengandung kadar air, gula pereduksi, sukrosa, enzim diastase, hidroksimetil fulfural dan keasaman yang memenuhi standar persyaratan madu SNI 01-3545-2004.(ris) #$#f6ca639aa164d7f3d7c422bcebc23351###9abc4a6978c24bf1f5d503158d69c02b###ID###2006-06-16 00:00:00###Rekayasa Genetika Alternatif Tingkatkan Produksi Pangan### Budidaya tanaman hasil tekayasa genetika atau lazim disebut dengan tanaman bioteknologi pada sejumlah komoditi pangan menjadi pilihan alternatif yang harus segera diadopsi dalam meningkatkan produksi pangan dan serat bagi kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Begitu paparkan Direktur South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) BIOTROP, Dr. Handoko, pada Workshop Bioteknologi untuk Media, dengan tajuk Upaya Membangun Persepsi Positif terhadap Aplikasi Bioteknologi di Indonesia, (14/6) di SEAMEO BIOTROP, Bogor.

“Tanaman bioteknologi pada sejumlah komoditas pangan utama seperti padi, jagung dan kedelai menjadi pilihan alternative yang, mau tidak mau, suka tidak suka, agaknya harus segera diadopsi,” ujar Handoko.

Hal tersebut dijabarkanya bukan tanpa alasan, pasalnya tantangan utama yang dihadapai pembangunan pertanian di Indonesia dewasa ini adalah bagaimana meningkatkan produksi pangan dan serat bagi kebutuhan masyarakat.

Secara umum menurutnya, produktivitas pertanian di Indonesia menunjukan peningkatan yang amat lambat dibandingkan dengan negara-negara maju. Mengingat populasi penduduk Indonesia yang telah mencapai 220 juta jiwa merupakan konsumen pangan yang amat besar.

“Penyempitan lahan pertanian, sebgai konsekuensi industrialisasi dan perluasan area perumahan, praktik pertanian konvensional sudah tidak mampu ladi menopang kebutuhan pangan masyarakat yang terus meningkat,” ujarnya.

Terkait penerapan bioteknologi, menurutnya tak bisa dipungkiri lagi, kerena keuntungan potensial yang didapatkan terhadap peningkatan produksi pertanian, telah mendorong pemerintah untuk menempatkan bioteknologi sebagai teknologi unggulan.

“Pada tahun 1988, pemerintah Indonesia telah mencanangkan bioteknologi sebagai salah satu teknologi strategis dalam repelita 1988-1993,” ujarnya.

Handoko menambahkan, komersialisasi tanaman bioteknologi di dunia menunjukan perkembangan yang amat pesat. Sejak dimulainya sepuluh tahun yang lalu, luas tanaman bioteknologi di dunia meningkat lebih dari 50 kali lipat.

Sementara, luas lahan di enam negara yang pada tahun 1996 mencapai 1.7 hektar dan pada tahun 2005 menjadi 90 juta hektar yang tersebar di 11 negara. Masih dipaparkannya, bahwa apabila dibandingkan dengan tahun 2004, sekurang-kurangnya seperempat juta petani di empat negara menyumbangkan angka pertumbuhan luas lahan tanaman bioteknologi sebesar 11 persen pada tahun 2005.

Akan tetapi, pada saat tanaman bioteknologi pertama kali diperkenalkan, muncul pandangan skeptis tentang manfaat bagi petani kecil. Namun Ia mengatakan tak terbukti, pasalnya, saat ini, terbukti bahwa 90 persen dari 8.5 juta petani penanam tanaman bioteknologi merupakan petani miskin dan merupakan sepertiga luas lahan keseluruhan.

“Harapan terbesar, digantungkan pada komersialisasi padi bioteknologi yang kelak akan mampu mengatasi keterbatasan pangan bagi lebih dari 1.3 milyar penduduk miskin dunia dan sekitar 850 juta penduduk yang terancam kepalaran dan malnutrisi. Saat ini sekitar 7.7 juta petani miskin di Cina, India, afrika Selatan dan Filipina memperoleh peningkatan pandapatan dari budidaya tanaman bioteknologi,” ujarnya.(man) #$#4c1067b715795c75d5be76678562797e###c3ada7a74cb5a8bf02593651ef1ed54a###ID###2006-06-17 00:00:00###IPB Kembangkan Program Baru LRAMP###Sekarang ini Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang mengembangkan program baru, Lemelson Recognition and Mentoring Program disingkat LRAMP. Program ini merupakan kerjasama antara IPB dengan The Lemelson Fondation, USA yang secara umum bertujuan mendorong dan menghargai inovasi dan invensi. "Serta memberikan mentoring agar inovasi dan invensi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat," kata Dr Aji Hermawan, Direktur Program LRAMP IPB, pada Prohumasi IPB Kamis (15/6) di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Program utama LRAMP-IPB antara lain memfasilitasi mentoring (mentoring facilitation), melakukan peningkatan kapasitas teknopreneurship mahasiswa (student technopreneurship capacity building) dan melakukan studi kebijakan (policy studies).

Menurut Aji, mentoring merupakan kegiatan untuk membantu inovator dan inventor untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi, sehingga mampu mewujudkan idenya menjadi usaha yang menghasilkan. Kegiatan ini dimulai dari mencari, menyeleksi ide atau solusi teknologi yang potensial dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat, kemudian memfasilitasi terwujudnya solusi teknologi itu dengan memberikan grant (hibah) kepada ide atau solusi terpilih.

"Masalah yang menjadi prioritas program ini adalah yang ada dalam ranah WEHAB (water, energy, health, agriculture, biodiversity) yang saat ini merupakan masalah utama bagi masyarakat miskin Indonesia," tuturnya. Tahapan kegiatan meliputi, scouting,Selecting & approval, contracting, mentoring, monitoring & evaluation process.

"Salah satu program LRAMP IPB ialah 'Program Technopreneurship Mahasiswa' yang bisa meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang technopreneurship (kewirausahaan berbasis teknologi), sehingga mahasiswa memiliki kemampuan berkompetisi dalam memperebutkan award inovasi dan invensi yang akan dipilih dari berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya. Untuk tahun pertama ini award yang tersedia sekitar US $500.000 (untuk kira-kira 10 pemenang).

Program Technopreceurship Mahasiswa ini hanya dikhususnya bagi mahasiswa S1, So, atau lulusan baru kurang dari satu tahun. Seluruh program LRAMP IPB ini rencananya akan di-launching akhir Juli atau Agustus 2006.(ris) #$#808ffec209c05b64cd0abb44a2a145f4###07fe2a27ccfac155ab921b07c05a25c9###ID###2006-06-17 00:00:00###Universiti Teknologi Mara Malaysia Berkunjung ke IPB### Sebanyak 34 mahasiswa yang tergabung Majelis Perwakilan Mahasiswa Universiti Teknologi Mara (UiTM) Selangor Malaysia berkunjung ke Institut Petanian Bogor (IPB) Rabu (14/6) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Ke-34 mahasiswa tersebut didampingi oleh Wakil Rektor bidang Pengembangan kerjasama, mahasiswa dan alumni, Prof Hasanuddin Othman, 2 dosen, dan 1 staf penunjang.

"Tujuan kedatangan kami adalah untuk memantapkan serta memperluas pengalaman dan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi besar di Indonesia. Ini adalah kunjungan pertama kami ke IPB," ujar Hasanuddin.

Tujuan lain ialah untuk menjajaki peluang kerjasama antara IPB dan UiTM. Dalam ulangtahunnya yang ke-50 tahun UiTM berencana menggelar International Sport Fiesta dan mengundang tim futsal IPB untuk bertanding ke sana.

" Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh tim futsal dari berbagai perguruan tinggi se-dunia, Kami berharap IPB turut serta dalam kompetisi tersebut," katanya.

Perlu diketahui, UiTM mempunyai 23 fakultas dan 100 ribu mahasiswa baik S1, S2 dan S3.

"Jumlah mahasiswa UiTM memang sangat banyak, UiTM termasuk perguruan tinggi di dunia dengan jumlah mahasiswa yang banyak," jelasnya.

Rombongan UiTM disambut langsung Wakil Rektor III, Prof Yusuf Sudohadi,dan mahasiswa Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), Agriswara, Gentra Kaheman serta Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB.

"Kami mengucapkan selamat datang di Kampus IPB, Kita bisa saling sharing dan berdiskusi untuk meningkatkan hubungan diantara kita," kata Yusuf. Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III menginformasikan selayang pandang perkembangan IPB terkini.

Rombongan UiTm akan berada di Indonesia selama seminggu yakni 13-18 Juni. Rombongan akan mengunjungi tiga perguruan tinggi yakni Universitas Indonesia, IPB dan Institut Teknologi Bandung (ITB). (ris) #$#e0040686001b6908342a0c9406ff08b1###038bab2a76c4403661362b4c6b71c55e###ID###2006-06-20 00:00:00###Terkait Impor Paha Ayam, Pemerintah Diminta Hati-hati Tentukan Kebijakan###Bila impor Chicken Leg Quarter (CLQ) kembali menggema pada saat ini, maka berbagai pihak khususnya pemerintah haruslah berhati-hati dalam menentukan kebijakan terkait dengan dampak yang akan ditimbulkannya. Salah satu pertanyaan mendasar dalam konteks ekonomi politik kebijakan publik ialah Whose interest counts (kepentingan siapa yang diperhitungkan)?

Mendasarkan kebijakan pemerintah sebagaimana telah dicanangkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono secara lebih sektoral yaitu mengenai revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan, dan secara lebih agregat yakni mengurangi kemiskinan dan pengangguran, maka interest yang seyogianya mendapatkan prioritas adalah interest petani/peternak. Karena impor CLQ atau paha ayam ini cenderung akan menekan harga yang akan diterima peternak atau condong akan merugikan mereka, maka impor tersebut seharusnya tidak dilakukan.

Demikian dikatakan Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Ir. Arief Daryanto, M.Ec., saat berbicara pada Semiloka Ekonomi Politik CLQ yang diselenggarakan Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB bekerjasama dengan Majalah Trobos di Gedung MMA-IPB Jln. Pajajaran, Rabu (14/6). Selain Arief, acara yang dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Majalah Trobos, H. Wahyudi Mohtar itu menghadirkan Ketua Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia Anton J. Supit, Direktur Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri RI Drs. Alberth Yusuf Tubogu, MM., dan Direktur Budidaya Ternak Non Ruminansia drh. Djajadi Gunawan, MPH., yang mewakili Direktur Jenderal Peternakan RI.

Sebelumnya, Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc dalam sambutannya mengatakan, kebijakan pertanian tidak lepas dari lobi-lobi politik. Dicontohkan, lobi pengusaha besar pada orang dekat pengambil kebijakan ternyata jauh lebih besar pengaruhnya dibanding suara peternak kecil . Karena itu jelasnya, pendekatan ekonomi politik lebih baik dibanding pendekatan yang sifatnya teknokratis.

”Sepanjang peternak kecil tidak memiliki asosiasi yang kuat, maka lobi politik tetap akan lemah. Pada akhirnya, kebijakan publik kurang mendengarkan aspirasi peternak kecil,” ujar Mattjik di hadapan peserta semiloka.

Belum saatnya impor

Lebih lanjut Arief menjelaskan, bila saat ini konsumsi daging ayam masih tercukupi oleh produksi dalam negeri dan belum jelasnya status kehalalan dan standar kesehatan CLQ serta dimungkinkannya terjadi dampak yang merugikan bagi agribisnis perunggasan nasional, maka pemerintah belum saatnya untuk mengizinkan masuknya CLQ ke Indonesia.

”Pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan seperti yang telah dilakukan oleh negara-negara ASEAN lainnya. Misalnya Philipina, Malaysia dan Thailand dengan terang-terangan menolak impor CLQ dengan alasan merugikan peternak nasional. Jepang juga menolak dengan alasan kurang higinis karena kadar kolesterol paha ayam USA yang cukup tinggi,” papar Arief.

Dikatakan, CLQ merupakan produk yang di negeri asalnya (USA) kebanyakan digunakan untuk bahan pembuatan pakan, karena tidak begitu laku dijual kepada konsumen manusia. Tidak lakunya CLQ pada masyarakat USA salah satunya disebabkan kekhawatiran akan tidak amannya produk ini untuk kesehatan.

CLQ merupakan bahan makanan yang berpotensi menimbulkan resiko. Paha ayam biasanya menjadi lokasi penyuntikan antibiotika, sehingga di CLQ itulah biasanya residu antibiotika mengumpul. ”Hal tersebut menyebabkan harga CLQ menjadi sangat rendah dibandingkan dengan harga komponen ayam lainnya di USA,” ujar Arief.

Meski demikian, lanjutnya, harus kita sadari cepat atau lambat kita tetap akan menghadapi pasar global. Apalagi bila status kehalalan dan kesehatan CLQ itu pun telah terpenuhi, kemungkinan konsumen pun akan mendukung impor produk tersebut.

”Oleh karena itu, sudah seharusnya usaha dan industri perunggasan dalam negeri mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi persaingan global dengan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Sehingga produk kita memiliki daya saing yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia, Anton J. Supit dengan tegas mengatakan, masuknya CLQ menghancurkan usaha perunggasan. Menurutnya, tidak ada pilihan strategis lain selain mempertahankan kegiatan usaha perunggasan di dalam negeri.

Karena itu, Supit mengajukan beberapa rencana tindak lanjut, diantaranya memohon dukungan politik DPR RI, politisi, tokoh dan pers. Serta memohon terjalin kerjasama dari Departemen-Departemen Perdagangan, Pertanian, Luar Negeri, Dalam Negeri, Perguruan Tinggi, Badan-Badan Litbang dan lembaga lain. (NM) #$#38016de387848b98ed53a13690559192###8381860114119a81e43c5e881dd89bd2###ID###2006-06-21 00:00:00###IPB, Salah Satu Tujuan Field Visit Peserta Konferensi Islam Dunia### Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menjadi tempat field visit seluruh peserta kegiatan International Conference of Islamic Scholars II (ICIS II) yang akan diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 20-22 Juni mendatang. ICIS II ini akan dihadiri perwakilan negri-negri Islam seluruh dunia.Kunjungan ke IPB tersebut dijadwalkan Kamis (22/6). Acara tersbeut akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Budaya, Jero Wacik. Konferensi yang bertema ' Upholding Islam as Rahmatan Lil Alamin' bertujuan mengkonkritkan aturan agama dan merumuskan nilai islam rahmatan lil 'alamin sebagai semangat pergerakan sosial untuk mengubah dari pertentangan dunia pada keadilan dan kedamaian dunia. (ris)#$#52fa7e65578ece9f7273c43a48a9f524###f6c1fc6af333f13e6151f78ec1d1d9bc###ID###2006-06-22 00:00:00###Badan Narkotika Nasional ke IPB### Kedatangan Badan Narkotika Nasional yang disingkat BNN ke IPB ini bukan untuk melakukan sidak melainkan untuk memberikan penyuluhan dengan topik Pengetahuan Narkoba dan Bahanyanya serta mensosialisasikan penggunaan tes urine kepada mahasiswa IPB. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Dramaga (21/6) ini diprakarsai oleh Direktorat Kemahasiswaan IPB bekerjasama dengan bagian Pusduk Gakkum Lakhar BNN.

Kedatangan anggota Pusduk Gakkum Lakhar BNN disambut langsung oleh Wakil Rektor III IPB, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr. Menurut Supandi SH, salah satu anggota Pusduk Gakkum Lakhar BNN, kedatangan mereka ke IPB ini untuk mensosialisikan bahayanya Narkotika serta penggunaan tes urine baik kepada mahasiswa maupun kepada dosen-dosen di IPB.

”Dari riset yang kita lakukan sebanyak 1.7 ton/bulan heroin masuk ke Indonesia. Kalau ini kita biarkan terjadi terus menerus mau jadi apa negeri kita ini. Tugas kita untuk menyelamatkan generasi muda kita” paparnya.

Selain itu, dia juga menceritakan pengalaman timnya di Nangroe Aceh Darussalam dimana di sana ditemukan 7-9 titik yang dijadikan perkebunan ganja dengan total luas 37,9 hektar dan yang sudah berhasil dimusnahkan oleh BNN sebanyak 20 ton ganja. Untuk tahun 2005 tercatat sebanyak 16.225 kasus mengenai narkoba di Indonesia, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Masih menurut Supandi, sebanyak 15 ribu pecandu Indonesia mati sia-sia setiap tahunnya. Data yang dihasilkan dari prevalensi antara BNN dan UI, sebanyak 1.5% (3.2 Juta) dari 200 juta penduduk Indonesia menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 63% penyalah guna narkoba pertama kali mencoba pada usia 15-24 tahun. Dan satu di antara 10 responden mengaku menggunakan/mengkonsumsi narkoba pertama kali pada usia berusia kurang dari 15 tahun.

Dari semua fakta yang terjadi, Supandi menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba salah satunya adalah faktor ekonomi. Faktor dimana kondisi perekonomian kita yang semakin memburuk dan berkepanjangan serta permasalahan hidup yang semakin ruwet menjadikan penyalahgunaan narkoba sebagai salah satu pelarian dan didukung dengan bisnis narkoba yang menggiurkan serta mendatangkan keuntungan yang besar.

Terkait dengan hal tersebut, IPB secara rutin melakukan tes urine kepada setiap mahasiswa baru IPB pada saat regristrasi mahasiswa. (zul) #$#78ebadf5a8736057aa398fda7fb986db###e89880e0d9ff23f4e2b0983040f65f43###ID###2006-06-23 00:00:00###Biaya Pendidikan Mahasiswa Baru S-1 IPB 2006### Biaya pendidikan mahasiswa baru tahun akademik 2006/2007 dipastikan tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Biaya Perlengkapan Mahasiswa Baru (BPMB) misalnya, masih dikenakan biaya sebesar Rp 500.000,- . Begitu pula biaya tinggal di asrama, dimana biaya kamar sebesar Rp 900.000,- per tahun dan deposit Rp 375.000,- adalah harga yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“SKS tahun pertama juga tidak ada perubahan, yaitu Rp 635.000,- untuk 36 SKS. Dengan demikian, tidak ada kenaikan biaya SPP bagi mahasiswa baru pada tahun pertama,” tandas Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, Sp.MP. M.Si, saat mengomentari adanya isu kenaikan SPP, Rabu (21/6).

Agus juga menjelaskan, guna memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan adil kepada semua golongan sosial ekonomi, IPB memberlakukan sistem subsidi silang. Dimana mahasiswa dari keluarga mampu mensubsidi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

Subsidi silang tersebut adalah dengan dibebaskannya mahasiswa dari keluarga tidak mampu (penghasilan bulanan orang tua/wali kurang dari Rp 250.000,- ) untuk membayar Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas (BPIF) saat registrasi. Tidak hanya itu, Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP) yang merupakan komponen SPP, bagi mahasiswa tersebut ditiadakan.

Bentuk peduli IPB lainnya adalah, adanya iuran Perhimpunan Orang tua Mahasiswa (POM) sebesar Rp 350.000,- bagi semua mahasiswa. Iuran ini digunakan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu dan membantu pembiayaan kegiatan intra dan ekstrakurikuler. (NM) #$#b8da82683bf0587f21125c81e458453b###8430731aaf3bb634b129f79b592e9af7###ID###2006-06-23 00:00:00###Peserta ICIS dari Timor Leste Kagumi IPB### “Wow, luar biasa IPB ini, sangat besar. Insya Allah, perjalanan saya bersama ICIS ke IPB saat ini akan saya sampaikan ke Menteri Pendidikan Timor Leste,” ujar Arif Abdullah Sagran, peserta Konferensi Cendikiawan Islam Internasional (ICIS) II yang berasal dari negara Timor Leste.

Ditemui di sela-sela kunjungan ICIS di kampus IPB Darmaga (22/6), pria yang menjabat Presiden Centro de Comunida Islamica de Timor Leste (Pusat Komunitas Islam Timor Leste) ini, tampak memiliki kesan yang mendalam terhadap IPB.

“Sebagai pimpinan Islam di Timor Leste selalu saya tekankan bahwa pendidikan itu sangat penting. Memiliki SDM unggulan itu sangat penting,” demikian alasan Arif. Terlebih menurutnya, sebagai negara yang baru Timor Leste masih belum bisa mencukupi kebutuhan pangan bagi penduduknya.

Disebutkan, sampai saat ini negaranya masih harus mengimpor beras dari Vietnam, gula dari India dan kebutuhan sembako lainnya dari Indonesia. “Unggulan pertanian Timor Leste adalah kopi. Tapi tentu saja kita harus dapat mengembangkan sektor pertanian ini lebih luas lagi. Karenanya, sepulang dari sini Insya Allah akan saya rekomendasikan pada departemen terkait pentingnya bekerjasama dengan IPB dalam hal pendidikan pertanian,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia ICIS, H.M.Rozi Munir yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, dalam perjalanan menuju Bogor dari Jakarta, ia banyak mendengar para peserta ICIS mengagumi pemandangan Bogor. “Mereka terlihat mengagumi hijaunya pemandangan yang dilewati . Mungkin karena di negaranya yang ada hanya gurun pasir,” kata Rozi saat jumpa pers.

Rozi yang didampingi Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc dan Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. R.P. Agus Lelana, Sp.Mp, M.Si., menjelaskan mengapa IPB yang dipilih oleh ICIS dalam kunjungannya kali ini. Menurutnya, IPB memiliki pemandangan yang cukup menarik dibanding perguruan tinggi lainnya, selain itu karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, tempat ICIS II berlangsung.]

“Pada ICIS I para peserta diajak berkunjung ke pesantren dan masjid-masjid. Dan pada ICIS II ini sengaja kami ajak berkunjung ke institusi akademik, karena pada umumnya mereka adalah para cendikiawan dari perguruan tinggi di masing-masing negaranya,” ujar Rozi lebih lanjut.

Sebelumnya, di tempat terpisah Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., mengutarakan, dipilihnya IPB sebagai tempat kunjungan para peserta ICIS, kemungkinan karena banyak dari mereka berasal dari negara yang berbasis pertanian.

Saat ditanya kemungkinan adanya kerjasama dengan negara-negara Islam yang hadir saat itu, Mattjik mengatakan jika ada kesempatan ia siap menjajagi. Karena menurutnya, IPB telah banyak melakukan kerjasama dengan luar negeri termasuk negara Islam.

Sebatas diketahui, kunjungan peserta ICIS II ke IPB Kampus Darmaga diikuti oleh sekitar 200 orang peserta yang berasal dari 53 negara. Dengan menggunakan lima bis berukuran besar dan beberapa mobil kendaraan empat, mereka tiba pukul 12.42 di Masjid Al-Hurriah.

Usai menunaikan shalat dzuhur, rombongan menuju Gedung Rektorat. Alunan musik degung Gentra Maheman menyambut kedatangan mereka. Satu-persatu mereka disambut oleh para pejabat rektorat. (NM) #$#75ae7d29250bdf9b1eacd4cbbbd312af###8f6db2c393af7134261af5ba8b34bb42###ID###2006-06-23 00:00:00###ICIS II Hasilkan 36 Keputusan, Delegasi Tiba di IPB###Pror. Dr. Ir. Ahmad Anshori Mattjik, MSc (Rektor IPB) menerima delegasi ICIS II yang tiba di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada pukul 12:50 di Masjid Al Hurriyah Kampus IPB Darmaga. IPB menjadi tempat field visit seluruh peserta kegiatan International Conference of Islamic Scholars II (ICIS II) yang telah diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 20-22 Juni. ICIS II ini dihadiri perwakilan negeri-negeri Islam dan non islam seluruh dunia. Kunjungan ke IPB tersebut dijadwalkan Kamis (22/6).

Konferensi yang bertema ' Upholding Islam as Rahmatan Lil Alamin' dan bertujuan mengkonkritkan aturan agama dan merumuskan nilai islam rahmatan lil 'alamin sebagai semangat pergerakan sosial untuk mengubah dari pertentangan dunia pada keadilan dan kedamaian dunia ini ditutup pada pukul 10:00 WIB di Hotel Borobudur Jakarta. Selanjutnya delegasi-delegasi yang berasal dari 53 negara tersebut mengikuti acara kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ketua Panitia ICIS II dari PB Nahdlatul Ulama, Rozi Munir, dalam satu konferensi pers yang digelar oleh Kepala Prohumasi IPB, Drh. R.P. Agus Lelana, SpMp. MSi, ICIS II yang berlangsung dari 20 hingga 21 Juni itu lebih diarahkan pada rencana aksi untuk mengurangi konflik baik antar aliran di kalangan Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat. `Jika pada ICIS pertama sasaran kita adalah mempersamakan persepsi untuk mengedepankan Islam moderat, pada ICIS ke II kita akan mengarah pada aksi, terutama meredakan konflik antar kelompok Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat, Katanya.

Hasil dari ICIS II berisi 36 point penting yang telah disepakati oleh semua peserta. Dari ke-36 point tersebut, dikelompokkan dalam lima aspek yaitu 1. respon Negara islam menghadapi globalisasi, 2. perdamaian dan pemecahan konflik antar umat beragama, 3. perekonomian pemerintah dan 4. masalah pendidikan dan social Progress, 5. perkembangan ICIS kedepannya.

Beberapa isi dari keputusan-keputusan yang disepakati diantaranya 1. mengajak seluruh muslim di dunia untuk berpartisipasi dalam menghasilkan perlindungan dan persatuan umat ditengah isu globalisasi, 2. mengajak pemerintah dari Negara-negara muslim untuk menguatkan kerjasama dalam mengambil manfaat adanya globalisasi, 3. mendorong pemerintah dari negara-negara muslim untuk bersatu dengan cara mengkomunikasikan antar orang per orang, tidak hanya mahasiswa tapi juga muslim secara keseluruhan termasuk pemuda-pemudi, wanita dan juga orang tua, 4. mendorong agar kerjasama antara pemerintah dari Negara muslim dan pemerintah dari Negara lain untuk berkomunikasi secara intensif dan berdialog, 5. mendorong muslim dan non muslim dimanapun untuk menyebarkan ide-ide yang benar bahwa islam merupaka agama moderat dan bertoleransi.

Pada ICIS I sekitar 43 negara mengirimkan delegasinya, di mana pada akhir pertemuan peserta sepakat untuk membentuk kesekretariatan ICIS di Gedung PBNU Jakarta dan memilih Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi sebagai Sekjen ICIS.

Alasan mengapa IPB dijadikan sebagai Universitas yang dikunjungi oleh delegasi-delegasi dari peserta ICIS II ini, Rozi menjawab bahwa peserta yang diundang merupakan para cendekiawan dan bukan politikus. Sebagian besar peserta yang hadir di ICIS II ini adalah Rektor di suatu Universitas dan tidak ada kepentingannya dengan masalah politik, sehingga berkunjung ke instansi pendidikan akan menambah wawasan setiap peserta.

“Kalau ditanya mengapa IPB yang dipilih, karena kebanyakan peserta yang hadir berasal dari timur tengah yang kita tahu daerah disana penuh dengan gurun, saya hanya ingin memperlihatkan daerah yang banyak warna hijaunya, maka IPB lah jawabannya.” Jelasnya.

Sejumlah negara di luar negara-negara Timur Tengah mengirimkan utusannya pada ICIS II, antara lain Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Perancis, Spanyol, Belanda, Turki, dan Swedia. Beberapa negara, termasuk Mauritius dan Uganda, bahkan Negara yang dulunya adalah bagian dari NKRI, Timor Leste, juga hadir dalam ICIS II kendati sebelumnya tidak diundang.(zul/ris) #$#ab5a24121bdc251b64e96c3ebe4bd8f1###666021d554ae59694a599defe48d62e5###ID###2006-06-24 00:00:00###Orasi Ilmiah Prof. Ujang Sumarwan: Lindungi Konsumen dari Iklan Menyesatkan###Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (2006), Pendapatan Domestik Bruto Indonesia Tahun 2005 adalah Rp 2.729,7 triliun. Pengeluaran konsumsi rumah tangga yaitu sebesar Rp 1.785,6 triliun. Kurang lebih 65% dari PDB Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga. Ini menunjukkan bahwa peran konsumen rumah tangga sangat penting dalam perekonomian nasional. Di Indonesia, hak-hak konsumen tercakup secara terperinci dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 yang dinyatakan dalam Bab III Bagian Pertama dan Pasal 4.

” Hak untuk memperoleh informasi yang benar dan jujur merupakan salah satu hak yang harus diperoleh konsumen. Konsumen menggunakan berbagai sumber informasi sebagai masukan untuk pengambilan keputusan. Salah satu sumber informasi yang paling sering digunakan adalah iklan melalui berbagai media,” Kata Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc yang akan melakukan orasi ilmiah Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen IPB ” Peran Ilmu Konsumen Dalam Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemenuhan Hak Atas Informasi” Sabtu (24/6) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Orasi ilmiah ini bertujuan untuk melihat kesejahteraan masyarakat berdasarkan persfektif hak-hak konsumen. Konsumen menggunakan iklan sebagai sumber informasi utama untuk mengenal beberapa produk/merek. Iklan menyampaikan pesan dan informasi mengenai suatu produk/merek, membangun dan membentuk citra suatu produk atau merek.

Periklanan seringkali menimbulkan berbagai masalah dari sudut pandang masyarakat, para ahli dan pegiat yang peduli kepada kesejahteraan konsumen. Beberapa iklan yang ditayangkan memberikan informasi yang berlebih-lebihan dan cenderung mengelabui (deceptive). Iklan-iklan tersebut telah melanggar etika dan tatakrama komunikasi periklanan. Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI, 2006) melaporkan 55 iklan yang melanggar etika dan undang-undang serta peraturan iklan dalam kurun waktu 2001-2002. Iklan yang melanggar tersebut ditayangkan di media cetak, televisi dan radio. PPPI menggunakan kriteria undang-undang, peraturan dan tata krama periklanan untuk menentukan apakah suatu iklan melanggar. Peniruan atau meniru iklan produk merek lain adalah pelanggaran yang paling banyak dilakukan yaitu oleh 9 iklan, kemudian disusul oleh 6 iklan yang dikategorikan menyesatkan karena menyampaikan klaim tanpa disertai bukti, juga ada 3 iklan yang termasuk menyesatkan karena memberikan janji yang berlebihan.

Selama tahun 2003 Badan POM melakukan pengawasan terhadap, 536 iklan obat bebas, 535 iklan suplemen makanan, dan 309 iklan obat tradisional. Pengawasan tersebut meliputi penilaian materi iklan sebelum dan sesudah ditayangkan. Tim pengawas menemukan sekitar 15% iklan obat tradisional ditolak karena materi iklan tidak sesuai dengan kandungan produknya. Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh iklan obat tradisional, produk suplemen makanan dan produk pangan. Berdasarkan pengawasan terhadap 703 iklan obat bebas, sekitar 18% dari iklan tersebut masih belum sesuai dengan materi yang disetujui Badan POM. Sekitar 60% dari 717 iklan produk obat tradisional tidak memenuhi syarat karena materi iklan berisi klaim yang berlebihan. Sekitar 31% dari 517 iklan suplemen makanan menyatakan klaim yang tidak sesuai dengan yang disetujui Badan POM. Kurang lebih 25 dari 3572 iklan kosmetik menyampaikan klaim yang berlebihan, tidak etis atau tidak relevan dengan kandungan produknya. Sekitar 30% dari 1052 iklan produk pangan memberikan informasi yang berlebihan dan menyesatkan. (ris) #$#b9375a1cf2ec2e627eb146024783fb58###de87880beab666e63f2a121c39275f7f###ID###2006-06-24 00:00:00###Orasi Ilmiah Prof. M. A. Chozin : Pemanfaatan Lahan di bawah Naungan pada Lahan Perkebunan###Aplikasi dari rekayasa eko-fisiologi antara lain dalam pemanfaatan lahan-lahan di bawah naungan pada lahan perkebunan, yang ditanami dengan tanaman-tanaman seperti padi, kedelai, vanilia, lada dan sebagainya. Lahan-lahan tersebut tersedia sangat luas, dan tersebar di seluruh Indonesia dari berbagai tingkat kesuburan tanah, curah hujan dan cekaman biotik serta abiotik yang berbeda-beda.

Demikian disampaikan Guru Besar Tetap Ilmu Agronomi Fakultas Pertanian IPB yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I, Prof Dr Ir H M A Chozin, M.Agr. yang melakukan orasi Sabtu (24/6) di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Di dalam isi Orasinya yang berjudul, “Peran Ekofisiologi Tanaman dalam Pengembangan Teknologi Budidaya Pertanian,” dijelaskan bahwa penguasaan eko-fisiologi merupakan dasar bagi pemulia tanaman untuk merakit varietas-varietas baru yang dapat bereproduksi pada lahan-lahan yang ternaungi tersebut.

Upaya yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah melakukan rekayasa eko-fisiologi. Rekayasa eko-fisiologi tersebut merupakan cara dalam menyeimbangkan ekologi tanaman dengan proses-proses pertumbuhan, reproduksi, kelangsungan hidup, distribusi geografis tanaman, serta interaksi antara tanaman dengan lingkungan tumbuhnya.

“Rekayasa eko-fisiologi pada bidang pertanian merupakan dasar dari terlaksananya produksi pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan seiring dengan bertambahnya penduduk, berkurangnya lahan pertanian, keragaman kesuburan tanah, serta adanya cekaman biotic dan abiotik yang semakin berat.

“Kenyataan hal tersebut merupakan tantangan bagi para peneliti untuk terus melakukan upaya peningkatan produktivitas pertanian agar dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan bagi manusia,” katanya.

Sebagai contohnya, Prof Chozin dan timnya telah menghasilkan beberapa galur harapan padi gogo yang tahan naungan yang diseleksi dari 200 galur padi hasil silangan maupun hasil dari kultur antera.

“Apabila hal ini dapat dilakukan, maka produktivitas lahan tersebut akan meningkat dan produksi padi di Indonesia dapat bertambah secara nyata,” katannya.

Sedangkan aplikasi lain dari rekayasa eko-fisiologi dalam peningkatan produktivitas lahan adalah melalui penanaman system ganda seperti tumpang sari, tanaman sela setahun, sela setahun, bersisipan, pertanaman beruntun dan agroforestry.

“Sistem ini selain meningkatkan produktivitas lahan juga cara yang paling baik untuk mengelola dan mengendalikan cekaman biotik terutama hama dan penyakit tanaman, serta mengurangi resiko kegagalan panen,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dilihat dari sisi eko-fisiologi, peningkatan produksi pertanian harus mempertimbangkan empat prisnsip, yaitu : prinsip keseimbangan ekologi agar produksi pertanian dapat lestari, prinsip capaian optimum, karena keragaman lingkungan yang besar, prinsip kehati-hatian untuk menghindari kerusakan lingkungan dan genetic loss, serta prinsip kearifan lokal agar endogenus knowledge yang telah ada dapat dipertahankan dan dikembangkan.

DATA DIRI : Prof Dr Ir H M A Chozin, M.Agr.

Prof Chozin yang saat ini menjabat Wakil Rektor I IPB, merupakan salah seorang staf pngajar IPB yang memiliki karir di bidang Akademik sangat lengkap.

Dimulai sejak tahun 1978 sebagai Ketua Panitia Pelaksanan Akademik (PPKA), kemudia menjadi Sekretaris Jurusan Agronomi, Ketua Jurusan Budidaya Pertanian, Pembantu Dekan I, dan selanjutnya dipercaya menjadi Dekan Faperta IPB pada tahun 1999-2003.

Saat ini, Prof. Chozin merupakan salah saru tokoh kunci keberhasilan IPB dalam melakukan penataan internal, khususnya bidang akademik, seperti penataan departeman, pusat penelitian, restrukturisasi program diploma dan perubahan kurikulum IPB menjadi kurikulum system mayor-minor yang pertama kali diimplementasikan di Indonesia.

Prof Chozin lahir di Kuningan, 3 Maret 1950. Gelar sarjana pertanian di IPB pada tahun 1976, sedangkan gelar master dibidang weed ecologi dan doktor bidang Bioresources Science diperoleh di University Okayama, Jepang berturut-turut pada tahun 1987 dan 1990. Prof Chozin menikah dengan Ny. Yeyet Suciati dan dikaruniai 2 orang putra dan 1 orang putri, yaitu Mohammad Irfan, Hana Khaerunnisa dan Muhammad Ihsan. (man) #$#64fb6c2c3b28a6f84ef1583ab90e6c13###60a268babf6f04b96db5807ace7d1d0f###ID###2006-06-27 00:00:00###Dari Pameran dan Temu Bisnis Perikanan dan Kelautan: Skala Laboratorium Menuju Skala Industri### Sebanyak 16 riset berbasis paten sektor perikanan dan kelautan hasil para peneliti di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (26/6) dipamerkan di Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan (BBP2HP) Jakarta Utara. Riset-riset tersebut diantaranya Mesin Pemingsan Udang dan Ikan, Mesin Pemisah Daging dan Tulang, Penghitung Benih Ikan dan Akuarium Multiguna.

“Sebesar apa pun teknologi yang ditemukan oleh IPB, jika tidak diaplikasikan di dunia industri, masyarakat tidak akan pernah tahu bahwa Indonesia memiliki teknologi yang bisa diandalkan,” ujar Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc., saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.

Menurutnya, selama ini teknologi senantiasa berhenti di laboratorium atau perpustakaan. Karenanya, ia menyambut baik kesempatan pameran yang dikemas dalam Temu Bisnis antara Academic, Business dan Government (ABG).

“Pertemuan ABG ini merupakan kesempatan yang tepat. Pasalnya, Akademisi tanpa dukungan Bisnisman atau pelaku usaha tidak akan berjalan, dan tanpa adanya kebijakan dari Government, semua akan pasif. Oleh karena itu, ketiga komponen ini harus bersatu,” tegas Asep.

Acara yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI, Prof. Dr. Martani Husein tersebut, dihadiri oleh para pelaku usaha yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan, sejumlah ilmuwan dari IPB serta para pengambil kebijakan di lingkungan DKP RI.

Sebelumnya, Martani mengemukakan, ke depan departemen yang dikelolanya akan mengutamakan riset yang dihasilkan para mahasiswa dan perguruan tinggi secara umum untuk dapat lebih diaplikasikan ke dunia industri “Karena pada saatnya nanti mereka yang akan memimpin sektor perikanan,” tandasnya. Di tempat yang sama, Kepala Kantor Hak Kekayaan Intelektual (HKI) IPB Dr.Ir.Krisnani Setyowati, MSc., memaparkan hasil-hasil penelitian yang berhasil dibukukan HKI dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Selain upaya perlindungan, Krisnani mengatakan, esensi keberadaan HKI IPB adalah untuk dapat memberi penghargaan kepada para peneliti yang berkualitas. (NM) #$#fa0758ad9695c92e0299a61b8ca6191a###4520ecd9ed934ad70b67fbad3786a616###ID###2006-06-27 00:00:00###PT Antam Rangkul IPB Berdayakan Masyarakat Terbelakang di Pongkor### PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) POngkor, melalui program "community development" (Comdev) merangkul Institut Pertanian Bogor (IPB) guna membangun dan memberdayakan masyarakat yang terbelakang di daerah Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Manajer Senior Comdev Group PT Antam, Ibrahim S, SH di Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Sabtu menjelaskan, upaya itu dilakukan agar masyarakat di sekitar pertambangan semakin baik tingkat kesejahteraannya."Kami merangkul IPB untuk melakukan survei, membuat peta kondisi masyarakat yang ada disekitar pertambangan kami," katanya.

Ia menjelaskan, survei yang dilakukan IPB mencakup banyak hal seperti mata pencaharian rata-rata masyarakat yang berada di Pongkor, tingkat pendidikan, dan tingkat kehidupan ekonomi masing-masing kepala keluarga yang berada di daerah Pongkor."Setelah kami mengetahui ketiga hal tersebut, barulah kami bersama pemerintahan daerah serta masyarakat dapat melaksanakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) khususnya di daerah Pongkor dan Kecamatan Nanggung," katanya.

Menurut dia, pemetaan kondisi yang dilakukan PT Antam ada beberapa ring, ring pertama mencakup wilayah Kecamatan dimana perusahaan tambang emas itu beroperasi, ring kedua wilayah Kabupaten Bogor, dan ring ketiga mencakup wilayah yang lebih luas yaitu skala Propinsi Jawa Barat dan yang terakhir nasional.

Pembangunan yang beradasarkan ring-ring ini, katanya, diharapkan bisa mendukung PT Antam dari seluruh unit untuk berdiri dan berkembang. "Penandatanganan kerjasama kami dengan IPB sendiri sudah dilakukan pada minggu lalu, sedangkan pelaksanaan penelitiannya sendiri baru akan dimulai pada awal JUli tahun 2006," kata Ibrahim. (antara/mim/man) #$#66d63515dec3d1e86b982e0d8174c2cd###7bcd30a0b68444e4af6b06c110953591###ID###2006-06-27 00:00:00###Berencana Jadi Universitas, ISID Gontor Studi Banding ke IPB### Apabila Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor berubah menjadi Universitas Studi Islam Darussalam (USID), bukanlah sekadar latah dengan fakultas-fakultas umum yang ada. Melainkan sebagai upaya pengembangan keilmuan dalam Islam agar lebih berwarna.

Pembantu Rektor IV ISID Gontor, Dr.H. Amal Fathullah Zarkasyi, MA., mengemukakan hal itu pada Prohumasi IPB saat melakukan kunjungan ke kampus IPB Darmaga, Selasa (27/6). “Dalam rangka itu pula, studi banding ke IPB ini kami lakukan. Agar rencana pengembangan menjadi universitas yang akan dimulai tahun ini tidak terkesan tergesa-gesa,” kata Amal seraya mengatakan, studi banding ISID dilakukan pula ke beberapa perguruan tinggi lain, diantaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Amal yang didampingi sejumlah pimpinan ISID Gontor diterima oleh Wakil Rektor III IPB, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi M.Agr., di Ruang Sidang Rektor. Dalam sambutannya Yusuf mengatakan, Pondok Pesantren Modern Gontor tidaklah asing bagi IPB.

“Karenanya saya merasa bangga IPB menjadi tempat studi banding ISID. Bahkan mungkin rombongan dari Gontor bisa berdiskusi untuk membagi ilmu agama yang dimiliki kepada kami,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut Amal mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan IPB di bidang pertanian dan MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). “Kami ingin mengembangkan satu fakultas dimensi keilmuan kontemporer, namun tetap berlandaskan al-Quran dan Hadits. Dengan demikian, ilmu agama dan ilmu umum betul-betul terintegrasi,” tegas Amal.

Sebelumnya, rombongan ISID mendapat penjelasan mengenai IPB secara keseluruhan, yang kemudian dilanjutkan presentasi dari beberapa fakultas dan departemen. Masalah kurikulum, kegiatan keagamaan di lingkungan kampus, asrama mahasiswa hingga administrasi keuangan menjadi bahasan menarik dalam pertemuan tersebut.

Senada dengan Amal, Pembantu Rektor III ISID Gontor, Dr.H. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA, M.Phil., mengemukakan, ilmu-ilmu umum yang akan dikembangkan nanti tetap akan dikemas dalam label agama. “Misalnya Ilmu Fisika, kemungkinan ditambah dengan Filsafat Sains Islam yang saat ini telah digagas oleh perguruan tinggi di Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas MIPA, Dr.drh. Hasim, DEA., menyambut baik rencana pengembangan ISID menjadi USID. Hal ini menurutnya, dapat meminimalisir pemahaman yang masih dikotomi terhadap ilmu agama dan ilmu umum.

“Saat ini terjadi krisis, dimana masih ada dikotomi ilmu. Misalnya saja, masih banyak guru-guru Biologi atau Fisika di SMU yang tidak mengerti agama. Padahal, materi-materi yang mereka ajarkan sebenarnya bermula dari agama. Karena itu, lulusan ISID kelak dipastikan menjadi saintis yang bermoral, karena menyatukan keduanya,” kata Hasim. (NM) #$#9297b168bbfa46e604b4c9c8f0851868###351a745f690769c2ef28f05b6147f1f9###ID###2006-06-28 00:00:00###Pengadaan Lelang Barang Fakultas MIPA###

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PHK A2 TAHUN 2006

Jalan Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Tel/Fax: (0251) 625728

 

PENGUMUMAN LELANG PENGADAAN BARANG
KEGIATAN PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006

Nomor: 246/K13.7/LK/2006


Dengan ini diumumkan bahwa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor
akan mengadakan Pengadaan Barang untuk perusahaan dengan kualifikasi perusahaan kecil yang dilakukan
melalui pelelangan umum (pasca kualifikasi) dengan informasi dan jadwal  sebagai berikut :

a.   Kegiatan/Pekerjaan  :

Paket Pengadaan Barang/Jasa

Pagu Anggaran

Alat Laboratorium Departemen Kimia

Rp    330,000,000

Bahan Pustaka Departemen Kimia

Rp    251,000,000

Alat Laboratorium Departemen Fisika

Rp    127,070,000

Bahan Pustaka Departemen Fisika

Rp      83,356,000

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Ilmu Komputer

Rp    152,775,000

Bahan Pustaka Departemen Ilmu Komputer

Rp      69,622,240

Alat Komputer dan Multimedia Departemen Matematika

Rp    190,200,000


b.   Pendaftaran peserta lelang dan pengambilan dokumen lelang pada,

Hari/Tanggal    : Rabu, 28 Juni 2006 s.d. Selasa, 18 Juli 2006 (hari kerja)

Waktu              : 09.00 - 15.00 WIB

Tempat            : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Syarat              : 1. memperlihatkan SIUP asli dan menyerahkan fotocopy;

                           2. apabila diwakilkan harus membawa surat kuasa dari pimpinan  perusahaan

c.   Penjelasan pelelangan pada,

Hari/Tanggal    : Jum’at, 7 Juli 2006

Waktu              : Jam 13.30 WIB sampai dengan selesai

Tempat            : Ruang Sidang FMIPA IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga Bogor

d.   Pemasukan dokumen penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Senin, 10 Juli 2006 s.d. Rabu, 19 Juli 2006 pukul 13.15 WIB

Tempat             : Sekretariat Panitia Pengadaan Barang/Jasa PHK A2 FMIPA IPB T.A. 2006
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

e.   Pembukaan Dokumen Penawaran pada,

Hari/Tanggal     : Rabu, 19 Juli 2006

Waktu               : 13.30 WIB – sampai dengan selesai

Tempat             : Ruang Sidang Departemen Matematika IPB
Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor

Demikian pengumuman ini disebarluaskan untuk diketahui bagi yang berkepentingan.

Bogor, 27 Juni 2006

Panitia Pengadaan


#$#a59d46bdeb8708766e95e19b00ec13f9###ff6964c420575673251508f43d77783e###ID###2006-06-29 00:00:00###IPB Mewisuda 1184 Lulusannya### Institut Pertanian Bogor (IPB) mewisuda sebanyak 1184 lulusannya pada acara tunggal Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap III Tahun Akademik 2005/2006, Rabu (28/6) di Gedung Graha Widaya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

“Pada Sidang Terbuka ini, IPB mewisuda dan menganugerahkan Ijazah kepada 1184 lulusan yang terdiri dari 59 lulusan bergelar Doktor (S3), 161 lulusan bergelar Magister Sains (S2), 48 lulusan bergelar Magister Manajemen, 35 lulusan bergelar Magister Profesional, 11 Master of Information Technology dan 870 lulusan bergelar Sarjana,” kata Rektor IPB, Prof. Dr. Ir Ahmad Ansori Mattjik dalam sambutannya.

Rektor juga menginformasikan bahawa pada hari itu telah diwisuda lulusan pertama dari Program Beasiswa Utusan Daerah, yaitu Saudara Kasim Samak dari Program Studi Agribisnis. Sesuai dengan program yang diberikan, Wisudawan ini akan kembali ke Pulau Buru untuk membangun pertanian di daerahnya.

“ Saya selalu sampaikan dan tekankan agar lulusan IPB dapat berperan serta secara aktif dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pada bidang pertanian dalam arti yang seluas-luasnya. Amat membanggakan Almamater apabila Saudara dapat kembali ke daerah untuk membangun dan mengembangkan sektor pertanian sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang diperoleh di IPB,” himbau Rektor IPB.

Menurut Rektor IPB masalah lain Indonesia adalah kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang masih rendah. Menurut BPS 2003, sekitar 79.5% SDM yang bekerja di sektor pertanian adalah lulusan atau tidak lulus Sekolah Dasar, 10.5% lulusan SMP, 9.7% lulusan SMA dan hanya 0.3% yang lulusan sarjana. Secara umum indek pengembangan SDM Indonesia memang masih rendah, yaitu ke-111 pada tahun 2002, lebih rendah dibandingkan Sri Lanka dan Vietnam. “Untuk itu komitmen pemerintah dalam peningkatan sumberdaya manusia perlu terus didorong, terutama dalam alokasi anggaran pendidikan, “ ujar Rektor.

Terkait dengan program-program masa transisi tahun 2000-2005, IPB telah banyak melaksanakan persiapan implementasi penuh sebagai PT-BHMN. Seharusnya implementasi penuh sebagai PT-BHMN telah dilaksanakan pada tahun ini. Namun karena belum siap benar, implementasi penuh BHMN belum bisa dilakukan tahun 2006 ini. Misalnya masalah block grant dan pelimpahan aset, sampai saat ini masih menjadi bahan diskusi yang belum tuntas.

Walaupun demikian, IPB secara internal akan terus melakukan perubahan di berbagai bidang sesuai dengan Program Kerja IPB 2003-2007. Pada penataan bidang akademik, seperti penataan departemen, penataan pusat penelitian dan program diploma, telah berhasil dilakukan dengan baik. Melalui kurikulum sistem mayor-minor, mata kuliah S1 telah dapat diefisienkan menjadi 50% dari jumlah sebelumnya sebanyak 1890 menjadi 950-an mata kuliah. Kurikulum sistem mayor-minor untuk S1 telah siap diimplementasikan mulai semester genap pada tahun 2006 ini. Kemudian pusat-pusat penelitian dan kajian hasil penataan juga telah mulai memperlihatkan berbagai aktivitas yang membanggakan dan Program Diploma telah berjalan dengan baik dan semakin meningkat peminatnya.

Pada bidang kerjasama, telah banyak diinisiasi dengan berbagai pihak. Saya sangat berbesar hati dengan banyaknya kerjasama yang dirintis dengan konsep ABG, seperti di Kabupaten Siak, Kampar, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Lampung Barat, Kendari dengan melibatkan PT Sinar Mas, SeaWorld Indonesia, Taman Safari Indonesia, Charun Pokphan, ABC-Hainz, PTPN dan sebagainya. Hal ini menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap kiprah IPB. Untuk itulah IPB harus terus berbenah melakukan perubahan, sehingga dapat berperan serta mengatasi berbagai masalah aktual yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan sama, Mawardi Simatupang, Ketua Himpunan Alumni IPB juga menghimbau Alumni IPB agar bisa memberikan kontribusi tinggi pada sektor pertanian dan memperjuangkan pertanian serta ketepihakan terhadap petani. “Selama ini petani lemah dalam kemampuan moneter dan fiskal, mereka tidak mendapat dukungan dari pemerintah untuk memajukan usahanya,” katanya. Ia berharap alumni IPB banyak terjun dan berkontribusi pada dua bidang tersebut untuk memantu petani.(ris) #$#283b1c718eb5ed443f129c514ea590d2###62c4f1be31489813c8dc74a780e73885###ID###2006-07-01 00:00:00###IPB Berangkatkan Relawan untuk Rehabilitasi Anak Pasca Gempa Jogja### Institut Pertanian Bogor (IPB) memberangkatkan sebanyak 30 orang mahasiswa dan 15 orang dosen dari Fakultas Ekologi Manusia IPB (Fema), Jum’at (30/6) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Keberangkatan mereka, dalam rangka menindaklanjuti penanganan pasca gempa Jogja dan Jawa Tengah (Jateng), terutama dalam penanganan rehabilitasi anak – anak di sana.

Sebagaimana dipaparkan Dekan Fema, Dr. Hardinsyah usai melepas mahasiswa dan dosen tersebut.

”Hal ini merupakan wujud dari kepedulian mahasiswa dan dosen IPB dalam penanganan anak – anak. Diprioritaskan dalam penanganan ini adalah pada keadaan, pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi kesehatan mereka, ” ujarnya.

Sasaran awalnya adalah Daerah Klaten yang menurut Dekan Fema terdapat desa yang paling parah, di sana akan dibangun tenda tempat bermain dan ruang playgroup untuk bermain anak ,serta ruang film.

Beliau menjelaskan tugas mahasiswa dan dosen pada intinya adalah mendampingi, serta menggerakan orang tua agar bisa membawa anaknnya ke tempat tersebut. Sehingga akan dengan mudah memberikan bimbingan kepada keluarga untuk bisa mengarahkan anaknya.

Menurutnya, ada ratusan bahkan puluhan ribuan keluarga yang memiliki anak-anak yang ditinggalkan oleh sanak famili.

” Keadaan seperti ini dapat menimbulkan kondisi-kondisi yang tidak diinginkan, seperti stres pada anak,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika hal ini dibiarkan begitu saja akan dapat mengganggu perkembangan kecerdasan anak, terutama balita yang nantinya akan masuk usia sekolah dikemudian hari.

”Nanti di sana akan dibangun tenda yang di dalamnya terdapat sejenis playgroup atau taman kanak-kanak. Dimana itu akan menjadi sarana tempat bermain anak, dan juga disediakan berbagai alat permainan edukatif,” ujarnya.

Tujuannya menurutnya tak lain adalah untuk meminimalkan dan memulihkan stres yang dialami oleh anak-anak dengan cara stimulais kegiatan bermain dengan menggunakan alat-alat peraga, dan pemutaran film edukatif.

Melalui pengiriman relawan ini Dekan Fema mengharapkan, IPB dapat membuat penanganan pasca gempa ini menjadi lebih baik. Terutama untuk penanganan anak dan keluarga.

”Kita memberikan bantuan dari sisi kemanusiaan terutama untuk anak-anak, karena pada kenyataannya merekalah yang paling menderita,” katanya. (man) #$#bdcc906df453374fe0246502bbc5b092###9a3e610487f7db57f2351fa6d3e3fb14###ID###2006-07-04 00:00:00###UKM UKF dan PPLH IPB Lakukan Ekspedisi di Telaga Warna###Unit Kegiatan Mahasiswa Uni Konservasi Fauna (UKM UKF) dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (PPLH-IPB) melakukan Ekpedisi dan Eksplorasi Flora dan Fauna di Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Telaga Warna Puncak Bogor. Ekspedisi tersebut berlangsung pada tanggal 4-13 Juli 2006. “Kegiatan yang kami lakukan berupa pengamatan keanekaragaman hayati flora dan fauna serta ekosistemnya. Aspek keanekaragaman hayati yang diamati meliputi mamalia, herpetoauna, burung, flora dan fauna perairan, flora dan serangga,” kata Ketua PPLH IPB Prof Dedi Suedarma.

Tim ekspedisi terdiri dari 30 orang yang dibagi 6 tim kecil. Masing-masing tim melakukan pengumpulan data sesuai dengan bidang pengamatan. Metode yang digunakan, masing-masing tim disesuaikan dengan karakteristik setiap aspek yang diamati supaya hasil pengamatan yang diperoleh lebih optimal. Masing-masing tim menentukan lokasi di sekitar Telaga Warna yang diduga memiliki potensi keanekaragaman yang lebih tinggi.

Jenis tumbuhan yang sudah diketahui di Telaga Warna antara lain rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima walichii), mara (Macaranga rhizoides) dan kaliandra (Caliandra sp). Jenis fauna antara lain babi hutan (Sus scrofa), musang (Paradoxurus hermaproditus), lutung (Presbytis cristata), owa (Hylobates moioch), kucing hutan (Felis bengalensis) dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Terdapat juga berbagai jenis burung seperti kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax), elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang jawa (Spizaetus bartelsii) dan tohtor (Megalaima armillaris).

” Tim kami ingin mengeksplorasi jenis keanekaragaman hayati yang belum diketahui di Telaga Warna,” tutur Dedi. Hasil eksplorasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai potensi alam yang terdapat di Telaga Warna dan menjadi bahan pertimbangan dalam pelestarian serta pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam dan Cagar Alam Telaga Warna. (ris) #$#05c3588a1752db685b22a95ed2916565###d7d4918f703ea9412eaca606091e083d###ID###2006-07-05 00:00:00###Konser Musik Peduli Gempa Yogya### Unit Kegiatan Mahasiswa Music Agriculture X-Pression (UKM MAX) IPB menggelar konser bertajuk Salam Untuk Sahabat dan Tribute to Yogyakarta. Kegiatan ini digelar atas kerjasama UKM MAX IPB dengan tim Promotor album terbaru Glenn Fredly, di Pelataran Parkir Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Darmaga, (29/6).

Pada kegiatan tersebut panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 600.000,00. ”Dana yang berhasil dikumpulkan rencananya akan disumbangkan untuk korban bencana gempa di Klaten dan Yogya, tapi kami belum memutuskan apakah dananya akan kami sumbangkan langsung lewat Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) daerah Klaten dan Yogya atau lewat IPB” papar Ketua Panitia, Arba in Joko Pamungkas, mahasiswa dari Fakultas Perikanan kepada Pariwara.

Acara yang dilaksanakan sore hari ini dihadiri lebih dari 500 mahasiswa IPB dan juga masyarakat sekitar kampus. Kesempatan ini dimanfaatkan panitia untuk mengedarkan beberapa kotak penggalangan dana untuk Yogya. Tampak hadir mengikuti acara ini Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Ir. Rimbawan. (zul) #$#a87069f0ecc4ecdb4dfe05831d4522e7###e99b5b99f145f8755b7896324660ea9a###ID###2006-07-05 00:00:00###Masyarakat Akuakultur Indonesia Berkumpul di Bogor###Guna mengetahui dan memanfaatkan bioteknologi dalam akuakultur secara tepat guna, efektif dan efisien, Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Simposium Nasional Bioteknologi dalam Akuakultur, Rabu (5/7). Acara yang mengambil tempat di Hotel Salak Jln. Ir.H.Juanda tersebut merupakan hasil kerjasama FPIK IPB dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP).

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Odang Carman mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi forum yang sangat bermanfaat bagi masyarakat akuakultur (praktisi/pengusaha, peneliti, akademisi, penentu kebijakan dan pengguna/konsumen) dalam rangka menggapai dan mewujudkan cita-cita akuakultur dalam penyediaan pangan, ikan hias, bahan baku industri, pariwisata dan konservasi di Indonesia.

“Ketertinggalan kita dalam mengikuti perkembangan bioteknologi, mungkin menjadi salah satu penyebab lesunya prospek bisnis di bidang akuakultur. Padahal di berbagai belahan dunia, bioteknologi merupakan tool yang terbukti mampu melipatgandakan produksi pangan dengan target yang lebih terukur, mampu mempercepat proses produksi secara efektif, mampu mengurangi biaya produksi, dan mampu mengarahkan proses pengaruh intervensi manusia terhadap alam menjadi lebih ramah,” papar Odang.

Lebih lanjut Odang menjelaskan, satu hal yang paling handal mengenai bioteknologi adalah penetrasinya dalam menembus berbagai bidang termasuk pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, bahkan hukum dan politik. Dalam aplikasinya di bidang akuakultur, bioteknologi telah membuktikan kemampuannya dalam mengatur reproduksi, menyediakan pakan yang tepat, murah dan ramah lingkungan, melipatgandakan pertumbuhan dan produksi hingga 30 kali lipat, serta memudahkan karakterisasi dan produksi induk/benih unggul.

Di tempat yang sama, Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dalam sambutannya meminta para pakar untuk dapat mengembangkan bioteknologi agar dapat diaplikasikan dalam bidang budidaya air tawar.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI, Adien H. Tasyoto, diikuti oleh sekitar 250 peserta, berasal dari perguruan tinggi, lembaga/badan penelitian, mahasiswa dan peserta industri/swasta. Sementara, jumlah makalah yang akan dipresentasikan secara lisan sebanyak 52 makalah yang dibagi dalam empat kelompok parallel, yaitu Genetik (13 makalah), Nutrisi (13 makalah), Kesehatan dan Lingkungan (13 makalah), dan Reproduksi (13 makalah), serta 10 makalah lainnya disajikan dalam bentuk poster. (NM) #$#eeb4cdd0438274fdfa4fd99af615a284###2c1205897dea018c1f1a95184b90202f###ID###2006-07-07 00:00:00###Telah meninggal dunia: Ir. Ida Yuhana F. Tonny, MA###Innalillahi wa'innaillaihi rojiun

Telah meninggal dunia pada hari Jumat, 7 Juli 2006 pukul 13.18:

Ir. Ida Yuhana F. Tonny, MA
Staf Pengajar Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Pertanian IPB, yang juga istri dari Bapak Ir. Fredian Tonny, MS.

Semoga segala amal kebaikannya diterima oleh Allah swt. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan ketabahan. Amien.#$#e9390e3a1099eb21cb6d38f0502f0033###0225ab751a17a69027620f29af02cc80###ID###2006-07-08 00:00:00###Kurangi Pohon Tumbang: IPB Siap Mendeteksi Kesehatan Pohon###Peneliti pada Laboratorium Keteknikan Kayu Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB), Lina Karlinasari, S.Hut, M.Sc.F., siap mendeteksi kondisi pohon-pohon yang ada di Kota Bogor. Kesiapannya itu setelah ia menyaksikan banyaknya pohon yang tumbang disertai korban jiwa pada akhir Mei 2006 lalu.

”Walaupun kejadian tumbangnya pohon-pohon yang berumur ratusan tahun ini dipicu oleh adanya kejadian alam berupa angin ribut, namun pada dasarnya proses fisiologis yang ada di dalam pohon tersebut yang sudah kurang sempurnalah yang menyebabkan pohon-pohon atau bagian pohon tersebut menjadi rentan terhadap kejadian tumbang atau roboh,” terang Lina saat diskusi dengan sejumlah wartawan di ruang Dekan Fahutan, Jumat (7/7).

Dijelaskan, kegiatan pendeteksian terhadap kondisi bagian dalam suatu kayu atau pohon ini ia menggunakan alat non destruktif metode gelombang ultrasonic merk SylvatestDuo. Alat yang relative baru ini merupakan buatan negara Swiss dengan nilai jual sekitar Rp 75 juta.

Dalam kesempatan tersebut Lina yang didampingi Wakil Dekan Fahutan Dr. Muh. Yusram Massijaya, Kepala Laboratorium Keteknikan Kayu Dr.Ir. Naresworo Nugroho, MS., dan Bagian Perlindungan Kayu Dr. Noor Farikhah Haneda, mempraktikkan cara kerja ”SylvatesDuo”.

Dalam waktu sekitar 10 menit, satu titik pengamatan pada pohon mampu dideteksi. Bermula dengan meletakkan dua mata bor ”SylvatestDuo” pada titik batang pohon yang telah ditentukan, kedua mata bor tersebut harus ada pada satu garis lurus. Setelah itu, secara otomatis gelombang ultrasonic akan bekerja.

”Jika kecepatannya rata-rata 1500-1700 meter per detik, maka kondisi pohon tersebut sehat. Namun, jika kecepatannya lebih lambat bisa dicurigai pohon tersebut tidak sehat. Kecepatan 1450 meter per detik misalnya, sebenarnya relatif bagus, hanya saja kita harus tetap waspada,” kata Lina seraya mengatakan, mendeteksi satu pohon idealnya pada tiga titik pengamatan, masing-masing berjarak minimal 70 cm.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Fahutan Dr. Muh. Yusram Massijaya mengemukakan, tiga tahun lalu pihaknya telah mengusulkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor untuk memberikan bantuan ”kesehatan” pohon di sepanjang jalan. ”Tapi entah kenapa tidak ada respon,” ujarnya.

Sementara itu Lina menuturkan, kalaupun pada akhirnya Pemda Kota Bogor merespon keinginan tim-nya untuk dapat membantu mendeteksi pohon-pohon yang ada, Ia menyarankan agar Pemda membeli alat Acoustic Tomography. Karena menurutnya, dengan alat buatan negara Hungaria ini kegiatan pendeteteksian pohon hasilnya dapat lebih akurat.

”Harganya memang relatif mahal, namun jika Pemda mampu untuk membelinya, saya lebih merekomendasikan agar memakai alat tersebut. Sebagaimana saya rekomendasikan pula pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum lama ini,” pungkasnya. (NM) #$#e5f1bc6440a4a5f7b9d5a27fbf8ee045###a70365e1edbfc7c0a2be4d2693192d67###ID###2006-07-10 00:00:00###Studi Banding ATB ke IPB : Dari Ikan Patin Hingga Yoghurt### Sebanyak 40 orang mahasiswa dan 14 dosen Akademi Tataboga Bandung (ATB) melakukan kunjungan studi banding ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Kampus Darmaga, Senin (10/7). Para tamu dari Kota Kembang ini diterima oleh Tim Pemandu Kunjungan dari Kantor Prohumasi IPB.

Sekitar dua jam, mereka berkeliling kampus seluas 250 hektare ini. Selama perjalanan, rombongan berjaket almamater warna merah hati tersebut mendapat penjelasan tentang IPB dari Koordinator Tim Pemandu, Waladan, A.Md.

Laboratorium Lapangan Fakultas Perikanan, menjadi tujuan pertama studi banding ATB. Deretan kolam ikan dan proses pembuatan fillet ikan patin menjadi daya tarik para mahasiswa yang sehari-hari belajar mengolah masakan dan makanan ini.

Setengah jam kemudian, rombongan beralih ke Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi yang tak jauh dari lokasi pertama. Genangan darah segar sapi yang baru dipotong, juga aroma tak sedap dari RPH, tak menyurutkan semangat mereka untuk turun dari bis yang membawa mereka sejak dari Bandung.

“Selama ini saya mengolah ikan atau daging yang sudah bersih dan siap saji, karena belinya di pasar atau supermarket. Tidak tahunya, masakan kesukaan saya seperti Sapi Lada Hitam, ternyata awalnya jorok dan bau juga,” ujar Ade Ali Imron, mahasiswa ATB seraya menutup hidung.

Di tempat yang sama, ketua rombongan ATB, Diah Banyuni, S.Sos., mengatakan kunjungan ke IPB merupakan yang pertama kalinya bagi ATB. “Acara studi banding setiap tahun kami lakukan. Dan karena basicnya tataboga, maka kami mengutamakan studi banding ke industri makanan. Lalu kenapa IPB kami pilih untuk tahun ini, karena informasi yang kami dapat IPB sudah banyak mengeluarkan produk yang berkaitan dengan pengolahan makanan,” papar Diah kepada Prohumasi yang menemuinya.

Kurang “ramahnya” RPH bagi mojang dan jajaka Bandung ini, tertebus dengan segarnya Bio Yogurt, produk pengolahan susu dari Fakultas Peternakan. Di fakultas ini mereka dapat menikmati aneka olahan susu. Puding dan yogurt pun laris manis.

“Untuk bukti bahwa rombongan ATB pernah ke IPB, kami persilakan mengunjungi Koperasi Mahasiswa. Disana tersedia beragam souvenir IPB,” ujar Waladan mengakhiri kunjungan ATB. (NM) #$#4335e300caf40dbcf3f7691354fd28cb###ad6167d1eaad96f7a348263925a1ff1d###ID###2006-07-12 00:00:00###Rhenald Khasali Di IPB### Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB bekerjasama dengan Sekretariat Wakil Rektor IV IPB menggelar Pelatihan Pelayanan Prima Yang didanai oleh Kegiatan PKSDM Dikti pada tanggal 7 dan 8 Juli 2006 di Lantai VI Gedung Rektorat IPB.

Pelatihan ini diikuti oleh 77 orang peserta dari berbagai kalangan. Para Ketua departemen, sekretaris departemen dan Kepala Tata Usaha (KTU) baik di lingkup IPB maupun di luar IPB seperti Unpak, Unida, UIK dan UNB turut dalam pelatihan ini.

Pada hari pertama telah diundang juga peserta dari kalangan Dekan, direktur, kepala kantor dan kepala pusat untuk mendengarkan topik yang sangat menarik dari Rhenald Kasali tentang Change, yang sangat memukau karena pada awal pembicaraan dia menyebutkan bahwa setiap orang yang menggagas dan melaksanakan perubahan berakhir dengan kematian. Namun jika kita tidak berubah maka akan tetap dalam kemiskinan dan ketertinggalan zaman.

“Apabila anda ingin mengajak orang mengalami perubahan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah kita ajak orang itu untuk melihat apa yang kita lihat, what you see is what you get…!!!” tambahnya. Anda adalah apa yang anda pikirkan, adalah satu kalimat bijak yang terlontar dari sekian banyak kalimat yang diucapkan oleh pria yang selain berprofesi sebagai dosen Fakultas Ekonomi UI, juga aktif sebagai juri Pemilihan Putri Indonesia ini.

Pada intinya tidaklah mudah kita melakukan perubahan karena cara kita melihat sesuatu tidak sama dengan orang lain. Disampaikan juga petuah dari Palo Alto yang isinya kita diajak untuk melakukan perubahan sebanyak 2 kali yaitu perubahan realita dan perubahan persepsi.

Kasali menganalogikan cara melakukan perubahan dua tahap ini dengan program diet yang biasa dilakukan ibu-ibu atau remaja wanita agar mudah dimengerti oleh peserta . Tahap pertama untuk mengubah realita kelebihan berat badan pada wanita adalah dengan cara menurunkan berat badan baik dengan cara mengurangi jatah makan kita dan melakukan olahraga. Tahap kedua adalah dengan mengubah persepsi awal kita dan meyakinkan diri kita sendiri bahwa berat badan kita sudah ideal. Tanpa kedua tahap ini, Rhenald Kasali meyakinkan bahwa usaha kita untuk berubah tidak akan berhasil.

Kemudian siang harinya dipaparkan tentang Komunikasi dalam pelayanan prima oleh Dr. Taufik Bahaudin. Hari kedua peserta diberi pengarahan dan wawasan tentang Identifikasi kebutuhan pelanggan dan strategi melakukan pelayanan prima berupa Action Plan oleh Ir. Abdul Basith, MSc dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB. Pada dasarnya yang perlu ditetapkan adalah Pelayanan seperti apa yang akan diberikan kepada pemangku kepentingan kita, lalu temukan caranya agar mereka tidak lari dari kita. Dari hasil latihan peserta, keluar berbagai action plan tentang pelayanan di IPB. (zul/nUr) #$#615b11f883a037d42903895a2b8223dd###d9f80c15c9cbfaa9ec2b39632b1b1cca###ID###2006-07-12 00:00:00###P2SDM IPB Gelar Pelatihan HACCP Angkatan ke- 8###Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Institut Pertanian Bogor (P2SDM-IPB) kembali menggelar Pelatihan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bertema Sertifikasi Personil Penanggungjawab Mutu Agroindustri Perikanan dan Peternakan.

”Pelatihan ini diperuntukkan bagi 56 peserta yang berasal dari kalangan industri, dosen, dan para mahasiswa. Pelatihan yang diselenggarakan setiap tahun ini sudah memasuki angkatan ke-8 dan berlangsung selama 5 hari (11-14 Juli 2006),” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat LPPM IPB, Prof. Rizal Sjarief dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara tersebut.

Menurut Ketua Panitia Ir. Heru Sumaryanto, MSi yang ditambahi Dr. Rarah R.A Maheswari, selama pelatihan peserta dibekali dengan materi kebijakan jaminan mutu baik untuk keamanan pangan berbasis produk perikanan dan peternakan, prinsip HACCP, teknik audit, prosedur pengawasan dan penerapan HACCP, penyusunan rancangan HACCP dan diakhiri dengan ujian bagi peserta.

Selain kuliah dan praktek, peserta juga mengadakan kunjungan ke unit pengolahan peternakan dan perikanan di kawasan Bogor dan Jakarta. ”Pada prinsipnya dengan pelatihan ini peserta diberikan wawasan pengetahuan tentang bagaimana membawa produk peternakan/perikanan “from farm to table” dengan prosedur yang baik yang menjamin keamanan pangan dan mutunya.,” kata Rarah. Baik sebelum maupun sesudah pelatihan peserta mengikuti ujian pretes dan akhir HACCP. Bagi tiga peserta terbaik akan mendapat tiket penempatan kerja dilembaga yang telah ditentukan. Pelatihan HACCP berfungsi meningkatkan skill alumni IPB dan menaikkan daya tawar lulusan IPB dalam dunia kerja.

Acara tersebut juga diawali sambutan dari Drh. Krisnandana sebagai Direktur Kesmavet Ditjen Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian dan Drs. Setia Mangunsong, MM selaku Direktur Akreditasi dan Standarisasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Mangunsong menyarankan pelatihan tahun depan ada penahambahan pelatihan ISO 22000 dengan penambahan aspek lingkungan. (ris) #$#1cb57b3e417ca85b8328c7cec4d2e916###3bf9ae01f527317759234176640dd02e###ID###2006-07-13 00:00:00###Semiloka Nasional###Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen mengadakan Semiloka Nasional yang akan dilaksanakan tanggal 16 September 2006. Untuk informasi lengkap silakan download Call Paper, leaflet dan lain-lain di menu Artikel/Publikasi.#$#2816bb4517de094828908c7555a9e17c###cb597003606c8f822e2be54b60a461a9###ID###2006-07-15 00:00:00###Alumni Fahutan IPB Peduli Almamater###Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan (HA-Fahutan) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyerahkan bantuan beasiswa kepada 25 mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) tahun 2005/2006, Sabtu (8/7). Acara yang mengambil tempat di Gedung Alumni IPB Jln. Pajajaran tersebut dihadiri juga oleh Menteri Kehutanan RI, H.M.S. Kaban.

Ketua HA Fahutan IPB, Dr. Boen Purnama mengatakan, hasil penggalangan dana dari alumni untuk membantu mahasiswa TPB IPB yang berasal dari keluarga tidak mampu, sampai dengan Jumat (7/7) mencapai angka Rp 127.150.000,-.

“Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan sejauh ini masih bersifat paguyuban dengan fokus kegiatan kepada masalah-masalah sosial, seperti meningkatkan komunikasi dan kepedulian antar alumni, almamater dan dosen serta melakukan kajian-kajian,” ujar Boen Purnama saat menyampaikan laporannya.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Rektor I IPB Prof.Dr.Ir. M.Achmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor III IPB Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., Dekan Fakultas Kehutanan Prof.Dr.Ir. Cecep Kusmana, MS., Direktur Kemahasiswaan Dr.Ir. Rimbawan dan Kepala Badan Pengelola Asrama TPB, Dr.Ir. Bonny PW Soekarno, MS.

Sementara itu, Kaban yang dinobatkan sebagai anggota kehormatan HA Fahutan pada tahun 2004 lalu, menyambut baik kegiatan tersebut yang dinilainya memiliki muatan niat mulia. “Kita patut bersyukur karena kita masih dapat berkumpul menyambung silaturrahim sekaligus membicarakan suatu niat mulia untuk membantu kelangsungan belajar adik-adik kelas kita di IPB,” ujarnya.

Sedangkan kepada mahasiswa penerima beasiswa Kaban bertutur, hendaknya mereka mengukir prestasi dalam kuliah. Menurutnya, itulah harapan para pemberi beasiswa.

Selain sebagai anggota kehormatan HA Fahutan, Kaban mengatakan, ada faktor lain yang mendorongnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni ia pernah merasakan suka duka belajar di IPB dan ia berdomisili di Bogor. (NM) #$#7aa4916455b94a9f1f466e571069141c###c31a901bd5c85482d43ef22ef126d205###ID###2006-07-18 00:00:00###Tiket Gratis Masuk IPB, Bagi Pemenang Olimpiade Fisika###Institut Pertanian Bogor (IPB) menyediakan tiket gratis masuk sebagai mahasiswa baru IPB tanpa tes bagi pemenang olimpiade Fisika dan siswa lain yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

” Kami mengucapkan selamat bagi 5 delegasi Indonesia yang berhasil meraih juara Olimpiade Intenasional Fisika di Siangpura, yakni Jonathan Pradana Mailoa (SMA Kristen 1 Penabur Jakarta), Pangus (SMA Kristen 3 Penabur Jakarta), Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru), Andy Octavian Latief (SMA Negeri 1 Pamekasan) dan M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah Makassar). IPB menyediakan tiket gratis masuk IPB tanpa tes sebagai mahasiswa baru bagi mereka,” kata Rektor IPB, Prof.Dr.Ir Ahmad Ansori Mattjik, M Sc Selasa (18/7) di Kampus IPB Darmaga.

Kelima pemenang Olimpiade Fisika tersebut bisa memilih 34 mayor yang diampu oleh 36 departemen IPB sesuai dengan minatnya. ” Salah satunya adalah Departemen Fisika yang berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB. Patut diketahui Departemen Fisika ini memiliki keunggulan dalam bidang biofisika yang masih jarang ditemui di Jurusan Fisika Perguruan Tinggi lain,” ujar Rektor IPB.

Keunggulan kurikulum sistem mayor minor di IPB, memungkinkan peserta didik memiliki gelar dan kompetensi ganda. Contohnya, untuk membuat alat pacu jantung peserta didik dapat mengambil mayor fisika dan minor kedokteran hewan. Untuk membuat alat pemanggil ikan (fish caller), peserta didik dapat mengambil mayor fisika dan minor ilmu kelautan. ” Kurikulum sistem mayor minor ini merupakan keunikan IPB,” jelas Rektor IPB.

Selain jalur Prestasi Internasional Nasional (PIN), IPB juga membuka 3 jalur penerimaan mahasiswa baru melalui Undangan Seleksi Mahasiswa IPB (USMI), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD). (Ris) #$#ed8ed921bc24247856f0064be394abf5###048ca0b983633e71631a5a6bc7060c10###ID###2006-07-18 00:00:00###Kekeringan dan Perlunya Penyuluh Pertanian###Kondisi kekeringan yang terjadi puso (gagal panen) seperti sekarang, bukanlah salah musim tapi salah yang menanam. Pakar Hydrology Institut Pertanian Bogor (IPB) Hidayat Pawitan, Ph.D., mengemukakan hal itu saat diskusi dengan wartawan di Kantor Prohumasi Kampus IPB Darmaga, Selasa (18/7).

Kesalahan menanam ini, lanjutnya, dikarenakan tidak adanya informasi yang diperoleh para petani perihal cocok tidaknya masa tanam pada musim yang berlangsung. Padahal menurutnya, informasi mengenai hal itu telah tersedia di lembaga teknis yang ada, hanya saja tidak sampai ke petani.

Karena itulah, kata Hidayat, perlu dihidupkan kembali Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang dalam sepuluh tahun terakhir ini keberadaannya ”sudah menyusut” dan berubah fungsi. ”Untuk Indonesia PPL masih sangat efektif, karena bisa menyampaikan informasi secara langsung kepada para petani. Karenanya saya menyambut baik program pemerintah yang akan menghidupkan kembali PPL,” ujar Hidayat.

Berkaitan dengan hal ini, Hidayat menuturkan, pihaknya telah melakukan kajian mengenai penyebaran daerah rawan kekeringan untuk tanaman padi di Indonesia. Dikatakan, sebagian dari hasil kajiannya tersebut telah diimplementasikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan Departemen Pertanian, yakni dengan mengembangkan Sekolah Lapang Iklim bagi petani.

”Di Indramayu misalnya, Sekolah Lapang Iklim secara intensif melakukan pembinaan kepada para petani agar bisa lebih memahami aspek iklim dan bisa memanfaatkannya,” kata pakar Hidrologi pada Laboratorium Hidrometeorologi Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA ini.

Pada bagian lain Hidayat mengatakan, perubahan pola kekeringan saat ini terjadi begitu cepat. Hal ini dikarenakan perubahan penggunaan lahan dari hutan ke non-hutan, ataupun perubahan pertanian ke pemukiman juga terjadi sangat drastis, dan ini terjadi di banyak tempat di Indonesia.

Perubahan penggunaan lahan dalam skala besar, jelas Hidayat, berpengaruh pada pola hujan yang berubah dan jumlah air hujan yang berkurang. ”Meski demikian, pihak terkait sepertinya belum melakukan apa-apa untuk mengevaluasi perubahan pola ini. Padahal, evaluasi perlu dilakukan untuk dapat dikoreksi secepatnya,” tegas Hidayat.

Saat ditanya apa yang harus dilakukan untuk menyikapi pola perubahan tersebut, Hidayat menjawab salah satunya adalah dengan melakukan penghijauan. Selain itu, perlu adanya sinergitas antara akademisi dan pemerintah selaku pengambil kebijakan. (NM) #$#6a2d2c894486bfb2dda53d7c311023fe###c8e8a6e94c5de6496be30aaf9f878ebb###ID###2006-07-21 00:00:00###Ekspedisi Zooxanthellae VIII Sumenep, Jawa Timur###Ekspedisi Zooxanthellae VIII akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur tepatnya di Kepulauan Kangean, pada tanggal 1-20 Agustus 2006 oleh Fisheries Diving Club-Institut Pertanian Bogor. Ekspedisi ini bertujuan untuk memperoleh data keanekaragaman hayati terumbu karang dan menggali potensi sumberdaya alam wilayah Kepulauan Kangean. Diharapkan hasil dari ekspedisi ini dapat bermanfaat bagi rencana pengelolaan dan pengembangan wilayah secara berkelanjutan. Data yang akan diambil dalam ekspedisi ini meliputi data kondisi ekosistem terumbu karang, data kondisi fisik perairan, data sosial ekonomi masyarakat sekitar dan juga dokumentasi berupa foto dan video. Dalam pelaksanaan kegiatan ini FDC-IPB bekerjasama dengan Institute of Natural & Regional Resources (INRR), Departemen Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo, dan PT. ANTAM.

Sasaran Jangka Panjang Ekspedisi Zooxanthellae VIII

Kabupaten Sumenep menyimpan berbagai potensi sumberdaya alam pesisir yang menakjubkan. Kekayaan terumbu karang adalah salah satu potensi yang sangat diminati saat ini. Meningkatnya aktivitas manusia dan bertambahnya populasi telah menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang ada di sekitarnya. Terumbu karang dan biota sekitar terancam dengan aktivitas tersebut.

Ancaman tersebut seyogyanya dijembatani dengan mengembangkan sistem informasi ilmiah yang dapat mendukung pengelolaan kekayaan pesisir dan sekitarnya secara berkelanjutan. Sistem informasi ini diharapkan memberikan masukan terhadap upaya-upaya konservasi pesisir dan sekitarnya. Konservasi ini dimungkinkan dengan upaya pengelolaan yang mengacu pada keberlanjutan, dengan juga mengangkat aspek sosial dan ekonomi yang dapat turut mendukung sistem pengelolaan tersebut.

Fisheries Diving Club merupakan klub selam ilmiah yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Institut pertanian Bogor, mengorientasikan kegiatannya dalam bidang selam ilmiah dan mendasarkan kegiatannya pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama 19 tahun berdirinya FDC-IPB bekerjasama dengan berbagai organisasi, baik organisasi pemerintah maupun non-pemerintah dalam berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang secara rutin dilakukan olah FDC-IPB adalah Ekspedisi Zooxanthellae.

Ekspedisi Zooxanthellae adalah kegiatan yang dilakukan oleh Fisheries Diving Club IPB setiap dua tahun sekali. FDC-IPB telah tujuh kali melaksanakan Ekspedisi Zooxanthellae di berbagai tempat di Indonesia, dan Ekspedisi Zooxanthellae terakhir dilaksankan di Perairan Sabang, Provinsi NAD pada bulan Juli 2004 lalu. #$#82593c34810f44c65c1ef646b136c49e###a5d6b18db6b6be58a1a6915c6a3fc429###ID###2006-07-25 00:00:00###IPB Pionir Gerakan Memanfaatkan Sampah Perkotaan### Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana menjadi pionir dalam gerakan memanfaatkan sampah perkotaan. Gerakan ini dimulai dengan mengembangkan sistem pengelolaan sampah berlandaskan paradigma sampah bukan limbah yang perlu disingkirkan, melainkan sumberdaya ekonomi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat.

“Sudah tidak tepat lagi memandang sampah sebagai limbah, sehingga harus disingkirkan jauh-jauh dari kota. Sampah harus dipandang dan diperlakukan sebagai sumber kesejahteraan ekonomi, baik bagi Pemda maupun masyarakat. Sebab, sampah dapat didaur ulang untuk digunakan kembali, dijadikan pupuk organik dan dijadikan bio energy ” tegas Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup - Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPLH - LPPM) IPB, Prof.Dr.Ir. Dedi Soedharma, DEA.

Dedi mengemukakan hal itu di sela-sela Lokakarya Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Masyarakat yang digelar oleh PPLH-LPPM IPB, di Gedung MMA IPB Jln. Pajajaran, Selasa (25/7).

Senada dengan Dedi, Ketua LPPM IPB Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., mengemukakan perhatian IPB terhadap sampah dan pengelolaannya bukan saat sekarang saja. ”Teknologi sampah menjadi kompos, sudah sejak lama dilakukan di IPB. Begitu pula pemisahan sampah organik dan non organik telah diujicobakan pada ibu-ibu lingkar kampus,” kata Rizal.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor I IPB Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr., mengatakan, IPB secara potensial memiliki sumber daya yang cukup untuk melakukan berbagai riset, termasuk mengelola sampah perkotaan. Karena itu, IPB seyogyanya dapat mengatasi masalah sampah yang akhir-akhir ini banyak dialami oleh kota-kota besar Indonesia. (NM) #$#297a4aececce5307d83914ba76364eaf###d05232dc33e02e5268121ab15b15c081###ID###2006-07-27 00:00:00###FMIPA IPB akan Gelar Pesta Sains 2006 untuk Siswa SMU Se-Indonesia###Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB) akan menggelar Pesta Sains 2006 pada tanggal 15-17 September 2006 di Kampus IPB Darmaga Bogor. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) tingkat nasional dan sekolah-Sekolah di Asia Tenggara dengan target total 1250 orang siswa dan 200 orang guru pendamping.

Pesta Sains 2006 terbagi dalam beberapa kegiatan kompetisi sains, talk show dan pelatihan guru.

Kompetisi sains terdiri dari Meteorologi Interaktif (METRIK) berupa kompetisi kelompok di bidang meteorologi secara tes tertulis dan lisan, Lomba Cepat Tepat Biologi (LCTB) berupa kompetisi di bidang biologi dengan standar olimpiade nasional baik tertulis dan lisan, Chemistry Challenge (CC) berupa kompetisi di bidang kimia dengan standar Olimpiade Nasional baik secara teori dan aplikasi (praktikum), Matematika Ria berupa kompetisi individu di bidang Matematika dengan standar Olimpiade nasional, Programming Competition (PC) kompetisi individu di bidang Pemrograman secara teori dan aplikasi, dan kompetisi Fisika (KF) berupa kompetisi individu di bidang Fisika dengan standar Olipiade Nasional secara teori dan aplikasi. Untuk Talkshow rencananya, akan menghadirkan Prof. Yohannes Surya (peneliti) dan Dr. Arief Rahman. Pelatihan guru berisi peletihan motivasi untuk para guru pembimbing yang menghadirkan trainer terkemuka.

” Hadiah masing-masing kompetisi adalah uang tunai/beasiswa/tabungan pendidikan sebesar Rp 27 juta untuk pemenang I, II, dan III serta trophy,” kata Ari Septian. Informasi lebih lanjut untuk mengikuti Pesta Sains bisa menghubungi Badan Ekskutif Mahasiswa FMIPA IPB di Jalan Meranti Darmaga Raya Kampus IPB Darmaga, Bogor Telp./fax (0251) 621638 Hp Ari Septian (085697944352) atau Astrie (08568192613). (ris) #$#9090aed5b02fd187a2613a617118c43d###63108cd0bad2a98104185f5df2d2ea23###ID###2006-07-27 00:00:00###Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan###Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, BRKP-DKP dan PMB-LIPI

Menggelar Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

2 dan 3 Agustus 2006 di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Informasi lebih lanjut hubungi :

Sekretariat Panitia di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Jalan Lingkar Kampus IPB Darmaga Bogor 16680 Telp. (0251)625556, 624817 atau dengan saudari Eva (08129021650) dan Erni (0817185012) #$#39f491c946049fa3a1cf3352ece47b05###f5e10d67da86404c1baa13dfd8c85b3f###ID###2006-07-31 00:00:00###Gerakan rehabilitasi Mutlak untuk Kembalikan 70% Mangrove yang Rusak### Gerakan merehabilitasi atas rusak atau terdegradasinya mangrove (hutan bakau) di Indonesia yang mencapai 70 persen dari total 8,6 juta hektar mangrove adalah sebuah upaya yang mutlak sehingga bencana ekologi semakin terjadi.

“Karena itu, tidak ada jalan lain bahwa rehabilitasi untuk memulihkan kembali mangrove agar kembali lestari mutlak diperlukan. Namun, tugas itu bukan hanya oleh pemerintah saja, namun perlu keterlibatan semua elemen,” kata Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) Inastitut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir H Cecep Kusmana, MS, yang banyak mengaji persolana mangrove, di Bogor, Selasa (25/7).

Diwawancarai sehubungan dengan peringatan hari Mangrove se-dunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, Ia mengemukakan bahwa setelah terjadinya serentetan gempa bumi yang diikuti dengan hantaman gelombang tsunami, khusunya yang terjadi di Aceh dan Pulau Nias (Sumut), isu perlunya melestarikan mangrobe menjadi isu global.

Ia mengatakan, dari data yang dimiliki sebanyak 8,6 juta hektare mangrove yang 70 persen dalam keadaan rusak itu, sebanyak 3,7 persen berada di kawasan hutan, dan sisannya di luar kawasan hutan.

Problematika konversi, seperti industri pertambakan yang tidak terkendali dirujuknya sebagai faktor yang meyumbang sangat signifikan bagi rusaknya ekosisitem mangrove di banyak kawasan pesisir di Tanah Air.

“Sampai hari ini, dalam catatan saya, belum ada satupun daerah, provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia yang dalam tata ruang kawasan pesisirnya punya model pembangunan yang secara terpadu dapat melindungi mangrove tidak terdegradasi,” kata Cecep Kusmana, yang juga Dekan Fahutan IPB itu.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang bertajuk “ Bencanan Ekologis dan Industri pertambakan Perkembangan Tambak di Indonesia” disebutkan bahwa dengan panjang garis pantai 81.000 km2 maka tidaklah menjadi sesuatu yang luar biasa jika 80 persen penduduk Indonesia hidup di wilayah pesisir.

Namun, hal ini menjadi sangat luar biasa jika garis pantai yang tercatat terpanjang nomor dua di dunia tersebut ternyata menjadi tempat berbagai praktik kejahatan lingkungan (environmental crimes), satu di antaranya adalah industri pertambakan (industrial aquaculture).

Dari data yang dikeluarkan Departemen kelautan dan perikanan RI (DKP), setidaknya sampai tahun 2005 saja diprediksi luas tambak Indonesia hampir mencapai 800,000 hektar, dengan rata-rata kenaikan jumlah luasan setiap tahunnya berkisar 14 persen. Dalam praktiknya, industri pertambakan atau yang lebih dikenal dengan tambak intensif mulai eksis di Indonesia pada tahun 1985.

Pola pertambakan intensif di masa itu menjadi sangat populer karena dapat menghasilkan keuntungan mencapai 4 kali lebih besar dalam sekali memanen dibandingkan dengan memanen padi di sawah. Untuk memenuhi hasrat memperluas industri ini, degradasai mangrove tidak dapat dihindari, dan setiap tahunnya Indonesia kehilangan hingga 2 persen dari total keseuruhan hutan mangrove yang ada.

Jalur Hijau

Menurut Cecep Kusmana, sebenarnya ada Keputusan Presiden (Kepres) No. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, dimana Kepres tersebut menetapkan jalur hijau (green belt) adalah 130 kali rata-rata perbedaan antara pasang tertinggi dan terendah sehinga kawasan yang tidak diaplikasikan untuk kegiatan pertambahan adalah kawasan sempadan pantai dengan lebar 140 meter dari garis pantai ke arah daratan.

Sayangnnya, fakta yang ada sekarang ini, Kepres tersebut tidak dijadikan pedoman dalam, pembangunan di daerah, sehingga konversi lahan di pesisir menjadi pertambakan dan juga pemukiman masih tarus terjadi.

Kembali merujuk pada ancaman bahaya tsunami, khsusnya bagi daerah yang berwilayah pantai, Ia mengemukakan bahwa telah terbukti dalam riset-riset bahwa tumbuhnya mangrove yang baik, cukup mampu untuk menahan laju energi gelombang yang langsung menuju daratan.

Artinya, hutan mangrove di pesisir pantai dapat menjadi “benteng alami” yang mampu menghalangi atau mengurani serangan angin, gelombang laut, hingga badai tsunami, termasuk pengikisan daratan akibat abrasi (gerusan air laut) pada kondisi normal.

Ia memberi contoh, pada mangrove yang mempunyai ketebalan 120 meter mampu untuk menahan laju energi gelombang yang datang hingga 60 persen.

“Salah satu faktanya saat kejadian gempa dan tsunami di Pulau Nias, dimana pada kawasan yang hutan mangrovenya berketebalan 120 meter, diketahui hanya satu rumah saja yang jadi korban keganasan gelombang tsunami yang datang,” katannya.

Khusus pada kejadian tsunami yang melanda kawasan Pantai Pangandaran (Jabar) dan Cilacap pada 17 Juli 2006 lalu, ia menyatakan bahwa ketinggian gelombang yang berkisar 3-4 meter, bila ekosistem hutan bakau di kawasan tersebut bagus, yakni tidak sampai dengan ketebalan hingga 120 meter, setidaknya bisa meredam gelombang pasang.

Terkait dengan spirit Hari Mangrove se-dunia itu, Cecep Kusmana kembali menegaskan bahwa dengan kondisi rusaknya kawasan mangrove yang kritis di Indonesia, maka ikhtiar paling mendasar adalah membangun kembali gerakan rehabilitasi, dan tugas itu menjadi pekerjaan bersama sehingga dapat mengurani bencana ekologi yang semakin besar. (antara/NM/man) #$#b9c19cf63e8a29cfc70a360b94649435###0d5af8909e572fe7e4471b4dabe0d5a2###ID###2006-08-02 00:00:00###Teknologi Pemuliaan Tanaman Seperti Tim Sepakbola (Dua Guru Besar Pemulian Tanaman IPB, Purnabakti)### Prof G.A Wattimena dan Prof Sarsidi Sastrosumarjo, dua guru besar pemulian tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan orasi purnabakti Selasa (1/8) di Auditorium Thoyyib Fakultas Pertanian Kampus IPB Darmaga. Di hadapan ratusan peserta dua guru besar itu bergantian berorasi. Giliran pertama, Wattimena membawakan orasi bertajuk ‘Kecenderungan Marjinalisasi Peran Kultur Jaringan dalam Pemuliaan Tanaman’.

Kata Wattimena, metode pemuliaan ada tiga cara yakni konvensional atau klasik, kultur jaringan dan bioteknologi molekuler. “Sampai saat ini orang tetap percaya bahwa bioteknologi molekuler menjadi harapan dunia masa depan untuk mencukupi pangan, sandang, papan dan mendukung lingkungan lestari terbebas dari pencemaran,” ujar Wattimena. Kondisi ini juga melanda Indonesia, balai-balai penelitian pertanian mengeluarkan investasi yang besar untuk peralatan, dana penelitian, sumberdaya manusia ke bioteknologi dan mengabaikan peran kultur jaringan di dalam pemuliaan tanaman. Bahkan ada yang lebih mengutamakan penelitian di bidang bioteknologi molekuler.

Menurut Pioner pemuliaan dan bioteknologi tanaman Indonesia ini, teknologi pemulian tanaman layaknya tim kesebelasan sepakbola. Teknologi satu sama lain sangat erat dan menunjang keberhasilannya. “Metode pemuliaan kultur jaringan seperti pemain lini tengah pada suatu tim sepakbola, dimana pemain lini belakangnya adalah metode pemuliaan klasik dan strikernya metode pemuliaan molekuler,” jelas pria yang pernah mengambil program S2 dan S3 Pemulian Tanaman serta Fisiologi Tanamana di University of Wisconsin Madison USA.

Sarsidi menambahkan hasil-hasil pemanfaatan teknologi pemuliaan tanaman seperti varietas kacang tanah tahan penyakit bercak daun dan layu, cabai tanah penyakit antraknosa, kedelai dan pepaya pewaris sifat toleran terhadap cahaya rendah. Pria kelahiran Surakarta ini termasuk orang pertama yang mengembangkan penelitian tanaman gandum di Indonesia.”Penelitian gandum diawali dari disertasi yang saya lakukan dan terakhir saya terlibat dalam Program IPB untuk pengembangan Gandum Lahan Kering Dataran Rendah,” tutur Bapak dari 4 orang anak ini. Program tersebut diatarbelakangi konsumsi gandum yang semakin meningkat dengan volume impor mencapai 4 juta ton per tahun. Tujuannya adalah untuk merintis budidaya gandum di Indonesia sehingga mengurangi impor gandum Indonesia.

Usai orasi kedua purnabakti tersebut meluncurkan masing-masing Buku ‘Bioteknologi Dalam Pemuliaan Tanaman’ oleh Wattimena dkk dan buku ‘Sitogenetika Tanaman’ oleh Sarsidi.

Acara kemudian dilanjutkan Seminar Nasional Bioteknologo Pemuliaan Tanaman 2006 bertema ‘Sinergi Bioteknologi dan Pemuliaan dalam Perbaikan Tanaman’ di tempat sama selama dua hari. Lebih dari 50 peneliti seluruh Indonesia akan mempresentasikan hasil penelitiannya yang terbagi dalam 3 kelompok besar secara bergantian. (ris) #$#724c4d8b431f2ab17a4e9a48bd8de222###abc6a4c54e19b3dbbaa6ef5fbf804eff###ID###2006-08-03 00:00:00###Dies Natalis FEMA IPB Pertama### Tepat tanggal 2 Agustus 2006, Fakakultas Ekologi Manusia IPB merayakan ulang tahunnya yang pertama. Tidak ada potong kue atau tiup lilin, acara dies natalis FEMA IPB ini digelar dengan kesederhanaan dan dirangkum dalam Seminar dan Rabuan Bersama yang mengangkat tema’Arah Pengembangan Ekologi Manusia bagi Kesejahteraan Masyarakat’. Pembacaan refleksi dan doa Dies Natalis satu tahun FEM IPB oleh Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS berlangsung dalam kusyuk.

Acara dilanjutkan dengan seminar yang dibuka dengan laporan dari Ketua Panitia, Dr. Titik Sumarti, Dekan FEMA Dr. Hardinsyah dan Wakil Rektor III, Prof. Yusuf Sudohadi. Seminar yang dihadiri sekitar 200 peserta dari staf penunjang, mahasiswa pascasarjana, kolega, mitrakerja dan tamu undangan ini menampilkan pembicara Prof.Dr.Soekirman, MPS-ID, Dr.Ir.Suprihatin Guhardja, MS dan Ir.Gunardi, MS.

Menurut Soekirman, tahun 2006 Bank Dunia melaporkan dari 143 negara yang menandatangani Millenium Development Goals (MDGs), baru 34 negara yang mulai mengarahkan pencapaian goals penurunan kelaparan termasuk gizi kurang. “Untungnya Indonesia termasuk dalam ke-34 negara tersebut, karena penururnan angka gizi kurang dan gizi buruk dianggap cukup baik,” kata Soekirman. Meski demikian Indonesia masih harus meningkatkan investasinya di bidang pembangunan gizi karena prevalensi gizi kurang dan buruk diatas 20 persen. “Sesuai anjuran kebijakan baru Bank Dunia tahun 2006, hendaknya negara berkembang memberikan perhatian lebih besar paad program gizi,” tuturnya. (ris) #$#2ac90640b31bcb1a01131b6b7c0e7639###2c12e0e1fb58a1b6b1d5c84bb815ecee###ID###2006-08-04 00:00:00###Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan FPIK### Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB bekerjasama dengan Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Pusat Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI, menggelar Workshop Nasional Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan bertajuk “Pendayagunaan Riset Sosial Ekonomi Kelautan dn Perikanan untuk Mendukung Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan” Rabu (2-3/8) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Tujuan Workshop Nasional ini taklain menjadi salah satu ajang tukar pengalaman, ilmu pengetahuan dan kerjasama riset di bidang social ekonomi kelautan dan perikanan. Kemudian, menyusun road-map riset social ekonomi kelautan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kelautan dan perikanan. Dan yang terakhir yaitu dalam rangka meletakan pondasi mengenai pentingnnya riset social ekonomi kelautan dan perikanan dalam pengambilan keputusan kebijakan pembangunan sector kelautan dan perikanan.

Pembicara kunci dalam workshop ini adalah salah satu Guru Besar IPB, Dr. Tridoyo Kusumastanto, dan Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Andin H Taryoto. Sementara, pembicara dalam diskusi panel menghadirkan, Pakar ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan IPB, Dr. Akhmad Fauzi, dalam bidang bisnis dan perdagangan yang juga Guru Besar Universitas Brawijaya, Dr. supanto, bidang hukum laut, juga Guru Besar Universitas Padjajaran, Dr. Etty agoes, dan pada bidang Sosiologi Maritim dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Pujo Sumedi. (man) #$#1b9c4ce614c21d8c4fc4fd74b4f2a0a4###6abc180c4c9e15327a1568f2cd73b93d###ID###2006-08-07 00:00:00###PENGUMUMAN REGISTRASI MAHASISWA BARU IPB JALUR SPMB TAHUN AKADEMIK 2006/2007###Mahasiswa baru IPB tahun akademik 2006/2007 melalui jalur SPMB harus datang SENDIRI pada :

Hari/Tanggal/Pukul : Senin/14 Agustus 2006/08.00 WIB
Tempat : Gedung Graha Widya Wisuda (GRAWIDA) IPB Kampus IPB Darmaga Bogor

A. KELENGKAPAN HARUS DIBAWA SAAT REGISTRASI
  1. Tanda Peserta Ujian SPMB 2006 asli
  2. Surat Tanda Lulus dan Nilai Ujian Nasional/Ijazah dan rapor asli SMA beserta 2 (dua) fotokopinya yang telah disahkan oleh Kepala SMA
  3. Daftar Riwayat Hidup yang ditulis tangan sendiri dan berpasfoto
  4. Akte Kelahiran/KTP/SIM
  5. Pasfoto terbaru dan berwarna ukuran 3x4 cm (3 lembar) dan 2x3 cm (2 lembar)
  6. Bukti Pembayaran atau pengiriman uang atas nama Saudara ke Bank BNI Cabang Bogor (siapkan 2 (dua) fotokopinya) pada rekening Rektor IPB Nomor 3895191 untuk biaya di butir (B).

B. BIAYA TAHUN PERTAMA DI IPB
  1. Biaya Perlengkapan Mahasiswa Baru - dibayar hanya satu kali pada saat menjadi mahasiswa baru (Rp. 450.000,-)
  2. Biaya Asrama (Rp. 900.000,-)
  3. Biaya Deposit Asrama (Rp. 375.000,-)
  4. SPP: Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP) (lihat Tabel)
  5. SPP: Biaya Penyelenggaraan Mata Kuliah (BPMK) (Rp. 635.000,-)
  6. Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas (BPIF) - dibayar hanya satu kali pada saat menjadi mahasiswa baru (lihat Tabel)
  7. Iuran Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM) IPB - dibayar hanya satu kali pada saat menjadi mahasiswa baru (Rp. 350.000,-)

C. INFORMASI PENTING
  1. Koran pengumuman ini adalah satu-satunya pemberitahuan; tidak ada undangan dengan surat.
  2. Setiap mahasiswa baru wajib tinggal di asrama pada tahun pertama di IPB.
  3. Pada saat registrasi harus berpakaian rapi dan sopan.
  4. Ada pertemuan orangtua mahasiswa baru pada hari Senin, 14 Agustus 2006, pukul 9.00 WIB; berkumpul di Gedung GRAWIDA Kampus IPB.
  5. Informasi registrasi dapat diperoleh di Sekretariat PPMB-IPB Kampus IPB Darmaga Bogor, telp. (0251)-624650; 622642 pes 216 / fax. (0251)-422219, email: spmb@ipb.ac.id.
TABEL BPMP DAN BPIF
(Semua bilangan harus dikalikan Rp 1.000,-)

BIAYAH≤1.0001.000≤H≤5.0005.000≤H≤10.000H>10.000
BPMP8001.8003.6004.400
BPIF1.5006.50015.50018.000
H=Kelompok Penghasilan Orangtua/Wali per bulan - Gunakan acuan penghasilan pada saat melamar SPMB (Formulir SPMB K-17).

 

 

#$#beee9cce8a897f80783bb40835bf0ed6###bc030c2db3ba9d9503e73fc6299fc06d###ID###2006-08-08 00:00:00###Dari Workshop Pendirian Kebun Benih Jarak Pagar Bersertifikat: Peneliti IPB Transfer Ilmu pada Masyarakat###Terbatasnya ketersediaan benih jarak pagar menjadi satu alasan digelarnya Workshop Pendirian Kebun Benih Jarak Pagar Bersertifikat. Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) Insitut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Ir.Erliza Hambali mengemukakan hal itu pada Prohumasi, Selasa (1/8).

Ditemui di sela-sela workshop yang mengambil tempat di Kampus IPB Baranangsiang, Erliza mengatakan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 orang peserta. “Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti pengusaha, bank, koperasi dan juga instansi pemerintah. Tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga diikuti oleh peserta dari Malaysia,” ujar Erliza.

Selain terbatasnya benih jarak pagar, kata Erliza, juga dikarenakan mahalnya ongkos yang harus dibayar oleh pembeli jika membelinya di IPB. Karena itu, workshop ini lebih mengarah pada transfer ilmu dari para peneliti IPB pada masyarakat luas.

Dengan demikian, lanjutnya, ke depan diharapkan akan bermunculan UKM-UKM (usaha kecil menengah, red) di setiap daerah yang mengelola kebun benih jarak pagar. Sementara, posisi IPB adalah sebagai konsultan bagi para UKM tersebut.

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari (1-2/8) menghadirkan Dr.Ir. Theresia Prawitasari dan Ir. Roy Hendroko pada hari pertama, masing-masing mengusung tema Pemasaran benih jarak pagar bersertifikat, dan Pengalaman mendapatkan kebun benih jarak pagar bersertifikat.

Sementara, pada hari kedua para pembicara yang hadir adalah Nicke Widyastuti dari VP Shared Services PT. Rekayasa Industri, dan Ir. Hasan Hambali. Materi workshop pada hari itu antara lain Pemanfaatan dana program kemitraan bina lingkungan BUMN untuk pembiayaan pendirian kebun benih jarak pagar bersertifikat. (nm) #$#066af34b3a8fad74ac144e1611f48d19###31379f415b519b649edf52d296e2b06e###ID###2006-08-08 00:00:00###ITP dan SEAFAST IPB Adakan Pelatihan Pendugaan Masa Kaduarsa Pangan###Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (ITP-FATETA) bekerjasama dengan South East Asian Food and Agricuture Science and Technology Institut Pertanian Bogor (SEAFAST- IPB) mengadakan Pelatihan Pendugaan dan Pengendalian Masa Kadaluarsa Bahan dan Produk Pangan Selasa-Rabu (8-9/8) di SEAFAST Centre Kampus IPB Darmaga.

“Pelatihan yang sudah digelar keempat kalinya ini dihadiri 29 peserta, 24 dari industri pangan dan 5 orang dari instansi pemerintah,” kata Ketua Panitia, Nur Wulandari, STP, MSi.

Sebagian besar peserta menganggap pelatihan ini sangat penting dan dibutuhkan industri pangan asal tempat kerja mereka. Dalam pelatihan, peserta bisa berlatih menghitung masa kadaluarsa bahan dan produk pangan industri mereka. “Pelatihan itu mencakup materi perubahan mutu (fisik, kimia, mikrobiologi) selama pengolahan dan penyimpanan produk pangan, prinsip-prinsip penetapan dan pendugaan masa kadaluarsa produk pangan, disain percobaan dalam penetapan umur simpan produk pangan dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT), contoh kasus pendugaan masa kadaluarsa produk-produk spesifik dengan menggunakan metode Arrhenius, Air Kritis dan Parameter Organik,” ujar Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan ini.

Tak semua makanan yang telah lewat kadaluarsanya menyebabkan sakit tergantung jenisnya. “ Makanan yang tak dipengaruhi oleh perubahan faktor keamanan pangan dan telah lewat masa kadaluarsanya masih bisa dikonsumsi seperti misalnya krupuk. Tapi bagi makanan yang dipengaruhi faktor keamanan pangan maka akan membahayakan. Untuk kehati-hatian sebaiknya semua produk yang telah kadarluarsa jangan dikonsumsi,” imbuhnya.

Pemateri-pemateri dalam seminar tersebut antara lain Dr.Feri Kusnandar, Dr. Purwiyatno Hariyadi, dan Ir. Sutrisno Koswara, Msi. Acara ini dibuka oleh Ketua Departemen ITP IPB, Dr. Dahrul Syah. (ris) #$#b921e07056ffa083eb78b0a02f06ca92###fdc67acdb715d9a649ce8aecb0566ba2###ID###2006-08-09 00:00:00###Dari Forum Komunikasi Arsitektur Lanskap IPB: Tata Ruang Kota Seoul Korsel Terilhami Filosofi Fengshui### Tata ruang Kota Seoul, Korea Selatan diilhami dari filosofi fengshui Cina. Secara tradisional, filosofi naturalistic yang dianut masyarakat negeri semenanjung ini menjadi roh dalam penataan kota. “Keseimbangan dalam mengelola alam secara harmonis ini didasarkan pada pemahaman terhadap filosofi yin-yang, the five elements of the universe dan fengshui yang berasal dari Cina,”ungkap Staf Pengajar Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian Institut Petanian Bogor (IPB), Ir. Qodarian Pramukanto, MSi dalam acara Forum Komunikasi Arsitektur Lanskap IPB Rabu (9/8) di Ruang Sidang Atas Departemen Arsitektur Lanskap Kampus IPB Darmaga.

Kota Seoul dikelilingi sabuk hijau (greenbelt) pegunungan yang secara simbolis diikat formasi fisiografis keempat penjuru angin. Pegunungan Pugaksan di utara disimbolkan sebagai kura-kura hitam, yang merupakan gunung utama pengendali tiga jajaran pegunungan lainnya. Formasi Naksan, di sebelah timur, sebagai symbol naga biru. Inwangsan (symbol harimau barat) menepati formasi jajaran gunungdi bagian barat. Sedangkan formasi Namsan-kwanaksan sebagai burung phoenik merah yang berada di selatan kota. Kota Seoul dialiri kali Cheonggyecheon dan sungai Hangang, merupakan infrastruktur alam yang memperkuat formasi fisiografis kota sebagai tapak ‘keberuntungan’.

Fengshui bagi masyarakat Korea tidak terbatas pada penentuan tempat suitable dan penggunaannya untuk keberuntungan saja namun lebih luas menyentuh aspek etika lingkungan lainnya. ‘Fengshui berperan dalam memelihara lingkungan dari perubahan yang merugikan, seperti menebang pohon di puncak gunung, membabat hutan di daerah tangkapan air (hulu sungai) serta menggali sumur pada tempat tertentu,” ujar Qodarian. Dengan prinsip tersebut, konservasi lingkungan alam kota Seoul tetap terjaga hingga kini.

Melalui gambaran kota Seoul dan Fengshui, kita bisa menggali dan memahami kembali filosofi-filosofi naturalistic. “Berbagai bentuk kearifan lokal yang berakar di masyarakat kita merupakan potensi yang perlu dibangkitkan dan diterapkan dalam praktek-praktek mengelola lingkungan yang harmonis serta selaras alam,” imbuhnya.

Forum yang diselenggarakan tiap bulan sekali ini juga menampilkan Dr. Ir Bambang Sulistyantara, MAgr yang mempersentasikan ‘Thermal Comfort’ untuk tata ruang mikro perumahan. (ris) #$#e73b8a5dbd353964170ec08cbef31a9f###4532d90c020a1faf46db75cb61c263a4###ID###2006-08-10 00:00:00###Pra Universitas IPB Santri BUD Ditutup### Pra universitas calon mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) jalur Biaya Utusan Daerah (BUD) Departemen Agama (Depag), ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I IPB Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr, Rabu (9/8). Acara yang bertempat di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga itu dihadiri oleh seluruh peserta pra universitas, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag, dan sejumlah pimpinan IPB.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag, Drs.H. Amin Haedar,M.Pd., dalam sambutannya menuturkan, IPB merupakan pionir dalam memberikan kesempatan belajar bagi para santri di perguruan tinggi. “IPB telah mengangkat derajat pondok pesantren yang selama ini termarjinalkan dalam bidang IPTEK. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan Depag, karena akhirnya Ponpes diberi kesempatan yang sama dengan sekolah umum lainnya,” kata Haedar.

Sementara itu, Ketua Tim BUD yang juga Direktur Kerjasama Dr. Ir. Hardinsyah, MS., mengumumkan lima peserta pra universitas yang memiliki nilai baik selama kegiatan berlangsung. Mereka adalah Saidatul Husnah (Ponpes Darul Ulum – Jombang Jawa Timur), Hamka Surya Nugraha (Ponpes Cipasung – Tasikmalaya Jawa Barat), Eko Zulkaryanto (Ponpes Nurul Huda – Lampung), Khoirun Ibnu Farid dan Anna Amania Kusnayaini (Ponpes Al-Mukmin Ngruki - Sukoharjo Jawa Tengah),

Kepada para peserta pra universitas lainnya, Hardinsyah meminta agar lima yang terbaik tersebut dijadikan teladan dan tempat belajar bagi mereka.

Di tempat yang sama, Gunaryo santri Ponpes Sirojul Mukhlasin II Magelang mengucapkan terima kasih kepada Depag dan IPB yang telah memperhatikan para santri. Karena menurutnya, mereka juga adalah bagian dari anak bangsa di negeri ini. (nm) #$#670a76a0b50bc27b6295983b7cf6da9c###4dd7f5749981591f6c21ded4407fffa4###ID###2006-08-11 00:00:00###Tiga Negara Siap Investasi di Bidang Perikanan dan Kelautan Indonesia### Sekitar 510 perusahaan dari tiga negara, Fhilipina, China dan Thailand, siap menanamkan modal di Indonesia dalam bidang perikanan dan kelautan, dengan total investasi 300 – 500 juta dollar.

Begitu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fredy Numberi, pada Seminar Nasional Perikanan Tangkap “Menuju Paradigma Teknologi Perikanan Tangkap yang Bertanggungjawab dalam Mendukung Revitalisasi Perikanan.”

Seminar sekaligus Purnabakti Prof. Dr.Ir. Daniel R. Monintja, (Guru Besar Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (PSP FPIK-IPB)) tersebut bertempat di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor (11/8), Kerjasama antara PSP FPIK-IPB dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).

“Investasi itu rencanannya akan ditanamkan di Bitung oleh perusahaan Fhilipina dan Thailand sementara di Papua oleh perusahaan China,” ujarnnya.

Hal tersebut dikatakannya terkait dengan penangkapan ikan oleh asing, dimana solusinya hasil tangkapan tidak lagi di bawa keluar negeri. Namun, disiasati dengan upaya menanamkan investasi dengan membangun indsutri perikanan, sehinggga keuntungan berada di Indonesia.

Ia mengakui, selama ini hasil tangkapan oleh asing di Indonesia masih di bawa keluar negeri, sehingga merugikakan negara.

“Dengan investasi seperti itu, mudah-mudahan industri kita akan tumbuh. Sehingga dapat membuka lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan serta mendorong ekspor,” ujarnya.

Namun, dalam berinvestasi menteri menegaskan, tidak sembarangan industri asing bisa menanamkan modalnya di Indonesia. Tapi harus mengikuti aturan yang ada.

”Bagi mereka yang akan menanamkan modalnya tidak bisa begitu saja, ada aturan main yang harus dipatuhi. Salah satunya wajib merangkul nelayan tradisional,” ujarya.

Selain itu menteri mengatakan, kerjasama yang dibangun juga ditujukan untuk merecord potensi yang ada dalam upaya menyelamatkan potensi perikanan dan kelautan Indonesia.

”Dengan adannya record tersebut kita bisa tahu jumlah ikan yang ditangkap, jenis ikan dan lain sebagainya, sehingga mempermudah pengambilan kebijakan yang akan diambil terhadap wilayah – wilayah penangkapan,” Ujarnya.

Sehingga, Ia mengatakan, dengan record tersebut diharapkan dapat membantu menganalisa, meneliti dan melihat potensi yang akan dilakukan dalam penangkapan.

Terkait upaya menarik investor ke dalam negeri, menteri menghimbau kepada tiap daerah untuk tidak mempersulit investor sehingga mereka enggan untuk berinvestasi.

“Pada awalnnya janganlah terlau membuat aturan yang terlalu sulit dan berbelit-belit. Berikanlah kemudahan bagi mereka. Setelah berjalan dengan baik maka bisa dibicarakan hitungannya, pajak dan sebagainya,” ujarnya. (man) #$#f2b5feb625f2d5456f3f3eea50e0eceb###fee8eaf91f4e058158dee6ebd47e4d53###ID###2006-08-14 00:00:00###Pelayanan KRS dan Pembayaran SPP Mahasiswa S1 IPB Angkatan 42###

PENGUMUMAN
No : 48/K13.18.1/PP/2006
Pelayanan KRS dan Pembayaran SPP (BPMP dan BPMK) Mahasiswa Program Sarjana (S1) semester ke 3 Angkatan Masuk Tahun 2005/2006

Dengan ini diumumkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pelayanan KRS dan pembayaran SPP (BPMP dan BPMK) bagi mahasiswa semester 3 angkatan masuk Tahun 2005/2006 (berbasis Mayor Minor) sebagai berikut :

  1. Pengumuman Penetapan Mayor tanggal 18 Agustus2006
  2. Pembimbingan (perwalian) untuk penyusunan KRS oleh Dosen Pembimbing Akademik tanggal 18 s/d 22 Agustus 2006 di Departemen pengampu Mayor. Mahasiswa agar memperhatikan pengumuman dari Fakultas/Departemen.
  3. Pengisian KRS Secara on-line mulai tanggal 22 Agustus 2006 pukul 13.00 WIB s/d tanggal 25 Agustus 2006 pukul 13.00 WIB. Alamat akses : http://www.ipb.ac.id/ pada menu di bagian kanan bawah (Ujicoba KRS OnLine) atau di alamat http://krs.ipb.ac.id. Bagi yang mengakses dari jaringan IPB di Kampus Darmaga, gunakan alamat akses lokal http://172.17.0.20/krsOnLine/ agar proses lebih cepat (hanya berlaku pada 22-25 Agustus 2006).
    Setelah mahasiswa selesai dengan pengisian KRS on-line agar mencetak KRS tersebut untuk disyahkan oleh Dosen Pembimbing Akademik. Jika Dosen Pembimbing Akademik tidak berada di tempat penandatanganan dapat dimintakan kepada Ketua Departemen atau Sekretaris Departemen. Pada KRS tersebut akan tercantum daftar mata kuliah yang diambil mahasiswa dan besarnya SPP yang harus dibayar mahasiswa.
  4. Layanan Pembayaran SPP (BPMP dan BPMK) akan dilaksanakan tanggal 23 s/d 25 Agustus 2006 pada setiap jam kerja di Loket DAJMP Gedung Rektorat Lantai 1 Kampus IPB Darmaga Bogor. Mahasiswa menyerahkan KRS yang sudah ditandatangani Dosen Pembimbing Akademik ke loket pembayaran.
  5. Mahasiswa yang karena alasan yang syah tidak dapat melakukan pembayaran SPP pada periode yang ditentukan di atas dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran SPP sampai dengan maksimum 6 Oktober 2006 dengan menggunakan formulir yang tersedia di Fakultas/Departemen dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Permohonan beserta dokumen pendukung, KRS yang sudah ditandatangani Pembimbing Akademik, dan biaya administrasi penundaan sebesar Rp. 25.000,- diserahkan ke loket DAJMP pada periode pelayanan SPP tersebut di atas. Jika sampai batas waktu penundaan kewajiban SPP tidak dipenuhi KRS mahasiswa yang bersangkutan BATAL.
  6. Kepada mahasiswa yang tidak melakukan pembayaran SPP (BPMP dan BPMK) dan mengisi KRS sesuai dengan ketentuan IPB, akan dikenakan sanksi status non aktif dengan SK Rektor.



Bogor, 14 Agustus 2006
Direktorat Administrasi dan Jaminan Mutu Pendidikan IPB,

ttd

Dr. Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr.
NIP. 131471384

#$#3f8a2161e42a3872a72534201798b452###897df5941b5bd7b27313f7b9cf351dbd###ID###2006-08-15 00:00:00###Seminar 10 Tahun PKSPL IPB: Luncurkan Website dan Buku###Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) diharapkan dapat menjadi ujung tombak penelitian-penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang pemberdayaan pesisir dan lautan. Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada seminar 10 tahun PKSPL IPB, di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Selasa (15/8).

Selama 10 tahun berkiprah, kata Mattjik, PKSPL telah menghasilkan banyak penelitian sekaligus mengaplikasikannya bagi kebutuhan masyarakat luas. “Prestasi yang telah diraih ini hendaknya dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala PKSPL IPB Prof.Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS., mengatakan, seminar ini merupakan wujud syukur PKSPL yang telah berkarya 10 tahun. Selain itu, lanjutnya, adalah guna mengkomunikasikan berbagai hasil penelitian yang dihasilkan PKSPL.

Seminar yang dihadiri oleh para pengambil kebijakan, swasta dan kalangan perguruan tinggi ini mengambil tema “Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Mewujudkan Pembangunan Pesisir dan Lautan Berkelanjutan”. Dalam kesempatan tersebut, secara resmi diluncurkan website PKSPL IPB dan delapan buah buku yang ditulis oleh para peneliti PKSPL IPB.

Di tempat yang sama, Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Sekolah Pasca Sarjana IPB, Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS., tampil sebagai keynote speaker. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini memaparkan pengalamannya saat menjadi “nakhoda” di departemen yang mengurusi wilayah pesisir dan laut Indonesia.

Menyinggung peran lembaga penelitian dan perguruan tinggi dalam pembangunan kelautan, Rokhmin menyebut tiga hal penting terkait hal ini. Pertama, menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang IPTEK-nya, mampu kerjasama sinergis, jiwa wirausaha, beretos kerja tinggi dan IMTAQ kuat.

Selanjutnya, menghasilkan IPTEK yang diperlukan bagi pembangunan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara optimal berkelanjutan. Terakhir, jelas Rokhmin, memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada masyarakat tentang pembangunan pesisir dan lautan. (nm) #$#e24920414ed76f7e919badb85788c15b###2916787209ae49639f737d6eff6518c6###ID###2006-08-15 00:00:00###Perebutkan Piala Menpora, BEM Fateta akan Menggelar Kompetisi Basket### Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB), akan menggelar “Rebound 3 on 3 Basketball Competition,” (9-10/9), di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Rencannya, kompetisi yang akan memperebutkan Piala Menpora tersebut dibagi ke dalam dua kategori, yaitu untuk SMU dan Umum. Dengan wilayah yang tersebar di Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebagaimana dipaparkan oleh ketua panitia kegiatan tersebut, Yuanita Utami, kepada Prohumasi IPB (15/8). “Kita mengharapkan Menpora bisa memberikan piala tersebut kepada yang menjadi juara nanti,” katannya.

Menurutnya, yang menajadi juara selain mendapatkan Piala Menpora juga meraih sejumlah uang pembinaan. Sementara juara kedua hanya mendapatkan uang pembinaan.

Untuk menarik siswa SMU, panitia mengundang sekitar 64 tim untuk tiap kategori. “Kita mengundang sekitar 128 tim yaitu total semua kategori,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, IPB tidak hanya terbaik dalam bidang pertanian, namun dalam kegiatan olah raga juga menjadi yang terbaik. (man) #$#84f55338ba3a8ab916b719103273e3f3###439e7cc3d3e7627bd16b74fd3f37465e###ID###2006-08-17 00:00:00###KONFERENSI NASIONAL KONSERVASI SERANGGA PADA BENTANG ALAM TROPIS : PELUANG DAN TANTANGAN###Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper Kampus Dramaga Telp./Fax.:(0251)420980/420980 Sabtu-Selasa, 27-30 Januari 2007

WAKTU dan TEMPAT Hari/Tanggal : Senin-Kamis / 27-30 Januari 2007 Waktu : 09.00 ¡V 16.00 WIB Tempat : Dep.Proteksi Tanaman, Faperta IPB

PESERTA Konferensi ini terbuka bagi mahasiswa, praktisi, peneliti, akademisi, Staf Departemen serta masyarakat umum yang tertarik dengan konservasi serangga.

PROGRAM 1. Plennary Topik 1: Pola Global Keanekaragaman Serangga Topik 2: Konservasi Serangga: Retooling and Rethinking of Entomology in Indonesia Topik 3: Serangga Penyerbuk dan Konservasi: Krisis Global dan Lokal Topik 4: Spesies Invasif dan Konservasi Serangga: Dimana posisi kita? Topik 5: Sistematika Serangga sebagai Landasan bagi Konservasi Serangga Topik 6: Pembangunan yang Berkelanjutan, Konservasi Serangga dan Pertanian

2. Simposium: Simposium 1: Perubahan Penggunaan Lahan dan Keanekaragaman Serangga di Daerah Tropis Simposium 2: Sistematika Serangga dan Perkembangan pendidikan Entomologi di Indonesia. Simposium 3: Kesehatan Ekosistem dan Pengendalian Hayati Simposium 4: Sistem Informasi dalam Studi Serangga Simposium 5: Serangga Penyerbuk Simposium 6: Spesies Serangga Invasif Simposium 7: Serangga Herbivora dalam Agroekosistem. Simposium 8: Fisiologi dan Toksikologi Serangga

Peserta dipersilakan untuk mendaftar sebagai pemakalah dengan Mengirimkan abstrak (tidak lebih dari 250 kata) kepada panitia mulai tanggal 1 Agustus hingga 15 Oktober 2006. Abstrak yang terseleksi akan diumumkan pada tanggal 15 November 2006.

Makalah yang dibawakan adalah hasil penelitian primer atau hasil kajian dari artikel-artikel ilmiah yang banyak tersedia di berbagai belahan dunia

3. Pelatihan: a. Teknik Koleksi dan Penanganan Spesimen Serangga b. Pengukuran dan Analisis Keanekaragaman Hayati c. Penggunaan Geography Information System (GIS) dalam Survey Serangga d. Teknik Fotografi Serangga atau Makro Fotografi e. Teknik Penulisan Karya Ilmiah

Peserta pelatihan dibatasi untuk 20 orang yang terseleksi dari setiap jenis training, dan setiap peserta hanya diperkenankan mengikuti satu training. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 Agustus 2006 hingga 15 Oktober 2006. Pengumuman peserta training dilakukan pada tanggal 15 November 2006.

4. Festival dan Perlombaan Foto Serangga Kegiatan ini terbuka bagi semua peserta dengan mengirimkan foto Serangga makro ukuran 10 R. Foto yang terseleksi ke dalam 10 besar finalis akan diminta untuk menyerahkan file atau klise untuk dicetak dan dipamerkan serta dikompetisikan memperebutkan Juara. Pengiriman foto dapat dilakukan mulai 1 Agustus hingga 15 Oktober 2006.

Pengumuman foto yang terseleksi akan dilakukan pada tanggal 15 November 2006. Semua foto yang terkirim akan menjadi hak panitia. Perlombaan ini tidak dipungut biaya.

5. Perlombaan Poster Ilmiah Setiap peserta (termasuk pemakalah oral) berhak mengikuti perlombaan poster ilmiah. Abstrak dapat dikirimkan mulai tanggal 1 Agustus sampai 15 Oktober 2006. Pengumuman abstrak yang terseleksi akan dilakukan pada tanggal 15 November 2006.

6. Pameran dan Bazar Buku Buku dan ilmu pengetahuan merupakan satu hal yang saling terkait. Oleh karena itu, pada kesempatan ini juga digunakan untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan stakeholder.

7. Rendevous Mahasiswa Moment ini disediakan sebagai wadah tukar menukar, ilmu pengetahuan, ide, informasi dan pengalaman mahasiswa dari berbagai daerah.

TRAVEL GRANT dan YOUNG SCIENTIST AWARD Panitia menyediakan travel grant bagi 50 mahasiswa yang memenuhi syarat dan 1 award bagi mahasiswa yang menjadi pemakalah terbaik.

AKOMODASI Konferensi ini akan dilaksanakan di Bogor. Panitia menyediakan beberapa informasi tentang hotel dan dapat membantu peserta dalam pemesanan hotel. Panitia menyediakan penginapan gratis untuk mahasiswa.

PENDAFTARAN Biaya pendaftaran terbagi atas beberapa bagian : 1. Plenary dan Simposia „X Mahasiswa : Rp 50.000,00 „X PNS/LSM : Rp 125.000,00 „X Swasta : Rp 200.000,00 2. Training Pengenalan Serangga : Cara Koleksi dan Penanganan Spesimen Serangga

Umum : Rp 390.000,00 Mahasiswa yang ingin mendapatkan keringanan diharapkan untuk mengisi bagian travel grant dalam formulir apklikasi

3. Training Pengukuran dan Analisis Keanekaragaman Hayati Umum : Rp 380.000,00 Mahasiswa yang ingin mendapatkan keringanan diharapkan untuk mengisi bagian travel grant dalam formulir apklikasi

4. Training Penggunaan Geography Information System (GIS) dalam Survey Serangga Umum : Rp 380.000,00 Mahasiswa yang ingin mendapatkan keringanan diharapkan untuk mengisi bagian travel grant dalam formulir apklikasi

5. Training Fotografi Serangga atau Makrofotografi Umum : Rp 380.000,00 Mahasiswa yang ingin mendapatkan keringanan biaya plenary & simposium serta training diharapkan untuk mengisi bagian travel grant dalam formulir apklikasi

Biaya pendaftaran dapat dikirimkan ke rekening BNI IPB Jl. Raya Darmaga, atas nama Adha Sari No.Rekening 0106299294, Bukti pembayaran dapat dikirimkan melalui fax.

Konfirmasi telah diterimanya bukti pembayaran kepada panitia akan dilakukan hanya melalui e-mail.

Jika Anda mahasiswa, kartu mahasiswa akan diversifikasi saat pendaftaran ulang.

HOST : PEKA Indonesia Foundation (Center for Conservation and Insect Study) Co-Host : Departemen Proteksi Tanaman, Faperta, IPB Perhimpunan Entomologi Indonesia Cabang Bogor Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman Indonesia (HMPTI)

Didukung oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia (man) #$#b34c22ecbe003d47f9ab98770163ecea###7da3339b618763f560baff24a0449d86###ID###2006-08-17 00:00:00###Tiga Mahasiswa FKH IPB ikuti Pengabdian Masyarakat di Bali###Tiga orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam pengurus IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia) mengikuti kegiatan Kerja Sosial Kesehatan Hewan Nasional (Kersoskeswannas) IMAKAHI 2006 (29/7 – 5/8), di Bali.

Kegiatan yang di gelar oleh PB IMAKAHI kerjasama BEM FKH Universitas Udayana itu menggelar seminar nasional dengan tema “Meningkatkan Produktivitas Sapi Bali Sebagai Plasma Nutfah Asli Indonesia Guna Mewujudkan Masyarakat Madani”.

Hadir sebagai pembicara, Ir. I Putu Sumantra, M.App.Sc (UPTD Peternakan Propinsi Bali), Drh. I Nyoman Mantik Astawa, PhD (Dosen Virologi FKH Unud), dan Drh. IB Eka Ludra Manuaba (Balai Karantina Hewan Kelas I Ngurah Rai, Bali). Seminar juga dihadiri oleh DR.Drh. I Made Damriyasa,MS (Dekan FKH Unud), beberapa staf pengajar FKH Unud, juga undangan dari beberapa instansi serta perwakilan mahasiswa FKH se-Indonesia.

“Selain seminar, juga dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus IMAKAHI periode 2006-2008, Pembekalan dan Pelayanan Kesehatan Hewan atau lebih dikenal dengan pengabdian masyarakat atau kerja sosial,” Ungkap ketua Umum IMAKAHI periode 2006-2008, Iwan Berri Prima, (16/8) saat melaporkan.

Menurut mahasiswa FKH IPB semester VII ini, pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus IMAKAHI periode 2006-2008 dilakukan oleh Dekan FKH Udayana, DR.Drh. I Made Damriyasa, MS atas nama Dekan FKH seluruh Indonesia. “Pelantikan tersebut juga disaksikan oleh perwakilan mahasiswa FKH se-Indonesia yakni FKH Unsyiah (Aceh), FKH IPB (Bogor), FKH UGM (Yogyakarta), FKH Unair (Surabaya) dan FKH Udayana (Bali),” katannya.

Ia menjelaskan, adapun pembekalan pelayanan kesehatan hewan diberikan oleh Drh. I Made Kota Budiasa M.Kes, Drh. I Gede Soma M.Kes (staf pengajar FKH Unud) dan dari Dinas Peternakan Propinsi Bali. Sedangkan Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Batu Agung, Dangin Tukadaya dan Kelurahan Dauh Waru Kec. Negara Kab. Jembrana.

“Kegiatan ini diterima langsung oleh Bupati kabupaten Jembrana Prof.DR.Drg. I Gede Winasa dan seluruh jajarannya, termasuk kepala Dinas Perkutut (Pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan). Bentuk pelayanan kesehatan hewan yang dilakukan adalah vaksinasi, pemberian vitamin dan obat-obatan (pengobatan hewan) secara gratis kepada masyarakat,” jelasnya.(***man) #$#983aa547dd4d4960e1965de3de8c679b###7e785d7d50557ca938f55cec690bbb5b###ID###2006-08-23 00:00:00###Peneliti IPB Rancang Pembuatan Membran Ultrafiltrasi dari Selulose Asetat Mikrobial### Desiyarni, Peniliti Institut Pertanian Bogor (IPB) telah merancang pembuatan membran ultrafiltrasi (penyaring berukuran ultra) dari selulose asetat mikroba. ”Membran ultrafiltrasi (UF) selulosa asetat merupakan salah satu jenis membran yang banyak digunakan pada proses pemisahan makromoekul seperti menyaring vitamin C dalam lemak. Ukuran porinya berkisar 0.1 – 0.001 mikrometer.Membran yang saya teliti terbuat dari selulose asetat mikroba Accetobacter xylinum,” ujar Desi di tengah-tengah sidang terbuka bertajuk ’Perancangan Proses Pembuatan Selulosa Asetat dari Selulose Mikrobial untuk Membran Ultrafiltrasi’ Rabu (23/8) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Selulose mikrobial mempunyai keunggulan antara lain relatif murni sehingga tidak membutuhkan proses delignifikasi (penghilangan lignin), sifat hidrofilik yang sangat tinggi, dan dapat diproduksi dari berbagai macam subtrat yang relatif murah serta mudah. Berbeda denan selulose dari pulp kayu dan kapas yang mengandung lignin dan hemiselulose. Kedua senyawa ini tidak diinginkan ada dalam bahan baku produksi selulose asetat.

Penelitian Mahasiswa S3 Teknologi Industri Pertanian IPB ini bertujuan pertama mendapatkan kondisi proses asetilasi selulose mikrobial menjadi selulose triasetat yang optimum, kedua mendapatkan kondisi proses hidrolisis selulose traisetat menjadi selulose diasetat kadar setil 37-42 persen yang optimum dan ketiga mendapatkan karakteristik membran ultrafiltrasi yang dihasilkan.

Rancangan Desi berupa model matematika untuk menentukan nilai optimasi dari ketiga faktor atau tujuan penelitianya. Dari hasil penghitungan matematika melalui model ini Desi bisa menentukan proses asetilisasi pembuatan triasetat dari selulose mikrobial optimum yakni pada konsentrasi asam sulfat 1.5 persen, rasio anhidrida asetat terhadap selulose mikrobial 3.35, suhu 50 derajat celsius dan waktu asetilasi 323 menit dengan hasil perolehan maksimum selulose triasetat sebesar 1,79 berat per berat dan kadar asetil selulose triasetat seesar 45.78 persen.

Hasil optimasi proses hidrolisis selulose triasetat menjadi selulose diasetat menunjukkan kondisi optimum hidrolisis terjadi pada konsentrasi asam sulfat 1 persen, rasio air terhadap selulose mikrobial 1.066 dan suhu 50 derajat celsius. (ris) #$#4ca03de36cc37a091b2f2f73c9c7506c###29737d5806d0477cd000f0a5674a5e8c###ID###2006-08-24 00:00:00###Dua Delegasi Tunisia Berkunjung Ke IPB###Dua orang delegasi Negara Tunisia melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Kamis (24/8) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga. Mereka, Pakar ekonomi yang berkerja di World Bank Prof Najla Bouden Romdhan, dan Ahli Ekonomi Tunisia Prof Abdulaziz Ghabri. Tujuan kunjungan mereka untuk bertukar informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan dana hibah World Bank di perguruan tinggi Indonesia. Informasi ini akan digunakan sebagai salah satu acuan pelaksanaan hibah pendidikan tinggi serupa di Tunisia. “ Kami mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pendidikan bahwa IPB adalah salah satu perguruan tinggi yang berhasil mengelola Quality in Undergraduate Education (QUE) Project. Kami datang untuk memperoleh pengalaman IPB mengenai hal tersebut yang akan kami kembangkan di perguruan tinggi Tunisia,” kata Najla Boueden.

Saat diskusi, Najla kemudian menanyakan maksud atonomi kampus dan standar IPB dalam mengevaluasi pelaksanaan pusat-pusat studi atau departemen yang mendapat dana. Ia tampak tertarik dan antusias mendengar penjelasan Wakil Kantor Program Internasional, Dr Thanthowi Djauhari dan Wakil Rektor III, Prof Yusuf Sudohadi tentang kondisi IPB terkini.

Khusus otonomi kampus, Dr Adil Basuki dari Kantor menguraikan tentang otonomi kampus. “ Secara ringkasnya, otonomi kampus adalah pengelolaan manajemen sendiri yang disesuaikan kebutuhan masyarakat dan industri. IPB leluasa membuka dan menutup program studi yang ada sesuai permintaan masyarakat,” tutur Adil. Sedangkan pelasanaan dan evaluasi pusat studi dan departemen, Dr Ferry Kusnadar dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB.

Usai ramah tamah yang singkat tadi, dua delegasi tersebut meninjau lokasi pusat studi atau departemen di IPB yang mendapatkan program QUE yaitu Departemen Ilmu dan Teknologi Fakultas Teknologi Pertanian IPB dan Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Centre. Selanjutnya mereka akan melanjutkan ke Denpasar Bali. (ris) #$#fc53de1f8ad3e05053d8455e677dab98###6f25b6ac308093901028b0e497315b09###ID###2006-08-29 00:00:00###KONFERENSI NASIONAL MINYAK ATSIRI 2006###Tema : “Menuju IKM Berdaya Saing Tinggi”
Waktu dan Tempat :
Senin – Rabu, 18-20 September 2006, Hotel Sahid Raya Solo, Jl. Gadjahmada No. 82 Solo

Program Acara:
Rangkaian Program pada Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2006 meliputi :
  1. Sesi Pleno (keynote speech)
  2. Menghadirkan pembicara kunci dari kalangan pemerintah, akademisi dan industri
  3. Sesi Paralel (oral presentation) dan Poster
  4. Merupakan forum diseminasi hasil penelitian minyak atsiri melalui presentasi lisan dan poster
  5. Forum Komunikasi
  6. Menyediakan kesempatan bagi segenap pemangku kepentingan minyak atsiri untuk menginisiasi terbentuknya Dewan Atsiri Indonesia
  7. Pameran Produk Minyak Atsiri
  8. Sebagai ajang temu bisnis dan menguatkan jaringan antar akademisi-bisnis-pemerintah

Keynote Speech:
‘Peningkatan Daya Saing IKM Minyak Atsirir dengan Pendekatan Klaster”
Menteri Perindustrian RI*
“ Penguatan Sektor Hulu (Produksi Bahan Baku) untuk Mendukung Peningkatan Kinerja Industri Minyak Atsiri”
Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian RI*

Pembicara:
  1. Ir. Sofyan Rusli (Balitro – Bogor)
  2. Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo (Pakar Atsiri Indonesia)
  3. Basyar (PT. Aroma)
  4. Suwandi (PT. Djasula Wangi)
  5. Wien Gunawan (PT. Indesso)
  6. Ir. Meika S. Rusli (IPB - Bogor)
  7. Ir. Risfaheri (Balai Pasca Panen – Bogor)
  8. Nirwana Aprianita (Balai Besar Industri Agro – BBIA Bogor)

Peserta:
Peserta Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2006 adalah pembuat kebijakan, aparat pembina, peneliti/ akademisi dan praktisi industri minyak atsiri serta masyarakat umum yang tertarik terhadap perkembangan Minyak Atsiri Indonesia.

Call For Papers:
Panitia penyelenggara Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2006 mengundang para ahli, peneliti dan praktisi minyak atsiri untuk menyampaikan technical papers.

Topik yang akan dipresentasikan terbagi atas :
  1. Pengembangan produk baru dan potensi aplikasinya
  2. Teknologi proses produksi
  3. Standar dan jaminan mutu
  4. Aspek pemasaran dan pengembangan kelembagaan usaha

Panduan Penulisan Abstrak:
  1. Mencantumkan judul makalah, nama penulis, afiliasi, alamat institusi dan alamat email
  2. Materi Extended Abstract ditulis 2 - 3 halaman, satu spasi, font Times New Roman 12
  3. Extended Abstract dikirim melalui email ke konferensi_atsiri2006@yahoo.com
  4. Abstrak diterima paling lambat 5 September 2006
  5. Informasi Extended Abstract yang diterima untuk dipresentasikan lisan atau poster disampaikan melalui email atau website www.ipb.ac.id tanggal 8 September 2006

Panduan Penulisan Makalah Lengkap
Bagi peserta yang Extended Abstractnya diterima untuk dipresentasikan secara oral, makalah lengkap diserahkan paling lambat pada saat registrasi. Ketentuan penulisan makalah adalah sebagai berikut :
  • Diketik 1.5 spasi, font Times New Roman 12, maksimal 10 halaman
  • Soft copy (Microsoft Word) dikirim melalui email ke alamat : konferensi_atsiri2006@yahoo.com

Panduan Penulisan Poster
Ketentuan bagi peserta yang Extended Abstractnya diterima untuk dipresentasikan dalam bentuk poster, poster diserahkan paling lambat pada saat registrasi. Ketentuan pembuatan poster adalah sebagai berikut :
  • Setiap poster mencantumkan judul, penulis, afiliasi, dan materi
  • Ukuran poster A1 (60x85cm), Font 20 atau lebih
Pendaftaran dan Biaya:
Pendaftaran dilakukan pada sekretariat Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2006 bertempat di : Direktorat Industri Kimia dan Bahan Bangunan, Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian RI. Telp/Fax : (021) 5254038 cp : Kris Sasono (081 8494700) atau Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Telp : 0251-625088, 330970, Fax : 0251-625088, 330977, Email: konferensi_atsiri2006@yahoo.com Cp : Yuslina (0818 08580628), Dwi (0815 8314669)

Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran dan seminar. Transport dan akomodasi ditanggung oleh peserta. Peserta mendapat fasilitas berupa seminar kit, rehat kopi, makan siang dan sertifikat. Prosiding tersedia hanya melalui pemesanan. Pendaftaran paling lambat pada hari Rabu, tanggal 15 September 2006. #$#4333e8df5bb43cc78062192558115f84###a81c11a064c27db9b5af838140f09cd0###ID###2006-08-30 00:00:00###Limbah Industri Kertas Perbaiki Lahan Tambang Batubara### Sludge (lumpur) limbah industri kertas ternyata bisa bermanfaat dalam memperbaiki kesuburan tanah bekas lahan tambang batubara. Hasil penelitian Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Enny Widyati ini, disampaikan saat ujian terbuka doktoral berjudul ‘Bioremediasi Tanah Bekas Tambang Batubara dengan Sludge Industri Kertas untuk Memacu Revegetasi Lahan’ Rabu (30/8) di Kampus IPB Darmaga.

Pertambangan batubara menimbulkan kerusakan lingkungan baik aspek iklim mikro setempat dan tanah. Kerusakan klimatis terjadi akibat hilangnya vegetasi sehingga menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen, pengatur suhu. Lahan bekas tambang batubara rusak juga mengalami kerusakan. Kerapatan tanah makin tinggi, porositas tanah menurun dan drainase tanah, pH turun, kesedian unsur hara makro turun dan kelarutan mikro meningkat. baik, dan mengandung sulfat. Lahan seperti ini tidak bisa ditanami. Bila tergenang air hujan berubah menjadi rawa-rawa.

Umumnya, perusahaan tambang menggunakan top (tanah lapisan atas) atau kompos untuk mengembalikan kesuburan tanah. Rata-rata dibutuhkan 5.000 ton per hektar kompos atau top soil. Metode konvensional ini kurang tepat diterapkan pada bekas lahan tambang yang luas. “Pemanfaatan sludge limbah industri kertas bisa menjadi alternatif pilihan. Industri kertas menghasilkan 10 persen sludge dari total pulp yang mengandung N dan P,” kata Enny.

Setelah meneliti 2 tahun meneliti sejak Juni 2003 hingga Juni 2005, percobaan memumjukkan sludge paper dosis 50 persen dapat memperbaiki sifat-sifat tanah lebih efektif dibandingkan perlakuan top soil. Sludge kertas ini berperan ganda dalam proses bioremediasi tanah bekas tambang batubara yaitu sebagai sumber bahan organik tanah (BOT) dan sumber inokulum bakteri pereduksi sulfat (BPS). Pemberian sludge pada bekas tambang batubara menimbulkan 2 proses yakni perbaikan lingkungan (soil amendment) dan inokulasi mikrob yang efektif.

Pemberian sludge paper 50 persen ke dalam tanah bekas tambang batubara mampu menurunkan ketersediaan Fe tanah 98.8 persen, Mn 48 persen, Zn 78 persen dan Cu 63 persen. BPS mampu mereduksi sulfat menjadi senyawa sulfda-logam yang tidak tersedia. Dalam skala laboratorium, tanaman A.crassicarpa tumbuh dengan baik di lahan campuran tersebut. “Perlu penelitian lebih lanjut mengenai keamanan tanaman pangan bila ditanam pada lahan campuran tersebut,” kata Enny.

Komisi pembimbing dalam ujian tersebut antara lain Dr Irdika Mansur, Prof Cecep Kusmana, Prof Iswandi Anas, dan Dr Erdy Santoso.(ris) #$#8aa0b4f578377fc4afc3b19c73205ecb###07480000370d9d7e68c42edbd5eabaed###ID###2006-09-01 00:00:00###Pengumuman tentang Pelaksanaan Perbaikan KRS (KRS-B) Mahasiswa S1 Program Mayor-Minor IPB###PENGUMUMAN No. 129/K13.18.1/KU/2006 tentang PELAKSANAAN PERBAIKAN KRS (KRS-B) MAHASISWA S1 PROGRAM MAYOR-MINOR SEMESTER GANJIL 2006/2007


Berkaitan dengan pelaksanaan penyusunan KRS mahasiswa S1 program Mayor-Minor secara on-line pada tanggal 22- 25 Agustus 2006, dengan ini diumumkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Terdapat minor dan mata kuliah penyusun minor di dalamnya yang masih dapat menampung tambahan peserta/mahasiswa, baik sebagai minor ataupun sebagai supporting course (Daftar A).
  2. Terdapat mata kuliah minor yang dijadwalkan secara khusus, namun jumlah peserta sangat kurang sehingga penyelenggaraan mata kuliah pada jam tersebut dibatalkan (Daftar B).
  3. Terdapat mahasiswa yang mengisi KRS pada mata kuliah-mata kuliah yang jadwalnya bersamaan.
  4. Terdapat beberapa perbaikan jadwal, termasuk pembatalan mata kuliah yang seharusnya diselenggarakan pada semester genap, dan penggabungan kelas-kelas paralel, yang mungkin mempengaruhi pengambilan mata kuliah mahasiswa dan atau jadwal kuliah mahasiswa.

Sehubungan dengan hal-hal di atas, maka pada periode tanggal 4 – 8 September 2006 akan dibuka fasilitas pelayanan perbaikan KRS (KRS-B) secara on-line dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Mahasiswa agar memeriksa Daftar B, untuk memastikan bahwa mata kuliah minor/supporting course yang diambil tidak dibatalkan penyelenggaraannya.
  2. Jika mata kuliah minor/supporting course yang diambil dibatalkan penyelenggaraannya, mahasiswa dapat memilih salah satu alternative :
    1. Bergabung bersama mahasiswa mayor mengikuti perkuliahan pada jadwal yang ditentukan, atau
    2. Membatalkan pengambilan mata kuliah tersebut dan menggantinya dengan mata kuliah lain dari Daftar A.
  3. Mahasiswa dapat juga menambah banyaknya mata kuliah yang diambil sepanjang masih memenuhi batas sks yang diijinkan (lihat Tabel 5.5. Panduan Program Sarjana) dan disetujui dosen PA.
  4. Hasil perbaikan KRS (KRS-B) dicetak dan ditandatangani mahasiswa dan dosen PA.
  5. Pembatalan dan atau penambahan mata kuliah yang diambil akan menjadi dasar perhitungan ulang biaya SPP yang harus dibayar mahasiswa.
  6. Jika hasil perhitungan ulang lebih besar dari SPP yang sudah dibayarkan, kekurangan pembayaran wajib dilunasi selambat-lambatnya tanggal 8 September 2006 di loket pelayanan DAJMP.
  7. Pada saat pembayaran, mahasiswa harus membawa KRS hasil perbaikan yang sudah ditandatangani dosen PA dan copy bukti pembayaran SPP yang telah dilakukan sebelumnya.
  8. JIka hasil perhitungan ulang kurang dari SPP yang sudah dibayarkan, kelebihan pembayaran akan diperhitungkan sebagai deposit untuk pembayaran SPP semester genap 2006/2007. Mahasiswa agar menyimpan secara baik bukti pembayaran SPP yang asli.

Untuk kelancaran pelaksanaan perbaikan KRS, mahasiswa agar memperhatikan dengan baik petunjuk yang diberikan pada situs KRS-B On-line.

Demikian untuk diperhatikan.

Bogor, 1 September 2006
A.n Rektor
Direktur AJMP IPB,


Dr.Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr
NIP. 131 471 384

#$#c18266afa29c7f9510989e3ddb3cc0bf###73dfad65ed61a30d3a9faaf5f5e4f8c9###ID###2006-09-01 00:00:00###Seren Taun Awali Pembukaan Dies Natalis IPB 43### Upacara adat “seren taun” mengawali pembukaan Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-43, Jumat (1/9) kemarin. Tepat pukul 14.00 WIB, helaran upacara dimulai. Para pelaku helaran adalah masyarakat Sunda yang berasal dari Kampung Budaya Sindang Barang Desa Pasir Eurih Kabupaten Bogor.

Beragam seni dan adat Sunda ditampilkan pada dies bertema “Transformasi Pertanian Menuju Masyarakat Indonesia yang Sejahtera” ini. Antara lain Rengkong, Angklung Gubrag, Jampana Pare Ayah dan ambu, serta Calung dan Reog. Bunyi-bunyian pun dibunyikan mengiringi rombongan helaran yang mengenakan pakaian tradisional Sunda.

Sementara itu, mahasiswa dan masyarakat lingkar kampus menyaksikan helaran dari kanan-kiri jalan yang dilalui rombongan. Rektor beserta para Wakil Rektor, Ketua Dies dan para undangan yang berada di Balandongan menyambut mereka, sekaligus seren sumeren atau serah terima dari kokolot (sesepuh, red) rombongan helaran kepada Rektor IPB.

Dalam kesempatan tersebut Rektor bersama pimpinan IPB dan Ketua Dies diiringi rombongan helaran menuju leuit (lumbung) untuk memasukkan padi ke dalam leuit tersebut.

Tampak hadir dalam acara Seren Taun antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor dan sejumlah Kepala Desa dari Desa lingkar kampus.

Ketua Dies Natalis IPB ke-43, drh.R.P. Agus Lelana, Sp.MP. M.Si., dalam laporannya menuturkan, kegiatan dies tahun ini bersifat terintegrasi dan dikelola secara langsung oleh rektorat. Dari 43 kegiatan yang diusung, jelasnya, diharapkan dapat berdampak pada sumbangsih IPB terhadap masyarakat luas.

Sementara itu, Kokolot Kampung Budaya Sindang Barang, Maki Kusumajaya mengharapkan IPB dapat belajar tentang budaya kearifan lokal masyarakat Sunda. Karena menurutnya, hal ini menjadi ciri khas masyarakat Sunda yang harus dilestarikan.

Pada bagian lain, Maki mengatakan kehadiran IPB sudah sepantasnya dapat dirasakan oleh masyarakat Bogor pada khususnya, dan umumnya masyarakat Indonesia. “Kami berharap kiranya IPB dapat mengembangbiakkan pohon paku jajar yang merupakan ciri khas masyarakat Sunda,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., mengatakan, IPB mencoba memadukan kearifan lokal dengan teknologi yang ada. Teknologi menurutnya, dapat dimanfaatkan guna kelestarian alam selama tidak disertai dengan keserakahan. (nm/man) #$#4eed2e28c9a2df6beb9fd1d269acf351###5fc7815cff77d31e236a87ed2572214f###ID###2006-09-02 00:00:00###Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio Semarakan Dies IPB Ke 43###Luluk Purwanto yang dianggap sebagai salah satu artis jazz terkemuka Indonesia bekerja sama dengan pemusik jazz internasional, the Helsdingen Trio ikut menyemarakan kegiatan Dies Natalis IPB Ke 43, dengan penampilannya, Sabtu (2/9) di Pelataran Gedung Graha Widya (GWW), Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Sekitar 200 mahasiswa dan warga di lingkungan Kampus IPB Darmaga, ikut menyaksikan pagelaran jazz yang tidak dipungut biaya itu. Mahasiswa dengan hidmat duduk di pelataran, sementara yang lainnya berada di bangku yang telah di sediakan oleh panitia.

Tak ketinggalan, Rektor IPB , Prof. Dr.Ir.H.A.A. Mattjik, M.Sc., duduk pada barisan terdepan didampingi Kepala Kantor Prohumasi, drh. Agus Lelana, SpMp. MS, serta pejabat IPB lainnya .

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Prohumasi, mengatakan bahwa, kegiatan ini terselenggara berkat kerja keras Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Music Agricultural _Expression (MAX) IPB.

Disamping itu, beliau juga mengharapkan, kegiatan seni di IPB agar terus dikembangkan beriringan dengan kegaitan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“ Saya rasa kegiatan yang bernuansa seni di IPB jarang sekali dilakukan, maka dari itu dengan adanya kegiatan ini, wawasan kita tidak hanya bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun ditambah dengan seni (Ipteks),” ujarnya.

Luluk Purwanto & the Helsdingen Trio menampilkan: Luluk Purwanto, biola/vocal ; René van Helsdingen, piano; Marcello Pellitteri, drum; Essiet Okon Essiet, bas. Mereka menggunakan bis Panggung dengan Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio merupakan ansambel jazz yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Mereka berdedikasi untuk membawa musik mereka kepada para pendengar di seluruh dunia, serta senantiasa membuka wawasan baru demi apresiasi terhadap musik improvisasi. Sebuah Tur promosi Lintas Budaya

Dalam tur ini, Luluk mempersembahkan “The New Generation Mezzo Jazz Award”, sebuah penghargaan yang khusus diperuntukkan bagi para pemusik muda untuk mempertahankan tradisi jazz di Indonesia. (man) #$#a70a836f49420ed42736f21596b9471e###36566cee87f52e69bf5aa4c076e9d45e###ID###2006-09-02 00:00:00###Diskusi Menteri Pertanian dengan BEM KM IPB###Menteri Pertanian menyatakan bahwa tidak akan ada impor beras lagi pada tahun ini. Impor beras yang sekarang dilakukan oleh Departemen Pertanian disebabkan dua alasan, yaitu untuk untuk penanggulangan bencana dan menjaga stok beras nasional.

Pernyataan tersebut ditegaskan Menteri Pertanian RI, Anton Apriyantono dalam diskusi Menteri Pertanian bersama Rektor IPB dan perwakilan BEM Keluarga Mahasiswa IPB Sabtu, (2/9) di Ruang Sidang Rektorat, Lantai II Gedung Rektorat IPB. Diskusi yang dimulai pada pukul 13.30 WIB ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan BEM KM IPB mengenai kebijakan impor beras oleh Departemen Pertanian. Diskusi ini dihadiri oleh 12 orang perwakilan BEM KM IPB, Resimen Mahasiswa dan wartawan.

Dalam diskusi, Menteri Pertanian menjelaskan alasan impor beras yang dilakukan oleh Departemen Pertanian. Menurutnya, impor beras tetap perlu dilakukan walaupun saat ini Indonesia telah melakukan swasembada beras. Menteri Pertanian menyatakan bahwa swasembada beras tidak berarti produksi beras nasional telah memenuhi 100 persen kebutuhan beras nasional. Menurutnya, negara dapat dikatakan swasembada beras bila telah mampu memenuhi 95 persen kebutuhan beras nasional.

Saat ini, perdagangan domestik berjalan dengan dinamis karena impor telah diperketat. Departemen Pertanian juga menjaga agar penyelundupan beras tidak terjadi lagi, terutama di perbatasan negara.

Mahasiswa mendesak Mentan supaya melibatkan IPB dalam penyusunan kebijakan nasional di bidang pertanian. Menjawab pernyataan tersebut, Mentan menjanjikan pelaksanaan Studium General dengan mahasiswa IPB dalam waktu setahun sekali.

Pada kesempatan tersebut, BEM KM IPB mendesak Menteri Pertanian untuk menandatangani kontrak politik. Kontrak politik ini berisi permintaan mahasiswa kepada Menteri Pertanian untuk tidak melakukan impor beras yang dapat merugikan seluruh petani Indonesia dan akan memaksimalkan program Revitalisasi Pertanian untuk kesejahteraan petani dan seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Pertanian menolak menandatangani kontrak tersebut dengan alasan penandatanganan kontrak politik tersebut tidak lazim. Menurutnya kontrak politik hanya dilakukan olehnya dengan Presiden RI.

Menjelang akhir diskusi, BEM KM IPB yang diwakili oleh Redy membacakan pernyataan sikap yang berisi tiga poin, yaitu : menolak impor beras yang dapat merugikan seluruh petani Indonesia, menolak liberalisasi pertanian di Indonesia dan menuntut pemerintah untuk segera meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani. (an2) #$#9adc04003e0557c01d509c34887a9a02###61f3add3fcb3c836762240422e3492d4###ID###2006-09-08 00:00:00###Pejabat IPB VS SEAWORLD di Dies IPB Ke 43### Semangat menyemarakan Dies Natalis IPB ke 43 terlihat sangat tinggi. Bukan saja dimiliki oleh mahasiswa dan warga di lingkar Kampus IPB, para pejabatpun turut serta terjun meramaikan ulang tahunnya yang ke 43 ini.

Semangat tersebut dibuktikan dengan pertandingan persahabatan Indoorsoccer dan Badminton, antara pejabat IPB dengan Pejabat Seaworld, bertempat di Gedung Gymnasium IPB, Kampus IPB Darmaga Bogor (8/9).

Usai Kegiatan “Sidang Terbuka IPB dengan Acara Tunggal Dies Natalis IPB” para pejabat IPB bergegas menuju Gymnasium untuk mempersiapkan pertandingan tersebut.

Kegiatan yang digagas oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB ini selain dihadiri Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Mattjik, M.Sc., juga jajarannya seperti, Sekretaris Rektor, Dr. Agus Purwito,M.Sc., Wakil Rektor (WR) I, Prof. M.A.Chozin, M.Agr, WR II, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., WR III, Prof. Dr.Ir. Yusuf Sudohadi, M.Sc., Dekan FMIPA, Dr.Ir.Yonny Koesmaryono, MS., Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang, Dr. Ir. Dadan Hindayana, Dekan FKH, Dr.drh. Heru Setijanto, Kabid Protokoler Prohumasi IPB, Kuwat Santoso, S.Sos, dan anggota Satpam IPB.

Tim Indoorsoccer IPB diperkuat oleh Rektor IPB, WR I, WR II, WR III dan Dekan FKH. Skor di awal pertandingan, IPB terpaksa harus kalah 1- 2 untuk Seaworld. Sementara di babak ke dua berhasil mempertahankan diri dengan skor 2-2. Pada pertandingan Badminton kedua tim bermain 6 partai.

Usai pertandingan Dekan FKH, mengatakan agar pertandingan persahabatan seperti ini dapat terbina dengan baik, demi mempererat silaturahmi.

“Saya mengharapkan Seaworld bisa mengundang IPB dalam pertandingan persahabatan berikutnya. Mudah-mudahan dengan adannya acara seperti ini silaturahmi antara IPB dengan Seaworld dapat terjaga dengan baik,” ujarnya. (man) #$#08f78df4c0997fbc0eb6edbf429e2089###72c4bad75bdf8c53bb704f0d72158e57###ID###2006-09-09 00:00:00###6000 orang Ikuti Japas IPB### Sekitar 6000 orang dari kalangan civitas akademika IPB, mahasiswa dan warga Bogor, berbondong-bondogng mengikuti Jalan Pagi Sehat (Japas) IPB. Kegiatan tersebut dalam rangka menyemarakan Dies Ntalis IPB Ke 43, yang jatuh pada tanggal 1 September.

Kegiatan Japas ini terfokus di pelataran parker Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Darmaga Bogor (9/9). Hadiah yang diberikan beraneka ragam, mulai dari sepeda motor hingga peralatan rumah tangga, seperti, kipas angin, dispenser, kompor gas, handphone dan sebagainya.

Japas dimulai pukul tujuh pagi hari. Sebelumnya Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjiik, M.Sc., berserta jajarannya dan para dekan berkumpul di Land Huise untuk “Peresmian Jalur Sepada di Kampus”. Bertepatan dengan itu, ribuan orang yang mengikuti japas telah menunggu di Gymnasium untuk dilepas oleh Rektor.

Terkait gerakan bersepada di kampus, Wakil Rektor II, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, di Land Huise mengatakan beberapa alasannya, diantarannya bahan bakar yang mahal, sementara kemampuan memproduksi yang kian terbatas.

“Maka dari itu kita kembangkan model transportasi di kampus yang sehat,” ujarnya.

Sedangkan Rektor IPB mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepadulian IPB terhadap lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih, indah, nyaman, bebas polusi dan hemat.

“ Tujuan kegiatan ini tak lain untuk membudayakan gerakan bersepeda di kampus agar tercipta lingkungan yang sehat, sejuk dan nyaman. Bukan itu saja, dengan bersepeda juga mendukung penghematan BBM yang mulai langka,” ujarnya.

Usai melakukan sambutan di Land Huis, kemudian Beliau dan jajarannya memotong pita di depan poliklinik IPB pada trak sepeda yang telah dibangun, pertanda resminya Jalur Sepada di Kampus IPB.

Setelah itu, Rektor beserta jajaran dan para dekan bergegas mengayuh sepeda menuju Gymnasium untuk melepas peserta Japas. Peserta telah menunggu, kemudian Rektor IPB mengibarkan bendera hitam putih, pertanda japas dimulai.

Japas kali ini mengambil rute dari Gymnasium (start) menuju Masjid Alhuriah IPB kemudian berbelok ke kanan menuju Perumahan dosen. Setelah melewati kebun Cikabayan, muncul kembali di depan Fakultas Kedokteran Hewan dekat kolam ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Melewati jalan menuju gedung rektorat yang banyak ditumbuhi pohon jenjing, yang pada akhirnya kembali ke pelataran parkir GWW (finish). (man) #$#e12940df074725f9a91fe7d534936f9a###d1074b7f5137f9af15ec06c318bc4a15###ID###2006-09-09 00:00:00###FKH IPB Ambil Sumpah Dokter Hewan Baru###Sebanyak 69 orang lulusan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) diambil sumpahnya sebagai dokter hewan baru, Sabtu (9/9). Pengambilan sumpah dokter hewan baru tahap II tahun 2006 itu dipandu oleh Dekan FKH IPB, Dr.drh. H. Heru Setijanto.

Pada acara yang mengambil tempat di FKH Kampus IPB Darmaga tersebut, Dekan FKH memberikan penghargaan kepada drh. Vetti Rahmadania yang dinilai memiliki prestasi terbaik. Sementara itu, sambutan perwakilan dokter hewan baru disampaikan oleh drh. Ledi Ermansyah.

Ledi mengatakan, masalah klise yang dihadapi oleh para dokter hewan baru ini adalah hendak mengabdi dan bekerja dimana kelak. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak terjadi, jika sejak awal mereka telah mempersiapkan diri.

Selain itu, lanjutnya, kurangnya penghargaan masyarakat terhadap profesi dokter hewan, menjadi salah satu penyebab kepercayaan diri mereka pudar. Karena itu, Ledi mengharapkan ke depan hendaknya kompetensi, profesionalisme, etika dan moral, serta payung hukum profesi dokter hewan semakin ditingkatkan.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Rektorr IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dan Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB-PDHI), drh. Wiwik Bagja.

Sementara itu, dalam sambutan pelepasannya, Heru Setijanto menuturkan para dokter hewan baru wajib menjunjung tinggi kehormatan dokter hewan. “Saya juga berpesan kepada para dokter hewan baru untuk senantiasa menunjukkan sikap dan budi pekerti yang luhur, serta mengembangkan ilmu yang dimiliki,” katanya. (nm) #$#1abb437691c35149073fc217aa260886###813caba5a1fc5540bd5cff350f179c7c###ID###2006-09-12 00:00:00###Menpera Letakan Batu Pertama Rusunawa IPB###Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ary, didampingi Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc.,melakukan peletakan batu pertama Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) – Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (12/9), di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Tak ketinggalan, pejabat teras IPB, pejabat Depdiknas, perwakilan Kabupaten Bogor, dan pejabat setempat di lingkungan IPB.

Sebelum peletakan batu, Rektor IPB mengatakan dalam sambutannya, bahwa pembangunan Rusunawa ini adalah sesuatu yang tertunda dan yang pertama kalinya di bangun di lingkungan Perguruan Tinggi.

“Apa yang ingin kita lakukan, pada akhirnya tercapai juga. Mudah-mudahan peletakan batu pertama ini menjadi cepat pada batu terakhirnya, sehingga pembangunan Rusunawa ini akan dengan cepat terselesaikan,” paparnya.

Menurut Rektor , IPB pada tahun pertama mahasiswanya wajib masuk asrama, meskipun mahasiswa tersebut bertempat tinggal di sekitar kampus “Di IPB kita usahakan tahun pertama mahasiswanya (TPB) wajib masuk asrama, meskipun putra dosen yang rumahnya di Darmaga,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar mahasiswa IPB saling mengenal satu dengan yang lain. Untuk itu pula, dalam satu kamar tidak diperkenankan satu orang melainkan empat orang dari latar belakang yang berbeda.

“Alhamdulillah dari hasil asrama dengan program multi budaya di dalamnya, selama tiga tahun terakhir, tidak ada keributan antara mahasiswa. Ini adalah efek positif dari mahasiswa diasramakan. Bukan itu saja, efek posistfnya juga berpengaruh terhadap nilai akademik. ” ujarnya.

Selain itu, bertepatan dengan bulan Dies Natalis IPB yang ke 43, Rektor mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan hadiah Dies Menpera kepada IPB.

Sementara itu, Menpera dalam sambutannya mengatakan, sudah berencana untuk menggelorakan Rusunawa, dengan pilot projeknya di Jakarta.

“Pembangunan Rusunawa di PT ini merupakan kebanggan tersendiri serta dorongan moril dalam rangka promosi rusun,”paparnya.

Menpera mengatakan, selain asrama putri yang akan dibangun tersebut, tak ada salahnya jika nanti dikemudian hari dibangun juga untuk yang putra. (man) #$#fe83451de38cc3082adbe223a398612b###8e549a4987cedd366f658ff45e371816###ID###2006-09-12 00:00:00###Enam PT Pertanian Berlaga di Futsal For Agricultural### Dihadiri perwakilan Gubernur Irian Barat

Enam perguruan tinggi pertanian di Indonesia berlaga pada pertandingan futsal tingkat nasional, yang di gelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB), Selasa (12/9) di Gymnasium, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Menurut rencana sebagaimana dipaparkan oleh Ketua Panitia, Iwan K, bahwa yang di undang sebanyak 16 Perguruan Tinggi Pertanian di seluruh Indonesia. Namun, terbentur jarak dan kegaitan dari masing-masing kampus, maka yang hadir hanya enam saja.

Keenam PT tersebut adalah, Universitas Brawijaya, (Unibraw), Universitas Papua (Unipa), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), IPB (IPB dan IPB Green Campus, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP).

Pembukaan perlombaan tersebut dihadiri Wakil Rektor III, Prof. Yusuf Sudohadi, M.Sc., Perwakilan Gubernur Irian barat yang sekaligus Presma Unipa, Josh, perwakilan Walikota Bogor, Drs.H.Kusnadi, dan Presma IPB, Zaenal Abidin.

Dalam sambutannya, WR III mengatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, diama akan berpengaruh terhadap peningkatan softskill.

“Junjung tinggi sportivitas, vitaliltas dan yang terutama adalah kejujuran dalam bertanding,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa kemapuan softskill harus terus dibina dengan baik, sehingga mahasiswa memiliki nilai tambah tersendiri sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Sementara itu, Drs Kusnadi lebih menyoroti kepada suporter yang mendukung tim kesayangan dari universitas masing-masing untuk lebih tertib dan sportif. “Prilaku suporter memiliki pengaruh yang besar terhadap tim kesayangnnya. Maka dari itu bersifat sportif baik itu pemain dan penonton akan melahirkan citra yang baik bagi keudannya,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa, kegaitan ini diharapkan dapat melahirkan bibit atlet futsal dari kalangan perguruan tinggi yang bisa berlaga pada tingkat nasional nantinya.(man/zul/bbg) #$#7648e33c1ffbfcfc4edd052cb2aec333###a3e166c5b3f38817e9f008ac1ec1270e###ID###2006-09-13 00:00:00###Fateta IPB – BOLUG Gelar Lonas### Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB bekerjasama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), mengadakan Lokakarya Nasional (Lonas), “ Peningkatan Dayasaing Beras Nasional Melalui Perbaikan Kualitas”, di Ruang Pertemuan Oryza Gedung Bolug I (13-14/9) Jakarta.

Peserta Lokakarya berasal dari Departemen Pertanian, Industri, Perdagangan, BUMN, Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah TK I dan II, Perpadi, Perusahaan Penggilingan Padi, KTNA, Petani, Media massa dan umum.

Sementara sekitar 14 pakar dan praktisi terkait langsung dengan perbaikan mutu beras di Indonesia hadir. Diantarannya, Prof.Djoko Said Damardjati, APU (Ditjen P2HP, Deptan), Dr.Sutrisno, M.Agr. (Direktur F-Technopark,Fateta IPB), Ir.Abdul Waries Patiwiri, MBA (Ketua PERPADI), Dr.Mulyo Sidik (GM East Asia Emergency Rice Reserve), Dr.Yang Ling (Taichung District Agricultural Research and Extension Station, Council of Agriculture), Dr.Sam Herodian, MS (Ketua PERTETA), Dr. Rimbawan (Fakultas Ekologi Manusia IPB), Dr. Tajuddin Bantacut, M.Sc., Wakil Direktur F-Technopark, Fateta IPB), Prof.Kamaruddin Abdullah (Guru Besar Departemen Teknik Pertanian), Tim Sinergy Consulting, Hansung – Korea, Sun Cue – Taiwan, dan Agrindo.

Pada pertemuan yang dihadiri sekitar 250 peserta juga Dekan Fateta Dr. Anas M Fauzi, akademisi, peneliti, birokrat, dan industri terkait itu, banyak mengungkap permasalahan peningkatan kualitas beras dan pemanfaatan hasil samping industri perberasan.

Ketua komisi IV DPR, Dr.Yusuf Faishal, menyoroti faktor pembiayaan dan skema-skema pembiayaan serta permasalahannya dalam indutri perberasan nasional. Menurutnya, minimnya skema pembiayaan yang menyangkut proses of - farm sangat berpengaruh terhadap tingginya susut panen dan rendahnya kualitas beras yang dihasilkan. Disamping itu skema pembiayaan belum menyentuh ke dalam pendanaan pemanfaatan hasil samping pengolahan beras.

Menurutnya, indutsri perberasan nasional memerlukan kebijakan untuk meningkatkan dukungan perbankan, misalnya penyederhanaan persyaratan dan prosedur perbankan. Kemitraan antara pengusahan enggilingan padi dengan petai perlu didorong dan dikembangkan agar tercipta kerjasama yang sinergis dan saling menguntungkan, terutama dalam hal pendanaan.

Dalam releasenya Ia menjelaskan, dalam hal perbaikan kualitas beras, pemerintah perlu membuat program peningkatanstandar kualitas beras yang mudah dimengerti oleh pelaku industri perberasan. Tujuannya adalah agar pelaku industri beras mampu memenuhi standar kualitas beras sehinggal memperoleh harga jual yang layak. Terkait dengan kegiatan or-farm perlu diarahkan terutama dalam upaya peningkatkan nilai tambah melalui penerapan teknologi yang tepat untuk mengurangi susut pasca panen, peningkatan kualitas dan peningkatan efisiensi pengolahan.

Dimana hal ini akan berdampak pada peningkatan produksi dan harga jual yang berimplikasi pada peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi petani.

Sementara itu, Ir. Abdul Waries Patiwiri, MBA, (Perum Bolug dan Perpadi), lebih menyoroti program kemitraan antara pelaku dalam industri perberasan. Kemitraan yang diusulkan adalah pola kemitraan berbasis penggilingan padi dengan fokus utama permberdayaan petani sebagai produsen padi. Sedangkan peran penggilingan padi sebagai sentra pengolahan padi milik petani dapat ditingkatkan perannya sebagai penyalur sarana produksi. Bolug yang mengemban tugas untuk masalah perberasan nasional berperan sebagai inisiator dan promotor serta bertindak sebagai inti dalam kemitraan.

Sedangkan, Salah satu Pakar dari Departemen Teknik Pertanian IPB, Prof. Komaruddin Abdullah, menjelaskan mengenai pemanfaatan hasil samping pengolahan padi seperti sekam sebagai sumber energi sejalan dengan program pemerintah tentang bioenergi. Menurutnya, potensi sekanyang ada jika dikonversikan akan setara dengan 800.000 kilo liter minyak tanah.

Disamping dapat dimanfaatkan sebagai bahan bajar alat pengering Rice Milling Unit (RMU), sekam ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar listrik (PLTD). Dengan rasion sekam dnegan solar 80 dab 20%, maka akan ada penghematan sebesar 3.5 triliun per tahun. Unit pembangkit tenaga listrik berbahan bakar sekam dengan kapasitas 40 kVA dapat diintegrasikan dengan RMU.

Dalam Lokakarya tersebut telah berhasil merumuskan strategi untuk meningkatkan nilai tambah proses produksi beras dan pemanfaatan hasil samping. Rumusan yang dihasilkan ini harus segera ditindaklanjuti secara konkrit agar dapat membuahkan hasil. Bolug, sebgai lembaga yang mempunyai tanggung jawab besar dalam perberasan nasional, diharapkan melakukan upaya proaktif tidak hanya dalam stabilisasi harga, tetapi juga dalam peningkatan kualitas beras serta pemanfaatan hasil saming pengolahan beras.

Sedangkan Fakultas Tekonolgi Pertanian (Fateta) IPB lebih terfokus kepada upaya riset dan pengembangan teknologi proses untuk meningkatkan kualitas beras maupun pemanfaatan produk-produk hasil samping pengolahan beras. (***man) #$#2d6c6c2d9cb5e6e3756ece41a581dd62###672a15205008231ba3349f2de98915b9###ID###2006-09-17 00:00:00###54 Kucing Berlaga di Elos###Sebanyak 54 kucing berlaga menghibur para pengunjung di Ekalokasari Plaza, Minggu (17/9). Kegiatan tersebut merupakan hajatnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan mengusung tema “ Be My Beautiful Cat”.

Ternyata tidak hanya manusia yang bisa berlaga di atas pentas, kucing pun bisa membuktikannya melalui acara ini. Kucing dengan beraneka jenis dan nama dari sang pemiliknya, diberikan kesempatan mempertontonkan kelebihannya masing-masing. Tercantum beberapa nama kucing, Sweetbear, Chilia dan Hanny.

Kegiatan tersebut dibagi ke dalam tiga bagian. Yakni, cat show, fashion show serta talk show My Healthy cat. Peserta dapat mengikuti dua kategori sekaligus.

Untuk cat show, dibagi menjadi tiga kategori. Yakni, pedigry atau mempunyai surat silsilah yang jelas, non pedigry dan domestik (kucing lokal). Sementara pedigry, dibagi menjadi tiga macam. Yakni Kucing jenis Persia, Eksotik (jenis kucing aneh) dan colour point (warna kaki, kepala kucing berbeda dengan warna tubuh).

Untuk mengikuti perlombaan tersebut panitia menentukan batasan dan persyaratan yang harus dipatuhi peserta,. Yakni kucing tidak sedang hamil, menyusui, berjamur, berkutu dan kucing harus dalam kondisi yang sehat.

Disamping itu, ada penilaian di dalam kandang yang dilakukan oleh juri, drh, Permanawati dan drh. Pristi. Kategori penilaiannya adalah, kesehatan, bentuk kepala, telinga, hidung, tubuh dan letak mata.

Sementara itu, Ketua panitia Bogor Cat Show, Yenni Saraswati, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperkenalkan jenis kucing kepada masyarakat dan meluruskan presepsi negatif masarakat terhadap kucing selama ini.

“Masing banyak yang takut untuk memelihara kucing, padahal hal tersebut tergantung pemeliharaan,” katanya.

Ia berharap, dengan adannya kegiatan ini, persepsi dan wawasan masyarakat terhadap kucing bisa bertambah. Ditambahkannya bahwa kucing itu hewan yang jinak dan tidak berbahaya.

“Jika kita bertemu dengan kucing, jangan mengusir atau memperlakukannya dengan kasar. Diusahakan kita harus bisa mencintai hewan, yang salah satunya kucing ini,” ujarnya. (man) #$#fd34684c5d3b0c4db37cf8b99d9075b4###87201af669fa1d6400ce1d691214f424###ID###2006-09-20 00:00:00###Prof Toshiro Matsuda & Prof Akimi Fujimoto Terima Tanda Penghargaan Anugerah IPB### Institut Pertanian Bogor pada Sidang Terbuka IPB dengan acara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap I tahun akademik 2006/2007 menganugerahkan tanda kehormatan berupa anugerah IPB, kepada Prof. Toshiro Matsuda dan Prof. Akimi Fujimoto dari Tokyo University of Agriculture, Rabu (20/9) di Kampus IPB Darmaga, Bogor .

Anugerah IPB ini sesuai dengan ART-IPB yang diberikan kepada seseorang yang berjasa dan berprestasi luar biasa dalam turut mewujudkan cita-cita dan tujuan IPB serta pembangunan pertanian di Indonesia .

Peranan kedua profesor Jepang tersebut dimulai pada kerjasama IPB dan TUA pada tahun 1976 dalam inisiasi proyek AP4 (Agricultural Product Processing Pilot Plant) senilai USD 2 juta, dimana TUA pada waktu itu dipimpin oelh Prof. Toshiro Matsuda.

“Bertepatan dengan bulan Dies Natalis IPB ke 43, mewakili sivitas akademika IPB pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang luar biasa. Mudah-mudahahn kerjasama yang sangat baik ini dapat kita pertahankan dan terus ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya pada sambutan wisuda tersebut.

Pada kesempatan wisuda tahap I ini, IPB mewisuda dan menganugerahkan ijazah kepada 1260 lulusan yang terdiri 39 lulusan bergelar Doktor (Dr), 126 lulusan bergelar magister Sains (MSi), 68 lulusan bergelar Magister Manajemen (MM), 4 lulusan bergelar Magister Profesional (MP), 8 lulusan Magister Information Technology (MIT), dan 1015 lulusan bergelar Sarjana dari 8 Fakultas di lingkungan IPB.

“Untuk diketahui bahwa pada sampai Wisuda Tahap I, Bulan September tahun 2006 ini, alumni IPB telah berjumlah sekitar 74.700, yang tersebar di dalam maupun luar negeri dengan berbagai profesi. Saya mohorn sebagai alumni baru IPB, Saudara tetap berhubungan dengan almamater tercinta dan ikut berperan serta dalam program-program yang ada,”ujarnya.

Terkait dengan Dies Natalis ke 43, Rektor mengatakan, selama satu bulan penuh diselenggarakan berbagai kegiatan seperti, seminar, orasi guru besar, ekspose hasil-hasil penelitian, pesta sains, open house, aksi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, olah raga, lomba-lomba, kesenian serta kegiatan lainnya yang menunjukan kemajuan IPB yang telah tercapai selama ini.

Sementara itu menanggapi kebijakan IPB dalam SPP, Rektor mengatakan dengan melakukan subsidi silang. Menurutnya, bagi mahasiswa yang berasal dari kalangan tidak mampu akan membayar lebih rendah dari mahasiswa yang lebih mampu, bahkan ada alokasi daru sumber lain untuk kalangan yang benar-benar tidak mampu untuk tidak membayar SPP.

“Pada tahun ini bahkan orang tua yang keberatan dengan besarnya komponen SPP dari USMI dan SPMB yang diubah atau ditangguhkan pembayarannya tidak kurang dari total 1000 orang,” ujarnya.

Menurutnya Perubahan dan penangguhan pembayaran SPP dilakukan melaluli dialog langsung dengan orang tua mahasiswa selama 2 hari berturut-turut baik dari USMI maupun SPMB. Hal ini adalah salah satu konsekuensi dari implementasi pembayaran SPP sisitem subsidi silang. (ris/man) #$#95d7485276681c95af10ee6dbb8b828a###82c712a1227f570f02505cee192ff55c###ID###2006-09-26 00:00:00###Mahasiswa TPB Meninggal Dunia###Seorang mahasiswa TPB-IPB dari SMAN 2 Tangerang bernama Garna Pratama (NIM: P04063222) penghuni asrama C3, hari ini meninggal dunia karena musibah kecelakaan kereta api. IPB mengucapkan: innalilahi wa inna ilaihi rojiun, semoga Allah mengampuni dosanya, memberinya rahmat dan kasih sayang dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman. (Berita dari email Direktur TPB-IPB) #$#e91e840bff593ec4905153a69f3d4e1e###3063dbd9df7c9eb7f3cbb991d01ec2bb###ID###2006-09-28 00:00:00###Peneliti AS Kembangkan Metode Bioteknologi Bebas Hak Paten###Komoditi pertanian hasil kemajuan bioteknologi tidak berbahaya untuk dikonsumsi .” Selama lebih dari 15 tahun pemanfaatannya, belum ada penelitian yang menemukan bahwa komoditi pertanian hasil bioteknologi yang disetujui pemerintah Amerika Serikat berbahaya bagi manusia dan hewan,” ungkap Elizabeth Weise, Science Writer USA Today, Kamis (28/9) di Ruang Pertemuan South East Asia Food and Agriculture Science Technology Institut Pertanian Bogor (SEAFAST IPB) di Kampus Darmaga. Elizabeth berkunjung ke IPB atas undangan SEAFAST IPB.

Yang ada adalah laporan dari pihak orang yang tidak setuju , mereka mengatakan hasil pertanian bioteknologi membawa bahaya bagi manusia. Namun sejauh ini belum terbukti.

Elizabeth mengatakan hasil pertanian transgenik pertama kali dikomersilkan di China . Di Amerika Serikat, komoditi pertama transgenetik yang pertama kali di komersilkan adalah kedelai tahan terhadap herbisida glyphosate. Kedelai ini dijual di AS sebagai Round-Up. Keuntungan petani menanam kedelai ini, ketika gulma baru tumbuh, petani cukup menyemprot herbisida glyphosate, yang akan membunuh setiap tanaman yang tidak tahan terhadapnya.

“ Dengan cara ini, petani tidak harus melakukan penyiangan intensif untuk menghancurkan gulma dan rumput-rumput liar. Cukup menyemprot herbisida,” kata Elizabeth . Tanaman lain yang dikembangkan adalah tanaman yang telah disisipkan gen bakteri Bacillus thuringiensis (Bt). Selain kedelai tahan herbisida glyphosate, tanaman hasil bioteknologi di AS antara lain kapas dan jangung yang disisipi Bt, pepaya dan ketela yang tahan virus.

Dia menyebutkan, sepuluh negara dunia terbesar yang telah mengembangkan komoditi pertanian dengan bioteknologi yakni USA (49.8 juta hektar), Argentina (17.1 juta hektar), Brazil (9.4 juta hektar), Canada (5.8 juta hektar), China (3.3 juta hektar), Paraguay (1.8 juta hektar), India (1.3 juta hektar), Afrika Selatan (0.5 juta hektar), Uruguay (0.3 juta hektar), dan Australia (0.3 juta hektar).

Sayangnya kemajuan bioteknologi ini sulit diakses oleh para petani kecil di Asia , Afrika dan Amerika Selatan. Hal ini karena hampir semua metode yang digunakan untuk menciptakan tanaman bioteknologi telah dipatenkan oleh perusahaan-perusahaan besar. “Jika seseorang ilmuwan menciptakan tanaman padi tahan musim kemarau dengan menggunakan perangkat ini, perusahaan harus membayar royalty saat benih dijual. Itulah sebabnya tanaman bioteknologi memakan biaya besar,” keluh Perempuan yang sudah enam tahun menghabiskan waktunya di the Associated Press.

Itulah juga yang menjadi alasan mengapa sedikit jumlah tanaman bioteknologi yang diciptakan negara-negara berkembang, karena banyak negara yang hanya ingin mengeluarkan uang untuk mengembangkan tanaman yang mereka anggap dapat menghasilkan keuntungan.

Lanjut Perempuan yang belajar bahasa Cina dan Swedia di The University of Washington, para ilmuwan Amerika Serikat sedang bekerja menciptakan metode yang bebas dan tersedia agar dapat digunakan oleh para peneliti diseluruh dunia tanpa harus ada ketentuan untuk membayar royalty atas tanaman yang mereka ciptakan. “ Proyek ini diharapkan dapat terus berjalan sehingga tanaman bioteknologi yang dapat membantu petani-petani kecil di Asia , Afrika, dan Amerika Selatan tersedia dengan harga terjangkau bagi mereka,” harapnya. (ris) #$#c25336975a62af113d24e78313543f47###8042a7651a2103eab8fea7589dfdbef2###ID###2006-09-30 00:00:00###Tinggi, Peminat Program Doktor MB dan Magister MA IPB###Kelas Program Doktor Manajemen Bisnis angkatan II (DMB II) dan Program Magister Manajemen Agribisnis angkatan R-36 (MMA R-36) Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi dibuka, Sabtu (30/9). Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., berkesempatan membuka secara resmi acara yang mengambil tempat di Ruang Mahoni Kampus MMA-IPB Jln. Pajajaran Bogor.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor I Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr, Wakil Rektor IV Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc, Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana, Dr. Drajat Mardianto dan Prof.Dr. Bungaran Saragih beserta sejumlah pimpinan IPB lainnya.

Direktur Program Pascasarjana MB IPB, Dr.Ir. Arief Daryanto, M.Ec., melaporkan, kelas DMB II diikuti oleh 30 orang peserta, yang merupakan hasil seleksi ketat dari 51 orang calon peserta. Sementara, kelas MMA R-36 diikuti oleh 36 orang peserta.

“Karenanya saya mengucapkan selamat dan sukses pada para peserta. Kiranya anda semua dapat menunjukkan kinerja yang baik selama menempuh studi di IPB,” ujar Arief di hadapan para peserta.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana Dr. Drajat Mardianto, mengemukakan, studi bagi para peserta program DMB, seharusnya bisa berlangsung lancar tanpa kendala. Hal ini dikarenakan mereka memiliki bekal intelegensi, pengalaman dan finansial yang memadai.

Sebatas diketahui, para peserta program DMB angkatan II ini berasal dari kalangan yang memiliki ketiga aspek tersebut, seperti pejabat pada Mabes TNI-Polri, praktisi perbankan dan peneliti.

Dalam kesempatan tersebut Drajat juga mengingatkan, agar semangat belajar yang dimiliki para peserta perkuliahan, baik program DMB II maupun MMA R-36, senantiasa tertanam hingga usainya studi sesuai yang dijadwalkan. Sebab menurutnya, bercermin pada angkatan-angkatan sebelumnya, semangat studi peserta hanya pada semester satu sampai tiga saja.

“Pada semester-semester itulah perkuliahan masih berjalan, dimana para peserta masih bisa saling bertemu dan berdiskusi antar teman. Namun, ketika sudah memasuki semester empat, yang mengharuskan peserta melakukan penelitian, satu-persatu hilang,” ujarnya.

Mardianto melanjutkan, hal ini terjadi karena masih banyak peserta yang menganggap penelitian merupakan tugas yang menyulitkan. Selain ada juga peserta yang kembali ke kantor untuk bekerja dan melupakan tugas akhir.

Pada bagian lain, Wakil Rektor IV Dr.Ir. Asep Saefuddin, MSc., menuturkan tentang kampus-kampus dunia papan atas atau world class university (WCU). Dikatakan, janganlah heran bilamana kita tidak menemukan satupun universitas dari Indonesia yang masuk kategori WCU.

Lebih jauh Asep menjelaskan, beberapa penelitian yang dilakukan oleh kelompok-kelompok peneliti dunia menyebutkan, setidaknya ada lima indikator satu universitas bisa disebut sebagai WCU. Indikator tersebut adalah pertama, pemenang Nobel dalam bidang Fisika, Kimia, Kedokteran dan Ekonomi.

Kedua, peneliti yang sering jadi rujukan ilmu hayat, kesehatan/kedokteran, ilmu kealaman, keteknikan dan ilmu sosial. Ketiga, jumlah paper yang dipublikasikan dalam jurnal “Science” dan “Nature”.

Keempat, paper-paper dalam kelompok Science Citation Index dan Social Science Citation Index. Indikator terakhir adalah rasio jumlah dosen dalam keempat indikator tersebut, dibagi jumlah seluruh dosen tetap.

“Ini bisa jadi PR (pekerjaan rumah) para Rektor dan utamanya Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas. Saya pikir, dengan indikator yang dimodifikasi, membuat urutan kampus papan atas di tanah air sangatlah penting. Selama ini kita kurang berani melangkah ke arah itu tanpa alasan yang jelas,” terang Asep.

Padahal, lanjutnya, membuat peringkat universitas dengan indikator yang obyektif akan memacu universitas untuk bebenah dan berlomba-lomba untuk kebaikan. Efeknya terhadap pendidikan adalah terbentuknya academic atmospher yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dan dosen untuk mendongkrak inovasi dan kebebasan berpikir. (nm) #$#f5826688391b02abfb7bb217e0fb5131###b53178a6bd35ef2e9197b5588910ef25###ID###2006-10-03 00:00:00###Kristiyanto Vokalis Jamrud, Bintang Tamu Masa Prima BKIM IPB###Kristiyanto, salah satu personel Jamrud menjadi bintang Tamu kegiatan Masa Prima Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) Miggu (17/9) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga. Anto, panggilan akrab pria ini mengisahkan pergaulan remaja Indonesia . “Pergaulan remaja Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan, pergaulan bebas marak di kota-kota besar dan merembet ke pelosok-pelosok,” tutur Anto.

Ditanya mengenai lagu ciptaannya, Anto menjawab, setiap lagu yang ia buat diinspirasi dari peristiwa sehari-hari, sekaligus kritik sosial. “Lagu Raja Singa misalnya bercerita tentang orang yang menderita penyakit kelamin dan dampak pergaulan bebas.” Dalam menciptakan lagu, Anto berharap itu memberi manfaat bagi masyarakat.

Pembicara lain yang hadir pada sesi I ini adalah Wakil Rektor IV, Dr. Asep Saefudin dan Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Al Khaththat. Hadir pula Wakil Rektor II, DR.Herry Suhardiyanto dan Penasehat BKIM IPB, Dr. Illah Saillah.

Pada Sesi II, peserta tampak sangat antusias mendengarkan training motivasi yang dipandu Trainer Internasional Tun Kelana Jaya. Di sela-sela training, Tun menyisipkan pengalamannya mengisi pelatihan di Amerika , India , Cina dan negara-negara di luar negeri. Di penghujung acara ia menitipkan nasehat. “Sebagai seorang mahasiswa hendaknya kita bisa menyeimbangkan antara spritualisme agama, studi, prestasi dan organisasi. Seperti slogan BKIM IPB, Bunga Dakwah (buku ngaji dan dakwah), “ . (ris) #$#8c26c807a932421f8e22469748996610###31c2ae06565daf0fbb73f50bb43988e9###ID###2006-10-07 00:00:00###IPB Buka Puasa Bersama 500 Anak Yatim###Langka PT yang santuni anak yatim di Indonesia
Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan buka puasa, bersama 500 anak-anak yatim yang berasal dari desa di lingkar Kampus IPB, di Mesjid Al Hurriyah, Kampus IPB Dramaga, Bogor, (7/10).

Lima ratus anak yatim tersebut terdiri atas 464 anak dari 14 desa yang berada di sekitar Kampus IPB Darmaga sedangkan sisanya yang berjumlah 36 adalah anak yatim binaan IPB, anak para pegawai.

Hadir beberapa pejabat teras IPB, Rektor, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Mattjik, M,Sc., Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir.Chozin, M.Agr., Wakil Rekor II, Dr,Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Direktur SDM, Dr. M.Yamin, Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SpMp.MS, Anggota Dharmawanita IPB, serta mahasiswa BUD IPB.

Usai berbuka puasa Rektor yang didampingi, Direktur jenderal Agama Islam Departemen Agama (Depag), Jahja Umar dan Direktur Pendidikan Tarbiyah dan Pesantren Departemen Agama, Drs.H.Amin Haedari, M.Pd., mengatakan bahwa dana yang tekumpul untuk anak yatim ini berasal dari civitas akademika IPB.

“Alhamdulillah hingga saat ini dana yang terkumpul untuk anak yatim mencapai 84 juta. Dana tersebut akan terus disalurkan bagi anak yatim tiap tahunnya. Bukan itu saja, anak yatim yang datang dadakan juga akan kita santuni,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini rektor mengharapkan, anak yatim yang hadir tersebut bisa mendapatkan pendidikan yang layak dikemudian hari.

Sementara itu, Jahja Umar, dalam pemaparannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat langka dilakukan oleh perguruan tinggi (PT) di Indonesia. “Kegiatan seperti ini terbilang langka, dan sangat menggugah, “ ujarnya.

Lebih lanjut Jahja mengatakan, Depag saat ini bekerjasama dengan IPB dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, terutama dalam mendidik guru Madrasah serta terfokus pada lulusan Madrasah.

“Dengan adannya kerjasama Depag IPB, diharapkan guru madrasah akan pulang ke kampung, yang kemudian bisa membangun kampung halamannya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, selama ini IPB dan Depag menjalain kerjasama dalam peningkatan SDM terutama lulusan pesantren dan agama. Depag membiayai para calon mahasiswa yang akan belajar di IPB melalui jalur yang disebut Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

Agar para lulusan guru atau santri yang kuliah di IPB tersebut bisa membangun daerahnya, para lulusan tersebut harus menandatangani kesepakatan.

“Mereka harus menandatangani kesepakatan di hadapan notaries, yang kemudian harus pulang ke kampung serta mengabdi minimal 7 tahun di sekolah atau kampung,” ujarnya.

Kegiatan yang rutin tiap tahun ini dilaksanakan atas kerja sama Bimbingan Remaja dan Anak Al Huriyah, Kantor Prohumasi, Direktorat Sumber Daya Manusia, dan Dharma Wanita IPB. Selain santunan IPB kepada anak yatim, Depag juga menyumbangkan sebanyak 15 paket Al Quran kepada masjid dan mushala di Lingkar kampus IPB.

Selepas Maghrib dan berbuka, anak yatim yang rata-rata berusia 4-12 tahun langsung pulang dengan membawa bingkisan dan uang saku dengan total sebesar Rp 125 ribu. (man) #$#452de1e0d1e57393f0e74235774e3109###3591b40d36abf77e1e03f7e57ed0ff5f###ID###2006-10-09 00:00:00###KKB MK Buka Puasa Bersama di Cibende### Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Keluarga Besar Kudus Bogor Menara Kota yang disingkat KKB Menara Kota, menggelar Buka Puasa bareng warga KKB "MK". Acara yang dimotori oleh pengurus KKB diakhir kepengurusannya ini diadakan di Kampus Cibende Diploma IPB, Kota Bogor, Minggu malam (09/10).

Menurut Ketua Umum KKB "Menara Kota", Wakid Murtadho mengatakan bahwa acara ini sengaja diadakan di Kampus Cibende untuk memperlihatkan bahwa warga KKB ada juga yang tinggal dan kuliah di Cibende. "Jadi tidak hanya di Dramaga saja warga KKB, ditempat lain pun ada," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula dijelaskan program beasiswa KKB yang rencananya diperuntukkan khusus mahasiswa dari kudus yang berprestasi selain juga mahasiswa yang kurang mampu. Menara Kota Scholarship (MKS), nama beasiswa tersebut, mendapatkan sumbangan dana dari alumni-alumni KKB Menara Kota. "Mudah-mudahan program ini dapat membantu dan menjadi penyemangat dalam berprestasi di IPB khususnya di KKB "Menara Kota,' demikian harapan salah satu pembina KKB, Nasrudin.

Tidak hanya KKB Menara Kota yang melakukan kegiatan buka puasa bersama, OMDA dari daerah lain seperti Boyolali dan Semarang juga melakukan hal yang sama yang intinya menjalin tali silaturahmi diantara anggotanya.(Doz, zul) #$#6607eb4d8d7efdfdb0614aa02f8791c4###15c6279292c762e2bb1edf6c45965411###ID###2006-10-10 00:00:00###DKM Al Fath Fateta IPB Gelar Buka Puasa###Dewan Keluarga Mushola Al Fath Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan buka shaum dengan tema ‘Menjadi Ahli Takwa’ Selasa (10/10) di Koridor Fateta IPB. Sebagai pmbicara pada buka shaum civitas akademika Fateta ini ialah Kepala Perpustakaan IPB sekaligus penasehat DKM Al Fath Dr. Kudang Boro Seminar .

“Ketakwaan muslim itu bertingkat bukan seperti bilangan linear 0 dan 1 saja, tapi bertingkat-tingkat tergantung amalan dan prioritas hidup masing-masing individu, ” kata Kudang. Acara yang dihadiri lebih dari seratus peserta ini berlangsung baik. Beliau menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang hadir supaya meraih ilmu dunia dan akhirat. “Allah memberikan kesempatan, Saudara semua untuk masuk IPB, manfaatkanlah kesempatan itu sebaik-baiknya untuk mencari ilmu yang bermanfaat,” sarannya(ris) #$#0dff869337b00b0ea2ac60473419a552###f8e459a813a60362da0e2fbe16975c2a###ID###2006-10-12 00:00:00###Mahasiswa Kelas B19 Angkatan 43 dan B11 Angkatan 42 Buka Bersama###Dalam rangka mengisi kegiatan Ramadhan, mahasiswa TPB-IPB Angkatan 43 Kelas B19 mengadakan acara buka bersama di Lantai Dasar Gedung Rektorat IPB, Kamis 12 Oktober 2006. Acara ini sekaligus merupakan perkenalan dengan konselor, Bapak Julio Adisantoso. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa yang baru memasuki IPB melakukan tanya jawab, diskusi, dan "curhat" dengan konselor.

Acara buka bersama ini makin semarak dengan hadirnya mahasiswa Angkatan 42 ex kelas B11, yang tahun sebelumnya juga kelompok konselor yang sama. Sebagai kakak kelas, mahasiswa ex B11 Angkatan 42 ini banyak berbagi pengalaman, terutama bagaimana menjalani masa TPB, dan proses Mayor-Minor di IPB ini. Ikatan yang baik antara mahasiswa baru, kakak kelas, dan konselor ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menjalani kehidupan di IPB.#$#4ba8e5b4af51d34c09c35a956ce05c51###1921688c971a696ea527b263cffefba3###ID###2006-10-13 00:00:00###Talkshow Nasional Bencana Lumpur Lapindo Brantas###Melihat bencana lumpur Lapindo Brantas tak kunjung usai, Forum Mahasiswa Peduli Lingkungan (Formalin) didukung Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor ((PPLH- IPB) tergerak untuk menyelenggarakan Talkshow Nasional Bencana Lumpur Lapindo Brantas bertajuk ‘ Mengatasi Dampak Lumpur Lapindo terhadap Lingkungan dari Sisi Pertanian’.

Rencananya, talkshow ini akan digelar Sabtu, 9 Desember 2006 di Balai Kota Bogor dengan menghadirkan Rahmat Witoelar (Menteri Lingkungan Hidup), Dr.Ir.Dwi Andreas Santosa (Tim Ahli Teknologi Tanah dan Lingkungan), Dr.Ir.Akhmad Fauzi, MSc (Ketua Ekonomi Sumberdaya Alam Lingkungan-IPB), perwakilan BPMIGAS atau Lapindo Brantas dan Walhi. “Kami prihatin melihat kondisi pasca bencana Lapindo Brantas, masing-masing pihak saling menuduh terjadi pro kontra, acara ini sepenuhnya didedikasikan untuk mencari solusi dari sudut pandang pertanian,” kata Ketua Panitia Talkshow, Rohimat Effendi. Hasil talkshow tersebut diharapkan akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam menangani lumpur Lapindo Brantas. (ris) #$#44c5f77a39aa0a6a6ce79179be7919f9###37618095ffc98609b66fdb1c43415d5f###ID###2006-10-13 00:00:00###Keunggulan Kurikulum Mayor Minor, Hasil Evaluasi IPB###Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun ini telah mengimplemantasikan kurikulum mayor minor bagi mahasiswa angkatan 2005. Evaluasi kebijakan dan pelaksanaan pemilihan mayor minor dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan dan kefektifitasannya. “Dari hasil evaluasi kami menemukan fakta yang cukup menggembirakan. Dari 34 mayor yang ada, 62 persen mahasiswa memperoleh mayor sesuai pilihan pertama, 23 persen pilihan dua hingga lima, dan 15 persen diluar pilihannya,” kata Wakil Rektor I, Prof. Ahmad Chozin.

Data ini menunjukkan mayoritas mahasiswa memperoleh mayor sesuai pilihannya. Banyak keuntungan mayor minor, hasil evaluasi tahun 2004/2005 terutama kualitas dan semangat belajar mahasiswa. “Jumlah mahasiswa dengan predikat cumlaude setelah pemberlakuan mayor minor meningkat dari 290 tahun 2004/2005 menjadi 320 mahasiswa pada tahun 2005/2006,” kata Chozin.

Jumlah mahasiswa yang terancam drop out (DO) pun turun, dari 74 menjadi 34 mahasiswa. “Kurikulum ini mendorong mahasiswa belajar lebih giat untuk bersaing mendapatkan mayor yang diinginkan,” ujar Chozin.

Kurikulum ini dirancang dengan sistem yang atraktif, dapat menjaring dan menyaring calon mahasiswa dengan kualitas tinggi, menempatkan mahasiswa dalam mayor yang sesuai dengan minat dan motivasinya, kemungkinan mempertimbangkan equity dan praktis serta tidak merepotkan dalam pelaksanaannya.

Baru-baru ini IPB juga melakukan perbaikan fasilitas pemilihan mayor minor. Kini, untuk kemudahan proses pemilihan kurikulum mayor minor, IPB menambah akses internet dari 2 Mbps menjadi 6 Mbps. Civitas IPB mulai sekarang bisa men-download siang hari tanpa batas dan kecepatan yang tinggi. (ris) #$#e1b3bc1562dae9636f0a17f10cc7c1a0###d64314deb8b59933e6d283d669765598###ID###2006-11-01 00:00:00###Halal Bihalal IPB###Setelah seminggu libur Hari Raya Idul Fitri, Institut Pertanian Bogor (IPB), menyelenggarakan acara halal Bihalal bagi seluruh warga IPB yang berlangsung di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor, (1/10).

Pada kesempatan itu, hadir pejabat teras IPB, Rektor serta jajarannya, Dekan Fakultas, Pejabat Departemen, Kepala Kantor, Majelis Wali Amanat (MWA), Himpunan Alumni, Senat Akademik IPB, UKM Mahasiswa, staf IPB serta civitas akademika lainnya.

Pada kesempatan itu Rektor IPB, Prof. Dr. Ir.H. A.A.Mattjik, M.Sc., memberikan sambutan, mengajak civitas akademika IPB untuk saling memaafkan, dan memulai kerja dengan semangat baru. Acara diakhiri dengan do’a bersama, dan saling memaafkan dengan bersalam-salaman yang ditutup dengan acara makan siang bersama.

Pada hari pertama kerja itu juga, beberapa fakultas mengadakan acara halal bihalal di fakultas msding-masing. (man) #$#430ba2f581c51965d1741ce609ea49d0###aa26a9efa80283053d84cc98e7a37ebe###ID###2006-11-06 00:00:00###Akan Hadir : Pumping Yourself Training, Memompa Potensi Diri Merajut Masa Depan Gemilang###Pumping Yourself Training akan dilaksanakan pada hari Minggu, 19 November 2006 pukul 08.00-17.00 WIB. Acara yang bertempat di Auditorium Thoyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian ini akan menghadirkan Amir Tengku Ramly sebagai Trainer Utama. Amir Tengku Ramly adalah pendiri Pumping Foundation yang sekaligus merupakan penulis rangkaian buku Pumping. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 6 November-16 November 2006. Investasi seharga Rp70.000,00 sudah termasuk biaya Tes Bakat yang dilakukan pada saat pendaftaran. Calon peserta bisa mendapatkan tiket di Koridor Fakultas Pertanian atau menghubungi contact person panitia yaitu Hendra di nomor 08158933349, Alldicka 08561980246 atau Anandita 08568558370. Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa hasil Tes Bakat yang akan diberikan pada awal acara, sertifikat, alat tulis, snack, makan siang dan konsultasi gratis dengan trainer. Apa potret diri kita masing-masing? Bagaimana potret diri mempengaruhi perilaku sehari-hari? Bagaimana cara mengoptimalkan gaya belajar yang dimiliki sekarang ini? Bagaimana cara untuk mengetahui gambaran studi dan karir terbaik di masa depan? Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dalam acara Pumping Yourself Training, Memompa Potensi Diri Merajut Masa Depan Gemilang. Pumping Yourself Training merupakan acara training yang dikemas sedemikian rupa untuk membantu pesertanya dalam memahani bakat dan potensi dirinya. Pengenalan bakat dan potensi diri berguna untuk menyiasati kekurangan dan mengoptimalkan kelebihan yang dimiliki dalam rangka mencapai kesuksesan. Mari mengoptimalkan potensi diri dan bersama-sama meraih kesuksesan! (anan) #$#8fed85f81aaaed9d892b705ed1c7f3d6###701b4a01b35d35d03443f0b2673f552f###ID###2006-11-06 00:00:00###Chiayi Taiwan Jajaki IPB###Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana melakukan kerjasama dengan National Chiayi University (NCYU) Taiwan dalam hal pertukaran mahasiswa Pascasarjana. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan kerjasama ini akan dilakukan pada awal tahun 2007 mendatang.

Demikian dikatakan Wakil Rektor IV IPB Dr.Ir. Asep Saefuddin, MSc., kepada Pariwara di sela-sela kunjungan Tim NCYU Taiwan di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga, Selasa (5/12). Tim Taiwan dipimpin langsung oleh Presiden NCYU, Dr. Ming – Jen Lee.

Dr. Asep menjelaskan, kedatangan tim NCYU ke IPB merupakan kunjungan balasan. Setelah sebelumnya pada Bulan Agustus 2006, ia bersama Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS., Kepala University Farm IPB, Dr. Ir. Anas D. Susila, Msi, dan Sekretaris Eksekutif, Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc., berkunjung ke Chiayi University.

“Tim NCYU yang datang hari ini, meminta agar IPB mengirimkan mahasiswa Pascasarjana untuk bersekolah di sana, diantaranya untuk Bidang Pertanian dan Bioteknologi,” ujar Dr. Asep.

Mengapa NCYU menjatuhkan pilihan ke IPB? Dr. Asep menuturkan, karena IPB merupakan universitas yang berbasis pertanian yang sudah terkenal.

Sementara itu, kunjungan NCYU yang juga dihadiri oleh mantan Rektor IPB Prof.Dr.Ir.A.M. Satari, diisi dengan diskusi seputar IPB dan NCYU. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) IPB. (nm) #$#4ff25682e10ac1a74f72c789f91a8aad###e792e8f3ca7d06301362a90195efa945###ID###2006-11-09 00:00:00###Surat Ketua Senat Akademik IPB :: Penjaringan Bakal Calon MWA dari Unsur Masyarakat###Nomor : 108/SA-IPB/11/2006

Kepada Yth.
Para Dekan di Lingkungan IPB

Sebagaimana diketahui kepengurusan Majelis Wali Amanat (MWA) IPB periode 2002-2007 akan berakhir pada bulan April 2007. Sesuai ketentuan ART-IPB pasal 9 ayat (2), selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan anggota MWA dari unsur masyarakat yang lama harus sudah terpilih anggota yang baru.

Berdasarkan ART pasal 8 ayat (3), persyaratan keanggotaan MWA IPB yang berasal dari masyarakat harus memiliki reputasi yang baik dalam bidangnya, kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan tinggi, mempunyai pengetahuan yang cukup luas tentang pendidikan tinggi, mempunyai jejaring kerja yang luas, dan mempunyai bidang keahlian atau pengalaman yang terkait langsung atau tidak langsung dengan bidang pertanian.

Dalam memilih bakal calon (Balon) MWA dari unsur masyarakat, sebagaimana tercantum pada ART pasal 9 ayat (4) butir (a), setiap sivitas akademika Institut berhak mengusulkan nama seseorang yang berasal dari Anggota Masyarakat yang dinilai layak sesuai persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam ART pasal 8 ayat (3).

Sehubungan dengan itu kami mohon Saudara untuk:
  1. Menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh staf pengajar di lingkungan fakultas Saudara;
  2. Melaksanakan penjaringan Balon anggota MWA dari unsur masyarakat di lingkungan Fakultas Saudara disertai informasi lengkap tentang Balon bersangkutan;
  3. Menyampaikan daftar nama Balon sebagaimana pada butir (2) kepada Rektor melalui Panitia Ad-Hoc Penjaringan Calon Anggota MWA IPB 2007-2012 dengan alamat Sekretariat Senat Akademik IPB Gedung Rektorat Lt.2paling lambat tanggal 18 Desember 2006.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

Senat Akademik IPB
Ketua,

ttd.-

Prof.Dr.Ir. Sjafri Mangkuprawira

#$#097c8e5ac0335de0b87a038e13061b11###f369e0008883be2a09b3aa32fc74bec7###ID###2006-11-09 00:00:00###INHERENT K1 IPB###Program INHERENT K1 IPB

INdonesian HighER Education NeTwork (INHERENT) merupakan program pengembangan sistem dan jaringan informasi pendidikan tinggi yang direncanakan secara bertahap akan menghubungkan seluruh Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia baik Negeri maupun Swasta dan IPB menjadi salah satu titik simpul lokal melalui UI. Program INHERENT DIKTI 2006 saat ini terdiri atas Program K1 diperuntukkan bagi PT yang menjadi simpul informasi dan Program K2 diperuntukkan bagi PT yang menjadi partner informasi.


Keterlibatan IPB dan Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Program INHERENT

Mewujudkan sharing informasi dan pengetahuan antar PT melalui pengembangan sistem aplikasi dan content pada platform jaringan INHERENT dalam bentuk HIBAH KOMPETISI K1 dan K2. IPB termasuk salah satu (dari 9 PT) yang masuk ke dalam kategori K1 yang berfungsi sebagai simpul penyedia informasi.

  • K1 diperuntukkan bagi PT yang menjadi simpul informasi
  • K2 diperuntukkan bagi PT yang menjadi partner informasi
Sifat Hibah

Produk yang terbangun dalam program INHERENT ini bersifat open access (layanan terbuka), open source (terbuka untuk dikembangkan) dan open content (bisa didownload secara gratis).

Informasi lengkap mengenai kegiatan/program, PIC, berita-berita seputar INHERENT K1 IPB dapat dilihat pada Situs INHERENT di alamat http://inherent.ipb.ac.id

#$#df0cceb4de83c644077765d9e398945b###49a34ae35808736da6156863b4dc2f3e###ID###2006-11-16 00:00:00###IPB Kembali Persembahkan Lulusan Terbaiknya### Melalui Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahap I Tahun Akademik 2006/2007, sebanyak 1770 lulusan bergelar Ahli Madya (AMD) diwisuda dan dianugerahi ijazah, Rabu (15/11). Sidang Terbuka yang khusus dilaksanakan untuk mewisuda para lulusan program diploma IPB tersebut bertempat di Gedung Graha Widya Wisuda, kampus IPB Darmaga.

Para wisudawan itu berasal dari tujuh fakultas di lingkungan IPB, yaitu 433 wisudawan dari Fakultas Pertanian, 134 wisudawan dari Fakultas Kedokteran Hewan, 199 wisudawan dari Fakultas Perikanan, 304 wisudawan dari Fakultas Peternakan, 197 wisudawan dari Fakultas Kehutanan, 130 wisudawan dari Fakultas Teknologi Pertanian dan 373 wisudawan dari Fakultas MIPA.

Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dalam sambutannya mengatakan, pengembangan bidang pertanian pada level menengah memerlukan sangat banyak SDM yang memiliki skill sesuai dengan bidangnya, siap pakai, siap beradaptasi dan siap bekerja. “Untuk itulah IPB akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan diplomanya,” tegasnya.

Lebih lanjut Mattjik menjelaskan, upaya penting yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan diploma IPB adalah memisahkan organisasi penyelenggaraan diploma menjadi direktorat tersendiri. Kemudian kurikulum Program Diploma disesuaikan, sehingga benar-benar mencerminkan upaya penguasaan skill dan siap pakai.

“Pada bulan ini, Direktorat Diploma juga telah selesai membangun gedung tahap pertama yang cukup besar di Kampus IPB Cilibende Bogor . Sedangkan gedung-gedung baru akan terus dibangun di kampus yang sama sesuai dengan ketersediaan dananya,” papar Mattjik.

Menurutnya, gedung yang memadai adalah salah satu fasilitas penting yang harus dimiliki dalam penyelenggaraan program pendidikan, agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung dengan baik dan dalam rangka meningkatkan atmosfir akademik di kampus tersebut.

“Saya berharap penataan organisasi program diploma dan implementasi kurikulum yang telah dikaji secara cermat, dapat meningkatkan lagi kualitas lulusan diploma IPB sesuai dengan harapan masyarakat,” harapnya. (nm) #$#1c6bc7e70b4428e77ea7fe322fa2493c###43c5d4e9acfa1e75ff63bdc86cccd6cc###ID###2006-11-16 00:00:00###Budaya Riset, Ruh Perguruan Tinggi### Research culture atau budaya riset merupakan “ruh” dalam aktivitas sebuah perguruan tinggi. Tanpa budaya riset, perguruan tinggi akan menjadi kering.

“Tidak ada perguruan tinggi yang maju tanpa didukung budaya riset,” tandas Wakil Rektor IV Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc., saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Hasil-hasil Penelitian Dosen Muda, Kamis (16/11).

Karenanya, Asep menyambut gembira dan apresiasi pada Lembaga Penelitian dan Pemberdayan Masyarakat (LPPM) IPB, yang dinilainya telah memberikan kesempatan pada dosen-dosen muda di lingkungan IPB untuk berkreatifitas. “Apa yang telah dirintis oleh LPPM, hendaknya menjadi tradisi yang harus terus dikembangkan. Karena dosen-dosen muda ini pada saatnya nanti akan menjadi future leader IPB,” harapnya pada acara yang mengambil tempat di Ruang Sidang LPPM IPB kampus IPB Darmaga.

Sementara itu, pada dosen-dosen senior Asep mengharapkan agar mereka memberikan motivasi pada para dosen muda untuk dapat menyampaikan gagasan-gagasannya. Oleh karena itu, Asep mengajak seluruh civitas IPB untuk senantiasa mengembangkan budaya akademik, yakni penghormatan pada pemikiran orang lain dan kebebasan bepikir.

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menuturkan tentang pendanaan penelitian. “Ke depan IPB perlu memikirkan adanya Research Foundation,” ujarnya, seraya mengatakan saat ini pihaknya tengah mengajukan dana penelitian pada senat akademik.

Senada dengan Asep, Kepala LPPM IPB Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., dalam laporannya mengatakan, biaya penelitian tidak harus selalu dari internal. Karenanya ia meminta para dosen muda untuk dapat mengembangkan networking atau silaturrahim, sebagai upaya mendapatkan relasi.

“ Ada atau tidak ada dana, penelitian harus tetap kita lakukan. Selain itu, saya berharap hasil penelitian ini bisa dipublikasikan ke tingkat nasional dan internasional,” tegas Rizal. (nm) #$#4bfe6953f09f6f1e1a8c4069394f6bf8###a59b1a59a33c44bca3795aa0ac0ac0ef###ID###2006-11-16 00:00:00###Mahasiswa IPB Juara The 1st Best Presenter Simposium Pertanian di Jepang### Mahasiswi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Diajeng Kusumaningrum terpilih sebagai The 1st Best Presenter saat mempresentasikan artikel berjudul (Contribution of National Park, Case Studies Halimun Salak National Park in Indonesia, dalam International Symposium on Sustainable Agriculture in Asia bertema “Challenges for Agricultural Sciences on Environmental Problems under Global Changes.” Selama 6 hari sejak 29 Oktober hingga 3 November di Universitas Ibaraki, Hokaido, Jepang.

“Banyak hal yang saya pelajari di sana , yang menarik bagi saya adalah Pemerintah Jepang ternyata melakukan regulasi masa musim tanam padi. Masyarakat menanam padi sesuai kebijakan pemerintah sehingga hasil panennya stabil tak kelebihan atau kekurangan,” tutur Diajeng.

Gadis ini mengikuti simposium bersama 3 peserta IPB lainnya yaitu Fitri Nurdiyani, Didiet Rahayu Diana, dan Gading Dwi Cahyanti dan Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr Rimbawan sebagai dosen tamu. The 2nd best diraih Alia Bihrajanti Raya dari Universitas Gajah Mada dan The 3rd Best ada dua Putu Shinta Devi dari universitas Udayana dan Aya Shimizu dari Universitas Ibaraki Jepang. Simposium ini diikuti 40 peserta dari perguruan tinggi Indonesia dan Jepang. (ris) #$#751c2b7c67083778f2f90b0deb9cdee7###d7dca03f963669ad49a0903220d5fd85###ID###2006-11-17 00:00:00###Mahasiswa IPB Menyabet Penghargaan dari MLA Australia###Dua Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Galih Nugroho dan Ari Try Purbayanto berhasil menyabet juara pertama Meat & Livestock Australia (MLA) Student Project Proposal Competition ‘Red Meat Feel Good’ yang dianugerahkan Senin (6/11) di Hotel Borobudur Jakarta. Mereka membawa pulang tropi penghargaan dan uang senilai Rp 10 juta. Runner up diraih Universitas Unika Widya Mandala Surabaya. Proposal pemenang akan menjadi pertimbangan Project Manager MLA. Dalam malam penganugerahan tersebut hadir tamu kehormatan antara lain Direktur Jenderal Peternakan Ir.Mathur Riady MA, Ketua Asosiasi Pengusaha Feedlot Indonesia (APFINDO), Teguh Boediyana, Ketua Asosiasi Importir Daging Indonesia (ASPIDI), Ir.Thomas Sembering, Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ir.Rachmat Pambudyi, MS dan Spesialis Jantung, Dr.Toni Mustahsani.

Malam itu, IPB juga meraih penghargaan peserta terbanyak yakni 32 peserta dan finalis terbanyak dari MLA mengalahkan perguruan tinggi lain. Finalis mahasiswa IPB lain yakni Fahmi Ismail, Jemi Wahyu, Nasrullah A.M, Arina Rizkiana, Devita Kusuma dan Kartika Wandini.

Kompetisi ini menurut pihak MLA, bertujuan mendorong mahasiswa/i untuk dapat menghasilkan ide/kreatifitas dan gagasan yang baru/inovasi ke dalam suatu proposal yang dapat diaplikasikan menjadi program kerja.

Semakin berkembang persepsi salah di masyarakat mengenai daging merah sapi, kerbau, kambing dan domba yang menyebabkan kolesterol, darah tinggi, dan jantung koroner. Hal ini sangat bertentangan dengan penelitian-penelitian dari ahli nutrisi yang membuktikan, daging merah (Lean Red Meat) merupakan sumber zat besi, seng, Vit.B12, Omega 3 serta protein dan nutrisi penting lainnya, sangat baik untuk perkembnagan otak bayi, anak-anak, remaja, perempuan (mentruasi), olahragawan dan diet.

Kompetisi ini dimulai bulan September 2006, seleksi atau penjurian finalis dilakukan bulan Oktober 2006. (ris) #$#df68ff22db1f67f7675f2cd788b86217###74aaaa3ccbac9dfeabcd6309233a4058###ID###2006-11-19 00:00:00###Potensi Ekspor Nenas Segar Indonesia###Nenas berpotensi menjadi komoditas andalan ekspor Indonesia. Pada tahun 2000-2004, produksi dan ekspor nenas segar Indonesia terus mengalami peningkatan, namun proporsi peningkatan diantara keduanya tidak sebanding. Di lain pihak, peran Indonesia, baik sebagai produsen maupun eksportir nenas segar di pasar internasional masih kecil.

Dosen muda Institut Pertanian Bogor (IPB), Suprehatin, SP., mengemukakan hal itu dalam penelitiannya berjudul Analisis Daya Saing Ekspor Nenas Segar Indonesia. Hasil penelitiannya tersebut ia sampaikan pada seminar hasil-hasil penelitian dosen muda IPB, di Ruang Sidang LPPM IPB, Kamis (16/11).

Dijelaskan, faktor-faktor yang diduga mempengaruhi daya saing ekspor nenas segar Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor, antara lain volume ekspor nenas, harga ekspor nenas, nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara pengimpor dan volume ekspor nenas olahan Indonesia dan produksi nenas segar dalam negeri.

Menurutnya, pangsa pasar nenas segar Indonesia akan meningkat seiring peningkatan volume ekspor nenas segar Indonesia. Meskipun demikian, pada tahun 2004, presentase ekspor terhadap produksi nenas segar Indonesia relatif kecil, yakni 0,3 persen dari total produksi nenas sebesar 709.918 ton.

“Hal ini disebabkan secara keseluruhan pasar hortikultura di dalam negeri mulai membaik setelah pasca krisis, sehingga berdampak terkoreksinya volume ekspor, termasuk ekspor nenas segar,” kata Suprehatin.

Sementara itu, harga ekspor nenas segar Indonesia ternyata tidak berpengaruh nyata terhadap pangsa pasar ekspor nenas segar Indonesia. Hal ini diduga bahwa di pasar nenas segar Internasional, para calon importir dapat memperoleh informasi mengenai harga dan kualitas nenas segar dari negara eksportir, sehingga akan mudah memutuskan untuk tidak membeli nenas segar dari suatu negara apabila terjadi kenaikan harga nenas segar.

Di akhir penelitiannya, Suprehatin menuturkan, dalam rangka peningkatan daya saing, kegiatan produksi nenas perlu ditingkatkan untuk orientasi ekspor. Dengan memperhatikan hal-hal, seperti kualitas, inovasi, keamanan pangan, penerapan dan pengembangan teknologi budidaya dan pasca panen.

“Hal ini harus didukung oleh berbagai pihak seperti instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pihak swasta dengan memadukan kemampuan masing-masing sesuai kapasitasnya,” sarannya. (nm) #$#66b9c6477fe7acc7895f5e9a3d695334###dc540e06bb302ae0ae3dc3e1c5df131b###ID###2006-11-21 00:00:00###Pemira IPB dimulai Hari Ini### Diah Rochana P., anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (MPM KM IPB) mengungkapkan kepada tim Pariwara (20/11) bahwa hari ini sudah mulai digelar pesta demokrasi berupa Pemilu Raya (Pemira) di IPB. Panitia Pemilihan Raya (PPR) sudah menetapkan 2 kandidat yang lolos untuk menjadi Calon Presiden BEM KM IPB untuk periode tahun 2006/2007 yaitu : Erick Wahyudiono (Fakultas Pertanian, Agribisnis ‘40) dan Redy Hendra Gunawan (Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian ‘40).

“Pemira kali ini bertajuk Sewindu KM IPB, bersama kita bangkitkan semangat pergerakan mahasiswa menuju lembaga kemahasiswaan IPB yang lebih kritis, dinamis dan peduli di era transisi.” Ujar Diah, mahasiswi berkerudung dari Departemen Teknologi Pertanian ini. Gadis ini juga mengharapkan bahwa setelah 8 tahun sistem pemira diterapkan di IPB, jumlah pemilihnya semakin banyak dan dengan adanya kecerdasan politik kampus maka semakin meningkatkan peran BEM KM terhadap kepentingan masyarakat.

Sesuai dengan agenda acara Pemira, Selasa, 21 November 2006 mulai diadakan kampanye lisan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Kampus IPB Darmaga. Dalam kampanye lisan tersebut, kedua kandidat akan mempresentasikan visi dan misi mereka dan berusaha menampilkan yang terbaik. Selain itu diadakan forum tanya jawab terbuka untuk mahasiswa IPB yang menjadi pemiilik suara.

Sementara itu, agenda pemira telah ditetapkan dimana kampanye lisan digelar pada tanggal 21 sampai tanggal 30 November 2006. Dilanjutkan dengan dialog publik pada tanggal 1 Desember dan karnaval pada tanggal 4 Desember 2006.

Setelah menjalani rangkaian kegiatan kampanye maka akan dipilih kandidat yang terbaik pada tanggal 7 Desember 2006. Seluruh pemilik suara akan memilih kandidat mana yang menurut mereka terbaik di Fakultas masing-masing. Proses penghitungan suara akan dilaksanakan di satu tempat, tahun lalu diadakan di Gymnasium IPB.

”Untuk pemira kali ini belum diputuskan proses penghitungan suara akan diadakan dimana” tutur Diah. (zul) #$#d233cdd0a33db36303f647cf7f6a4fde###19cfe77cdda744e93ce72e429fe4fdfb###ID###2006-11-22 00:00:00###IPB Jaga Mutu Tangapi Turunnya Minat terhadap Pertanian###IPB Institut Pertanian Bogor (IPB) selalu menjaga mutu dengan semboyan “Mencari dan Memberikan yang terbaik” dalam menanggapi turunnya minat siswa SMU terhadap bidang pertanian.

Begitu dikatakan Wakil Rektor I IPB, Prof.Dr.Ir. M.A.Chozin, Ph.D., diruang kerjannya, Kampus IPB Darmaga Bogor (17/11).

“Saya kira tidak hanya terjadi di Indonesia, secara global minat terhadap bidang pertanian ini juga terjadi di luar negeri, di Indonesia banyak sekali faktor – faktor yang mempengarhuhinya,” ujarnya.

Beliau mengatakan, pertanian selalu dikaitkan dengan cangkul dan pertani, namun, pada dasarnya pertanian itu tidak sesempit yang kita bayangkan.

“Oleh karena itu kita mencoba meredevinisikan, bahwa pertanian itu tidak hanya sekedar on farm belaka, tapi juga of farm yang meliputi agrobisnis, agroindustri dan sebagainnya. Sebagaimana talah dilakukan oleh IPB dengan mendirikan fakultas yang mendukung semua itu, seperti Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), dan ke depannya akan ada fakultas Biomedis dan Teknik. Hal tersebut salah satu upaya IPB untuk menarik minat tersebut,” ujarnya.

Kemudian menurutnya lagi, dalam inovasi kurikulum, IPB mencoba menyatukan pertanian dengan sosial, teknologi dan kesehatan .

“Hal ini akan lebih menarik, dan kita mengharapkan dengan cara itu akan meningkatkan manfaat yang cukup banyak. Turunnya minat terhadap pertanian ini jangan seperti yang terjadi di beberapa fakultas lain di Indonesia. Ada sekitar 40 Perguruan Tinggi yang menutup beberapa program pertaniannya,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga mengatakan salah satu cara lainnya yaitu dengan meningkatkan pendidikan petani. Karena menurutnya, ke depan mereka harus dapat bersaing, dan mengadopsi teknologi.

“Meningkatkan pendidikan petani itu lebih penting, dan lebih baik lagi apabila orang yang mengerti pertanian dan pemegang kebijakan bisa mengembangkannya potensi yang mereka miliki,” ujarnya. (man) #$#d298866d4ddfe305baecf1afabe52ff8###9eb68fcbbda14361452dcf1305cac302###ID###2006-11-23 00:00:00###Departemen MSP Gelar Seminar Nasional Herpet dan Mamalia Air 2006### Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB kerjasama dengan Pusat kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB menggelar Seminar nasional Herpet dan Mamalia Air 2006, (23/11) di ruang diskusi MSP, FPIK, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Seminar bertajuk “Pengelolaan Potensi Sumberdaya Melalui Strategi Konservasi dan Penerapan Teknologi Berwawasan Lingkungan demi Kesejahteraan Bangsa,” juga didukung oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB, PS Konservasi Biodiversitas DKSH – Fahutan IPB, CV. Daya bakti dan yayasa kelestarian Penyu Indonesia (The Foundation For Turtle Conservation).

Tujuan diadakan seminar ini diantarannya adalah, untuk mengetahui sejauh mana tingkat kegiatan penelitian dan pengusahaan biota herpet dan mamalia air tersebut dilakukan, saling memberikan informasi berkaitan dengan potensi sumberdaya, distribusi, status populasi, teknologi yang digunakan dalam penangkaran, perburuan, usaha perdagangan (termasuk eksport-import) dan upaya pengelolaannya, sehingga dapat diambil manfaatnya dalam kegiatan selanjutnya.

“Berkaitan dengan berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan biota-biota tersebut, kirannya perlu untuk mengumpulkan suatu informasi dari berbagai pihak yang memiliki pengalaman dalam penelitian dan kegiatan praktis (usaha penangkaran, penangkapan) untuk dapat saling berbagi informasi,” ujar Ketua Panitia, Ir.Saddon Silalahi, MS.,

Menurutnya, dalam rangka menghimpun informasi tersebut harus ada kerjasama yang baik antara trimitra yaitu Academic, Bisnisman dan Govermant (ABG).

“Ilmuan, pengusaha dan birokrat itu harus jalan secara bersama, agar terealisasi rasa keperdulian, khususnnya terhadap, reptilia, ampibi, dan keberadaannya,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Departmen MSP FPIK IPB, Dr.Sulistiono, MS. Beliau mengatakan bahwa IPB sebaga lembaga pendidikan perguruan tinggi harus ikut mendukung dalam menghimpun informasi tersebut.

“Saya mendukung sekali IPB bisa dilibatkan di dalamnnya, jangan hanya sekedar diminta nasehat atau informasi untuk keperluan teman – taman di LIPI. Akan tetapi kita harus berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, untuk membangun jaringan tersebut tergantung kemaunan politis dari LIPI, karena bolanya berada di sana.

“Seharunya LIPI bisa mengajak PT, pemerintah dan swasta dalam membangun jaringan ini, sehingga kita dapat memberikan informasi yang sesuai dan akurat kepada mamagemen otority,” ujarnya.(man) #$#bdeb3f1ecec89f446bdf0bf29987a754###4f2b637416cb7526230d747b4a980158###ID###2006-11-23 00:00:00###Telah dibentuk Jejaring “Masyarakat Pemerhati Herpet dan Mamalia Air Indonesia”### Pada tanggal 23 November 2006 lalu telah dibentuk suatu wadah yang diberi nama “Masyarakat Pemerhati Herpet dan Mamalia Air Indonesia” di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, (29/11), Kampus IPB Darmaga Bogor.

Jejaring tersebut dibentuk bertepatan dengan seminar bertajuk “Pengelolaan Potensi Sumberdaya Melalui Strategi Konservasi dan Penerapan Teknologi Berwawasan Lingkungan demi Kesejahteraan Bangsa,” juga didukung oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB, PS Konservasi Biodiversitas DKSH – Fahutan IPB, CV. Daya bakti dan yayasa kelestarian Penyu Indonesia (The Foundation For Turtle Conservation).

“Harapannya dengan didirikan asosiasi seperti ini bisa memberikan informasi yang banyak kepada masyarakat luas. Karena salah satu programnya setiap dua tahun sekali, kita mengadakan pertemuan dan menyampaikan hasil riset,” ujar Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB, Dr. Sulistiono, MS di ruang kerjannya.

Menurutnya, pada program dua tahunan tersebut nantinya akan dihadirkan tiga komponen pendukung yaitu, Academic, Bisnisman dan Goverment (ABG).

“Selama ini informasi herpet dan mamalia air masih antar personal saja. Belum ada wadah khusus yang menangani hal seperti ini. Bisa dikatakan dengan didirikan jejaring ini, bisa dijadikan sebagai wadah atau kendaraan untuk menuju jejaring yang lebih luas. ,” ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya pada program international, seperti International Herpetology terdapat suatu kemitraan yang diperlukan mereka dengan Indonesia. Sehingga dengan adanya jejaring tersebut bisa memenuhi permintaan mereka.

“Dengan terbentuknya jejaring ini kita bisa memberikan informasi mengenai hal tersebut, ataupun membantu dalam segi penelitian dan wakil untuk pertemuan-pertemuan internasional,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia seminar Ir.Saddon Silalahi, MS., juga mengharapkan hal yang sama yaitu memberikan informasi kepada masyarakat luas.

“Pada seminar ini ada beberapa penemuan baru. Saya mengharapkan penemuan tersebut bisa berkembang ke depannya. Setelah ada wadahnya ini saya mengharapkan para peneliti akan terpacu untuk melakukan penelitian,” ujarnya. (man) #$#a0d06a5057547f2cd972782967657495###3f2a040daea30fe122676fd9287399bf###ID###2006-11-24 00:00:00###Akan Hadir : Seminar dan Pelatihan Mini Banking###Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Manajemen IPB akan menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Mini Banking dengan tema “Peran Strategis Lembaga Keuangan Mikro Pertanian Berbasis Syari’ah Sebagai Solusi Permasalahan Pengangguran Pemuda dan Kemiskinan di Sektor Pertanian dan Kehutanan”.

Seminar dan pelatihan tersebut akan diselenggaranan hari Minggu, 26 November 2006 pukul 08.0-15.45 WIB di Lantai 6 Gedung Rektorat IPB. Seminar dan pelatihan tersebut menghadirkan pembicara antara lain : Direktur Perbankan Syari’ah BI, Direktorat Wakaf Departemen Agama, Dr. Marwah Daud Ibrahim (Presidium ICMI Pusat), Bupati Bogor, Dr. Nunung Nuryartono, MS.,Jaenal Effendi, S.Ag., MA dan PT Bogasari.

Peserta yang diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Manajemen, Departemen Statistika dan Umum. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dipersilakan menghubungi Wawan Kurnia di nomor 085692425404.(an2) #$#d0f096bf651ad60f4de2420a8f7ce838###a5008ecbf0bbecc510b6d8d228921049###ID###2006-11-24 00:00:00###Jumling Pertama di Mesjid Darussolihin### Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat yang berada di 14 desa lingkar kampus IPB, Jum’at (24/11), IPB diwakili kantor Prohumasi, LPPM dan Direktorat SDM dan AU melaksanakan Jum’atan keliling (jumling).

“Jum’atan keliling atau biasa kita sebut jumling ini dilakukan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat yang berada di lingkar Kampus,” begitu dipaparkan oleh Kordinator Lingkar Kampus IPB, Drs. Awaludin disela kesibukannya.

Jumling adalah suatu program yang dilakukan setiap hari Jum’at, dengan melaksanakan Jum’atan keliling bersama antara pimpinan atau civitas IPB dengan tokoh-tokoh masyarakat. Pada kesempatan ini yang mendapatkan giliran Jumling pertama adalah Mesjid Darussolihin, Desa Cihieung Ilir, Kabupaten Bogor.

Hadir pada saat itu Kabid Protokoler Kantor Prohumasi IPB, Kuwat Santoso, S.Sos, MM., Drs.Awaluddin, Waladan Mardija, Amd., Rachman H.M., Muhidin, SE., Cecep Abdul Wahab, Bambang Andriyanto, Yanri, SE., Djoko Winardi, Endih Mandayong, dari Kantor Pelayanan Hukum, Lukman Hakim, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarkat, Drs. Suhaemi, Ir. Maman Nurjaman, Direktorat SM dan Administrai Umum, Ir Suherman.

Sementara dari pihak Mesjid Darussolihin hadir Pimpinan sekaligus Ketua DKM Darussolihin, KH. Sulaeman, SE, dan Atang Suryadimulya, serta Sekretaris Desa Cihideung Ilir, Sofyan.

Pada kesempatan tersebut sambutan diberikan ramah dari tuan rumah. Mereka menyambut baik kegiatan ini, dimana bertujuan menambah erat tali silaturahmi antara IPB dengan masyarakat. Dimana intinya Ketua DKM mengharapkan terjadinya suatu kerjasama yang baik antara pihaknya dengan IPB.

“Kami mengharapkan ada kerjasama yang baik anatara IPB dengan kami. Tak ada salahnya para mahasiswa selain menimba ilmu dunia di IPB, juga bisa menimba ilmu agama di kami,” ujar pimpinan pondok pesantren Darussolihin, KH. Sulaeman SE, usai melaksanakan shalat Jum’at.

Pondok Pesantren Darusslihin juga membuka sekolah SMP dan SMA. Namun mata pelajarannya diperbanyak dalam bidang keagamaan.

Pada akhir acara, IPB memberikan bingkisan dan kenangan berupa, tuga buah Al Qur’an, 30 buku Surat Yassin, dan lima buah Juzama. (jko/man) #$#ef924f1c69e660314363f12ea0867e9d###525c746598555e2121b082fbe63401e3###ID###2006-11-26 00:00:00###Menhut Bagikan 3000 Bibit Jati di Lingkar Kampus IPB### Menteri Kehutanan (Menhut), MS Kaban, membagikan sekitar 3000 bibit Jati Super kepada 6 desa di sekitar lingkar Kampus IPB Darmaga, (18/11) di Gedung Graha Widiya Wisuda, Kampus IPB Darmgaga Bogor.

Kesempatan tersebut dilakukan bertepatan pada hari Pulang Kampus Fakultas Kehutanan IPB XIII (HAPKA XIII). Setiap desa mendapatkan sekitar 500 bibit yang siap tanam. Enam desa yang mendapatkan bibit tersebut adalah Kelurahan Situ Gede, Kelurahan Balumbang Jaya, Desa Babakan, Desa Cibanteng, Desa Cihideung Ilir dan Desa Cikarawang. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Menhut kepada perwakilan kepala desa.

Dalam sambutannya Menhut mengatakan, bahwa pemberian bibit Cuma-Cuma kepada 6 desa di sekita lingkar Kampus IPB ini, dalam rangka menindak lanjuti program pemerintah, seperti ”Ayo Menanam, Indonesia Menanam, Kecil Menanam Besar Menikmati, Gemar Menanam dan Mencintai Lingkungan” dan sebagainya.

”Saya merasa tidak wajar jika generasi muda kita menjadi tidak tertarik dengan sumber daya yang kita miliki. Pasti ada yang salah di dalam sistemnnya. Apabila lahan seluas 59,7 juta hektar persegi yang mengalami degradasi kita kelola dengan baik, maka akan meciptakan lapangan kerja yang luas. Kemudian, pada akhirnya akan menciptakan peluang dalam menciptakan masyarakat yang sejahteran dan makmur,” ujarnya.

Ditekanannya, bahwa ada saatnya suatu negara harus menikmati buah hasil dari sumber daya yang mereka miliki. Seperti Negara China dengan keahlian tenaga kerjannya, Timur Tengah dengan minyak dan sebagainya.

”Ada saatnya Indonesiapun harus bisa menikmati manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang kita miliki,” ujarnya .

Beliau pun mengatakan bahwa pengelola kehutanan dengan baik dan efisien akan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat Indonesia. Bukan itu saja, Beliau juga merasa yakin bahwa sektor kehutanan ini dapat melunasi hutang Indonesia selama ini.

Sementara itu, Dekan Fahutan, Prof. Dr.Ir. Cecep Kusaman, MS., menjelaskan bahwa Program pemerintah ”Indonesia Menanam” tersebut pada dasarnya telah dilakukan IPB sebelumnnya.

”Pada tahun 2002 kita telah melahirkan embrio Indonesia Menanam, dengan beberapa program yang telah dilakukan. Diantarannya adalah, Program Peduli Jakarta, Reboisasi, Gunug Wallat, Penanaman di Hutan Rakyat, di Pondok Pesantren Darul Fallah, pemberian 25.000 bibit kepada masyarkat dan sebagainnya,” paparnya.

Sementara itu, di satu sisi Dekan mengakui bahwa saat ini ada kecenderungan menurunnya minat calon mahasiswa terhadap pertanian salah satunya bidang kehutanan ini.

”Persoalan seperti ini tidak bisa diatasi oleh institusi terkait seperti perguruan tinggi, tapi juga harus dapat diatasi oleh stakeholder - stakeholder terkait. Yakinkan calon mahasiswa bidang kehutanan tetap prospektif !,” ujarnya.

Terkait dengan HPKA XIII Fakultas Kehutanan IPBi, Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir. M A Chozin, M.Agr., mengatakan alumni Fahutan harus dapat perperan signifikan terhadap pembangunan kehutanan di Indonesia.

”Alumni Fahutan harus bisa berkontribusi aktif, karena saat ini ada kecenderungan trend degradasi hutan di Indonesia. Hal tesebut harus dapat di dijawab oleh Fakultas Kehutanan dengan pendekatan-pendekatan yang komprehensif. Jangan sampai kita digugat olrh anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Pada HAPKA XIII ini ikut dihadiri oleh Menhut, Wakil Rektor I, Dekan Fahutan, Aluimni Fahutan dari angkatan UI, angkatan I, serta pejabat teras IPB dan pejabat Dephut lainnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan buku hasil kerja keras Himpunan Alumni Fahutan IPB tentang Polecy Review, dari Ketua Alumni Fahutan, Dr.Ir Poernama kepada Menhut. (man) #$#c82d07b23e5254b20270c26485d18d5a###d9614bfd80054aea9569fa2ff3dc9ecb###ID###2006-11-26 00:00:00###MSP Selenggarakan Pelatihan Konservasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Terpadu### Departemen Manajemem Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB menyelenggarakan Pelatihan Konservasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Terpadu/ Coral Rif Management Programe (Corlmap 2), (26/11) di Ruang Diskusi, FPIK, Kampus IPB, Darmaga, Bogor.

Pelatihan ke dua ini terselenggara atas kerjasama antara Departemen Kelautan dan Perikanan RI dan Departemen MSP FPIK IPB. Para peserta berasal dari lokasi programe corlmap di Indonesia diantarannya adalah Sumatera Barat, Mentawai, Sumatera Utara, Kepulauan Nias, Nias Selatan, Kepulauan Riau, Bintan, Batam, dan Natuna

“Pelatihan sekarang ini adalah implemantasi kerjasama antara IPB dengan DKP. Tujuannya adalah untuk meningkatkan SDM terutama DKP yang berada di seluruh Indonesia. Para peserta dilatih dan diberikan informasi bagimana mengelola terumbu karnang di indonesia,” ujar Kadep MSP FPIK IPB, Dr.Sulistiono, MS.

Beliau mengharapkan, pelatihan ini dapat menambah wacana bagi para peserta sehingga program DKP yang didukung oleh MSP akan berhasil.

Pengharapan yang sama juga dikatakan Direktur Konservasi dan Taman laut DKP, Ir.Yayan Mulyana, MS.,

“Saya harapkan setelah pelatihan ini mereka lebih mamapu mengenalisa permasalahan yang berada di wilayahnya kemudian mencoba menerapkan pengalaman dari pelatihan yang didapatkan di IPB selama pelatihan,” ujarnya. (man) #$#74ae66e1dbe2c518dc624e63f9f6cb4c###1509e1c6f0585ac08f4e1064c1cd92dd###ID###2006-11-27 00:00:00###Mahasiswa IPB Wakili Pemuda Indonesia di World Bank –IMF Annual Meeting 2006### Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (Fateta IPB), Steisianasari Mileiva mewakili Pemuda Indonesia menghadiri Peluncuran Wold Development Report (WDR) 2007 dalam rangkaian World Bank-IMF Annual Meeting 2006 (16/9) di Suntec City Convention Singapura. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim WDR, Emmanuel Jimenez.

Keikutsertaan Stesi, berawal dari pertemuan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas IPB pada acara Youth Dialogue Series on Education pada 9 Juli 2006 di Kantor Bank Dunia, Gedungn Bursa Efek Jakarta. Stesi ketika itu mewakili mahasiswa berprestasi Fateta IPB. Acara ini berupa video Konferensi yang diikuti mahasiswa berbagai negara seperti Singapura, Jepang , Indonesia , Vietnam , Papua Nugini dan Thailand . Untuk acara WDR 2007 juga diikuti peserta dari Kamboja , Bangladesh , Cina, dan Timor Leste.

WDR 2007 lebih memfokuskan pembahasan isu-isu kepemudaan. Dalam pertemuan itu dibahas permasalahan kaum muda masa-masa kini antara lain, masalah melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, mengenal dunia narkoba, ancaman AIDS, memulai menikah (berkeluarga) dan partisipasi dalam kewarganegaraan. “ Sangat menarik bisa berinteraksi dengan pemuda-pemuda negara lain yang umumnya aktif dalam Non Government Organization (NGO) atau LSM kepemudaan negara masing-masing. Saya mendapatkan banyak wawasan. Dalam forum seperti inilah, bahasa inggris sangat bermanfaat untuk saling berkomunikasi,” kata Stesi.

Selama tiga hari , selain mengikuri WDR 2007, Gadis berbadan tinggi semampai itu juga menghadiri Seminar “Youth and Unemployment’ dan “Exercising Citizenship” serta jalan-jalan di Singapura. “ Saya sangat merasakan tingginya budaya membaca di Singapura. Hal ini menjadi motivasi saya untuk lebih giat membaca,” tuturnya bersemangat. (ris) #$#b3e4fadafcdc080f87d60d75533b4527###ed9cb5760cb7fbaefae5607982441e36###ID###2006-11-27 00:00:00###Partisipasi IPB dalam Pembentukan Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung###Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung (FMITFB) terbentuk sebagai upaya kepedulian mahasiswa terhadap mewabahnya penyakit tersebut di negeri ini. Pembentukan forum tersebut dilakukan sebagai satu rangkaian Workshop Nasional “Mahasiswa Tanggapi Flu Burung” yang digelar Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI), (22-23/11) di Hotel Bumi Wiyata, Depok.

Dalam workshop yang diikuti lebih dari 50 peserta dari perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Peternakan (Fapet) se Indonesia yang diantaranya adalah perwakilan mahasiswa FKH dan Fapet IPB tersebut menghadirkan pembicara: drh. Tri Satya Putri Naipospos, M.Phill, Ph.D yang membahas tentang ‘Introduction of Avian Influenza’, drh. Mira Fatmawati dengan bahasan ‘Pandemic of Avian Influenza’, Shita (UNICEF) dengan bahasan ‘Advokasi dan Networking’, Drg. Wahyu Sulistiadi dengah bahasan ‘Perencanaan dan Evaluasi Program Community Development Flu Burung’. Bertindak sebagai moderator Iwan Berri Prima, mahasiswa FKH IPB, yang juga Ketua Umum IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia ).

Acara ditutup dengan ‘Training ESQ bertema “Membangun Kepedulian Masyarakat) oleh ESQ Learning Center dan materi ‘Pembentukan Jaringan Komunitas Mahasiswa Tanggap Flu Burung’ oleh M.Iqbalur Ramadan C.P., SKM dari Komnas FBPI. Ditandaskan di dalam pertemuan tersebut, terbentuknya FMITFB adalah sebagai mitra Komnas FBPI. (nUr)*** #$#534d5873b18244477d34a6d6fcfe3d03###7d016ace889c1295605bfd4aab40bf8a###ID###2006-12-03 00:00:00###Departemen IE Gelar Seminar dan Pelatihan Bank Syariah### DepartemenIlmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) menggelar Seminar dan Pelatihan ”Peran Strategis Lembaga Keungan Mikro Pertanian Berbasis Syariah Sebagai Solusi Permasalahan Pengangguran Pemuda dan Kemiskinan di Sektor Pertanian dan Kehutanan, (3/12) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Sebagai Keynote speach hadir , Peneliti Bank Senior Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Ir. Nasirwan, M.Sc. Sementara nara sumber lainnya, dari Departemen Agama, Dr. Sumuran Harahap, ICMI, Ir. Fajar, Badan Pemberdayaan masyarakat dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Bogor, Ahmad Damanhuri, dan praktisi BMT, Ir. Agus Siswanto.

Sedangkan, pakar perbankan Ilmu Ekonomi FEM IPB hadir, Dekan FEM, Ir. Srihartoyo, dan Dr. Nunung N., MS., yang lainnya adalah Zaenal Effendi, S.Ag., M.Ag.

Ketua panitia Wawan dalam wawancaranya dengan tim Pariwara IPB mengatakan, bahwa kegiatan ini dalam rangka memecahkan solusi perkreditan pada skala mikro. ”Saat ini sektor pertanian dirasakan masih sulit untuk perkreditan ini. Makanya, untuk solusinya kita menyajikan BMT untuk memecahkan maslah ini,” ujarnya.

Sementara untuk mahasiswan, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk mengaplikasikan perbankan syariah dalam dunia mahasiswa. (man) #$#6b9e27ecbac4f35e90793cf4c6c9853f###c701a976ccc3a4fe9464df858aff0cb5###ID###2006-12-05 00:00:00###Kualifikasi Pimpinan IPB 2007 - 2012###Berikut ini informasi dari Senat IPB perihal Kualifikasi Pimpinan IPB 2007-2012, Peraturan Pemerintah RI Nomor 154 Tahun 2000 tentang Penetapan Institut Pertanian Bogor Sebagai Badan Hukum Milik Negara, dan Ketetapan MWA Institut Nomor 17/MWA-IPB/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga IPB.

Kualifikasi Pimpinan IPB 2007 - 2012#$#70888b048e221bce60a9afda94094f01###276f7fb839f1fc5c412f635445d2fb5d###ID###2006-12-06 00:00:00###Chiayi Taiwan Jajaki IPB### Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana melakukan kerjasama dengan National Chiayi University (NCYU) Taiwan dalam hal pertukaran mahasiswa Pascasarjana. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan kerjasama ini akan dilakukan pada awal tahun 2007 mendatang.

Demikian dikatakan Wakil Rektor IV IPB Dr.Ir. Asep Saefuddin, MSc., kepada Pariwara di sela-sela kunjungan Tim NCYU Taiwan di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga, Selasa (5/12). Tim Taiwan dipimpin langsung oleh Presiden NCYU, Dr. Ming – Jen Lee.

Dr. Asep menjelaskan, kedatangan tim NCYU ke IPB merupakan kunjungan balasan. Setelah sebelumnya pada Bulan Agustus 2006, ia bersama Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS., Kepala University Farm IPB, Dr. Ir. Anas D. Susila, Msi, dan Sekretaris Eksekutif, Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc., berkunjung ke Chiayi University.

“Tim NCYU yang datang hari ini, meminta agar IPB mengirimkan mahasiswa Pascasarjana untuk bersekolah di sana, diantaranya untuk Bidang Pertanian dan Bioteknologi,” ujar Dr. Asep.

Mengapa NCYU menjatuhkan pilihan ke IPB? Dr. Asep menuturkan, karena IPB merupakan universitas yang berbasis pertanian yang sudah terkenal.

Sementara itu, kunjungan NCYU yang juga dihadiri oleh mantan Rektor IPB Prof.Dr.Ir.A.M. Satari, diisi dengan diskusi seputar IPB dan NCYU. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) IPB. (nm) #$#d78e844d9d47704b7e957bf7ff5490f8###8127730b475c4d1f129151079c9b2cac###ID###2006-12-06 00:00:00###Muhammad Safeei Pencipta Hymne IPB###“Hanya satu pesan saya untuk para mahasiswa IPB, belajar saja yang benar, biar cepat lulus, sehingga tidak terlalu membebani orang tua. Jangan terlalu banyak demo. Saya pikir demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sekarang kurang produktif. Demo boleh – boleh saja, asalkan ada hubungannya dengan kita, tapi jika sudah ada unsur politik, sepertinya sudah telalu jauh, dan kesannya seperti diperalat,” itulah sepenggal nasehat dari orang yang telah menciptakan lagu Hymne IPB, Muhammad Safeei, kepada Pariwara, (4/12) pada acara Halal Bihalal Himpunan Alumni IPB, di Gedung Alumni IPB, Bogor.

Mungkin sebagian orang masih belum mengenal, siapakah sebenarnya Muhammad Safeei itu. Bahkan sebagain besar mahasiswa IPB yang tiap waktu menyanyikan Hymne IPB juga tidak mengetahuinya.

Muhhamad Safeei adalah orang yang telah menciptakan lagu Hymne IPB. Beliau angkatan 60, atau bisa dikatakan angkatan A-3, mahasiswa Fakultas Pertanian, pada saat itu masih bergabung dengan UI. Keberadaannya pada tiap kali wisuda dipastikan ada. Kepada Pariwara beliau menuturkan lahirnya hymne ini.

“Pada tahun 1963, setelah pecah dari UI, IPB memerlukan atribut-atribut sebagai pelengkap suatu perguruan tinggi. Diantarannya, lambang, jaket, topi dan lagu hymne. Pada waktu itu saya baru berumur 21 tahun dan sudah tiga tahun kuliah di IPB,” ujarnya.

Diceritakannya, dalam proses pembuatan atribut-atribut tersebut dilakukanlah semacam sayembara. “Selain Hymne, lambang juga diperlombakan antara mahasiswa, baik dari IPB maupun luar. Kebetulan untuk lambang ini dimenangkan oleh mahasiswa ITB dari Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sayembara cipta lagu hymne IPB, hanya dikhususkan untuk mahasiswa IPB saja, mahasiswa luar tidak diperkenankan.

“Pada saat itu, ada delapan lagu yang masuk ke panitia dengan enam orang pencipta lagu. Jadi, ada beberapa orang yang menulis lebih dari satu karya cipta, termasuk saya. Saya waktu itu mengirimkan dua lagu ciptaan,” ujarnya.

Panitianya waktu itu salah satunya adalah Nurcahyo dengan Dewan Juri diantarannya, Prof. J.H.Hutasoit, sedangkan rektor yang sedang menjabat adalah, Prof.Dr.Ir.Toyib Hadiwijaja.

“Setelah diumumkan akhirnya lagu saya terpilih menjadi lagu hymne IPB. Pada waktu itu saya bangga karena bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk IPB,” ujarnya.

Kemenangan Mohammad Safeei dalam cipta hymne ini memang bukan kebetulan belaka, pasalnya latar belakang musik yang dimilikinya sangat membantu untuk proses pembuatannya.

“Memang pada waktu itu saya termasuk orang yang aktif dalam bermusik, termasuk paduan suara IPB. Lingkungan di sekelilingpun sangat mendukung, teman-teman saya kebanyakan orang yang mengerti musik,” ujarnya.

Ditanya lahirnya ide pembuatan hymen ini, beliau menjawabnya bahwa hymne ini terlahir dari pikirannya dengan dirasakan sepenuh hati.

”Saya hanya ingin menyumbangkan sesuatu yang terbaik untuk IPB, ” ujarnya menjawab alasan mengikuti sayembara tersebut. (man) #$#d6e09807ccac403abde2eb4fa7409797###24d0506e2cea8b2de759a983cdc6130f###ID###2006-12-08 00:00:00###Panen Rambutan Binjay di IPB### Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., melakukan panen raya buah rambutan Binjay, Jumat (8/12). Panen buah yang rasanya manis ini bertempat di Kebun Percobaan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB Jln. Raya Tajur Bogor.

Panen rambutan Binjay pada tahun ini merupakan panen yang kesembilan kalinya sejak penelitian buah-buahan tropika dimulai pada tahun 1993 silam. Demikian dikatakan Peneliti IPB, Prof.Dr.Ir.H. Roedhy Poerwanto, MSc., kepada wartawan di sela-sela panen rambutan Binjay.

Di atas lahan seluas tujuh hektar (dua hektar diantaranya ditanami rambutan), PKBT memulai penelitian dengan pendanaan dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berupa Dana Penelitian Hibah Bersaing. “Sekarang pendanaan penelitian dilanjutkan dengan dana dari Kantor Menteri Negara Riset dengan nama Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas),” terang Prof. Roedhy.

Saat ditanya mengapa rambutan jenis Binjay yang dipilih untuk penelitian, ia bertutur karena Binjay merupakan salah satu varietas unggul rambutan dibanding varietas lainnya. “Cita rasa dan produktifitasnya sangat unggul. Meski demikian ada kelemahannya juga yakni mudah terserang kanker batang,” katanya sambil menyebutkan obat kanker batang adalah campuran detergent dan lisol (lisol adalah sejenis obat yang biasa digunakan untuk mengepel lantai).

Lebih lanjut Prof. Roedhy mengatakan, penelitian yang melibatkan para peneliti dari IPB, Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Balai Penelitian Bioteknologi dan Genetika (Balitbiogen) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menghasilkan teknologi yang disebut “Teknologi Produksi Buah di Luar Musim” yang berguna untuk mempercepat mulai masa panen.

“Departemen Pertanian negara Thailand pernah meminta izin khusus agar teknologi ini bisa digunakan oleh para petani di Thailand,” ungkap Prof. Roedhy yang didampingi Kepala LPPM Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS.

Rambutan Binjay yang sebenarnya skala penelitian ini, pada akhirnya sudah bisa dijual. Bahkan untuk beberapa daerah penghasil Binjay, seperti di Subang Jawa Barat dan Sumatera Utara, hasilnya sudah diekspor, antara lain ke negara Hongkong, Singapura, Timur Tengah dan Belanda. (nm) #$#63853693eee36ab483a22f906009747b###306ce59a06406d38c564f12aa51a6715###ID###2006-12-11 00:00:00###Jambore Antar Fakultas dan TPB dan Kemping Alumni Lawalata### Unit Kegiatan Mahasiswa Lawalata IPB mengundang sivitas akademika IPB untuk bergabung dalam Jambore Antar Fakultas dan TPB dan Kemping Alumni (JAFT & KA). Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 15-17 Desember 2006 di Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Rangkaian acara JAFT & KA ini mencakup trekking, outbond, fun games, menikmati panorama air terjun serta ngariung bareng plus api unggun.

Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp.50.000,-. Pendaftaran dibuka di Kampoeng Lawalata, Gedung PKM Lantai Dasar, Telepon (0251) 628370 hingga Rabu, 13 Desember 2006. Technical meeting akan dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Desember 2006 pukul 19.00 di Kampoeng Lawalata. Selamat menikmati akhir pekan bersama petualangan yang penuh dengan tantangan. (an2) #$#6c4514846a579b7dedadd8d585e9d63f###2e29e0eab610ad86b47839f1f9723fbe###ID###2006-12-11 00:00:00###MoU IPB dan UIN Suska, Kembangkan Pertanian Riau### Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., turut bergembira dengan hadirnya Fakultas Pertanian dan Peternakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Hal itu mengemuka saat Rektor memberikan sambutan pada acara penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) antara IPB dan UIN Suska di Ruang Sidang Rektor Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Senin (11/12).

“Pembangunan pertanian dan peternakan di Riau harus dibangun oleh orang Riau sendiri, tidak mungkin IPB datang kesana. Karenanya, saya bergembira dengan adanya Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau, dan berharap semoga bisa mengembangkan pertanian di Riau,” terang Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan UIN Suska kepada IPB untuk bekerjasama dan sama-sama bekerja dalam membangun bidang pertanian dan peternakan melalui Fakultas Pertanian dan Peternakan. “Semoga apa yang dicita-citakan diberi jalan yang cepat dan baik. Dengan demikian, para petani di Riau khususnya akan menjadi lebih baik dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Prof. Dr. H. M. Nazir bertutur, sejak IAIN Sultan Syarif Qosim beralih menjadi UIN Suska, pihaknya membuka fakultas sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat setempat. Fakultas Pertanian dan Perternakan merupakan salah satunya, ujar Prof. Nazir.

“Riau memiliki banyak potensi, diantaranya bidang pertanian dan peternakan. Namun, selama ini tidak dikembangkan dengan baik. Karenanya, bantuan para pakar IPB di bidang peternakan sangat membantu kami untuk dapat mengembangkan potensi ini menjadi lebih baik,” jelas Prof. Nazir yang didampingi sejumlah pimpinan UIN Suska Riau.

Penandatanganan naskah kesepahaman antara dua Rektor tersebut, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara dua Dekan, yakni Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr.Ir. Ronny Rachman Noor, MRur..Sc., dengan Caretaker Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska, Dr.H. Munzir Khitami , MA .

Dekan Fakultas Peternakan IPB, Dr.Ir. Ronny Rachman Noor, MRur..Sc., yang ditemui usai acara mengatakan, kerjasama antara Fakultas Peternakan IPB dengan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau telah dimulai sejak tahun 2002. Hanya saja, kata Dr. Ronny, saat itu status UIN Suska belum formal. Sebagaimana keterangan Rektor UIN Suska, Prof. Nazir, UIN Suska baru diresmikan pada Bulan Februari 2005 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Wakil Rektor III IPB Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi M.Agr., Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., dan Direktur Direktorat Kerjasama IPB Dr. Ir. Hardinsyah, MS. (nm) #$#1db8075068ada720d11e43106f4d4ed7###a9b356729975bb668729a8374bed14cf###ID###2006-12-12 00:00:00###Hipotesa IPB Gelar Hipotex R###Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Hipotesa IPB) menyelenggarakan Hipotex R (Hipotesa Exhibition in Revolution. Hipotex R terdiri atas tiga rangkaian acara, yaitu Young Economist Icon, National Economic Dialogue dan ESCAPE (Economics Stand Competition and Promo Exhibition.

Hipotex R merupakan kegiatan tahunan Hipotesa yang pada tahun 2006 ini telah menginjak tahun ketiga. Hipotex R tahun ini bertema “Third World Debt Crisis : Implemented Solutions and Better Management for Case in Indonesia“.

Young Economist Icon merupakan lomba karya tulis ilmiah mahasiswa yang menampilkan ide dan solusi dari mahasiswa dalam mengatasi permasalahan utang Indonesia baik luar negeri maupun dalam negeri yang sudah sangat besar. Kompetisi karya tulis ini diikuti oleh sembilan tim yang berasal dari Fakultas Ekonomi di lima perguruan yaitu Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Soedirman dan Institut Pertanian Bogor. Final kompetisi ini akan diselenggarakan pada hari Selasa (12/12) di Auditorium Rektorat IPB.

National Economic Dialogue adalah kegiatan dialog nasional yang akan menghadirkan beberapa ekonom nasional yang akan berbicara tentang masalah utang negara Indonesia. Kegiatan ini akan dilangsungkan Rabu (13/12) di Ruang Mahoni Magister Bisnis IPB. Pembicara yang akan hadir dalam seminar ini adalah Dr. Anny Ratnawati, Fadhil Hasan, Ph.D, Drs. Palar Batubara, Iman Sugema, Ph.D (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) dan Rina Oktaviani, Ph.D (Departemen Ilmu Ekonomi).

ESCAPE merupakan bazzaar sekaligus kompetisi stand yang diikuti oleh Himpunan Profesi yang ada di IPB. Bazzaar ini akan diselenggarakan pada 18-22 Desember 2006 di Koridor Fakultas Pertanian IPB.

Hipotex R kali ini terselenggara atas kerjasama dengan Departemen Ilmu Ekonomi FEM dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Menurut Rizky Sabily (Ketua Panitia Hipotex R), salah satu tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan Departemen Ilmu Ekonomi dan sebegai ajang berkumpulnya mahasiswa fakultas ekonomi di Indonesia yang diwakili oleh peserta kompetisi.(an2) #$#8ce9b41e2bb8a14ebc786f22a875f83e###a5d195df8a0c0411bbd385625a3895e6###ID###2006-12-13 00:00:00###Siaran Berita Institut Pertanian Bogor### Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan sangat mendukung pemerintahan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia untuk terwujudnya pemerintahan yang adil, bersih dan berwibawa. Oleh sebab itu IPB mengharapkan agar pemerintah melalui Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) memproses dan menindak semua pelaku tindak pidana korupsi secara adil dan tidak pandang bulu. IPB turut prihatin yang mendalam atas penahanan salah satu staf pengajarnya, yang selama ini menunjukkan kegigihannya dalam membangunan bidang perikanan dan kelautan, yaitu Prof.Dr.Ir.H.Rokhmin Dahuri, MS oleh KPK. Kami berharap agar proses penyidikan terhadap yang bersangkutan dapat dilakukan dengan cepat dan berkeadilan sesuai peraturan-perundangan yang berlaku.(man) #$#7aec111a2136fa88be9a61d993297e28###c0530a8adb1fddf9c64d5f3b90d6a640###ID###2006-12-13 00:00:00###Dukungan Kalangan IPB Untuk Rokhmin Dahuri### Bogor, 12 Desember 2006

Bersamaan dengan Pernyataan IPB ini, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., menjelaskan bahwa tanpa ingin mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung, banyak kalangan IPB yang secara pribadi memberikan dukungan moril kepada RD untuk mengikuti seluruh proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK. "Dukungan ini diberikan mengingat kredibiliats dan integritas Pak Rokhmin sebagai guru besar dan melihat perjalanan karier pak Rokhmin sebagai akademisi yang telah mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk meningkatkan kehidupan rakyat, terutama nelayan," ujar Rektor.

Besarnya dukungan kalangan IPB ini terutama diberikan kepada istri RD yang sedang mengajukan permohonan penangguhan penahanan suaminya kepada KPK, berdasarkan surat yang dikirimkan pada tanggal 4 Desember 2006. Sebagaimana diketahui bahwa RD ditahan sementara selama 20 hari oleh KPK dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara Bareskrim Mabes POLRI Jakarta dari tanggal 24 November s.d. 19 Desember 2006.

Istri RD mengharapkan agar RD dapat ditahan di rumah. Ada kalangan IPB yang secara tertulis menyatakan bahwa tidak melihat adanya kemungkinan bagi yang bersangkutan akan melarikan diri, mempersulit pemeriksaan, atau menghilangkan barang bukti. Kami berharap agar semua proses hukum dapat dilaksanakan dengan cara yang transparan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran tanpa didorong kepentingan politik apapun dan dari manapun. (man) #$#850cf33fd8ec58cbeaf355d44df10126###203107da0ca9f43c8cbf232d5bbd7dd0###ID###2006-12-19 00:00:00###Beasiswa Tanoto Foundation###Pengumuman beasiswa Tanoto Foundation diharapkan hadir pada :
Hari/tanggal : Rabu, 20 Desember 2006
Waktu : 13.00 - 17.00
Tempat : Ruang Sidang LPPM, Gedung Rektorat Lt. 3 Kampus IPB Darmaga

Kepada mahasiswa penerima beasiswa harap membawa :
1. Bukti pembayaran SPP semester Ganjil tahun 2006/2007, asli dan difotocopy 1 lembar
2. Materai Rp. 6000, -(tiga lemabar materai)
3. Copy buku rekening pribadi (halaman depan)

Keterangan lebih lanjut hubungi :
Direktorat Kemahasiswaan IPB
Gedung Rektorat lantai 1, Kampus IPB Darmaga Bogor
0251-622642, 105

Info Daftar Penerima Beasiswa IPB untuk S1 dan S2 Tahun 2006 dapat dilihat di menu Info Beasiswa atau klik disini #$#d1be5def01ed88278dac7f85f564af85###3df778ec8d855a3206d08e4f001817e3###ID###2006-12-20 00:00:00###Program PMT IPB diharapkan Jadi Model Kampus Lain### Program pemberian makanan tambahan (PMT) atau feeding program bagi mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Institut Pertanian Bogor (IPB) bisa jadi model bagi perguruan tinggi lain dalam membangun insan cerdas dan kompetitif. Demikian dikatakan Hanafi yang mewakili Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), saat berbicara dalam seminar “Feeding Program for Needy Student ” di ruang Sidang Rektor Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Selasa (19/12).

“Tentu saja harus kita lihat juga kondisi masing-masing kampus. Namun yang jelas, saya akan laporkan feeding program ini pada pimpinan untuk menjadi bahan diskusi. Karenanya saya berharap, IPB tetap jadi motivator di masa depan,” kata Hanafi.

Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Departemen Gizi Masyarakat, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Southeast Asian Food And Agricultural Science And Technology (SEAFAST) Center tersebut, dihadiri antara lain oleh Wakil Rektor III IPB Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan dan para pelaku industri pangan.

Sebelumnya, Koordinator Feeding Program Mahasiswa TPB IPB, Dr.Ir. Budi Setiawan, M.S., menjelaskan, studi yang dilakukan di Asrama IPB pada mahasiswa baru tahun 2002/2003 menunjukkan masih tingginya prevalensi anemia dan gizi kurang. Pada kelompok mahasiswi ditemukan anemi 41,8% dan gizi kurang 7,3%. Sedangkan pada kelompok mahasiswa ditemukan anemi 43,1% dan gizi kurang kurang 28,7%.

Dikatakan, program PMT yang baru pertama kali dilakukan ini telah dilaksanakan pada bulan November 2005 sampai April 2006. Mahasiswa yang dilibatkan dalam program ini adalah mahasiswa TPB IPB, (Indeks Masa Tubuh (IMT) kurang dari 25,0 dan uang saku kurang dari Rp 500.000 per bulan.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor III IPB, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., menyampaikan penghargaan kepada tim program PMT. Menurutnya, kegiatan program PMT ini telah berlangsung dengan baik. Kekhawatiran kalau program ini dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman atau adanya gap pembatas antara mahasiswa yang mampu dan tidak mampu, ternyata tidak terjadi.

“Usul dari kami, program PMT ini dapat terus berlanjut dengan memperhatikan variasi rasa dan jenis pangan serta waktu pemberiannya,” tegas Prof. Yusuf.

Sementara itu, para pelaku industri yang hadir mengemukakan, kerjasama mereka dengan IPB dalam rangka program PMT ini memberikan pelajaran penting. Seperti dituturkan Umar dari Ratna Bakery “Selama ini kami menjual produk hanya memperhatikan rasa dan bentuk saja. Setelah bekerjasama dengan IPB, ternyata faktor gizi pun harus diperhitungkan,”. (nm) #$#20c074cc6ccf431a38a2151fdf0f9bdb###08008044d90373d15f0f8b7ab21e06e2###ID###2006-12-20 00:00:00###IPB Raih Penghargaan Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga###Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah menuntaskan Pemilihan Kampus Prima Olahraga (KPO) tahun 2006. Pada pemilihan tersebut, IPB mendapatkan penghargaan Kampus Prima Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Malam Penganugerahan Kampus Prima Olahraga yang dilaksanakan pada Senin, 18 Desember 2006 di Auditorium Wisma Menpora, Senayan Jakarta. Rombongan IPB yang hadir dalam Malam Penganugerahan tersebut terdiri dari Wakil Rektor III IPB, Prof. Dr. Yusuf Sudo Hadi, Direktur Kemahasiswaan Dr. Rimbawan, Bambang dan perwakilan mahasiswa dari BEM IPB, UKM Panahan, UKM Futsal dan UKM Merpati Putih. Mahasiswa IPB juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara sebagai pengisi acara (UKM LISES Gentra Kaheman) dan pembaca nominee (Insani Roefliana).

Pemilihan Kampus Prima Olahraga 2006 ini adalah penyelenggaraan pertama kalinya dan selanjutnya akan dijadikan kegiatan rutin tahunan. Proses penyelenggaraan KPO diawali dengan pelaksanaan lokakarya di Hotel Pitagiri pada tanggal 24 Mei 2006. Draft KPO yang dihasilkan pada lokakarya tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan Pedoman Pemilihan Kampus Prima Olahraga dan penyebaran instrumen untuk menjaring data di PTN dan PTS. Pemilihan ini diikuti oleh 80 PTN dan PTS yang mewakili 33 propinsi di Indonesia.

Penyelenggaraan Kampus Prima Olahraga ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap perguruan tinggi yang memiliki komitmen mengembangkan olahraga dan mendorong terciptanya komitmen pembinaan olahraga di kampus. Terdapat lima kategori yang diperebutkan yaitu Kampus Peduli Pembinaan, Kampus Peduli Partisipasi, Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga, Kampus Peduli Prestasi dan Kampus Prima Utama (penghargaan tertinggi).

Satryo Soemantri Brodjonegoro (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi) menyatakan bahwa terdapat dua sasaran pembinaan olahraga di kampus yaitu kebugaran dan peningkatan prestasi. Verifikasi bermanfaat untuk menentukan kampus yang berkomitmen serius dalam melakukan pembinaan olahraga untuk selanjutkan diberikan dukungan. Dukungan terhadap kegiatan olahraga mahasiswa merupakan cara untuk meningkatkan prestasi olahraga di kampus. Menurutnya kampus ideal adalah kampus yang kuat budaya olahraganya dan juga tinggi prestasinya. (an2)

Daftar Lengkap Pemenang Kampus Peduli Pembinaan, Universitas Negeri Jakarta Kampus Peduli Partisipasi, Universitas Hassanuddin, Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga, Institut Pertanian Bogor, Kampus Peduli Prestasi, STIE Perbanas, Kampus Prima Utama (penghargaan tertinggi), Universitas Negeri Surabaya. #$#88fc252e7ae9249a54a1537d28761335###37dda2f822d90ef8e9197944a7090288###ID###2006-12-21 00:00:00###Dr. Asep Saefuddin Terpilih Menjadi Ketua ICDF-Taiwan Alumni Society###

Selamat kepada Dr. Asep Saefuddin yang telah terpilih menjadi Ketua ICDF-Taiwan Alumni Society menggantikan Utama Kayo (KADIN) dalam sebuah acara bertajuk ICDF-Taiwan Alumni Society Gathering yang digelar di Jakarta, (16/11).

Pada acara yang difasilitasi oleh Taiwan Economic and Trade (TETO)-Jakarta Office ini hadir para alumni kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di berbagai bidang seperti engineering, pertanian, pemberdayaan masyarakt, hokum, pajak dan pertanahan. Kegiatan diklat itu sendiri didukung penuh oleh International Cooperation and Development Fund-Taiwan. Diharapkan ilmu yang didapatkan para alumni selama pelatihan di Taiwan dapat dikembangkan di Indonesia.

Sebagai ketua yang baru, Dr Asep yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV IPB ini mulai melaksanakan tugasnya mewakili Alumni ICDF-Indonesia pada pertemuan tahunan Alumni ICDF Asia Pasifik pada 21-24 Desember 2006 di Hanoi Vietnam.

Di Hanoi, rencananya, Dr. Asep memaparkan program kerja 2007/2008 dan kerjasama Indonesia dengan ICDF Taiwan di bidang penelitian dan pengembangan, sumberdaya manusia, hubungan kebudayaan dan pariwisata. (nUr)

<?php echo "This Script is Working"; ?>

#$#057c56291e25f9febc6e8b6732e54551###fd90573b0fc637f08603e9d3146f11c4###ID###2006-12-26 00:00:00###IPB Luncurkan 30 Produk Unggulan Melalui Agrimart###Kehadiran Agrimart IPB (Institut Pertanian Bogor) bisa menjadi ajang pembuktian bahwa produk-produk unggulan IPB sangat layak untuk dipasarkan. Demikian dikatakan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dalam sambutannya pada Grand Opening Agrimart di Kampus IPB Darmaga, Jumat (22/12).

“Selama ini IPB telah banyak memproduksi beragam produk yang sebenarnya memungkinkan untuk dipasarkan, tapi ternyata belum bisa dipasarkan. Karenanya melalui Agrimart IPB ini, kita mulai belajar bagaimana berdagang. Kita coba buktikan, produk yang kita hasilkan memiliki kualitas dan kuantitas yang pantas untuk dipasarkan. Selain tentunya kita harapkan pula kontinuitas dari produk yang kita hasilkan,” papar Rektor.

Lebih lanjut Rektor menjelaskan, berdirinya Agrimart IPB sejalan dengan konsep ABGC yang dicanangkan IPB, yakni Academician, Businessman, Governance, dan Community. “Tanpa kerjasama empat unsur tadi, kesejahteraan yang kita dambakan sukar untuk diwujudkan,” terangnya seraya menegaskan, Agrimart IPB adalah milik IPB.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor I Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr., Wakil Rektor III Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi M.Agr., Kepala LPPM Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., Direktur SDM&AU Ir. Moh. Yamin, M.Agr. M.Sc., Kepala Kantor Prohumasi drh. Agus Lelana, SpMP, M.Si., Kepala KPSI Ir. Julio Adisantoso, M.Komp., Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Dr. Hardinsyah., dan Kepala Poliklinik IPB, Dr.dr. Hj. Sri Budiarti.

Sementara itu, sedikitnya 30 produk unggulan IPB tersedia di Agrimart IPB. Mulai dari bakso ikan, susu pasteurisasi, nata de coco, air mineral, stik sale pisang, pupuk organik, madu, beras organik, obat herbal, baso sapi dan jamur siap saji.

Di tempat yang sama, Direktur Operasional PT. Indomarco Prismatama, Laurentius Tirta Wijaya mengatakan, berbagai produk unggulan IPB yang saat ini baru bisa diperoleh di Agrimart IPB, ke depan akan mulai dipasarkan di seluruh Indomart di Indonesia yang jumlahnya mencapai 2.300 buah. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk kepedulian PT. Indomarco Prismatama pada dunia pendidikan dan pertanian.

“Agrimart IPB ini tidak saja melengkapi fasilitas kampus, tetapi juga menjadi aset kampus IPB. Dengan harapan tentunya dapat dimanfaatkan oleh civitas kampus dan masyarakat sekitar,” imbuh Laurentius.

Sementara itu, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, Sp.MP, M.Si., kepada Pariwara menjelaskan, keberadaan Agrimart merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses implementasi IPB menjadi perguruan tinggi (PT) yang otonom.

”Selain menjadi outlet produk-produk IPB, dalam jangka panjang Agrimart diharapkan menjadi income generating untuk menunjang pendidikan IPB menuju academic excelent. Perlu diketahui, pembuatan produk-produk itu dilakukan oleh unit-unit kerja IPB, seperti Departemen, Pusat ataupun UKM binaan LPPM IPB, yang melibatkan para mahasiswa dan alumni IPB. Karenanya, secara tidak langsung melatih life skil l mahasiswa,” papar Agus, M.Si.

Pada bagian lain, menjelang berakhirnya peresmian Agrimart, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB melakukan aksi penolakan Agrimart. Menjawab aksi ini, secara terpisah Rektor mengatakan, bahwa dalam masa proses implementasi IPB menjadi PT BHMN, bisa dipahami jika ada perbedaan pendapat.

”Pak Rektor mengatakan, adanya aksi demo mahasiswa adalah hal yang wajar. Karena mungkin mereka belum memahami bahwa IPB memerlukan format Agrimart untuk memasarkan produk-produk IPB dalam rangka menunjang pendidikan,” kata Agus, M.Si., saat mengemukakan kembali penjelasan Rektor pada jumpa pers.

Menyinggung keinginan para peserta aksi agar IPB sebaiknya membina Kopma (Koperasi Mahasiswa), dijelaskan Kepala Kantor Prohumasi, Kopma belum dapat mengikuti ”kecepatan” Agrimart. ”Oleh karena itu, Agrimart perlu dicontoh oleh Kopma yang selama ini juga telah memiliki outlet dan menyediakan beragam produk. Pada akhirnya, diharapkan Kopma bisa menjadi mitra bagi Agrimart,” harap Agus mengakhiri. (nm) #$#1fc6cefdcd92db7077da9166ac8d830f###6f2d15c1ecd35e8e0951abce802c8bcf###ID###2006-12-26 00:00:00###Memperingati Hari Ibu ke 78, Lahir Agrianita### Surat Keputusan (SK) Rektor IPB yang dikeluarkan pada tanggal 20 Oktober 2006 no. 165/K13/LL/2006 berisi tentang terbentuknya Agrianita sebagai organisasi istri pegawai Institut Pertanian Bogor. Selain itu, untuk menampung semua kegiatan Unit Dharma Wanitya Persatuan IPB dilaksanakan oleh Agrianita. SK ini dibacakan saat memperingati hari IBU hari ini di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Darmaga (21/12).

“Pada hari IBU yang ke 78 ini, saya atas nama pimpinan IPB menyambut gembira dan mengucapkan selamat atas terbentuknya Agrianita. Kami berharap agar dengan terbentuknya agrianita ini para ibu dapat lebih maju dan lebih aktif.” Ujar Prof. Dr. Ir. M.A. Chosin, M.Sc dalam uraiannya sebelum meresmikan logo Agrianita.

Sementara itu, Wakil Rektor I IPB ini mengatakan bahwa ada begitu banyak hal yang mempengaruhi hidup kita baik positif maupun negatif. Dan apakah itu dari teknologi informasi maupun televisi, mempunyai pengaruh negatif dan mengacaukan kehidupan kita. Hal ini ditandai dengan adanya pergaulan bebas yang banyak mengabaikan nilai-nilai moral dan hati dan cara pandang yang individualistis. Tambahnya.

Dengan sikap individualistik, menyebabkan rapuhnya mental generasi muda sehingga banyak yang terperosok dalam tindak kriminal dan dengan penggunaan narkoba, dan baru-baru ini dikagetkan dengan adanya dampak-dampak negatif dari smackdown yang menewaskan seorang bocah.

Disisi lain kondisi para ibu di pedesaan yang banyak jauh tertinggal, misalnya dalam masalah pendidikan. Permasalahan lain yang dihadapi adalah kesehatan para ibu dengan semakin tingginya tingkat kematian ibu-ibu yang melahirkan yang perlu kita perhatikan bersama.

Terdapatnya organisasi wanita seperti agrianita ini diharapkan mampu membantu mengurangi permasalahan-permasalahan yang dihadapi para ibu ini.

“Kami atas nama pimpinan sangat berharap agar agrianita dapat menjadi wadah kegiatan istri pegawai atau pegawai itu sendiri.untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai bidang agar dapat mengemban tugas dan amanah menjadi ibu dan istri yang baik.” Pesan WR I didampingi istri yang kebetulan menjadi ketua panitia.

“Keberadaan agrianita ini akan memicu munculnya agri-agri yang lain, besok akan dilaunching agri yang lain yaitu agrimart didekat Asrama Putri TPB IPB.” Sama seperti yang telah disampaikan oleh ketua Dharma Wanita Persatuan IPB, Nurhayati Mattjik, dengan SK Rektor tentang terbentuknya Agrianita yang beranggotakan istri pegawai dan/atau pegawai wanita IPB ini, semua keputusan dan alat kelengkapan organisasi selanjutnya akan diatur dan ditetapkan dengan aturan tersendiri berdasarkan hasil rapat anggota.

Suguhan yang ditampilkan dalam rangka memperingati hari Ibu ini berupa paduan suara dan tarian kesenian. Tarian kesenian khusus disuguhkan dari anak-anak TPA Agriananda dihadapan Wakil Rektor I, Dekan FEM, Dekan FEMA, dan Ibu-Ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan IPB. Selain itu, disetting juga beberapa rangkaian kegiatan seperti, bazaar, lomba merangkai bunga, dan pameran. (zul) #$#7d3964b3a025b936f6559d10534761be###40d3668b1cdf1ff5ae5daada0991d2ca###ID###2006-12-27 00:00:00###2007 Summer Certificate Course from University of California, Berkeley###We are seeking applicants for the 2007 summer certificate course in Sustainable Environmental Management at the University of California, Berkeley. The 2007summer course brochure and application in MS Word and as a pdf may be downloaded from the web site Welcome Page, see Quick Links: http://nature.berkeley.edu/BeahrsELP. Applications must be received no later than February 1, 2007

The Beahrs ELP (ELP) links the complex local and global environmental challenges of practitioners and decision-makers around the world with state-of-the-art knowledge and interdisciplinary perspectives in environmental and natural resource science, policy and leadership at U.C. Berkeley. The core component of the ELP is an annual three-week summer course in Sustainable Environmental Management held on the Berkeley campus.

Course graduates become members of the Berkeley ELP Alumni Network that supports on-going learning, peer exchange and collaborative research and policy projects through the Small Grants Initiative.

Each summer 35-40 mid-career environment and sustainable development professionals participate from academia, government, NGOs and the private sector. A limited number of partial scholarships are available. There are no full scholarships. Application review begins January 1 and applications must be received no later than February 1, 2007. Please contact Program Representative, Leslie Correll, or Program Co-directors, Robin Marsh and David Zilberman,
for more information: BeahrsELP@nature.berkeley.edu. Please forward this email to share this information with others who may be interested.

Robin Marsh & David Zilberman
Co-Directors, Beahrs ELP
Leslie Correll
Program Representative, Beahrs ELP

Beahrs Environmental Leadership Program
http://cnr.berkeley.edu/beahrselp
CENTER FOR SUSTAINABLE RESOURCE DEVELOPMENT
College of Natural Resources
4 Giannini Hall #3100 University of California Berkeley, CA USA 94720-3100
Tel. 510-643-4200 Fax 510-643-4483

Kantor Wakil Rektor 4
Gedung Rektorat lantai 2
Telpon : 0251-622642 ext. 219 #$#cac7f20094e9310376d16498315a79b2###8331603935412c6166d15205e5fea49e###ID###2007-01-09 00:00:00###Undangan Rektor IPB : Pertemuan Awal Tahun 2007###Rektor Institut Pertanian Bogor mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara staf pengajar IPB pada Pertemuan Awal Tahun 2007 pada hari Selasa, 9 Januari 2007 Pukul 09:30-12:00 bertempat di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Darmaga.

Susunan acara adalah:
09.30 - Registrasi
09:50 - Pembukaan
10:00 - Pidato Rektor IPB
10:45 - Puisi Tahun Baru oleh drh. Taufik Ismail
11:15 - Doa
11:30 - Ramah Tamah dan Makan Siang
12:00 - Penutup.#$#3fa1592f015a332815cb14ac51784ed4###3fac0357d58c14e42fdfce3d0fa40cf9###ID###2007-01-22 00:00:00###Tugas Akhir SMA I Cibinong : Menyusun Sejarah IPB###Sebanyak 120 siswa dan 8 guru Sekolah Menengah Atas (SMA) I Cibinong melakukan study tour ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Selasa (16/1) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga. “Kami memilih IPB sebagai tujuan study karena banyak siswa kami yang berminat masuk ke sini. Setiap tahun siswa SMA kami paling banyak masuk IPB. Hal ini mendorong adek-adek kelasnya mengikuti kakak kelas sebelumnya,” ujar Wakil kepala Sekolah SMA I Cibinong sekaligus ketua Rombongan, Dra. Siti Warhami.

Tahun ini, SMA I Cibinong membagi kunjungan study tour-nya ke dua tempat. Sebagian melakukan kunjungan ke Yogyakarta dan sebagian lagi ke IPB. “Kunjungan masing-masing siswa ini merupakan salah satu rangkaian penyelesaian paper tugas akhir. Untuk IPB, siswa diwajibkan menyusun sejarah dan segala sesuatu terkait IPB seperti profil departemen serta fakultas yang ada di sini,” kata Siti pada Reporter Prohumasi IPB.

Ditanya mengenai prestasi yang diraih SMA-nya, Siti mengungkapkan, tahun 2006 lalu, SMA I Cibinong berhasil meraih juara II Olimpiade Astronomi tingkat nasional dan salah satu siswanya terpilih mewakili Bogor sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra) di Istana Negara. “Kami ingin siswa SMA I Cibinong tidak hanya maju dalam bidang akademik namun juga bidang eskul. Alhamdulillah siswa mau ikut maju juga,” jawab perempuan asal Yogya ini saat ditanya prestasi sekolah yang diraih.

Rombongan ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Promosi Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni IPB, Dr. Winarso Dradjat Widodo. Usai diskusi dan tanya jawab, rombongan menuju ke Asrama Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB untuk melihat langsung pembinaan multibudaya di sana. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Peta dan Kebun Raya Bogor.(ris) #$#6d4a7eb2fc5aef1340566b6dbcea48eb###6f7344a8700ae9369dc0eacaa86eaeac###ID###2007-01-23 00:00:00###Kunjungan UIN Malang ke IPB###Sekitar 30 orang pimpinan dan staf Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (23/1). Mereka diterima oleh Wakil Rektor II IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto MSc , Direktur Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum Dr.Ir. Moh. Yamin, M..Agr. M.Sc., Direktur Keuangan Dr. Ir. Aris Munandar, MS., dan Kasubdit Perencanaan dan Pengendalian Direktorat Keuangan Drs. Cahyono Tri Wibowo, MM., di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga.

Pembantu Rektor II UIN Malang , Prof.Dr. Muhaimin , MA. , selaku pimpinan rombongan, dalam kata pengantarnya mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pengalaman pada mereka dalam hal mengelola administrasi keuangan. Dikatakan, IPB merupakan perguruan tinggi (PT) pertama yang dikunjungi rombongan UIN Malang, sebelum kunjungan ke PT lainnya yakni UIN Jakarta, Universitas Parahiyangan Bandung dan Univrsitas Padjajaran Bandung.

Dalam rombongan, ikut serta antara lain Pembantu Rektor III, para Pembantu Dekan II dari seluruh fakultas, Kepala Administrasi Umum, staf keuangan dan Kepala Badan Perencanaan di lingkungan UIN Malang.

Sementara itu, Wakil Rektor II IPB, Dr. Herry, di hadapan rombongan UIN Malang mempresentasikan tentang perubahan IPB menjadi PT Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dikatakan, BHMN bukanlah swastanisasi, melainkan pemberian kewenangan secara meluas untuk mengelola sumberdaya yang ada di institusi secara otonom sehingga institusi yang bersangkutan memiliki keleluasaan dalam berkreasi.

Terkait pengelolaan keuangan, Dr. Herry mengatakan pentingnya sentralisasi sistem keuangan di sebuah perguruan tinggi. Hal ini perlu dilakukan, karena keuangan adalah hal yang krusial, jelas Dr. Herry.

Dalam kesempatan tersebut, konsep subsidi silang pembayaran SPP di IPB menjadi salah satu bahasan menarik dalam kunjungan UIN Malang kali ini. Beberapa lontaran pun terdengar dari rombongan UIN Malang, yang menurut mereka patut dicontoh.

Di tempat yang sama, Direktur SDM dan AU IPB, Dr. Yamin menjelaskan tentang SDM yang dimiliki IPB. Dr. Yamin antara lain menyebutkan, adanya peningkatan jumlah karya ilmiah oleh Dosen IPB pada tahun 2006. Dikatakan, dalam satu tahun, yakni tahun 2006, jumlah karya ilmiah adalah 2.828 judul dari 615 Dosen. Jumlah tersebut meningkat sekitar 250 persen dibanding tahun 2002. (nm) #$#a654f5e391da110f74699965b166bb44###c7e8deec3f0d14e7a99a9da19259ead7###ID###2007-01-23 00:00:00###NIRWANA dan GESIT, Ikan Nila Varietas Baru###Prof. Dr. Komar Sumantadinata, staf pengajar pada Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (BDP-FPIK-IPB), pada pertengahan Desember 2006 telah mendapatkan penghargaan sebagai tenaga ahli pemuliaan ikan dari Gubernur Jawa Barat pada upacara rilis nila NIRWANA (nila ras Wanayasa). Penghargaan yang sama juga diperoleh dari Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk pemuliaan ikan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Pemuliaan ikan nila NIRWANA merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dan BPPT, sedangkan pemuliaan ikan nila GESIT bekerja sama dengan BPPT dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT–DKP) Sukabumi.

Pemuliaan ikan nila NIRWANA berlangsung selama 3 tahun (2003–2006) di Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa, Purwakarta. Ikan nila NIRWANA merupakan hasil seleksi famili dengan bahan dasar ikan nila GIFT (Genetic Improvement Farm Tilapia) dan nila GET (Genetically Enchanced Tilapia) dari Filipina. Pertumbuhan bobot ikan nila NIRWANA meningkat sekitar 45% pada generasi ke–3 (F3) dibandingkan dengan populasi awalnya. Seleksi lebih lanjut terus dilakukan, untuk mendapatkan varietas ikan nila yang semakin baik pertumbuhannya. Varietas ikan nila ini bermanfaat untuk peningkatan produksi ikan.

Berbeda dengan ikan nila NIRWANA, pemuliaan ikan nila GESIT p diarahkan untuk memproduksi benih ikan nila monosex jantan (penjantan saja). “Pada ikan nila, ikan jantan tumbuh lebih cepat. Yakni lebih dari 50% dibandingkan dengan betina,” kata Komar. Dengan penyediaan benih monosex jantan, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas ikan secara nyata. Ikan nila GESIT adalah ikan nila jantan dengan kromosom sex YY. Yang dibuat dengan metode rekayasa kromosom sex ikan nila jantan normal (kromosom XY) dan betina (kromosom XX). Pemuliaan memerlukan waktu sekitar 6 tahun di Kolam Percobaan IPB Darmaga (2001–2004) dan di BBPBAT (2002–2006). (Ris) #$#827de6edd80af91824bbd7bbec77531c###4eb2fc8069277c06af3a13e9aed36055###ID###2007-01-23 00:00:00###Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dari IPB### Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPTP- Fapet- IPB) telah mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga biogas. Biogas adalah gas hasil fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme anaerobic. Teknologi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai pengembangan bioenergi alternatif dari berbagai bahan organik.

“Selama ini biogas dikenal hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga khususnya untuk memasak saja, padahal biogas bisa juga dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit generator listrik,” ungkap Peneliti Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas IPB, Suhut Simamora sambil mempraktekkan kinerja generator listrik temuan IPB, Senin (22/1) di Rumah Pemotongan Hewan Kampus IPB Darmaga. Bersama rekannya yang juga staf IPTP-Fapet-IPB, Salundik dan Sri Wahyuni, Simamora mengembangkan teknologi pengolahan biogas IPB.

Kelebihan bahan bakar biogas untuk memasak ialah menghasilkan nyala biru dan panas yang sama dengan LPG, tidak beracun, tidak berbau, serta tidak menimbulkan jelanga.

Proses produksi biogas terbilang sederhana. Bahan utamanya ialah campuran feses, urine (air kencing), dan sisa pakan (bahan organik) dengan pengenceran air. Perbandingan air dan kotoran adalah 2 :1. Nilai kalor biogas ditentukan oleh gas methan (CH4) dan karbon dikosida (CO2). Bahan utama kemudian ditampung dalam digester (pencerna bahan organik) disesuaikan dengan kapasitas dan jumlah ternak. Pengisian pertama harus sudah tercipta kondisi anaerob. Waktu tunggu pengolahan biogas 13-20 hari dari isian pertama. Digester dengan kapasitas 3 meter persegi bisa menampung kotoran 2-4 ekor ternak sapi dewasa dan menghasilkan gas bio sebanyak 1800 liter. Biogas sebanyak ini cukup untuk kebutuhan memasak keluarga (5 orang anggota keluarga tiap harinya).

“Biogas ini mampu mensubtitusi kebutuhan minyak tanah suatu pembangkit listrik. Setiap satu liter biogas mampu menghasilkan energi listrik setara dengan kemampuan 1.4 liter minyak tanah,” kata Simamora. Generator pembangkit listrik IPB mampu menghasilkan listrik maximum output power 500 watt dan 700 watt serta menerangi selama 4-6 jam. Hal ini disebabkan keterbatasan mesin generator listrik yang memerlukan pendinginan setelah 4-6 jam pemakaian.

Total biaya instalasi biogas lengkap dengan digester semen dengan kapasitas 5-7 meter kubik sebesar antara Rp 12.5 juta hingga RP 15 juta. Digester dengan kapasitas ini mampu mengolah kotoran sapi sebanyak 5-15 ekor sapi. Sedangkan biaya instalasi digester fiber glass lengkap dengan kapasitas 4 meter kubik lengkap sebanyak Rp 7 juta. Digester fiber glass mampu mengolah kotoran 2 ekor sapi dewasa. Biaya tersebut mencakup penyediaan kompor gas, digester, saluran distribusi, biaya penggalian, pembuatan bak masukan dan keluaran kotoran, generator dan lain-lain.

Selain biogas, dari proses pengolahan kotoran ini diperoleh limbah padat dan cair yang keduanya dikembangkan IPB sebagai pupuk. “Setiap satu kali proses produksi biogas, IPB memperoleh 200 liter limbah cair dan padat. Limbah ini dicampur darah -limbah pemotongan hewan- sebagai sumber Nitrogen (N), tepung tulang sebagai sumber Phospor (P) dan bakaran sekam sebagai sumber Kalium (K). Dari campuran tersebut terbentuklah pupuk NPK,” jelas Simamora. (ris) #$#fc31771fb5d769b4a3b78dc94ff4c4ba###2a5fb07a80ac5a65ad8ec2223e67c7e7###ID###2007-01-25 00:00:00###Lampu Sorot dan Perburuan Ancam Kelangsungan Kumbang Lucanid###Lampu sorot yang dipasang di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak dan perburuan mengancam kelangsungan hidup kumbang lucanid (Lucanidae). Pada malam hari, lampu penerangan tadi menarik perhatian kumbang-kumbang lucanid. Kumbang bertanduk ini terbang mengitari lampu. Oleh masyarakat, kondisi tersebut dimanfaatkan untuk memburu kumbang yang terperangkap.

Sebanyak 9.180 ekor dari 12 spesies kumbang lucanid terkumpul dan dijual pedagang selama setahun. Spesies yang paling banyak terkumpul, salah satunya yang bernilai jual tinggi yaitu Allotopus rosenbergi (25.5 %). Dua spesies lain yang bernilai harga jual tinggi adalah Dorcus buchepalus dan Prosopocoilus decipen. Dua spesies ini jarang tertangkap. Perburuan dan penangkapan serangga yang berlebihan untuk diperdagangkan merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan terjadinya penurunan populasi drastis serangga tersebut. Beberapa spesies bernilai ekonomis tinggi dari ribuan hingga jutaan rupiah. “ Kegiatan perburuan dan gangguan ekosistem kumbang lucanid oleh masyarakat dalam jangka panjang akan bisa mengakibatkan kepunahan kumbang ini,” kata Roni.

Kumbang ini sering menjadi bahan komoditi hiasan dan benda kolektif bermutu tinggi. Selain perburuan, ancaman berasal dari penebangan liar, pengambilan kayu, dan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian. “Masyarakat tak hanya mengambil kumbangnya, bahkan larvanya pun diambil,” ungkap Roni Koneri, Mahasiswa S3 Program Studi Biologi Institut Pertanian Bogor (IPB) di tengah sidang terbukanya Kamis (18/1) di Kampus IPB Darmaga. Disertasi dibawah bimbingan Dr. Dedy Duryadi Solihin, Dr. Damayanti Buchori, dan Prof. Rudy C. Tarumingkeng ini bertajuk ‘ Bioteknologi dan Konservasi Kumbang Lucanid (Coleoptera: Lucanidae) di hutan Gunung Salak, Jawa Barat’.

Ia sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Salak. Ia bersifat saproxylic yaitu sebagai pengurai bahan organik (kayu mati) di hutan. Peran ekologis kumbang ini sebagain besar terjadi pada fase larva.

Pada fase tersebut, kumbang lunacid hidup di dalam kayu-kayu lapuk dan tunggul-tunggul kayu. Larva menghancurkan material batang kayu lapuk menggunakan rahangnya untuk mencapatkan makanan. Tidak hanya kumbang dewasa, masyarakat juga memburu larvanya dengan cara membongkar dan menghancurkan kayu-kayu lapuk di hutan tempat bersarangnya. (ris) #$#f8f707139e6b7ee28027e820d3f57376###344694d2c4b2537c8aff9992a151639f###ID###2007-01-25 00:00:00###OMDA Dan Relawan Siap Promosikan IPB###Sedikitnya 1.500 mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan para mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Daerah (Omda) memenuhi Graha Widya Wisuda (GWW) di Kampus IPB Darmaga, Kamis (18/1). Mereka tampak bersemangat mengikuti acara Pembekalan Omda, meski acara dilangsungkan pada malam hari. Pekikan lantang sang Ketua BEM TPB saat meneriakkan yel-yel mahasiswa menambah semarak suasana.

Tak ayal, hal ini membuat Wakil Rektor I IPB, Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin, M.Agr., berulang kali menyampaikan rasa bangganya. “Saya sangat bangga dengan semangat adik-adik yang berniat mempromosikan IPB di daerahnya masing-masing. Karenanya saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada adik-adik selaku duta-duta IPB,” kata Prof. Achmad Chozin di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir.

Dalam sambutannya yang mengawali rangkaian acara, Prof. Achmad Chozin juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Prohumasi IPB yang telah berhasil menggelar acara pertemuan bagi Omda-omda di lingkungan IPB.

Usai sambutan WR I IPB, giliran BEM TPB “unjuk kebolehan”. Sang Ketua BEM, Bayu Cahyo Nugroho bersama sejumlah kabinetnya berjalan tegap dari tribun atas menuju panggung acara.

Di atas panggung itulah, mereka melaunching program kerja BEM TPB seraya mengumumkan nama kabinet yang mereka bentuk dengan sebutan Kabinet Hexagonal. Kabinet ini memiliki prinsip kerja Normatif, Edukatif, Komunikatif, Transformatif, Apresiatif dan Reformatif atau disingkat NEKTAR. Pembekalan

Suasana berubah hening, saat Direktur Pendidikan TPB, Dr. Ibnul Qayim, tampil menjelaskan tentang Kurikulum Sistem Mayor-Minor. Menurutnya, sistem Mayor-Minor yang diterapkan IPB harus dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas. Karenanya, para duta IPB yang tak lain adalah para mahasiswa yang tergabung dalam Omda dan para sukarelawan, diharapkan dapat menyosialisasikannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, SpMP, M.Si., memberikan pembekalan berupa kiat-kiat promosi di daerah. ”Sebagai perguruan tinggi pertama dan terkemuka di Indonesia, IPB adalah pionir otonomi perguruan tinggi,” ujarnya, seraya menyemangati mahasiswa dengan yel-yel ”Hidup Mahasiswa, Hidup IPB!”.

Berturut-turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Direktur Pendidikan Program Diploma, Prof. Dr. Ir. Zairin Junior, M.Sc., Sekretaris S2 Sekolah Pascasarjana, Dr.Ir. Naresworo Nugroho, Ketua Panitia Beasiswa Utusan Daerah (BUD), Dr.Ir. Hardinsyah, MS., dan Koordinator Wilayah Beastudi Etos Republika, Asep Nurhalim, Lc. (nm) #$#e849f3aa498ea1143c96ab9bad39b4b4###b7945be9ac3622af62bbb8c4e0f670e9###ID###2007-01-26 00:00:00###Agrinex: Menuju Agribisnis Indonesia Go Internasional###IPB bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan didukung penuh event organizer Performax akan menggelar “AGRINEX Indonesia 2007, Conference & Expo 2007, One Stop Shopping for Agribusiness” yang bisa jadi akan menjadi expo pertanian terlengkap yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Persiapan pun sudah dilakukan sejak Desember 2005 lalu.

Dan dalam rangka memantapkan berbagai persiapan “hajatan” besar yang akan digelar 16-18 Maret 2007 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC) itu, pada Rabu (26/1) diadakan Coffee Morning di Ruang Rapat Pemasaran, Departemen Pertanian RI Jakarta. Coffee Morning dihadiri perwakilan dari IPB, HIPMI, Deptan dan juga Performax. Ide kegiatan ini merupakan sumbangan Departemen Pertanian RI .

Expo ini ditujukan untuk mempromosikan dan mengembangkan agribisnis Indonesia secara lebih luas dengan menempatkan IPB dan HIPMI sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, revitalisasi pertanian dan Biofuel.

Rencananya, kegiatan ini dirancang agar semua yang menyangkut agribisnis dipamerkan di satu tempat. Hal ini dimaksudkan agar peserta dan pengunjung dapat saling berinteraksi untuk mengembangkan kemungkinan bisnis jangka panjang yang saling menguntungkan.

Para peserta berasal dari lingkup penelitian dan pengembangan, industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, pengelola HPH. Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang mesin dan peralatan pertanian, transportasi, distributor, eksportir, perusahaan kemasan, hypermarket, manajemen, konsultan, dan berbagai industri berbasis pertanian baik industri hulu maupun hilir. Lingkup pemasaran dan pendanaan (dalam hal ini bank dan institusi pendanaan dalam dan luar negeri) juga pihak pemerintah daerah akan ikut serta meramaikan Agrinex Indonesia 2007.

Akan digelar pula diskusi agribisnis dengan tema-tema strategis seperti, Tantangan ekonomi Indonesia, pengembangan biofuel di Indonesia, pengembangan pertanian berbasis industri, strategi dan kebijakan peningkatan produktivitas dan daya saing produk kehutanan, agribisnis Indonesia: kebijakan dan strategi peningkatan produktivitas dan daya saing, peluang agribisnis Indonesia di pasar global, kebijakan pengembangan perusahaan agribisnis di Indonesia, perikanan Indonesia strategi dan kebijakan peningkatan produktivitas dan daya saing, dengan menghadirkan pakar-pakar dari IPB, BI, BKPM, KADIN, BPEN, BPP HIPMI.

Rencananya, kegiatan akan dibuka oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriyantono, MS dengan keynote speech dari Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam rangka mensosialisasikan kegiatan ini, panitia Agrinex Indonesia 2007 sudah sempat berkunjung ke kediaman Wakil Presiden RI , Drs. Jusuf Kalla. Mereka adalah Ir. Rifda Ammaria (Presdir Performax), Prof. Dr. M. A. Chozin, M Agr.(Wakil Rektor I IPB) didampingi drh. R.P. Agus Lelana, SpMP, MSi (Kepala Kantor Prohumasi IPB) serta Joko Said, dari Departemen Pertanian RI .

“Semoga Agrinex ini betul-betul menjadi momen bagi agribisnis untuk go internasional pada tahun 2008, karena semua asosiasi sudah menyatakan akan mendukung kegiatan ini” jelas Ir. Rifda Ammaria, yang juga Alumni IPB dihadapan para tamu undangan. Menurutnya ini merupakan suatu kepentingan bersama semua asosiasi untuk menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia dan stakeholder bahwa kita sudah siap untuk bersama-sama mempercepat pembangunan agribisnis di Indonesia . (zul/nUr) #$#a608ee02da74b715091d98a2ca3ec8c0###6f74142424a4e42b9d2f345c8a25be9b###ID###2007-01-26 00:00:00###Rektor Resmikan Pokja PKPS###Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. A.Ansori Mattjik, M.Sc., meresmikan berdirinya Kelompok Kerja (Pokja) Pusat Kajian Pembangunan Syariah (PKPS) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, Kamis (25/1). Bertempat di Ruang Mahoni Kampus IPB Gunung Gede, peresmian PKPS LPPM IPB itu dirangkai dengan acara Seminar Nasional “Prinsip Syariah dalam Percepatan Pembangunan Daerah Berbasis Unggulan Lokal”.

Dalam sambutannya Rektor mengatakan, keberadaan PKPS LPPM IPB diharapkan menambah sumbangsih IPB dalam mengisi pembangunan untuk bangsa dan negara Indonesia . “IPB memiliki potensi pengajar di bidang pertanian dalam arti luas. Karenanya, mudah-mudahan ke depan dalam pembangunan ini kita harapkan sumbangsih IPB kepada bangsa yang dicintai,” kata Rektor.

Koordinator Pokja PKPS, Prof.Dr. Bunasor Sanim, M.Sc., menyebutkan, rencana untuk mendirikan lembaga ini telah dimulai sejak tanggal 2 Juli 2004, melalui sebuah pertemuan yang juga dihadiri Bapak Anton Apriantono, Menteri Pertanian RI sekarang.

Disebutkan, visi PKPS adalah menjadi pusat penerapan dan pengembangan konsep pembangunan syariah bagi pendidikan masyarakat, baik dalam bidang sosial, ekonomi, teknologi maupun politik terkemuka di Indonesia dan Asia . Sementara, salah satu misinya adalah melakukan penelitian-penelitian dan pengembangan penerapan konsep pembangunan syariah dalam masyarakat.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Wakil Rektor IV IPB Dr.Ir. Asep Saefuddin M.Sc., Kepala LPPM IPB Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., Direktur Program Manajemen Bisnis (MB) IPB, Dr.Ir. Arief Daryanto, M.Ec., dan Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SpMP, M.Si.

Keynote speech menghadirkan Bapak Tata Wiranto selaku Deputi Kementerian Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal RI , dan Bapak Mulia Siregar, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Perbankan Syariah Bank Indonesia mewakili Deputi Gubernur BI.

Sementara, seminar yang bertajuk “Prinsip Syariah dalam Percepatan Pembangunan Daerah Berbasis Unggulan Lokal”, menghadirkan pembicara Direktur Asuransi Mubarokah yang juga Ketua Jurusan Program Magister Keuangan dan Perbankan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Djafril Chalil, MCL. Pembicara lainnya adalah Dr.Ir. Hedi M. Idris, M.c., dari Direktorat Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah, Bappenas. (nm) #$#040ba79da883088ecc0b0c54c782a11b###62d8d064151c4783f1c467ad943e3980###ID###2007-01-26 00:00:00###UNP Studi Banding Ke IPB###Sebanyak 41 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan studi banding ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Jum’at (25/1) di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga. Mahasiswa tersebut didampingi dua pembibing bagian kemahasiswaan yakni Drs.Willadi Rosyid, M.Pd (Staf Ahli Pembantu Rektor III) dan Syafril S.Sos (Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan). “ Tujuan utama studi banding ini adalah untuk menggali informasi dari IPB mengenai prestasi penelitian ilmiah mahasiswa di bidang sains. Dan adalah salah satu dari empat perguruan tinggi favorit tujuan studi banding kami,” Staf Ahli Pembantu Rektor III UNP, Drs.Willadi Rosyid, M.Pd .

Menurut Willadi, mahasiswa IPB selama ini berhasil mengirimkan proposal PKM terbanyak ke DIKTI, tentu saja ini sesuatu yang sangat membanggakan. Sedangkan, UNP baru bisa mengirimkan sedikit proposal dan belum ada yang berhasil lolos. “Oleh karena itu UNP ingin sekali mengetahui bagaimana proses pembibingan, penelusuran bakat dan minat yang dilakukan Direktorat Kemahasiswaan IPB dalam memotivasi mahasiswanya agar berprestasi di penelitian sains,” tambahnya. Ia berharap suatu saat mahasiswa UNP juga bisa berhasil meraih prestasi penelitian sains di tingkat nasional.

Dalam acara silaturahmi tersebut, mahasiswa UNP tampak sangat antusias sekali melontarkan berbagai pertanyaan kepada Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr Rimbawan hingga tanpa terasa waktu yang disediakan untuk berdiskusi habis. Untuk menampung anspirasi mereka, panitia akhirnya memperpanjang jatah waktu diskusi. Usai diskusi, mereka akan berkunjung ke departemen-departemen dan Perpustakaan Pusat IPB.

Rombongan ini diterima langsung Wakil Rektor III IPB, Prof. Yusuf Sudohadi, Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr Rimbawan dan Kepala Bidang Pengembangan Minat dan Bakat mahasiswaan, Dr Bambanng Riyanto. (ris) #$#706842f43efeca9efdcca0acfd4b5270###2409932e8ccad6f740d180c704702864###ID###2007-01-29 00:00:00###Rencana Fieldtrip dan Studi Tour FKH IPB 2007### Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana melakukan kunjungan dan studi tour ke beberapa FKH dan industri peternakan yang ada di Indonesia, pada tanggal 5-12 Februari 2007 mendatang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan wawasan, menambah keterampilan di bidang industri peternakan serta terjalinnya relasi yang baik antar setiap FKH se-Indonesia.

FKH Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta , FKH Airlangga Surabaya dan FKH Udayana Bali merupakan tujuan dalam rencana kunjungan ini. Sementara, studi lapang ke industri peternakan adalah peternakan ayam di Surabaya , industri peternakan sapi bali di Bali, serta BIB di Singosari Malang .

Ketua Pelaksana, Bama Oktionus I, mengatakan, kegiatan ini bernama “Fieldtrip dan Studi Tour FKH IPB 2007”. “Sasaran yang ingin dicapai adalah memperoleh gambaran lengkap mengenai perkembangan dunia kemahasiswaan, kedokteran hewan, peternakan dan agroindustri. Selain itu, memperoleh peluang dan dukungan untuk penyelenggaraan kerjasama peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam hal praktik lapang atau penelitian bagi mahasiswa,” terang Bama. (nm) #$#9a72547484e058ed7a14e968632f7516###bb9879ace7205ca3228862196564a2a7###ID###2007-01-30 00:00:00###Penelitian Prospek Kopi Indonesia di Pasar Internasional###Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia. Bahkan, untuk ekspor kopi robusta, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Tahun 1997, posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat, tergeser Vietnam.

“Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional,” ujar Mahasiswa S3 Program Studi Ekonomi Pertanian Institut Petanian Bogor (IPB), Reni Kustiari dalam ujian Sidang terbuka disertasi ‘Analisis Ekonomi tentang Posisi dan Prospek Kopi Indonesia di Pasar Internasional’ Selasa (30/1) di Kampus IPB Darmaga.

Peningkatan posisi Vietnam didukung produktivitas kopi yang tinggi yakni 3.5 ton per hektar, sementara Indonesia hanya sekitar 900 kilogram per hektar. Sebagian besar ekpor kopi Indonesia adalah jenis kopi robusta (93 %). Jenis kopi arabika, yang harganya lebih mahal, hanya sebagian kecil.

Menurut Reni, berdasarkan hasil penelitiannya struktur pasarkopi dunia mendekati struktur pasar persaingan sempurna.Terdapat keterkaitan antara harga di tingkat produsen, harga pasar domestik, harga di tingkat pengekpor dan di tingkat dunia.

“Pasar Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Singapura merupakan pasar yang prospektif untuk meningkatkan volume ekpor kopi robusta, sedangkan Italia meningkatkan ekspor kopi arabika,” kata Reni.

Peluang untuk meningkatkan volume ekspor kopi sangrai Indonesia ke Jepang, Malaysia, Kanada, Perancis, dan Inggris masih terbuka. Negara Jepang, Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. Penelitian ini dibawah bimbingan Prof Isang Gonarsyah, Dr Hermianto Siregar, dan dr Pantjar Simatupang. (ris) #$#d12826a1237c1399476c0c43286c0942###befc7f137a2ee4fd830138b95a57bc04###ID###2007-01-31 00:00:00###IPB Melakukan Fogging di Sekitar Kampus### Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan Fogging, atau dengan kata lain penyemprotan nyamuk terhadap rumah tinggal di sekitar IPB, fokusnya di perumahan dosen (31/1) Kampus IPB Darmaga, Bogor .

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah merebaknya bibit demam berdarah yang diakibatkan oleh nyamuk aedes aegypti. Sebagaimana dikatakan oleh Pakar Nyamuk dari FKH IPB, Dr. drh.Upik Kesumawati Hadi, MS., di Laboratorium Parasitologi dan Entimologi Kesehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

”Hal ini kita lakukan dalam rangka mencegah merebaknya penyakit demam berdarah, sebagaimana diberitakan di media masa, salah satu aksinya dilakukan di sekitar Kampus IPB,” ujarnya.

Menurutnya, fogging yang efektif dilakukan saat pagi hari, waktu angin belum begitu kencang, dan saat aktivitas menggigit nyamuk tersebut sedang memuncak.

”Untuk nyamuk demam berdarah ini, fogging dilakukan di dalam dan di luar rumah, tetapi bukan di selokan-selokan seperti yang banyak kita lihat. Pada dasarnya fogging ini hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa saja” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa penebaran ikan pemakan jentik seperti Gambussia sp, Panchax dan jenis ikan lainnya, atau spora Bacillus thuringiensis juga merupakan alternatif pengendalian larva nyamuk. Adapun jenis-jenis insektisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan nyamuk juga banyak sekali.

”Tetapi tindakan yang paling bijaksana untuk mengatasi nyamuk adalah menghilangkan tempat perindukannya, dengan membersihkan tampat penampungan air minimal 1 minggu sekali,” ujarnya.

Dijelaskannya, nyamuk demam berdarah, aedes aegypti berwarna belang hitam putih, tersebar di daerah tropis, tetapi berasal dari Afrika. Habitat pradewasa terutama tempat-tempat air buatan manusia yang berisi air bersih di daerah urban dan suburban.

Aktivitas menggigit mencapai puncaknya saat intensitas cahaya berubah yaitu setelah matahari terbit dan sebelum terbenam. Jarak terbangnya pendek yaitu 50-100 meter. Nyamuk demam berdarah, aedes albopictus, tersebar di daerah tropis dan subtropis Asia, daerah tropis di Amerika Selatan dan Tengah.

Habitat pradewasa wadah-wadah air termasuk yang alami dan buatan di daerah urban, suburban dan rural. Aktivitas menggigit mencapai puncak saat perubahan intensitas cahaya tetapi bisa menggigit sepanjang hari dan tertinggi sebelum matahari terbenam. Jarak terbang pendek yaitu 50-100 meter.

Nyamuk rumah, culex quinquefasciatus tersebar di daerah tropis dan subtropis. Nyamuk ini menularkan penyakit kaki gajah atau filariasis wuchereria bancrofti. Habitatnya adalah saluran air yang kotor, septik teng, pit latrines, di daerah urban dan suburban. Aktivitas menggigitnya pada malam hari dan puncaknya pada jam 22.00-02.00. Nyamuk ini yang paling banyak mengganggu kita pada malam hari.

Nyamuk malaria, anopheles dengan jenis-jenisnya antara lain An. maculatus, An. sundaicus, An. aconitus, An. barbirostris, An. vagus, An. balabacencis. Habitatnya bervariasi tergantung spesies, mulai dari lingkungan pegunungan sampai pantai. Aktivitas menggigitnya malam hari (nokturnal). Jarak terbangnya juga bervariasi tergantung spesies.

Nyamuk kebun, armigeres subalbatus, ukurannya lebih besar dibandingkan dengan nyamuk yang lainnya. Yang khas nyamuk ini berwarna hitam, bagian perutnya terdapat bercak-bercak putih, mempunyai probosis yang panjang dan melengkung ke bawah. Gigitannya sangat menyakitkan, bisa menggigit tubuh yang tertutup oleh baju. (man) #$#901738e88768646595f5c04c3871c6ac###d095b52791174d82059d850e77da91b2###ID###2007-02-01 00:00:00###Mahasiswa FKH IPB Ikut Serta Audiensi Ke Dirjend PP dan PL, Depkes### Bertempat di Kantor Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Departemen Kesehatan (depkes), Jakarta, Selasa (30/01/2007) sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia Tanggap Flu Burung (FMITFB) wilayah Jawa Bagian Barat melakukan audiensi dan diskusi. Kegiatan tersebut langsung diterima oleh Dr.I Nyoman Kandun,MPH selaku Dirjend PP dan PL, Depkes RI dan sejumlah pimpinan dalam lingkup dirjend PP dan PL serta tiga orang perwakilan mahasiswa FKH IPB sebagai anggota FMITFB.

Disampaikan dalam siaran persnya di kampus IPB Darmaga, Iwan Berri Prima selaku Koordinator FMITFB wilayah Jawa Bagian Barat yang juga merupakan ketua Umum IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia) dan mahasiswa FKH IPB (angkatan 40/2003) bahwa tujuan diadakan audiensi dan diskusi tersebut adalah selain sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan flu burung, juga untuk mencari informasi dan solusi yang baik dan benar terkait dengan kebijakan pemerintah, khususnya depkes, dalam pengendalian dan penanggulangan flu burung di Indonesia. Jangan sampai kebijakan pemerintah justru bertentangan dengan kepentingan rakyat banyak. Mengingat flu burung merupakan permasalahan yang cukup serius yang harus ditangani dengan arif dan bijaksana. Demikian kata Berry panggilan akrabnya dikampus IPB Darmaga.

Selain itu, Dirjend PP dan PL menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga hal yang diperankan mahasiswa dalam pengendalian dan penanggulangan flu burung di Indonesia, yaitu: Sebagai mitra pemerintah dalam memotivasi masyarakat untuk pengendalian flu burung, sebagai mediator dalam penyampaian upaya pemerintah dalam pengendalian flu burung dan sebagai evaluator kegiatan penanggulangan KLB Flu Burung di wilayahnya masing-masing, demikian ditambahkan Iwan Berri Prima.(*man) #$#f9a3477653420bb03c976db8ca2e452b###be7d2ee0773392869b79c876a984479c###ID###2007-02-02 00:00:00###Pejabat PNG Kunjungi IPB### Tiga orang pejabat Departemen Pendidikan Papua New Guinea (PNG), Diari Gobina, Kingston Alu, dan Madako Suari, satu orang staf Universitas Goroka, Dr. Gairo Onagi, dan satu orang staf Perguruan Tinggi Port Moresby, Prisca Mauve berkunjung ke IPB dalam rangka penjajakan kerjasama bidang peningkatan sumberdaya manusia, Jum’at (2/2) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Dihadiri juga Atase Pendidikan RI di Port Moresby, Ajisusmo, Staf Dirjen Dikti, Depdiknas, Whyu dan LO ONG Jakarta, Yeti. Pejabat IPB dihadiri oleh, Wakil Rektor IV, Dr.Asep Saefuddin, M.Sc., Direktur Kerjasama, Dr. Hardinsyah, Kepala Kantor Prohumasi IPB, Dr. Drh Agus Lelana, Sp.Mp.MS., serta peneliti, Dekan, Kepala pusat Direktur dan pejabat teras IPB lainya.

Dalam sambutannya, wakil Rektor IV, Dr.Asep mengatakan, IPB menyambut baik kedatangan pejabat Departemen Pendidikan PNG dan juga staf-staf perguruan tingginya.

”Selamat datang para pejabat Departemen Pendidikan PNG di IPB. Kita mengharapkan adanya suatu ikatan silaturahmi yang baik diantara kita,” ujar WR IV dalam sambutannya.

Selain menyambut, Wakil Rektor IV juga memaparkan IPB dari berbagai sisi, mulai dari bentuk fisik, fasilitas, jumlah dosen, mahasiswa, staf, kerjasama di dalam dan luar negeri, produk yang telah dipatenkan, prestasi mahasiswa, dan sebagainya.

Semenatara itu, dari Departemen Pendidikan PNG, Madako Suari memaparkan tujuannya datang ke IPB. ”Perguruan tinggi berbasis riset sangat berarti bagi kami, maka dari itu kami ingin belajar dari IPB. Selain itu, kami mengharapkan IPB bisa datang ke PNG agar dapat melihat dan mempelajari apa yang kita kerjakan di sana,” ujarnya.

Bukan itu saja, Madako juga menginginkan adanya suatu kerjasama antara IPB dengan pemerintah maupun perguruan tinggi yang ada di sana, baik itu dalam bidang riset, maupun pertukaran mahasiswa, dosen dan pegawainya.

”Pemerintah PNG memfokuskan pengembangan dalam bidang makanan maka dari itu, bisa dilakukan kerjasama penelitian dalam bidang tersebut,” tambahnya. (man) #$#8f400caf60c1da449b12b6a443d7c009###0a3b4f2f021ad86c27ebc7962e911bc5###ID###2007-02-02 00:00:00###IPB - Deptan Lakukan Panen Perdana Varietas Ciherang### Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Departemen Pertanian RI, melakukan Panen Simbolis untuk padi varietas Ciherang di Kabupaten Karawang, Rabu (31/1). Panen simbolis ini merupakan Program Pengembangan Model Sistem Agroindustri dan Pemasaran Beras Berlabel di Kabupaten Cianjur dan Kab. Karawang.

Acara yang mengambil tempat di Kampung Bekuh Desa Telaga Mulya Kec. Telaga Sari Kab. Karawang, dihadiri oleh Dirjen PPHP Deptan, Prof.Dr. Djoko Said Damardjati, Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., Sekretaris LPPM IPB, Dr.Ir. Suharyadi, DEA., Kepala Bagian Tata Usaha LPPM-IPB, Drs. Suhaemi serta Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr.Ir. Dahrul Syah.

Tampak hadir pula pejabat dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Karawang, Camat Kec. Telaga Sari beserta para Kepala Desa, dan sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Wargi Mekar Kab. Karawang.

Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dalam sambutannya mengatakan, dalam perdagangan beras kemasan berlabel, mutu beras yang dikemas merupakan harapan konsumen. Namun dalam kenyataan, beras dalam kemasan berlabel belum sepenuhnya menunjukkan mutu beras yang diinginkan konsumen. Selain itu, label varietas yang tertera dalam kemasan, khususnya untuk varietas-varietas khusus, pada umumnya tidak sesuai dengan kenyataan varietas yang ditampilkan.

“Padahal konsumen tertarik membeli beras yang ditawarkan dikarenakan oleh nama varietas yang ditampilan pada label kemasan. Dengan demikian, ada kecenderungan bahwa beberapa pemilik beras berlabel telah melakukan kecurangan atau cheating dalam berbisnis beras berlabel,” kata Dr. Asep.

Karenanya Dr. Asep menegaskan, program pemasaran beras berlabel yang digagas LPPM IPB bersama Ditjen PPHP, adalah implementasi dari tuntunan agama, yang mengajarkan umatnya untuk senantiasa berlaku jujur. “Kita coba menerapkan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kehidupan agama itu ada dalam padi, ada dalam beras, ada dalam label,” tegasnya.

Senada dengan Dr. Asep, Ketua Tim Beras Berlabel, Dr.Ir. Yadi Haryadi, M.Sc., menjelaskan, program ini sebagai salah satu upaya membangun sistem kejujuran pedagang beras sekaligus upaya mencerdaskan para konsumen. “Sekarang kan banyak beras berlabel Pandan Wangi, ternyata isinya bukan. Karenanya, pendampingan yang kami lakukan adalah dengan membina mulai dari menanam, panen, pasca panen hingga mendapatkan beras yang benar-benar asli. Kalau Ciherang awalnya, ya ujungnya pun harus Ciherang,” ujarnya.

Dr. Yadi yang juga Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB ini menuturkan, pada uji coba pemasaran beras berlabel di dua kabupaten, yakni Cianjur dan Karawang, label yang mungkin akan dicantumkan adalah sebagai berikut “Sudah diuji oleh laboratorium yang terakreditasi, dibawah binaan IPB bersama Deptan”. “Ke depan, sekitar tiga atau lima tahun, label tersebut tentu akan dilepas. Dengan harapan, pada saat itu, para pedagang dan juga konsumen sudah mengerti tentang pelabelan yang sebenarnya," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dirjen PPHP Deptan, Prof.Dr. Djoko Said Damardjati, mengemukakan, kerugian yang dialami negara ini akibat pemalsuan label beras pada tahun 1989 adalah sekitar Rp 240 miliar, atau sekitar 240 juta dollar Amerika. “Saat itu satu dollar Amerika masih sekitar Rp 1.000,00. Kalau kita hitung kerugian tersebut pada saat ini, maka berapa triliun rupiah kerugian yang kita alami. Karenanya, kesempatan ini merupakan momentum untuk menjadikan kita sebagai pionir orang-orang jujur,” terangnya lebih lanjut.

Di akhir acara, Tim Beras Berlabel memberikan penghargaan pada kelompok tani (Poktan) yang dinilai aktif selama masa pendampingan. Penghargaan berupa sebuah televisi 14 inc akhirnya diserahkan pada Poktan Bapak Komar, yang meraih nilai 89. Poktan Bapak Komar merupakan salah satu dari lima Poktan yang terbentuk dari pembagian luas areal lahan sawah yang digarap dalam program tersebut, yakni sekitar 63 hektar. (nm) #$#c79bfb20c5a49262cbb2d640cda81717###b457477f8a19c871c2d918b6ffd7d282###ID###2007-02-02 00:00:00###Inalillahi Waina Illaihi Rojiun..###Telah berpulang ke rahmatullah, Dr.Ir.H.Rachjan Gunasah Pratas, M.Sc., (Kepala Departemen Ilmu Nutrisi Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB). Alamat: Komplek IPB II Jl. Neptunus Blok J. 10, Sindang Barang, Bogor.

Dikebumikan, Tanggal : 02 Februari 2007, setelah shalat Jum’at, Tempat : TPU Firdaus, Desa Cikarawang, Darmaga, Bogor. #$#b35e0b3350ce8a90ddd10d2436dacd3c###7da461c337d94c38b9b4f35b65060d1a###ID###2007-02-05 00:00:00###Terlewat, Kebijakan Teknis Perdagangan Internasional###Setelah tahun 1994, negara maju dan berkembang termasuk Indonesia bersiap diri menyongsong pasar bebas. Pola kebijakan internasional perdagangan produk pertanian dalam tarif, kuota, subsidi dan kebijakan teknis, masing-masing negara berubah. “Kecenderungan kebijakan negara maju meminimalisasi tarif ekspor impor, menghapuskan kuota dagang, mempertahankan subsidi dan menetapkan ketat kebijakan teknis perdagangan,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian, Syukur Iwantoro dalam acara National Seminar “Food Safety, Quality, and Nutrition for The Best Future” Senin (5/2) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya Kampus IPB Darmaga. Sementara kebijakan Indonesia masih berkutat pada perdebatan tarif ekspor impor, penghapusan kuota dan subsidi serta kurang perhatian terhadap kebijakan teknis.

Padahal kebijakan teknis ini sangat penting dalam melindungi komoditi pertanian domestik dan membatasi banjirnya impor komoditi pertanian dari negara maju. Kebijakan tersebut misalnya terkait standarisasi dan jaminan keamanan pangan (food safety) produk-produk pertanian.

Menurut Syukur, komoditi Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam varietas, iklim dan sumber daya alam, namun lemah dalam teknologi budidaya dan pasca panen, sistem penanganan, pengembangan mutu dan jaminan keamanan pangan serta sistem standarisasi pertanaian.

“Hal itulah yang menyebabkan banyak produk pertanian Indonesia di tolak negara tujuan ekspor, karena kalah bersaing dan Indonesia kebanjiran produk luar negeri di pasar domestik,” jelas Syukur.

Lanjutnya, tahun 2003 tercatat sebanyak 612 Standar Nasional Indonesia (SNI) produk pertanian (pangan) yang dikeluarkan pemerintah. Jumlah ini masih jauh lebih kecil dibandingkan varietas dan produk olahan pertanian Indonesia. Produk pangan yang tidak aman bisa menyebabkan penyakit, penurunan produktivitas, membebani anggaran pemerintah, dan merusak citra negara dalam perdagangan internasional.

Parahnya, tambah Deputi Keamanan Pengawasan Pangan dan Bahan Berbahaya Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dedi Fardiaz pangan yang cukup aman di Indonesia sekitar 17, 5 persen saja.

“Masyarakat dan Industri Rumah Tangga masih banyak yang tak menerapkan standar good practices dan Hazard Critical Control Point (HACCP) baik dalam pemilihan bahan baku pangan, selama proses pengolahan, pengemasan dan hingga produk sampai di tangan konsumen,” imbuh Dedi.

Dalam acara tersebut juga menghadirkan Ratih Puspitasari, Regulatory Affair PT Nestle Indonesia. Nestle adalah salah satu contoh industri yang menerapkan safety food dengan baik. Seminar yang dihadiri dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini diselenggara oleh International Association of Agricultural Students (IAAS) local commitee Institut Pertanian Bogor (IPB). (ris) #$#52224f952c1204d00c466ccf4ea391fa###f008adcf0c3ec9732badc35b180db31c###ID###2007-02-06 00:00:00###Dua Scientist Taiwan Sosialisasi SARCS di IPB### Prof. C.T. Arthur Chen (National Sun Yat Sen University Taiwan) dan Dr. Jough, Tai Wang (Directur Center for Environmetal Studies from National Central University) hadir di Institut Pertanian Bogor untuk mempresentasikan program SARCS (The Southeast Asia Regional Committee for START (Global Change System for Analysis, Research and Training)). Keduanya diterima, Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefuddin, M.Sc.,dan Dosen IPB, Prof. Hidayat Pawitan di Ruang Sidang LPPM, Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga Bogor (6/2).

Kunjungan ini cukup bermanfaat bagi peneliti IPB, terutama dalam hal pendanaan, sebagaimana dipaparkan Prof.Hidayat Pawitan

Beliau menjelaskan bahwa program SARCS yang disosialisasikan berisi tawaran pendanaan penelitian dengan total dana sebesar USD 32.000/18 bulan untuk setiap proposal.

”Dari seluruh negara di Asia Tenggara, akan dipilih 6 proposal per tahun yang didanai oleh SARCS. Dari 6 proposal tersebut, pada tahun 2006 lalu, 3 proposal dari Indonesia” ujar Hidayat Pawitan, salah satu dosen IPB.

Dosen Ilmu Tanah dari Fakultas Pertanian IPB ini merupakan salah satu peneliti IPB yang penelitianya didanai oleh SARCS. ”Proposal yang didanai biasanya bertemakan global water dan carbon cycles,” ujarnya.

Selain mendengar presentasi tentang program SARCS, kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para peneliti IPB yang sudah mempunyai proposal untuk berdiskusi langsung dengan kedua pakar dari Taiwan tersebut.

Acara yang dihadiri Kepala Departemen, dosen dan peneliti IPB ini merupakan hasil kerjasama LPPM IPB dengan SARCS Taiwan. Hal ini lebih dimudahkan dengan sudah diadakannya MoU dengan Taiwan dibidang science.

Apalagi dengan terpilihnya Dr. Asep Saefuddin menjadi Ketua ICDF-Taiwan Alumni Society menggantikan Utama Kayo (KADIN), hubungan kerjasama antara IPB dengan Taiwan akan semakin lancar. Terutama dibidang penelitian dan pengembangan sumberdaya manusia, serta hubungan kebudayaan dan periwisata. (zul) #$#13b22eedff14c4b30c878683f33b445e###c29ddac81b22bfcb0ab85156d7b0a6cf###ID###2007-02-08 00:00:00###Seminar Pengelolaan Lanskap Sungai###Tema: Perilaku Efektif dalam Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane dan Ciliwung

Penyelenggara:
Mahasiswa Angkatan 40 Departemen Arsitektur Lanskap FAPERTA – IPB

Seminar Pengelolaan Lanskap Sungai dengan tema “Perilaku Efektif dalam Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane dan Ciliwung” telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Februari 2007 waktu pukul 09.30 WIB s.d. 12.00 WIB bertempat di Ruang Sidang III Departemen Arsitektur Lanskap. Seminar ini merupakan tindak lanjut dari praktikum mata kuliah Pengelolaan Lanskap yang diikuti oleh mahasiswa semester 7 Program Studi Arsitektur Lanskap, 2006/2007. Seminar dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS selain sebagai Ketua Departemen Arsitektur Lanskap juga sebagai koordinator mata kuliah Pengelolaan Lanskap. Beliau menyampaikan bahwa seminar yang dilaksanakan ini sangat aktual dan faktual, karena masalah yang dibahas sangat bertepatan dengan musibah banjir yang sedang melanda DKI Jakarta. Hal ini disebabkan salah satunya oleh perilaku masyarakat yang sangat rendah perhatiannya terhadap kelestarian lingkungan, khususnya mengelola sumberdaya lanskap sungai. Selain itu, memang terjadinya tumpang tindih kepentingan berbagai pihak dan kurangnya komitmen pemerintah terhadap tata ruang yang benar, khususnya hubungan hulu dan hilir di DAS Ciliwung dan DAS Cisadane.

Seminar pemaparan hasil pemantauan dan tindak lanjut pengelolaan lanskap sungai yang disampaikan oleh dua kelompok mahasiswa ini dihadiri oleh berbagai stakeholders antara lain Ir. Pudjiastuti perwakilan Bappeda Kota Bogor, Dosen-dosen Departemen Arsitektur Lanskap, Prof. Dr. Ir. Wahju Qomara Mugnisjah, M.Agr, Dr. Ir. Aris Munandar, MS, Dr. Ir. Nurhayati HS Arifin, M.Sc., Dr. Ir. Tati Budiarti, MS, Ir. Qodarian Pramukanto, MSi, mahasiswa-mahasiswa SPs PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, mahasiswa Fakultas Kehutanan, Alumni Departemen Arsitektur Lanskap serta seluruh mahasiswa Angkatan 40 Departemen Arsitektur Lanskap, FAPERTA Institut Pertanian Bogor.

#$#fdaece5ef862ccce19337e06c19d2807###f1be880ff83c9fe030eb5ea35562b775###ID###2007-02-08 00:00:00###Lokakarya Akademik ARL : Evaluasi Semester Ganjil dan Persiapan Semester Genap MaMi S1 2006/2007###

Dalam rangka evaluasi pelaksanaan perkuliahan sistem Ma-mi Semester Ganjil 2006/2007 dan untuk persiapan perkuliahan Semester Genap 2006/2007 maka pada hari Kamis, 1 Februari 2007, Departemen ARL mengadakan Lokakarya Akademik. Acara diawali dengan sambutan dan laporan Ketua Departemen ARL, Prof Dr Ir Hadi Susilo Arifin, MS dan dilanjutkan sambutan serta pembukaan Lokakarya Akademik oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof Dr Ir Supiandi Sabiham, MAgr. Lokakarya Akademik dilaksanakan selama 1 hari penuh di Ruang Sidang Departemen ARL, kampus Darmaga IPB.

Dua agenda utama Lokakarya Akademik ARL ini, yaitu (1) mengevaluasi pelaksanaan sistem Ma-mi semester ganjil tahun I 2006/2007 meliputi MK Dasar-dasar Arsitektur Lanskap (ARL 200) dan Teknik Studio (ARL 210), serta (2) persiapan sistem Ma-mi semester genap 2006/2007 yang meliputi MK Pengantar Seni dan Arsitektur (ARL 211), Teori Desain Lanskap (ARL 212), Komputer Grafik untuk Arsitektur Lanskap (ARL 213), dan Rekayasa Tapak (ARL 214).

Pembahasan evaluasi semester ganjil dan persiapan perkuliahan semester genap 2006/2007 lebih ditekankan kepada hal-hal teknis perkuliahan dan praktikum, persiapan materi, pelaksanaan UTS dan UAS. Ketersediaan sarana dan prasarana berupa studio, meja gambar dan bangku juga menjadi salah satu pembahasan.

Lokakarya Akademik merumuskan (1) perlunya penyederhanaan materi kuliah Dasar-dasar Arsitektur Lanskap; (2) perlu perbaikan sarana dan prasarana, yaitu tambahan ketersediaan studio, meja gambar, dan kursi sesuai dengan jumlah mahasiswa (MK ARL 200 diikuti oleh program mayor, minor dan kelas Interdepartemen); (3) perlunya tambahan lab komputer dan software grafis berlisensi versi edukasi untuk menunjang penyelenggaraan MK Komputer Grafik untuk Arsitektur Lanskap; (4) Departemen ARL memerlukan adanya galeri sebagai ruang peraga hasil karya mahasiswa ARL; serta (5) mengusulkan kepada Dekan Fakultas Pertanian untuk membuat tata tertib penggunaan lab komputer Faperta dan membeli software aplikasi berlisensi.

#$#17fb9a8bbc01a407b4f13664f5f40517###ccce2283c089e076a8b2b85e2f8dc1e6###ID###2007-02-08 00:00:00###IPB-UNIPA Bentuk Pasar Perikanan di Papua### Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Papua (UNIPA) membantu pembentukan pasar perikanan di Papua melalui Program Pengembangan Perikanan dan Pertanian Terpadu (P4T). Program ini merupakan kerjasama IPB dan UNIPA dengan Tangguh LNG, Pemerintah Daerah Papua serta British Petroleum (BP).

“Sekarang sudah menginjak tahun kedua pelaksanaan P4T. Tahun 2006 kemarin, kita melakukan survei potensi sumberdaya pertanian dan perikanan Papua yang bisa dikembangkan,” kata salah satu Tim P4T Dr Sulistiono Kamis (8/2) di Kampus IPB Darmaga.

Dari hasil survei sementara, IPB-UNIPA akan membentuk pasar yang menampung produk kepiting bakau di daerah Bintuni, membantu kontinuitas pasar kepiting bakau di Babu dan pengadaan pasar produksi udang di Aranday.

“IPB berniasiasi mencoba menambah jalur-jalur pemasaran dengan bekerjasama dengan berbagai CV dan membuat outlet di beberapa tempat,” jelas Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pembentukan pasar ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Selama ini, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan hasil perikanan dan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan belum mau menjualnya.

Tim P4T yang diketuai Dr Hardinsyah ini beranggotakan Dr Titik Sumarti, Dr Sulistiono, Dr Djuara P Lubis, Dr Achmad Fachrudin, Dr Saiful Anwar, Dr.Winarso Drajat Widodo , Dr Asnath M Fuah dan dibantu tim relawan yang berasal dari IPB dan UNIPA. Salah satu relawan asal Papua, Moses Wakum mengisahkan suka dukanya melaksanakan tugas sebagai relawan.

Menurut Moses tak jarang masing-masing Kecamatan (distrik) memiliki adat dan bahasa yang berlainan. Perlu waktu beradaptasi dengan masyarakat sekitar untuk memahami seluk beluk adat, bahasa, kebiasan, pantangan, larangan dan diterima masyarakat.

“Cara efektif mendekati masyarakat adalah berkunjung ke setiap rumah penduduk satu per satu. Bergaul, berdiskusi dan mengenal mereka dari dekat akan membuat mereka menerima kita dengan baik,” ujar Moses.

Metode mengumpulkan penduduk di tempat tertentu kemudian diberikan pengarahan merupakan cara yang kurang efektif. Dari pengalamannya di Distrik Aranday, Moses menuturkan, sebanyak 88 kepala keluarga yang diundang, hanya 10 orang yang hadir memenuhi undangan.

Agar semua warga mau hadir, lalu Moses berinisiatif medatangi satu per satu rumah untuk diajak berkumpul. Di satu rumah, Moses didamprat habis-habisan sang istri. “Ibu itu bilang, Jangan ajak suami saya kumpul, ia belum makan,” kenang Moses. Menghadapi hal tersebut, saran Moses, kita harus cuek jangan dimasukkan ke hati, karena tipe masyarakat di sana berkarakter agak keras.

Pendekatan lain yang tepat adalah dengan menunjukkan bukti. Masyarakat Aranday belum percaya alat penangkap kepiting yang dibawa IPB lebih baik dari alat tradisional mereka. Oleh karena itu tim relawan melakukan lomba menangkap kepiting. Hasilnya, dengan alat baru yang ditawarkan dari Tim IPB bisa menangkap kepiting jauh lebih banyak. Masyarakat pun tertarik untuk mengganti alat tangkap mereka. (ris) #$#21ec73bccd98c82077929b0acddf7c10###e98dc3ef9a8d80d3b7c527cf370d8b6d###ID###2007-02-09 00:00:00###62 Kepala SMK Se-Papua Kunjungi IPB### Dalam rangka meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebanyak 62 Kepala SMK se-Papua mengunjungi IPB Rabu (7/2). Rombongan disambut Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. R.P. Agus Lelana SpMP, Msi di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor.

Kunjungan mereka ini terkait dengan kelanjutan program mereka untuk melakukan studi banding ke SMK-SMK di seluruh Indonesia.

”Tahun lalu kami sudah mengunjungi SMK-SMK yang ada di Jawa Timur, dan untuk tahun sekarang kami berkunjung wilayah Jawa Barat. Ini semua kami lakukan untuk membangun Papua agar lebih maju dan kualitas SMKnya lebih baik lagi.” jelas Kepala Sekolah SMKN 7 JPR, Hadiyana yang juga wakil rombongan di depan audiens.

Namun sebelumnya, dengan didampingi Tim Protokoler IPB, rombongan berkesempatan untuk singgah ke Istana Bogor. “Sebelum sampai ke Kampus IPB Darmaga, mereka kita antarkan dulu ke Istana Bogor. Ada beberapa peserta rombongan yang seumur hidupnya bahkan belum pernah memasuki Istana Bogor” jelas Jumiko Fitri, salah satu Tim Protokoler IPB yang ikut mengantarkan rombongan.

Rombongan tiba di Kampus IPB Darmaga sekitar pukul 11.00 WIB. Dengan hangat, rombongan disambut Kepala Kantor Prohumasi IPB yang waktu itu didampingi Kuwat Santoso, Kepala Bidang Protokoler, Kantor Prohumasi IPB.

Dalam sambutannya, drh. Agus Lelana menyatakan bahwa kedatangan para Kepala SMK se-Papua ini merupakan suatu kehormatan bagi IPB. ”Merupakan kehormatan besar bagi kami, Bapak-bapak dan Ibu-ibu Kepala Sekolah berkunjung ke kampus IPB tercinta ini” sambutnya.

Selain itu, beliau mempresentasikan tentang perubahan IPB menjadi PT Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Dikatakannya, BHMN bukanlah swastanisasi, melainkan pemberian kewenangan secara meluas untuk mengelola sumberdaya yang ada di institusi secara otonom. Ikut juga memberikan pemaparan IPB secara singkat, Kepala University Farm IPB, Dr. Ir. Anas D. Susila, M.Si.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan dengan melihat langsung Kebun di Desa Lengkeng University Farm, serta ke tempat pembuatan biogas di Fakultas Peternakan. (zul) #$#22667b5f9db4dde5c3240bd471de8eb5###6361d38fd79cd62ef47cc3526f3f1ec2###ID###2007-02-12 00:00:00###40 Santri Ponpes Belajar Agribisnis Perikanan di IPB### Sebanyak 40 orang lulusan pesantren se-Indonesia mengikuti “Pelatihan Agribisnis Perikanan Untuk Lulusan Pesantren” di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, Senin (12/2). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama (Depag) RI.

Acara pembukaan yang mengambil tempat di Ruang Perkuliahan Sumberdaya Pesisir dan Lautan (SPL) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) IPB, dan dibuka secara resmi oleh Kepala LPPM IPB Prof. Dr. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., akan berlangsung hingga tanggal 24 Februari 2007 mendatang.

Dalam sambutannya, Prof. Rizal Syarief mengatakan, pelatihan yang diikuti para peserta dari pesantren ini merupakan salah satu bentuk menuntut ilmu. Sementara, menuntut ilmu diwajibkan dalam agama dan termasuk jihad fii sabiilillah.

Prof. Rizal Syarief juga meminta agar para peserta pelatihan membiasakan diri menerapkan manajemen Khalifah Umar. Dijelaskan, Khalifah Umar senantiasa menerapkan manajemen yang progresif, proaktif dan berpikir alternatif atau selalu banyak memiliki solusi dan ide.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rizal Syarief menyebutkan beberapa langkah yang harus diambil oleh seorang calon bisnisman. Pertama, terangnya, hendaknya dimulai dengan mimpi besar atau dalam istilah bisnis disebut dengan visi. Setelah itu gunakan brand strategic atau membuat merk, dilanjutkan dengan mempelajari cara pemasaran, menggunakan teknologi dan terakhir melakukan networking atau silaturrahim.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, Ir. Ruddy Suwandi, MS, M.Phil, selaku pelaksana kegiatan mengatakan, materi pelatihan meliputi pemberian materi di kelas, praktik pengolahan ikan, praktik budidaya ikan, latihan implementasi bisnis, outbond, dan fieldtrip ke Muara Angke.

Tentang daerah asal peserta pelatihan, disebutkan, mereka berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten. (nm) #$#a0e2798994bd0a7fe8977d1f326ea376###0d369556016e31b13125c85a99c33ec0###ID###2007-02-16 00:00:00###IMAKAHI Adakan Diskusi Restrukturisasi Perunggasan###Bertempat di Ruang Kuliah PPDH Kampus Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Darmaga Bogor (16/02/2007), Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) kerjasama dengan Center for Indonesia Veterinary Analitycal Studies (CIVAS) mengadakan diksusi ‘Restrukturisasi Perunggasan’ dengan tema “Penataan Sektor Perunggasan di Kawasan Pemukiman Penduduk dalam Pengendalian AI (Avian influenza) di Indonesia”. Dengan menghadirkan pembicara Drh. Tri Satya Putri N, Mphil, PhD (Komnas FBPI) dan Dr.Ir.Muladno (Fapet IPB) serta dipandu oleh moderator Iwan Berri Prima (ketua umum IMAKAHI).

Diskusi yang dibuka secara resmi oleh DR.Drh. I Wayan Teguh Wibawan (wakil dekan FKH IPB) tersebut memberikan salah satu solusi atas penanganan flu burung di Indonesia yakni sebagai insan perunggasan Indonesia patut untuk mendukung dan menyambut baik upaya Menteri Pertanian membentuk direktur jenderal kesehatan hewan atau direktur jenderal veteriner (setara eselon satu). “pembentukan direktur jenderal ini merupakan tuntutan zaman dan memang sudah saatnya, apalagi kita tahu penyakit hewan bukan hanya flu burung saja” demikian ungkap Muladno dalam penutup diskusi. Hal ini juga disepakati oleh Tri Satya Putri N bahkan ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mengesahkan RUU Veteriner sebagai perangkat legal yang harus dimiliki oleh otoritas veteriner.

Tampak hadir sebagai peserta diskusi adalah Drh. Bachtiar Moerad (Ketua umum ASKESMAVETI/asosiasi kesehatan masyarakat veteriner indonesia), Dr.Maradoli Hutasuhut (direktorat ternak non ruminansia, Deptan), Drh. Sri Mukartini (direktorat kesmavet, deptan), Drh. Hardi (Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bogor), Drh. Michael Indra W (PT. Cheil Jedang Superfeed) serta dari berbagai kalangan, baik pemerintah, swasta, akademisi (dosen FKH IPB) maupun mahasiswa. (***man) #$#fee609267c7c5bc2fd0c671a777e8635###f0f1994b97fd21227db7a804f0b59530###ID###2007-02-22 00:00:00###Rektor IPB Meresmikan Gedung Baru Program Diploma### Menandai dibukanya gedung baru untuk program Diploma Institut Pertanian Bogor di Kampus IPB Cilibende, Kamis (22/2) kemarin digelar acara peresmiannya secara meriah. Momen ini dihadiri Rektor IPB, Prof. A.A. Mattjik, M.Sc yang sekaligus meresmikannya dengan menabuh gong didampingi Direktur Program Diploma, Prof. Dr. Ir. Zairin Junior, M.Sc. beserta wakil-wakilnya.

”Tentunya perlu perjuangan panjang untuk membangun gedung ini, jadi saya ucapkan selamat kepada Pak Zairin dan teman-teman. Perlu diketahui oleh semuanya bahwa dana pembangunan gedung ini bukan dana masyarakat dari civitas IPB melainkan dari dana masyarakatnya Pak Ziarin sendiri” jelas Rektor dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama disampaikan juga laporan kegiatan pembangunan kampus seluas 2053 m2 oleh Prof. Zairin. ”Pada saat Program Diploma mendapatkan mandat untuk menempati kampus ini, kondisi kampusnya dalam keadaan rusak. Maka secara bertahap, kami melakukan rehabilitasi ringan sampai berat karena ada sebagian gedung lama yang terpaksa dirobohkan”, Ujarnya.

Berawal dari kerjasama dengan PT. Kaliwangi Chasasi Utama, maka dibangunlah Kampus IPB Cilibende secara bertahap. Hal ini sejalan dengan pembentukan Direktorat Program Diploma IPB pada tahun 2005. Pembangunan kampus ini selesai pada Oktober 2006 dengan menghabiskan total biaya sebesar 7.6 Milyar rupiah.

Kampus IPB Cilibende yang mempunyai 3 lantai ini diperuntukkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan perkuliahan dan praktikum. Kampus ini mempunyai 6 ruang kelas besar dengan kapasitas 60-70 mahasiswa untuk kegiatan kuliah. Dan 8 ruang lainnya dengan kapasitas 30-40 mahasiswa dipergunakan untuk kegiatan praktikum.

Disampaikan juga sarana laboratorium yang terdapat dalam gedung ini seperti : Lab. Kimia, Lab. Kultur Jaringan, Lab. Komputer (4 ruang dengan kapasitas masing-masing 35 unit PC) , Lab. Teknik Komputer, serta Dapur Kulinari.

Kampus yang sudah digunakan sejak November 2006 ini mampu menampung 2600 mahasiswa dari 2 angkatan dengan 14 program keahlian. Rencananya, program diploma ini akan menerima rata-rata 1500 mahasiswa per tahun. Jadi apabila ditotal, jumlah mahasiswanya sekitar 4500 orang.

”Karena pada awal tahun ajaran baru Agustus 2007 nanti akan menerima sekitar 1500 mahasiswa baru angkatan ketiga, oleh karena itu dimohon bantuan pimpinan IPB untuk mendorong percepatan pembangunan gedung tahap selanjutnya dan mohon adanya penambahan areal untuk kampus program diploma. Hal ini dimaksudkan agar tersedia sarana praktek lapangan, sarana olahraga dan aktivitas lainnya,” pinta Zairin.(zul) #$#4488ff3577c33684268cf36ec3da8441###81f3198e0644c62751c47c85380bcf0d###ID###2007-02-24 00:00:00###Pelatihan Agribisnis Perikanan Bagi Santri Berakhir### Lantunan Shalawat Badar bergema di Ruang Sidang Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) Kampus IPB Darmaga, Sabtu (24/2). Shalawat yang dilantunkan oleh para santri tersebut mengakhiri rangkaian acara penutupan Pelatihan Agribisnis Perikanan untuk Pondok Pesantren (Pontren) yang telah berlangsung sejak tanggal 12 Februari 2007.

“Mari kita jadikan Pondok Pesantren sebagai komunitas yang kuat dengan iman dan ilmu pengetahuan,” demikian kata akhir yang disampaikan Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc., dalam sambutannya sebelum menutup pelatihan secara resmi. Dr. Asep juga mengimbau, hendaknya ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan dapat diamalkan. Dengan demikian, pesantren tidak saja menjadi basis spiritual, tetapi juga menjadi basis enterpreneur.

Sebelumnya, Kepala SubDit Santri dan Layanan Pada Masyarakat Departemen Agama RI, Drs. Khaeroni, M.Si., menuturkan, saat ini jumlah komunitas santri di Indonesia mencapai angka empat juta orang yang tersebar di 16.000 Ponpes. Karenanya, perlu pemberdayaan secara berkesinambungan guna menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul. Pelatihan yang digelar dengan IPB ini misalnya, merupakan salah satu pemberdayaan dimaksud.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Kepala LPPM IPB Prof.Dr. H. Rizal Syarief Sjaiful Nazli, DESS., beserta Sekretaris LPPM IPB, Dr.Ir. Suryahadi, DEA., Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SpMP, M.Si., Sekretaris Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, Ir. Ruddy Suwandi, MS, M.Phil, dan sejumlah staf pengajar.

Sebagaimana diketahui, pelatihan ini diselenggarakan oleh LPPM IPB bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag RI. Diikuti oleh 40 orang santri berasal dari 23 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, empat orang santri dinobatkan sebagai peserta terbaik. Mereka adalah H. Rukman A. Rahman, MA (Ponpes Modern Rohmatul Asri, Sulawesi Selatan), H. Ikromi Saputra, M.Hum (Ponpes Darul Arafah, Sumatera Utara), Moh. Mustain, S.Ag (Ponpes Al-Maghfur, Jawa Tengah), dan Dewi Astuti, S.Pi (Ponpes Madinatul Ilmi, Sulawesi Tengah). (nm) #$#f54d1b40f89c374df0ba0f907c271da4###3858b6193953b3b5f4c8b15358362cd5###ID###2007-02-25 00:00:00###Kogase Sosialisasikan Gaul Sehat di kampus IPB###Koalisi Promo Gaul Sehat (Kogase) menyelenggarakan Survei Interaktif dan Talk Show Padamu Kampusku dengan mengangkat tema ‘Sehat Gaulku, Cerdas Kampusku’ Sabtu (24/2) di Koridor Fakultas Pertanian Kampus IPB Darmaga.

Kemasan kegiatan ini mengadopsi program acara Padamu Negeriku yang disiarkan sebuah televisi swasta. Kegiatan yang dihadiri 100 peserta ini berlangsung seru dan interaktif. Peserta tak sungkan untuk membeberkan kondisi pergaulan mahasiswa di kampus IPB.

Pembicara yang hadir dalam kesempatan itu Kepala Unit Keamanan Kampus (UKK) Drs. Subagyo, MM dan Ir. Umar Abdullah, Pengamat Pergaulan. Di akhir acara disepakati ikrar bersama untuk bekerjasama mempromosikan pergaulan sehat antar mahasiswa sehingga terjaga dari perbuatan asusila. Hasil survey sebelum dan sesudah Kogase akan ditindaklanjuti ke institusi sebagai bahan pertimbangan mengambil langkah kebijakan kampus.

Kogase terdiri dari gabungan beberapa elemen lembaga antara lain El Sifa mewakili Fakultas Pertanian, Fosil mewakili Fakultas Kedokteran Hewan, Al Marjan mewakili Fakultas Perikanan dan Forsita mewakili Fakultas Peternakan. (ris) #$#8bcc52216afd90c2b8e2641a7f18ef79###84f5368418e4c787b76e314a9cdbe5fb###ID###2007-02-28 00:00:00###Humas Universitas Mulawarman Berkunjung ke IPB### Di sela-sela Pelatihan Editor Buku, Penerbitan Perguruan Tinggi dari Pusat Grafika yang diselenggarakan di Puncak Bogor, Staf Bidang Publikasi dan Media Relation Hubungan Masyarakat Universitas Mulawarman (Umul), Kholish Khered, S.Sos berkunjung ke Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni Institut Pertanian Bogor Rabu (28/2) di Kampus IPB Darmaga.

“ Ditengah kesibukan pelatihan karena itikad kuat untuk belajar ke IPB, saya datang ke sini,” kata Kholish. Dia lalu berkisah tentang kehumasan di Umul, saat ini sedang membangun komunikasi diantara mahasiswa dengan sesama jajaran birokrat melalui penerbitan buletin yang nantinya berkembang menjadi majalah. “Kami juga membuat press release ke media masa tiap hari. Iya sih, memang baru sedikit relasi media masa kami. Namun Insya Allah setelah ini kami ingin lebih tingkatkan,” ujarnya.

Ia sangat terkesan dengan IPB, sungguh kampus hijau yang menyejukkan mata, semoga begitu pula para penghuninya. “Selama ini saya mengenal IPB sebagai kampus yang dekat dengan nuansa religius. Semoga IPB bisa menghasilkan manusia yang high tech, high touch dan high faith,” harapnya tulus. (ris) #$#1727dbd6bb7c36d2abc6e0d70e02de49###f04f91d29cb15b39101d9935e0df68d6###ID###2007-02-28 00:00:00###IPB Mewisuda 1428 Lulusannya### Rektor Institut Pertanian bogor (IPB), Prof. Ahmad Ansori Mattjik mewisuda sebanyak 1428 lulusan dalam Upacara Wisuda Tahap II tahun akademik 2006/2007 Rabu (28/2) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Lulusan tersebut terdiri dari 77 bergelar doktor, 281 bergelar magister, 947 bergelar sarjana dan 123 bergelar ahli madya. Dalam pidatonya, Rektor IPB mengingatkan berbagai bencana alam yang menimpa Indonesia akibat dari kekurangmampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya alam. “Tak semua benacana alam tersebut adalah akibar ulah manusia, oleh karenanya mari kita mencari akar permasalahan agar Indonesia bisa segara menjadi negara maju sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Rektor IPB.

Menurut Rektor ada beberapa fokus dalam pembangunan Indonesia saat ini, antara lain pertama, pemerintah harus berinvestasi lebih besar dalam bidang penddikan untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia, karena kunci sukses pembungunan nasional adalah sumberdaya manusia yang berkualitas. Sebab, secara umum indeks pengembangan SDM Indonesia masih rendah. Tahun 2006 ini indeks pengembangan manusia Indonesia menduduki posisi ke-108, lebih rendah dibandingkan Sri Lanka.

Kedua, pemerintah harus meningkatkan pemindahan aktivitas produksi pertanian dari Pulkau Jawa ke luar Pulau Jawa. “Seperti kita ketahui, sebagian besar penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa, demikian pula sebagian aktivitas ekonomi Indonesia pun saat ini berada di Pulau Jawa,” ujar Rektor. Apabila saat ini tidak segera melakukan pemindahan aktivitas ekonomi dan pertanian dari Pulau Jawa, maka tragedi kekurangan pangan akan terus berulang dan akan semakin parah

Ketiga, pemerintah harus melakukan pengendalian jumlah penduduk dan distribusinya dalam kepulauan nusantara. Rektor mengatakan, peningkatan produksi pangan yang tidak diimbangi dengan pengendalian jumlah penduduk melalui penekanan angka kelahiran akan mubazir. “Jumlah penduduk yang besar yang tidak disertai dengan kualitas pendidikan memadai tentu akan menjadi beban berat, baik dalam penyediaan pangan secara nasional, maupun dalam penyediaan lapangan kerja,” jelas Rektor. Oleh karenanya, konsep-konsep Keluarga Berebcana yang mulai berjalan pada masa yang lalu dapat disempurnakan lagi sehinga memiliki daya serap yang semakin baik.

Saran Rektor yang keempat ialah, hendaknya pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sehingga aktivitas bidang pertanian lebih menggairahkan. Peningkatan kesejahteraan petani dapat dilakukan dengan berbagai cara yang simultan dari mulai peningkatan produkstivitas, sistem kepemilikan saham, subsidi terhadap output atau mengikutsertakan petani dalam satu tahap industri. (ris) #$#114866b1135116ee6681755501d7fb71###3003f40ea6e4ceb2524fe457734d1799###ID###2007-03-08 00:00:00###Departemen Arsitektur Lanskap Faperta IPB melepas siswa magang###Selama dua bulan Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB menerima 6 (enam) siswa magang dari SMK Mandala Leuwiliang – Bogor. Keenam siswa tersebut adalah Yani Yuliani, Kusmayanti Indriyani, Serli Windiara Noviantri, Wida Widiyanti, Winayanti dan Risnawati. Kegiatan magang di Departemen Arsitektur Lanskap dimulai sejak awal Januari 2007 dalam bidang administrasi perkantoran. Selama magang, mereka dibimbing oleh Kepala Tata Usaha Departemen Arsitektur Lanskap yaitu Drs Sobirin Roi.

Bersamaan dengan Rabuan Bersama (staf pengajar dan staf penunjang), yang selalu dilaksanakan setiap bulan pada Rabu minggu pertama, tanggal 7 Maret 2007, dilaksanakan acara penglepasan terhadap ke-6 (enam) siswa tersebut. Acara yang dihadiri oleh guru pembimbing mereka, Ibu Nina Rosdiana, SPd., dimulai dengan pengantar oleh KTU Departemen ARL dan dilanjutkan sambutan oleh ibu Nina selaku guru pembimbing magang. Acara kemudian dilanjutkan dengan kesan-kesan dari siswa magang yang diwakili Sdri Indri. Sedangkan menurut Kadep ARL, Prof. Hadi Susilo Arifin, pada sambutannya, bahwa para siswa magang tersebut dinilai cukup baik, disiplin dan kreatif. Masih menurut beliau, kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mereka (siswa magang) di masa yang akan datang. Akhir dari acara, diberikan sertifikat kepada masing-masing siswa yang disampaikan oleh Ketua Departemen ARL, Prof Dr Ir Hadi Susilo Arifin, MS. #$#8605bcff2a163d1a2313e229d4809841###45a818051781db6682a45d76ede7601a###ID###2007-03-09 00:00:00###Konselor Hadi Susilo Arifin dan Bimbingan Mahasiswanya Jalan-jalan ke Cikabayan###Mahasiswa Bimbingan Konseling TPB kelompok B-13 dan B-14 dengan konselornya, Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN pada hari Sabtu tanggal 3 Maret 2007, pukul 08.00 WIB s.d. 12.00 WIB, melakukan kegiatan study tour ke lokasi kebun di Cikabayan. Acara ini merupakan kegiatan rutin sebagai media pertemuan antara Konselor dan mahasiswa bimbingannya. Secara khusus acara ini merupakan kegiatan pembuka di awal semester genap tahun 2007 sekaligus sebagai acara pengenalan kegiatan pertanian, lingkungan kampus, serta diskusi kiat memilih Mayor-minor dan rekreasi bersama.

Acara diawali dengan pengarahan interpretasi kampus di depan GOR lama. Kemudian sambil berjalan kaki dilakukan diskusi dan interpretasi lanskap kampus meliputi reserve area, struktur pekarangan rumah Indonesia (perumahan dosen IPB) dan lanskap kebun campuran. Di dalam kawasan kebun Cikabayan juga didiskusikan tentang land use kebun serta aktifitas penelitian dan praktikum yang dilakukan baik di lapang maupun di rumah kaca. Peninjauan langsung ke rumah-rumah, khususnya rumah kaca koleksi tanaman lanskap Studio Pro ARL serta rumah kaca penelitian mahasiswa hortikultura. Kegiatan yang diikuti oleh 80 mahasiswa (20 mahasiswa absen) angkatan 43, dari kelas B-13 dan B-14 Tingkat Persiapan Bersama – Institut Pertanian Bogor diakhiri di kawasan kebun Cikabayan dengan diskusi Mayor-minor dan kiat-kiat memilihnya sambil menikmati hidangan makanan kebun yang telah dipersiapkan oleh tim Studio Pro Arsitektur Lanskap, dan ditutup dengan foto bersama. (eik) #$#a381b26c06ba144a7e3269384c5c6f87###2088c5b3bd855e3cc28666dad3bbc666###ID###2007-03-09 00:00:00###Departemen Arsitektur Lanskap Mengundang Dr. Ichinose Tomohiro, Dosen Tamu dari ALPHA Jepang###Dalam rangka kerjasama penelitian antara Fakultas Pertanian dan Awaji Lansdscape Planning and Horticulture Academy (ALPHA) Awaji Island, Hyogo Prefecture Japan setiap tahunnya selalu diadakan pertukaran dosen dan mahasiswa. Selama lima tahun pertama ini penelitian dilaksanakan pada aspek landscape ecology and landscape management. Penelitian dilakukan di Awaji Island, di P. Bali serta di Jawa Barat emliputi aspek-aspek struktur lanskap, fungsi lanskap dan dinamika lanskap. Obyek-obyek yang diteliti adalah lanskap sawah berteras di Bali, konsolidasi lahan sawah di Awaji, dan hubungan dinamika lanskap serta jenis-jenis satwal liar (burung dan capung) di permukiman baru.

Pada Fiscal Year 2006/2007 dilakukan pertukaran dosen, pada April – Mei 2006 Prof. Hadi Susilo Arifin, dan Juni- Agustus 2006 Dr. Nurhayati HS Arifin mengajar di ALPHA Jepang dengan materi Tropical Landscape Management (Spring & Summer Courses). Pada bulan Maret 2007, Dr. Ichinose Tomohiro dari ALPHA diundang untuk memberikan materi kuliah dengan topik ”An ecological network plan for the conservation of woodland bird species based on satelite image data in Nishinomiya City, Japan” pada kelas Landscape Ecology (ARL 631) di program magister pada PS Arsitektur Lanskap, SPs, IPB. Kuliah tamu yang diselenggarakan pada hari Kamis, 8 Maret 2007 pukul 08.00 – 11.00 di Ruang Sidang Departemen Arsitektur Lanskap Faperta IPB diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 PS ARL, juga mahasiswa S/2 dan S/3 program studi lainnya di lingkungan SPs IPB, antara lain PS PSL, PS Agronomy, PS TEP, PS DAS dan PS Entomology serta dosen-dosen Departemen Arsitektur Lanskap. (eik) #$#0a93d5b3e737e4d6bdc8163e4080217d###dd3b1767cfc95e9a3ba8428b8cf3fa7c###ID###2007-03-13 00:00:00###Bicara Hasil Samping Industri Biodiesel Di Konferensi Nasional 2007 Biodiesel LPPM IPB###Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi atau Bioenergy Alliance Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Departemen Perindustrian menyelenggarakan Konferensi Nasional 2007 dengan judul Pemanfaatan Hasil Samping Industri Biodiesel dan Industri Etanol Serta Peluang Pengembangan Industri Integratednya, bertempat di Hotel Mulia Senayan Jakarta, (13/3).

Acara yang diikuti ratusan peserta dari berbagai institusi pendidikan, instansi pemerintahan, lembaga-lembaga penelitian serta berbagai korporasi ini menghadirkan nara sumber dari berbagai kalangan. Secara garis besar, narasumber membahas berbagai hal terkait pengembangan industri biofuel, mulai dari aspek peluang dan pengembangan hingga berbagai kajian yang mendukung upaya pengembangnnya seperti Kajian Produksi Etanol dan Biodiesel, Aplikasi dan Potensi Biofuel dan By Productnya, CDM dan Industri Biofuel Terintegrasi, hingga Kajian Pemanfaatan Gliserol.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik pada sambutan pembukaan, mengharapkan hasil samping dari pengelolaan limbah ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut ditambahkannya, IPB yakin bahwa pertanian dalam arti seluas-luasnya akan membawa pada kesejahteraan masyarakat. “Mari kita berpikir bersama untuk mensejahterakan petani diantaranya bagaimana memanfaatkan limbah-limbah Biodiesel, “ tegas Rektor.

Direktur Jendral Indusrti Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian, Ir. Benny Wahyudi, MBA yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut menandaskan, “Pemerintah mengharapkan adanya sinergi penelitian-penelitian dan upaya pengembangannya khususnya antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dunia usaha khususnya pertanian dalam meneliti limbah industri Biodisel. “

Konferensi Nasional 2007 tentang Biodiesel ini merekomendasikan tiga hal:

Pertama, peningkatan peran Perguruan Tinggi untuk melaksanakan penelitian yang lebih terarah dan sekaligus pengembangannya. Terutama dalam peningkatan produktivitas tanaman, penanggulangan hama dan teknologi proses. Pendanaan penelitian dapat diupayakan malalui kemitraan terpadu dengan Industri yang mempunya kesamaan kompetensi dan juga melalui partisipasi Pemerintahan melalui penganggaran penelitian. Disamping itu, Perguruan Tinggi diminta melakukan peran aktif dalam pelatihan-pelatihan pada Industri ataupun kelompok-kelompok yang berminat dalam pengembangan Industri Biodisel.

Kedua, kebijakan pemerintah lebih diarahkan pada hal-hal yang mempercepat tumbuhnya Industri Biodisel, terutama dalam hal kebijakan intensif untuk investasi dalam Industri Biodisel, peninjauan kembali masalah PPN untuk produk-produk biodisel yang pemanfaatannya untuk kepentingan lokal, jaminan kepastian pasar untuk UKM dan membuka peluang untuk dapat memasarkan pada BUMN serta konsistensi pemerintah dalam kebijakan penyediaan lahan kebun energi (dedicated areal).

Ketiga, mempromosikan kesempatan bisnis yang timbul akibat pembukaan lahan perkebunan menjelang tahun 2010, hal ini untuk mencegah terjadinya bisnis benih atau bibit yang tidak berkualitas. (fir/nUr) #$#9dee2bfbae94431a4faa8ed9cbd7bcb4###6f80ff8dda8be16109cf7a45a89b3fab###ID###2007-04-26 12:00:34###Di Ultahnya Ke 6, FEM IPB Bahas Reforma Agraria###Reforma Agraria yang rencananya akan dilaunching pada tanggal 20 Mei nanti, hari ini disosialisasikan disela-sela rangkaian Dies Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB yang ke 6. Sosialisasi dilaksanakan dalam bentuk Seminar Nasional dengan Keynote Speech Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga (25/4).

Fakultas yang masih muda ini sekarang mempunyai 4 departemen yaitu Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Manajemen, Departemen Agribisnis dan Departemen Ekonomi Semberdaya Lingkungan ini rencananya. Rencanaya akan dibentuk 2 Departemen lagi. ”Sekarang kami sedang menggodok dibentuknya dua departemen lagi yaitu deprtemen Akuntansi dan departemen Ekonomi Syariat” tutur Dr. Sri Hartoyo, Dekan FEM disela-sela sambutannya.

Perayaan Ulang tahun FEM yang ke 6 ini diramaikan dengan pembahasan mengenai Reforma Agraria secara lebih mendalam dengan mengundang Kepala BPN, Dr. Joyo Winoto. Serta mengadakan sesi diskusi dengan pakar-pakar dibidang ekonomi, Kepala Pusat InterCafe IPB, Imam Sugema, Ph.D, Direktur Bisnis II, PT PNM (persero) Dodon Tri Koeswardana, Ph.D, Kepala Pusat P4W IPB, Dr. Ernan Rustandi, Direktur Program Pasca Sarjana Manajemen Bisnis IPB, Dr. Arief Daryanto (sebagai moderator) serta pembicara lain seperti Endriatno Soetarto Ph.D, M.P. Hutagaol, Ph.D dan Prof. Bustanul Arifin, Ph.D yang dimoderatori Dr. Nunung M.

Rektor IPB, Prof. Dr.Ir. H. A.Anshori Mattjik, M.Sc pun menyambut baik diadakannya diskusi yang membahas mengenai Reforma Agraria ini.

”Reforma Agraria merupakan agenda penting nasional yang mempunyai dampak positif jangka panjang. Ini merupakan salah satu upaya nyata kita sebagai akademisi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan pertanian kita. Hal ini juga dilakukan untuk mendefinisikan bahwa pertanian itu tidak hanya on farm saja.” jelasnya dalam sambutan.

Menurut Rektor, Indonesia saat ini sedang berhadapan dengan masalah kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi juga belum mampu menyerap atau menampung angkatan kerja yang kebanyakan berasal dari pedesaan yang notabene petani.

”Indonesia sebagai negara agraris yang identik dengan pertanian, dalam arti luas, sangat ironis bila dikatakan pengangguran terbesarnya dari pedesaan, sehingga reforma agraria sangat penting untuk dilakukan,” ujarnya.

Masalah kemiskinan dan pengangguran juga diangkat oleh Kepala BPN RI, Dr. Joyo Winoto, dalam keynote Speechnya. Karena menurutnya, kemiskinan dan pengangguran merupakan dua faktor yang melatarbelakangi pentingnya reforma agraria dilakukan.

”Dalam data akhir 2006, jumlah rakyat Indonesia yang masih termasuk dalam kategori miskin mencapai angka 39,07 juta penduduk. Sebanyak 66%nya berasal dari desa dan 56 %nya dari sektor petani. Dari semua angka itu tercatat 90 %nya bekerja. Lalu kenapa masih miskin?” ujarnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pengkajian, ternyata rakyat Indonesia tidak mempunyai alat poduksi atau akses untuk berkembang menjadi lebih baik lagi.

”Reforma agraria sendiri mulai dijalankan pada tahun 1991 dengan kondisi yang berbeda dengan kondisi yang ada sekarang ini. Kala itu, banyak pikiran-pikiran kritis yang menonjol dalam politik kenegaraan dan akademik.” ujarnya

Kondisi ini menurutnya, mulai menghilang pada pertengahan 1980an ditambah juga adanya ketidakpercayaan masyarakat mengenai pelaksanaan reforma agraria sendiri. ”Ada trust yang melemah dalam masyarakat jika ini dilaksanakan, persoalan ini harus kita perjuangkan”ujarnya.

Dijelaskan juga, reforma agraria yang rencananya akan dilaunching tanggal 20 Mei 2007 ini adalah Land Reform Plus yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Artinya land reform yang mekanismenya untuk menata kembali proses-proses yang ada yang dirasa tidak adil dengan penambahan akses reform. Akses reform yang dimaksud adalah pemberian tanah kepada rakyat Indonesia untuk dijadikan sebagai alat produksi petani.

”Pada tahun 1961-2005 telah dibagikan tanah obyek land reform di seluruh Indonesia seluas ± 1.159.527,273 hektar kepada 1.510.762 KK dengan rata-rata luas 0,77 ha. Hal ini bertujuan untuk peningkatan taraf hidup rakyat Indonesia” Jelasnya.

Angka tersebut belum optimal digunakan, 0,2% masyarakat Indonesia menguasai 56% aset negara dimana sekitar 62%-87% penguasaan dalam bentuk tanah.

Beliau juga menambahkan strategi pertama yang akan dilakukan adalah menata dan membenahi tanah obyek yang dikuasai oleh negara. Data yang ada, seluas 8.15 juta ha akan dibagikan untuk 17 propinsi dengan 104 kabupaten untuk daerah di luar pulau Jawa dan 1,1 juta ha untuk di daerah Jawa. Ditekankan juga bahwa sejumlah tanah ini benar-benar haknya rakyat Indonesia.

Dicontohkan juga, beberapa penyalahgunaan dalam pembagian tanah obyek ini, salah satunya adalah kota Bogor. Terjadi ketidakadilan yang sangat signifikan. Untuk itu, dalam rangka menata kembali aset-aset negara ini, penting sekali dilaksanakannya Reforma Agraria sebagai suatu lembaga penting untuk menata keadilan sosial di negeri ini.

Ditanya mengenai besaran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan reforma agraria ini, laki-laki yang juga menjadi dosen FEM ini menyebut angka 396,7 trilyun rupiah diperoleh dari 34%nya dari APBN dan sisanya dari masyarakat. Perlu diketahui bahwa pelaksanaan reforma agraria sudah dilakukan negara-negara lain seperti Jepang, Brazil, Venezuela, China, Taiwan dan lain-lain dengan catatan kegagalan dan keberhasilannya.(zul/man) #$#927383a08829f77ad4bb4b120d642cc5###52c3d8caa9d8dfeaf28cfaa811f58601###ID###2007-05-01 11:17:08###Departemen Agribisnis Gelar Workshop###Departemen Agribisnis Fakultas ekonomi dan Manajemen IPB menggelar Workshop “Masa Depan Ekonomi Pertanian di Institut Pertanian Bogor” (5/4) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Workhop ini menghadirkan pembicara : Prof. Dr. Mangara Tambunan (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB), Prof. Dr. Bonar M. Sinaga (Ketua Program Ekonomi Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB) dan Dr. Harianto (Staf Pengajar Dept. Agribisnis, FEM IPB), dengan pembahas : Prof. Dr. Bungaran Saragih (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB), dan Dr. Achmad Suryana, APU (Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian RI). Workshop dibuka oleh Dr. Sri Hartoyo (Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB) dan diikuti oleh 90 orang peserta yang merupakan staf pengajar Fakultas Ekonomi Dan Manajemen IPB serta alumni dan mahasiswa Program Ekonomi Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB.

Dari Workshop yang dimoderatori oleh Dr. Arief Daryanto (Direktur Program Manajemen Bisnis IPB) ini diperoleh rumusan bahwa Ekonomi Pertanian yang merupakan program pasca pertama di IPB dan menjadi acuan pendidikan Ekonomi Pertanian di Indonesia seharusnya tetap dipertahankan dan semakin dikembangkan mengingat banyaknya sumberdaya manusia dan peranan ilmu Ekonomi Pertanian dalam menentukan kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan pertanian. Mengingat pentingnya posisi ekonomi pertanian tersebut, maka perlu dibentuk suatu tim khusus yangg bertugas merumuskan secara lebih jelas posisi Ilmu Ekonomi Pertanian dan organisasi/lembaga pendidikan Ekonomi Pertanian di IPB.(Nur) #$#da73f06bac68dc7330dca28145ae7afd###86dccfd6cce67bd8b18523bb6a2fc8d1###ID###2007-05-02 11:32:50###FEM IPB Luncurkan Buku Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia###

Selamat Atas Diluncurkannya
Buku Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia
Kolaborasi Prof. Sjafri Mangkuprawira dan Dr. Aida Vitayala


 

bedah_buku_400Departemen Manajemen FEM IPB menggelar Bedah Buku "Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia (MMSDM)" karya Prof.Dr.Ir. Tb.Sjafri Mangkuprawira dan Dr.Ir.Aida Vitayala Hubeis, pada (30/4) di Ruang Mahoni Kampus Program Manajemen dan Bisnis IPB, Gunung Gede, Bogor.

Buku dengan topik Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia merupakan buku yang pertama kali ada di Indonesia. "Salah satu latar belakang diterbitkannya buku MMSDM ini antara lain karena dalam kumpulan literatur nasional dan internasional, belum menemukan satu pun buku dengan topik MMSDM. Isi buku ini berdasarkan fenomena empiris dan teoritis yang menyangkut masalah manajemen, organisasi dan mutu SDM," ungkap Prof. Sjafri Mangkuprawira. Bedah Buku ini didahului sambutan Dekan FEM IPB, Dr. Ir. Sri Hartoyo dan dibuka Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc.  

Didampingi Dr.Ir. Aida Vitayala Hubeis, sang istri yang juga selaku penulis kedua dalam buku tersebut, Prof. Sjafri menguraikan bahwa fokus perhatian buku ini adalah menganalisis seberapa jauh pengaruh mutu SDM terhadap kinerja organisasi, khususnya di bidang bisnis dan bagaimana pendekatan peningkatan mutu SDM perlu dilakukan. Dengan kata lain, MMSDM menempatkan pentingnya mutu SDM sebagai unsur potensial dalam mencapai keberhasilan suatu tujuan organisasi.

"Buku MMSDM ini bagus untuk referensi bagi para ekskutif professional dalam meningkatkan kualitas SDM perusahaan dan institusinya," ungkap Mantan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Rudjito saat menjadi pembahas pada bedah buku hari itu bersama pembahas lain yakni Direktur Utama PT.Asahimas dan PT.Intidaya Prima Kencana, Sadikin Kuswanto, Direktur PT. Polychem Indonesia Tbk, Jusup Agus Sayono dan Mantan Dirut BNI, Widigdo Sukarman. Lebih lanjut Rudjito menyarankan, "Akan lebih menarik bila buku ini diperkaya dengan studi kasus pengalaman kesuksesan maupun kegagalan suatu perusahaan."


Pada kesempatan tersebut juga dibedah buku "Manajemen Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis" karya Prof.Dr.Ir. Musa Hubeis, MS, Dipl.ng, DEA yang saat ini telah dicetak sekitar 25 ribu eksemplar dan telah beredar di pasar. Edisi revisi direncanakan akan beredar Oktober 2007 mendatang. (ris/nUr)

 

 

#$#9792b26aca050cf779028d68e54a58dd###f00d6f1e01d51a89da90338ffaf08714###ID###2007-05-02 16:28:37###Dosen IPB Raih Penghargaan Pengembang SDM Pemulia Tanaman dari Presiden SBY###


Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir.Sriani Sujiprihati, MS mendapat penghargaan sebagai Pengembang Sumber Daya Manusia (SDM) Pemulia Tanaman dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka Kepedulian dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Jum'at (27/4) di Jakarta.

Sriani mengisahkan bagaimana ia terpilih sebagai salah satu penghargaan prestesius tersbeut. "Dua bulan silam, Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, Departemen Pertanian (PVT-Deptan) dan Balai-Balai Penelitian di seluruh Indonesia berencana menganugerahkan PVT award pada peneliti. Menindaklanjuti hal tersebut, Fakultas Pertanian IPB melakukan penyaringan calon peneliti yang memenuhi persyaratan," tutur Sriani dengan bangga. Hasil seleksi fakultas tadi, Sriani terpilih memawikili IPB. Sebulan kemudian atau tepatnya lima hari sebelum pemberian penghargaan, Sriani mendapat Short Message System (SMS) dari Kepala Pusat PVT Deptan bahwa ia terpilih dan diharapkan bersiap-siap mendapat award dari presiden..

"Untuk kategori pemulia tanaman (breeder) terpilih lima orang dari perwakilan seluruh institusi penelitian di Indonesia, salah satunya saya," ujar istri dari Dr.Enisar Sangun. Lima penghargaan itu diberikan kepada 3 peneliti di Balai Penelitian dan 2 peneliti asal perguruan tinggi. Kriteria penilaian antara lain jumlah hasil penelitian yang dihasilkan, kemanfaatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan jumlah mahasiswa pemulia tanaman yang dibimbing. " Selama tiga tahun ini, jumlah mahasiswa pemulia tanaman S1, S2 dan S3 yang saya bimbing sekitar 50 orang," kata Dosen Terbaik tingkat nasional tahun 2006 dan Kepala Bagian Pemulian Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB ini.

Produk penelitian Sriani antara lain pepaya ukuran jumbo, sedang dan kecil, cabai besar merah extra pedas, jagung dan tomat. Pepaya dan cabai telah dimanfaatkan oleh para petani maupun pihak swasta. Pepaya telah dirilis setahun silam. Sedangkan keunggulan cabai hasil penelitian Sriani bersama timnya di Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika dibawah Lembaga Penelitian Pemberdayaan Masyarakat IPB, diantaranya ukurannya yang besar merah, mengkilat, sangat pedas sekali, agak keras (tidak lembek), dan sesuai standar cabai indutri saos.

"Sangking pedasnya, suatu ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menjuluki cabai judes," kenang alumni S3 Universiti Putra Malaysia. Cabai temuannya ini telah dimanfaatkan di wilayah Bogor, Sumatra dan Bali. Semua produk penelitiannya ia peroleh melalui proses perkawinan silang (metode konvensional) tanpa rekayasa genetik.

Lebih lanjut, Sriani menghimbau pada para pemulia tanaman bila telah menghasilkan varietas lokal dan baru dari pemuliaan sebaiknya didaftarkan di Pusat Perlidungan Tanaman. Khususnya varietas tanaman di daerah-daerah perbatasan seperti Malaysia agar tidak di klaim. " Kami (Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika IPB bekerjasama dengan Deptan) memfasilitasi. Bebas ada biaya pendaftaran," tuturnya. IPB dan Deptan telah menggaet Pemerintah Bogor, Tasikmalaya, dan Purwakarta dalam kerjasama pendaftaran varietas tanaman hasil pemulian.(ris)

 

#$#8d2468fe44bd5b462090f1bd00a814eb###cfe3c07fb16b8a7d470f8557a6a1503b###ID###2007-05-03 15:32:10###Merubah Paradigma Pariwisata Menjadi Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa###

Perubahan paradigma pariwisata yang tidak hanya melihat pariwisata sebagai penghasil devisa dan pemberi manfaat ekonomi, tapi juga sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya berupa manfaat langsung dari jumlah tiket yang terjual, pajak, dan retribusi yang berkontribusi langsung pada pendapatan pemerintah daerah tapi juga seberapa besar multiplier effect dari kegiatan tersebut bagi masyarakat.

Begitu dipaparkan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.Sc., dalam Seminar Nasional "Pengembangan Industri Wisata Berbasis Lingkungan dan Budaya dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan", Hotel Sahid, Selasa (1/5), Jakarta.

"Kita harus berupaya mendorong paradigma pariwisata yang lama ke paradigma baru, dimana tidak hanya berimbas langsung kepada si pelakunya, namun juga harus bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Menurutnya, dalam mengelola kegiatan pariwisata berbasis lingkungan dan budaya dalam upaya pengentasan kemiskinan ini, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah kebijakan yang mendukung, infrastruktur, pengelolaan, permodalan, promosi dan keterlibatan masyarakat.

"Harapannya, dengan adanya kegiatan pariwisata yang dikelola dengan baik, maka akan meningkatkan industri kecil di sekitarnya, yang dampaknya akan meningkatkan ekonomi kerakyatan, dimana pada akhirnya dapat memberikan pemasukan devisa bagi pemerintah," paparnya.

Beliau juga menambahkan, paradigma lama terhadap pertanian yang hanya on farm belaka harus dirubah menjadi paradigma baru menjadi, agrobisnis, agroindustri, agroservices, agrotourism dan sebagainya. IPB sendiri menganut pardigma baru ini dengan mendirikan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Fakultas Ekologi Manusia (Fema), serta Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA).

Terkait dengan pariwisata ini, Dekan FEM, Dr. Sri Hartoyo, MS., mengeluhkan, keanekaragaman hutan tropik yang melimpah dan berpotensi tidaklah tergarap dengan baik. "Pariwisata Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain. Salah satunya dari negara tetanga yaitu Taiwan dan Malaysia," ujarnya.

Beliau juga mengharapkan, dengan adanya kegiatan ekowisata, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan dan dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. "Pada tahun 2006 angka kemiskinan sekitar 17%, mudah-mudahan tahun 2007 ini, angka tersebut tidak bertambah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr.Ir.Ahyar Ismail, M.Agr., mengatakan, Seminar Nasional Pengembangan Industri Wisata Berbasis Lingkungan dan Budaya dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan di Jakarta ini, merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke-6 FEM IPB.

Seminar ini juga diikuti dari berbagai lembaga pariwisata baik pemerintahan maupun swasta, diantarannya adalah agen-agen pariwisata, pengelola, travel, mahasiswa pencinta alam, peneliti, dosen dan sebagainya.

Kegiatan hasil kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Bank BTN ini juga menghadirkan Sekjen Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Dr. Sapta Nirwandar, Deputi Bidang Peningkatan Infrastruktur Kementrian Percepatan Pembangnan Daerah Tertinggal, Ir. Lucky H.Korah, M.Si., Ketua Departemen ESL, Prof.Dr.Ir.Ahmad Fauzi, M.Sc., Dosen dan Peneliti Fakultas Kehutanan IPB, Prof.Dr. E.K.S. Harini Muntasib, Environment Advisor, Direktorat Lingkungan Hidup badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. Krystyna krassowska, Pengelola kampoeng Wisata Cinangneng, Hester Basoeki, Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pengrango, dan Ir. Novianto Bambang W, Ms., Yayasan Ekowisata Halimun Teguh Hartono. (man)

 

#$#407989bae003561a53d3f78a157cf4de###b2cd020093f0975637e322033d119f45###ID###2007-05-03 15:56:12###Liberalisasi Pertanian Rugikan Petani###

Liberasasi pertanian yang dicanangkan World Trade Organization (WTO) dianggap merugikan petani-petani di negara berkembang. "Kebijakan pasar bebas WTO menguntungkan perusahaan-perusahaan besar asing dan merugikan petani-petani negara perkembang yang kurang bisa bersaing," kata Ketua Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Henry Saragih dalam Talkshow "Kedaulatan Pangan Menyelamatkan Kedaulatan Bangsa" Selasa (1/5) di Auditorium Rektorat Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Talkshow ini terselenggara berkat kerjasama Forum Wacana Sekolah Pasca Sarjana IPB dan FSPI.

Menurut Henry, ada kepentingan tersembunyi dari negara-negara besar yang terlibat dalam WTO. "Perundingan-perundingan di WTO sangat didominasi Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa dan Kanada. Bahkan negara-negara tersebut mempunyai ruang tersendiri untuk menekan negara lain agar mengikuti kesepakatan yang dirancangnya. Wahana itu dinamakan green room,"urai Henry. Koordinator La Via Campesina ini menambahkan kebijakan WTO tersebut banyak ditentang petani-petani, oleh karenanya, negara-negara besar yang tergabung dalam organisasi ini sekarang lebih memilih jalur bilateral.

Produk pertanian dari petani-petani di negara berkembang kalah bersaing dengan komoditi pertanian impor dari luar negeri. Hal ini karena teknologi, luas lahan dan modal yang dimiliki petani tersebut rendah. Setiap negara yang menjadi anggota WTO, menandatangani kepakatan untuk menghapuskan subsidi di bidang pertanian, tarif impor dan membuka pasarnya secara bebas. Di Indonesia petani gurem rata-rata memiliki lahan 0.5 hektar. Ironisnya, lahan milik negara dan perusahaan swasta di sekitar tempat petani tinggal tersebut, banyak dibiarkan menganggur. Berbeda dengan petani Brazil. Rata-rata petani di sana diberi lahan oleh negara seluas 20 hektar dengan rincian pengelolaan 5 hektar untuk tanaman pangan, 5 hektar untuk tanaman tahunan, 5 hektar untuk peternakan, dan 5 hektar untuk tanaman industri.

Petani asal Wonosobo, Sumeri, mengisahkan kondisi petani dan pemuda desa di beberapa tempat yang pernah ia kunjungi sangat memprihatinkan. "Para pemuda di desa-desa yang saya kunjungi, mereka merasa tak punya bayangan masa depan. Mereka putus asa menatap masa depan. Bisakah membangun rumah, sekolah dan menikah nanti," kisah pemuda yang lulus Kejar Paket C setahun silam dengan nada sedih. Lulusan sarjana mungkin masih memiliki harapan masa depan, minimal dalam pikiran. Mereka, pemuda desa, jangankan realita, dalam pikiran pun mereka tak punya bayangan masa depan sama sekali. Sumeri telah berusaha keras membebaskan 5 ribu hektar sawah mati milik negara menjadi lahan yang bisa dikelola masyarakat desa. Dengan lahan tersebut, petani bisa mengupayakan kedaulatan pangan sendiri dan menimalisasi impor produk pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Sekolah PascaSarjana IPB, Prof.Dr.Ir.Khairil Anwar Notodipuro, MS menjelaskan peranan perguruan tinggi khususnya IPB senantiasa berusaha memperjuangkan nasib petani dengan mendidik lulusan-lulusan pertanian. "IPB selama ini telah berusaha membuat konsep politik pertanian yang memajukan pertanian Indonesia. Ketika konsep ini diajukan kepada pemerintah, kembali dimentahkan kelompok-kelompok opportunis," ungkapnya.

Talkhow yang didahului pemutaran film perjuangan petani menolak WTO ini dibuka Ketua Forum Wacana Sekolah Pascasarjana IPB, Ir. Nirwansyah, MP dan Dekan Pascasarjana, , Prof.Dr.Ir.Chairil Notodipuro, MS (ris)

 

#$#2f2c048805e280c5df8b194fff6b19af###0959b964e5b616b6c25047493a979744###ID###2007-05-03 16:15:56###Rektor IPB Anugerahkan 42 Penghargaan Saat Memperingati Hardiknas###

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, IPB menganugerahkan 42 penghargaan kepada Dosen dan Mahasiswa IPB yang berprestasi. Penghargaan diberikan sebelum Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Nasional di depan ratusan civitas IPB saat upacara memperingati Hardiknas di Kampus IPB Darmaga (2/5).

Berikut petikan Sambutan Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakan Rektor IPB : Peringatan Hardiknas kali ini mengambil tema "DENGAN SEMANGAT HARDIKNAS, KITA SUKSESKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK SEMUA". Tema tersebut mengacu kepada spirit yang tertuang dalam Rencana strategis Pendidikan Nasional tahun 2005-2009 yang menetapkan visi pendidikan nasional, terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan jaman yang selalu berubah.

Demi mensukseskan pendidikan bermutu untuk semua, IPB berusaha menjadi sebuah perguruan tinggi yang berbasis riset untuk mencapai academic excellent. Hal ini terlihat dengan banyaknya penghargaan yang diberikan pada tahun ini.

Yaitu penghargaan yang diberikan kepada Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS yang telah menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dalam kategori Pengembang SDM Pemulia Tanaman.

Selain itu, 3 kelompok dosen IPB juga dianugerahi penghargaan sebagai inventor atas invensi IPB yang telah memperoleh sertifikat paten/paten sederhana. Diantaranya, Dr.Ir. Ani Suryani, DEA., Dr.Ir. H. Aziz Darwis, M.Sc., Dr.Ir. Khaswar Sjamsu, M.Sc., Dr.Ir. Desi Yarni, M.Si. dengan judul invensi Proses Produksi dan Pemurnian Selulosa Mikrobial untuk Membran Mikrofiltrasi, Dr.Ir. Sedarnawati Yasni, M.Agr., Hanny Srimulyani D. dengan judul invensi Minuman Kesehatan dari Rempah-rempah, dan Dr. Umi Cahyaningsih, MS dengan judul invensi Formula Vaksin Coccidia yang Mengandung Eimeria Isolat Indonesia Untuk Ayam.

Penghargaan juga diberikan kepada 38 kelompok mahasiswa yang berprestasi baik nasional maupun internasional di bidang Ektra Kulikuler. Data tentang 38 kelompok mahasiswa berprestasi tersebut seperti terlihat di daftar berikut.

  • Mundakir (C34102033),  Aditya Ari Yudhanto (C34102023), Rici Ronaldo (C34103023), dan Ikhwan Dimas P (C34103037). Juara Pertama Astra Student Innovation Competition (ASIC) dalam rangka 50 Tahun PT. Astra Internasional Tbk Kategori Inovasi Terkait dengan Material Pengganti Bahan Komponen (MPK), dengan Judul Biofiber dari Ampas Pengolahan Rumput Laut sebagai Noise and Vibration Reduction Mesin Kendaraan Bermotor.
  • Rici Ronaldo (C34103023), Ikhwan Dimas P (C34103037), Aditya Ari Yudhanto (C34102023), dan Mundakir (C34102033). Juara Pertama Astra Student Innovation Competition (ASIC) dalam rangka 50 Tahun PT. Astra Internasional Tbk. Kategori Inovasi yang Terkait dengan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan (HER) dengan Judul Aplikasi Chitosan sebagai Absorben Timbal (Pb) Knalpot Kendaraan Bermotor.
  • Armita Fibriyanti (A34303018). Juara Kedua Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan ITS Surabaya, dengan Judul Biotoilet sebagai Alternatif Jamban Hemat Air.
  • Siti Nurbaeti Zakiah (A54103052). Juara Ketiga Lomba Essay Korea yang Diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Korea dengan Judul Tamu dari Korea.
  • Ika Sri Kusumaningrum (A34303024). Juara Pertama Lomba Karya Tulis Populer Perkebunan dalam Rangka Dies Natalis Lembaga Pendidikan Perkebunan dengan Judul Peran Manajemen Mutu dalam Peningkatan Kualitas Produksi Perkebunan Indonesia.
  • Evrin Safrilya Vanadianingrum (D24103037). The Second Winner of the Young Animal Scientist Dalam Alltech Biotechnology - Asia Fasific 2007.
  • Maryono (A14103090), M. Aliy Abdulloh (A14104064), dan Nugraha Arier (A14104123). Juara Pertama Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) Tingkat Nasional Tahun 2007 Bidang Perekonomian  yang Diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan Judul Analisis Alternatif Kebijakan Subsidi Pupuk di Indonesia.
  • Muhammad Yusuf MD (F34104040), Ade Nurisman (F34104066), dan Reynaldi Elmir Arisurya (F34104075). Juara Kedua Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) Tingkat Nasional Tahun 2007 Bidang Perekonomian  yang Diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan Judul Analisis Sebab-Akibat Implementasi dan Potensi CDM (Clean Development Mechanism) di Sektor Kehutanan Indonesia dalam Perdagangan Karbon Internasional.
  • Ratnawulan Wibowo (H14104009), Srikandi Puspa W (H14104060), dan Rizki Sabilly Firdaus (H14104112). Juara Ketiga Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) Tingkat Nasional Tahun 2007 Bidang Perekonomian  yang Diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan Judul Penurunan BI Rate dan Disintermediasi Perbankan : Lambatnya Geliat Sektor Riil.
    Mufidah Atno'Atun (A34204020) dan Amalia Diena L (A34204029). Juara Pertama Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang Pendidikan Tingkat IPB dengan Judul Agrowisata Anak untuk Penguatan Potensi Pertanian Indonesia
    .
  • Virgita Isanda (H34040921), Mohammad Reza (H34051684), dan Lizna Seftiana (H34052826). Juara Kedua Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang  Pendidikan Tingkat IPB dengan Judul Home Schooling, Sudah Tepatkah untuk Diterapkan di Indonesia ?
  • Kuswan (A54103050). Juara ke Tiga Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang Pendidikan Tingkat IPB dengan Judul Kajian Stimulasi Financial Quotient dan Pembentukan Jiwa Entrepreunership Sejak Dini Melalui Pengajaran pada Anak Usia Pra Sekolah dan Usia Sekolah.
  • Cicin Yulianti (H34051928) dan Zikra Asril (H24104007). Juara Pertama  Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang IPS Tingkat IPB dengan judul Diaspora Wacana Bioenergi, antara Harapan dan Realita.
  • Putri Kinanty Siregar (H34053288), Hary Purnama (H34052138), dan Shinta Kartika Dewi (H34050442). Juara Kedua Juara Ketiga Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS Tingkat IPB dengan Judul Women Entrepreneurship sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Keluarga.
  • Idham Muhamad Husen (I34052472), Nur Ahmad Azizul F. (I34051448), dan Sinta Rahmi Qutri (I34053342). Juara Ketiga Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS Tingkat IPB Dengan Judul Emotional Approach Kampanye Anti Rokok dalam Rangka Mengatasi Krisis Sumberdaya Manusia.
  • Paramitha Messayu (G44052938), Hari Bowo (G44051004), dan Yogie Santoso (G44050721). Juara Pertama Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPA Dengan Judul Saringan Gas Buang Berbasis Zeolit dan Arang Aktif.
  • Syaiful Abidin (G84053201), Ratna Mustika (G84050931), dan Melati Safitri (G84050691). Juara Kedua Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang IPA dengan judul Minuman Kesehatan Probiotik yang Ekonomis dari Ampas Tahu.
  • Riska Indaryani (F14051033), Anggitha Ratri Dewi (F14051034), dan Pandu Gunawan (F14051487). Juara Ketiga Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang   IPA dengan judul Potensi dan Pemanfaatan Limbah Asap pada Industri Arang Tempurung Kelapa.
  • Giga Nur Pratigina (H14051093) dan Medria Kusuma DH (G64052475). 2nd Runner Up National University English Debating Championship (NUEDC) 2007 di Universitas Negeri Semarang.
  • Lydia Ulfah Herodita (G84052372). Juara Kedua (Perak) Kelas F Putri Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antar Perguruan Tinggi II  di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
  • Anita Paulina Tambunan (J34105007). Juara Kedua (Perak) Kelas E Putri Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antar Perguruan Tinggi II di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Merpati Putih. Juara Umum Kedua Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon (3 Emas, 1 Perak dan 4 Perunggu).
  • De Hikmah Maulana (C34102020). Juara Pertama (Emas) Kelas G Putra Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • R. Ismi Nuraini (D13103112). Juara Pertama (Emas) Kelas D Putri Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Anita Paulina Tambunan (J31405007). Juara Pertama (Emas) Kelas F Putri Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Elghar Wisnudisastra (G64052049). Juara Kedua (Perak) Kelas B Putra Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Putra Aminudin (G64051979). Juara Ketiga (Perunggu) Kelas E Putra Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Sundoro ari A. (H14053975). Juara Ketiga (perunggu) Kelas F Putra Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Tian Partiani (E14051415). Juara Ketiga (perunggu) Kelas B Putri Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Murni Mutia (I14050757). Juara Ketiga (Perunggu) Kelas E Putri Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Se-Jawa Barat di STAIN Cirebon.
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Panahan. Juara Umum Pertama Antar Perguruan Tinggi Kejuaran Nasional Panahan Indoor VII (2 Emas, 1 Perak dan 2 Perunggu).
  • M. Fakhrul Ulum (B04101099), La Ode Maharudin (G24102005), Livson Zulkah (C64102004), dan Abi Supiyandi (G64051846). Juara I (Emas) Ronde Nasional Mahasiswa Jarak 18-30m Anak Panah Beregu Putra.
  • Wywy Goulda M (B04103077), R. Tresna S.W.O (G64104083), dan Tia Irmayanty A (D14052399). Juara III (Perunggu) Ronde Nasional Mahasiswa Jarak 18-30m Anak Panah Beregu Putri.
  • M. Fakhrul Ulum (B04101099). Juara Kedua (Perak) Ronde FITA Recurve Mahasiswa Perorangan Putra B.
  • La Ode Maharudin (G24102005). Juara Pertama (Emas) Ronde FITA Recurve Mahasiswa Perorangan Putra B.
  • Livson Zulkah (C64102004). Juara Ketiga (Perunggu) Ronde FITA Recurve Mahasiswa  Perorangan Putra B.
  • M. Fakhrul Ulum (B04101099), La Ode Maharudin (G24102005), Livson Zulkah (C64102004), dan Abi Supiyandi (G64051846). Juara I (Emas) Babak Olympic Round Ronde Nasional Mahasiswa Beregu Putra.
  • Wywy Goulda M (B04103077), R. Tresna S.W.O (G64104083), dan Tia Irmayanty A (D14052399). Juara III (Perunggu) Babak Olympic Round Ronde Nasional Mahasiswa Beregu Putri.
  • La Ode Maharudin (G24102005). Juara Pertama (Emas) Babak Olympic Ronde FITA Recurve Mahasiswa Perorangan Putra B.
  • M. Fakhrul Ulum (B04101099). Juara Kedua (Perak) Babak Olympic Ronde FITA Recurve Mahasiswa Perorangan Putra B.
  • Livson Zulkah (C64102004). Juara Ketiga (Perunggu) Babak Olympic Ronde FITA Recurve Mahasiswa Perorangan Putra B.
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam IPB Lawalata. Sukses Melaksanakan Ekspedisi Putri  Rinjani di Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dalam Rangka Hari Perempuan Internasional 2007.
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara IPB Agria Swara. Meraih Dua Penghargaan untuk Kategori Folklore dan Mixed Choir Festival Paduan Suara International Mission of Art and Culture II and 11th International Choir Competition and Festival di Budapest, Hungaria.
#$#625f14cf0059ba7973b56457fa9db40f###aea32806e75246544490cb538136415a###ID###2007-05-14 14:18:15###Perkembangan Empat RUSNAS IPB###
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir.Ahmad Ansori Mattjik berharap masyarakat lebih bisa merasakan manfaat Riset Unggulan Strategis Nasional dari Kementrian Riset dan Teknologi ((RUSNAS-RISTEK).”Saya bersyukur IPB memperoleh RUSNAS terbanyak. Tantangan yang dihadapi salah satunya bagaimana mensosialisasikan hasil RUSNAS IPB agar bisa dinikmati  masyarakat luas,” kata Mattjik saat Evaluasi RUSNAS IPB Selasa (8/5) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga. IPB memperoleh empat RUSNAS antara lain  buah, industri kelapa sawit, diversifikasi pangan pokok dan sapi perah.

”Tim RUSNAS buah IPB menghasilkan varietas unggul buah manggis (Puspahiang), nenas (Delika Subang dan Mahkota bogor), pepaya (Aruma, Prima dan Wulung Bogor) dan pisang (Bile, Fhia dan Rajabulu),” ujar Dr. M. Sobir, salah satu peneliti RUSNAS buah dari Pusat Kebun Buah Tropika IPB.  Peneliti IPB, saat ini sedang melakukan penelitian pengembangan varietas untuk olahan seperti seleksi varietas nenas dengan bromelain tinggi, pisang untuk produksi tepung dan pepaya untuk produksi papain. Untuk keperluan pengembangan pemuliaan tanaman buah,  IPB telah memiliki tiga koleksi kebun plasma nutfah yakni pisang, nanas dan pepaya.

Tim RUSNAS Industri Kelapa Sawit memaparkan  kegiatan penelitian yang telah  dilakukan mencakup kelompok riset tribologi, surfaktan dan elmulsifier, farmasetikal dan nutrasetikal serta oleofood. ” Rencana penelitian industri hulu kelapa sawit ke depan  antara lain ketahanan tanaman sawit terhadap Ganoderma, penyediaan benih unggul, tanaman sawit benih unggul, tanaman sawit toleran terhadap cekaman kekeringan, pemetaan genom sawit,” kata salah satu Tim RUSNAS Industri Kelapa Sawit IPB, Dr.Ir.Nuri Andarwulan.

Sementara,  Tim RUSNAS  Diversifikasi Pangan Pokok yang diwakili Dr.Ir.Ratih Dewanti menjelaskan selama ini timnya telah meneliti produk-produk beras, jagung, tiwul isntan, sweet potato flake, aneka tepung umbi-umbian, mie jagung istan, bassang instan, cassava flake, cassava fries, dan aneka produk turunan ubi. Produk lain, beberapa olahan sagu dan scale up mie jagung instan. ”Kami juga mengalami kendala dalam pemasaran dan sosialisasi ke masyarakat luas. Industri yang telah mengadopsi teknologi tersebut entah kenapa tidak meneruskan produksi dan pemasaran,” kata Ratih.

Sedangkan Tim RUSNAS sapi perah, Dr.Ir.Asep  Sudarman mengatakan karena  RUSNAS ini baru berjalan dua tahun, timnya belum bisa memberikan hasilnya secara sempurna. ”Kami sedang melakukan penelitian tahap awal, jadi belum nampak progressnya secara signifikan,” kata Asep. Rapat Evaluasi ini dimoderatori oleh Wakil Rektor I, Prof. Ahmad Chozin. (ris)
#$#7a3e5471cbf8197faf1da67c19113f46###588c6aaf2bbc78f1780a92ba76d00925###ID###2007-05-14 14:22:44###IPB Lantik 17 Pejabat Strukturalnya###

oc_400_01Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc melantik 17 pejabat struktural di lingkugan IPB menggantikan pejabat lama, Kamis (10/5) di Ruang Sidang Rektorat  Kampus IPB Darmaga. “Saya mohon pejabat struktural baru dapat menjalankan amanahya dan meningkatkan kinerja, dedikasi, tanggungjawab dan bisa bekerjasama dengan kolega dan mitra IPB,” harapan Rektor IPB dalam sambutannya. Pergantian di IPB merupakan hal yang biasa dilakukan untuk  regenerasi pimpinan dalam rangka peningkatan kinerja dan program. 

Pejabat baru yang dilantik pada hari ini antara lain;
Prof.Dr.Ir.Didy Sopandie, M.Agr (Dekan Fakultas Pertanian), Dr.Ir.Hendrayanto, M.Agr (Dekan Fakultas Kehutanan), Dr.Ir.Aris Munandar, M.S (Wakil Dekan Fakultas Pertanian), Dr.Ir.Fauzi Febrianto, M.S (Wakil Dekan Fakultas Kehutanan), Dr.Ir.Drajat Martianto, M.Si (Wakil Dekan Sekolah Pasca Sarjana), Antonius W. Sumarlin, M.A (Direktur Keuangan), Madsari, S.E (Bendahara IPB), Dr.Drs.Dadang Iwan Riswandi, S.E, M.Si (Kepala Kantor Perencanaan dan Evaluasi), Dr.Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr (Ketua Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan), Dr.Ir.Naresworo Nugroho, M.Si (Sekretaris Program Magister Sekolah Pasca Sarjana), Agus Cahyana, S.E, M.M (Kepala Bidang Audit Internal Kantor Audit Internal), Lukman Nulhakim, S.H, M.Si
(Kepala Bidang Produk Hukum Kantor Pelayanan Hukum), Eka Yudha Priya, S.E (Kepala Tata Usaha Fakultas Kedokteran Hewan), Rasyid (Kepala Tata Usaha Departemen  Agribisnis), Atip Sadarip, S.E (Kepala Seksi Administrasi Kepegawaian dan Keuangan Fakultas Kedokteran Hewan) dan Hudri, S.IP (Kepala Seksi Kerjasama Luar Negeri Kantor Program Internasional).

Hingga kini, IPB telah berhasil melakukan berbagai perubahan diantaranya penataan departemen dan fakultas, diploma, sumber daya manusia (SDM),organisasi, kualitas manajemen informasi, implementasi kurikulum sistem mayor minor, dan penuntasan Bogor Agriculture Center (BAC). “Sebagai informasi saat ini  kapasitas speed internet IPB bertambah dari 6 Mbps menjadi 10 Mbps. Tahun ini terjadi pertambahan calon mahasiswa baru jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) sebanyak 250 orang,” kata Rektor IPB.

Dengan pertambahan jumlah calon mahasiswa jalur BUD ini, IPB akan meringankan 50 persen Biaya Pengembangan Institusi  dan  Fasilitas (BPIF)  mahasiswa baru serta membebaskan SPP mahasiswa yang pendapatan orangtuanya maksimal Rp 500 ribu per bulan, sebagai pelaksanaan subsidi silang.  Perubahan yang segera dirampungkan IPBdiantaranya , kepindahan Departemen Biologi, Biokimia, dan Kimia dari Kampus Baranang Siang ke Kampus Darmaga, kejelasan status kepegawaian IPB dan block grant dari pemerintah. “Saya patut mengucapkan banyak apresiasi kepada Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang mampu me-manage ruangan, sehingga IPB bisa memanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Rektor IPB.  Ruangan eks-departemen di Kampus IPB Baranang  Siang akan dimanfaatkan untuk kegiatan pusat-pusat studi, diploma, Manajemen dan Bisnis (MB), dan kegiatan lain.  
(ris) 
 

 

#$#130aa45c3a4213fd8e912f4cd33e9544###3a63095684d6d04f4a0dce5bf2fa17fa###ID###2007-05-14 14:24:14###IPB Tuan Rumah Seleksi Wilayah III Kompetisi Matematika Internasional###

Tahun 2007 ini, Institut Pertanian Bogor (IPB)  ditunjuk sebagai tuan rumah seleki wilayah III “14th International Mathematics Competition for Students”/IMC (Kompetisi Matematika Internasional Tingkat Mahasiswa). Kompetisi akan dilaksanakan selama dua hari, 14-15 Mei 2007. Penanggungjawab seleksi wilayah III yang mencakup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (JABODETABEK), Banten, dan Lampung ini ialah Dr.Ir. Berlian Setiawaty,M.Sc dari Departemen Matematika Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Matematika IPB.  

Perguruan tinggi yang mengikuti kompetisi wilayah III antara lain; Universitas Indonesia (5 mahasiswa), Universitas Negeri Jakarta (5 mahasiswa), Universitas Negeri Lampung (3 mahasiswa), Universitas Bina Nusantara (4 mahasiswa), President University (5 mahasiswa), Universitas Atmajaya (3 mahasiswa), Universitas Pancasila (2 mahasiswa), Universitas Bung Karno (1 mahasiswa), Sekolah Tinggi Teknik Bina Tunggal (4 mahasiswa), Institut Sekolah Tinggi Negeri (3 mahasiswa) dan IPB (5 mahasiswa). Kelima mahasiswa wakil IPB yang mengikuti kompetisi ini yakni M.Ilyas, Lia Yuliawati, Prasetyaning Diah R.L, Eva Noviana C, dan Verawati. Mereka terpilih setelah melalui seleksi 23 April 2007 serta telah mengikuti pembinaan selama tiga bulan di Departemen Matematika IPB. Materi yang dilombakan meliputi; Analisis Kompleks dan Aljabar Linear, Kombinatorika, Analisis Real dan Struktur Aljabar. “Peserta yang lolos seleksi akan mewakili wilayah III dalam kompetisi nasional dan  IMC di Blagoevgrad, Bulgaria, 3-9 Agustus 2007 nanti,”kata Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr.Ir. Rimbawan. 

Ajang seleksi ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III IPB, Prof. DR.Ir.Yusuf Sudohadi, M.Sc, para Wakil Dekan di lingkungan IPB, Direktur Kemahasiswaan, Ketua Departemen Matematika FMIPA, dan pembina kemahasiswaan masing-masing perguruan tinggi peserta. (ris) 

#$#cd84c783414c8299f9865bf99f8aa231###6d8bcd452e1ab68f5a34489c7a1069e2###ID###2007-05-14 14:25:39###BEI Berikan Beasiswa Mahasiswa IPB###

Bank Ekspor  Indonesia memberikan bantuan beasiswa bagi 30 mahasiswa tingkat akhir Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu 12/5) di Kampus IPB Darmaga. Masing-masing mahasiswa akan menerima beasiswa sebesar Rp 400 ribu per bulan selama setahun.“Tingkat akhir merupakan masa kritis bagi mahasiswa. Banyak diantaranya yang kurang bisa berkonsentrasi menyelesaikan penelitian disebabkan kendala biaya,” kata Presiden Direktur Bank Ekspor Indonesia, Ir.Arifin Indra, MB.

Selain beasiswa, BEI juga menyerahkan bantuan sebanyak 470 alat bor lubang resapan biopori untuk 47 kelurahan di kota Bogor dan bantuan riset kepada Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB.   ’Pemberian bantuan ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibilty (CSR) kami kepada masyarakat. Walaupun jumlahnya tak seberapa, kami berharap ini bermanfaat bagi masyarakat,” imbuh Arifin.

Hal senada juga disampaikan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc  dalam sambutannya. ” Di masa depan, lebih banyak lagi perusahaan yang mau mengulurkan bantuannya ke masyarakat, sehingga banyak rakyat kecil terbantu,” kata Rektor IPB. 

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan antara Arifin Indra dan Rektor IPB yang didampingi Direktur Kemahasiswaan, Dr.Rimbawan, Kepala LPPM, Prof.Dr.Ir. Rizal Syarief,  Penemu Biopori, Ir.Kamir R.Brata, MS, dan  Asisten Sosial Ekonomi Pemerintah Kota Bogor, Ir.Indra Rusli, MM. Usai penyerahan bantuan, acara dilanjutkan dengan One-Day Technopreneurship Workshop yang menghadirkan pembicara Dr.Krisnani Setyowati (Kepala Kantor Hak Kekayaan Intelektual), Dr.Ono Suparno, STP, MT (PO Student Technopreneurship Program), Dr.Erliza Hambali (Kepala Surfactan and Bioenergy Research Center), Prof.Dr.Agus W. Soehadi, PhD (Kepala Sekolah Bisnis Prasetya Mulya) dan Rudjito (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan/LPS). Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN-IPB) bekerjasama dengan Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia. (ris)

#$#da1d74e34ce70b2aab7f7da659666883###13a2c495a33b4538e85af57f997ad4b5###ID###2007-05-14 14:26:35###Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB Gelar Pelatihan Pemuliaan Tanaman###

Departemen Agronomi dan Hortikultura  Fakultas Pertanian Intitut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Pelatihan Pemuliaan Tanaman dan Konservasi Sumber Daya  Genetik selama 4 hari, 7-10 Mei,  di Research Group on Crop Improvement, Departemen Agronomi dan Hortikultura Kampus IPB Darmaga. Pelatihan ini bertujuan; memberikan pengetahuan kepada petani tentang sumberdaya genetik, pentingnya konservasi SDG, dasar-dasar pemuliaan dan perlindungan varietas tanaman.

Materi  yang disampaikan dalam kesempatan tersebut ialah pemahaman tentang genetika tanaman, keragaman genetik dan pengelolaannya, sistem reproduksi tanaman, teknik persilangan buatan, pengamatan dan pengambilan contoh, pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri, pemuliaan tanaman menyerbuk silang, perlindungan varietas, pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman serta produksi benih.

  Peserta pelatihan   petani dari Desa Kalensari, Kecamatan Widasari,  Kabupaten Indramayu dan Staf  FIELD Indonesia -Organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan petani dan masyarakat pedesaan-. Saat ini kegiatan petani yang bekerjasama dengan FIELD Indonesia salah satunya adalah melaksanakan pemuliaan tanaman dan konservasi sumber daya genetik. Salah satu lokasi kegiatannya di  Kabupaten Indramayu. Narasumber dala pelatihan itu antara lain; Dr Ir Sriani Sujiprihati , Dr Ir Hajrial Aswidinnoor , Dr Ir Yudiwanti, Dr Ir Trikoesoemaningtyas, Desta Wirnas, SP MS, dan M Syukur, SP MS . (ris)

#$#9630bd286d68da4c8249f04ae446e2f1###d87e379fe8a52ec627986a395ded1e8f###ID###2007-05-25 09:16:12###BEM KM IPB Gelar Olimpiade Olah Raga Tradisional Mahasiswa Pertama###
Dalam rangka, memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Badan Ekskutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB) mengukir sejarah kebangkitan dengan menggelar Olimpiade Olahraga Tradisional Mahasiswa Minggu (20/5) di Lapangan Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga. Kegiatan yang diikuti perwakilan mahasiswa universitas se-JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenegpora-RI) termasuk Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Dr. H. Adhyaksa Dault, SH., M.Si.

"Menpora sangat apresiasi kepada IPB yang telah menyelenggarakan kegiatan olahraga tradisional pertama kali, untuk tingkat mahasiswa di Indonesia dan melibatkan berbagai perguruan tinggi lainnya," ungkap Asisten Diputi Pemassalan dan Pembudayaan Olahraga Diputi Pemberdayaan Olahraga Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga, Drs. Achmad Allatief Ardiwinata usai membuka olimpiade dengan memanah balon dan diiringi letusan petasan.

Kategori olahraga tradisional adalah olahraga yang telah menjadi tradisi dan berkembang selama beberapa generasi maupun. Disamping olahraga yang memiliki kaitan erat dengan tradisi budaya suatu bangsa. Achmad menjelaskan, tingkat berat ringannya persyaratan teknis dari berbagai bentuk olahraga tradisional sangat bervariasi, tergantung kekuatan tubuh, kelenturan, kecepatan gerak dan kemampuan reaksi.

Wakil Rektor III, Prof. Dr. Yusuf Sudo Hadi menyampaikan, suatu kebanggaan yang sangat besar bagi IPB bisa penyelenggaraan olimpiade olahraga tradisional ini. "Mahasiswa IPB berasal dari berbagai daerah dengan multi budayanya. Oleh karena itu, olahraga tradisional perlu menjadi andalan mahasiswa IPB dalam meraih prestasi olahraga di tingkat nasional," kata Yusuf. Sebagai Kampus Prima Olahraga, IPB juga diharapkan mampu mengembangkan sarana dan prasarana olahraga rekreasi berlandaskan budaya bangsa. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi dan pemasyarakatan kembali olahraga tradisional.

Berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi egrang, terompah panjang (bakiak), lari balok, tarik tambang, galasin (hadang), patok lele, dan benteng. Semua ketentuan pertandingan tersebut mengacu pada ketentuan nasional yang dikeluarkan Kemenegpora dan ketentuan dalam Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional. Olimpiade olahraga tradisional mahasiswa ini disemarakkan dengan berbagai atraksi kesenian tradisional mahasiswa, seperti tari saman yang dibawakan oleh organisasi mahasiswa daerah (OMDA) Aceh, rampak gendang dan tari jaipongan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni sunda Gentra Kaheman, dan robana hadrah oleh asrama mahasiswa Silva Lestari IPB Darmaga.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut antara lain, Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan, Kabid Olahraga Kemahasiswaan Kemenegpora, Drs. Herman Chaniago, MM., Kabid Pemberdayaan Olahraga Tradisional Kemenegpora, Drs. Suherman, Kasubdit Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemawasiswaan IPB, Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si. dan Presiden Mahasiswa Badan Ekskutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa IPB, Erick Wahyudyono. (ris)

#$#c8b4fc73f3b1d4780ce8e894146553f1###da84a4fcb474ab5341d9d30ab54100a2###ID###2007-05-25 11:10:17### 63 Dokter Hewan Baru IPB Disumpah###

Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) mewisuda 63 dokter hewan baru dalam Upacara Pengambilan Sumpah Dokter Baru tahap I tahun 2007 Kamis (24/5) di Auditorium J.H Hutasoit Fakultas Peternakan Kampus IPB Darmaga.
" Selamat bagi dokter baru dan keluarga, semoga bisa meniti karir sesuai profesinya. Masih banyak pekerjaan rumah dan tantangan yang kita hadapi di masa depan. Sebaagi informasi, di bidang veteriner IPB saat ini sedang memfokuskan diri pada penelitian tropical animal diseases," sambut Wakil Rektor I, Prof.Dr. Ir. Ahmad Chozin mewakili Rektor IPB yang sedang menjalankan tugas ke Amerika Serikat.

Dekan FKH IPB, Dr. drh. Heru Setijanto mengatakan berbagai kontribusi Kedokteran Hewan IPB di bidang kesehatan hewan. "Dalam sejarah FKH IPB telah berkontribusi diantaranya ; menemukan vaksin tetelo, Bakteri Strepto strain Suhajo, pasta gigi Imunodent, berperan aktif bersama pemerintah dalam pencegahan penyakit kuku dan mulut, penelitian protein susu sapi perah, satuan tugas klinik hewan, penggagas konsep Pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), produksi vaksin flu burung, riset berbagai penyakit hewan menular, fitofarmaka, dan sebagainya."

Lebih lanjut, Heru menjelaskan profesi kedokteran hewan sekarang ini sedang diuji dengan merebaknya kasus flu burung. "Pemerintah mulai melihat peran pentingnya dokter hewan dalam melindungi kesehatan hewan dan masyarakat," imbuhnya. Padahal menurutnya, penyakit menular (zoonist) bukan hanya flu burung saja, namun ada 156 penyakit. Penyakit-penyakit tersebut membutuhkan penanganan yang serius. Profesi dokter hewan banyak dibutuhkan masyarakat, sayangnya pemerintah belum mengakomodasi profesi ini. Di beberapa wilayah Indonesia, masih ditemukan profesi yang berkaitan kesehatan hewan (animal health dan medical) dijabat oleh lulusan yang berlatar belakang sosial bukan dokter hewan. Untuk menguasai ilmu kesehatan hewan bukanlah hal yang mudah. "Paket ilmu pengetahuan yang diajarkan di kedokteran hewan tak jauh berbeda dengan jurusan dokter manusia dan tak bisa disamakan dengan jurusan-jurusan di IPB. Ada tingkatan core knowledge-nya," ujar Heru.

IPB sendiri membagi 3 tingkat core knowledge kedokteran hewan yaitu Tingkat Persiapan Bersama (TPB), mayor kedokteran hewan (sarjana), dan profesi dokter hewan (dokter). "Keberadaan TPB bagi sarjana kedokteran hewan menambah beban mata kuliah yang kurang dibutuhkan, memadatkan aktivitas kuliah dan mengurangi jumlah mata kuliah profesi dokter hewan sebesar 10 persen," urai Heru. Ia mengusulkan dibukanya sekolah kedokteran hewan, dengan tujuan efesiensi dan menghasilkan dokter hewan berkualitas internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), drh.Wiwik Subagja menyayangkan kekurangpedulian pemerintah terhadap profesi kedokteran hewan yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini terlihat dari minimnya jumlah perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran hewan. Jumlah dokter hewan tak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. " Di Indonesia hanya ada 5 fakultas kedokteran hewan untuk menangani kesehatan hewan 200 juta jiwa. Bandingkan dengan Filipina. Jumlah penduduknya yang 80 juta saja, memiliki 21 fakultas kedokteran hewan," tandasnya. (ris)

 

#$#dee5d1e042af8c61ce798929f767fef9###cbd4da2cd4c7dbf25de50edafd770536###ID###2007-05-25 13:52:11###58 'Ketua Kampung' Malaysia Kunjungi Kebun Buah Tropika IPB###

Tidak kurang dari 58 orang "Ketua Kampung" (kepala desa) Bahagia Padang Renggas, Perak, Malaysia, Rabu (23/5), berkunjung di Kebun Percobaan Pusat Buah-buahan Tropika (PKBT) Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kebun percobaan tersebut berada di komplek Southeast Asian Minister of Education Organization, Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) di Tajur, Kota Bogor. Pada kunjungan dalam rangka belajar pertanian itu, tamu dari negeri jiran itu langsung diajak turun ke Kebun Percobaan PKBT IPB, dan diperlihatkan beberapa contoh perkebunan buah-buahan tropika, terutama hasil penemuan pakar IPB, yang menjadi buah unggulan.

Beberapa buah unggulan hasil penelitian pakar IPB itu diantaranya, Pepaya IPB 3, Pepaya IPB 2 (Prima Bogor), Nenas Mahkota Bogor, Nenas Delika Subang, Pisang Rajah Buluh, Pisang Rajah Abu, Manggis dan sebagainya.

Anggota DPR Tingkat Negeri Perak, Malaysia yang juga ketua rombongan Datuk Jamal Naser mengatakan, kunjungan itu tidak terlepas dari program Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi, dalam mempromosikan perkebunan Malaysia. "Negara Malaysia sedang gencar mempromosikan perkebunan, terutama untuk pangan. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan rakyat Malaysia," katanya.

Ia mengatakan, Malaysia sendiri mengimpor beberapa kebutuhan pangannya dari negara tetangga, seperti Thailand, Taiwan, Eropa dan juga Indonesia. "Kita mengimpor beberapa sayuran dari Indonesia seperti, kacang tanah, kelapa dan kubis. Untuk kubis sekarang sudah mulai dikurangi," katanya.

Berbicara tentang pertanian, ia mengakui bahwa Indonesia adalah salah satu yang terbaik di Asia Tenggara, dan biayanya juga masih tergolong rendah. Sementara, di Malaysia memerlukan biaya yang cukup tinggi.

"Maka dari itu kita ingin melihat dan belajar dari Indonesia. Nantinya, kita tidak ingin memiliki ketergantungan dari negara lain dalam dunia pertanian ini. Jika kita bisa melakukan pekerjaan tersebut dan menelan biaya yang murah, kenapa tidak dilakukan sendiri," katanya.

Terkait dengan kunjungan para "Ketua Kampung" ke Indonesia ini, ia mengatakan, kunjungan itu tidak harus dilakukan oleh para pejabat atau pelajar, karena para "Ketua Kampung" ini bertanggung jawab terhadap pembangunan Malaysia ke depan.

"Kami ajak mereka ke sini karena mereka bertanggung jawab terhadap pembangunan Malaysia ke depan. Selain itu juga untuk mengetahui persamaan dan perbedaan perkebunan dan pertanian di kedua negara," demikian Datuk Jamal Naser. man

#$#8f16568331329dc962f578dae0329d63###f91b7342eda4ad584f698ea1607f9a63###ID###2007-05-28 08:53:11###Dosen IPB Raih Medali Perak Dalam Pameran 18th ITEX 2007 di Malaysia###Dr. Irzaman, Dosen Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan IPA IPB berhasil memboyong penghargaan Medali Perak dalam ajang bertaraf internasional di Malaysia, yang bertajuk 18th ITEX 2007. Kegiatan 18th Malaysia International Invention, Innovation and Technology Exhibition (ITEX) tertanggal 18-20 Mei 2007 di Kuala Lumpur ini merupakan kegiatan tahunan yang memamerkan produk untuk dipasarkan ke industri.

Dari hasil laporannya, terdapat dua kegiatan utama yang diikuti sewaktu diundang oleh UniMap pada tanggal 30 April-20 Mei 2007 kemarin, yakni WorkShop Ferroelektrik dan Optoelektronik dan pameran internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Laki-laki ini didatangkan dari Indonesia untuk menjadi penceramah utama dalam workshop yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Mei 2007. Hadir sebanyak 20 orang peserta dari Universiti Malaya, Sirim dan UniMap, tampak juga Wakil Rektor UniMap Prof. Madya Dr. Zul Azhar Zahid Jamal yang membuka dan menutup acara workshop.

Kegiatan ITEX sendiri diikuti universitas dan industri terkemuka di Malaysia, Kroasia, Iran, Korea, Taiwan, Hungaria, dan Rusia pada tanggal 18-20 Mei 2007. Adapun produk yang dipamerkan dan berhasil mendapatkan penghargaan Medali Perak dalam kategori electricity/electronics untuk UniMap bekerjasama dengan IPB ini merupakan hasil karya dari Dr. Irzaman, dengan topik yang diangkat Development of Barium Strontium Titanate (BST) Based Sensors/Instrument.

"Produk ini adalah murni buatan orang Indonesia (baca: Dr. Irzaman), namun saat ini dipamerkan untuk mewakili UniMap karena pembuatannya dibiayai oleh mereka. Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan Medali Perak". Jelasnya. Ditambahkan IPB tidak perlu khawatir inovasi ini akan direbut oleh Malaysia, karena formulanya ada di IPB.

Hal ini dikarenakan, sebelum masa tugasnya sebagai invite lecture di Malaysia berakhir, beliau membuat proposal mengenai Ferroelektrik dan Optoelektronik menjadi sensor suhu dan sensor cahaya dengan bahan dari barium stronsium titanate (BST). Proposal tersebut kemudian diproses oleh Ministry of Science Technology & Innovation Malaysia disetujui untuk dibiayai.

Menurutnya, sensor yang terbuat bahan yang biasa disebut BST ini lebih murah dan apabila digunakan untuk navigasi/militer, barang-barang elektronik rumah tangga, pertanian dan bioteknologi akan sangat sensitif. "Untuk saat ini sensor tersebut lebih diarahkan untuk menjadi saklar otomatis. Apabila sensor tersebut tidak mendapatkan cahaya, lampu yang dihubungkan dengan sensor tersebut akan menyala dengan otomatis" ujarnya. Untuk sensor suhu, dalam dua tahun akan dicoba untuk dapat menimbulkan tegangan sebesar 0.3 volt. Hal ini berarti dengan tegangan sebesar itu, sensor dapat menghidupkan LED yang terbuat dari bahan Germanium.

Dikatakan juga dengan mengikuti workshop dan pameran internasional ini, dapat menambah wawasan fikir dan ide dalam mengembangkan material ferroelektrik berbasis BST yang dapat diterapkan dalam pengembangan sensor suhu, sensor gas, dan sensor cahaya. "Semoga hal ini dapat meningkatkan mutu SDM Indonesia kelak dan semoga ITEX selanjutnya Indonesia dapat ikut berperan serta."harapnya.

Sebelumnya, laki-laki yang sudah dikaruniai 3 orang putri ini sudah menjadi dosen tamu dari tahun 2005-2006 di Universitas Malaysia Perlis (UniMap) berdasarkan MoU UniMaP dan IPB yang ditandatangani di Kampus IPB Dramaga Bogor tertanggal 18 Januari 2006. Di Negeri Jiran tersebut beliau memberikan kuliah mengenai Ferroelektrik dan Optoelektronik untuk Aplikasi Mikroelektronik serta piranti elektronik.

Di IPB sendiri, Dr. Irzaman mengemban tugas mengajar mata kuliah Fisika, Elektronika Dasar dan Termodinamika. Sekarang sedang menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Biofisika IPB. Beliau sedang membimbing 6 orang mahasiswa S1 dan 8 orang mahasiswa Diploma.(zul).

#$#3820dd3580a1216378474e2680c58372###dfa08867480fd20436c5db9efd508af6###ID###2007-05-28 10:46:28###Herpetologi Belum Banyak Diminati Peneliti Indonesia###

Herpetologi adalah ilmu yang mengkaji kelompok hewan amfibi dan reptil. Di dunia
Herpetologi mendapat perhatian yang cukup besar. Di Indonesia,hanya sedikit penelitian herpetofauna. Terdapat kurang dari 10 peniliti lokal yang dikenal di dunia internasional. Padahal, Indonesia memiliki sekitar 16 persen (sekitar 1100 jenis).
Masyarakat lebih menaruh perhatian herpetologi di sektor ekonomi yaitu perdagangan satwa amfibi dan reptil dibanding penelitian.

Sebagai salah satu langkah nyata konservasi herpetofauna di Indonesia, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) beserta Kelompok Pemerhati Herpetofauna - Himpunan Mahasiswa Departemen Konservasi Sumebrdaya Hutan dan Ekowisata menyelenggarakan Seminar Herpetologi Indonesia 2007 tanggal 26 - 27 Mei 2007 di Pusat Informasi Lingkungan Hidup Bogor. Seminar ini berfungsi sebagai temapt ajang berinteraksi dan bertukar pemikiran para akademisi, lembaga penelitian, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pejabat pemerintahan, serta masyarakat pecinta herpetofauna.

Seminar ini mendapat dukungan dari Indonesian Reptile and Amphibian Trader Association (IRATA), Conservation International (CI), Amphibian Specialist Group (ASG-IUCN), BP Conservation Programme (BPCP) dan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI). Sebanyak 30 makalah disajikan dalam seminar ini yang meliputi berbagai penelitian di bidang amfibi dan reptil di Indonesia. Pembicara utama pada seminar ini antara lain Prof. Djoko T. Iskandar (ahli amfibi dan reptil dari ITB), Dr. Caludio Ciofi (ahli komodo dari Italia), Ibu Mumpuni (Kurator herpetofauna dari Museum Zoologi Bogor) dan drh. Pendi Pasaribu (wakil dari IRATA). (ris)

 

#$#273ecbfe717c6257396124f39247320e###100c680ae340a79efdc0883c5e88867f###ID###2007-05-28 15:13:35###Minim, Alokasi APBN untuk Dunia Pendidikan###

Bukan suatu kemustahilan Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional. Demikian optimisme empat pembicara dalam acara Dialog Nasional Peduli Pendidikan bertema "Maju Kampusku, Maju Negeriku: Towards World Class University" yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (UKM BKIM) IPB Minggu (27/5) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

"Dengan berbagai potensi dan keunggulan yang ada, saat ini, IPB mempersiapkan diri untuk mendapat pengakuan dunia sebagai perguruan tinggi World Class University (WCU) sesuai visi dan misinya," papar Wakil Rektor I IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Chozin mewakili Rektor IPB yang sedang bertugas ke luar negeri

Praktisi Pendidikan dan dosen Universitas Gajah Mada, Dwi Condro Triono, M.S menambahkan tidak hanya hanya IPB, bahkan banyak perguruan tinggi di Indonesia mampu bertaraf internasional apabila ada political will dari pemerintah mengenai dana pendidikan.

Dwi Condro menggambarkan Malaysia mengalokasikan anggaran dana pendidikan sebanyak 25 % dari total Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Jumlah ini tidak berubah dari tahun ke tahun. Walhasil, kualitas pendidikan di sana meningkat pesat jauh di atas Indonesia. Bahkan yang dulunya mereka belajar ke Indonesia, kini banyak orang Indonesia belajar ke sana," ujar Condro. Kesejahteraan doktor dan profesor di Malaysia mendapat perhatian lebih dari pemerintah, sehingga doktor dan profesor selalu stand by dan fokus dalam membimbing mahasiswa. Gaji doktor Malaysia sekitar Rp 25 juta per bulan dan Professor berkisar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Wajar pula bila dana penelitian di Malaysia sangat melimpah.

Di Malaysia, kedokteran dan pertanian merupakan bidang favorit yang diminati mahasiswa, berkebalikan dengan di Indonesia yang hanya melihat pertanian dengan sebelah mata. Dwi Condro menyatakan, masalah utama pendidikan tinggi di Indonesia adalah ketidakmampuan anggaran negara. Negara mengalokasikan dana pendidikan 11.8 persen dari total Rp 647,4 trilyun APBN. Jumlah tersebut masih dibagi-bagi lagi untuk pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Jumlah total APBN Indonesia masih di bawah pendapatan per tahun perusahan swasta, PT Free Port yakni lebih Rp 700 trilyun. "Indonesia sebenarnya sangat kaya sumberdaya alam, namun kenapa APBN lebih kecil dari pendapatan swasta. Ada yang salah dalam pengelolaan sumberdaya alam negeri ini, " tandas Dwi Condro.

Menurut kandidat Doktor salah satu universitas di Malaysia ini, minimnya alokasi dana pendidikan tinggi dari pemerintah, menuntut perguruan tinggi untuk giat mencari tambahan pemasukan dengan berbagai kegiatan corporate generating income. Akibatnya, iklim dunia pendidikan Indonesia makin kurang kondusif. "Penelitian mahasiswa terfokus untuk mengejar target cepat lulus agar dapat langsung kerja. Aktivitas dosen pun kurang fokus terhadap pengajaran, perkuliahan dan membimbing mahasiswanya. Dosen kadang juga terjebak untuk mengejar target gelar doktor dan profesor demi kenaikan pangkat," urainya lugas. Selain faktor utama dana, kualitas pendidikan juga ditentukan oleh faktor sistem kurikulum pendidikan nasional. Menyinggung status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), Dwi Condro menilainya sebagai bentuk lepas tangan negara terhadap tanggung terhadap pendidikan tinggi.

Terkait political will pemerintah di dunia pendidikan, Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional, Ir.Teguh Juwarno, MSi menanggapi bahwa anggaran dana 11.8 persen tersebut murni untuk pendidikan dan diluar anggaran kedinasan menteri pendidikan. Keputusan alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 11.8 persen itu, menurutnya juga atas persetujuan rakyat yang diwakili Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat mengesahkan APBN. "Jumlah ini memang masih belum memenuhi amanat UUD 45 Pasal 31 tentang anggaran pendidikan 20 persen," imbuh Alumni Departemen Agribisnis IPB ini.

Mantan Public Relation sebuah televisi swasta ini menjelaskan pemerintah sekarang ini sedang memusatkan diri pada tiga pilar pembangunan pendidikan yakni penataan aset dan perluasan akses baik pendidikan formal dan informal, pendidikan wajib belajar 9 tahun, dan peningkatan mutu. Pencapaian Toward World Class University, juga bagian dari target pemerintah terkait peningkatan mutu. Hadir pembicara keempat ialah pakar pendidikan dunia Islam Hizbut Tahrir Indonesia, Drs. H. Fahmi Lukman, M.Hum yang menguraikan majunya peradaban dan pendidikan tinggi Islam masa lalu. Sementara Prof.Dr.Ir.Amien Rais yang telah dijadwalkan, berhalangan hadir. Moderator dalam acara dialog ini Luthfi Hakiem, S.H.

Acara yang dihadiri lebih dari 2000 peserta ini didahului penghantar berupa narasi dan drama yang menggambarkan kondisi politik dan kebijakan negara terhadap pendidikan tinggi. Dilanjutkan sambutan dari pihak rektorat IPB yang diwakili Kepala Program Internasional IPB, Dr.Ir. Ma'mun Sarma, MSc dan teleconference Penasehat BKIM IPB, Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, M.Sc.

Disela-sela acara, juga dipersembahkan sajian lagu dan musik dari penyanyi solo dari Departemen Agribisnis angkatan 42, Ferry Herdiman, pemain biola dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan angkatan 41, Edo Jendera Esa Rozi dan pemain keyboard, Husein Assadi. (ris)

 

#$#469aac6eb199ea59c8eb0ce12ef9ba72###20e7733dc4477e403b70e253e3ec7d2e###ID###2007-05-28 16:27:13###SMUN 1 Depok Kembali Juarai Economic Contes di IPB###SMUN 1 Depok kembali menjuarai kegiatan "Kompetisi Ekonomi SMA Se Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan yang di gelar oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM IPB), 25-28/5 di Kampus IPB Darmaga Bogor.

SMUN 1 Depok yang diwakili oleh Anisa Meutiya dan Agustina yang masih duduk di kelas 2 ini berhak masuk IPB tanpa tes dan memboyong Piala Bergilir Bung Hatta serta hadiah sebesar 2 juta rupiah.

Sementara juara ke 2 dimenangkan oleh SMUN 8 Pekanbaru, Riau, diwakili T. Arif Pahlesi dan Sanidia Angela, memboyong uang sebesar 1.5 juta rupiah. Sedangkan juara ke 3 dimenangkan oleh SMUN 3 Denpasar, Bali, diwakili oleh, Ade Santoso dan Ni Luh Putu Arya dengan memboyong uang sebesar 1 juta rupiah.

Dalam wawancara, Senin (28/5), Ketua BEM FEM IPB, Feri Setiawan mengatakan, kontes ini merupakan yang kelima kalinya sejak pendirian FEM 6 tahun silam.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis FEM yang ke enam, yang akan berakhir pada 3 Juni mendatang. Ekonomi kontes ini diikuti sekitar 32 tim dari 11 Sekolah yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan" ujarnya.

Beliau berharap dengan adannya kegiatan ini, FEM yang genap berusia 6 tahun ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Kita berharap kegiatan ini sebagai salah satu ajang promosi dan sosialisasi FEM," ujarnya. (zul/man)

#$#a41a006c18a6f77f4df615d64b2d7cbf###1c908b41a789120659ce3010304df95a###ID###2007-05-31 15:33:06###Daftarkan Diri Anda Segera: IPB Fun Bike 2007###dsc_0878_400IPB Fun Bike 2007

Daftarkan Diri Anda segera!

Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menyelenggarakan Fun Bike 2007 "Bike To Work: Save Fuel, No Pollution" untuk mempopulerkan bersepeda untuk bekerja hemat energi, bebas polusi Minggu (3/6). Rute IPB Fun Bike 2007 yakni Botani Square - Jl.Pajajaran - Warung Jambu - Jl.Sudirman - Jl. Juanda - Jl. Surya Kencana - Jl. Siliwangi - Ekalokasari - Jl. Pajajran - Depan Tugu Kujang - Kampus IPB Baranangsiang.

Biaya pendaftaran hanya Rp 25.000,-. Bagi pendaftaran per groups lebih dari 20 orang discount 10 persen. Berhadiah sepeda motor, sepeda, televisi flat, kulkas, kompos gas, uang tunai dll. Dapatkan merchandise, kaos, snack dan minuman di pos istirahat.

Pusat Informasi PT. Tunggal Ika Makarya; telp. 0251 7191202, Farida Hp 0813 14903 759, Ani Hp. 0812 807 1412. Prohumasi IPB, Darmaga; telp. 0251- 420635 Bapak Muhidin Hp.0813 1005 8326.

 

#$#5afff3af29920963b22ffc1629f2bce8###7c228fc66551896d75d2817bc331a20b###ID###2007-05-31 16:33:06###Pojok BNI IPB Diresmikan, 3 Mahasiswa IPB Terima Hadiah###dscn9757_400
Kamis (31/5), Wakil Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo meresmikan Pojok BNI IPB di Auditorium Fakultas Perikanan Kampus IPB Darmaga, Bogor. Didampingi Wakil Rekor III IPB, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, Gatot memotong tumpeng dan pita sebagai simbol peresmian. Pojok BNI yang memang benar-benar berada di pojok Gedung Amarilis IPB ini, dimaksudkan sebagai ajang latihan bagi para mahasiswa di bidang bisnis dan kewirausahaan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

"Siapa tahu dengan adanya fasilitas ini, akan tumbuh keinginan berwirausaha bagi mahasiswa IPB, karena semuanya berupa informasi tentang kewirausahaan. Buku-buku yang kami sediakan lebih ke arah praktikal dalam dunia usaha" Ujar Gatot saat meresmikan Pojok BNI IPB hari ini.

Pojok BNI sendiri mempunyai pengertian suatu kegiatan bina lingkungan dari Bank BNI yang merupakan suatu bentuk kepedulian sosial di bidang pendidikan terutama tingkat perguruan tinggi. Terdapat 3 fasilitas yang tersedia disini, yaitu 4 unit internet, perpustakan mini dengan 8 unit baca yang berisi tentang buku-buku bisnis dan kewirausahaan dan info bisnis dan kegiatan mahasiswa. Disamping itu, Pojok BNI akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan seperti seminar dan diskusi berkala.

Semua berawal dari program Corporate Social Responsi (CSR) Bank BNI. Dananya diambil dari keuntungan Bank tersebut. "Dana untuk kegiatan seperti ini kami ambil dari 1,5% keuntungan perusahaan, untuk tahun 2006 rencananya akan ditambah menjadi 2% dari keuntungan yang saat ini sebesar 1,9 trilyun rupiah. Untuk 1-3 tahun ke depan kami akan fokuskan ke masalah pendidikan dan kesehatan" Jelasnya lebih lanjut.

Dari pihak IPB sendiri, yang dalam hal ini diwakili oleh Prof. Yusuf, menyatakan bahwa kerjasama yang terjalin antara IPB dan Bank BNI ini sudah dirintis beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, hal ini dapat memberikan servis dan wacana bagi kita semua.

Semua ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa IPB secara cuma-cuma dan untuk sistem pengelolaannya, pada saat ini sampai 6 bulan ke depan, Pojok BNI akan ditangani oleh pihak BNI dengan melibatkan mahasiswa IPB (disebut sebagai Duta BNI). Hal ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan sebagai ajang aktualisasi diri dalam bidang kewirausahaan.

"Namun pada akhirnya, Pojok BNI ini diharapkan dapat dikelola langsung oleh para mahasiswa IPB sebagai ajang berlatih berwirausaha, dengan tetap di bawah bimbingan BNI tentunya." tambah Prof. Yusuf.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan juga 3 pemenang sayembara membuat proposal bertajuk "10 Juta Yang Mengubah Hidupku". Juara pertama berhasil diraih oleh Edi (mahasiswa angkatan 41, Teknologi Industri Pertanian, FATETA IPB) dengan judul proposal, Skin Revolution Laptop and PC dan memboyong hadiah senilai 4 juta rupiah. Juara kedua diraih oleh Hendro Wahyu (mahasiswa angkatan 42, Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan IPB) dengan judul proposal, Keripik Usus Ayam Kampus dan memboyong hadiah senilai 3 juta rupiah. Dan juara terakhir diraih oleh Usman (mahasiswa angkatan 40, Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA IPB) dengan judul proposal, Bakso Rumput Laut dan berhasil memboyong hadiah senilai 2 juta rupiah.

Binar kebahagiaan yang terpancar dari ketiga mahasiswa tersebut bertambah dengan dukungan dari Wakil Direktur BNI yang dengan jelas dan langsung menyatakan bahwa mereka bertiga akan diberikan modal tambahan apabila mau mengimplementasikan atau merealisasikan proposalnya.

"Apabila anda mengimplementasikan, kami akan berikan sistem kemitraan. Hitung costnya dan kami akan berikan modalnya." tandas Gatot. (ZUL)

#$#b09d29f7ff3666594e2adc288abf6996###cd59c09c193d8c137387246ffd73a869###ID###2007-06-04 10:46:13###Departemen Agronomi dan Hortikultura bekerjasama dengan SANREM mengadakan pelatihan irigasi tetes###

sanrem_400

Departemen Agronomi dan Hortikultura bekerja sama dengan Agroforestry and Sustainable Vegetable Production in Southeast Asian Watershed Project (SANREM CRSP – USAID) mengadakan pelatihan ‘No-Tillage vegetable and drip irrigation’ selama 4 hari, tanggal 28 – 32 Mei 2007.

Pelatihan yang dikoordinatori oleh Dr. Anas D. Susila ini dibuka oleh Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Prof Bambang S. Purwoko, menghadirkan instruktur Dr. Ron Morse (Virginia Tech, USA) dan Dr. David Midmore (Central Queensland University, Australia) dengan ilmuan tamu: Dr. Manuel Reyes (NCAT, USA), Dr. Le van Du (Nong Lam University, Vietnam), Dr. Paul Catalan (DBTC, Phillipines), Dr. Greg Luther (AVRDC, World Vegetable Center).

Peserta pelatihan ini adalah Dosen IPB, Mahasiswa S3, S2, dan S1 IPB, Petani dan LSM berjumlah 45 orang. Pelatihan ini dilaksanakan mulai hari Senin dan Selasa pukul 09.00 sampai pukul 15.00 kemudian hari Rabu kunjungan ke lapang.

Mr. Reyes (Lead principal investigator SANREM CRSP Project), dengan semangat yang menggebu-gebu, pada sambutannya menyampaikan pesan kepada seluruh Dunia termasuk Indonesia tentang soil cover dan no-tillage. Pesan yang dimaksud adalah untuk menutup lahan-lahan pertanian dengan tanaman penutup tanah (cover crop) atau bekas tanaman yang tidak produktif dari pada dibuang atau dibakar lebih baik dipotong-potong untuk menutup tanah. Pesan kedua adalah lahan tidak perlu diolah karena lahan yang tidak diolah dapat mengurangi biaya produksi, mengurangi erosi dan penghambatan perkembangan akar. Akan tetapi  cover crop dan drip irigation akan sulit diterapkan oleh petani karena budaya “cangkul” orang Indonesia diartikan sebagai pengolahan lahan, padahal tanpa pengolahan lahan dan dengan irigasi tetes (drip irrigation) tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Materi penting lainnya yang disampaikan oleh para instruktur adalah penggunaan irigasi mikro. Irigasi mikro adalah irigasi pada sebagian kecil pertikel tanah. Keuntungan irigasi mikro adalah tidak banyak kehilangan air karena air langsung diterima tanaman, kualitas hasil tinggi karena irrigasinya terkontrol, mengurangi “salinity hazart”.

Pada acara jamuan makan malam WRI IPB beserta instruktur dan ilmuan tamu, Wakil Rektor I IPB, Prof M.A. Chozin mengatakan bahwa acara semacam ini sangat penting dalam rangka IPB menuju word class university (WCU) dan research based university (RBU). Beliau menambahkan bahwa ke depan kerjasama internasional semacam ini perlu selalu diadakan dan ditingkat. Acara pelatihan ditutup oleh Ketua Deprtemen Agronomi dan Hortikultura pada hari Kamis (30 Mei 2007).

#$#b399fe9738f3438f1b0fb01d58dee031###6d9730a955bc3e644dcd809cd5cb7b59###ID###2007-06-05 13:38:52###Populasi Kalawet Diketahui dari Suaranya###

Populasi Hylobates, khususnya Hylobates agilis albibarbis (Kalawet) dan Hylobates muelleri yang ada di Kalimantan menurun dari tahun ke tahun. Penurunan ini disebabkan kerusakan habitatnya dihutan, perburuan dan perdagangan ilegal. Kalawet tergolong spesies yang dilindungi dan terdaftar dalam Appendix I sebagai satwa yang tidak boleh diperdagangkan. Selain kalawet dan Hylobates muelleri, ada juga hibrida antara kedua spesies tadi. Fenotipe ketiga jenis ini hampir sama, sehingga sulit mengidentifikasi serta memisahkannya dalam program rehabilitasi dan reintroduksi.


Salah satu cara terbaik adalah dengan mengidentifikasi melalui vokalisasi kalawet. Penelitian ini telah dilakukan Mahasiswa S3 Program Studi Primatologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Yulius Duma. Dengan berbekal rekorder Aiwa dan digital Panasonic, Yulius merekam suara mereka di lapang. Selanjutnya, vokalisasi direkam ke komputer menggunakan Jet Audio dalam format wave, kemudian dianalisis dalam bentuk sonagram.

Hylobatidae betina mempunyai vokalisasi yang sangat menonjol, nyaring melengking, disebut great call (GC), terdiri atas tiga fase, yaitu fase pre-trill, trill dan post-trill, serta jumlah not 6-100, tergantung spesies. Sedangkan, suara pejantannya berupa solo. Solo jantan merupakan serangkaian vokalisasi jantan yang berurutan tanpa diantarai frase atau not vokalisasi betina. Jantan dan betina, keduanya kerap berkolaborasi dalam rangkaian nyanyian pagi.

Setiap spesies mempunyai karakteristik GC tersendiri sehingga dapat dibedakan antara satu sama lainnya. Vokalisasi GC dapat digunakan sebagai acuan dalam mengidentifikasi spesies Hylobates Kalimantan, khususnya hibrida. Tingkah laku vokalisasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai indikator kepadatan populasi.

Dari analisasi vokalisasi tersebut, jumlah kalawet di Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) di Kalimantan Tengah diperkirakan 2.404 ekor (700 kelompok) dan Taman Nasional Sebangau sebanyak 27.442 (7.988 kelompok). "Tipe hutan tegakan tinggi dan hutan gambut campuran di kawasan Taman Nasional Sebangau, merupakan habitat yag baik bagi kalawet. Untuk itu, pelestarian kawasan ini tanpa degradasi habitat, akan berdampak positif pada pelestarian populasi kalawet," ujar Yulius di tengah sidang terbuka bertajuk ' Kajian Habitat, Tingkah Laku, dan Populasi Kalawet di Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah' beberapa waktu lalu di Kampus IPB Darmaga. Hadir komisi pembimbing yang terdiri dari Dr.Ir.Sri Supraptini Mansjoer, Dr.Ir.R.R. Dyah Perwitasari, M.Sc, dan Prof.drh.Dondin Sajuthi, MST, Ph.D. (ris)

 

#$#1d98714b07132a44150bedd38d8ee75c###cb95dbfd5ac1578787622d11a622a4dd###ID###2007-06-05 14:32:32###Ekspose Produk dan Temu Bisnis serta Pameran Alat dan Mesin Pertanian###Hadirilah, Ekspose Produk dan Temu Bisnis yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2007 bertempat di Gedung Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), Kampus IPB Darmaga Bogor. Dan untuk kegiatan Pameran Alat dan Mesin Pertaniannya dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 12-13 Juni 2007.

Kegiatan yang bertemakan "Membangun kerjasama antara Perguruan Tinggi, Industri dan Pemerintah dalam Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian" ini dilaksanakan dengan format acara berupa ekspose produk dan hasil-hasil-hasil penelitian, Talk show/diskusi panel, Pameran alat dan mesin pertanian.

Selain itu ada juga acara pendukung seperti booth attraction, lomba mewarnai gambar, lomba menggambar dan lomba membuat animasi komputer.

Untuk informasi lebih lanjut dapat diperoleh pada :
AMIn Unit-Departemen Teknik Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian-IPB
PO Box 220, Bogor 16002
Tel. 0251-623026
Fax. 0251-623026
e-mail : amin_fateta@ipb.ac.id
http://amin.fateta.ipb.ac.id

 

#$#4f02d3999ccca1af1141f628bff988d9###72b23c43d25368db814c251faf6585f3###ID###2007-06-06 12:48:38###IPB Jalin kerjasama dengan Republik Demokrasi Timor Leste###Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerjasama dengan Departemen Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (DPKP) Republik Demokrasi Timor Leste, Senin (4/6) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kerjasama ditujukan untuk pengembangan pendidikan, penelitian, pengembangan informasi dan kegiatan lain untuk memajukan bidang pertanian, kehutanan serta perikanan di sana.

Rombongan yang dipimpin Sekretaris Permanent DPKP, Ms. Maria Odete do Ceu Guterres, diterima oleh Kepala Kantor Program Internasional, IPB. Dr. Mamun Sarma, M.Ec., dan Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Ronny R Noor, M.Rur. Sc.

Naskah kesepahaman ditandantangani oleh Wakil Rektor I IPB, Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr., dan wakil dari DPKP Timor Leste. Rombongan juga berkesampatan berdialog dengan Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc serta mengunjungi Fakultas Peternakan, dan University Farm. (man*)

#$#225c4acadd7500583662e28fafab0ce4###0c55d702afb21a7c0162ac1ff7736dba###ID###2007-06-06 13:19:34###Lawalata IPB Bersihkan Danau Kampus###dscn9962_400Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata-IPB) kembali melakukan aksi bersih-bersih di Danau Situ Leutik (Danau LSI) Kampus IPB Darmaga, Selasa (5/6). Aksi yang mengusung tema "Save Our Situ (SOS) II" ini adalah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Koordinator aksi, Gilang Embang Putra Pratama, kepada Pariwara mengatakan, kegiatan yang melibatkan semua anggota Lawalata ini merupakan kelanjutan dari Save Our Situ I beberapa tahun lalu. Dikatakan, pada SOS I, sampah yang berhasil dibersihkan dari Situ mencapai 20 trash bag (kantong sampah) berukuran besar.

Sementara, saat Pariwara menemuinya pada Selasa (5/6) pagi, atau beberapa jam setelah aksi dimulai, sampah yang terkumpul sudah mencapai enam trash bag. Jenis sampah terbanyak, seperti dikatakan Embang, berupa sampah plastik yang membutuhkan waktu sekitar 100 tahun untuk dapat terurai.

Selain itu, didapati pula sampah styrofoam yang proses penguraiannya lebih lama, yakni sekitar satu miliar tahun. Tidak hanya itu, Embang juga menuturkan, air danau juga sudah tercemar polusi berupa minyak goreng.

Banyaknya polusi pada danau yang ada di tengah-tengah kampus ini, dikhawatirkan akan mengganggu habitat burung Koak yang berjumlah 652 ekor, dan selama ini banyak ditemui di sekitar danau. Padahal menurut Embang, IPB merupakan satu-satunya kampus yang memiliki habitat burung Koak.

Karenanya, Embang mengharapkan, aksi Lawalata yang bermodalkan dua perahu pinjaman dari Global Rescue dan PPLH ini, dapat mengetuk hati semua warga kampus untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. (nm)

#$#1e27066b1089aefc51eb2bf8675c29a6###640c22490ababd1021587db353242243###ID###2007-06-07 15:18:12###Kuliah Umum Menteri Negara Koperasi dan UKM di IPB###

Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Suryadharma Ali, memberikan kabar gembira bagi sarjana-sarjana IPB yang hingga tiga tahun setelah kelulusannya belum juga memperoleh pekerjaan. Kabar tersebut adalah Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri atau Prospek Mandiri yang telah dicanangkan beberapa tahun lalu oleh kementerian yang dipimpinnya.

Prospek Mandiri ini dikemukakan oleh Menteri saat menjadi pembicara pada studium general "Peran Koperasi dan UKM dalam Menunjang Pengembangan Sektor Peternakan" yang diadakan Fakultas Peternakan di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Kampus IPB Darmaga, Kamis (7/6).

"Program ini ditujukan bagi sarjana-sarjana yang tiga tahun belum dapat pekerjaan. Karena kalau yang baru satu atau dua tahun lulus, biasanya masih idealis. Mereka berharap dengan gelar sarjana dapat pekerjaan yang enak dengan gaji yang bagus. Namun, setelah merasakan sulitnya mencari pekerjaan, barulah mereka berpikir realistis," papar Menteri di hadapan ratusan mahasiswa dan staf pengajar Fakultas Peternakan.

Acara yang dimoderatori oleh Dekan Fakultas Peternakan, Dr.Ir. Ronny R Noor, M.Rur., ini dihadiri oleh Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., Wakil Rektor I Prof.DR.Ir. M.Ahmad Chozin, M.Agr, Wakil Rektor IV DR. Asep Saefuddin, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, SpMP.,M.Si., Dinas Peternakan Kab. Bogor, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat dan Kab. Bogor, serta sejumlah pimpinan IPB lainnya.

Dalam materi kuliahnya, lebih lanjut Menteri menjelaskan tentang apa dan bagaimana Prospek Mandiri. Dikatakan, Prospek Mandiri adalah terkumpulnya sarjana-sarjana dari satu atau beragam disiplin ilmu minimal 25 orang (syarat pembentukan koperasi adalah 20 orang), yang memiliki minat yang sama.

Minat harus realistis dan teruji, bukan sekadar daftar keinginan. Usahanya apa, dan kemungkinan berkembang seperti apa. Kemudian mereka ada keinginan untuk mengelolanya dalam badan hukum koperasi. Yang terpenting lagi adalah minat tersebut punya dampak ekonomi, bagi penyelenggara maupun masyarakat luas.

"Kalau syarat itu bisa dipenuhi, Kementerian akan memberikan bantuan penguatan modal minimal Rp 200 juta," imbuhnya seraya mengatakan, Prospek Mandiri ini sudah dilaksanakan di Universitas Hasanudin (Unhas) Sulawesi Selatan.

Pembicara lainnya, Ketua Komisi VI DPR RI yang juga anggota Majelis Wali Amanat (MWA) IPB, Prof.Dr. Didik J. Rachbini menegaskan, hendaknya IPB dapat menangkap peluang kerjasama yang ditawarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM tersebut. Sebab menurutnya, Prospek Mandiri ini sudah mendapat persetujuan dari Komisi VI DPR RI. Selain itu, lanjutnya, sebagai anggota MWA IPB, ia bertugas untuk dapat mendekatkan kampus rakyat dengan ekonomi rakyat, dalam hal ini Menteri Negara Koperasi dan UKM.

Usai memberikan kuliah umum, Menteri bersama Ketua Komisi VI DPR RI meninjau stand yang menyediakan beragam produk Fakultas Peternakan IPB, mulai dari pemanfaatan biogas, hingga susu dan yoghurt.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kawasan Pengembangan Peternakan Sapi Perah yang berada tidak jauh dari gedung Fakultas Peternakan IPB. Kawasan Pengembangan Peternakan Sapi Perah ini merupakan kerjasama Fakultas Peternakan IPB dengan Koperasi Wirausaha Indonesia dan Menteri Negara Koperasi dan UKM. (nm)

#$#6343d575972c0644fcfc35a13c52f37a###e694949a70155cc43308dd0639340ceb###ID###2007-06-11 11:51:48###IPB Peroleh Penghargaan Pada Hari Lingkungan Hidup###Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kota Bogor yang digelar Senin (11/6) menganugerahkan tiga penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Bogor. Dua diantaranya diterima oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, MSc (Rektor IPB) dan Ir. Kamir R Brata, MS (Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB). Masing-masing sebagai Perguruan Tinggi dan inovator yang dinilai peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Bogor.

Penganugerahan dilakukan pada Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup di halaman Balaikota Bogor Jln. Ir.H.Juanda, Senin (11/6). Walikota Bogor, H. Diani Budiarto menyerahkan langsung penghargaan tersebut.

Bersama IPB, Bank Ekspor Indonesia turut pula memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor sebagai lembaga perbankan yang peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Bogor.

Walikota Bogor dalam sambutannya secara khusus menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada IPB sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Bogor.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kota Bogor H. Dodi Rosadi, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, SpMP.,M.Si., dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. (nm)

#$#0cf2b0ed9115719456131440fd494949###3c4b8258e66c05226a4b3a1d5f5024ff###ID###2007-06-11 12:08:55###MTQ Mahasiswa IPB diikuti 75 Peserta###Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (MTQ-IPB) diikuti oleh 75 peserta dari semua fakultas yang ada di IPB Minggu (11/6) bertempat di Aula Al Hurriyah Kampus IPB Darmaga. Tujuh cabang musabaqah yang diperlombakan yaitu kaligrafi, Lomba Karya Tulis Ilmiyah(LKTI) , tilawah, fahmul (memahami al Quran), syarh (menjelaskan Alquran), tartil, hifdzil (hapalan al Quran). " Kegiatan MTQ tingkat IPB ini pertama kali diselenggarakan atas inisiatif pihak rektorat sebagai wadah penyaluran minat mahasiswa dibidang Al quran," ujar Wakil Rektor III IPB, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudohadi, MSc. Panitia pelaksana kegiatan ini adala Diretoktorat Kemahasiswaan dan Masjid Al Hurriyah IPB.

Dari 75 peserta ini akan diseleksi 15 pemenang mewakili IPB di MTQ Mahasiswa tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Sriwijaya. Ditanya mengenai target MTQ tingkat nasional, Yusuf mengatakan tidak mentargetkan yang muluk-muluk. "IPB masuk delapan besar final kemarin saja kami sudah beryukur. Kami menyadari IPB tidak memiliki jurusan sastra bahasa arab, sehingga kami belum bisa menjadi pemenang." Menurutnya, IPB selama ini selalu berusaha memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengekspresikan minat dan bakatnya termasuk dalam musabaqah Quran. (ris)

#$#d1a1f219b11fca215746fd46e21030db###5fa33891e2631ef08f2b2c2d619d2108###ID###2007-06-11 17:16:56###Didik J. Rachbini Ketua MWA IPB 2007-2012###
didik

PIMPINAN BARU MAJELIS WALI AMANAT (MWA) IPB 2007-2012 TERBENTUK.

Rapat Paripurna MWA-IPB 2007-2012 pada tanggal 7 Juni 2007 di Kampus Baranangsiang, Bogor yang dihadiri seluruh anggota MWA-IPB yang diantaranya adalah Prof. Dr. Bambang Sudibyo (Mendiknas), Dr. (Hc) Ir. Burhanuddin Abdullah, MA (Gubernur Bank Indonesia), Drs. Danny Setiawan (Gubernur Jawa Barat), Dr.Ir.M. Said Didu (SesMeneg BUMN), Dr. Ir. B.S. Kusmuljono (Komisaris Utama Syarikat Takaful Indonesia). Rapat yang dipimpin oleh Pimpinan Sementara MWA yakni Prof. Dr. Abdul Azis Darwis (Anggota MWA dari mewakili Senat Akademik - Tertua) sebagai Ketua dan Erick Wahyudyono (Anggota MWA dari mewakili Mahasiswa-Presiden BEM IPB - Termuda) sebagai Sekretaris melalui musyawarah mufakat dalam hikmat kebijaksanaan telah terpilih Pimpinan MWA IPB 2007-2012 sebagai berikut :

Ketua : Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Mewakili Masyarakat)
Wkl Ketua : Dr. Ishartanto, SE, MM (Mewakili Masyarakat)
Sekretaris : Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Mewakili Senat Akademik)

Majelis Wali Amanat merupakan organ tertinggi Institut yang berfungsi merepresentasikan kepentingan institut, kepentingan pemerintah dan kepentingan masyarakat, diantaranya memiliki tugas: mengesahkan Rencana Strategis dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Institut,
memelihara kondisi keuangan institut, menetapkan kebijakan umum institut dalam bidang non akademik, mengangkat dan memberhentikan Pipinan Institut (Rektor dan Para Wakil), memberikan masukan dan pendapat kepada Menteri mengenai pengelolaan Institut,membina hubungan baik dengan masyarakat dilingkungan Institut, melaksanakan pengawasan dan pengendalian umum atas
pengelolaan Institut yang dilaksanakan melalui Dewan Audit, melakukan penilaian atas kinerja Pimpinan Institut, bersama pimpinan Institut menyusun dan menyampaikan laporan tahunan Institut dan menangani penyelesaian tertinggi atas masalah-masalah yang ada dalam Institut (PP 154 Th 2000).

MWA akan segera menyusun program kerja 2007-2012 dan dengan semangat kebersamaan, pembaharuan, transparansi, akuntabilitas maka MWA IPB yang baru membuka seluas-luasnya masukan dari seluruh Alumni dan berbagai pihak lainnya untuk menyusun program secara partisipatif. Dalam kesempatan di hari pertama Pimpinan MWA yang baru telah mengunjungi dan berdiskusi dengan Dekan dan Pimpinan serta Dosen Fateta dan Fapet serta mengunjungi beberapa fasilitas di kedua Fakultas tsb (Jum'at 8 Juni 2007) dan pada hari ini (Sabtu 9 Juni 2007) telah dilakukan Rapat Pimpinan MWA serta berdiskusi dengan Dekan Sekolah Pasca Sarjana. Selanjutnya Pimpinan MWA akan
bersilaturahmi dengan Fakultas-fakultas lainnya di lingkungan IPB dalam rangka mengembangkan program yang berbasis akar rumput yang kemudian akan disinergikan dengan program nasional dan internasional demi kemajuan IPB serta meningkatkan peran IPB dalam pembangunan bangsa khususnya dalam mensejahterakan petani, nelayan, peternak. Program-program tersebut akan terbagi menjadi tiga komisi yakni Komisi Pengembangan Internal, Komisi Bisnis dan Keuangan dan Komisi Network dan Kelembagaan. MWA IPB mengundang para Alumni, Dosen, Pegawai, Mahasiswa serta masyarakat untuk menyampaikan gagasan cemerlang guna memajukan pengembangan IPB khususnya dan pembangunan nasional secara keseluruhan. Direncanakan MWA IPB segera menyampaikan informasi melalui website MWA IPB sehingga dapat terjalin komunikasi yang erat dan bermanfaat bagi IPB serta seluruh stakeholders IPB.(*man)

#$#f58b0ccd62cdbae9ad02b1f5a7269fa8###a67956429c7306bf6c5eb6b4e7cb2886###ID###2007-06-12 15:22:00###Seminar Leadership Rhenald Kasali Di IPB###

dscn0184_400

Direktorat Kemahasiswaan bekerjasama dengan Yayasan Tanoto menggelar Seminar Leadership Rhenald Kasali bertajuk ‘ Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk Meraih Kebenaran dan Kebaranian dalam Pembaruan' Senin (11/6) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga." Saya sangat senang bisa berjumpa lagi dengan Pak Rhenald Kasali. Ini yang ketiga kalinya, Beliau diundang untuk mengisi training di IPB," kata Wakil Rektor IV, Dr.Asep Saefudin, MS dalam sambutannya.

Training pertama diselenggarakan bulan Desember 2006 untuk para staf IPB. Training kedua bulan Februari untuk mahasiswa. "Saya berharap training-training ini menjadi bekal staf dan mahasiswa dalam melakukan perubahan," ujar Asep.

Sambutan juga disampaikan Direktur Ekskutif Yayasan Tanoto, Ratih S.A Loekito. "Awalnya seminar leadership ini hanya kami peruntukkan bagi mahasiswa penerima beasiswa Tanoto. Namun sebagai pembekalan softskill. Kami kira mahasiswa IPB lainnya juga perlu mendapatkan sehingga acara ini terbuka untuk umum," kata Ratih.

Untuk menumbuhkan keberanaian dalam melakukan perubahan, yang harus dilakukan pertama kali adalah re-code DNA pikiran kita. Definisi DNA menurut Rhenald adalah smeua peti harta karun yang berisi informasi rahasia dalam wujud ribuan gen dan jutaan untaian lain. DNA terbagi dua yakti biological genetics dan behavioral genetics. Biological genetics yang berfungsi untuk pengobatan penyakit merupakan rambahan dunia kedokteran. Sedangkan behavioral genetics yang berfungsi untuk pengobatan sikap, perilaku, pikiran dan tindakan merupakan rambahan dunia pembaruan. DNA diturunkan dan dipengaruhi lingkungan. Interaksi perilaku akan menghasilkan mutasi nilai-nilai dan pandangan yang akhirnya membentuk belief dan personality. "Nah tugas kita, menurut Michael Angelo, adalah menyingkirkan batu-batu lain yang membelenggu patung itu sehingga belum kelihatan indah," jelas Rhenald.

Rhenald Kasali kemudian menawarkan sebuah akronim perubahan ditawarkan yaitu Opennes to Experience/keterbukaan terhadap pengalaman hidup, Conscientiousness/keterbukaan hati dan telinga, Extrovertness/keterbukaan terhadap orang lain, Agreeableness/keterbukaan terhadap keterbukaan, Neuroticism/keterbukaan terhadap tekanan-tekanan (OCEAN). (ris)

 

#$#3582febc2e73ba9f108403721b51d2b2###b600adfd9f1f45c18a5089f3476f75fa###ID###2007-06-13 12:59:50###IPB Mewisuda 1033 Lulusannya, Salah Satunya Menpora Adhyaksa Dault###

dsc_0104_400
Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mewisuda sebanyak 1033 lulusannya dalam acara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap III tahun akademik 2006/2007 Rabu (13/6) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Penganugerahan ijazah diberikan pada 97 lulusan bergelar Doktor, 136 lulusan bergelar Magister Sains, 51 lulusan bergelar Magister Manajemen, 18 lulusan bergelar Magister Profesional, 5 lulusan bergelar Magister Information. Technology (MIT), 687 lulusan bergelar sarjana dari 8 fakultas dan 39 lulusan bergelar ahli madya.

Dalam pidatonya Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik mengatakan, dalam kondisi sekarang ini, dimana pertumbuhan ekonomi di daerah masih rendah, kebanyakan alumni masih banyak berkonsentrasi di daerah perkotaan, terutama di wilayah Jabotabek atau Pulau Jawa umumnya. Apalagi alumni IPB adalah salah satu lulusan favorit bagi dunia kerja di wilayah tersebut. "Alumni IPB ibarat benih yang bermutu, mereka ditempatkan dimana pun pasti dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Alumni IPB dapat bekerja di berbagai bidang, apalagi pada bidang pertanian," kata Rektor IPB.
Hal ini karena IPB tidak hanya membekali dengan ilmu-ilmu pertanian, namun juga ilmu-ilmu lain termasuk ilmu dasar, sehingga alumni IPB sangat mudah beradaptasi dan sukses di berbagai bidang.

Berkaitan kondisi ini, menurut Rektor IPB, distribusi lulusan IPB harus diperbaiki. Oleh karenanya, IPB telah membuka program Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Program BUD tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, akan tetapi juga berasal dari lembaga pemerintah dan non pemerintah. "Sebagai contoh mulai tahun 2005 lalu, IPB bersama dengan Departemen Agama RI telah bekerjasama dalam pengembangan sumberdaya manusia pesantren di seluruh Indonesia," lanjut Rektor IPB. Sampai batch kedua telah ada 50 mahasiswa IPB asal pesantren dan akan menjadi 100 mahasiswa setelah batch ke tiga tahun akademik 2007/2008 ini. Tidak hanya itu, IPB bekerjasama dengan Bappenas telah bertemu dengan sekitar 50 bupati dan 3 gubernur dari Kawasan Indonesia Timur untuk menyampaikan pentingnya pengembangan SDM dan menawarkan program BUD. Sebagian besar bupati telah menyampaikan calonnya yang akan diseleksi untuk tahun 2007/2008. Jumlah mahasiswa di program BUD yang diterima pada tahun 2006/2007 sebanyak 125 orang dan kemungkinan akan meningkat drastis pada penerimaan tahun akademik 2007/2008.

"Berkenaan dengan itu pula kapasitas mahasiswa baru IPB pada tahun ini akan ditambah sekitar 300-400 mahasiswa. Hal ini dimungkinkan karena sumbangan Rusunawa dari Kementrian Perumahan rakyat untuk IPB telah selesai dan sudah dapat dihuni tahun ini," imbuh Rektor IPB. Dalam program BUD, mereka yang telah menyelesaikan studinya di IPB diharukan kembali ke daerahnya dan membangun daerahnya.

Pada kesempatan dan tempat yang sama, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adhyaksa Dault dan Gubernur Riau, M.Rusli Zainal turut diwisuda juga sebagai lulusan IPB. Adhyaksa resmi menyandang gelar doktor dalam program studi Teknologi Kelautan IPB. Sedangkan, Rusli menyandang gelar Magister Proffesional dalam program studi Manajemen Pembangunan Daerah IPB. (ris)

 

#$#506d6ded22be745c17415f9d7187e497###d6c5ecbf4ec5db6fdb7a5a462f876969###ID###2007-06-14 10:57:10###Semarak Pameran Bisnis dan TalkShow Faperta IPB###

Selama enam hari penuh (21-29/5) koridor Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor(Faperta -IPB) disemarakkan rangkaian pameran bisnis dan talkshow Islamic Civilization Exhibition (ICE) bertajuk 'Menuju Kebangkitan Bangsa Yang Penuh Berkah'. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam Faperta (eL SIFA) Faperta IPB ini dibuka oleh Dr. Ir. Nizar Nasrullah, M.Agr mewakili Dekan Feperta IPB. Stand pameran bisnis diikuti berbagai penerbit buku-buku Islam, seperti IBS dari Bandung, Akbar dari Jakarta, Mizan dari Jakarta, Abbas Agency dari Bandung. Selain itu, diikuti juga pengobatan alternatif Daarusy Syifa, Lembaga Keuangan Syari'ah, BPRS Al Salaam, dan IPB Corner.

Tiap hari juga dihelat talkshow dengan berbagai tema menarik dan menghadirkan pembicara yang variatif. Diantaranya, Talkshow 'Sekolah Gratis, Emang Bisa?' menghadirkan pembicara Dr, Ir. Nizar Nasrullah,M.Agr, (Dosen Arsitektur Lanskap), dan Umar Abdullah (Praktisi Pendidikan). Talkshow ‘Ekskutif Muda muslim, Kenapa Enggak' menghadirkan pembicara Ir. Heppy Trenggono, M. Kom (Direktur Utama PT. Bali Muda Persada) dan Samsul Arifin (The Best Young Marketer 2003-2004). Talkshow ‘Good Governance, Clean Government' menghadirkan pembicara Farid Wajdi, S.Ip (Pengamat Politik Dunia Internasional). Talkshow ‘Yang Muda, Yang Gaul' menghadirkan pembicara Hari Moekti (Mantan Rocker). Talkshow terakhir ‘Selamatkan bangsa Dari HIV/AIDS'menghadirkan pembicara dr. Zulnida Dj. Sadikin, SpFK (IDI) dan Ir. Febrianti (Wakil Forum Muslimah untuk Indonesia Sehat). Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan Wisata Rohani yang menghadirkan Paimun dan Sujiono dari JIC/jakarta Islamic Centre serta ditutup secara resmi oleh Pembina El Sifa, Wily Bayuardi S, S.P, M. Sc. (ris)

 

 

 

#$#9396e4b8e976a1d07c5aacc946336a5c###729451a139aa7052f79fa33e21a39a82###ID###2007-06-14 12:11:31###Mahasiswa BUD IPB Mulai Mengikuti Pra Universitas###

dscn0137_400Sebanyak 50 mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dari Pondok Pesantren pada (11/6) mulai menjalani Pendidikan Pra Universitas di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Kampus IPB Darmaga. Pra Universitas diselenggarakan IPB dengan maksud penyetaraan pendidikan bagi mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc dalam sambutannya menjelaskan, "Pra Universitas dilakukan karena potensi dan fasilitas yang dimiliki daerah tidak sama."

Dari laporan yang disampaikan Direktur Tingkat Pendidikan Bersama IPB, Dr. Ir. Ibnul Qoyyim, kerjasama dengan Depag ini sudah berlangsung sejak tahun 2005 yaitu dengan mengirimkan mahasiswa BUD sebanyak 25 orang. Kemudian berlanjut ke tahun 2006 dengan jumlah mahasiswa yang sama. Untuk tahun 2007, atas permintaan IPB, Depag mengirim dua kali lipat karena prestasi mahasiswanya yang memuaskan. "Mahasiswa BUD kiriman Depag mempunyai prestasi yang sama dengan mahasiswa yang berasal dari sekolah umum lainnya. Hal ini terlihat dari indeks kumulatif rata-rata dua angkatan sebelumnya yaitu rata-rata mahasiswa BUD depag angkatan 2005/2006 senilai 2,76 sedangkan rata-rata mahasiswa BUD non Depag 2, 54 dari skala 4, " tutur Dr. Qoyyim.

Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Drs. H. Amin Haedari, MPd, jumlah santri yang terseleksi oleh Depag sendiri sekitar tiga ratusan dari 4000 peserta. Dan dari ratusan santri tersebut, diseleksi lagi oleh IPB sehingga menjadi 50 orang. "Tahun ini mahasiswa BUD Depag sudah hampir merata, tidak lagi didominasi oleh propinsi-propinsi yang maju. Nampaknya beberapa propinsi seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah sudah bisa lolos dari seleksi yang diadakan IPB dan Depag," ujarnya. (zul/nUr/foto: Ccp)

 

#$#e0c1a473bc86fdb6431bdb4b5279837e###f5f4687033071ce5c1fea1a40ef0c003###ID###2007-06-14 14:55:52###Penglepasan Sembilan Sarjana Departemen Arsitektur Lanskap###

Wisuda IPB Tahap III 2006/2007 Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB melepas sembilan sarjana baru, yaitu : Ade Christiningrum Leasiwal, Sabar Parlindungan Simbolon, Erlin Setyorina, Deka Syaumpraninra Syarief, Piko Margareta, Nenno Yasmita Diputra, Muhammad Irfan, Andri Setiawan dan Robin. Lulusan terbaik adalah Erlin Setyorina, SP dari Keluarga Hj. Sri Wahyuni. Pada wisuda kali ini dihadiri pula oleh dua pejabat IPB yaitu Prof. MA. Chozin dan Prof. Rizal Syarief karena putra-putra beliau telah menyelesaikan studinya di Departemen Arsitektur Lanskap.

Sarjana-sarjana baru Arsitektur Lanskap tersebut dalam tugas akhirnya telah menyusun skripsi dari hasil-hasil penelitian atau hasil magang di firms yang bergerak di industri lanskap, baik di perusahaan konsultan design & planning, kontraktor/pengembang, resor-resor pemukiman, wisata dan golf maupun magang di Dinas Pertamanan. Kegiatan magang mahasiswa Arsitektur Lanskap dilakukan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin sebagai Ketua Departemen dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para sarjana baru dan mengingatkan kepada mereka bahwa dalam menghadapi tantangan pekerjaan di lapangan sangat diperlukan profesionalisme, soft skill, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, selain tentu penguasaan IT dan bekerja dengan hati.

#$#9f89a6e22146ba3e281679513f31f234###9ab4835d587fa2499b5d4972e46e4296###ID###2007-06-18 10:36:07###Anggota DPRD Kulonprogo Sambangi IPB###

dscn9492_400_01Institut Pertanian Bogor (IPB) kedatangan kunjungan anggota DPRD Kulonprogo untuk melakukan studi banding. Rombongan yang terdiri dari 13 anggota Komisi II DPRD Kab. Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini langsung diterima oleh Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) IPB, Dr. Ir. Ronny R. Noor, M.Rur di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Darmaga (15/6).

Anggota dewan ini melakukan studi banding ke IPB karena ingin mencari informasi untuk dijadikan bahan pembanding mengenai sektor peternakan di wilayahnya. Seperti dikatakan salah satu anggota dewan, mereka sedang mencari bentuk sistem yang efektif dan efisien untuk daerahnya.

Seperti yang telah direncanakan, setelah presentasi dari tiga Fakultas di IPB yaitu Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke Laboratorium-laboratorium di lingkungan IPB diantaranya Lab. Industri Makanan Ternak Fapet, Lab. Pengembangan Sapi Perah Fapet, Lab. Biogas Fapet dan Rumah Potong Hewan.

Mereka pun tidak pulang dengan tangan hampa karena pada hari itu tercapai komitmen bahwa IPB (khususnya Fakultas Peternakan) akan siap membantu dalam pengembangan Sistem Teknologi dalam Pengembangan Hasil Ternak di Wilayah Kulonprogo DIY. (zul)

#$#b7389f7fa78eebf6827a9370dd3bbc27###3354a6ff27e1d359ef09e1b1a16d14f4###ID###2007-06-19 12:16:49###IPB Kembangkan Sistem Pendidikan Jarak Jauh###

Melalui program INHERENT, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah merintis jaringan informasi pendidikan tinggi yang akan menghubungkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Berkaitan hal tersebut, Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membangun sistem pendidikan jarak jauh (e-Learning Based Education System) yang meliputi pengembangan sistem e-Learning, sistem pengelolaan kuliah dan sistem teleconference.
Karena belum memiliki node sendiri, IPB masih interkoneksi local loop INHERENT (Indonesian Higher Education Network) ke node Universitas Indonesia (UI) yang merupakan alternatif paling dekat dengan IPB.

Jaringan informasi antar perguruan tinggi telah diujicobakan DIKTI Selasa (8/6) di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga. Keenam belas universitas yang mengikuti teleconference ini antara lain Unsyiah, Unsrat, Unpatti, Uncen, Unibraw, Undana, Untar, Undip, Unmul, ITB, UI, ITS, IPB, dan UGM. Teleconference yang sedianya dihadiri oleh para rektor dari universitas masing-masing ini berlangsung tanpa kendala. Masing-masing universitas menyatakan harapannya atas berjalannya program INHERENT yang diselenggarakan oleh Dikti ini. Teleconference yang dimulai pukul 10.00 WIB ini adalah realisasi dari program INHERENT yang bertujuan untuk menghubungkan 32 perguruan tinggi negeri di Indonesia secara virtual. Direktur Jenderal Dinas Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Satryo Soemantri, mengatakan bahwa INHERENT juga dapat digunakan untuk mengadakan kuliah jarak jauh (distant learning) selain untuk teleconference antar universitas. Selain menghemat waktu, INHERENT juga menghemat biaya yang dibutuhkan untuk berkomunikasi satu sama lain.

Dalam kesempatan conference IPB dihadiri oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir Ahmad Ansori Mattjik, MSc Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir. Ahmad Chozin,M.Agr, Sekretaris Ekskutif Rektor, Dr.Ir.Agus Purwito, MSc Direktur Akademik Jaminan Mutu Pendidikan (AJMP) IPB, Dr.Ir. Setyo Pertiwi, M.Agr., Kepala Perpustakaan Pusat IPB, Dr. Ir. Kudang Boro Seminar M.Sc. (ris)

 

#$#fd268b485b2106f734adf72eda290df4###3f3386e83462e6f2096bf4e5cde06f0d###ID###2007-06-19 15:40:17###Hasil Riset Mesin Buatan TEP-IPB Diekspos ke Publik###

 Selama tiga tahun terakhir, sepuluh hasil penelitian Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor ( TEP-FATETA-IPB) telah digunakan langsung oleh industri dan masyarakat. Demikian ungkap  Ketua Departemen TEP FATETA IPB,  Dr.Ir. Wawan Hermawan yang disampaikan dalam acara Ekspose dan Temu Bisnis Agro-Machinery 2007 ’Membangun Kerjasama antara Perguruan Tinggi Industri dan Pemerintah dalam Pengembangan Alat serta Mesin Pertanian’ 12-13 Juni di FATETA Kampus IPB Darmaga. ”Hasil penelitian tersebut berupa rancang bangun alat, mesin dan perlengkapan produksi yang pesan pengguna,” kata Wawan.  Beberapa diantaranya, mesin perontok dan huller buru botong dipesan  Pemda Pulau Buru Ambon, vibrator dan destilator dipesan  Badan Riset Kelautan dan Perikanan serta Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, mesin pengupas biji mete dipesan Departemen Pertanian Nusa Tenggara Barat, Subsoiler Getar untuk budidaya tebu lahan kering dipesan PT.  Rajawali Nusantara Indonesia,  mesin pengolahan kompos tandan kosong kelapa sawit dipesan PT Tidar Kerinci Agung Solok Padang, mesin juicer dan alat distilasi dipesan Edelstein Malaysia, specific gravity separator dan elemen ball tea dipesan PT. KBP Chakra Bandung, mesin penanganan penyumpatan saluran drainase jalan tol oleh PT.Citra Marga Jakarta dan alat pemupuk mekanis dipesan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI. 

Selain yang sudah digunakan, Departemen TEP IPB selama tiga tahun juga mengembangkan 14 penelitian yang kini baru tahap siap digunakan dan 16 yang masih perlu disempurnakan untuk diterapkan. Hasil penelitian yang siap diterapkan antara lain; aerator tipe kincir, alat pemupukan pada lahan tebu, mesin pencampur pupuk, sistem pengolahan tepung iles, pemingsanan udang untuk transportasi, sistem irigasi kendi, penukar panas menggunakan tungku pengering dan pengering efek rumah kaca. Disamping itu hasil riset lain yakni; penahan erosi dan aliran permukaan menggunakan bahan organik,  rancangan teras bangku untuk stabilitas lerang lahan sawah, irigasi tetes untuk tanaman jeruk, sistem informasi industri kelapa sawit, sistem informasi  berbasis jaringan untuk distribusi produk pertanian dan ditcher serta mekanisme pengeruk untuk saluran drainase pada budidaya tebu lahan kering. 

Kepala Center for Research on Engineering Applications in Tropical Agriculture Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat CREATA-LPPM-IPB, Prof.Dr.Tineke Mandang dan Ketua Agro-Mechinery Industrial Interface (Amin) Unit, Dr.IR.Radite P.A.S dalam acara tersebut juga mengekspose hasil-hasil penelitian CREATA serta AMIn.   Dalam sambutannya,

Rektor IPB, Prof.Dr.Ir Ahmad Anshori Mattjik mengatakan menyambut baik acara temu bisnis tersebut. ” Kegiatan ini sangat sesuai dengan harapan kami yang ingin menggandeng Bussiness, dan Goverment dalam mendeseminasi hasil-hasil penelitian IPB ke masyarakat luas,” tegas Rektor IPB. Usai memberi sambutan Rektor IPB mengunjungi stan pameran mesin pertanian dan mengendarai traktor berbahan bakar minyak kelapa.
 Hadir pula sebagai pembicara pada hari itu, perwakilan PT.Rajawali Nusantara Indonesia, T.G Marpaung,  Pemda Kabupaten Bogor, Drs.H.R.Ibrahim Arifin, M.Si,  PT.Metavisi Sentra Integra, Puji Santoso, ST dan Kantor Hak dan Kekayaan Intelektual IPB, Efridani Lubis, SH.MH. (ris)        

#$#ed52b066e014b6ec71e3fc878fc994b7###77436f9c3e800c0e8caa68d1139f4559###ID###2007-06-21 09:37:43###Minyak Jarak Bisa Gantikan Minyak Tanah di Desa###

Pengembangan jarak pagar -salah satu jenis tanaman penghasil bioenerg-) di Indonesia terhambat oleh belum adanya pengetahuan dan teknologi yang memadai, baik di bidang pemuliaan dan budidaya, proses pengolahan maupun sistem kelembagaan dan bisnis bioenergi.

Kepala Pusat Surfactant and Bioenergi Research Center (SBRC) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Dr. Erliza Hambali mengemukakan hal itu saat menjadi pembicara pada Konferensi Jarak Pagar "Menuju Bisnis Jarak Pagar yang Feasible", Selasa (19/6) di Gedung MB-IPB Jln. Pajajaran Bogor.

Karenanya, kata Erliza, untuk menuju bisnis jarak pagar yang feasible diperlukan riset dan pengembangan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Riset dan pengembangan jarak pagar harus dimulai dari hulu sampai hilir dengan melibatkan semua pihak dari berbagai disiplin ilmu.

"Riset dan pengembangan yang dimaksud mencakup lima bidang, yaitu pemuliaan tanaman jarak pagar, teknik budidaya, teknologi proses pengolahan, sistem kelembagaan dan bisnis serta bidang komunikasi masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya, Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., dalam sambutan pembukaan mengatakan, IPB berkeinginan mengganti minyak tanah di desa-desa secara keseluruhan. "Masyarakat di desa cukup menanam pohon jarak pagar ini. Dengan demikian, tidak perlu lagi mengirimkan minyak tanah ke daerah. Karenanya, merupakan kebutuhan yang mendesak untuk terus mengembangkan jarak pagar," urai Rektor.

Turut hadir pada acara yang ditutup secara resmi oleh Deputi Bidang Pertanian dan Kelautan Menko Perekonomian RI, Dr.Ir. Bayu Krisnamurti itu, antara lain Kepala LPPM IPB Prof.Dr.Ir. Rizal Syarief, DESS., para akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, sejumlah pejabat di lingkungan dinas-dinas pemerintahan dan swasta, juga petani jarak pagar. (nm)

 

#$#d329a31f1f2671176670bead0f37430d###18787925dd607f90ad9e1602de3efeaf###ID###2007-06-21 13:30:33###IPB Sosialisasikan UU Penataan Ruang Sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketahanan Pangan###


Dalam rangka mensosialisasikan Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Round Table Meeting bertajuk "Implikasi Perubahan Undang-undang tentang Penataan Ruang terhadap Sistem Penataan Ruang, Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup bertempat di Aula P4W Kampus IPB Baranangsiang, (19/6).

Acara menghadirkan narasumber Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum RI, Dr. Achmad Hermanto Dardak, Kepala P4W LPPM IPB, Dr. Ernan Rustiadi, peneliti P4W IPB, Ir. Yayat Supriyatna, MURP serta anggota Forum Kajian Tata Ruang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Perencanaan Wilayah Perdesaan (PWD) IPB, Ir, Nindyantoro, MS.

Wakil Kepala LPPM IPB, Dr. Aunuddin saat membuka acara menandaskan bahwa IPB dalam hal ini P4W telah terlibat aktif dalam proses kelahiran Undang-undang tentang Penataan Ruang. Round Table Meeting pertama yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan fokus membahas persoalan tata ruang digelar di IPB pada 20 April 2006. Sejak saat itu, terus bergulir pertemuan-pertemuan serupa dengan mengambil tempat di berbagai perguruan tinggi lainnya diantaranya Universitas Trisakti (Usakti), Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjahmada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Hal senada disampaikan Dirjen Penataan Ruang, Dr. Achmad Hermanto Dardak. "Proses menyiapkan undang-undang ini mendapat dukungan intensif dari P4W IPB, " tandasnya saat mengawali presentasi berisi garis besar isi UU Penataan Ruang. Lebih lanjut dikatakannya, lahirnya UU Penataan Ruang yang merupakan revisi dari UU No. 24 Tahun 1992 tersebut tidak bisa dilepaskan dari nuansa yang berkembang saat proses penyusunannya. Ditandaskannya, semangat penyusunan UU Penataan Ruang ini, selain dalam rangka mencari solusi bagi permasalahan-permasalahan yang berkembang seputar penataan ruang di Indonesia, juga dalam rangka memperkuat daya saing menghadapi kompetisi global.

Diakuinya, penataan ruang di Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara lainnya. Dicontohkannya, bagaimana Bandara Halim Perdanakusumah yang untuk membangunnya membutuhkan investasi besar, akibat tata ruang yang tidak tepat, kini mengalami penurunan fungsi. "Boeing 747 sekarang tak bisa lagi mendarat di Halim, karena di situ dilewati SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi--red), " ungkapnya. Untuk itu, dengan adanya undang-undang yang baru ini diharapkan mampu mengurangi berbagai abuse (penyimpangan) dalam pengelolaan tata ruang di Indonesia.

Sementara itu Kepala P4W IPB, Dr. Ernan Rustiadi pada kesempatan tersebut memaparkan beberapa catatan penting terkait implementasi undang-undang baru tersebut terutama terkait dengan penataan ruang di kawasan perdesaan. Menurutnya hal ini sangat penting mengingat penataan ruang di perdesaan merupakan instrumen penting pemberdayaan masyarakat desa dan ketahanan pangan. "Titik berat penataan ruang perdesaan adalah pada pengaturan zonasi, kelembagaan dan pengaturan hak, " jelasnya. Diantara permasalahan yang perlu mendapat jawaban adalah terkait otonomi desa, bagaimana mewujudkan rencana tata ruang desa?

Sementara Ir. Yayat Supriyatna, MS menyinggung soal kondisi pasca diundangkannya UU Penataan Ruang yakni masalah implementasinya yang harus terus dikawal. Dengan menarik dicontohkannya, tata ruang di Bogor yang tak jarang membuat warga yang tinggal di kota ini mengeluh akibat tata ruang yang kurang nyaman. Keberadaan terminal Bubulak dan Laladon merupakan bukti kendala administratif dalam implementasi perencanaan tata ruang.

Pada sesi pembahasan implikasi perubahan UU Penataan Ruang terhadap Penataan Ruang Kota Bogor, beberapa hal yang fokus di bahas pada hari itu diantaranya: kronologis perkembangan kegiatan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), implikasi pelaksanaan RTRW Kota Bogor terhadap pembentukan pola dan struktur ruang kota Bogor, implikasi penerapan UU No 26/2007 terhadap penataan ruang Kota Bogor, serta kajian akademis terhadap tata ruang Kota Bogor. Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala P4W LPPM IPB, Bappeda Kota Bogor, Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor serta Forum Kajian Tata Ruang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Perencanaan Wilayah (PWL) IPB. (nUr)

#$#ce859f650e291c419733cec3125e1ac6###7ac0d53b751345e3129d2bb10cae34be###ID###2007-06-21 14:43:14###Sekitar 75,7 Persen Kemiskinan Terdapat di Pedesaan###

Di negara-negara berkembang, kemiskinan umumnya suatu fenomena di pedesaan. Di Indonesia, sekitar 75,7 persen kemiskinan terdapat di pedesaaan. Hal ini diungkap Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Harniati dalam ujian sidang terbukanya bertajuk ‘Tipologi Kemiskinan dan Kerentanan Berbasis Agroekosistem dan Implikasinya pada Kebijakan Pengurangan Kemiskinan' Senin (18/6) di Kampus IPB Darmaga. "Berdasarkan data Badan Pusat tahun 2007, jumlah penduduk miskin Indonesia tahun 2006 mencapai sekitar 39,05 juta atau sekitar 17,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia," kata Harniati.

Secara geografis, penduduk yang tinggal di bagian timur Indonesia, yakni Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara menunjukkan presentase penduduk miskin lebih tinggi dibanding penduduk di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Sebagian penduduk yang tidak tergolong miskin namun rentan jatuh pada golongan miskin. Peningkatan insiden kemiskinan menunjukkan angka yang tinggi pada masa krisis yakni 11.3 % pada tahun 1996 menjadi 24.2 % pada tahun 1998. " Hal ini menggambarkan sebagian masyarakat Indonesia sangat rentan terhadap gejolak perekonomian,"ujar Harniati.

Fenomena kemiskinan pedesaan dan pertanian menunjukkan adanya kaitan antara faktor spasial dan sektor usaha mayoritas penduduknya. Terdapat hubungan erat antara kerentanan penduduk terhadap kemiskinan dengan ekosistem dimana ia tinggal. "Kemiskinan di Indonesia mencorakkan keragaman agroekosistem," jelas Harniati. Definisi agroekosistem ialah sistem interaksi antara manusia dan lingkungan biofisik sumberdaya pedesaan dan pertanian guna memungkinkan kelangsungan hidup penduduknya.

Tingkat kemiskinan berbeda antar agroekosistem. Kemiskinan tertinggi terjadi penduduk yang tinggal di hutan. Indeks keparahan kemiskinan penduduk yang tinggal di hutan tertinggi, jauh di atas rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan penduduk di agroekosistem dataran tinggi, lahan basah dan lahan kering serta pantai/pesisir dibawah angka kemiskinan nasional. Namun, jumlah rumah tangga miskin di lahan kering dan di dataran tinggi jauh lebih besar daripada di lahan basah dan di pesisir.

Harniati lalu melanjutkan penjelasannya. Secara umum, proporsi terbesar pengeluaran rumah tangga keluarga miskin di semua agroekosistem untuk makanan. Prosentasenya berkisar antara 50-70 persen. "Merujuk pada hasil penelitian mengenai tipologi kemiskinan di masing-masing agroekosistem , maka saya menyarankan agar penanggulangan kemiskinan tidak bisa lagi menggunakan suatu pola umum (one fits for all) tetapi perlu mengembangkan berbagai model yang sesuai spesifik sesuai karakteristik kemiskinan di berbagai agroekosistem," urai Sekretaris Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Departemen Pertanian ini.

Penelitian ini dibawah bimbingan komisi pembimbing yang beranggotakan Dominicus Savio Priyarsono PhD, Prof.Dr.Kuntjoro dan Dr.Ir.Rina Oktaviani, MS. (ris)

 

#$#eaa71007a306b4bcf9ad8bedb178dc3d###1716644c523ea2c6a1e355328d5d8268###ID###2007-06-21 15:02:53###Enam Mahasiswa UPM Berkunjung Ke IPB###

copy_of_dscn9817ccpSebanyak enam mahasiswa tamu dari Universiti Putera Malaysia (UPM) Fakultas Kedokteran Bogor berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Keenam mahasiswa tersebut diterima langsung Kepala Kantor Program Internasional Dr. Ma'mun Sarma, didampingi Dr. Clara N. Koesharto Kamis (21/6) di Ruang Sidang AJMP, Kampus IPB Darmaga. Empat mahasiswi dan dua mahasiswa ini bermaksud untuk melakukan studi banding bagaimana memanajemen penyakit tubokulosis (TBC) di Indonesia yaitu di RS Cisarua Bogor dan juga menyempatkan berkunjung ke Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

"Kami merupakan first bacth dari UPM yang melakukan program studi banding mengenai penyakit TBC ke luar negeri, karena fakultas kedokteran UPM baru berdiri pada tahun 2003 lalu." ujar salah satu mahasiswi dari negeri Jiran mewakili teman-temannya. Calon-calon dokter ini sudah berada di Indonesia selama 3 minggu. Mereka merupakan peserta elective prosting, yaitu salah satu program dari UPM dimana mahasiswanya diminta untuk melakukan studi banding ke luar negeri selama 1 bulan. Selain Indonesia, beberapa negara yang jadi rujukan yaitu Hongkong, Australia, India dan Taiwan.

Dr. Ma'mun Sarma menyampaikan riwayat ilmu kedokteran antara Indonesia dan Malaysia itu sama karena kedekatan ras negara-negara yang masih satu rumpun. "Karena ada kedekatan ras antara Indonesia dan Malaysia, maka jenis penyakit yang ada dan cara penyembuhannya pun hampir sama," kata Ma'mun.

Usai diterima para pejabat IPB, para mahasiswa ini melanjutkan kunjungannya ke Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dan juga Rumah Sakit Hewan (RSH- IPB). Walaupun mereka mempelajari ilmu-ilmu kedokteran manusia, namun ada kesamaan antara kedokteran umum dan kedokteran hewan. Hal ini terungkap dalam sambutan yang diberikan oleh Dosen Patologi, drh. Sri Estuningsih. "FKH IPB juga mempelajari ilmu kedokteran manusia, namun bukan untuk jenjang S1 melainkan untuk jenjang S2 dan S3," tambah Estu.

Selain itu, Kepala Bagian Bedah FKH IPB, drh. Sabdi Hasan juga menyebutkan beberapa kerjasama rutin yang dilakukan FKH IPB dengan beberapa Rumah Sakit seperti RS Pluit, RSCM dan juga FK UI. Terkait dengan tujuan kedatangan mereka ke Indonesia, drh. Sabda menyatakan bahwa sekarang banyak kasus TBC yang sudah terjadi pada hewan.


Sementara itu, seperti yang kita ketahui penyakit TBC di Indonesia menempati urutan ke III di dunia setelah India dan RRC (WHO,1999). Tiap tahun terdapat 450.000-500.000 kasus baru dengan angka kematian sebesar 175.000 kasus. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang perlu diantisipasi secara lebih saksama. (zul)

 

#$#bee9ea165280c658d2a1531a9169dd66###2bdd2431bb84b5d5ca9c0d686171b5e3###ID###2007-06-22 12:15:18###Press Release Orasi Ilmiah Prof.Dr.Ir.H.A.M. Hardinsyah, MS dan Prof.Dr.KH.Didin Hafidhuddin, MS###

Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga
Sabtu, 23 Juni 2007

Institut Pertanian Bogor pada hari ini, Sabtu 23 Juni 2007, kembali mengukuhkan dua orang guru besarnya, yaitu Prof.Dr.Ir.H.A.M. Hardinsyah, MS dan Prof.Dr.KH. Didin Hafidhuddin, MS. Dalam kesempatan tersebut, Hardinsyah, Guru Besar Tetap pada Pengembangan Modal Sosial bagi Peningkatan Kualitas Manusia dan Pengentasan Kemiskinan. Sedangkan Didin Hafidhuddin, Guru Besar Ilmu Agama Islam pada UPT-MKDU, menyampaikan orasi yang berjudul Peran Pembiayaan Syariah dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia.

Hardinsyah dalam orasinya mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 28% ( 8 juta) anak balita mengalami gizi kurang. Berdasarkan data BPS dan Depkes, dari 121 kabupaten/kota yang mengalami masalah gizi kurang pada tingkat 20-230% pada tahun 2003 bertambah jumlahnya menjadi 152 kabupaten/kota pada tahun 2005. Bahkan ada 50 kabupaten/kota di Indonesia dengan prevalensi gizi kurang di atas 30%. Kondisi tersebut bila dibiarkan akan berdampak pada penurunan imunitas dan gangguan tumbuh kembang yang pada gilirannya akan menurunkan derajat kesehatan, produktivitas, dan kualitas manusia.

Hardinsyah juga menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir, masalah gizi dan kemiskinan secara nasional relatif tetap, bahkan disertai dengan ketimpangan pendapatan yang semakin tinggi, sedangkan alokasi dana pemerintah untuk program gizi dan pengentasan kemiskinan meningkat pesat. Lambannya perbaikan gizi tersebut karena lambannya upaya pengentasan kemiskinan, kurang dan lemahnya kapasitas tenaga gizi di tingkat bawah, dan perbaikan gizi yang bersifat karatif (charity), yang menggerus modal sosial dan upaya pemberdayaan posyandu dan masyarakat pasca Jaring Perlindungan Sosial (JPS) yang berlanjut dengan BLT.

Ia juga menyatakan bahwa meskipun banyak dan teknologi yang tersedia, tetapi bila tidak disertai pengembangan dan penguatan modal sosial, maka sulit untuk menghasilkan perbaikan gizi masyarakat sesuai dengan komitmen MDGs. Ke depan, penerapan inovasi gizi masyarakat seperti pendidikan dan promosi gizi, konseling gizi, suplementasi gisi, bantuan pangan, dan lainnya perlu disertai dengan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat bersifat pastisipatif. Penguatan modal sosial di posyandu dan perlu dimulai dari jantungnya modal sosial, yaitu silaturahmi antara kader dengan tokoh masyarakat dan aparat, yang diperkuat dengan kecerdasan moral dan spiritual dimulai dari keluarga. Tanpa dua hal tersebut, penguatan modal sosial hanya akan membentuk perilaku KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dalam program-program gizi dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Didin Hafidhuddin dalam orasinya menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah dan lembaga keuangan syariah terhadap pembangunan pertanian di Indonesia, karena berhasilnya pembangunan di sektor ini sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut, tegas Didin, disebabkan oleh tingginya daya serap tenaga kerja untuk bekerja pada sektor pertanian (44%) dan besarnya lahan yang digunakan (71,335 dari luas lahan di tanah air). Namun demikian, kontribusi sektor ini terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) masih sangat kecil, yaitu 13,4%.

Salah satu faktor penyebabnya adalah masih rendahnya kredit pembiayan terhadap sektor pertanian, yang nilainya selama 1 dekade terakhir ini, kurang dari 8% dari total kredit perbankan secara nasional. Didin menegaskan bahwa pembiayaan syariah merupakan pola pembiayaan yang paling tepat untuk dikembangkan pada sektor pertanian, karena pada dasarnya masyarakat sudah terbiasa dengan skim pembiayaan bagi hasil, seperti sistem maro dalam tanaman pangan, sistem gaduhan dalam peternakan, dan sistem bagi hasil dalam perikanan tangkap, yang juga merupakan bagian dari modal sosial.
Ia menguraikan beberapa model pembiayaan syariah, baik melalui institusi perbankan dan keuangan syariah maupun melalui lembaga pengelola ZISWAF (Zakat Infak, shadaqah dan Waqaf). Untuk pertanian skala kecil dengan omzet per tahunnya kurag dari 50 juta rupiah, Didin menjelaskan pola pembiayaan salam, penerbitan Sukuk Salam, dan pembiayaan Qardhul Hasan berbasis zakat. Sedangkan untuk pertanian skala besar dengan omzet lebih dari 50 juta rupiah per tahun, Didin memaparkan pola pembiayaan Istishna wa Mudarabah Muqayyadah bil Istishna, penerbitan Sukuk Mudharabah bil Istishna, dan pembiayaan Mudharabah/Musyarakah berbasis wakaf tunai. Didin meyakini jika skema-skema pembiayaan syariah untuk sektor pertanian ini diterapkan dengan baik, maka tujuan pengentasan kemiskinan sesuai komitmen MDGs akan lebih cepat dicapai. Pemerintah diharapkan dapat menciptakan regulasi dan aturan yang mendukung berkembannya skema-skema pembiayaan tersebut.

Meskipun kedua guru besar tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda, namun tujuan dan kesimpulannya adalah sama, yaitu bermuara pada penguatan modal sosial dan pengentasan kemiskinan untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Untuk konfirmasi, dapat menghubungi:
1. Prof.Dr.H.A.M. Hardinsyah, MS (08129192259)
2. Prof.Dr.KH.Didin Hafidhuddin, MS (0811119833)

#$#1e648f13bdb3ad59ebc2f78a0cec97e5###7e05addfe0fde391ba26d100ce8d33c2###ID###2007-06-25 10:15:18###Pengangkatan CPNS Formasi 2006 di Lingkungan IPB###

Sebanyak 180 orang tenaga honorer di lingkungan IPB masuk dalam daftar Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2006 Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).  Pengumuman daftar para CPNS dikeluarkan oleh Direktorat Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum (SDM-AU) IPB, tertanggal 20 Juni 2007.

Dalam surat pengumuman yang ditandatangani oleh Direktur SDM-AU IPB, Dr.Ir. Moh. Yamin, M.Agr, M.Sc, disebutkan, nama calon diambil dari data tenaga honorer IPB yang terdaftar sebagai tenaga honorer Depdiknas. Karenanya, pengangkatan CPNS ini sepenuhnya dilakukan oleh pihak Depdiknas.

“Ya, ini kebijakan negara, “ tandas Kasubdit Perencanaan, Penempatan, Pengembangan SDM dan Hubungan Kerja, Direktorat SDM-AU IPB, Dr. Wonny Ahmad Ridwan, MM yang ditemui usai memberikan pengarahan kepada para CPNS di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga, Kamis (21/6). Lebih lanjut Dr. Wonny menuturkan, ke-180 CPNS tersebut merupakan bagian dari 656 tenaga honorer hasil pendataan pada tahun 2005 lalu.  Ke-180 CPNS tersebut terdiri dari 33 orang dosen, dan selebihnya tenaga penunjang.  Sebelumnya, pada pengangkatan CPNS Formasi 2005 telah diangkat 60 orang tenaga honorer.

“Dengan demikian, bagi mereka yang belum diangkat sebagai CPNS masuk dalam waiting list hingga tahun 2009 nanti.  Waiting list ini bisa dilihat di situs Badan Kepegawaian Nasional, “ imbuhnya.

Sementara itu dalam pengarahannya kepada para CPNS, Dr. Wonny menghimbau agar semua persyaratan administrasi harus sudah diterima Direktorat SDM-AU pada tanggal 26 Juni 2007 pukul 14.00 WIB.  Persyaratan dimaksud meliputi persyaratan yang bersifat nasional, berupa legalisir ijazah, SKKB, foto dan lain sebaginya.  Sementara itu, untuk persyaratan intern IPB adalah membuat surat pernyataan bersedia alih status dari PNS menjadi pegawai IPB BHMN, seiring dengan perubahan status IPB dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi PT BHMN. (Nm/nUr)

#$#df65a65ef4057c3225fd953a0de329df###9400502946b0d05394afe950657d0806###ID###2007-06-28 10:46:34###Guru dan Staf SMUN I Kendal kunjungi IPB###

Sebanyak 80 orang guru dan staf SMUN I Kendal melakukan studi banding ke IPB, Selasa (25/6) di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Rombongan diterima oleh salah satu staf Fakultas Pertanian IPB (Faperta) Ir.Sugeng dan mahasiswa IPB yang alumnus SMUN I Kendal.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMUN 1 Kendal, Dra Sumardiati, berharap melalui kunjungan ini peserta rombongan dapat menambah wawasan dan juga keakraban dengan kakak kelasnya yang sudah lebih dulu belajar di IPB.

"Mudah-mudahan siswa-siswi kami untuk tahun yang akan datang dapat lebih banyak yang bisa masuk IPB," kata dia.

sedangkan dari Ketua Komite Sekolah, Ir. Asri Dwi Hartadi mengatakan, bahwa mereka sangat antusias untuk masuk IPB lewat jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) ini.

"Kami sangat bangga pada IPB, pasalnya telah memberikan peluang-peluang bagi lulusan SMUN I Kendal," kata Asri.

Beliau juga berharap, ke depannya, IPB bisa lebih baik, bertambah maju, serta dapat bersaing di tingkat Nasional dan Internasional, terutama dalam teknologi pertanian.

Usai disambut, rombongan langsung berkunjung ke laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, serta unit - unit kegiatan belajar lainnya (ccp)

#$#9d5c4bbf3b274bf374dfd1e9763b4746###eec42072732d22f855f2318cfa059e2d###ID###2007-06-28 15:33:14###O-Thanx IPB, Juara II di Young Entrepreneur Award ‘07###Mahasiswa IPB Ciptakan Merk Dagang Susu Jagung "O-Thanx"
O-Thanx merupakan sebuah merek dagang yang digunakan lima mahasiswa IPB untuk menjual produk susu jagungnya. Produk O-Thanx susu jagung karya mahasiswa IPB ini berhasil meraih juara II dan mengalahkan ratusan peserta Young Entrepreneurs Award '07 yang diumumkan dalam acara Bisnis Indonesia Award 2007 di Ritz Carlton Hotel, Jakarta (26/6).

Kemenangan tersebut berhasil diraih setelah mengalahkan sembilan finalis lainnya yang tiga diantaranya dari IPB juga. "Kami mengirim empat proposal ke ajang Young Entrepreneur ini, dan alhamdulillah semuanya lolos menjadi 10 finalis. Keempat-empatnya ini sudah memenangi Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dari DIKTI." Ujar Kepala Sub Direktorat Minat Bakat dan Penalaran IPB, Dr.Ir. Bambang Riyanto, saat mengantarkan Ahsan Abduh Andi, CEO O-Thanx ke pariwara IPB untuk wawancara (28/6).

Seperti yang disampaikan Andi, momen bergengsi ini merupakan ajang menjaring bibit-bibit wirausahawan muda, yang diharapkan tidak hanya piawai dalam menjalankan bisnis, namun juga mempunyai visi, inovasi, etika bisnis, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya.

"Selain kriteria di atas, proposal yang diajukan merupakan proposal pengembangan usaha, bahkan ada beberapa finalis yang wilayah pemasarannya mencakup Bogor, Tangerang dan Cibinong. Ada juga finalis yang saat ini sudah memiliki 135 outlet Kebab Turki yang tersebar di berbagai kota di Indonesia." Ujar Nadiyah, salah satu anggotanya Ahsan.

Ahsan dan Nadiyah adalah mahasiswa kreatif dari Teknologi Pertanian (TIN) IPB angkatan 42. Mereka beserta anggota yang lainnya mempunyai terobosan inovatif dengan membuat susu jagung sebagai alternatif minuman kesehatan yang kaya karbohidrat dan protein. Menurutnya, susu jagung penting untuk kesehatan, terutama bagi seseorang yang alergi terhadap susu sapi. Selain tidak mengandung kolesterol, O-Thanx juga dapat memberikan nilai tambah pada jagung menjadi produk susu jagung.

O-Thanx yang sekarang sudah di kenal di kalangan mahasiswa IPB ini, dijual dengan harga 1000-1500 rupiah. Cara pembuatannya pun tidak terlalu rumit. Yaitu, jagung manis yang telah direbus, dipipil sehingga terpisah dari bonggolnya. Setelah itu, bijinya di blender dengan air hangat setelah dicampur gula dan CMC untuk diambil sarinya. Setelah di pasteurisasi kemudian di kemas dalam cup plastik berlabel ukuran 180 ml dan dipindahkan ke lemari pendingin agar lebih tahan lama dan dapat di jual dingin.

Selain itu, produk O-Thanx mempunyai prospek ke depan yang bagus, hal ini sudah disampaikan salah satu juri lomba yang berasal dari perusahaan retail. "Susu kalian sangat enak, dan saya yakin susu ini mempunyai prospek ke depan. Apabila kalian sudah siap melakukan produksi dalam skala besar, saya siap menghubungkan ke retail-retail seperti carefour, alfamart dan retail lainnya." Ujarnya seperti yang ditirukan Nadiyah.

Maka dari itu, ketika di tanya apa langkah ke depan nya, Andi menjawab uang hasil lomba sebesar 3 juta rupiah ini akan mereka gunakan untuk mengurus legalitas produk dan label halal dari Departemen Kesehatan dan membuat Surat Perindustrian Rumah Tangga (PIRT). Dan untuk biaya produksinya sendiri masih menggunakan dana dari DIKTI sebesar 4,5 Juta rupiah. "Kami akan menggunakan uang ini untuk proses legatitas dan label halalnya untuk memudahkan target kami menuju pasar yang lebih luas seperti retail atau swalayan." tegasnya. (zul)

#$#9ae514b26ed500a7c03637525e5c87ff###a76da1acf275ba2f6d7534b07af8876a###ID###2007-07-02 13:36:32###Cakupan RUU PB dan Penanganan Konflik Masih Terlalu Luas###

Ruang lingkup Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Bencana (PB)dan Penanganan Konflik masih begitu luas belum memasukkan bencana sosial dan bencana non alam. Demikian ujar Staf Pengajar Ilmu Hukum Universitas Gajah Mada, Dr. Moch Fajrul Falaak saat menjadi pembicara Semiloka Nasional "Penanganan Konflik di Indonesia dan Urgensinya RUU Penanganan Konflik". Semiloka ini diselenggarakan Center for Alternative Dispute Resolution, Regulation, Policy and Empowerment Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (CARE-LPPM-IPB) bekerjasama dengan United Nation Development Population (UNDP) selama dua hari (26-27/6) tanggal di Ruang Mawar Kampus IPB Baranangsiang.

Perbedaan suku, adat, kebiasaan dan pranata yang berlaku dalam masyarakat bisa menyebabkan konflik. "Kegagalan teknologi, modernisasi dan teror juga bisa memicu konflik sosial. Sudah menjadi kelaziman, dimana-mana konflik sosial dipicu perilaku manusia," kata Falaak. Untuk menangani konflik, kita harus memetakan akar masalah yang terjadi di dalam masyarakat.

Senada dengan Falaak, Konsultan Hukum dan Kantor Wali Gereja Indonesia, Vera Wenny,SH mengatakan RUU PB dan Penanganan Konflik masih sangat minim resolusi dan mempunyai pengertian luas. Penanggulangan konflik meliputi pra maupun pasca." Kebijakan pemerintah terkait penanggulangan bencana dan konflik sosial belum bijaksana. Misalnya pasca konflik di Poso. Bukannya menyelesaikan masalah, maaf, pengiriman militer ke Poso malah menambah masalah yang ada di sana," tutur Vera. Sudah menjadi tanggung jawab negara menyelesaikan berbagai konflik, termasuk didalamnya penanganan korban pasca.

Direktur Kewilayahan II Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dr. Suprayoga Hadi menjelaskan selama ini pemerintah telah berusaha menangani bencana dan konflik dengan sebaik-baiknya. " Bappenas telah menjalin kerjasama berbagai lembaga diantaranya dengan UNDP dan World Bank untuk menanggulangi bencana dan konflik di Indonesia," kata Suprayoga. Dia kemudian menyebutkan jalinan kerjasama tersebut salah satunya penyusunan Grand Strategy penanganan konflik di Indonesia antara Bappenas dan UNDP pada tahun 2003. Disamping Koordinasi pelaksanaan Support for Poor And Disadvantage Area (SPADA) antara Bappenas dan Bank Dunia pada 2007-2009. Moderator pada sesi ini adalah Dr. Sofyan Sjaff.

Pembicara kedua usai isoma yaitu Dr.Rilus Kinseng dan Dr.Wahyuddin dengan moderator Dr.Nurmala Panjaitan. Pembicara lain yang telah dijadwalkan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), K.H. Said Agil Syirad. Namun Said berhalangan hadir.
Semiloka ini dibuka oleh Wakil Rektor IV IPB, Dr.Asep Saefudin. Dalam sambutannya, Asep menyambut baik kegiatan ini. "Konflik tidak melulu tentang sosial. Di bidang pertanian pun juga terjadi konflik seperti perebutan dan konversi lahan," kata Asep. Oleh karena itu, perlu segera peraturan penanganan konflik di Indonesia.

Hari kedua dilakukan diskusi lanjut mengenai UU PB dan Penanganan Konflik yang terbagi sesi Pra Konflik, Tanggap Darurat, Pasca Konflik dan perumusan yang dimoderatori Nuraeni W. Prasojo, Lambang Trijono, Dian Ahmad R. Rumusan akhir dibacakan ketua panitia Semiloka, Dr.Koekoeh Santoso.(ris)

 

#$#2e801d5ee2749dbaf27d384f226e5afe###dc207da74cb9ff690b43c716dbeaf42e###ID###2007-07-02 13:39:26###Unit Keamanan Kampus (UKK) Gelar Pelatihan Penggunaan Alat Keamanan###



Dalam rangka meningkatkan keterampilan teknik penggunaan alat-alat keamanan, Unit Keamanan Kampus IPB (UKK) menggelar pelatihan dan penyegaran tentang perlengkapan keamanan bagi para anggotanya, Jum'at (29/6), di Kampus IPB Darmaga Bogor .

Acara berlangsung di lapangan upacara Kampus IPB, dan diikuti sekitar 63 orang anggota satuan pengaman (SATPAM), yang mana pelatihan ini akan berlangsung secara estafet, setiap hari Jum,at secara bergiliran.

Dengan rasa semangat yang tinggi dari peserta pelatihan , teknik keterampilan alat-alat pengaman dan baris-berbaris dijalani dengan senang, apalagi terdengar teriakan "YEL,YEL" dari peserta, yang dikomandoi oleh kordinator unit Keamanan kampus (UKK), Drs. Subagyo MM.,didampingi, Supriyatna (Bonar-red) dan Bripka Sujadi dari POLWIL Bogor.

Kepala UKK IPB mengatakan, tujuan pelatihan ini tak lain untuk meningkatkan keterampilan dan pembinaan sikap serta mental anggota UKK.

"Sesuai dengan Motto kita, Otak, Omong dan Otot (3 O), kita harus harus dapat mengasah kemampuan diri masing-masing," katanya.

Beliau juga mengatakan, tugas pengamanan di lingkungan IPB ini, merupakan tugas mulia.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan seperti ini akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri yang tinggi dan merasakan bahwa kita ini senasib dan sepenanggungan," ujarnya.

Menurutnya, dari situlah akan timbul kekuatan -kekuatan untuk menghalau segala gangguan keamanan di IPB. "Satuan pengaman IPB harus benar-benar memahami hasil dari pelatihan ini," tambahnya.

Sementara itu, untuk pengadaan perlengkapan dan keperluan kemanan di IPB Wakil Rektor II IPB, Dr.Ir. Heri Suhardiyanto mengatakan, akan memenuhi segala keperluan dan kesejahtraan Satuan Pengaman (SATPAM), sesuai dengan kemampuan IPB. (ccp/man)

#$#2c2de6880c13c05de7f6d7d13d0c097a###1121924f859282ba4509601bedab1a1a###ID###2007-07-02 13:40:04###Pokja PGKM IPB Berdayakan Remaja Putri Putus Sekolah###


Sekitar 20 orang remaja putri putus sekolah dari SD, SMP hingga SMA dari Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dilatih keterampilan kerajinan tangan berbahan baku kokon ulat sutera oleh kelompok Kerja (Pokja) Pangan, Pertanian, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat (PGKM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IPB.

Program pengembangan keterampilan hidup (life skills) Ipb itu, bertujuan untuk mengurani jumlah pangangguran dan mengatasi kemiskinan. Pelatihan berlangsung selama seminggu, dan berakhir (12/6) di Teaching Farm (Kebun Pendidikan) Ulat Sutera IPB di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor.

"Kegiatan seperti ini sudah berjalan sejak tahun 2003 dengan puluhan kali pelatihan," kata ketua Pokja PGKM-LPPM-IPB, Dr. Clara M. Kusharto, M.Sc., di lokasi kegiatan, Selasa (12/6).

Selain itu, ada juga Teaching Farm berbasis hortikultura, herbal (tumbuhan obat), atau biofarma. "Setelah pelatihan, diharapkan para peserta itu menciptakan lapangan kerja sendiri dengan berwiraswasta dengan keterampilan yang sudah diperoleh," katannya.

Alumni pelatihan dari kegaitan tersebut, Supriyanto (29), yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, Ia telah mulai merintis usaha ulat sutera di desanya, Desa Duren, Kcamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jateng. (man)

#$#b9a7e85d0916d52299981b6c62b051bd###b2b61c58068866431e12b7ab641f4415###ID###2007-07-12 08:54:22###Tiga Dosen IPB mengikuti Indonesia Sampoerna Best Lecturer###Direktorat SDM – IPB telah mengutus tiga staf pengajar terbaiknya untuk memenuhi undangan Sampoerna Tbk. mengikuti acara 'Indonesia Sampoerna Best Lecturer' yang diselenggarakan di Surabaya pada 2 – 6 Juli 2007. Kegiatan ini pertama kali digelar oleh Sampoerna Tbk., sementara itu bulan sebelumnya Sampoerna Tbk. telah menggelar kegiatan rutin tahunan ‘Indonesia Sampoerna Best Student’ yang sudah dimuali sejak tahun 2004. Sampoerna telah mengundang masing-masing 3 dosen terbaik dari 18 perguruan tinggi di Indonesia yang dianggap produk lulusannya telah berkontribusi dalam perkembangan dan kemajuan Sampoerna, yaitu IPB, UI, ITB, UGM, ITS, UNAIR, UNPAD, USU, UNSRI, UNDIP, UNBRAW, UNUD, UNHAS, UNS, UNSAKTI, UNPAR, UBAYA dan Univ. Kristen Petra Surabaya. IPB telah mengirimkan Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Departemen Arsitektur Lanskap, Dosen Berprestasi ranking I IPB 2004/Dosen Berprestasi ranking III Tk. Nasional 2004), Prof. Dr. Marimin (Departemen Teknologi Industri Pertanian, Dosen Berprestasi ranking II IPB 2005), dan Dr. Sriani Sujiprihati (Departemen AGH, Dosen Berprestasi ranking I IPB 2006/Dosen berprestasi ranking I Tk. Nasional 2006). Selain acara diskusi kelompok yang mengkaji topic-topik ‘peran pendidikan dalam mencegah kebiasaan merokok’, ‘tanggung jawab sosial industri rokok’, ‘penegakan hokum dalam perundang-undangan anti rokok’, juga dilakukan  tinjauan ke pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Rungkut, juga tinjauan ke industri rokok dengan mesin. Tak kalah menarik, pada kesempatan tersebut telah dilaksanakan tinjauan ke Sampoerna Entrepreneur Training Center (SETC) di Pandaan. Dr. Sam Herodian dari Prima Kelola IPB, menyambut dan menjelaskan SETC sebagai media Community Development yang dikembangkan oleh Sampoerna Tbk. di bidang usahatani. #$#2130da93f5858641e5299267e1ab5eb2###ba3e0d8c032cb0672284669e4293624a###ID###2007-07-12 10:47:48###Selamat Datang Mahasiswa Baru IPB Angkatan 44###IPB Terima 2216 Mahasiswa Baru Jalur USMI Sejak 2-5 Juli 2007, IPB kembali menerapkan tradisinya mengundang lulusan SLTA berprestasi dari seluruh Indonesia yang dirintis sejak 1975, dulu namanya Proyek Perintis II, berubah menjadi Penulusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) dan sekarang lebih dikenal sebagai jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI).  Rektor IPB, Prof Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, MSc mengatakan: “tradisi ini merupakan nilia-nilai yang terus dipegang sejak IPB didirikan 1 September 1963. Pendidikan adalah untuk semua, education for everyone”. Dengan mengundang putra-putri dari seluruh Indonesia itu, IPB dapat memberikan kontribusi lebih nyata dalam penyediaan sumberdaya manusia untuk membangun dunia pertanian dalam arti yang seluas-luasnya di seluruh Indonesia.  Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga tampak semarak dipadati kehadiran mahasiswa baru IPB angkatan 44.  Sebanyak  2216 lulusan SLTA telah memberikan konfirmasi untuk menjadi mahasiswa baru jalur USMI.  Wakil Rektor I sekaligus Ketua Panitia Penyambutan Mahasiswa baru (PPMB), Prof.Dr.Ir. Ahmad Chozin mengatakan:  “Pada tahun ini sekolah yang diundang meningkat dari 1700-an menjadi 1900-an.  Ini berarti IPB mengikuti perkembangan pertambahan sekolah yang baik di Indonesia.  Pendaftar tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Ini mencerminkan minat generasi muda pada bidang pertanian dalam arti luas ternyata cukup menggembirakan”.  Ditambahkan Chozin bahwa mahasiswa baru program sarjana yang akan diterima IPB ditingkatkan dari 3000 menjadi 3100 orang.  Adapun mahasiswa yang diterima melalui jalur USMI adalah 70%, sedangkan sisanya adalah 28% melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan 2% melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dan jalur Prestasi Internasional dan Nasional. Mengantisipasi pertambahan mahasiswa yang harus ditampung di Asrama Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Wakil Rektor II, Dr. Ir H. Herry Suhardiyanto, MSc menjelaskan bahwa sejak empat bulan yang lalu IPB melalui bantuan dari Kementerian Negara Urusan Perumahan Rakyat telah membangun asrama Rusunawa dengan kapasitas 400 orang.  Ditegaskannya: “Jadi selain IPB telah memiliki fasilitas Asrama Mahasiswa TPB dengan kapasitas 3000 orang sejak tahun 1999, kini dengan Rusunawa bertambah kapasitas 400 orang”.    Keharusan mahasiswa TPB tinggal di asrama, dimaksudkan untuk mengaikuti Program Pembinaan Akademik dan Multibudaya.  Wakil Rektor III, Prof Dr. Ir. H. Yusuf Sudohadi, MSc  selaku penanggungjawab kegiatan kemahasiswaan tersebut mengatakan: “Dengan adanya asrama ini, pembinaan mahasiswa IPB semakin lengkap untuk diasah kecerdasan intelektualnya, kecerdasan emosionalnya, kecerdasan spiritualnya dan kecerdasan sosialnya”.  IPB menjadi percontohan pembinaan kemahasiswaan nasional. Hal senada diungkapkan Kepala Asrama-TPB IPB, Dr. Bonny W Sukarno mengatakan pembinaan multibudaya di asrama ini bertujuan untuk menanamkan rasa kebersamaan di kalangan mahasiswa dalam rangka meningkatkan kemampuan akademik, menumbuhkan sikap profesionalisme mahasiswa dan menanamkan rasa kepedulian sosial, budaya dan lingkungan,” Bonny. Tujuan lain pembinaan multibudaya adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan (enterpreuneurship) mahasiswa dan meningkatkan moral dan etika mahasiswa TPB-IPB.  Sistem pembinaan yang dikembangkan di asrama ini adalah pola pendidikan manusia dewasa.  Untuk itu perangkat organisasi pembinaan mahasiswa di asrama, selain melibatkan para dosen konselor, juga ada manajer asrama untuk masing-masing gedung dan adanya kakak asrama (senior residence) untuk masing-masing lorong yang dihuni sekitar 50-100 mahasiswa. Untuk mendorong minat mahasiswa baru dalam memilih unit kegiatan mahasiswa yang ada di IPB, pada hari pertama  pendaftaran mahasiswa dilaksanakan kegiatan Open House Penyambutan Bahasiswa Baru.  Acara ini digelar di pelataran Plaza Akademik yang terletak sepanjang 500 meter antara Gedung Rektorat dan Gedung Graha Widya Wisuda.  Hapir 40 Unit kegiatan mahasiwa ditambah dengan Stand Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa, melakukan Open House. Selama mahasiswa melakukan registrasi ulang dan wawancara yang dilakukan oleh hamper 300 dosen IPB, Mahasiswa baru harus mengikuti serangkaian pemeriksanaan, seperti pemeriksaan kesehatan secara umum maupun pemeriksaan urin untuk memastikan mahasiswa bebas Narkoba.  Dr. Sri Budiarti Kepala Poliklinik IPB menjelaskan:  “Kalangan IPB dan para orangtua mahasiswa bersyukur bahwa tidak satu orangpun yang mendaftar IPB terindikasi Narkoba”.  Sri menambahkan: “Mudah-mudahan pemeriksaan dan pemantauan mahasiswa secara intensif terhadap ancaman narkoba, menjadikan IPB sebagai Kampus Bebas Narkoba”..  . Sementara itu, orang tua mahasiswa baru pada hari pertama penyambutan berkesempatan mengikuti pertemuan  Perhimpunan Orangtua Mahasiswa (POM) IPB yang digelar di sembilan fakultas di lingkungan IPB.  Pertemuan orangtua mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan IPB dengan keluarga mahasiswa dan terbentuk jejaring yang kuat antara IPB dan keluarga mahasiswa.  Wakil Rektor IV IPB yang membidangi kerjasama dan pengembangan Dr. Ir. Asep Saefuddin, menjelaskan: “Kegiatan pertemuan dengan orangtua mahasiswa baru dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan mengembangkan jejaring dan menggali kemungkinan kerjasama antara IPB dengan para orangtua”   Asep menambahkan: “Selain itu, pertemuan ini juga untuk mengukur harapan orangtua kepada IPB.  Contohnya ada orangtua yang mengharapkan setelah lulus anaknya dapat menjadi diplomat.  Dengan cara itu, pembelaan kepada nasib petani bukan saja pada level nasional, tetapi juga internasional”. Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB, Dr.Ir Ibnul Qayyim  merupakan suatu unit yang bertugas melaksanakan dan mengkoordinasikan proses belajar mengajar bagi mahasiswa baru IPB selama tahun pertama. “Harapannya ketika mengikuti TPB, mahasiswa mempunyai kompetensi umum dan memahami arti pertanian dalam arti luas. Hal ini yang menjadi jawaban mengapa lulusan IPB dapat bekerja di semua bidang pekerjaan,” ujar  Qayyim. Sejumlah orang tua mahasiswa yang khawatir putra-putri mereka mengalami tindak kekerasan selama mengikuti masa orientasi kampus. ”Di media jelas-jelas disebutkan, salah satu perguruan tinggi di Indonesia sudah banyak melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswanya. Jadi kami khawatir hal itu terjadi di IPB,” ujar seorang peserta silaturrahim POM.  Terkait dengan POM, organisasi ini berperan di dalam membantu kelancaran proses studi mahasiswa diantaranya memberikan bantuan beasiswa. “Tahun lalu, POM memberikan beasiswa pada 500 mahasiswa yang membutuhkan,” Ketua POM, Ir.H. Imam Purwanto.  Penerimaan mahasiswa baru di IPB (Ospek, red) tidak mengenal budaya kekerasan dalam pelaksanaannya. Bahkan, terangnya, selama di Tingkat Persiapan Bersama (TPB), para mahasiswa baru yang tinggal di asrama akan dibimbing oleh para senior residence dengan penuh rasa kekeluargaan. (AL/nm/ris/nur) 

 

#$#6fb9ed3236b997bc369a51e723a1bd05###f297d854ddd573da4eedd6ca4386e291###ID###2007-07-12 10:51:53###Sosialisasi MoniQa Network of Excellence###

 Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) IPB mulai mensosialisasikan MoniQa Network of Excellence, Jumat (22/6) bertempat di Ruang Mawar Kampus IPB Baranangsiang.  Sosialisasi dikemas dalam Coffee Morning Meeting “Program Towards the Harmonisation of Analytical Methods for Monitoring Food Quality and Safety in Food Supply Chain”, yang dihadiri para akademisi dan pelaku industri pangan.

Ktua Departemen  ITP IPB, Dr.Ir. Dahrul Syah menjelaskan, MoniQa Network of Excellence merupakan jejaring internasional yang didanai oleh European Commision, dengan tujuan umum untuk mengharmonisasi metode analisis pangan untuk monitoring dan pengendalian mutu dan keamanan pangan pada rantai suplai produk pangan.

“MoniQa Network mengintegrasi organisasi-organisasi kunci dan institusi-institusi yang menaruh perhatian terhadap mutu dan keamanan produk pangan di seluruh dunia. Untuk Asia, institusi dari tiga negara telah ditunjuk, yaitu Indonesia (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB), China (Sichuan University), dan Vietnam (Hanoi University of Technology),” terang Dr. Dahrul saat berbicara di hadapan peserta Coffee Morning Meeting.

Lebih lanjut dikatakan, MoniQa Network akan mempunyai peran penting di bidang mutu dan keamanan pangan di Eropa dan dunia melalui terbentuknya laboratorium virtual untuk joint research, training, diseminasi, dan program pertukaran. Dalam jejaring ini dimungkinkan untuk sharing data dan pengetahuan dalam rangka harmonisasi standard dan mutu pelaksanaan metoda analisis untuk memonitor dan mengendalikan mutu dan keamanan pangan. MoniQa Network akan menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan riset, peneliti-peneliti dan personal, serta infrastruktur sehingga diperoleh efek sinergis.

Coffee morning meeting juga diisi dengan diskusi yang menghadirkan pembicara Deputi III BPOM Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Prof.Dr. Dedi Fardiaz, M.Sc., dan Corporate Quality Assurance PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Rosadi. Masing-masing berbicara tentang Harmonisasi standar produk pangan di Indonesia, dan Manfaat harmonisasi metode analisis untuk jaminan mutu dan keamanan di industri pangan. (nm/nUr)

#$#97a456a9a021efdb646947746067fcc3###c3c0c1495d287df570eeab6a4916f3a1###ID###2007-07-12 10:55:00###IPB Sosialisasikan UU Penataan Ruang Sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Ketahanan Pangan###

Dalam rangka mensosialisasikan Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Round Table Meeting bertajuk "Implikasi Perubahan Undang-undang tentang Penataan Ruang terhadap Sistem Penataan Ruang, Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup bertempat di Aula P4W Kampus IPB Baranangsiang, (19/6).

cara menghadirkan narasumber Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum RI, Dr. Achmad Hermanto Dardak, Kepala P4W LPPM IPB, Dr. Ernan Rustiadi, peneliti P4W IPB, Ir. Yayat Supriyatna, MURP serta anggota Forum Kajian Tata Ruang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Perencanaan Wilayah Perdesaan (PWD) IPB, Ir, Nindyantoro, MS.

Wakil Kepala LPPM IPB, Dr. Aunuddin saat membuka acara menandaskan bahwa IPB dalam hal ini P4W telah terlibat aktif dalam proses kelahiran Undang-undang tentang Penataan Ruang. Round Table Meeting pertama yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan fokus membahas persoalan tata ruang digelar di IPB pada 20 April 2006. Sejak saat itu, terus bergulir pertemuan-pertemuan serupa dengan mengambil tempat di berbagai perguruan tinggi lainnya diantaranya Universitas Trisakti (Usakti), Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjahmada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Hal senada disampaikan Dirjen Penataan Ruang, Dr. Achmad Hermanto Dardak. "Proses menyiapkan undang-undang ini mendapat dukungan intensif dari P4W IPB, " tandasnya saat mengawali presentasi berisi garis besar isi UU Penataan Ruang. Ditandaskannya, semangat penyusunan UU Penataan Ruang ini, selain dalam rangka mencari solusi bagi permasalahan-permasalahan yang berkembang seputar penataan ruang di Indonesia, juga dalam rangka memperkuat daya saing menghadapi kompetisi global.

Sementara itu Kepala P4W IPB, Dr. Ernan Rustiadi pada kesempatan tersebut memaparkan beberapa catatan penting terkait implementasi undang-undang baru tersebut terutama terkait dengan penataan ruang di kawasan perdesaan. Menurutnya hal ini sangat penting mengingat penataan ruang di perdesaan merupakan instrumen penting pemberdayaan masyarakat desa dan ketahanan pangan.

Sementara Ir. Yayat Supriyatna, MS menyinggung soal kondisi pasca diundangkannya UU Penataan Ruang yakni masalah implementasinya yang harus terus dikawal.

Pada sesi pembahasan implikasi perubahan UU Penataan Ruang terhadap Penataan Ruang Kota Bogor, beberapa hal yang fokus di bahas pada hari itu diantaranya: kronologis perkembangan kegiatan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), implikasi pelaksanaan RTRW Kota Bogor terhadap pembentukan pola dan struktur ruang kota Bogor, implikasi penerapan UU No 26/2007 terhadap penataan ruang Kota Bogor, serta kajian akademis terhadap tata ruang Kota Bogor. Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala P4W LPPM IPB, Bappeda Kota Bogor, Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor serta Forum Kajian Tata Ruang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Perencanaan Wilayah (PWL) IPB. (Nur)

 

 

#$#677b9bbeee9399f41c1d8361e268c04b###a120df3d10bf32d10ea2fe519d2a8c43###ID###2007-07-12 10:56:25###Kunjungan UPM Ke IPB###

Sebanyak enam mahasiswa tamu dari Universiti Putera Malaysia (UPM) berkunjung ke IPB. Mereka  diterima langsung Kepala Kantor Program Internasional Dr. Ma'mun Sarma, didampingi Dr. Clara M. Koesharto di Ruang Sidang AJMP, Kampus IPB Darmaga, (21/6). Mereka bermaksud untuk melakukan studi banding bagaimana mengelola penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia yaitu di RS Cisarua Bogor, selain berkunjung ke Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

"Kami merupakan first bacth dari UPM yang melakukan program studi banding mengenai penyakit TBC ke luar negeri, karena fakultas kedokteran UPM baru berdiri pada tahun 2003 lalu," ujar salah satu mahasiswi. Calon-calon dokter ini sudah berada di Indonesia selama 3 minggu. Mereka merupakan peserta elective prosting, yaitu salah satu program dari UPM dimana mahasiswanya diminta untuk melakukan studi banding ke luar negeri selama 1 bulan. Selain Indonesia, beberapa negara yang jadi rujukan yaitu Hongkong, Australia, India dan Taiwan.  Dr. Ma'mun Sarma menyampaikan riwayat ilmu kedokteran antara Indonesia dan Malaysia itu sama karena  masih satu rumpun. "Karena ada kedekatan ras antara Indonesia dan Malaysia, maka jenis penyakit yang ada dan cara penyembuhannya pun hampir sama," tandasnya. Usai diterima para pejabat IPB, para mahasiswa ini melanjutkan kunjungannya ke Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dan juga Rumah Sakit Hewan (RSH- IPB). Mereka berkesempatan berdiskusi dengan beberapa staf di FKH IPB.  (zul/nUr)

#$#621a2e6f77955a933d374b62d08cbc40###9b2961eb27a63b86fbed41f4e86d54a4###ID###2007-07-12 11:03:18###Teh Benalu Hambat Tumor MDV Ayam###

Marek's disease Virus (MDV) merupakan suatu penyakit limfoproliferatif pada ayam yang sangat mudah menular. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Dr Jozsef marek pada tahun 1907 di Hongaria. Penyakit ini dikenal juga dengan nama fowl paralysis, range paralysis dan neurolymphomatosis. Marek's disease biasanya ditemukan pada ayam muda, walaupun penyakit ini dapat juga menyerang ayam dewasa .Marek's disease disebabkan oleh Herpesviuss grup B yang bersifat highly cell-associated (sangat tergantung pada sel) pada semua jaringan, terkecuali pada epitel folikel bulu.

Marek's disease merupakan salah satu penyakit yang paling penting pada ayam, yang menyebabkan kerugian ekonomik yang besar pada peternakan ayam pedagang maupun petelur. Herpes alami yang panting untuk marek's disease adalah ayam, disamping itu marek's disease dapat juga ditemukan pada kalkun, dan burung puyuh. Berbagai species ayam misalnya burung merak, burung dara, itik, angsa, burung kenari, burung hantu juga diperkirakan dapat terserang MDV.

Ciri-ciri gejala ayam terkena penyakit marek's disease diantaranya terdapat tumor visceral dan terjadi infiltrasi lymphoid pada saraf tepi (peripheral). Akibat adanya infiltrasi lymphoid pada iris , ayam mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Gejala tersebut sedikit membantu mendiagnosis karena ayam yang terserang akan selalu diikuti dengan kematian. Gejala yang menciri adalah terjadinya kepincangan, sayap menggantung, sempoyongan, kurus, pucat, dan lemah. Terjadi kelumpuhan saraf pada kaki sehingga kaki dijulurkan kedepan atau kebelakang. Pernafasan cepat, folikel bulu,
melebar, iris kelabu dengan permukaan tak teratur dan pupil menyempit.

Penularan terutama melalui udara dalam kandang ayam, bulu, debu kandang, tinja dan air liur. Ayam terinfeksi mengandung virus dalam darah untuk waktu yang lama dan menjadi sumber infeksi bagi ayam yang rentan. Virus marek's disease dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus marek's disease tidak ditularkan melalui telur dari induk kepada anak ayam sehingga DOC yang dtetaskan bebas dari virus tersebut.

Mahasiswa S3 Program Studi Sains Veteriner Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Samsi meneliti kemampuan ekstrak teh benalu (Scurrula oortiana) dalam meningkatkan imunitas tubuh serta mengurangi resiko kanker pada ayam ras petelur betina yang diuji tantang MDV. "Tujuan penelitian saya ini diantaranya membuktikan secara ilmiah khasiat ekstrak teh benalu sebagai imunomodulator dan mengurangi resiko kanker, menjadikan benalu teh sebagai obat herbal berstandar melalui uji in-vivo menggunakan ayam sebagai hewan percobaan," kata Samsi.

Sebanyak 80 ekor ayam ras petelur betina strain Isa Brown berumur satu hari, Samsi gunakan sebagai hewan percobaan. Ayam ini dibagi empat kelompok perlakuan. Kelompok pertama adalah ayam yang diberi ekstrak benalu tanpa infeksi MDV (A). Kelompok kedua adalah ayam tanpa diberi ekstrak benalu tanpa infeksi MDV (B). Kelompok ketiga, ayam yang diberi ekstrak benalu dan diinfeksi MDV (C). Kelompok keempat adalah ayam tanpa diberi ekstrak benalu diinfeksi MDV (D).

Ayam itu diperoleh dari peternakan pembibitan "Manggis Farm" desa Tenjoayu, Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian yang bertajuk ' Ekstrak Benalu Teh Sebagai Imunomodulator dan Antitumor Infeksi MDV Serotipe 1 Onkogenik pada Ayam' dilakukan mulai bulan Mei 2004 sampai dengan Agustus 2006.

Dari hasil penelitian Samsi, pemberian ekstrak benalu dosis 10 miligram per kilogram berat badan pada ayam ras petelur betina berpotensi sebagai imunomodulator ditandai dengan peningkatan bobot relatif bursa Fabricius dan timus pada 20 hari dan meningkatkan diameter folikel bursa fabricius pada 40. Pengaruh pemanfaatan ekstrak benalu teh terhadap MDV pada kombinasi pemberian ekstrak benalu teh dengan ujian tantang MDV 20 hari. Khasiat ekstrak benalu memiliki potensi sebagai antivirus ditandai dengan kemampuannya menghambat perkembangan MDV pada bursa Fabricius 20 hari. Ekstrak benalu juga mampu mengurangi resiko neoplasma ditandai dengan menurunnya jumlah limfosit pada proventrikulus dan organ hati 40 hari. Ujian terbuka yang dilaksanakan Senin (9/7) bertempat Kampus IPB Darmaga dibawah komisi pembimbing Dr.Marthen B.M Malole, Prof.Ir.Wasmen Manalu, PhD, dan drh.Ekowati Handharyani, Msi, PhD. (ris)

#$#97480df59f84006bf5cad68d49a33fa7###119219ecb01c65ae5c8c08f4103fee03###ID###2007-07-16 11:46:42###Tiga Dosen IPB mengikuti Indonesia Sampoerna Best Lecturer###

Direktorat SDM – IPB telah mengutus tiga staf pengajar terbaiknya untuk memenuhi undangan Sampoerna Tbk. mengikuti acara ‘Indonesia Sampoerna Best Lecturer’ yang diselenggarakan di Surabaya pada 2 – 6 Juli 2007. Kegiatan ini pertama kali digelar oleh Sampoerna Tbk., sementara itu bulan sebelumnya Sampoerna Tbk. telah menggelar kegiatan rutin tahunan ‘Indonesia Sampoerna Best Student’ yang sudah dimuali sejak tahun 2004. Sampoerna telah mengundang masing-masing 3 dosen terbaik dari 18 perguruan tinggi di Indonesia yang dianggap produk lulusannya telah berkontribusi dalam perkembangan dan kemajuan Sampoerna, yaitu IPB, UI, ITB, UGM, ITS, UNAIR, UNPAD, USU, UNSRI, UNDIP, UNBRAW, UNUD, UNHAS, UNS, UNSAKTI, UNPAR, UBAYA dan Univ. Kristen Petra Surabaya.

IPB telah mengirimkan Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Departemen Arsitektur Lanskap, Dosen Berprestasi ranking I IPB 2004/Dosen Berprestasi ranking III Tk. Nasional 2004), Prof. Dr. Marimin (Departemen Teknologi Industri Pertanian, Dosen Berprestasi ranking II IPB 2005), dan Dr. Sriani Sujiprihati (Departemen AGH, Dosen Berprestasi ranking I IPB 2006/Dosen berprestasi ranking I Tk. Nasional 2006). Selain acara diskusi kelompok yang mengkaji topic-topik ‘peran pendidikan dalam mencegah kebiasaan merokok’, ‘tanggung jawab sosial industri rokok’, ‘penegakan hokum dalam perundang-undangan anti rokok’, juga dilakukan  tinjauan ke pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Rungkut, juga tinjauan ke industri rokok dengan mesin. Tak kalah menarik, pada kesempatan tersebut telah dilaksanakan tinjauan ke Sampoerna Entrepreneur Training Center (SETC) di Pandaan. Dr. Sam Herodian dari Prima Kelola IPB, menyambut dan menjelaskan SETC sebagai media Community Development yang dikembangkan oleh Sampoerna Tbk. di bidang usahatani. #$#dac464a6bb0d33be25228ead3c56eade###94db72bd62668f9611a74fc02026617c###ID###2007-07-16 11:48:21###DEPT. ARSITEKTUR LANSKAP MENERIMA KUNJUNGAN LSO BIRENA DKM AL-HURRIYYAH IPB###

Jumat, 6 Juli 2007 Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB menerima kunjungan dari Lembaga Semi Otonom Bimbingan Remaja dan Anak-anak (LSO Birena) DKM Al-Hurriyyah IPB dalam rangka kegiatan Islamic Youth Camp 1428 H. Kunjungan tersebut bertujuan selain untuk rekreasi juga untuk memperkenalkan tata letak taman dan belajar mendiasin taman. Rombongan LSO Birena diterima oleh Bapak Akhmad Arifin Hadi, SP sebagai perwakilan staf pengajar Departemen Arsitektur Lanskap dan oleh Bapak Didi dari Studio Pro Arsitektur Lanskap. Acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut cukup lancar, banyak siswa yang antusias mendengarkan penjelasan mengenai nama-nama tanaman hias dan mengikuti kegiatan belajar membuat disain taman secara sederhana. Pada akhir acara rombongan LSO Birena DKM Al-Hurriyyah IPB memberikan oleh-oleh untuk Departemen Arsitektur Lanskap berupa makanan khas dari Bogor.

#$#187460da5dfbd786b5fd62d9e5272a74###7563e5a26013d289eda851a3291fd949###ID###2007-07-16 14:44:34###Koperasi Ciptakan Globalisasi Berkeadilan###Globalisasi  pasar bebas menguntungkan negara-negara berkembang bila mendorong kesadaran akan potensi sumberdaya alam. Selain juga menumbuhkan keberanian mengambil kebijakan yang memihak pada kepentingan masyarakat. Demikian papar Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Dr. Muhammad Taufiq saat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan Usaha  Kecil  Menengah Republik Indonesia dalam Seminar Nasional Himpunan Profesi Mahasiswa  Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) bertajuk ’Meningkatkan Daya Saing Agribisnis Melalui Revitalisasi Fungsi dan peranan Koperasi Menuju Pasar Global’ Selasa (10/7) di Ruang Mahoni Kampus IPB Gunung Gede. Untuk mengentaskan kemiskinan kementrian telah menggulirkan kebijakan pemberdayaan koperasi kembali dan kredit/pembiayaan untuk UKM. ”Sayangnya jumlah pemberian kredit/pembiyaan ini belum seluruhnya diterima masyarakat yang membutuhkan,” kata  Mohammad.   Hal senada disampaikan oleh Dr. Nizwar Syafaat saat membacakan sambutan Menteri Pertanian Republik Indonesia. ”Globalisasi merubah masyarakat petani menjadi masyarakat industri. Perubahan ini sedikit banyak menyebabkan pertanian Indonesia cenderung terpinggirkan,” kata Nizwar. Terkait dengan daya saing produk agribisnis nasional, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Peneliti Senior InterCAFE Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Bustanul Arifin, ada beberapa masalah yang menyebabkan daya saing produk agribisnis Indonesia rendah. ”Diantaranya produk agribisnis yang musiman, mudah rusak, dan beragam. Infrastruktur fisik khas Indonesia yang jauh dari memadai, itu pun hanya di Jawa dan Sumatera. Karakter infrastruktur non fisik yakni kualitas peraturan, sumber daya manusia dan inkonsistensi kebijakan. Serta karakter iklim investasi yang tidak terfokus pada upaya penciptaan nilai tambah, untuk lapangan kerja baru,” urai Bustanul. Sementara itu, Dr.Ir.Muslimin Nasution, APU menekankan bahwa  koperasi mampu menciptakan globalisasi yang berkeadilan dan menjawab tantangan kesenjangan di dunia maupun Indonesia akibat globalisasi pasar bebas. Muslimin kemudian menjelaskan kesenjangan di Indonesia misalnya; usaha yang berukuran kecil dan menengah menyerap 99,4 persen lapangan kerja, atau 94,6 juta orang,  tetapi hanya menikmati 55 persen nilai tambah ekonomi.  Usaha besar yang mempekerjakan  600 ribu orang menikmati nilai tambah sebesar 45 persen. Jika pendapatan bulanan penduduk miskin Indonesia digabungkan, nilainya hanya seperempat dari harta satu orang terkaya di Indonesia. ”Yang memprihatinkan, sektor pertanian yang mempekerjakan hampir 40 juta orang hanya memperoleh kredit investasi sebesar 2 persen,” ujar Muslimin. Koperasi sebagai lembaga yang menjunjung  nilai-nilai keadilan dan kebersamaan, akan memegang peran kritis terutama dalam membentuk dan menggerakkan perubahan-perubahan dalam globalisasi, serta dapat berjalan beriringan dengan pelaku ekonomi masyarakat lainnya. Muslimin menuturkan, ”Koperasi memegang peran kunci dalam beberapa hal terutama untuk menciptakan era globalisasi yang berkeadilan.”  Ditanya soal latar belakang kegiatan ini, Direktur Manajemen Bisnis (MB) IPB, Dr.Arief Daryanto mengatakan sebuah pascasarjana yang berkualitas dilihat dari para staf pengajarnya, fasilitasnya dan lulusannya. ”Para lulusan MB IPB diharapkan memiliki kemampuan hardskill dan softskill. Kegiatan kepanitian yang diselenggarakan alumni MB ini menjadi latihan untuk mengasah softskill mereka,” katanya. Pembicara lain yang hadir dalam kesempatan tersebut yakni  Ketua PKSPL Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir.Tridoyo Kusumastanto, MS, Tenaga Ahli JICA, Kenji Watanabe dan Staf Pengajar Manejemen Bisnis, Ir.Lukman Muhammad Baga. Moderator kegiatan ini Ir.Iqdan Fahmi, M.Ec dan Dr.Ir.Nunung Nuryartono, M.Sc. (ris)   #$#b3baf8bd0a5f15d624ad95fababf7358###9188fd8a804af74cfab8a312fdc68261###ID###2007-07-16 14:46:10###Delegasi IASS Indonesia Ke Jerman dan Switzerland###Sebanyak tujuh delegasi International Association of Agricultural Students (IAAS) mewakili Indonesia ke Jerman dan Switzerland. Delegasi ini akan mengikuti IAAS Conggres 2007Food Safety and Security The Challenge is Ours’ yang diselenggarakan pada tanggal 20 Juli – 8 Agustus 2007. Konggres yang digelar setiap tahun ini akan dihadiri lebih dari 40 perwakilan negara-negara di Eropa, Afrika, Amerika dan Asia. Para delegasi akan mengikuti General Assembly di Jerman dan Seminar Pangan di Switzerland.   Ketujuh delegasi Indonesia yang terpilih merupakan  hasil seleksi 20 kandidat dari enam local committee yakni Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Mataram, Universitas Haluole, dan Universitas Diponergoro (UNDIP Institut Pertanian Bogor (IPB)).  Ketujuh delegasi tersebut tiga diantaranya dari IPB, satu dari Unpad, satu dari Universitas Haluole, dan dua Universitas Brawijaya.  Asal yang berasal IPB  antara lain Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian  Ayu Pry Diptasari dan  Galih Nugroho serta Mahasiswa Departemen Silvikultur Fakultas Kehutahan, Doddy Juli Irawan. “Konggres ini sangat special dibanding tahun sebelumnya karena akan ada peringatan ulang tahun IAAS Internasional ke-50,” kata Doddy. Di sana, ketiganya akan mempresentasikan dua hasil penelitian yang berjudul ‘Food Security In Indonesia Based On The Local Resources’ dan ‘ Examination of Antioxidant Capacity of Polar Extract, Non Polar Extract, Protein and Non Protein Extraction of Hyacinth Bean (Labablab purpureus sweet). (ris)         #$#cd60f6030abedf4caf0134d1599ba34b###b4d8050486758f6bc988ae87ada9c5d3###ID###2007-07-19 13:06:26###Konferensi Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia I, IPB Pertemukan Scientist dengan Pembuat Kebijakan###Demi terciptanya format keterkaitan antara sains kelautan dan perikanan dalam kerangka pembangunan bahari di Indonesia, Masyarakat Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia (MSKPI) menyelenggarakan Konferensi Sains Kelautan dan Perikanan Indonesia I di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Darmaga Bogor (16/7). Menurut Dr. Kadarwan Soewardi, Dekan FPIK IPB sekaligus Ketua MSKPI, hal ini akan terjadi bila kita dapat mempertemukan peneliti dan pembuat kebijakan.

"Maka dari itu, diselenggarakanlah konferensi yang bertajuk "Science Meets Policy": mencari format keterkaitan sains kelautan dan perikanan dengan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan nasional." papar Dr. Kadarwan di depan 200 lebih peserta. Selain itu, ditandaskannya, dengan adanya konferensi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan komunitas sains dalam rangka terciptanya peluang pengembangan sains perikanan dan kelautan yang dirasa belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, MSKPI mempunyai tanggung jawab moral untuk menjadi jemabtan bagi komunikasi antar cabang komunitas sains maupun dengan cabang pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, pengembangan sains di bidang Kelautan dan Perikanan belum sepenuhnya mampu dioptimalkan dalam menjawab kebutuhan riil pembangunan Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Hal ini sering menjadi penyebab kegelisahan pemegang kebijakan di bidang Perikanan dan Kelautan, namun disadari pula bahwa keterkaitan antara penelitian dan kebijakan sudah berjalan melalui mekanisme budgeting, karena di Indonesia penganggaran riset dan pengembangan sains masih didominasi kebijakan pemerintah baik yang berada di departemen maupun di dewan riset.

"Jadi arah riset lebih ditentukan oleh budgeting daripada idealisme peneliti. Oleh karena itu visi penelitian dan pengembangan riset yang dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia khususnya di Bidang Perikanan dan Kelautan harus disamakan dulu atau di kompromikan antara peneliti dan pembuat kebijakan". Tambahnya.

Maka dari itu, beberapa pakar dan para pemegang kebijakan di bidang Perikanan dan Kelautan didatangkan untuk mentrasfer wawasan dan juga agar terjadi titik temu antara peneliti dan pembuat kebijakan, seperti Dr. Arif Budi Witarto (LIPI), Dr. Sunoto (SDM DKP), Dr. Subhat Nurhakim (BRKP), Ir. Firmansyah, M.Sc (PT. CP Prima), Dr. Sumpeno Putro (BRKP-DKP), Dr. Ir. Indrajaya (staf pengajar di IPB yang juga staf Ahli Komisi IV DPR RI) dan Prof. Dr. Ir. Enang Haris (FPIK-IPB).

Sementara itu, sesi diskusi pun dirancang dengan topik yang sesuai untuk masing-masing kelompok seperti kelompok Teknologi Perikanan dan Kelautan, kelompok Budidaya Perairan, Kelompok Teknologi Hasil Perikanan, Kelompok Ekosistem dan Manajemen Sumberdaya Perairan I dan II. Selain itu, disempatkan juga untuk diselenggarakan Forum Dekan dengan topik Pembahasan Riset Unggulan dan MSKPI Awards.

Hampir sama dengan apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Kadarwan, Ketua Panitia, Dr. Luky Adrianto menyatakan bahwa Forum Dekan Fakultas Perikanan se-Indonesia yang berlangsung pada malam harinya akan lebih diarahkan untuk menggagas suatu Science yang bersifat kerakyatan atau bisa kita sebut Science Kerakyatan. "Kita akan coba untuk menemukan terobosan baru yang tepat guna, maksudnya penelitian-penelitian yang dilakukan lebih diarahkan untuk masyarakat Indonesia bukan hanya untuk melayani keinginan semata namun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat." paparnya.

Sementara Wakil Rektor I IPB, Prof. Dr. M.A. Chozin, yang saat itu berkesempatan membuka konferensi menyatakan bahwa sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai potensi kekayaan yang sangat besar namun tidak akan menjadi optimal tanpa adanya dukungan IPTEK. (zul/man)

#$#9ac32c6d5404a69d90ba337e649d4f55###ab50ddea150036b21e8efa1eb2645b7f###ID###2007-07-19 14:45:21###IPB Tuan Rumah Konggres Nasional Mikoriza Indonesia II###Mikoriza, anda pernah mendengar nama ini? Bagi sebagian orang, mungkin memang masing terbilang asing. Dari Konggres Nasional Mikoriza Indonesia II yang digelar di Ruang Sidang Silva, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, (17-18/7) kita akan mengetahui banyak hal terkait dengan istilah yang satu ini.

Mikoriza adalah bentuk simbiosis mutualisme (kerjasama saling menguntungkan) antara cendawan dengan akar tanaman. Bentuk-bentuk simbiosis saling menguntungkan antara tanaman dan mikroba telah banyak dipelajari oleh para ilmuwan dan beberapa diantaranya telah diterapkan di lapangan.

"Disebut simbiosis mutualisme karena cendawan memperoleh karbohidrat dari tanaman dan tanaman mendapatkan unsur hara khususnya fosfat dari cendawan, " jelas Ketua Departemen Silvikultur IPB, Dr. Irdika Mansur. Lebih lanjut dikatakannya, cendawan mikoriza arbuskula (CMA) memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati. "Pengembangan pupuk hayati mikoriza akan dapat meningkatkan produktivitas tanaman budidaya dan memperbaiki kualitas lahan," tandasnya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari berbagai instansi di Indonesia itu. CMA ditemukan pada berbagai jenis tanah, mulai dari tepi pantai sampai ketinggian 4500 m di atas permukaan laut, mulai dari kawasan yang panas dan kering bervegetasi sabana sampai di kawasan subantartika.

Selama dua hari para peserta mendapatkan kuliah dan praktikum dari para pakar Mikoriza di IPB sebagai salah satu perguruan tinggi utama pengembang mikoriza. Beberapa topik menarik yang dibahas pada saat itu antara lain: Potensi dan Prospek Mikoriza; Bekerja dengan Mikoriza untuk Daerah; Mycorrhizal Helpers Bacteria; Baku Mutu Inokulum Mikoriza; Morfologi CMA dalam Akar; Teknik Bekerja dengan CMA.

Selain workshop dan seminar, kegiatan bertajuk "Percepatan Sosialisasi Teknologi Mikoriza untuk Mendukung Revitalisasi Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan" ini juga dirangkai dengan kunjungan lapangan (fieldtrip). Konggres nasional sendiri diikuti jajaran pengurus Asosiasi Mikoriza Arbuskula Indonesia. Acara yang dimaksudkan untuk menularkan ilmu dan teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat luas ini dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Hendrayanto. (zul/nUr)

#$#ea74763409d3458a155eb0138b78923e###122eda4b73afff976c58a96eb6c69bdb###ID###2007-07-20 14:24:18###Pembuatan Minyak Kelapa Hemat Energi, Teknologi Alternatif Untuk Rakyat###Harga minyak kelapa sawit yang melambung tinggi sekarang ini, mendorong para peneliti IPB untuk berkontribusi dalam memikirkan permasalahan ini. Salah satu usahanya yaitu dengan kembali memanfaatkan kelapa sebagai sumber minyak goreng. Adapun Dr. Ir. Sugiyono, M.AppSc, pakar sekaligus Dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) IPB, membuat minyak kelapa hemat energi. Caranya pun mudah, laki-laki ini hanya menambahkan ragi roti dalam salah satu proses pembuatannya.

Secara tradisional, masyarakat mengolah kelapa menjadi minyak melalui tahapan pemanasan yang relatif lama. Hal ini berimbas kepada pemborosan penggunaan bahan bakar serta minyak yang dihasilkan cepat mengalami ketengikan. Maka dibuatlah minyak goreng hemat energi sebagai alternatif bagi masyarakat di pedesaan terutama pemilik kebun kelapa.

Banyak sekali kelebihan dari minyak kelapa hemat energi ini. Seperti misalnya, tidak gampang tengik, mempunyai aroma yang harum, cara pembuatan yang cepat dan mudah, serta lebih sehat bila dibandingkan dengan minyak kelapa sawit. Hal ini terungkap saat dilakukan wawancara langsung dengan Dr. Sugiyono di Kampus IPB Darmaga Bogor (20/7).

"Karena hanya dipanaskan selama 10-15 menit, maka minyak yang dihasilkan tidak gampang tengik, selain itu, dia mempunyai aroma yang khas. Selain tidak membutuhkan pemanasan yang lama, minyak kelapa lebih sehat daripada minyak sawit, kenapa?karena minyak kelapa mempunyai rantai Asam Lemak Laurat yang lebih pendek sehingga lebih mudah untuk di metabolisme." Ujarnya dihadapan beberapa wartawan baik elektronik maupun cetak.

Menurutnya, pembuatan minyak kelapa ini akan lebih banyak membantu petani yang punya kelapa di kebunnya, daripada hasil kelapanya dijual ke pasar dengan harga per butirnya 200-300 rupiah saja, maka akan lebih mempunyai nilai tambah apabila masyarakat desa bisa membuat minyak kelapa hemat energi ini. Bandingkan saja, untuk membuat 1 liter minyak kelapa ini, hanya dibutuhkan sekitar 20 butir kelapa kecil. Berarti, modal awal hanya 6000-7000 rupiah sedangkan harga minyak di pasaran berkisar 9000 rupiah.

Sementara itu, cara pembuatannya pun tergolong mudah. Yaitu, daging buah kelapa diparut untuk diambil santannya. Setelah itu santan yang diperoleh dibiarkan selama 1 jam sehingga terbentuk 3 lapisan yaitu lapisan atas berupa minyak, lapisan tengah berupa protein dan lapisan bawah yang isinya air. Kemudian lapisan atas dan lapisan tengah diambil sedangkan lapisan bawah dibuang.

Selanjutnya, campuran lapisan atas dan lapisan tengah ditambahkan dengan ragi roti sebanyak 1.5 gram atau satu sendok teh untuk setiap 1 kg kelapa parut lalu diaduk. Campuran dibiarkan selama 5-6 jam (proses ini disebut pemeraman atau peragian). Setelah terbentuk 3 lapisan seperti diatas, proses kemudian dilanjutkan dengan memanaskan 2 lapisan atas yaitu lapisan minyak dan lapisan proteinnya selama 10 menit.

Dalam pemanasan ini, terjadi penguapan air dan protein menggumpal (disebut galendo). Lalu minyak disaring dan galendo diperas. Untuk meminimalkan air yang masih terkandung didalamnya, minyak dapat dipanaskan lagi selama 5 menit.

Masih ada satu keuntungan lagi yaitu, lapisan bawah hasil pemeraman yang berupa air dapat digunakan kembali sebagai sumber ragi untuk proses pembuatan minyak berikutnya. Menurut Sugiyono, air ini hanya dapat digunakan sebanyak 4 kali, setelah itu sudah tidak dapat dikompromikan lagi.

"Proses ini menghasilkan minyak sebanyak 15 % dari berat kelapa parut yang diolah. Dan minyak yang dihasilkan sudah memenuhi standar mutu minyak goreng Indonesia." Tambahnya.(zul)

#$#2eb46cb79da2424fd0aa52c44cdc5a3b###e3e29b79731ce9a040a10b1c5001380c###ID###2007-07-20 15:13:03###Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Cendawan###Salah satu penyakit yang dominan pada pertanaman cabai adalah hawar phytophthora yang disebabkan Phytophthora capsici. Cendawan P. Capsici mengganggu cabai pada setiap fase dan bagian tanaman. Gangguan pada fase bibit dapat menyebabkan kematian. Pada tanaman dewasa gangguan cendawan ini menyebabkan gejala busuk akar, kanker batang, hawar daun dan busuk buah.

Phytophthora capsici tidak hanya menyebar dan menimbulkan permasalahan pada tanaman cabai di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Dilaporkan, kehilangan hasil akibat gangguan P. Capsici di Turki mencapai lebih dari 40 persen, di Mexico mencapa 60-100 persen. Sementara di Indonesia, gangguan cendawan ini telah menghancurkan lebih dari 60 persen areal pertanaman cabai petani di Tegal

Rahmi Yunianti, mahasiswa S-3 Institut Pertanian Bogor (IPB), mengungkapkan hal itu saat mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Analisis genetik pewarisan sifat ketahanan cabai (capsicum annuum L.) terhadap penyakit hawar phytophthora dan arah pengembangan varietasnya", Kamis (19/7) bertempat di Ruang Sidang Senat Akademik Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Disertasi Rahmi di bawah komisi pembimbing yang diketuai Prof.Dr.Ir. Sarsidi Sastrosumarjo, M.Sc., dengan anggota Dr.Ir. Sriani Sujiprihati, MS., Dr.Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, M.Sc., dan Dr.Ir. Memen Surahman, M.Sc.

Sementara, bertindak sebagai penguji luar komisi yaitu Dr.Ir. Dyah Manohara, peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Departemen Pertanian Cimanggu Bogor, dan Dr.Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc., staf pengajar pada Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB.

Dalam disertasinya, Rahmi mengatakan, telah banyak cara budidaya ynag direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit ini, antara lain menghindari penanaman pada areal yang memiliki riwayat terinfestasi P. capsici, perbaikan sistem irigasi dan drainase, rotasi dengan tanaman yang tidak rentan, dan aplikasi fungisida. Namun, tidak satu pun metode tersebut yang efektif, praktis, ekonomis dan aman dalam mengendalikan P. capsici.

"Salah satu cara terbaik untuk melindungi tanaman cabai dari epidemik P. capsici adalah dengan merakit varietas cabai resisten melalui program pemuliaan tanaman. Agar bernilai komersial, karakter ketahanan tersebut harus bertahan lama dan tidak mudah dipatahkan oleh patogen," urai Rahmi saat menyebutkan hasil penelitiannya.

Disebutkan, koleksi dan seleksi plasma nutfah cabai merupakan tahap awal program pemuliaan untuk mengidentifikasi plasma nutfah yang memiliki gen ketahanan terhadap P. capsici. Setelah diperoleh tetua donor yang resisten, langkah selanjutnya adalah melakukan hibridasi untuk memasukkan karakter resisten tersebut ke tetua recurrent (komersial, berdaya hasil tinggi).

Dalam rangka menentukan strategi intogresi yang efektif, diperlukan informasi kendali genetik ketahanan terhadap P. capsici pada tetua donor. Karena itu sebelumnya perlu dilakukan studi tentang kendali genetik pewarisan karakter ketahanan tersebut dengan mengamati fenotipe populasi bersegregasi hasil hibridasi antara tetua tahan dan tetua rentan dan atau populasi kawin acak. (nm)

#$#1361a4ef91b66adcdad51fd6574da749###03b6d45521be083efe4174ff6f097a8b###ID###2007-07-23 16:32:40###Soft Launching IPB International Convention Centre###

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir.H.A.A.Mattjik, M.Sc., meresmikan IPB International Convention Centre (IICC), Sabtu (21/7) di Komplek Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor IPB, disaksikan Direktur PT. BLST (Bogor Lifescience and Technology), drh. Thamrin Poeloengan, serta Direktur Utama PT. Pustaka Bhakti Nusantara (PBN), Ir. Redy Hartadji, di depan pintu masuk utama IICC.

Hadir pada kegiatan tersebut, para mantan rektor IPB, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Pusat, Direktur, Kepala Kantor, Guru Besar, Dosen, mahasiswa, serta jajaran pengurus Himpunan Alumni IPB. Turut hadir pula Muspida Kota Bogor, Mantan Menteri Pertanian, Prof. Bungaran Saragih, dan sejumlah undangan lainnya.

Sebelum pengguntingan, Rektor IPB, beserta Direktur PT. BLST, dan Dirut PT. PBN, dan undangan lainnya, lebih dahulu mengadakan penyambutan, berlokasi di lahan parkir Botani Square.

IICC dilengkapi dengan beberapa fasilitas bertaraf internasional, diantarannya, pusat perbelanjaan, ruang VIP internasional, hotel bintang 4, serta beberapa ruangan serba guna yang bisa menampung mulai 30 hingga 1000 orang. Total kapasitas IICC bisa menampung 4.000 orang.

Rencananya, Gedung IICC yang berada di Komplek IPB Baranangsiang ini akan digunakan untuk pertemuan-pertemuan ilmiah bertaraf internasional, juga sebagai ajang promosi serta sosialisasi hasil-hasil penelitian IPB kepada masyarakat luas.

Untuk mengontrol penggunaan gedung tersebut, rektor mengatakan, seluruh mantan rektor dijadikan sebagai penasehat di dalam struktur kepengurusan. Tindakan ini dilakukan agar penggunaannya sesuai dengan keinginan IPB pada masa yang akan datang.

"Sebagai langkah awal, marilah kita isi gedung ini dengan keilmuan-keilmuan yang kita miliki, sehingga akan membawa IPB kepada kejayaan di masa yang akan datang," ujarnya saat menyambut.

Rektor mengharapkan, kehadiran IICC dapat memberikan dan memenuhi segala kebutuhan warga Bogor, baik itu kota maupun kabupaten, terutama warga IPB sendiri.

"Kita ingin meniru salah satu perguruan tinggi di Korea yang memiliki fasilitas hotel dan convention centre taraf internasional. Dengan IPB menuju universitas bertaraf internasional, mudah-mudahan fasilitas bertaraf internasional ini, akan semakin membuat IPB menjadi yang terbaik ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama, PT. Pustaka Bhakti Nusantara (PBN), Ir. Redy Hartadji, mengatakan, untuk pembangunan hotel bintang 4 yang berada di gedung IICC belum usai, dan diperkirakan akan rampung pada Agustus 2008 mendatang.

"Paling telat kita akan mulai pembangunan hotel sekitar Oktober 2007, dan direncanakan selesai Agustus 2008 nanti,"ujarnya. (man/nUr)

 

 

#$#fad6b188802878be1e090b1d693ca691###2412b28917607c7d333c9bba8d0b8a2f###ID###2007-07-23 16:33:46###Pro-MB IPB dan APMMI Gagas Paradigma Baru Pendidikan Manajemen###Program Pascasarjana Manajemen Bisnis IPB bekerjasama dengan Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) menyelenggarakan Semiloka Nasional bertajuk "Komponen Science dan Craft, dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Manajemen," (18-19/7) di Hotel Salak, Bogor.

Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dalam rangka menyusun kurikulum yang telah dilakukan sebelumnya. Semiloka dihadiri sekitar 47 orang peserta, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengampu Program Manajemen, serta peserta lainnya seperti mahasiswa dan pengusaha.

Seperti yang dipaparkan Ketua APMMI 2007, Prof. Jann Hidayat Tjakraatmaja ,diperlukan empat dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan manajemen yakni, Art, Soul, Science dan Craft. "Dari keempat dasar ini diharapkan tercipta paradigma baru dalam pendidikan manajemen," ujarnya saat mengisi sambutan.

Pada kesempatan yang sama pula, Wakil Rektor I IPB, Prof. DrMA. Chozin, M.Agr menyatakan dengan adanya globalisasi baik yang bertaraf nasional dan internasional, keberadaan lembaga bisnis dan manajemen merupakan suatu keharusan dalam masyarakat.

"Diperlukan SDM yang handal dan profesional untuk meningkatkan komponen peluang yang harus ditangkap. Program Magister Manajemen saat ini harus lebih ke arah bisnis praktis karena market/pasar lebih memerlukan sesuatu yang praktis," paparnya lebih lanjut saat membuka semiloka. Pesan ini juga disampaikan oleh Menteri BUMN, Dr. Sofyan Jalil, saat menjadi Dinner Speech malam sebelumnya.

Seminar yang kemudian disambung lokakarya nasional "Komponen Science dan Craft dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Manajemen" ini menghadirkan keynote address Direktur Utama Trans TV dan Trans7, Dr. Ishadi SK, M.Sc. Pria yang kerap disapa pak Is ini mempresentasikan harapan perusahaan terhadap kualitas lulusan MM/MBA IPB dan pengembangannya di tempat kerja.

Menurutnya, terdapat delapan kunci kesusksesan yang miliki oleh perusahaan yang dinaunginya dalam melatih pegawainya, yakni: No Excuse; Never Give Up; Nothing Impossible; Full Throttle All the Time; Be Humble, Smile and Science; Patriotic; Be Loyal, dan Beragama, menjunjung tinggi nilai agama dan moral.

"Selain delapan kunci itu, pegawai harus mempunyai lima character building, yaitu jujur, kerja keras, IT, entrepreneurs, dan disiplin. Dengan itu kami (trans TV dan Trans 7--red) mampu menjadi televisi dengan rating tertinggi dalam waktu yang cukup singkat sejak berdirinya lima tahun lalu, " ujarnya.

Diskusi ini juga menghadirkan Prof. Jann Hidayat T, yang mengusung bahasan tentang komponen sciences dalam kurikulum program MM/MBA di Indonesia, Dr. Arief Daryanto dengan tema Kurikulum Program MM/MBA dengan Penekanan pada Komponen Pengalaman (Craft) serta Prof. Eriyatno dan Prof. Marimin yang mengetengahkan Penerapan Soft System Methodology (SSM) pada Pendidikan Pascasarjana Manajemen.(zul/nUr)

 

#$#1e761c6ab136474205e36cd6d8a6a6c8###93cae5c7c8678bb1baf071ea7f1e684f###ID###2007-07-23 16:42:26###IPB Mengibarkan Merah Putih di Jepang###Dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman dalam bidang pendidikan dan penelitian (MoU on Academic Exchange) dan Kesepakatan tentang Pertukaran Mahasiswa (Agreement on Student Exchange), Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. AA Mattjik, MSc yang didampingi oleh Kepala Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi (PPSHB) IPB, Dr. Suharsono telah mengadakan kunjungan resmi ke Nara Institute of Science and Technology (Naist), Jepang pada 18 Juli 2007. Delegasi IPB diterima resmi oleh Presiden Universitas, para Dekan dan pejabat tinggi Naist. Penandatangan dilakukan di gedung Presiden Universitas.

Selama di Naist, delegasi IPB mengunjungi berbagai Laboratorium dari tiga departemen yang dimiliki Naist yaitu Bioscience, Material Science, dan Information Science. Rektor IPB kagum dengan peralatan laboratorium yang sangat lengkap dan canggih serta hasil riset yang telah dicapai. Naist adalah salah satu universitas terbaik di Jepang yang dibuktikan dengan berbagai grant project yang telah diraihnya diantaranya adalah COE (Center of Excellent) project. Naist adalah universitas riset yang hanya mempunyai mahasiswa pascasarjana (tingkat master dan doktor) dan tidak mempunyai mahasiswa tingkat sarjana. Para profesor Naist mempublikasikan hasil risetnya di berbagai jurnal dengan kualifikasi yang sangat bagus seperti di Science dan Nature. Selain itu, banyak profesor Naist yang menjadi dewan editor berbagai jurnal terpandang seperti Journal of Protein, Journal of Plant Molecular Biology, dan sebagainya.

Rektor IPB dan Kepala PPSHB pun berkesempatan memberikan seminar di Departmen of Bioscience masing-masing tentang "A Glance of Bogor Agricultural University" dan "The Programme on the Research Center for Bioresources and Biotechnology". Jamuan makan siang dihadiri oleh profesor Naist yang sedang atau pernah membimbing mahasiswa Indonesia. Malamnya, Naist menjamu secara resmi delegasi IPB beserta dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Naist untuk makan malam bersama.

Untuk menghormati delegasi IPB, Naist menaikkan bendera merah putih bersanding megah dengan bendera matahari terbit serta bendera Naist. Pengibaran bendera merah putih ini merupakan yang pertama di Naist. Selain itu, selama penandatanganan, seperti layaknya pejabat tinggi negara, kedua pimpinan universitas juga disaksikan oleh kibaran bendera kecil di atas meja dari kedua negara.

Setelah penandatangan ini, kedua pimpinan universitas berharap segera dilakukan pertukaran mahasiswa dan staf pengajarnya serta merealisasikan kerjasama penelitian. Paling tidak, sampai akhir tahun 2007 akan ada minimal satu mahasiswa pascasarjana IPB yang akan dikirim ke Naist selama 1-2 bulan untuk melakukan riset dari bagian disertasinya yang sulit dilakukan di Indonesia. Kunjungan delegasi IPB ke Naist didanai oleh Iida-san dari Iidagroup, seorang pengusaha Jepang yang banyak membantu mahasiswa Indonesia yang belajar di Naist.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada 17 Juli 2007, Rektor IPB dan Kepala PPSHB mengunjungi Osaka Prefecture University (OPU) Jepang. Delegasi IPB diterima resmi oleh Presiden Universitas, dekan Graduate School of Life and Environmental Sciences (GSLES), para pejabat OPU, para profesor yang membimbing mahasiswa Indonesia, dan mahasiswa yang sedang belajar di OPU. Tujuan kunjungan ini adalah untuk menjajagi kerjasama antara IPB dan OPU. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun draft nota kesepahaman yang mencakup pendidikan dan penelitian. Delegasi IPB dijamu makan siang ala Jepang oleh OPU. Diskusi di sela-sela makan siang meliputi berbagai bidang yang dapat dikerjasamakan. Untuk memudahkan dalam merealisasikan kerjasama IPB-OPU, kepala PPSHB IPB dan Dekan GSLES OPU akan menjadi person in charge untuk kedua fihak.

Delegasi IPB mengunjungi berbagai fasilitas yang dimiliki oleh OPU, termasuk rumah sakit hewan, kebun percobaan dan pusat penelitian dan pengembangan sumberdaya hayati. Banyak bidang yang dapat dikerjasamakan antara IPB dan OPU.

OPU merupakan salah satu universitas tua dan salah satu universitas negeri besar di Jepang yang didirikan tahun 1888. Tahun 2005, Osaka Women University dan Osaka Prefecture College of Nursing bergabung dengan OPU menjadi OPU BHMN. Saat ini OPU memiliki tujuh school dan satu fakultas untuk undergraduate yaitu: Engineering; Life & Environmental Sciences; Science; Economics; Humanities & Social Sciences; Nursing; Comprehensive Rehabilitation; dan Faculty of Liberal Arts & Sciences. Kecuali Faculty Liberal Arts & Sciences, semua undergraduate school mempunyai Graduate School. OPU mempunyai lebih dari 8000 mahasiswa, dan lebih dari 800 staf pengajar. (nUr)

#$#7d125eecdf0ff4b5528156067e8f8a77###f90fcad4e096efbb10d5e8cfab9644a8###ID###2007-07-23 16:44:23###Kerjasama IPB dengan 3 Perguruan Tinggi Dalam Program Magister Pengendalian Hama Terpadu###Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., menyambut baik kerjasama IPB dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Andalas (Unan) Sumatera Barat, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan dan Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Jawa Tengah. Kerjasama dimaksud adalah dalam rangka penyelenggaraan Program Magister Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan Naskah Kesepahaman (MoU) oleh Rektor IPB dengan masing-masing rektor dari tiga perguruan tinggi tersebut, mengambil tempat di Ruang Sidang Rektor Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor, Senin (23/7). Ketiga rektor itu adalah Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS (Unan), Prof.Ir.H. Mohammad Rasmadi, MS (Unlam), dan Prof.Dr.Ir. Sudjarwo (Unsoed).

Dalam sambutannya, Rektor IPB mengatakan, ke depan kerjasama ini perlu lebih dipererat dan dikembangkan, terutama dalam bidang pascasarjana. "Saat ini pertanian sedang terpuruk, kita harus cepat mengakselerasi. Karenanya, kerjasama ini adalah cikal bakal untuk menjadi lebih baik, dengan berbekal tekad yang kuat untuk memajukan bangsa dan negara," tegas Rektor.

Di tempat yang sama, Rektor Unan menuturkan, persoalan hama merupakan persoalan yang pelik. Dicontohkan, di daerah penghasil sayur-mayur yang berada di Sumatera Barat, petani setempat menggunakan pestisida dalam jumlah yang tidak semestinya. Sehingga perlu diberikan pemahaman mengenai efek residu bagi lingkungan maupun komoditi pertanian yang hendak dikonsumsi.

Karena itu, senada dengan Rektor IPB, Rektor Unan juga menyambut baik kerjasama Program Magister Sains PHT antara IPB dengan Unan yang dipimpinnya. Menurutnya, kerjasama ini merupakan sinergitas resources dalam rangka mengembangkan pertanian.

Begitu pula Rektor Unlam, Prof.Ir. H. Mohammad Rasmadi, MS., dengan tegas mengatakan, program Magister Sains PHT ini sudah layak diselenggarakan, terlebih mendapat dukungan dari Departemen Pertanian (Deptan) RI.

Sementara itu, Rektor Unsoed memaparkan, kerjasama dengan IPB yang ditandatanganinya saat itu adalah payung bagi kerjasama yang sudah ada, tapi sudah habis waktunya pada tahun 2006 lalu.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor I IPB Prof.Dr.Ir. H.M. Achmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor IV IPB Dr. Asep Saefuddin, Kepala LPPM IPB Prof.Dr.Ir. H.Rizal Syarif, DESS., Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof.Dr.Ir. H.Chairil Anwar Notodiputro, Direktur Kerjasama IPB Dr.Ir. Dadan Hindayana, Sekretaris Eksekutif Rektor IPB Dr. Agus Purwito.

Hadir pula Ketua Departemen Proteksi Tanaman IPB Dr.Ir. Damayanti Buchori, MS., Direktur Eksekutif Program Hibah Kompetisi B Dept. Proteksi Tanaman IPB Dr.Ir. Supramana, M.Si., Penanggung jawab Kegiatan Program Hibah Kompetisi B Dept. Proteksi Tanaman IPB, Dr.Ir. Sugeng Santoso, M.Agr., dan Dr.Ir. Sri Hendrastuti Hidayati, M.Sc., perwakilan dari Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan Departemen Pertanian (Deptan) RI, Heru Tri Widarto, serta sejumlah Dekan di lingkungan IPB. (nm/nUr)

 

#$#d887ff16faf06ae5d91ed4ffe5a54a0b###de32fad1f61e7f7f4db7e0329501ee3c###ID###2007-07-24 14:19:35###APA YANG TELAH KITA LAKUKAN TERHADAP ANAK INDONESIA ?1)###

Oleh : Hartoyo & Melly Latifah 2) 

Pada tanggal 22 Juli 2007 kembali kita memperingati Hari Anak Indonesia, dan pada saat itu kita seperti dingatkan kembali tentang nasib anak-anak Indonesia, termasuk anak-anak kita. Apakah mereka sudah mendapatkan semua haknya sebagai anak? Apakah kita - sebagai orang tua, guru, warga negara, atau pemerintah - sudah melakukan stimulasi yang optimal bagi anak-anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal? Apakah kita sudah memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan segala potensi yang ada pada diri mereka?

Mungkin di antara kita ada yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan lantang. "Tentu saja sudah! Anak-anak sudah saya sekolahkan di sekolah terbaik, sejak TK hingga saat ini." Bahkan mungkin ada yang mengaku sudah menyekolahkan anak-anaknya di institusi pendidikan yang terbaik sejak mereka umur 2 tahun, bahkan mungkin sejak bayi. Akan tetapi, apakah benar kita sudah memberikan yang terbaik untuk mereka, sesuai dengan kebutuhan setiap anak yang memiliki kepribadian unik serta potensi yang berbeda satu sama lain. Jangan-jangan selama ini yang kita lakukan hanyalah membentuk anak-anak sesuai dengan keinginan kita sendiri tanpa memperdulikan kebutuhan, kepribadian dan potensi mereka. Apalagi jika kita - sebagai orang tua, guru, warga negara, atau pemerintah - memiliki keyakinan bahwa kecerdasan kognitif adalah kunci utama kesuksesan hidup. Jadi tidaklah mengherankan jika kemudian banyak orang tua yang tidak mempermasalahkan nilai pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian (KTK) dan Olah Raga anaknya yang kurang bagus, asal nilai lainnya - terutama matematika dan IPA - bagus. Oleh karenanya, tidak mengherankan juga jika banyak orang tua yang berpendapat jika anak-anaknya SMA, mereka harus masuk jurusan IPA. Sebaliknya, orang tua akan kecewa jika anaknya memilih jurusan IPS atau ditentukan masuk IPS oleh sekolah.

Kita mungkin lupa atau tidak tahu bahwa setiap anak itu unik. Mereka memiliki minat, bakat dan kepribadian yang berbeda-beda satu sama lain, sehingga kebutuhannya pun berbeda-beda. Oleh karenanya, kita harus mengenali dan memaklumi apa yang dimiliki dan diminati anak. Kewajban kita hanyalah memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat, bakat dan kepribadian yang mereka miliki.

Saat ini banyak orang tua yang menilai bahwa pelajaran-pelajaran yang terkait dengan life skills, seperti Kerajinan Tangan dan Kesenian (KTK) dan Olah Raga serta kegiatan ekstra kurikuler, seperti OSIS, pramuka, paskibraka, pecinta alam, PMR dll. tidak penting. Bahkan, di rumah pun anak-anak sekarang tidak lagi kita ajari memasak, menjahit, merawat rumah atau kebun/pekarangan, mengasuh adik, atau sekedar menyajikan suguhan kepada tamu seperti anak-anak jaman dulu. Anak sekarang pun banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan alam, bahkan yang terdekat sekalipun. Padahal di arena itulah anak-anak kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan otak kanan atau otak emosinya, karena pelajaran-pelajaran lain di sekolah umumnya cenderung mengembangkan potensi otak kiri atau otak perfikir saja. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika banyak anak yang tidak bisa membedakan antara rumput dan padi, atau kerbau dan sapi. Bahkan mereka tidak merasa penting untuk membuang sampah pada tempatnya, dan mencoret-coret dinding bangunan (graffiti) dianggap aksi "heroik" di mata teman-temannya.

Selama ini mungkin kita merasa sudah memberi bekal yang cukup agar anak-anak kita kelak sukses dalam kehidupannya. Akan tetapi, kita mungkin lupa atau tidak tahu bahwa bekal kecerdasan dalam berpikir saja tidak cukup. Untuk hidup sukses, diperlukan juga kecakapan mengelola/mengatur diri sendiri, kecakapan menangani suatu hubungan - baik dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisik/alam - serta keterampilan dalam bekerja (psikomotorik), yang kesemuanya itu melibatkan kecerdasan emosi atau otak kanan. Tanpa semua itu, mustahil seseorang dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya. Pintar berpikir saja tidak cukup, sekolah tinggi saja tidak cukup tanpa memiliki keterampilan dalam berkerja dan berinteraksi. Bahkan Daniel Goleman yang terkenal dengan bukunya yang fenomenal - Emotional Intelligence - menyatakan bahwa kesuksesan hidup seseorang ditentukan sebesar 80% oleh kecerdasan emosi atau otak kanan, sementara kecerdasan berfikir atau otak kiri hanya menyumbang sebesar 20% saja.

Sebagai warga IPB - yang dekat dengan pertanian atau lingkungan alamiah - seharusnya kita bertanya, "Apa yang sudah kta lakukan dalam rangka turut mengembangkan kualitas anak-anak bangsa?" Apakah kta tidak merasa bersalah atau paling tidak merasa prihatin jika banyak anak-anak Indonesia yang tidak tahu perbedaan antara rumput dan padi, atau kerbau dan sapi, bahkan mereka tidak tahu dari mana asalnya nasi yang mereka makan sehari-hari? Apakah kita tidak prihatin jika banyak anak-anak yang membuang sampah sembarangan tanpa merasa bersalah? Mungkin berangkat dari keprihatinan itulah IPB dapat ikut memikirkan bagaimana caranya agar kita - sebagai perguruan tinggi yang menfokuskan kajiannya pada bidang pertanian - dapat berpartisipasi dalam mengembangkan anak-anak Indonesia, paling tidak dalam mengembangkan otak kanannya, khususnya kesadaran dan keterampilannya yang terkait dengan pertanian atau lingkungan alamiah. Dengan demikian, anak-anak Indonesia kelak dapat hidup sukses, bahkan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di era globalisasi ini. Semoga...(***man)
1) Disajikan pada Warta IPB terbitan bulan Juli 2007.
2) Dosen Departemen Ilmu Keluarga, dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

 

#$#3fd556c204a2ebcf546d2705e220eff8###6569a53fd9ebc72f1080911c60043672###ID###2007-07-24 14:30:32###IPB Gelar TOT Agroforestry bagi Anggota PAFI###Training of Trainers (TOT) Markets for Agroforestry Tree Products di gelar oleh Fakultas Kehutanan IPB kerjasama dengan Southeast Asian Network on Agroforestry Education (SEANAFE) dan Jaringan Pendidikan Agroforestry Indonesia (PAFI) bertempat di Ruang Sidang Sylva, Fakultas Kehutanan Kampus IPB Darmaga, Bogor (24-26/7). Menurut Ketua Panitia TOT, Dr. Ir. Leti Sundawati, M.Sc, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pengajaran tentang pemasaran hasil-hasil agroforestry terutama di universitas-universitas yang telah menjadi anggota Jaringan PAFI.

Acara yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Kehutanan IPB, Dr. Ir. Hendrayanto, M.Agr. ini dihadiri oleh Ketua SEANAFE, Dr. Jesus C. Fernandez, Ketua PAFI yang sekaligus menberi keynote speech berupa kuliah pengantar, Prof. Dr. Ir. Suhardi serta Kepala Kantor Program Internasional IPB, Dr. Makmun Sarma.

Dr. Leti menyatakan, pelatihan mengusung pembahasan kerangka kurikulum dengan sembilan tema kunci dari pemasaran produk agroforestry. Diskusi maupun bedah kasus pemasaran produk agroforestry di lima Negara ASEAN (Filipina, Indonesia, Laos, Thailand dan Vietnam) pun disajikan dalam training tersebut. Kegiatan akan dirangkai dengan kunjungan lapang untuk menyaksikan secara dekat praktek agroforestry dan pemasaran produknya.

"Output yang kami harapkan adalah menghasilkan pengajar terlatih dalam subjek pemasaran hasil-hasil agroforestry. Kerangka kurikulum serta modul yang dipakai dalam training ini diharapkan dapat melengkapi pengajaran agroforestry maupun bidang lain yang terkait," paparnya di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam PAFI ini.

IPB merupakan salah satu pendiri PAFI selain lima Perguruan Tinggi lainnya yaitu UGM, Unbraw, Unila, Unlam dan Unmul. Jumlah Perguruan Tinggi yang tergabung dalam PAFI saat ini ada 21. (zul/nUr)

#$#d690bf94a3eb05719e12afc3f51f4c88###06b614fc30cb229f2f7a48d8e904238f###ID###2007-07-26 10:47:20###Seminar Memacu Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM)###Ada beberapa tips bagi para pemula yang ingin membuka usaha atau terjun ke dunia bisnis. Tentunya tidak langsung sukses dan menuai untung dalam sekali jalan. Namun, rintangan dan hambatan harus dilalui, bahkan jatuh bangun adalah hal yang biasa. Ini adalah kilasan dari Seminar bertajuk "Memacu Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM): Menanam Karya Menuai Kesempurnaan", yang diselenggarakan atas kerjasama Dji Sam Soe - Sentra UKM, PT. Tempo Tbk., dan Kantor Jasa Ketenagakerjaan (KJK) IPB, Selasa (24/7), di Gedung Alumni, Bogor.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pusat Penelitian dan Pemberdayaan Kewirausahaan (P3K) IPB, Prof. Hadikarya K. Purwadaria; Manajer Promosi dan Pemasaran PT. Tempo Tbk., Hari Nugroho, pelaku bisnis yang bergerak dalam restoran makanan, Bimade, serta Ade S. dari Lembaga Kerjasama Indonesia dan Swiss, yang menangani pendampingan UKM di Indonesia.

Prof. Hadikarya dalam paparannya mengatakan, strategi awal dalam mengembangkan usaha diantarannya adalah dengan berani menjajal ide-ide baru, tekun, hemat, dan jujur. "Dari ide tersebut kita harus bisa mengembangkan pola piker agar usaha yang kita jalani itu bisa berkembang dan survival, yaitu dengan sentuhan teknologi, serta menajemen yang baik," ujarnya.

Lebih lanjut dicontohkannya, beberapa perusahaan besar di Indonesia yang awalnya adalah UKM dan berasal dari dapur rumah, Namur kemudian bisa berkembang dengan luar biasa. "Pertama, asinan Bogor. Pemilik asinan yang berada di Gedong Dalam itu awlnya adalah penjaja buah pepaya segar ke tiap-tiap rumah, kemudian ia menyediakan meja di depan rumahnya untuk berjulan asinan, dan menyewa kios lima tahun, kemudian usahanya berkembang pesat hingga sekarang dan mereka melakukan layanan cepat saji pertama di Indonesia," jelasnya.

"Selain itu, ada Teh Botol Sosro. Pengalamannya sama dengan asinan Gedong Dalam, malahan pelaku usaha Teh Botol Sosro ini lebih pahit," ujarnya. "de minuman teh botol yang dilakukan sepasang suami istri itu kerap menemui hambatan. Diantaranya, berawal ketika mereka datang ke beberapa perguruan tinggi dengan harapan usahanya itu dibantu dengan teknologi yang diciptakan oleh pihak perguruan tinggi. Namun keinginan mereka untuk berkembang kembali terbentur," tandas Prof. Hadikarya. "Malahan apa yang ditawarkan malah berujung kritikan. Para mahasiswa tersebut kembali bertanya kepada sepasang suami istri itu. Mana mungkin usaha minuman teh botol bisa menggaji kita," katanya. "Namun, sampai sekarang usaha minuman teh botol tersebut bisa survival dan berkembang dengan cepat dan besar, " ujarnya mantap. (man/nUr)

#$#6345107223720400e2764ea280fe3536###3ea26bd522fade6615d636f76794f3f8###ID###2007-07-26 10:54:29###Dari Seminar Kemandirian Ekonomi: Aplikasi Washington Consensus, Pendapatan Indonesia Timpang###

 Akibat penerapan konsep Washington Consensus, Indonesia  menjadi salah satu negara yang memiliki distribusi pendapatan paling timpang. Indonesia juga memiliki ketergantungan finansial terhadap utang luar negeri paling besar diantara negara-negara Malaysia, Thailand, Korea, Taiwan, China, maupun Philipina.   “Untuk tahun  2007 ini saja, cicilan pokok utang sebesar Rp 54,1 triliun; cicilan bunga Rp 85,1 triliun,”ungkap Managing Director ECONIT, Hendri Saparini, PhD dalam Seminar Kamandirian Ekonomi ‘  yang digelar Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB)  Sabtu (7/7)  Di Aula Diklat Kehutanan Bogor. Dampak lain, menurut Hendri, Indonesia memiliki struktur industri yang dangkal dan sangat rapuh bahkan dibanding negara-negara tetangga yang tidak memiliki sumber dayaalam yang besar.  

          Dampak negatif globalisasi di Indonesia yang sangat besar ini terjadi karena adanya kelompok ekonomi pasar yang selama puluhan tahun dipercaya sebagai pengelola kebijakan ekonomi. Pilihan kebijakan yang diambil mengadopsi konsep Washington Consensus tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional. Kelompok ekonomi pasar ini selama puluhan tahun memilih utang sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan Indonesia. “Utang inilah yang akhirnya memberi jalan bagi intervensi kepentingan global. Ditambah Indonesia tidak memiliki strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi yang jelas.

Padahal konsep global tidak memperhatikan masalah distribusi dan fairness (keadilan), ” ujar Hendri  dengan nada prihatin Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengatakan saatnyalah melakukan koreksi kebijakan. Sebab,  tidak ada negara berukuran sedang seperti Indonesia, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan dan kekuatan ekonominya dengan model pembangunan ekonomi ala Washington Consensus atau IMF-Bank Dunia. Di Asia misalnya, Jepang, Korea, Singapura, Taiwan, Malaysia mengikuti pola pembangunan Asia Timur yang memberikan peran seimbang antara peranan negara dan swsata serta ketergantungan utang luar negeri yang minimal. 

Untuk keluar dari kemelut ekonomi, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia kecuali mencontoh pengalaman berbagai negara dengan segera meninggalkan konsep konservatif ala IMF/Bank Dunia dan segera mewujudkan kemandirian ekonomi yang mengedepankan kepentingan nasional. Perempuan yang tergabung Tim Indonesia Bangkit ini kemudian mencontohkan China yang menerapkan manage market bukan free market dan Chile melakukan pengaturan terhadap masuknya dana-dana jangka pendek yang masuk agar tidak mengganggu stabilitas dan kepentingan nasional. Pembicara lain yakni President Director of PT Balimuda Persada, Ir. Heppy Trenggono, M.Kom mengatakan kewirausahaan merupakan salah satu upaya membentuk kemandirian ekonomi. ”Seorang wiarusahawan memiliki performa individu yang baik seperti memiliki attitude, skill, knowledge yang mumpuni,” tutur Heppy.

Kewirausahaan dan kemandirian individu memberikan kita peluang untuk merubah masyarakat menjadi lebih produktif, peta jalan  menjadi pemain, merubah gagasan menjadi kenyataan, dan terobosan untuk memecahkan berbagai persoalan, lanjut Heppy. Seminar ini juga menghadirkan Ir. Dwi Condro Triono, MAg, Pengamat Ekonomi dan  Samsul Arifin, MA, Potential Initiator & Performance Booster. Seminar dibuka oleh Direktur International Center for Applied Finance and Economics (Intercafe IPB), Dr. Iman Sugema dimoderatori Ketua Forum Pasca Sarjana IPB,  Nirwan Sahiri. (ris/nUr)

 

#$#acf6687b983805ebf531c62e9195ec48###86e619f7ffbaa72196dd1cad67eef371###ID###2007-07-26 15:08:52###IPB Sabet Juara Umum II PIMNAS XX###

Ajang bergengsi mahasiswa tingkat nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XX 2007 baru saja berakhir. Kegiatan berlangsung di Universitas Lampung dari tanggal 17-22 Juli bertajuk "Tingkatkan Prestasi untuk Daya Saing Bangsa" ini merupakan ajang ilmiah dengan peserta Perguruan Tinggi terbanyak dalam sejarah PIMNAS, yaitu 175 peserta yang terdiri dari 85 perguruan tinggi negeri dan 90 perguruan tinggi swasta.

Dalam ajang ini, IPB membawa pulang 4 emas, 7 perak dan 3 perunggu sebagai Juara umum II. Juara Umum I diraih Universitas Gajah Mada (UGM) dengan 6 emas dan 4 perak. Sedangkan juara III diraih Universitas Brawijaya (Unibraw) dengan 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Selain itu IPB juga meraih juara I untuk Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa (PKIM), Juara III Debat Bahasa Mandarin, 5 besar untuk Debat Bahasa Inggeris, dan 5 besar Lomba Applied Programming for Problem Solving Security serta berperan aktif sebagai pembicara utama pada sarasehan dosen pendamping mahasiswa dengan judul makalah "Pemberdayaan Dosen dalam Pembimbingan Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Penalaran : Pengalaman Institut Pertanian Bogor".

Untuk PIMNAS kali ini, misi IPB adalah menciptakan nuansa kompetisi ilmiah yang baik dan bangga berprestasi di tingkat nasional. Harapan ini muncul, karena PIMNAS yang sudah berlangsung dua puluh tahun, untuk kedepan dan seterusnya harus menjadi barometer prestasi dan kebanggaan ilmiah mahasiswa di tingkat nasional, sehingga nantinya mampu mendorong prestasi mahasiswa ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu tingkat internasional. "Kita ingin memberi contoh dan berbagi pengalaman kepada seluruh perguruan tinggi yang hadir agar bangga dengan karya-karya kreativitas mahasiswanya, dan nuansa kompetisi yang baik dan adil harus diciptakan", kata Dr Rimbawan yang diminta sebagai pembicara pada Sarasehan Dosen Pendamping Mahasiswa di arena PIMNAS XX tersebut.

Suasana tersebut juga dimunculkan dalam Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa, dimana IPB menampilkan karya-karya mahasiswa yang menjadi juara dalam berbagai lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional sepanjang tahun 2007. Tema stand pameran dibuat menarik yaitu "Teknologi Tepat Guna Berbasis Pertanian untuk Kemandirian Bangsa". "Kita ingin mengajak kepada peserta dan juga masyarakat agar tetap bangga dengan pertanian, dan pertanian dapat memberikan kita jiwa yang mandiri" demikian kata Bambang Riyanto S.Pi M.Si. pimpinan rombongan IPB dalam PIMNAS XX kali ini.

Tiap hari stand IPB ini paling banyak dikunjungi peserta, yang mencapai lebih dari 400 pengunjung. Untuk menyemarakkan arena, berbagai karya unggulan yang ada tidak hanya dipamerkan akan tertapi juga didemonstrasikan kepada seluruh peserta PIMNAS dan masyarakat yang hadir, diantaranya adalah boneka horta (boneka lucu dengan rambut dari rumput yang harus dijaga rapih agar tidak rusak), cabai dengan berbagai tingkat kepedasan, pepaya IPB, baterai dari daun pisang, kompor dari lumpur selokan, tanaman bermedia hidrogel, hidroponik sayuran dengan sistem terapung, hidropark atau taman dalam rumah, catalytic converter gas buang mobil berbahan dasar chitosan, papan serat peredam suara berbahan dasar ampas rumput laut, biopori dan biotoilet.

Sedangkan kebanggaan yang paling besar adalah diraihnya juara III dalam lomba debat bahasa mandarin, sebab IPB perguruan tinggi yang tidak memiliki fakultas bahasa namun mampu juga bersaing. (ris)

 

 

 

 

        #$#32c66757b2310b515c62545bec71f8a1###f053b0879b09d2ede838b5434b5a10d0###ID###2007-07-27 11:55:28###Departemen ITP IPB Gelar Pelatihan Pengujian Organoleptik Bagi Perusahaan###

Sebanyak 13 perusahaan mengikuti Pelatihan Pengujian Oraganoleptik Bahan dan Produk Pangan yang diselengarakan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) dan Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST) IPB pada tanggal 24-26 Juli di Ruang Meeting SEAFAST Center Kampus IPB Darmaga.

 

p1010017_400

Ketigabelas perusahaan tersebut antara lain; PT Fonterra Brands Indonesia, PT Pasific Medan Industri, PT Bintang Toedjoe, PT Golden Oase Tirta Abadi, Tri Teguh Manunggal-Garudafood Group, PT Indesso Aroma, PT Garudafood Putra Putri Jaya, PT Salim Ivomas Pratama, PT Gandum Mas Kencana, PT Sari Husada,PT Canning Indonesian Product dan satu peserta dari Universitas Katolik Soegijopranoto.

"Sifat organoleptik bahan dan produk pangan merupakan hal pertama yang diperhatikan konsumen, sebelum mereka menilai lebih jauh misalnya pada aspek nilai gizinya," kata Sekretaris Departemen ITP-IPB, Dr. Nur Heni Palupi dalam sambutannya mewakili ketua departemen.

Di industri pangan, pengujian sifat organoleptik dapat dilakukan untuk tujuan pengembangan dan pengujian mutu produk. Kesimpulan yang diperoleh dari suatu pengujian organoleptik sangat tergantung pada persiapan, keterandalan panelis, sarana dan prasarana, jenis analisis organoleptik serta metode analisis data. "Pelatihan ini menawarkan teori dan praktek untuk melakukan pengujian organoleptik dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Dr. Palupi. Tutor pada pelatihan ini antara lain Prof.Dr.Hanny Wijaya, Dr.Dede R.Adawiyah, Dra.Waysima, Msi, Ir.Budi Nurtama, M.Agr, dan Dias Indrasti, STP. (ris/nUr)

 

#$#84b3b4dc72d2e2ce36d5d97e4561de9b###7a7e8be4d7db7a7ca180dc81622498c0###ID###2007-07-27 14:03:47###IPB-Taiwan Gagas Agribisnis Training Center###


University Farm-Institut Pertanian Bogor (IPB) dan International Cooperation and Development Fund (ICDF) Taiwan bertekad menggagas pengembangan berdirinya Agribisnis Training Center. Hal ini disampaikan Advisor ICDF-Taiwan, Mr.Juen Yi Chen dalam presentasinya (27/7) di Ruang Sidang Rektorat Kampus IPB Darmaga.

"Kami akan membangun fasilitas agribisnis training center antara lain dua gazebo, storage room, pembangkit listrik, prossesing, packing, ruang kelas dan fasilitas lainnya di Cikarawang Bogor," kata Mr. Juen dihadapan hadirin sambil menunjukkan rancangan denah serta maketnya.

Wakil Rektor IV IPB, Dr.Asep Saefudin menambahkan di Agribisnis Training Center tersebut akan diselenggarakan berbagai kegiatan training agribisnis. "Para peneliti dan staf IPB bisa mengimplementasikan training-training komoditas yang memiliki subtansi tinggi," ujarnya. Saat ini pembangunan gedung Agribisnis Training Center baru mencapai 20 persen, diharapkan bulan Desember sudah selesai 90-95 persen.

Dari hasil pertemuan ini dihasilkan usulan langkah-langkah ke depan diantaranya konsolidasi pakar atau staf IPB, mewujudkan kewirausahaan di bidang agribisnis, rencana pengembangan akuakultur dan perlunya diskusi lebih lanjut. Usai pertemuan ini peserta berkunjung ke Cikarawang tempat Agribisnis Training Center didirikan. (ris/nUr)

 

 

 

#$#140d288330642682d4e8a8852d152f6d###edb78ff58d22645f7f15a9f2a85352a1###ID###2007-07-27 14:08:30###Dosen Wanita IPB, Raih Juara Dalam L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science###


Dr. Munti Yuhana SPi, MSi, staf pengajar Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB, dengan judul risetnya "Eksplorasi Keragaman Komunitas Mikroba dalam microbial flocs untuk Meningkatkan Produktivitas pada Usaha Tambak Udang Intensif" telah berhasil menjadi salah satu pemenang dalam ajang L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science yang digelar Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bersama L'Oreal Indonesia. Ajang bergengsi yang bertujuan untuk memilih wanita berbakat Indonesia dengan proyek penelitian di bidang life sciences dan material sciences ini telah diselenggarakan untuk keempat kalinya.

Program L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science didirikan pada tahun 1998 dan diperbarui pada tahun 2004 oleh L'Oreal dan Unesco di tingkat Internasional, program For Women In Science. Program ini merupakan hasil kemitraan umum-swasta unik yang ditujukan untuk mengakui, menyemangati, dan mendukung wanita di bidang sains di seluruh dunia.

loreal_unescochampions2007

Program yang sangat diminati para wanita muda Indonesia ini diikuti oleh 65 aplikasi dan setelah dilakukan proses seleksi, terpilih sebanyak 8 kandidat sebagai finalis. Puncaknya pada saat penganugerahan L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science diselenggarakan di Museum Nasional Jakarta pada tanggal 12 Juli 2007 yang dihadiri langsung oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, Dr. Kusmayanto Kadiman, Dr. Munti Yuhana berhasil memboyong kemenangan untuk kategori Life Sciences.

Penelitian Dr. Munti berfokus pada eksplorasi keragaman komunitas mikroba dalam microbial flocs yang sangat bermanfaat dalam peningkatan produktivitas pada usaha tambak udang intensif, sehingga pemanfaatan lahan dan media budidaya dapat digunakan seefektif dan seefisien mungkin.

Penghargaan yang diterima ini merupakan yang kedua setelah menjadi The Best Oral Presenter, Annual Meeting on Indonesian Society for Microbiology and International Meeting on Lactic Acid Bacteria, di Bali pada bulan Agustus 2005 silam.
Selain Dr. Munti, ada satu lagi pemenang di bidang Life Sciences yakni Dr Uun Yanuhar, SPi, dengan judul riset "Ekspresi Peptida-Peptida Resorter Ikan Kerapu Yang Mengenali Antigen Viral Nervous Necrosis (VNN) Untuk Pengembangan Antiviral Sebagai Upaya Pembuatan Bibit Unggul", dari Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya dan untuk bidang Materials Sciences dimenangi oleh Wiratni, ST, MT, PhD, dengan judul riset "Optimasi Teknik Purifikasi Biopolimer Poli Hidroksi Butirat ( PHB ) Untuk Pengendalian Karakteristik Molekuler dan Sifat Fisis Produk", dari Universitas Gadjah Mada.
Setiap pemenang memperoleh beasiswa sebanyak Rp 60 juta yang akan digunakan untuk meneruskan penelitian di bidangnya masing-masing. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek kriteria, antara lain, orisinalitas; dampak penelitian terhadap sains dan teknologi, serta kontribusi penelitian terhadap perkembangan nasional; metode pendekatan dan problem statement; track record atau jumlah publikasi yang telah dipublikasikan; serta penulisan dan tata bahasa.

Dalam sambutannya, Menristek menjelaskan bangsa Indonesia memiliki banyak potensi peneliti muda wanita dan berprestasi, untuk itu acara semacam ini patut dipertahankan. Selain itu dihimbaunya kerjasama ABG (Academic, Business, dan Government) dapat terus ditingkatkan. (zul/nUr)

#$#cb05dfaa2ebe9ce42b1a6d317866490e###d08f254b49ad3aa7125fe14ce43d0a20###ID###2007-07-30 16:25:04###Seminar Nasional CPO Sumbangkan 10 Pokok Pemikiran###

Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC ) IPB kerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) menghasilkan 10 sumbang pemikiran dari Seminar Nasional "CPO: Untuk Pangan Atau Energi", Selasa (24/7) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.

Hadir pada seminar tersebut, Menteri Pertanian, Dr. Anton Apriyantono, MS., Rektor IPB, Prof. H.Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., mewakili Ketua Umum KADIN, Dra. Noes Soediono, dan Kepala SBRC IPB, Dr.Erliza Hambali.

Hadir juga wakil dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, PT. Perkebunan Nusantara III, Kementrian Negara BUMN, Kementrian Negara Sumberdaya Mineral, Dewan Minyak Sawit Indonesia, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), dan lembaga pemerintahan lainya.

Ke-10 pokok-pokok hasil seminar yaitu:

1. CPO tidak hanya berguna untuk pangan dan sumber energi alternatif. Akan tetapi juga menghasilkan produk turunan yang bernilai tambah tinggi. Disamping itu merupakan produk yang bersifat dapat diperbaharui (renewable feedstokes). Oleh karena itu, industri CPO di Indonesia harus dikembangkan baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
2. Mengamati situasi yang berkembang saat ini dimana harga CPO melonjak tinggi di pasar internasional sehingga timbul permasalahan di dalam negeri tidak menjadi kendala dan hambatan untuk menjadikan CPO sebagai produk unggulan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengembangkan kebijakan agar industri kelapa sawit mampu mengisi kebutuhan energi yang semakin besar dan ramah lingkungan untuk menangkal isu-isu global.
3. Pengembangan industri hilir CPO memiliki prospek yang sangat menjanjikan mengingat produk-produk yang dihasilkan baik energi maupun bahan pangan sangat diperlukan, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Selain itu, pasokan energi yang diperbaharui (renewable) jauh lebih kecil daripada kebutuhan energi nasional.
4. Pemenuhan kebutuhan minyak sawit untuk pangan dan biofuel dalam negeri terganggu karena belum adanya regulasi yang memadai (adanya pungutan dan harga TBS (Tandan Buah Segar) yang dapat memfasilitasi kepentingan produsen).
5. Kebijakan pemerintah tentang penggunaan biofuel melalui peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden No. 1 tahun 2006 masih bergantung pada sering terjadi gejolak pasar dalam negeri sehingga pemerintah terkesan membuat kebijakan yang parsial.
6. Indonesia merupakan produsen CPO utama dunia sehingga peluang pengembangan industri CPO cukup cerah dan dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan pasar internasional yang terus meningkat (pangan dan biofuel) termasuk produk-produk turunannya.
7. Pemerintah menjaga keseimbangan kebutuhan pangan dan energi. Kebijakan membangun industri hilir perlu disiapkan dengan baik dimana pengembangan indsutri hilir harus sejalan dengan pengembangan hulunya (membuka kebun sendiri).
8. Kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri CPO dilakukan secara hati-hati sehingga akan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan Negara dengan memperhatikan beberapa persyaratan:
a. Terjadi kelangkaan pasokam CPO di dalam negeri meskipun produksi melebihi kebutuhan.
b. Pungutan ekspor perlu ditinjau kembali, karena dampaknya petani mensubsidi konsumen.
c. CPO merupakan salah satu komoditi yang sangat strategis dan dapat menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
9. Untuk mengatasi gejolak harga pasar produk pangan dalam negeri pemerintah perlu menyusun formula subsidi yang ditanggung oleh pemerintah dan pengusaha/ industri. Disaamping itu, masing-masing departemen terkait menyusun usulan dana cadangan yang dapat digunakan untuk mengatasi sewaktu-waktu terjadi gejolak harga pasar dalam negeri yang memberatkan masyarakat.
10. Beberapa harapan kepada pemerintah dalam pengembangan industri CPO Indonesia:
a. Menerbitkan penggunaan BBN dengan insentif (perpajakan) dan finalti.
b. Mengatur DMO (Domestic Market Obligation) untuk BBN.
c. Menjaga keseimbangan bahan baku produksi biofuel dan penggunannya.
d. Mendukung sepenuhnya pengembangan bahan baku alternatif.
e. Mengembangkan fasilitas seperti jalan, pelabuhan (infrastruktur).
f. Mengembangkan kawasan industri biofuel.
g. Mengadakan riset pengembangan produksi hulu dan hilir BBN.(***man/nUr)

 

#$#b81bd0283a4dde77092f85d8e98c26ba###03a0967ebe3c51056342852aeb669829###ID###2007-07-31 08:59:24###Pengembangan SDM Wilayah Barat Indonesia oleh P2SDM LPPM IPB###P2SDM-LPPM IPB, bekerjasama dengan Yayasan Damandiri dan Yayasan INDRA serta para ketua LPPM di 10 (sepuluh) Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta (PTN/PTS) yaitu LPPM Unsri, Univ. Mercubuana Jakarta, Univ. Pancasila Jakarta, Univ. Tirtayasa Banten, Unila (Universitas Lampung), Unmuh Metro Lampung, Unihaz Bengkulu, Univ. Bangka Belitung, UNIB Pangkal Pinang, dan Unmun Makasar, telah dan sedang melaksanakan Program Pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) melalui pola kemitraan untuk wilayah Barat Indonesia. Pelaksanaan program tersebut sampai tahun 2006 telah menjangkau 7 (tujuh) propinsi serta melibatkan 29 pemerintahan Kabupaten/ Kota.

Peningkatan kualitas SDM yang dimotori oleh LPPM dari PTS/PTN ini telah melakukan pemberdayaan melalui pelatihan, magang, pembekalan serta dukungan untuk menggerakkan wirausaha sesuai dengan target binaan yang telah ditetapkan. Masing-maing PTN/PTS bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten/ Kota membina 2 SMA dengan mengirim masing-masing 10 kepala sekolah/ guru untuk magang, melatih 20 orang siswa untuk mengikuti latihan keterampilan dan membekali minimal 20 bidan. Selain itu 25-100 orang mahasiswa setiap PTN/PTS menerima dukungan SPP ditugasi membina usaha kecil yang ada sekitar kampus atau SMA.

Kerjasama tersebut akan menjadi sangat penting karena mulai tahun 2007 dengan adanya dukungan dari INSTAT (sebuah lembaga Statistik di Jakarta), substansi program akan diperluas dengan pembentukan POSDAYA, atau Pos Pemberdayaan Keluarga di sekitar SMA binaan. POSDAYA adalah suatu wadah untuk layanan pemberdayaan keluarga oleh satuan tugas (Satgas) kepada masyarakat dalam rangka menuju kesejahteraan (8 fungsi MDGs). Sasaran POSDAYA meliputi 5 fase kehidupan (Balita, Anak-anak, Remaja, Dewasa dan Lansia).

Tujuan pembentukan POSDAYA adalah (a) menggalakkan kembali kegotongroyongan masyarakat dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang makin komplek, melalui wadah atau forum yang memberi kesempatan para keluarga untuk sejahtera, (b) Terpeliharanya infratrusktur sosial kemasyarakatan yang dapat menjadi perekat atau kohesi sosial, sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan damai, tetapi memiliki dinamika yang tinggi, (c) Terbentuknya lembaga sosial antar keluarga di desa atau kelurahan yang mejadi wadah atau sarana partisipasi sosial, dimana para keluarga dapat memberi dan menerima pembaharuan kondisi kehidupan melalui forum atau kegiatan bersama.

Untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor telah terbentuk POSDAYA di 2 (dua) Desa/ kelurahan yaitu Desa Girimulya Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor dan Kelurahan Pasirmulya Kecamatan Ciomas Kota Bogor. (***man)

#$#c9325aade5edc4bcc37a2317d1f4bc83###a9da902cc7ac2a818044f8d43ebbdec0###ID###2007-07-31 09:00:50###Persiapan SDM Kelautan dan Peran HIMITEKINDO IPB###Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) menggelar Simposium Nasional "Visi Indonesia 2025 sebagai Negara Maritim", Sabtu (28/7), di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai Negara Maritim pada tahun 2025 memerlukan persiapan SDM Kelautan. Dua puluh tahun ke depan tentu bukan waktu yang lama untuk menyiapkan SDM yang handal, oleh karena itu perlu segera direncanakan dengan baik. Begitulah papar staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB, Dr.Ir.Indra Jaya, M.Sc., saat menjadi narasumber simposium.

Menurutnya, persiapan SDM kelautan dapat dilakukan, antara lain melalui pengembangan dan peningkatan standar kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan kelautan, kurikulum serta penetapan kompetensi sumberdaya manusia di bidang kelautan. Selain segi kualitas perlu diperhatikan pula kuantitas dari lembaga dan SDM yang ada mengingat luas wilayah laut Indonesia.

"Lembaga yang dikembangkan hendaknya meliputi berbagai aspek kelautan, termasuk di dalamnya perikanan dan pariwisata bahari. Demikian pula jenis dan tingkatan SDM, mulai dari teknisi, penyuluh, manajer, sampai peneliti harus disiapkan hingga mencapai jumlah yang memadai," ujarnya.

Dijelaskannya, HIMITEKINDO sebagai organisasi profesi mahasiswa dapat memainkan peran strategi dalam mewujudkan Indonesia sebagai Negara maritim. Melalui organisasi ini, dapat disiapkan SDM kelautan yang berkualitas.

"HIMITEKINDO secara rutin/terprogram dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, baik dalam disiplin ilmu dan teknologi kelautan maupun disiplin pendukung lainnya, dan melalui simposium dan lokakarya dapat meluaskan wawasan anggotanya, serta berbagai kegiatan lainnya yang bertujuan menyiapkan SDM handal dalam mewujudkan Indonesia sebagai Negara maritim," tandasnya.

Menurutnya, Kepulauan Indonesia dikaruniai Tuhan YME berupa kekayaan sumberdaya dan jasa lingkungan laut yang berlimpah. Upaya mewujudkan Indonesia sebagai Negara maritim dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumberdaya dan jasa kelautan yang melimpah tersebut, melalui dukungan iptek serta SDM yang handal.

"Bukti empiris menunjukan bahwa Negara-negara yang menguasai iptek dan SDM yang handal seperti Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Cina, Korea Selatan, Singapura dan kini India dapat memanfaatkan sumberdaya dan jasa lingkungan laut, tidak hanya yang ada di dalam wilayah juridis mereka tetapi di wilayah kita, di Republik Indonesia tercinta ini," tambahnya

Hadir juga narasumber lainnya, Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Widy Agus Praktiko, Ahli Hukum Laut Internasional, Prof. Hasjim Djalal, M.A., dan dari Kementerian Negara PPN/ Bappenas, Ir. Wahyuningsih D. (man/nUr)

#$#ea96495bda3508db13434490c6bce8f4###4af11952f072555be3b3c212f78c9c4b###ID###2007-07-31 13:52:04###STUDIUM GENERAL OLEH DR KATJA KEHLENBECK UNIVERSITY GÖTTINGEN, GERMANY###

 Pada hari Kamis, 26 Juli 2007, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian – IPB menggelar Studium General III dengan tema “Rural Homegardens in Central Sulawesi, Indonesia: An Example for a Sustainable Agro-ecosystem”. Pembicara tamu adalah Dr Katja Kehlenbeck dari Department for Crop Sciences: Tropical Agronomy, George-August-University Göttingen, Germany. Acara studium general dilaksanakan di Ruang Sidang Arsitektur Lanskap diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 Program Studi Arsirtektur Lanskap, juga mahasiswa S2 dan S3 dari program studi lainnya di lingkungan SPs – IPB serta para staf pengajar Departemen Arsitektur Lanskap.

Acara dipandu oleh Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, yang juga selaku supervisor ketika pembicara masih menjadi mahasiswa S-3 dan meneliti pekarangan dengan STORMA di kawasan Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Diskusi hangat meliputi budaya sistem agroforestry di pekarangan, serta struktur vegetasi (species richness) dan produksi pekarangan baik secara subsisten maupun ekonomis yang ditinjau dari segi keberlanjutan lingkungan dan keragaman jenis biologi. Lima lokasi pekarangan perdesaan yang dibahas baik di masayarakat setempat maupun daerah transmigrasi yang diteliti yaitu di Wuasa, Rompo, Wanga, Siliwanga dan Tamadue di Sulawesi Tengah. Pada stadium general ini juga dibagikan copy reprint publikasi yang ditulis oleh K. kehlenbeck, H.S. Arifin & B.L. Maass yang berjudul “Plant diversity in homegardens in a socio-economic and agro-ecological context” yang diterbitkan oleh Springer-Verlag-Germany dalam buku “Stability of Tropical Rainforest Margins”.

Kegiatan studium general I yang digelar oleh Departemen Arsitektur Lanskap, Maret 2007, diisi oleh Dr Ichinose Tomohiro dari ALPHA – Japan dengan tema ”An ecological network plan for the conservation of woodland bird species based on satelite image data in Nishinomiya City, Japan”. Studium general II pada bulan April 2007, diisi oleh Dr Gerhardus Schultink, Profesor dari International Resource Development, dari College of Agriculture & Natural Resource DEpartement of Resource Development Michigan State University, dengan tema “Comperative Study on Regional Planning and Landscape Management”.

#$#3222f87a34bd693942a15231dcef161b###5779850267f63d8e29ff75a778f51dce###ID###2007-07-31 14:53:45###IPB Untuk Kedua Kalinya, Selenggarakan Intensive Student Technopreneurship Programme###Recognition and Mentoring Programme-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB) kembali menyelenggarakan program Pelatihan Intensif Technopreneurship mahasiswa (Intensive-Student Technopreneurship Programme). Program yang dibuka pada Selasa (31/7) oleh Wakil Rektor IV IPB, Dr. Ir. Asep Saefudin, M.Sc ini diikuti 55 orang mahasiswa yang terpilih dari 17 Perguruan tinggi di Jawa dan Kawasan Timur Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, hadir juga Direktur RAMP Indonesia yang juga staf pengajar di IPB, Dr. Aji Hermawan, Kepala LPPM-IPB Prof. Dr. Ir. Rizal Syarief, DESS, Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan, dosen IPB yang juga seorang entrepreneur Ir. Sri Endah Agustina, MS dan perwakilan dari The Lemelson Foundation (TLF), Andy Pradjaputra.

"TLF merupakan suatu yayasan yang melakukan strategi tiga cabang yaitu, recognition, mentoring dan dissemination. Dengan ketiga hal tersebut, kami berusaha mencapai target dengan melakukan kerjasama dengan student, inventor dan innovator. Baru beberapa Negara yang kami dekati, dan di Indonesia Perguruan Tinggi yang kami pilih adalah IPB. Dan kegiatan ini sudah yang kedua kalinya diadakan oleh IPB" tandas Andy saat mempresentasikan TLF. Wakil Rektor IV IPB dalam sambutannya mengatakan, dalam era sekarang ini, mahasiswa diharapkan mempunyai bekal berupa knowledge (informasi yang tepat) dan juga kemampuan dalam informasi teknologi sebelum memasuki dunia usaha.

Program ini akan digelar selama kurang lebih dua minggu yakni, 30 Juli sampai 14 Agustus 2007. Selama kurun waktu tersebut, mahasiswa akan diberikan pelatihan yang terstruktur dan mendalam untuk membantu peserta mulai dari membangkitkan dan memformulasikan ide-ide, mengembangkan teknologi menjadi produk, memproteksi hasil temuan, membentuk bisnis, memasarkan, mengelola pembiayaan dan keuangan, serta memperluas dampaknya bagi masyarakat dan pasar.

Untuk mencapai sasaran diatas, RAMP Indonesia mengundang beberapa technopreneur yang sukses agar dapat berbagi pengalaman usahanya kepada mahasiswa, diantaranya Ir. H. Suryana Rahardja, MBA (PT. Quasar, Bandung), Sigit Agus Himawan (PT. Komposindo Granular ARENDI), Dr. Arief D. Witarto, MEng (Peraih Technopreneur Award 2007).

Selain itu, program ini mempunyai tujuan utama untuk mendukung mahasiswa agar mampu menciptakan invensi/inovasi yang dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Adapun ke 17 perguruan tinggi yang berkesempatan hadir yaitu, Univ. NTB, Univ. Hasanudin, Univ. Ahmad Dahlan, Univ. Airlangga, Univ. Atma Jaya Yogyakarta, Univ. Muhamadiyah Surabaya, Univ. Gadjah Mada, Univ. Brawijaya, Univ. Pendidikan Ganesha, Univ. Diponegoro, Univ. Udayana, Univ. Mataram, ITS, STT Telkom, STITEK Balik Diwa, dan IPB. (zul)

#$#e8669392a80864aeb54d42b38a71c02b###e682e4a0ccd922e63a5d678073ec4fce###ID###2007-07-31 15:31:20###IPB Gelar Workshop Pelayanan Prima###

Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM) dan Administrasi Umum IPB bekerjasama dengan Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni serta Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Workshop Pelayanan Prima bagi Tim Front Desk unit kerja di lingkungan IPB pada Selasa (31/7) di Ruang Kuliah Dasar Fakultas Ekonomi dan Manejemen (FEM) Kampus IPB Darmaga.

Workshop diikuti 76 peserta tenaga penunjang yang secara langsung bertugas dalam memberikan pelayanan (front desk) kepada mahasiswa, dosen dan tamu IPB. " Bapak, ibu, saudara yang mengikuti acara ini adalah orang-orang terpilih. Peran bapak-ibu sangat besar karena sebagai cerminan wajah pertama bagi instansi yang sehari-harinya berhubungan dengan publik, serta lakukanlah tugas dengan tulus dan baik," kata Direktur SDM dan AU IPB, Dr.Ir.M.Yamin dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

Kepala P2SDM IPB, Dr.Ir. Illah Sailah mengatakan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menanamkan nilai-nilai dalam membangun budaya korporat IPB. "Harapan kami pelaksanaan pelayanan prima dimulai dari pimpinan yang paling tinggi hingga seluruh bawahan, sehingga tidak ada lagi keluhan mengenai kualitas pelayanan IPB," ujar Dr. Illah. Menurutnya, dimulai hal yang terkecil, misalnya dosen menjadikan mahasiswa bimbingannya sebagai mitra bukan atasan bawahan. Dosen senantiasa berusaha melayani konsultasi mahasiswa dengan baik dan perhatian. Iklim demikian akan menumbuhkan suasana positif di IPB.

Pembicara dalam workshop tersebut antara lain Staf Pengajar Fakultas Peternakan, Ir. Agus Setiana, MS, membawakan tema 'Pelayanan Prima, Sejatinya Fitrah Manusia', Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr.Ir. Abdul Basith membahas ' Pelayanan Rahasia' dan Kepala Kantor Prohumasi, drh.R.P.Agus Lelana, SPMp, MSi membawakan presentasi ' Public Relation'.

Di sesi akhir workshop peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok membuat usulan konsep pelayanan bagi pegawai front desk di IPB. Dalam dinamika kelompok ini peserta dipandu fasilitator diantaranya Ir. Yannefri Bakhtiar, MS Ir. Mintarti, MS, Dr. Drs. Wonny Ahmad Ridwan, MM, dan Burhanuddin. (ris/nUr).

 

#$#e12a00e6f3e5a13ee609c2148c1e955d###e6afff114f71385455d819f9a72b31a5###ID###2007-08-01 15:38:03###Pelepasan Dua Anggota Majlis Ta’lim Ar-Royyan Ar-Rektorati###Jamaah Majlis Ta'lim Ar-Royyan Ar-Rektorati yang berada di lantai 3 Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Jumat (27/7) melepas Ustadz H. Ahmad Royani dan Bapak Sumino yang telah memasuki masa purnabakti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ustadz H. Ahmad Royani adalah salah seorang perintis terselenggaranya kuliah tujuh menit (kultum) setiap ba'da shalat Zuhur di majlis tersebut. Sementara, Bapak Sumino tercatat sebagai jamaah yang istiqomah sejak awal dimulainya shalat Zuhur dan Ashar berjamaah dua tahun lalu.

Ustadz H. Ahmad Royani bagi sebagian besar jamaah majlis adalah figur seorang Imam sekaligus sahabat yang senantiasa menjadi teladan dalam sikap kesehariannya. Seperti diungkap oleh Mad Sari, SE., Bendahara IPB yang juga jamaah majlis. Menurutnya, Ustadz H. Royani memiliki kepribadian yang berbudi luhur yang telah banyak memberikan pengaruh positif dalam perjalanan karirnya.

Sementara, Bapak Sumino yang mengawali karir sebagai reporter di Biro Humas IPB sejak tahun 1977, dalam pandangan H. Waladan Mardijja -salah seorang imam shalat- merupakan pribadi yang gigih dan istiqomah. "Dua tahun lalu, saat dimulainya shalat berjamaah di gedung rektorat ini, Bapak Sumino berinisiatif untuk belajar membaca Al-Quran bersama-sama dengan jamaah lainnya. Alhamdulillah, kini seiring dengan masa purnabaktinya sebagai PNS, Bapak Sumino telah dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar," ujar H. Waladan.

Acara pelepasan keduanya yang dihadiri oleh sedikitnya seratus orang jamaah, diisi dengan pemberian tausiyah (nasihat, red) bertajuk "Bertemu dan berpisah karena Allah" oleh Ustadz. Drs. H. Syamsuddin, Ketua DKM Masjid Al-Huriyyah. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya Kepala Kantor Program Internasional IPB Dr. Ma'mun Sarma dan Direktur Fasilitas dan Properti IPB, Dr. Edi Hartulistiyoso. (nm/nUr)

 

 

 

           

  #$#4bb151b7e140542026681d8510d298c1###9a49f49bdbbf088fe48b9db4c0aafde7###ID###2007-08-01 16:42:28###Purnabakti Prof. Jajah Koswara, Peneliti Jagung Hibrida Pertama Indonesia###

Setelah 40 tahun bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dikenal sebagai  peneliti jagung hibrida pertama di Indonesia dengan sifat tahan penyakit bulai dan hasil tinggi, tiba saatnya purnabakti bagi Prof.Dr.Ir. Jajah Koswara. Penelitian jagung hibrida ini kemudian membawa Prof. Jajah memperoleh Medali Ilmu dari Menteri Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia tahun 1987.

Ketika itu, sangat sulit mendapatkan dana penelitian. Proses pemuliaan tanaman pun dilakukan dengan cara konvensional. Menyilangkan satu varietas jagung dengan varietas lain. Pengalaman Prof. Jajah sebagai peneliti dan merasakan sendiri sulitnya memperoleh jaminan dana untuk penelitian multi tahun yang sangat diperlukan dalam penelitian pertanian, mendorongnya untuk memberi kesempatan bagi banyak peneliti muda untuk bisa meneliti. Inilah yang mengawali lahirnya hibah kompetitif dari Dikti,  dimana Prof. Jajah mengemban jabatan sebagai Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga belas tahun.

 Guru Besar Departemen  Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga membidani lahirnya berbagai program di tingkat nasional. Program-program tersebut antara lain; Pertama, sistem Kompetisi berbagai Hibah Penelitian untuk Peneliti Pemula dan Lanjut, diantaranya hibah bersaing, hibah penelitian dasar dan hibah pekerti. Kedua, pengembangan Program Pendidikan dan Penelitian di Pascasarjana (URGE), meliputi : Center Grant, Hibah Tim Penelitian, Program untuk Tenaga Akademik Muda, Beasiswa Unggulan di dalam Negeri, Pendidikan Pra-Pasca di dalam Negeri, Program Sandwich, Program Jurnal Ilmiah, Program Seminar Internasional, Program Keterpautan Penelitian, dan Program Hibah Penelitian Kolaborasi. Ketiga, penerapan teknologi tepat guna dan wawasan entrepreneur. Keempat, income Generating Activities. Kelima, program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Keenam, Intelectual Property Rights Activities. Ketujuh, sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (Sibermas). Kedelapan, sistem Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional.

            Kegiatan penelitian multi tahun Hibah Bersaing mulai terasa dampaknya dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penerima hibah maupun bagi tim reviewer-nya. Sampai saat ini, Hibah Bersaing merupakan kegiatan yang prestisius dan para peneliti mempunyai kebanggaan khusus jika lolos seleksi dan usulannya  didanai.

"Program penelitian kompetitif melalui Dikti selain ditujukan bagi terciptanya budaya meneliti serta terbentuknya kapasitas peneliti bermutu di perguruan tinggi, juga agar dapat membantu kegiatan pendidikan dan hasil yang diperoleh dapat dikembangkan untuk digunakan oleh masyarakat," kata Prof. Jajah dalam acara Purnabhaktinya yang kemudian dilanjutkan Seminar Nasional Hasil Penelitian yang Dibiayai oleh Hibah Kompetitif  bertajuk ‘Peningkatan Perolehan Hak Kekayaan Intelektual dari Hasil Penelitian yang Dibiayai oleh Hibah Kompetitif' Rabu(1/8) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya Kampus IPB Darmaga. Dalam acara tersebut Prof. Jajah meluncurkan buku "Pelajaran Hidup yang Tak Pernah Usai: Jalan Masih Panjang".    Anggota Global Scientific Committee of the UNESCO Forum on Higher Education, Research and Knowledge ini menorehkan catatan yang cukup panjang mengenai pelajaran hidup yang ia peroleh selama menjadi mahasiswa dan awal karir sebagai dosen.

            Sebelum tahun 1988, kegiatan penelitian pada beberapa perguruan tinggi besar diperoleh melalui penyisihan sebagian dana SPP mahasiswa dan dibagikan secara ‘merata' kepada para dosen. Tentu saja jumlahnya sangat terbatas, sehingga kegiatan penelitian yang dapat dikerjakan pun terbatas.

            Indikator tentang respon staf perguruan tinggi terhadap program yang ditawarkan, tidak hanya dapat diamati dari jumlah proposal per perguruan tinggi yang masuk dan berapa yang didanai, tetapi juga dari berapa perguruan tinggi yang mengirimkan proposal. Pada awal tahun 1990-an hanya sejumlah PTN dan sekitar 15 PTS yang mengirimkan proposal, tetapi pada tahun 2001 ada 60 PTN dan 103 PTS yang mengirimkan proposal.

Untuk melindungi varietas tanaman hasil penelitian Indonesia, Departemen Pertanian Indonesia telah membentuk Pusat Perlindungan Varietas Tanaman.  "Dengan perlindungan varietas tanaman yang diberikan peneliti berhak menggunakan sendiri hasil temuannya baik untuk tujuan komersiil atau masyarakat dan berhak memberikan izin bagi pihak lain dengan tetap mendapatkan royaltinya," jelas Direktur Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, Ir. Hindarwati, M.Sc.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr.Ir.Yudiwanti menambahkan, saat ini IPB telah mendaftarkan beberapa  varietas tanaman. "Hari ini kami menerima penyerahan pendaftaran varietas tanaman IPB diantaranya empat varietas cabai dengan nama  IPB CH 1, IPB CH 2, IPB Ch 3 dan IPB Ch 4, dua varietas nenas dengan nama V4 dan V 49, dua varietas melon dengan nama Snow White Meta dan Bright Meta, serta tiga varietas pepaya dengan nama IPB 2, IPB 10 dan Arum Bogor," tutur Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB ini.

Kegiatan ini dibuka Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik dan Dirjen Dikti Depdiknas, Prof.Dr. Satryo Soemantri Brojonegoro sebagai Keynote Speaker. Seminar diikuti 95 pemakalah dari berbagai peneliti perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. (Ris/Nm/nUr)

 

 

 

 

 

 

#$#801bb740b5af87e83b4501b3becbb431###772a9531fe0bc183ea8335edc6a5439e###ID###2007-08-02 09:37:24###Reuni Akbar FATETA IPB, “Back Together for Relationship Building”###Untuk pertama kalinya, reuni akbar alumni Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB angkatan 2-40 diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (28/7). Menurut Ketua Panitia II, Dr. Ir. Rokhani Hasbullah, FATETA telah melahirkan sebanyak 9.000 orang alumni yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Diusianya yang kini telah menginjak 42 tahun, FATETA yang dulu kita kenal dengan FATEMETA telah menghasilkan alumni yang sukses dan memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara melalui bidang yang digeluti, baik di bidang akademis, profesional, birokrasi maupun bisnis. Oleh karena itu perlu dibina hubungan yang harmonis antara FATETA dengan para alumninya agar dapat menjadi katalisator dalam usaha membangun dan memajukan FATETA di masa yang akan datang. tandas Dr. Rokhani.

Reuni ini digelar dengan berbagai agenda, selain pemutaran video kenangan, peluncuran tiga buah buku yakni, Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan (BTP) buah pikiran Dahrulsyah, Syatrya Utama, Zuhri Mahrus, Faizah Fauzan, Rinto Siahaan, Onny Oktavia, Slamet Supriyadi, Wahyu Kartawijaya, juga buku Teknologi Bioenergi (Erliza Hambali, Siti Mujdalipah, Armansyah H. Tambunan, Abdul Waries Pattiwiri, Roy Hendoko) serta Buku "Riset Kebijakan Metode Penelitian untuk Pascasarjana" karya Prof. Eriyatno dan Dr. Fadjar Sofyar.

Selain kedatangan Rektor beserta pejabat IPB lainnya, acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri sekitar 500 alumni. Rektor IPB sangat berbangga atas prestasi yang berhasil FATETA selama usianya yang sudah terbilang dewasa ini. "Saya sangat berbangga sekali walaupun saya bukan alumni FATETA, tapi fakultas ini telah berhasil memperoleh paten terbanyak di seluruh IPB," ujarnya saat memberikan sambutan.

Acara dikemas sedemikian rupa dengan diselingi hiburan dengan menampilkan kreasi seni dari mahasiswa yang tergabung dalam Seni Musik dan Seni Gentra Kaheman. Acara dipandu oleh Undang Suhendar (Presenter Indosiar) dan Iin Insani Alumni Fateta.

Acara juga diramaikan dengan expo hasil kreativitas dan prestasi dari civitas akademika fateta baik dosen ataupun mahasiswa. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para alumni fateta untuk dapat memamerkan produk atau karyanya masing-masing.

Dalam reuni akbar ini dilakukan launching logo alumni yang terpilih berdasarkan hasil lomba yang diikuti oleh para alumni dan mahasiswa Fateta. Sebagai pemenang loba desain logo alumni adalah Sdr Radityo mahasiswa Departemen Teknologi Industri Pertanian angkatan 41.

Selain itu, juga dilangsungkan pemberian penghargaan untuk alumni berprestasi yang dibagi ke dalam empat kategori, yaitu: birokrat, akademisi, profesional dan pengusaha. Penerima platinum Award adalah: Dr. Anton Apriantono (F15) dari kalangan birokrat (Menteri Pertanian); Dr. Nurmahmudi (F17) dari kalangan birokrat (Mantan Menteri Kehutanan & Perkebunan); Ir. Teddi Setiadi (F5) dari kalangan birokrat (Irjen Depdag); Prof.Dr. Djoko Said Damarjati (F4) dari kalangan birokrat (Dirjen P2HP Deptan); . Ir. M. Fauzi Thoha (F6) dari kalangan professional (Direktur Sugar Group Company); Ir. Adhi Lukman (F17) dari kalangan pengusaha (PT. Niramas Utama, Marketing Director); Prof.Dr. Tien R. Muchtadi (F4) dari kalangan akademisi (Guru Besar TPG/ITP Fateta IPB).

Kesempatan reuni tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membangun jaringan usaha di kalangan alumni Fateta IPB. Keberadaan jaringan tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah dari kegiatan sinergi diantara alumni; membuka peluang bagi alumni yang ingin memasuki dunia bisnis; memudahkan interaksi antara pengusaha dengan para birokrat; membuka lapangan kerja atau magang bagi alumni yang baru lulus serta sebagai wadah untuk menampung mahasiswa yang akan praktek lapangan. (zul/nUr)

 

#$#1b098ff5fbf7325c1f6dbc5ddc8c793c###5d23b1770801dd530f5843cf0e90f01f###ID###2007-08-06 14:25:13###Seminar Pemenuhan Energi Desa di IPB###

Puluhan mahasiswa, dosen, serta guru MIPA dan Biologi Sekolah Dasar (SD), SMP maupun SMU di Bogor memadati Ruang Matoa, SEAMEO BIOTROP IPB, Tajur, Bogor, (2/8). Siang itu, sebuah seminar bertajuk "Pemanfaatan Sumber Energi Setempat" digelar Regional Centre for Expertise (RCE) - Bogor.

Seminar menghadirkan, Direktur SEAMEO BIOTROP yang juga staf pengajar di Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB, Dr. Handoko, Ir. Tri Mumpuni Mumpuni dan suaminya Iskandar B. Kuntoadji, dua sosok yang dikenal sebagai inisiator listrik desa.

Dalam sambutannya, yang juga staf pengajar di Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB, Dr. Hartrisari Hardjomidjojo mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari enterprise development center yang RCE Bogor lakukan.

"Pembahasan pemanfaatan sumber energi setempat ini relevan dengan isu yang sedang hangat dan menonjol di dunia saat ini, demikian ungkap Dr. Handoko. Lebih lanjut dikatakannya, "Ada tiga isu hangat yang menjadi isu penting di dunia saat ini, yaitu: Energi, ketahanan pangan dan lingkungan. Jika ketiganya tidak bisa dijaga dengan baik maka akan terkait dengan pemanasan global," ujarnya.

Sementara Ir. Tri Mumpuni dalam pemaparannya mengatakan, "Sistem pembangunan berbasis masyarakat sudah terbukti dapat menjadi sarana untuk melakukan pemberdayaan dalam arti yang sebenarnya, salah satunya dalam memenuhi kebutuhan energi desa.

Lebih lanjut dikatakannya, pemenuhan kebutuhan listrik dengan membangun fasilitas listrik bersama masyarakat terbukti lebih berkelanjutan dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat karena masyarakat terlibat mulai dari awal proses pembangunan, masyarakat menerima training dan organisasi masyarakat dilibatkan dari awal, sehingga apabila pembangunan selesai, masyarakat yang sudah bersatu dalam organisasi tersebut akan mampu mengoperasikan, menjaga dan merawat fasilitas yang ada.

"Dengan proses semacam ini jaminan berkelanjutan operasi sebuah sarana infrastruktur dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat desa dapat menerima manfaat secara berkelanjutan," tandas alumnus Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian IPB ini. Ditambahkannya, dengan adannya infrastruktur yang memberikan manfaat yang berkelanjutan maka energi dalam (internal energy) yang dimiliki masyarakat dapat diarahkan untuk kegiatan pemberdayaan lainnya, yang pada akhirnya akan membuat sebuah desa mandiri dalam semua aspek kehidupan. (man/nUr)

#$#3fec8387814825e9317fff962862e467###6d49e8f18f32f4baa8afceee112114c5###ID###2007-08-06 14:25:59###Satpam IPB Tingkatkan Pelayanannya###

Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB, siap meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat luas maupun stakeholder IPB lainnya. Hal tersebut terungkap pada kegiatan yang bertajuk "Peningkatan Pelayanan Prima", Senin (6/8) bertempat di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kepala UKK, Drs. Soebagio, MM, disela kegiatan tersebut menuturkan, keluaran dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan Sumberdaya Manusia yang nantinya dapat meningkatkan pelayanan secara prima kepada masyarakat luas ataupun civitas akademika IPB.

Sebagaimana dikatakan Wakil Rektor II, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, "Aset IPB ini sangat besar, dan IPB sedang go internasional, maka dari itu setiap orang yang datang ke IPB harus aman,"ujarnya.
Maka dari itu menurutnya, anggota UKK harus memiliki beberapa kriteria dalam melayani stakeholder dan masyarakat diantaranya: baik, senyum, cepat, tanggap (peka), trengginas (lincah) dan tangguh (kuat).

Hadir pada pelatihan tersebut 36 orang anggota UKK. Mereka diberikan materi-materi pelayanan prima seperti: teknik-teknik pengamanan, pengetahuan tentang investigasi, reserse, intelijen, penguasaan alat, seragam, dan sebagainya. (man/ccp/nUr)

#$#a6cfac6f90016c0ad2b1c2f975a19d80###c34efa2de87e3f400cd4a7c5407277cf###ID###2007-08-07 09:23:47###Semarak Dies Natalis FEMA IPB Ke-2###

Kamis (2/8) Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) melangsungkan ulang tahunnya yang ke-2 bertempat di Auditorium Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Kampus IPB Darmaga. Beberapa kegiatan dirangkai dalam menyemarakkan peringatan Dies fakultas termuda di IPB ini, diantaranya pemutaran film, penandatanganan kerjasama, peluncuran buku Ekologi Manusia dan bedah buku 'Pergolakan Konservasi di Palu Sulawesi Tengah 2000-2002'.

Acara dimulai dengan laporan Ketua Dies Natalis, Dr. Diah K Pranaji dilanjutkan sambutan Dekan FEMA IPB, Prof.Dr. Hardinsyah. Dalam sambutannya, Dekan FEMA mengatakan, kegiatan dies ini merupakan ajang silaturahmi antara staf pengajar, karyawan, mahasiswa dan tamu undangan FEMA IPB. Silaturahmi dipercaya sebagai modal kuat disamping modal fisik dan finansial yang akan membangun bangsa lebih baik."FEMA ingin membentuk corporate culture yang baik dari basic value IPB. Saya berharap masing-masing civitas akademika FEMA menjiwainya sehingga menjadi budaya khas FEMA," tuturnya.

Untuk mendorong publikasi internasional FEMA IPB, mulai tahun 2008 Prof. Hardinsyah berjanji akan memberikan reward senilai Rp 10 juta bagi staf pengajar dan peneliti yang tulisannnya berhasil menembus di jurnal berstandar internasional. "Persyaratan utama publikasi ilmiah tersebut adalah tercantum nama FEMA-IPB, jika tidak maka belum memenuhi persyaratan," tandasnya. Terobosan ini ditempuh sesuai arahan toward class university. Ia juga menginformasikan pada hadirin, saat ini telah terbentuk pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEMA dan tiga himpunan profesi (himpro) mahasiswa yang baru. Sedangkan BEM FEMA baru akan dibentuk dalam waktu dekat ini.

Rektor IPB, Prof.Dr.Ahmad Ansori Mattjik dalam sambutannya mengapresiasi usaha-usaha yang telah ditempuh FEMA IPB. Usai sambutan Rektor dilanjutkan Peluncuran Buku Ekologi Manusia yang dibahas oleh Dr.Ir. Soeryo Adiwibowo dan Prof. Sediono Tjondro Negoro dan penandatanganan surat kerjasama antara FEMA IPB dengan PT Persaels.

Masih dalam rangka dies natalis, siang harinya di tempat yang sama, diselenggarakan Peluncuran dan Diskusi Buku 'Pergolakan Konservasi di Palu Sulawesi Tengah 2000-2002' karya Ir.Banjar Yulianto Laban, MM (Direktur Kawasan Konservasi Departemen Kehutanan). Tampil dua pengulas buku ini yakni Dr.Moira Moeliono dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Dr.Soeryo Adiwibowo (FEMA IPB). (ris/nUr)

 

#$#6433ae0183be5344dc50d12ed3582b22###1eb79f6a1583e529d990d7b499207130###ID###2007-08-07 16:23:23###Mencari Genotip Cabai Tahan Antraknosa###

Produktivitas cabai dari tahun ke tahun menurun. Tahun 2004, produktivitas cabai merah hanya 5.67 ton per hektar, padahal potensi produksi cabai merah mencapai 194, 6 ribu hektar. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas cabai Indonesia adalah gangguan hama dan penyakit. Beberapa penyakit dominan menyerang cabai antara lain antraknosa, hawar Phytophthora (serangga), layu bakteri dan virus. Dari berbagai penyakit itu, antraknosa penyebab paling utama rendahnya produktivitas cabai di Indonesia.

Serangan antraknosa ini disebabkan cendawan genus Colletotrichum. Cendawan ini mempunyai enam spesies utama yaitu C. gloeosporiodes, C.acutatum, C.dematium, C.capsici dan C.acutatum. Colletotrichum gloeosporiodes dan C.acutatum mengakibatkan kerusakan buah dan kehilangan hasil paling besar. Lebih dari 90 persen antraknosa yang menginfeksi cabai diakibatkan Colletotrichum gloeosporiodes. Namun akhir-akhir ini, Colletotrichum acutatum menggantikan 'posisi' gloeosporiodes.

Gejala penyakit ini berupa bercak kecil pada buah cabai. Selama musim hujan bercak ini berkembang cepat. Bahkan pada lingkungan kondusif penyakit ini dapat menghancurkan seluruh areal pertanaman cabai.

Umumnya varietas cabai yang ada saat ini rentan terhadap penyakit antraknosa. Penyakit ini mampu menurunkan hasil cabai hingga 75 persen. Pengendalian sangat intensif menggunakan fungisida kontak dan fungisida sistemik pun belum optimal. Di daerah Brebes Jawa Tengah, antraknosa masih merugikan hingga 45 persen, Demak hingga 65 persen, sedangkan di Sumatera Barat mencapai 35 persen. "Oleh karena itu penggunaan varietas yang resisten merupakan cara paling tepat untuk mengatasi masalah penyakit antraknosa," kata Mahasiwa S3 Program Studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhamad Syukur dalam disertasinya 'Analisis Genetik dan Studi Pewarisan Sifat Ketahanan Cabai (Capsicum annuum L) terhadap Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum'.

Sebelum merakit varietas tahan penyakit antraknosa, Staf Pengajar Departemen Agronomi Hortikultura Fakultas Pertanian IPB ini memilah tetua donor tahan atraknosa dan mencari informasi genetik untuk menentukan metode seleksi yang tepat. Dalam penelitiannya yang dikerjakan mulai bulan Agustus 2005 hingga Mei 2007, Syukur menggunakan 14 genotip tanaman. Keempat belas genotip tersebut ialah C-1, C-2, C-3, C-4, C-5, C-7, C-8, C-9, C-15, C-18, C-19, C-28, C-47 dan C-49. Penelitian ini dilakukan 4 tahap percobaan, antara lain: identifikasi ketahanan, pewarisan ketahanan cabai, analisis silang dialel untuk pendugaan parameter genetik ketahanan cabai, dan interaksi genetik x lingkungan untuk ketahanan cabai terhadap antraknosa yang disebabkan oleh Colletotricum acutatum.

Hasil penelitian menunjukkan C-15 tahan antraknosa yang disebabkan C. Acutatum. "C-15 diduga mengandung senyawa biokimia tertentu yang tahan terhadap antraknosa. Sementara C-18 diduga mempunyai mekanisme ketahanan fisik terhadap penyakit antraknosa," jelas Syukur. Ketahanan ini dikendalikan oleh banyak gen resesif dengan aksi gen resesif bukan gen dominan.

Genotip C-15 mempunyai daya gabung umum yang baik sehingga sangat bagus digunakan sebagai tetua tahan dalam perakitan varietas tahan terhadap antraknosa. Syukur menyarankan perlu penelitian lanjut mengenai mekanisme ketahanan cabai terhadap antraknosa yang disebabkan C. Acutatum. Ia juga menyarankan metode perakitan varietas tahan adalah metode persilangan ganda dengan pemisahan transgresif. Penelitian ini dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari Dr.Ir.Sriani Sujiprihati, MS, Prof.Dr.Ir.Jajah Koswara dan Dr.Ir.Widodo, MS (ris/nUr)

 

#$#54c70836df21f0169ac6ea092f2a2f6b###fc9708fe797b4775f9dc51893c30d9ca###ID###2007-08-13 15:40:48###Tahun Ini Peminat IPB Semakin Meningkat###Ditengah laju penurunan peminat program studi bidang pertanian dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2007/2008, IPB justru mendulang kabar gembira. Tahun ini, terjadi kenaikan peminat yang cukup signifikan di IPB. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I IPB, bidang akademik, Prof. Dr. Ir. A. Chozin, M.Sc.

"Peningkatan tersebut cukup signifikan baik dari jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang diselenggarakan oleh IPB maupun dari jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang diselenggarakan secara nasional, peningkatan juga terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana" tuturnya.

Selain itu, disampaikan juga data kenaikan peminat IPB untuk tahun 2007/2008, yakni peminat USMI naik 12,6%, peminat BUD naik 19,21%, peminat SPMB IPB naik 24,9%, peminat program Diploma naik 22,5% dan peminat sekolah pascasarjana IPB naik 25,6%.

Hal ini berbeda sekali dengan laporan Akhir Pengolahan Data SPMB 2007, dari total 470 Program Studi yang daya tampungnya tidak terpenuhi, 213 Program Studi (45,32% merupakan Program Studi yang terkait erat dengan bidang pertanian).

Menurut Prof. Chozin, kita patut berbangga hati dengan peningkatan ini. Peningkatan minat pelamar ini pun sejalan dengan rencana IPB untuk meningkatkan kapasitas penerimaan hingga 400 mahasiswa untuk sarjana dan peningkatan mahasiswa program pascasarjana. "Hal ini dimaksudkan untuk mencapai salah satu indikator sebagai research based university, " tambahnya.

Rencana peningkatan kapasitas penerimaan juga didasari bahwa kebutuhan SDM berkualitas dalam bidang pertanian dalam arti luas dirasakan masih kurang di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan kerjasama berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, dan lembaga terkait untuk ikut berperan serta dalam memajukan pertanian dan menumbuhkan kembali persepsi baru terhadap pertanian.

Dan juga, IPB pada tahun 2007/2008 ini akan menerima mahasiswa baru yang berasal dari kerjasama kelembagaan diantaranya dengan Departemen dan Dinas, Lembaga Penelitian, Swasta dan LSM, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Lembaga Pendidikan Internasional, Media, dan Pendidikan Sekolah Menengah. Mulai tahun akademik 2007/2008, IPB akan mengimplementasikan kurikulum mayor minor untuk pascasarjana dengan menawarkan 69 mayor.

Sementara itu pada Senin (13 Agustus 2007), sebanyak 830 mahasiswa baru IPB jalur SPMB mulai berdatangan ke IPB. Pada hari itu mereka disambut oleh Rektor IPB Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, MSc di Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

Pada kesempatan tersebut Rektor menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa baru tersebut, bahwa peluang masuk IPB melalui jalur SPMB itu kecil, sehingga mereka termasuk orang-orang yang unggul.(zul/man/nUr)

 

 

#$#733cddfc678845a37d3cc7c9edbde186###7d9467e13461eee5a97def346aa48e39###ID###2007-08-16 13:30:28###Juara Umum II PIMNAS XX, IPB Rayakan Kemenangan###

Berhasil meraih Juara Umum II pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XX 2007 di Universitas Lampung (17-22), IPB merayakan kemenangan tersebut, Kamis (8/8) di Auditorium Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Semua Pejabat teras IPB hadir pada perayaan kemenangan tersebut. Diantarannya, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin M.Agr, Wakil Rektor II, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto MSc., Wakil Rektor III, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi M.Agr., dan Wakil Rektor IV, Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc.

Hadir juga, yang mempresentasikan proses kemenangan mahasiswa IPB hingga meraih juara umum II, Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan. Selain itu, Kepala Kantor Jasa Ketenagakerjaan IPB, Kepala Prof. Dr. Ir. C. Hanny Wijaya, M.Sc. dan Mojang Jajaka 2007 Kabupaten Bogor, Gading Dwi Cahyanti dan Haikal hadir juga menyemarakan kemenangan ini.

Wakil Rektor III, Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi M.Agr., dalam sambutannya mengatakan, bahwa prestasi kemahasiswaan di IPB harus lebih ditingkatkan, agar tahun depan bisa lebih baik.
"Kemenangan ini merupakan hasil dari jerih payah dan pengorbanan mahasiswa IPB. Maka dari itu, prestasi ini harus ditingkatkan agar tahun depan menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

Hal lainnya dikatakan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengikuti kegiatan kemahasiswaan, akan lebih cepat dalam segala-galanya.
"Kesuksesan seseorang itu di dipengaruhi oleh dua hal yaitu faktor IQ dan entrepreneurship. IQ hanya menyumbang sekitar 20% sementara entrepreneurship sebanyak 80%," ujarnya.

Perlu diketahui bahwa, ajang bergengsi mahasiswa tingkat nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XX 2007 baru saja berakhir. Kegiatan berlangsung di Universitas Lampung dari tanggal 17-22 Juli bertajuk "Tingkatkan Prestasi untuk Daya Saing Bangsa" ini merupakan ajang ilmiah dengan peserta Perguruan Tinggi terbanyak dalam sejarah PIMNAS, yaitu 175 peserta yang terdiri dari 85 perguruan tinggi negeri dan 90 perguruan tinggi swasta.

Dalam ajang ini, IPB membawa pulang 4 emas, 7 perak dan 3 perunggu sebagai Juara umum II. Juara Umum I diraih Universitas Gajah Mada (UGM) dengan 6 emas dan 4 perak. Sedangkan juara III diraih Universitas Brawijaya (Unibraw) dengan 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Selain itu IPB juga meraih juara I untuk Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa (PKIM), Juara III Debat Bahasa Mandarin, 5 besar untuk Debat Bahasa Inggeris, dan 5 besar Lomba Applied Programming for Problem Solving Security serta berperan aktif sebagai pembicara utama pada sarasehan dosen pendamping mahasiswa dengan judul makalah "Pemberdayaan Dosen dalam Pembimbingan Kegiatan Kemahasiswaan Bidang Penalaran : Pengalaman Institut Pertanian Bogor".

Untuk PIMNAS kali ini, misi IPB adalah menciptakan nuansa kompetisi ilmiah yang baik dan bangga berprestasi di tingkat nasional. Harapan ini muncul, karena PIMNAS yang sudah berlangsung dua puluh tahun, untuk kedepan dan seterusnya harus menjadi barometer prestasi dan kebanggaan ilmiah mahasiswa di tingkat nasional, sehingga nantinya mampu mendorong prestasi mahasiswa ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu tingkat internasional. "Kita ingin memberi contoh dan berbagi pengalaman kepada seluruh perguruan tinggi yang hadir agar bangga dengan karya-karya kreativitas mahasiswanya, dan nuansa kompetisi yang baik dan adil harus diciptakan", kata Dr Rimbawan yang diminta sebagai pembicara pada Sarasehan Dosen Pendamping Mahasiswa di arena PIMNAS XX tersebut.

Suasana tersebut juga dimunculkan dalam Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa, dimana IPB menampilkan karya-karya mahasiswa yang menjadi juara dalam berbagai lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional sepanjang tahun 2007. Tema stand pameran dibuat menarik yaitu "Teknologi Tepat Guna Berbasis Pertanian untuk Kemandirian Bangsa". "Kita ingin mengajak kepada peserta dan juga masyarakat agar tetap bangga dengan pertanian, dan pertanian dapat memberikan kita jiwa yang mandiri" demikian kata Bambang Riyanto S.Pi M.Si. pimpinan rombongan IPB dalam PIMNAS XX kali ini.
Tiap hari stand IPB ini paling banyak dikunjungi peserta, yang mencapai lebih dari 400 pengunjung. Untuk menyemarakkan arena, berbagai karya unggulan yang ada tidak hanya dipamerkan akan tertapi juga didemonstrasikan kepada seluruh peserta PIMNAS dan masyarakat yang hadir, diantaranya adalah boneka horta (boneka lucu dengan rambut dari rumput yang harus dijaga rapih agar tidak rusak), cabai dengan berbagai tingkat kepedasan, pepaya IPB, baterai dari daun pisang, kompor dari lumpur selokan, tanaman bermedia hidrogel, hidroponik sayuran dengan sistem terapung, hidropark atau taman dalam rumah, catalytic converter gas buang mobil berbahan dasar chitosan, papan serat peredam suara berbahan dasar ampas rumput laut, biopori dan biotoilet.

Sedangkan kebanggaan yang paling besar adalah diraihnya juara III dalam lomba debat bahasa mandarin, sebab IPB perguruan tinggi yang tidak memiliki fakultas bahasa namun mampu juga bersaing. (ris/man)

#$#9a9c7e3b3927cf6ffecfc7097c1a5009###2e936ad06ac62b40bf1d444d85ecd217###ID###2007-08-16 14:54:48###Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FEMA IPB###Sebagai rangkaian kegiatan Dies Fema ke-2 yang puncaknya telah dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2007, Fema IPB menggelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fema. Serangkaian tahapan mulai dari sosialisasi, penjaringan bakal calon melalui seleksi tingkat departemen yang ada di FEMA (Gizi Masyarakat, Ilmu Keluarga dan Konsumen, Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) dan seleksi tingkat fakultas pun dilakukan. Keseluruhan kegiatan akan berlangsung pada bulan September. Mahasiswa Berprestasi yang terpilih akan mewakili FEMA pada ajang serupa pada tingkat IPB. (nUr) #$#371db3227e8c7f3004b724e7852df266###6b0c739bd29875e6c40a337dc2d94b2b###ID###2007-08-16 16:04:08###Peringatan HUT RI di IPB Bertabur Penghargaan###

dsc_0853_400

Keterangan foto: Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. A.A. Mattjik, M.Sc., sedang menyalami salah satu mahasiswa berprestasi IPB, pada upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-62 di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (17/8).

Upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-62 di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), akan dilaksanakan di lapangan upacara Kampus IPB Darmaga, Jumat (17/8). Upacara diikuti oleh seluruh sivitas academika, terdiri dari mahasiswa, pegawai dan dosen. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Rektor IPB Prof.Dr.Ir. H.Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, IPB memberikan penghargaan kepada sembilan orang Dosen Berprestasi tingkat IPB tahun 2007. Kesembilan dosen tersebut adalah Prof.Dr.Ir. Budi Indra Setiawan, M.Agr., Dr.Ir. Indra Jaya, M.Sc., Dr.Ir. Arif Satria, SP, M.Si., Dr.Ir. Anas D. Susila, M.Si., Dr.Ir. Iman Sugema, M.Ec., Dr.Dra. Nisa Rachmania, M.Si., Dr.Ir. Lailan Syaufina, M.Sc., Dr. Nastiti Kusumorini, dan Dr. Ir. Sumiati, M.Sc.

Penghargaan juga diberikan kepada Dr. Munti Yuhana SPi, MSi, staf pengajar Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB, dengan judul risetnya "Eksplorasi Keragaman Komunitas Mikroba dalam Microbial Flocs untuk Meningkatkan Produktivitas pada Usaha Tambak Udang Intensif" telah berhasil menjadi salah satu pemenang dalam ajang L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science yang digelar Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bersama L'Oreal Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia, sebanyak 103 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan IPB dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Satyalancana ini diberikan sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas sebagai PNS selama 10 tahun atau 30 tahun lebih secara terus menerus terhadap negara Republik Indonesia, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lain.

Kepada para mahasiswa, IPB juga memberikan penghargaan bagi mereka yang berprestasi dalam bidang ekstra kurikuler periode Mei sampai dengan Agustus 2007, mahasiswa berprestasi tingkat IPB tahun 2007, dan mahasiswa berprestasi tingkat Persiapan Bersama (TPB) dengan nilai IPK 4.00.

Dalam bidang ekstra kurikuler, prestasi yang diraih oleh para mahasiswa ini adalah pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XX tahun 2007, Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang Seni tahun 2007, Bayer Young Environmental Envoys tahun 2007, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional IX, dan Pekan Olahraga Mahasiswa Tingkat Daerah Jawa Barat (POMDA) tahun 2007.

Sementara, mahasiswa berprestasi tingkat IPB tahun 2007 adalah Danang Ambar Prabowo dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai peringkat satu, Dwi Yogo Wardoyo dari Fakultas Peternakan sebagai peringkat dua, dan peringkat tiga adalah Nurhasanah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Untuk mahasiswa berprestasi tingkat TPB dengan nilai IPK 4.00, yaitu Zunidha Ratmanawati, Putri Indah Ningtias, Tsani Fasikhatun, Tito Tegar, Annisa Vania, Umul Karimah dan Zatil Afrah.

Usai upacara, panitia Hari Ulang Tahun (HUT) RI IPB akan menggelar beragam lomba bagi sivitas academika, diantaranya lomba balap karung, lomba tarik tambang, dan lomba makan kerupuk. (nm/nUr)

 

#$#946e3763dbdb40febfcec147a34eaf65###1b9902c8ecca76478d93b1aded62702a###ID###2007-08-17 10:43:55###Pengumuman Mayor Mahasiswa IPB Angkatan 43###
Pengumuman hasil alokasi mayor mahasiswa IPB Angkatan 43 dapat dilihat di Internet pada alamat:
http://krs.ipb.ac.id/mayor
Seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti pembimbingan akademik di Departemen masing-masing pada Senin, 20 Agustus 2007 pagi (informasi detil dapat dilihat di pengumuman mayor setiap mahasiswa).

 

 

#$#1fa4115cd9907ac53f6fdc9cf38481bf###f6b5ef3efea144d8c86d2cdf7b953e5b###ID###2007-08-20 09:50:53###7 Mahasiswa Pertanian Indonesia Mewakili Konggres Internasional IAAS###

Tujuh mahasiswa pertanian Indonesia yaitu Galih Nugroho, Ayupry Dipta Sari, Doddy Juli Irawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Trisna Piliandy, Poetri Indri Astuti dari Universitas Brawijaya, Zutrawati Zakaria dari Universitas Haluoleo, dan Ario Arif Wibowo dari Universitas Padjadjaran berkesempatan mengikuti kongres dan seminar tingkat internasional yang digelar International Association of Student in Agricultural and Related Sciences (IAAS). Seminar yang mengangkat tema kualitas dan ketahanan pangan ini diselenggarakan pada tanggal 20 Juli sampai dengan 8 Agustus 2007 di Jerman dan Swiss.

Kegiatan world congres ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa perwakilan dari puluhan negara anggota IAAS. Ketujuh delegasi tersebut membawakan makalah dan poster hasil bimbingan dari masing-masing dosen mereka. Judul-judul makalah dan poster tersebut antara lain ; Food Security in Indonesia Based on The Local Resources bimbingan Dr. Ir. Dahrul Syah, MSc, An Examination of Antioxidant Capacity of Polar Extract, Nonpolar Extract, Protein and Nonprotein Fraction of Hyacinth Bean (Lablab purpureus (L.) sweet) Seeds bimbingan Ir. Arif Hartoyo, MSi, The Effect of Storage and Poultry Manure Dosage on Soil Nitrate and Amoonium, n-uptake, and Yield of Head Lettuce (lactuca sativa, l.) Grown on Typic Qalciaquolls bimbingan Dani Lukman Hakim, SP, dan Dietary Pattern of the Population in Different Type of Agroecologycal Areas of East Java - Indonesia as a Model in Supporting Food Security bimbingan Siti Narsito Wulan.


Selain diskusi seputar organisasi IAAS, peserta juga diperkaya workshop bersama dosen dari negara tuan rumah, kunjungan ke berbagai perusahaan terkemuka di bidang pertanian, research center,dan ladang pertanian. Keberangkatan seluruh peserta ini mendapatkan dukungan beasiswa penuh dari Departemen Pendidikan Nasional Bidang Program Kerjasama Luar Negeri dan berbagai pihak lainnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi negara, karena pada pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan kondisi petanian, kebudayaan dan tempat pariwisata yang menarik di Indonesia," tutur salah satu peserta dari IPB,Galih Nugroho. Disamping mensosialisasikan hasil penelitian universitasnya masing-masing di tingkat internasional.

Tindak lanjut kegiatan Internasional IAAS ini ketujuh mahasiswa tersebut akan melakukan seminar terbuka di masing-masing universitas. Kemudian bersama organisasi IAAS akan menyelenggarakan kompetisi penulisan ilmiah di bidang pertanian tingkat nasional, menginisiasi program pembinaan desa, dan melakukan promosi pertukaran pelajar. (ris)

 

#$#d3e413af3a77eb2a227ffac3e1d7a57e###5b817007c1a144f8b39b70bcdc1c1d47###ID###2007-08-20 12:50:21###Danang Ambar Prabowo, Peringkat Pertama Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional###

mapres_400_07Mahasiswa Berprestasi Institut Pertanian Bogor (mawapres IPB), Danang Ambar Prabowo, terpilih sebagai mawapres tingkat nasional peringkat ke-1. Danang berhasil mengalahkan 15 finalis mawapres dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Hasil penilaian dewan juri yang diumumkan di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berlangsung sangat mendebarkan. Sebelumnya, ke-15 mawapres telah menunjukkan kepiawaiannya. Menurut Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan, Danang memiliki profil mawapres yang tergolong lengkap. "Mulai aktivitasnya dalam bidang keagamaan, keorganisasian, olahraga, seni, penguasaan bahasa asing, dan juga penalaran dimiliki Danang."

Danang mendapatkan nilai tertinggi atas presentasi makalah yang berjudul "Prospek Biofuel dari Tropical Marine Microalgae untuk Mengatasi Krisis Energi dan Pemanasan Global" dari semua Dewan Juri Mawapres. Makalah ini dibawah bimbingan Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si. Dalam bidang ekstra kurikuler semua dewan juri juga dibuat kagum dengan prestasi Danang antara lain; juara dalam olahraga karate, taekwondo, selam, pelatih karate INKAI IPB, juara dalam lomba nasyid, fotografi, ilustrator buku, karikatur dan menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Jerman, Jepang dan Arab.

 

Danang juga meraih berbagai prestasi gemilang. Pada tahun 2007 saja, Mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB angkatan 41 (tahun 2004) ini berhasil meraih prestasi yang meliputi : Kandidat pertama Perwakilan IPB untuk pertukaran pelajar ke Utsunomiya University of Japan, Tochigi Prefecture-JAPAN, Kandidat perwakilan IPB untuk Pertukaran Pelajar dalam International Student Summit-Tokyo University of Agriculture (2007), International Student Symposium Ibaraki University Japan (2007), Korean Student Delegate Pasific Asia Society (PAS) Program 2007 sehingga meraih The Best Pacific Asia Society Program di Korea (2007), peserta sertifikasi selam A1 Internasional (One Star Scuba Diving) 2007. Danang juga meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Nasional ACTION MISETA 2007, dan juara pertama pada Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa PIMNAS XX UNILA 2007.

Di bidang keagamaan pada tahun ini pula, Danang menjadi juara dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Al Qur'an MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional 2007 dengan judul "Interpretasi Ilmiah dan Manfaat Pemisahan Dua Lautan dalam Surat Ar Rahman Ayat 19-20 sebagai Bukti Kebenaran Al Quran" yang ditulis bersama Hari Bowo. (Ditmawa/ris)

mapres2_400_03
#$#91095b5c9cc64db0174b566e599aeb1b###43f328a6d4cb53fdf4e71690cae9cef4###ID###2007-08-21 11:19:34###Partisipasi Mahasiswa FKH IPB Dalam Pengabdian Masyarakat Nasional 2007###Sebagai bagian dari insan pendidikan, terutama dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat, Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) bekerjasama dengan BEM FKH Universitas Airlangga (Unair), dan Kelompok Minat Profesi Veteriner (KMPV) Ternak Besar dan KMPV Unggas dan Burung FKH Unair Surabaya, menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat Nasional 2007 pada 4-13 Agustus 2007 di Kediri Jawa Timur.

Kegiatan yang diawali dengan acara Pra Munas IMAKAHI XI dan dilanjutkan dengan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmasy) ini di sambut baik oleh Dekan FKH Unair, Prof Drh. Hj Romziah Sidik PhD.

"Sebagai calon generasi profesi dokter hewan, mahasiswa kedokteran hewan harus mampu menjawab segala tantangan yang ada, sehingga dengan adanya kegiatan ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa sebagai proses pembelajaran sebelum menempuh kehidupan yang sebenarnya. Bahkan melalui kegiatan pengmasy dapat dijadikan sebagai momentum yang baik untuk memperkenalkan profesi veteriner kepada masyarakat luas," ujar Prof Romziah dalam sambutannya.

Sementara itu, menurut ketua pelaksana, Jeremia Sibarani, kegiatan pengmasy ini dilaksanakan di 4 kecamatan dengan 15 desa di Kabupaten Kediri, Jawa timur. Dimana tiap kecamatan dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing dan satu kordinator kecamatan serta satu orang supervisor di tiap desanya.

Ditempat yang sama, Iwan Berri Prima selaku Ketua Umum IMAKAHI yang juga merupakan mahasiswa FKH IPB angkatan 2003 dalam sambutannya didampingi Dony Bindariyanto selaku ketua BEM FKH Unair dan Novi Susanty selaku Ketua IMAKAHI Cabang FKH Unair, berharap kegiatan ini dapat secara kontinu dilaksanakan setiap tahunnya sebagai program kerja rutin dari IMAKAHI.

Ikut hadir dalam kegiatan ini: mahasiswa FKH Unair (Surabaya), delegasi mahasiswa FKH Universitas Syiah Kuala (Aceh), FKH Institut Pertanian Bogor (Bogor) dan FKH Universitas Udayana (Bali) dan delegasi mahasiswa FKH dari Luar negeri (Kanada). (zul/nUr)

#$#58b9e198a76c130ba3c347f3f1eedfe3###6681f9cd357b970e5496f678ce6bce30###ID###2007-08-21 11:27:15###IPB Tuan Rumah Pelatihan Pengelolaan dan Konservasi Terumbu Karang Secara Terpadu Bagi Pegawai DKP###Sebanyak 22 orang pegawai dari Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI yang berasal dari Batam, Sumatera Barat, Tapteng, Mentawai, Lingga, Natuna, Nias, Nias Selatan, Kepri, Sumatera Utara, Bintan, Tapten dan tiga orang dari pusat, mengikuti "Pelatihan Pengelolaan dan Konservasi Terumbu Karang Secara Terpadu," Senin (20/8) di ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Direncanakan pelatihan yang berlangsung dari tanggal 20-30 Agustus ini akan roadshow mulai dari Bogor, Jakarta, Situbondo dan Bali. Kegiatan ini digelar berkat kerjasama antara Program Coremap II DKP dengan PT. Coastmar Lestari.

Coral Reef Rehabilitation and Management Program Phase II (COREMAP) atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Tahap II merupakan program jangka panjang yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia dengan tujuan melindungi, merehabilitasi dan memanfaatkan terumbu karang secara lestari untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program ini terdiri dari 3 tahap, yaitu: tahap inisiasi, tahap akselerasi dan tahap institutionalisasi. Pada tahap I, LIPI merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam melaksanakan COREMAP. Untuk tahap II, Departemen Kelautan dan Perikanan dipercaya sebagai badan pelaksana (executing agency) program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang.

Dalam melaksanakan program ini DKP bekerjasama dengan LIPI, Bappenas, Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, TNI/POLRI, dan instansi terkait iainnya. Di Kabupaten, Dinas Kelautan dan Perikanan berperan sebagai unit pelaksana proyek (Project Implementation Unit / Project Management Unit), kecuali di Kabupaten Biak berada di Bappeda.

COREMAP II dilaksanakan di 7 provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Papua) dan 12 Kabupaten/Kota (Nias, Tapanuli Tengah, Mentawai, Keppri, Batam, Natuna, Selayar, Pangkep, Buton, Sikka, Raja Ampat dan Biak). COREMAP II wilayah Indonesia Barat didanai oleh Asian Development Bank dan untuk wilayah Indonesia Timur didanai oleh World Bank.

Usai memberikan ceramah, Direktur Proyek PMO Coremap II, Ir. Yaya Mulyana, mengharapkan peserta-peserta ini dapat memiliki wawasan tentang upaya konservasi dan cara pengelolaan terumbu kerang secara terpadu. "Setidaknya mereka mengetahui dasar-dasar pengetahuan mengenai kondisi terumbu karang, kemudian bisa melakukan upaya pembinaan terhadap habitat dan populasi ikan," tandasnya.

Ditambahkannya, dari roadshow yang akan dilakukan tersebut, peserta bisa mengambil pengalaman-pengalaman yang sudah ada, seperti Pengelolaan Ikan hias oleh kelompok nelayan di Bali, pemanfaatannya untuk ekspor, dan belajar dari NGO bertaraf internasional.

Sementara itu Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK IPB, Dr. Sulistiono, M.Sc., mengatakan, banyaknya keanekaragaman ikan serta terumbu karang di Indonesia, belum bisa ditangani dengan optimal, yang disebabkan sumberdaya manusia masih terbatas dan belum spesialis. (man/nUr)

#$#fac5ae6bcdb89065f20af4fa23a73de0###5f341a0f80ebc590431e4cdd5898f77c###ID###2007-08-23 10:22:04###Ekspedisi UKM Lawalata IPB ke Nusa Penida###Sebanyak 16 mahasiswa IPB yang ingin bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lawalata IPB, mempresentasikan hasil ekspedisinya dari Pulau Nusa Penida, Bali di hadapan para seniornya, (22/8), di Gedung Amarilis IPB.

"Ekspedisi yang berlangsung selama tiga minggu ini merupakan prasyarat untuk menjadi anggota UKM Lawalata. Prasyaratnya sendiri ada dua tahap, yakni tahap pertama ekspedisi kecil yang waktu itu kami lakukan di Gunung Salak, dimana materinya adalah mengenai segala kegiatan yang berhubungan dengan pecinta alam. Dan ekspedisi kami sekarang ke Nusa Penida ini merupakan studi lapang akhir," tutur salah satu peserta ekspedisi.

Selama di lokasi, tim melakukan pengamatan terhadap pelestarian Burung Jalak Bali (Curik Bali) yang sedang dilepasliarkan di Nusa Penida. Burung Jalak Bali ini merupakan salah satu satwa yang berada pada posisi ring I yaitu, satwa yang dilindungi di Taman Nasional Bali Barat. Maka, untuk mencegah kepunahan burung ini, dilakukan penangkaran dan kini dilepasliarkan agar dapat beradaptasi dan berkembang biak.

Menurut Ketua Tim, Miftah Ayatusurur, pengamatan yang mereka lakukan di empat titik di Desa Ped Kecamatan Nusa Penida ini berhasil menyimpulkan bahwa Jarak Bali di Nusa Penida dapat ditemukan di desa Ped dan Batu Madeg, habitat Jalak Bali di Desa Ped berupa kebun kelapa, ladang dan semak, dan sebagian besar masyarakat mendukung adanya pelepasliaran dengan harapan Nusa Penida dapat menjadi Taman Burung.

Lawalata-IPB sendiri merupakan salah satu organisasi pecinta alam tingkat IPB yang berdiri sejak 21 September 1974. Lawalata selama tiga dasawarsa lebih memfokuskan kegiatannya pada kegiatan ilmiah alam bebas. Dan kegiatan studi lapang seperti ini merupakan salah satunya. Studi lapang ini dimaksudkan agar menjadi tempat belajar bagi anggotanya untuk memahami esensi konservasi dan berupaya agar bisa turut serta dalam usaha pelestarian keragaman hayati di Indonesia.(zul/nUr)

#$#20f3406c5ec9c8d65d24f057d8b5a659###ac2499513e4ffcb14d62e78e31546570###ID###2007-08-23 11:47:58###IPB, UI, Universiti Malaysia Perlis, IMPB dan BAIPS Gelar Simposium Fisika###

Institut Pertanian Bogor (IPB), bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Universiti Malaysia Perlis, Indonesian Medical Physics (IMPB) & Biophysics Association dan Indonesian Physcis Society (BAIPS) akan menyelenggarakan The 2007 Regional Symposium on Biophysics and Medical Physics pada tanggal 27-30 November 2007 di Bogor Indonesia. Sebelumnya pernah diselenggarakan dua kali yaitu tahun 2005 dan 2006.

Simposium ini bertujuan untuk mempromosikan komunitas sains yang dikelola IPB, Universita Indonesia dan Universiti Malaysia Perlis pada peserta. Topik yang akan dibahas antara lain biomaterial, bioelektronik, biosensor dan biophoto, biofisika lingkungan dan radiasi, biofisika membran, biofisika hewan, tanaman dan pangan, biofisika komputasi dan fisika obat-obatan, teori biofisika, penerapan clinical medical physics, radition dosimetry serta nuclear medicine and medical imaging.

Simposium ini akan menghadirkan pembicara antara lain; Prof.Karliss, Ph.D (university of Melbourne Australia), Prof.Picul Wanichapichart (Prince of Songkla University, Thailand), Prof.Kamaruddin Hussin dan Prof.Moh.Noor Ahmad (Universiti Malaysia Perlis), Prof.Ng Kwan Hoong , Prof. Anchali Krisnachinda (Chulalongkorn Hospital, Thailand), Prof.Min Wang (The University of Hong Kong), Dr.M.Nur (Univesitas Diponegoro), Dr.Nazlim (University Kebangsaan Malaysia), dan Dr. James Lee (National Cancer Center, Singapura). Acara ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi serta Rektor IPB.

Bagi yang ingin berpartisipasi sebagai peserta bisa menghubungi Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jawa Barat 16680, phone/fax: 62 251 625 728 email: rsmp2007@ipb.ac.id. (ris)

 

#$#96eb0ad6fb61c40e5974f51714654808###317612e949fe59cd9cac6e8c1dc55b40###ID###2007-08-23 11:48:57###Stress dan Strategi Koping Keluarga Korban Tsunami di NAD###

21_400Musibah gempa bumi dan tsunami telah menghilangkan 236.116 jiwa, 515 ribu jiwa mengungsi dan anak yatim 1100 anak. Sebanyak 44,1 persen masyarakat Aceh kehilangan mata pencarian. Jumlah penduduk miskin meningkat tajam pasca gempa bumi dan tsunami yaitu 65 persen dari jumlah total penduduk Aceh. Meski sudah tiga tahun berlalu, traumanya kini masih dirasakan.

Kehidupan keluarga normal Aceh, tiba-tiba terganggu dengan berbagai persoalan seperti kurangnya bahan pangan, pelayanan kesehatan terganggu, sarana pendidikan hancur, rumah rata, kehilangan harta, dan pekerjaan. Kondisi ini mempengaruhi psikologis warga. "Semua ini terjadi tak disangka sehingga menyebabkan kebingungan dan stress," ujar Mahasiswa S3 Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), Siti Maryam ketika presentasi disertasinya ' Strategi Koping Kelaurga yang Terkena Musibah Gempa dan Tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Rabu (22/8) di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Untuk mengatasi stress ini, Siti menyarankan strategi 'koping' keluarga. Koping keluarga adalah respon perilaku positif yang digunakan keluarga untuk memecahkan suatu masalah atau mengurangi stress yang diakibatkan peristiwa tertentu. Respon positif itu akan diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan suatu perilaku koping yang bertujuan untuk mengurangi bahaya dari lingkungan sekitar, mengatur dan bertahan pada realitas yang ada, memelihara self-image positif, mengatur keseimbangan emosi serta membina hubungan baik dengan pihak lain.

Keluarga diharapkan mampu berperan dalam menyelesaikan masalah melalui strategi koping efektif. "Strategi koping yang dilakukan keluarga dalam penelitian saya diadopsi dari model Lazarus dan Folkman. Strategi ini berpusat pada masalah dan emosi," jelas Staf Pengajar Universitas Malikussaleh Lhokseumawe NAD dihadapan komisi pembimbing yang terdiri dari Dr.Ir.Dadang Sukandar, M.Sc, Dr.Ir.Suprihatin Guhardja, MS, Prof.Dr.Pang S.Asngari dan Dr.Ir. Euis Sunarti, MS. Dan Dewan Penguji yang terdiri dari Dr. Ir. H. Ahmad Humam Hamid, MA, Dr. Ir. Diah K. Pranadji, MS .

Hasil penelitian menunjukkan hanya 44,2 persen keluarga melakukan strategi koping yang berfokus pada masalah tergolong tinggi. Sedangkan keluarga yang melakukan strategi koping berfokus masalah dan emosi hanya 18.1 persen. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap strategi koping berfokus masalah pada penelitian ini antara lain; masalah kesehatan, stres kognitif, dukungan sosial, tipologi keluarga janda janda dan tipologi duda. Variabel yang berpengaruh nyata terhadap strategi koping berfokus emosi antara lain; kepribadian, dukungan sosial, umur kepala keluarga dan jumlah anggota keluarga.

Permasalahan yang berhasil ditemukan pada 138 responden mencakup pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, pakaian dan penghasilan. Permasalahan pangan terbesar yang dialami keluarga setahun pasca gempa dan tsunami adalah tidak adanya pangan hewani dalam menu makanan. Persoalan kesehatan terbanyak yakni sulitnya membayar obat-obatan. Mayoritas tumah hunian keluarga kurang memadai. Dari aspek penghasilan, keluarga menyatakan penghasilan kurang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desain penelitian Siti menggunakan cross-sectional dan retrospective study. Siti mengambil data kondisi yang dialami keluarga setahun setelah terjadinya gempa dan tsunami. Pengumpulan data kuesioner yang dilaksanakan bulan Mei sampai Juli 2006 berlokasi di Kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. "Kedua tempat tersebut dipilih karena mengalami musibah gempa dan tsunami paling parah dibanding lokasi lain," imbuh Siti.

Dalam kesempatan itu Dekan Sekolah Pasca Sarjana IPB memberikan kesempatan Bupati Bireuen NAD, Dr.Nurdin Abdul Rahman yang hadir mewakili Gubernur NAD menyampaikan sambutan khusus. " MAsyarakat NAD sebenarnya mengalami dua bencana yakni bencana konflik (Gerakan Aceh Merdeka-Republik Indonesia) dan bencana alam (gempa bumi dan tsunami). Dua bencana ini membuat tekanan mental yang cukup berat bagi masyarakat NAD," kata Nurdin. Ia mengisahkan bahwa dirinya bahkan melihat langsung tindak kekerasan akibat konflik GAM-RI. Menurutnya, strategi koping sangat membantu masyarakat NAD untuk keluar dari tekanan psikis berat.

"Strategi koping keluarga hasil penelitian Siti Maryamjuga bisa diaplikasikan tidak hanya untuk masyarakat NAD, namun juga masyarakat Indonesia lain yang terkena bencana seperti Lumpur Lapindo Sidoarjo Jawa Timur, gempa bumi di Bantul Yogyakarta serta bencana lainnya," kata Pria yang pernah menjadi salah satu negosiator GAM dalam Perjanjian Helsinki tersebut. (ris)

 

 

#$#cacc372940684466b00ce131e176ced8###84a1481432b99cbe8296f3ff2a74eb33###ID###2007-08-23 12:19:18###IPB Ternyata Inspirator...............###Ada yang menarik untuk disampaikan sehubungan dengan pelantikan Rektor UI (14/8) lalu. Dalam sambutannya, Prof. Gumilar R Sumantri menyatakan bahwa UI akan meningkatkan pembangkitan pendapatannya melalui pendayagunaan aset-aset di luar Kampus UI Depok, UI juga akan melakukan sentralisasi administrasi agar seluruh kegiatan di UI dapat termonitor, sehingga dapat ditetapkan renumerasi yang tepat terhadap dosen-dosen dan staf administrasi. Dan yang lebih penting lagi, UI akan meningkatkan keterkaitan kegiatan akademik antar fakultas melalui perubahan kurikulum nasional menjadi kurikulum mayor minor.

Di tengah sambutannya, Prof Gumilar tiba-tiba menyatakan bahwa saat ini yang telah melakukan semua itu adalah IPB, sambil meminta Rektor IPB, Prof.Dr. Ir Ahmad Ansori Mattjik berdiri. Maka seluruh hadirin pun memberi applous kepada Rektor IPB.

Tak hanya itu, sesaat kemudian Rektor IPB sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) diminta untuk memberikan sambutan. Rektor IPB menyatakan bahwa IPB masih akan belajar tentang berbagai hal kepada UI sebagai "saudara tua" IPB. Usai memberi sambutan, Rektor IPB menyatakan kian yakin bahwa IPB telah on the right track. (AP/nUr)

#$#1c2d62bdc6e11648ea4e8dd07f74bb49###0d420ad892e653f9cdd3a9329ff6d722###ID###2007-08-24 11:19:05###IPB Berduka###Telah berpulang ke rahmatulloh, Prof. Dr. Ir. H. Darnas Dana, MSc (Staf pengajar Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB) pada 23 Agustus 2007 di Bogor Medical Centre pada pukul 10.20 WIB dalam usia 60 tahun.

Jenasah disemayamkan di rumah duka Jl. Pakis Raya No. 33 Sektor 2 Taman Yasmin Bogor untuk kemudian dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Ciampea.

Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya. Dan kepada kerabat yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan. (nUr)

 

#$#a8341b6e39055d8690457c0a130367f1###a9b20b07fa4a416c266874ac011bda23###ID###2007-08-24 11:21:13###MPF/MPD Mahasiswa Angkatan 43 IPB, Ajang Pengembangan Soft Skills###Sekitar 3.000 mahasiswa IPB angkatan 43 yang baru saja merampungkan masa pendidikannya di Tingkat Persiapan Bersama (TPB), sejak Kamis (23/8) memulai Masa Perkenalan Fakultas (MPF) dan Masa Perkenalan Departemen (MPD) di lingkungan IPB.

Pelaksanaan MPF/MPD yang akan berakhir pada tanggal 25 Agustus 2007, digelar di sembilan fakultas, yakni Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Kehutanan (Fahutan), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Prosesi penyambutan dan orientasi diri untuk mahasiswa angkatan 43 ini pun dikemas oleh masing-masing kepanitiaan dengan beragam kegiatan. Seluruh kegiatan ditujukan dalam rangka menumbuh-kembangkan soft skills mahasiswa.

FPIK misalnya, mengusung Story based on ESQ, yang bertujuan memberikan suatu perenungan dan penyegaran emosional dan spiritual kepada mahasiswa baru sehingga menumbuhkan mahasiswa yang berakhlak mulia. Selain itu, para mahasiswa baru pun diajak berdialog, diantaranya dengan alumni sukses, mahasiswa berprestasi, hingga dialog dengan TNI Angkatan Laut. Semua kegiatan ini terangkum dalam OMBAK (Orientasi Mahasiswa Baru Perikanan dan Ilmu Kelautan) 2007.

Senada dengan FPIK, FEMA mengusung label HERO (Human Ecology Road to Orientation) 43 mengadakan dialog kewirausahaan dalam pertanian, dengan menghadirkan Dr. Agus Pakpahan, seorang entrepreneur pertanian. Juga beragam kegiatan lainnya seperti bakti sosial, dan aneka game.

Di Fahutan, mahasiswa angkatan 43 mendapatkan materi pendidikan Jungle Survival dan Navigasi Darat, serta beragam penugasan yang bersifat mendidik. Berbagai kegiatan tersebut dirangkum dalam RIMBA-E 2007.

Emotional Spirit Quotient (ESQ) digelar pula di Fateta. Selain itu, dialog kelembagaan, presentasi soft skills dan teamwork, manajemen konflik, dan achievement and motivation training turut pula menyemarakkan MPF/MPD Fateta dengan tajuk TECHNO F 2007-nya.

Di Fapet, salah satu kegiatan yang diusung adalah peningkatan dan wawasan mahasiswa terhadap keprofesian dan kefakultasan, seperti mahasiswa dapat memahami tentang arti pentingnya sub sektor peternakan sebagai penopang kemajuan sektor pertanian dan sebagai penyedia protein hewani yang berperan dalam mencerdaskan bangsa. Kegiatan dirangkai dalam tajuk MEET COWBOY 43.

MPF/MPD di FKH, para mahasiswa angkatan 43 ini ditugaskan memandikan domba, hewan yang memiliki bau khas. Tak ayal kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang baru bersentuhan dengan domba. Aneka kegiatan atraktif pun dirangkai dalam INTROVET (Introduction of Veteriner) 43.

Di FMIPA, kegiatan berupa FMIPA Research, pemutaran film FMIPA, FMIPA from Zero to Hero, dan MIPA Road Show mewarnai masa perkenalan yang terangkum dalam G-FORCE (G-Faculty Orientation for Scientist) 43 .

Sementara itu, "Saung Tani 2007" atau Sarana Mahasiswa 43 untuk Mengenal Pertanian di Fakultas Pertanian tahun 2007, menjadi payung bagi terselenggaranya MPF/MPD di Faperta. Kegiatan yang diusung diantaranya Vegetable Science, Pemilihan Pak Tani dan Bu Tani, dan Safari Faperta alias keliling Faperta.

Di FEM, rangkaian kegiatan MPF/MPD diberi nama Orange FEM 2007 (Orientation for New Generation of FEM 2007). Di fakultas ke delapan yang dimiliki oleh IPB ini, para peserta diberikan pengenalan mengenai FEM IPB meliputi perkenalan institusi, perkenalan kelembagaan, serta perkenalan kehidupan kemahasiswaan FEM yang tergambar dari profil mahasiswa berprestasi FEM dan alumni sukses FEM.

Berkenaan dengan hal ini, Kasubdit Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB, Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si., menegaskan bahwa pada hakikatnya pelaksanaan MPF/MPD ini adalah salah satu rangkaian pengembangan soft skills.

Bambang menuturkan, kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru di IPB, secara umum tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang di masyarakat, baik tujuan dan aktivitas kegiatan yang dilakukan.

Data rekapitulasi materi pengenalan mahasiswa baru di IPB 2004-2006 memperlihatkan bahwa kegiatan pengenalan kampus IPB meliputi pengenalan IPB/Fakultas/Departemen oleh Rektor/Wakil Rektor/Dekan/Ketua Departemen (30%), Organisasi Kelembagaan Mahasiswa dan Gerakan Mahasiswa (50%), serta berbagai aktivitas penunjang (20%).

"Data tersebut menunjukkan bahwa ceramah mendominasi dari keseluruhan materi yang ada, artinya pengenalan kampus bagi mahasiswa baru banyak didominasi pada pembekalan dan penambah wawasan saja. Pembentukan karakter mahasiswa yang selaras dengan visi IPB yaitu cinta dan bangga pertanian cenderung formalitas dan terkesan asal saja, misalnya dengan menggunakan caping petani," kata Bambang.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai kampus yang mempunyai visi membangun pertanian bangsa, kegiatan pengenalan kampus IPB perlu dipertajam dengan menumbuhkan sikap dan jiwa emosional dan spiritual pertanian itu, yaitu bangga dan cinta pertanian. (nm/nUr)

#$#4ffbde9b0eab4430c1b9fde1cc3079fa###003182784de37f5e1904f5a165825cb1###ID###2007-08-27 09:56:53###Waspada Serangan Virus West Nile Pada Burung###

West Nile Virus (Virus Nil Barat) merupakan salah satu kelompok Flavivirus yang menyerang unggas, terutama unggas liar yang tidak di kandang tertutup. Penularan sesama burung dapat melalui kotoran, gigitan dan bangkai burung. Penularan antara sesama manusia melalui transplantasi organ, tranfusi darah dan air susu ibu.West Nile Virus bisa menyerang manusia, kuda, dan hewan mamalia lain. Penyakit west nile virus umumnya bisa ditularkan nyamuk Culex pipiens, Culex quinque dan Culex tarsalis. Beruntung, tiga jenis nyamuk tersebut tidak hidup Indonesia. West nile di Indonesia belum pernah dilaporkan dan diteliti, tetapi dengan tingginya mobilitas hewan dan manusia memungkinkan untuk terjadinya penularan penyakit ini. Terlebih lagi, nyamuk jenis Aedes mempunyai potensi menularkan penyakit West Nile Virus.

Penyakit ini menyebabkan gejala syaraf yang dapat berakibat fatal." Penyerangan West Nile Virus bisa dideteksi dari gejala-gejalanya antara lain: demam, seperti influensa, panas sedang hingga tinggi, sakit kepala, sakit kerongkongan, lelah, letih, arthralgia, myalgia, kudis, lymphadenopathy, dan meningitis akut atau encephalitis. Gejala lain penyakit seperti polio dan mengakibatkan kefatalan bagi orang yang berusia lebih dari 50 tahun," ungkap Prof. Ian Gardner dari School of Veterinary Medicine, Universitas California saat menjadi Dosen Tamu Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB) Jum'at (24/8) di Kampus IPB Darmaga.

West Nile Virus pertama kali diisolasi dari darah perempuan yang sedang demam tahun 1937 di Uganda. Tahun 1950 terjadi endemik West Nile Virus pertamakali di Israel. Penyakit yang disebabkan salah satu jenis flavivirus ini menyebar luas ke Afrika, Asia Barat dan Tengah, Eropa, Timur Tengah, Oceania dan Amerika Utara.

Ian Gardner membawakan kuliah bertajuk 'Surveillance Experiences With West Nile Virus in North America' dihadapan sekitar seratus dosen dan mahasiswa FKH IPB. Menurut informasi Ian, tahun 2007 ini telah terjadi kasus penularan penyakit West Nile Virus di 21 negara. "Penyakit ini belum ditemukan obatnya yang tepat. Satu-satunya cara adalah dengan pencegahan melalui vaksinasi khusus," jelas Ian. Upaya pencegahan lain bisa ditempuh dengan beberapa tips-tips yakni menghilangkan sumber air tergenang dan sarang nyamuk, penyemprotan nyamuk, menggunakan insektan berisi DEET, picaridin, atau minyak eucalyptus ketika keluar rumah dan membakar bangkai burung.

Menurut Ian, program survei penyakit zoonosis sangat penting dilakukan untuk memimalisasi penularan. Program survei ini terdiri dari test diagnosa yang ekstensif, aksi langsung (pendidikan lpada masyarakat oleh stakeholder, pengurangan populasi nyamuk dewasa), kontrol manusia dan penyakit hewan, serta keterlibatan semua komponen. (ris)

 

 

#$#585db615926205bce90ae3ad7d909a56###ad78012549d0f8772d28aef4a909cf41###ID###2007-08-28 09:03:32###3000 Lebih Mahasiswa Baru IPB Ikuti AGRARIS 44###Lebih dari 3000 mahasiwa baru Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti Ajang Orientasi Bersama Mahasiswa (Agraris '44) yang mengangkat tema' Cinta dan Bangga Pertanian' Senin-Selasa (20-21/8) di Kampus IPB Darmaga. Kegiatan hari pertama panitia memperkenalkan secara audiovisual Unit Pusat Terpadu (UPT), fakultas-fakultas, dan fasilitas-fasiltas yang disajikan dalam bentuk film dokumenter. Dilanjutkan pemaparan singkat mengenai wawasan ke-IPB-an oleh jajaran pimpinan IPB antara lain Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, dan Direktur Tingkat Persiapan Mahasiswa (TPB) IPB.

Siang harinya pembekalan softskill untuk mahasiswa baru dari General Manajer Astra, Adjie Sapta, Ketua Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM), Dr.Illah Sailah. Sore harinya stadium general Menteri Pertanian, Dr. Anton Apriantono, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.Ahmad Ansori Mattjik dan Presiden Badan Ekskutif Mahasiswa IPB, Erick Wahyudyono.

Dalam kesempatan tersebut Mentan menyemangati mahasiswa baru agar bangga menjadi mahasiswa pertanian. "Adek-adek mahasiswa baru belajarlah yang rajin, selain itu juga aktif organisasi. Sebab, pengalaman saya, orang yang dahulu aktif berorganisasi walau nilainya pas-pasan, mereka sukses di lapangan kerja," kata Mentan.

Hal senada disampaikan Rektor IPB, "Adek-adek mahasiswa adalah mahasiswa pilihan karena menyisihkan 500 peminat. Sebagai informasi, perbandingan siswa peminat IPB ialah 500:1," tandas Rektor.

Hari kedua diselenggarakan senam bersama di Gymnasium IPB dan perkenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik berupa aksi maupun pemaparan singkat. Acara selanjutnya Dialog Tokoh-Tokoh Pergerakan Mahasiswa di Gedung Graha Widya Wisuda yang menampilkan pembicara Fazlur Rahman (Public Figure), Atang Trinanto (Presiden BEM IPB periode 2001-2002), Jenal Abidin (Presiden BEM IPB periode 2005-2006).

Ketua Panitia Agraris 44, Achmad Deni menjelaskan tujuan dari kegiatan ini."Masa perkenalan mahasiswa baru ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa pertanian yang memiliki mental kuat, softskill, kepedulian tinggi, daya analisis kuat dan manajemen baik." Masa perkenalan atau orientasi mahasiswa baru di IPB jauh dari aksi kekerasan. Kegiatan AGRARIS ini ditutup dengan training Emotion Spiritual Quotient (ESQ) di IPB International Convention Center, Baranangsiang, Bogor. (ris/nUr)

 

 

#$#dbf529d4abbe9fa44e148201fd1978cf###7dd144a616fe88712f737b8066bddc40###ID###2007-08-29 13:30:19###Himitepa, Himagizi dan Himagita IPB Gelar “iFoodex2007”###
Indonesian Food Expo 2007 bertajuk "iFoodex2007: Keep Healthy Keep Tasty" akan digelar di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square Bogor pada 23-25 November 2007. Acara yang dihelat oleh tiga Himpunan Profesi (Himpro) di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Himitepa, Himagizi dan Himagita IPB ini akan menampilkan rangkaian kegiatan diantaranya:

Seminar Nasional "Pangan, Keluarga dan Gizi" bertema "Pangan Fungsional" menghadirkan pembicara: Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS (Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB); Prof. Dr. Ir. Fransiska Rungkat Zakaria, MSc (Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB), dengan moderator Alya Rohali.

Seminar akan dirangkai dengan Press Conference yang akan menghadirkan Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, MSc; Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS (Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB yang juga Ketua Pusat Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia); Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, MSc (Kepala SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center IPB yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia/PATPI)

Food Expo digelar dengan menampilkan berbagai industri pangan di Indonesia, berbagai skala, yang akan menampilkan produk-produknya. Juga dari unsur pemerintah maupun LSM akan berpartisipasi di dalamnya. Food Expo pun akan disemarakkan dengan Talk Show "Memperkuat Keamanan Pangan dan Aspek Halal untuk Meningkatkan Dayasaing Produk-produk Indonesia" dengan pembicara dari berbagai kalangan diantaranya BPOM, LPPOM MUI, perusahaan maupun peneliti. Juga Talk Show "Membangun Sinergi Government; Academic, Business untuk Memperkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia. Press Conference tentang "Sorghum sebagai Alternatif Makanan Pokok Indonesia"

Lomba Inovasi Pangan Nasional pun turut meramaikan momen ini. Lomba yang akan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia memperebutkan Trophi Menteri Pertanian RI, Trophi Rektor IPB, Trophi SEAFAST Center IPB serta National Food Innovation Comtetition (NFIC) Trophy. Info kegiatan ini: email: ifoodex2007@yahoo.com; cp: 08888413653 (Wardina).***

#$#4863a4ebfdfbef3bcb75a83b389c95ec###d7b6d6a331fb4143cf647794a37df02a###ID###2007-08-30 10:05:59###PPSHB-LPPM IPB Gelar Seminar GMO###
Legalitas produk-produk Genetically Modified Organism (GMO) dari pemerintah Indonesia masih menuai pro dan kontra. Namun tanpa disadari masyarakat Indonesia telah mengkonsumsi kedelai dan jagung transgenik impor dari Amerika Serikat. "Lebih dari 50 persen komoditas kedelai dan jagung yang diekspor Amerika Serikat ke Indonesia merupakan hasil transgenik atau GMO," ungkap Dr. Suharsono saat berlangsung ‘Workshop on Current Status of Biosafety of Genetic Engineering Products', di Ruang Sidang Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi (PPSHB) Kampus IPB Dramaga, (28-30/8).

Kegiatan ini diselenggarakan PPSHB-LPPM IPB bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Departemen Pertanian (BB-Biogen, Deptan), Croplife Indo. dan Program for Biosafety System (PBS).

Prosedur pelepasan produk transgenik di Indonesia cukup panjang dan sedikit njlimet. Hal ini demi mencegah efek negatif yang tak diinginkan dari GMO dan menjaga keamanan lingkungan serta pangan. Tahap-tahapan legalisasi GMO adalah pemilihan genetik produk, pengembangan skala laboratorium, pengembangan di fasilitas unit terbatas, uji lapangan terbatas dan uji lapangan skala masyarakat.

Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefuddin mewakili Rektor IPB mengatakan informasi tentang GMO yang diperoleh masyarakat bukan berasal dari pakarnya. "Hasil penelitian saya, sekitar 60 persen masyarakat Indonesia meragukan keamanan pemakaian produk GMO. Mereka mendapatkan informasi tentang GMO terutama dari televisi, radio, dosen dan pakar bioteknologi," paparnya.

Kekhawatiran tentang GMO menyebabkan penelitian tema ini tersendat. Indonesia kalah jauh tertinggal di bidang penelitian genetic engineering product dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Philipina atau bahkan China. IPB sendiri telah meneliti beberapa tanaman transgenik diantaranya kentang, tomat, cabai dan sudah diterapkan tataran uji fasilitas unit terbatas.

Kepala BB-Biogen, Dr.Sutrisno menambahkan bahwa IPB selama ini telah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bioteknologi genetic engineering pertanian. "Kami berharap IPB dan departemen pertanian secara rutin menggelar pelatihan-pelatihan serupa sebagai upaya pencerahan pada masyarakat umum mengenai genetika pertanian," tandasnya.

Peserta pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang antara lain; Universitas Indonesia (UI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), dinas-dinas pertanian dari sentra produksi jagung dan kedelai (Sumatera Utara, Lampung dan Jawa Timur), Departemen Kesehatan (Puslitbang Gizi), Croplife dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pembicara pun dihadirkan dari berbagai kalangan diantaranya; Prof. Dedi Fardiaz (Badan POM), Masnellyati Hilman, MSc (Kementrian Lingkungan Hidup), Dr.Muhammad Herman (BB Biogen), Prof. Andi Trisyono (Universitas Gajah Mada), Dr. Utut Widyastuti (IPB), Dr. Bambang Purwantara (SEMEO-BIOTROP), Prof. Amin Subandrio (Kementrian Riset dan Teknologi), Dr.Inez H.Loedin (LIPI), dan petani trangenik sukses dari Pilipina. Di akhir kegiatan, peserta akan berkunjung ke SEAMEO BIOTROP, LIPI, dan BB Biogen. (ris/nUr)

#$#021a9cda9b5f7c68322dd7326ecc9ade###ab531c5378ec1f0bd8b8439d7cd4547f###ID###2007-08-30 10:31:13###Pengabdian Masyarakat Direktorat Keuangan IPB ke Universitas Syiah Kuala Banda Aceh###

Sebagai koordinator program Triangle Partnership: Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Unsyiah), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Georg August Universitaet, Goettingen (GAU-Goettingen) adalah suatu pemandangan yang mengharukan bagi Dr. Syarifah Iis Aisyah (Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta), ketika Direktur Keuangan IPB BHMN, Anton W. Sumarlin berpelukan perpisahan dengan Koordinator dari Unsyiah, Dr. Samadi di bandara Sutan Iskandar Muda pada hari Sabtu siang tanggal 12 Agustus 2007. Bagi staf penunjang IPB (non-dosen) ini adalah pemandangan yang langka karena ini kesempatan pertama mereka dalam sejarah kampus untuk mereka bisa memberikan pengabdian masyarakat sesuai dengan kompetensinya.

Lewat sudah empat hari yang penuh kenangan dengan persilaturahmian dengan saudara-saudara baru di Banda Aceh. Selain Direktur Keuangan IPB BHMN, tim mentoring untuk staf penunjang Unsyiah ini diperkuat oleh mitra kerja: Madsari, SE sebagai Bendaharawan Institut IPB BHMN dan dari Direktorat Keuangan IPB: Abdul Aziz, SE (Kasubdit Akuntansi dan Manajemen Investasi Portofolio), Ferry Swandayana, A.Md (Financial System Analyst), dan Erna Prastiwi , A.Md (Financial Analyst).

Berkat kerja keras dan nilai tambah yang diberikan kepada sistem perbaikan tata kelola manajemen keuangan IPB BHMN selama dua triwulan di tahun 2007, tim ini dipercaya untuk memandu "Training in Good Governance for Human Resource Development of Supporting Staff" di Unsyiah.

Program pelatihan untuk delapan fakultas di Unsyiah ini di dukung secara finansial oleh Wuerth Company, Frankfurt-Germany dan merupakan bagian dari kerjasama Triangle Partnership yang di tandatangani oleh tiga rektor di kota Goettingen, Jerman: Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc (IPB), Prof..Dr.Wahab Abdi (Unsyiah) dan Prof.Dr.Von Figura (GAU-Goettingen). Kerjasama ini diinisiasi pada tanggal 26 Agustus 2006 dan disaksikan Direktur CetSAF: Prof.Dr.Christoph Klein.

Perjalanan tim keuangan IPB untuk mendapat kepercayaan Triangle Partnership adalah suatu perjuangan yang singkat namun berat. Diawali dengan perubahan birokrasi di jajaran keuangan sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yakni posisi Bendahara Institut menjadi sejajar dengan Direktur Keuangan. Bendahara IPB BHMN yang baru, Madsari SE, bertanggungjawab langsung kepada Rektor sebagai kuasa pengguna anggaran di mata pemerintah.

Kemudian tanpa mengenal lelah, Anton dan Madsari tekun dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) keuangan IPB untuk menjadi yang terbaik. Kriteria sumber daya manusia yang diperlukan oleh Direktorat Keuangan IPB BHMN dan Bendahara IPB BHMN dalam mengantisipasi tuntutan perubahan jaman sudah terdefinisi dari sisi kompetensi, standar dan gaya. Dengan demikian "role model" untuk rekruitmen di direktorat ini sudah terbentuk termasuk pola "assessment"-nya. Dari hasil model ini, terciptalah profil "mentor" dan "tutor" keuangan seperti Toyibatun,SE dan Wiweko Iskanugrahan, SE. Disamping pembentukan SDM, "Information Technology for Accounting" juga dikustomisasi sendiri oleh tim ini, yang dikenal sebagai "Infinity Team." Total kodifikasi akuntansi (chart of accounts) sudah berkembang lebih detail dan berkembang dari 32 menjadi 1500 di semester 1 - 2007.

Dengan demikian, dalam waktu delapan bulan tim ini telah berhasil membantu Rektor IPB dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan "Transparancy in Good Governance in Financial Management" melalui mekanisme yang akuntabel dan kredibel:
1. Menutup buku transaksi keuangan per triwulan, yang mana sebelumnya lebih dari satu (1) tahun untuk melakukannya (costing structure)
2. Merestrukturisasi dan menyehatkan unit-unit usaha IPB (Revenue Generation)
3. Melakukan asistensi studi kelayakan terhadap potensi-potensi pemasukan yang dilaporkan
4. Meningkatan kapasitas SDM yang berjumlah 120 orang keuangan di seluruh unit kerja dari "status clerical" menjadi:
1. 75 Problem Identifier - Bisa memasukan debit-kredit
2. 1 Jr.Financial Analyst - Bisa analisa dasar menjadi tutor
3. 4 Sr.Financial Analyst - Bisa analisa portofolio menjadi mentor
4. 2 Financial System Analyst - Bisa analisa dan menjadi mentor & tutor

Target kinerja per tri-wulan terus ditingkatkan oleh Direktur Keuangan dan Bendaharawan guna meningkatkan pelayanan prima staf penunjang keuangan terhadap garda depan IPB: para dosen, direktur, kepala kantor, unit kerja dan stakeholders lainnya yang diatur oleh undang-undang dan peraturan pemerintah: Dewan Audit sebagai perwakilan Majelis Wali Amanat, Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal (Itjen) dan Kantor Akuntan Publik (KAP).

Dari pengalaman-pengalaman IPB di atas inilah, tim keuangan IPB memberikan teknik-teknik persuasif dalam model "mentoring" dan "tutoring". Ternyata tim keuangan ini benar-benar bisa tampil ala tim sepak bola Jerman. Di lapangan Unsyiah, mereka lamban di awal dan kemudian mengakhirinya dengan tingkat antusias, keyakinan dan kepuasan yang tinggi dari 36 peserta yang hadir. Peserta merasa pelatihan ini beda sekali dari yang pernah mereka terima karena sisi "affective"nya sangat terasa sehingga memudahkan betah belajar tanpa ngantuk.

Akhir dari perjalanan dari pelatihan ini adalah apresiasi dari Rektor Unsyiah yang baru: Dr.Darni M. Daud disampaikan oleh Pembantu Rektor I, Dr. Samsul Rizal kepada Rektor IPB yang bersedia menyediakan waktu pengabdian para pembantunya di Direktorat Keuangan untuk berbagi dengan saudara-saudaranya di Banda Aceh. (Ditkeu/nUr)

 

pariwarakeuangan1_400
#$#1749be7c20a8476e4d672e8eb5d39289###8defd8f50b69adf8aa5bc5d4439481f2###ID###2007-08-30 15:17:11###Mahasiswa IPB Wakili Indonesia Di “Satu Summit On Business Plan Competition” Thailand###

bussines_400
Tim Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Fateta-IPB) mewakili Indonesia dalam Satu Summit On Business Plan Competition yang akan berlangsung di Mahidol University, Thailand pada tanggal 18-22 November 2007. Tujuan dari "Business Plan Competition" ini adalah untuk mendorong mahasiswa dan kalangan bisnis baik lokal maupun transnasional, agar dapat memiliki peluang bekerjasama serta merealisasikan ide-ide inovatif yang dimilikinya dalam mewujudkan praktek bisnis di dunia nyata.

Ketiga mahasiswa IPB itu antara lain; M. Fajri Ghozali, Fardian Elvistiarso, dan Neisya Solaita. Tim IPB merupakan salah satu dari tiga tim yang lolos dalam Preliminary Contest yang diselenggarakan di Universitas Indonesia. Mereka mengambil tema "Make Use of Charcoal Briquette from Castor Oil Cake as An Alternative Fuel Energy" di bawah bimbingan Dr. Ir. Lien Herlina, M.Sc. Tim lain dari Universitas Indonesia (UI) mengambil tema "Milksoup - Clothing Resto" dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengangkat tema "Avian Influenza Premix Product". Ketiga tim yang mewakili Indonesia ini berhasil mengalahkan 50 proposal mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Selain Indonesia, negara lain yang berhasil lolos dalam preliminary contest berasal dari Centro Escolar University, Ateneo de Manila University dan Far Eastern University (Philipina), National University of Singapore dan Nanyang Technology University (Singapura), Vietnam National University, Hochiminh City, Vietnam National University Hanoi dan Foreign Trade University (Vietnam), National Sun Yat-sen University, National Cheng Kung University, National Taiwan Normal University, National Chiao Tung University, dan Mingchi University of Technology (Taiwan). Sedangkan untuk Thailand dan Malaysia masih terus berlangsung kompertisi.

Menurut Direktur Kemahasiwaan IPB, Dr. Rimbawan, lolosnya mahasiswa IPB pada ajang ini, menunjukkan bahwa kita sebenarnya mampu berkompetisi dengan mahasiswa lain di tingkat ASEAN dan China. "Oleh karena itu ajang kompetisi internasional seperti ini harus terus kita dorong, sehingga Indonesia dapat menunjukan karya nyatanya yang tidak kalah dengan bangsa lain," kata Rimbawan.

SATU singkatan dari Presidents' Forum of Southeast Asia and Taiwan Universities yang merupakan forum perguruan tinggi ternama di ASEAN dan Taiwan yang tertarik kepada tantangan kritis pembangunan di bidang ekonomi, sosial dan politik. Perguruan tinggi Indonesia anggota SATU meliputi Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponogoro, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Trisakti. Selain Indonesia, negara-negara yang menjadi anggota SATU antara lain; Brunei (1 perguruan tinggi), Kamboja (3), Laos (1), Malaysia (7), Myanmar (1), Philippines (8), Singapura (2), Thailand (10) Vietnam (6), dan Taiwan terdiri dari 85 perguruan tinggi. (ditmawa/ris)

 

#$#f103fee4084a8aff91b3736fa133998a###9527084659f9a6579ba751a4c0b41085###ID###2007-08-30 15:55:14###FDC IPB akan Perlihatkan Surga Bawah Laut Wakatobi###gambar3_400Fisheries Diving Club Institut Pertanian Bogor (FDC-IPB) berencana menyelenggarakan Ekspedisi Zooxanthellae IX, bertajuk "Eksplorasi Kembali Surga Nyata Bawah Laut: Wakatobi" di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (14-26/11).

Ekspedisi zooxanthellae telah dilaksanakan sebanyak delapan kali. Ekspedisi yang ke-IX ini akan kembali dilaksanakan di Sulawesi Tenggara mengulang tahun 1994 ketika untuk pertama kalinya FDC menginjakkan kaki di kepulauan yang dulunya bernama kepulauan Tukang Besi itu.

Ekspedisi kali ini akan dibagi dalam dua rangkaian kegiatan yakni, Riset dan Jambore Nasional Penyelam. Kegiatan riset berupa pengambilan data ikan, karang, benthos, dokumentasi bawah air berupa foto dan video, juga kondisi sosial ekonomi wilayah bersangkutan.

"Data yang berhasil dihimpun akan digunakan sebagai pembanding data 13 tahun yang lalu untuk melihat perkembangan keadaan ekosistem terumbu karang di Kabupaten Wakatobi," ujar Fikri Firmansyah, Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB selaku Ketua Panitia.

Kegiatan yang bekerjasama dengan berbagai pihak, baik dari pihak pemerintahan maupun pihak LSM ini akan memberikan hasil risetnya kepada pemerintah daerah, masyarakat, dan kalangan intelektual.

Selain itu, Jambore Nasional Penyelam sendiri merupakan ajang bertemunya para penyelam se-Indonesia untuk dapat saling bertukar pengalaman dan pemikiran mengenai ekosistem terumbu karang Indonesia. Selain itu, peserta jambore diundang untuk menyelam di titik-titik penyelaman terbaik di Wakatobi.

Zooxanthellae sendiri merupakan alga uniseluler yang hidup bersimbiosis dengan hewan karang. Alga yang memberikan sentuhan warna di ekosistem terumbu karang ini berperan penting dalam menyediakan bahan makanan dan O2. Sedangkan hewan karang sendiri menyediakan tempat hidup dan nutrisi untuk Zooxanthellae. (zul/nUr)

#$#0b8f1d78e630ea89da96d8706b8e475f###7937910fc7dc80311858affe450957df###ID###2007-09-05 13:07:08###Himitepa Fateta IPB Gelar Seminar dan Pelatihan HACCP Based ISO 22000###Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (HIMITEPA-Fateta-IPB) menyelenggarakan seminar dan pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) V Based ISO 22000 pada tangal 4,5,6,8 dan 9 Agustus di Gedung Alumni IPB Baranangsiang. Acara tersebut diawali Talkshow bertajuk "Isu-Isu Mutakhir tentang Keamanan Pangan di Indonesia dan di Dunia". Seminar menampilkan pembicara antara lain; staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Dr.Ir.Lilis Nuraida, M.Sc, General Development Manager Foods PT Unilever Tbk, Ir.Eddy Kemenady, MM, M.Pi, Deputi III Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof.Dr.Ir. Dedy Fardiaz, M.Sc, dan Quality Analysis Corporate Manager PT.Garuda Food Putra Putri Jaya, Ir.Andi Asrul Nurdin. Sebanyak 220 orang dari berbagai kalangan menghadiri seminar ini.

Sedangkan pelatihannya menghadirkan trainer Ir.C.C Nurwitri, DAA, Ir.Sutrisno Koswara,MS, Dr.Ir.Harsi Dewantari Kusumaningrum dari Departemen ITP dan Dwi Rizki Tirtasujana (Premysis Consulting). Untuk diskusi umum dan presentasi kelompok di pimpin oleh Ir.Nuwitri, DAA dan Siti Nurjanah, S.TP, M.Si dan audit HACCP industri pangan disampaikan Kepala Pusat Lembaga Akreditasi Nasional BSN, Dra. Zakiyah MM. Jumlah peserta pelatihan 49 orang. Rangkaian acara tersebut ditutup dengan kunjungan industri ke PT.Djojonegoro C-1000 dan PT.Amerta Indah Otsuka di Sukabumi. (ris/nUr)

#$#ae7703e0f87ef178d89fe8a054493d9b###46ee638a4a228dee27b8a808c8d103b3###ID###2007-09-05 13:12:48###Pelatihan Tenaga Laboran/Teknisi IPB###Teknisi laboran harus memiliki kemampuan riset, yang pada akhirnya memungkinkan para teknisi laboran memiliki proyek yang sama dengan dosen. Pesan semangat ini disampaikan Direktur Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum (SDM & AU) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir. Moh. Yamin, M.Agr. Sc., Rabu (29/8).

Dr. Yamin menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Mutu Tenaga Laboran/Teknisi Bidang Biologi Hewan dan Biologi Tanaman di ruang seminar IPTP Fakultas Peternakan, Kampus IPB Darmaga. Pelatihan ini sendiri telah dimulai sejak Senin (27/8) lalu, dimana saat itu di tempat yang sama, Wakil Rektor II IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., berkesempatan membuka acara pelatihan bagi teknisi laboran Bidang Teknik dan Kimia.

Lebih lanjut Dr. Yamin mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan sebagai bentuk penyamaan visi dan persepsi di antara teknisi laboran terhadap beberapa konsep laboratorium di lingkungan IPB. Sementara materi pelatihan yang disampaikan, disesuaikan dengan kebutuhan IPB sebagai perguruan tinggi yang berbasis penelitian atau Research Based University.

Pelatihan diikuti oleh 160 orang peserta, yang dibagi dalam empat bidang kelompok, yakni Teknik, Kimia, Biologi Hewan dan Biologi Tanaman. Pelatihan Bidang Teknik dan Kimia dilaksanakan pada Senin-Selasa (27-28/8), sementara Bidang Biologi Hewan dan Biologi Tanaman dimulai Rabu (29/8) hingga Kamis (30/8).

Materi untuk Bidang Teknik adalah Manajemen Pemeliharaan Fasilitas Lab, dan Pemeliharaan Alat Mekanik oleh Dr.Ir.I. Nengah Suastawa, M.Sc., Tupoksi Teknisi/Laboran (soft skill/sistem karir) oleh Direktur SDM dan Administrasi Umum IPB, Dr.Ir. Moh.Yamin, M.Agr. Sc., Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) oleh Dr.Ir.M. Faiz Syuaib, M.Agr, Pemeliharaan dan Perawatan Instrumen/Perlengkapan Elektronik di Lab oleh Ir. Susilo Sarwono.

Pelatihan Bidang Kimia dengan materi Tupoksi Teknisi/Laboran (soft skill/sistem karir), K3 Bidang Kimia, Manajemen K3, Manajemen Pemeliharaan Fasilitas Lab, Perawatan dan Pemeliharaan Alat, serta Penanganan dan Pengelolaan Data Laboratorium. Masing-masing disampaikan oleh Dr.Ir.H. Moh. Yamin, M.Agr. Sc., Drs. Muhamad Farid, Dr.Ir. Faiz Syuaib, M.Agr., Dr.Ir. I. Nengah Suastawa, M.Sc., Ir. Hendra Adijuwana, MST., dan M. Khotib, S.Si.

Sementara, pelatihan Bidang Biologi Hewan meliputi materi Penanganan Hewan Coba oleh Dr.drh. Agik Suprayogi, M.Sc, Agr., Kesejahteraan Ternak oleh Dr.Ir. Sri Supratini Mansjoer, Bio Safety oleh Dr.drh. Diah Iskandariati, Kesehatan dan Sanitasi oleh Dr.drh. M. Agatha Winny Sanjaya, MS., Tupoksi Teknisi/Laboran (soft skill/sistem karir) oleh Dr. Wonny Ahmad Ridwan, Manajemen Pemeliharaan Fasilitas Lab oleh Dr.Ir. I. Nengah Suastawa, M.Sc., dan Manajemen K3 oleh Dr.Ir. Faiz Syuaib, M.Agr.

Untuk Bidang Biologi Tanaman, materi yang disampaikan adalah Tupoksi Teknisi/Laboran (soft skill/sistem karir), Perawatan dan Peralatan Lab Lapang, Manajemen Pemeliharaan Fasilitas Lab, Manajeman K3 dan Keselamatan Kerja di Lab Lapangan. Dengan instruktur masing-masing adalah Ir. Toha Nursalam, M.Si., Dr.Ir. Anas D Susila, M.Si., Dr.Ir. I.Nengah Suastawa, M.Sc., Dr.Ir. Faiz Syuaib, M.Agr., dan Dwi Guntoro, SP.,M.Si. (nm/nUr)

#$#b31a3782b7bdf4c43be31556b3a22e36###8d6afca890aa4a6bb45ae09f85962bad###ID###2007-09-05 13:18:23###IPB Tawarkan Komunitas Estat Padi (KEP) Sebagai Bentuk Revitalisasi Bimas###Tahun 2007, pemerintah telah mencanangkan untuk meningkatkan produksi padi setara 2 juta ton beras dan peningkatan 5 % untuk tahun-tahun berikutnya yang dikenal dengan program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional). Target ini membutuhkan upaya yang sangat berat apalagi bila melihat kondisi teknologi, varietas, ketersediaan lahan, infrastruktur dan kelembagaan yang ada, tampak belum memberikan dukungan yang memadai.

"Perguruan tinggi dapat berperan dalam penyediaan Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB), Varietas Unggul Spesifik (VUS), dan Varietas Unggul Hibrida, teknologi terobosan, rekayasa sosial, dan program pendampingan melalui Kuliah Kerja Profesi mahasiswa, dan Program Sarjana Masuk Desa," kata Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Didy Sopandie,M.Agr saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/8).

Untuk mendukung program pemerintah, IPB jauh-jauh hari telah membuat konsep Komunitas Estat Padi (KEP). Konsep ini menyempurnakan kelemahan konsep Bimbingan Massal (BIMAS) yang pernah berhasil membawa Indonesia berswasembada beras di tahun 1984.

Lewat pengkajian mendalam, IPB telah meneliti beberapa kelemahan BIMAS diantaranya, kurang ramah lingkungan, input tinggi, kelembagaan petani yang lemah, tunggakan kredit besar, sistem penyuluhan yang cenderung instruktif, kekurangan tenaga penyuluh, fungsi penyuluh yang lebih mengarah pada kegiatan administratif, hingga penyediaan sarana produksi yang minim. "Konsep BIMAS sudah tidak sesuai karena memiliki banyak kelemahan. Oleh karena itu diperlukan revitalisasi BIMAS. Konsep KEP ini dapat dipandang sebagai BIMAS generasi kedua, " ujarnya.

KEP merupakan reformasi pengelolaan produksi padi baik kelembagaan, sosial maupun teknologi yang mengarahkan suatu unit produksi padi menjadi unit bisnis profesional yang dijalankan oleh komunitas petani itu sendiri. Konsep KEP memiliki karakteristik yang spesifik yang sesuai dengan sumberdaya lokal. Teknologi budidaya KEP telah dikembangkan jauh lebih baik dari BIMAS. Dengan varietas unggul tipe baru yang telah dikembangkan IPB, produksi padi bisa didongkrak dari 4.8 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar. Varietas unggul tipe baru padi IPB yang dikembangkan oleh Dr. Hajrial Aswidinoor ini telah berhasil mencapai produksi 7-9 ton/ha di Bogor dan Jawa Tengah. IPB juga telah berhasil memperoleh galur padi unggul harapan untuk lahan pasang surut Kalimantan dengan produksi 6.5 - 7 ton per hektar jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varietas unggul yang ada sekarang. Selain itu, IPB berhasil mengembangkan varietas unggul spesifik lokasi di lahan gambut, padi gogo toleran lahan masam dan toleran naungan yang bisa diusahakan sebagai tanaman sela di areal perkebunan.

Menurutnya, rekayasa sosial yang ditawarkan KEP lebih baik yakni pengelolaan agribisnis padi terpadu secara efisien sebagai suatu unit ekonomi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk konsolidasi manajemen area (bukan konsolidasi lahan) dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bukan sekedar Kelompok Tani (Kelotan). Dengan menerapkan KEP menyebabkan pengelolaan sarana produksi dan alsintan akan lebih efisien, pengelolaan irigasi lebih baik dan pengendalian hama terpadu menjadi lebih efektif.

Prof. Didy menambahkan, untuk mendukung aplikasi KEP, IPB telah mengembangkan teknologi precision farming (pertanian input terukur) melalui aplikasi input-varietas, benih, pupuk, air, bahan organik, dan amelioran sesuai dengan target produksi dan kelestarian lingkungan. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) terpadu dilakukan berdasarkan monitoring OPT dan pemberdayaan agen hayati serta penggunaan pestisida botani. Disamping itu IPB telah mendirikan klinik tanaman dan sekolah lapang pengendalian OPT terpadu di beberapa lokasi. Konsep KEP yang dibuat juga diarahkan untuk menuju swasembada benih dan menghasilkan beras berkualitas premium serta agribisnis hulu hilir seperti yang telah dilakukan oleh Dr Sugiyanta peneliti dari Departemen AGH, Faperta, IPB di Karawang dan Cianjur.

Posisi tawar petani dalam KEP ini jauh lebih baik karena adanya pengawalan dan pendampingan dari perguruan tinggi pertanian seluruh Indonesia. Sarjana pertanian berfungsi sebagai manajer farm. Manajer ini mendapat pendampingan oleh perguruan tinggi pertanian, Balai Penelitian dan Teknologi Pertanian (BPTP), dunia bisnis pertanian, pemerintah daerah dan penyuluh. "Model rekayasa yang telah dikembangkan IPB antara lain program pendampingan kuliah kerja profesi, sarjana masuk desa, pendampingan transmigran, pendampingan petani untuk irigasi, dan produksi beras berlabel," jelas pria asal Sunda ini. Pola pertanaman padi dengan model KEP berikutnya akan dikembangkan oleh kelompok tani yang tergabung dalam Pejuang Siliwangi Indonesia di Subang, Jawa Barat seluas 150 hektar.

Tentu konsep ini tak sepi kendala, terutama ketika berhadapan dengan sikap petani di dalam menerima sebuah pendekatan baru. Sekadar contoh, kondisi kepemilikan lahan petani kita yang rata-rata sempit (di bawah 0,5 hektar). Sementara dengan sistem KEP akan efisien ketika dilakukan dalam satu hamparan tersier (150-200 hektar), maka perlu pendekatan yang tepat untuk menginformasikan kepada petani bahwa dalam KEP yang dilakukan bukanlah konsolidasi lahan, melainkan konsolidasi manajemen. Sehingga tidak akan menggusur kepemilikan lahan petani.

Sungguh menarik ketika KEP ini bisa di-scale up secara nasional. "Berhasil tidaknya penerapan KEP sangat tergantung pada political will pemerintah, khususnya Departemen Pertanian, serta memerlukan dukungan semua pihak" tandas Prof. Didy. (ris/nUr)

 

 

 

#$#e3000affb3fa603c2ef5b8c5216d6830###142f5363e2c76195dac4dabf9ece5d7d###ID###2007-09-05 13:20:47###Dirgahayu Dies Natalis IPB Ke-44###Dirgahayu Institut Pertanian Bogor (IPB) Ke-44. Hari ini, 1 September 2007, IPB merayakan Dies Natalis ke-44. Sebuah Sidang Terbuka yang merupakan tradisi tahunan dimana Rektor IPB berkesempatan menyampaikan berbagai perkembangan yang terjadi di IPB pun digelar sebagai momen pembuka Dies Natalis IPB Ke-44. Sidang Terbuka juga menampilkan Orasi Ilmiah Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Ir. Mustafa Abubakar dan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Dr. Ir. Joyo Winoto.

Acara yang dilangsungkan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, (1/9/2007) ini dihadiri 1000 orang yang berasal dari Tokoh Masyarakat, Pejabat Nasional, Pejabat Daerah, Guru Besar IPB dan segenap civitas akademika IPB. Sidang Terbuka pada hari ini akan dirangkai dengan Dialog Perempuan, Politik dan Pertanian yang menghadirkan Ratu Hemas (istri Sri Sultan Hamengkubuwono X)

Kepala Kantor Prohumasi IPB yang juga Ketua Panitia Dies Natalis IPB Ke-44, Drh. R.P. Agus Lelana, SpMP, MSi menandaskan, `Dies IPB tahun ini mengusung tema PERTANIAN UNTUK KESEJAHTERAAN DAN DAYASAING BANGSA." Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian acara pun disusun dalam momen Dies IPB ke-44 ini. Tercatat ada 44 kegiatan diantaranya: Upacara Wisuda Tahap I 2007/2008; Jalan Pagi Sehat; Rampak Seruling 600 Siswa Sekolah Dasar di Lingkungan Bogor; Pameran Pertanian Indonesia; Indonesian Food Expo 2007; Santunan Anak Yatim di 14 Desa Lingkar Kampus IPB; Temu Tani Nasional; Peluncuran Direktori Agrotekno IPB Berbasis Paten Siap Penetrasi Paten; serta berbagai acara lain seperti seminar, workshop, pelatihan, maupun berbagai lomba.

"Selain untuk mensosialisasikan peran dan capaian IPB maupun dalam mewujudkan pertanian dalam arti luas sebagai tulang punggung ekonomi nasional, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Dies juga dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi, mempertemukan antara das-sains dan das-sollen, serta menjadi ajang untuk mematangkan kebijakan pemerintah, sehingga keberadaan IPB sebagai PT-BHMN dengan segala out-put dan out-come yang dihasilkan senantiasa di hati masyarakat luas, " papar Agus.

Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, MSc menyatakan, selama ini IPB ini telah banyak mengukir prestasi yang membanggakan, terutama dalam penyediaan sumberdaya manusia yang berkualitas khususnya pada bidang pertanian dalam arti yang seluas-luasnya. Prestasi tersebut harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja keras, kerja cerdas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada segenap sivitas akademika, IPB baik dosen, tenaga penunjang, mahasiswa maupun para alumni atas dedikasi yang tinggi sehingga menjadikan IPB mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin hari semakin berat. "Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sivitas akademika dan pegawai IPB yang telah bersatu padu dan telah memiliki pemahaman yang sama terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan. Kita semua telah dapat melalui masa-masa yang melelahkan, penuh perdebatan, menghabiskan energi dan fikiran untuk berbuat yang terbaik bagi IPB, " ungkap Rektor.
Rektor juga menyampaikan keyakinannya, bahwa jerih payah yang dilakukan segenap sivitas akademika IPB selama ini tidak akan sia-sia dan IPB saat ini telah berada dalam track yang benar. Sivitas Akademika IPB saat ini menjadi semakin dinamis, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap institusi. "Mind set yang telah terbentuk dari sivitas akademika IPB terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan merupakan modal tak ternilai bagi pengembangan IPB ke depan. Dengan potensi yang kita miliki, terutama potensi sumberdaya manusia yang berkualitas, dan fasilitas akademik dan non akademik yang memadai, maka masa depan adalah milik kita bersama, " tandas Rektor.
Lebih lanjut dikatakannya, di usia yang ke-44 tahun, IPB sudah cukup dewasa untuk berkiprah lebih nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. IPB dituntut agar dapat mempersembahkan karya-karya, inovasi dan paradigma baru dalam rangka turut serta mengatasi berbagai masalah bangsa dan negara. Pada era globalisasi yang sedang kita lalui ini, IPB dituntut dapat berperan serta lebih aktif dalam meningkatkan dan mengembangkan daya saing bangsa."
"Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita jawab dan kita hadapi dengan baik jika IPB secara terus-menerus melakukan perubahan menuju peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk terwujudnya academic excellence, menuju tercapainya visi, misi dan tujuan IPB, " ungkap Rektor.
Rasa syukur pun patut dipanjatkan, bahwa di tengah santernya pemberitaan penurunan minat siswa pada dunia pertanian sebagaimana dikeluhkan berbagai perguruan tinggi, namun IPB malah mencatat prestasi gemilang. Pada tahun 2007 ini, peminat untuk masuk menjadi mahasiswa IPB meningkat signifikan. Peminat USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB) naik 12.6%, SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) meningkat 24.9%, peminat BUD (Beasiswa Utusan Daerah) meningkat 260%, peminat Program Diploma IPB meningkat 22.5% dan peminat Sekolah Pascasarjana meningkat 25.6%. Total mahasiswa baru program sarjana yang diterima di IPB pada tahun 2007 adalah sebanyak 3124 mahasiswa, meningkat sekitar 10%. Seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa yang berasal dari USMI menduduki persentase terbesar, yaitu 2090 (67.0%), SPMB 706 (22.6%) dan BUD 325 (10.4%).
Tak lupa, Rektor menyatakan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswa IPB, yakni Danang Ambar Prabowo, yang pada tahun ini telah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Peringkat I Nasional. Demikian juga, setelah pada tahun 2006 yang lalu Dr. Ir. Sriani Sujiprihati terpilih sebagai Dosen Berprestasi Peringkat I Nasional, pada tahun 2007 ini, Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan terpilih sebagai Dosen Berprestasi Peringkat II Nasional dan kepada Dr. Munti Yuhana SPi, MSi pemenang dalam ajang L'Oreal Indonesia Fellowships For Women In Science UNESCO. (nUr)

#$#f2c102813ed08449d7f48971710b9306###a1aab5a56974474cb4ef71b74a7915dc###ID###2007-09-05 13:27:37###Orasi Ilmiah Sidang Dewan Guru Besar dalam rangka Dies Natalis IPB Ke- 44 Hadirkan Dirut BULOG dan Kepala BPN###Bersamaan dengan pidato Rektor IPB dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44, Direktur Utama Perum BULOG, Dr.Mustafa Abubakar dan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, Dr. Joyo Winoto melakukan Orasi Ilmiah Sidang Dewan Guru Besar dalam rangka Dies Natalis IPB Ke- 44 dihadapan 1000 orang hadirin yang berasal dari Tokoh Masyarakat, Pejabat Nasional, Pejabat Daerah, Guru Besar dan segenap civitas akademika IPB Sabtu (1/9) di Gedung IPB Internasional Convention Center (IICC) Baranang Siang. Dr. Mustafa Abu Bakar mengangkat orasi berjudul 'Peran dan Dinamika Perum BULOG dalam Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani' dan Dr. Joyo Winoto mengangkat tema ' Reforma Agraria dan Keadilan Sosial'

"Pada saat sekarang Perum BULOG mengemban setidak-tidaknya empat tugas publik yang terkait dengan beras, yaitu; (i) jaminan harga pembelian pemerintah untuk gabah dan beras, (ii) stabilisasi harga, (iii) pengelolaan raskin, dan (iv) cadangan atau stok pangan nasional," jelas Dr. Mustafa Abu Bakar. Untuk mengoptimalkan kinerja, ia berharap peran BULOG sebagai State Trading Enterprise (STE) perlu ditingkatkan. Pemerintah sebaiknya menjabarkan pangan pokok seperti yang tertuang dalam UU tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah tentang Ketahanan Pangan. Disamping beras, perlu pula diperjelas pangan pokok lainnya. Ia mengusulkan komoditas gula, jagung, kedelai dan minyak goreng dimasukkan dalam wewenang BULOG.

Sementara itu, Dr. Joyo Winoto menyatakan reforma agraria adalah gagasan besar. "Diperlukan pemikiran-pemikiran besar yang membumi dari kalangan ilmuwan dan cerdik cendikia dari IPB," ujarnya. BPN siap berkolaborasi dengan IPB dan lembaga kajian lain seperti dalam hal penelitian dan dialog kebijakan.

Rektor IPB, Prof.Dr. Ahmad Ansori Mattjik menandaskan, undangan orasi ilmiah tersebut merupakan bentuk kepedulian IPB untuk mendukung berbagai pihak terutama pengambil keputusan, sehingga pertanian benar-benar dirasakan dampak positifnya bagi kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. "Dalam konteks ini IPB berharap Perum Bulog dan BPN senantiasa komitmen terhadap nasib petani dan menjaga stabitilitas ketahanan pangan Indonesia," kata Rektor.(ris/nUr) #$#5ef0eee21db1fd0c8219b74050cea3b8###444932e09a40e733689aa183b1ecd203###ID###2007-09-05 13:32:57###Dialog Nasional Perempuan, Politik dan Pertanian###Studi Gender dan Pembangunan-Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB bekerjasama dengan Prohumasi IPB dan Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar Dialog Nasional Perempuan, Politik dan Pertanian dalam rangka Dies Natalis IPB Ke-44 bertempat di IPB Internasional Convention Center (IICC) Baranangsiang, (1/9).

Dialog ini menghadirkan dua pembicara yaitu aggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yogyakarta, Ratu Hemas (Istri Hamengkubuwono X) dan Peneliti Studi Gender dan Pembangunan, Dr. Aida Vitayala Hubeis. Acara ini dibuka oleh Ketua Studi Gender dan Pembangunan IPB, Ir. Lusi Fausia, M.Ec

"Kiprah perempuan di dunia politik terutama parlemen meningkat, namun belum sesuai kuota 30 persen. Ini menjadi usaha kita bersama. Sebab, dengan makin banyaknya suara perempuan di parlemen diharapkan kebijakan pemerintah makin pro gender, " tutur Ratu Hemas

Dr. Aida Vitayala menambahkan untuk mempercepat kesetaraan gender dalam pembangunan pertanian, maka semua upaya hendaknya diarahkan pada hal berikut. "Diantaranya menghapuskan ketidaksetaraan gender dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dengan cakupan pada ranah domestik (rumah tangga) dan publik secara simultan dan pengemukaan program atau kegiatan responsif gender dengan memperhatikan isu gender per spesifik jenis kelamin, spesifik lokasi, dan isu umum seperti pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan sebagai inti indikator atau parameter Indeks Pembangunan Manusia," urai Dr. Aida. (ris/nUr)

 

#$#ecd47749ac125e5431576006b6193e50###b0cae9362180d56d20e3d08e8cd826fa###ID###2007-09-05 13:39:49###Japas dan Rampak Suling Meriahkan Dies Natalis IPB ke-44###
Ribuan warga Institut Pertanian Bogor (IPB) dan masyarakat lingkar kampus mengikuti Jalan Pagi Sehat (Japas) IPB dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44, Minggu (2/9). Tepat pukul 07.15 WIB, para peserta dilepas oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., di ruas jalan yang memisahkan Gedung Fakultas Pertanian dan Gedung Graha Widya Wisuda (GWW).

Sejumlah pimpinan IPB tampak ikut serta pada Japas yang berjarak tempuh sekitar empat kilometer ini. Mereka itu diantaranya adalah Wakil Rektor I Prof.Dr.Ir. M. Achmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor II Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Wakil Rektor IV DR.Ir. Asep Saefuddin, Direktur SDM dan AU Dr. Moh. Yamin, M.Agr.M.Sc., Sekretaris Eksekutif Rektor Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc, serta sejumlah Dekan dan Dosen di lingkungan IPB.

Usai memasuki garis finish, para peserta yang beruntung mendapat aneka doorprize seperti kulkas, televise, DVD, serta hadiah hiburan lainnya. Grandprize berupa dua unit sepeda motor pun kian memeriahkan suasana pada hari itu.

Sebelumnya, para peserta Japas juga dihibur dengan penampilan Rampak Suling di dalam Gedung GWW. Karena pada saat bersamaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gentra Kaheman menggelar Pemecahan Rekor Muri Rampak Suling yang dikemas dalam Ki Sunda Midang ke-4 dengan melibatkan 752 peserta.

Para peserta berasal dari SDN Polisi 4 sebanyak 300 orang, SDN Sukadamai 3 sebanyak 200 orang, SD Budi Mulia 100 orang, dan 152 orang adalah mahasiswa IPB. Dalam irama sulingnya, mereka memainkan empat buah lagu daerah, seperti I'tirof dan Gambang Suling.

Rampak suling ini akhirnya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), dan memecahkan rekor dengan kategori peniup suling terbanyak. Piagam MURI untuk kategori peniup suling terbanyak tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MURI, Jaya Suprana pada Rektor IPB, disaksikan oleh Pembina UKM Gentra Kaheman Dr. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc., dan Ketua Panitia Dies Natalis IPB ke-44, drh. Agus Lelana,SpMP.M.Si.

Usai pemecahan rekor, Jaya Suprana mengaku sangat terharu dengan pemecahan rekor MURI tersebut karena para peserta membawakan lagu-lagu daerah yang telah
dikenalnya. "Saya sudah berkeliling dunia untuk mendengarkan musik, tapi baru kali ini saya benar-benar terharu karena lagu yang dinyanyikan sangat menyentuh. Sehingga ini bukan hanya memecah rekor Indonesia, tapi juga rekor dunia" kata Jaya Suprana disambut tepuk tangan penonton dan peserta peniup suling.

Di tempat yang sama, Rektor IPB menyerahkan secara simbolis paket perbaikan gizi bagi masyarakat Desa Babakan yang diterima oleh salah seorang dokter Puskesmas Cangkurawok. Ketua Pokja PKGM-LPPM IPB, Dr. Clara M. Kusharto, M.Sc., selaku penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pemberian paket perbaikan gizi ini akan diikuti dengan penelitian oleh mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fema IPB. (nm/nUr)

#$#605e875971a6b00bbcd618636a07bf04###f2ec930ff4edeeb6ebfff56c9a919a28###ID###2007-09-05 13:59:41###Ingin Berlangganan Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia?###Telah Terbit Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Volume Desember 2006 yang berisi 7 artikel hasil penelitian IPB. Hasil penelitian yang tercantum dalam Jurnal Ilmu Pertanian tersebut antara lain; (1)Isolasi dan Identifikasi Mikroba Simbion Sponge Axinella sp dengan peneliti Assadatun Abdullah (Departemen Teknologi Hasil Perikanan, FPIK); Produksi Antibodi Kuning (IgY) Anti Streptococcus Mutans sebagai Anti Karies Gigi dengan peneliti Okti Nadia Putri dan Retno D.Soejoedono (Departemen Ilmu-ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, FKH); Rasio Biomasssa dan Kelimpahan Makrozoobenthos sebagai Penduga Tingkat Pencemaran di Teluk Jakarta dengan peneliti Yonvitner dan Zulhamsyah Imran (Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK); Kajian Sumber Cemaran Mikrobiologis Pangan pada Beberapa Rumah Makan di Lingkar Kampus IPB Darmaga Bogor dengan peneliti Siti Nurjanah (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fateta); Faktor Penyebab Petani Kentang Lahan Kering Dataran Tinggi Kecamatan Pengalengan, Bandung Tidak Mengadopsi Konservasi Tanah dengan peneliti Ratna Katharina (Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan); Evaluasi Ekonomi Lahan Kering: Pendekatan Nilai Manfaat Multifungsi Lahan Sawah dan Lahan Kering dengan peneliti Irawan, Sanim B, Siregar H dan Kurnia U (Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan), Analisis Daya Saing Ekspor Nenas Segar Indonesia dengan peneliti Suprihatin (Departemen Agribisnis, FEM).

Sebagai informasi, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia terbit tiga kali setahun (April, Agustus, Desember). Harga Langganan per eksemplar Rp 20.000 (untuk staf pengajar dan masyarakat umum), Rp 15.000 (untuk mahasiswa). Permintaan Langganan hub: LPPM IPB, Gd. Rektorat Lt. 3 Kampus IPB Darmaga, Telp. (0251) 622323 atau 622093. (ris/nUr)

 

#$#ce4441c427aaa7a25cd3a35c72eb8363###68fd2a6885e3d2ebc107e709e64f672a###ID###2007-09-05 16:39:57###Akses Data DAS Tersekat Tembok Birokrasi###Menjadi kesadaran bersama bahwa untuk mengatasi masalah banjir, kekeringan, tanah longsor dan bencana lain yang berkaitan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS), bukan semata-mata dengan dana, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana. Namun diperlukan pengembangan infrastruktur data yang memadai, sehingga masalah tersebut di atas dapat diantisipasi dengan perencanaan yang matang.

Demikian benang merah yang dapat ditarik dari Lokakarya "Sistem Informasi Pengelolaan DAS: Inisiatif Pengembangan Infrastruktur Data" di Ruang Mawar Gedung SPs-PK Kampus IPB Baranangsiang, Rabu (5/9). Lokakarya ini terselenggara atas kerjasama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Center for International Forestry Research (Cifor) dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44.

Permasalahan ketersediaan data DAS saat ini masih tersebar di berbagai instansi dan terkesan tertutup aksesnya oleh tembok-tembok birokrasi. Hal ini terbukti dengan adanya penelitian yang terkotak-kotak dan penanganan bencana oleh beberapa instansi pemerintah, sehingga usaha-usaha pengelolaan DAS terkesan tumpang tindih, inefisiensi, dan tidak mencapai sasaran.

Turut hadir pada acara yang dibuka oleh Dekan FMIPA IPB Prof.Dr. Yonny Koesmaryono tersebut, adalah Peneliti Senior CIFOR Prof.Dr. Daniel Murdiyarso yang berkesempatan memberikan sambutan, dan 70 orang peserta yang merupakan perwakilan dari departemen teknis terkait, lembaga penelitian internasional, perguruan tinggi, pemerintah daerah, pihak swasta, serta mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Departemen Kehutanan, Ir. Wahjudi Wardojo,M.Sc., selaku keynote speaker menegaskan, implementasi good governance akan dapat mendorong percepatan terwujudnya "integrated watershed management" yang sampai saat ini masih dalam tataran perencanaan. "Untuk itu, tiga pilar masyarakat, pemerintah, dan pengusaha harus secara bersama-sama membangun persepsi yang sama dan meningkatkan komitmennya," tandasnya.

Dalam lokakarya ini digelar pula sidang pleno yang mempresentasikan makalah dari Dr. Kasdi Subagyono (Litbang Deptan), Wisnu Ananta Kusuma,ST,M.T (FMIPA IPB), Dr. Agung Bagiawan (Puslitbang SDA PU), dan Ir. Sutarman Arsyad, M.Si (Balai Penelitian Kehutanan Solo).

Usai sidang pleno, para peserta mengikuti diskusi kelompok paralel dengan empat lingkup bahasan. Pertama, Teknik akuisisi dan diseminasi data, menghadirkan Hidayat Gunawan et al. (LAPAN), William Putuhena dan Ade Karma (Puslitbang Air), dan Bregas Budianto (Geomet IPB). Bahasan kedua, mengenai Pengembangan infrastruktur data dan informasi DAS dengan pemakalah Nurwadjedi (Bakosurtanal), Yiyi Sulaeman et al (Balittanah), dan Surya Tarigan (Storma IPB).
Bahasan ketiga, tentang Pemodelan dan decision support system, dengan pemakalah Tagus Vadari et al (Balittanah), Sofyan Kurnianto dan D Murdiyarso (Cifor), Budi Kartiwa dan SH Adi (Balai Agroklimat). Dan bahasan keempat adalah Aplikasi pemanfaatan data, dengan pemakalah Junun Sartohadi dan Wirastuti Widyatmanti (UGM), Christine Wulandari (WWF), Paimin dan Sukresno (BPK Solo).

Karena itu, terang Dr.Ir. Yon Sugiarto, selaku Ketua Panitia Lokakarya mengatakan, kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk membangun jaringan kerja dan komunikasi antar pihak-pihak pengelola DAS, untuk meningkatkan dan menukar kemampuan dalam pengelolaan DAS, serta inisiasi pembentukan infrastruktur data dan informasi nasional untuk pengelolaan DAS.

Sementara itu, Dekan FMIPA IPB Prof.Dr. Yonny Koesmaryono menyatakan, bahwa lokakarya ini baru merupakan inisiasi yang perlu ditindaklanjuti bersama, diantaranya yang sangat diperlukan adalah Pusat Data dan Informasi DAS Nasional. (nm)

 

#$#1cf916b2e7cbf4336e12241e1c523ccd###2d53accc49dc3d54ea734d26dbd8b56b###ID###2007-09-05 16:41:19###Lima Universitas di Asia Tenggara dan Asia Timur Ramaikan Dies Natalis IPB###

Kerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan lima Universitas di Asia Tenggara dan Asia Timur menghasilkan Simposium Internasional yang kedua dengan tajuk "On food Security, Agricultural Development & Environmental Conservation in Southeast and East Asia" digelar di IPB International Convention Center (IICC), (5-6/9) hari ini dihadiri masing-masing perwakilan dari kelima universitas tersebut. Kegiatan ini digelar serangkaian dengan Dies Natalis IPB ke-44.

Dengan mengetengahkan topik mengenai Grasland Science and Animal Science, Crop Science and Horiticultural Science, Food Science and Biotechnology Science, Forestry Science and Environmental Conservation ini, kelima universitas tersebut adalah Northeast Agricultural University of China, Niigata University of Japan, College of Natural Resources of Yeungnam University of Korea, Mongolian State University of Agriculture of Mongolia, Chiang Mai University of Thailand.

Sesuai dengan tema yang diusung, IPB menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia , Dr. Anton Apriyantono sebagai Keynote Speaker. Dan juga memberikan kesempatan bagi China, Jepang, Korea, Mongolia, Thailand dan Indonesia untuk menyampaikan Country Report masing-masing negara di bidang pertanian. Wakil dari Indonesia adalah Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Chozin, M.Agr, yang sebelumnya membuka acara ini.

Menurutnya, berbagai topik dalam symposium ini terkait erat satu sama lain dan begitu penting bagi kehidupan manusia. Khususnya bagi pengembangan semua bangsa seperti Indonesia . Pembangunan pertanian diyakini dapat mengatasi sejumlah problem yang terkait dengan ketahanan pangan. Pembangunan pertanian mencakup pembangunan seluruh sector pertanian termasuk pembangunan budidaya, pasar, aspek produksi, market maupun SDM.

Dengan mengidentifikasi peluang yang ada diharapkan memberikan nilai tambah bagi produk-produk pertanian. Pembanguan pertanian dan keberlanjutan pertanian tidak dapat dipisahkan satu sama lain, keduanya harus bersinergi. Oleh karena itu penting bagi para pengambil keputusan para peneliti, pakar lingkungan untuk memahami kecenderungan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi.

Kami menyakini definisi pertanian tidak sebatas on farm saja tetapi segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanian diantaranya agro business, agro industry, agro services.

Dengan status BHMN, IPB sesuai dengan motonya mencari dan memberi yang terbaik berkomitmen untuk mewujudkan academic excellent. Saat ini IPB telah menerapkan kurikulum mayor minor, bagi program sarjana. Dengan sistem kurikulum ini setiap mahasiswa memiliki peluang untuk memilih keahlian yang ingin mereka kuasai dengan lebih dari 400 pilihan program studi. Dengan mengikuti symposium ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas building, networking sesame peneliti, berbagi pengalaman dalam rangka mempermudah kerjasama.

Dalam Keynote Speechnya, Mentan, yang masih menjabat sebagai dosen di IPB ini mengatakan bahwa masalah pengamanan pangan sudah menjadi isu utama dari setiap Negara, karena makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Dan bebas dari rasa lapar merupakan hak asasi seluruh manusia di dunia.

Sementara itu, masing-masing negara mengirimkan penelitinya untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Hal ini disampaikan oleh Prof. Takuji Ohyama, Dekan Fakultas Pertanian Niigata University . Dari Jepang mengirim 47 orang, Thailand 2 orang, China 1 orang, Mongolia 1 orang, Korea 3 orang dan Prof. Takuji hanya menyebutkan "many" untuk jumlah peneliti dari Indonesia.

Hal ini disebabkan karena dari Indonesia sendiri, tidak hanya IPB yang berpartisipasi. Ada 12 perguruan tinggi lain yakni, UGM, Univ. Djuanda, Univ. Airlangga, Univ. Padjadjaran, Univ. Udayana. Univ. Jember, Univ. Bengkulu, Univ. Sumut, Univ. Tadulako, Univ. Tanjung Pura, Univ. Jayabaya, dan ITB.

Selain itu, seperti yang dikatakan Ketua Penyelenggara, Dr. I Nengah Surati Jaya, IPB yang menjadi inisiator terselenggaranya kegiatan ini. "Simposium ini adalah yang kedua setelah dua tahun lalu digelar di Jepang (Niigata). Disaat penentuan di negara manakah simposium kedua akan digelar, Jepang langsung memilih Indonesia daripada Korea padahal Korea lebih siap dalam mengadakan simposium," ujarnya.

Hal ini dikarenakan, menurut Jepang, negaranya masih tergantung dengan negara berkembang dan sangat antusias sekali untuk melakukan kerjasama dengan negara-negara berkembang. Lalu kenapa digelar di IPB karena selama ini jumlah mahasiswa yang dikirim ke Jepang untuk mengikuti pertukaran pelajar tidak pernah berkurang bahkan yang dulunya hanya menerima mahasiswa untuk jenjang S2 dan S3 saja, sekarang sudah berubah dengan menerima untuk jenjang S1, tambah Dr. Nengah.

Simposium yang digelar selama dua hari ini juga disemarakkan dengan tampilan poster-poster dari seluruh Universitas yang ikut berpastisipasi. Adapun tiga bidang yang dibahas oleh pamakalah adalah Agriculturae Science and Technology: Crop horticulture and management, Animal science and management, Fishery and marine science, Agriculture policy. Environmental Science and Mangement: Environmental manajement, Water resource and management, Alternative energy, Forestry and biodiversity conservation. Food Science, Biomedicine and Agriculture: Food technology and industry, Biomedicine, Agricultural industrial technology (zul/nUR)

#$#3614418510cebf8703004d98fd742a6b###0e972035ee64e16efea7b609f0dd85cf###ID###2007-09-06 10:22:11###Pidato Rektor IPB dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke 44###

PIDATO REKTOR IPB
Pada Acara

SIDANG TERBUKA DIES NATALIS IPB KE 44
Bogor, I September 2007
 


Yth. Pimpinan dan Anggota MWA
Yth. Pimpinan dan Anggota SA
Yth. Pimpinan dan Anggota DA
Yth. Para Rektor Perguruan Tinggi
Yth. Bapak Dr Ir Joyo Winoto, Kepala Badan Pertanahan Nasional
Yth. Bapak Dr Ir Mustafa Abubakar, Dirut Perum Bulog
Para Sesepuh,
Tamu Kehormatan dan Pimpinan Daerah,
Rekan-rekan dosen, pegawai andministrasi, mahasiswa dan
Undangan yang saya muliakan. 

Assalaamu’alaikum wr. Wb
Segala puji dan syukur marilah kita sampaikan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena atas Ijin-Nya, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul di IPB International Convention Center, dalam suasana yang sangat berbahagia untuk bersama-sama mengikuti acara yang sangat penting bagi Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Sidang Terbuka dengan acara tunggal Dies Natalis IPB ke 44. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr Ir Joyo Winoto, Kepala Badan Pertanahan Nasional dan Bapak Dr Ir Mustafa Abubakar, Dirut Perum Bulog yang telah berkenan hadir untuk  menyampaikan orasi ilmiah pada acara Sidang Terbuka Dies Natalis IPB kali ini. Orasi ilmiah yang akan disampaikan pada hari ini tentu sangat penting dalam rangka memberikan pencerahan bagi pengembangan IPB ke depan, terutama dalam rangka peningkatan peran IPB dalam turut serta menyelesaikan berbagai masalah nasional.

Hadirin yang saya hormati
IPB yang saat ini genap berusia 44 tahun telah tumbuh dan berkembang menjadi perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.  Selama ini IPB ini telah banyak mengukir prestasi yang membanggakan, terutama dalam penyediaan sumberdaya manusia yang berkualitas khususnya pada bidang pertanian dalam arti yang seluas-luasnya.  Prestasi tersebut harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja keras, kerja cerdas dan rasa tanggung jawab yang tinggi.  Saya yakin, dengan dedikasi yang tinggi dari segenap sivitas akademika, IPB akan dapat menghadapi tantangan zaman yang semakin hari semakin berat. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, IPB dituntut agar dapat mempersembahkan karya-karya, inovasi dan paradigma baru dalam rangka turut serta mengatasi berbagai masalah bangsa dan negara.  Pada era globalisasi yang sedang kita lalui ini, IPB dituntut dapat berperan serta lebih aktif dalam meningkatkan dan mengembang-kan daya saing bangsa.

Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita jawab dan kita hadapi dengan baik jika IPB secara terus menerus melakukan perubahan menuju peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk terwujudnya academic excellence, menuju tercapainya visi, misi dan tujuan IPB.
Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-44 ini menjadi sangat penting bagi saya pribadi, karena merupakan Dies Natalis dan tahun terakhir bagi saya memegang amanah sebagai Rektor IPB.  Saat ini proses pemilihan Rektor IPB sedang berlangsung dan Rektor Baru akan segera menjalankan tugasnya pada akhir bulan Desember tahun 2007 ini.  Selama kurun waktu 2002-2007, saya ditugaskan untuk memimpin perubahan dan pembaharuan di IPB berdasarkan Program Kerja Rektor yang telah disetujui oleh MWA-IPB periode 2002-2007. 

Program Kerja tersebut disusun dengan memanfaatkan momentum perubahan status IPB sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT-BHMN).  Alhamdullilah, IPB telah melalui masa-masa perubahan dan pembaharuan dengan baik. Selama 5 tahun kita telah bersama-sama membuat fondasi yang kokoh sehingga IPB saat ini siap berpacu, meraih prestasi, menggapai visi yang saat ini telah berada sangat dekat di depan mata kita.
Sebagai Rektor saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh sivitas akademika dan pegawai IPB yang telah bersatu padu dan telah memiliki pemahaman yang sama terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan.  Kita semua telah dapat melalui masa-masa yang melelahkan, penuh perdebatan, menghabiskan energi dan fikiran untuk berbuat yang terbaik bagi IPB. Saya yakin bahwa jerih payah kita, tidak akan sia-sia dan IPB saat ini telah berada dalam track yang benar.

Sivitas Akademika IPB saat ini menjadi semakin dinamis, dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap institusi.  Mind set yang telah terbentuk dari sivitas akademika IPB terhadap pentingnya perubahan dan pembaharuan merupakan modal tak ternilai bagi pengembangan IPB ke depan. Dengan potensi yang kita miliki, terutama potensi sumberdaya manusia yang berkualitas, dan fasilitas akademik dan non akademik yang memadai, maka masa depan adalah milik kita bersama. Saya menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang diberikan kepada IPB oleh Rektor UI terpilih, Prof. Dr Gumilar Rusliwa Somantri, atas berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh IPB pada acara sertijabnya.
Perubahan dan pembaharuan harus terus berjalan seiring dengan berjalannya waktu. Berbagai hal yang telah kita capai sekarang ini, tentu belum merupakan yang terbaik, sehingga berbagai ide cerdas dan pemikiran kritis terhadap pengembangan IPB sangat diperlukan untuk mewujudkan visi dan misi IPB secepatnya. Berbagai kendala yang ada, insyaallah akan dapat kita atasi dengan penuh kearifan, ketulusan dan kejujuran demi masa depan IPB yang maju dan jaya.

Hadirin yang saya hormati
Perkenankan saya memberi informasi perubahan dan pembaharuan yang telah kita lakukan. Jika kita tengok ke belakang, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, IPB telah melaksanakan perubahan yang sungguh sangat berat. Kita telah melakukan penataan internal terhadap 9 bidang program yaitu bidang organisasi, pendidikan, penelitian dan pengembangan, pemberdayaan masyarakat, sumberdaya manusia, manajemen sistem keuangan, manajemen fasilitas dan infrastruktur, pembangkitan pendapatan, dan  manajemen sistem informasi.

Melalui penataan 9 bidang program tersebut maka hampir seluruh sendi-sendi penyelenggaraan pendidikan tinggi di IPB telah kita kaji ulang dan perbaiki secara bersama-sama. IPB telah melakukan antara lain penataan departemen dan pusat penelitian, perubahan sistem kurikulum, restrukturisasi program diploma, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen fasilitas dan properti, teknologi informasi, penerimaan mahasiswa baru, manajemen mutu, perpindahan Fakultas MIPA dan FEM, implementasi jadwal terpadu, penataan lingkungan kampus, dan perintisan pembangkitan pendapatan.
Saya meyakini kebijakan yang telah kita implementasikan ini tidak mungkin dapat memuaskan semua pihak.  Sebagai statistikawan, saya tidak akan menetapkan kebijakan yang bersifat lokal maksimum.  Kebijakan yang harus diambil dalam kondisi universal optimum yaitu yang terbaik bagi IPB secara keseluruhan.

Pengalaman implementasi program yang telah kita lakukan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini, sekali lagi menyadarkan kepada kita bahwa betapa pun besarnya masalah yang kita hadapi tentu akan dapat kita selesaikan secara baik apabila kita semua dapat bahu-membahu, duduk bersama untuk mencapai tujuan bersama dan menempatkan kepentingan IPB secara keseluruhan di atas kepentingan pribadi atau unitnya sendiri.  

Hadirin yang saya hormati
Pada penataan departeman, kita telah berusaha untuk menghilangkan tumpang tindih yang terlalu besar terhadap mandat keilmuan pada setiap departemen.  Melalui proses penataan, beberapa departemen yang memiliki bidang ilmu yang serupa telah dapat bergabung atau membentuk departemen baru dengan ranah keilmuan lain.  Hal ini menjadi mungkin karena kita telah merubah definisi pertanian bukan hanya berkaitan dengan on farm, dimana pertanian sering diidentikkan dengan kekumuhan dan kemiskinan sehingga dijauhi oleh generasi muda, akan tetapi pertanian menurut IPB adalah meliputi seluruh proses dari hulu sampai hilir dalam berbagai kegiatan agrobisnis, agroindustri dan agroservices. Saat ini seluruh departemen yang kita miliki telah tertata dan memiliki mandat keilmuan yang jelas.  Dengan ditatanya departemen maka konsekuensinya adalah cukup banyak staf pengajar yang harus pindah ke departemen yang sesuai untuk pengembangan ilmunya.

Dari penataan ini akhirnya memungkinkan IPB untuk menerapkan Kurikulum Sistem Mayor-minor baik program S1, S2 maupun S3.  Jumlah mata kuliah S1 berkurang dari sekitar 2000 menjadi sekitar 900 mata kuliah, suatu hal yang sebelumnya tidak terbayangkan dapat dilakukan. Penataan ini merupakan titik terminal dari upaya puluhan tahun keinginan kita untuk melakukan penataan departemen yang banyak tumpang tindih diantara fakultas yang ada.
Departemen hasil penataan kemudian di-cluster-kan ke dalam fakultas, sehingga IPB saat ini memiliki sembilan fakultas, yaitu: 1) Fakultas Pertanian, 2) Fakultas Kedokteran Hewan, 3) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, 4) Fakultas Peternakan, 5) Fakultas Kehutanan, 6) Fakultas Teknologi Pertanian, 7) Fakultas Matematika dan IPA, 8) Fakultas Ekonomi dan Manajemen dan yang terakhir 9) Fakultas Ekologi Manusia, yang merupakan satu-satunya di Indonesia.  Masih dalam proses, insyaallah akan berdiri fakultas teknik dan fakultas bio-medik di IPB.

Hadirin yang saya hormati
Penataan Pusat-pusat juga telah kita laksanakan dengan baik, sehingga dapat menghilangkan sebagian besar overlapping mandatnya yang banyak dikeluhkan pada saat sebelum penataan. Pusat-pusat hasil penataan kemudian dipersilahkan untuk pindah ke Kampus IPB Baranangsiang dengan harapan agar lebih cepat berkembang. LP dan LPM juga telah kita gabung menjadi Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dengan harapan agar penelitian yang dilakukan di IPB benar-benar dapat diimplementasikan untuk kepentingan masyarakat.  LPPM kemudian membuat payung penelitian IPB, harapannya penelitian di IPB menjadi semakin fokus dengan output dan autcome yang jelas dan dapat dibanggakan. Saat ini kita telah memiliki 14 pusat dari 24 pusat yang ada sebelum penataan.

Program diploma (S0) juga telah direstrukturisasi dengan baik dan telah dapat dipisahkan dari manajemen di departemen, terpisah dari penyelenggaraan program S1, S2 dan S3.  Program diploma kemudian diwadahi dalam Direktorat Program Diploma dan saat ini telah memiliki kampus sendiri. Dengan demikian departemen benar-benar fokus atau berkonsentrasi dalam pengembangan ilmu sesuai dengan mandatnya. Program Diploma yang sebelumnya berjumlah 36 program keahlian berkurang setelah penataan menjadi hanya 13 program keahlian dan saat ini program-program keahlian yang ada jauh lebih berkembang dibandingkan sebelum penataan, serta lebih diminati oleh calon mahasiswa. Pelamarnya terus meningkat dari tahun-ketahun, dan telah memiliki kampus baru yang terus dikembangkan di Kampus IPB Cilibende, Bogor. 

Terkait dengan implementasi kurikulum sistem mayor-minor, maka seluruh fakultas dan departemen harus berada di Kampus IPB Darmaga.  Oleh karena itu Fakultas dan departemen yang berada di kota Bogor harus dapat dipindahkan ke Kampus IPB Darmaga.   

Perpindahan Fakultas dan Departemen ini sungguh merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi IPB di tengah sangat terbatasnya dana.  Namun atas pengertian semua pihak, terutama dari Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Peternakan, perpindahan tersebut dapat dilakukan dengan baik melalui efisiensi penggunaan bangunan yang sudah ada.  Dengan perpindahan ini maka jadwal terpadu pun dapat diimplementasikan dan Kampus yang ditinggalkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain, seperti Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat atau untuk aktivitas yang berhubungan dengan pembangkitan pendapatan.
Selama 5 tahun terakhir ini IPB juga terus berupaya untuk melakukan sentralisasi administrasi dan desentralisasi akademik dan riset yang kita kenal dengan istilah SADAR. 

Seluruh kegiatan administrasi baik administrasi akademik, keuangan, fasilitas, SDM dan administrasi umum telah disentralisasikan dengan harapan departemen dan pusat-pusat penelitian dapat menjadi ujung tombak dalam penyelenggaraan akademik dan riset, dan lebih fokus melakukan aktivitas sesuai dengan mandatnya.  Sistem SADAR tentu sangat memerlukan dukungan teknologi informasi dan manajemen yang kuat di tingkat rektorat.  Oleh karena itu IPB telah berupaya untuk memperkuat teknologi informasi.  Saat ini seluruh unit di Kampus IPB Darmaga telah terhubungkan dengan serat optik, bandwidth internet juga terus ditingkatkan dari hanya 256 Kbps pada tahun 2003 menjadi 10 Mbps pada tahun 2007 dan segera ditingkatkan menjadi 15 Mbps sewaktu-waktu jika diperlukan. 
Beberapa kawasan kampus juga telah menjadi hot spot wireless connection, dan program-program sistem informasi terus dikembangkan sehingga saat ini berbagai kegiatan adminstrasi penting telah dapat dilakukan secara on line. Ketergantungan sivitas akademika IPB saat ini terhadap internet pun menjadi semakin tinggi dan ini merupakan indikator yang baik untuk kemajuan IPB mendatang. Perpustakaan sebagai jatungnya perguruan tinggi pun terus mendapatkan perhatian yang besar di tengah terbatasnya dana. 

IPB menempatkan Kepala Perpustakaan sebagai anggota senat akademik karena perannya dinilai sangat penting dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan berbagai program akademik.  Lingkungan kampus terus-menerus ditata agar ke depan Kampus IPB Darmaga menjadi Kampus Agro-edu tourism yang dapat dibanggakan.

Hadirin yang saya hormati
Di bidang akademik, setelah penataan saat ini IPB memiliki 13 Program Keahlian pada Program Diploma (S0), 34 Mayor pada program S1, 62 mayor program S2/S3, 38 program S2 dan 27 Program Doktor phassing out dan 16 program magister profesional dan 1 program doktor profesional. Peminat untuk masuk menjadi mahasiswa IPB tahun 2007 alhamdullilah meningkat signifikan. Peminat USMI naik 12.6%, SPMB meningkat 24.9%, peminat BUD meningkat 260%, peminat program diploma IPB meningkat 22.5% dan peminat Sekolah Pascasarjana meningkat 25.6%. Total mahasiswa baru program sarjana yang diterima di IPB pada tahun 2007 adalah sebanyak 3124 mahasiswa, meningkat sekitar 10%, dimana 39% adalah mahasiswa dan 61% mahasiswi. Seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa yang berasal dari USMI menduduki persentase terbesar, yaitu 2090 (67.0%), SPMB 706 (22.6%) dan BUD 325 (10.4%). 

Kualitas penyelenggaraan pendidikan pada seluruh departemen juga semakin membaik.  Hal ini disebabkan proses pendidikan di setiap departemen semakin bertambah baik didukung oleh berbagai hibah kompetisi yang dimenangkan oleh banyak unit di IPB.  Selain itu IPB juga memenangkan hibah-hibah tingkat institusi seperti I-Mhere, Inherent dan yang terakhir adalah PHK Institusi yang baru saja diumumkan dua hari yang lalu, alhamdulillah.
Namun demikian kita masih merasakan ada beberapa departemen yang harus meningkatkan kinerjanya.  Departemen-departemen tersebut harus segera mempercepat langkahnya.  Saya mohon dengan sangat agar bekerja lebih keras lagi melakukan langkah-langkah promosi, pembinaan ke dalam, dan melakukan kerjasama penelitian, sehingga dapat mengejar ketinggalannya dari departemen lainnya. 

Hadirin yang saya hormati
Pada bidang penelitian dan pemberdayaan masyarakat, tentu sebagian besar staf pengajar telah berupaya yang terbaik untuk mendapatkan dana penelitian dan dana kerjasama di berbagai instansi swasta maupun pemerintah.  Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dengan terbitnya Keppres 80/2003 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, perolehan dana bidang PPM dari pemerintah menjadi berkurang, sehingga dana-dana kerjasama banyak berasal dari swasta, sedangkan kegiatan kerjasama dengan instansi pemerintah banyak dilakukan oleh lembaga lain, dimana staf perguruan tinggi hanya ditempatkan sebagai tenaga ahli yang diperbantukan.  

Sementara itu dana penelitian IPB sebagian besar masih bersumber dari Kementerian Ristek, Dikti dan Deptan sebagai pemenang dari hibah penelitian kompetisi. Sayang sekali dana internal IPB belum memungkinkan diberikan kepada staf pengajar sebagai dana hibah secara  memadai untuk penelitian.  Kita berharap bisa mendapatkan dana yang cukup agar dapat membiayai penelitian-penelitian yang sangat strategis bagi IPB.  Walaupun demikian total dana PPM pada tahun 2007 meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2006. Dari jumlah tersebut saya yakin masih belum seluruh kegiatan di pusat-pusat maupun di unit lain yang sudah tercatat di rekening resmi IPB.  Oleh sebab itu tidak bosan-bosannya saya menghimbau kepada seluruh staf pengajar agar melaporkan seluruh kegiatan yang dilakukan dengan pihak luar kepada IPB, dan menggunakan rekening IPB, agar sebagai institusi IPB dapat turut bertanggungjawab apabila terjadi masalah.

Hal yang menggembirakan terkait dengan pelaksanaan penelitian adalah keterlibatan dosen yang juga meningkat secara signifikan.
Selain mendapatkan dana penelitian, saya juga menghimbau agar seluruh staf IPB semakin produktif menulis buku dan jurnal, terutama yang bersifat internasional.  Kita semua menyadari bahwa produktifitas staf pengajar IPB dalam membuat publikasi ilmiah masih sangat perlu ditingkatkan.  Hal ini nantinya sangat terkait dengan pengakuan internasional kepada IPB.   Selain publikasi, temuan-temuan teknologi hendaknya segera dipatenkan.  IPB memiliki Kantor HaKI yang siap membantu para staf pengajar yang akan mematenkan teknologinya. Alhamdullilah, setiap tahun perolehan paten IPB terus meningkat.  Kita berharap, suatu ketika banyak paten-paten IPB yang dapat memperoleh royalti dari industri.

Hadirin yang saya hormati
Di bidang kemahasiswaan, pada tahun 2007 ini kita juga patut berbangga karena Sdr Danang Ambar Prabowo, mahasiswa dari departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK telah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi tingkat nasional.  Saya ucapkan selamat kepada Sdr. Danang.  Tiga besar mahasiswa berprestasi tingkat IPB juga kita undang dalam acara Dies Natalis pada hari ini.  Selain itu mahasiswa IPB secara konsisten terus menebar prestasi baik dalam PIMNAS, olah raga, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), maupun dalam Lomba karya tulis ilmiah bidang sosial, ekonomi, seni sampai lomba debat dalam bahasa Mandarin sekalipun. 

Paduan Suara Agriaswara yang tampil pada hari ini juga telah berhasil memperoleh dua piagam setara emas kejuaraan paduan suara tahun 2007 pada the 11th International Choir Competition and Festifal, di Budapest, Hongaria.  Kita ucapkan selamat pada Paduan Suara Mahasiswa Agriaswara IPB.
Sejak dulu mahasiswa IPB sebagian besar direkruit dari the best 10% di SMAnya.  Dari statistik kemahasiswaan selalu terungkap bahwa sebagian mahasiswa IPB berasal dari kalangan menengah ke bawah. IPB yang selalu menyatakan education for every one terus berupaya, agar IPB dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena itu IPB telah mengimplementasi-kan konsep subsidi silang.  Mahasiswa dari kalangan mampu harus membayar lebih mahal dibandingkan mahasiswa dari kalangan tidak mampu.  Bahkan untuk kalangan yang benar-benar tidak mampu, IPB membebaskan sama sekali SPPnya untuk tahun pertama, sedangkan tahun-tahun selanjutnya telah cukup tersedia beasiswa dari berbagai sumber.Selain konsep subsidi silang, IPB juga secara terus menerus dan sistematis telah menggalang beasiswa dari berbagai sumber baik dari dalam maupun luar negeri.  

Jumlah beasiswa yang dapat dikumpulkan melalui Direktorat Kemahasiswaan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.  Pada tahun 2006 yang lalu tercatat Rp 6.5 milyar, sedangkan sampai akhir bulan Agustus 2007 ini telah tercatat dana beasiswa sebanyak Rp 7.2 milyar.
Sementara itu kehidupan sosial mahasiswa di dalam kampus relatif tenang, tidak ada lagi perkelahian atau tawuran mahasiswa, tata tertib kehidupan kampus yang relatif baik, pelanggaran disiplin berat jauh berkurang, demikian pula dengan aksi vandalisme. Mahasiswa terlihat saling menghormati asal-usul, adat dan latar belakang yang berbeda.  Namun demikian mahasiswa IPB juga cukup dikenal sering melakukan demontrasi baik di dalam maupun di luar kampus, dengan tetap pada batas-batas kewajaran.  Secara umum kehidupan kemahasiswaan sangat dipengaruhi oleh hal-hal positif yang dilakukan di Asrama TPB.  Seperti diketahui bahwa seluruh mahasiswa IPB, pada tahun pertama diharuskan tinggal di Asrama TPB.  Sedemikian baik program-program multi budaya yang dilakukan, sehingga sangat berpengaruh positif bagi mahasiswa IPB.  Setelah 5 tahun berjalan Asrama TPB nampaknya harus sudah mulai diperbaiki, untuk memberikan kenyamanan yang memadai bagi mahasiswa baru IPB.  Saat ini IPB telah mendapatkan hibah dari Menpera sebuah Rusunawa berlantai 4.  Keberadaan Rusunawa tersebut telah memungkinkan bagi IPB untuk menambah kapasitas sampai 400 mahasiswa. 

Pada awal penggunaannya tahun ini,
kami mohon maaf atas ketidaksiapan Asrama Mahasiswa TPB Rusunawa, sehingga mengganggu kenyamanan mahasiswi pada minggu pertama di Kampus IPB Darmaga.  Alhamdulillah, saat ini semuanya  dapat diselesaikan sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mahasiswa.

Hadirin yang saya hormati
Kita juga patut berbangga kepada staf pengajar IPB.  Setelah pada tahun 2006 yang lalu Dr. Ir. Sriani Sutjiprihati terpilih sebagai dosen berprestasi peringkat 1 nasional, pada tahun 2007 ini, Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan terpilih sebagai dosen berprestasi peringkat II nasional.   Saya ucapkan selamat kepada Pak Budi Indra.  Kita berharap agar pada tahun-tahun mendatang, dosen IPB terus dapat terpilih sebagai dosen berprestasi.  Oleh karena itu IPB sangat concern terhadap upaya-upaya peningkatan kinerja dosen dan pegawai IPB, seperti percepatan kenaikan pangkat dan peningkatan kesejahteraan.  Dosen IPB yang memiliki pangkat lektor kepala, saat ini didominasi oleh dosen yang berusia antara 41-50 tahun.  Dosen-dosen tersebut harus dipacu agar secepatnya naik pangkat menjadi guru besar, karena guru besar IPB sebagian besar telah berusia 56-65 tahun. IPB menginginkan jumlah guru besar lebih banyak lagi, karena saat ini guru besar IPB baru berjumlah 117 orang. 

Pada kesempatan yang baik ini, saya menghimbau kepada seluruh staf pengajar untuk segera mempercepat kenaikan pangkatnya, agar secepatnya menjadi guru besar.  Hal ini juga sangat terkait dengan sertifikasi dosen yang akan segera berjalan yang ujungnya akan terkait dengan remunerasi atau gaji dosen.
Berkaitan dengan kesejahteraan pegawai, saat ini walaupun dengan susah payah, IPB baru dapat memberikan insentif kepada dosen dan pegawai dengan berbasis pada kinerja dan THR.  Selain itu juga telah diberikan asuransi kesehatan tambahan selain Askes yang terbukti sangat membantu kita semua. 

Askes tambahan ini sangat penting karena menurut catatan Poliklinik IPB, cukup banyak dosen atau pegawai IPB yang mulai harus waspada dengan penyakit yang dideritanya.  Penyakit yang banyak diderita adalah ISPA, Hipertensi, sakit gigi, infeksi usus, vertigo, diabetes dan beberapa kasus anemia. Saya terus menyarankan agar tidak segan-segan untuk memeriksakan kesehatan, paling tidak di Poliklinik IPB, tidak perlu membayar, agar kalau ada penyakit berbahaya dapat terdeteksi lebih awal dan lebih cepat diobati.
Ke depan kesejahteraan dosen harus dapat menjadi prioritas.  Peningkatan kesejahteraan memang merupakan tugas berat, karena jumlah dosen dan pegawai IPB cukup banyak.

Mudah-mudahan MWA-IPB sekarang ini dapat lebih giat lagi membantu mencarikan jalan pemecahannya.
Hal penting yang terus mendapat perhatian IPB adalah terkait dengan fasilitas, baik fasilitas akademik maupun non akademik.  Kami mohon maaf jika masih banyak terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas penelitian, ketersediaan ruangan, listrik yang masih sering padam, termasuk ketersediaan air yang memenuhi syarat untuk kegiatan penelitian, dan kebersihan toilet-toilet di seluruh kampus.  Upaya mengatasi permasalahan masih terus menerus dilakukan.  Mudah-mudahan setelah masalah-masalah besar telah selesai dibereskan selama masa penataan 2002-2007, rektor yang akan datang  dapat segera menyentuh lebih fokus pada beberapa hal terkait dengan ketersediaan fasilitas akademik dan pendukungnya agar semakin memadai.    

Hadirin yang saya hormati
Perubahan status menjadi PT-BHMN bukanlah tujuan, akan tetapi adalah sebagai sarana untuk mencapai visi IPB yaitu menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional dalam pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS dengan kompetensi utama di bidang pertanian tropika.  Perguruan tinggi bertaraf internasional, menurut salah satu literatur harus memiliki persyaratan antara lain: 1)jumlah dosen bergelar doktor harus ≥ 75 %, 2) persentase mahasiwa Pascasarjana ≥ 40 %, 3) publikasi Internasional ≥ 2 paper/dosen/tahun, 4) biaya Penelitian  rata-rata per dosen per tahun  lebih besar dari USD 1300, 5) jumlah mahasiswa asing ≥ 20% dan 6) Band width internet ≥ 15 Mbps plus  Wi-Fi. 

Dari persyaratan jumlah dosen yang bergelar doktor, saya yakin IPB dapat mencapainya dalam waktu dekat, demikian pula dengan biaya penelitian per staf pengajar dan besarnya bandwidth internet.  Persyaratan yang masih sulit dicapai adalah jumlah publikasi internasional yang harus dicapai oleh staf pengajar.  Saat ini banyaknya publikasi ilmiah internasional staf pengajar IPB masih sangat sedikit.  Hal ini masih perlu didorong, apalagi jika IPB ingin mewujudkan sebagai perguruan tinggi berbasis riset.  Selain itu IPB perlu untuk sebanyak mungkin membuat program yang bersifat internasional agar jumlah mahasiswa asing di IPB dapat terus bertambah. Upaya-upaya internasionalisasi terus dilakukan, sarana seperti IICC ini sudah tersedia untuk meningkatkan kegitan interasional.  

Sudah cukup banyak rintisan kerjasama internasional bidang pendidikan yang telah dilakukan baik dengan Amerika, Uni Eropa, Eropa timur, Jepang, China, Taiwan, dan Australia, terutama dalam pengembangan pendidikan pasca sarjana.
Saya optimis apabila seluruh sivitas akademika dapat bekerja sama seperti yang telah ditunjukkan selama ini, maka  dalam waktu tidak terlalu lama IPB segera mendapat peringkat internasionalnya.  Apabila kita membuka web pada alamat www. Topuniversities.com,  akan dapat dilihat bahwa IPB telah masuk dalam list top university menurut versi Times Higher Education Supplement (THES) World University Rankings. Sayang sekali undangan dari THES untuk diikutsertakan baru didapat 2 bulan yang lalu, sehingga IPB baru masuk tahun 2007 ini menyusul 5 perguruan tinggi Indonesia lainnya, yaitu UI, ITB, UGM, Undip dan Unair.  Saya optimis bahwa pada evaluasi bulan Oktober 2007, ranking IPB dapat segera diketahui.  Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi  kado untuk IPB pada akhir tahun 2007 ini.

Hadirin yang saya hormati
Selama kurun waktu 5 tahun IPB telah melaksanakan perubahan terhadap hampir seluruh sendi-sendi penyelenggaraan perguruan tinggi.  Pada akhir tahun 2007 ini baru terbentuk embrio perguruan tinggi berbasis riset yang ditandai dengan tersedianya SDM yang berkualitas, publikasi ilmiah mulai terus bertambah, jumlah paten yang terus meningkat, inisiasi pembangkitan pendapatan sudah mulai dilakukan, kerjasama dengan pemerintah dan industri sudah mulai berkembang, produk-produk IPB seperti varietas baru dan benih berbagai komoditas telah mulai banyak dikembangkan, dan  mesin-mesin pertanian dari IPB telah mulai banyak diaplikasikan. 

Kita telah melakukan berbagai hal yang bermuara pada terbentuknya sistem jaminan mutu yang baik, tata pamong yang baik, pelaksanaan program-program yang berkualitas dan manajemen usaha yang baik.  Ke depan IPB harus melakukan continous improvement terhadap hasil-hasil yang sudah dicapai, terus melakukan peningkatan kinerja dan kesejahteraan staf dan pegawai, lebih serius melakukan upaya internasionalisasi IPB, fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian, menumbuh-kembangkan upaya-upaya pembangkitan pendapatan dan peningkatan kualitas dari fasilitas akademik dan non akademik. Upaya-upaya tersebut sangat penting apabila IPB akan benar-benar ingin menjadi perguruan tinggi berbasis riset.

Sementara itu ada beberapa pekerjaan rumah yang masih harus kita selesaikan, antara lain mempersiapkan mekanisme perubahan kepegawaian dari PNS ke pagawai IPB yang menurut PP No. 154/2000 harus selesai pada tahun 2010. 

Kita harus memikirkan dan mendiskusikan secara mendalam, sehingga kebijakkan kepegawaian saat ini tidak menjadi bumerang pada masa-masa mendatang. Mungkin PNS yg dipekerjakan, menjadi solusi seperti tertera pada RUU BHP yang paling akhir.  Masalah kepegawaian harus tetap memperhatikan tujuan kita dalam mewujudkan IPB sebagai perguruan tinggi berbasis riset.  Pekerjaan rumah penting yang lain adalah mewujudkan Kampus IPB sebagai Agro-edu tourism.  Saya berikan apresiasi terhadap seluruh Sivitas Akademika yang telah menjaga Kampus IPB Darmaga menjadi semakin Bersih, Indah dan Nyaman (Beriman).  Sampah sudah jauh berkurang dan Kampus kita menjadi semakin hijau dan teduh.

Saudara sekalian yang saya hormati
Hal terpenting dalam pencapaian visi IPB adalah terwujudnya academic excellence.  Ciri-ciri academic excellence antara lain: 1) penyelenggaraan pendidikan S1, S2, dan S3 yang berkualitas, relevan bagi IPB dan atau bagi stake holder, 2) dihasilkannya produk-produk penelitian dan kajian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, 3) meningkatnya kuantitas dan kualitas hubungan saling menguntungkan dengan masyarakat luas termasuk industri dan pemerintah dalam transfer teknologi dan pemberdayaan masyarakat, 4) penyelenggaraan administrasi perguruan tinggi yang efisien, efektif dan akuntabel, dan 5) penyelenggaraan tri dharma berbasis pada riset (research- based university).

Apabila academic excllence dapat dicapai, maka peran serta IPB dalam pembangunan nasional dapat kita tingkatkan.
Seperti kita ketahui bahwa sangat banyak masalah bangsa yang perlu diselesaikan seperti masalah kemiskinan, ketersediaan lapangan kerja, bencana alam, peningkatan kinerja sektor riil, masalah ketersediaan pangan, dan sebagainya.  IPB selalu mengharapkan kepada pemerintah bahwa satu-satunya jalan untuk mengatasi permasalahan bangsa adalah menjadikan sektor pertanian sebagai paltform pembangunan nasional. Dalam pertanian sebagai platform pembangunan nasional, maka sebagian besar sumberdaya yang kita miliki seharusnya diarahkan pada pembangunan ekonomi, industri dan sektor lain yang berbasis pertanian. IPB sangat yakin bahwa apabila pertanian dapat dijadikan platform pembangunan nasional dan pemerintah memiliki komitmen yang tinggi, niscaya akan menghasilkan multiplier effect yang luar biasa, yang akan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia, karena Indonesia memiliki sumberdaya pertanian yang luar biasa yang dipercaya akan mampu mengatasi berbagai masalah besar nasional,  termasuk semakin mahalnya sumberdaya alam tak terbarukan seperti minyak dan gas.

Berkaitan dengan itu IPB sangat mendukung upaya dari Badan Pertanahan Nasional yang telah berinisiatif melakukan reforma agraria. Hal penting yang harus dapat disentuh dari reforma agraria adalah adanya regulasi yang dapat mengatur agar lahan petani tidak berkurang dari batas luasan tertentu, sehingga tetap feasible untuk kegiatan pertanian.  IPB juga sangat mendukung Perum Bulog dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.  Bulog dalam posisinya saat ini sebagai Perum memang dilematis, karena harus mendapatkan profit.  Bulog akan dapat berperan lebih maksimal dalam menjaga ketahanan pangan nasional apabila posisinya dapat dikembalikan seperti semula sebagai penyangga ketersediaan pangan nasional yang non profit.  Walaupun demikian saya yakin bahwa Pak Mustafa Abubakar dan Pak Joyo Winoto sebagai alumni IPB akan mampu mengemban tugas berat tersebut.  Kita sengaja mengundang kedua almuni IPB ini karena program-program yang dicanangkan sangat penting dan berpengaruh sangat besar bagi bangsa dan negara, terutama dalam rangka pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan peningkatan ketahanan pangan bangsa ini.IPB berkeyakinan bahwa pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendapatan masyarakat hanya dapat dilakukan melalui kerjasama ABG-C, yaitu akademisi, bisnis dan government harus bekerjasama untuk kesejahteraan community.  Tanpa ada kerjasama ABG-C yang baik dan tersinergi, program-program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendapatan masyarakat akan sulit dapat terwujud. Sebagai contoh petani seharusnya dapat  diikutsertakan dalam satu atau lebih tahap di industri, sehingga nilai tambah yang besar yang dihasilkan industri dapat pula turut dinikmati petani.

Saudara sekalian yang saya hormati
IPB saat ini telah berusia 44 tahun.  Usia yang sudah cukup dewasa untuk berkiprah lebih nyata dalam pembangunan bangsa dan negara.  Kita telah mencoba mengkaji ulang bersama-sama berbagai permasalahan internal dan mencoba membuat terobosan-terobosan agar IPB semakin sehat dan tumbuh lebih cepat.  Jangan sia-siakan momentum yang masih sangat baik ini untuk terus berfikir keras, menyampaikan ide-ide cemerlang untuk kemajuan IPB di masa depan. IPB telah menggeliat, siap berjalan dan berlari cepat, menyongsong masa depan yang lebih hebat.  Kita telah memulai perubahan ini, untuk itu jangan ada yang mencoba untuk mengakhiri atau memutar balik waktu dari hasil yang telah kita capai bersama dengan susah payah ini, apabila tidak ingin terlindas oleh perubahan itu sendiri.  Marilah kita terus berbuat dalam rangka countinous improvement untuk IPB yang kita cintai ini. Kita harus terus tempa besi IPB yang lagi memanas, agar segera membentuk IPB baru yang ideal, karena besi yang membeku setelah dipanaskan akan sulit sekali ditempa. Masyarakat, bangsa dan negara kita berharap banyak terhadap kiprah IPB.  Untuk itu jangan pupuskan harapan mereka.  Walaupun dalam kondisi yang serba terbatas, beragam persoalan dan tantangan terus menghadang, tetapi saya yakin-seyakin-yakinnya, dengan kemauan dan kemampuan yang ada, serta atas bimbingan Allah SWT, kita akan dapat berkiprah sesuai dengan harapan masyarakat seperti motto kita, yaitu ”Mencari dan Memberi yang Terbaik”

Sebagai pribadi dan keluarga, saya mohon maaf jika dalam 5 tahun terakhir ini, dalam kepemimpinan saya ada salah yang di buat secara sengaja ataupun tidak sengaja, dan dianggap terlalu keras.  Hal tersebut harus dilakukan oleh siapapun pemimpin yang berani melakukan perubahan.  Di lubuk hati saya yang paling dalam hanya ada satu tekad, yaitu agar IPB semakin maju dan jaya.  Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak atas kerjasama yang telah terjalin, termasuk kepada mahasiswa IPB yang selama ini dapat berjalan bersama mengusung perubahan.Kita mohonkan doa puji dan syukur kekhadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam atas karunia keberhasilan dan kebahagiaan yang kita nikmati selama ini. 

Tiada keberhasilan yang hakiki tanpa ridhaNya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik kepada kita semua. Amin.

Dirgahayu Institut Pertanian Bogor
Terima kasih. Billahi Taufik wal Hidayah
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Rektor, 
H. Ahmad Ansori Mattjik

#$#104bce1bf21a4df5a3e5bf7efc749daf###64a39b884d1cf5fdb392a6249d591aa8###ID###2007-09-10 10:59:49###Tri-Stimulus Amar Konservasi Kedawung###

Kedawung (parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan ancaman "jarang". Hasil invetarisasi dan analisis vegetasi kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jawa Timur sejak tahun 1993 hingga 2006, jumlah populasi kedawung hanya 3 individu anakan dan 136 individu pohon dewasa. Biji kedawung sangat sukar berkecambah tanpa bantuan manusia. Presentase perkecambahan kedawung di alam amatlah kecil.

Kelangkaan pohon obat kedawung juga didorong terjadi karena pemanenan buahnya dilakukan tanpa diikuti kegiatan penyemaian biji oleh masyarakat. Pelangkaan kedawung di alam juga akibat permintaan bahan baku biji kedawung oleh industri jamu yang mencapai 170 ton per tahun. Semua biji kedawung selalu dijual habis ke industri jamu dan masyarakat 15 tahun terakhir ini tidak membantu menyemaikan biji kedawung di habitat hutan alamnya. Padahal pohon kedawung mulai berbuah sekitar umur 20 tahun, sehingga faktor waktu sangat dirasakan sebagai modal untuk konservasi.

Biji hitam, bulat lonjong dan gepeng mirip biji petai ini berkhasiat sebagai obat pencernaan (perut kembung). Industri jamu sering memasukkan kedawung sebagai bahan dasar racikan jamunya. "Biji kedawung merupakan kelompok 10 bahan baku yang terbanyak dibutuhkan industri jamu di Jawa," kata Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Institut Petanian Bogor (IPB), Ervizal Amzu ditengah presentasi disertasi berjudul "SIKAP MASYARAKAT DAN KONSERVASI : Suatu Analisis Kedawung (parkia timoriana) Sebagai Stimulus Tumbuhan Obat Bagi Masyarakat, Kasus di Taman Nasional Meru Betiri', Senin (3/9) di Kampus IPB Darmaga. Komisi penguji sidang terbuka ini terdiri dari Prof.Dr.Ir. Kurnia Sofyan, Dr.Ir.Lilik Budi Prasetya, dan Dr.Ir. Hariadi Kartodihardjo. Penguji dari luar komisi pembimbing : Prof. Dr. Ir. Hadi S. Alikodra dan Dr. Herwasono Soedjito, M.Sc.

Penelitian Amzu bertujuan mengetahui dan mengkaji faktor stimulus yang mendorong sikap masyarakat dan pengelola, untuk melakukan aksi konservasi di TNMB yang diaktualisasikan melalui kasus kedawung. Masyarakat pendarung bermula dari etnis Madura yang pertama kali masuk dan membuka hutan Meru Betiri pada tahun 1917. Umumnya, mereka tidak memiliki lahan pertanian, pekerjaan sehari-hari sebagai buruh tani dan memugut hasil hutan. Biasanya pendurung menginap di hutan 2-5 hari untuk mengumpulkan hasil hutan yang bisa dijual pada tengkulak.

Sikap masyarakat terhadap kedawung selama ini didorong oleh stimulus kuat (evoking stimulus) manfaat ekonomi dan fungsi ekologis. Stimulus ini yang mendorong masyarakat pendarung masuk ke hutan pada bulan Agustus-Oktober untuk mengambil buahnya yang tua. "Sayangnya, stimulus ini tidak mendorong sikap dan aksi konservasi masyarakat di lapangan," kata Staf Pengajar Departemen Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB ini. Hal ini dikarenakan kedawung dianggap bukan satu-satunya hasil hutan non kayu yang penting dan bukan sumber utama pendapatan masyarakat. Beberapa faktor lain, masyarakat pendarung kedawung maupun pemerintah (pengelola taman nasional) belum memahami sifat bioekologi kedawung yang sangat memerlukan bantun manusia untuk mempercepat jumlah populasinya di alam. Masyarakat pendarung kurang memahami sifat-sifat perkembangbiakan kedawung bahkan pengetahuan manfaat kedawung sebagai tumbuhan obat sudah sangat berkurang bagi generasi muda. Hak legal kepemilikan dan hak memanfaatkan dan mengambil buah kedawung masyarakat tidak jelas. Disamping itu nilai-nilai religius dan sosio-budaya tidak menjadi stimulus bagi sikap, kerelaan berkorban dan aksi masyarakat untuk konservasi.

Menurut Amzu, konservasi baru akan terwujud di lapangan dengan syarat bila ketiga kelompok stimulus sudah mengkristal menjadi pendorong sikap dan aksi masyarakat untuk konservasi. Tiga kelompok stimulus itu yakni, stimulus alamiah, stimulus manfaat dan stimulus religius yang disingkat menjadi "TRI-STIMULUS AMAR KONSERVASI" Stimulus alamiah didefinisikan nilai-nilai kebenaran alam, fakta-fakta, fenomena-fenomena dan sinyal-sinyal alam yang harus disikapi serta diperlakukan sesuai dengan karakter setiap spesies sumberdaya alam hayati. Stimulus manfaat diartikan nilai-nilai kepentingan untuk manusia, terutama berguna bagi keberlanjutan hidup fisiologis manusia, diantaranya manfaat ekonomi, sandang, obat dan sebagainya. Adapun stimulus religius bermakna nilai-nilai kebaikan terutama yang ganjarannya dipercaya dan diyakini anugerah dari Sang Pencipta Alam. Stimulus ini antara lain: nilai spiritual, nilai agama yang universal, dosa, pahala, norma, etika, termasuk kearifan sosio-budaya masyarakat tradisional. Stimulus ini mampu mendorong masyarakat untuk rela berkorban melakukan aksi konservasi dan mencegah aksi yang bertentangan dengan konservasi.

Hal ini sudah terbukti dalam penelitian, bahwa generasi Mbah Setomi yang mewakili generasi tua dari masyarakat pendarung di TNMB yang berumur di atas 60 tahun, bahwa "tri-stimulus amar konservasi" telah menjadi sikap dan aksi konservasi kedawung di dunia nyata pada waktu 20 tahun yang lalu dan terjadi konservasi kedawung pada masa itu. Begitu juga "tri-stimulus amar konservasi" terjadi dalam masyarakat adat Toro yang hidup di sekitar Taman Nasional Lore Lindu atau di masyarakat Krui Lampung di hutan damar mata kucing (hutan serpong). "Tri-stimulus amar konservasi" adalah alat yang efektif dapat digunakan dalam pengelolaan sumberdaya alam hayati agar dapat terwujud tujuan ideal dari konservasi, yaitu terpeliharanya dan berkembangnya potensi sumberdaya KEHATI dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. "Hendaknya semua peraturan dan sikap pemerintah yang terkait pengelolaan sumberdaya alam hayati, seperti taman nasional, hutan lindung, hutan produksi dan kawasan-kawasan ekosistem alam lainnya, mencerminkan kristalisasi sikap dan perilaku "tri-stimulus amar konservasi," sarannya. (ris)

 

#$#4c625136b1a06965a44c9a78e8ae717f###3d1641959ece6f580d01699e435474a2###ID###2007-09-11 11:51:09###Sumbangsih Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Rempah Indonesia###

Upaya meningkatkan produksi rempah dan mengembalikan posisi rempah Indonesia dalam perdagangan dunia perlu didukung oleh berbagai pihak yaitu pelaku usaha agribisnis dan agroindustri rempah, peneliti, instansi pemerintah, dan pengguna rempah. Sehubungan dengan itu maka Masyarakat Rempah Indonesia melalui Masyarakat Rempah - Institut Pertanian Bogor (MR-IPB) selenggarakan Semiloka Nasional bertajuk "Sumbangasih Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Rempah Indonesia" dengan lingkup kegiatan Presentasi oral dan diskusi dengan Pemerintah, Asosiasi Pengusaha, Petani dan Peneliti, Penyajian poster, Pameran di Auditorium Toyib Hadiwidjaja, Fakultas Pertanian IPB, Kampus Darmaga, Bogor (10/9).

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk dapat berperan serta dalam pengembangan rempah Indonesia dan diharapkan dapat menginventarisasi dan mengelaborasi usaha perbaikan subsistem hulu hingga hilir maupun kelembagaan perempahan. Selain itu, semiloka ini juga bertujuan untuk saling mempertemukan pemangku kebijakan Dewan Rempah Indonesia (DRI) yang meliputi para pelaku usaha agribisnis dan agroindustri rempah, peneliti, pemerintah, pengguna rempah; mensosialisasikan sebagian penelitian rempah di Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian; dan menyusun arah pengembangan rempah Indonesia.

Menurut para pakar rempah IPB, rempah diartikan sebagai seluruh tanaman aromatik atau bagian tanaman yang digunakan dalam bentuk segar atau kering untuk memberikan rasa, aroma dan warna pada makanan dan minuman. Rempah juga digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, jamu, kosmetik dan industri rokok.

Indonesia termasuk salah satu negara pemasok utama rempah dalam perdagangan dunia terutama untuk komoditi lada, pala, kayu manis, panili dan cengkeh. Terjadi penurunan kontribusi rempah Indonesia dalam perdagangan dunia saat ini. Kendala utama dalam produksi rempah antara lain (1) Tanaman yang sudah tua atau rusak; (2) Teknik budidaya yang diterapkan oleh petani belum baik sehingga menyebabkan rendahnya hasil maupun mutu hasil; (3) Keterbatasan lahan dan modal petani; (4) Terbatasnya akses informasi dan teknologi; (5) Kelembagaan petani dan asosiasi petani belum berperan optimal; (6) Harga produk berfluktuasi; (7) Iklim investasi kurang menarik; (8) Fasilitas perdagangan kurang mendukung, serta (9) Isu kesehatan pangan dan lingkungan yang berkaitan dengan penggunaan pupuk dan pestisida buatan.

Penyelenggara kegiatan yang dihadiri staf pengajar, mahasiswa, peneliti, asosiasi pengusaha, produsen bahan baku , dan pengguna rempah ini akan dipersiapkan menjadi salah satu divisi dari Pusat Studi Biofarmaka - LPPM IPB. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Medan , Bengkulu, Palu , Manado , Jakarta serta Bogor .

Hadir juga Kepala LPPM IPB, Prof. Dr . Ir. Rizal Syarief S., DESS yang memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan Masyarakat Rempah (MR) IPB kepada audiens, Kepala Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB, Prof. Dr. Ir. Latifah K. Darusman, MS. Diundang untuk menjadi keynote speaker Ketua Dewan Rempah Indonesia , Adi Sasono dan Dirjen Perkebunan, Departemen Pertanian, Ir. Achmad Mangga Barani, MM. Diskusi panel pada hari itu menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan diantaranya: Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), PT Martina Berto (Sari Ayu), Wakil Petani Vanilla Banten, Ketua Asosiasi Petani Cengkeh (APCI), Wakil dari Perguruan Tinggi (IPB dan UGM), Pusat Penelitian Biologi LIPI, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.

Menurut GAPMMI, Indonesia baru mengekspor 150 ribu ton/tahun sedangkan kebutuhan pasar dunia saat ini akan obat tradisional, jamur dan rempah-rempah baru, sekitar 600 ribu ton/tahun. "Setiap orang Indonesia rata-rata belanja hanya untuk obat-obatan Rp. 200.000/tahun, maka omzet penjualan obat tradisional Rp. 44 triliun, diperkirakan 10% dari obat-obatan tersebut merupakan Biofarmaka, sehingga nilai ekonomi sebesar Rp 4,5 triliun, maka ini adalah peluang terbuka membangun perekonomian lewat agroindustri," ujar Ir. Tri Wibowo Susilo, MBA, Wakil dari GAPMMI. (zul/nUr) #$#86bb59d0ba3db46c42a690ee4df32a4d###da99aa370c289dfb9bc852a62c7181fb###ID###2007-09-11 14:02:15###SMA 1 Bogor, Juarai Speech Contest ETLARM MSP IPB###SMA 1 Bogor yang diwakili oleh Hanifah Ahmad menjuarai Speech Contest English Tournament for Living Aquatic Resources Management (ETLARM) yang diselenggarakan olah Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, di Departemen MSP, Rabu (5/9) Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Hanifah berhasil menyisihkan 27 peserta lainnya yang datang dari Jabodetabek, Cianjur dan Bandung. Atas kemenangannya Ia membawa pulang uang tunai sebesar 1,5 juta, tropi serta bingkisan lainnya.

Sementara untuk writing contest juaranya jatuh kepada SMA 2 Cimahi Bandung yang diwakili oleh Indri Nurul Badriah. Ia juga membawa pulang uang tunai sebesar 1,5 juta, tropi serta bingkisan lainnya.

Ketua panitia, Ir. Nurlisa Butet, M.Sc., usai kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ETLARM ini merupakan rangakaian Dies Natalis IPB ke 44 dan yang pertama kali dilakukan.

"ETLARM ini baru pertama kali dilakukan, dimana tujuannya adalah membuka wawasan dan memberikan prespektif bagi generasi muda terutama untuk anak SMU. Mungkin untuk kegiatan berikutnya lebih mengarah ke tingkat SMP dan SD," ujarnya.

Bukan itu saja, beliau juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga digelar dengan tujuan untuk menggugah rasa keingintahuan dan kesadaran siswa dan siswi SMU terhadap konservasi sumberdaya perairan.

"Perlu kita ketahui, Indonesia sebagian besar diliputi oleh laut atau sekitar 70% adalah laut, seharusnya masyarakat kita sangat tergantung dengan laut," begitu ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 27 siswa dan siswi SMU yang berasal dari Jabodetabek Cianjur dan Bandung. Sangat disayangkan Cianjur tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Hadir juga pada acara itu, Ketua Departemen manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Dr.Ir Sulistiono, M.Sc. (man)

 

#$#6982a7a0591a17487d4f63f46f0dace4###98a58731c089414f9a21ac90d081e172###ID###2007-09-11 14:03:54###Temu Alumni MSP IPB, Dr. Sulistiono Terpilih Menjadi Ketua HA###Sabtu (8/9), telah diadakan temu alumni Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) di Departemen MSP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Temu alumni ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat hubungan baik antara alumni maupun antara alumni dengan civitas akademik Departemen MSP, terutama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Dalam kegiatan tersebut Kadep MSP, Dr. Sulistiono, M.Sc., terpilih untuk menjabat sebagai Ketua Himpunan Alumni MSP, untuk lima tahun ke depan.

Di ruang kerjanya, Kadep MSP, Dr. Sulistiono menjelaskan, bahwa temu alumni ini dilakukan atas dasar keinginan alumni muda untuk bisa dipertemukan dengan alumni lama, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi.

"Para alumni muda ingin bertemu dengan kakak kelasnya, dengan maksud untuk memperpanjang tali silaturahmi," ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, bahwa dalam kegiatan tersebut dirinya terpilih sebagai Ketua Himpunan Alumni MSP IPB.

"Dengan terpilihnya saya sebagai Ketua HA, mengharapkan, ke depanya akan memiliki program yaitu: membentuk dana abadi, memberikan beasiswa untuk mahasiswa MSP, diusahakan akan membangun asrama khusus bagi mahasiswa MSP, khusus S1, sehingga memudahkan pembinaan akulturasi mahasiswanya," ujarnya.

Beliau menjelaskan, sejarah Departemen MSP tidak terlepas dari sejarah berdirinya FPIK (dulu dinamakan Fakultas Perikanan yang disingkat Faperikan) yang berdiri sejak tahun 1963.

Pada periode 1963-1966, terdapat dua jurusan yaitu Perikanan Darat dan Perikanan Laut. Pada tahun 1966, Faperikan membentuk 2 departemen, yaitu Departemen Hidrobiologi dan Departemen Tata Produksi Perikanan.

Departemen Hidrobiologi membawahi lima bagian yaitu Limnologi, Oseanografi, Iktiologi, Biologi Laut dan Planktonologi. Pada tahun 1979, didirikan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP).

Pada tahun 1982, Faperikan membentuk lima jurusan, salah satunya adalah Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), yang merupakan gabungan dari bagian Biologi. (man)

#$#a016056538210a774c6596a332469585###1e04adecdfdc20862b2cc8421ee32453###ID###2007-09-13 09:43:13###IPB Anugerahi Sumet Jiaravanon Gelar Doktor Hanoris Causa###

Institut Pertanian Bogor (IPB) menganugerahkan gelar Doctor Hanoris Causa (Dr.H.C) pada Chairman Charoen Pokphand Group, Sumet Jiaravanon atas dedikasi, ketekunan, keberhasilan yang luar biasa di bidang manajemen agribisnis. Pemberian gelar tersebut dilangsungkan di tengah Acara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap I Tahun Akademik 2007/2008 dan Penganugrahan Doctor Honoris Causa, Rabu (12/9) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

Dalam pidato sambutannya, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik berharap, semoga ketekunan, kesabaran dan dedikasi Sumet Jiaravanon dapat menjadi contoh dan teladan bagi generasi kini, termasuk para wisudawan. "Sumet telah membuktikan bahwa pertanian adalah bidang yang sangat menjanjikan masa depan yang sangat tepat. Pertanian bukan merupakan bidang yang seperti digambarkan selama ini, yang kumuh, kotor dan miskin."

Melalui perusahaan Charoen Pokphand Group yang dipimpinnya, Sumet Jiaravanon telah menunjukkan, pertanian bukan hanya sekedar aktivitas on farm saja, melainkan juga meliputi seluruh kegiatan agrobisnis, agroindustri dan agroservices baik pada bidang pertanian, perikanan maupun peternakan. "Sumet Jiaravanon menunjukkan kepada kita bahwa pengembangan pertanian memerlukan berbagai disiplin ilmu baik ekonomi, menajemen, bioteknologi, ilmu komputer, budidaya pertanian dan sebagainya. Ilmu-ilmu tersebut semuanya ada di IPB dan seluruh wisudawan yang dilantik pada hari ini telah mendapatkannya," lanjut Rektor IPB.

Lebih lanjut dikatakannya, pada setiap usahanya, Sumet selalu mengikutsertakan petani. Saat ini sebagian besar bahan baku industrinya diperoleh dari petani melalui program kemitraan. Kepeduliannya terhadap lingkungan sosial melalui program-program Corporate Sosial Responbility (CSR) juga dinilai sangat baik.

"Sengaja penganugerahan Dr H.C. kepada Sumet Jiaravanon bersamaan dengan wisuda S1, S2 dan S3, untuk memberikan contoh yang baik dan memberikan motivasi kepada seluruh wisudawan agar jangan ragu-ragu terjun ke dunia pertanian. Pada masa-masa mendatang, diharapkan lahir Sumet-Sumet baru terutama dari IPB," harap Rektor IPB di hadapan seluruh hadirin.

Selanjutnya, Ketua Promotor Dr.H.C, Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira membacakan pidato promosi Senat Akademik dan Dewan Guru Besar IPB mempromosikan Sumet mendapatkan gelar D.H.C. "Kiprah yang begitu mengesankan, ketekunan Sumet dalam meneliti dan mengimplementasikan penelitiannya. Kegigihan dalam berusaha, keberhasilan yang telah ditunjukkan selama ini serta sikap diri yang rendah hati, membuat IPB tergugah dengan sosok Sumet Jiaravanon," jelas Sjafri. Senat Akademik dan Dewan Guru Besar menilai Sumet Jiaravanon pantas dan layak mendapatkan gelar Dr H.C. dari IPB

Sumet dalam orasi singkatnya yang berbahasa Mandarin mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan IPB padanya. Ia mengatakan Indonesia sangat berpeluang menjadi pemasok makanan penduduk Indonesia dan dunia.
Pada Upacara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap I Tahun Akademik 2007/2008 sekaligus dalam rangka Dies Natalis IPB ke-44 tersebut, IPB mewisuda dan menganugerahkan Ijazah kepada 1152 lulusan yang terdiri 68 lulusan bergelar Doktor, 106 lulusan bergelar Magister sains, 38 lulusan bergelar Magister Manajemen (MM), 8 lulusan bergelar Magister Profesional (MP), 2 lulusan Magister Information Technology (MIT), dan 930 lulusan bergelar Sarjana dari 8 Fakultas. "Para wisudawan langsung bisa bergabung dalam Himpunan Alumni IPB Pusat dan daerah untuk ikut serta membangun nusa dan bangsa," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni(DPP HA) IPB, Ir. Nelly Oswini.

Dalam kesempatan yang sama, IPB juga memberikan penghargaan pada lulusan terbaik antara lain; Dewi Kartika Puri (Fakultas Pertanian), Lidia Ilhami (Fakultas Kedokteran Hewan), Ana Chandra Sari (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Komarudin (Fakultas Peternakan), Rakhmat Kurniawan (Fakultas Kehutanan), Mona Fitria (Fakultas Teknologi Pertanian), Mutiha Panjaitan (Fakultas Matemátika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Arie Jayanthi Fitria (Fakultas Ekonomi dan Manajemen), Dyah Weny Respatie (Magíster Sains), Ita Puspita Endah (Magíster Manajemen Agribisnis), Antón Setyo Nugroho ( Magíster Profesional), Hendi Setiyatwan (Program Studi Doktor). (ris/nUr)

#$#0b4efe275a0b4906fa14f7892ca893a1###8228ee37956898bdc385b7e4494285eb###ID###2007-09-14 09:25:35###Peran Penting Intelektual dalam Penyelamatan SDA dan Energi###

Hasil-hasil penelitian yang dihasilkan khalayak akademisi perguruan tinggi atau lembaga penelitian masih belum bisa dinikmati merata masyarakat. " Sosialisasi hasil penelitian masih terkesan eksklusif, hanya bisa dinikmati sebatas kalangan sesama akademisi atau industri melalui proses perkualiahan, seminar ilmiah dan penerbitan jurnal saja, " ungkap staf Pengajar Metalurgi Departemen Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Surabaya (ITS), Widyastusi, ST, MSi dalam Lokakarya Reposisi Peran Intelektual dalam Penyelamatan Sumberdaya Alam Menuju Kemandirian Bangsa yang digelar Forum Wacana Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (8/9) di Gedung Alumni Kampus IPB Barangsiang.

Sosialisasi akan lebih merata jika pemerintah memiliki political will untuk menghubungkan lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri strategis dan masyarakat. " Indonesia menderita potential lost teknologi sekitar 750 juta dollar akibat tak terserapnya teknologi dan lemahnya political will pemerintah," kata Wiwit, demikian perempuan ini disapa. Selain teknologi, Indonesia mengalami problematika pengelolaan energi. Energi tersentralisasi dalam skala besar di Jawa. Suplai energi Indonesia terbesar berasal dari bahan bakar fosil, adapun pengembangan energi alternatif lain masih mengalami kendala, lanjut Wiwit. Dua pembangkit listrik bermasalah dan menyebabkan perusakan lingkungan dan kemiskinan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Umumnya, PLTA berupa bendungan-bendungan raksasa yang menggusur ribuan orang PLTA menghasilkan listrik sedikit (7,5 persen) dari total energi yang dibangkitkan, merusak bentang alam dan ekosistem setempat. Disamping itu menimbulkan bencana banjir di wilayah intake seperti di Cirata dan Saguling. Mahasiswi S3 Universitas Indonesia ini mengusulkan mengembangkan energi alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di beberapa tempat. "Walau menuai kontra, namun sebenarnya nuklir sangat efektif dan efesien menggantikan energi lain."

Berdasarkan informasi Fraser Institute Annual Survey of Mining Companies 2004/2005, kekayaan mineral Indonesia (termasuk uranium) nomer 6 dari 64 negara produsen terbesar mineral dunia. Dari sisi efesiensi, dengan sedikit bahan bakar nuklir bisa menghasilkan energi sangat besar dibanding sumber energi lain. Setiap kilogram nuklir menghasilkan 50.000 kilo Watt hour, sedangkan satu kilogram batubara menghasilkan 3 kilo Watt hour dan minyak bumi 4 kilo Watt hour.

Staf pengajar Departemen Teknik Fisika Nuklir, Universitas Gajah Mada (UGM), Dr. Andang Widi Harto, MT menambahkan tantangan pengembangkan reaktor nuklir baru di Indonesia diantaranya diversifikasikan penggunaan energi nuklir (pembangkitan listrik, produksi Hidrogen, gasifikasi biomassa, gasifikasi batubara, desalinasi, proses kimia endotermik, pemanasan). "Desain PLTN sekarang menjadi terlalu boros penggunaan bahan bakar dan memunculkan masalah limbah radioaktif. Ditambah standar keselamatan nuklir lebih tinggi, biaya pembangkitan energi yang tinggi dan diversifikasi mode operasi."

Terkait pengelolaan sumberdaya alam (SDA) hayati khususnya hutan, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Chalid Muhammad menguraikan ada tiga masalah mendasar kehutanan . "Ketiga masalah tersebut yakni kegagalan pemerintah untuk menghormati hak-hak masyarakat terhadap hutan, kapasitas yang berlebih dari industri yang ada dan korupsi yang menyebar sedemikian parah pada sektor kehutanan." Dalam presentasinya Chalid membeberkan fakta parahnya kerusakan hutan, wilayah pesisir, pantai dan krisis air serta sungai yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia.


Beberapa hal yang bisa dilakukan segera oleh intelektual, staf Pengajar Ilmu Pengelolaan Sumbedaya Alam dan Pesisir IPB Dr. Ir. Arya Hadi Dharmawan, MSc.Agr diantaranya pemberdayaan lingkungan di aras makro dan mikro, reformasi etika lingkungan, dan pengembangan riset-aksi lingkungan. " Pemberdayaan di aras makro bisa ditempuh dengan cara membangun komunikasi politik dan jejaring organisasi lingkungan, advokasi politik yang menghasilkan undang-undang bernafaskan 'pro-hijau,'" tandas Arya. Sementara pemberdayaan lingkungan di aras mikro melalui pembangunan desa siaga lingkungan, sebagai kawasan binaan dan wadah elaborasi akademik sesuai kebijakan otonomi daerah. Lokarya ini dibuka oleh Ketua Forum Wacana IPB, Dr.Ir. Nirwan Sahiri, M.Si. (ris)

#$#303eebaada305434a4c96895124e5ed3###352d3faa7f9901b3746ba671630c028a###ID###2007-09-14 12:01:04###Bunga Rampai Kegiatan FALCON FEM IPB###

 Dalam rangka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-44, Departemen Agribisnis,  Fakultas Ekonomi,  IPB menyelenggarakan rangkaian acara Future Agribusiness Leader Conference (FALCON) pada tanggal  5-6 September. Tujuan rangkaian kegiatan FALCON untuk membangun sense of agribusiness, menumbuhkan minat berwirausaha di bidang agribisnis generasi muda, dan menciptakan calon pemimpin agribisnis di masa depan.  FALCON terdiri dari tiga segmen acara yaitu Agribusiness Debate in English for Senior High School Students, Seminar Membangun Reputasi Bisnis: Re-Branding Pertanian Indonesia dan Young Agripreneur Awards.

A. Agribusiness Debate in English for Senior High School Students

dscn3278_120Lomba debat agribisnis yang diikuti 38 tim pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi, Sukabumi, Cianjur,  dan Bandung (JABODETABEKSUCIBA) dihelat Rabu (5/9) di Kampus IPB Barangsiang. Lomba ini  menggunakan system full competition yang terdiri dari babak penyisihan, semifinal dan final. Mosi yang diangkat dalam perlombaan ini antara lain; rice policy, biofeul, illegal Logging/fishing dan global warming.

Juara I lomba debat ini diraih tim SMAN I Depok  yang terdiri dari Bramesada Prasastyoga dan Caroline Silalahi. Juara I berhak memboyong piala, uang tunai Rp. 3 juta, dan berkesempatan menjadi mahasiswa Departemen Agribisnis, FEM IPB. Nugroho Haryoputro dan Firdania Novica dari Tim SMA Plus Pembangunan Jaya Tangerang meraih juara II dan berhak membawa pulang  piala serta uang tunai Rp 2 juta. Refita Putriana dan Ikhsan Nurazad tim dari SMAN 28 Jakarta meraih juara III dan berhak atas piala serta uang tunai Rp 1 juta.

B. Young Agripreneur Awards

Young Agripreneur Awards, salah satu bentuk penghargaan  FEM IPB kepada young agripreneur di bidang agribisnis (perikanan, pertanian, dan peternakan. Kegiatan ini bertujuan mencari tokoh wirausaha agribisnis yang dapat menjadi inspirasi bagi calon-calon wirausaha agribisnis baru. penyerahan_young_agripreneur_award_kpd_drh._hari_wibowo_120

Dari nama-nama yang dicalonkan seperti drh.Hari Wibowo (Kelompok Duta Technovet), Fina Rosdiana (PT.Perkebunan Nusantara VIII Goalpara), Kiki Hendarsyah dan Alex Yordanto (Kirana Orchids), Priatmana Muhendi (Primatani), Hartono (Hartono Farm), H. Wildan Mustofa (PD. Hikmah Farm), Ir. H.Heppy Trenggono, M.Kom (PT. Balimuda Persada Group), diputuskan berdasarkan tim pinalis penilai, drh. Hari Wibowo terpilih sebagai penerima Young Agripreneur Award.  Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Deputi Menteri Bidang Pertanian dan Kelautan, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Bayu Krisnamurthi, MS dalam acara Seminar Reputasi Bisnis.

C. Seminar Nasional Membangun Reputasi Bisnis: Re-Branding Pertanian Indonesia

Seminar semarak ini dilaksanakan sebagai puncak rangkaian acara FALCON. Seminar yang terselenggara berkat kerjasama Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dengan Departemen Agribisnis FEM IPB ini digelar Kamis (6/9) di IPB International Convention Center Baranang Siang. Acara dibuka Wakil Rektor I IPB, Prof. Dr. Ahmad Chozin.  Acara yang dimoderatori Ir.Lusi Fausia, M.Ec ini menghadirkan pembicara Handaka Santosa (Ketua Asosiasi Retailer Indonesia), Heka Hertanto (Direktur Artha Graha Peduli), Bryan Tilaar (Presiden Direktur Martha Tilaar Group), dan Danier Surya (Country Director Enterprise Identity Groups). Dalam seminar ini disimpulkan branding pertanian merupakan sebuah keharusan dan diperlukan sebuah komitmen besar dalam membangunnya. (ris)

 

pembicara_bersama_ibu_lusi_sebagai_moderator_400

#$#4493f95dacede015778fd8a00d80f03e###d0b58baf916ae7e272831a3572c5b560###ID###2007-09-17 09:18:19###Purnabakti Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, Bertepatan Ultah ke 65###


Purnabakti Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, yang jatuh pada hari Senin (10/9), di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 65, beliau lahir di Sumbawa Besar, tanggal 10 September 1942 lalu.

Purnabakti tersebut digelar dalam Seminar sehari, bedah buku dan temu alumni dengan tema "Energi Terbarukan untuk Mendukung Pembangunan Pertanian dan Pedesaan," dalam rangka purnabakti Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah di IPB yang diselenggarkaan oleh, Bagian energi dan elektrifikasi Pertanian, Departemen Teknik Pertanian, Fakutas Teknologi Pertanian, IPB. Didukung oleh, Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika - LPPM IPB, dan Balai Besar Teknologi Energi - BPPT.

Hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fateta IPB, Dr. Anas M. Fauzi, serta beberapa pejabat teras Fateta IPB lainnya. Hadir juga sekitar 7 orang profesor dari Jepang, salah satunya dari University of Tokyo, Prof. Dr. Yasuyuki Sagara.

Dalam sambutannya, Dekan Fateta mengatakan, bahwa Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah merupakan sosok yang penuh dengan ide-ide cemerlang.

Menurut dekan, pemikiran-pemikiran mengenai Energi Terbarukan (ET) harus tetap dikembangkan sehingga dapat diaplikasikan kepada masyarakat luas.

"Pemikiran ET harus terus berkembang sehingga dapat diaplikasikan kepada masyarakat, terutama untuk mendukung pembangunan pertanian dan pedesaan," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah dalam Special Lecture memaparkan tentang tulisannya yang berjudul, "Establishment of Research Laboratory Under Indonesian Higher Education Set Up-From Laboratory to Practical Applications."

Tentang Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah
Telah kita ketahui bahwa, Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, IPU dilahirkan di Sumbawa Besar, tanggal 10 September 1942. Mendapat gelar Bachelor of Science pada tahun 1967 dan Master of Science pada tahun 1970 dalam bidang Agricultural Engineering di Tokyo Unversity of Agriculture and Technology, dan kemudian memperoleh gelar doktor pada bidang yang sama di University of Tokyo. Sejak tahun 1977 bekerja sebagai dosen di Jurusan Mekanisasi Pertanian (sekarang departemen Teknik Pertanian) fakultas teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Selama bertugas di IPB pernah menduduki beberapa jabatan penting, seperti Pembantu Rektor V; Pembantu Dekan Fakultas Pascasarjana; Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Teknik Untuk Pertanian Tropika (CREATA); dan Kepala Lab. Energi dan Elektrifikasi Pertanian, Jur. Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Sejak tahun 2006 menjabat sebagai Rektor Universitas Dharma Persada, Jakarta.
Terlibat dalam banyak kegiatan profesi dan menduduki jabatan dalam beberapa organisasi profesi baik nasional maupun internasional seperti Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII), Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Dewan Riset Nasional Bidang Energi Terbarukan, International Commission of Agricultural Engineers (CIGR), American Society of Agricultural Engineers (ASAE), International Society for Southeast Asian Agricultural Sciences (ISSAAS), Asian Association of Agricultural Engineering (AAAE), dll.

Inovasi yang dihasilkan antara lain pengeringan dengan efek rumah kaca dan penyimpan dingin produk pertanian dengn radiasi nokturnal. Beliau juga mengusulkan konsep unit pengeolahan skala kecil (UPSK) menggunakan sumber energi terbarukan untuk mengolah berbagai produk pertanian di pedesaan. Rancangan yang dihasilkan telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia untuk pengeringan kopi, kakao, ikan laut, serta alam, dendeng jantung pisang, dan benih serta pendinginan sayuran dan buah-buahan. (man)


Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah

Nama : Kamaruddin Abdullah
Tempat dan Tanggal Lahir : Sumbawa Besar, 10 September 1942
Pendidikan : - 1967: BS. Agricultural Engineering, Tokyo University
of Agriculture and Technology.
- 1970: MS. Agricultural Engineering, Tokyo University
of Agriculture and Technology.
- 1967: Dr. Agricultural Engineering, Tokyo University
of Tokyo.

#$#592e59c5eea111a4000aefcd6984ebb4###9fcbde319e7ccf8a4bd3ddc0a7df5847###ID###2007-09-18 11:44:45###Departemen Arsitektur Lanskap akan Melakukan Aksi Program Hijau di Pekarangan Sirngalih pagentongan Bogor dan Kampung Setu Babakan Jakarta###

Setelah Beberapa Tahun Melakukan Penelitian Tentang Struktur Dan Lanskap Pekarangan Di Berbagai Daerah Aliran Sungai, Antara Lain Pada Wilayah DAS Ciliwung-Cisadane, Yaitu Kampung Sirnagalih & Pagentongan Di Bogor, Serta Kampung Setu Babakan Di Jakarta. Dengan Dukungan Dana Dari Social Marketing  Erhalogy, Yaitu Perusahaan Yang Bergerak Di Bidang Farmasi Maka Departemen Arsitektur Lanskap Mendapat Kesempatan Untuk Mengimplementasikan Kegiatan Penghijauan Dan Penanganan Sampah Domestik Di Dalam Pekarangan.

Kegiatan Ini Juga Dikaitkan Dengan Program Implementasi Biopori Yang Akan Dikenalkan Kepada Masyarakat Di Dua Kampung Di Bogor Dan Di Jakarta Tersebut. Diharapkan Mereka Akan Memiliki Budaya Menangani Sampah Rumah Tangganya Di Dalam Pekarangan Sendiri Dengan System Daur Ulang, Karena Kompos Yang Dihasilkan Dapat Digunakan Untuk Tanaman Pekarangan.  Selain Mengatasi Permasalahan Sampah Padat, Lubang Resapan Ini Akan Dapat Juga Menyimpan Sebagian Air Hujan Yang Jatuh Di Pekarangan. Permasalahan Lingkungan Memang Sebaiknya Tanggung Jawab Kita Semua, Dan Mari Dimulai Dari Unit Terkecil Yaitu Keluarga Di Rumah Tangga, Ungkap Prof. Hadi Susilo Arifin, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Dalam Sambutannya Saat Penandatanganan Kerjasama Dengan Erhalogy Pada 11 September 2007 Bertempat Di Ruang Sidang ARL, Kampus IPB Darmaga. Dalam Acara Ini, Pihak Erhalogy Di Wakili Oleh Salah Satu Manajernya, Yaitu Bapak Richard Robot. Program Penghijauan Dan Penanganan Sampah Pekarangan Hingga Evaluasi Hasil Akan Dilaksanakan Setelah Lebaran Selama Sekitar 5 Bulan. Ir Kamir Kamasubrata, MS Sebagai Ahli Dan Penemu Teknik Biopori Akan Bersama-Sama Dr. Tati Budiarti Dan Dosen Lainnya, Serta Didukung Oleh Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (HIMASKAP) Melakukan Penyuluhan Dan Aksi Di Kampung Sirnagalih Pagentongan Dan Kampung Setu Babakan.

#$#fc7ddf0ba4109ead0c823546b4588de6###2a853e3178611615cdde0b3843c567b0###ID###2007-09-18 11:46:22###Studium General Awal Semester Di Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian - IPB###

Seperti semester-semester sebelumnya, pada awal Semester Ganjil 2007/2008 Departemen Arsitektur Lanskap menggelar Studium General dengan topik ”Future of Landscape Ecology: Perspective in Monsoon & Tropical Asia” mengawali perkuliahan bagi mahasiswa Program Doktor, Master dan Sarjana. Pembicara yang diundang adalah Prof. Nobukazu NAKAGOSHI dari Hiroshima University Jepang. Beliau adalah ahli di Bidang Landscape Ecology, dan sebagai Vice President of International Association of Landscape Ecology.

Acara dipandu oleh Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian – IPB, Prof. Dr Ir Hadi Susilo Arifin, MS, yang saat studi di Okayama University Jepang juga mendapat bimbingan penelitian dari Prof. Nakagoshi secara tidak langsung. Materi kuliah meliputi faktor-faktor ekologi lanskap yang meliputi struktur, fungsi dan perubahan/dinamika lanskap mulai dari lanskap pertanian di perdesaan – lanskap kota, lanskap pantai – pegunungan berbasis DAS, lanskap alami – buatan yang mencakup lanskap hutan, ekosistem dan konservasi alam hingga lanskap budaya. Contoh-contoh pembahasan berdasarkan pengalaman riset di Jepang, Jerman, Vietnam, Thailand, Philipines, Malaysia juga Indonesia. Diskusi cukup hangat karena keragaman hadirin yang terdiri dari staf pengajar dari Departemen Arsitektur Lanskap, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan juga mahasiswa S2/S3 dari Program Studi Arsitektur Lanskap, Agronomi, Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan program studi terkait, juga mahasiswa S1 Departemen Arsitektur Lanskap.

Acara ditutup dengan pertukaran karya publikasi ilmiah antara kedua belah pihak. 12 reprints publikasi ilmiah pada aspek ”landscape ecology” yang ditulis Prof. Hadi Susilo Arifin dan diterbitkan dalam international journal/book seperti Springer, Kluwer, dan lain-lain  serta 3 buku ”gardening” disampaikan kepada Prof. Nakagoshi, dan sebaliknya Prof. Nakagoshi juga menyampaikan beberapa reprint publikasi jurnal yang ditulisnya serta buku yang berjudul ”Landscape Ecological Applications in Man-Influenced Areas”. Setelah acara Studium General, dilakukan pertemuan dengan Dekan Fakultas Pertanian IPB untuk perencanaan kerjasama dalam Double Degree for Master Program antara Fakultas Pertanian IPB dengan Graduate School for International Development and Cooperation. Dan dilanjutkan peninjauan ke lokasi riset Departemen Arsitektur Lanskap di bidang Landscape Ecology and Management di hulu DAS Cisadane.

#$#d49b48c119e35dad7b57f39e6c147b38###d70bd98b9a73c946060ca0f1714ee31b###ID###2007-09-18 13:57:39###Populasi Badak Sumatera Tinggal 300 Ekor###

 Badak sumatera sangat terancam punah. Saat ini populasi badak Sumatera hanya tinggal 300 ekor dengan tingkat penurunan populasi sangat tinggi yakni 50 persen dalam satu dekade terakhir. "Pada tahun 2007, jumlah badak sumatera di penangkaran  juga sangat sedikit hanya sembilan ekor yang tersisa. Program penangkaran pun dinilai belum berhasil. Sudah satu abad yang lalu, program penangkaran baru menghasilkan 3 keturunan," ungkap Mahasiswa S3 Program Studi Reproduksi Biologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Agil di dalam disertasinya bertajuk ' Reproduksi Biologi Badak Sumatra ( Rhinoceros dicerorhinus sumatrensis)".

Kegagalan program pengembangbiakan badak sumatera terutama disebabkan sangat terbatasnya pengetahuan tentang biologi badak sumatera. Belum adanya metode tepat untuk memonitor status reproduksi badak sumatera. Hal inilah yang melatarbelakangi Muhammad Agil untuk mempelajari fungsi reproduksi dasar untuk pengembangan monitoring status reproduksi, siklus dan status kesuburan  badak jantan, gambaran hubungan antara parameter hormon reproduksi dengan perubahan perilaku seksual dan tanda-tanda siklus estrus (mentruasi).

Dari hasil penelitiannya, Staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB  ini memperoleh informasi, badak betina mengekresikan hormon estrogen lebih banyak melalui urin (67,8 persen) dibandingkan melalui feces (32,2 persen), sedangkan hormon progesteron hampir semuanya dieksresikan melalui feces (9,4 persen).  Metabolit estrogen mengandung oetradiol -17 beta glucuronide dan oestrone dalam feces. Sedangkan metabolit progesteron dalam feces mengandung diantaranya pragnanediol, 5-reduce 20-oxo pregnane. 

 Perilaku kawin (mating behaviour) bisa diamati apabila folikel mencapai ukuran diameter 19-25 milimeter. Studi ini menghasilkan data pertama kali tentang karakterisasi ejakulasi segar badak jantan.  Kombinasi metode koleksi semen  Accessory Gland Massage (AGM), Penile Massage (PM) dan Artificial Vagina (AV) menghasilkan stimulasi ejakulasi tertinggi. Dibandingkan badak lain, volume ejakulasi dan konsentrasi sperma hasil koleksi dengan metode serupa pada badak sumatera lebih rendah. " Hasil  analisa semen badak sumatera jantan  menunjukkan potensi reproduksinya rendah. Hal ini ditandai adanya kejadian oligozoospermia yang diakibatkan konsentrasi spermanya dan volume ejakulasinya rendah," kata Agil. Inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa sulit terjadi pembuahan telur badak betina.

Menurutnya, metode monitoring status reproduksi non invasif yang  dikembangkannya juga dapat digunakan untuk mengevaluasi karakteristik fungsi reproduksi badak sumatera, seperti siklus menstruasi, deteksi kebuntingan dini, memonitor masa kebuntingan , mengetahui kelainan fungsi reproduksi. "Metode tersebut  juga bisa mendukung program konservasi badak sumatera," katanya. Penelitian ini dibawah bimbingan komisi pembimbing yang terdiri dari  Dr. Bambang Purwantara, Prof. Hadi S. Alikodra, Prof. J.kKeith Hodges, dan prof. Mozes R.Toelihere.  (ris)

#$#5c3d1e7027730ffb350c287eecc46578###00908e3efeb0084af9e5a8a579799089###ID###2007-09-19 12:51:07###Lima Mahasiswa IPB Terima Beasiswa Korindo###Lima orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima beasiswa dari Yayasan Korindo, Selasa (18/9), di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Bogor. Ketua Yayasan Korindo, Mulyawijaya, didampingi Wakil Rektor III IPB, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr, menyerahkan secara langsung beasiswa tersebut.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Riesya Puspita, Claudia Stephani, Nur Fadhilah Syahrawi, Aswita Lewenussa, dan Budiyanto. Mereka berasal dari Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Mudah-mudahan hubungan ini akan menjadi lebih, baik bagi IPB dan Korindo, khususnya di bidang pendidikan," jelas Mulyawijaya saat memberikan sambutannya. Disebutkan juga, selain IPB, Yayasan Korindo telah memberikan beasiswa serupa kepada perguruan tinggi lainnya seperti, UGM, Unpad, UI, dan Unhas.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., menjelaskan dalam sambutannya, bahwa mahasiswa IPB tidak hanya diberi pendidikan formal, namun juga diberikan pendidikan softskill sebagai penunjang.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan dan Kepala Bidang Penelusuran Minat dan Bakat, Bambang Riyanto, SPi, M.Si.

Kegembiraan kelima mahasiswa tersebut sangat jelas terlihat, hal ini terungkap saat Aswira Lewenussa, mahasiswa asal Sorong, Papua menyatakan ungkapan terima kasihnya.

"Terimakasih kepada IPB dan Korindo, karena dengan beasiswa ini, pendidikan saya tidak terhambat, dan saat sudah lulus nanti, saya ingin kembali ke daerah untuk membangun tanah kelahiran saya" ujarnya di hadapan forum. (ccp/zul/man)

#$#f1cc7ab18d7cad0e4236c0b6eb68482c###bb04dce93f91fd5990471384b101bcbc###ID###2007-09-19 14:29:02###MAN Insan Cendekia Serpong Juara Umum dalam Pesta Sains 2007 IPB###

SMAN 1 Way Japara Lampung, SMAN 1 Cianjur, SMAN 1 Singaraja, SMAN 1 Depok, SMAN 1 Pamengkasan, MAN Insan Cendekia, SMAK Bogor, dan SMAK St. Louis Surabaya masing-masing meraih medali emas dalam delapan kompetisi sains di ajang bergengsi yang berjudul Pesta Sains 2007 IPB. Berurut dari pertama, adalah juara pertama lomba jajak pendapat statistika, meteorology interaktif, lomba cepat tepat biologi, chemistry challenge, matematika ria, programming competition, kompetisi fisika dan lomba karya ilmiah popular. Atas prestasi itu, masing-masing pemenang berhak membawa pulang Piala Menteri Pendidikan Nasional yang cukup megah.

Adalah Fakhri Rasyidi, siswa MAN Insan Cendekia, yang menjadi juara pertama dalam programming competition, selain itu tim lain dari MAN Insan Cendekia juga menyabet gelar juara dua dalam kategori yang sama, juara tiga dalam chemistry challenge, dan juara tiga dalam lomba cepat tepat biologi. Empat kemenangan yang diraih mengukuhkan MAN Insan Cendekia menjadi juara umum dalam kegiatan yang digelar di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Darmaga (7-8/9).

Disusul kemudian SMAN 1 Depok, tiga timnya berhasil menggondol juara pertama untuk lomba karya ilmiah popular dan juara kedua, ketiga untuk kompetisi sains meteorologi interaktif.

Pesta Sains 2007 IPB dengan tema Spreading Science Through The Nation kali ini kembali diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB. Kembali mengulang sukses tahun lalu, lebih dari 700 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sekolah Indonesia di beberapa Negara di Asia Tenggara, tahun ini hadir menjadi peserta. Pesta Sains merupakan ajang kompetisi tahunan yang terbilang bergengsi. Hal ini dilihat dari antusiasme para siswa dari berbagai daerah untuk menjadi pemenang pada kegiatan ini.(zul/nur)

 

#$#717b0a75168b211b00ac0b1a9bf4536c###76cb6a8a3ae43c834e360437df464c18###ID###2007-09-25 11:36:12###Bakal Tanaman Nilam Hasil Iradiasi Sinar Gama###  Indonesia, negara pemasok 90 persen kebutuhan minyak atsiri nilam dunia. Umumnya minyak nilam berasal dari tiga jenis tanaman yaitu nilam aceh (Pogostemom cablin Benth), nilam jawa (P.hortensis Backer) dan nilam kambang atau sabun (P.heyneanus).  Nilam aceh paling banyak dibudidayakan petani karena hasil minyak atsirinya  tinggi (lebih dari 2.5 persen). Kekurangannya, tanaman ini sangat peka terhadap kekeringan.  Kekeringan  bisa menurunkan produksi nilam. Hingga kini belum ada klon yang relatif toleran cekaman. ”Masalah yang dihadapi dalam perbaikan klon atau populasi nilam adalah rendahnya variabilitas (keragaman) genetik,” ujar  Mahasiswa S3 Program Studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Kadir.  B elum ada informasi dan penelitian mengenai tanaman nilam toleran cekaman kekeringan. ”Tanaman nilam toleran terhadap  kekeringan dibutuhkan dalam upaya mengembangkan tanaman nilam pada lahan kering yang luasnya diperkirakan 55.619 juta hektar,” kat Abdul. Petani  umumnya membudidayakan nilam Aceh. Jenis ini tidak berbunga, sehingga menyempitkan keragaman genetik dan kesulitan pembentukan genotipe atau jenis baru.  Usaha memperoleh tanaman nilam baru, sesuai sifat yang diiginkan hanya bisa dilakukan melalui mutasi  seperti mutasi in vitro, penggunaan mutagen fisik (iradiasi sinar gamam atau fusi protoplast).    Hal inilah yang mendorong Abdul Kadir meneliti klon (calon) tanaman nilam dengan menggunakan  teknik iradiasi sinar gamma dan seleksi in vitro. Hasil penelitiannya menunjukkan iradiasi sinar gamma dan seleksi in vitro meningkatkan sifat toleransi tanaman nilam dari peka menjadi agak toleran. Namun Kadir tidak menemukan populasi somaklon dengan kriteria toleran.  ”Melalui analisis individu (nomor) somaklon, diperoleh 11 nomor dengan kriteria toleran dan terdapat 7 nomor somaklon yang mempunyai kadar minyak 3.27- 3.76 persen,” tutur Kadir. Populasi somaklon agak toleran (moderat) cekaman kekeringan meningkatkan kandungan prolin lebih tinggi dibandingkan somaklon yang peka. Nomor somaklon yang dikategorikan toleran dan moderat mempunyai rataan lebar, panjang  serta stomata lebih rendah dibandingkan nomor somaklon peka.  Penelitian Kadir dibawah komisi pembimbing antara lain Dr. Ir Surjono Hadi Sutjahjo, Prof.Dr. G.A. Wattimena, dan Dr.Ir.Ika Mariska.  (ris) #$#3bedf8954bc9e2d3280084c922e49b45###3fbc6368e23f4df516a40c930239992c###ID###2007-09-26 10:54:36###Tujuh Mahasiswa IPB Terima Beasiswa Metrodata###Tujuh orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menerima beasiswa Metrodata, dalam acara "Serah Terima Bieasiswa Metrodata" Selasa (25/9) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Mereka adalah, Lenny Siahaan, Mutiara Dewi, Agus Satrio Budi dari Jurusan Agribisnis , Eryk Andreas dari Jurusan Teknologi Produksi Ternak, Sahroni dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Lisa Paheda dari Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan, dan Wakid Mutowal dari Jurusan Teknik Pertanian.

"Kelebihan beasiswa Metrodata adalah memberikan beasiswa hingga para mahasiswa lulus dan medapatkan gelar, asalkan IPK nya sesuai dengan yang kita harapkan," begitu ujar Division Manager Metrodata, Andreas Sidu Dharma pada sambutannya.

Beliau menjelaskan, kerjasama pemberian beasiswa ini sudah terjalin dengan IPB sejak tahun 1999. Menurutnya ada sekitar 70 mahasiswa dari 6 universitas negeri dari seluruh Indonesia yang mendapatkan beasiswa ini. Dari 70 tersebut sudah 30 mahasiswa yang lulus sisanya masih kuliah.

"Saya berharap beasiswa ini bisa mendukung mahasiswa untuk belajar lebih fokus sampai lulus kuliah,"ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., dalam sambutannya mengharapkan, selain pemberian beasiswa , Metrodata juga agar dapat melakukan recruitment bagi mahasiswa IPB.

"Apabila Metrodata menginginkan tenaga baru, kita bisa menyiapkan sesuai dengan kulifikasi yang diperlukan," ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Penelusuran Minat dan Bakat, Bambang Riyanto, SPi, M.Si., serta pejabat teras IPB lainnya.

Kegembiraan ketujuh mahasiswa tersebut terlihat saat Wakid Mutowal, mahasiswa asal Kudus mengatakan, bahwa beasiswa tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan belajarnya di IPB.

"Terimakasih kepada IPB dan Metrodata, dengan beasiswa ini, pendidikan saya tidak terhambat, dan saya bisa membeli buku sendiri," ujarnya di hadapan forum. (man)

#$#956b5d61a1161f214a8bc6faedfba10c###14be01a435561636bf131450ce096a33###ID###2007-09-27 12:10:28###21 Bakal Calon Rektor IPB 2007-2012 Siap Beradu Konsep Memajukan Pertanian Indonesia###Ketua Senat Akademik Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Sjafri Mangkuprawira pada 25 September 2007, telah menandatangani Berita Acara Penetapan 21 Calon Rektor IPB 2007-2012 setelah melewati sidang pleno senat akademik di Kampus IPB Darmaga.

Sidang Pleno Senat Akademik IPB diikuti oleh 48 (empat puluh delapan) anggota menetapkan ke-21 Bakal Calon yang terpilih dari 29 (dua puluh sembilan) orang. Ke-21 Bakal Calon Rektor tersebut antara lain: Prof.Dr.Ir. Dudung Darusman, MA (dosen Fakultas Kehutanan IPB), Prof.Dr Ir. Endang Gumbira Said, MADev (dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Yusuf Sudo Hadi, MAgr (dosen Fakultas Kehutanan IPB), Prof.Dr.Ir. Supiandi Sabiham, MAgr (dosen Fakultas Pertanian IPB), Dr.Ir. Anas M. Fauzi, MS (dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Roedhy Poerwanto, MSc (dosen Fakultas Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Rizal Syarief, DESS (dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Prof.Dr. Ir. M.A. Chozin, MAgr (dosen Fakultas Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono (dosen FMIPA IPB), Prof.Dr.drh. Fachriyan H. Pasaribu (Fakultas Kedokteran Hewan IPB), Prof.Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS (dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB), Dr.Ir. Herry Suhardiyanto M.Sc (dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec (dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB), Prof.Dr.Ir. M. Zairin Junior, MSc (dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB), Prof.Dr.Ir. Hardinsyah,MS (dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB), Dr.Ir.Siswadi, M.Sc (dosen FMIPA IPB), Prof.Dr.Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc (dosen Fakultas Teknologi Pertanian IPB), Prof.Dr.Ir. Musa Hubeis, MS,Dipl.Ing, DEA (dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB), Dr.Ir. Asep Saefuddin, MSc (dosen FMIPA IPB), Prof.Dr.Ir. Hadi Susilo Arifin, MS (dosen Fakultas Pertanian IPB), dan Dr.Ir. Delima Hasri Azahari,MS (alumni IPB).

Ketua Senat Akademik IPB menandaskan, para Bakal Calon yang terpilih/lolos tersebut berhak dan berkewajiban untuk mengikuti proses pemilihan rektor tahap berikutnya. Seleksi Bakal Calon Rektor berikutnya adalah pemaparan visi, misi dan program kerja oleh Balon Rektor dalam sidang terbuka Senat Akademik yang dilanjutkan dengan pemungutan suara. Sidang terbuka Senat Akademik akan dilaksanakan pada tanggal 1-5 Oktober 2007.

Sangat menarik untuk disimak, dari 21 bakal calon yang terpilih, terdapat seorang calon yang berasal dari luar institusi IPB, dan ia adalah satu-satunya perempuan, yakni Dr.Ir. Delima Hasri Azahari , MS. Mengacu kepada hasil Dialog Nasional Perempuan, Politik dan Pertanian serta Seminar Nasional Pengarusutamaan Gender yang belium lama ini digelar dalam rangka Dies Natalis IPB Ke-44, bisa diduga, anggota Senat Akademik IPB telah memperhatikan pertimbangan gender dalam pemilihan Bakal Calon Rektor. (nUr/AL)

#$#a1776b5cbd57b501c3229c67c099da19###3cd1f85123f2f8ae7cc4eccf233c0d31###ID###2007-09-27 12:30:12###Rektor IPB Menerima Sembilan Tamu Vietnam###Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik didampingi Sekretaris Ekskutif Rektor IPB, Dr. Ir. Agus Purwito menerima sembilan tamu dari Vietnam Rabu (26/9) di Ruang Kerja Rektor Kampus IPB Darmaga.

"Luas Indonesia sangat luas, memiliki lebih dari 70 ribu pulau. Potensi petanian yang luar biasa, jika tak dikelola dengan baik bisa menghilang terkena global warming," kata Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia , Timothy Chin-Tien Yang. Timothy kemudian menanyakan sejauhmana perkembangan pembangunan Agribussines Training Center Cikarawang. "Saat ini sudah mencapai tahap pembuatan lanskap lokasi," tutur Wakil Rektor IV IPB, Dr. Ir. Asep Saefudin.

Asep juga menambahkan di akhir Desember nanti akan diselenggarakan kegiatan Simposium Agribisnis pertanian yang melibatkan enam Negara yaitu Indonesia , Malaysia , Vietnam , Thailand , Filipina, dan Qatar . "Penyelenggannya di IPB dan akan dibahas mengenai kerjasama di bidang agribisnis ." Usai berdiskusi singkat, rombongan tamu Vietnam ini berkunjung ke lokasi Agribussines Training Center di Cikarawang.(ris)

#$#ce889c2e8a238e11e8d6e599dd504065###15dcea7892352ee9d75f86b2f868ae3a###ID###2007-09-30 15:20:44###IMATETANI Gelar Diskusi Singkat Energi###Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian Indonesia (IMATETANI) menggelar Diskusi Singkat "Kebijakan Konversi Energi Nasional Minyak Tanah-Gas Dari Sudut Pandang Teknologi" dengan narasumber Wakil Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Ir. Sri Endah Agustina, MS, (29/9) di Ruang Kuliah H101 Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

"Konversi minyak tanah ke gas adalah langkah jangka pendek untuk mencegah krisis energi minyak," kata Endah. Hanya saja, menurutnya perlu persiapan yang matang agar ketika diaplikasikan di lapang tidak mengalami masalah seperti sekarang.

Ketua Pusat IMATETANI, Fikri Al Haq Fachriyan mengatakan IMATETANI dibentuk dua tahun silam dengan visi sebagai wadah mahasiswa teknik pertanian guna meningkatkan profesionalisme keteknikan pertanian yang berkontribusi demi terwujudnya sumber daya manusia yang kritis, berwawasan menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. IMATETANI beranggotakan mahasiswa Teknik Pertanian perguruan tinggi Indonesia antara lain: IPB, Universitas Negeri Lampung, Universitas Negeri Jember, Universitas Udayana,Universitas Negeri Sriwijaya, Universitas Brawijaya, Institut Teknik Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Soedirman, Universitas Gajah Mada, Universitas Syah Kuala, dan Universitas Padjajaran. "Program-program kami terbagi dalam beberapa bidang yakni informasi komunikasi, advokasi, penelitian dan pengembangan. Program terdekat adalah sosialisasi pemanfaatan energi dan penanggulangan kekeringan lahan," jelas Fikri.(ris/nUr)

#$#11b8ca4ec040844890a3d9817d4cd4c8###a2ecba3dd869c784f54136301e029460###ID###2007-09-30 15:21:57###Ditmawa IPB Gelar Pelatihan Penulisan Karya Tulis Populer dan Pembuatan Film Dokumenter###Menulis karya tulis populer di media masa gampang-gampang susah. "Kalau dibilang gampang, nyatanya tak semua menteri pernah menjadi penulis artikel di media," demikian kata Redaktur Opini Koran Tempo, Kelik M. Nugroho saat Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (29/9) di Ruang Kuliah Fakultas Ekologi Manusia Kampus IPB Darmaga.

Beberapa kriteria tulisan opini atau ilmiah popular menurut Kelik antara lain: aktual, berdasar data, dan ringkas. Aktualitas masalah bisa diketahui dari kepala-kepala berita yang dimuat di berbagai media atau peristiwa rutin.

Dosen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB sekaligus penulis lepas ilmiah populer di berbagai media masa nasional, Dr.Arif Satria menambahkan keuntungan menjadi penulis, "Pertama, menulis karya ilmiah populer merupakan upaya untuk mensosialisasikan pemikiran ke publik. Kedua, karya ilmiah populer merupakan advokasi kebijakan pemerintah. Ketiga, karya ilmiah berperan sebagai dokumentasi pemikiran. Keempat, karya ilmiah populer yang dimuat di media massa menambah uang saku kita karena mendapat honor."

Dalam sambutannya, Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan menjelaskan latar belakang kegiatan ini. "Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer merupakan bagian dari Program Hibah Kemahasiswaan untuk pengembangan softskill mahasiswa IPB," ujar Dr. Rimbawan. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa sekaligus mengembangkan citra pertanian sehingga banyak yang tertarik untuk berkarya di bidang Pertanian.

Di tempat terpisah, hal senada disampaikan Rimbawan pada Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter. Pembicara Pelatihan film dokumenter yakni Alex Sihar (Produser dan Sutradara Kontinen), Maulana Christanto dan Yhanuar Ismail P. (ris/nUr)

 

#$#f23846e58256188d32e4b6e8b5156c87###d6d938a408cabfd06740fb8ac686a10c###ID###2007-10-01 09:50:46###IPB Santuni 600 Anak Yatim Lingkar Kampus###Sebanyak 600 anak yatim dari 14 desa di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), di santuni oleh IPB, Jum'at (28/9) pada kegiatan "Buka Shaum Bersama dan Santunan Anak Yatim IPB dengan 14 Desa Lingkar Kampus," di Mesjid Alhurriyyah, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Anak - anak yatim dari 14 desa tersebut sudah berkumpul sejak usai sholat Jum'at, untuk menunggu buka shaum bersama dan mendapatkan santunan. Dari awal mereka dihibur oleh mahasiswa dari DKM Alhurriyyah IPB, dengan bersalawat dan lagu-lagu Islam.

Pada penghujung acara, menjelang berbuka, mereka disambut oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.Sc. Dalam wawancara rektor IPB mengatakan, kegiatan ini tak lain untuk memupuk kebersamaan dan sebagai bentuk bukti nyata kepedulian IPB terhadap desa - desa yang berada di lingkungan IPB.

"Santunan kepada anak yatim ini sudah rutin kita lakukan pada bulan Ramadhan, dan ini merupakan yang kelima kali," ujarnya.

Beliau mengatakan, untuk tahun 2007 ini ada kenaikan jumlah anak yatim yang disantuni menjadi 600 orang dari 500 orang pada 2006 lalu. Sedangkan dananya berasal dari pegawai dan dosen di lingkungan IPB.


"Saya berharap bukan hanya santunan, kita juga menginginkan adanya beasiswa untuk mereka," ujarnya.

Sementara itu, tanggapan kebahagiaan terlontar dari para orang tua, salah satunya, Suratman dari Desa Balumbang jaya.

"Kita sangat berterimakasih kepada IPB, dan ini merupakan kegiatan yang luar biasa," ujarnya.

Pada santunan tersebut, satu orang anak yatim diberikan uang senilai Rp 150.000,-, kemudian bingkisan yang berisi, obat-obatan, vitamin, makanan serta perlengkapan sholat. (man/zul)

#$#0bf309bbebe69490b7bb6d5b3b5f5394###8540fef53367b33024e97f73338b6ed8###ID###2007-10-02 14:32:47###Penutupan Dies Natalis IPB Ke-44 Bertabur Penghargaan###Minggu (30/9) kegiatan Dies Natalis IPB ke-44 yang berlangsung selama satu bulan secara resmi ditutup. Penutupan tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Dies Natalis Asrama Sylvalestari Ke-38. Kegiatan penutupan dies kali ini dibingkai dalam kegiatan bertema "Berbagi Ramadhan Sylvalestari, Penutupan Dies Natalis IPB Ke 44," di Gedung GWW, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Pada penutupan tersebut di sajikan beberapa hiburan atraktif dari mahasiswa IPB, diantaranya, pertunjukan theater Air, dan Nasyid. Ada juga santunan kepada 52 anak yatim dari Rumah Yatim Kosgoro, dan juga bantuan kepada mamang dan bibi di sekitar lingkar kampus IPB. Selain itu juga, dibagikan tropi dan uang pembinaan kepada pemenang-pemenang olah raga, seperti Bulu Tangkis, Tenis Meja, Bola Volley, Tenis Lapangan, Catur, dan Fotografi yang digelar dalam rangka Dies Natalis IPB Ke-44.

Disampaikan pula penghargaan kepada para pemenang Lomba Penelusuran Dokumen Paten (Patent Searching) yakni: Wakid Mutowal dari Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB (Juara I), Rizkiana Gunarsih dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB (Juara II), Lilis Sucahyo, Cininta Ayu Lestari dan Dita Yuliati Harakita dari Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB (Juara III). Juga penyerahan Sertifikat Paten kepada Prof.Dr.Ir. Antonius Suwanto, MSc; Dr.Ir. Budi Tjahyono, Magr dan Dr.Ir Andi Khaeruni, Msi untuk teknologi berjudul "Formulasi bakteri untuk Meningkatkan Kebugaran Tanaman dan Menghambat Penyakit Bisul Bakteri serta kepada Dr. Ir. Erliza Hambali, Msi dan Dr.Ir. Ani Suryani, DEA untuk teknologi berjudul "Proses Produksi Gelatin dari Kulit Sapi Menggunakan Metoda Ekstraksi Bertahap".

Peluncuran Direktori Agrotekno IPB Berbasis Paten Siap Penetrasi Pasar 2007 pun turut diluncurkan pada kesempatan tersebut. Menurut Kepala Kantor Kekayayaan Intelektual (HKI) IPB, Dr.Ir. Krisnani Setyowati, direktori ini merupakan kelanjutan dari direktori serupa yang telah dikeluarkan pada tahun 2005. Direktori ini berisi informasi lengkap mengenai invensi-invensi IPB yang siap diaplikasikan oleh pihak industri/investor maupun pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Dies Natalis IPB Ke-44, Drh.Agus Lelana SpMP, MSi, melaporkan, ada sekitar 87 kegiatan baik pra maupun pasca dies. "Sungguh merupakan suatu kebetulan, pada Dies Natalis IPB ke-44, dalam satu bulan, kegiatan dies natalis IPB ada 44 juga. Sementara sisa kegiatan berada pada pra dan pasca dies," ujarnya. Ditambahkannya, untuk pembiayaan dies natalis tahun ini, merupakan hasil kerja gotong royong dari semua pihak. "Diperlukan ketangguhan dan kesabaran dari semua pihak dalam mengerjakan kegiatan ini," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, juga dihadirkan Ustadz sekaligus Guru Besar Ilmu Agama Islam IPB, Prof. Didin Hafidhuddin untuk memberikan penyegaran ruhani bagi segenap sivitas yang hadir pada acara itu. (man/nUr)

 

#$#7a2ace683e3075d447c1aee33093d51d###26f1323431a9cdb56ff575ed40f7488a###ID###2007-10-02 14:33:38###Parade Pemilihan Dekan di IPB###
Setelah Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB menuntaskan proses pemilihan Dekan dengan Prof.Dr.Ir. Didy Sopandie, Magr terpilih sebagai Dekan Faperta dan Dr.Ir. Hendrayanto sebagai Dekan Fahutan, beberapa fakultas lainnya pun kini tengah menjalani proses serupa.

Diantaranya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang pada (26/9) lalu telah merampungkan proses pemungutan suara dengan kandidat terpilih: Dr. Ir. Indra Jaya, Dr.Ir.Dedi Jusadi, MSc, Dr.Ir.James P. Panjaitan, M.Phil., dan Dr.Ir. Fedi A. Sondita, M.Sc. Di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), pada Rabu (3/10) dilakukan pemungutan suara terhadap lima kandidat: Dr.drh. Heru Setijanto, Dr.drh. I Wayan T Wibawan, Dr. drh.Agus Setiyono, Dr. drh. Eko Sugeng Pribadi, dan Dr.drh. Bambang Pontjo P.
Adapun di Fakultas Peternakan (Fapet), pemungutan suara melahirkan kandidat: Dr. Ir. Luki Abdullah, Dr. Jajat Jahya FA, Dr.Ir. M. Ridha. Sementara di Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), dua kandidat yang akan dipilih dalam pemungutan suara adalah Dr. Ir. Sam Herodian dan Dr. Ir. Illah Sailah. Fakultas MIPA kandidat terpilih adalah Dr. Ir. Kiagus Dahlan, Dr. Ir. Hasim, Dr.Ir. Sri Nurdiati, Dr, Ir. Imam Santosa dan Dr. Budi Susetyo. Sedangkan dua fakultas lainnya yakni FEM dan Fema telah melakukan pemilihan dekan pada tahun lalu.

#$#20fa0af33531e2f7a765b5494a9f0da5###546bec872cfe8d8e8f132bf2691c18ed###ID###2007-10-04 09:25:27###Gelar Kepedulian Alumni Fahutan IPB###Dalam rangka membina silaturahmi dengan segenap sivitasnya, Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB menggelar aksi kepedulian yang dibingkai dalam acara Buka Puasa Bersama dan Pemberian Bingkisan bertajuk "Dengan Semangat Ramadhan 1428 H, Kita Tingkatkan Kepedulian dan Kebersamaan Alumni Fakultas Kehutanan IPB" pada (3/10) bertempat di Ruang Darmaga (DAR) 1 Kampus IPB Darmaga.

Hadir pada kesempatan tersebut jajaran dosen, pegawai, mahasiswa serta para mamang dan bibi yang pernah mengabdi di dua asrama mahasiswa Fahutan IPB, yakni Asrama Sylvasari dan Sylvalestari. Bahkan para pensiunan dosen juga warakawuri turut dihadirkan pada acara yang dibalut suasana keakraban dan kehangatan tersebut.

Dekan Fahutan, Dr. Hendrayanto dalam sambutannya menyatakan ungkapan terima kasih juga apresiasi kepada para alumni Fahutan atas kepeduliannya terhadap almamaternya sehingga acara silaturahmi pada hari itu bisa terlaksana dengan baik.

Sekretaris Jenderal Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan, Ir. Handoyo pada kesempatan tersebut menandaskan, apa yang dilakukan oleh himpunan alumni fahutan itu merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar Fakultas Kehutanan, baik dosen, pegawai, hingga mamang dan bibi yang selama ini telah dengan tulus membantu para mahasiswa, termasuk yang tinggal di kedua asrama mahasiswa Fahutan IPB.

Lebih lanjut, Ir. Handoyo berkisah tentang kenangan-kenangan manis yang dirasakan saat-saat dulu menjadi mahasiswa, hidup bersama di asrama. "Ajang-ajang silaturahmi seperti ini akan sangat bagus untuk terus kita lanjutkan di tahun-tahun mendatang, " ungkapnya.

Sebagai pencerahan ruhani, Dr. Hasim, DEA mengurai pesan keberkahan Ramadhan. "Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan lantaran berbagai keberkahan yang terkandung di dalamnya.

Di penghujung acara, diserahkan bingkisan kepedulian Alumni Fahutan IPB kepada para pensiunan dosen, warakawuri serta para mamang dan bibi asrama yang jumlahnya sekitar 340 orang. Kegiatan pun diakhiri dengan ramah tamah dan buka puasa bersama. (nUr)

#$#245d015a385d8e403185ca3159eacac6###359fa8e490f2477a40dd68e56c686ef6###ID###2007-10-04 13:40:44###Munti Yuhana 7 Tahun Menjadi Dosen Tamu di Universitat Zurich Switzerland###

Jum'at (7/10) Dr.Munti Yuhana bertolak dari Indonesia menuju ke Switzerland. Munti menjadi dosen tamu untuk mata kuliah master evolution and ecology microorganism di Departement of Microbiology, Universitat Zurich, Switzerland sejak tahun 2000. " Berarti ini sudah tahun ke-7 saya menjadi dosen di sana. Saya mengajar selama dua bulan dari 3 bulan yang ditetapkan," kata Munti pada Pariwara IPB. Tahun ini Munti akan mengajar 10 mahasiswa master. Kesepuluh mahasiswa itu kuliah sembari mengerjakan reseach project. Di akhir perkuliahan, mereka akan menyampaikan hasil risetnya di Seminar Switzerland Society of Microbiology Annual Meeting .

Ditanya soal kiat-kiat menjadi dosen tamu yang dipercaya tujuh tahun berturut-turut, Munti menjelaskan dalam kuliah singkat tersebut, ia selalu melakukan review pekerjaan mahasiswanya. " Mengevaluasi kekurangan penelitian mereka dan mencari pemecahannya bersama. Disamping itu, masing-masing harus menuangkan hasil riset dan kuliahnya dalam bentuk poster."

Menurut Munti, keberhasilannya dalam mengajar di luar negeri tak lepas dari dukungan keluarga dan tim pengajar Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB). " Saya berterima kasih sekali pada keluarga satas seluruh dukungannya dan juga teman-teman sesama dosen di Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB yang telah memberikan kesempatan saya untuk mengajar di Switzerland, dengan menetapkan jadwal mengajar saya di IPB di awal dan akhir semester." (ris)

 

#$#8b2fd35cc36d8460087af16e3d37d3f3###a5e58e0f51547b75712a498a9a5638b4###ID###2007-10-05 10:25:28###Departemen ITP Lakukan Kuliah Jarak Jauh###

Departemen ITP melakukan kegiatan perkuliahan perdana melalui Video Conference untuk mata kuliah Teknologi Pengalengan Pangan, pada: Rabu (3/10), di Distance Learning Class Room SEAFAST Centre Lt 2, peserta adalah mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Universitas Hasanudin dan Mahasiswa Teknologi Pangan IPB, dengan dosen pengajar, Dr.Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc.,

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara IPB dengan UNHAS dalam rangka pengembangan perkuliahan berbasis E-Learning yang disponsori oleh Global Development Learning Network (GDLN) Ditjen DIKTI.

Pada tahun 2006-2007, enam staf pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan memperoleh hibah kompetisi untuk pengembangan bahan ajar berbasis e-learning dan penyelenggaraan kuliah jarak jauh melalui video conference yang dibiayai oleh World Bank melalui Global Development Learning Network (GDLN) Project, Ditjen Pendidikan Tinggi.

Pada tahun 2006, Dr.Ir. Feri Kusnandar, M.Sc., dan tim memperoleh hibah pengajaran GDLN Batch I untuk mata kuliah Teknologi Pengalengan Pangan. Pengembangan mata kuliah ini bekerjasama dengan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Hasanuddin.

Pada tahun 2007, lima tim lainnya memperoleh hibah yang sama untuk batch II, yaitu Prof.Dr. Betty Sri Laksmi Jenie (MK Sanitasi Industri Pangan), Prof.Dr. Fransiska R. Zakaria (MK Evaluasi Nilai Biologis Pangan), Dr. Dede R. Adawiyah (M.K. Evaluasi Sensori), Dr. Harsi D. Kusumaningrum (M.K. Mikrobiologi Pangan) dan Dr. M. Arpah (M.K. Jaminan Mutu Pangan). Untuk batch II ini, Departemen ITP bekerjasama dengan Universitas Udayana, Universitas Jambi dan Universitas Riau.

Dalam kegiatan tersebut, IPB berperan sebagai pengembang bahan ajar, dimana perkuliahan ini nantinya dapat diikuti oleh mahasiswa di perguruan tinggi mitra. Mata kuliah ini pun nantinya dapat diikuti juga oleh mahasiswa di perguruan tinggi lainnya.

Mulai semester ganjil 2007/2008 ini, perkuliahan berbasis e-learning ini sedang diujicobakan untuk mata kuliah Teknologi Pengalengan Pangan. Mahasiswa Universitas Hasanuddin saat ini sedang mengikuti mata kuliah ini, dimana mereka dapat mengakses bahan ajar di http:/www.seafast.ipb.ac.id/moodle. (***man/nm)

 

#$#882deb5ddee00229a56dc15a227b9d64###8d7868b79aeface01e0a7e33034b46e1###ID###2007-10-05 15:28:27###Telah terpilih tujuh kandidat Calon Rektor IPB 2007-2012###

Setelah melalui proses presentasi selama empat hari (1 - 4/10) dan pemungutan suara dikalangan Senat Akademik IPB (5/10), di Kampus IPB Darmaga Bogor , akhirnya terpilih kandidat calon rektor IPB 2007-2012.

Berdasarkan abjad nama-nama tersebut adalah: (1) Anas M. Fauzi, Dr.Ir.MS. (2) Dudung Darusman, Prof.Dr.Ir. MA. (3) Herry Suhardiyanto, Dr.Ir. M.Sc, (4) M.A. Chozin, Prof.Dr. (5) Rizal Syarief, Prof.Dr.Ir.DESS. (6) Supiandi Sabiham, Prof.Dr.Ir.Magr. (7) Tridoyo Kusumastanto, Prof.Dr.Ir.

Ketua Senat Akademik IPB, Prof.Dr.Ir.H. Sjafri Mangkuprawira, mengatakan bahwa proses pemilihan sangat lancar, hanya satu jam, dari pukul 9.30-10.30 WIB, dikarenakan tata tertib disepakati dengan baik.

Menurutnya, hal ini merupakan kegiatan pemiilhan rektor paling bersejarah, yaitu mengingat dihadiri 100 % anggota senat akademik, sebanyak 57 orang.

Sjafri mengatakan, mudah-mudahan proses pemilihan selanjutnya dapat berjalan lancar, dan Majelis Wali Amanat (MWA) dapat memilih Rektor IPB yang terbaik nantinya.

Ketua Panitia Pemiilhan Rektor (PPR), Dr. Mohammad Ikhwanuddin Mawardi, mengatakan, bahwa setalah terpilih tujuh kandidat calon rektor dari 21 bakal calon rektor, akan dilaksanakan Pra Uji Kelayakan dan Kepantasan oleh PPR IPB. Uji ini meliputi: (a). Sosialisasi profil, visi, misi, dan program kerja 7 Calon Rektor PPR IPB yang dilaksanakan pada 23/10 s.d. 2 /11, (b). Debat publik PPR IPB pada tanggal 5/11 dan (c). Uji Penerimaan tanggal 7/11 - 9/11

Sesuai dengan penjelasan PPR yang dikutip dari website PPR IPB diperoleh gambaran bahwa hasil uji kelayakan ini akan diserahkan PPR kepada MWA pada tanggal 12/11, yang akan dilanjutkan dengan Sidang Tertutup Uji Kelayakan dan Kepantasan MWA yang dilaksanakan pada tanggal 13-16/11.

Pada website PPR diperoleh informasi bahwa jadual Penetapan menjadi 3 (tiga) Calon Rektor MWA akan dilaksanakan pada 19-23/11. Setelah itu dilanjutkan dengan Sidang Terbuka Pemilihan Rektor yang terdiri dari dua tahap kegiatan yaitu: (a). Pemaparan dari 3 Calon Rektor dan (b). Pemilihan Rektor MWA 26 November . Diharapkan Pelantikan Rektor IPB periode 2007-2012 oleh MWA dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2007. (rpl/man)

#$#c51d3669513ae86e6a6da3a2a7a1800a###a9978a6a668e3c9123a62ca991f7bf34###ID###2007-10-10 14:48:43###PROPOSAL PKM MAHASISWA IPB MENINGKAT MENJADI 684 JUDUL###Kalangan pengelola kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyambut antusias dengan meningkatkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa dari 427 judul (2006-2007) menjadi 684 judul (2007-2008). Proposal ini dipersiapkan dengan penuh siaga untuk memenangkan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-21 Tahun 2008.

Direktur Kemahasiswaan IPB yang diwakili oleh Bambang Riyanto, MSi menjelaskan: Dari 684 judul tersebut, 356 judul untuk PKM Penelitian (PKMP); 203 judul untuk PKM Kewirausahaan (PKMK); 98 judul untuk PKM Pengabdian pada Masyarakat dan 27 judul untuk PKM Teknologi (PKMT). Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar dalam sejarah pengajuan proposal PKM ke Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI)".

Antusiasme kalangan IPB agar mahasiswa ikut menulis proposal sangat besar. Bahkan aktivitas peningkatan kualitas penalaran mahasiswa ini terlihat lebih semarak menandingi antisiasme kalangan kampus mengikuti presentasi para Balon Rektor IPB yang digelar sejak tanggal 1 s.d 4 Oktober 2007 di Ruang Sidang Senat Akademik Lantai 6 Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga. Terlihat sebagian anggota senat akademik yang juga pembimbang mahasiswa tersebut terlihat membawa draf proposal untuk diperiksa.

Bambang menjelaskan: "Penulisan dan pengajuan proposal PKM tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran dan motivasi dari kalangan dosen IPB. Hal ini terutama dosen-dosen mata kuliah yang mewajibkan mahasiswanya untuk membuat proposal PKM sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah. Mungkin ini keunggulan IPB dalam mengembangkan soft skill mahasiswa. Ya ini memang luar biasa!".

Di berbagai sudut kampus, mahasiswa berkumpul menyelesaikan proposal PKM, antara lain di koridor Faperta, lantai 2 LSI, Kantin Dolpin FPIK, Kantin Sapta Fateta, ruang BEM FMIPA. Pintu ruang para pembina kemahasiswaan departemen dan fakultas juga terlihat terbuka dan berbagai mahasiswa silih berganti keluar-masuk, seperti terlihat di ruang Ibu Megawati Simanjuntak, S.P (FEMA), Ibu Etriya, S.P., M.Si (AGRIBISNIS) dan Ibu Dra. Pipih Suptijah, MM (FPIK).

Saat batas akhir pengumpulan (4/10), rental komputer dan kios fotokopi di sekeliling Kampus IPB Darmaga terlihat antri panjang. Bahkan semua kios fotokopi di sekitar Babakan Raya dan Babakan Tengah sampai Babakan Lio kehabisan kertas cover hijau lumut, yang merupakan cover wajibnya PKM. Mengantisipasi hal tersebut beberapa mahasiswa nekad ke Kota Bogor untuk mencari kios fotokopi. Heboh.

Tempat akhir yang paling semarak sudah tentu saja Direktorat Kemahasiwaan IPB. Antrian mahasiswa terlihat panjang, sampai menutup pintu masuk ruang Kantor Jasa Ketenagakerjaan IPB. Pemandangan seperti ini disaksikan mulai dibuka layanan oleh Direktorat Kemahasiswaan tanggal 4 Oktober 2007 sampai Rabu 10 Oktober 2007.

Ingin tau judul yang diajukan mahasiswa? Berikut ini contoh judul-judul yang menarik untuk disimak bersama. Pada proposal PKM Kewirausahaan ditemukan judul "MACHO" yang ternyata singkatan dari Madu Cincao; atau judul "Donatelo" yang diplesetkan menjadi Donat Soko Telo atau donat yang terbuat dari singkong.

Pada Proposal PKM Penelitian ditemukan topik-topik yang menarik, salah satunya adalah topik "penanggulangan kecelakaan pesawat terbang" yang diajukan oleh Muhammad Ubit Mitarsyah dari FPIK. Judul ini selintas memang terkesan jauh dari penelitian pertanian yang menjadi trend merk IPB, tetapi dengan adanya kurikulum sistem mayor-minor yang dihela IPB, judul tersebut menjadi hal yang relevan.

Pada Proposal PKM Pengabdian Masyarakat ditemukan judul-judul yang sangat relevan dengan permasalahan pertanian dalam arti luas yang terkini; Misalnya (1) Pengenalan Produk Pertanian Tropika Unggulan Indonesia dalam Rangka Re-Branding Pertanian Indonesia atau (2) Pembinaan Narapidana Melalui Kegiatan Berbasis Akuabisnis.

Pada Proposal PKM Teknologi ditemukan judul-judul yang relevan dengan aplikasi teknologi, seperti (1) E-Pack sebagai Teknologi-Solusi Risiko Telur Pecah dalam Distribusi dan Transportasi atau (2) Translator Bahasa Sunda dan Minang sebagai Upaya Pelestarian Budaya Bangsa.

#$#336c60a46545fa184cc31d0c819c1e79###8279a172da5538543ea6d0617e6beae7###ID###2007-10-22 12:02:08###Suasana Hari Pertama Kerja di IPB###Suasana kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) pada hari pertama kerja usai cuti bersama Idul Fitri 1428 H, Senin (22/10), tampak ramai. Kegiatan civitas academica sudah berlangsung seperti biasanya.

Para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) misalnya, sejak pukul 08.00 WIB telah memenuhi ruangan kelas untuk mengikuti perkuliahan, setelah sebelumnya mereka bersalaman saling bermaafan. Begitu pula mahasiswa di delapan fakultas lainnya.

Hal yang sama juga terlihat di ruang-ruang staf pegawai. Usai halal-bihalal diantara mereka, kesibukan kerja mulai mengiringi aktivitas mereka di hari pertama kerja ini.

Sementara itu, kegiatan tahunan berupa Halal-bihalal Warga IPB akan dilangsungkan pada hari Selasa (23/10) di Gedung Graha Widya Wisuda. Acara akan diisi dengan Pidato Rektor, taushiyah atau ceramah agama oleh Dr. drh. H. Hasim, DEA, Wakil Dekan F-MIPA IPB.

Satu hal menarik pada acara tersebut yakni dalam pidatonya rektor akan memperkenalkan tujuh orang calon Rektor IPB. Sebatas diketahui, tanggal 22-27 Oktober 2007 ini merupakan masa sosialisasi para calon rektor.

Untuk hal ini, lingkungan kampus pun mulai terlihat ramai dengan telah terpasangnya spanduk, poster dan atribut sejenis yang berisi dukungan pada masing-masing calon rektor. Meski masa sosialisasi akan berakhir tanggal 27 Oktober, namun spanduk dan poster-poster itu tidak akan dicabut sampai dengan tanggal 12 November 2007, yaitu setelah debat publik yang juga diadakan pada tanggal 12 November 2007.

Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh. Agus Lelana, SpMp, M.Si., bertutur, budaya kerja di Kampus IPB senantiasa penuh kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Karenanya, meski masih diliputi suasana lebaran, kerja bagi pegawai dan kuliah bagi mahasiswa tetap berjalan aktif dan efektif.

Pada bagian lain, Agus Lelana memberikan pandangannya pada tradisi tahunan yang biasa terjadi di sekolah-sekolah pada umumnya. Dimana usai halal-bihalal, para siswa tidak langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar, melainkan dibubarkan pulang.

"Kebiasaan tersebut sangat tidak mendidik. Bahkan justru memberi peluang pada mereka untuk berbuat yang tidak semestinya, misalnya saja mereka beramai-ramai main ke mall sekadar nongkrong dan lain sebagainya," kata Agus seraya mengatakan, seyogyanya pihak berwenang dapat mengambil tindakan pencegahan sekaligus perbaikan untuk hal ini. (nm)

#$#2e69473c3d46521aaeebacb8430d7f9a###5668354ce04f1acfe625b0706bb3716e###ID###2007-10-24 16:10:35###Agribusiness Development Centre University Farm IPB, Dibuka###


Rabu, (24/10), Misi Teknik Taiwan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka sekaligus meresmikan Agribusiness Development Centre University Farm IPB, di University Farm, Desa Cikarawang, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Peresmian ditandai dengan ditariknya tirai papan di depan gedung utama, Oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc., Wakil Rektor IV, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., Sekjen International Cooperation Development Fund (ICDF) Taiwan, Mr. Chen Cheng Chong, serta Ketua Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia,Mr. Yang Chin Tien.

Pusat pelatihan agribisnis ini berdiri pada lahan 10 hektar dengan sepertiga bagiannya adalah fasilitas penunjang diantarnya: cold storage room, packaging storage, pembangkit listrik, prossesing, packing, ruang kelas, cafetarian, lahan parkir dan sebagainya.

Bukan itu saja, pusat pelatihan yang berdiri di pinggir danau Situ Burung ini juga dihiasi hamparan rumput hijau serta diperindah dengan dua buah gazebo berwarna merah menyala.

Tempat ini akan difungsikan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu sumberdaya petani Indonesia agar hasil pertanian mereka bisa menembus pasar domestic maupun internasional. Saat ini lokasi tersebut diperuntukan bagi persemaian Asparagus, tiga buah green house untuk organic vegetabelity, lokasi untuk Melon hidroponik, nursery, dan sayuran.

Sekjen International Cooperation Development Fund (ICDF) Taiwan, Mr. Chen Cheng Chong, usai kegiatan mengatakan, tempat ini akan dijadikan sebagai pusat pelatihan kelompok - kelompok tani di Indonesia, terutama dalam peningkatan pendapatan.

"Diharapkan produk yang dihasilkan nanti, akan bisa sesuai dengan standar internasional atau standar UNESCO, dengan dicapainya standar ini diharapkan produk pertanian Indonesia bisa diekspor ke luar negeri, terutama untuk Amerika dan Eropa," katan Chen.

Menurutnya, jika hal ini bisa berhasil maka diharapkan pendapatan para petani dapat terangkat, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi IPB terlebih dahulu.

Rektor pun mengatakan bahwa, pendirian pusat agribisnis ini tak lain adalah sebagai sarana untuk mengimplementasikan Tri dharma perguruan tinggi, terutama penerapan konsep Academic, Businesman, Government, dan Community (ABGC) untuk kesejahteraan rakyat.

"Saya mengharapkan produk yang dihasilkan dari pusat agribisnis ini bisa didiseminasikan terutama untuk petani di sekitar kampus terlebih dahulu," katannya. (zul/man)

 

 

#$#b9efa44e302cfa4e11dd108c8d57948d###1cc715b07aa96e0d4866178540eca3b8###ID###2007-10-25 10:25:45###Halal Bi Halal Seluruh Warga IPB###

Sebagai tradisi tahunan, Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun kembali menggelar Halal Bi Halal warga Selasa (23/10) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Acara ini dihadiri seluruh dosen, pegawai, mahasiswa, jajaran pimpinan, dekan, kepala lembaga, wakil dekan, wakil rektor, rektor, Senat Akademik, Dewan Guru Besar, dan Majelis Wali Amanat (MWA). Sebelum acara dimulai seluruh peserta berjalan rapi dan disambut oleh para pimpinan IPB sambil saling bermaaf-maafan. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ridwan Idham, mahasiswa Departemen Matematika, FMIPA dan juara harapan II MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional ke-10.

Dalam sambutannya, Rektor IPB, Prof. Ahmad Ansori Mattjik memperkenalkan ketujuh calon Rektor terpilih di hadapan peserta Halal Bi Halal. Ketujuh calon Rektor IPB tersebut yaitu Dr. Anas M. Fauzi, Prof. Chozin, Dr. Herry Suhardiyanto, Prof. Dudung Darusman, Prof. Rizal Syarief, Prof. Supiandi Sabiham, dan Prof. Tridoyo Kusumastanto. " Saya optimis terhadap ketujuh calon tersebut, siapa pun kelak rektornya akan mampu membawa IPB ke arah lebih baik, " kata Rektor IPB.

Rektor IPB memohon maaf pada semua civitas akademika jika selama menjabat Rektor merepotkan berbagai pihak dalam perubahan dan kebijakan yang ia lakukan. Menurutnya, Halal Bi Halal kali ini sangat penting, sebab merupakan Halal Bi Halal terakhir dirinya sebagai Rektor IPB.

Sambutan Ketua MWA, Prof. Didiek J. Rachbini mengatakan dalam proses perubahan dan transisi kepimpinan dibutuhkan kekuatan kepercayaan, network, kerjasama, jaringan yang merupakan modal sosial. "Modal sosial kuat memegang peran penting untuk membawa sebuah keluarga agar lebih bahagia dan sejahtera. Apalagi institusi IPB, tentu lebih banyak lagi dibutuhkan modal sosial." IPB sebenarnya memiliki keunggulan dan sangat dinanti sumbangsihnya dalam menyelesaikan berbagai masalah bangsa seperti kekeringan, banjir, kekurangan beras, dan sebagainya. "IPB mampu berkontribusi besar bagi bangsa ini karena kita memiliki sumberdaya besar khususnya sumberdaya manusia. Oleh karena itu kita perlu memperkuat modal sosial agar kontribusi tersebut lebih dirasakan manfaatnya," tandas Didik.

Ketua Dewan Guru Besar IPB Prof. Endang Suhendang menambahkan , hendaknya dalam menghadapi berbagai masalah IPB saat ini, kita bisa berpikir jernih, bertindak santun, tegas dan teratur. " Mari kita berpegang teguh dengan nilai-nilai dan norma akademik IPB yakni senantiasa mengedepankan sikap menghargai, ide, upaya orang lain, bersikap objektif, menyikapi dengan kepala dingin dan jujur." Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Senat Akademik IPB, Prof. Sjafri Mangkuprawira dalam sambutannya. Acara Halal Bi Halal diakhiri dengan ceramah dan doa yang disampaikan Dr.Hasim, DEA . Hari sebelumnya juga Perpustakaan IPB menyelenggarakan Halal Bi Halal internal staf Perpustakaan Pusat IPB. (ris)

 

 

#$#362b53d0a8f23e09a5b7ff54743708fc###5e75cfa32a278571332fdcd85dffd811###ID###2007-10-29 12:52:50###23 AKTIVIS MAHASISWA IPB PEROLEH ‘BEASISWA UNGGULAN AKTIVIS’###

Institut Pertanian Bogor (IPB) boleh berbangga, 23 aktivis mahasiswanya telah terseleksi oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI untuk melakukan studi banding selama 1 bulan ke Thailand bersama aktivis mahasiswa Indonesia lainnya.

Direktur Kemahasiswaan IPB yang diwakili oleh Bambang Riyanto, MSi menjelaskan: "Berdasarkan keputusan Steering Commitee Sekretariat Program Beasiswa Ungulan, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pendidikan Nasional, tertanggal 5 Oktober 2007 diperoleh informasi nama-nama mahasiswa se Indonesia yang berhak menerima beasiswa unggulan nasional untuk aktivis".

Nama 23 aktivis organisasi kemahasiswaan IPB yang berhak menerima bea siswa unggulan tersebut, diantaranya adalah Casnan (Ketua UKM Lisus Gentra Kaheman); Ayupry Diptasari (Deputy Local Director IASS Internasional); Amal Fatullah Randy (Ketua Himiteka dan HIMITEKINDO); R. Irsan Nurgozali (BKIM IPB - Lembaga Da'wah Kampus); Lilis Sucahyono (Lawalata IPB-Pendaki Putri Rinjani Hari Perempuan Internasional); Nugraha Arif (Wakil Ketua MISETA-Juara Berbagai Kegiatan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional); Diana (Komisi Relawan Persatuan Mahasiswa Kristen - Tim Debat Bahasa Mandarin IPB); Putri Kinanti (Presenter IPB dalam International Student Summit di Tokyo University of Agriculture); Hidayat Syarifuddin (FEMA-Tim Debat Bahasa Arab IPB); Muhammad Fikri I (Ketua BEM FMIPA-ILKOM); Yogi Waldingga (Wakil Ketua BEM FPIK-Juara pada berbagai kegiatan PIMNAS).

Dijelaskan oleh Bambang: "Program Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa nasional dan internasional dalam rangka menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi pendidikan nasional. Diharapkan di akhir program ini muncul critical mass yang memiliki daya saing bangsa Indonesia di masa mendatang".

Program Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa yang dirancang oleh DIKTI guna mewadahi putra-putri terbaik dari seluruh Nusantara untuk dididik menjadi kader-kader bangsa yang matang, cerdas, dan berkepribadian nasional Indonesia serta mampu membangun dan mengembangkan sumber daya daerahnya sehingga mempunyai daya saing baik nasional maupun internasional.

Ketentuan dari keseluruhan peserta program beasiswa unggulan adalah 80% berasal dari siswa-siswi lulusan terbaik. Hasil seleksi berdasarkan kriteria standar dari Depdiknas, antara lain berupa seleksi berkas data pribadi, TPA, TOEFL, test wawancara (menguji kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual)

Program Beasiswa unggulan diharapkan mencapai target Depdiknas, yaitu memberikan beasiswa kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai: Siswa dengan nilai tambah non-akademis, Pemenang Lomba Iptek Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Bidang Olahraga Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Bidang Seni dan Bahasa Tingkat Nasional, dan Pemenang Lomba Bidang MIPA Tingkat Nasional.

Untuk mendorong mahasiswanya berprestasi di bidang ekstrakulikuler dan mendapatkan beasiswa tersebut, Bambang berharap dalam pemilihan pejabat BEM IPB ke depan bisa diterapkan ketentuan seperti yang dicantumkan dalam memperoleh beasiswa unggulan. "Pejabat BEM setidaknya merupakan mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota. Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university".(rpl/ditmawa)

#$#dc8403d0788107417a5c7cca75a5a982###fe7c08293ec1a0970aa9a4ed9e29dcf6###ID###2007-10-29 13:18:36### DITMAWA IPB Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dan Organisasi Kemahasiswaan###

p_2_400_01Sebanyak 25 mahasiswa dari perwakilan lembaga dan kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Kemahasiswaan yang digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan Jum'at-Sabtu (26-27/10) di Fakultas Peternakan Kampus IPB Darmaga.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiwaan IPB, Bambang Riyanto, MSi. mewakili Wakil Rektor III mengatakan kepemimpinan dan organisasi kemahasiswaan diharapkan menjadi penggerak utama pertanian Indonesia serta dunia di masa yang akan datang. " Mari kita bangun kepemimpinan dan organisasi kemahasiswaan supaya pertanian tetap menjadi jati diri bangsa. Semoga semangat ini dapat terus ditularkan kepada semua anak bangsa yang ada, sehingga bangsa ini dapat tumbuh dengan alami dan mandiri."

Menurut Bambang, tugas utama mahasiswa adalah berprestasi tinggi di bidang akademik dengan selalu berpegang teguh aturan ilmiah dan core dari visi perguruan tinggi. Sesuai visinya sebagai perguruan tinggi dibidang Pertanian, IPB harus mampu membentuk mahasiswa dan lulusannya agar memiliki visi membangun dan memajukan bidang pertanian. "Pembinaan kegiatan kemahasiswaan hendaknya mengandung unsur ini." p_5_400_01

Lanjut Bambang, peserta yang ikut dalam pelatihan ini nantinya akan menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan IPB. Para pemimpin organisasi memiliki pengaruh cukup kuat untuk mengarahkan jenis-jenis kegiatan kemahasiswaan di IPB. Oleh karena itu, pembinaan para pimpinan organisasi ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai salah satu kunci keberhasilan pengembangan program soft skills di kalangan mahasiswa. Pelatihan ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan berbagai soft skills dalam hal peningkatan kreatifitas, keingintahuan dan komitmen. Bambang melanjutkan, jika soft skills tersebut telah tumbuh di diri para pimpinan organisasi, maka diharapkan kegiatan kemahasiswaan IPB akan memfasilitasi pengembangan soft skills. Untuk meningkatkan kualitas lembaga dan organisasi kemahasiswaan, itu dalam pemilihan pejabat Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) IPB yang akan datang dituntut menerapkan ketentuan seperti yang tercantum dalam memperoleh beasiswa unggulan Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS).

Kriteria standar Depdiknas antara lain berupa seleksi berkas data pribadi, TPA, TOEFL, test wawancara (menguji kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual). Disamping itu, nilai tambah berupa prestasi non-akademis seperti pemenang lomba iptek tingkat nasional, pemenang lomba karya ilmiah remaja tingkat nasional, pemenang lomba bidang olahraga tingkat nasional, pemenang lomba bidang seni dan bahasa tingkat nasional, dan pemenang lomba bidang MIPA tingkat nasional. Kriteria lain pejabat BEM harus mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota. "Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university," tambah Bambang.

p4_400_01Pejabat BEM harus merupakan mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota. Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university".

Pelatihan Kepemimpinan dan Manajeman ini terbagi dua bentuk kegiatan utama yaitu: Indoor dan outdoor. Indoor berupa kegiatan di dalam ruang kelas yang tekanannya lebih diarahkan pada perubahan pola pikir (mind frame). Materi pelatihan yang disampaikan Agus Setiana, MS meliputi personality dan motivasi, persepsi, komunikasi, kerjasama, kreativitas dan keorganisasian, leadership-followership, serta teamwork. Sedangkan Outdoor merupakan aplikasi dari kegiatan indoor dengan aktivitas yang lebih menantang di lapangan.

Kegiatan outdoor terdiri atas sepuluh permainan manajemen diantaranya fun game, flying fox, dan sebagainya.Pelatihan ini merupakan salah satu pengembangan soft skill mahasiswa "BANGGA DAN CINTA PERTANIAN". (ditmawa/ ris)

 

photo_4_400_01
#$#d250ea590632a3f00d3c8ee3f50ac691###23614ea40be416ba88a8ddc32aaad509###ID###2007-11-01 14:38:15###Pengelolaan Limbah Sawit di PTPN IV Tergolong Baik###

Hasil penelitian Mahasiswa Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Chamidun Daim menunjukkan kinerja perusahaan keseluruhan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) tergolong baik. "Kriteria kinerja didasarkan atas kualitas bahan baku, proses produksi, hasil Crude Palm Oil atau minyak mentah dan palem komel oil (PKO), pengolahan limbah padat, limbah cair, aspek ekonomi, sosial dan lingkungan," ungkap Chamidun dalam disertasi bertajuk ‘Analisis Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Kelapa Sawit Menuju Produksi Bersih (Studi Kasus PT.Perkebunan Nusantara IV)'.

Setiap ton tandan buah segar yang diolah menghasilkan limbah cair sekitar 50 persen.
Jumlah air limbah yang dihasilkan PTPN IV 226,01 ton per hari dan drab Lumpur sebanyak 374,40 ton per hari. Sedangkan tandan kosong yang dihasilkan 81,58 ton per hari dan 93,60 ton per hari. Limbah cair dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik hingga 50 persen. Tandan kosong berguna untuk pupuk kompos dan mulsa. Limbah cair dan tandan kosong ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk, gas metana, kertas, briket arang, papan partikel dan produk serat. Pupuk kompos mengandung senyawa kimia antara lain Kalium, Magnesium, Nitrogen, Kalsium, dan Pospor. "Mengenai teknologi pengelolaan limbah PTPN IV perlu memperbaiki lebih baik khususnya perbaikan kinerja lingkungan dan pengembangan perusahaan," kata Chamidun.

Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dibawah komisi pembimbing Prof. Dr.M. Syamsul Ma'arif, M.Eg, Dr.Surjono Hadi Sutjahjo, M.S, dan Dr.Ir.Hartrisari Hardjomidjojo, DEA. Nilai kebaruan penalitian ini dari model penilaian secara cepat mengenai kinerja perusahaan dalam bidang lingkungan yaitu sistem penilaian terpadu pabrik kelapa sawit. Selain itu adanya pelibatan stakeholder kunci dalam perumusan strategi penerapan teknologi pengelolaan limbah pabrik kelapa sawit yang ekonomis dan berkelanjutan.(ris)

#$#1da7b97a1c9275e0ab6881e9e74f9313###223827022aebc66b3417871281ed336a###ID###2007-11-02 10:58:30###Dewi Motik: Tak Elok Wanita menjadi TKW ke Luar Negeri###Terus meningkatnya angka kekerasan terhadap wanita yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri membuat Dewi Motik miris melihatnya. Beliau tidak mendukung wanita bekerja ke luar negeri, terutama wanita Indonesia .

"Tidak elok jika seorang wanita harus pergi keluar negeri untuk mencari nafkah, sementara ia meninggalkan suami dan anaknya,"ujar yang memiliki nama lengkap Sri Puspa Dewi Motik (26/10) di Kampus IPB Darmaga, Bogor .

Keprihatinan Dewi tersebut diungkapkan pada seminar setengah sehari dalam rangka Ulang Tahun Agrianita I, " Mental Kemandirian di Era Globalisasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan," oleh Dr.DRA. Hj. Dewi Motik Pramono, M.Si., Kampus IPB Darmaga, Bogor .

Menurutnya, para TKW atau tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri seharusnya diberikan pengalaman dan kriteria tertentu agar mereka bisa beradaptasi pada saat bekerja di luar negeri sana .

"Seharusnya kita mengirimkan tenaga kerja kelas menengah, yang memiliki kritera terdidik dan mau bekerja keras. Minimal mereka luusan SLTA atau S1. Jangan mengirimkan calon tenaga kerja yang memiliki kriteria level bawah," ujarnya dengan kesal.

Ditambahkannya, pengiriman tenaga kerja level bawah akan mengakibatkan dampak negatif terhadap tenaga kerja itu sendiri pada saat bekerja nanti. Misalnya kekerasan, penganiayaan dan sebagainya.

"Di Fhilipina ada sekolah yang mengurus tenaga kerja yang akan dikirimkan ke luar negeri," ujarnya.

Terkait dengan Hari Ulang Tahun Agrianita IPB ke I, Ketua Agrianita IPB, Prof Dr Ir Nurhayati A. Mattjik. MS, mengatakan, sangat puas dengan pemaparan Dewi Motik pada seminar bertemakan perempuan itu.

"Saya sangat senang sekali dengan kegiatan ini. Saya berharap ketua Agrianita IPB berikutnya dapat melakukan kegiatan yang lebih baik lagi dari saya," ujarnya. (man) #$#5d0a9e5078a1c6d4135f2b3099eb17ca###0ddf5162c2ef8277815cace862711d48###ID###2007-11-02 14:27:01###Presiden BEM KM IPB dan Jajarannya Peroleh Beasiswa PPE###

 Kabar gembira  kembali datang dari organisasi  kemahasiswaan. Sebanyak 69 aktivis berbagai organisasi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh beasiswa Peningkatan Prestasi Esktrakulikuler (PPE)  tingkat nasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Nama-nama mahasiswa yang memperoleh beasiswa PPE bisa dilihat di tabel di bawah. Masing-masing mahasiswa berhak menerima beasiswa sebesar Rp 250 ribu per bulan selama setahun.

" Prestasi ini menunjukkan aktivis organisasi kemahasiswaan IPB juga merupakan orang-orang yang memiliki prestasi nasional," ungkap Kepala Bidang Minat Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiwaan IPB, Bambang Riyanto, M.SI .

Beasiswa ini  bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi dalam bidang ekstrakurikuler. Harapannya, dengan pemberian beasiswa ini mendorong mahasiswa agar berprestasi baik akademik dan ekstrakurikuler. "Dengan demikian mahasiswa tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat serta memiliki wawasan yang luas dalam berkontribusi menyelesaikan permasalahan bangsa," kata Bambang.

Persyaratan untuk mendapatkan beasiswa ini juga tergolong sulit yang meliputi persyaratan umum dankhusus. Persyaratan umum antara lain: sertifikat, piagam atau bukti prestasi tinggi dan harus mendapat rekomendasi dari wakil rektor bidang kemahasiswaan, mempunyai perilaku yang baik di kampus maupun dalam kehidupan masyarakat, indeks prestasi mahasiswa minimal 2,5. Sedangkan persyaratan khusus ialah  berprestasi tinggi dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dikelompokkan dalam 3 bagian:

1.    Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang dilombakan atau dipertandingkan. Ini meliputi Universiade (olimpiade mahasiswa dunia), Olimpiade Matematika atau Fisika Internasional, Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNAS),  Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), dsb.

2.    Kegiatan pelatihan

       Penerima beasiswa ini pernah mengikuti suatu pelatihan yang ditetapkan sebagai peserta dengan predikat sangat memuaskan/sangat baik, seperti pelatihan jurnalistik atau pers kampus, Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM), dsb.

3.    Kegiatan Pengabdian

       Penerima beasiswa pernah mengikuti suatu kegiatan pengabdian di luar kampusnya melalui organisasi mahasiswa yang ada di perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian tersebut  dilakukan lebih satu kali dengan jenis kegiatan yang berlainan dan mendapat surat tugas dari wakil rektor bidang kemahasiswaan.  (ditmawa/ris)

Penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakulikuler

 

No

Nama Mahasiswa

Fakultas

Prestasi

1.

Erick Wahyudiono

Pertanian

Presiden Mahasiswa BEM KM 2006/2007 dan Anggota MWA IPB

2.

Eka Purna Yudha

Pertanian

Finalis Bidangn POLKAM Presentasi Pemikiran Kritis Tingkat Nasional 2006

3.

Kristanto

Pertanian

Menteri Sosial Lingkungan BEM KMK IPB 2006/2007

4.

Aditya Rahman

Pertanian

Gelar Ilmiah Perikanan UKF Road to Schumutzer

5.

Ratih Kemala Dewi

Pertanian

Peserta Pelatihan SAR

6.

Nurfajrianti

Pertanian

Pengurus UKM Pramuka dan Kakak Asuh pembinaan anak putus sekolah

7.

Ika Setiasih

Pertanian

Paduan Suara IPB "Agria Swara "IPB

8.

Tri Utami Ningsih

Pertanian

Kepala Departemen Pendidikan BEM Faperta

9.

Crisman Rd.Simorangkir

Pertanian

Mahasiswa TPB Berprestasi

10.

Dwi Yugo Wardoyo

Pertanian

Finalis PKM PIMNAS Malang 2006 dan Presenter the 4th Nasional Student Essay Competition

11.

Amalia Puji Rahayu

Pertanian

Mahasiswa TPB Berprestasi  dan Juara II Tim Basket PKM Didanai DIKTI 2007

12.

Mustahul Falah

Pertanian

  Badan Ekskutif Mahasiswa KM IPB

13.

Upik Hidayat

Pertanian

Juara III Lomba Karya Tulis Hemat Departemen Pendidikan Nasional

14.

Wywy Goulde March

Kedokteran Hewan

Juara II Ronde Nasional Mahasiswa Beregu Putri Olympic Round Jakarta dan Juara III Nasional Mahasiswa Beregu Putri Kualifikasi

15.

Aditya Herry Emawa

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Penyaji Tingkat Nasional PIMNAS XIX UMM Malang-Intermediet Level LIA

16.

Henry Kasmanhadi S.

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Kemah Bakti Racana Nasional The National Youth Rescuer Training 2007

17.

Rijal Nsirul Hudaya

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Gelar Ilmiah Perikanan

18.

Muchmmad Hamdani

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Gelar Ilmiah Perikanan

19.

M.Azwar Haris

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Peserta Embedding Plastik

20.

 Yayandi Gushagia

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa

21.

Galih Meitanul Imam

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Staf Departemen Usaha Koperasi Mahasiswa

22.

Inda Farhataini

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Himpunan Mahasiswa Sosialisasi Ekonomi Peternakan

23.

Ahmad Sudarsono

Perikanan dan Ilmu Kelautan

Finalis Lomba Abstrak BI dan Teknologi UPI

24.

Wilujeng Prihartini

Peternakan

Pencatatan Rekor MURI Rampak Gitar Mahasiswa Berprestasi Fapet IPB

25.

Nuralim

Kehutanan

Seminar Planogi Simposium Nasional Skenario Pembangunan Hutan

26.

Agus Muhammad Arifin

Kehutanan

Seminar Nasional Selamatkan Hutanku, Negeriku

27.

Ilyas Yanu N

Kehutanan

Seminar Planogi - Pelatihan Jamur Tiram

28.

Erry Kurniawan

Kehutanan

Seminar Nasional Badak Jawa Seminar dan Pelatihan Kewirausahaan

29.

Evi Heriyaningtyas

Kehutanan

Lomba Karya Tulis Bidang Lingkungan Hidup

30.

Lambok P Sagala

Kehutanan

Peserta Seminar Nasional Lingkungan Hidup

Peserta Nasional Curik Bali

31.

Doddy Julin Irawan

Kehutanan

Finalis Lomba Logo Himpro Departemen Silvikultur

32.

Aditya Martha P

Kehutanan

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kehutanan

33.

Andrea Shandy Prabowo

Kehutanan

Unit Kegiatan Mahasiswa Koperasi Mahasiswa (KOPMA)

34.

Iwan Kurniawan

Kehutanan

Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata

35.

Sarah Intan Munte

Teknologi Pertanian

Seminar Manajemen Alat Berat dalam Pengembangan Pertanian Modern

36.

Fandra Wiratama

Teknologi Pertanian

Pencatatan Rekor MURI Rampak Gitar

37.

Ifah Latifah

Teknologi Pertanian

Seminar Peluang Kerja 2006

38.

Isron

Teknologi Pertanian

Seminar Nasional Evaluasi Sewindu Reformasi

39.

Abdul Malik H

Teknologi Pertanian

Pemenang Setara Perak PKM pada PIMNAS UNM-Malang 2006 Penyaji Tingkat Nasional PIMNAS UNM

40.

Aris Setiawan

Teknologi Pertanian

Kejuaraan Catur Mahasiswa STT Telkom Bandung 2005

41.

Rachmat Adhiputra K

Teknologi Pertanian

Juara II Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPB-Tahun 2006

42.

Catur Prasetya

Teknologi Pertanian

Peserta Workshop Tips & Trik Menggali Ide Kreatif dan Memenangkan Kompetisi Proposal Ilmiah

43.

Rita Kartikasari

Teknologi Pertanian

Koordinator Mata Kuliah Biologi IPB

Workshop PKM Himogl

44.

Gema Buana Putra

Teknologi Pertanian

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian

45.

Redy Hendra Gunawan

Teknologi Pertanian

Memperoleh Pendanaan dalam Program PKM Penelitian

46.

M. Mukri Husnato

Teknologi Pertanian

Koordinator Mata Kuliah Biologi IPB, Workshop PKM Himaglobin

47.

Titik Handayani

Matematika & IPA

Seminar Nasional Himpunan Kimia Indonesia 2006

48.

Jayadin

Matematika & IPA

Wakil Presiden Mahasiswa IPB

49.

Irvan Harimena

Matematika & IPA

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan IPA

50.

Meli Fitriani S

Matematika & IPA

Persekutuan Mahasiswa Kristen

51.

Yoana Nova Rosalita

Matematika & IPA

Simposium Nasional Kimia Bahan Alam XIV

52.

Meikhal Saputra

Ekonomi & Manajemen

Pencatatan Rekor MURI Rampak Gitar

53.

Rian Novati Sandi

Ekonomi & Manajemen

Pelatihan Penulisan Perjuangan

54.

Marhamah Muthohharoh

Ekonomi & Manajemen

MPM KM IPB 2005-2006

55.

Afif Nurwilianto

Ekonomi & Manajemen

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi & Manajemen

56.

Levi Elhusni

Ekonomi & Manajemen

Web Designer Koran Kompas

57.

Yanda Ekaputra Hermawan

Ekonomi & Manajemen

Vice Presiden Direktur Centre Of Management FEM IPB

58.

Yenny Hastuty S

Ekonomi & Manajemen

Persekutuan Mahasiswa Kristen

59.

Yognatama Cindya Z

Ekologi Manusia

Feed Formulation Training 2005

60.

Fabi Damiko

Ekologi Manusia

Juara III Musabaqoh Tilawatil Quran

61.

Novida Nurmayanti

Ekologi Manusia

Talk Show Bila Alumni Bicara

62.

Sani Ramdhan M

Ekologi Manusia

Pelatihan Penulisan Katya Ilmiah

63.

Fachri Azhar

Ekologi Manusia

Campus Fair 2006

64.

Rio

Ekologi Manusia

Pembekalan Pendamping UKM Bagi Mahasiswa IPB

65.

Rusdi Saleh

Ekologi Manusia

Panitia Pelatihan Penulisan Ilmiah Poster dan Teknik Presentasi

66.

Saputri Sapta Oktavianty

TPB

 Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Centuri

67.

Daniel Forqon

TPB

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Centuri

68.

Gangga Nanda Adi Surya

TPB

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Centuri

69.

Susan Oktaviani BR. B

TPB

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Centuri

#$#086b046395f28678b205c0c087bc104b###323247c6a984ac36b733600aa7b87a21###ID###2007-11-05 13:47:07###Beasiswa HA Fahutan IPB Kepada 105 Mahasiswa TPB###

 Untuk kesekian kalinya, Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (HA Fahutan IPB) kembali memberikan beasiswa pada sejumlah mahasiswa IPB, Sabtu (3/11). Pemberian beasiswa kepada 62 orang mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Fahutan dan 43 orang mahasiswa TPB non Fahutan itu diberikan pada saat Halal Bihalal HA Fahutan IPB, bertempat di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square Jln. Pajajaran Bogor.

Secara simbolis beasiswa diserahkan oleh Dewan Pengarah HA IPB Prof.Dr.Ir. Dudung Darusman, Wakil Dekan Fahutan Dr.Ir. Fauzi Febriyanto, MS dan Direktur TPB Dr. Ibnul Qayim kepada Arif Juniarto (mahasiswa TPB Fahutan), Ati Kotun Fitria (mahasiswa TPB Fakultas Teknologi Pertanian),  dan Dr. Lailan Syaufina (dosen Fahutan selaku koordinator beasiswa).

Ketua HA Fahutan IPB, Dr.Ir. Bun M Purnama, MSc., dalam sambutannya menegaskan, kepedulian sosial menjadi icon program kerja HA Fahutan IPB. Karenanya, ia mengharapkan ke depan HA Fahutan IPB bisa terus meningkatkan kepedulian sosialnya tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Halal Bihalal Ir. Heslisyah Siregar, MM., mengatakan pada awalnya program beasiswa ini khusus untuk mahasiswa TPB Fahutan, namun dalam perjalanannya HA Fahutan Peduli juga memberikan beasiswa pada mahasiswa-mahasiswa TPB dari fakultas-fakultas lain.

Sementara itu, Direktur TPB Dr. Ibnul Qayim mengaku gembira dengan adanya kepedulian Himpunan-himpunan Alumni kepada para mahasiswa yang membutuhkan. "Bantuan dari himpunan-himpunan alumni sangat membantu," ujarnya.

Pada Halal Bihalal yang menjadi ajang reuni ini, panitia kembali melakukan penggalangan dana. Sebelumnya, para alumni yang hadir mendengarkan taushiyah atau ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz H. Nurhan Poso Lubis.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah senior Fahutan, antara lain Ir. Syafii Manan, MSc., Ir. Sadikin Djajapertjunda, M.Sc., dan Ir. Yunus Kartasubrata. Acara semakin meriah dengan adanya doorprize dan suguhan lagu-lagu yang diiringi grupband dari Bandung. (nm)

#$#aca6b4229d99a8dcc3935d5ef1a06ea6###94841a2b78a949cc4a48ae625c74272b###ID###2007-11-08 08:34:21###HADIRILAH DEBAT PUBLIK 7 (TUJUH) CALON REKTOR IPB###

HADIRILAH DEBAT PUBLIK 7 (TUJUH) CALON REKTOR IPB

Kamis, 8 November 2007
Panitia Pemilihan Rektor IPB mengundang Bapak/Ibu/saudara/i segenap keluarga IPB; dosen, tenaga penunjang, mahasiswa, alumni dan masyarakat untuk hadir dalam acara Debat Publik 7 (tujuh) Calon Rektor yang Insya Allah akan diseleggarakan pada:

Hari/tanggal : Senin, 12 November 2007
Pukul : 08.00 – 12.30 WIB
Tempat : Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Institut Pertanian Bogor

Mekanisme Singkat Pelaksanaan Debat Publik :

  1. Calon Rektor IPB akan menempati tempat duduk yang tersedia di atas panggung. Ketujuh Calon Rektor IPB tersebut (menurut abjad) antara lain:
    1. Dr. Anas M.Fauzi, M.Eng
    2. Prof. Dr.Ir. Dudung Darusman, MA
    3. Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, MSc
    4. Prof.Dr.Ir. M.A. Chozin, M.Agr
    5. Prof.Dr.Ir. Rizal Syarief, DESS
    6. Prof.Dr.Ir. Supiandi Sabiham, M.Agr
    7. Prof.Dr.Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS
  2. Calon Rektor memaparkan visi, misi dan program masing-masing selama 10 (sepuluh) menit.
  3. Urutan paparan dan urutan menerima pertanyaan dari Panelis untuk masing-masing Calon Rektor ditentukan melalui undian.
  4. Panelis ditentukan 5 orang masing-masing mewakili unsur dosen, alumni, mahasiswa, tenaga penunjang dan masyarakat.
  5. * Panelis unsur dosen dan tenaga penunjang diusulkan oleh Rektor yaitu:
    (1) Dr. Ir. Aida Vitalaya Syafri, M.Sc (unsur dosen)
    (2) Deddy Mohamad Tauhid, SH, MM (unsur tenaga penunjang)

    * Panelis unsur mahasiswa diusulkan BEM KM IPB, yaitu Gema Buana Putera (Ketua BEM Fakultas Teknologi Pertanian)

    * Panelis unsur alumni diusulkan oleh Pengurus Pusat HA IPB, yaitu. Ir.Agus Supriono (Wakil Sekretaris Pengurus Pusat HA IPB)

    * Panelis unsur masyarakat ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Rektor, yaitu Adi Sosono 

  6. Masing-masing Calon Rektor akan ditanya oleh 3 (tiga) Panelis secara acak menurut undian. Masing-masing panelis bertanya selama 2 (dua) menit dan Calon rektor menjawab 3 (tiga) menit untuk masing-masing panelis.
  7. Moderator Debat Publik ini adalah Direktur Utama Radio Republik Indonesia (RRI) Parni Hadi dan Ir. Lusi Fauzia, M.S. Sedangkan Master of ceremony (MC) dalam pembukaan ialah Marissa Haque.
  8. Apabila waktu tanya jawab masih tersedia, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dengan ketentuan sebagai berikut :
  9. Pemilihan peserta yang akan bertanya diatur oleh moderator.
    Peserta mengajukan pertanyaan maksimal 1 (satu) menit dan Calon Rektor menjawab maksimal 2 (dua) menit.
  10. Panitia tidak memperkenankan peserta Debat Publik untuk membawa segala bentuk atribut (pamplet, leaflet dan media lainnya) yang menunjukkan aktivitas sosialisasi Calon Rektor di dalam dan di luar gedung.
Adapun Uji Penerimaan Publik dan Pemungutan Suara bagi dosen, tenaga penunjang dan mahasiswa akan diselenggarakan Insya Allah pada:

 

Hari/tanggal : Rabu, 14 November 2007
Pukul : 08.00 – 14.00 WIB
Tempat : Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disediakan panitia

Demikian undangan kami sampaikan, atas perhatian dan kehadirannya diucapkan terima kasih.

Panitia Pemilihan Rektor IPB Tahun 2007-2012
Ketua, Dr.M.Ikhwanuddin Mawardi

Sekretaris,
Dr.D.Iwan Riswandi, M.Si

#$#cacd81cd02c426a4020ae41149e1f32a###35d0f241c818cf53de2077a083c8a8ab###ID###2007-11-09 14:26:20###IPB Lepas 47 Calon Jemaah Haji###

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc melepas 47 calon haji ke tanah suci Mekkah Kamis (8/11) di Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga. Acara ini diawali pembacaan ayat suci Al Quran oleh Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia, Febi Damiko dan saritilawah oleh staf penunjang Direktorat Sumberdaya Manusia, Rosyifah. Rektor menegaskan kembali kebijakannya untuk memberikan izin bagi civitas akademika menunaikan ibadah haji. "Saya bisa kuwalat jika menghalang-halangi orang yang ingin menunaikan kewajibannya ke tanah suci." Terlebih dengan naik haji spiritualisme akan meningkat dan hal ini berkaitan erat motivasi dalam aktivitas sehari-hari khususnya dalam bekerja.

Rektor berharap kebersamaan calon Haji saat menunaikan ibadah haji juga tetap terjaga pasca dari Mekkah dan terbawa dalam etos kerja di IPB. Berkaitan hal tersebut, Rektor berencana mendirikan Persatuan Haji IPB. Persatuan ini mewadahi para jemaah haji IPB agar silaturahmi senantiasa terjalin. Diakhir sambutannnya Rektor IPB berseloroh," Jemaah haji kali ini sangat istimewa dilepas oleh rektor lama dan pulangnya disambut rector baru."


Ketua kafilah jemaah haji IPB, Drs. H.E. Syamsudin mengatakan pelepasan ini sangat penting untuk menjaga ukhuwah, silaturahmi dan saling bertitip nasehat. Ibadah haji sejatinya memiliki makna sangat besar, bukan hanya ibadah lokal, nasional juga tapi lintas internasional. "Umat dari berbagai Negara dating untuk tujuan sama beribadah kepada Allah," ujar Syamsudin. Tahun ini adalah kafilah haji IPB yang ke-5 dan pesertanya turun dari tahun sebelumnya. Sambutan lain berasal dari wakil peserta jemaah haji dari IPB, Dr. Sri Hartoyo.

Ketua panitia sekaligus Direktur Sumber Daya Manusia IPB, Dr. Moh. Yamin membacakan daftar peserta yang ikut dalam kafilah haji tahun ini. Perhatian IPB pada kesehatan jemaah haji juga tampak dari penjelasan Kepala Poliklinik IPB, Dr. Sri Budiarti dan pemberian bekal 9 (sembilan) macam obat-obatan. Jemaah haji IPB dibekali sembilan obat antara lain antibiotic (amoxilin), flutamol, neutalgin, obat batuk hitam, troxes, danueron, borax gliserin, obat maag dan biodiare. Acara ini ditutup ceramah singkat dari Dr. Didin Hafiduddin. (ris)

#$#ba98d852abb75fb22280e38b486bb5fa###1893ca877d486c7a2c36bd9382ad06f9###ID###2007-11-12 10:33:08###"Dialog Kepemimpinan, Revitalisasi Pertanian dan Peradaban" bersama Yusuf Sutanto###

Dalam khasanah cerita sufi, dituturkan pada suatu hari ada seorang pemuda terpelajar mengamati syekh tua yang sedang menanam pohon kurma dengan keringat bercucuran. Kemudian ia menghampiri dan bertanya, "Pak Tua, untuk apa melakukan pekerjaan sia-sia menanam kurma. Apakah masih sempat menikmati buahnya yang pertama?" tanya si pemuda. Syekh itu sambil meneruskan pekerjaannya menjawab singkat, "Apakah yang kamu makan adalah hasil yang kau tanam sendiri ?"

Demikian penggalan cerita dari Bapak Yusuf Sutanto dalam acara bedah buku dan dialog "Kepemimpinan, revitalisasi pertanian dan peradaban" di hadapan para aktivis mahasiswa IPB, Rabu (7/11) bertempat di Wisma Tamu IPB Kampus IPB Darmaga. Yusuf Sutanto adalah seorang pengusaha sukses negeri ini, yakni salah seorang Direksi dari PT. Indofood, namun lebih senang memperkenalkan diri sebagai seorang Bapak dari dua orang anak

"Apabila di Indonesia, pemuda tersebut mungkin adalah lulusan Fakultas Pertanian dan telah mengikuti program Agribisnis. Mungkin ia akan terperanjat mendengar jawaban syekh tua tadi. Dan tanpa sepatah kata pun mungkin ia akan ngeloyor pergi, karena ia merasa dirinya tahu umur tanaman dan asas manfaatnya," lanjut Yusuf menerangkan, seraya menegaskan hidup ini memang kita terima dari generasi pendahulu dan kalau kita lacak terus sampai ke hulu, maka kita akan bertemu dengan Sang Pencipta Sumber Kehidupan, itulah Kepemimpinan.

Acara yang digagas Direktorat Kemahasiswaan IPB ini berlangsung meriah dan dalam suasana akrab. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan, Kepala Program Internasional IPB Dr. Ma'mun Sarma, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, SpMP,M.Si, dan Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB Bambang Riyanto, M.Si.

Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB Bambang Riyanto, M.Si, kepada Pariwara menuturkan, selalu menarik apa yang disampaikan oleh Yusuf Sutanto. Pria kelahiran tahun 1945 di Pekalongan ini, kata Bambang, juga dikenal sebagai pemrakarsa berbagai seminar pemikiran, seperti Fritjof Capra salah seorang ahli fisika kuantum yang mengkaji tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan kearifan timur, serta Editor dan kontributor buku "Revitalisasi Pertanian dan Dialog Peradaban".

Cerita Yusuf Sutanto lain yang juga membuat hadirin terkesima adalah tentang seorang tawanan yang dihukum penjara seumur hidup dan merasa frustasi karena didiamkan begitu saja tanpa diberi tugas untuk bekerja. Pada suatu hari ia diminta untuk menjalankan tugas besar yang sangat menantang, yaitu harus menghancurkan gunung, lalu tanahnya dipindahkan ke suatu tempat. Setelah gunung itu rata, ia diminta mengembalikan ke tempat semula. Sesudah itu, tawanan tersebut bunuh diri. Semula dia berpikir telah melakukan sesuatu yang berguna untuk pembangunan, tetapi mengangkutnya kembali, itulah yang membuatnya kecewa.

Melalui cerita-cerita tersebut, Yusuf Sutanto menyampaikan gambaran bahwa betapa misteriusnya manusia. Maka apabila kita mau membangun manusia, kita perlu mempelajari dan memecahkan rahasia ini. Kita tidak bisa begitu saja menyederhanakan manusia seolah-olah hidupnya digantungkan semata-mata pada kekuasaan yang berada di luar segalanya. Melimpahnya sumberdaya alam memang penting. Namun kalau kita tidak berhasil membangun manusianya, maka seperti terbukti selama ini, semua kekayaan itu tidak bisa diolah sendiri untuk kepentingan bersama, kecuali hanya dijual ke luar negeri atau mendatangkan investor dari luar untuk mengolah di dalam negeri.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, Yusuf Sutanto menyampaikan bahwa dunia ilmu pengetahuan dipenuhi dengan penemuan yang selalu diperbaharui dari masa ke masa. Tumbuh berkat adanya keterbukaan dan disiplin yang ketat dalam mengikuti prosedur tertentu untuk menguji validitas yang sudah atau akan ditemukan, demi menemukan yang baru dan diharapkan tentunya lebih baik lagi dari sebelumnya.

"Dalam dunia yang semakin terkait sekarang ini mustahil kita bisa membangun bersama masa depan tanpa kehadiran ilmu pengetahuan. Banyak ilmuan memperlakukan ilmu yang dipelajarinya sebatas penggunaannya seperti sebuah pisau untuk memotong lalu membahas hasil potongannya. Kita tidak pernah atau jarang diajak menelisik ke arah hulu, mempertanyakan pisaunya dibuat dari bahan apa, dan proses membuatnya bagaimana, serta siapa yang membuatnya. Atau kalau kita mengandalkan hanya logika kita akan menghasilkan ilmuan seperti orang buta memegang gajah. Masing-masing mendeskripsikan gajah sesuai dengan apa yang dipegangnya saja. Barangkali disinilah letak penyebabnya mengapa ilmu pengetahuan semakin maju, tetapi kehidupan bersama kok malah bertambah buruk saja,". (nm/ditmawa)

 

 

#$#0f5a2c9450013064f2f4dcab17d4f841###c8d38e1022a66ed5e984f8884006478e###ID###2007-11-13 12:39:22###Warga IPB Saksikan Debat Publik Tujuh Carek###

Warga IPB berbondong-bondong datang ke Gedung Graha Widiya Wisuda (GWW) untuk menyaksikan tujuh (7) orang calon rektor (carek) IPB, Senin (12/11) di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Gedung GWW yang berkapsitas 4000 orang itu, terisi penuh oleh civitas akademika IPB, mulai dari dosen, mahasiswa, pegawai, alumni dan masyarakat umum, mereka antusias menyaksikan dan menilai tujuh calon rektor tersebut.

"Kita sengaja menggelar kegiatan debat publik ini, agar civitas akademika IPB dapat mengenali dan mengetahui calon rektor yang akan dipilihnya nanti. Sehingga dalam pemilihan nanti tidak seperti memilih kucing dalam karung,"ujar Wakil Ketua PPR, Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, disela kegiatan tersebut.

Kegitan yang bertemakan "Debat Publik Calon Rektor IPB 2007 - 2012," menghadirkan ketujuh calon rektor, yaitu, Anas M. Fauzi, Dr.Ir.M.Eng., Dudung Darusman, Prof.Dr.Ir.MA., Herry Suhardiyanto, Dr.Ir.M.Sc., M.A.Chozin, Prof.Dr.Ir.M.Agr., Rizal Syarief Prof.Dr.Ir. DESS., Supiandi Sabiham, Prof.Dr.Ir.M.Agr., dan Tridoyo Kusumastanto, Prof.Dr.Ir.MS.

Kegiatan ini didahului oleh pembukaan yang sambut oleh laporan ketua PPR, Dr.M.Ikhwanuddin Mawardi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor IPB yang diwakili Wakil Rektor III, Prof.Dr.Ir.Yusuf Sudo Hadi.M.Sc.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB, Didiek J Rachbini, dalam sambutannya mengatakan, agar dalam kegiatan pemilihan rektor IPB ini harus menghormati aturan main yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Kita mengharapkan rektor yang terpilih nanti bukan artis yang populer, namun rektor yang terbaik diantara yang terbaik," ujarnya.

Debat publik ini di moderatori Direktur Lembaga Penyiaran Publik RRI, Parni Hardi, dan salah satu Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Ir. Lusi Fauzia, MS. Bukan itu saja, kegiatan ini juga dipandu Master of Ceremony (MC) artis yang juga mahasiswa S3, Pascasarjana IPB, Marisa Haque.

Pada debat tersebut setiap Calon Rektor untuk terakhir kalinya menyampaikan konsepsi pengembangan IPB selama maksimal 10 menit dan wajib menjawab pertanyaan panelis di depan seluruh warga IPB.

Lima panelis yang berkesempatan menguji para Calon Rektor yaitu, Dr. Ir. Aida Vitalaya Syafri, M.Sc (unsur dosen), Deddy Mohamad Tauhid, SH, MM (unsur tenaga penunjang), Gema Buana Putera (Ketua BEM Fakultas Teknologi Pertanian), Ir.Agus Supriono (Wakil Sekretaris Pengurus Pusat HA IPB), Panelis unsur masyarakat ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Rektor, yaitu Adi Sosono.

Rabu depan tepatnya 14 Nopember 2007, PPR IPB akan menggelar Pemira sebagai maksud Uji Penerimaan Publik. Dengan mekanisme seperti biasanya, pemira ini dilakukan dengan pemungutan suara dari warga IPB yakni Dosen, Tenaga Penunjang dan Mahasiswa. PPR IPB menyediakan 28 TPS yang tersebar di seluruh Kampus Darmaga, Kampus Baranang Siang, Kampus Cilibende, dan Kampus IPB lainnya di Jakarta.

Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh.RP. Agus Lelana SpMP, M.Si. memberikan komentar bahwa, paparan dan tanyajawab dari tujuh carek IPB sangat luar biasa dan insyaallah akan menggembirakan semua pihak yang nanti akan bermitra dengan IPB.

Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Prohumasi yang juga berperan sebagai media officer Pemilihan Rektor IPB mengucapkan terimakasih kepada kalangan media, wartawan dan reporter yang secara khusus meliput kegiatan debat publik ini.

"Ucapan terimakasih khususnya disampaikan kepada Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI yang menyiarkan kegiatan debat publik ini secara lokal, regional dan nasional. (man)

 

#$#2387272e53800bb98338f88256268d72###c3c78a6f98359d5350d700ec2de6a12d###ID###2007-11-14 09:15:53###Rektor IPB Melantik 21 Orang Pajabat Sruktural###

Ditengah pergantian Rektor IPB, sebanyak 21 orang pejabat dilantik pada acara "Pelantikan Pejabat di Lingkungan IPB, Selasa (13/11) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Mereka yang dilantik langsung oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Matjjik, M.Sc., adalah:

No.

Nama

Jabatan Baru

1.

Dr.drh.I Wayan teguh Wibawan, M.S

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan

2.

Dr.Ir. Indra Jaya, M.Sc.,

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

3.

Dr.Ir.Luki Abdullah, M.Sc.Agr.,

Dekan Fakultas Peternakan

4.

Dr.Ir.Sam Herodian, M.S.,

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian

5.

Dr.drh.Hasim, DEA.,

Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA)

6.

Dr.drh.Nastiti Kusumorini

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan

7.

Dr.Ir.Agus Oman Sudrajat, M.Sc.

Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

8.

Dr.Ir.H.Moh.Yamin, M.Agr.Sc.

Wakil Fakultas Peternakan

9.

Dr.Ir.Sugiyono, Mapp.Sc.

Wakil Fakultas Teknologi Pertanian

10.

Dr.Ir.KGS.Dahlan, M.Sc.

Wakil Fakultas Matematika dan IPA

11.

Dr. Wonny Achmad Ridwan, S.E.,M.M.

Direktur Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum

12.

Agus cahyana, S.E.,M.M.

Kepala Kantor Audit Internal

13.

Dr.Ir.dadang, M.Sc.

Ketua Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian

14.

Dr.Ir.Irzaman, M.Si.

Ketua Departemen Fisika FMIPA

15.

Dr.Ir.Swastiko Priyambodo, M.Si.

Sekretaris Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian

16.

Ir.Dwi Margi Suci, M.S.

Sekretaris Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan

17.

Dr.Lina Karlinasari, S.Hut., M.Sc.

Sekretaris Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan

18.

Abdul Aziz, S.E.

Kepala Sub Direktorat Akuntansi dan Manajemen Investasi Portofolio Direktorat Keuangan

19.

Ir.Heri Purwanto

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Fasiitas Direktorat Fasilitas dan Properti

20.

Supriyanto, S.E.

Kasi Fasilitas Akademik Direktorat Fasilitas dan Properti

21.

Koko

Kasi Produksi University Farm

Dalam sambutannya, Rektor IPB mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai sehingga pada hari ini mereka dapat dilantik menjadi seorang pejabat struktural di lingkungan IPB.

"Jabatan yang diemban adalah amanah, saya mohon dapat dijalankan dengan tanggungawab yang tinggi. Saya mengharapkan agar saudara dapat bekerja keras, penuh pengabdian, berdedikasi tinggi, dan menjunjung tinggi kejujuran,"ujarnya.

Permasalahan, tantangan, dan hambatan menurutnya, harus dihadapi dan tidak boleh dihindari apalagi lari dari tanggungjawab. Melainkan harus dihadapi secara profesional dengan penuh kearifan.

"Dimohon nantinya pejabat yang dilantik ini dapat bekerja sama dengan mitra dan kolega baik di IPB maupun di luar IPB. Kepada para pejabat yang digantikan atas nama IPB saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas karya yang telah diberikan kepada IPB dengan penuh tanggungjawab," ujarnya.

Beliau mengatakan, bahwa pelantikan pejabat struktural pada hari ini adalah bagian dari proses regenarasi kepemimpinan di IPB. Dimana pergantian akan terus terjadi sesuai dengan periode jabatan.

"Kita berharap agar pejabat yang mengantikannya dapat meningkatkan kinerja dan program yang telah dicanangkan sebelumnya," ujarnya. 

Terkait dengan masa transisi pergantian rektor di IPB yang saat ini sedang berlangsung beliau mengatakan, pelantikan pejabat hari ini terpaut sekitar 4-5 minggu sebelum berakhirnya masa jabatannya sebagai rektor IPB.

Walaupun demikian, menurutnya dengan sop yang dimiliki dan tetap memperhatikan aspirasi dari berbagai pihak, beliau yakin bahwa semua pejabat yang dilantik pada hari ini  akan dapat bekerjasama dengan baik, dengan siapapun, termasuk dengan rektor baru nanti.

"Pergantian pejabat di IPB telah tersistem dengan cukup baik, didukung pula oleh kedewasaan seluruh warga IPB. Sehingga, ditengah pemilihan rektor pun proses pergantian 5 pimpinan fakultas dan unit-unit kerja yang lain dapat berjalan dengan baik tanpa ada halangan yang berarti," katanya. (man)

#$#3b637820c3a9bae058be6bd8b6eccb59###99019e749c9a383c94f3225be5eef387###ID###2007-11-12 14:23:11###Video Acara Debat Publik###

Berikut adalah file video acara debat publik yang direkam oleh Bagian Media Publikasi Kantor Perpustakaan IPB dan selanjutnya diolah oleh KPSI-IPB. Mengingat proses pengolahan membutuhkan waktu, maka kami cantumkan secara bertahap. Semoga dapat dimaklumi dan semoga bermanfaat.

KPSI-IPB

 

#$#29230c15c8e2db0daaa2cd1cac7ac52d###a59ec1c1caae87fc3331dcc800e85e77###ID###2007-11-15 08:50:11###Wisuda Program Diploma IPB : Lulusan IPB Harus Dapat mengambil Peran Utama###

Institut Pertanian Bogor (IPB) diharapkan menjadi pelopor dalam pengembangan energi alternative untuk mengatasi bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini telah mulai langka dan harga minyak dunia pada minggu-minggu ini terus melambung tinggi. Rektor IPB Prof.Dr.Ir. H.Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., mengatakan hal itu saat memberikan sambutan pada Upacara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah pada Program Diploma Tahap I tahun akademik 2007/2008, di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga, Rabu (14/11).

Dikatakan, banyak hal yang dapat dikembangkan terkait dengan permasalahan tersebut. Indonesia yang berada di daerah tropis dengan lahan yang luas dan matahari yang bersinar sepanjang tahun, seharusnya dapat segera mengembangkan energi surya, energi angin dan bio-energi secara lebih intensif.

"Beberapa tanaman telah diketahui dapat menghasilkan bahan bakar seperti kelapa, kelapa sawit dan jarak yang memiliki adaptasi yang luas, sehingga dapat dikembangkan di berbagai wilayah di Indonesia. Lulusan IPB harus dapat mengambil peran utama untuk mengatasi masalah ini, terutama untuk menghasilkan bahan energi yang terjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah," tegasnya.

Untuk itu, lanjut Rektor, ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) setingkat Ahli Madya yang berkualitas sangat diperlukan. Hal ini karena pengembangan pertanian kita memerlukan sangat banyak SDM yang memiliki skill sesuai dengan bidangnya, siap pakai, siap beradaptasi dan siap bekerja, serta memiliki tingkat manajerial yang memadai.

Lulusan
Pada Sidang Terbuka kali ini, IPB mewisuda dan menganugerahkan Ijazah kepada 1591 lulusan program diploma dari tujuh fakultas di lingkungan IPB. Sebanyak 403 lulusan dari Fakultas Pertanian, 128 lulusan dari Fakultas Kedokteran Hewan, 186 lulusan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, 265 lulusan dari Fakultas Peternakan, 230 lulusan dari Fakultas Kehutanan, 46 lulusan dari Fakultas Teknologi Pertanian dan 333 lulusan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sebagai alumni baru IPB, mereka diharapkan tetap berhubungan dengan almamater tercinta dan ikut berperan serta dalam program-program yang ada. "Kepada seluruh wisudawan saya berharap dapat segera bergabung dengan himpunan Alumni IPB agar Alumni IPB semakin kuat dan kompak," demikian ajakan Rektor pada para wisudawan. (nm)

 

#$#35dfe79668df4d342b5d21211d2879e8###dfc013a5ef4864ee37bd79e59a510d22###ID###2007-11-16 15:15:28###Workshop Pengembangan Bisnis : Diharapkan Berkembang Produk-produk Berlogo IPB###

Direktorat Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Workshop Pengembangan Bisnis, Kamis (15/11) bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor. Kegiatan yang dibiayai oleh Program Indonesian Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) ini diikuti oleh 90 orang peserta, terdiri dari Kepala Departemen dan Kepala Pusat di lingkungan IPB, para pemasok Agrimart, serta tim I-MHERE sendiri.

Workshop bertajuk "Mensinergikan Produksi dan Pemasaran" tersebut menghadirkan dua orang pembicara, yakni Aribowo Prijosaksono (Direktur PT. Garuda Tani Nusantara) dan Ir. Muhamad Kurnia (PT. Bogor Life Science and Technology - BLST).

Direktur PIUP IPB, Dr. Dadan Hindayana dalam kata pengantarnya mengatakan, untuk perkembangan produk-produk IPB, ke depan diharapkan ada holding company yang mampu mensinergikan produksi dan pemasaran. Menurutnya, efek penting yang akan diperoleh selain benefit berupa nominal uang, adalah berkembangnya produk-produk berlogo IPB. "Karena itu, dengan adanya workshop diharapkan dapat mendiskusikan hal-hal yang lebih konkrit," ujar Dr. Dadan.

Sementara itu, kedua pembicara dalam presentasinya banyak memberikan support bagi para peserta workshop untuk senantiasa optimis dalam menjalankan usaha atau bisnis yang akan atau tengah dibangun. Aribowo misalnya, ia bertutur bahwa di Indonesia ini banyak orang pintar tapi sedikit entrepreneur.

Dikatakan, seorang entrepreneur tidak pernah berhenti berinovasi. Bagaimana seorang entrepreneur berinovasi? Pertama, harus membuat komitmen, bahwa sukses dimasa depan sangat bergantung pada kemampuan anda menghasilkan produk baru, pelayanan baru dan cara-cara baru. Kedua, partner terbaik anda untuk berkreasi adalah pelanggan anda. Ketiga, berkreasilah berdasar pada kompetensi utama anda. Terakhir, ciptakanlah iklim berkreasi, untuk mendorong anda menemukan ide-ide baru.

Begitu pula Ir. Kurnia, sebagai seorang yang sarat pengalaman pada bidang bisnis, ia memberikan Support pada para peserta seraya berujar, jika ingin menjadi pengusaha sukses, maka harus mau bergaul dengan pengusaha sukses. Pada bagian lain, bagi unit-unit di lingkungan IPB yang menghasilkan produk, Ir. Kurnia mengimbau agar mereka memperhatikan standarisasi mutu, kontinuitas, dan harga yang bersaing. (nm)

#$#e69ce4374e3dc5234f5295c0a12ab97c###49dec28999cd7a1d4afc58165e8a37a7###ID###2007-11-16 16:26:04###Mahasiswa IPB Ikuti “The 6th PAS Youth Exchange Program “ Di Korea###

pas_1_400Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Afini Juwitasari (Fakultas Kehutanan) dan Jaka Saputra (Fakultas Peternakan) didampingi Direktur Kemahasiswaan IPB Dr Rimbawan mengikuti "The 6th Pacific Asia Society (PAS) Youth Exchange Program (PYEX Program)" selama delapan hari sejak tanggal 26/10 hingga 2/11 di Korea. Undangan ini merupakan timbal balik kesuksesan kemahasiswaan IPB dalam menjalankan program pertukaran pelajar dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam PAS Korea dari tahun 2004. Pada tahun 2007 ini program PAS Korea terpilih sebagai program terbaik.

Pacific Asia Society (PAS) adalah organisasi dari perwakilan berbagai perguruan tinggi yang ada di Korea. Organisasi yang berdiri tahun 1971 ini bersifat non pemerintah dan nirlaba. Dalam perkembangannya, organisasi ini telah melakukan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran budaya antara bangsa-bangsa di Asia Pasifik dan Korea, demi membangun komunitas kebudayaan Asia di masa datang.

Dalam pidato penyambutannya di Chung-Ang University, The Acting President of PAS, Prof. Dr. Kim Chin Hong mengatakan, tahun 2007 ini merupakan tahun yang sangat penting bagi PAS, karena merupakan tahun yang ke-10 berdirinya PAS Youth. "Saat ini banyak sekali mahasiswa Korea yang tertarik untuk menjadi perwakilan PAS Youth dan ikut serta dalam pertukaran kebudayaan Asia Pasifik. Jika program ini dilanjutkan, maka diharapkan 10 tahun yang akan datang akan muncul generasi-generasi baru yang akan berkiprah dalam pembangunan Asia Pasifik."

Secara khusus, Prof. Kim menyampaikan untuk Indonesia, Indonesia merupakan negara Asia yang sangat menarik kebudayaannya. Oleh karena itu, dia berharap agar lembaga swadaya masyarakat yang ada di Indonesia dapat lebih aktif lagi mengembangkan pertukaran pelajar ini.

 

Selama di Korea, mahasiswa IPB berkunjung ke World Cup Stadium di Cheonggycheon, yaitu stadion tempat berlangsungnya World Cup Korea dan Jepang tahun 2002. Mahasiswa IPB juga diajak mengunjungi War Memorial Center dan National Museum of Korea. Tempat ini berisi gambaran replika sejarah dan berkecamuknya perang Korea sehingga memisahkan dua rumpun disana. Selain itu, mereka juga mengunjungi Bulguk Temple di Sekgulam -tempat suci orang Korea atau semacam candi borubudur di Indonesia-, dan sebuah perusahaan besar multi nasional di Korea, Hyundai Motor Company.

Tempat-tempat lain yang juga dikunjungi diantaranya The Independence Hall, dan Cheng Wa Dae ( tempat kediaman presiden /presidential house), dan Broadcasting Studio (KBS/stasiun televisinya Korea). (ditmawa/ris)

 

 

 

#$#df3c80514c7da906a0c0044bbf094a42###ac49fdc4b4499eac2c64570bcd74b3ea###ID###2007-11-19 13:32:08###IPB Masuk dalam 500 Universitas TOP Dunia###


Institut Pertanian Bogor (IPB) masuk dalam 500 Universitas TOP Dunia versi THES-QS Word University Rangkings 2007. Informasi ini dapat dilihat pada situs topuniversity yang merupakan situs resmi Times Higher Education Supplement (THES-QS).

Pengumuman ini merupakan lanjutan dari peluncuran seratus perguruan tinggi terbaik versi THES yang sebenarnya telah diumumkan pada tanggal 9 November 2007 lalu.

Pencapaian ini cukup Istimewa mengingat hal ini diraih diujung masa jabatan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.Ahmad Ansori Mattjik. Sejak kepemimpinannya, Mattjik menargetkan IPB menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional. Mattjik berharap modal berharga ini dapat dilanjutkan oleh Rektor IPB periode mendatang.

Ditemui di tempat terpisah, Prof.M.A. Chozin selaku penggagas pembentukan tim Akreditasi Institusi dan World Class university menyatakan, bahwa pencapaian ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mewujudkan IPB sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional.

Menurut M.A.Chozin, masuk dalam World Class University merupakan bukti pengakuan internasional terhadap kualitas pendidikan di IPB. Dengan pengakuan tersebut otomatis akan memberikan pengaruh positif terhadap citra IPB sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

"Citra tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada IPB sehingga mendorong peningkatan peminat, kepercayaan pemerintah, kerjasama dengan berbagai mitra termasuk kepercayaan dari industri dan dunia usaha untuk memanfaatkan hasil - hasil penelitian dan menerima lulusan IPB untuk bekerja,"ujarnya.

Lanjutnya, peningkatan citra ini diharapkan pula dapat meningkatkan citra pertanian dan pendidikan tinggi pertanian di Indonesia.

Selain itu, untuk memperkuat program - program yang ada saat ini serta adanya program - program baru, IPB juga sedang mempersiapkan proses Akreditasi Institusi yang batas waktunya akhir November ini.

Berdasarkan pemantauan Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni (Prohumasi), Kepala Kantor Prohumasi IPB drh RP Agus Lelana, MpSp, M.Si menjelaskan bahwa untuk sementara peringkat 401-500 masih diurut berdasarkan alfabet. Ada enam PT terbaik di Indonesia yang masuk peringkat 401-500 dunia dengan masing-masing skor sebagai berikut: Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, IPB, dan Universitas Diponegoro. Kriteria utama penilaian survey ini adalah dalam kualitas riset (Research Quality), penerimaan dunia kerja terhadap lulusan (Graduate Employability), pandangan luar negeri ( International Outlook), dan kualitas pengajaran (Teaching Quality).

Sebelumnya, pada tahun 2006 IPB belum masuk dalam jajaran Universitas TOP kelas dunia yang secara tahunan direlease oleh Times Higher Education Supplement (THES). Namun tahun 2007 ini, IPB masuk dalam 500 besar TOP Universities dunia.

Setelah hasil 500 besar diumumkan, baru diketahui IPB termasuk di dalamnya bersama - sama dengan Universitas Gadja Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga dan Universitas Diponegoro. (rpl/man/ris)

#$#c6d0a4535e9e59e9f632c41da443cf89###51b6e563e89d346ccd9e3a1091f9db9c###ID###2007-11-21 10:57:27###Seminar Kredit UMKM Peternakan###Petani Masih Kesulitan Membuat Proposal dan Soal Jaminan

Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Industri Peternakan IPB (HIMASEIP) menggelar Seminar Kredit UMKM Peternakan bertajuk "Mencari Alternatif Sumber - sumber Pembiayan Kredit UMKM Peternakan," Selasa, (20/11), di Gedung Magister Bisnis (MB) IPB, Bogor.

Dalam seminar tersebut terungkap bahwa petani masih mengalami kesulitan pada persoalan jaminan dan ketidakmampuan petani membuat proposal yang layak bagi perbankan.

"Kita tidak bisa membuat proposal yang dianggap layak oleh perbankan, maka dari itu saya menyarankan agar perbankan dapat mendampingi para petani dalam membuat proposal pengajuan kredit ini," ujar salah seorang petani peternak ayam potong asal Pamijahan, Abdul Madjid, di sesi tanya jawab.

Menurut Madjid, kelemahan seperti inilah yang membuat para petani enggan berurusan dengan perbankan.

Sementara itu, petani peternak asal Leuwiliang sekaligus pembicara, H. Zulfakar, mengatakan, kelemahan tersebut bisa diantisipasi dengan memenuhi aspek-aspek penting, yaitu: aspek kelembagaan, hukum, tekhnis produksi, permodalan, manajemen dan sumberdaya petani.

Menurutnya, dengan memenuhi keenam aspek tersebut, maka para petani akan semakin gampang dan lebih dekat dengan perbankan.

"Untuk mendukung petani, diperlukan pembinaan manajemen usaha melalui pembentukan kelompok tani pengusaha sebagai solusi pemanfaatan modal usaha secara optimal," kata Zulfakar.

Sementara itu, dari sisi perbankan, Vice President Plantation Specialist Bank Mandiri, Ir. Sucipto Prayitno, MM., menanggapi persoalan tersebut dengan mengatakan, perbankan berusaha mendekatkan diri dengan para petani dengan mendirikan bank-bank di tempat yang diyakini dibutuhkan petani dan masyarakat.

"Kita berusaha melayani semua kebutuhan masyarkat Indonesia, termasuk petani dan peternak. Di Bank Mandiri ada empat segmen produk kredit UMKM, yaitu, segmen micro, small, business dan corporate," ujarnya.

Sementara di satu sisi, Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Departemen Pertanian (Deptan), Dr.Ir.Mat Syukur, MS., membenarkan, permasalahan petani dalam mendapatkan kredit, terletak pada jaminan dan terbatasnya kemampuan petani dalam pembuatan proposal.

"Permasalahan akses pembiayaan pertanian dikarenakan oleh ketidakmampuan petani/ peternak menyediakan agungan/ jaminan, terbatasnya pengetahuan membuat proposal/ cash flow usaha, terbatasnya jumlah dan jangakauan bank, serta rendahnya kemampuan pegawai bank dalam memahami siklus usaha pertanian," ujarnya.

Mat Syukur mengatakan, ada tiga skim kredit pembiayaan yang dapat diakses oleh petani atau masyarakat umum, yaitu: Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP - E), skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP-3) dan skim penjaminan Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM).

Seminar ini menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Departemen Pertanian (Deptan), Dr.Ir.Mat Syukur, MS., petani peternak ayam potong Leuwiliang, H. Zulfakar, Vice President Plantation Specialist Bank Mandiri, Ir. Sucipto Prayitno, MM., dan stafnya Agus Budiyono, serta Pengusaha peternak dan akademisi, Dr.Ir.H.rahmat Pambudy, MS.

Dihadiri dan dibuka oleh Wakil Dekan Peternakan IPB, Dr.Ir.Moh. Yamin, serta Keynote Speech, Prof.Dr.Ir.Rizal Syarief, DESS.(man)

#$#d91910ffe0ed00c7774dcc2de9fe6e58###b0b353c9668b64c759991e36ed2d24c8###ID###2007-11-21 12:06:06###IPB Usulkan 4 Strategi Dasar Percepatan Pendidikan Konservasi###

Departemen Konservasi dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengusulkan empat strategi dasar percepatan pendidikan konservasi di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Kerja Pendidikan Konservasi Sumber Daya Hayati dan Lingkungan Departemen Konservasi dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB, Prof. Dr. E.K.S. Harini Muntasib dalam Lokakarya Pendidikan Konservasi bertajuk 'Mewujudkan Masyarakat Pro-Konservasi' Selasa (20/11) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga. Acara ini dalam rangka memperingati ulang tahun Departemen Konservasi dan Ekowisata yang ke-25.

Empat usulan tadi antara lain: 1) Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan konservasi atau lingkungan, 2) Pemerataan kesempatan mendapatkan akses informasi terpecaya dan akurat, 3) Koordinatif, dan 4) Efesiensi pengelolaan pendidikan konservasi. "Pemberian pendidikan konservasi mestinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat ataupun institusi yang memerlukannya," ujar Harini.

Menurut Harini, semua institusi formal dan non formal berhak memperoleh akses informasi tentang perkembangan pendidikan konservasi di Indonesia. Kondisi ini memungkinkan pemerintah khususnya Kementrian Lingkungan Hidup mempunyai tugas untuk menyiapkan suatu Balai Kliring atau semacamnya yang selalu memonitor perkembangan pendidikan konservasi di Indonesia. "Hal itu sekaligus sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan pendidikan konservasi yang ada baik pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat (nasional maupun asing)," tandas Harini.

Terpenting pula dalam pendidikan konservasi adalah koordinasi seluruh pihak. Perlu dikembangkan sistem dan kelembagaan secara terencana dan terpadu. Pelaksanaan koordinasi tidak harus dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi bisa bermitra dengan pihak lain misal perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat atau pun swasta. Koordinasi ini penting agar pengelolaan pendidikan konservasi berjalan efesien. "Agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan, pengulangan kegiatan serta ego struktural dalam pelaksanakan pendidikan konservasi."

Acara yang dibuka Wakil Rektor IV, Dr. Asep Saefudin ini menghadirkan pembicara antara lain: Dr. Bun M Purnama (mewakili Menteri Kehutanan), Dra. Nurmayati, M.Si (Deputi Bidang peningkatan Konservasi Sumberdaya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementrian Negera Lingkungan Hidup), Dr.Abdul Haris (Staf Ahli Irjen Menteri Pendidikan Nasional Manajemen Dasar dan Menengah), Dr. I Made Sudadya (Direktur Jenderal Hutan dan Konservasi Alam-Departemen Kehutanan), Dr. Dr.Ir. Rinekso Soekmadi MS.c.F (Direktur RARE), dan Dr. Latipah (Hendarti (RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment). Dalam sambutannya Asep menyampaikan harapannya bahwa suatu saat kelak IPB memiliki kumpulan spesies tumbuhan seluruh nusantara. "Sayangnya sebelum impian itu terwujud sebulan saya lagi saya tak lagi menjabat Wakil Rektor IPB," selorohnya diiringi tawa hadirin. (ris).

#$#2a3bd8e0e7db403c1c4e0103578e9a37###b94972a911f510c66b425fa1d579b8d8###ID###2007-11-21 15:47:11###Elang Gumilang “Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Indonesia Tahun 2007”###

 elang_juara_400

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), Elang Gumilang, berhasil meraih penghargaan tertinggi Wirausaha Muda Mandiri Indonesia 2007 kategori mahasiswa. Penghargaan yang disampaikan dalam acara malam penganugrahan Wirausaha Muda Mandiri di Annex Building, Hotel Nikko, Kompleks Wisma Metropolitan, Jakarta berlangsung sangat meriah.

Acara ini dihadiri berbagai kalangan seperti pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), praktisi bisnis, jajaran direksi Bank Mandiri, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan juga lebih 700 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi se-Jabotabek. Pembawa acara penganugerahan ini Dian Sastrowardojo.

Kegiatan yang digagas Bank Mandiri dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemuda yang mau mengambil risiko terjun ke dunia usaha. Pemilihan wirausaha muda ini telah berlangsung selama enam bulan, dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang, baik yang masih aktif sebagai mahasiswa maupun yang telah lulus. Mereka ini memiliki usaha di berbagai bidang jasa dan produk, seperti retail, agribisnis, kerajinan tangan, bengkel, waralaba, hingga properti.

Dalam sambutannya Prof. Boediono menyampaikan, UKM laksana benih-benih pilar utama perekonomian bangsa. UKM menjadi tonggak pemerataan ekonomi. UKM harus menjadi kekuatan di arena globalisasi. Indonesia membutuhkan lahirnya wirausaha-wirausaha baru untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan generasi tua. Selanjutnya Prof. Boediono mengingatkan agar generasi muda tidak perlu banyak menuntut dalam memulai usaha. "Masa depan berada di tangan kita sendiri. Orang muda harus menyiapkan diri untuk menerima tongkat estafet generasi tua," pesannya.

Selanjutnya Direktur Utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo menyampaikan "Inilah para pemenang yang patut diacungi jempol, karena mereka berhasil membuktikan dirinya sebagai generasi muda yang mampu menjadi seorang wirausahawan, dimana tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja, namun sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja baru,"

Ketika membacakan nama-nama pemenang, Pemimpin Redaksi Kompas Suryopratomo sekaligus ketua Dewan Juri Pemilihan Wirausaha Muda Mandiri mengatakan, "Sewaktu menjadi juri perlombaan ini, saya sempat berefleksi. Ketika masih muda, saya masih bergantung pada orangtua. Kini, para peserta justru sangat berbeda. Mereka sudah begitu mandiri"

Penilaian Pemilihan Wirausaha Muda Mandiri ini berlangsung sangat ketat yang meliputi penilaian data pribadi, deskripsi organisasi, pengembangan dan implementasi strategi, juga hasil yang telah dicapai serta rencana tiga tahun ke depan. Persyaratan lain yang juga menarik adalah bahwa usaha yang dilakukan telah berlangsung selama 2 tahun. Dalam malam final tersebut, selain Elang Gumilang, IPB berhasil menempatkan 2 mahasiswa lagi yaitu Wilujeng Kusumaningrum dengan usaha Pasta Daging Kerbau dari Fakultas Peternakan dan Desty Dwi Sulistyowati dengan usaha Florist dari Fakultas Pertanian. Dalam kategori alumni, IPB juga berhasil menempatkan finalis atas nama Gigin Mardiansyah dengan usaha Boneka Rumput "Horta" yang juga merupakan Ikon Karya Inovasi Mahasiswa IPB Tahun 2006-2007.

Sebelumnya selama 2 (dua) hari telah dilakukan "Workshop Mahasiswa Wirausaha Muda Mandiri" yang dihadiri lebih kurang 700 mahasiswa dari 21 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jabodetabek. Dan mahasiswa IPB yang hadir dalam acara tersebut lebih dari 100 mahasiswa. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Dorojatun Kuntjorojakti (mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI), TP Rachmat (mantan Presiden Direktur PT ASTRA), Hermawan Kertajaya, Erry Firmansyah (Direktur Bursa Efek Jakarta), Ir. Ciputra, Djoenaedi Joesoef (Pendiri perusahaan farmasi PT Konimex), dll.

Mengenal Sosok Elang Gumilang

Di tempat terpisah ketika diwawancarai khusus oleh Prohumasi IPB, Elang Gumilang mengisahkan kisah sukses yang menghantarkannya meraih gelar Wirausaha Muda Mandiri Terbaik Indonesia Tahun 2007. Keikutsertaan Elang dalam lomba yang diselenggarakan Bank Mandiri dan UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu berasal dari ketidaksengajaan. Pada suatu hari seorang tukang koran mendekati Elang dan menawarinya koran gratis dengan setengah memaksa. Awalnya Elang enggan menerima, namun karena kasihan ia terima juga. Toh koran itu gratis, pikirnya.

"Dari koran itulah saya membaca informasi lomba tersebut dan Alhamdulillah saya menang," kata Pria Pengelola Perumahan Sehat Sederhana Griya Salak Endah. Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta, ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu terbuka jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih luas. "Saya banyak ditawari modal dan ketemu relasi bisnis. Padahal dulu saya pernah diremehkan oleh sebuah bank syariah ketika mau mengajukan modal usaha. Menurut mereka lebih baik memberikan modal kepada tukang gorengan daripada saya yang dianggap masih kecil dan mahasiswa," kenang Elang. Bank tersebut kini mengejar-ngejar Elang untuk membantu Kredit Perumahan Rakyat-nya.

Jiwa kemandirian Elang telah tertempa sejak kecil. Orangtua Elang mengajarkan bahwa segala sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. "Untuk mendapatkan play station saya diharuskan bisa hafal surat Yasin dalam waktu tiga hari. Orang tua saya ingin meyakinkan bahwa rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT. Dengan berbekal keyakinan itulah saya yakin memang rezeki berasal dari Allah," urainya.

Sejak Sekolah Menengah Atas, Elang terbiasa berbisnis kecil-kecilan. Elang berjualan roti, donat dan beranekaragam produk. Itu semua dilakukan Elang dengan diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua. Takut dilarang, katanya.

Di masa SMA pula Elang mencoba ikut serta lomba, salah satunya Java Economic Competition atau Economic Contest IPB. Walhasil, perjuangannya tidak sia-sia. Elang juara I Java Economic Competition yang saat itu hadiahnya selain uang juga tiket gratis masuk Fakultas Ekonomi Manajemen IPB. "Waktu itu saya dihadapkan dua pilihan. Melanjutkan kuliah di IPB atau mengambil beasiswa The President University. Saya melakukan istikharah. Saya selalu melakukan istikharah sebelum mengambil pilihan hidup. Dan hati saya mantap memilih IPB," terawang Elang mengenang keberhasilannya.

Di IPB jiwa bisnis Elang berlanjut. Di Tingkat Persiapan Pertama IPB Elang berjualan sepatu dan suplier lampu bolam di Asrama TPB. Di tingkat dua, Pemenang Lomba Marketing yang diselenggarakan Universitas Trisakti ini berjualan minyak dari kawasan Perumahan Yasmin hingga IPB. "Satu per satu toko sepanjang daerah itu saya titipkan minyak. Lumayan capek juga sih. Sebab saya merangkap tukang kuli, sopir sekaligus manajer," kekehnya. Baru di tingkat 3, Elang mulai tertarik dunia properti. Hal itu dikuatkan saat ia memenangkan tender yang pertamakalinya sebesar Rp 160 juta di Jakarta. Setelah menang tender itu Elang banyak ditawari proyek dan menjadi developer.

Ada banyak impian yang ingin diraih Elang diantaranya membentuk organisasi bela diri Cimande dan membawahi perusahaan yang memperkejakan karyawan 100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar dan meraih kemulian dunia serta akhirat. Sukses untuk Elang, semoga cita-cita yang didamba bisa diraihnya. (*ris)

#$#7b4d6fb915dfac56540bbc685e6a992d###0aefb7ae6a88f34fb68421e18764a852###ID###2007-11-23 15:42:12###IPB-LPP RRI Gelar Malam Seni Budaya###

 Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggelar Malam Seni Budaya ' Ringkang Rintak' Rabu (23/11) di Gedung Gading Kemuning Bogor. Hadir dalam acara tersebut, seluruh Dewan Pengawas, Direksi LPP-RRI, 59 Kepala LPP RRI se-Indonesia, Muspida Kota Bogor mewakili Walikota, Direktur Utama LPP RRI, Parni Hadi,  Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, Kepala Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni IPB, drh. Agus Lelana, MpSp beserta jajarannya.

" Hubungan yang terjalin antara LPP RRI dan IPB kian erat, sudah tiga event kita selalu bertemu, semoga kerjasama ke depan makin erat," kata Direktur Utama LPP RII, Parni Hadi. Menurut Parni, RRI mendapat banyak informasi dan teknologi pertanian IPB yang  kemudian disosialisasikan ke masyarakat. "Oleh karena itu LPP RRI akan menghidupkan kembali siaran pedesaan. Dalam siaran tersebut teknologi, temuan dan hasil-hasil dari IPB dapat diinformasikan ke masyarakat," kata Parni.

Rektor IPB menyambut hangat usulan LPP RRI dan menyatakan siap bekerjasama untuk menyebarkan informasi pertanian ke masyarakat luas. Rektor IPB juga mengundang jajaran LPP RRI untuk menimba ilmu kembali di bangku kuliah di IPB. " IPB senantiasa terbuka bagi para staf dan jajaran LPP RRI  yang ingin melanjutkan studinya di IPB," kata Rektor. (ris)

#$#cf79a9e760ef55b1e2f24c5fc1f168db###82c41dfd8f713d217e5fbc1ae3956532###ID###2007-11-26 11:36:04###Sistem Jaminan Halal Sebagai Senjata Ampuh###

Organisasi perdagangan dunia atau world trade organization (WTO) dinilai lebih berorientasi pada perdagangan liberal dan kapitalis sehingga menimbulkan ketidakadilan. " Perdagangan liberal mendorong yang kuat mengalahkan yang lemah. Sedangkan perdagngan kapitalis mendorong pemiliki modal besar menguasai pasar," kata Kepala Bidang Sosialisasim Pelatihan dan Kerjasama Lembaga Pengawawsan Pangan dan Obatan-obatan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia, Nur Wahid dalam Training, Expor dan Seminar Pangan 'Getting Rich Through The Natural Resources' Minggu (25/11) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Acara ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Diploma Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Analisis Kimia, Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dan Badan Eskutif Mahasiswa Diploma IPB.

Perdagangan bebas dunia juga memunculkan standar mutu yang tidak memihak. Standar mutu terlalu tinggi diberlakukan negara-negara maju sehingga sulit dikejar oleh produk negara berkembang. Jika negara berkembang bisa mencapai standar mutu produk yang ditetapkan, keluar standar mutu terbaru yang sulit dipenuhi. "Kalau pun standarnya fair negara kita tetap saja kalah, sebab ada intervensi politik perdagangan yang mengakibatkan Indonesia tidak bisa memproteksi pertaniannya dan kurang bisa bersaing dengan negara lain," ujar Wahid.

Menurut Wahid, Indonesia masih memiliki peluang jangka pendek untuk memproteksi produk-produk impor yang mematikan pasar lokal. WTO mengakui isu perdagangan berdasarkan budaya setempat. "Kita bisa menggunakan sistem jaminan mutu halal sebagai senjata ampuh menahan laju ketergantungan produk impor seperti kasus daging sapi dan paha ayam." Isu halal juga bisa melindungi masyarakat dari produk haram, melindungi produsen dari persaingan global dan menjadi barier non tarif yang cukup efektf.. Indonesia bisa menetapkan standar halal meliputi:persyaratan yang ketat, sistem jaminan halal, peranan internal halal auditor, dan peranan inspektor halal.

Strategi internal jangka panjang bisa ditempuh dengan melakukan perubahan paradigma berpikir, peningkatan kualitas sumberdaya alam, strategi riset terpadu, pembangunan pertanian terpadu dan zoning serta focus. " Indonesia juga perlu melakukan diplomasi eksternal untuk memperjuangkan uji objektif, kerjasama antar negara berkembang disamping mempertahankan klasul budaya dan agama yang menguntungkan," tandang Wahid.

Pembicara lain, Staf Pengajar Departement Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB, Dr. Desta Wirnas memaparkan ketahanan dan diversifikasi pangan. "Ketahanan pangan mencakup tiga aspek antara lain: ketersediaan, stabilitas dan keterjangkauan pangan." Masyarakat bisa berpartisipasi dalam ketahanan pangan melalui pelaksanaan produksi, perdagangan dan distribusi pangan.

Acara ini ditutup dengan training Getting Rich Through The Natural Resources dari Chief JNA inspiration & ide, Samsul Arifin. Sekitar seribu peserta tampak bersemangat mengikuti training ini. (ris)

#$#6eed945e82992e1462b1f1c86f4c8e88###c006f4c77ff2b89dcbb1ba2006bed758###ID###2007-11-26 15:32:13###SMUN 3 Denpasar Kunjungi IPB###Sebanyak 193 orang siswa, dan 10 orang guru dari SMA Negeri 3 Denpasar mengadakan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (26/11), di Gedung Auditorium Thoyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Siswa-siswi yang berasal dari kelas XI atau kelas dua dari jurusan IPA dan IPS ini, disambut langsung oleh Kabid Promosi Kantor Prohumasi IPB, Dr.Ir. Winarso D. Widodo.

Dalam sambutannya ketua rombongan yang mewakili Kepala Sekolah Drs. Ketut Suyastra, Nani mengatakan, kunjungan ini dalam rangka untuk menggali informasi IPB agar para siswa - siswi ini memiliki wawasan tentang perguruan tinggi yang akan dipilihnya nanti.

"Kunjungan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh SMUN 3 Denpasar, yaitu dengan mengunjungi Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Jawa, diantarannya IPB, ITB dan UI," ujar Nani.

Menurutnya, IPB merupakan salah satu perguruan tinggi dimana siswa SMUN 3 langganan masuk setiap tahunnya dengan sistem Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI)."Tahun kemarin ada beberapa siswa kami masuk ke IPB melalui jalur USMI," katanya.

Rombongan juga disambut oleh organisasi mahasiswa daerah (Omda) Bali. Bukan itu saja, mahasiswa IPB asal Bali juga diberikan kesempatan untuk memaparkan pengalaman mereka selama menuntut ilmu di IPB kepada adik-adiknya yang masih duduk di sekolah menengah ini.(jko/man)

 

#$#4e2b053587158ade43e99a5e013aa142###f3d4b8dcb12523614c25226a014ccf07###ID###2007-11-28 12:10:24###COMPANY GOES TO CAMPUS IPB 2007###

Salah satu penyebab belum terserapnya pencari kerja dalam dunia kerja adalah ketidaksiapan para pencari kerja dalam memenuhi keinginan dan kualifikasi yang ditetapkan oleh pengguna kerja. Selain itu juga kurangnya kemampuan komunikasi yang baik, kurang bisa membawakan/menempatkan diri, kurang percaya diri, tidak bisa mengemukakan/menonjolkan keunggulan diri, under/over confidence, dan lain-lain.

Maka dari itu, Kantor Jasa Ketenagakerjaan Institut Pertanian Bogor, berupaya menjadi fasilitator untuk menyatukan kepentingan dunia usaha sebagai penyedia lapangan kerja dengan lulusan dan alumni IPB dan para profesional muda dengan tingkat pendidikan dan pengalaman yang jelas, dengan menyelenggarakan kegiatan : Company Goes to Campus (CGTC) IPB 2007.

Acara dibuka oleh Rektor IPB Prof. Dr. Ir. A. Matjik, M.Sc yang kemudian dilanjutkan dengan melihat stand - stand peserta perusahaan yang di dampingi oleh Wakil Rektor IV Dr. Ir. Asep Saefuddin, M,.Sc, Kepala Kantor Prohumasi Drh. R.P. Agus Lelana, Sp.MP., M.Si, Plh. Kepala Kantor Jasa Ketenagakerjaan Iin Solihin, S.Pi., M.Si dan Sarah Simanjuntak, SE selaku koordinator kegiatan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari yang meliputi :

1. Career Expo
Dilakukan pada tanggal 19-21 November 2007 yang diikuti oleh 29 peserta perusahaan. Acara dihadiri oleh kurang lebih 2482 peserta. Mereka memasukkan lamaran berdasarkan dari informasi yang diberikan perusahaan distand-standnya. Selain itu pula para peserta dapat mendengarkan presentasi perusahaan setiap 1 jam sekali selama 3 hari kegiatan, tujuan dari presentasi perusahaan adalah untuk mensosialisasikan produk, profile, budaya kerja, kompetensi calon karyawan dan peluang karir yang ada dalam perusahaan.

2. Talk Show "Sukses Berkarir di Industri Pertanian",
Dilaksanakan pada tanggal 19 November 2007. Dalam acara ini menghadirkan 5 pembicara yaitu : 1. Nana Suparna Direktur Utama PT. Sari Bumi Kusuma (Perusahaan Kehutanan, Mewakili profil perusahaan); 2. Mohammad Najikh Direktur Utama PT Kelola Mina Laut (Seafood Industry, Mewakili profil entrepreneur & perusahaan); 3. Urbanus Nangoy Asisten Vice President HRD PT. Smart Tbk (Mewakili perusahaan); 4. Gregori Garnadi Hambali Manager Kebun Percobaan YATAZAWA (perusahaan tanaman hias, Mewakili profil entrepreneur); 5. I Made Donny Waspada Direktur Utama PT. Moena Putra Nusantara (Distributor fruit / retail, Mewakili profil entrepreneur).

Target peserta dalam acara ini adalah sebanyak 250 orang peserta. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pencari kerja mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di industri pertanian serta meningkatkan ketertarikan dan kebanggaan alumni IPB untuk berkarir dan berkarya di industri pertanian.

3. IPB - HRD Forum,
Dilaksanakan pada tanggal 21 November 2007 dengan menghadirkan peserta dari pimpinan IPB dan Direktur dan HRD perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kompetensi lulusan dan perkembangan IPB; menggali kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha (user); dan meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara IPB dengan kalangan dunia usaha khususnya dalam penyiapan dan penyerapan lulusan IPB.(kjk-IPB)

#$#9ee840519972fa7a7a0dcf279bf36c5c###12931ee88f7435bd61a2fcf0532f0275###ID###2007-11-29 10:11:34###Mendukung Universitas bertaraf Internasional, Charoen Pokphand Serahkan Kandang Ayam Sistem Close House kepada IPB###Dalam rangka mendukung IPB menjadi universitas bertaraf Internasional, PT. Charoen Pokphand Indonesia , Tbk., menyerahkan Kandang ayam dengan sistem tertutup untuk budidaya ayam potong (broiler), Rabu (28/11) pada Persemian "Pilot Project, Budidaya Ayam Potong (Broiler), Sistem Kandang Tertutup (Closed House System) Kerjasama IPB dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk., di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Secara simbolis Business President PT. Charoen Pokphand Indonesia , Hadi Gunawan menyerahkan kunci kandang tersebut kepada Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.sc., yang masing - msing didampingi oleh, Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dan Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia , Edi Gunawan.

Selain penyerahan kunci, dilangsungkan juga penandatangan kerjasama antara IPB dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia , Tbk., yang dilakukan oleh Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dan Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia , Edi Gunawan.

Sebelumnya, dilakukan pembubuhan tanda tanga di atas prasasti oleh Business President PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Hadi Gunawan dan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.sc.

"Pemberian kandang ini bukan untuk kegiatan komersial, tapi kita memiliki niat baik yang tulus yaitu ingin mewujudkan IPB untuk menjadi sebuah universitas bertaraf interansional, dimana dapat menghasilkan riset yang yang bisa dipakai dalam dunia bisnis dan dapat diterapkan dalam masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, bahan dan jenis pembuatan kandang ini baru pertama kalinya di Indonesia yang pembuatannya hanya membutuhkan waktu satu bulan saja.

"Selain untuk kegaitan "Research and Development," kandang clouse house tersebut diharapkan akan dapat menjadi sarana pembelajaran dalam rangka mencetak sumberdaya manusia IPB yang handal," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.sc. dalam sambutannya mengharapkan agar IPB bisa mengaplikasikan kerjasama ini, dan petani tidak hanya dinilai dari segi onfarm saja, tapi dilibatkan dalam industri seperti dalam kerjasama ini.

"Yang penting kepada masyarakat agar mereka bisa beternak dengan baik dan menguntungkan. Mudah-mudahan cita-cita kita dalam mewujudkan kesejahteraan petani dapat terwujud, salah satunya melalui peternakan ini," ujarnya..

Sementara itu, Direktur PT. Charoen Pokphand Indonesia, Edi Gunawan, usai acara kepada wartawan mengatakan bahwa Sistem Kandang Tertutup (Closed House System) memiliki sistem kerja tertutup dimana udara disalurkan oleh kipas-kipas, suhu di dalam kandang bisa diatur melalui thermostat sesuai dengan kondisi ayam. Luas kandang tanah sekitar 3000 m2 dengan kapasitas jumlah ayam sebanyak 20 ribu Day Old Chick (DOC), dengan investasi satu unit kandang sebesar 1,2 Milyar.

Usai acara penyerahan kunci, romobongan IPB dan PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk., mengunjungi kandang yang terletak di University Farm IPB, Desa Cikarawang. Hadir pada kegiatan tersebut pejabat teras IPB, pejabat teras PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk., para dekan IPB, wartawan serta civitas akademika IPB lainya.(man)

 

#$#e7046b6601e6d7c8eaf0b63100993a67###29041fcf23cfae4542f62123f965cd1a###ID###2007-11-29 15:28:17###Langka, Ahli Biofisika dan Biofisika Medis Indonesia###

Ahli biofisika dan biofisika medis Indonesia saat ini bisa dihitung jari dibandingkan Ilmu Fisika. Biofisika dan biofisika medis masih belum populer di masyarakat Indonesia. Ahli biofisika dan biofisika medis di Indonesia baru sekitar 6 orang yaitu satu di Institut Pertanian Bogor (IPB), dua di Universitas Indonesia, dua dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan satu dari Universitas Padjajaran. "Dalam rangka mensosialisasikan manfaat mempelajari Biofisika dan Fisika Medis kepada masyarakat Indonesia, tahun ini kami kembali menyelenggarakan Simposium Regional Bofisika dan Biofisika Medis," kata Ketua Panitia The 2007 Regional Symposium on Biophisics and Medical Phisics, Dr.Irzaman didampingi Ir.Yessi Widiasari, M.Si Kamis (29/11) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara IPB, Departemen Fisika Universitas Indonesia, Universitas Malaysia Perlis, Himpunan Fisikawan dan Medikal Biofisikawan Indonesia, dan Himpunan Fisika Indonesia.

Biofisika merupakan fenomena ilmu fisika menggunakan bahan-bahan biologi. Teknologi biofisika telah diterapkan dalam bidang pertania di IPB diantaranya alat pengering, pendingin, biosensor buah-buahan, dan biomembran dari natan de coco. Di bidang biofisika medis, tim IPB bersama tim perguruan lain sedang meneliti pembuatan tulang palsu yang bisa tumbuh seiring pertumbuhan badan. " Kami sedang melakukan penelitian awal tentang tulang sintetis dari bahan-bahan hidup yang nantinya bisa ditransplatansikan ke tubuh manusia dan disesuaikan tubuh," kata Staf Pengajar Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB, Yessi Widiasari .

Pembicara kunci Presiden Direktur Universitas Darma Persada, Prof. Kamaruddin Abdullah mengatakan aplikasi Ilmu Fisika dan Matematika di bidang Biologi dapat membantu karakterisasi bahan-bahan biologi yang menguntungkan industri. Keinginantahuan terhadap biofisika bisa mendorong lebih jauh kemajuan dunia Fisika untuk mengungkap mekanisme dasar fenomena studi ini. Terlebih lagi mengetahui respon bahan-bahan biologi melawan kekuatan pengganggu luar atau percobaan yang akan menghasilkan petunjuk pada ahli teknik bagaimana memanipulasi parameter perintah untuk memperoleh desain optimal mesin proses. " Sebagai contoh, bahan pangan dan tanaman obat-obatan membutuhkan kehati-hatian serta keunikan prosedur proses sehingga tidak kehilangan zat gizi penting dan komponen farmasinya," jelas Kamaruddin. Dalam kesempatan itu, Kamaruddin juga mempresentasikan pengalamannya dalam mempelajari bahan-bahan biologi untuk tujuan pengeringan dan pendinginan

Mengutip pernyataan Albert Einstein, Rektor IPB, Prof. Dr. Ahmad Ansori Mattjik dalam sambutannya mengatakan seseorang dapat merasakan perasan terdalam interaksinya dengan makhluk hidup lain, dengan cara tetap memegang teguh prinsip fisika tradisional.

"Pernyataan ini memperingatkan pada kita agar lebih berusaha mempelajari organisme hidup, hukum dasar fisika yang nantinya akan memberikan kita lebih banyak pengetahuan tentangnya," kata Mattjik. Fisika, ilmu paling berharga yang manusia juga dapat memanfaatkannya untuk memperbaiki kualitas kesehatannya. Fisika Medis memainkan peran penting dalam mengembangkan banyak metode rumit untuk menyembuhkan pasien dengan lebih akurat melalui dosis obat atau radioterapi. "IPB memiliki beberapa payung penelitian sebagai platform kita untuk memperkaya tujuan dan biofisika, terutama bidang bioenergi dan biomaterial," ujar Rektor IPB.

Simposium ini menghadirkan pembicara dalam dan luar negeri antara lain: Presiden Universitas Dharma Persada Jakarta, Prof.Dr. Kamaruddin Abdullah, Universitas Hongkong, Prof.Min Wang, Universiti Malaysia Perlis, Prof. Mahamad Nor Jaafar, National Cancer Center Singapore Prof. Wong Toh Jui , Universiti Malasya Perlis, Prof.Dr.Noor Ahmad dan University of Indonesia, Prof.Dr.Djarwani.

Jumlah peserta simposium ini sekitar 200 orang yang berasal dari IPB, Intitut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Pajajaran, Universitas Pelita Harapan, Politeknik Kesehatan Jakarta, Universitas Darma Persada Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Universitas Malaysia Perlis, Universiti Malaysia Sabah, Delft University of Technology, University of Hongkong, Badan Penelitian Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Puspiptek Serpong, Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Badan Intelegen Nasional (BIN), Taman Mini Indonesia Indah, Departemen Hukum dan dan Hak Azasi Manusia, National Cancer Center Singapore, Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rumah Sakit Pertamina Jakarta, Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Sirim Selangor, fisikawan dari Malaysia, Singapore, Hongkong dan Belanda. (ris)

#$#22f15a4d8c41f649821674912c522912###f6f1722c10add29c328c8d05b57b1631###ID###2007-11-30 13:16:59###Dr. Rizal Damanik Bicara Daun Torbangun di Berbagai Event Internasional###


Setelah memperoleh penghargaan internasional Molie Holman Medal 2005 dari Monash University, Melbourne Australia atas disertasi terbaik program doktor di Monash University Australia dengan judul disertasi 'The Use of Coleus Amboinicus lorur as A Lactagogue among Lactating Women in Simalungun District, Nort Sumatra Province, Indonesia', Dr. Rizal Damanik, staf pengajar di Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB, tak jarang diminta untuk berbicara tentang hasil penelitian tersebut di berbagai event internasional.

Pada 22-25/10, Dr. Rizal Damanik berkesempatan ke Beijing, China untuk menghadiri The 3 rd Asian Congress of Pediatric Nutrition bertema "Nutrition, Feeding, Eco-health, Nutriecology: from Cooking to Evidenced-based Nutrition". Keikutsertaan dalam kongres tersebut adalah atas undangan dari The Federation of Pediatric Nutrition Organization of Asia untuk menyampaikan makalah tentang aspek gizi dan kesehatan anak balita, berdampingan dengan pembicara lain dari berbagai negara seperti Australia, USA, Jerman, Malaysia, Thailand, Iran, UNICEF, dan tuan rumah China. Pada kesempatan tersebut, Dr. Rizal Damanik mengusung makalah berjudul "Growth and Health Outcomes of Infants Whose Mother Consuming a Lactagogue Coleus Ambonicus Lour".

Sebelumnya, pada 18-21/6, Dr. Rizal Damanik juga telah memenuhi undangan dari Canadian Society for Nutritional Sciences untuk menyampaikan makalah berjudul "Fatty Acids Profile in Breast Milk of Lactating Mother Consuming a Galactogogue, Coleus Ambonicus Lour". Acara yang dilangsungkan di Winnipeg, Manitoba, Canada tersebut merupakan kali pertama kongres dilakukan secara bersamaan dengan perhimpunan profesi lainnya.

Disertasi Dr. Rizal Damanik mengulas bukti ilmiah manfaat tradisi dan kepercayaan wanita Batak Simalungun yang sedang menyusui dalam mengkonsumsi daun torbangun (Coleus amboinicus Lour). (*/nUr)

 

#$#7494cb2762f61b92569bce9ffbd2f3ba###4a5eb5a892e19cc99936f4875d3ba81f###ID###2007-12-03 14:15:55###IPB Berpartisipasi Tanam dan Pelihara Pohon###

 

1_400_01Bertepatan dengan Gerakan Sejuta Tanam dan Pelihara Pohon, Institut Pertanian Bogor (IPB) pun berpartisipasi dengan menyelenggarakan Agrianita Peduli Global Warming Sabtu (1/12) di Gunung Walat, Cilandak, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh istri Rektor, Prof. Nurhayati Mattjik, Istri Wakil Rektor II, Istri Wakil Rektor IV, istri dekan, ketua departemen, Darma Wanita IPB, dan Pengurus Agriananda. Ketua Pelaksana Ir.Demijati Rachmatsjah, MS didampingi Dr.Ir.Yeni A.Mulyani, M.Sc dan Dr.Ir.Noor F.Haneda, M.Sc. "Kegiatan ini murni inisiatif IPB untuk mensukseskan program pemerintah," kata Demijati yang biasa dipanggil Umi. Sebanyak 2000 pohon jenis Mahoni daun lebar ( Swietenia macrophylla) ditanam di lingkungan Gunung Walat dan Kampus IPB Darmaga. (ris)

2_120_013_120_034_1205_1206_120

 

#$#60548d444c67ec3f7f1c24e6fe4d76ec###b1b0a0d55fc6f55d9cf9bf3f67d35db9###ID###2007-12-03 14:46:55###Selamat Rektor Baru IPB Periode 2007-2012###

Segenap sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) mengucapkan: 


 Selamat atas terpilihnya 

Dr.Ir.Herry Suhardiyanto,M.Sc

 

dsc_0124_400

  

sebagai  

Rektor Baru  IPB Periode 2007-2012

 

Semoga sukses dalam menjalankan amanah yang dipercayakan IPB

#$#552ad58d23d3c054fccc9ac315590762###89704f0a6548d101b3a34c9969b09126###ID###2007-12-03 16:34:05###Herry Suhardiyanto Terpilih Menjadi Rektor IPB###

2_400_03Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) IPBSenin(3/12) di Gedung Rektorat,Kampus IPB Dermaga , yang dipimpin Ketua MWA IPB Didiek J. Rachbini dan dihadiri Mendiknas, Bambang Sudibyo, berhasil memilih dan menetapkanDr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc.(48 tahun) sebagai rektor IPB, periode 2007 - 2012.

Pada pemilihan itu Dr.Ir.Herry Suhardiyanto MSc mengungguli dua calon rektor lainnya masing-maing Prof.Dr.Ir.Dudung Darusman, MA., dan Prof.Dr.Ir.MA Chozin, M.Agr., dengan meraih suara 65,7 persen. Sedangkan Prof.Dudung Darusman sebanyak 17,1 persen dan Prof.M.A.Chozin sebanyak 10,2 persen suara. Suasana pemilihan berjalan dengan hidmat dan penuh ketegangan. Satu persatu para calon rektor kembali memaparkan visi dan misi selama 15 menit. Setelah itu kembali mereka diuji kelayakan oleh anggota MWA.

Di luar ruangan, civitas akademika IPB bisa mengikuti jalannya sidang paripurna melalui televisi. Terpasang 2 unit televisi di lantai 1 dan 2, serta 1 unit televisi di lantai 6.

Diantara sivitas akademika tampak sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM IPB) memberikan pernyataan sikap menuntut MWA agar melakukan pemilihan sesuai dengan hati nurani dan bebas dari kepantingan eksternal yang kontraproduktif terhadap kepentignan IPB, pertanian, bangsa dan negara.

Manasiswa juga menghimbau MWA agar tidak terpengaruh terhadap isu atau berita apapun yang dihembuskan oleh pihak-pihak luar IPB yang berusaha mengintervensi proses pemilihan rektor.

Usai sidang, kepada wartawan Dr.Herry kelahiran Banjarnegara,Jateng dan terakhir sebagai Wakil Rektor II menerangkan program pertama yang akan dilakukannya adalah bersilaturahmi dengan seluruh komponen civitas akademika IPB.

"Program pertama, saya akan melakukan silaturahmi dengan seluruh komponen IPB agar semuannya siap untuk menatap masa depan yang lebih baik. Persoalan ini bukan persoalan satu, dua orang, tapi persoalan kita semua, warga IPB," ujarnya.

Sementara, program kerja yang akan dilakukan ada 5 bidang yaitu, Pendidikan dan Kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan, peningkatan kapasitas, dan penguatan sistem manajemen kampus.(man)

1_400_03

 

#$#da78d079e4289a2539cb74cfa7aa3056###beb02e493a7990b05df91b6804f8d790###ID###2007-12-04 12:24:27###Mikroba Penyelamat Alami Global Warming###


Ditengah semaraknya isu perubahan iklim dan pemanasan dunia (global warming), Himpunan Mahasiswa Biologi Institut Pertanian Bogor (Himabio IPB) dan Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional Sains Sebagai Penyelamat Lingkungan Senin (3/12) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga.

Seminar ini mendiskusikan jalan keluar menekan global warming di dunia melalui berbagai aksi diantaranya dengan menanam tanaman hijau. Tanaman hijau menyerap kelimpahan karbondioksida di udara, mengubahnya menjadi karbohidrat, selulosa serta oksigen. Fiksasi kanbondioksida ini tidak hanya dilakukan oleh tanaman, sebagian besar proses autotrofi dilakukan oleh mikroba.

Selain cara konvensional, metode non konvensional menjerat karbondioksida bisa dilakukan dengan memanfaatkan biota laut yaitu ganggang (algae). "Lebih dari 90 persen kontribusi laut dalam menyusun biosfer. Paling banyak fiksasi karbondioksiada terjadi di Laut. Mikroorganisme khususnya ganggang menggunakan karbondioksida di udara untuk proses autotropik. Oleh karenan itu, laut dianggap sebagai tempat pembenaman raksasa karbondioksida," kata Guru Besar Departemen Biologi Institut Pertanian Bogor, Prof.Dr.Ir. Antonius Suwanto. Vinlandia telah membudidayakan ganggang pengganti kayu sebagai bahan baku kertas. Penggunaan ganggang di sana mampu menekan upaya penebangan pohon di hutan. Tak heran hutan Vinlandia tetap terjaga kelestariannya hingga kini.

Antonius mengatakan mikroorganisme menempati hampir semua relung kehidupan dan memainkan peranan penting dalam kesehatan planet bumi. Potensi pemanfaatan mikroba ini sangat besar. Di Indonesia saja belum banyak penelitian tentang pemanfaatan mikroba dari sumber air panas (hot spring). Padahal Indonesia memiliki banyak gunung berapi dan sumber air panas. Antonius mencontohkan mikroba akuavex dari pegunungan Dieng bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pohon buatan yang mengurangi pencemaran karbondioksida. "Mikroba dapat menjadi penyebab atau korban, namun juga dapat menjadi penyelamat alami mengatasi pemanasan global."

Antonius juga mengkritisi ilmu Biologi saat ini yang kehilangan arah fokusnya. "Ilmu Biologi ibarat mata air yang mensuplai berbagai ilmu-ilmu hilir. Untuk menggiatkan penemuan-penemuan baru di bidang Ilmu Biologi, perlu ada revitalisasi Ilmu Biologi dalam perguruan tinggi," ujarnya.

Seminar yang dibuka Dr.Ir.Ibnul Qoyyim dan Perwakilan Direktorat Kemahasiswaan, Ir.Bambang Riyanto ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Prof.Dr.Ir.Irsal Ias, M.S (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian), Prof.Dr.Ir. Mien Rifai (Emeritus Bidang Botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan Dr.Sutrisno (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian). (ris)

#$#c63d0c46db4896fc3875ac8431387111###e535354957cb3b48fedb60e2c0ae0c7e###ID###2007-12-07 09:48:46###IPB Berduka###Keluarga besar IPB berduka cita atas meninggalnya:

Prof. Dr.Ir. Uup Sjafei, MSc
(Departemen Ilmu Tanah dan Manajemen Sumberdaya Lahan IPB)

Pada 7 Desember 2007 pukul 07.00 WIB

Pada Usia 67 tahun. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka, KPP IPB Baranangsiang III Blok F/3 Bogor Timur ke TPU Blender, Kebon Pedes, Bogor.

Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.  Da kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan.

#$#6e07d35c17e3e24205a1f07087a4f379###8cebf8fc902bd96b05c84db64cac2992###ID###2007-12-07 10:36:24###IPB Gelar Indonesian Food Expo 2007###

Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himitepa) Fakultas Teknologi Ilmu dan Teknologi Pangan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi Masyarakat (Himagita) dan Himpunan Mahasiswa Gizi (Himagizi) Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Indonesian Food Expo 2007 24-26 November di IPB International Convention Center Baranang Siang. Lebih dari 3000 pengunjung memadati 27 stand exhibitor dari berbagai kalangan yakni dari Usaha Kecil Menengah, Pemerintah, Media Massa, Industri Besar, dan mahasiswa.


Expo ini dimeriahkan Tari Saman. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Prof. Djoko Said Damarjati berkesempatan membuka ekspo ini. Selanjutnya talkshow membahas mengenai upaya memperkuat aspek keamanan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk meningkatkan daya saing dan perannya dalam ketahanan pangan. Acara yang dimoderatori oleh Ir. Tjahja Muhandri, M.Si, Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB ini menghadirkan pembicara antara lain: Prof. Djoko Said Damarjati, Direktur Survailance dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra Saziza Nuraini dan Deputi Bidang Pertanian dan Kelautan Kementrian Koordinator Ekonomi Dr. Bayu Krisna Mukti.

Hari pertama ekspo lima finalis kompetisi produk pangan tingkat nasional mempresentasikan hasil karyanya dihadapan dewan juri yang terdiri dari: Dr. Rimbawan, Prof.Dr. Fransisca, Prof Dr. Hardinsyah, dan Dr. Purwiyatno Hariyadi. Kelima finalis tersebut ialah perwakilan dari Universitas Gajah Mada yang menggunggulkan produk minyak makan virgin coconut oil dan tim ini keluar sebagai juara I serta berhak memboyong trophy Menteri Pertanian RI. Tim kedua dari IPB dengan produk Chik Chek sebagai makanan cemilan dari ceker ayam yang merebut juara 2 dan berhak membawa trophy Rektor IPB. Tim ketiga dari Universitas Brawijaya dengan produk teh alang-alang dan daun mint berhasil menduduki juara III serta membawa trophy dari Seafast Center IPB. Tim dari Unika Widyamandala Surabaya terpilih sebagai tim favorit pilihan pengunjung dengan produkn Ice Cream Kacang Merah dengan Pemanis Xilitol. Tim lain ialah dari Universitas Andalas yang membawa produk khas padang, Flakes Singkong Dadih.

Hari kedua, diselenggarakan Seminar Pangan Fungsional yang dimoderatori artis, Soraya Haque. Pembicara seminar ini, Guru Besar Ilmu Gizi IPB, Prof. Ali Khomsan, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan, Prof. Dr. Fransisca Rungkat Zakaria. Moderator dari Departemen Gizi, Ir. Cecilia Metty, MSi. Sesi terakhir seminar menghadirkan pembicara Ketua Asosiasi Pembudidaya Jamur, Krisna Rubowo, MSc yang dimoderatori Presiden Bem KM IPB Erick Wahyudiono.


Hari terakhir digelar Workshop Program Riset Unggulan Nasional Diversifikasi Pangan 'Sorghum sebagai Pangan Masa Depan' dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang didanai Menteri Riset dan Teknologi. Acara ini yang dipandu oleh MT Asyaukani menampilkan pembicara: Dr. Soeranto Hoeman (Badan Atom Nasional/BATAN), Dr. Slamet Budijanto (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB) dan Pakar Marketing dari Interbrand Indonesia Kafi Kurnia.


Acara ini juga dimeriahkan promosi dari berbagai pengisi stand, dan lomba - lomba unik untuk anak-anak. Lomba tersebut diantaranya minum susu yang disponsori Cimory, menumpuk biscuit yang disponsori PT Asia Sakti Wahid, dan mewarnai mascot Ifoodex yang disponsori PT.Nestle. Acara ditutup Dr.Dian herawati sebagai perwakilan IPB disertai Tarian Saman. (*/ris)

#$#bd254d3d7a793e369f6e793a1de76faa###fffe65b73f793e3f4c084ea054884f4a###ID###2007-12-07 12:34:02###Mahasiswa IPB Raih Juara I dan II Lomba Statistika Ria 2007###

 s1_400_01

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Ratih Nurmasari berhasil mempertahankan gelar juara I  Lomba Statistika tingkat Mahasiswa dan memboyong Piala Bergilir Andi Hakim Nasoetion. Tahun sebelumnya juara I juga dipegang mahasiswa IPB.  Atas prestasinya Ratih juga memperoleh Piala Rektor dan uang tunai sebesar Rp 3 juta. Juara II diraih Leisha Wahyu dari IPB. Leisha  mendapat piala dari Ikatan Statistikawan Indonesia (ISI) dan uang tunai Rp 2 juta. Juara III diraih  Misbachul Anam dari Universitas Gajah Mada. Anam membawa pulang Piala Ketua Departemen Statistika IPB dan uang tunai Rp 1 juta.

Statistika Ria 2007 tahun ini diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia, diantaranya, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Islam Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Gajayana Malang, Sekolah Tinggi Ilmu Statistika Jakarta, Universitas Pakuan Bogor, dan Institut Pertanian Bogor. Dewan juri lomba statistika  diantaranya Dr. Deddy Waluyadi dari ISI, dua Dosen Departemen Statistika IPB, Utami Dyah Syafitri, MSi dan Dr. Erfiani.  Lomb ini dihadiri Prof. Dr. Ahmad Ansori Mattjik, Dr. Asep Saefuddin, Ketua Departemen Statistika IPB, Dr. Hari Wijayanto, dan  hadir pula Ibu Andi Hakim Nasoetion beserta anak dan menantunya.

 

Rangkaian kegiatan Statistika Ria 2007 ' Gathered as one, Think as many, Explore Statistics'ini   diselenggarakan Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta IPB  ini berlangsung 1-2 Desember di Kampus IPB Darmaga. Selain Lomba Statistik tingkat mahasiswa, dihelat pula Seminar Nasional Data Mining, Dialog Pasca Kampus, Training Pengembangan Diri, dan Lifetime Achievement Award.

Sedangkan Seminar Nasional Data Mining menghadirkan pemateri  handal dibidangnya, antara lain Staf Pengajar STT Telkom, Moch. Arif Bijaksana, Astra International, Bambang Budhianto  dan ATG, Wahyudian. Jumlah peserta seminar yang digelar di  Auditorium Rektorat IPB mencapai 186 orang. Partisipasi ini sangat membanggakan karena mengalami peningkatan  sangat signifikan.

s4_01

Acara lain yang tidak kalah menarik adalah penganugerahan "Lifetime Achievement Award" kepada Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc atas dedikasi dan sumbangan pemikirannya terhadap bidang ilmu Statistika. Penganugerahan dilangsungkan di di Auditorium Fakultas Peternakan IPB. Panitia berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan dapat diselenggarakan di IPB International Convention Center dengan menghadirkan juri internasional, agar menjadi acuan Lomba Mahasiswa Tingkat Nasional. (*/ris)

 

 

#$#2fdb8b959c5ad9e4470e9233ee8e4b42###8e7031e706fdf9dc7cfdc9bab3647ae8###ID###2007-12-07 15:47:24###Reyog Ponorogo Goes To Campus###

  r_1_400

Keluarga Mahasiswa Ponoroga ‘ Manggolo Putro' Institut Pertanian Bogor (IPB) mempersembahkan pagelaran Reyog Ponorogo dalam  acara Gebyar Nusantara ‘Reyog Ponorogo Goes to Campus' Minggu (2/12) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Pagelaran Reyog ini  memukau sekitar 3 ribu penonton. Diantara penonton hadir Rektor IPB, Prof Dr Ahmad Ansori Mattjik dan istri, Wakil Rektor III Universitas Muhamadiyah (UNMUH) Ponorogo, Drs. H. Zainun Shofwan, MSI  dan staf, Kepala  Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Gunardi dan  Staf, Kepala Kantor Prohumasi  IPB, drh. Agus Lelana, SPMP, M.Si serta Dosen IPB asal  Ponorogo.

 "Penampilan Reyog Ponorogo Goes To Campus ini dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap kesenian daerah, khususnya Reyog Ponorogo," kata Penasehat Keluarga Mahasiswa Ponorogo Manggolo Putro IPB, Dr. Sriani Sujiprihati. Pertunjukan tersebut bukan merupakan reaksi atas isue klaim Malaysia terhadap Reyog.  Namun, lanjut Sriani, pertunjukan tersebut merupakan salah satu program kerja Keluarga Mahasiswa Ponorogo di IPB (KMPB) "MANGGOLO PUTRO" yang sudah dipersiapkan sejak Juli 2007. "Kebetulan saja momennya tepat dengan maraknya isue tersebut," tandas Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB ini.

Penonton sangat kagum dan terpesona oleh kelincahan dan keindahan tarian Reyog tersebut. Pemain dan penabuh gamelan, semuanya  mahasiswa UNMUH Ponorogo yang tergabung dalam Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa Simo Budi Utomo UNMUH Ponorogo. Rombongan kesenian ini berjumlah 60 orang terdiri dari para pemain, pembina, Wakil Rektor III UNMUH, dan Kepala Dinas Pariwisata beserta staf.

reog_2_400_01Sebagai pembuka pagelaran, para Warok tampil dengan gagah dan "sangar" menandakan kehebatan dan kewibawaannya. Kemudian disusul oleh Jathil menggambarkan pasukan berkuda yang bertugas sebagai pengawal. Pujangganong menyusul dengan ciri khas topeng  sangar, mempunyai kelincahan dalam berperang, lucu, dan cekatan.  Pujangganong, Patih dari Prabu Klono Sewandono yang merupakan Raja Kerajaan Wengker (Ponorogo). Terakhir, muncul dua buah Dhadak Merak,  menggambarkan Singa Barong yang merupakan saingan Prabu Klono Sewandono dalam memperebutkan  Dewi Songgolangit, yang cantik jelita, putri dari Kerajaan Kediri, untuk dijadikan isteri.

Penyelenggaraan Reyog Ponorogo Goes to Campus  dapat terselenggara baik atas kerjasama dan bantuan berbagai pihak antara lain: Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Institut Pertanian Bogor, Badan Eksekutif Mahasiswa IPB, KMPB Manggolo Putro, Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa "Simo Budi Utomo" Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Di akhir pagelaran, Ketua Rombongan (WR III, UNMUH, Ponorogo) menyampaikan kenang-kenangan kepada Rektor IPB, berupa miniatur Reyog Ponorogo. Demikian juga Rektor IPB memberikan cindera mata untuk Rombongan Kesenian ini. (buani/*ris).

reyog_kenang2an_400
#$#c39697be7f40ec5d1424265b92362450###9640809124c1665b64faaf47249784ec###ID###2007-12-07 16:39:35###Mahasiswa Pascasarjana IPB Berantas Chikungunya###

graphic1_400

Keterangan: Mahasiswa Pasca Sarjana Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB sedang melakukan Fogging  

Penyakit chikungunya yang saat ini sedang melanda di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Bojong Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea sudah mulai merambah ke Desa Darmaga. Upaya yang masih dipandang efektif dalam pengendalian penyakit Chikungunya adalah memutuskan mata rantai penularan, dengan membasmi nyamuk penular penyakit.

Berdasarkan hal tersebut mahasiswa Pascasarjana Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada hari Sabtu, (01/12) 2007, melakukan kegiatan bhakti sosial berupa pengasapan (fogging) dan penyuluhan kesehatan di Kampung Bojong.

Fogging sendiri dimaksudkan untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan penyuluhan dimaksudkan untuk memberikan masukan tentang cara memberantas jentik nyamuk melalui kegiatan 3M Plus (Menutup, Menguras, Mengubur, plus menabur abate).

Pengasapan (fogging) dilaksanakan di 4 RT, antara lain RT 1, 2, 3, dan 5. Sedangkan penyuluhan berlokasi di Sekolah Dasar Negeri Cihideung Ilir I yang diikuti oleh kader kesehatan, tokoh masyarakat dan masyarakat Kampung Bojong. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan masalah kesehatan, khususnya penyakit Chikungunya, sehingga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyakat.

Chikungunya sendiri adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Cikungunya. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes, dengan gejala utama demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit, nyeri persendian sering diikuti dengan kelumpuhan. Sekalipun penyakit Chikungunya merupakan penyakit self limiting disease (dapat sembuh sendiri), namun akibat yang ditimbulkan penyakit Chikungunya cukup merugikan, apalagi jika sampai penderita mengalami kelumpuhan, produktivitas kerja dan akvititas sehari-hari praktis terhenti.

Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika. Di Indonesia penyakit Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973, selanjutnya setiap tahun selalu ada di Indonesia. (Suwito/Zul)

#$#37910b84772df577df64d3af4db88ed1###9b2b138a9d1e55cf0b8f62cfa7d0ffc4###ID###2007-12-13 14:16:39###IPB Melatih 52 Guru Pengampu UN dari Lampung dan Jabar###

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Institut Pertanian Bogor (IPB), melatih 52 Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Lampung dan Jawa Barat, (11/12), di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang bertemakan "Tutoring Guru Pengampu Mata Ajaran Ujian Nasional (UN) Program Pengembangan SDM Wilayah Jawa Barat dan Lampung" ini diselenggarakan selama 6 hari (11-16/12), atas kerjasama P2SDM IPB dan Yayasan Damandiri.

Hadir pada pembukaan acara tersebut Kepala Pusat P2SDM, Dr.Ir. Ilah Sailah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM IPB), Prof. Dr. Ir. H. Rizal Syarief S., DESS., Direktur Yayasan Damandiri Dr. Rohadi H. M.Si., dan Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr.Ir. Panca Dewi, M.Si.

Dalam sambutan, Kepala P2SDM, Dr.Ilah mengharapkan, melalui kegiatan ini manajemen proses belajar mengajar yang dilaksanakan guru lebih berkualitas, dan dapat meningkatkan motivasi penguasaan materi, sehingga perolehan nilai UN terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu dapat memfasilitasi peserta didik yang ingin melanjutkan sesuai yang dicita-citakan, dan lebih meningkatkan penguasaan materi oleh guru dalam pengambangan keilmuanya, khusus bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya.

"Kita mengharapkan para guru dapat meningkatkan kualitas sesuai dengan bidang studi yang menjadi tanggungjawab masing-masing," katanya.

Mengenai tujuan tersebut, hal senada juga dikatakan oleh Direktur Yayasan Damandiri, Dr. Rohadi, dimana dapat meningkatkan kalitas guru yang tugas utamannya adalah mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal melalui penyajian mata pelajaran.

"Para guru harus bisa memotivasi, berkreativitas dan selalu berinovasi dalam pelaksanaan manajemen proses belajar mengajar,"ujarnya.

Menurutnya, guru pengampu UN ini harus bisa memberikan respon positif pada setiap usaha pembaharuan yang dapat meningkatkan kemampuan profesional dan memberkan ruang gerak untuk berimprovisasi secara aktif dalam proses pembaharuan tersebut.

Perlu diketahui, SMA yang mengikuti pelatihan ini adalah, SMAN Cilaku (Cianjur), SMA Al-Ghazali (Bogor), SMAN Jampang Kulon, SMAT Darul Amal, SMAN 1 Lembang, SMA Taman Sari Bogor, SMA 10 Bogor, SMA Tri Wuri Andayani (Cimahi), SMAN 7 Bandar Lampung, SMAN 8 Bandar Lampung, SMAN 4 Metro, dan SMA Muhammadiyah Metro. (man)

 

#$#1507b8d152980d1b8851532d00e1c86c###415ae8489535b3ab57fe576b5f8e3451###ID###2007-12-14 10:08:04###LRB IPB Kamir R Brata Kurangi Banjir Jakarta###

Lubang Resapan Biopori (LRB) yang ditemukan oleh Kamir R Brata, Pengajar Konservasi Tanah dan Air pada Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Institut Pertanian Bogor (IPB), diharapkan dapat mengurangi banjir di Kota Jakarta.

Pemda DKI Jakarta sengaja membuat LRB ini di beberapa tempat di Jakarta dengan kegiatan yang dinamakan "Apel Siaga Gerakan Massa pencanangan Pembangunan Kolam Resapan dan Lubang Resapan Biopori (LRB) Dalam Rangka Mitigasi banjir," Sabtu (8/12) di Gelanggang Olah Raga Soemantrie Brojonegoro, Jakarta.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi datangnya banjir pada musim penghujan tahun 2007, dan mengurangi tingkat bahaya kekeringan di musim kemarau. Gerakan massa ini dicanangkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam rangka program 100 hari jabatan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, dan merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke menegaskan hal itu pada saat apel tersebut.

Apel siaga diikuti sekitar 4.000 orang dari berbagai unsur masyarakat, antara lain utusan mahasiswa dari IPB dan utusan 25 perguruan tinggi lainnya, pelajar sekolah menengah dan taman kanak-kanak, utusan pegawai Pemprov DKI Jakarta, tentara, polisi, dan aktivis lingkungan. Hadir juga penemu teknologi LRB dari Institut Pertanian Bogor, Kamir R Brata, dan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.A.A.Mattjik, M.Sc.

Menurut Foke, semakin banyaknya tanah yang tertutup bangunan menjadi salah satu penyebab meluasnya genangan air. Sementara pada musim hujan kelimpahan air, pada musim kemarau malah sebagian Jakarta mengalami krisis air.

Faktor yang memengaruhi banjir ialah karena kondisi geologi kota . Daerah cekungan yang permukaannya tidak mampu meresap air hujan akan menimbulkan genangan. Meluasnya daerah cekungan juga diakibatkan oleh penurunan air tanah akibat pemanfaatan berlebihan dan tertutupnya daerah resapan oleh bangunan.

Gubernur menjelaskan, sumur resapan merupakan salah satu solusi penting untuk menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah. Juga untuk mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan dan badan air lainnya agar dapat digunakan lagi pada musim kemarau. "Salah satu teknologi sumur resapan ialah LRB," katanya.

Oleh karena itu, kata Foke, setiap pemohon surat IMB baru di Pemprov DKI Jakarta diwajibkan membuat sumur resapan terlebih dahulu. Hingga saat ini, DKI Jakarta sudah membangun sumur resapan di 39.511 titik. Dalam gerakan kali ini, akan dibangun lagi sejuta LRB karena teknologinya murah, mudah, dan gampang dilakukan.

Sementara itu, Kamir R Brata penemu LRB mengatakan, membangun LRB dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak memerlukan lahan yang luas. Sebab, diameternya 10 sentimeter dengan kedalaman 80-100 sentimeter. LRB tidak saja berfungsi menanggulangi genangan atau membentuk cadangan air, tetapi juga mengurangi sampah organik.

Di LRB dimasukkan sampah organik yang diharapkan akan dimakan oleh organisme yang ada di dalam tanah. Dengan demikian, akan tercipta lubang-lubang kapiler kecil di dalam tanah. Dengan adanya lubang kapiler di dalam tanah, penyerapan air ke dalam tanah juga semakin banyak.

Apalagi, katanya, dalam lubang resapan biopori yang diberi sampah organik akan menjadi habitat cacing yang membuat lubang kapiler. "Pada saat tertentu, sampah itu berubah menjadi pupuk kompos," ujarnya.

Sampah organik perlu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang karena proses pelapukan. "Di halaman seluas 50 meter persegi, misalnya, bisa dibuatkan 20-30 LRB. Jaraknya tidak perlu beraturan dan dapat dilakukan oleh siapa saja," kata Kamir (man)

 

#$#57d8057c4292e9a872f1dd5a392dec7d###f1ea7bfec2ae1398989cdbad84910782###ID###2007-12-14 10:28:17###Fema IPB Gelar Simposium Internasional Probiotik###

Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia dan Danone Indonesia menggelar International Symposium “Probiotics for Optimum Health” pada (11/12) bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square Bogor.

 

Simposium menghadirkan pembicara: Prof.Dr.Ir. Hardinsyah, MS (Dekan Fema IPB yang juga Ketua Pergizi Pangan Indonesia) dengan topik bahasan Functional Food in  Indonesia; Dr. Jean Michel Antoine (Danone Perancis) dengan topik bahasan Probiotics, What Are They?; Prof.Dr.Ir. Betty Sri Lakmi Jenie, MS (staf pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB) dengan topik bahasan Probiotics: General Benefit for Health; Prof. Wandee Varavithya (Medical Council of Thailand) dengan topik bahasan Probiotics and Digestive System.  Simposium setengah hari ini dipandu oleh dua moderator yakni Prof.Dr.Ir. Dedi Fardiaz  (Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan/BPOM) dan Dr. Rimbawan (staf pengajar Departemen Gizi Masyarakat IPB).  Rektor IPB Prof.Dr.Ir. AA Mattjik, MSc berkesempatan membuka acara tersebut.

 

Apa itu Probiotik? Probiotik berasal dari bahasa latin yang berarti "untuk kehidupan" (for life) ; disebut juga "bakteri bersahabat", "bakteri menguntungkan" , "bakteri baik" atau "bakteri sehat". Apabila didefinisikan secara lengkap, probiotik adalah kultur tunggal atau campuran dari mikroorganisme hidup yang apabila diberikan ke manusia atau hewan akan berpengaruh baik karena probiotik akan menekan pertumbuhan bakteri patogen/bakteri jahat yang ada di usus manusia/hewan. Dalam tubuh manusia sendiri terdapat kira-kira 400 jenis mikroba dengan jumlah sekitar 1014.  Betapa banyak memang bakteri di tubuh kita dan bakteri-bakteri tersebut ada yang jahat dan ada yang baik.

 

Sejarah Probiotik

Probiotik yang mengandung Lactobacillus, Bifidobacterium dan Acidophilus telah digunakan sejak berabad-abad tahun yang lalu untuk kesehatan manusia meskipun belum diketahui bahan aktifnya dan bagaimana cara bekerjanya. Lactobacillus diidentifikasi pertama kali oleh Louis Pasteur di Perancis (1845 -1895). Penemuan fungsi probiotik yang pertama kali diperoleh seorang peneliti Rusia yang bernama Metchnikoff . Atas penemuannya itu, ia memenangkan hadiah Nobel. Teorinya dikenal dengan judul intoxication theory/eternal youth theory dimana ia berpendapat bahwa mengkonsumsi yoghurt dapat mencegah penuaan. Metchnikoff hidup pada kurun waktu 1845-1916. Sejak saat itu hingga sekarang telah ribuan tulisan dipublikasikan untuk menggambarkan manfaat probiotik bagi manusia.


Hasil penelitian menunjukkan beberapa manfaat probiotik adalah: mencegah kanker yaitu dapat menghilangkan bahan prokarsinogen dari tubuh dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh; dinding sel Bifidobacterium infantis mengandung bahan aktif anti tumor; di dalam usus manusia Bifidobacteria memproduksi berbagai vitamin yang secara mudah akan terserap ke dalam tubuh; kemampuannya memproduksi asam laktat dan asam asetat di usus akan menyebabkan usus menjadi asam dan akhirnya menekan pertumbuhan bakteri E coli dan Clostridium perfringens penyebab radang usus. Disamping itu juga menekan bakteri patogen lainnya.  Asam-asam tersebut juga mengurangi penyerapan amonia dan amina karena bila terserap dalam jumlah besar akan dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol dan kanker yang disebabkan nitrosamine.  Streptococcus thermophilus menunjukkan aktivitas anti tumor dan menghasilkan Superoxide Dismutase yang berfungsi sebagai antioksidan


Terdapat dua bentuk produk probiotik yaitu yang pertama, sebagai bahan baku produk pangan disebut kultur /starter probiotik yakni bakteri tunggal atau kumpulan bakteri yang ditumbuhkan dalam media pertumbuhan yang sesuai dan yang kedua sebagai produk pangan akhir yakni menggunakan kultur /starter probiotik sebagai salah satu ingredientnya. Contohnya adalah yoghurt, kefir, susu formula, suplemen ,dan lain-lain. (nUr)

 

#$#8a149bfc800e7a3c35d9310b00e60d4d###365edccf3e18eecaae28601bdd32b333###ID###2007-12-14 12:41:34###10 Mahasiswa IPB Hadiri Rapat Regional SAYEN di Bali###

Sepuluh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menghadiri Rapat Regional The Tunza-South East Asia Youth Environment (SAYEN) 9-11 Desember di Hotel Ramayana Bali. Kesepuluh mahasiswa tersebut antara lain : Doddy Juli Irawan (International Forestry Student's Association (IFSA)), Lombok P.Sagala (Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata), Salwa Amira (Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata), Faisal Maulana (Departemen Manajemen Hutan), Imara N.W (Departemen Manajemen Hutan), Ahmad Sahab ( Departemen Silvikultur), Abdul Aziz (Departemen Silvikultur), Riesky Maulana (Alumni IFSA), Dinda Trisnady (Alumni IFSA), dan Irma Nurhayati (Alumni IFSA).

Penyelenggara rapat regional ini ialah United Nation Environtmental Program (UNEP) Asia Pasifik, PT.Bayer, National Youth Achievement Award Council (NYAA) Singapore dan International Forestry Student's Association (IFSA) IPB. Rapat yang mengangkat tema perubahan iklim ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pertemuan United Nation Climate Change Conference (UNCCC). "Pertemuan ini merupakan satu rangkaian dari UNCCC dan dikhususkan pada bagian program kerja pemudanya, " kata salah satu Panitia SAYEN, Doddy Juli.

Menurut Doddy, pemuda berperan penting untuk memberikan referensi atau anjuran bagi keluarga mereka, teman-teman dan masyarakat disekitarnya agar hidup lebih bijak dalam menyikapi perubahan iklim. Dari pertemuan ini ditelurkan berbagai aksi kreatif untuk menanggulangi isu global. Pernyatan dan aksi perubahan iklim pemuda di Asia Tenggara akan diformulasikan pada para peserta sebagai bagian dari Program kerja SEAYEN 2008. Pertemuan ini menghadirkan pembicara diantaranya: James Soh (Executive Director, National Youth Achievement Award Council Singapore), Marcus Yim (Managing Director Bayer South East Asia and Senior Bayer Representive untuk Asia Tenggara), Sahab Ahmad (International Coordination International Students Forestry Association IPB), Surendra Shrestha (Regional Director UNEP for Asia Pasific) dan presentasi dari anggota SEAYEN. (ris)

#$#596318e8e361126ba9ff4003e60620ea###603a1a837198c1e95b02d22fc82abc3e###ID###2007-12-14 13:53:11###Penting, Pendidikan Wirausahaan Pertanian di Indonesia###

Masih sangat sedikit perguruan tinggi Indonesia yang memberi perhatian pada pendidikan kewirausahaan pertanian sebagai sarana pelengkap modal manusia agar bisa berkompetensi di dunia nyata. Pendidikan kewirausahaan di Indonesia sangat penting karena merupakan investasi modal manusia "Setidaknya dibutuhkan 2 persen wirausahawan di sebuah negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan di Indonesia baru ada sekitar 400 ribu wirausahawan atau hanya 0.18 persen dari total penduduk," kata Pakar Entreprentreneur dan Perusahaan, Ir. Ciputra dalam Seminar Internasional The Importance of Agriculture Entrepreneurial Education in Indonesia: From Vision to Action Selasa (11/12) di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Centre Bogor.

Menurut Ciputra di Singapura yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Indonesia memiliki entrepreneur sekitar 7 persen.

"Kita memahami aset yang paling berharga di abad 21 ini yakni pengetahuan dan pekerja atau wirausaha terdidik," kata Rektor IPB, Prof. Ahmad Ansori Mattjik didampingi Presiden International Cooperation Development Fund (ICDF) Indonesia sekaligus Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefudin. Pengetahuan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi nasional. Pengetahuan bisa menggantikan sumberdaya alam yang seringkali tak terbarukan dan merusak ekosistem serta lingkungan. "Kita membutuhkan wirausahawan terdidik yang mengelola sumberdaya agar sesuai lingkungan dan kepentingan masyarakat," jelas Mattjik

Lanjut Rektor IPB ini, di sektor pertanian, lebih dari 90 persen petani lulusan sekolah dasar. Oleh karena itu melibatkan lulusan perguruan tinggi dalam program kewirausahaan adalah hal yang sangat krusial saat ini. Investasi pada modal manusia akan menaikkan perolehan gaji invididu yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara pengguna modal.

Indonesia bersama dengan negara Asia lainnya sekarang menghadapi persaingan global, penawaran sarana prasarana dan jasa, pasar liberal, pertanian modern, serta sumberdaya manusia. Globalisasi jika dilihat memiliki dua mata sisi. Satu sisi merupakan peluang besar yang harus segera ditangkap. Sisi lain merupakan ancaman yang dapat membawa banyak penderitaan pada negara berkembang. Bersamaan itu pula Indonesia mengalami tekanan percepatan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan yang meluas, dan bagian besar di bidang pertanian, kekurangan lapangan pekerjaan di pedesaan, penghasilan sangat rendah dan kurangnya akses sarana prasarana dan jasa.

Beberapa negara Asia mengalami seperti yang dialami Indonesia. Taiwan, salah satu contohnya, telah berhasil mengubah pertanian tradisionalnya menjadi modern melalui pengembangan agribisnis, agroturis dan agroservices. Beberapa perusahaan pribadi di Indonesia juga berhasil merubah ketrampilan dan pengetahuan wirausahawannya.

Seminar Internasional menghadirkan pembicara antara lain: Recognition and Mentoring Program- Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB), Dr.Aji Hermawan, Ciputra Entrepreneur Foundation, Antonius Tanan, Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof.Didy Sopandie, Departemen Ekonomi Pertanian Universitas Nasional Taiwan, Prof.Shih-Hsun Hsu, Departemen Bioindustri dan Administrasi Pertanian Universitas Nasional Chia-yi, dan PT. Charoen Pokphand Indonesia, drh.Darmansyah, MBA,. Tujuan seminar ini selain sharing pengalaman, saling mengadopsi pengalaman praktis juga mengkonsep action plan pada pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi yang mampu memecahkan masalah utama kemiskinan dan pengangguran. (ris)

#$#29631da5b317e0ced0f239772f5d7118###f2949be154f328366521b0b193007ccd###ID###2007-12-14 14:28:51###IPB Menjadi Tuan Rumah Welcome Reception Musyawarah Nasional Perhumas###

 Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah "Welcome Reception" Musyawarah Nasional Perhumas Indonesia dan Penandatangan Nota Kesepahaman "Strategi Komunikasi Memajukan Pertanian Indonesia' Selasa malam (4/12) di Hotel Salak Bogor.  Dalam kesempatan itu IPB menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (LKBN Antara), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas Indonesia) dan PT.Performax

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Rektor IPB, Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, bersama Direktur LPP RRI Parni Hadi, Direktur Komersial dan Teknologi LKBN Antara, Ir.Rully Charis, President Direktur PT.Perfomax, Ir.Rifda Ammarina, dan Perwakilan Perhumas Indonesia Pusat, Muslim Basya.

"Kerjasama IPB dengan LPP RRI berisi tentang siaran pendidikan dalam rangka strategi komunikasi memajukan pertanian Indonesia. LPP RRI khususnya Regional Bogor melakukan penyiaraan pelaksanaan dan hasil-hasil kegiatan Institut Pertanian Bogor, " kata Wakil Rektor IV IPB, Dr. Asep Saefudin mewakili Rektor IPB. Tujuan dari kerjasama ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pertanian sebagai platform pembangunan ekonomi nasional. Diharapkan dari kerjasama ini citra pertanian Indonesia, IPB dan LPP RRI makin meningkat dan terangkat.

IPB dan LKBN Antara bekerjasama di bidang Multimedia Indonesia Agriculture Channel. Tujuan kerjasama ini terjadi integrasi berkesinambungan antara penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi -khususnya IPB- dengan multimedia Indonesia agriculture channel yang sedang dirintis LKBN Antara dan pemberitaan berbasis pertanian dalam arti luas.

Kerjasama IPB dan Perhumas IPB dan PT. Perfomax dimaksudkan meningkatkan citra dan reputasi bangsa secara bersama-sama. " Diperlukan penguatan dan penerapan nilai-nilai profesionalisme sumber daya manusia public relation Indonesia yang mampu menjawab tantangan reputasi bangsa," jelas Kepala Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni IPB, drh.Agus Lelana, SpMp, MSi. (ris)

 

 

#$#11eb31faba76b73270a119ea0d2092dc###335d22e1495d5136ed042667f343b9b4###ID###2007-12-14 21:08:11###POSS-IPB Mengajak Guru dan Siswa Mendayagunakan Open Source Software###

Suasana Kampus IPB Baranangsiang, tepatnya di Gedung Departemen Ilmu Komputer, pada Sabtu, 8 Desember 2007 agak berbeda karena hadirnya 86 siswa dan guru SMU/SMK se-kota Bogor. Mereka adalah peserta seminar dan workshop bertajuk Pemanfaatan Teknologi Informasi di Lingkungan Sekolah, khususnya dengan mendayagunakan berbagai open source software (OSS), yang diselenggarakan oleh Sekretariat Pendayagunaan Open Source Software, Institut Pertanian Bogor (POSS-IPB). Menurut penanggung jawab POSS-IPB, Julio Adisantoso, kegiatan ini merupakan rangkaian aktivitas untuk sosialisasi, pemanfaatan, dan pendayagunaan OSS di lingkungan IPB dan sekitarnya. "Ini adalah titik awal untuk memperluas komunitas pengguna OSS di semua lapisan masyarakat, khususnya di Bogor", tambah Julio yang juga Kepala Kantor Pengembangan Sistem Informasi (KPSI) IPB.

Kegiatan seminar diisi dengan penyampaian seputar POSS-IPB yang disampaikan oleh Julio Adisantoso, dan dilanjutkan dengan presentasi tentang peran Teknologi Informasi dalam meningkatkan prestasi siswa yang disajikan oleh Kudang Boro Seminar, staf pengajar IPB yang juga Kepala Perpustakaan Pusat IPB.

Di bidang pemanfaatan dan pendayagunaan OSS, kegiatan ini juga berupa workshop yang menghadirkan dua komunitas OSS, yaitu Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Bogor dan Komunitas Edubuntu.

Seluruh peserta mengikuti acara hingga akhir dan merasa tertarik serta bersemangat memanfaatkan Teknologi Informasi dengan platform OSS. "“Obviously this is a great event, very beneficial for us, the committee is also very friendly and helpful, Thanks to POSS-IPB, Edubuntu and KPLI. Hopefully next year, there will be another event.”, demikian testimoni dari Ristanti, salah seorang peserta. Acara ini juga dianggap menarik dan sangat bermanfaat bagi peserta. "Seminar dan workshop ini banyak memberikan pengetahuan baru yang tadinya saya tidak terlalu mengenal secara detail menjadi lebih detail tentang linux dan teknologi yang sangat canggih”, komentar peserta lainnya.

Kegiatan ini juga didukung oleh PT Telkom Bogor yang menyediakan doorprize berupa tiga handphone Flexi dan beberapa bingkisan menarik lainnya. Menurut Julio, acara pemanfaatan dan pendayagunaan OSS akan terus dilakukan dengan bentuk dan media yang lain, misalnya pelatihan, project collaboration, dan sebagainya. Walaupun demikian, "IPB tidak anti propriatery software. Yang utama adalah to be legal", demikian Julio menutup acara ini. (ttk)

#$#93eb7fe7c2331bffdf5c894f65e646b5###3b093f83f30111a54ec8a06a9e988b50###ID###2007-12-16 09:20:53###IPB Pioner PT BHMN di Indonesia###

668 Milyar Aset Negara diserahkan Kepada IPB

Institut Pertanian Bogor (IPB) telah berhasil menjadi tonggak sejarah dalam memisahkan kekayaannya dengan berbagai dinamika dengan prosedur - prosedur yang sangat panjang. Sekitar 668 Milyar yang sebelumnya aset negara, kini pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada IPB. Penyerahan ini merupakan suatu ciri dimana IPB telah menjadi PerguruanTinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN).

Begitu, dipaparkan oleh Sekjen Depdiknas, Dodi Nandika saat di wawancarai wartawan disela kegiatan Grand Opening IPB International Convention Centre (IICC), Sabtu (15/12) di IICC, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

"Ciri utama PT BHMN adalah seluruh kekayaannya yang berupa bangunan, barang bergerak, peralatan dan lainnya harus dipisahkan dari Negara, kecuali tanah masih milik pemerintah atau Depdiknas," ujarnya didampingi Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc.

Menurutnya, sejak saat ini IPB telah menjadi legal entity yang kokoh karena kekayaannya secara hukum sudah miliki IPB sepenuhnya.

"Pemisahan kekayaan tersebut merupakan sesuatu yang sangat pokok dari PT BHMN. Jika tidak, berarti masih milik pemerintah, seperti perguruan tinggi negeri lainnya yang belum BHMN salah satu contohnya Universitas Negeri Jakarta, Universitas Tirtayasa Banten dan PTN lainnya," ujarnya.

Dikatakannya, ada enam PT BHMN yang di atas kertas telah menjadi PT BHMN, namun secara faktual belum, yaitu: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Sumatera Utara (USU).

"Hanya IPB yang secara faktual memiliki persyaratan yang telah dipenuhi, dan kekayannya telah dipisahkan dari negara. Artinya, IPB berhak secara penuh mengelola kekayaan dan mempunyai kekayaan awal, neraca awal untuk bisa nantinya menjadi suatu akumulasi dalam sistem pengelolaan IPB. Jenis usaha dan pengelolaan tergantung IPB namun, tetap melaporkan kepada pemerintah," katanya.

Menurut Dodi, dengan berkaca ke IPB, perguruan tinggi lainnya bisa meniru mekanisme yang telah ditempuh IPB sebelumnya. Perguruan tinggi paling dekat yang akan menyusul IPB, adalah: UGM, Unair, ITB dan UI.

Menanggapi hal tersebut, Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc., yang hanya 3 hari lagi kedudukan akan digantikan, mengatakan kegembirannya.

"Sejak saat ini, kita sudah bisa mengelola aset secara mandiri seperti program studi, kekayaan, sumberdaya manusia dan aset lainnya. Bahkan ke depan, pengangkatan gelar profesor langsung diangkat oleh IPB dengan departemen, dan fakultas bersangkutan. Tidak perlu repot melapor kepada Depdiknas atau presiden," katanya.

Meskipun demikian, beliau mengatakan, pengelolaan aset di IPB ini tidak sembarangan dan asal jadi, namun tetap mengikuti prosedur yang ada, dimana diawasi oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik (SA).

"Tidak sembarangan dalam mengelola aset ini, kita di awasi oleh MWA dan SA, dan harus berlandaskan argumentasi-argumentasi yang ilmiah," kata Rektor.

Pada kegiatan Grand Opening ini juga dilakukan Penyerahan Pengelolaan IICC dari PT. Pustaka Bhakti Nusantara, kepada IPB dan juga pembubuhan tandatangan prasasti oleh Rektor IPB Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc.

Selain Sekjen Depdiknas, Dodi Nandika dan Rektor IPB, Prof.Dr.Ir.H.A.A.Matjjik, M.Sc., acara ini turut dihadiri oleh Walikota Bogor, Diani Budiarto, Direktur Utama PT Bogor Lifescience and Technology (BLST), Dondin Sajuti, Direktur Utama, PT. Pustaka Bhakti Nusantara (PBN), Reddy Hartadji, dan Grand Manager IICC, Ir. Lusi Fauziah. (man)

#$#a468c438fa4cfa23ba6adcdf27fed09f###3efd2c2962fba9e2242b21d6d73e8419###ID###2007-12-17 14:14:34###Pertemuan Penerima Beasiswa Mahasiswa TPB###

Sebanyak 358 orang penerima beasiswa mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 2007 mengikuti pertemuan dengan para donatur di Auditorium Thoyib Hadiwijaya Kampus IPB Darmaga Bogor, Sabtu (15/12). Donatur yang hadir adalah Eka Tjipta Foundation (ETF), Perhimpunan Orang tua Mahasiswa (POM) IPB, Departemen Agama RI, dan Etos Dompet Dhuafa Republika.

Sementara para pimpinan IPB yang hadir diantaranya Wakil Rektor III IPB Prof.Dr. Yusuf Sudohadi, Wakil Direktur TPB Dr. Erizal, Kasubdit Minat Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan Bambang Riyanto, M.Si., dan Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Keri Watisih, SH.

Wakil Rektor III IPB Prof.Dr. Yusuf Sudohadi dalam sambutannya mengimbau para mahasiswa untuk berlomba-lomba mencapai Indeks Prestasi tertinggi. Hal ini menurutnya, menjadi faktor penting bagi mereka untuk bisa terus memperoleh beasiswa selama menempuh perkuliahan.

Prof. Yusuf juga menyampaikan rasa bangganya pada beberapa donatur yang berkenan memberikan beasiswa pada mahasiswa TPB, meski para mahasiswa ini belum terlihat prestasi akademiknya. Menyikapi hal ini, Ketua Komite Beasiswa TEF, Urbanus menjelaskan, pihaknya harus membantu para mahasiswa yang membutuhkan sejak awal mereka kuliah. "Jika tidak sejak awal, bagaimana kelanjutan kuliah mereka?" ujarnya yang disambut tepuk tangan yang hadir.

Sementara itu, Bendahara POM IPB Dr. Gunanti menegaskan, agar penggunaan beasiswa yang diperoleh benar-benar dipergunakan dengan semestinya. Pasalnya, beberapa kasus yang ia temui pada mahasiswa penerima beasiswa adalah mereka menggunakan uang yang diperoleh dari donatur dengan membelanjakannya pada hal-hal diluar kepentingan kuliah, seperti baju bahkan telepon genggam. (nm)

#$#c37fbdde2c3106abc0a95896e2ed0eb4###e84eaf0f6a275ccadb29dad357ecee69###ID###2007-12-17 15:16:52###MAN Tigaraksa Tangerang Kunjungi IPB###Sebanyak 135 murid-murid Madrasah Aliah Negeri Tigaraksa Tangerang yang duduk di bangku kelas III, dengan 35 guru pembimbingnnya mengunjungi IPB, Senin (17/12) di Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kunjungan MAN Tigaraksa ini terbagi dua bagian, yaitu kelompok kelas III IPA dengan jumlah 60 orang , dan kelas III IPS dengan jumlah 75 orang.

Kelompok IPA mengunjungi laboratorium di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK IPB) seperti: Laboratorium Budidaya Perairan, Genetika serta Nutrisi dan Pakan Ternak. Sementara keompok IPS berkeliling di Kampus IPB Darmaga.

"Kita menginginkan mengenal lebih jauh dengan dunia kampus. Murid-murid kami masih awam terhadap dunia kampus, maka dari itu, kunjungan kali ini ke IPB," begitu ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wahyu Adriastuti dalam sambutannya.

Besar harapanya dengan mengunjungi IPB ini dapat membuka cakrawala berfikir murid - muridnya yang sebentar lagi meninggalkan bangku SMU ini.

"Bukan itu saja, kunjungan ini juga dalam rangka membantu mencarikan bahan-bahan untuk murid dalam menyusun karya tulis," tambahnya.

Di IPB mereka langsung disambut oleh Kepala Kantor Prohumasi IPB, drh.R.P.Agus Lelana, SpMP.MS. Agus Lelana mempresentasikan IPB mulai dari sejarahnya hingga asrama bagi mahasiswa baru. (man)

 

#$#e724cc388b4f10fd41e700f62b726857###5018e6d0ef55c2c3e5e589ed56fbd5bb###ID###2007-12-18 15:33:42###Herry Suhardiyanto dilantik Menjadi Rektor Baru IPB###

dsc_0166_400Herry Suhardiyanto dilantik menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2007-2012 dalam Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat IPB di Graha Widya Wisuda,  Kampus IPB Dramaga, Bogor, Selasa (18/12). Herry menggantikan rektor sebelumnya, Ahmad Ansori Mattjik.

Suasana pelantikan Dr.Ir.Suhardiyanto, M.Sc., berjalan dengan penuh hidmat. Herry duduk paling kiri, sebelah kanannya berturut-turut Ketua Komisi IV DPR RI, Ishartanto, Ketua MWA, Didiek J Rachbini, Kepala Pusat Kajian dan Sumberdaya Pesisir Lautan (PKSPL), Prof.Tridoyo Kusumastanto, dan mantan Rektor IPB Prof. H.Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc. Sedangkan anggota MWA IPB lainnya duduk di belakang sebelah kiri dan kanan mereka.

Acara diawali dengang pembacaan Tap MWA tentang pengangkatan Rektor IPB periode 2007-2012, pengucapan sumpah jabatan oleh Rektor IPB terpilih, pelantikan Rektor IPB Periode 2007-2012, penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan Rektor IPB, dan yang terakhir adalah penyerahan memorandum akhir jabatan Rektor IPB periode 2002-2007.

Usai acara, Rektor IPB baru, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto memaparkan kondisi IPB saat ini dimana memiliki budaya riset yang baik, dosen-dosen yang unggul, dan salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki doktor terbanyak. Untuk penerimaan mahasiswa IPB dari luar daerah dan kurang mampu, Herry mengatakan akan tetap diprioritaskan, dengan prinsip bahwa kemampuan akademik menjadi ukuran diterima tidaknya seseorang di IPB.

"Mereka yang berasal dari luar daerah, diberikan tempat, harapannya bisa kembali ke daerahnya, dan membangun pertanian di sana," katannya.

Skala prioritas, Herry akan menjadikan IPB yang siap untuk mengelola program akademik yang sudah berkualitas ini, yaitu dengan sistem manajemen sumberdaya yang efisien dan efektif dalam transparan dan akuntable.

"Pembenahan-pembenahan di sistem manajemen kinerja akan sangat penting untuk melandasai agar semua komponen di IPB ini, (setiap orang, organisasi, unit kerja) mengetahui visi yang akan dicapai IPB secara keseluruhan, dan visi itu diturunkan kepada prespektif masing-masing unit, sehingga semuanya dapat bekerja dalam mencapai tujuan bersama," paparnya..

Program 100 hari kerja Rektor IPB 2007-2012

Program Seratus Hari Kerja, Herry akan roadshow ke fakultas dan departemen untuk menggalang masukan terhadap program yang akan diusulkannya.

"Saya akan mengajukan ke MWA tantang struktur organisasi IPB ke depan dan program yang penting untuk dikerjakan dalam 100 hari pertama. Untuk kabinet, dan nama-nama yang akan mengisi wakil rektor akan diusulkan ke MWA setelah sturktur organisasi IPB ditetapkan oleh MWA. Jumlah wakil rektor akan tetap empat," katanya.

Beliau juga menginginkan adanya modifikasi dalam struktur organisasi, yang pada prisnipnya dalam IPB ini diperlukan keseimbangan antara fungsi faktor pendorong maupun faktor penghela, dimana harus ada yang konsentrasi mengurusi persoalan internal kampus, dan juga yang menghela/ menarik IPB dari luar kampus.

"Saya ingin menerapkan kepemimpinan yang melayani. Mereka yang masuk nominasi, mudah-mudahan orang yang memahami konsep itu dan mau melaksanakan, karena jika iramanya beda akan sulit untuk bekerjasama," ujarnya.

Di lain pihak, Mattjik disela makan siangnnya memaparkan kepada wartawan, setelah lepas dari jabatannya ini beliau akan kembali ke Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) pada Departemen Statistika IPB, dan akan mengajar serta berkutat dengan penelitian. Mattjik, dalam masa jabatannya sebagai Rektor IPB antara lain telah berhasil dalam mengantar IPB pada masa transisi dan inisiasi implementasi IPB menjadi Badan Hukum Milik Negara, yang ditandai dengan terbentuk MWA, Dewan Audit, Dewan Guru Besar, dan Senat Akademik. IPB juga kini tercatat sebagai 500 universitas top dunia menurut THES-QS.

"Saya akan mengajar, meneliti dan menulis buku. Sebagai profesor saya harus menulis buku, targetnya dalam satu tahun ini bisa menulis satu buku", ujarnya sambil tersenyum.
(man)

#$#d8e1e8ac479befbbc6f9a40c418ea5c4###227ec0072d2e0681369fa6d259343b30###ID###2007-12-19 13:44:42###Rektor IPB Melepas 563 Mahasiswa Pemantau Hewan Kurban###

dsc_0037_400Rektor baru IPB, Dr.Herry Suhardiyanto, M.Sc., melepas sekitar 563 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) untuk memantau hewan kurban di lima wilayah, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Tangerang, Depok dan DKI Jakarta, Rabu (18/12) di FKH, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Mahasiswa tersebut akan memantau dan memeriksa lima wilayah terebut, untuk Kabupaten Bogor 104 orang, Kota Bogor 92 orang Kota Tangerang 50 orang, Kota Depok 65 orang dan DKI Jakarta 252 orang. Pelepasan hari ini (H-1) khusus untuk Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang. Tiga wilayah lainnya diberangkatkan hari sebelumnya.

Dalam sambutannya, Rektor IPB berpesan untuk melakukan tugas dengan baik dan menjaga nama baik IPB. "Kegiatan profesi ini merupakan sesuatu yang membanggakan IPB, dan kalian adalah duta-duta IPB," ujarnya.

Sementara itu Dekan FKH, Dr.I Wayan T. Wibawan, MS, DVM., saat diwawancara mengatakan, dari 563 orang mahsiswa yang dikirimkan untuk memantau dan memeriksa hewan kurban ternyata masih dirasakan kurang.

"Permintaan dari masyarakat Jabodetabek sekitar 650 orang, kita baru bisa memenuhi sekitar 563 saja," ujar dekan.

Menurut dekan, kekurangan ini harus diperhatikan pada pengiriman mahasisiwa pemantau dan pemeriksa hewan kurban tahun depan. (man)

 

#$#49950a87f83a3c2c07fc9a301111cb40###75bfb270644c786896140663f001d14d###ID###2007-12-19 14:10:10###Menhan RI Ngajar PPKn di IPB###

dsc_0070_400Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prof.Juwono Sudarsono memberikan ceramah kuliah umum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di hadapan lebih dari 2000 mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama dan Program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. "Departemen Ketahanan RI memiliki dua tugas pertahanan yakni pertahanan militer dan non militer. Umumnya masyarakat hanya memahami peran departemen Ketahanan di bidang pertahanan militer dan kurang memahami peran non militer," ungkap Juwono.

Juwono menjelaskan pertahanan non militer mencakup sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana prasarana, nilai-nilai budaya seluruh pelosok tanah air, dan ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan pertahanan non militer, IPB juga berkewajiban menunaikan pertahanan pada tiga bidang pokok yakni food, energy and water. Tiga bidang ini sangat penting bagi keberlangsungan hidup rakyat Indonesia. Apalagi saat ini rakyat Indonesia masih banyak yang memiliki pendapatan kurang dari Rp 14 ribu per hari. "Tugas pokok kita bersama untuk meningkatkan derajat hidup bangsa."

Ditanya mahasiswa soal minimnya sarana prasarana militer Indonesia, Juwono mengatakan kondisi itu terkait alokasi anggaran belanja yang terbatas . "Wilayah darat, laut dan udara Indonesia sangatlah luas. Alokasi anggaran Rp 3,2 trilyun belum bisa memenuhi harapan pertahanan seluruh wilayah Indonesia," tandasnya.

Koordinator mata kuliah PPKn Tingkat Persiapan Bersama IPB, Ir.P.A Rangkuti, M.Sc mengatakan kuliah umum yang diselenggarakan IPB tersebut wajib diikuti mahasiswa baru IPB. Mata kuliah PPKn di IPB merupakan gabungan mata kuliah kewiraan dan Pancasila. " IPB telah menjadwalkan khusus sesi kuliah umum yang diisi Menteri Pertahanan RI." Selain perkuliahan reguler dan umum, khusus mata kuliah PPKn, mahasiswa juga mengikuti kolokium untuk melatih daya analisa dan kritis terhadap masalah bangsa. (ris)

 

#$#d4486be1e9621123f6f146cd28efd7a1###aeb44abc2d17e5961054a5309a712a9e###ID###2008-01-02 15:19:23###Prof. Syukri : Kritik Metode Penelitian Konvensional###


Metode penelitian konvensional dinilai memiliki banyak cacat terutama bagi peneliti muslim. " Peneliti yang memakai metode penelitian yang berlaku saat ini akan menimbulkan banyak masalah diantaranya tidak memiliki cukup alat analisa dan beranekaragam persoalan strategi. Apalagi penelitian yang berkaitan dengan bidang kajian agama Islam," ungkap Direktur Pusat Pengajian Sains Kemasyarakatan, Universiti Sains Malaysia, Prof. Muhammad Syukri Salleh dalam Diskusi Ekonomi Pembangunan Departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) Kamis (27/12) di Kampus IPB Darmaga. Bidang kajian keislaman mencakup antara lain: pengkajian Islam murni, ilmu kekinian dari perspektif Islam dan Islam atau kemusliman yang ditinjau dari perspektif ilmu kekinian.

Metode penelitian konvensional berasal dari pemikiran Barat ini dinilai hanya mengumpulkan pengetahuan melalui perhatian, data, dan penganalisisan sebab akibat dari interaksi perubah-perubah saja. Kaidah peneliltian tersebut juga digunakan untuk meneliti dan menanggapi realitas yang didasarkan ilmu daruri (pengamatan indera) dan dalil aqli (berdasar akal semata). Bukan dengan ilmu nadhari dan dalil naqli (berdasar nash kitab suci).

"Penggunaan kaidah penelitian konvesional kadang malah membahayakan akidah Islam. Misalnya, penggunaan pemikiran sebagai asas sosial yang berasal Auguste Comte, Herbert Spencer, Max Weber, Karl Marx. Begitu pula sifat Sains Sosial pada umumnya yang anti-dogmatis, anti-teologi, dan bebas nilai," kata Syukri.

Syukri kemudian mengemukakan pandangannya terhadap pemikiran Herbet Spencer, Max Weber dan Karl Max. Herbert Spencer menyatakan persaingan sebagai pendesak sosial yang dinamik. Menurut Syukri teori yang dipengaruhi Darwinisme ini yang bisa mematikan ukhwah (persaudaraan) dan menafikan Adam serta tanah sebagai asal kejadian manusia.

Pemikiran Max Weber yang memunculkan kaidah tanpa nilai dalam mengamati fenomena dan realitas sosial. Syukri memandang Max memisahkan teologi (agama) dari pengamatan realitas sosial. Padahal, jelas Syukri, teologi adalah pengukur benar tidaknya realitas tersebut. Ia kemudian mencontohkan pola penggunaan nafsu, kemiskinan dan jiwa versi Max Weber malah mengumbar keserakahan manusia.

"Pemikiran Determinisme Karl Marx yang menganggap keyakinan substruktur (ekonomi) menentukan superstruktur (agama, perundangan, pemerintahan, kebudayaan, dan sebagainya) menafikan agama (Islam) sebagai penentu keseluruhan aspek hidup manusia," ujar Syukri tegas. Diskusi terbatas yang dimoderatori Ketua Departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat IPB, Dr. Lala M. Kolopaking dihadiri staf pengajar departemen Komunikasi Pembangunan Masyarakat IPB, dan mahasiswa pasca sarjana. (ris)

 

#$#a44cbd63889a1a77d034997706b02abe###4c2f5d08b9a44ac7bb1f5a931c4dbe21###ID###2008-01-04 11:00:12###IPB Teliti Cabai Tahan Cekaman Alumunium###

 Produksi cabai Indonesia belum mencukupi kebutuhan dalam negeri. Setiap tahun Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 736 ribu ton per tahun dari kebutuhan 790,5 ribu ton cabai Indonesia 790,5 ribu ton per tahun. Peningkatan produksi sulit dilakukan karena keterbatasan lahan pertanian terutama di Pulau Jawa. "Kita bisa meningkatkan produksi cabai melalui pemanfaatan lahan kering (ultisol) yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku serta Papua," kata Mahasiswa S3 Program Studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwiana Wasgito Purnomo didalam Sidang Terbuka disertasinya bertajuk ' Keefektifan Fungi Mikoriza Arbuskula dalam Meningkatkan Hasil dan Adaptasi Cabai (Capsicum annuum L) Pada Tanah Bercekam Aluminium' Kamis (3/1) di Kampus IPB Darmaga.

Kelarutan Alumunium (A) yang tingggi pada tanah ultisol, sering menjadi kendala utama pertumbuhan tanaman cabai. Kelarutan Alumunium menghambat pertumbuhan akar, sehingga menurunkan kemampuan akar dalam menyerap hara mineral dan air. Masalah ini, menurut Dwi, bisa diatasi dengan penanaman genotipe yang adaptif terhadap cekaman alumunium nelalui seleksi plasma nutfah yang ada. " Kita menyeleksi tanaman yang memiliki daya adaptasi cekaman Alumunium berdasarkan perbedaan karakter pertumbuhan akar, fisiologi maupun agronomi." Identifikasi daya adaptasi ini secara cepat dengan mengamati perbedaaan panjang akar pada fase negatif (kecambah).

Perbaikan adaptasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan simbiosis antara tanaman dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) atau cendawan. Selama ini pemanfaatan FMA mampu meningkatkan daya adaptasi tanaman.

. Penelitian staf pengajar Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian Universitas Negeri Papua ini terdiri dari lima percobaan. Pertama, penapisan genotipe cabai untuk toleransi Alumunium berdasarkan perbedaan panjang akar pada fase negatif. Kedua, evaluasi genotipe cabai berdasarkan tanggap pertumbuhan dan hasil untuk toleransi terhadap Alumunium. Ketiga, kompabilitas jenis FMA dengan cabai. Keempat, tanggap pertumbuhan dan hasil terhadap inokulasi FMA pada cabai yang mengalami cekaman Al.

Setelah berkutat 1 tahun 8 bulan sejak bulan September 2005 sampai Maret 2007, Dwi berhasil memperoleh genotipe cabai toleran Alumunium yaitu PBC 619, Jatilaba, Cilibangi 5 dan Jayapura, serta genotipe peka, yaitu Cilibangi 3, Helm, PBC 549 dan Tit Bulat. Ia juga meneliti keefektifan cendawan

Gigaspora margarita mengurangi pengatuh buruk akibat cekaman Alumunium melalui peningkatan panjang akar, tinggi tanaman, bobot kering tajuk, jumlah buah panen, panjang buah, bobot per buah dan bobot buah panen. Genotipe toleran mampu beradaptasi terhadap lahan cekaman Alumunium melalui mekanisme internal dengan peningkatan kandungan asam malat dan sitrat dalam akar maupun tajuk. Selain itu, adaptasi genotipe toleran dilakukan dengan mengurangi penyerapan Alumunium. "Cabai genotipe peka lebih diuntungkan lagi dengan adanya simbios Gigaspora margarita ini," katanya. Gigaspora meningkatkan pertumbuhan akar sehingga serapan Nitrogen dan Pospor meningkat.

Penelitian ini dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari Prof.Bambang S. Purwoko, Prof.Sudirman Yahya, Dr.Sriani Sujiprihati, dan Dr. Irdika Mansur (ris)

 

#$#21153bb5d0e7f3fcbab56069f0792b82###c1fcf76f41ee59d17391018d6d14a18a###ID###2008-01-07 09:33:31###Berita Duka ( Drh. Bambang Joeniman, MS)###Innalillahi Wa'inailaihi Rojiun.
Telah berpulang ke Rahmatullah bpk. Drh. Bambang Joeniman, MS. Pada tanggal 07 Januari 2008, sekitar pkl 01:00 dinihari. Mohon doa dan dimaafkan atas segala kesalahan Almarhum selama hidupnya. Semoga arwahnya dilapangkan jalannya dan Allah SWT mengampuni segala kesalahan dan dosanya dan diterima amal baiknya untuk diberikan tempat yang terbaik. Amiiin.

Semasa hidupnya beliau adalah staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan-IPB. Aktif pada berbagai kegiatan Kemahasiswaan di IPB pada tahun-tahun1980-1990an. Jenasah disemayamkan di rumah duka Jl Pemuda/ Al Nur No. 19, Cibinong dan direncanakan dimakamkan di Pemakaman Umum Dreded, sebelum Dhuhur.

Atas nama keluarga duka,
Joko Pamungkas.

 

#$#236ecd9190d65be611546b9e2f97af6b###0e8d912577463c0cf9ce01eabf861fb1###ID###2008-01-07 14:47:07###Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E Tingkatkan Kekebalan Tubuh Ayam###


Penggunaan 6 persen minyak ikan lemuru dan suplemen 200 part per million (ppm) vitamin E dalam ransum ternyata mampu meningkatkan kekebalan (imunomodulator) ayam broiler. "Ikan lemuru mengandung asam lemak linolenat yang dibutuhkan ayam untuk mengoptimalkan daya tahan tubuhnya," ungkap Mahasiswa S3 Ilmu Ternak Institut Pertanian Bogor (IPB), Denny Rusmana dalam sidang terbuka berjudul Minyak Ikan Lemuru sebagai Imunomodulator dan Penambahan Vitamin E untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Ayam Broiler' Senin (7/1) di Kampus IPB Darmaga. Penelitian yang dilaksanakan Denny bertujuan mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan lemuru dan penambahan vitamin E terhadap respon kekebalan ayam broiler yang divaksin Newcastle Diseases (ND) dan Infectious Bursa Diseases (IBD).

Menurut Denny, selama ini penyusunan ransum pada dasarnya ditekankan kepada terpenuhinya kebutuhan energi, protein, vitamin dan mineral. Asam lemak tak jenuh ganda jarang menjadi perhatian dalam penyusunan ransum, padahal zat ini sangat mempengaruhi sistem imun. Minyak ikan lemuru bisa diperoleh dari hasil sampingan pembuatan tepung dan pengalengan ikan," Dari proses pengalengan ikan diperoleh rendemen minyak sebesar 5 persen. Sedangkan proses pembuatan tepung ikan sebesar 10 persen. Minyak ikan lemuru penelitian Denny diambil dari Muncar Banyuwangi yang telah dilakukan proses pemurnian lebih dahulu.

Peneliti lain menyebutkan, minyak ikan lemuru 3 persen yang dicampur ransum berisi jagung bisa menekan peradangan pada ayam. Penambahan minyak ikan yang lebih dari 7 persen memberikan efek kurang menguntungkan. Sebab, asam lemak jenuh dalam minyak ikan lemuru sangat mudah teroksidasi dan menurunkan vitamin E. Pada gilirannya defesiensi vitamin E juga mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh. Berdasarkan alasan ini, Denny menambahkan vitamin E dalam ransum berisi minyak ikan lemuru untuk menstabilkan vitamin E . Vitamin E dalam bentuk alfa tocopherol yang diproduksi perusahaan kimia PT. BASF.

Penelitian pemberian ransum yang mengandung 6 persen minyak ikan lemuru dan 200 ppm vitamin E telah diujicobakan pada 216 ekor ayam broiler. "Hasilnya, ayam yang mengkonsumsi ransum minyak ikan lemuru 6 persen dan 200 ppm vitamin E secara signifikan meningkat daya tahan tubuhnya terhadap penyakit khususnya ND dan IBD," ujar Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung tersebut.


Penelitian ini dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari Prof. Wiranda Gentini Piliang, Dr.Slamet Budijanto, dan Dr.Agus Setiyono. (ris)

#$#15bc0dcab4f89dbbb86159a85a17eb5a###5832653876add5c9a4466a89bbf6d30f###ID###2008-01-08 13:34:34###Website IPB mendapat peringkat ke-4 Tingkat Nasional###

Website IPB mendapat peringkat ke-4 Tingkat Nasional dari 754 situs yang ada hasil penilaian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi  (DIKTI) berdasarkan surat Nomor 3182/D/T/2007.

Penilaian dilakukan dalam tiga tahap yang meliputi :
Tahap I : penilaian menggunakan kriteria umum dan fungsi situs;
Tahap II : penilaian kualitas yang meliputi konsistensi, desain, browser, metadata, english version, publikasi dan link;
Tahap III : integrasi skor webometric dengan hasil penilaian tahap II

Hasil penilaian sebagai berikut :
1. Institut Teknologi Bandung, Terbaik I
2. Universitas Gadjahmada, Terbaik II
3. Universitas Brawijaya, Terbaik III
4. Institut Pertanian Bogor, Harapan I
5. Universitas Indonesia, Harapan II
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Harapan III

Informasi lebih lengkap klik disini

 

 

 

 

 

#$#f8da072bc986705ca7ac86d4bb93d98f###59ec1ade1282ca14dcdf530b9b3cf442###ID###2008-01-08 14:12:25### Dr. Francios Malherbe Berbagi Ilmu di IPB###

Akar ilmu bioteknologi berasal dari kombinasi ilmu-ilmu murni seperti: ilmu biologi, fisika, matematika dan kimia. Aplikasi Bioteknologi modern sudah diterapkan di bidang pertanian, industri dan medis. "Dari ketiga bidang tersebut, out put bioteknologi modern berkembangan pesat merambah ranah lingkungan, farmasi, keberlangsungan hidup, produksi, budidaya, kesejahteraan, sosial, vaksin dan sebagainya," ujar Dr.Francios Malherbe dari Environment and Biotechnology Centre, Faculty of Life and Sciences, University of Technology Swinburne, Australia dalam Geust Lecture tentang Modern Application of Biotechnology Selasa (8/1) di Gedung Pusat Antar Universitas Kampus Intitut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga. Kuliah dosen tamu yang diselenggarakan Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati Dan Bioteknologi IPB ini dihadiri mahasiswa pascasarjana, peneliti dan dosen di lingkungan IPB.

Francios menceritakan tema-tema riset yang sedang digarap di instansinya diantaranya; bioremediasi, tanaman bioteknologi, kesehatan masyarakat, komponen biomolekuler, kualitas air, koloid dan sebagainya. "Kami menemukan prosedur dye decolourisation yang dipakai di industri tekstil. Bahan dye decolourisation menggunakan enzim yang diambil dari enzim jamur tertentu dan juga bisa sebagai media pertumbuhan fungi. Sayangnya kami telah mematenkannya sehingga saya tak bisa memberi tahu Anda begitu saja," jawab Francois pada salah seorang penanya.

Menurutnya, perkembangan bioteknologi membutuhkan proses panjang. Ia mencontohkan penemuan obat aspirin yang berawal dari inspirasi Hipproches tahun 600 -an Masehi tentang kemampuan daun willow(salix) dalam mengurangi rasa sakit. Penemuan ini kemudian menginpirasi pembuatan salix acid dan pada tahun 2000 PT Bayer memproduksi aspirin yang mudah dimanfaatkan untuk mengurangi sakit kepala (pusing).(ris)

#$#ca6971118f7eaa3e380a847573be2e03###de6a4d50ee79d3d1c74a2b2efae29313###ID###2008-01-14 12:04:17###Akar Pasak Bumi Melindungi Kesehatan Hati###

Masyarakat secara turun- temurun mempercayai pasak bumi (Eurycoma longifolia) memiliki khasiat meningkatkan gairah seksual kaum pria. Masyarakat juga memanfaatkan pasak bumi sebagai tonikum bagi ibu-ibu yang baru melahirkan, pengobatan pembekakan kelenjar, demam, disentri. "Hasil penelitian ilmiah menunjukkan pasak bumi berkhasiat dalam disfungsi seks, antimalaria, dan sitotoksik (peracunan sel). Sedangkan penelitian pengaruh pasak bumi melindungi hati dari kerusakan belum banyak dilakukan," kata Mahasiswa S3 Program Studi Biologi Institut Pertanian Bogor (IPB, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan saat menyampaikan tujuan penelitian disertasinya yang bertajuk ‘Pengujian Aktivitas Hepatoprotektor Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack), Kamis (9/1) di Kampus IPB Darmaga.

Sebanyak 12,5 kilogram akar pasak bumi kering dihabiskan Ruqiah dalam penelitiannya. Akar pasak bumi kering ini, selanjutnya dihaluskan menjadi bubuk dan diekstraksi dengan larutan metanol 50 persen. Dipartisi berulang-ulang dengan n-heksan, dipekatkan dengan vacuum rotavapor. Hasil partisi ini masih melalui proses beberapa tahapan lagi, hingga diperoleh ekstrak yang diharapkan.

Ekstrak tumbuhan asli Indonesia ini lalu diujicobakan pada tikus jantan Sprague Dawley umur 2-3 bulan. Sebelumya semua tikus percobaan diberi carbon tetraklorida dengan dosis 0,1; 1,0 dan 10,0 mililiter per kilogram. Carbon tetraklorida ini bersifat meracuni hati. Karbon tetraklorida ini mengakibatkan nekrosis (kerusakan sel) tikus.. Hewan percobaan dibagi tiga kelompok, tiap kelompok terdiri dari tiga ekor. Kelompok pertama, tikus yang diberi air suling. Kelompok kedua, tikus yang diberi Silybum marianum. Kelompok ketiga, tikus yang diberi ekstrak akar pasak bumi. Perlakuan tikus ini berlangsung selama 3 bulan.

Pemberian ekstrak akar pasak bumi dosis 500 miligram per kilogram berat badan tidak mengakibatkan perubahan kadar enzim hati - yakni enzim Aspartate Transaminase, enzim Alanin Aminotransferaz, dan Alkalenfosfataz -, protein total, bilirubin total, direk dan indurek. Gambaran ini menunjukkan secara kelseluruahn sel-sel hati tidak mengalami perubahan.
Dosis fraksi metanol air akar pasak bumi kemudian dinaikkan menjadi 1000 mililiter per kilogram berat badan. Pada dosis ini ekstrak akar pasak bumi menunjukkan aktivitas hepatoprotektor. Hal ini ditandai kadar enzim Aspartate Transaminase dan Alanin Aminotransferaz masih dalam kisaran normal. Selain itu, gambaran histopatologi (jaringan yang terpapar penyakit)-nya sebanding dengan pemberian silymarin.


Tumbuhan sudah diketahui benar berperan sebagai hepatoprotektor adalah Silybum marianum (Milk Thistle). Oleh karenanya, dalam penelitian Ruqiah, sebagai pembanding dipakai Silybum marianum. Tumbuhan ini dilaporkan mampu melindungi hati dari berbagai jenis racun, parasetamol, alkohol, carbon tetraklorida, D-galaktosamin, radiasi, penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah, pengelupasan hati dan virus hepatitis.

Penelitian Perempuan kelahiran tahun 1974 ini dibawah komisi pembimbing Prof. Wasmen Manalu, dan Dr.Ekowati Handharyani, Dr. Chairul. (ris)

#$#4fc3a5191c61c7b59283083d55575d7b###5c8481d6e74a1b8e5cd2399a56fb190b###ID###2008-01-14 14:43:06###Rektor IPB Menerima Obor Semangat Wirausaha Muda Mandiri###Rektor IPB, Dr.Ir.H.Herry Suhardiyanto, M.Sc., menerima obor yang melambangkan semangat wirausaha muda mandiri (8/1) di Halaman Gedung Rektorat, Kampus IPB darmaga, Bogor.

Obor tersebut diserahkan perwakilan wirausaha muda mandiri IPB, Nur Ahmad Azizul Furqon, didampingi rekan-rekannya, Ahmad Furqon, Ridwan Arifin, M.Firdaus Taufan, dan Eka Nurahman A.

Nur Ahmad Azizul Furqon, adalah salah satu mahasiswa IPB yang akan menerima beasiswa dari Bank Mandiri yang dikategorikan sebagai generasi wirausaha muda mandiri.

Rencananya, momen ini akan dipublikasikan bersamaan dengan launching new branding Bank Mandiri (14/1) di kantor Pusat Bank Mandiri Jakarta. Rencanannya juga, akan ditayangkan live di empat station televisi Indonesia.

Saat penyerahan obor, Rektor IPB didampingi oleh Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan, Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiwaan IPB, Bambang Riyanto, MSi., dan Marketing Officer Bank Mandiri Kantor Wilayah V, Jakarta, Ir.Hadi Martono.

Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiwaan IPB, Bambang Riyanto, MSi., mengatakan, ada sekitar 100 mahasiswa IPB yang termasuk dalam wirausaha muda mandiri, dengan berbagai macam usaha.

"Kegiatan usaha mereka beraneka ragam, mulai dari budidaya anggrek, ubi, Batik Pekalongan, katering dan sebagainya. Rata-rata mereka sudah memulai usahanya sejak 2-3 tahun lalu," ujarnya.

Bukan itu saja, ternyata IPB dan UI merupakan penyumbang generasi wirausaha muda mandiri terbanyak dari 20 PT yang diseleksi oleh Bank Mandiri.

Marketing Officer Bank Mandiri Kantor Wilayah V, Jakarta, Ir.Hadi Martono, disela kegiatan penyerahan obor tersebut mengatakan, ada sekitar 200 mahasiswa dari UI dan IPB yang terseleksi Bank Mandiri. (man)

 

#$#be300cbd2fa194b35201112ddbdf77b1###2e8305d98769ae05e32b5161849eb33f###ID###2008-01-16 17:14:35###Kunjungan UNY di IPB###Rabu (9/1), rombongan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin Pembantu Rektor III UNY, Prof.Dr. Herminarto Sofyan berkunjung ke IPB. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk studi banding tersebut dilandasi ketertarikan mereka akan berbagai prestasi mahasiswa IPB di tingkat nasional.

pariwara04"Setiap kali PIMNAS, IPB selalu muncul di atas. Kami ingin tahu bagaimana pola pembinaan kemahasiswaan IPB. Selain itu, saat ini kami mendapat bantuan pembangunan asrama. Karenanya, pada kesempatan ini kami juga ingin mendapatkan ilmu dari pengelola asrama IPB," kata pimpinan rombongan.

Setelah sempat berdiskusi dengan Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., rombongan kemudian berbagi informasi dengan beberapa narasumber IPB diantaranya: Wakil Rektor III IPB Prof.Dr. Yusuf Sudohadi, M.Agr., Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan, Kepala Kantor Prohumasi IPB drh. Agus Lelana, SpMp,M.Si., Kepala Asrama-TPB IPB, Dr. Bonny W Sukarno, Presiden BEM IPB Gema Buana Putera, dan sejumlah mahasiswa berprestasi IPB. (nm/nUr)

#$#cf8692566220253bcd929d9c7716bc1b###8e245e7332a6eb1ee88ee4f39e56d44a###ID###2008-01-16 17:15:18###Tim Swakelola Pembangunan Gedung Diploma IPB###Dalam rangka menyediakan fasilitas pendidikan dan pengajaran yang memadai bagi mahasiswa Program Diploma IPB, IPB merencanakan akan membangun gedung kuliah dan laboratorium Direktorat Program Diploma IPB di Kampus IPB Gunung Gede, maka dibentuklah suatu Panitia Swakelola Pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Tahap II.

Panitia ini memiliki tugas pokok: (1)menyusun rencana pembangunan dan perkiraan biaya yang diperlukan; (2)melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah dan Laboratorium Tahap II Direktorat Program Diploma IPB sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan; (3)mengurus dan menyelesaikan keperluan administrasi dan pertanggungjawaban keuangan pembangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku; (4)mengawasi pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan; (5)melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada pimpinan IPB. Kepanitiaan ini ditetapkan dengan SK Rektor tertanggal 16 September 2007. (nUr)

#$#822ceed3a34fc2f203efd4b7eda05fb0###459d75f03a8f0e7604a6c020fa17be3f###ID###2008-01-16 17:16:30###Pengangkatan PLH Direktur Keuangan IPB dan Direktur Fasilitas dan Properti IPB###Sehubungan dengan pengunduran diri Direktur Keuangan IPB, Antonius W Sumarlin MA per 1 Desember 2007, maka untuk tetap menjaga kelancaran pelaksanaan tugas Direktorat Keuangan IPB, diangkatlah Abdul Aziz, SE sebagai Pelaksana Harian (PLH) Direktur Keuangan IPB. Sebelumnya Abdul Aziz, SE menjabat sebagai Kasubdit Akuntansi dan Manajemen Investasi Portofolio Direktorat Keuangan IPB.

Hal senada juga berlaku di Direktorat Fasilitas dan Properti IPB. Sehubungan dengan ditugaskannya Dr.Ir. Edy Hartulistiyoso, MSc (Direktur Fasilitas dan Properti) sebagai Atase Pertanian pada Kedutaan Besar RI di Brussels Belgia, maka untuk tetap menjaga kelancaran pelaksanaan tugas Direktorat Fasilitas dan Properti, diangkatlah Sutrisno, ST sebagai Pelaksana Harian (PLH) Direktur Fasilitas dan Properti. Sebelumnya Sutrisno, ST menjabat sebagai Kasubdit Inventarisasi Fasilitas dan Properti- Direktorat Fasilitas dan Properti IPB. Keduanya ditetapkan dengan SK Rektor tertanggal 3 Desember 2007. (nUr)

#$#6630ef2e4fc7a6a80cea298b9beebcef###5e196b3c656adaefc2fa0c3d77251252###ID###2008-01-16 17:17:11###Sebanyak 111 Mahasiswa TPB IPB Mendapat Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik###Dalam rangka memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, sebanyak 111 mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Tahun Akademik 2007-2008 diberikan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Ke-111 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai fakultas di IPB diantaranya: Faperta (15 orang); FKH (7 orang); FPIK (13 orang); Fapet (12 orang); Fahutan (10 orang); Fateta (14 orang); FMIPA (25 orang); FEM (9 orang); dan Fema (6 orang). Dana beasiswa bersumber dari APBN/DIPA IPB 2007. (nUr) #$#7f5d31d21241069f18ef86043cedfd14###7b58193839bd32fcf1efecc3e2e5f1c1###ID###2008-01-16 17:17:35###Beasiswa Program Sarjana bagi Tenaga Penunjang IPB###Dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) tenaga penunjang di lingkungan IPB, maka IPB akan memberikan bantuan beasiswa kepada 10 (sepuluh) tenaga penunjang yang sedang mengikuti pendidikan Program Sarjana (S1) Angkatan 2006-2007.

Kesepuluh tenaga penunjang tersebut adalah: Wiyanta (Faperta); Djoko Winardi (Kantor Prohumasi); Agus Haryanto (FKH); Akhmad Kosasih (FKH); Laeli Komalasari (Fapet); Cucu Diana, A.Md (Fapet); Eko Wahyudi (Kantor Perencanaan dan Evaluasi); Muhamad Dadang (Direktorat Fasilitas dan Properti); Waluyo Suprihartono (Kantor Prohumasi); Diyanti (Direktorat SDM dan Administrasi Umum).

Bantuan beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per bulan diberikan selama 12 (dua belas) bulan terhitung mulai bulan Januari-Desember 2007. Dana beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) IPB Tahun Anggaran 2007. Selamat, semoga hal ini bisa memotivasi tenaga penunjang lainnya untuk meningkatkan kualitas diri, demi kemajuan IPB ke depan. (nUr)

#$#46e8eb8e1ded62ace9c57a07a1e76849###9c62853744da48ebc8cd5e7ebe7493c1###ID###2008-01-16 17:40:17###Rektor IPB Membuka Kejuaraan Atletik Antar Mahasiswa TPB IPB###pariwara01Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. membuka secara resmi ajang "Kejuaraan Atletik Antar Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB" yang berlangsung di Lapangan Atletik Gymnasium Kampus IPB Darmaga. Kegiatan ini semakin marak dengan dilakukannya senam aerobik secara bersama dengan seluruh mahasiswa yang ada. Ikut serta dalam kegiatan tersebut antara lain Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudohadi, M.Sc. (Wakil Rektor III), Dr. Ibnul Qoyim (Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB), Dr. Rimbawan (Direktur Kemahasiswaan IPB), Dr. Ir. Erizal, MSc (Wakil Direktur TPB), Bambang Riyanto, Spi., M.Si (Kasubdit Minat Bakat dan Penalaran, Direktorat Kemahasiswaan IPB) dan Dr.Ir. Irzaman, M.Si (Ketua Jurusan Fisika, FPIMA).

Dalam pesannya, Rektor IPB menyatakan bahwa "Atletik merupakan induk dari berbagai cabang olah raga. Didalam atletik terdapat unsur-unsur gerak dasar dari manusia, seperti lari, lompat, dan lempar, yang tidak disadari merupakan wujud dari kehidupan dan kesehatan manusia. Sebagai pencetak pemimpin bangsa dan penggerak pembangunan pertanian, mahasiswa IPB harus memaknai arti kerja keras, dan hal itu terdapat dalam gerak-gerak dasar yang ada pada atletik". Selanjutnya, Rektor menyampaikan bahwa, "sebagai Kampus Prima Olahraga Peduli Sarana dan Prasarana yang dicanangkan Kantor Menegpora dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2007, IPB memiliki fasilitas olahraga yang lengkap. Untuk atletik, fasilitas ini setara dengan fasilitas yang dimiliki Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) tingkat daerah. Oleh karena itu seharusnya, dari sini muncul atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama baik IPB di tingkat nasional"

Kejuaraan yang berlangsung pada tanggal 15-16 Januari 2008 diikuti oleh sekitar 1500 mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) angkatan 44 Kelas B, yang merupakan rangkaian kegiatan Program Pembinaan Akademik Olahraga, Seni dan Kemahasiswaan IPB dalam rangka pembinaan organisasi dan sistem pertandingan olahraga atletik bagi mahasiswa Tingkat Persipan Bersama (TPB). Beberapa nomor yang diperlombakan meliputi Lari 100 meter, Lari 400 m, Lari 1500 m, Lari estafet 4 X 100 m, Tolak Peluru, dan Lempar Lembing seluruh putra dan putri.

Untuk menciptakan iklim pembinaan yang baik, kejuaraan ini dilaksanakan dalam setahun sebanyak dua kali, yaitu bulan Januari dan Juni setelah dilakukanya ujian Akhir Semester. Diharapkan dengan adanya kejuaraan ini dapat menciptakan inovasi dan perubahan pada pembinaan atlet-atlet potensial yang akan membawakan nama harum IPB ditingkat nasional nantinya. Untuk lebih meningkatkan profesionalisme organisasi dan sistem pertandingan, sebelum kejuaraan dilakukan workshop (14 Januari 2008) bagi para juri atau wasit yang akan memimpin pertandingan sesuai dengan standar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan internasional. Workshop ini disampaikan oleh dosen-dosen olah raga yang berasal dari Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Selain itu disediakan pula Piala Bergilir Rektor IPB bagi kelompok kelas yang menjadi juara umum. Selamat berprestasi! (br/ditmawa)

 

#$#0cb4049d76ca2b547c785f602e60d0c9###3e8df1c66501fee0d8b50edea490001e###ID###2008-01-18 09:48:24###Kerjasama IPB dengan Hankyong National University - Korea###

pariwara02Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., bersama President Hankyong National University - Korea, Mr. Il Shin Choe, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga, Rabu (16/1).

Dalam MoU tersebut diantaranya disebutkan, bahwa kedua perguruan tinggi ini akan melaksanakan pertukaran pengajar, peneliti dan mahasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas masing-masing perguruan tinggi.

Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., menyambut gembira kerjasama yang terjalin saat itu. Dikatakan, IPB saat ini sedang berupaya meningkatkan kualitas para pengajar, peneliti dan mahasiswa. Karenanya, tambah Herry, kerjasama ini merupakan kesempatan yang sangat baik guna mewujudkan hal itu.

Pernyataan senada dikemukakan oleh President Hankyong National University - Korea, Mr. Il Shin Choe. Menurutnya, kerjasama antara IPB dengan universitas yang dipimpinnya saat itu merupakan salah satu upaya guna menjadikan Hankyong National University sebagai perguruan tinggi terbaik di Korea.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kepala LPPM IPB, Prof.Dr.Ir. Rizal Syarief S, DESS., Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang (PIUP) IPB Dr.Ir. Dadan Hindayana, dan sejumlah Dekan di lingkungan IPB. Usai penandatanganan, Mr. Il Shin Choe beserta rombongan melakukan kunjungan ke Fakultas Peternakan IPB. (nm)

#$#e89b891b1d89220d2dd9e69c90aae5e4###08258ffa847cc819c4151d9cde2f0b3b###ID###2008-01-18 10:16:07###Metode SRI Tingkatkan Produksi Beras 78 Persen###

Metode System of Rice Intensification (SRI) yang telah dikembangkan di kawasan Indonesia timur sejak beberapa tahun lalu itu terbukti mampu meningkatkan produksi beras hingga rata-rata 78 persen.

Begitulah hasil dari seminar Seminar Sehari "The System of Rice Intensification, yang mengusung tema Making Land, Labor, Water dan Capital More Productive for Meeting Food Needs, Rabu (16/1) di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Faperta, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Seminar yang diselenggarkan Fakultas Pertanian IPB ini, dibuka oleh Dekan Faperta Prof.Dr.Didi Sopandi, dan juga dihadiri oleh pakar perberasan, Professor Emeritus Cornell University; Program Leader for sustainable Rice System, Cornel Institut for Food, Agriculture and Develoment (CIIFAD)), Prof.Dr.Norman Uphoff, Team Leader of the Consultant for Decentralized Irigation System Improvement Project in Eastern Indonesia; Director of Nippon Koei Co.Ltd, Mr. Shuichi Sato, President of Aliksa Organic SRI Consultant, Mr. Alik Sutaryat, Pakar perberasan IPB dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB, Dr. Sugiyanta, dan Prof.Dr.Iswandi Anas.

SRI adalah sistem budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Di dalam seminar juga dikatakan bahwa budidaya padi dengan sistem SRI yang baru dikembangkan di Jawa Barat, Bali, Sulawesi, NTB dan NTT dapat memberikan hasil panen yang cukup menggembirakan.

Data yang disebutkan oleh President of Aliksa Organic SRI Consultant, Mr. Alik Sutaryat, rata - rata produktivitas SRI Organik musim tanam tahun 2007 di Jawa Barat sekitar 8,13 ton per hektar.

Hal senda juga dikatakan pakar budidaya padi SRI dari Jepang, Shuichi Sato. Beliau mengatakan, bila cuma 10 persen saja dari persawahan teririgasi di Indonesia menggunakan metode tanam ini, maka target peningkatan produksi sebesar dua juta ton tersebut dapat terlaksana dengan mudah.

"Teknik SRI tidak memerlukan bibit padi khusus. Petani dapat menggunakan bibit hasil penangkaran sendiri sehingga tidak bergantung pada benih impor," katanya.

Sato yang juga Ketua Tim Proyek Pengembangan Sistem Desentralisasi Irigasi Indonesia Bagian Timur (DISIMP) itu mengatakan, metode SRI mampu menghemat penggunaan air hingga 40 persen, dan beras yang dihasilkan praktis tidak ada kadar gulanya.

SRI juga mampu menghemat biaya produksi petani karena hanya memerlukan bibit 5 kg per hektar, dibandingkan cara konvensional yang membutuhkan 25 kg per hektar.

"Metode SRI juga terbukti ramah lingkungan karena mampu membantu meredam pemanasan bumi dengan memperkecil sebaran gas metan dari lahan persawahan sehingga mengurangi penebalan lapisan gas rumah kaca," katanya.

Di satu sisi, melihat metode yang cukup menggembirakan ini, IPB sebagai salah satu perguruan tinggi pertanian terbesar di Indonesia menyikapi hal ini sebagai salah satu alternative dalam meningkatkan produksi perberasan di Indonesia.

"SRI hanya sebagai salah satu pilihan dari sekian banyak metode dalam meningkatkan produksi beras di Indonesia, kita perlu kritis dalam menyikapi hal ini," ujar Dekan Fakultas Pertanian IPB Prof.Dr.Didi Sopandi.

Menurutnya, meskipun metode SRI ini bisa dibilang metode yang menggiurkan karena bisa meningkatkan kapasitas produksi, namun masih belum diadopsi oleh petani Indonesia, padahal metode ini sudah masuk sejak tahun 1999.

"Masalahnya hanya pada kebiasaan saja, petani kita masih belum terlatih dengan metode baru dan sedikit rumit," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan Indonesian-SRI (Ina-SRI), sebagai forum komunikasi untuk pertukaran informasi antara pemangku-kepentingan (stakeholder) dalam System of Rice Intensification (SRI).

Penggagas forum komunikasi tersebut adalah Prof Dr Iswandi Anas dan Prof. Dr. Budi Indra Setyawan. (man)

 

#$#235ad8bd73b2cfc5e1fb4f0a1e5f549f###da6d43cc148482ca3bc469e516f12ad9###ID###2008-01-18 10:36:21###Smart Centric Global Malaysia Kunjungi IPB###

pariwara03Rabu (16/1) IPB kedatangan ramu dari negeri Jiran. Kunjungan rombongan dari Smart Centric Global Malaysia ke IPB merupaka yang pertama kalinya. Rombongan diterima langsung oleh Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dengan didampingi beberapa pejabat IPB lainnya.

Dalam presentasinya, Smart Centric Global tersebut menyebut dirinya sebagai perusahaan yang mempunyai banyak jaringan luas dan bergerak dalam bidang konsultan serta melakukan training kewirausahan. Menurut ketua rombongan, kunjungan ini merupakan penjajakan kemungkinan kerjasama dengan IPB ke depan.

Usai presentasi dan diskusi, rombongan berkesampatan mengunjungi beberapa unit di IPB diantarannya Fakultas Peternakan, Departemen Budidaya Perairan FPIK, seafast Centre, Creata, dan University Farm. (zul)

#$#c32cab803bb18f02be4c89ad4e60ae9b###e245be82efe1e7855368edf439471c7e###ID###2008-01-18 11:21:14###Rektor Mengajukan Usulan Penyempurnaan Struktur Organisasi IPB###Mengawali babak baru IPB di bawah kepemimpinan rektor baru, PARIWARA IPB mencoba menggali lebih lanjut seputar persiapan yang dilakukan Rektor IPB periode 2007-2012, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc dalam memimpin IPB ke depan. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kabar bapak?
Alhamdulillah, baik-baik saja.

Apa kegiatan bapak setelah dilantik pada tanggal 18 Desember 2007 lalu?
Setelah pelantikan tanggal 18 Desember sampai dengan hari ini, hari kerja yang efektif hanya 10 hari, hal ini disebabkan karena terpotong oleh hari libur, seperti Idul Adha, Natal, Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Islam 1 Muharam dan cuti bersama.

Saya melakukan kunjungan ke fakultas-fakultas. Tanggal 2 Januari ke Fakultas Ekologi Manusia dan Fakultas Peternakan, tanggal 3 Januari ke Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, tanggal 7 Januari ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, tanggal 8 Januari ke Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Matematika dan IPA dan tanggal 9 Januari ke Fakultas Pertanian.

Apa yang dilakukan pada kunjungan tersebut?
Selama lima hari berkunjung ke fakultas-fakultas, saya berdialog dengan mereka. Saran dan masukannya cukup banyak. Dalam dialog saya sampaikan tiga butir penting sebagai pengantar, yaitu:


Pertama, Perlunya penajaman implemetasi Sistem Kurikulum Mayor Minor. Memang mungkin banyak yang perlu kita perbaiki tetapi sebagian besar pada tingkat operasional. Kita sebaiknya tangani ini semua satu demi satu secara tekun, tetapi tidak perlu membongkar secara total. Akan diperlukan waktu dan tempat yang tidak sedikit bila kita bongkar lagi sistem yang sudah berjalan ini.


Kedua, Penyempurnaan mekanisme SADAR dalam tema baru total syistem. Bukan berarti SADAR diganti, tapi keywordnya diubah menjadi kesisteman yang di dalamnya ada berbagai subsistem tapi tidak dalam front pusat dan daerah, lebih mengutamakan tumbuhnya kesadaran sebagai bagian dari IPB total system. Hal ini dilakukan agar kita bisa secara bersama-sama memandang institusi IPB sebagai satu kesatuan sistem.


Ketiga, Perlunya membangkitkan kesadaran untuk membangun sistem manajemen kinerja. Ini dilakukan agar total performance IPB bisa dikawal oleh rektorat. Fakultas dan departemen masing-masing bisa konsentrasi pada capaian kinerja yang telah disepakati dan direncanakan. Dari situlah akan dapat diketahui resource yang dibutuhkan oleh masing-masing unit yaitu dalam bentuk SDM, fasilitas dan dana performance.

Dengan pengantar tiga butir itu, saya mengajak diskusi untuk hal apapun yang ingin disampaikan oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, fungsionaris di tingkat fakultas seperti pimpinan Senat Fakultas, Komite Jaminan Mutu Fakultas atau Kordinator Kerjasama ditingkat Fakultas dan lainnya yang hadir dalam diskusi-diskusi itu.

Apakah pembicaran tersebut meliputi tiga itu saja?
Tidak, pembicaraan tidak dibatasi pada tiga itu saja, siapapun bisa menyampaikan dan tema apapun yang disampaikan, dibahas dalam perspektif untuk menyempurnakan program kerja yang harus dikerjakan dalam waktu dekat ini.

Masukan dan saran-saran apa yang disampaikan fakultas dan departemen tersebut?
Masing-masing fakultas berbeda-beda sesuai dengan karakteristik fakultas dan departemennya, ada yang sangat spesifik, ada juga yang umum.

Apakah ada saran dan masukan yang sangat penting dan mendesak untuk dikerjakan?
Ya, yang sangat penting, saya meminta masukan tentang struktur organisasi IPB yang mempunyai empat Wakil Rektor yang akan saya ajukan kepada MWA. Dan alhamdulillah, dokumen susunan organisasi tersebut, lengkap dengan usulan rumusan visi, misi, tajam, dan program kerja IPB 2007-2012, sudah saya sampaikan kepada MWA.

Wakil Rektor bidang apa saja?
Dalam usulan saya tersebut ada Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Profesional, serta Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Jasa Keahlian.

Bagaimana struktur organisasi di bawah masing-masing Wakil Rektor tersebut?
Tentang struktur organisasi selengkapnya yang nantinya akan disetujui oleh MWA, kita tunggu saja hasil sidang paripurna MWA.

Mungkin bisa digambarkan saja struktur organisasi dari masing-masing Wakil Rektor tersebut?
Dua Wakil Rektor pertama dilengkapi dengan beberapa direktorat di bawahnya dan tidak dilengkapi kantor seperti sebelumnya, karena dalam PP yang dikenal direktorat. Kita bergerak dengan PP itu saja, sehingga kalau maju ke Mendiknas untuk pengesahan organisasi IPB dan memperoleh dan APBN tidak menimbulkan komplikasi. Dua Wakil Rektor berikutnya tidak memiliki direktorat, masing-masing hanya memiliki satu deputi.

Bisa digambarkan juga peranan dan fungsi dari masing-masing Wakil Rektor tersebut?
Dua Wakil Rektor yang berkonsentrasi di dalam kampus menangani bidang akademik dan kemahasiswaan, serta sumber daya. Keduanya harus saling bekerjasama dengan sangat erat.

Sementara Dua Wakil Rektor yang berkonsentrasi di luar, yaitu yang menghela IPB dari luar. Jika diibaratkan formasi sepakbola ada 442, 424 dan sebagainya, IPB pakai formasi futsal 212, dua Wakil Rektor di dalam, dua Wakil Rektor di keluar dan Rektor kadang-kadang di dalam, kadang-kadang di luar.

Atas dasar apa penyempurnaan struktur organisasi ini?
Ini sesungguhnya merupakan implementasi dari strategi yang saya sampaikan dalam buku profil pada waktu proses pemilihan Rektor yang lalu. Disebutkan di situ perlunya penguatan faktor pendorong dan penghela secara simultan. Dua orang Wakil Rektor yang berkonsentrasi di dalam kampus bertugas memperkuat faktor pendorong sedangkan dua orang Wakil Rektor yang lain memperkuat faktor penghela.

Setelah berdiskusi dan menerima masukan dari fakultas dan departemen langkah apa saja yang bapak lakukan?
Pada tanggal 9 Januari sore, saya langsung mengajukan usulan penyempurnaan struktur organisasi IPB ke MWA. Kalau tidak salah, pada tanggal 18 Januari ini akan dibahas oleh MWA. Setelah itu, diharapkan tidak lama lagi keluar Tap MWA tentang struktur organisasi, sehingga saya dapat mengajukan nama-nama Calon Wakil Rektor.

Apakah ada tambahan lain terkait dengan struktur organisasi ini?
Mungkin jika dilihat dari segi efisiensi dan efektifitas, tidak selalu dapat dicerminkan oleh banyaknya jumlah Wakil Rektor. Ukuran efisiensi ini malah ingin saya wujudkan langsung stright foward ke overhead cost.

Menurut saya, tiga Wakil Rektor bisa saja lebih boros dari pada dengan empat Wakil Rektor. Hal ini bisa terjadi bila kecenderungan kondisi under capacity sekarang ini terus berlangsung. Jika para dosen yang pemikirannya, waktunya, serta idenya tidak terekplorasi dengan baik, maka akan berakibat rendahnya efisiensi. Maka, kita memerlukan Wakil Rektor yang ditugasi untuk berkonsentrasi meningkatkan kapasitas IPB, yaitu dua orang Wakil Rektor yang bertugas memperkuat faktor penghela.

Baiklah terimakasih atas wawancaranya, mudah-mudahan apa yang bapak sampaikan bisa membawa kemajuan bagi IPB
Amin, mudah-mudahan kita bisa makin erat bergandengan tangan memajukan IPB. (man/zul)

 

#$#49e66b500f4c77e1a1f9929ed91cd577###03909767c00a07cb7e4d9924c5302c83###ID###2008-01-18 14:24:51###Kacang Komak Alternatif Pengganti Kedelai###
Kacang komak memiliki beberapa keunggulan sebagai bahan alternative pengganti kedelai. Kacang komak alias Lablab purpureus (L) sweet mengandung 22.7 persen protein, dapat tumbuh dilahan marjinal, berfungsi penyubur tanah, tidak membutuhkan input produksi yang banyak, produktifitas relative tinggi, tahan hama dan penyakit, seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan ternak.

"Kacang komak merupakan tanaman asli Indonesia dengan produktivitasnya tinggi yakni 6-10 ton per hektar. Berbeda dengan kedelai, tanaman bukan asli Indonesia dan berasal dari daerah subtropis ini produktivitasnya rendah yakni 1-3 ton per hektar," kata Peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Insititut Pertanian Bogor (IPB), Ir. Arif Hartoyo, MS.i Kamis (17/1) di Fakultas Teknologi Pertanian Kampus IPB Darmaga .

Kacang komak belum dikembangkan secara intensif. Saat ini komak baru dibudidayakan tumpang sari di Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Nusa Tenggara Barat.

Kacang komak berpotensi menggantikan sebagian atau seluruh bahan baku produk kedelai seperti tempe, tahu, kecap, tepung komposit, makanan bayi dan isolat protein.
Komak hanya bisa mensubtitusi 20 persen kedelai dalam pembuatan tahu. Sifat gelasi komak yang rendah mengakibatkan tahu berbahan baku 100 persen komak mudah hancur atau rapuh. Tahu berbahan baku komak ini memiliki tekstur dan penampakan yang sama dengan tahu kedelai. Kekurangannya, tahu subtitusi komak berflavour kurang enak. " Flavour tahu komak bisa dihilangkan dengan teknologi yaitu dengan proses pemanasan dan menginaktifasi enzim penyebab langu," ujar Staf Pengajar IPB ini. Sedangkan pada tempe, komak bisa mensubtitusi 100 persen kedelai. Masyarakat Nusa Tenggara Barat secara turun temurun telah memanfaatkan komak sebagai bahan baku tempe.

Hasil penelitian Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB menunjukkan kapasitas antioksidan komak cukup tinggi, 10 kali lipat asam askorbat (vitamin C). Percobaan menggunakan tikus percobaan terbukti komak sebagai bahan pangan fungsional yang bersifat hipokolesterol (menurunkan kadar kolesterol darah), hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah), menurunkan berat badan. Masyarakat Cina menggunakan komak sebagai campuran obat kuat, karena didalamnya mengandung senyawa aprodisiak. (ris)

#$#90cb019d5cef9442fa01b0d3e64b38c1###54336dc1056b78c422ef9137491df5da###ID###2008-01-19 16:49:44###IPB Tawarkan Soybean Estate System dan Galur Unggul Untuk Atasi Krisis Kedelai di Indonesia###

 

Institut Pertanian Bogor (IPB) menawarkan tiga pendekatan solusi, sehubungan dengan krisis kedelai yang memuncak akhir-akhir ini, yaitu (1) galur unggul hasil kultivasi IPB selama 5 tahun, (2) soybean estate system dan (3) pentingnya penataan ulang tata-niaga kedelai di Indonesia. Situasi yang paling kritikal yang perlu diantisipasi agar pada tahun 2015 Indonesia madiri kedelai adalah pentingnya setiap daerah mengembangkan sentra -sentra penangkaran bibit kedelai untuk mensupply kebutuhan bibit sesuai dengan kebutuhan konsumen di daerah setempat. "Dengan cara ini, kita dapat menggunakan lahan secara efektif, memotong biaya transportasi dan distribusi, mengoptimalkan sumberdaya untuk mendukung agribisnis kedelai, serta menstabilkan harga", jelas Rektor IPB, Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, MSc.

Galur Unggul

Lebih lanjut Herry menjelaskan bahwa sejak dilahirkan. IPB senantiasa memegang komitment terhadap pertanian, termasuk melakukan kajian terhadap komuditas yang menjadi indikator ketahanan pangan. Contohnya, pada saat ini Peneliti Pusat Studi Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi IPB, Dr.Sony Suharsono serta Dr.M Yusuf telah menyiapkan 18 galur kedelai yang memiliki keunggulan yang dapat menjadi primadona di kawasan tropis. Kedelai ini berpenampilan elok, dengan butir yang lebih besar, warna lebih kuning cerah, lebih tahan terhadap cekaman alumunium dan suasana tanah yang asam, serta tahan terhadap naungan. "Dalam satu hektar dihasilkan 2,4 ton, dibandingkan dengan kedelai wilis yang hanya mencapai 1,2 ton.Dalam kesempatan ini, IPB siap memberikan bibit galur unggul ini kepada setiap daerah yang memiliki kepedulian terhadap krisis kedelai. "

Peneliti Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Dr Munif juga menawarkan inovasi budidaya kedelai metoda jenuh air. Kedelai ditanam pada genangan air jenuh diakhir musim penghujan. Genangan air tersebut mendorong akar kedelai menyebar luas dan membantu penyuburan tanah. Seiring dengan musim kemarau, air genangan tadi menyusut dan kedelai menghasilkan malai kedelai yang banyak.

Soybean Estate System (SES)

Soybean estate system reformasi pengelolaan produksi kedelai baik kelembagaan, sosial maupun teknologi yang mengarahkan suatu unit produksi padi menjadi unit bisnis profesional yang dijalankan oleh komunitas petani itu sendiri. Konsep soybean estate system memiliki karakteristik yang spesifik yang sesuai dengan sumberdaya lokal. Pemerintah daerah dan pihak yang terkait salah satunya Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia memetakan kebutuhan konsumsi kedelai di masing-masing daerah. Selanjutnya membudidayakan bersama sesuai kebutuhan berdasarkan konsep SES. Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia disini tidak hanya berperan mendistribusikan kedelai namun juga dioptimalkan untuk penyediaan bibit serta intensif untuk memproduksi kedelai.

Menurut Herry, rekayasa sosial yang ditawarkan SES lebih baik dibanding budidaya kedelai perseorangan, sebab SES merupakan pengelolaan agribisnis kedelai terpadu secara efisien sebagai suatu unit ekonomi. Hal ini diwujudkan dalam bentuk konsolidasi manajemen area (bukan konsolidasi lahan) dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bukan sekedar Kelompok Tani (Kelotan). Dengan menerapkan SES menyebabkan pengelolaan sarana produksi dan alsintan akan lebih efisien, pengelolaan irigasi lebih baik dan pengendalian hama terpadu menjadi lebih efektif.
Posisi tawar petani dalam SES ini jauh lebih baik karena adanya pengawalan dan pendampingan dari perguruan tinggi pertanian seluruh Indonesia. Sarjana pertanian berfungsi sebagai manajer farm. Manajer ini mendapat pendampingan oleh perguruan tinggi pertanian, Balai Penelitian dan Teknologi Pertanian (BPTP), dunia bisnis pertanian, pemerintah daerah dan penyuluh. "Model rekayasa yang telah dikembangkan IPB selama ini antara lain program pendampingan kuliah kerja profesi, sarjana masuk desa, pendampingan transmigran, pendampingan petani untuk irigasi, dan produksi beras berlabel," jelas Herry .

Tentu konsep ini sangat mungkin tak sepi kendala, terutama ketika berhadapan dengan sikap petani di dalam menerima sebuah pendekatan baru. Sekadar contoh, kondisi kepemilikan lahan petani kita yang rata-rata sempit (di bawah 0,5 hektar). Sementara dengan sistem SES akan efisien ketika dilakukan dalam satu hamparan tersier ( bisa mencapai 150-200 hektar), maka perlu pendekatan yang tepat untuk menginformasikan kepada petani bahwa dalam SES yang dilakukan bukanlah konsolidasi lahan, melainkan konsolidasi manajemen. Sehingga tidak akan menggusur kepemilikan lahan petani.

Sungguh menarik ketika SES ini bisa di-scale up secara nasional. "Berhasil tidaknya penerapan SES sangat tergantung pada political will pemerintah, khususnya Departemen Pertanian, serta memerlukan dukungan semua pihak" tandas Herry.

Keseluruhan hal di atas membutuhkan kerjasama para pihak, terutama Pemerintah (Pusat dan Daerah), Perguruan Tinggi (IPB), BUMN (terutama PTPN) atau Swasta, serta petani. IPB yang memiliki dana penelitian sangat terbatas, namun mempunyai peneliti-peneliti yang kuat dalam perkedelean, perlu dibantu terutama oleh Pemerintah Pusat untuk mengembangkan galur-galur kedelenya sehingga bisa menjadi varitas unggul yang siap disebarkan di masyarakat. Pemda dapat berkontribusi dalam penyediaan areal dan bantuan dana penelitian kepada IPB untuk mengembangkan galur kedele sehingga dihasilkan varitas unggul kedele yang cocok dengan daerahnya. Varitas yang saat ini sudah ada, dapat ditanam di berbagai areal PT. Perkebunan Nusantara dan Hutan Tanaman Industri (HTI) secara tumpang sari memanfaatkan dana CSR (corporate social responsibility) atau PKBL (program kemitraan dan bina lingkungan), yang mengikutkan IPB dan para petani.

Terkait tata niaga kedelai, Herry menekankan arti pentingnya revitalisasi Badan Urusan Logistik (BULOG) dibidang perkedelaian. "BULOG hendaknya terlibat juga dalam tata niaga kedelai untuk menjaga agar harganya stabil," ujar Herry.

Herry mengharapkan pemerintah tidak gegabah dalam menurunkan bea impor masuk kedelai hingga 0 persen. Penurunan bea impor kedelai ini malah makin menimbulkan ketergantungan dan merugikan produksi lokal. Sebaliknya, menurut Herry, pemerintah bisa saja mengambil kebijakan menaikan tarif impor kedelai hingga 20 persen, yang selanjutnya dibarengi program menuju kemandirian kedelai.

"Hendaknya kita juga memfikirkan jangka panjang, bukan hanya jangka pendek terpenuhinya kebutuhan kedelai. Sebelum tahun 2015 yakni kesepakatan pelaksanaan pasar bebas, Indonesia masih ada waktu untuk mempersiapkan diri dengan memproduksi komoditi pokok- termasuk kedelai- secara sendiri dan mandiri," kata Herry. Indonesia bisa mengoptimalkan komiditi pertanian dari vareitas lokal yang ada . (rpl/ris)

 

 

#$#e05784009c8cf794372af259095f8be9###91e7236052e6356830f3622761eac36e###ID###2008-01-21 12:45:03###Menimbang Kedelai Transgenik###

Kedelai impor Amerika Serikat 80 persen berasal transgenik. Sisanya 20 persen kedelai hasil perakitan konvensional. Kedua jenis kedelai tersebut dicampur dan diekspor ke negeri lain, salah satunya ke Indonesia. Keamanan kedelai transgenic masih menjadi perdebatan. "Komoditas transgenic seperti juga komoditi pertanian ekspor lainnya, seharusnya telah memenuhi standar keamanan pangan internasional," ujar Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Dahrul Syah Jum'at (/) saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Dahrul, protein kedelai transgenic tak bisa dibedakan dengan kedelai biasa. Apalagi jika sudah masuk dalam tubuh manusia, antibody tak menganggapnya sebagai agen asing. Namun ekpresi DNA asing atau agrobacterium yang ditranfer akan nampak pada kedelai yang dihasilkan. "Bila DNA asing tadi menyebabkan alergi maka kedelai yang dihasilkan juga akan menimbulkan alergi."

Amerika serikat mengembangkan kedelai transgenik untuk memenuhi kebutuhan minyak kedelai. Minyak kedelai ini menjadi salah satu sumber energi alternative industri di sana. "Masyarakat Amerika sedikit mengkonsumsi kedelai, lain halnya dengan Indonesia yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan pangan pokok," ujar Dahrul.

Mahalnya minyak di pasar dunia, mendorong masyarakat disana mengkonversi kedelai menjadi biofuel dalam jumlah lebih besar dari sebelumnya. Efeknya kedelai di pasar internasional pun naik berlipat. (ris)

#$#4280356309317870a5ea0ec716c0edfe###09e1649329fb1f945a69c431bae0fd0f###ID###2008-01-21 17:37:10###Hein Namotemo: Perkuat Sinergi ABGC di Halmut###


Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara sangat besar, 80% wilayahnya adalah laut, berbagai keindahan wisata juga masih belum tergali dengan baik, seperti sisa-sisa peninggalan Perang Dunia ke 2, potensi pengembangkan hasil perikanan serta pengembangan pulau-pulau kecil. Dalam rangka mengembangkan potensi tersebut diperlukan sinergi yang kuat antara Academic, Business, Government for Community, (ABGC).

Begitu dipaparkan oleh Bupati Halmahera Utara, Ir Hein Namotemo, MSP, didampingi Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc., Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Dr Ir Drajat Martianto, MSi, Kepala Kantor Prohumasi IPB saat wawancara dengan wartawan Sabtu (19/1) di Hotel Salak, Bogor.

Bupati Halmahera Utara mengikuti program doktor (S3) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia masuk di Departemen Budidaya Perairan (BDP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan "mayor" (program studi) Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap.

"Selain ketiga sector tersebut, para nelayan di Halmahera Utara juga harus diperkuat terutama pada sumberdaya manusia, teknologi, dan komunikasi," ujarnya.

Dikemukakannya bahwa wilayah Halmahera Utara, memiliki karakteristik geografis yang spesifik dan sangat strategis serta didukung oleh ketersediaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena 80 persen luas wilayahnya merupakan lautan.

Menurut dia, pemanfaatan sumberdaya kelautan lainnya, seperti wisata bahari juga belum berkembang baik, meski di Halmahera Utara banyak potensi obyek-obyek wisata bahari yang sangat spesifik dan menarik.

"Sayangnya, hingga kini pertumbuhan dan perkembangan pembangunan sektor perikanan dan kelautan di daerah itu belum berjalan optimal, bahkan dapat dikategorikan masih relatif rendah," ujarnya.

Menanggapi persoalan di atas, Rektor IPB, Dr.Herry Suhardiyanto, M.Sc., mengatakan, IPB sebagai institusi pertanian di Indonesia memiliki metode-metode dan kajian - kajian yang telah lama dilakukan oleh pakar Perikanan dan Kelautan IPB, terutama model partisipasi dalam perikanan tangkap.

"Kerjasama ini diharapkan dapat mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan di Negara ini. IPB juga membina universitas-universitas di daerah dalam rangka meningkatkan SDM di sana" ujar rektor. (man)

#$#0a818700f597d97058832b65bc2e966b###281146ba5fa7e031167d7bd62bab30d7###ID###2008-01-21 17:38:14###Kongres VI Perhimpi dan Simposium Meteorologi Pertanian VII###

Dr. Rizaldi Boer terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) periode 2008-2011, pada sidang Kongres ke VI Perhimpi tanggal 15 Januari 2008 di Jakarta. Dr. Rizaldi Boer menggantikan Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS., Ketua Umum Perhimpi periode 2003-2007.

Dr. Rizaldi Boer adalah Kepala Laboratorium Klimatologi jurusan Geofisika dan Meteorologi Institut Pertanian Bogor (IPB). Sementara, Prof. Yonny merupakan mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) IPB.

Kongres ke VI Perhimpi diawali dengan Simposium Meteorologi Pertanian VII yang mengambil tema "Peningkatan Kapasitas Adaptasi Nasional terhadap Perubahan Iklim melalui Kerjasama Lintas Sektor dan Daerah". Simposium dibuka oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dengan dihadiri 207 orang peserta. Terdiri dari para wakil dari daerah, peneliti, pejabat pemerintahan, dosen, mahasiswa, dan para pemerhati bidang meteorologi pertanian.

Sementara, acara seminar dibuka dan diawali dengan Keynote Speeches dari sejumlah narasumber mengenai integrasi perubahan iklim ke dalam agenda pembangunan nasional (BAPPENAS), Rancangan aksi nasional untuk mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim (RAN-MAPI/Deputi II Men LH), Program adaptasi perubahan iklim (UNDP-CO Jakarta). Dilanjutkan dengan penyajian mengenai kebijakan sektoral dari Deptan, Dirjen SD Air PU, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil-DKP, pengalaman dan program adaptasi perubahan iklim dari Pemda Jawa Barat dan Sulawesi Utara, serta masukan substantif lainnya dari BMG, Oxfam, LAPAN, GTZ Pro LH dan Perhimpi.

Dari penyajian dan diskusi yang berlangsung, tim perumus Simposium Meteorologi Pertanian VII merumuskan beberapa hal berikut, pertama integrasi perubahan iklim ke dalam agenda pembangunan nasional. Terkait hal ini adalah perlunya sosialisasi pengetahuan tentang perubahan iklim ke semua sektor dan stakeholder, perlunya peningkatan kepedulian setiap sektor untuk memperhatikan resiko perubahan iklim dalam perencanaan dan implementasi pembangunan nasional, dan perkaya kebijakan untuk mendorong pemerintah daerah memperhatikan pengelolaan sumberdaya alam yang ramah lingkungan dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Kedua, rancangan aksi nasional untuk mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim (RANMAPI). Rancangan aksi ini diantaranya adalah dengan inventarisasi berbagai bencana akibat perubahan iklim, agar dapat dianalisa dan dipelajari secara cermat dalam rangka mencari solusi terbaik, dan penanganan segala dampak bencana akibat perubahan iklim jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ketiga, program adaptasi perubahan iklim. Inisiatif Indonesia menghadapi hambatan iklim ditunjukkan antara lain oleh persiapan Perpres mengenai perubahan iklim, Rencana Aksi Nasional Perubahan Iklim (RANPI) dan Program Adaptasi Perubahan Iklim (ICCAP). Aspek kunci yang disorot adalah sumberdaya air, pertanian, infrastruktur, keanekaragaman hayati, kehutanan, perikanan, pengelolaan daerah pesisir, dan kesehatan. Sumber daya alam (SDA) dipandang sebagai sektor inti yang memberi pengaruh berantai terhadap sektor lainnya. Indonesia dinilai telah melakukan kemajuan dalam merespon perubahan iklim yang ditunjukkan dari berbagai inisiatif yang telah dilakukan.

Keempat, peran BMG dalam mendukung sektor mengelola resiko iklim. Peran tersebut adalah meningkatkan kemampuan teknis dalam penyiapan dan penyajian data, sosialisasi atau distribusi informasi tentang iklim dapat mendekati real time, memperluas jaringan AWS agar lebih rapat lagi sumber info data iklim.

Kelima, program pemantauan bumi dan atmosfer. Setiap propinsi harus secara proaktif membantu menginformasikan apabila ada wilayah atau pulau-pulau yang terancam tenggelam, agar dapat segera mendapat prioritas penanganan. Mempercanggih kemampuan pendanaan untuk memonitor keadaan atmosfer.

Keenam, kebijakan sektoral pertanian. Perubahan iklim perlu dipandang sebagai tantangan dan peluang dalam peningkatan produksi pertanian Indonesia. Tantangan karena perubahan iklim akan mendorong pengembangan teknologi sebagai upaya mitigasi dan adaptasi. Upaya adaptasi berupa peningkatan kelembagaan termasuk koordinasi antar lembaga, sosialisasi/diseminasi hasil prakiraan musim, cetak biru pengelolaan banjir dan kekeringan partisipatif, teknologi benih tahan kekeringan, kalender tanam, dan kapasitas petani dengan sekolah lapang iklim (SLI) dan konservasi air.

Ketujuh, kebijakan sektoral sumberdaya air PU. Sektor air menerima perubahan iklim berupa peningkatan intensitas hujan, musim hujan lebih singkat dengan jumlah berkurang, bencana banjir dan longsor. Perubahan musim menuntut perlunya penyesuaian pola tanam serta rusaknya infrastruktur irigasi. Untuk itu, Pekerjaan Umum (PU) telah membuat Rencana Aksi Nasional menghadapi Perubahan Iklim (RAN-PI) yang memuat pokok-pokok upaya jangka pendek, menengah dan panjang dalam mitigasi dan adaptasi.

Kedelapan, kebijakan sektoral kelautan, perikanan dan pulau kecil. Dampak perubahan iklim/pemanasan global sangat terasa/nyata pada sektor kelautan, perikanan, pesisir, dan pulau kecil. Kebijakan dan program adaptasi meliputi program-program penguatan seperti terhadap human system, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Perencanaan pengelolaan dan mitigasi meliputi rencana strategis, zonasi pengelolaan dan aksi dengan 6 (enam) prinsip pengelolaan dan 6 (enam) prinsip aksi.

Dari rumusan di atas, para pakar meteorologi pertanian yang tergabung dalam organisasi Perhimpi menyadari akan perannya yang sangat strategis dalam mendukung usaha peningkatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kerjasama lintas sektor dan daerah. Untuk itu Perhimpi akan bekerjasama dengan instansi-instansi terkait dalam memfasilitasi berbagai kajian dan pembahasan yang terkait dengan program adaptasi nasional.

Sebagai tindak lanjut dari simposium yang telah dilaksanakan, Perhimpi akan berpartisipasi aktif dan turut memberikan kontribusi menurut kepakarannya dalam mengorganisir pertemuan dan kegiatan terkait untuk menindaklanjuti hasil rumusan tercantum di atas.

Tim perumus Simposium Meteorologi Pertanian VII adalah Prof.Dr. Hidayat Pawitan, Prof. Syarifuddin Baharsyah, Dr. Le Istiqlal Amien, Dr. Rizaldi Boer, Prof.Dr. Yonny Koesmaryono, Prof.Dr. Irsal Las, Dr. Ngaloken Ginting, Dr. Haris Syahbuddin, Dr. Sobri Effendi, Prof.Dr. Bustomi Rosyadi, Drs. Soeroso Hadiyanto, Prof.Dr. Manshur Ma'shum, Prof.Dr. Bayong Tjasyono HK, Dr. Pasril Wahid, APU., Ir. Anjal Anie Asmara, M.Si., dan Ir. Popi Rejekiningrum, MS. (nm)

#$#23d6228cb9c195b814ebfed95a76f14c###438727d3aa9482a694be2e8e6b95ddbd###ID###2008-01-21 17:41:05###Pangeran Akhisino Tertarik Ayam Cemani dan Pelung###

dsc_0138_400Putra Kaisar Jepang, Pangeran Akhisino yang didampingi Putri Kiko saat berkunjung di IPB, Senin (21/1) di Laboratorium A, Fakultas Peternakan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor, tertarik dengan Ayam Cemani dan Pelung di Indonesia.

Hal tersebut terlihat ketika beliau sedang berkeliling stand yang didampingi pakar ayam lokal dari Fakultas Peternakan IPB, Dr.Ir.Sri Supraptini Mansjoer, Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.dan istri, Dekan Fakultas Peternakan IPB, Dr.Ir. Luki Abdullah, MSc.Agr., Wakil Dekan Dr.Ir. H. Moh. Yamin, M.Agr.Sc.serta pejabat teras Jepang, Indonesia dan IPB lainnya.

Pangeran lebih banyak memotret Ayam Pelung dan Cemani yang berada dilokasi paling awal dari lorong stand.

Ketertarikannya itu juga dipaparkan oleh Sri saat di wawancara, usai menjelaskan presentasinya tentang "The Current Status of Indonesian Poultry Breeds."

"Pangeran menanyakan bagaimana situasi ayam pelung di Indonesia, pangeran juga mengetahui bahwa ayam pelung itu beratnya bisa sampai 12 kg," begitu dipaparkan Sri menirukan Pangeran Akhisino.

Sri menjelaskan, memang betul apa yang dikatakan pangeran, bahwa ayam pelung bobotnya bisa mencapai 12 kg. Namun, saat ini mencari ayam pelung yang beratnya hingga 12 kg susah, karena pilihan masyarakat atau penggemarnya lebih memilih kepada kualitas suara bukan pada bobot berat badan.

Pangeran juga tertarik dengan Ayam Cemani, dan mempertanyakan apakah benar bisa mengobati jenis penyakit tertentu. "Tentu tidak, itu hanya mitos saja," ujar Sri menjawab pertanyaan pangeran tersebut.

Lebih dalam Sri menjelaskan, kedatangan pangeran ke IPB ini, tak lain adalah ingin mengetahui lebih jauh perkembangan Ayam Kampung yang berasal dari Ayam Hutan itu.

Sri menjelaskan, bahwa saat ini terdapat kesulitan untuk meneliti Ayam Kampung ini, karena Indonesia memiliki ayam kampung yang high variety.

"Untuk mengamati yang sudah ada juga mengalami kesulitan, karena yang sudah terseleksi ini sudah masuk pupulasi berbahaya. Maka dari itu, kita harus meningkatkan kuantitasnya dengan cara pemberian makanan dan kajian social ekonomi masyarakat," ujarnya.

Ayam Indonesia Unggul di dunia

Dr. Sri juga memaparkan bahwa Ayam Hutan di dunia hanya ada di 4 tempat, dan 2 berada di Indonesia, yaitu Ayam Hutan Merah dan Hijau, Jepang sendiri tidak memiliki ayam.

"Ayam kita lebih unggul, kita harus bangga bahwa sesuatu yang milik dunia ini ternyata ada di Indonesia, ujarnya.

Menurutnya, ayam-ayam eksotik yang sekarang berada di Amerika dan dikembangkan di Eropa ternyata menggunakan darah galus-galus, yaitu Ayam Hutan Merah, yang hanya ada di Negara Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia (Sumatera).

Rangkaian kegiatan Pangeran Akhisino ke Bogor diawali dengan kunjungan ke Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT-KRB) LIPI sekira pukul 09.00 WIB, dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Palang Merah Indonesia (RSU) PMI Bogor, kemudian ke IPB pada pukul 13.00 WIB dan kunjungan terakhir ke Cibinong Science Center (CSC) LIPI, pada Senin sore sekira pukul 16.00 WIB. (man)

#$#5ef3f839500f338837e6a1860b63cf37###2ac25547729554fcda615b96ad89b8d3###ID###2008-01-22 08:22:08###Pangeran Akishino Terima Penghargaan Peneliti Senior IPB###Putra Kaisar Jepang, Pangeran Akishino, menerima penghargaan "Senior Researcher and Observer Matis Chiken of Indonesia" dari Insitut Pertanian Bogor (IPB), ketika berkunjung ke kampus IPB di Jalan Darmaga, Bogor, Senin.

Penghargaan diberikan melalui Dekan Fakultas Peternakan IPB, Dr Ir Luki Abdullah MScAgr, dan disaksikan Rektor IPB, Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc.

Pangeran Akishino yang sedang berkunjung ke Indonesia bersama istrinya, Putri Kiko, dalam kesempatan itu didampingi Duta Besar Jepang untuk Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Pangeran Akishino dan rombongan diterima pimpinan IPB di Handling Room yang telah ditata menjadi VIP Room, areal laboratorium terbuka Fakultas Peternakan IPB.

Peneliti senior dari IPB, Prof Dr Sri Supraptini Mansoer, pada kesempatan itu menyampaikan, presentasi mengenai perkembangan terkini penelitian unggas Indonesia, khususnya ayam endemik Indonesia, seperti ayam pelung, ayam bekisar, ayam kampung, termasuk hasil persilangan itik dan entok yang disebut Titok.

Usai ramah tamah dan mendengar presentasi, Pangeran dan rombongan meninjau laboratorium terbuka dan melihat koleksi ayam endemik Indonesia meliputi ayam pelung, ayam hutan, ayam kampung, ayam bekisar, ayam merawang, ayam cemani, dan ayam gaok.

Selama kunjungan tersebut rombongan dipandu oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB, Dr Ir Luki Abdullah MScAgr, dosen senior Prof Dr Sri Supraptini Mansoer, serta panitia.

Pangeran Akishino tampak penuh perhatian menyaksikan koleksi ayam endemik yang dipelihara Fakultas Peternakan IPB.

Kepala Humas IPB, drh Agus Lelana, SpMP, MSi mengatakan, IPB menyampaikan presentasi tentang perkembangan ayam endemik Indonesia sekaligus memberikan penghargaan kepada Pangeran Jepang itu sebagai peneliti senior dan pengamat ayam endemik Indonesia, karena Pangeran Akishino pernah meneliti ayam endemik Indonesia di IPB, pada 1994.

"Saat itu, Pangeran Akishino melakukan penelitian tentang filogenetik ayam-ayam asli Indonesia, khususnya ayam hutan," katanya.

Menurut Agus, sangat mungkin kedatangan Pangeran Akishino ke IPB yang fokus ke laboratorium terbuka Fakultas Peternakan, terkait dengan bidang penelitian yang pernah dilakukannya.

Dari IPB, Pangeran Akishino dan rombongan kembali ke Hotel Salak di Bogor, kemudian melanjutkan kunjungan ke Cibinong Science Center (CSC) LIPI di Cibinong. Dari Cibinong, Pangeran dan rombongan langsung kembali ke Jakarta. (dikutip dari Antara/man)

 

#$#31703a161667548f12f3c25c908c7e98###b7d4585fa100530e00088c0aad557e5e###ID###2008-01-22 14:07:56###Tiga Kunci Sukses Aktivis Muslim Mahasiswa###


Seorang aktivis muslim mahasiswa hendaknya memiliki tiga kunci sukses dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari di kampus." Tiga kunci sukses tersebut antara lain: peka terhadap persoalan bangsa Indonesia, mempersembahkan prestasi terbaik dan memiliki jaringan luas," ujar Dewan Penasehat Lembaga Dakwah Kampus dan Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Islam Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BKIM-IPB), Dr. Ma'mun Sarma saat memberi sambutan Stadium General Musyawarah Kerja ke-31 Sabtu-Minggu (19-20) di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Kampus IPB Darmaga.

Sudah menjadi tabiatnya seorang aktivis melakukan perubahan ke arah lebih baik di tempat tinggalnya khususnya kampus. Perubahan itu tak mungkin terwujud jika aktivisnya sendiri kurang peka terhadap kebutuhan dan masalah-masalah kampus. "Bagaimana aktivis muslim bisa merubah dan memperbaiki masyarakat kampus jika ia tak memahami detail persoalannya. Memahami masalah kampus, umat dan bangsa serta membantu mencarikan jalan keluar persoalan bangsa merupakan kewajiban aktivis muslim," ujar Ma'mun. Ia kemudian mencontohkan pentingnya aktivis muslim berkontribusi menawarkan konsep Islam mengatasi kekurangan pangan dan mencapai swasembada pangan.

Aktivis muslim hendaknya juga bisa menampakkan diri sebagai umat terbaik dengan mempersembahkan prestasi dan karya terbaik untuk masyarakat. Menjalin relasi dengan berbagai latar belakang teman akan mengkayakan hidup dan menjadi modal tak terbatas.

Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr.Rimbawan mengatakan BKIM beberapakali mengukir prestasi diantaranya konsultan multimedia lembaga mahasiswa dan bisa menerbitkan buku. "Kami menunggu karya-karya terbaik dari para pengurus dan aggota BKIM lainnya," kata Rimbawan. Rimbawan juga menantang pengurus BKIM agar bisa berkiprah dalam kegiatan kritis sains ilmiah. Usai memberi sambutan, Rimbawan membuka musyawarah kerja dengan menabuh bedug yang disiapkan panitia.

Stadium general tersebut menghadirkan pembicara mantan Ketum BKIM periode 2002-2003 sekaligus Dosen Universitas Negeri Lampung, Warji. S.T.P serta mantan Ketua Eksternal BKIM periode 2002-2003 sekaligus mahasiswa pasca sarjana IPB, Husein Ass'adi, S.P. Pada hari musyawarah kerja terpilih Adhi Nur Hidayah, Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB angkatan 41 sebagai Ketua BKIM baru untuk periode 2007-2008. (ris)

#$#07937750017c1d663f01e9a6b87657b6###88ee7a002474d3e01d808f7b1bed6f38###ID###2008-01-25 14:53:26###Beasiswa ++ bagi Mahasiswa Pendamping UKM dan Wirausahawan Baru###Ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapatkan beasiswa ++ selama satu semester dengan menjadi pendamping Usaha Kecil Menengah (UKM) dan wirausahawan muda. Program yang terselenggara atas kerjasama Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB dengan Yayasan Damandiri ini sudah berjalan selama tiga tahun.

Hal ini disampaikan oleh Kepala P2SDM-LPPM IPB, Dr. Illah Sailah saat berlangsung Pelatihan Pembekalan Pendampingan UKM dan Wirausahawan Baru bagi Mahasiswa IPB Penerima Beasiswa ++ Tahun 2007/2008 di Kampus IPB Darmaga, (24-25/1).

Dalam sambutannya dijelaskan bahwa mahasiswa-mahasiswa ini nantinya akan menjadi pendamping bagi anak-anak SMA yang sudah dibekali life skill oleh IPB. "Siswa-siswa SMA ini sudah kami bekali life skill seperti diikutkan magang di perusahaan atau industri yang bergerak di bidang tata boga, ulat sutra, perbengkelan, otomotif, jahit-menjahit, dan tata rias. Oleh karena itu kami mengirim mahasiswa IPB untuk menjadi konselor bagi mereka agar dapat diarahkan dan dapat memberikan semangat " ujarnya.

Saat ini P2SDM IPB telah memberdayakan delapan SMA yang berada di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Selain siswanya, Kepala Sekolah dan Gurunya juga dibekali life skill.

Selain itu, Kepala LPPM IPB, Prof. Rizal Syarief, saat hadir untuk membuka acara, menyampaikan empat hal yang harus dipunyai oleh para pendamping yaitu, harus mampu memberikan motivasi, harus cerdik memilih komoditas, kemampuan memanfaatkan peluang dan harus melek teknologi.(zul)

#$#6b1ffb4636d6cdad0f5f5e8908d962ed###0371e4fb8037c19421a3f3f930721163###ID###2008-01-25 14:54:29###Promosi Mayor-Minor IPB Hadirkan 300 SMA se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten###
Untuk kesekian kalinya, IPB kembali akan menggelar promosi kurikulum sistem mayor-minor. Kegiatan akan digelar (29/1) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor dengan menghadirkan para Kepala Dinas Pendidikan serta sekitar 300 Kepala Sekolah/guru SMA se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Kepala Kantor Prohumasi IPB, Drh. Agus Lelana, Sp.MP,M.Si., menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk promosi IPB dalam rangka mencari dan memberi yang terbaik. Karenanya, dari peserta yang akan hadir nanti, diharapkan akan mendapatkan gambaran tentang kurikulum sistem mayor-minor berikut dengan keunggulan-keunggulannya sehingga bisa menjadi daya tarik bagi para siswa untuk belajar pertanian. (nm)

#$#e6481802cc6c417194aad38a780a7830###f13900126c167cdce56e7db825f2864c###ID###2008-01-25 14:55:24###Pelatihan Pendamping UMKM di IPB###

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan (P3K) IPB bekerjasama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kab. Bogor menggelar Pelatihan Pendamping Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk Kemitraan Pembiayaan Usaha Unggulan Daerah.

Pelatihan digelar pada (24-26/1), dengan pembukaan dilakukan di Auditorium Rektorat IPB bersamaan dengan dilantiknya pengurus Klinik Konsultasi Kredit (K3) IWAPI sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) TOT Pelatihan Wirausaha Untuk Pendamping oleh Kepala P3K, Prof. Hadi K Purwadaria dengan disaksikan Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc, Kepala LPPM IPB, Prof. Rizal Syarief, Kadin Indonesia, Arfan Sofan, MBA dan Ketua Umum IWAPI Pusat, Rina Fahmi Idris, K. Pada kesempatan yang sama, K3 juga melakukan kerjasama dengan KUD Dewi (Pendampingan Plasma Singkong), Rusnas Diversivikasi Pangan IPB (Manajemen Pemasaran dan Pembiayaan Produk Olahan Ubi Jalar). (zul)

 

 

#$#dd79d269e6ee5ddaae77cd312f331e6f###1f3f6a633f075f2d22ba77878de2c72a###ID###2008-01-25 14:57:51###Pascasarjana IPB: Pelopor Pendidikan Formal Lanjut di Indonesia###Sekolah Pascasarjana IPB didirikan pada tahun 1975 atas prakarsa Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution (alm). Selama 30 tahun, Sekolah Pascasarjana telah melalui berbagai pergantian nama. Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan pemerintah, Sekolah Pascasarjana berubah menjadi Fakultas Pascasarjana (1980) dan kemudian menjadi Sekolah Pascasarjana (2004) sesuai pemilihan nama pada awal didirikannya.

Panjang sudah sejarah yang harus dilalui Sekolah Pascasarjana IPB. Sekolah Pascasarjana IPB, selain merupakan yang pertama di Indonesia, juga merupakan pelopor dalam memulai Pendidikan Formal Lanjut. Pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh IPB sebagai institusi pendidikan tinggi bagi perkembangan institusi lain khususnya pada tingkat pendidikan lanjut dirasakan cukup banyak dan signifikan.

Buku berjudul "Pascasarjana Institut Pertanian Bogor 1975-2005: Pelopor Pendidikan Formal Lanjut di Indonesia" ini terbagi dalam 9 bab yakni: pendahuluan; tahapan perkembangan; kegiatan akademik; sumberdaya; pembinaan; kerjasama; tahapan pemantapan, jalan masih panjang dan penutup.

Ke depan, harapan banyak ditumpukan ke Sekolah Pascasarjana IPB dalam mewukudkan IPB sebagai Universitas Riset. Keberadaan Sekolah Pascasarjana IPB memang merupakan pilar utama dalam mencapai tekad tersebut. Sekolah Pascasarjana IPB juga diharapkan menjadi simpul penting dalam membangun masyarakat berilmu pengetahuan, sebagai pelayan bangsa, dan sebagai ujung tombak untuk mengakses informasi dari sumber ilmu pengetahuan dunia dan internasionalisasi. Harapan-harapan tersebut tentu saja memerlukan waktu dalam mewujudkannya. (nUr)

#$#6ecc6755ba64993af54bfc0afee62c59###29a2a37116e1161fae01fa61dc91f1ae###ID###2008-01-25 14:59:14###Selamat Atas Terbentuknya Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian IPB###Departemen ini memiliki 4 bagian:
(1)Teknik Sumberdaya Air;
(2)Teknik Struktur dan Infrastruktur;
(3)Teknik Lingkungan;
(4)Teknik Perancangan dan Perencanaan Spasial.

 

#$#45ae826d9c4be8949225e6707753e7f9###9b8f4fba51f605e60a4378b5df123fc3###ID###2008-01-27 14:15:53###Prof. Dr H. Goeswono Soepardi Wafat###

 

Innalillahi wainnailaihi rojium,

Telah berpulang ke rakhmatullah, Bapak Prof. Dr H. Goeswono Soepardi, Minggu 27 Januari 2008 pukul 01:30 am. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Komplek IPB Sindangbarang Bogor.  Rencana akan dimakamkan di pemakaman setempat setelah sholat dzuhur.  IPB mengucapkan turut berduka, semoga arwah dan amalan beliau diterima oleh Allah SWT, serta dimaafkan segala kekhilafan dan kesalahan beliau.  Amin.

Sumber: Milis IPBstaf

 

#$#28a13c30907f63464af8f36169e89f36###3d70dcdb47e26fa67e90e275cff7a2cc###ID###2008-01-28 10:48:37###Telah Terpilih Empat Wakil Rektor IPB###

Rapat Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor menghasilkan dua ketetapan yakni no 76/MWA-IPB/2008 tentang Struktur Baru IPB periode 2008-2012 dan No 77/MWA-IPB/2008 Jum'at (25/1) di Kampus IPB Baranangsiang. Berdasarkan ketetapan Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor no 77/MWA-IPB/2008 telah terpilih empat wakil rektor IPB yang akan mendampingi Rektor IPB, Dr.Ir.H. Herry Suhardiyanto,MSi dalam menjalankan amanahnya selama periode 2008-2012.

Nama keempat wakil rektor IPB tersebut adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ir.H. Yonny Kusmaryono, MS, Wakil Rektor II Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, MSi, Wakil Rektor III Bidang Riset dan Kerjasama, Dr.Ir. H.Anas M.Fauzi, MSc, dan Wakil Rektor IV Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, MSc.

Sekretaris MWA, Prof.Dr.Ir. H. Tridoyo Kusumastanto menjelaskan rencananya keempat wakil rektor baru tersebut akan dilantik pada tanggal 31 Januari di Kampus IPB Darmaga bertepatan akhir masa jabatan wakil rektor sebelumnya." Kami berharap dengan terpilihnya unsur pimpinan IPB ini akan segera diikuti dengan struktur lengkap organisasi IPB, sehingga dapat membawa IPB sesuai harapan sivitas akademika dan masyarakat, maupun dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian selama ini." (ris)

 

#$#1829728e6c6f52f6190abcb07edc78f9###706c676179c823042a5eacefdb7340af###ID###2008-01-28 11:00:03###Seminar Nasional Merespon Konvensi Perubahan Iklim Bali dan Bencana Banjir-Longsor di Indonesia###

Perubahan iklim (climate change) tergantung konsentrasi gas rumah kaca. Makin besar konsentrasinya, maka makin berpengaruh pada iklim. Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim mengatakan kenaikan suhu 2 derajat Celsius pada tahun 2020 akan menenggelamkan Negara kepulauan. " Presiden Negara kepulauan Maldise menceritakan pada saya, pemerintahnya saat ini sedang mengupayakan peminjaman lahan di India untuk merelokasi warganya," kata Prof. Emil Salim dalam Seminar Nasional Merespon Konvensi Perubahan Iklim Bali dan Bencana Banjir-Longsor di Indonesia, 23 dan 24 Januari di Institut Pertanian Bogor International Convention Center (IICC) Bogor.

Konferensi Perubahan Iklim di Bali menghasilkan agenda kerja diantaranya : aksi untuk melakukan kegiatan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim (mis. kekeringan dan banjir), cara-cara untuk mereduksi emisi gas rumah kaca, cara-cara untuk mengembangkan dan memanfaatkan climate friendly technology serta pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi.

Kata kunci penurunan emisi gas rumah kaca adalah menurunkan penggunaan fossil fuel. Kebijakan yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk membantu penurunan emisi gas rumah kaca ini dengan melakukan perubahan penataan lahan (land use), tata kota, city planning, arsitektur dan transportasi yang ramah lingkungan. Penetapan kebijakan biofuel di Indonesia dinilai Emil kurang tepat, "Bagi Eropa dan Amerika yang subtropik, sumber energi alternative non renewable pengganti fossil fuel sulit ditemukan. Mereka menetapkan kebijakan biofuel untuk mengatasi krisis migas."

Di Indonesia kebijakan harusnya lebih difokuskan pada food for food not food for fuel. Sebab, menurutnya Indonesia masih banyak memiliki sumber energi non renewable seperti sinar matahari (solar), angin, air terjun, petir, nuklir, panas bumi dan sebagainya. Disamping itu, Indonesia lebih membutuhkan food untuk pangan pokok rakyatnya yang masih kelaparan. "Sudah menjadi tugas IPB mengembangkan teknologi food for food yang bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan Indonesia."

Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto, MSc dalam sambutannya mengatakan IPB telah melakukan berbagai kegiatan yang mendukung upaya penekanan emisi gas rumah kaca. " Kegiatan tersebut diantaranya penanaman sejuta pohon, reboisasi, penghijauan, konsep teknologi ramah lingkungan dan sebagainya." Rektor IPB berharap dari pertemuan ini dihasilkan gagasan-gagasan baru dan konsep yang merespon perubahan iklim serta penanganan bencana alam.


Pembicara dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekologi Manusi IPB bekerjasama dengan Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Civil Society Forum ini ini antara lain: Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rahmat Witoelar, Prof. Dr. Daniel Murdiyarso (CIFOR/FMIPA IPB), Prof. Dr. Hidayat Pawitan (FAMIPA IPB), Anida Harjatmo (KEHATI) , Medrilzam, MSc (BAPPENAS) Dr. Nur Masripatin (Badan Litbang Departemen Kehutanan) , Prof. Dr. Irsal Las (Kepala Balai Besar Penelitian & Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Deptan), Prof. Dr. Indroyono Susilo (Kepala Badan Riset Kelautan & Perikanan, DKP), Dr. Armi Susandi (MT Nasional Project Manager for SNC), Dr. Sunaryo (Dirjen RLPS, Dephut), Prof. Dr. Naik Sinukaban (Faperta IPB), Ir. Iwan Nusyirwan Diar, Dipl. HE (Dirjen PSDA, Departemen PU), Muhtarom (Paguyuban Masyarakat Adat Pulau Jawa), Dr. Ernan Rustiadi (Tim Kajian Tata Lingkungan Pulau Jawa, KLH), Dr. Hariadi Kartodiharjo (Tim Kajian Daya Dukung Lingkungan Pulau Jawa, Kementerian EKUIN), Ir. Iwan Nusyirwan Diar, Dipl. HE (Dirjen PSDA, Departemen PU), Muhtarom (Paguyuban Masyarakat Adat Pulau Jawa), Dr. Ernan Rustiadi (Tim Kajian Tata Lingkungan Pulau Jawa, KLH), dan Dr. Hariadi Kartodiharjo (Tim Kajian Daya Dukung Lingkungan Pulau Jawa, Kementerian EKUIN), dan Ir. Iwan Nusyirwan Diar, Dipl. HE (Dirjen PSDA, Departemen PU). Ada pun moderator dalam setiap seksi seminar tersebut antara lain: Dr. Soeryo Adiwibowo, Dr. Arif Satria, Dr. Hariadi Kartodihardjo, Dr. Prastowo dan Dr. Hendrayanto. (ris)

#$#42b84cd55230dd851b912fb5a7627021###575b1c14f7004ef29030e65b5848cca3###ID###2008-01-29 14:26:07###Kepala Sekolah SMA se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten Kumpul di IPB###

Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Pertemuan Informasi IPB Terkini bagi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah/Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Acara rutin tahunan ini dipandu langsung oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc dan Dosen IPB sekaligus  Wakil Rektor I periode 2008-2012  yang terpilih  melalui ketetapan MWA serta akan dilantik pada tanggal 31 Januari 2008, Prof.Dr.Ir. Yonny Kusmaryono, M.S Selasa (29/1) di Auditorium Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor.

Rangkaian acara meliputi informasi Kurikulum Mayor Minor IPB, tanya jawab dan pameran mayor minor yang diikuti oleh 37 Departemen di lingkungan IPB. Kurikulum Mayor Minor adalah kurikulum yang hingga saat ini di Indonesia baru dimiliki oleh IPB, sebagai buah dari otonomi kampus. "Sistem Kurikulum Mayor-Minor memungkinkan mahasiswa meramu sendiri mata kuliah yang akan diambilnya. Sehingga dengan kurikulum ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh beragam kompetensi." kata Rektor IPB.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang mengambil dual mayor Agronomi dan Hortikultura serta Statistik, ketika lulus dan hendak mencari kerja, maka ia dapat menawarkan dua kompetensi dimilikinya. Apakah Agronomi dan Hortikultura ataukah Statistik. Mahasiswa yang mengambil mayor-minor, maka minor yang diambilnya akan memperkaya wawasan yang sangat boleh jadi akan menunjang kompetensi utamanya.

Tahun ini IPB menerima mahasiswa baru melalui empat jalur masing-masing Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI atau tanpa tes) 70 persen, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 20 persen, Beasiswa Utusan Daerah (BUD) 10 persen dan Prestasi Nasional Internasional (PIN). IPB telah mengirimkan undangan seleksi masuk kepada sekitar 2000 Sekolah Menengah Atas seluruh Indonesia. "Undangan tersebut harus kami terima kembali cap pos paling lambat tanggal 31 Januari ," ujar Rektor IPB.

IPB juga menerapkan sistem reward dan punisment pada Sekolah Menengah Atas yang siswanya diterima mahasiswa baru. SMA yang selalu menjaga kualitas dan komitmennya untuk memenuhi undangan IPB atau digelari PERAK, akan mendapat potongan khusus biaya sumbangan pendidikan. Adapun bagi SMA yang siswanya diterima IPB, namun tidak diambil akan mendapat pengurangan jatah atau kuota penerimaan calon mahasiswa di tahun selanjutnya.

Menanggapi pertanyaan dari peserta tentang kemungkinan peluang siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Rektor IPB menjelaskan IPB menerima mahasiswa baru dari siswa jurusan IPS melalui SPMB jalur IPC. "Penerimaan mahasiswa baru jalur USMI dilaksanakan melalui jalur IPA, sebab basis ilmu pertanian IPB menuntut mahasiswa menguasai matematika, biologi, fisika dan kimia." Disamping pengetahuan ilmu dasar eksakta tersebut akan membantu mahasiswa dalam menganalogi, menganalisa, dan beradaptasi dengan lingkungan baru di IPB. Namun untuk Program Diploma atau Vokasi, IPB menerima siswa yang berasal dari jurusan IPS.

Humas SMAN I Parung, Hedi Heryana, S.Pd menyambut baik diadakannya pertemuan ini. Hedi mengungkapkan pertemuan ini memberi pengetahuan yang jelas bagi SMA bagaimana sistem kurikulum, sistem penerimaan mahasiswa baru, dan departemen-departemen yang ada di IPB. " Pertemuan ini penting terutama bagi guru Bimbingan Penyuluhan dan humas SMA ketika memberikan penjelasan pada siswa yang berminat masuk IPB." Menurut Hedi, 70 persen siswa jurusan IPA di sekolahnya menginginkan masuk IPB. "Sayangnya, kuota di IPB terbatas sehingga siswa saling bersaing memperebutkannya."

Sementara itu, Koordinator Bimbingan dan Penyuluh SMA Angkasa Jakarta, Sulvica Restiawaty, S.Psi, M.Psi memuji siswanya yang menjadi alumni IPB. "Alumni IPB berbeda dengan alumni perguruan tinggi lain. Siswa kami yang menjadi alumni IPB lebih kreatif, independent (mandiri), inovatif dan sering keluar ide-ide segar," tutur Resti. Ia menyatakan harapannya agar IPB tahun ini meningkatkan jumlah kuota undangan seleksi masuk IPB bagi siswanya. (nm/ris)

 

 

#$#27b35da2ec551199bee92553f0a687c2###485862ab28ad0ff4ae72e0070d92dc4e###ID###2008-01-30 14:22:07###Pemenang Lomba Essay Teknologi Pertanian 2007###

Badan Ekskutif Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM-IPB) menggelar lomba essay teknologi pertanian untuk siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) seluruh Indonesia. "Tujuan diselenggarakannya lomba essaay ini untuk mensosialisasikan teknologi pertanian pada siswa SMA," kata Panitia Lomba Essay Teknologi Pertanian 2007, Andri Kusmayadi. Lomba ini terselenggara berkat kerjasama antara BEM Fateta IPB dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia, Media Indonesia, KISI FM, dan Pemerintah Daerah Bogor.

Menurut Andri, produktivitas pertanian menurun salah satu penyebabnya penerapan teknologi di sektor pertanian yang masih rendah. Penerapan teknologi pertanian sangat penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Selain untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya, penerapan teknologi dapat memberi nilai tambah bagi produk pertanian sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia. "Oleh karena itu, pengembangan minat generasi muda Indonesia dalam bidang teknologi pertanian sangat diperlukan karena mereka adalah aset bangsa yang akan menentukan kemajuan bidang teknologi pertanian Indonesia di masa depan. Dengan melaksanakan Lomba Essay Nasional yang bertema "Teknologi Pertanian" ini, Kami berharap dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk mencapai tujuan di atas," ujar Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB angkatan 42 ini.

Dewan juri lomba essay ini terdiri dari: Prof.Dr.Ir. Djumali Mangunwidjaja,DEA (Guru Besar, auditor LPPOM-MUI, Pengarang buku Pengantar Teknologi Pertanian, Prof.Dr.Ir. Winiati Puji Rahayu,M.Si (Kepala Pusat Riset Obat dan Makanan BPOM), Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng (Angota Majelis Wali Amanat IPB, Mantan staf ahli Menristek), Dr.Ir. Wayan Budiastra, M.Agr (Kepala Bidang Pengembangan Sistem Jaringan Teknologi Kementrian Negara Riset dan Teknologi), Dr.Ir. Dahrul Syah,M.Agr (Ketua Departeman Ilmu dan Teknologi Pangan, Fateta , IPB) dan Prayoga Surya Darma,STP,MT (Dosen Departeman Teknologi Industri Pertanian, Fateta, IPB). (ris***)


Nama-nama Pemenang
Lomba Essay Nasional Teknologi Pertanian 2007 BEM Fateta IPB

Juara I
Ahmad Fachrurrozi dari SMA Taruna Nusantara Magelang
Hadiah Rp 1.500.000


Juara II
Riski Putri Harsanti dari SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta
Hadiah Rp 1.000.000

Juara III
Herpuna Ahmad Futaqi dari SMA Taruna Nusantara Magelang
Hadiah Rp 750.000

IPB mengucapkan :Selamat bagi Pemenang!

Berikut ini nama-nama 20 peserta yang memperoleh nilai tertinggi :

Peringkat

Nama Peserta Asal Sekolah Nilai
1 Ahmad Fachrurrozi SMA Taruna Nusantara Magelang 3790
2 Riski Putri Harsanti SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta 3760
3 Herpuna Ahmad Futaqi SMA Taruna Nusantara Magelang 3710
4 Nurul Jannatul Firdausi SMAN 1 Pamekasan 3700
5 Wahyu Widyaningrum SMAN 1 Gresik 3640
6 Juju Melianie SMAN 1 Muntilan 3630
7 Silvery Nur Puspita SMAN 1 Kendari 3610
8 Qarina Hasyala Putri SMA International Islamic Boarding School Republic of Indonesia 3600
9 Juliyatin Putri Utami SMAN 1 Pamekasan 3580
10 Juju Melianie SMAN 1 Muntilan 3560
11 Lira Merita SMAN 1 Bandar Lampung 3550
12 Muhammad Praditya Mas'ud SMA International Islamic Boarding School Republic of Indonesia 3540
13 Desta Anindia Nova Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta 3440
14 Arumsyah Prembayun SMAN 1 Sokaraja 3420
15 Noviantika Nur Sholikha Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta 3400
16 Ni Nyoman Sri Ratih Sudhiastiningsih SMAN 1 Denpasar 3390
17 Yasmina Amalia SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta 3380
18 Ardiyanto Setiawan SMAN 1 Pamekasan 3380
19 Edwin Pondi Suwanto SMAN 1 Pamekasan 3380
20 Siti Aisyah Rachmawati SMAN 1 Depok 3370
#$#5150d977f73dd691fc76bbee7a9dc6a8###87ccea856d25921b522bdb373a7ceb2f###ID###2008-01-30 16:44:33###Dosen Fahutan Berpartisipasi dalam Training Course Restorasi Ekologi (RE_2) dalam Kerangka ASIA-LINK Forest Rehabilitation of South East Asia (FORRSA) PROJECT###

 

ASIA-LINK FORRSA PROJECT  merupakan kerja sama tiga universitas di Eropa (Universitas Helsinki, Universitas Copenhagen, dan Universitas Ludwig Maxmillian) dan dua Universitas di Asia (Universitas Kasetsart dan Institut Pertanian Bogor). Project telah berlangsung  sejak tahun 2006, yang diinisiasi oleh Dr. Upik Rosalina, Dr. Lilik Budi Prasetyo, Dr. Buce Saleh dan Prof. Dr. I Nengah Surati Jaya.  Tujuan Project ini adalah peningkatan kapasitas dosen, peneliti dan kelembagaan  di 5 universitas tersebut.

Ada 5 kegiatan yang dirancang dalam kerangka  ASIA-LINK FORRSA yaitu (a) Training of trainers, (b) Field studies in Indonesia and Thailand, (c) Mobility of Asian young scientists and postgraduate students to Europe, (d) Project workshops, (e) Publication and dissemination of information on the project. 

Sampai dengan tahun 2008 Fakultas Kehutanan IPB telah melaksanakan tiga kegiatan yaitu Training GIS_AL1 (tahun 2006) dan GIS_AL2 (tahun 2007) selama 2 minggu dan Workshop pengembangan kurikulum yang menunjang kegiatan restorasi ekologi.  Selain itu staff Fakultas Kehutanan juga berperan aktif pada  Training GIS_AL3 (tahun 2007) selama 1 minggu di Finland. Tercatat sebanyak kurang lebih 30 mahasiswa dan staff telah ikut berpartisipasi dalam ASIA-LINK FORRSA. Fakultas Kehutanan juga telah menerima satu mahasiswa exchange dari Universitas Ludwig Maxmillian, Jerman.  Selain itu Fakultas telah menerima hibah peralatan GPS, PC dan Komputer Desktop, serta software ARCGIS & ERDAS Imagine yang dapat digunakan untuk keperluan pengajaran dan riset.  Komputer telah ditempatkan di Departemen Manajemen Hutan dan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan-IPB.

forssa_400
 

Pada tanggal 6-27 Januari 2008, sebanyak 9 dosen Fahutan ikut dalam Training Course dan workshop di Thailand, yaitu : Dr. Lilik B.Prasetyo, Dr. Yeni A. Mulyani, Dr. Noor F.Haneda, Maria Ulfah, MSc, Dr. Burhanuddin Mas’ud, Dr. Agus P.Kartono, Ir. Edhi Sandra, Priyanto, S.Hut., dan Arinana S.Hut.  Training dan workshop diselenggarakan di Universitas Kasetsart, Bangkok dan Universitas Mae Fa Luang, Chiang Rai.  Pada kesempatan itu juga peserta training meninjau pusat penelitian Jati, Pinus, pusat penangkaran katak, budidaya jamur, sekolah dan rumah sakit gajah, institusi pengelola kebakaran hutan dan beberapa project yang berkaitan dengan Community Forestry (mangrove & Bambu), Restorasi Daerah Aliran Sungai, Restorasi Mangrove, Pengelolaan Limbah  dan pengolahan arang bambu menjadi briket arang.

Sumber: Dr. Lilik B.Prasetyo

#$#190c50a8a193360a93b5655c98839353###046202f2a3cf1b9e112cb681d41acedb###ID###2008-02-01 09:22:52###IPB Siap Menjadi Tuan Rumah Festival Nasional Olahraga Tradisional###


Sukses BEM KM-IPB dalam menyelenggarakan olahraga tradisional di IPB pada tahun 2006 dan 2007, menjadi pertimbangan Menegpora (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga) memberikan kepercayaan kepada IPB untuk menjadi tuan rumah Festival Nasional Olahraga Tradisional antar Perguruan Tinggi se Indonesia 2008.

Pihak BEM KM-IPB menjelaskan bahwa pada saat ini berbagai persiapan telah dilakukan termasuk melakukan koordinasi dengan pihak Kemenegpora RI , pihak Depdiknas RI maupun pihak Internal IPB. Salah satu yang cukup menarik dari festival olahraga tradisional ini adalah menggunakan rujukan olah-raga tradisional yng sudah dipatenkan Indonesia . Selain itu, sangat disadari bahwa lahirnya olahraga tradisional juga tumbuh dan berkembang dengan adanya budaya pertanian (agriculture).

Direncanakan festival nasional ini akan diadakan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008. Softlaunching dari festival nasional ini akan dilakukan pada Rabu (29/1) sejalan dengan kunjungan Team Verifikasi Penilaian Kampus Prima Olahraga dari Menegpora ke IPB. Sebagaimana diketahui pada tahun 2006 IPB mendapat penghargaan dari Kemenegpora sebagai Kampus Prima Olah Raga dengan katagori Peduli Sarana dan Prasarana. Pada tahun ini IPB mengajukan diri untuk dievaluasi lagi dengan katagori lainnya.

Berbagai cabang olahraga festival tradisional yang dipertandingkan meliputi egrang, terompah panjang (bakiak), lari balok, tarik tambang, galasin (hadang), patok lele, dan benteng. Semua ketentuan pertandingan tersebut mengacu pada ketentuan nasional yang dikeluarkan Kemenegpora dan ketentuan dalam Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional.

Giat meningkatkan kebugaran dan kesehatan di IPB terasa semakin semarak. Hal ini diantaranya ditunjukkan dengan telah terselenggaranya Kejuaraan Atletik Antar Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB. Dalam kesempatan tersebut Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyampaikan: "Sebagai Kampus Prima Olahraga 2006, maka keunggulan dan kepedulian institusi dalam menyediakan sarana dan prasarana perlu diimbangi dengan program dan aktivitas kemahasiswaan yang memadai. Salah satu keunggulan yang harus dibangun adalah meningkatkan minat mahasiswa di bidang atletik. Bahkan IPB harus mempunyai kapasitas yang mampu mendukung Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) tingkat daerah"

Herry menandaskan dengan adanya Kejuaran Atletik Antar Mahasiswa ini akan muncul atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama baik IPB di tingkat nasional.
Selain itu, IPB juga mempunyai bibit-bibit atlit nasional dimana hal ini terlihat dari banyaknya prestasi yang diperoleh seperti, dari cabang bulu tangkis menjadi Juara Nasional Se Jawa-Bali pada tahun 2001 dan Juara III Ganda Putri pada tahun 2005, dari cabang Pencak Silat "Merpati Putih" pada tahun 2007 pernah menggondol Medali Perak di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya , Medali Perunggu di Pomnas, dan empat altit nya meraih satu medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu.

Hal yang sama juga telah diraih untuk cabang olahraga catur yang salah satu atlitnya berhasil mengalahkan master nasional dan meraih Juara III dalam Pomnas. Untuk UKM Diving Club, tahun 2007 kemarin telah selesai melakukan ekspedisi dunia bawah laut di Kepulauan Wakatobi.(rpl/zul).

 

#$#f47c4dd12b90fbddfe5bd4ffa526960d###2d2de3bb21f77b8a3150bf8ae0c24a9d###ID###2008-02-04 13:29:00###Hibah Peralatan dari FORRSA untuk Fahutan IPB###

Hibah peralatan berupa perangkat Komputer dan Software untuk Geographical Information System & Remote Sensing senilai 17 ribu Euro yg telah diserahkan pada tanggal 20Agustus 2007 oleh Duta besar Finland (Markku Niinioja) kepada Dekan Fakultas Kehutanan IPB (Dr. Hendrayanto, MAgr) telah digunakan untuk kegiatan kuliah dan praktikum.

forssa2_400

Duta besar Finlandia (Markku Niinioja) secara simbolis memberikan hibah bantuan kepada dekan Fakultas Kehutanan-IPB (kiri), Foto bersama pembukaan Training Course GIS-2 di Biotrop-IPB. Bogor (kanan)

 

Bantuan tersebut telah dibelikan 9 unit computer desktop, 1 unit Lap top, 10 lisensi untuk Erdas Imagine 9.1 dan 25 lisensi ArcGIS 9.1. Saat ini peralatan dan software telah dipergunakan di Laboratorium Remote Sensing, Departemen Manajemen Hutan dan Laboratorium Analisis Spasial Lingkungan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata.  Peralatan tersebut sangat membantu karena salah satu kendala bagi penyelenggaraan kuliah dan praktikum bidang ilmu GIS dan Remote Sensing adalah keterbatasan hardware & software.  Seperti diketahui kedua mata ajaran tersebut merupakan mata ajaran favorit  di kedua departemen dan juga menjadi salah satu mata ajaran untuk Mayor maupun Minor.

ASIA-LINK Forest Rehabilitation of South East Asia (FORRSA) PROJECT merupakan kerja sama tiga universitas di Eropa (Universitas Helsinki, Universitas Copenhagen, dan Universitas Ludwig Maxmillian) dan dua Universitas di Asia (Universitas Kasetsart dan Institut Pertanian Bogor). Projek telah berlangsung  sejak tahun 2006, yang diinisiasi oleh Dr. Upik Rosalina, Dr. Lilik Budi Prasetyo, Dr. Buce Saleh dan Prof. Dr. I Nengah Surati Jaya.  Sebagai Project Leader adalah Prof. Olavi Luukanen (VITRI-FINLAND), sedangkan sebagai Project Coordinator adalah Dr. Eshetu Yirdaw  (VITRI-FINLAND).

Tujuan Project ini adalah peningkatan kapasitas dosen, peneliti, mahasiswa & kelembagaan   di 5 universitas tersebut.

#$#110e77b9db23c32ddf533d9ef12bfae2###9dc52a62417038cd517f7a7177ad7b3d###ID###2008-02-04 14:35:13###Gedung Rektorat IPB Kini Bernama Andi Hakim Nasoetion###Atas prestasi Prof.Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion, MSc (alm) dalam pembangunan pertanian dan pengembangan institut, IPB memberikan penghargaan dalam bentuk Prasasti Pengabadian nama beliau sebagai nama Gedung Rektorat IPB.
Prof.Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion , MSc adalah tokoh yang telah berjasa besar dalam pengembangan mata kuliah statistik di IPB, memelopori pemberlakuan studi sarjana 4 tahun dengan sistem SKS yang kemudian diberlakukan oleh pemerintah untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, memelopori pembentukan Sekolah Pascasarjana, dan memelopori sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian masuk dan selanjutnya dikembangkan oleh pemerintah menjadi Program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Pemberian tanda penghargaan prasasti pengabadian nama ini ditetapkan melalui SK Rektor IPB No. 002/I3/LK/2008 tertanggal 24 Januari 2008. Dengan ketetapan ini, maka selanjutnya Gedung Rektorat IPB disebut sebagai Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion. (nUr)

 

#$#a4d207ec930dce88fd56abd9d1f5386b###842c5228129a0137106385ada011d0aa###ID###2008-02-04 16:03:50###Keempat Wakil Rektor IPB Resmi Dilantik###

 dsc_0046_400

Rektor IPB, Dr.Ir.H. Herry Suhardiyanto,Msi., melantik empat Wakil Rektor IPB periode 2008-2012 masing - masing Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ir.H. Yonny Kusmaryono, MS, Wakil Rektor  Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, MSi, Wakil Rektor  Bidang Riset dan Kerjasama, Dr.Ir. H.Anas M.Fauzi, MSc, dan Wakil Rektor  Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, MSc.

Pelantikan berlangsung pada acara "Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Wakil Rektor IPB, "(4/2), di Ruang Sidang Senat, Lantai 6, Gedung Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Masing-masing wakil rektor memiliki fungsi dan wewenang yang khas. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan mengkoordinasikan berbagai kegiatan dalam rangka memperkuat sistem pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dan kompetitif.  Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan mengkoordinasikan berbagai kegiatan pengelolaan sumberdaya institut yang meliputi keuangan, Sumber Daya Manusia, fasilitas dan properti serta perencanaan dan pengembangan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama mengkoordinasikan berbagai kegiatan peningkatan skala dan mutu riset serta mengembangkan kerjasama yang produktif dengan berbagai pihak. Fungsi terpenting  lain ialah  promoting untuk mendongkrak perolehan kontrak kerjasama riset.

 Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi mengkoordinasikan berbagai kegiatan pengembangan dan pengelolaan bisnis yang dilakukan oleh IPB sendiri termasuk unit-unit kerjanya maupun ber-partner dengan pihak lain.  Selain itu, Wakil Rektor ini  berwewenang meningkatkan mutu komunikasi IPB, baik internal maupun eksternal, dan juga secara khusus meningkatkan penerapan Information and Communications Technology (ICT) di kampus.

Mereka menggantikan wakil rektor sebelumnya, Wakil Rektor I, Prof.Dr.Ir.Muhammad Achmad Chozin, M.Agr., Wakil Rektor II, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc., Wakil Rektor III, Prof.Dr.H.Yusuf Sudo Hadi, M.Agr., dan Wakil Rektor IV, Dr.Ir.Asep Saefuddin, M.Sc. 

Hadir juga dalam pelantikan tersebut Sekretaris MWA, Prof.Dr.Ir. H. Tridoyo Kusumastanto, Kepala LPPM IPB, Prof.Dr.Ir.Rizal Syarief, DESS., . Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB, Dr. Ir.Arief Daryanto, Mec., serta pejabat teras IPB lainnya.

Dalam sambutannya Rektor mengatakan bahwa IPB berusaha menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang pertanian dalam arti luas dan karya ilmiah maupun paket teknologi yang bermutu memang sudah diakui secara nasional.

"Secara khusus, kita patut bersyukur karena IPB telah masuk dalam daftar 500 universitas top dunia menurut versi Times Higher Education Supplement (THES) World University Rankings. Hal ini adalah rangkaian panjang prestasi kita semua di bawah kepemimpinan para rektor terdahulu yang telah membangun fondasi yang kokoh bagi pengembangan IPB.  Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Ahmad Ansori Mattjik, M.Sc., Rektor IPB periode 2002 - 2007, IPB berhasil melakukan penataan-penataan program akademik maupun manajemen sumberdaya dalam masa transisi IPB menjadi BHMN secara penuh," kata Rektor.

Beliau mengatakan bahwa dalam kurun waktu itu, peran Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahmad Chozin, M.Agr, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr dan Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. patut mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi masing-masing selama menjabat sebagai Wakil Rektor I, III, dan IV.

"Saya beruntung dapat berkesempatan bekerjasama dengan mereka dengan sangat baik selama saya menjabat sebagai Wakil Rektor II. Bahkan selama dua bulan terakhir mereka tetap penuh dedikasi menunaikan tugasnya. Untuk itu, atas nama IPB saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Beliau juga mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan ke depan, perlu melaksanakan program-program yang strategis sebagai berikut. Pertama, memperkuat sistem pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan dengan fokus menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dan kompetitif. Kedua, meningkatkan jumlah dan mutu penelitian terintegrasi sehingga  menghasilkan temuan ilmu pengetahuan, paket teknologi yang bermutu dan bermanfaat  bagi masyarakat. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan dosen dan pegawai, serta bantuan bagi pendidikan mahasiswa. Keempat, meningkatkan kapasitas sumberdaya untuk membangun ketangguhan institut. Kelima, memperkuat sistem manajemen untuk menyempurnakan sistem manajemen institut dalam rangka mencapai kesehatan organisasi.

"Mari segenap komponen IPB, kita bersama bergandengan tangan bahu membahu meningkatkan kinerja IPB menyongsong masa depan IPB yang gilang gemilang. Saya ingin mengajak seluruh unsur pimpinan di tingkat institut maupun unit kerja di lingkungan IPB untuk bersama-sama "Menyelaraskan Mosaik Transformasi IPB Menuju Research-Based University Kelas Dunia dengan Kepemimpinan yang Melayani dan Terpercaya". Selanjutnya, saya juga ingin mengajak kita semua untuk mendengarkan suara hati, membangun komunitas yang menghargai perbedaan, memberi keteladanan, membangun integritas, mengambil inisiatif, dan berorientasi ke masa depan. Itu semua adalah merupakan karakteristik kepemimpinan yang melayani (servant leadership) yang perlu kita terapkan dalam proses transformasi di IPB.," ujar rektor.(man)

 

 

 

 

 

#$#e037790c9a7bb01d77dc4b9ec31d3706###4f9a7bfd2df0746d4db80b96a5ed6a32###ID###2008-02-05 15:07:31###Kamandrah , Tanaman Obat Multiguna###

Kamandrah, begitu masyarakat Kalimantan Tengah menyebut tanaman yang berdaun hati mirip sirih, berbiji sebesar mahkota dewa ini. Masing-masing wilayah Indonesia mengenal kamandrah dengan nama-nama berbeda. Masyarakat Sumatera Barat menyebut Simakian, cekaren (Jawa), reoengkok (Sumatera Utara), semoeki(Ternate), Kowe (Tidore).

"Biji kamandrah  (Croton tigliun L) mengandung stearin, palmitin, olein dan berbagai macam senyawa lemak. Kandungan minyak croton yang terdapat dalam bijinya sekitar 53-56 persen,"  ungkap Mahasiswa S3 Program Studi Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Saputera dalam ujian terbuka disertasinya ‘ Karakteristik Biji Kamandrah dan Pengembangan Teknologi Proses Ekstrak Terstandar Sebagai Bahan Laksatif Senin (4/2) di Kampus IPB Darmaga.

Kamandrah merupakan tanaman  multiguna. Akar tanaman kamandrah berkhasiat sebagai obat demam dan daunnya untuk urus-urus. Sebagai obat urus-urus, dipakai sekitar 10 gram daun kamandrah, dicuci dan disaring dengan satu gelas air matang. Hasil saringannya diminum sekaligus.  Irisan bijinya seberat 1-2 gram dapat digunakan sebagai obat pencahar.  Untuk mengobati perut kembung, biji kamandrah dibakar dan digiling,  dibalur pada bagian perut. Daun tanaman ini juga bermanfaat sebagai obat penurun panas. Kamandrah  dihancurkan memakai air, kemudian dibalur keseluruh tubuh.

Menurut Dictionary of Natural Products, tanaman kamandrah mengandung beberapa senyawa bahan aktif yang digunakan dalam fitofarmaka: minyak croton, sapium, crotonosida.2- hidroxiadenosin, isolate aglikon kamandrah. Minyak croton dan sapium digunakan sebagai obat tumor.

Tujuan penelitian Saputera untuk mendapatkan senyawa aktif dalam ekstrak biji kamandrah sebagai bahan laksatif,  dosis tepatnya,  dan menghasilkan teknologi proses yang sesuai kelayakan finansial.  Laksatif adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan.

Dari hasil penelitian, Saputera memprediksi senyawa aktif laksatif dalam kamandrah adalah tetradecanoic acid yang sinonim dengan myristic acid. " Dosis efektif biji kamandrah sebagai bahan laksatif yang dilakukan pada hewan uji mencit yaitu 0.06 mililiter per 30 gram berat badan mencit (5,35 gram per kilogram berat badan mencit)," kata Saputera.

Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UNPAR) ini merancang produk akhir ekstrak terstandar dan merekomendasikan berbentuk kapsul berdosis 11.08 miligram per kilogram berat badan (9.86 miligram per kilogram berat badan). Penelitian  Saputera dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari: Prof. Djumali Mangunwidjaja, Dr.Sapta Raharja, Leonardus B.Kardono, PhD, dan Dr.Dyah Iswantini.(ris)

#$#e6fdb42b59fe12bdc89c308752556dab###247796d06fa4e7b610b36dde8e304eab###ID###2008-02-06 08:08:33###Program MB IPB Tawarkan Akses e-Journal ProQuest Bagi Dosen dan Mahasiswa IPB###
Sejak 2 tahun yang lalu, MB-IPB telah berlangganan salah satu e-Journal dari ProQuest. Journal yang dilanggan MB-IPB saat ini adalah ABI/INFORM Global. ABI/INFORM Global* *adalah database untuk bidang bisnis dan keuangan, mencakup semua bidang ekonomi dan bisnis seperti akuntansi, pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, manajemen umum, teori ekonomi, ekonomi pembangunan, demografi, dan sebagainya. Juga mencakup berbagai bidang industri seperti manajemen rumah sakit, real estate, manufakturing dan sebagainya. Database tersebut terdiri dari sekitar 2.860 publikasi dalam bentuk index/abstrak, dan 1.885 publikasi/jurnal diantaranya tersedia dalam bentuk Full Text/image/text dan graphic.

Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB, Dr. Ir. Arief Daryanto, Mec mengatakan, selama ini akses on-line otomatis (tanpa password) hanya diberikan kepada mahasiswa dan staf pengajar MB-IPB di lingkungan kampus MB-IPB. Mahasiswa dan staf pengajar MB IPB juga diberikan akses on line tetapi harus diakses dari perpustakaan pusat.

Kini, untuk mempermudah dan memperluas manfaat penggunaan e-Journal yang dilanggan oleh MB-IPB tersebut, maka pihak manajemen MB IPB membuka kesempatan kepada sivitas lainnya di luar MB IPB untuk bisa akses on line. Password ProQuest untuk bulan Februari tahun 2008 adalah sebagai berikut :

ProQuest Databases Akses melalui www.proquest. com/pqdweb
Account ID: 0T262JWXSS (huruf pertama angka nol)
Password: bird (semua karakter huruf kecil)
Password tersebut valid hingga 28/2/2008.

Akses Proquest di lingkungan kampus MB-IPB dapat dilakukan melalui www.proquest. com/pqdauto. Direktur MB IPB mengharapkan, "Mudah-mudahan fasilitas ini dapat membantu staf pengajar IPB untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengajaran dan penelitian di bidang ekonomi, manajemen dan bisnis. Mudah-mudahan juga tidak terjadi persoalan teknis ke depan." (zul/nUr)

 

#$#00484393bd5b4cda8c77535a6dde28fc###08edeaf0eb80e2a1dd84f3a6f5aa6f6d###ID###2008-02-06 08:09:21###MAKSI Dan SEAFAST Center IPB Gelar Seminar Tahunan###Suatu langkah konkrit dalam mengimplementasikan cita-cita untuk menjadikan kelapa sawit sebagai produk pertanian unggulan nasional kita dilakukan oleh Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia (MAKSI). Langkah tersebut terungkap saat berlangsung Seminar tahunan yang digelar atas kerjasama dengan Southeast Asian Food Science & Technology (SEAFAST) Center, bertempat di IPB International Convention Center (IICC) (31/1).

Seminar dibuka langsung oleh Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. Rektor menilai, tema yang dipilih yakni "Penelitian Dan Pengembangan Untuk Mendukung Agribisnis Kelapa Sawit Nasional" sangatlah tepat. Menurut Rektor dalam dunia persaingan yang akan semakin ketat; jelas peranan penelitian dan pengembangan akan semakin siginifcan dalam mendukung terciptanya daya saing agribisnis kelapa sawit nasional.

"Khusus di bidang kelapa sawit; peranan penelitian dan pengembangan ini akan menjadi lebih penting lagi peranannya. Hal ini disebabkan karena kelapa sawit merupakan komoditi pertanian yang diperebutkan; baik untuk keperluan pangan, industri kimia maupun energi. Disamping itu, tantangan pengelolaan industri kelapa sawit dengan memperhatikan kaidah ramah lingkungan juga akan semakin menonjol. Karena itulah maka sudah selayaknya kegiatan penelitian dan pengembangan ini dijadikan ujung tombak bagi peningkatan daya saing industri kelapa sawit Indonesia," papar Rektor dalam sambutannya.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan penelitian dan pengembangan yang tertata dengan baik sesungguhnya akan mampu memunculkan peluang pengembangan agribisnis kelapa sawit. Peluang memang bisa datang dari lingkungan luar. Namun, sebagai produsen sawit terbesar di dunia semestinya Indonesia bisa lebih banyak mendisain dan menciptakan peluang-peluang pengembangan; bukan mengharapkan munculnya peluang secara eksternal. Hal ini dapat diwujudkan melalui penelitian dan pengembangan.

Senada juga dengan Ketua Umum MAKSI yang juga Kepala Seafast Center IPB, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, bahwa dengan adanya seminar ini diharapkan tercapai sasaran terciptanya Mapping the Strenght dan technology roadmap yang dapat dijadikan suatu langkah dalam menyusun agenda riset penguatan industri kelapa sawit nasional. "Selain itu, Indonesia perlu mempunyai Country Investment Plant untuk membangun daya saing melalui penguatan industri sawit nasional, berbasiskan penelitian dan pengembangan" tambahnya.

Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan diantaranya: Sekjen Deptan Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim, sebagai keynote speech serta Deputi Menteri Riset dan Teknologi, bidang Sipteknas; Prof Tien R Muchtadi dan Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian, Dr Ahmad Suryana masing-masing sebagai pembicara. (zul)

#$#4724dc097576966b70b43f25bb09f3ea###3d8bba5322e32ab38eb326e817826736###ID###2008-02-06 11:11:02###Pengelola Asrama UMY Studi Banding ke IPB###

dsc_0031_400_02Pengelola Asrama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berjumlah lima orang, melakukan studi banding terhadap asrama IPB, Kamis (31/1) di Ruang Pertemuan Rusunawa IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kepala Asrama-TPB IPB, Dr. Bonny W. Sukarno didampingi Direktur Kemahasiswaan IPB diwakili oleh Bambang Riyanto, MSi., menyambut kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Koordinator Pengelola Asrama UMY, Gofur Ismail, MA.

Gofur dalam diskusi mengatakan, kunjungan mereka tak lain untuk mengetahui lebih jauh tentang pengelolaan asrama. "Rencanannya asrama yang akan didirikan di UMY akan memuat sekitar 300 mahasiswa. Tentu, dalam menjalankannya perlu berguru kepada yang lebih berpengalaman, yaitu dengan studi banding ke IPB," ujarnya.

Dalam menanggapi hal tersebut, Bambang Riyanto menjelaskan kepada rombongan tentang pembinaan mahasiswa yang dilakukan IPB selama ini. Sementara Kepala Asrama, menjelaskan tentang pengelolaan asrama dan penanganan-penganganan khusus yang selama ini dilakukan oleh pengelola asrama IPB.

Usai diskusi, rombongan UMY dan IPB bersama-sama melihat - lihat rusunawa yang berlokasi di samping Gymnasium itu. (nda/man)

 

 

 

#$#1edc58680f51da6449df045d2b96489a###af1bed61ebd4ca14eda1454f989709fe###ID###2008-02-06 11:28:05###Berkurang, Populasi Kepiting Bakau di Indonesia###


Ekspor kepiting bakau Indonesia meningkat. Tahun 2000 ekspor mencapai 12.381 ton dan meningkat menjadi 22.726 ton tahun 2007. Sayangnya, kenaikan ekspor ini tak dibaregi dengan peningkatan populasinya.

Produksi kepiting bakau dari Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Riau hanya mencapai 67.6 persen dari total produksi kepiting bakau Indonesia. Rata-rata pertumbuhan produksinya melambat dan cenderung menurun. "Penurunan populasi ini diakibatkan oleh degradasi ekosistem mangrove (bakau) dan eksploitasi berlebihan yang banyak terjadi di perairan Indonesia," ungkap Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Kelautan Institut pertanian Bogor (IPB), Laura Siahainenia didalam sidang terbukanya yang berjudul Aspek Bioekologi Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Ekosistem Mangrove Kabupaten Subang Jawa Barat' Kamis (31/1) di Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Peningkatan populasi kepiting bakau perlu dilakukan untuk memenuhi peningkatan nilai ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. "Peningkatan ini dapat dilakukan melalui upaya konservasi bagi populasi yang sudah tidak stabil dan melakukan usaha pembenihan melalui teknologi ablasi (pemotongan batang mata) tangkai mata kepiting bakau " tutur Laura.

Staf Pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Ambon ini menggunakan metode sampling line plot transect untuk mengamati petumbuhan populasi kepiting bakau. "Penentuan karakter dewasa kelamin kepiting bakau dilakukan berdasarkan perubahan morfologis dan anatomis tubuh kepiting bakau jenis S. Serrata jantan dan betina, kemudian dianalisa dengan metode deskriptif " kata Laura dalam disertasinya.

Sedangkan pengamatan perkembangan gonad kepiting bakau dilakukannya dengan cara mengamati perubahan warna dan struktur morfologis gonad, morfologis tubuh serta perubahan pada struktur jaringan sel telur dari 30 ekor betina. "Disamping perubahan warna dan struktur morfologis testis dari 30 ekor kepiting bakau jantan Scylla Serrata dewasa. Kemudian data karakter perkembangan embrio kepiting bakau dikumpulkan, diamati setiap hari selama proses inkubasi" tambahnya.

Keefektivitasan penggunakan ablasi alami dilihat dari evaluasi perkembangan gonad, embrio dan larva yang dihasilkan oleh induk kepiting bakau. Hasil penelitian Laura menunjukkan salinitas, suhu, dan kecerahan perairan yang relatif stabil sangat mempengaruhi tingginya intensitas pemijahan kepiting bakau karena sejak awal pembuahan sel telur. Kepiting bakau sudah membutuhkan perairan yang bersalinitas tinggi. Penelitian Laura dibawah bimbingan komisi pembimbing yang terdiri dari Prof. Dietriech G.Bengen, Dr.Ridwan Affandi, Dr.Tutik Wresdiyati dan Dr. Iman Supriatna (mad/ris).

#$#2e13ec17a55390b573178cc3d2155552###f61541e4ebccb152bfabeaa75541f110###ID###2008-02-08 12:28:31###Penyerahan SK CPNS di Lingkungan IPB###


Sebanyak 102 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan IPB menerima SK Pengangkatan CPNS, (1/2) bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Kampus IPB Darmaga Bogor. SK Pengangkatan CPNS diserahkan secara simbolis oleh Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. kepada para Ketua Departemen, Wakil Dekan, Direktur, Kepala Kantor, maupun pejabat terkait di lingkungan IPB.

Dalam sambutannya, Rektor mengajak para CPNS yang terdiri dari 26 Dosen dan 76 pegawai itu, untuk senantiasa meningkatkan kinerja. Bahkan dikatakan, jangan sampai ketika masih berstatus honorer mereka rajin dalam bekerja, tetapi setelah jadi PNS menjadi malas. Bagi CPNS dosen, Rektor mempersilahkan untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S-3. Hal ini menurut Rektor sangat diperlukan, dalam rangka IPB sebagai World Class University.

Direktur Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum (SDM & AU) IPB, Dr. Wonny Ahmad Ridwan menandaskan, para CPNS tersebut akan dinilai kinerjanya per bulan dengan instrumen yang telah dimiliki IPB.

Kepala Seksi Administrasi Kepangkatan dan Jabatan Direktorat SDM&AU IPB, Suherman, menjelaskan, ke-102 SK CPNS yang diserahkan pada hari itu merupakan sebagian dari 179 CPNS terhitung mulai tanggal (TMT) Januari 2007. Karenanya, Prajabatan bagi 102 CPNS tersebut baru akan dilakukan setelah seluruh SK CPNS TMT Januari 2007 diterima.

Terkait kebijakan yang berlaku di IPB, Suherman menegaskan, bahwa para CPNS tersebut telah menandatangani surat pernyataan di atas segel. Isi surat tersebut yakni mereka bersedia mengikuti proses penataan PNS di IPB, sehubungan dengan status IPB sebagai BHMN.

Sementara itu, pada (21/1) diumumkan pengangkatan sebanyak 66 CPNS jalur honorer IPB Formasi Tahun 2007. Pemberkasan pun telah diselesaikan hingga akhir Januari 2008 lalu. (nm)

 

#$#cfd28bad140c2625170ea3b3e6ee1db0###c0cf6db0d1663f9e7c0def78cf1d6ff9###ID###2008-02-08 12:31:57###KJK IPB Gelar Sarasehan COOP UKM###Kantor Jasa Ketenagakerjaan (KJK) IPB menggelar Sarasehan Coop sebagai evaluasi program magang Coop UKM tahun 2007 bertempat di Ruang Sidang LPPM Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus IPB Darmaga Bogor, (4/2). Program Coop sendiri sudah berjalan selama empat tahun. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan UKM dan mahasiswa diberikan kesempatan untuk memaparkan pandangannya setelah mereka mengikuti program ini.

Menurut perwakilan dari UKM, kegiatan ini mempunyai banyak manfaat yakni, meningkatkan produktivitas dalam menjalankan unit-unit usaha, menambah khasanah/warna/gaya cara/metode dalam laku kerja di lapangan sehingga memberikan nuansa lain pada pelakasanaan kerja, UKM mendapatkan banyak pilihan dalam setiap menjalankan kegiatan kerjanya. Menambah jumlah armada kerja yang siap diterjunkan dilapangan, meningkatkan efisiensi (Jk Pendek). "Dan bagi peserta Coop sendiri mendapatkan tambahan knowledge, skill dan penguasaan medan kerja" ujarnya.

Kegiatan COOP sendiri diarahkan sebagai Program Belajar Bekerja Mandiri untuk mahasiswa IPB. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan dan kualitas mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja melalui peningkatan self-esteem, entrepreneurship, kemampuan dan pengalaman kerja, dihasilkannya lulusan yang memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, Membantu memperkuat eksistensi dan pertumbuhan UKM dengan dukungan inovasi, ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh IPB melalui peserta program COOP, mendapatkan masukan (feed-back) dari dunia UKM dan peserta program untuk pengembangan kurikulum dan meningkatkan kemitraan dengan dunia usaha.

Sarasehan dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri dari dari undangan, perwakilan UKM, mentor dan 15 peserta magang Coop 2007. Diantaranya hadir wakil dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Prijambodo, DIKTI, Nusyamsiah Asharini dan Ani Nurdiani, Kepala KJK IPB, Prof. Dr. Ir. C. Hanny Wijaya, M.Si dengan didampingi Kabid Pembinaan Profesionalisme, Iin Solihin, S.Pi, M.si sebagai mentor yang memaparkan hasil magang COOP di IPB selama 4 tahun terakhir. Adapun beberapa UKM yang bekerjasama dalam program COOP ini adalah PT. Tunggal Ika Mahakarya, Zoom Komputer, Saung Mirwan, Lebah Madu AMTI, Mitra Tani Farm, Nays Cafe, Permata Anggrek, dan Studio Pro. (zul)

 

#$#a5ce52df3028b634732da0a15ee383c5###92920d066736038479eb0810700bc0e7###ID###2008-02-08 12:33:18###Selamat Telah Menempuh Ujian Terbuka Doktoral###Selamat Telah Menempuh Ujian Terbuka Doktoral


Dwiana Wasgito Purnomo
Program Studi : Agronomi
Judul Disertasi : Keefektivan Fungi Mikoriza Arbuskula Dalam Meningkatkan Hasil Dan Adaptasi Cabai (Capsicum Annuum L.) Pada Tanah Bercekaman Aluminium
Tanggal Sidang Terbuka : 3 Januari 2008


Denny Rusmana
Program Studi : Ilmu Ternak
Judul Disertasi : Minyak Ikan Lemuru Sebagai Imunomodulator dan Penambahan Vitamin E untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Ayam Broiler
Tanggal Sidang Terbuka: 7 Januari 2008


Ruqiah Ganda Putri Panjaitan
Program Studi : Biologi
Judul Disertasi : Pengujian Aktivitas Hepatoprotektor Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack.)
Tanggal Sidang Terbuka: 9 Januari 2008


Hiasinta FJ Motulo
Program Studi : Fitopatologi
Judul disertasi : Keragaman Genetik Dan Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Asal Kelapa Dan Kakao
Tanggal Sidang Terbuka: 15 Januari 2008

Edwarsyah
Program studi : Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan
Judul disertasi : Rancang Bangun Sistem Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Pesisir: Studi Kasus DAS dan Pesisir Citarum Jawa Barat
Tanggal Sidang Terbuka: 14 Januari 2008


August Ernst Pattiselanno
Program Studi : Sosiologi Pedesaan
Judul disertasi : Jejaring Sosial Dan Konflik Masyarakat Pedesaan (Kasus di Pulau Saparua, Propinsi Maluku)
Tanggal Sidang Terbuka: 17 Januari 2008


Nesti F. Sianipar
Program Studi : Agronomi
Judul disertasi : Karakteristik Abnormalitas Embrio Somatik Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq)
Tanggal Sidang Terbuka: 17 Januari 2008


Djoni Tarigan
Program Studi : Teknologi Industri Pertanian
Judul disertasi : Strategi Pengembangan Agroindustri Sutera Alam Melalui Pendekatan Klaster
Tanggal Sidang Terbuka: 17 Januari 2008


R. Susanti
Program Studi : Sains Veteriner
Judul Disertasi : Analisis Molekuler Fragmen Gen Penyandi Hemaglutinin Virus Avian Influenza Subtipe H5n1 Dari Unggas Air
Tanggal Sidang Terbuka: 21 Januari 2008

Herman Subagio
Program Studi : Ilmu Penyuluhan Pembangunan
Judul Disertasi : Peran Kapasitas Petani dalam Mewujudkan Keberhasilan Usahatani: Kasus Petani Sayuran dan Padi Di Kabupaten Malang dan Pasuruan Provinsi Jawa Timur
Tanggal Sidang Terbuka: 21 Januari 2008


Shobirin Muchlis
Program Studi : Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Judul Disertasi : Model Reklamasi Lahan Pasca Tambang Batu Bara Terbuka Berbasis Agroforestri (Studi Kasus di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Timur)
Tanggal Sidang Terbuka: 22 Januari 2008


Diffah Hanim
Program studi : Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Judul disertasi : Pengaruh Pemberian Suplemen Selenium Dan Iodium Terhadap Profil Darah, Status Gizi, Skor Iq Anak Dengan Tanda Khas Kretin
Tanggal sidang terbuka: 23 Januari 2008

Dodik Briawan
Program studi : Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Judul disertasi : Efikasi Suplementasi Besi-Multivitamin Terhadap Perbaikan Status Besi Remaja Wanita
Tanggal sidang terbuka: 28 Januari 2008


Sri Handayani
Program studi : Ilmu Penyuluhan Pembangunan
Judul disertasi : Partisipasi Masyarakat Kampung Kota Untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Permukiman (Kasus: Permukiman Kampung Kota di Bandung)
Tanggal Sidang Terbuka: 29 Januari 2008

Helen Hetharie
Program Studi : Agronomi
Judul Disertasi : Abnormalitas Bunga Dan Buah Pada Klon Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Berdasarkan Analisis Morfologi, Biokimia dan DNA Genom
Tanggal Sidang Terbuka: 30 Januari 2008


Firman Noer TA
Program Studi : Teknologi Industri Pertanian
Judul Disertasi : Rekayasa Model Perencanaan Dan Evaluasinya Pada Pengembangan Agroindustri Sapi Potong Di Sumatera Barat
Tanggal Sidang Terbuka: 30 Januari 2008


Yuliana Natan
Program Studi : Ilmu Kelautan
Judul Disertasi : Studi Ekologi Dan Reproduksi Populasi Kerang Lumpur Anodontia edentula Pada Ekosistem Mangrove Teluk Ambon Bagian Dalam
Tanggal Sidang Terbuka: 30 Januari 2008


Ai Nurhayati
Program Studi : Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Judul Disertasi : Pengaruh Konseling Gizi Pada Ibu Keluarga Miskin Terhadap Pemberian Asi Eksklusif
Tanggal Sidang Terbuka: 30 Januari 2008


Laura Siahainenia
Program Studi : Ilmu Kelautan
Judul disertasi : Bioekologi Kepiting Bakau (Scylla Spp.) di Ekosistem Mangrove Kabupaten Subang Jawa Barat
Tanggal Sidang Terbuka: 31 Januari 2008


Saputera
Program studi : Teknologi Industri Pertanian
Judul Disertasi : Karakterisasi Biji Kamandrah (Croton Tiglium L.) dan Pengembangan Teknologi Proses Ekstrak Terstandar Sebagai Bahan Laksatif
Tanggal Sidang Terbuka: 4 Februari 2008


Abdul Farid
Program Studi : Ilmu Penyuluhan Pembangunan
Judul Disertasi : Kemandirian Petani Dalam Pengelolaan Usahatani: Kasus Petani Sayuran Di Kabupaten Bondowoso Dan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur
Tanggal Sidang Terbuka: 5 Februari 2008


Esi Emilia
Program Studi : Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Judul Disertasi : Pengembangan Alat Ukur Pengetahuan, Sikap Dan Praktek Gizi Pada Remaja
Tanggal Sidang Terbuka : 6 Februari 2008

 

#$#cc7871bfa8d688ff42491e573056ef42###1ee99dcb0352df920950d4f17d1a6ea2###ID###2008-02-08 12:35:36###IPB Terima Anugerah Anindyaguna###

IPB merupakan satu dari enam perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang berhasil memperoleh peringkat 500 perguruan tinggi internasional versi Times HIgher Education Supplement (THES). Keenam perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (peringkat ke-360), Institut Teknologi Bandung (peringkat ke-369), Universitas Indonesia (peringkat ke-395), serta Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor (peringkat 404-500). Sementara Universitas Terbuka meraih pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat akreditasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).

Karena prestasi tersebut, pemerintah RI memberikan Sertifikat Anugerah Anindyaguna, kepada tujuh perguruan tinggi dan enam institusi di lingkungan pendidikan tinggi peraih penghargaan mutu internasional. Sementara sertifikat beasiswa unggulan diberikan kepada para peraih medali emas kompetisi tingkat internasional. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, saat berlangsung Rembuk Nasional Pendidikan 2008, Senin (4/2). Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc berkesempatan menerima langsung penghargaan tersebut.

Di sela Rembug Nasional 2008, Dirjen Dikti, Dr. Fasli Jalal mengatakan bahwa untuk mendapatkan peringkat 500 perguruan tinggi terkemuka didunia bukanlah masalah gampang. Sebab jumlah universitas yang mengikuti proses peringkat ini berjumlah 13.500 universitas dari berbagai negara. Terlebih saat ini hampir semua negara berupaya menjadikan universitas yang dimilikinya bertaraf internasional. Apapun upayanya akan dilakukan meski harus keluar biaya yang cukup banyak. "Perolehan peringkat dunia yang dicapai PTN Indonesia, meliputi banyak komponen. Tetapi munculnya karya ilmiah dalam jurnal internasional yang ditulis oleh dosen dari PTN yang bersangkutan menjadi tolok ukur yang cukup bergengsi. Karya ilmiah tersebut menjadi rujukan berbagai ahli dari negara-negara maupun universitas lain, " tandasnya


Prestasi Lain
Sementara institusi di lingkungan pendidikan tinggi peraih penghargaan mutu internasional adalah Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada (sertifikat ISO/IEC 17025:2005), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM (sertifikat Regional Center of Expertice in Education for Sustainable Development dari United Nation University), Institute for Human Virology and Cancer Biology (IHVCB) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (sertifikat dengan klasifikasi Bio Safety III (BS III) dari America Biohazard).

Institusi penerima Sertifikat Anugerah Anindyaguna lainnya adalah SEAMEO-Biotrop atas pengakuan internasional dalam bentuk sertifikat sebagai Regional Center of Expertice in Education for Sustainable Development dari United Nation University), Politeknik Negeri bandung (sertifikat Approved Training Body dari International Institute of Welding), Laboratorium Uji Mutu Produk-produk pangan, Pusat Pengembangan dan Pemberdayan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur (sertifikat ISO/IEC 17025:2005).

Agenda Rembug Nasional
Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2008 sendiri digelar pada 4- 6 Februari 2008, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Depdiknas, Sawangan, Depok. kegiatan tahunan ini membahas pemantapan sembilan terobosan kebijakan di bidang pendidikan.

Sekjen Depdiknas, Prof. Dodi Nandika, selaku Ketua Panitia RNP Tahun 2008, menjelaskan, RNP 2008 membahas tiga materi pokok yakni, evaluasi capaian kinerja pembangunan pendidikan tahun 2005-2007, pemantapan pelaksanaan sembilan terobosan kebijakan pendidikan, dan peningkatan pemahaman terhadap tujuh isu pokok pendidikan. RNP 2008 dengan tema "Pemantapan Pencapaian Target Renstra 2005-2009″ diikuti ribuan peserta, terdiri atas para pengambil kebijakan di bidang pendidikan, dari level pusat hingga kabupaten, termasuk rektor-rektor perguruan tinggi. (nUr)

 

#$#81609b3bb4b39b660c0e81784bfe2355###5b9fe50da238a6f8be8afab9182d0c88###ID###2008-02-13 15:05:06###66 Guru Besar IPB Mendapat Penghargaan Dari Pemerintah###

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan penghargaan  "Anugeraha Sewaka Winayaroha' kepada 66 guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), karena telah berjasa dalam memajukan dan meningkatkan peranan Perguruan Tinggi.

"Penghargaan tersebut diberikan pada staf pengajar IPB dengan kriteria antara lain: jabatan fungsional terakhir di perguruan tinggi adalah guru besar, berusia minimal 70 tahun,  dan bagi yang telah meninggal dunia (5 tahun terakhir) diwakili ahli warisnya," kata Rektor IPB, Dr. Ir Herry Suhardiyanto, MSc dalam acara Rabuan Bersama Seluruh Sivitas Akademika Rabu(13/2) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

Pada tahun 2006, IPB telah mengajukan  sebanyak 64 orang guru besar dan 37 diantaranya menerima  penghargaan oleh Dirjen Dikti. Selanjutnya pada tahun 2007, IPB mengusulkan 59  besar dan 29  mendapat penghargaan. Hadiah bagi guru besar yang mendapat penghargaan telah diberikan di Direktorat Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum IPB.  Salah satu penerima penghargaan tersebut, Prof.Dr.drh. Yuhara Sukra menyerahkan dua buku  karyanya kepada Rektor IPB. Dari penyerahan buku ini  tercermin suasana kebersamaan dan keakraban, dimana para senior menyanyangi para yuniornya serta para yunior menghormati para sesepuh IPB.

Dalam acara pula, atas prestasi dalam pembangunan pertanian dan pengembangan institut,  Rektor IPB mengabadikan nama Prof.Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion, MSc (alm)  dalam bentuk Prasasti Pengabadian nama beliau sebagai nama Gedung Rektorat IPB.


Prof.Dr. Ir. Andi Hakim Nasoetion , MSc adalah tokoh yang telah berjasa besar dalam pengembangan mata kuliah statistik di IPB, memelopori pemberlakuan studi sarjana 4 tahun dengan sistem Sistem Kredit Semester (SKS) yang kemudian diberlakukan oleh pemerintah untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia, memelopori pembentukan Sekolah Pascasarjana, dan memelopori sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian masuk dan selanjutnya dikembangkan oleh pemerintah menjadi Program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).


Pemberian tanda penghargaan prasasti pengabadian nama ini ditetapkan melalui SK Rektor IPB No. 002/I3/LK/2008 tertanggal 24 Januari 2008. Dengan ketetapan ini, maka selanjutnya Gedung Rektorat IPB disebut sebagai Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion. (ris)

Nama-nama guru besar  yang  mendapat penghargaan "Anugeraha Sewaka Winayaroha"

1

Prof.Dr.Ir. Amris Makmur

2

Prof.Dr.Ir. Sjamsoe'oed Sadjad

3

Prof.Dr.Ir. Affendi Anwar, M.Sc.

4

Prof.Dr.Ir. Soekirman, MPS-ID

5

Prof.Dr.Ir. Soemartono Sosromarsono

6

Prof.Dr.Ir. Rusmilah Suseno

7

Prof.Dr.Ir. Sediono M.P. Tjondronegoro

8

Prof.Dr.Ir. Sayogyo

9

Prof.Dr.drh. Hj. Sri Hartini Sjapri Sikar

10

Prof.Dr.drh. Juhara Sukra

11

Prof.Dr. SunarjO Sastrohadinoto

12

Prof.Dr.drh. Singgih Harsojo Sigit

13

Prof.Dr.Ir. R. Margono Slamet, M.Sc.

14

Prof.Dr. Penni Suprapti Hardjosworo, M.Sc.

15

Prof.Dr. Harimurti Martojo, M.Sc.

16

Prof.Dr. Adi Sudono, M.Sc.

17

Prof.Dr. DTH. Sihombing, M.Sc.

18

Prof.Dr. Imam K. Abdulgani

19

Prof.Dr. Asikin Natasasmita, M.Sc.

20

Prof.Dr.Ir. Soetrisno Hadi, M.Sc.F

21

Prof.Dr.Ir. Rudolf C. Tarumingkeng, M.F.

22

Prof.Dr.Ir. Moehammad Surjono Suryokusumo, M.Sc.F.

23

Prof.Dr. Nawangsari Sugiri

24

Prof.Dr.Ir. H. Edi Guhardja, M.Sc.

25

Prof.Dr. H. Aisjah Girindra

26

Prof.Dr.Ir. Kuntjoro

27

Prof.Dr.Ir. Oetit Koswara

28

Prof.Dr.Ir. E. Roekasah Adiratma

29

Prof.Dr.Ir. H. Darwis Suharman Gani, MA

30

Prof.Dr.Ir. Achmad Surkati Abidin

31

Prof.Dr.Ir. Ahmad Muhamad Satari

32

Prof.Dr.Ir. H. Sitanala Arsjad, M.Sc.

33

Prof.Dr.Ir. Sri Utami Kuntjoro

34

Prof.Dr.Ir. Sarsidi Sastrosumardjo

35

Prof.Dr.Ir. Gustaf Adolf Watimena

36

Prof.drh.M.C.M. Reviany Widjaja Kusumah, M.Sc., Ph.D.

37

Prof.Dr.Ir. Sarwono Hardjowigweno, M.Sc.

38

Prof.Dr.Ir. Justika Syarifuddin Baharsjah, M.Sc.

39

Prof. Syarifuddin Baharsyah

40

Prof.Dr. Aminuddin Parakkasi

41

Prof.Dr. Jokowoerjo K. Sastradipraja

42

Prof.Dr.Ir. Go Ban Hong

43

Prof.Dr.Ir. Rudolf Solindungan Sinaga

Nama Guru Besar penerima penghargaan yang telah meninggal dunia :

1

Prof.Dr.Ir. Pujiwati Sayogyo

2

Prof.Dr.Ir. Otto AS. Broto Sunaryo

3

Prof.Dr.drh. TB Achyani Atmakusuma

4

Prof.Dr.drh. Kusmat Tanudimadja

5

Prof.Dr.drh. H. Soewondo Djojosubagio

6

Prof.Dr.drh. Tonny Ungerer

7

Prof.Dr.drh. Mozes R. Tolihere

8

Prof.Dr. H. Moch. Ichsan Effendie, M.Sc.

9

Prof.Dr.Ir. Toha Sutardi

10

Prof.Dr. DJ. Samosir

11

Prof.Dr.Ir. Rubini Atmawidjaya, M.Sc.

12

Prof.Dr. Juju Wahju

13

Prof.Dr.Ir. Andi Hakim Nasution

14

Prof.Dr. H. Supan Kusumamihardja, M.Sc.

15

Prof.Dr.Ir. F. Gunarwan Suratmo, MF

16

Prof.Dr. Lily Amalia Sofyan, M.Sc.

17

Prof.Dr. Emir Alkissah Siregar, S.K.M.

18

Prof.Dr.Ir. Nana Sudjana Sibarani, M.Sc.

19

Prof.Dr.Ir. Goeswono Soepardi

20

Prof.Dr.Ir. Sugeng Sudiatso, MS

21

Prof.Dr.Ir. H. Muhammad Eidman, M.Sc.

22

Prof. Siti Sutarmi Tjitrosoma

23

Prof.Dr. Djoko Soedarmo Moeljohardjo, M.Sc.

#$#42aa901e438b3fea2b1bcee59bcfdb88###c602787b867288453e176e58e3a1e917###ID###2008-02-13 16:38:39###Turut Berduka Cita atas Meninggalnya: Prof. Dr. Ir. Abdul Bari###

IPB turut berduka cita atas meninggalnya: Prof.Dr. Ir. Abdul Bari (mantan staf pengajar di Fakultas Pertanian IPB/ayahanda Ir. Lusi Fausia, M.Ec pada Rabu, 13 Februari 2008 di Singapura.

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Komplek Perumahan Dosen IPB Jl. Palem Kampus IPB Darmaga.

Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amiin

#$#31eec15480de156c3b31ee7fe4c94f70###2f03b67b88a8c729dde27a2b8491c71c###ID###2008-02-14 13:35:00###Rabuan Bersama Warga IPB###

dsc_0065_400Mendung dan gerimis rintik-rintik  tak menyurutkan langkah karyawan, staf pengajar dan perwakilan elemen mahasiswa menghadiri acara Rabuan Bersama Warga Institut Pertanian Bogor (IPB) Rabu (13/2) di Gedung Graha Widya Wisuda  Kampus IPB Darmaga.  Sebuah hajatan akbar rutin warga IPB setiap awal tahun.

 

Rabuan Bersama diawali sambutan Ketua Panitia, drh. Agus Lelana, SP.Mp, M.Si yang berisi tentang pentingnya terselenggaranya kegiatan ini. "Dalam Rabuan Bersama ini  pimpinan IPB akan menyampaikan desiminasi kebijakan, sekaligus ajang silaturahmi, dan menampung masukan berharga dari sivitas akademika. Oleh karena itu, hadirin diharapkan mengisi borang masukan kinerja dan kebijakan pimpinan serta intitusi IPB di masa yang akan datang," kata Agus.

Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan usulan ringkas Rembug Nasional dengan Menteri Pendidikan  Nasional dan  Presiden RI. " Saya mengusulkan dua hal. Pertama, perlunya RUU BHP yang sekarang sedang dibahas di DPR dapat menjadi landasan hukum  memadai bagi perguruan tinggi. Kedua, perlunya pemerintah melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja nasional S1, pascasarjana dan diploma untuk 5, 10 dan 20 tahun yang akan datang, sehingga memudahkan perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum ," jelas Rektor IPB. Usulan kedua ditanggapi langsung ditanggapi dengan pembentukan mental  unit of national economic. 

 

Terkait cita-cita IPB menjadi World Class University, Rektor IPB mengatakan cita-cita ini jangan sampai melalaikan kita dalam berkontribusi memecahkan problematika bangsa. "Besarnya masalah pertanian membutuhkan peran IPB. Oleh karena itu kita perlu merancang program-program strategis." Program-program  tersebut antara lain: 1) Memperkuat sistem pendidikan dan pembinaan dengan fokus menghasilkan lulusan yang kompeten serta kompetitif, 2) Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian terintegrasi sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan, paket teknologi temuan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat, 3) Meningkatkan kesejahteraan dosen dan pegawai serta bantuan biaya bagi mahasiswa, 4) Meningkatkan kapasitas sumberdaya untuk  membangun ketangguhan institut, 5) Memperkuat sistem manajemen untuk memperkuat sistem  institut dalam rangka mencapai kesehatan organisasi.

Dalam pidatonya, Rektor  juga  mengukuhkan tujuh nilai budaya korporat IPB yaitu keunggulan akademik, spiritualisme, gigih, senang bekerjasama, peduli, tanggung jawab, dan komitmen. " Semoga nilai budaya korporat ini bisa dihayati oleh seluruh sivitas akademika dalam kehidupan sehari-hari." Dalam sosialisasi dan  implementasinya,  nilai budaya korporat IPB diampu oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan  Direktorat Sumber Daya Manusia dan Administrasi. Setelah melalui serangkaian penilaian terpilihlah lima institusi pemenang penerapan nilai budaya korporat  yaitu:  Perpustakaan LSI, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM), Kantor Promosi Hubungan Masyarakat dan Alumni (Prohumasi) serta University Farm.

Disamping itu,  dilakukan  peluncuran maskot budaya korporat, Super Bee. Super Bee merupakan simbolisasi karakter lebah dalam bentuk karikatur hasil karya Andi Sasmita, mahasiswa program sarjana Ilmu komputer Angkatan 42.  Andi  berhak mengantongi hadiah uang sebesar Rp. 8.000.000,00 sebagai pemenang utama lomba merancang maskot budaya korporat.  Keempat pemenang lomba makot lain masing-masing:  Eko Aspriyono dkk, Alumni IPB (harapan kedua) dan Marjono, SE, Kepala Tata Usaha Administrasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (harapan ketiga) berhak atas hadiah Rp. 2.500.000,00. Sedangkan pemenang harapan keempat dan kelima memperoleh uang tunai Rp. 1.500.000,00 yaitu Iyan Sopian, alumni Manajemen Agrbisnis dan Muhammad Badri, mahasiswa Program Pasca Sarjana Komunikasi Pembangunan Pertanian. IPB.

Pada acara Rabuan Bersama tersebut, Panitia KS-Beriman IPB mengumumkan lima kelompok pemenang sertifikasi kebersihan.  Kelima kelompok peraih sertifikasi kebersihan tersebut antara lain : kelompok Dekanat (Fakultas Kedokteran Hewan/FKH dan Fakultas Ekologi Manusia), kelompok Departemen (Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat, FKH dan Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian), kelompok lembaga atau pusat (Pusat Studi Pembangunan Pertanian Pedesaan dan Pusat Studi hewan Primata), kelompok direktorat atau kantor (Direktorat Tingkat Persiapan Bersama dan Kantor Hak Kekayaan Intelektual), dan kelompok Unit Fasilitas Penunjang (Unit Olahraga dan Seni dan Rumah Sakit Hewan). Rabuan bersama kemudian ditutup dengan penampilan drama musik bertema ‘Do small thing for save the world" persembahan  Unit Kegiatan Mahasiswa Max dan Masyarakat Rumput serta doa oleh Drs. Syamsudin. (mrn/ris)

           

#$#85eb2659ac8605f4f07fb1886f9537ea###3cd78bd9173d31e0d9265ad5a04b6d6e###ID###2008-02-14 15:13:15###IPB Sosialisasikan Tungku Sekam di Dramaga###

Institut Pertanian Bogor (IPB) mensosialisasikan sebuah tungku yang berbahan bakar sekam sebagai energi alternatif, Kamis (14/2) di Kantor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Sosialisasi ini dilakukan dalam sebuah acara yang bertema "Sosialisasi Penggunaan Tungku Sekam Sebagai Energi Alternatif" dan digelar berkat kerjasama Departemen Fisika FMIPA IPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Tungku sekam yang dirancang oleh Ketua Departemen Fisika, FMIPA IPB, Dr.Irzaman, M.Si., dan kawan-kawannya ini, dari segi fisik terlihat hampir mirip dengan kompor minyak tanah lainnya, namun terlihat agak besar. Tidak ada lubang di sisi kiri maupun kanannya, hanya sebuah lubang untuk menyuplai oksigen pada bagian bawah (tungku).

Di dalam kompor, ada sebuah plat seng yang berbentuk kerucut yang diletakan terbalik dan bagian kerucutnya berlubang. Di tengah - tengah kerucut, ada semacam kendi yang bagian atas dan bawahnya berlubang. Di dalam kendi, di pasang semacam pipa dari seng yang sisi-sisinya diberi lubang kecil - kecil seukuran diameter paku besar.

Cara kerja tungku ini, yaitu dengan memasukan sekam dari atas ke pada kerucut terbalik tersebut, dan api dimasukan pada lubang tungku dari bawah. Kemudian tinggal mengatur oksigen dari lubang tungku itu.

"Dibandingkan dengan bahan bakar minyak tanah atau elpiji, kompor berbahan bakar sekam ini biayanya jauh lebih murah. Hanya dengan uang sebesar 30 ribu - 40 ribu, kompor ini bisa diproduksi. Uniknya, denga berbahan sekam, kompor ini menghasilkan abu gosok atau arang untuk pupuk bunga, berarti bersifat multi guna," ujarnya kepada wartawan.

Lebih dalam beliau menjelaskan, memasak menggunakan bahan bakar sekam lebih hemat dibandingkan menggunakan minyak tanah. Dengan satu karung sekam dengan bobot 20 kg gram seharga 2 ribu rupiah bisa untuk empat - lima kali masak.

Sementara, dengan menggunakan minyak tanah 1 liter dengan minimal harga 3 ribu limaratus rupiah hanya bisa memasak 2 kali saja. Sebagaimana dijelaskan oleh Ahmad Bastari warga asal Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

"Menggunakan kompor ini bisa memasak 4-5 kali masak, jauh lebih hemat ketimbang menggunakan minyak tanah. Selain dengan sekam kita juga bisa mencampurnya dengan serbuk gergaji," ujarnya.

Hadir pada acara tersebut, Camat Dramaga, Drs. Deni Ardiana, Dekan FMIPA, Dr. Hasyim, DEA, Ketua Departemen Fisika, FMIPA IPB, Dr.Irzaman, M.Si., Kepala Desa dari Neglasari, Dramaga,dan Cikarawang.

Dalam sambutannya, Camat Dramaga mengatakan, banyak persoalan yang harus dikerjakan secara bersama-sama, dan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Contohnya mengenai langkanya bahan bakar minyak tanah ini.

‘Kita seharusnya bisa saling berpangku tangan dalam memecahkan permasalahan yang sedang dialami bangsa Indonesia. Misalnya antara pemerintah, akademisi, swasta dan stakeholder lain," ujarnya.

Sementara itu Dekan FMIPA, Dr. Hasyim dalam sambutannya, terfokus pada keprihatinannya terhadap langkannya energi, padahal Negara Indonesia ini terletak di garis khatulistiwa yang sinar matahari bersinat tiap tahunnya.

"Sosialisasi Tungku Sekam ini merupakan kepedulian IPB dalam membantu pemerintah terhadap krisis energi yang sedang dialami bangsa Indonesia ini." katanya. (man)

#$#91165919e6f02d680a2abbdf3e248549###da7fbcb23c99cf256273ccba496491bf###ID###2008-02-15 14:23:53###Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii###

Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian  Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih,  mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel)  dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. " Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal," kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.

Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam  22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat  E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel).  Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada  kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.

Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya  pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. "Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.

 Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit.  Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.

Estu secara pribadi telah menlihat langsung  fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar  di Indonesia. "Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut," ujar Estu.  (ris)

#$#c9b372883187bb598cb87d9d9cabb388###7a83c3cfdc72a94ad8b35a9d7dbb78ab###ID###2008-02-18 15:29:15###Prince of Songkla University Thailand Jajaki Kerjasama dengan IPB###

 Sembilan delegasi dari Prince of Songkla University Thailand berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Yonny Koesmaryono dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Anas Miftah Fauzi, Senin (18/2) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus Darmaga.  Kesembilan  delegasi tersebut terdiri dari:    Prof. Chatchai Ratanachai (Vice President for Outreach and International Affairs), Prof. Phaisan Wuttijumnong (Dekan Fakultas Agroindustri,  Prince of Songkla University Thailand/PSU), Prof.Krerkchai Thongnoo (Dekan Pascasarjana PSU), Prof.Paktra  Kooburat (Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi), Prof.Chutima Tantikitti (Associate Dean for Academic and Graduate Studies, Faculty of Natural Resaources), Prof. Charun Bunyakan (Associate Dean for Research and Graduate Studies, Fakultas of Engineering, Dr.Vorasan Sobhon (Vice Dean for International Affairs, Faculty of Agro-industry), Salma Kosumphant (Acting Head of International Affair Office) dan Peewara Noo-urai (International  Affair Officer). Acara ini diawali dengan presentasi singkat  profil IPB oleh Dr. Anas Miftah Fauzi.

" Ada banyak kesamaaan sumber daya alam khususnya pertanian  antara Indonesia dan Thailand, diharapkan pertemuan awal ini bisa mengekplorasi keunggulan masing-masing," kata Prof. Chatchai Ratanachai mewakili rombongan. Chatchai mengatakan tujuan kedatangan timnya ke IPB adalah dalam rangka menjajaki kerjasama di bidang Pertanian, agroindutri, dan industri pangan halal. Usai diskusi, rombongan berkunjung ke  South East Asia Food Agricultural Science And Tecnology (SEAFAST) di Fakultas Teknologi Pertanian IPB. (ris)

 

#$#a7a2d2e197bcfa15fcda58d694368920###c775ba3f8c3b4f2079459d4a73041388###ID###2008-02-20 14:50:17###IPB Wisuda 1375 Lulusannya###

dsc_0103_400Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto mewisuda 1375 lulusannya yang terdiri dari : 66 doktor, 140  magister sains, 36 magister manajemen, 26  magister professional, 2 magister information technologi, 1080 sarjana dan 25 ahli madya dalam Upacara Wisuda Tahap II tahun akademik 2007/2008  Rabu (20/2) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.  Dalam pidatonya, Rektor IPB  menghimbau para wisudawan untuk  bekerja keras secara professional, disiplin tinggi, dan memegang teguh kejujuran.  " Tunjukkan bahwa saudara lulusan IPB  yang dapat dibanggakan karena memiliki integritas tinggi, berperan optimal dalam pembangunan bangsa serta negara," kata Rektor IPB.

Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi daerah masih rendah, dimaklumi  masih banyak lulusan IPB terkonsentrasi di daerah perkotaan, terutama di wilayah Jabotabek atau Pulau Jawa.  Oleh karenanya untuk  pemerataan  distribusi  lulusan dan meningkatkan kualitasnya, IPB telah membuka  program Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Saat ini program BUD telah berkembang, tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, akan tetapi juga berasal dari lembaga pemerintah dan non pemerintah. "Sebagai contoh  mulai tahun 2005 yang lalu, IPB bersama Departemen Agama Republik Indonesia bekerjasama dalam pengembangan sumberdaya manusia pesantren di seluruh Indonesia," ujar Rektor IPB.  Sampai batch kedua telah ada 50 mahasiswa IPB asal pesantren dan akan menjadi 100 mahasiswa  setelah batch ke tiga tahun akademik 2007/2008 ini.  Selanjutnya, IPB bekerjasama dengan sekitar 50 bupati dan 3 gubernur dari kawasan Indonesia Timur untuk pengembangan sumberdaya manusia melalui program BUD.

Ketua Himpunan Alumni IPB, Mawardi Simatupang  mengatakan saatnya sekaranglah para wisudawan mengaplikasikan ilmunya untuk membangun pertanian Indonesia. "Saat ini kondisi pertanian sedang mengalami berbagai masalah, kondisi alam kurang bersahabat, turunnya produktivitas, kondisi pasar yang kurang mendukung dan kurangnya kebijakan dari pemerintah," imbuh Mawardi. Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi perhatian IPB sebagai center of excellent pertanian. Sebagai catatan hingga detik ini, IPB telah meluluskan lebih dari 81 ribu wisudawan.

Pada kesempatan tersebut terpilih lulusan terbaik program doktor,  magister, sarjana dan diploma antara lain:  Tri Handayani (Fakultas Pertanian), Triono Basuki (Fakultas Kedokteran Hewan), Merry Apriyanti (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan),  Eka Ana Lusiana (Fakultas Peternakan), Tri Sayektiningsih (Fakultas Kehutanan),   Desmawarni( Fakultas Teknologi Pertanian), Andy Darmawan (Fakultas  Matematika dan IPA), Ria Rumata Lubis (Fakultas Ekonomi dan Manajemen), R. Susanti (Doktor), Ririn Irnawati (Magister Sains), Suci Handayani (Magister Manajemen), dan Lisyanti (Magister Profesional).  Ada yang istimewa dalam upacara wisuda kali ini, Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB, Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, MSc juga diwisuda bersama lulusan bergelar doctor lainnya.  (ris)

#$#6c107f41ac2a8a76a2b7d1e30cb9a122###00e3670657e34e8634c95a24dac65c90###ID###2008-02-21 15:31:25###Peran Karang Taruna dalam Revitalisasi Pertanian###

 

 

Sudah saatnya mendayagunakan potensi karang taruna di seluruh Indonesia dengan mendekatkan dengan kalangan cendekia agar potensi terapresiasi optimal. "Kaum muda memiliki fenomena-fenomena karakter positif  yang bisa dialirkan dalam gerakan sosial, dan menjadi mata rantai siklus  yang tetap dalam perubahan masyarakat," kata Ketua Umum, Dr.Dody Susanto, S.H, M.Si dalam sambutannya pada Acara Temu Nasional Pertanian  Karang Taruna Kamis (21/2) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga.

 

IPB memilili peran penting dalam memberi warna dan perubahan orientasi pertanian nasional. Tugas IPB menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian pada kawula muda, apalagi pekerjaan petani sebenarnya pekerjaan mulia.  Karang Taruna bersama IPB dan pemerintah daerah bahu membahu memperbaiki pertanian nasional, " Dengan keterbatasan yang kita sekarang ini, hendaknya  tidak menyurutkan  sumbasih kita pada pertanian," ujar Dody.  Oleh karena itu, Dody menyeru pada kawula muda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk menjadikan  Temu Nasional Pertanian ini sebagai moment penting dalam membentuk gerakan revitalisasi pertanian nasional.

 

Rektor IPB, Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc menjelaskan  presentasi peran pemuda dalam pembangunan pertanian. "Karang Taruna bisa menyatukan potensi-potensi pertanian  yang terserak di Indonesia dan membantu memecahkan masalah pertanian nasional."  Ketergantungan produk pertanian impor,  pengangguran dan mewujudkan kemandirian pangan adalah tugas bersama komponen bangsa terutama pemudanya. Salah satu peran pemuda adalah menguasai teknologi di bidang pertanian yang diantaranya telah diteliti IPB kemudian menyebarkan  ke masyarakat.

 

 Usai sambutan, dilanjutkan sharing potensi daerah dengan menghadirkan Bupati Mandailing,  H.Amru Daulai, Walikota Pariaman, Ir.H.Mahyudin M, Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Syafrial, M.Si, Bupati Lampung Barat, Drs.H.Muklis Basri dan Bapenda Kalimantan Tengah, Ir. Syahrin Daulai. Acara sharing ini dimoderatori Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Ir.H. Anas Miftah Fauzi. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan Memorendum of Understanding (MoU) antara IPB dan Karang Taruna tentang  Pendayagunaan Sumberdaya Manusia Pertanian.  (ris)A

#$#42c10ea040f54c1e38801557fa45145f###080814c875a2dee7386bca82f5eacc5f###ID###2008-02-22 12:50:06###Departemen Proteksi Tanaman IPB dan Universitas Viena Gelar Training Bersama###

Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan Department of Population Ecology, Faculty of Life Science, University of Vienna, Austria menggelar "Training on Tropical Ecology and Rapid Biodiversity Assessment" yang dilangsungkan tanggal 25 Januari -13 Februari 2008. Departemen Proteksi Tanaman IPB sudah keempat kalinya mengadakan kegiatan kuliah lapang (field course) bekerja sama dengan University of Vienna, Austria. "Tujuan khusus kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia dan Austria mendapatkan pelatihan tentang fauna yang ada di Jawa Barat yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang merupakan representasi dari fauna yang ada di ekositem tropis, " ungkap Sekretaris Departemen. Proteksi Tanaman Faperta, IPB Dr. Swastiko Priyambodo dalam rilisnya pada Pariwara.

Training yang dibuka Kepala Kantor Hubungan Internasional IPB, Dr. Ir. Ma'mun Sarma ini diikuti 23 peserta yang terdiri dari: 11 mahasiswa IPB dan 12 mahasiswa University of Vienna. Peserta IPB berasal dari tiga departemen antara lain: Departemen Proteksi Tanaman (6), Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (4), dan Departemen Biologi (1). Peserta pelatihan juga dilatih menggunakan penduga keanekaragaman secara cepat melalui beberapa taksa (kupu-kupu, capung, dan burung.

Menurut Swastiko, kegiatan dalam training tersebut meliputi berbagai aktivitas. Pertama, kuliah ekologis tropis di awal kegiatan dan analisis keragaman hayati dengan penduga statistik berdasarkan hasil survei lapangan yang disampaikan oleh Dr. Christian Schulze. Kedua, survei lapangan dengan bekal pengetahuan yang telah disampaikan saat kuliah di kelas. Peserta belajar melakukan survei dengan metode yang telah ditentukan berdasarkan tiga taksa, yaitu: Kupu-kupu, capung, dan burung. "Selanjutnya pengolahan data dan presentasi," imbuh Swastiko.

Pelatihan seperti ini sangat berguna bagi setiap peserta dan juga penyelenggara -Departemen Proteksi Tanaman- karena proses belajar yang terjadi, tidak hanya mengenai ekologi tropis dan penghitungan keragaman hayati. Namun juga proses belajar di antara mahasiswa dan dosen dengan latar belakang budaya berbeda sehingga memperkaya hal-hal yang bisa dipelajari. Pelatihan seperti ini akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. (*/ris)

#$#d82f931459dbc86751999c70c6b73340###88aedc21c61f4a03f08bba44da4af452###ID###2008-02-22 14:59:43###Masyarakat Acapkali Menjadi Korban Pembangunan###

Pascasarjana IPB Adakan Diskusi Nasional Penyuluhan

Pembangunan tanpa partisipasi masyarakat acap kali hanya ditujukan tercapainya target-target yang ditetapkan. Akibatnya, hasil-hasil pembagunan tidak menjawab kebutuhan masyarakat, justru menempatkan masyarakat sebagai korban pembangunan. "Pembangunan demikian tidak menumbuhkan rasa memiliki dan tidak merangsang rasa tanggung jawab untuk menjaganya," kata Koordinator Program Mayor Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir.Siti Amanah, M.Sc di Kampus IPB Darmaga. Ironis, pembangunan malah menghabiskan energi sosial, mengorbankan waktu, sumber daya sia-sia yang pada gilirannya mendatangkan bencana.

Seiring dengan bergulirnya reformasi dan ditetapkannya kebijakan Otonomi Daerah, menuntut semakin pentingnya partisipasi masyarakat. "Disinilah peran strategis penyuluhan pembangunan -penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan, sosial, kesehatan, agama, koperasi, hukum, perpajakan, keluarga berencana, industri kecil- amat menentukan."

Menurut Siti, pengalaman mengajarkan praktik penyuluhan bertujuan mewujudkan kualitas hidup lebih baik. Di era tahun 1960-1970-an kegiatan penyuluhan sangat diwarnai dengan transfer teknologi ke masyarakat. Sayangnya, penyuluhan hanya difungsikan sebagai alat mencapai tujuan pihak tertentu. Untuk mengembalikan peran dan fungsi penyuluh yang semestinya, perlu dilakukan pengembangan mutu sumberdaya manusia berkelanjutan yang memiliki komptensi memadai dan professional. Oleh karenanya, diperlukan sharing antar akademisi, birokrat, praktisi, pegiat penyuluhan guna mewujudkan system pelayanan penyuluhan yang berkualitas.

" Berdasarkan tujuan tersebut, maka Program Mayor Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan IPB bekerjasama dengan Sydex Plus berencana mengadakan Sarasehan dalam bentuk Diskusi Panel Nasional dan Apresiasi 70 Tahun Pengabdian Prof.Dr.H.Pang S. Asngari, bertajuk ‘ Pemberdayaan Manusia Pembangunan yang Bermartabat : ‘Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dan Urgensi Kelembagaan Sertifikasi'," ujar Siti . Diskusi ini akan digelar pada Sabtu (23/2) di IPB International Convention Center, Kampus IPB Baranang Siang. (*/ris)

#$#24b705f334948df87b28fa89d6956e60###f63af59c8b692100b271d4047d603f7a###ID###2008-02-27 11:39:08###P2SDM IPB Gelar Pelatihan Kader Posdaya###

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) LPPM IPB menggelar "Pelatihan Pembekalan Kader Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA)" Selasa (26/2) di Departemen Ilmu Komputer FMIPA, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

Pelatihan bertajuk "Program Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat melalui pola kemitran" ini, digelar atas kerjasama P2SDM IPB dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri).

Hadir pada kegiatan itu, Kepala P2SDM IPB, Dr.Ilah Sailah, MS., mewakili Ketua Yayasan Damandiri, Pudjo Rahardjo, serta salah satu staf Yayasan Damandiri, Rohadi.

Hadir juga pengurus posdaya yang sudah terbilang sukses, pengurus Posdaya Bantul, Yogyakarta, Arimurti, Trainer Motivasi Nasional, Ir.Jamil Azzaini, MM., dan Plan of Action Posdaya, Ir.M.Yannefri Bakhtiar, M.Si.

Bukan itu saja, hadir juga kader - kader Posdaya dari Kabupaten dan Kota Bogor, serta wilayah Cianjur, dan Sukabumi. Mereka terdiri dari unsur pegawai pemerintahan, pengurus mesjid, siswa SMU, dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Ilah Sailah mengatakan, pelatihan pembekalan kader Posdaya ini, sengaja dilakukan dalam rangka memberikan pencerahan dan penyegaran kembali untuk kader-kader yang sudah ada.

"Pengurus dan kader-kader Posdaya ini akan dilatih dalam rangka menyatukan persepsi serta memberikan pencerahan," katanya.

Menurut Dr.Ilah, Posdaya adalah suatu wadah partisipasi masyarakat dalam pengentasan kemiskinan melalui pemantapan fungsi keluarga dan pencapaian target The eight Millennium Development Goals (MDGs).

"Posdaya adalah forum komunikasi,silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Apabila memungkinkan posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausaha, dan pengembangan lingkungan yang memudahkan keluarga berkembang secara mandiri," katanya menjelaskan.

Lebih jauh beliau mengatakan, upaya pemberdayaan yang ditawarkan dalam Posdaya diarahkan untuk mendukung penyegaran fungsi keluarga, yaitu keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi dan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan. (man/ccp)

 

 

#$#99c1390556fd626628f1d6cef9c2b869###799c423c8a4784566edf10e9d58e023f###ID###2008-02-27 17:05:53###"Rhine-Danubian Cruise," Untuk Sebuah Perjalanan Agria Swara###

Agria Swara kembali berekspresi dalam sebuah karya konser paduan suara yang bertajuk "Rhine-Danubian Cruis," Performing Wonderful Choral Works from Hungary, Germany, and France, Jum'at (22/2) di Gedung GoetheHaus, Jakarta.

Hadir pada konser itu , Pembina Agria Swara IPB, drh.R.P. Agus Lelana, SpMP.M.Si., pejabat dari Duta Besar Hungaria serta pejabat - pejabat teras IPB.

"Rhine-Danubian Cruis," adalah sebuah penggambaran dari perjalanan Agria Swara dalam menggapai kemajuan yang tiada henti dari waktu ke waktu.

"Perjalanan yang telah kami lalui di daratan Eropa demi mengukir prestasi gemilang, kami tampilkan dalam keindahan harmoni suara. Segala tenaga, daya, usaha, waktu dan pikiran, kami curahkan demi kesuksesan konser ini," begitu dipaparkan ketua panitia kegiatan ini, Melvin Manuel, saat diwawancara.

Sekitar 240 tiket habis terjual, dimana jumlah bangku yang disediakan oleh panitia hampir terisi penuh oleh penonton. Suasana hidmat dan kagum mengisi setiap lagu-lagu yang dibawakan oleh paduan suara IPB itu.

Mereka membawakan 18 lagu berbahasa Eropa, Jepang dan Korea. Sekitar satu jam penuh mereka membawakan lagu yang dibagi ke dalam dua sesi itu.

Penampilan mengaggumkan dari Agria Swara ini tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Mereka sudah jauh - jauh hari mempersiapkannya, 7 bulan lamannya mereka bergulat dengan nada - nada dibawah arahan Music Director, Arvin Zeinullah.

"Konser tunggal yang ke 9 di dalam negeri ini, telah kami pesiapkan jauh-kauh hari, yaitu 7 bulan yang lalu," katanya.

Bukan itu saja, kesuksesan konser ini juga didukung oleh dua Pianist, Budi Cahyono Purnomo dan Deasy Natalia Margaretha. Dan juga kelompok paduan suara Agria Swara IPB, dengan suara sopran: Gladys, Maria, Aghie, Windry, Melisda, Rina, Anggie, Greth, Wiwid, Fury, Putri, Imas, Hilaria, Yayoy, Dessy, Ika, Githa, dan Hestie.

Suara Alto: Ayu, Nancy, Esti, Vita, Wiw, Pipink, Julia, Adit, Pipiet, Merry, Puti, Meiiy, Ajeng, Titin dan Paulina. Suara Tenor: Hendra, Melvin, Ignasius, Hafiz, Helmy, Putra, Irwan, Mathias, Bram, Delly, Ariph. Suara Bass, Fajri, Bhas, Steph, Maxy, Dhiemas, Dian, Im-Im, Amay, Asep, dan Bambang. (man)

 

#$#7599c47ff97ae52097d941755f8e68d7###40f0047d82f49aa2cb45cf77187cf272###ID###2008-02-28 15:41:48###IPB Jalin Kerjasama dengan Unila dan Unkhair###Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerjasama bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat dengan dua perguruan tinggi sekaligus yakni Universitas Lampung( Unila) dan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Selasa (26/2) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. Naskah kesepahaman memorandum of understanding (MoU) ditandatangani oleh masing-masing kedua belah pihak baik. Naskah kesepahaman antara IPB dengan Universitas Khairun Ternate ditandatangani Rektor IPB, Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc dan Rektor Universitas Khairun, Drs.H.Rivai Umar, M.Si. Naskah kesepahaman antara IPB dengan Universitas Lampung ditandatangi Rektor IPB dan Rektor Universitas Lampung, Prof.Dr.Ir.Sugeng P.Harianto, M.Si.

Rektor IPB mengatakan kerjasama yang baik ini tidak hanya sangat berguna bagi kemajuan masing-masing perguruan tinggi namun juga pengembangan pertanian. Dalam pertemuan tersebut, Rektor IPB menyatakan sebagai intitusi pendidikan tinggi kita senantiasa dituntut untuk mengutarakan gagasan-gagasan baru dalam menyelesaikan persoalan pertanian. "Semoga kerjasama ini mampu memberikan pemecahan persoalan pertanian daerah setempat," kata Rektor IPB.

"Kerjasama ini merupakan tindak lanjut kerjasama dengan Pemerintah Daerah Lampung Barat dan Pemerintah Daerah Halmahera Utara terkait pendidikan pascasarjana dan pengelolaan sumberdaya alam disana," ujar Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof.Dr. Ir. Khairul Anwar Notodiputro, MS. Otonomi daerah menuntut putra-putra daerah mandiri mengelola potensi sumber daya alamnya. Mereka diharapkan membuat kebijakan pengelolaan sumberdaya alamnya yang bijaksana sesuai dengan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di daerah, Pemerintah Daerah Lampung Barat mengirimkan 40 stafnya dan Pemerintah Daerah Halmahera Utara mengirimkan 20 stafnya untuk melanjutkan studi di IPB. "Khusus untuk mahasiswa tersebut, dibutuhkan pendekatan teoritis dan aplikatif dilapangan sehingga dalam prakteknya nanti, IPB bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri yang dekat dengan tempat mereka mengabdi yakni Unila dan Unkhair," jelas Khairul.

Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr.Ir. Sugeng P.Harianto, M.Sc menyatakan rasa sukacitanya bisa bekerjasama IPB dalam pengelolaan program pascasarjana. " Saya serasa pulang kandang. Kerjasama yang kita bina ini semoga bisa ditindaklanjuti lebih jauh tidak sebatas surat kesepahaman. Kita bisa bekerjasama di bidang komoditi kopi, lada, gula dan komiditi-komoditi pertanian lainnya,"

Hal senada juga diungkapkan Rektor Khairun, Drs.H.Rivai Umar, M.Si. Rivai berharap institusinya bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya melalui bimbingan pascasarjana dari IPB. "Kami juga berharap dari kerjasama ini potensi perikanan tangkap di daerah kami bisa dikelola lebih bai. Kiranya perlu dikembangkan jiwa entrepreneurship di institusi kami." (ris) #$#a071c9e6a62a6dfc3a57be5f78390623###a6df24b17de4bfdb2a8d3a82013b2f8d###ID###2008-02-29 14:03:08###70 Tahun Pengabdian Prof. Dr.H.Pang S. Asngari###Dalam rangka mengapresiasi 70 Tahun Pengabdian Prof.Dr.H.Pang S. Asngari, Program Mayor Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan IPB bekerjasama dengan Asidy Development Extension Study (Sydex Plus) pada (23/2) menggelar Sarasehan dalam bentuk Diskusi Panel Nasional bertajuk "Pemberdayaan Manusia Pembangunan yang Bermartabat: Paradigma Baru Penyuluhan Pembangunan dan Urgensi Kelembagaan Sertifikasi." Bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Kampus IPB Baranang Siang. Diskusi panel menghadirkan narasumber: Prof. Dr. HR Margono Slamet, Dr. Ir. Siti Amanah, Dr. Ir. Amri Jahi, serta pembicara dari Deptan, Dephut, DKP, Badan Akreditasi Nasional.

Koordinator Program Mayor Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan (PPN) IPB, Dr.Ir.Siti Amanah mengatakan strategisnya peran penyuluhan dalam berbagai proses pembangunan baik di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, sosial, kesehatan, agama, koperasi, hukum, perpajakan, keluarga berencana, maupun industri kecil. Sarasehan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman publik termasuk mahasiswa akan pentingnya penyuluhan dan eksistensi kelembagaan sertifikasi penyuluhan.

Kegiatan sarasehan dirangkai dengan apresiasi 70 Tahun Pengabdian Prof.Dr. H. Pang S. Asngari oleh para murid beliau (alumni PPN IPB) yang ditandai dengan peluncuran buku 70 Tahun Prof.Dr.H. Pang Asngari serta penyerahan secara simbolis buku yang ditulis oleh rekan sejawat (staf pengajar PPN), para alumni dan mahasiswa PPN dan kontributor lainnya.
Pada kesempatan tersebut sekaligus dilakukan urun rembug Cikal Bakal Kelembagaan Sertifikasi Penyuluhan Pembangunan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa solidaritas dan peduli serta penghargaan bagi sosok ‘guru' yang telah mendedikasikan dan mengabdikan dirinya pada perkembangan ilmu penyuluhan. (ris/nUr)

 

#$#03285240557a3d7592661bdf46fede25###a715df8e27c4b2d874189e0010f9df24###ID###2008-02-29 14:04:44###Selamat atas terbentuknya Kepengurusan Baru Asrama Sylvasari IPB###

Selamat atas terbentuknya Kepengurusan Baru Asrama Sylvasari IPB
2008
dengan terpilihnya


Puji Waluyo (Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Angkatan 41).


Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik.

 

#$#5e117c77e1ceb639e46158bfc6ed844b###e88c04d56fdc60d63a14076c7c3ed8f9###ID###2008-02-29 14:36:58###PKM IPB Peroleh Dana DIKTI Terbesar###

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali memperlihatkan kejayaannya dalam bidang penalaran ilmiah mahasiswa tingkat nasional. Sebanyak 257 dari  711 proposal  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  IPB didanai  Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi  Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional (DIKTI-DIKNAS) untuk periode  2007/2008. "Jumlah ini merupakan kelompok terbanyak perguruaan tinggi yang didanai DIKTI dengan total dana mencapai 1,35 milyar rupiah," ungkap Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr.Rimbawan Jum'at (29/2) di ruang kerjanya.

 

Berdasarkan kategori kegiatan, mahasiswa IPB mendominasi dalam kategori PKMK (bidang kewirausahaan) yang berjumlah 137 kelompok dan kategori PKMM (pengabdian masyarakat) yang berjumlah 57 kelompok. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa ini  1177 orang.  Dr. Rimbawan berharap dengan jumlah tersebut maka dalam 3 bulan ke depan, kampus IPB akan banyak dipenuhi oleh para wirausahawan muda dalam mengembangkan bisnisnya.  "Kita juga berharap akan banyak hasil-hasil penelitian yang dapat disumbangkan bagi pengembangan masyarakat," kata pengajar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB ini. Harapannya pula akan banyak karya terbaik mahasiswa IPB yang mewarnai 100 tahun hari kebangkitan nasional dan 100 tahun hari sumpah pemuda. (ris)

#$#dc8da3aa422b3916af67ec7c5a776ad6###4bc30b08e08d07084a1a4ab06c010c2a###ID###2008-03-04 15:22:27###Departemen Manajemen FEM IPB Gelar Seminar Risk Management Insight###

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Seminar Risk Management insight; An Introduction to Business Continuity Management (BCM)  Rabu (27/2) di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan PT.Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia. " Minat dan pengetahuan masyarakat khususnya mahasiswa IPB mengenai asuransi masih kurang. Oleh karena itu acara ini diperlukan untuk memberikan pencerahan  tentang asuransi," kata Ketua Departemen  Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Dr. Jono Munandar.  Kurangnya informasi tentang asuransi merupakan salah satu faktor mengapa kesadaran  berasuransi di kalangan masyarakat umumnya dan kalangan bisnis khususnya  rendah. Di Indonesia hanya  119 perusahaan saja atau 0,6 persen yang ikut berasuransi. Di IPB pengetahuan masalah asuransi dipelajari khusus mahasiswa dalam bidang kuliah Manajemen Resiko.

 

Manajemen resiko didefinisikan sebagai kegiatan mengkoordinasikan sebuah organisai dalam menghadapi resiko. "Dalam kata lain, mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi dan mengontrol faktor-faktor yang penting untuk melindungi aset, kegiatan dan kapasitas operasional dengan meminimalkan biaya," ujar The Managing PT.Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia,  Shinji Ueki . Manajemen resiko dalam sebuah perusahaan diperlukan untuk menjaga kesinambungan usaha bisnisnya. Acara ini dihadiri lebih dari 400 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan baik mahasiswa, dosen, dan praktisi asuransi. (ris)

 

 

#$#4eb360a35c027a90bdcd3db072a97e10###849341b7ec899df82fb95af9ee1a53cd###ID###2008-03-04 15:24:33###IPB Selenggarakan Seminar Sehari jTechnopreneurship 2008###


Kantor Pengembangan Sistem Informasi (KPSI) sekaligus Sekretariat Pendayagunaan Open Source Software - Institut Pertanian Bogor (POSS-IPB) bekerjasama dengan Java Education Network Indonesia (JENI) menyelenggarakan Seminar Sehari jTechnopreneurship 2008 bertajuk The Road to Lead The Global Market Using Java Sabtu (1/3) di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. "Acara ini merupakan rangkaian kegiatan roadshow yang dilaksanakan oleh Java Education Network Indonesia (JENI)," kata Kepala Kantor KPSI IPB, Ir. Julio Adisantoso Mkomp.

Menurut Julio, Java merupakan salah satu teknologi pemrograman yang sangat populer dan banyak diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan dalam hampir semua platform, seperti mobile, desktop, dan web. Berbagai sumber pustaka dan pengalaman banyak yang mengupas kekuatan Java, diantaranya : dapat diaplikasikan di berbagai mesin, dikembangkan pada skala enterprise, merupakan pemrograman berorientasi obyek, kaya aplikasi web, dukungan dengan bahasa pemrograman lainnya, teknologinya sudah matang dan terbukti. "Dibandingkan dengan teknologi pemrograman lainnya, Java merupakan pilihan yang tepat bagi banyak kalangan karena antara lain Java merupakan free software dan open standard," imbuh Julio. Saat ini lebih dari 700 perusahaan yang menjadi komunitas Java, antara lain SAP, IBM, Oracle, Apple, Nokia, Sony Ericson, dan sebagainya

Dari seminar ini diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai bentuk pengembangan produk Java meningkat, menunjukkan kekuatan investasi Java (freedom power), dan membuka peluang pendidikan computer yang mengintegrasikan kurikulum Java yang dikembangkan Departemen Pendidikan Nasional. Disamping, peserta bisa berbagi pengalaman membuat sebuah perusahaan berbasis teknologi, atau sebagai jaminan kerja bagi yang hendak menjadi professional. Seminar dihadiri berbagai kalangan baik akademisi (mahasiswa, dosen, siswa sekolah menengah, guru) maupun masyarakat umum. (ris)

 

#$#692258ef182b0b4c6e8045da104370c5###1c1b3a8e613e4fdad586ac2e9a87c5d4###ID###2008-03-04 15:52:37###Menemukan Cinta Sejati di Training Inspiring Love###

Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Marjan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB menyelenggarakan training Inspiring Love dengan  tema "Raih Cinta Hakiki, Buang Cinta Semu"   Sabtu ( 1/3)  di Auditorium FPIK IPB. Acara yang dimulai pukul 08.45 sampai dengan 13.00 diisi oleh trainer  Ir. M.R Kurnia, M.Si  (penulis buku Inspiring Love) dan asisten trainer  . Gus Uwik.  "Cinta hakiki yang tertinggi yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Wujud kecintaan seseorang kepada Allah SWT adalah  mentaati aturan-Nya dan meneladani rasul.," kata Kurnia.  Staf Pengajar Fakulatas  Perikanan dan Ilmu Kelautan ini kemudian memaparkan cinta kepada orang tua bisa ditunjukkan dengan membalas jasa, selalu menyenangkan hati, mendengarkan nasihat dan menuruti perintah keduanya. Sedangkan wujud cinta kasih terhadap sesama manusia diantaranya berdakwah, menolong dan mendoakan.

 

Ketua Umum Lembaga Dakwah Fakultas Majelis Ta'lim  Al-Marjan yang juga Mahasiswa Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK IPB,  Andi Perdana Gumilang dalam sambutannya menyampaikan   cinta kepada Allah  dan Rasul ditunjukkan dengan menjalankan aturan agama secara totalitas dalam kehidupan sehari-hari.  Training yang membahas tentang cinta menginspirasi peserta untuk menjalani hidup dengan benar sekaligus menjadi energi  besar  dalam mencapai cita-citanya.  Acara yang dihadiri lebih dari 200 ini diikuti mahasiswa dari  civitas akademika kampus. (*/ris)

#$#ed48664f6c446209d0a1518f1b296e5e###14bc5dc223923edc1f08bb988a784213###ID###2008-03-04 16:14:50###Telah Hadir Radio Alvo FM###

Dewan Keluarga Masjid Al Hurriyah IPB telah menghadirkan radio komunitas muslim Alvo FM ( Al Hurriyah Voice).  Latar belakang pendirian radio ini adalah sebagai sarana amar ma'ruf nahi munkar dalam menyikapi berbagai pengaruh negatif di era sekarang. Gagasan pendirian radio ini muncul saat melihat fenomena keberadaaan radio yang menyuarakan acara-acara dan kemasan islam masih jarang  di masyarakat. Selain itu, pengaruh negatif perkembangan dunia modern banyak melanda generasi muda, baik pelajar maupun non pelajar. Patut diketahui generasi muda inilah konsumen media tertinggi. "Melalui radio inilah diharapkan terjadi perubahan perilaku audiens dengan kemasan acara-acara kreatif positif menyentuh hati pendengar, dan  tersampaikannya informasi keagamaan maupun informasi lainnya," kata Ketua Pelaksana Alvo, Dini Bayu Subagio, A.Md.

 

 Saat ini, Alvo FM memiliki jangkauan siaran dengan radius kurang lebih lima kilometer. Alvo FM dilaunching pada tanggal 16 Desember 2007 di Pelataran Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga bertepatan dengan pentas team nasyid  se-Bogor Raya yang tergabung dalam Komunitas Bogor Nasyid Centre.

 

Lokasi studio Alvo FM berada di Kompleks Masjid Al Hurriyah dengan alamat Jl. Tanjung No.2 Kampus IPB Darmaga Telp. (0251) 423780, short message service (SMS) 0812 101 55 455, email :www.alvofm@yahoo.co.id, alamat website: http://www.alvofm.wordpress.com/. (*/ris)

 

#$#802afabd19d8dce7ddb429b9888bae0e###6792bb877146d57cfa762b96b66947bf###ID###2008-03-05 10:37:06###DIKTI Sosialisasikan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa###

 Intitut Pertanian Bogor (IPB) dan  Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional  (Ditjen DIKTI) bersama perguruan tinggi seluruh Indonesia mengadakan tele-conference mengenai sistem pengadaan barang dan jasa secara terpadu atau dengan istilah lainnya e-procurement Selasa(4/3) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga. "Tele-conference yang disiarkan di Ruang Sidang Rektor gedung Rektorat IPB ini mensosialisasikan mengenai suatu sistem universal dalam pengadaan barang dan jasa untuk tiap-tiap universitas di Indonesia," kata Ketua Tim Pengadaan Barang dan Jasa IPB, Dr. Ir. Ibnul Qoyim didampingi Kepala Kantor Perencanaan dan Evaluasi IPB, Dr. Drs. D. Iwan Riswandi, S.E, M.Si berserta tim dari IPB. Sistem e-procurement ini akan  menggantikan sistem pengadaan barang dan jasa lama. Sistem e-procurement menggunakan transaksi  elektronik sehingga menghemat waktu dan biaya. "Diharapkan sistem ini mempermudah transaksi karena lebih efesien, accountable, murah, serta transparan," imbuh Qoyim. Hal senada diungkapkan perwakilan Bank Dunia, Dr Rizal yang menyatakan keberadaan e-procurement ini  ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi  dalam pengadaan barang serta jasa.  

 

Keberadaan sistem e-procurement ini disambut dengan baik oleh semua pihak. Terkait aspek  aspek legalitas dari dokumen-dokumen yang nantinya akan disahkan melalui digital signature sebagai pengganti surat-surat perjanjian dalam bentuk fisik. Ketua Pengadaan Barang dan Jasa Sistem Elektronik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dr. Ika Permana mengatakan, pada prinsipnya sistem  pengadaan secara on-line melalui e-procurement tidak berbeda dengan sistem yang ada, seperti yang telah diatur  Keputusan Presiden No.80 tentang Pelelangan Negara. "Namun untuk perinciannya, memang masih diperlukan suatu regulasi yang mengatur hal tersebut secara teknis," jelas Ika. Tele-conference ini diikuti  universitas -universitas negeri maupun swasta dari penjuru nusantara diantaranya Universitas Nasional Lampung dan Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Syah Kuala, Universitas Palangkaraya, Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya, Universitas Pasundan, dan Universitas Riau. Kegiatan tele conference  dimoderatori oleh Sekretaris Majelis Pengembangan Dewan Pendidikan Tinggi, Ditjen DIKTI, Dr.Ir.Nizam. (hsn/ris)

#$#30f33a9beec824192e547013e990f525###ab8ef04ecd87600edf800c1197c99265###ID###2008-03-06 14:28:42###Jumlah Mahasiswa BUD IPB Tiap Tahun Meningkat###

Jumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) tiap tahun meningkat yaitu dari 8  tahun 2003 menjadi 209 mahasiswa  tahun 2007. Peningkatan jumlah mahasiswa BUD ini diharapkan dapat mempercepat dan menguatkan pembangunan serta kesejahteraan  masyarakat daerah. "Dalam rangka meningkatkan pemerataan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan teknologi berkualitas bagi pembangunan, IPB membuka penerimaan mahasiswa baru jalur BUD bagi putra-putri Indonesia yang berprestasi dari berbagai daerah," kata Ketua Tim BUD IPB, Dr.Ir. Ibnul Qayim dalam acara Penyampaian Program Beasiswa Utusan Daerah dan Kerjasama Lainnya antara IPB- Pemerintah Daerah Rabu (5/3) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

 

Sebagai gambaran, BUD merupakan salah satu cara  penerimaan mahasiswa program diploma, sarjana maupun pascasarjana IPB yang direkomendasikan dan dibiayai pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan atau lembaga swasta, yang bila sudah lulus diharapkan kembali untuk membangun daerahnya masing-masing. Sebelum mengikuti perkuliahan reguler, khusus mahasiswa BUD diharuskan mengikuti perkuliahan pra universitas. " Kegiatan pra universitas berfungsi menjembati kesenjangan antara kualitas yang kurang dari sekolah asal dan kualitas standar yang dibutuhkan untuk memasuki perguruan tinggi," jelas Qayim. Disamping menyiapkan dan menyamakan persepsi calon mahasiswa tentang pola pendidikan tinggi di IPB. Informasi akademik sementara menunjukkan indeks prestasi mahasiswa jalur BUD tak kalah dengan mahasiswa jalur lain. Tercatat dari 209 mahasiswa BUD Tingkat Persiapan Bersama, dua diantaranya memiliki indeks prestasi 4.00.

                                              

Acara yang dibuka Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc  ini menghadirkan pembicara antara lain : Sekretaris Jenderal Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia, Dr. Ir. Ikhwanuddin Mawardi, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Yaonny Koesmaryono, M.Sc,  serta Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Ir.Anas Miftah Fauzi, M.Eng. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) antara IPB  dengan  masing-masing Kabupaten Yapen Waropen, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Mewali. Naskah kesepahaman kerjasama  ditandatangani Rektor IPB,  Bupati Yapen Waropen, Ir. daud Solleman Betawi, Bupati Mimika,  A. Allo Rafra, S.H. dan  Bupati Melawi, Drs. Suman Kurik, M.M. Kerjasama ini berisi tentang pengembangan agropolitan dan minapolitan. "Kerjasama pengembangan minapolitan antara IPB dan Kabupaten Yapen Waropen merupakan kerjasama pertama kali yang pernah diselenggarakan di Indonesia," kata Rektor IPB.  (ris)

 

 

 

#$#d54750e356a6fb6fd9447ac24d0c96c8###35eddc547fb344b0af1684f645594db2###ID###2008-03-10 12:45:11###21 Pejabat IPB Dilantik###

Rektor  Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir.H. Herry Suhardiyanto, M.Sc melantik  21 pejabat dalam acara Pelantikan Pejabat di Lingkungan IPB Senin (9/3) di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

 

"Kita harus bekerjasama bahu membahu membangun basis kekuatan IPB menuju perguruan tinggi Research Based University (RBU) tingkat dunia. Oleh karena itu diperlukan  strategi, penguatan faktor pendorong  dan penyatuan sistem baik di level government dan operasional," kata Rektor IPB dalam sambutannya. Penguatan level government meliputi revitalisasi kewenangan dan kewajiban posisi dari setiap struktur organisasi. Sedangkan penguatan di level operasional meliputi pemanfaatan sumberdaya secara efektif, efesien dalam totality activity.

 

Menurut Rektor IPB, dalam kerangka mewujudkan organisasi institut yang kuat dan sehat serta pelaksanaan TAP MWA no 77/MWA/2008, para pejabat yang dilantik pada hari ini diharapkan dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya. "Proses penetapan struktur organisasi dan pejabat IPB  mengacu  pada ketentuan-ketentuan  serta keputusan tersebut, saya memilih  pejabat-pejabat IPB sesuai persyaratan untuk setiap jabatan. Baik  yang bersifat umum, terukur dan sulit diukur seperti kompetensi, dedikasi, loyalitas, dapat bekerjasama dengan  pimpinan IPB,  pengalaman dan track record selama ini," urai Rektor IPB.

 

Ada pun nama pejabat dan jabatan yang dilantik hari ini antara lain:  Prof. Dr.Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng (Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat/LPPM), Prof.Dr.Ir.Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc (Wakil Kepala LPPM Bidang Penelitian), Dr.Ir.Prastowo, M.Eng (Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat), Dr.Ir.Suryahadi, DEA (Sekretaris LPPM), Dr.Ir.Drajat Martianto, M.Si (Direktur Administrasi Pendidikan), Ir.Lien Herlina, M.Sc (Direktur Pengkajian dan Pengembangan Akademik), Dr.Rimbawan (Direktur Kemahasiswaan), Dr.Ir.Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc F.Trop (Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni), Agus Cahyana, SE.AK, MM (Direktur Keuangan), Erlin Trisyulianti, STP, M.Si (Direktur Sumberdaya Manusia), Dr.Ir.Erizal, M.Agr (Direktur Fasilitas dan Properti), Dr.Drs.Dadang Iwan Riswandi, SE, M.Si (Direktur Perencanaan dan Pengembangan), Dr.Ir.Arif Satria, M.Si (Direktur Riset dan Kajian Strategis), Dr.Ir.Rinekso Soekmadi, M.Sc F.Trop (Direktur Kerjasama dan Program Internasional), Dr.Ir.Meika Syahbana Rusli,MSc, Agr (Direktur Bisnis dan Kemitraan), Prof.Dr. Ir.Kudang Boro Seminar, M.Sc (Direktur Komunikasi dan Sistem Informasi), Dr.Ir.Aceng Hidayat, MT (Sekretaris Ekskutif), Dr.Wonny Ahmad Ridwan, SE, MM (Kepala Kantor Audit Internal), Dedy Mohamad Tauhid, SH, MM (Kepala Kantor Hukum dan Organisasi), Dr.Ir.Agus Purwito, M.Sc, Agr (Kepala Kantor Manajemen Mutu), dan Ir.Toha Nursalam, S.IP, M.Si (Kepala Perpustakaan). (ris)

 

 

 

 

#$#cbb86508fc6d12643dce0391995e72ca###d8149d659f4e6212847df0806a08236b###ID###2008-03-10 13:46:08###ICA-IPB Gelar Seminar Internasional###

Association for European Life Scienses Universities (ICA) kerjasama dengan IPB menggelar Seminar Internasional: AMEU Project Seminar, Worldwide Student Mobility in Agriculture and Related Scienses: Challenge and Prospects, Collaboration between School of Graduate Studies Bogor Agricultural University Indonesia and inter-university Consortium for Agriculture and Related Sciences in Europe, Senin(10/3), di Ruang Mawar Kampus IPB Baranangsiang Bogor.

"Pertemuan ini membahas tentang kemungkinanan adanya kerjasama bidang pendidikan terutama dalam master program, antara negara Eropa dan Asia," ujar mantan Wakil Rektor III IPB, yang juga contact person Eropa dan Asia, Prof.Dr.Ir.Yusuf Sudohadi, M.Agr., saat diwawancara.

Menurutnya, pertukaran pelajar dan peneliti antara Eropa dan Asia terutama dengan IPB, sudah terjalin sejak 2003 lalu. Pertemuan ini dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan tersebut.

Hadir pada kegiatan ini, mewakili rektor IPB, Sekretaris Eksekutif Program Doktor IPB, Prof.Dr.Ir.Marimin, M.Sc., serta pejabat Depdiknas, Dr. Ramon Mohandas.

Kegiatan ini dihadiri oleh pakar pertanian dari beberapa negara asia yaitu, Kasetsart University (Thailand), Universiti Putera Malaysia (Malaysia), National Chiayi University (Taiwan), Kyoto University (Japan), Nagoya University (Japan), University of Philippines at Los Banos, University Malaysia Sabah (Malaysia), dan Seoul National University (South Korea).

Sementara dari Indonesia hadir: Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin, Universitas Lampung, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Trisakti, Universitas Tadulako, Universitas Palangkaraya, Universitas Pattimura, Institut Pertanian Bogor (IPB), serta wakil dari IAAS, IFSA, dan AFSA.

Hadir sebagai narasumber dari Eropa, Secretary General Association for European Life Science Universities (ICA), Dr. Simon Heath, judul materi "International Degree Programmes: Challenges and Prospects".

Kemudian, International Master Coordinator, Student Affairs Office, Swedish University of Agruculture Sciences (SLU), Stina-Lena Hellgren, judul materi "Meeting the Challenges Good Practice in The Academic and Pastoral Care of International Master Students".

Serta Dean of Academic Affairs, Harper Adams University College, United Kingdom, Prof. Andrew Cobb, judul materi "Using The Quality Assurance Process to Enhance The Educational Experience of International Master Students".(man)

#$#bb1f64c795dc09a2df2579d2594f4e19###413006f6cd6a0d4a8bd516ffff950b92###ID###2008-03-10 13:49:03###Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Ir. Bambang Sulistio Utomo, MDS###

Turut berduka cita atas meninggalnya:

Ir. Bambang Sulistio Utomo, MDS

(Staf pengajar Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, FEMA IPB)

pada Senin, 10 Maret 2008 pada usia 60 tahun.

Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.  Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan.

#$#da2077d15e25d9b75d2670f3b675524e###6300ac7fc01dfea81356492767f20f47###ID###2008-03-12 10:32:54###Pencanangan Hotel Santika Bogor###

picture_hotel_400Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto disaksikan Komisariat Utama Bogor Agribussiness Centre (BAC), Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik, Pimpinan Proyek Pembangunan Hotel Santika, Ir.Yusak Sabdono Mulyo, dan  Direktur Graha Wita Cendikia, Ir. Reddy Hartadji mencanangkan pembangunan Hotel Santika Bogor Selasa (11/3) di IPB International Convention Center (IICC).  Hotel Santika  terletak bersebelahan dengan ruang convention center-nya IICC, masih satu lokasi dengan Botani Square.

 

 

"Proses pembangunan Hotel Santika mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal sebelumnya karena proses tender yang  ketat. Targetnya akhir Oktober 2008, pembangunan Hotel Santika rampung dan Bulan Desember sudah bisa optimal beroperasi," kata Pimpinan Proyek, Ir. Yusak Sabdono Mulyo. Hotel Santika rencananya  dibangun 11 lantai, memiliki 140 ruang tidur bertipe diantaranya standar, superior, deluxe, dan satu kamar presidensial. "Didalamnya terdapat beberapa fasilitas seperti ruang lobi, hobbies, kolam renang, makan dan sebagainya," imbuh Yusak.

 

Direktur Graha Wita Cendekia, Ir. Reddy Hartadji mengatakan Hotel Santika berada dilokasi yang strategis. Dekat dengan pusat kota, Kebun Raya, pintu keluar tol Jakarta Bogor dan Ciawi serta pool Damri.  "Diharapkan lokasi dekat ini memberikan keuntungan positif yang akan menunjang biaya pendidikan  IPB sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional."

 

Harapan senada disampaikan Rektor IPB dalam sambutannya. Rektor IPB juga menyampaikan harapannya agar proses pembangunan hotel tidak mengganggu perkuliahan, penelitian, aktivitas pusat studi, dan event yang digelar di IICC. " Saya berharap pembangunan hotel ini memperhatikan batas pagar, berusaha meminimalkan suara yang mengganggu aktivitas di Kampus IPB Baranang Siang dan IICC, supaya semua pihak nyaman." (ris)

foto_bersama_120pemotongan_tumpeng_120sambutan_120

#$#a759b5819c79071e491eb54054c38f68###bc9671d50095bcf0b54181444df59f4e###ID###2008-03-13 15:09:55###Pandangan IPB Tentang SPMB###

Sehubungan dengan berkembangnya pemberitaan  tentang penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2008, dengan ini kami sampaikan penjelasan dan pandangan kami sebagai berikut:

 

  1. Seleksi SPMB yang diselenggarakan secara nasional dan memungkinkan akses yang baik bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh tanah air untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di mana pun di seluruh  tanah air, secara prinsip sudah baik, namun perlu terus ditingkatkan, terutama dari segi kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


  2. Peraturan perundang-perundangan yang dimaksud pada butir (1) adalah meliputi Undang-undang No. 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Bukan Pajak, dan Keputusan Menteri Keuangan No.115/KMK.06/2001 tentang Tata Cara Penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Perguruan Tinggi Negeri.


  3. Permasalahan sebenarnya terletak pada adanya perbedaan pendapat mengenai apakah uang seleksi masuk Perguruan Tinggi merupakan PBNP atau Non PNBP. Perbedaan ini perlu diselesaikan dengan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dimana uang seleksi masuk tersebut merupakan PNBP bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang belum BHMN.


  4. Bagi IPB sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pendapatan dari uang seleksi masuk seperti tersebut pada butir (3) merupakan non PNBP, sehingga mekanisme pengelolaan uang tersebut yang berjalan selama ini sudah benar yaitu dibukukan sebagai pendapatan IPB dan dapat langsung dibelanjakan. Namun, yang menjadi kepedulian kami adalah agar mekanisme pengelolaan keuangan tersebut secara nasional tidak bertentangan dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, khususnya bagi Perguruan Tinggi Negeri yang belum BHMN.


  5.  Perhimpunan SPMB Nusantara berpandangan bahwa uang seleksi masuk seperti tersebut pada butir (4) bukan merupakan PNBP. Setelah melalui serangkaian rapat dan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 6 tahun 2008 tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang memberi wewenang sepenuhnya Rektor untuk mengelola penyelenggaraabn SPMB, kami bersama-sama dengan 40 Perguruan Tinggi Negeri lain menarik diri dari keikutsertaan SPMB, karena masalah sebagaimana tersebut pada butir (4) belum diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, semangat di balik sikap tersebut bukan bermaksud membuat kelembagaan baru, tapi terletak pada perbaikan mekanisme pengelolaan keuangannya.


  6. Jika mekanisme penyelesaian yang diharapkan sebagaimana tersebut pada butir (5) tidak terumuskan, maka kami akan merumuskan alternatif ujian masuk perguruan tinggi nasional yang tetap dapat menjamin akses yang baik bagi lulusan SMA di seluruh tanah air dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dengan demikian kami sampaikan penjelasan ini untuk diketahui. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

 

Rektor IPB,

 

Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc

NIP.131473996

#$#75031b63a59f1a3a644a95efe7655cfd###64ebd2b73666c3c7aded16d327b17ec4###ID###2008-03-14 15:06:37###Soal Beredarnya SMS Tentang Merek Susu###

Dr Sri Estuningsih, Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti Makanan dan Susu Formula Bayi Terkontaminasi Enterobacter sakazakii mengatakan, pesan singkat atau short message service (sms) dan pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya sudah membeberkan nama-nama merek susu di mailinglist itu tidak benar adanya. Hal ini disampaikan pada saat wawancara dengan wartawan dan tim Pariwara IPB, Kamis (6/3) di ruang kerjanya, Fakultas Kedokteran Hewan, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Menurutnya, pemberitaan di mailinglist dan pesan singkat itu bisa dilacak keberadaan sumbernya oleh ahlinya di bidang tersebut. "Kelihatanya itu adalah sms berantai, namun itu bisa dilacak siapa yang pertama kali memberitakan berita tersebut dan dimintai pertanggungjawab atas perbuatannya itu," ujar Dr. Estu. Menurutnya, yang disayangkan terkait pesan singkat berantai ini dalam waktu satu hari saja bisa menyebar ke ribuan orang, dan itu dapat menimbulkan keresahan baru bagi ibu-ibu yang memiliki bayi.

"Ya kalau ibunya siap menyikapi pemberitaan tersebut, tapi kalau tidak siap, harus cross check ke mana?," ujarnya khawatir. Memang menurutnya, ada beberapa ibu rumah tangga yang mengecek kebenaran berita itu kepada saya, namun sekali lagi saya sampaikan, bahwa berita itu tidak benar dari saya.

"Sampai hari ini sesuai dengan komitmen kami dari IPB, bahwa masalah ini sudah dijelaskan dalam roundtable beberapa waktu lalu, yang terpenting sudah dinyatakan bahwa BPOM sedang melakukan penelitian terbaru," katanya. (man)

#$#28c43d0073fa8fe201e946be1c8efe30###3eb91c2398a68e75e94f0d7a48f5c85f###ID###2008-03-17 15:32:11###FEMA IPB Gelar Seminar Nasional di IICC###

Hadirkan Menteri Negara BUMN

ratna_400
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor menggelar seminar nasional di IPB International Convention Centre, Botani Square, Bogor, bertema "Membangun Sumberdaya Manusia Indonesia Berkualitas menuju Era Creative Economy," Sabtu, (15/3) Kemarin.

 

Ketua Departemen yang juga ketua panitia, Dr.Ir.Hartoyo, M.Sc., mengatakan, acara yang berlangsung pukul 09.00 sampai 14.30 itu digelar dalam rangka merespon serta keprihatinanya terhadap kualitas sumberdaya manusia Indonesia, dimana perlu ditingkatkan ke depannya untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain.

 

"Dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia berkualitas menuju era creative economy, diperlukan pengembangan pendidikan yang berkarakter. Hal itu harus dimulai sejak dini serta membutuhkan peran keluarga yang maksimal," ujarnya dalam sambutan.

 

Acara yang didukung oleh Bank Mandiri ini menghadirkan sepasang suami istri yang sekaligus narasumber, Menteri Negara BUMN, Dr.Ir.Sofyan Djalil, SH,MA,MALD, dan  Direktur Eksekutif Indonesia Heritage Foundation, seorang  penulis terkemuka, yang juga staf pengajar Departemen IKK FEMA IPB, Dr.Ir.Ratna Megawangi, M.Sc.

Tak kalah menarik, seminar ini disemarakan dengan hadirnya moderator terkemuka IPB, Prof.Dr.Ir.Ujang Sumarwan, M.Sc., Wakil Rektor II Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., dan Wakil Rektor III Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Sc., Dekan FEMA, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., serta pejabat teras IPB lainnya.

Dua orang nara sumber yang kompeten di bidangnya serta komunikatif ini mampu memberikan pencerahan kepada peserta dengan informasi-informasi terkini. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta yang selalu apik mendengarkan dan banyaknya pertanyaan kepada mereka.

 

Tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah ciri karakter sumberdaya manusia yang berkualitas menuju era creative economy. Di dalamnya dijelaskan juga asal muasal perkembangan manusia dilihat dari segi perkembangan otaknya. 

 

"Membentuk karakter  manusia berkualitas menuju era creative economy ini harus dimulai dari keluarga, sekolah dan juga lingkungan, artinya semuanya harus terlibat secara langsung dan adanya kesamaan persepsi dalam membentuk karakter tersebut kearah yang lebih baik," ujar Ratna saat diwawancara.

 

Ditanya sistem pendidikan di Indonesia, beliau mengatakan sistem itu masih belum mendukung terwujudnya SDM Indonesia berkualitas menuju era creative economy. "Hal itu harus dikaji labih lanjut, dan menjadi konsen kita semua,"katanya.

 

Sementara itu Rektor IPB yang yang saat itu memberikan sambutan sekaligus membuka seminar itu mengharapkan, dengan diselenggarakan  seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi mengenai langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi, perusahaan/industri, pemerintah dan masyarakat umumnya bagi peningkatan kualitas manusia Indonesia yang kreatif dalam menyongsong era creative economy.

 

"Seperti dikatakan Hedy lamar, kesejahteraan tercapai saat terjadi prestasi dan upaya kreatif di dalamnya: Happines lies in the joy of achievement and the thrill of creative effort," ujar rektor di akhir sambutannya. (man/foto:cecep)

#$#4eed07c4c79acc3243de2729679878bc###09906dafe31c9383b1634f7a0b96dd50###ID###2008-03-17 15:34:24###IPB Rebut Kembali Gelar Kampus Prima###

kampus_prima_400Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali memperoleh penghargaan Kampus Prima Olahraga untuk kategori Kampus Peduli Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga. Trophy Kampus Prima Olahraga langsung diserahkan  Dirjen  Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (DIKTI-DIKNAS) yang diwakili Dra. Desmelita kepada Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc Sabtu (15/3)  di Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH). Penyerahan penghargaan Kampus  Prima Olah Raga ini berlangsung meriah tatkala terdengar teriakan yel  yel: IPB... Jaya, Jaya... IPB yang menggema ruang acara.

 

 

Selain IPB, penghargaan Kampus Prima Olahraga ini juga diberikan kepada Universitas Negeri Surabaya (Kategori Peduli Pembinaan Olahraga), Universitas Pelita Harapan (Kategori Peduli Partisipasi Olahraga) dan Universitas Hasanudin (Kategori Peduli Prestasi Olahraga).  Sedangkan nominasi kampus prima olahraga diperoleh oleh Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta, dan Universitas Lampung.

 

Pemberian Penghargaan Kampus Prima Olahraga ini merupakan yang kedua kalinya dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional sebagai bentuk apresiasi kepada perguruan tinggi yang memiliki komitmen dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di kampus. "Tujuan kegiatan tersebut adalah terciptanya budaya berolahraga di lingkungan perguruan tinggi, sehingga olahraga menjadi bagian kehidupan sehari-hari mahasiswa dan seluruh civitas akademika yang ada," kata Rektor IPB.

 

Pemilihan kampus prima ini melalui proses panjang. Pemilihan kampus prima diawali lokakarya dan penyusunan Pedoman Pemilihan Kampus Prima Olahraga yang dilanjutkan melengkapi berbagai instrumen untuk menjaring data di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.  Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Kegiataan Pemilihan Kampus Prima Olahraga, Drs. Herman Chaniago, MM menyatakan, sekitar 90 perguruan tinggi negeri dan 2800 perguruan tinggi swasta dibawah 12 Kopertis (koodinator perguruan tinggi swasta) dari 33 propinsi turut berpartisipasi dalam pemilihan kampus prima olahraga kali ini.  "Selanjutnya data yang masuk, diolah, sehingga muncul nominasi-nominasi calon penerima trophy penghargaan Kampus Prima Olahraga," ujar Herman. Untuk menentukan kampus penerima trophy penghargaan, dibentuk tim yang melakukan verifikasi data ke kampus-kampus. Penilaian pemenang dilakukan oleh dewan juri yang diketuai Guru Besar Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Imam Suyudi, MA. Dari verifikasi data tersebut, muncullah  pemenang-pemenang pada setiap kategori yaitu Kampus Peduli Pembinaan, Kampus Peduli Partisipasi, Kampus Peduli Sarana dan Prasarana, dan  Kampus Peduli Prestasi.

 

Hadir dalam acara penganugrahan antara lain: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS, Kepala sub bidang  Minat Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB, Bambang Riyanto, S.Pi. M.Si, Dosen Olahraga IPB, Siti Sofiah, SPd., Yonis Saharuddin Bangun, SPd, Wakil Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM)  IPB,  Menteri Olahraga dan Seni (BOS) BEM KM IPB, dan para ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga IPB. (*/ris)

#$#e72c83c1c20c01bafa63d2cc49efe92e###8a7448e9eb98f405acfd99267150a4dd###ID###2008-03-19 13:19:45###Mahasiswa IPB Gelar Seminar Protein Hewani###

Forum Kajian Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional (FKPKHN) menggelar seminar tentang protein hewani mengangkat tema: "Protein Hewani dalam Membangun Kecerdasan Bangsa: Sebagai Upaya Menanggulangi Kejadian Gizi Buruk di Indonesia", Sabtu lalu, di Gedung J H.Hutasoit, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB.

FKPKHN ini beranggotakan komponen mahasiswa (IMAKAHI/Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia, ISMAPETI/Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia) dan Pers Peternakan (Poultry Indonesia, Trobos dan Infovet).

Seminar yang dihadiri tidak kurang dari 250 peserta dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fapet IPB, Dr.Ir. Luki Abdullah,MAgrSc ini mengundang Dirjen Peternakan yang di wakili oleh Direktur Kesmavet Ditjen Peternakan, Drh.Turni Rusli Syamsudin,MM sebagai keynote speaker dan hadir sebagai pembicara adalah Dr.Ir.Teguh Boediyana (PPSKI/Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia), Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan (Ahli Gizi IPB), Drh.Darwan Kiswandi (Pelaku Industri Perunggasan) dan dimoderatori oleh Iwan Berri Prima,SKH (Ketua Umum IMAKAHI).

Disampaikan ketua panitia pelaksana, Andi Yekti Widodo yang juga mahasiswa FKH IPB angkatan 42 (2005) dan kepala bidang Kebijakan Publik IMAKAHI Cabang FKH IPB, kegiatan seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipatif mahasiswa dalam rangka mencari solusi mengurangi kejadian gizi buruk di Indonesia. Sektor peternakan sebagai penghasil susu, telur dan daging adalah sektor yang sangat tepat untuk menanggulangi masalah ini. Demikian ungkap Andi yang didampingi Maisa Selvia selaku sekretaris panitia dan Mahmudah sebagai Koordinator Acara yang keduanya adalah mahasiswa Fapet IPB di sela-sela acara.

"Mudah-mudahan acara ini juga sekaligus sebagai ajang kampanye tentang peran pentingnya konsumsi protein hewani, karena jika kita abaikan maka ancamannya adalah loss generation," tegas Andi.(*/man)

 

#$#64c553de04c0d7f117edef8f3693d890###4f7d37392386a0d7b93f5d1351d94e19###ID###2008-03-19 14:26:16###ANGGOTA DEWAN AUDIT IPB PERIODE 2007-2012###

ANGGOTA DEWAN AUDIT IPB PERIODE 2007-2012

Setelah melalui proses penjaringan Bakal Calon Anggota Dewan Audit  oleh Panitia Pemilihan Anggota Dewan Audit Periode 2007-2012, dan pemilihan  Calon Anggota Dewan Audit dari Bakal Calon yang diajukan Senat Akademik IPB, maka Sidang Paripurna MWA IPB pada tanggal 18 Januari 2008 telah menetapkan nama-nama sebagai berikut sebagai Anggota Dewan Audit  Institut Pertanian Bogor (DA IPB) Periode 2007-2012.  Dari Kelompok Guru Besar adalah: Prof. Dr. M. Enoch Markum, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Karhi Nisjar Sardjudin, sedangkan  nama-nama Anggota DA IPB  dari Kelompok Profesional adalah: Ir. Setiadi Djohar, MSM, DBA, dan  Dewi Hanggraeni,SE, MBA.

Selanjutnya, pada tanggal 14 Maret 2008 Anggota DA IPB  telah memilih   Prof. Dr. Azyumardi Azra, sebagai Ketua dan Ir.  Setiadi Djohar, MSM, DBA, sebagai Sekretaris DA IPB periode 2007-2012.

Sesuai dengan PP 154 Tahun 2000 tentang Penetapan IPB sebagai Badan Hukum Milik Negara, DA IPB  bertugas: 

  1. menetapkan kebijakan audit serta menyusun materi dan format audit, yang meliputi masukan, keluaran, dan hasil termasuk mediator kinerja pada bidang pendidikan, penelitian, pelayanan kepada masyarakat, manajemen dan anggaran;
  2. mengevaluasi audit internal dan eksternal atas penyelengaraan program institut secara independen untuk dan atas nama Majelis Wali Amanat;
  3. menunjuk dan mengangkat tenaga audit profesional;
  4. mengambil kesimpulan dan mengajukan saran kepada Majelis Wali Amanat.

Atas jasa-jasanya, pengabdian yang telah dijalankan  Anggota DA Periode 2002-2007, IPB menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:  Prof. Dr. Achmad Baihaki,  Prof. Dr. Dibyo Prabowo, Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa, Dr. Karhi Nisjar Sardjudin, dan Ir. Setiadi Djohar, MSM, DBA.
 

PROFIL SINGKAT ANGGOTA DA IPB Periode 2007-2012:

Prof. Dr. Azyumardi Azra.  Lahir di Lubuk Alung, Sumatera barat, tanggal 4 Maret 1955.  Saat ini menjabat  sebagai Direktur Sekolah Pasca Sarjana,  Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.  Memperoleh gelar S1 dari IAIN Jakarta,  MA,  M.Phil, dan Ph.D  dari Columbia University, Amerika Serikat.  Prof. Azyumardi adalah Pembantu Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 1998 dan Rektor IAIN Syerif Hidayatullah  (UIN)  Jakarta pada tahun 1998-2007.  Sebelum menjadi Rektor mengawali karier sebagai wartawan majalah Panji Masyarakat.  Sampai saat ini masih mengajar di Sekolah  Pasca Sarjana UIN Jakarta.  Prof. Azyumardi pernah menjadi visiting fellow pada Oxford University Center for Islamic Studies, Oxfort University (1994-1995), dosen tamu di University of the Philippines dan Universiti Malaya (1997), External Examiner, PhD Program di  Universiti Malaya.  Aktif sebagai penulis buku dan pada tahun 2002 mendapat penghargaan sebagai Penulis Paling Produktif dari Penerbit Mizan Bandung.
 
Prof. Dr. Mochamad Enoch Markum.  Lahir di Cirebon, tanggal 6 Mei 1942.  Saat ini menjabat  sebagai Dosen Fakultas Psikologi UI.  Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Psikologi  UI.  Mengikut kegiatan pendidikan di berbagai universitas di luar negeri antara lain: London School of Economic and Political Science, Inggris, University of Leiden, Belanda, University of Purdue, Amerika Serikat, dan University Queensland, Australia.  Menperoleh Gelar Dr. dari Fakultas Psikologi UI.

Prof. Dr. Karhi Nisjar Sarjuddin.  Lahir di Garut, tanggal 16 Agustus 1941.  Prof. Karhi, adalah Ketua Dewan Audit IPB periode 2002-2007.  Memperoleh gelar S1 dari Institut Ilmu Keuangan,  S2 bidang Studi Ekonomi dari  UI, dan S3 bidang Administrasi Negara dari UNPAD.  Memiliki pengalaman kerja dalam bidang kepemerintahan, ekonomi, keuangan dan BUMN,  dan konsultan pada kantor Publik Akuntan.    Memberikan kuliah  di universitas negeri, swasta dan sekolah kedinasan (SEKOAD, SESPIMPOL), dll.  Prof. Karhi telah melakukan berbagai kegiatan penelitian dalam bidang  Deregulasi Ekonomi Daerah, Pengembangan Kelembagaan dan Program, Penyempurnaan Sistim Pengelolaan APBN,  Penyusunan Jabatan Fungsional Perencana, Penyempurnaan Sistim Angaran, Pendataan Aparatur Dinas Otonomi Daerah dalam rangka Peningkatan Mutu Pelayanan, Peningkatan Koordinasi Pelaksana Tugas-tugas, dll. Telah mempublikasikan buku-buku tentang Sistim Informasi Manajemen (SIM), Teori Sistem dan Pendekatan Studi dalam Manajemen, dll. 


Ir. Setiadi Djohar, MSM, DBA.  Lahir di Indramayu, tanggal 22 Juni 1952.   Memperoleh gelar S1 bidang Teknologi Hasil Pertanian dari IPB, Master of Science  in Management (M.S.M) dari Alliant International University (AIU) San Diego, Amerika Serikat, dan Doctor of Business Administration (DBA) dari AIU, Cambridge, Massachusettes, Amerika Serikat.  Memiliki pengalaman kerja  sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategik, Ketua Akademi Manajemen Indonesia, Direktur Jasa Pengembangan Manajemen PPM dan Sekretaris Dewan Audit IPB Periode 2002-2007.  Menjadi penanggung jawab dan pengajar dari mata ajaran : Manajemen Strategik, Manajemen Portofolio, Manajemen Internasional, Perencanaan Strategik, Struktur dan Perilaku Organisasi, dan Etika Bisnis di Program Pengembangan Manajemen, Lembaga Manajemen PPM, berbagai Perusahaan, IPB, Pusat Manajemen Hankam, dan organisasi lainnya.  Melaksanakan konsultansi management di berbagai organisasi dan perusahaan pemerintah maupun swasta 

Dewi Hanggraeni, SE, MBA.  Lahir di Jakarta, tanggal 8 Januari 1967.  Saat ini menjabat  sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajement Resiko (Compliance & Risk Management) PT Jamsostek.  Memperoleh gelar S1 bidang Akuntansi dari Fakultas Ekonomi UI, dan MBA dari University of Arkansas at Fayetteville, Arkansas,  Amerika Serikat (predikat Cum Laude).  Memiliki pengalaman kerja dalam bidang administrasi,  keuangan, SDM dan audit diberbagai perusahaan swasta dan di universitas (UI).  Pengalaman mengajar  dalam bidang  Managemen Strategi, Seminar Bisnis, Keuangan Internasional, Analisa Laporan Keuangan, Manajemen Pemasaran, Akuntansi Biaya dan Pemasaran Jasa, Audit Bank dan Manajemen Akuntansi di universitas negeri dan swasta  di Jakarta.  Sebagai instruktur dan koordinator berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen UI, PPA FEUI dan LPPM FEUI antara lain dalam bidang Manajemen Akuntansi, Rencana Pemasaran Strategi, Kepuasan Pelanggan, Manajemen Keuangan, Studi Kelayakan, Perencanaan Strategi, Balanced Scorecard untuk Evaluasi Kinerja, Manajemen Resiko, dll.  Aktif sebagai pembicara dan pemakalah  dari berbagai kegiatan lokakarya/seminar.

mwa_400
 

Foto Anggota Dewan Audit Periode 2007-2012 (Kiri-Kanan) : Prof. Dr. Karhi Nisjar Sardjudin, AK, MM (Anggota), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Ketua), Dewi Hanggraeni, SE, MBA (Anggota), Prof. Dr. M. Enoch Markum (Anggota), Setiadi Djohar, MSM, DBA (Sekretaris).

#$#009c4f157e4e9c6cfd800b846431eeed###d756dd7fabd592488bd70e8e1e353aa2###ID###2008-03-25 15:42:07###IMAKAHI Gelar MUNAS XI dan PHLI XXV###

Catur Fajar, Ketua IMAKAHI Baru Periode 2008-2010

Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia (IMAKAHI) menggelar Musyawarah Nasional XI dan Peringatan Hari Lahir IMAKAHI (PHLI) XXV, (21-23/3) di Wisma Amarilis, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Acara ini dihadiri oleh seluruh delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) seluruh Indonesia, yaitu: FKH Unsyiah Aceh, FKH IPB Bogor, FKH UGM Yogyakarta, FKH UNAIR Surabaya dan FKH Udayana Bali.

Selain itu hadir delegasi baru dari FKH UNTB (Universitas Nusa Tenggara Barat) Mataram dan Diploma Veteriner Faperta UWK (Universitas Wijaya Kusuma)Surabaya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan FKH IPB, Dr.Drh.I Wayan Teguh Wibawan,MS. Tampak hadir dalam acara MUNAS tersebut, Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto,M.Sc., seperti pejabat teras IPB lainya.

Dalam sambutannya, Rektor IPB memberikan apresiasi yang sangat baik kepada mahasiswa FKH se-Indonesia yang tergabung dalam IMAKAHI ini, dan agar terus menggali ilmu-ilmu kedokteran hewan sebagai bekal masa depan untuk membangun bangsa.

"Teruslah belajar, banggalah menjadi seorang dokter hewan, profesi dokter hewan merupakan profesi yang sangat mulia, terutama perannya dalam mengatasi permasalahan zoonosis dan kesmavet (Kesehatan masyarakat veteriner)di Indonesia," kata Rektor.

Adapun salah satu hasil keputusan MUNAS XI IMAKAHI adalah menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) ketua Umum IMAKAHI periode 2006-2008 oleh Iwan Berri Prima, SKH selaku ketua umum IMAKAHI periode 2006-2008 yang juga merupakan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FKH IPB.

Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama kepengurusannya. "Mudah-mudahan IMAKAHI kedepan tetap konsisten dalam memperjuang profesi dokter hewan Indonesia , apalagi sekarang animo dan penghargaan masyarakat terhadap profesi dokter hewan semakin meningkat,"ungkap Berri.

Terpilih sebagai ketua umum IMAKAHI baru periode 2008-2010 adalah Catur Fajar (Mahasiswa FKH UNAIR Surabaya ) dan Sekretaris jenderal IMAKAHI adalah Andi Yekti Widodo (Mahasiswa FKH IPB) serta ketua Badan Pengawas IMAKAHI adalah M.Ikhsan (Mahasiswa FKH IPB).

Dalam rangkaian MUNAS XI IMAKAHI dan Peringatan Hari Lahir IMAKAHI XXV juga digelar seminar Nasional tentang keprofesian dengan mengundang para pembicara dari berbagai bidang. Diantaranya adalah seminar nasional serba-serbi profesi dokter hewan dibidang perunggasan, ruminansia, konservasi satwa liar dan praktisi hewan kesayangan dengan pembicara Dr.Drh. I Wayan Teguh Wibawan,MS, Drh.Kurnia Achjadi,MS, Dr.Drh, Ligaya ITA Tumbelaka,Sp.Mp,Msc dan Drh,Vivin A Rahmi yang dimoderatori oleh Dr.Drh.Bambang Pontjo Priosoeryanto,MS.

Selain itu, juga digelar seminar keprofesian dan perkembangan dunia veteriner Indonesia dengan pembicara Drh.Wiwiek Bagja selaku ketua Umum PB PDHI dan Dr.Drh,Desianto (Vice President feed Technology PT.Charoen Pokphand Indonesia ) dengan dimoderatori oleh Drh.Agus Lelana, Sp.Mp. (*/man)

#$#9ea2b5e0b1eb728536a7c46c7284a587###397a73f2d99b6e563159dab5c23db860###ID###2008-03-26 10:38:05###Bibit Entrepeneur Itu Lahir Dari Agrinex###

Hestiana dari IPB Juara Business Plan Agro Agrinex 2008

Momentum Agrinex 2008 sekaligus menjadi ajang mengasah calon-calon entrepreneur muda. Melalui salah satu kegiatan yakni Bussiness Plan Competition yang digelar sebagai salah satu rangkaian perhelatan agribisnis nasional ini, sebanyak 44 proposal diterima panitia untuk dikompetisikan.

Setelah melalui proses seleksi tahap awal, terpilih sebanyak lima finalis untuk diundang presentasi di ajang Agrinex 2008 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Kelima proposal terpilih adalah: Ratno Pramuji (Universitas Tanjung Pura, Pontianak) dengan judul "Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Arang Briket di Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak"; Didik Listi Abi (Universitas Diponegoro, Semarang) dengan judul "Kampung Laut "Distributor dan Kafe Rumput Laut"; Mutakiyah Prihatining Rahayu (Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto) dengan judul "Saha Coco Fiber"; Hestiana (Institut Pertanian Bogor) dengan judul "Sweet Potato Flakes Sebagai Pangan Alternatif Perubahan Berbahan Baku Lokal"; Umedi (Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto) dengan judul "Pizza Tempe, Cake of Soybean".

Di hadapan audiens dan dewan juri yang terdiri dari Rifda Ammarina (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Arif Imam Suroso (Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB), Mindo H Sitorus (Dewan Koperasi Indonesia), Iranda (Sentra Media), Indra Pangasian (Sampoerna Agro), kelima finalis memaparkan rencana bisnis yang disusunnya. Lontaran-lontaran kritis dewan juri selain merupakan masukan bagi kematangan perencanaan bisnis masing-masing finalis, juga merupakan hal yang kian mengasah para finalis untuk percaya diri, karena itu merupakan bagian dari jiwa seorang entrepreneur.

Pada ajang kompetisi kali ini, Hestiana (Institut Pertanian Bogor), Mutakiyah Prihatining Rahayu (Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto), dan Didik Listi Abi (Universitas Diponegoro, Semarang) berkesempatan membawa pulang kemenangan masing-masing sebagai Juara I, II dan III.

Rifda Ammarina yang juga Ketua Panitia Agrinex 2008 mengatakan, yang dinilai dalam bussiness plan Agrinex Expo 2008 ini antara lain kelayakan usaha, ketersediaan bahan baku, keunggulan produk dan keuntungan usahanya. Menurut Rifda, keunggulan pemenang pertama bussiness plan dibanding yang lain adalah bentuk format bussiness plan-nya sudah memenuhi standar, bahan bakunya berasal dari lokal, produk yang dikembangkan inovatif, dan menguntungkan. "Tidak selalu produk inovatif yang diterima pasar itu menguntungkan. Dalam bisnis, besarnya jumlah keuntungan sangat diperhitungkan," ujarnya usai pengumuman pemenang. Lebih lanjut dikatakannya, para pemenang ini akan terus dipantau kegiatannya. "Kita akan terus berikan support, agar bisnis yang telah direncanakan adik-adik mahasiswa ini bisa terealisasi dengan baik." Rencananya besok Senin (24/3) para pemenang akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan oleh Menteri Pertanian Dr.Anton Apriyantono, di JCC Jakarta.

Hestiana yang sempat diwawancara di sela-sela pengumuman kemenangan mengatakan, "Saya tertarik dengan pengembangan ubi jalar sebagai pangan alternatif, selain bersifat lokal, juga karena manfaatnya bagi kesehatan yakni kandungan serat dan beta karoten." Dikatakannya pula, "Sebagai mahasiswa IPB, saya ingin memberikan kontribusi untuk ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan."

Ia pun bercerita, sewaktu ia duduk di Sekolah Dasar, sering didengarnya bahwa Indonesia yang memiliki beranekaragam suku itu memiliki makanan pokok masing-masing, seperti sagu di Maluku, jagung di Madura dan sebagainya. Namun, yang terjadi kini sebagian dari mereka itu beralih ke nasi.

"Oleh karena itu melalui produk berbahan baku lokal ini walaupun kontribusinya masih kecil, mudah-mudahan bisa memberikan suatu tindakan nyata dengan memanfaatkan potensi lokal sehingga dapat memutarkan roda perekonomian lokal," katanya. Ia mengakui, konsep yang telah dibuatnya masih jauh dari kesempurnaan, terutama untuk aspek pasar dan teknis di lapangan maka dari itu rencana ke depan akan banyak bertanya dan berguru kepada pakarnya.

"Bisnis ini masih skala rumah tangga dan kapasitas produksinya baru 280 bungkus per hari. Saya rasa produk ini bisa memiliki prospek yang bagus," ujar putri dari Abdul Rachman dan Suhaemah ini. (Tim Humas Agrinex 2008)

 

#$#e0a7c99c4842359b6217edac45fd3f7f###7e4a5e2acdcb6ea5db972f66510be138###ID###2008-03-26 13:50:46###Episode Warming dan Cooling Bumi Biasa Terjadi###

Data palaeoklimat (ikilm zaman Palaeo) menunjukkan iklim bumi senantiasa mengalami perubahan, bahkan jauh sebelum manusia memasuki periode revolusi industri. Berdasarkan observasi memang telah terjadi peningkatan suhu permukaan bumi sejak awal abad 19.  Artinya, kini sedang berlangsung global warming. "Akan tetapi keadaan ini adalah sesuatu yang normal. Episode warming dan cooling telah terjadi di bumi sejak jutaan tahun lalu," ujar Prof. Ahmad Bey dari Laboratorium Meteorologi dan Polusi Atmosfer, Departemen Meteorologi dan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara Seminar Nasional ‘Telaah Ilmiah Pemanasan Global dan Perubahan Iklim' Selasa (25/3) di Kampus IPB Darmaga.

 

 Kenaikan suhu permukaan bumi selama seratus tahun ini relative kecil, masih dibawah 1 derajat selsius. Belum cukup sebagai justifikasi-saintifik untuk memastikan penyebab warming saat ini adalah aktifitas manusia dalam bentuk emisi karbondioksida. "Uap air  hampir 100 kali lebih efektif sebagai gas rumah kaca dibanding karbondioksia, variasi uap air sedikit saja jauh lebih penting dibanding perubahan besar karbondioksida sebagai faktor pemicu terjadinya global warming," ujar Ahmad.

 

 Pendapat Ahmad didasarkan penghitungannya menggunakan persamaan kesetimbangan energi. Persamaan ini menyimpulkan, jika dalam periode seratus tahun terakhir radiasi matahari yang masuk ke atmosfer bumi  meningkat 1 persen, akan mengakibatkan suhu permukaan bumi naik 0,72 derajat Celsius.  Besaran ini hampir sebanding angka observasi 0.76 derajat Celsius yang oleh Teori Gas Rumah Kaca tentang iklim dinisbatkan hanya pada perubahan gas rumah kaca saja..

 

Ahmad mengkritisi penghitungan dalam teori gas rumah kaca belum memasukkan faktor uap air dan awan secara memadai. Akibatnya, teori gas rumah kaca ini  lebih menekankan pengaturan  laju-laju emisi gas-gas rumah kaca, diantaranya: upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, mendorong penggunaan renewable energy dan pengelolaan land use.

 

Sementara itu, Dr. Rizaldi Boer, yang juga Staf Pengajar Departemen Meteorologi dan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB mengatakan saat ini bukan saatnya memperdebatkan teori global warming tersebut, namun menggagas action kita mengurangi global warming yang sudah terjadi. Rizaldi kemudian memaparkan dampak global warming. " Sudah saatnya pakar IPB ikut berperan menggagas konsep Clean Development Mechanism untuk membantu pengurangan emisi karbon dan mendukung program  Bali Action Plan," ujar Rizaldi. Seminar ini  dimoderatori Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.Ir.Yonny Koesmaryono. Acara yang dihadiri lebih dari 300 peserta ini dibuka oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto. (ris)

 

 

 

 

 

#$#076c632662a5fb994079e8b110120d16###dfd50bfb7e7e56d5d77387c28ec469f2###ID###2008-03-27 17:07:37###IPB Gagas Posisi Kecamatan di Era Otonomi Daerah###

final_400Perubahan sistem tata pemerintahan  dari sentralisasi ke desentralisasi menimbulkan  pergeseran status dan kedudukan kelembagaan pemerintah daerah. Perubahan yang paling dramatis  dialami institusi kecamatan.  "Status kecamatan berubah dari institusi yang mewakilil pemerintah pusat menjadi sekedar satuan kerja perangkat (SKPD) yang tidak lebih hanya menjalankan fungsi administrasi perkantoran wilayah semata," ungkap Dr. Lala M. Kolopaking, Ketua Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Workshop Akhir : Kelembagaan dan Tata Pemerintahan Kecamatan: Review Implementasi dan Rekomendasi, Kamis (27/3) di Ruang Kinanti Hotel Salak.


 

Dengan otonomi daerah, posisi camat mengalami dilematis. Ada sikap keragu-raguan melanda para camat . Terkait kelembagaan, satu sisi, camat masih dituntut untuk menyelesaikan segala  masalah  desa. Sisi lain, camat belum memiliki kejelasan wewenang dalam pemerintah daerah. "Kebutuhan  institusi kecamatan tertutama sangat  dirasakan  terutama di kawasan  perbatasan, daerah terpencil, pulau-pulau terluar dan kawasan yang sangat luas secara geografi," kata Lala. Menurut Lala, institusi kecamatan hendaknya diatur secara legal dan jelas dalam perundang-undangan.


 

 Lala M. Kolopaking  mempresentasikan  tujuh hasil penelitian aksi Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan  IPB mengenai Kelembagaan dan Tata Pemerintahan Kecamatan. Penelitian ini  mengambil studi kasus  10 kecamatan dari lima propinsi di Indonesia. Kesepuluh kecamatan  tersebut Baitussalam dan Ingin Jaya Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Tanjung Emas dan X Koto Propinsi Sumatera Barat, Dligo dan Bangun Tapan Propinsi Yogyakarta, Tembuku dan Kubu Propinsi Bali, serta Selakau dan Paloh Propisi Kalimantan Barat.


 

 Masing-masing kecamatan tersebut memfungsikan institusi kecamatan secara berbeda-beda sesuai sejarah,  dan  kearifan lokal daerahnya.  Metodelogi penelitian  ini menggunakan metode wawancara mendalam, focus group discussion.dan pengamatan.


 

 Drs.Marhaban Ibrahim, M.Sc, Dirjen Pembangunan Masyarakat Pedesaan Departemen Dalam Negeri, mengatakan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan perlu penjelasan dan penguatan lebih lanjut dalam aplikasinya. " Pemerintahan kecamatan sangat diperlukan, sebab kecamatan lebih percaya diri menghadapi birokrasi pusat sekaligus bisa merakyat pada masyarakat desa," jelas Marhaban.


 

Sementara itu, pembicara lain Drs.Ary Dwipayana, M.Sc, Pengamat Politik Universitas Gajah Mada menyatakan tidak banyak  menemukan  studi-studi tentang kecamatan di Indonesia. Ary mengapresiasi hasil penelitian IPB yang masih langka dilakukan akademisi. Terkait keragaman lokal yang menjadi landasan dalam pengaturan fungsi dan wewenang kecamatan, Ary mengatakan perlu grand strategy tata pemerintahan dan pembangunan daerah. "Grand strategy ini penting untuk mengakomodir anspirasi masyarakat, sekaligus menjadi arahan supaya kebijakan daerah tak bertentangan dengan regulasi nasional," kata Ary.


 

Ketujuh judul hasil penelitian yang dipresentasikan dalam wokshop tersebut antara lain: Proses-Proses Kebijakan Menata Kembali Kedudukan dan  Peranan Kecamatan ditulis Dr. Lala M. Kolopaking,  Posisi Kecamatan: Suatu Analisis dari Perspektif Kelembagaan ditulis Ir.Fredian Tonny Nasdian, MS, Kecamatan di Era Otonomi Daerah: Status dan Wewenang serta Konflik Sosial ditulis Dr.Rilus A.Kinseng,  Refungsionalisasi Kecamatan Dalam Perencanaan Pembangunan Wilayah Spasial oleh  Dr. Eka Intan Kumala Putri, Kajian Inovasi Kecamatan Sebagai Organisai Publik ditulis Dr.Suharno,  Reposisi Kapasitas Ketatapemerintahan Kecamatan karya Dr. Arya Hadi Dharmawan, dan Kinerja Kecamatan: Persepsi dan Ekspektasi Publik terhadap Fungsi dan Peran Kelembagaan Kecamatan di Tingkat Lokal oleh  Ir.Yoyoh Indaryanti, M.Si.


 

 Workshop yang diselenggarakan  Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB serta didukung  USAID ini dibuka Rektor IPB, Dr.Herry Suhardiyanto. Hadir pula memberi sambutan perwakilan  Democratic Reform Support Program USAID, Gordon H. West. (ris)

#$#0df8724d29b42a908cbb8b80ef8e85cd###7f9d5691038abe0b4fa522a88bbf51e3###ID###2008-03-31 12:45:39###Bunga Rampai Kegiatan Agrinex Expo 2008###

Agrinex Expo 2008 merupakan kelanjutan dari Agrinex Conference & Expo 2007 yang terselenggara berkat kerjasama  Institut Pertanian Bogor (IPB), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Performax. Kegiatan ini didukung  Dekopin dan Departemen Pertanian.  Sponsor utama Agrinex Expo 2008 yang  mengambil tema ‘ Go Green"  ini  adalah PT. Sampoerna Agro Tbk. Sebuah industri  berorientasi bisnis rokok berubah bisnis agro (pertanian). Agrinex Expo 2008 diharapkan dapat mengangkat sektor agribisnis sehingga agribisnis Indonesia diakui pasar dunia.

 

Penerapan konsep Academician, Bussines, Government and Community (ABGC) yang didalamnya mencakup  kaum akademisi, pengusaha, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mewakili seluruh unsure bangsa sehingga tercapai tujuan bersama yaitu Indonesia sejajar dengan negara berkembang lainnya. Agrinex Expo 2008 merupakan wadah yang tepat dalam menunjukkan produk agribisnis Indonesia yang beranekaragam dan berkualitas, sehingga pantas bersaing di pasar dunia.

 

Adanya sponsor memungkinkan agrinex bisa diadakan di Jakarta Convention Center dengan kualitas property, acara dan publikasi yang memadai. Terimakasih disampaikan kepada Wilmar, Sinar Mas, Heinz ABC, Provident dan BRI yang memungkinkan subsidi bentuk discount, 75 persen  kesertaan litbang, 66 persen  kesertaan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perguruan tinggi, 50 persen  kesertaan Pemerintah Daerah  serta memberikan gratis ketersediaan media, asosiasi dan hasil penelitian mahasiswaa binaan yayasan Inovasi Technology Indonesia di Agrinex 2008. Agrinex Expo 2008 ini diikuti lebih dari 100 exhibitor.

 

Kegiatan Agrinex Expo 2008 telah diselenggarakan pada tanggal 21-24 Maret di Jakarta Convention Center. Adapun resume beberapa kegiatan Agrinex Expo 2008 diantaranya sebagai berikut:

 

 

Kegiatan hari Jum'at (21/3)

 

a. Pembukaan Agrinex Expo 2008

 

Pembukaan Agrinex Expo 2008 dimulai pukul 10.00 WIB di Ruang Agrinex Room. Menteri Pertanian, Anton Apriantono didampingi Ketua Panitia Pelaksana Sampoerna Agro Agrinex Indonesia 2008 Go Green, Ir. Rifda Ammarina, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Sandiaga S.Uno, Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Ketua Umum DEKOPIN, Adi Sasono, secara resmi membuka "Sampoerna Agro Agrinex Indonesia 2008 Go Green" Jum'at (21/3) di Jakarta Convention Center.

 

Mentan menyampaikan dalam membangun pertanian nasional, pendekatan sistem agribisnis  masih sangat relevan. Sistem agribisnis mencakup seluruh aspek mulai dari subsistem hulu (produksi dan pengolahan hasil) hingga sub sistem hilir (pemasaran dan faktor pendukungnya) mempunyai posisi dan peranan yang sangat strategis.

 

pencet_tombol_400_01Lebih lanjut Mentan menyampaikan semakin majunya teknologi berdampak pada tingkat pengetahuan para petani. Produsen pertanian sering  memproduksi produknya yang ramah lingkungan dan sesuai pasar, namun produk mereka banyak belum dikenal di pasaran. Membudayakan penggunaan bahan dan produk pertanian  ramah lingkungan tentunya perlu dilakukan suatu kampanye terus menerus, melalui berbagai event yang melibatkan masyarakat luas, seperti pameran maupun expo. Pada kesempatan tersebut tidak lupa Mentan menyampaikan apreasiasi kepada Institut Pertanian Bogor (IPB), BPP HIPMI dan  kepada PT. Perfomax sebagai Event Orgaziner serta rekan-rekan yang telah menciptakan acara ini menjadi suatu ajang promosi yang istimewa.

 

Ketua Umum Dewan Koperasi Nasional, Adi Sosono mengatakan mendukung penuh kegiatan ini. Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc mengucapkan selamat dan terima kasih pada berbagai pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan dukungan masyarakat baik  swasta, pemerintah, perguruan tinggi dan litbang dalam membangun agribisnis Indonesia.

 

 

b. Talk Show I : ‘Kemana Perkembangan Industri Sawit Indonesia'

 

Talk Show ini menghadirkan pembicara antara lain : Max Ramajaya dari PT Wilmar Group, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ir. Sandiaga S. Uno dan Dr. Bayu Krisnamurthi,  Deputi II Menko Perekonomian Republik Indonesia (RI) Bidang Pertanian dan Kelautan moderator talkshow ini Ivan Batubara dari HIPMI.

 

Bayu Krinamurthi, minyak sawit salah satu komoditas unggulan nasional  dan menghasilkan pendapatan 12 milyar dollar. Belum pernah dalam sejarah, minyak kelapa sawit sangat menguntungkan seperti sekarang. Harga per minyak kelapa sebesar 1100 dollar per ton. Biaya produksi sebesar 400 dollarper ton. keuntungan yang diperoleh sebesar 600-700 dollar.  Kelapa sawit yang diekspor Indonesia 50 persen masih berupa minyak mentah, minyak goreng 30-35 persen dan produk hilir baru 5 persen. Sedangkan Malaysia lebih dari 80 persen berupa minyak pelumas, minya goreng dan biodesel.  Hal ini tantangan bagi anak negeri untuk mengembangkan industri hilir perkelapasawitan. Disamping pelaku muda usaha, industri hilir ini menarik  banyak pihak antara lain: peneliti, para pekerja, tim ahli dan sebagainya.

 

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, Indonesia bisa menjadi  promotor untuk menentang keras kebijakan proteksi negara lain sehingga impor kelapa sawit bisa masuk. Hal ini juga demi keberlangsungan usaha kelapa sawit nasional. Sebab, pasar dalam negeri hanya bisa menyerap 4-5 juta ton. Sisanya, sekitar 16-17 juta ton membutuhkan konsumen di pasar internasional. Salah satunya dengan memproduksi  komoditi sawit yang dibutuhkan industri lain.

 

Max Ramajaya dari PT Wilmar Group mengatakan terjun ke dunia usaha kelapa sawit bukan sekedar bisnis namun memerlukan passion of life.  Seorang entrepreneur yang memiliki visi, misi bagus. Bisnis kelapa sawit tidak membutuhkan orang yang duduk-duduk saja di kursi kantor. Kita harus berjalan 2,5 kilometer setiap hari, hidup di tengah hutan, bekerja di kebun, jauh dari masyarakat.

 

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ir. Sandiaga S. Uno, mengatakan pemain industri agribisnis  sangat sedikit, sehingga aktivitas ekonomi pun kurang bergairah. Dari 25 ribu anggota HIPMI, hanya 5 persen yang menerjuni dunia agribisnis. Setelah Angrinex Expo tahun 2007, banyak bermunculan pemain baru  agribisnis khususnya bisnis kelapa sawit dari hulu hingga hilir.   Terjun bisnis dalam perkelapasawitan tak harus menjadi produsennya, sub sektornya pun juga merupakan peluang diantaranya usaha pengadaan bibit, pupuk, pemasaran Crude Palm Oil.

 

pemotongan_400_01

c. Talk show II : Ketahanan Pangan Nasional, Antara Harapan dan     Kenyataan

 

Pembicara Talk show : Ketahanan Pangan Nasional, Antara Harapan dan Kenyataan antara lain : Gubernur Gorontalo, Ir.Fadel Muhammad,  Kepala Badan Urusan Logistik, Mustofa Abubakar dan Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoesa. Moderator talk show ini Untung Jayadi dari Agrina.

 

Fadel menyampaikan diperlukan keteladanan dan kepemimpinan pemerintah daerah dalam membangun ekonomi daerah dan mencapai ketahanan pangan.  Fadel menerapkan sembilan pilar agropolitan dalam mewujudkan revitalisasi pertanian menuju pertanian modern di Gorontalo. Kesembilan pilar tersebut antara lain: pertama, penyediaan alat medin pertanian dalam bentuk unit pelayanan jasa alsintan, kedua, penyediaan dana penjaminan petani (APBN, APBD, ASKRINDO, Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI), ketiga, penyediaan benih unggul pupuk dan pengendalian hama atau penyakit, keempat, memperlancar pemasaran dengan jaminan harga pasar melalui BUMN kerjasama dengan pengusaha antar pulau dan ekspor, kelima, pembangunan irigasi dan jalan akses agropolitan, keenam, percontohan window di setiap kabupaten dan posko agropolitan, ketujuh, peningkatan sumberdaya manusia pertanian, kedelapan, meningkatkan efektivitas atau peran maize center dalam penelitian, pengkajian teknologi dan penerapan teknologi baru, dan kesembilan, perencanaan dan koordinasi. Fadel membuka kerjasama dengan para peneliti, institusi perguruan tinggi, pemerintah dalam hal ini Bulog untuk makin menggiatkan upaya pencapaian ketahanan pangan.

 

Mustafa mengatakan  Bulog daerah siap bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan  dan pemerataan akses pangan. Menurut Mustafa, saat ini banyak dibutuhkan sosok pemimpin daerah dan nasional yang memiliki jiwa entreprenuer goverment.

 

 

d. Talk Show III:  Skenario Penguatan Industri Benih Perkebunan

 

Pembicara talk show sesi ini yakni : Direktur Perbenihan dan Sarana Produksi Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian RI Darmansyah Basyaruddin,  Research Director Sampoerna Agro Dr.Dwi Asmono, Ph.D dan  Wakil Rektor Bidang Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB Dr.Arief Imam Suroso,M.Sc. Moderator acara ini  Agus Supriono dari Agro Observer.

 

Pada tahun 2010 mendatang Indonesia ditargetkan bisa membangun industri perbenihan sawit tersistem dengan mengandalkan potensi sumberdaya di dalam negeri. Artinya mutu dan jumlah benih yang dibutuhkan masyarakat bisa sampai kepada tingkat petani atau masyarakat secara cepat dan tepat.

 

Program pemerintah mengenai perbenihan sudah jelas, baik  benih komersial dan non komersil. Program komersil didorong dan difasilitasi oleh pemerintah agar terus berkembang. Langkah ini masih terus dilakukan, salah satu contohnya dengan melakukan pengkajian dan pengkayaan plasma nutfah dalam menghasilkan varietas terbaik untuk kelapa sawit. Hal ini dilakukan pemerintah dengan bekerjasama pengusaha. Pencarian varietas terbaik ini tidak hanya ke negara Afrika tapi dilanjutkan ke negara Amerika Selatan.

 

Sedangkan program non komersial, dalam hal ini Darmansyah mengatakan, pemerintah merencanakan dari hulu hingga hilir terlaksana secara sistematik. Artinya mulai dari breeding, produksi, pengawasan mutu dan pendistribusiannya merupakan  porsi program pemerintah.

 

Menyoroti soal teknologi ternyata tidak perlu dikhawatirkan,  Dwi Asmono mengatakan, processing untuk menghasilkan benih sawit yang berkualitas sudah tersedia, mulai dari pendekatan konvensional maupun teknologi tinggi.

 

Namun, terkait sumberdaya manusia, Indonesia dirasakan masih minim pakar yang menggeluti bidang ini. Dari tujuh perusahaan yang bergerak di perbenihan,  separohnya mengimpor bahan baku termasuk SDM dari Eropa. Wakil Rektor Bidang Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB, Dr.Arief Imam Suroso,M.Sc., mengomentari kebenaran minimnya SDM tersebut.

 

 

e. Forum Group Discussion  ‘Cetak Biru Pertanian Indonesia'

 

Acara ini menampilkan pemaparan materi dari: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc; Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Adi Sasono; Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS; serta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Sandiaga S. Uno.  Berkesempatan memandu acara ini, Pemimpin Redaksi Harian Umum Kompas, Suryopratomo.

 

Mentan mengatakan Indonesia harus fokus produk mana yang akan kita genjot produksinya di dalam negeri.  Karena kita harus bertumpu pada teknologi. Inovasi pun menjadi keharusan sehingga produktivitas dan nilai tambah bisa digenjot.  Indonesia bisa mencontoh  Brazil yang unggul di tanaman-tanaman semusim, dan beberapa komoditas masih impor. 

 

 Pertanian membutuhkan dua hal penting yakni: insentif dan  perlindungan.  Mentan menandaskan pentingnya pewilayahan untuk menghindari jatuhnya harga produk pertanian akibat panen yang berbarengan.  Kegiatan packing dan grading dipandang Mentan sebagai hal penting untuk memberikan nilai tambah selain menyerap tenaga kerja.

 

Mentan pun menyatakan perlunya penyatuan Departemen Perdagangan dengan Departemen Perindustrian, karena ranah tersebut terkait erat. Pertanian mestinya dekat dengan  hole share market.

 

 

Adi Sasono menyatakan Dekopin telah mengembangkan ribuan hektar lahan kedelai di Jember. Dikatakannya, dengan 1 juta lahan kedelai, sebenarnya bisa menutup kebutuhan kedelai kita. Kondisi ini akan turut membantu  petani kita keluar dari kemiskinan.  Jika  dahulu Indonesia dibelenggu oleh kolonialisme berupa penjajahan fisik, kini kita dijajah oleh neokolonialisme yang telah menjadikan negeri ini sebagai: sumber bahan mentah; tempat penanaman modal asing; pemasok buruh murah; serta tempat pemasaran bagi  industri maju. Lebih lanjut dikatakannya, tugas kita adalah membebaskan bangsa ini dari struktur ekonomi yang menindas.Dalam hal ini memang terjadi kesalahan negara dalam menjalankan fungsi dasarnya.  Tapi kita pun tak hanya bisa menyalahkan negara.  Karena ini given. Untuk itu, menurutnya seluruh komponen bangsa harus berbuat.  Dekopin mencoba melakukan integrasi ekonomi dengan mengembangkan sistem online di 360 pusat keuangan di Indonesia yang akan membantu standarisasi akuntansi.

 

Rektor IPB dalam uraiannya menandaskan, untuk merespon tantangan pengembangan agribisnis di Indonesia, terutama dari aspek sumberdya manusia(SDM)-nya, IPB  terus berupaya memupuk softskill dan jiwa entrepreneur mahasiswa.

 

 

pameran_lain_3_400

Hari ke-2, Sabtu (22/3)

a. Talk Show IV : Rempah Indonesia Bagaimana Kini?

 

Talk Show yang dimoderatori Rifda Ammarina ini menghadirkani pembicara Ketua Harian Dewan Rempah Indonesia Suhirman Mujodihardjo, Ketua Eksekutif Director Rempah Indonesia Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Mindo Sitorus, dan Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Departemen Pertanian Dr.Ir.Mat Syukur, MS.

 

Masih terbuka luas pengembangan agribisnis untuk rempah di Indonesia. Sekitar 300 ribu spesies tanaman diduga mengandung khasiat rempah dan obat. Indonesia nomor dua setelah Berazil akan kekayaan rempah ini. Namun sangat disayangkan dari 300 ribu itu hanya 1000 spesies yang digunakan dan hanya 100 spesies saja yang sudah dibudidayakan. Menurutnya, Indonesia masih bisa berbangga hati, karena dari spesies tersebut Negara Indonesia masih unggul dan nomor satu di dunia, seperti pala, kayu manis dan cengkeh. Namun ada beberapa juga yang sudah tergeser dari nomor satu seperti lada dan vanili.

 

Menurut Ketua Harian Dewan Rempah Indonesia Suhirman, Indonesia masih bisa berbangga hati, karena dari spesies tersebut Negara Indonesia masih unggul dan nomor satu di dunia, seperti pala, kayu manis dan cengkeh. Namun ada beberapa juga yang sudah tergeser dari nomor satu seperti lada dan vanili.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, Dr.Ir.Mat Syukur, MS., memberikan alternatif pemecahan permasalahan tersebut dengan Kredit usaha Rakyat (KUT).

 

"Kredit ini memiliki bunga yang sangat rendah yaitu sekitar 7 persen dalam satu tahun, diperuntukan bagi para petani dan tidak dibatasi komoditasnya. Kredit ini juga bisa diakses di seluruh bank Nasioanal dan 11 bank Daerah," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Eksekutif Director Rempah Indonesia Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Mindo Sitorus, terkait dengan rempah ini merencanakan akan memetakan kekayaan rempah di Indonesia dan akan membangun kelembagaannya.

 

b. Talk Show V : "Orientasi Agribisnis Nasional di Pasar Global"

 

Menghadirkan pembicara Presiden Direktur PT Heinz ABC Indonesia  Nilesh Patel, Wakil Ketua Komisi DPR RI Prof.Dr.Didik J.Rachbini. Talk Show ini dimoderatori Suryopratomo dari Kompas.

 

c. Talk Show VI : Booming Hortikultura Siapa yang Diuntungkan?

 

Acara ini menghadirkan pembicara, Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia Karen Syarief, dan Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian Ahmad Dimyati. Acara ini dimoderatori M.Toha dari  HIPMI.

d. Sarasehan Terbatas Alumni IPB ' Membangun Percepatan Agribisnis Indonesia'

 

Menghadirkan pembicara Rektor IPB,  Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc,dan  Menteri Pertanian, Anton Apriyantono. Temu alumni ini dihadiri alumni IPB dari berbagai latarbelakang profesi.

 

 

e. Temu Bisnis Badan Penelitian Departemen Pertanian

 Departemen Pertanian mensosialisasikan beberapa hasil penelitiannya diantaranya: beras beriodium, feromonas sebagai teknologi pengendalian Oryctes rhinoceros, healtro instan (temulawak cemerlang, secang fit, purwoceng stamina), androcap sambiloto, pegagan ekstrak dan altabu (pengendali lalat buah), paket teknologi prosessing manggis.  Penyaji hasil penelitian dalam kesempatan itu antara lain: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Ir. Sulusi Prabawati, M.Sc, Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit Dr.Witjaksana Darmosarkoro,  Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Dr.Ir.Sukamto, M.Agr.Sc, dan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Dr. Raffi Paramawati, M.Si. Forum bisnis ini dimoderatori Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Ir.Rudy Tjahjohutomo, MT.

 

Hari ke-3, Minggu (23/3)

a. Talkshow VII : Peran BUMN dalam Pengembangan Agribisnis

 

Acara ini menghadirkan pembicara Sekretaris Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara.Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu,  Eco Pesantren, Abdullah Gymnastiar. Acara ini dimoderatori Arita Dewi dari Radio Republik Indonesia.

 

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalokasikan dana sebesar Rp 60 trilyun untuk kegiatan Corporate Sosial Responbility dan Rp 40 trilyun untuk pengembangan usaha petani dan kecil menengah. Menurut Muhammad Said Didu, Sekretaris Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara. Diperlukan jembatan yang menghubungkan antara pihak pemilik dana dengan petani dan usaha kecil menengah. Seperti BUMN, bank-bank pemerintah pun juga mengalami hal yang sama. Bank-bank pemerintah mengalami kesulitan dalam menyalurkan kredit rakyat. Diperlukan n lembaga atau pihak yang benar-benar peduli pada usaha kecil menengah dan bukan dalam rangka kepentingan 200..

 

Terkait ketidakterarikan pemuda terjun ke pertanian, menurut Abdullah Gymnastiar, karena masyarakat Indonesia kurang menghargai pertanian dan negerinya sendiri. Petani kurang mendapat penghargaan dibanding profesi pengusaha dan artis. Konsep eco pesantren yang dikembangkan Aa gym merupakan wujud keprihatinannya terhadap kondisi pemuda. Aa Gym menyoroti ketiadaan sekolah khusus pertanian yang menyiapkan tenaga pertanian tangguh layaknya ABRI memiliki Akademi ABRI, dan pemerintah memiliki STPDN.  Dengan adanya sekolah khusus pertanian yang tangguh diharapkan petani selain memiliki kemampuan menanam, juga memiliki wawasan luas manajerial seperti penguasaan teknologi, mengelola keuangan, koperasi dan pemasaran.

 

Terkait peran pemerintah dalam pertanian, Aa Gym mengharapkan langkah praktis seperti yang dilakukan Departemen Pertanian pada  Agrinex Expo 2007 yakni membuka pasar tani atau agro spot. Pasar tani di beberapa lokasi ini mendekatkan petani dengan pembeli dan memotong jalur distribusi.  Walhasil, pendapatan petani meningkat dan pembeli memperoleh harga lebih rendah.

 

b. Talk Show VIII : Agrowisata Langkah Edutainment Agribisnis

 

Talk show yang dimoderatori Rifda Ammarina  ini menghadirkan Drs.Achyaruddin, Direktur Produk Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Republik  Indonesia Djoko Said Damardjati.

 

 Dapartemen Kebudayaan dan Pariwisata tahun ini mentargetkan 7 juta wisatawan asing berkunjung ke Indonesia. Produk pariwasata Indonesia tak kalah dengan mancanegara. Indonesia dinilai Drs.Achyaruddin, Direktur Produk Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, memiliki agrowisata terlengkap seperti taman bunga, perkebunan (teh, kelapa sawit, karet), tanaman sayur-sayuran, perikanan (tangkap, sungai, laut dan darat), pemandangan alam pegunungan. Djoko Said Damardjati, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian Republik  Indonesia mengatakan Departemen Pertanian siap membantu menyiapkan data-data objek dan bersedia membuat daftar mapping agrowisata.

c. Talk Show IX: Penciptaan Lapangan Kerja Baru Melalui Pengembangan  Agribisnis

 

 Talk show yang dimoderatori LKBN ANTARA Era Rafzon Saptilyudan menghadirkan pembicara seperti: Dirjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir. Harry Heriawan, M.Sc., Akademisi, Dr.Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., serta Dirjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir. Harry Heriawan, M.Sc.

 

Perlu ada paradigma baru di Agrinex Expo Go Green 2008 bahwa tranmigrasi tidak hanya mengatasi kemiskinan dengan melakukan perpindahan penduduk dari suatu kawasan padat menuju kawasan yang jarang penduduknya, dan sekedar mengembangkan komoditas tertentu sebatas produksi saja. Namun, dari program kegiatan diharapkan melahirkan entrepreneur agribisnis dan membentuk suatu kawasan mandiri terpadu dari hulu hingga hilir dengan pendekatan kawasan tersebut. Begitu dipaparkan oleh Dirjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir. Harry Heriawan, M.Sc.

 

Asep saefuddin, mengatakan suatu bangsa jika ingin maju maka 2 persen dari jumlah penduduknya harus entrepreneur. Data dari BPS 2007 mengatkan bahwa Penduduk Indonesia yang terjun di dunia entrepreneur baru 0,16 persen, menurutnya negara Indonesia masih memiliki peluang sebesar 10 kali lipat.. Tranmigrasi dan entrepreneur itu harus di gabungkan sehingga Indonesia menjadi negara maju.

 

Perguruan tinggi itu harus menumbuhkan jiwa entrepreneur dalam diri mahasiswanya, sehingga perguruan tinggi itu bisa melahirkan lulusannya yang tidak menunggu pekerjaan namun menciptakan pekerjaan. Bayangkan saja setiap tahun ada sekitar 30 ribu lulusan yang dilahirkan dari setiap perguruan tinggi. Jika 50 persen saja bisa terjun di dunia entrepreneur maka Indonesia tidak lama lagi akan menuju yang 2 persen itu. Asep mengatakan IPB sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar pertanian di Indonesia siap menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa entreupreuneurship.  IPB telah mendirikan konsep  IPB Student Technopreneurship dimana para mahasiswanya diajarkan entrepreneur berbasis teknologi.

 

 

 

d. Pengumuman Pemenang Bussines Plan

 

Melalui kegiatan Bussiness Plan Competition yang digelar sebagai salah satu rangkaian perhelatan agribisnis nasional ini, sebanyak 44 proposal diterima panitia untuk dikompetisikan. Keluar sebagai pemenang I, Hestiana (Institut Pertanian Bogor) dengan proposal "Sweet Potato Flakes Sebagai Pangan Alternatif Perubahan Berbahan Baku Lokal" , pemenang II, Mutakiyah Prihatining Rahayu (Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto) dengan proposal ‘Saha Coco Fiber", dan  pemenang III Didik Listi Abi (Universitas Diponegoro, Semarang) dengan proposal ‘Kampung Laut "Distributor dan Kafe Rumput Laut'. Dewan juri Bussiness Plan Competition ini terdiri dari Rifda Ammarina (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Arif Imam Suroso (Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB),  Mindo H Sitorus (Dewan Koperasi Indonesia), Iranda (Sentra Media), dan Indra Pangasian (Sampoerna Agro).

 

 

Hari ke-4, Senin (24/3)

a. Talk Show X: Sejauh Mana Revitalisasi Pertanian Indonesia

 

Pembicara talk show ini yakni Rekor IPB Dr.Ir.Herry Suhardiyanto,MSc, dan Kepala Badan Ketahanan pangan Departemen Pertanian Dr.Kaman Naenggolan, MS . Moderator acara ini drh.R.P. Agus Lelana., SpMp, M.Si.

 

Pada tahun 1998 saat krisis, pertanian datang sebagai penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional. Sekarang, kenaikan harga dunia yang berdampak naiknya komoditas dalam negeri patut menjadi pelajaran berharga, agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama. "Sudah dua kali kita diberi pelajaran dari Allah, betapa pentingnya pertanian sebagai platform pembangunan ekonomi nasional. Berapa banyak lagi kita membutuhkan pelajaran sampai kita sadar," tandas Rektor IPB. Masalah pertanian bukan hanya masalah nasional namun sampai internasional. Kebijakan pertanian hendaknya disesuaikan potensi masing-masing daerah.

 

Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Dr.Kaman Naenggolan, M.S, mengatakan revitaliasasi perlu dilakukan agar kita memperhatikan dan menggiatkan sektor pertanian menuju kemandirian pangan nasional. Saat ini Departemen Pertanian sudah mengembangkan program  percontohan desa mandiri   pangan  yang telah dilaksanakan di 825 desa.

 

 

 

b. Talk ShowXI : Paradigma Baru Pertanian Indonesia

 

 Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Pengembangan IPB, Dr. Ir. Hermanto Siregar, Riset direktur Sampoerna Agro, Dr.Dwi Aswono dan Direktur Utama Radio Republik Indonesia, Parni Hadi.

 

c. Penutupan Agrinex Expo 2008

 

Menteri Pertanian, Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS, didampingi oleh Ketua Panitia Pelaksana Sampoerna Agro Agrinex Indonesia 2008 Go Green, Ir. Rifda Ammarina, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Sandiaga S.Uno, Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Ketua Umum DEKOPIN, Adi Sasono, menutup kegiatan Agrinex Expo 2008 ‘Go Green'.

 

Mentan mengatakan pada  awalnya tahun 2007 lalu, ia ingin menampilkan wajah agrobisnis yang bergengsi, yaitu merubah paradigma pertanian yang tidak hanya sekedar hanya mencangkul tapi terkait dengan agrobisnis, agroindustri, agroservices, agrowisata dan sebagainya. Ternyata, pada tahun 2008 ini sudah mulai terlihat wajah-wajah pertanian seperti yang kita lihat pada pameran Sampoerna Agro Agrinex Indonesia 2008 Go Green. Harapannya dengan adanya pameran ini bisa tumbuh pelaku-pelaku agribisnis baik junior maupun yang senior.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), Adi Sosono. Wajah pertanian saat ini sedang cerah, ia mengusulkan kepada para pelaku bisnis yang terjun di dunia usaha agribisnis untuk secara bersama-sama meningkatkan produksi biji-bijian terutama untuk padi dan bahan bakar nabati. Di pasar dunia diprediksikan harga padi kisaran 900 dollar. Jika hal ini bisa ditingkatkan maka Indonesia bisa mengekspor beras dan dapat meningkatkan devisa bagi negara.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Sampoerna Agro Agrinex Indonesia 2008 Go Green, Ir. Rifda Ammarina dalam paparannya mengatakan, Pameran pertanian kedua terbesar  Agrinex Expo 2008 tanggal 21 - 24 Maret 2008 di Jakarta Convention Centre ini berjalan sangat lancar.

(Tim Humas Agrinex Expo 2008)

#$#271208e4a6ac180ed777003a6d64dcd7###1a41d761d5a1dec036dc93f8bd5cf24f###ID###2008-03-31 13:08:28###POSS-IPB Selenggarakan Pelatihan E-Learning Berbasis OSS Bagi Sekolah###Dalam rangka pendayagunaan open source software (OSS) di wilayah Bogor dan sekitarnya, Sekretariat Pendayagunaan Open Source Software (POSS) IPB menyelenggarakan pelatihan E-Learning Berbasis OSS bagi guru-guru SMU/SMK di wilayah Bogor. Pelatihan yang diikuti oleh 30 sekolah swasta dan negeri tersebut, diselenggarakan di Gedung Ilmu Komputer, IPB Kampus Baranangsiang selama dua hari, yaitu 31 Maret dan 1 April 2008.

 

possipb01_400
 

 

Menurut Ketua POSS-IPB, Julio Adisantoso, pelatihan E-Learning ini diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan pemasyarakatan OSS di lingkungan sekolah di wilayah Bogor dan sekitarnya, yang sebelumnya diawali dengan workshop dan seminar. Julio menambahkan bahwa dari pelatihan ini diharapkan sekolah di wilayah Bogor dapat membangun situs E-Learning dengan mudah dan murah, sehingga dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Peserta pelatihan adalah guru-guru yang memiliki keterampilan pengoperasian dasar komputer, yang dikirim untuk mewakili sekolah. Sedangkan materi pelatihan yang diberikan meliputi instalasi komputer server menggunakan program Ubuntu dan XAMPP, instalasi program E-Learning (Claroline), dan mengelola E-Learning untuk administrator, guru, dan siswa.

Acara dibuka oleh Dr.Ir. Sugi Guritman, Ketua Program Magister Ilmu Komputer IPB yang mewakili Ketua Departemen, sekaligus memaparkan perkembangan pendidikan S2 bidang Ilmu Komputer di IPB.

 

#$#6b159026510beb606006ed729a032ad1###421ce60fdf36bee240bfc7ad63304ba5###ID###2008-04-01 15:24:30###Abaikan K3, 5 Orang Per Hari Celaka###

 

 

Kasus kecelakaan kerja masih sering  terjadi di Indonesia. Tercatat sepanjang tahun 2007, 65.474 orang celaka. "Kalau dihitung, rata-rata tiap hari 5 orang mengalami kecelakaan kerja akibat masih kurangnya penerapan manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja," ungkap Dirjen Pengawasan Ketenagakerjaan, Departemen Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Iskandar, SH saat membacakan Sambutan Menteri Kehutanan dalam acara Seminar bertajuk  'Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Perusahaan' Sabtu (29/3) di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

 

International Labour Organization (ILO)  telah menetapkan standar  peningkatan mutu tenaga kerja dunia. Manajemen K3 ini disamping kepedulian pemerintah terhadap keselamatan pekerja, juga merespon standar tenaga kerja dunia yang ditetapkan ILO.   " Keamanan, Keselamatan Kerja tertuang dalan Undang-Undang No.13 tahun 2003 dan  Peraturan Pemerintah no 23 tahun 2005," ujar Iskandar.

 

 Staf Pengajar Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Gunawan Santosa mengatakan lima bidang kerja  yang sering  terjadi kecelakaan kerja yakni:  konstruksi, kehutanan, industri,  transportasi dan pertambangan. Khusus di bidang kehutanan, angka kecelakan tertinggi terjadi pada kegiatan pemanenan kayu. Hal ini disebabkan  beberapa faktor diantaranya: produk log (gelondongan) besar dan berat, kondisi hutan (topografi) berat, penggunaan peralatan berat,  perhatian perusahaan terhadap K3 relatif rendah,  minimnya ketersediaan data K3 dan masih banyak anggapan kerja hutan berbahaya sehingga kecelakaan kerja dianggap wajar.

 

Menurut Gunawan,  para pekerja kehutanan hendaknya memahami manajemen K3. Ia menyayangkan manajemen K3 ini tidak lagi dimasukkan sebagai mata kuliah khusus di Fakultas Kehutanan IPB. Padahal kata Gunawan, ilmu ini penting sebagai bekal mahasiswa kehutanan jika kelak terjun di dunia kerja kehutanan.

 

Wahyono dari Lembaga Sertifikasi   Profesi Indonesia  (LSPHI) menandaskan  perlunya sertifikasi kompetensi untuk mencegah kelalaian pekerja yang mengakibatkan kecelakaan kerja. Pembicara lain dalam seminar ini, Manager PT.Kangean Energy Indonesia,  Ir.Sutadi Sosroatmodjo, Ir.Sis Agus Triyanto dan Agus Jaya Saputra dari PT.Pupuk Kaltim. Staf Pengajar dari Departemen Hasil Hutan, IPB Dr.Ir.E.Yovi bertindak sebagai moderator seminar tersebut.

 

Acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dibuka oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc. (ris)

#$#2b9bf6731fbb2b4e29acad027b6a47aa###8ccb5eb6fcaa365c843fa90407e7b82b###ID###2008-04-02 16:18:14###Wokatobi, Surga Bawah Laut###

kura2_400Jika Anda adalah seorang penyelam  (diving) sejati, sekali waktu menyengajalah  berwisata bahari ke Wakatobi. Sebuah singkatan dari gabungan empat  pulau  Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko di Sulawesi Tenggara. Wakatobi terletak di tengah-tengah pertemuan tiga terumbu karang dunia (coral triangle center). Wakatobi memiliki terumbu  karang seluas  90.000 hektar. Atoll tunggal terpanjang di dunia yakni 48 kilometer.

 

Beranekaragam terumbu karang nan cantik hidup disana. Dari total 850 jenis terumbu karang dunia, 750 jenis diantaranya ada di Wakatobi. Bandingkan dengan pusat diving Carribian dan Laut Merah yang hanya memiliki  50 dan 300 jenis terumbu karang.  Wajar, bila kemudian Wakatobi disebut laut yang mempunyai keanekaragaman hayati  yang paling tinggi.

 

 Binatang langka sejenis kuda laut, Pygmy Seahorse, bisa ditemukan di sini. Konon, binatang sepanjang dua sentimeter ini hanya bisa ditemukan di laut di atas episentrum (pusat) bumi. " Ada seorang berwarganegaraan Swiss yang cacat kakinya, sembilan kali gonta-ganti penerbangan menuju Wakatobi demi ingin melihat keberadaan Pymy Seahorse ini," tutur  Bupati Wakatobi, Ir. Hugua dalam  Workshop dan Promo ‘Wakatobi Goes To  The Only Real Underwater Paradise At The Heart Of Coral Triangle Center' Selasa (1/4) di IPB International Convention Center.  Selain keindahan bawah laut yang tak terkira, budaya  dan kuliner masyarakat Wakatobi  heterogen. Karia, Sombo, Bangka Mbule-Mbule, Kabuenga, Silat, tarian Lareangi, sajomoane, Balumpa, Posepa, Hekansalu merupakan contoh warisan budaya leluhur sebagai pelengkap wisata bahari.

 

Selama ini, Opertion Wallacea, sebuah lembaga penelitian terkenal berbasis Inggris melakukan penelitian di Pulau Hoga berdekatan Wakatobi. Tercatat  750 - 1500 mahasiswa atau sukarelawan meneliti di sana tiap tahun. Hugua menyayangkan Wakatobi lebih terkenal di mancanegera dibandingkan dalam negeri. Hal ini diketahui  Hugua saat presentasi di Orlando. "Orang mancanegara saling memberitahu bahwa Wakatobi dekat dengan Bali, bisa ditempuh 2 jam perjalanan pesawat terbang," tandasnya. Ia juga menyayangkan mustinya lembaga penelitian termasuk perguruan tinggi dalam negerilah yang seharusnya melakukan riset di Wakatobi, dan bukan lembaga penelitian asing. Sekaligus membuat konsep pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sana.

 selam_400_01

Inilah yang mendorong  Kabupaten Wakatobi menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka kerjasama bidang penelitian, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Dalam kesempatan yang sama,  Staf Ahli Bappenas Bidang Tata Ruang, Kemaritiman dan Otonomi Daerah, Dr. Son Diamar mengatakan Wakatobi, sangat potensial dikembangkan sebagai wisata bahari. Untuk mengembangkan Wakatobi memerlukan investor. "Kita bisa melelang keunggulan Wakatobi ke investor. Hanya saja perlu diperhatikan jangan sampai, investor asing menguasai 95 persen profitnya," kata  Son. Son mengemukakan strategi pembagian profit berkeadilan yakni, 20 persen untuk investor (pengelola profesional), 20 persen pemerintah kabupaten, 20 persen pemerintah propinsi, 20 persen masyarakat (ulayat), dan 20 persen karyawan. Menurut Son, jangan mengulang kesalahan dalam pengelolaan sumberdaya alam Indonesia seperti yang telah lalu.

 

Workhsop ini menampilkan pembicara lain: Direktur Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata, Drs.Achyaruddin, SE, Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan  IPB,  dan Ir.Agus Dermawan dari Bidang Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau  Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan. Moderator acara ini  Wayan Santiaji dari WWF Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Momorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Wakatobi, Ir. Hugua dan Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc. (ris)

#$#25e3934f8500f50fb0dc97a4da8fd3ea###44267b1ee1a3945ab1a0e02d0a6545b0###ID###2008-04-02 18:51:10###Ketua MPR RI : Pemimpin Melayani Masih Langka###

Ketua Majelis Musyawaratan Rakyat, Hidayat Nur Wahid mengatakan pemimpin yang melayani di Indonesia masih terbilang langka. "Kebanyakan pemimpin minta dilayani atau kalau pun melayani berharap mendapatkan balasan  lebih banyak dari yang diberikan," ujar Nur Wahid dalam acara Pembukaan Dies Natalis ke-7 Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB)  yang mengangkat tema '  The Application of Servant Leadership and Good Organization Governance Toward Economic Revitalization ' Rabu (2/4) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya Kampus IPB Darmaga.

 

Nur Wahid mengambil contoh sosok pemimpin teladan dalam melayani masyarakat adalah Muhammad SAW. Pantas kiranya, keberhasilan Muhammad SAW membimbing mengubah masyarakat jahiliyah menjadi sosok-sosok disegani, menghantarkan Muhammad SAW sebagai tokoh penting urutan pertama versi Michael Hart. Muhammad dinilai Nur Wahid bukan hanya teladan pemimpin agama, namun juga pemimpin negara. Hal ini tampak bagaimana Muhammad bisa mengelola masyarakat dari beranekaragam latar belakang budaya dan agama di Madinah Munawaroh.

 

Motivator nomor satu Indonesia, Andrie Wongso memaparkan pentingnya memiliki   kekayaan sikap mental positif dalam membangkitkan Indonesia kembali. Mental positif ini hanya bisa dilakukan dengan terus belajar, berusaha keras, bangkit segera setelah jatuh dan belajar lagi. Menjadi seorang pemimpin yang melayani itu baik. Namun jangan melupakan, dalam melayani sesekali diperlukan kekerasan dan ketegasan.  Kita harus mendidik diri sendiri secara keras dan konsisten sebelum memimpin orang lain." Kalau Anda  lunak terhadap diri Anda, kehidupan akan keras terhadap Anda. Sebaliknya, kalau Anda keras terhadap diri Anda, kehidupan akan lunak terhadap Anda," kata Andrie.

 

President Commissier Lembaga Penjamin Simpanan, Rudjito menjelaskan kepemimpinan yang baik merupakan gabungan karakteristik pemimpin tranformatif dan melayani. Ia menambahkan kepemimpinan melayani bisa diaplikasikan dalam berbagai organisasi baik yang berorientasi profit atau non profit oriented.

 

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB, Dr.drh.Hasyim, DEA menjelaskan filosofi kepemimpinan yang melayani layaknya otak atau akal bagi seluruh anggota tubuh. "Otak tidak memiliki cadangan glikogen seperti otot di bagian tubuh lain. Otak mendapatkan suply energi atau makanan dari darah yang beredar. Namun demikian otak berfungsi mengontrol, mengkordinasi aktivitas anggota tubuh lain dan  mengendalikan perbaikan sel-sel seluruh tubuh," urai Hasyim. Otak mengutamakan yang anggota tubuh lain. Otak atau akalallah yang merancang visi, misi, tujuan dan strategi masa depan hidup manusia. Menurut Hasyim tak semua orang bisa menjadi kepala. Ada yang menjadi kaki, tangan dan sebagainya. Masing-masing fungsi tersebut sangat penting dalam melengkapi kehidupan

 

Ia mengatakan aktivitas manusia itu hendaknya dilandasi karena kesadaran amal ibadah kepada Allah SWT. Bukan karena dibutuhkan orang lain. Namun muncul dari kesadaran bahwa hidup di dunia ini merupakan ladang amal untuk persiapan di akhirat kelak.

 

Acara ini diawali sambutan Ketua Panitia, Dr. Jono M. Munandar, Dekan FEM IPB, Dr.Sri Hartoyo dan dibuka oleh Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto. (ris)

 

#$#80d2f5525b8a15b9c6230bdbed2a2fc6###93f002db6b128e761ecf56f32e7957bb###ID###2008-04-03 15:42:27###Midori, Hadir di Hard Launching IndoFlowers Nursery###

Midori (Miniatur Dolls Agribouquet) hasil karya mahasiswa IPB dihadirkan pada kegiatan Hard Launching IndoFlowers Nursery, Rabu (2/4) di Kampus IPB Taman Kencana, Bogor.

Midori adalah boneka - boneka dari umbi-umbian (Kubis, Bawang Bombay, Bawang Merah, Bawang Putih dll) yang dirangkai dalam satu wadah menjadi satu kesatuan sehingga membentuk suatu keindahan.

"Midori adalah hasil karya mahasiswa IPB, kegunaannya bisa untuk hiasan di dalam ruangan atau bisa juga untuk bingkisan sebagai hadiah, belum diproduksi secara masal, baru pada tahap laboratorium, namun sudah pernah mengikuti lomba Program Kreativitas Mahasiswa 2007 lalu," ujar Liza Claudia, Mahasiswa IPB Fakultas Pertanian, disela Hard Launching IndoFlowers Nursery.

Beragam acara digelar pada hard launching tersebut, seperti: Seminar, Pelatihan Terarium dan merangkai bunga, pameran tanaman anti polutan, lomba tanaman sansivera dan lomba gambar/ mewarnai. Rangkaian kegiatan ini berlangsung 2 - 6 April mendatang yang digelar dalam rangka peresmian IndoFlowers Nursery dan Entrepreneurship Laboratory for Floriculture (ELF).

Indoflowers Nursery ini adalah suatu wadah dimana masyarakat ilmiah dan para pebisnis melakukan kerjasama dengan tujuan mempertemukan kebutuhan pasar dengan riset-riset mengenai tanaman hias yang ada.

Peresmian IndoFlowers Nursery ditandai dengan pengguntingan pita oleh istri Rektor IPB, Enny Rohaeny di dampingi pejabat teras IPB serta pejabat luar lainnya.

Hadir diantaranya, Presiden Society of Automotive Enginers Indonesia, Dr.Ing. Gunadi Sindhuwinata, Pimpinan IndoFlowers Nursery, Dr. Syarifah Iis Aisyah, M.Sc.Agr. Kadep Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB, Prof.Dr.Bambang S.Purwoko, M.Sc., Perwakilan Gama Group, Mr.Oki Kouchi, serta pejabat lainnya.

Selain peresmian, dilakukan juga penandatangan naskah kerjasama antara: IndoFlowers Nursery dengan Gama Group, IndoFlowers Nursery dengan Perwakilan Masyarakat Sulawesi Tengah, Perwakilan Masyarakat Sulawesi Tengah dengan Pemda Kabupaten Tojo Una-una, Perwakilan Masyarakat Sulawesi Tengah dengan Pemda Kabupaten Parigi Moutong, PT Tomini Surya Lestari dengan Perwakilan Masyarakat Sulawesi Tengah, dan PT Tomini Surya Lestari dengan Gama Group. (man)

#$#d5f166e5f7e8b981a6fe0e796c39bb73###f463f81759ca04f8e7dcf6b8c1645420###ID###2008-04-04 09:50:29###BAN-PT Tetapkan IPB Terakreditasi dengan Peringkat A###

Hasil keputusan rapat paripurna Badan Akreditasi Naisonal Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 7 Maret 2008 menetapkan  Institut Pertanian Bogor (IPB) terakreditasi dengan Peringat A (Sangat Baik).  Ketetapan ini tertuang dalam  nomor surat 137/BAN-PT/SKAIPT/III/2008 tanggal 8 Maret 2008.  Proses akreditasi institusi dilaksanakan pada tahun 2007.

 

Dalam rangka menjaga akuntabilitas publik, BAN-PT akan mengumumkan akreditasi institusi IPB kepada khalayak umum . Bagi institusi perguruan tinggi yang mengajukan akreditasi dan telah ditetapkan keputusan ini, maka status, peringkat, dan nilai hasil akreditasi terdahulu tidak berlaku. Status, peringkat dan nilai akreditasi dalam keputusan ini berlaku selama lima tahun. (*/ris)

#$#14a040dfa28718a9af2ada6b6ce8c3d4###eecb7ae20e098de41d01067130aa788e###ID###2008-04-07 11:20:03###Susu Formula Tak Bisa 100 Persen Steril###

Bagaimana pun sterilnya produk susu dan makanan bayi, masih ada peluang terkontaminasi bakteri. Terutama bila kita tidak memperhaikan cara penyajiannya yang baik. " Air Susu Ibu merupakan harga mati untuk kesehatan dan keamanan tumbuh kembang bayi," kata Peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. drh. Sri Estuningsih dalam acara Dialog Interaktif ‘Keamanan Pangan pada Produk Susu dan Makanan Bayi' Sabtu (5/4) di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasoetion  Kampus IPB Darmaga. Dialog ini disenggarakan  Mahasiswa Program Profesi Pendidikan Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

 

Menurut Estu, tujuan penelitian  yang dilakukannya  sebagai studi banding atas hasil penelitian peneliti di Negara Eropa. Peneliti Eropa  menemukan adanya indikasi Enterobakter sakazakii hidup dalam produk susu dan makanan bayi.  "Tidak ada tendensi untuk memojokkan pihak produsen susu dan makanan bayi tertentu," tegas Estu.

 

Ahli Susu IPB,   Prof.Dr.drh.Hj. Mirnawati Sudarwanto memaparkan bahaya-bahaya biologis dan kimiawi susu bubuk formula bayi. Mirnawati mengatakan produk susu bubuk formula dan makanan bayi memiliki efek membahayakan, jika proses pengolahan tidak dilakukan dengan baik. Tidak hanya bakteri E.Sakazakii saja yang berbahaya, bahkan Salmonella, terkategori bakteri utama yang harus diwaspadai. "Jika bakteri ini ditemukan dalam produk makanan maka akan langsung ditarik dari peredaran," tandanya.

            Peneliti Mikrobiologi Pangan dari Southeast Asian Food Science and Technology (SEAFAST) Center IPB, Dr. Ir. Ratih Dewanti menambahkan dalam evaluasi keamanan pangan dibutuhkan analisis resiko dan manajemen resiko terhadap produk susu, makanan bayi dan produk pangan lainnya. Analisis ini diperlukan untuk melihat sejauh mana efek yang di timbulkan oleh produk. "Upaya ini perlu didukung oleh pemerintah sebagai pembuat kebijakan secara sentral," imbuhnya.

            Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kusasi Sakur, SH mendukung upaya peneliti IPB yang bertujuan memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat.  Hal senada juga disampaikan Aktivis Sekaligus Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih. Menurut Indah, penelitian IPB patut diperhitungkan dilihat dari resiko yang ditimbulkan kasus ini. "Kalau memang ada kasus seperti ini, seharusnya  pemerintah senang, karena terkait upaya penyelamatan masyarakat. Hasil temuan memang beresiko tinggi walaupun masih sedikit,"ujarnya.

             Acara yang dihadiri 200 orang gabungan mahasiswa S1, pascasarjana, jajaran Perhimpunan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se-Kota Bogor, serta ibu-ibu PKK di daerah Bogor ini dibuka oleh  Dr.drh.Bambang Ponco Priyo  yang mewakili Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB. (my)

#$#e94b9064160caf08ca8ab613eea2c5ad###fa211f22f595d960919bce357a8097a8###ID###2008-04-07 13:40:52###Audiensi Pimpinan MWA IPB ke Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas###

Salah satu tugas MWA yang sangat penting, sesuai dengan Pasal 19, PP Republik Indonesia Nomor 154 tahun 2000 tentang Penetapan IPB sebagai Badan Hukum Milik Negara  adalah membina hubungan baik  dengan Masyarakat Lingkungan Institut  (pemerintah, bisnis, industri, profesi, dan alumni). Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada hari Selasa, tangal 18 Maret 2008, Pimpinan, para Ketua Komisi dan beberapa anggota  Majelis Wali Amanat (MWA)   IPB telah melakukan audiensi ke Menteri Negara  Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.   Mereka adalah Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Ketua), Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Sekretaris MWA),  Dr. Herry Suhardiyanto (Rektor IPB/Anggota),  Dr. Irawadi Jamaran (Ketua Komisi Pengembangan Institusi/Komisi I), Dr. B.S. Kusmuljono (Ketua Komisi Pengembangan Bisnis dan Keuangan/ Komisi II), Dr. M. Ikhwanuddin Mawardi (Ketua Komisi Pengembangan Jaringan dan Kerjasama/ Komisi III), Prof. Dr. Iding M. Padlinurjaji (Wakil Ketua Komisi II/Anggota), Prof. Dr. E. Gumbira Sa’id (Wakil Ketua Komisi III/Anggota), dan  Prof. Dr. Fachrian H. Pasaribu, Prof. Dr. Aunu Rauf, Dr. Iwan Riswandi (Anggota). 


Tujuan audiensi antara lain adalah untuk menyampaikan program-program IPB yang terkait dengan Kementrian PPN/Bappenas, dan sekaligus mendapatkan masukan tentang  pengembangan program-program  IPB yang dapat lakukan terkait dengan pembangunan nasional. 


Pada kesempatan audiensi tersebut  Bapak H. Paskah Suzetta,  Menteri Negara  Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas menyampaikan beberapa kegiatan yang dapat dikerjasamakan dengan IPB antara lain adalah menindak lanjuti beberapa hal penting yang merupakan hasil dari The United Nations Climate Change Conference (UNCCC) atau  Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim yang diselenggarakan di  Bali, bulan Desember tahun 2007 yang lalu.


Hasil utama dari Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim  tersebut, adalah terbentuk dan terlaksananya suatu proses yang komprehensif untuk implementasi konvensi perubahan iklim secara penuh, efektif dan berkelanjutan dalam rangka mencapai kesepakatan yang dibutuhkan dan disetujui bersama.  Proses konprehensif untuk implementasi konvensi perubahan iklim yang dibutuhkan bersama ini (Bali Road Map), yang akan diselesaikan oleh suatu subsidiary body   yang disebut Ad Hoc Working Group on Long-Term Cooperative Action di bawah UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada tahun 2009.    Proses yang akan dikembangkan di dalam Bali Road Map mencakup:

  1. disepakatinya suatu visi bahwa penanggulangan perubahan iklim adalah prioritas global yang memerlukan tindakan penurunan emisi gas rumah kaca secara cooperative dan long-term serta dilaksanakan sesegera mungkin melalui prinsip common but differentiated responsibilities tergantung pada kapasitas dan kondisi sosial ekonomi suatu negara;
  2. meningkatkan aksi adaptasi terhadap perubahan iklim;
  3. meningkatkan aksi pengembangan dan transfer  teknologi dalam rangka mendukung kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta
  4. meningkatkan penyediaan sumber dana untuk kegiatan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Lima hal utama yang akan diatur dan dilaksanakan di dalam  Bali Road Map mencakup: (1) Komitmen Pasca 2012, dimana semua negara menyetujui penurunan emisi global yang lebih besar baik oleh negara maju dengan didukung oleh negara berkembang.  Dukungan penurunan emisi oleh negara berkembang akan  dilaksanakan dalam kaitannya dengan sustainable development dan didukung oleh transfer teknologi, pendanaan dan capacity building; (2) Penggalangan dan mobilisasi Dana Adaptasi (Adaptation Fund), termasuk untuk kegiatan vulnerability assessments, prioritization of adaptation actions, financial needs assessments, capacity building and response strategies, integration of adaptation actions into sectoral and national planning, specific project and programs dalam rangka meningkatkan ketahanan suatu negara (terutama negara berkembang dan pulau-pulau kecil sebagai prioritas utama) terhadap perubahan iklim; (3) Transfer teknologi dalam rangka meningkatkan akses negara berkembang terhadap teknologi tepat guna yang ramah lingkungan terutama dalam kaitannya dengan renewable energy; (4) Tersedianya kerangka politis dan skema kompensasi untuk Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD), termasuk di dalamnya kegiatan pengelolaan lahan gambut dan kehutanan, konservasi (biodiversity), SFM (sustainable forest management) dan peningkatan forest carbon stocks di negara berkembang; dan (5) mekanisme Pembangunan Bersih (CDM), termasuk di dalamnya pengembangan biofuel yang berkesinambungan.  Menteri PPN/Kepala Bappenas mengharapkan IPB sebagai Perguruan Tinggi yang sangat terkait dengan isu perubahan iklim tersebut, dapat berpartisipasi terutama dalam menyusun proposal kegiatan untuk mendapatkan dana-dana internasional dalam rangka mengurangi defisit APBN.


Selain program-program  yang terkait dengan perubahan iklim tersebut diatas kegiatan lainnya  yang diharapkan dapat  dikerjasamakan antara Bappenas dengan  IPB adalah   optimasi pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan Tengah,  sebagai tindak lanjut pengelolaan lahan gambut sejuta hektar  yang sempat tertunda dan akan dilanjutkan agar dapat memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian.
Hal lain yang sempat didiskusikan adalah peran tenaga  ahli yang dimiliki Perguruan Tinggi (dalam hal ini IPB) dalam memberikan kontribusi pada pelaksanaan program-program pembangunan (inter-departemen) yang dibiayai APBN dihadapkan pada kendala status PNS menurut ketentuan yang diatur KEPRES 80/2003.


Usulan IPB yang disampaikan kepada Kepala Bappenas adalah  melakukan amandemen terhadap pasal-pasal yang terkait hal diatas, karena  dirasakan sudah mendesak.  Dijelaskan oleh Kepala Bappenas, bahwa pada saat ini, pemerintah  telah membentuk Lembaga Pengkajian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dibawah koordinasi Bappenas.  Lembaga inilah yang selanjutnya menindak lanjuti usulan ini.


Menurut H. Paskah Suzetta, hal-hal yang terkait dengan amandemen substansi ketentuan yang tercantum pada KEPRES No. 80/2003 akan dicarikan jalan keluar yang bisa mengoptimalkan peran tenaga ahli di Perguruan Tinggi untuk berkontribusi dalam pelaksanaan program-program pembangunan nasional, dan mekanismenya akan diatur setelah lembaga tersebut terbentuk.
Selain itu Rektor IPB juga menyampaikan usulan pengembangan IPB yang sudah masuk dalam Blue Book.  Menteri PPN/Kepala Bappenas menganjurkan  agar kegiatan yang sudah masuk Blue Book,  IPB turut aktif untuk melakukan konsultansi dengan para donornya, sehingga dapat dimasukkan  dalam Green Book, dan diperoleh pendanaannya.


Secara keseluruhan, sesuai dengan kepakaran yang dimiliki oleh IPB,  Kepala Bappenas meminta agar kerjasama dengan IPB  dapat segera ditindak lanjuti mulai tahun 2008. (Sumber: MWA-IPB)

bapenas_400
#$#0b822cda50859ccc664d822e54561d97###40d86836f40594596724b4526c887c79###ID###2008-04-08 15:18:52###Seminar dan Bedah Buku 'BLBI: Ramai-Ramai Merampok Uang Negara'###

 Dari 144 trilyun, sekitar 100 trilyun dana bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) disalahgunakan.  Uang itu diselewengkan  untuk keperluan tiga hal yakni: untuk membiayai grupnya sendiri, membuat kredit fiktif dan dibawa kabur keluar negeri. " Sebanyak 65 bank  melakukan pelanggaran prosedural terhadap bantuan yang diberikan," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Marwan Batubara dalam acara Seminar dan Bedah Buku "BLBI : Ramai-Ramai Merampok Uang Negara' Kamis (3/4) di Auditorium Thoyyib Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh  Kementrian Kebijakan Nasional Badan Ekskutif Mahasiswa  Keluarga Mahasiswa  Institut Pertanian Bogor.

Marwan memaparkan bagaimana kronologis  penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pasca krisis moneter tahun 1997, sebanyak 65 bank sedang mengalami Rush. Pengambilan besar-besaran uang simpanan di bank oleh nasabah. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika. Kondisi ini menyebabkan bank-bank swasta koleps. Pemerintah melalui Bank Indonesia atas rekomendasi International Monetary Fund (IMF) mengucurkan dana likuidas demi menyelamatkan broker-broker ini. "Walhasil dana yang dikucurkan kepada  bank-bank sakit ini malah diberikan  kepada Group-nya sendiri. Disamping itu ada juga yang malah tidak mengembalikan uang bantuan BLBI tersebut kepada nasabah, tetapi justru dibawa kabur keluar negeri termasuk ke Singapura," jelas Marwan.

Praktisi Hukum sekaligus Direktur Lembaga Advokasi An-Nashr Institute, Munarman mengatakan  selama ini kasus BLBI  ditinjau dalam aspek perdata saja tidak diperiksa   secara detil dari sisi hukum pidananya. "Akhirnya sanksi dijatuhkan pada pelaku penyimpangan  lebih ringan dibandingkan efek yang ditimbulkan oleh para koruptor ini," tutur Munarman. Akibatnya, penanganan kasus BLBI ini terkesan berlarut-larut sehingga uang yang dikorupsi terlanjur raib ditengah jalan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Soeripto menambahkan, ada 3 pihak musuh negara dalam kasus BLBI. Ketiga pihak itu antara lain unsur asing (IMF dan Bank Dunia), pejabat yang duduk dalam birokrasi dan mentolerir kejahatan tersebut,  serta bankir-bankir penjarah uang negara. "Kasus BLBI ini harus segera diselesaikan secepatnya. Terlalu banyak orang yang terkena dampak broker-broker nakal ini. Proses hukum BLBI harus dijadikan salah satu agenda utama pemerintahan SBY-JK," tandas

Menurut Soeripto, mahasiswa harus mampu  menggalang dukungan horizontal terhadap sesama mahasiswa dan secara vertikal melakukan komunikasi terarah kepada pihak rektorat dalam menyikapi kasus BLBI ini, sehingga advokasi kasus ini  lebih kuat.

Kementrian Kebijakan Nasional BEM KM IPB dalam kesempatan itu me-lanching Pusat Sekolah Politik untuk Mahasiswa IPB. Tujuan dibentuknya forum ini untuk meningkatkan kekuatan dan kecerdasan politik mahasiswa, tentunya dengan tetap menunjukkan keberpihakan kepada rakyat Indonesia. Diakhir acara ini, 100 orang peserta pertama,  gratis  mendapatkan 1 paket buku. Seminar dan diskusi ini di moderatori langsung oleh Presiden Mahasiswa IPB, Gema Buana P.(My)

 

 

     

 

 

 

#$#f8938d58d151692f7f65b27a9255ef08###e02cb781141fde154b5da79ad3414dca###ID###2008-04-08 16:38:35###Rangkaian Company Goes To Campus IPB###

 Direktorat Pengembangan Karir dan  Hubungan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali  menyelenggarakan Company Goes To Campus - Job Fair 2008 tanggal 27-29 Maret di  Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga. Kegiatan Company Goes To Campus (CGTC) ini lanjutan kegiatan "Pekan Perburuan Karir" yang digelar  Kantor Jasa Ketenagakerjaan (KJK) IPB tahun 2003.  CGTC - IPB Job Fair 2008 ini merupakan  kegiatan rutin tiap tahun dan ini sudah ketiga kalinya. Pelaksanaan CGTC  pertama  tahun 2006 dan kedua  tahun 2007. Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni berencana melaksanakan 2 kali dalam setahun.

dsc_0263_400

Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni IPB, Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, MSc.F.Trop mengatakan keuntungan  CGTC - IPB antara lain: terjalinnya  hubungan sinergis saling menguntungkan dengan kalangan dunia usaha (user), dan tersedianya SDM potensial bagi kalangan dunia usaha (user). "Sosialisasi budaya kerja dan kompetensi kepada pencari kerja, kesempatan mendapatkan pekerjaan bagi alumni serta pembekalan memasuki dunia kerja bagi para mahasiswa serta alumni," kata Dodik.

 

Kegiatan CGTC  dihadiri 27 perusahaan  yang terdiri dari : PT. CJ Feed Indonesia, Wilmar Group, PT. Asuransi Adira Dinamika, PT. Dupont Indonesia (Pioneer Seed), Agro Group, PT. Freeport Indonesia, PT. Sapta Sarana Sejahtera, Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni, World Vision Indonesia (NGO International), PT. Astra Agro Lestari, Tbk, PT. Frisian Flag Indonesia, PT. Federal International Finance (FIF), PT. Gramedia Printing Group, Vnet Center Bogor, PT. Sarana Mediajasa Infosis, PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk, PT. Indo Graphica Ekakarsa, Direktorat Kemahasiswaan IPB, PT. Trimegah Securities, Tbk, PT. Astra Credit Companies (ACC), JobStreet.com, PT. Carrefour Indonesia, PT. BFI Finance Indonesia, Tbk, Asian Agri Group, PT. Pulau Sumbawa Agro, PT. Jalatama Artha Berjangka,  dan PT. Xsis Mitra Utama. Masih satu rangkaian CGTC digelar pula Seminar Persiapan Diri Masuk Dunia Kerja, Pelatihan Pembekalan Karir, serta Presentasi Perusahaan. Total pengunjung  selama Job Fair berlangsung sekitar 4000 orang.

 

Sebagai lanjutan kegiatan CGTC, rencananya akan diselenggarakan In Campus Recruitment untuk PT BFI Finance Indonesia,Tbk (15/4) di Ruang Diskusi Fakultas  Perikanan dan Ilmu Kelautan. Agenda In Campus Recruitment yang telah dilaksanakan Wilmar Group, Asian Agri Group, PT. Federal International Finance (FIF), dan Agro Group.

Agenda In Campus Recruitment lainnya yang akan dilaksanakan antara lain: 1) PT. Solvay Pharma Indonesia ( 10/4)  di Ruang Sekretariat Direktorat Pengembangan Karir & Hubungan Alumni (KJK IPB), 2) Tahap wawancara PT. Cipta Futura ( 11/4) di Ruang Sidang LPPM . dsc_0086_400

Selain itu telah disepakati beberapa kegiatan pengembangan karir dengan PT. Astra Agro Lestari, Tbk dan PT. Carrefour Indonesia. Panitia  CGTC - IPB Job Fair 2008 mengucapkan terima kasih  kepada pimpinan Institut Pertanian Bogor, perusahaan peserta Job Fair, para pembicara seminar, para peserta alumni/mahasiswa dan umum, serta staf Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni IPB (Kantor Jasa Ketenagakerjaan IPB). (*/ris)

#$#97940f7725c8ccddb1efa9ab408ad1a8###0ccb14356006132b732a8874ad0e4d98###ID###2008-04-09 15:58:27###Rektor Melantik 65 Pejabat IPB###


Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., melantik 65 orang pejabat di lingkungan IPB, Rabu (9/4) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution Kampus IPB Darmaga Bogor.

Pejabat-pejabat IPB yang dilantik, dipilih dan ditetapkan dengan mengacu kepada ketentuan-ketentuan PP No. 154 tahun 2000, Anggaran Rumah Tangga IPB, Ketetapan Majelis Wali Amanat IPB dan penilaian dari Tim Assesment IPB. "Sesuai dengan ketentuan dan penilaian tersebut, saya memilih dan menetapkan pejabat-pejabat IPB yang memenuhi persyaratan untuk setiap jabatan. Baik yang bersifat umum dan terukur serta yang sulit diukur, antara lain kompetensi, dedikasi, loyalitas, dapat bekerjasama secara sinergis dengan pimpinan IPB serta pengalaman dan track record selama ini. Masukan-masukan berharga dari berbagai pihak juga menjadi pertimbangan penting bagi saya dalam pemilihan dan penetapan pejabat-pejabat IPB," jelas Rektor dalam pidato tertulisnya.

"Kepada pimpinan fakultas dan departemen saya sampaikan ucapkan terima kasih atas pemahamannya dalam proses penetapan pejabat ini karena mereka yang dilantik pada hari ini mungkin saja merupakan andalan Saudara-saudara selama ini. Saudara-saudara tidak perlu merasa kehilangan karena dalam tugas jabatannya sekarang mereka saya minta melayani Saudara-saudara dengan sebaik-baiknya. Pejabat yang berasal dari sebuah fakultas dan departemen tertentu akan melayani fakultas dan departemen lain di lingkungan IPB. Kami juga harus berfikir dan berusaha keras untuk meningkatkan kompetensi SDM pada fakultas dan departemen Saudara-saudara. Ini adalah wujud dari perspektif total system di lingkungan IPB," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengajak yang dilantik pada hari itu untuk mengembangkan kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Dikatakan, bagi perguruan tinggi seperti IPB yang sedang melewati tahapan transformasi, pola kepemimpinan seperti inilah yang sangat diperlukan.

"Mosaik-mosaik yang ada perlu kita selaraskan agar menjadi kekuatan dalam membangun IPB menuju Universitas Kelas Dunia. Selanjutnya, saya juga ingin mengajak kita semua untuk mendengarkan suara hati, membangun komunitas yang menghargai perbedaan, memberi keteladanan, membangun integritas, mengambil inisiatif, dan berorientasi ke masa depan," ujarnya.

Sebelumnya, Rektor menuturkan, adanya tantangan yang dihadapi IPB memerlukan pemikiran-pemikiran yang cerdas dan solutif untuk menjawabnya. Untuk itu, program-program strategis yang perlu dilaksanakan meliputi : Pertama, memperkuat sistem pendidikan dan pembinaan kemahasiswaan dengan fokus menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dan kompetitif. Kedua, meningkatkan jumlah dan mutu penelitian terintegrasi sehingga menghasilkan temuan ilmu pengetahuan, paket teknologi yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketiga, meningkatkan kesejahteraan dosen dan pegawai, serta bantuan bagi pendidikan mahasiswa. Keempat, meningkatkan kapasitas sumberdaya untuk membangun ketangguhan institut. Kelima, memperkuat sistem manajemen untuk menyempurnakan sistem manajemen institut dalam rangka mencapai kesehatan organisasi.

"Saya yakin dengan tahapan proses penetapan yang telah ditempuh, Saudara-saudara yang terpilih dan dilantik hari ini akam mampu bekerja keras, tulus, jujur dan penuh pengabdian. Kita semua harus melakukan hal itu demi IPB yang kita cintai," kata rektor.(nm)

 Berikut adalah nama-nama yang dilantik: 

No.

N  a  m  a

Ditugaskan Dalam Jabatan

1

Dr.Ir. Dedi Jusadi, M.Sc

Wakil Dekan Sekolah Pascasarjana

2

Prof.Dr.Ir. Sambas Basuni, M.S.

Ketua Departermen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan

3

Wita Juwita Ermawati, S.TP, M.M.

Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen

4

Dr.drh. Retno Wulansari, M.Si

Wakil Direktur Bidang Medis Rumah Sakit Hewan Pendidikan

5

Dr.Ir. Muladno, MSA

Sekretaris Bidang Pengembangan dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana

6

Ir. Henny Windarti, M.Si

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Sekretariat Eksekutif

7

Kuwat Santoso, S.Sos., M.M.

Kepala Bidang Protokoler Sekretariat Eksekutif

8

Dr.Ir. Ahmad Darobin Lubis, M.Sc

Kepala Bidang Audit Akademik Kantor Audit Internal

9

Setyo Pratomo, S.E., M.M.

Kepala Bidang Audit Sumberdaya Kantor Audit Internal

10

Lukman Nulhakim, S.H., M.Si

Kepala Bidang Produk Hukum dan Organisasi Kantor Hukum dan Organisasi

11

Widawati Saleh, S.H., M.M.

Kepala Bidang Penelaahan dan Bantuan Hukum Kantor Hukum dan Organisasi

12

Dr.drh. Srihadi Agungpriyono, M.Sc

Kepala Bidang Penjaminan Mutu Kantor Manajemen Mutu

13

Dr.Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc

Kepala Bidang Akreditasi dan Sertifikasi Kantor Manajemen Mutu

14

Ir. Retnaningsih, M.Si

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Pendidikan Direktorat Administrasi Pendidikan

15

Ropik, S.Pd

Kepala Sub Direktorat Registrasi dan Statistik Pendidikan Direktorat Administrasi Pendidikan

16

Bachrul Hayat, S.Sos

Kepala Sub Direktorat Evaluasi Pendidikan Direktorat Administrasi Pendidikan

17

Dr.Ir. Yulin Lestari

Kepala Sub Direktorat Pengembangan dan Promosi Program Akademik Direktorat Pengkajian dan Pengembangan Akademik

18

Keri Watisih, S.H.

Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan

19

Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si

Kepala Sub Direktorat Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan

20

Iin Solihin, S.Pi, M.Si

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Karir Mahasiswa Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni

21

Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si

Kepala Sub Direktorat Hubungan Alumni Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni

22

Drs. Cahyono Tri Wibowo, MM

Kepala Sub Direktorat Akuntansi dan Pengendalian Anggaran Direktorat Keuangan

23

Abdullah, SE

Kepala Sub Direktorat Perbendaharaan Direktorat Keuangan

24

Sutrisno, S.T.

Kepala Sub Direktorat Inventarisasi Fasilitas dan Properti Direktorat Fasilitas dan Properti

25

Drs. Endang Kusmana

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Properti Direktorat Fasilitas dan Properti

26

Ir. Heri Purwanto

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Fasilitas Direktorat Fasilitas dan Properti

27

Ir. Anggraini Sukmawati, MM

Kepala Sub Direktorat Administrasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Direktorat Sumberdaya Manusia

28

Madsari, S.E.

Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Sumberdaya Manusia Direktorat Sumberdaya Manusia

29

Drs. Pria Prihadi Djajamihardja

Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Program Direktorat Perencanaan dan Pengembangan

30

Ir. Suparman, M.M.

Kepala Sub Direktorat Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Perencanaan dan Pengembangan

31

Dr.Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc

Kepala Sub Direktorat Agenda Riset dan Kajian Direktorat Riset dan Kajian Strategis

32

Dr.drh. Deni Noviana

Kepala Sub Direktorat Hak Kekayaan Intelektual dan Publikasi Direktorat Riset dan Kajian Strategis

33

Dr.Ir. Alinda Fitriany Malik Zain, M.Si

Kepala Sub Direktorat Kerjasama Direktorat Kerjasama dan Program Internasional

34

drh. Muhammad Agil, M.Sc.Agr

Kepala Sub Direktorat Program Internasional

35

Ir. Lusi Fausia, M.Ec

Kepala Sub Direktorat Analisis Bisnis Direktorat Bisnis dan Kemitraan

36

Dr.Ir. Heri Ahmad Sukria, M.Sc.Agr

Kepala Sub Direktorat Pengendalian Bisnis Direktorat Bisnis dan Kemitraan

37

Heru Sukoco, S.Si, M.T.

Kepala Sub Direktorat Sistem Jaringan dan Strategi Komunikasi Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi

38

Asep Mulyana, S.Kom

Kepala Sub Direktorat Aplikasi dan Layanan Sistem Informasi Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi

39

Ir. Sumarlinah, M.Si

Sekretaris Perpustakaan

40

Ratnaningsih, S.Sos

Kepala Bidang Pembinaan Bahan Perpustakaan

41

Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc

Kepala Bidang Teknologi Informasi, Pembinaan Mutu dan Kerjasama Perpustakaan

42

Ir. Janti Gristinawati Sujana, M.A.

Kepala Bidang Layanan Perpustakaan

43

Dra. Nunung Nuzulul Qurniati, MM

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Arsip IPB

44

Dedeh Rostina, S.H.

Kepala Seksi Administrasi Umum Direktorat Administrasi Pendidikan

45

Neni Sumarni, S.H.

Kepala Seksi Administrasi Umum Direktorat Kemahasiswaan

46

Wahari Sulistyo Anggoro, S.E.

Kepala Seksi Verifikasi Permintaan Anggaran Direktorat Keuangan

47

Wiweko Iskanugrahan, S.E

Kepala Seksi Akuntansi dan Pelaporan Direktorat Keuangan

48

Mela Nurdialy, S.E., M.Ak

Kepala Seksi Pendapatan Direktorat Keuangan

49

Mohamad Sofyan Sauri, S.E.

Kepala Seksi Pembiayaan Direktorat Keuangan

50

Suharto, BBA

Kepala Seksi Gedung dan Instalasi Direktorat Fasilitas dan Properti

51

Sulistiyono, S.E., M.Si

Kepala Seksi Jalan, Taman, dan Lahan Direktorat Fasilitas dan Properti

52

Supriyanto, S.E.

Kepala Seksi Fasilitas Akademik Direktorat Fasilitas dan Properti

53

Toto Mustopa, S.IP

Kepala Seksi Fasilitas Kantor Direktorat Fasilitas dan Properti

54

Suherman, S.E.

Kepala Seksi Administrasi Kepangkatan Direktorat Sumberdaya Manusia

55

Ir. Hirra Nurlaeni

Kepala Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia Direktorat Sumberdaya Manusia

56

Dyah Untarawati, S.E.

Kepala Seksi Remunerasi Direktorat Sumberdaya Manusia

57

Dra. Woro Endang Purwani

Kepala Seksi Maslahat Tambahan Direktorat Sumberdaya Manusia

58

Deden Himawan, S.Sos

Kepala Seksi Pengadaan Bahan Perpustakaan

59

Ir. Khayatun

Kepala Seksi Pengolahan Bahan Perpustakaan

60

Ir. Setyo Edy Susanto, S.Th.I

Kepala Seksi Pengelolaan Sistem dan Jaringan

61

Sri Rahayu, S.Sos

Kepala Seksi Produksi bahan Perpustakaan Elektronik dan Pembinaan Mutu

62

Ir. Subagyo, S.Sos, M.Si

Kepala Seksi Layanan Sirkulasi dan Pembinaan Perpustakaan

63

Irma Elvina, S.Sos

Kepala Seksi Layanan Referensi dan Informasi Digital

64

Ir. Rita Komalasari

Kepala Seksi Pengelolaan Arsip

65

Drs. Badollahi Mustafa, M.Lib

Kepala Seksi Pengembangan Arsip


Sumber: Direktorat SDM IPB

#$#329dfa6cc740ff0ae978e7b18b23834a###4292780d064d878d482af33b699467d2###ID###2008-04-10 11:27:58###IPB Teken MoU Dengan LAPAN###

 Institut Pertanian Bogor (IPB)  menjalin kerjasama  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat  Rabu (9/4) di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga. Naskah Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng. dan Kepala Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN, Dr. Ing Suwarto Hadienata. Selanjutnya naskah kesepakatan ditandatangani oleh Dekan Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB Prof. Dr Ir Khairil Anwar Notodiputro, MS dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika LAPAN, Drs. Toto M. Kadir. 

 

Mewakili Rektor IPB, Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng mengatakan kerjasama ini sangat berguna bagi kemajuan masing-masing institusi dan  pengembangan pertanian di masa yang akan datang. "Bidang ilmu terapan sektor pertanian secara global membutuhkan data hasil pencitraan satelit sebagai informasi untuk menduga potensi produksi dan potensi bencana," kata Anas. Harapan Anas program kerjasama ini harus tetap terus dijaga dan hasilnya perlu diterapkan secara nyata untuk kemanfaatan bersama.

 

Dr. Ing. Suwarto Hadienata menyampaikan slide perkembangan bidang teknologi dirgantara yang dikembangkan LAPAN.  "IPB bisa memanfaatkan teknologi satelit dan kedirgantaraan untuk identifikasi umur padi pada fase pertumbuhan sawah irigasi, inventarisasi sumberdaya alam dan lingkungan, perubahan suhu permukaan laut, dan penentuan kadar karbondioksida  di udara," imbuh Suwarto. Drs. Toto M. Kadir menambahkan sebelumnya IPB dan LAPAN pernah  bekerjasama  ketika pengguliran program agroklimat untuk estimasi produksi padi. LAPAN bersama IPB berencana membangun teknologi satelit untuk mencari daerah  ideal untuk pengembangan pertanian demi menyukseskan program ketahanan pangan. Tegasnya.

 

"Penting sekali bagi kita untuk melakukan manajemen sumberdaya biologi dan lingkungan," tandas Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof.Dr. Ir. Khairul Anwar Notodiputro, MS. Khairul  menambahkan pentingnya data penginderaan yang diperoleh untuk membangun sistem ketahanan pangan. Di akhir penandatanganan Memorandum of Understanding dilakukan  tukar cinderamata. (My).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#$#5f11bc33031a6bf7e9172401ec3f8651###ced558625db97814e92242a3c3598e07###ID###2008-04-10 11:37:09###Sidang Pleno Dewan Guru Besar IPB 2008###Pada Kamis (10/4) telah dilangsungkan Sidang Pleno Dewan Guru Besar (DGB) IPB. Agenda sidang pada hari itu meliputi: penyampaian Laporan Kinerja DGB 2007 dan Rancangan Rencana Kerja DGB 2008; serta Pemilihan Anggota Senat Akademik (SA) antar waktu wakil DGB.

Pemilihan anggota SA antar waktu wakil DGB dilakukan mengingat tiga anggota sebelumnya, yakni Prof.Dr.Ir. Bambang Pramudya, M.Eng kini menduduki jabatan sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, dan Prof.Dr.Ir. Didy Sopandi, MSc menduduki jabatan sebagai Dekan Fakultas Pertanian IPB yang berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) IPB pejabat struktural IPB secara otomatis menjadi anggota SA IPB (ex officio). Sementara, Prof.Dr.Ir. Sjafri Mangkuprawira pada 30 April 2008 mendatang akan memasuki masa purnabhakti.

Sidang pemilihan dipimpin Sekretaris DGB IPB, Prof.Dr.Ir. Roedhy Purwanto, MSc. Masing-masing guru besar yang hadir diberi kesempatan untuk memilih tiga nama. Setelah penghitungan suara, maka tiga guru besar dengan perolehan suara terbanyak adalah: Prof.Dr.Ir. M.A. Chozin, M.Agr; Prof.Dr.Ir. A.A. Mattjik, MSc; dan Prof.Dr.Ir. Supiandi Sabiham, MSc.

Sidang dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Tahunan 2007 dan Rancangan Rencana Kerja 2008 DGB IPB dan Sidang Komisi. Adapun Sidang Komisi masing-masing membahas: Komisi I membahas Program Kerja DGB; Komisi II membahas Renstra, Visi dan Misi DGB; dan Komisi III membahas Hakekat, Peran, Tugas dan Wewenang DGB. (nUr)

#$#b5aef2c50f8dde66d0a2f41e5f3b82a7###707e4be2e5368c393f44417cadc74c7f###ID###2008-04-14 15:12:00###Himakova Eksplorasi Taman Nasional Babul###

Studi Konservasi Lingkungan 2007 Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor ((Himakova- Fahutan IPB), menghasilkan data dan informasi terbaru mengenai keanekaragaman hayati bagi pengembangan ekowisata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Babul) Provinsi Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini termasuk taman nasional baru dan merupakan kawasan karst (gua kapur) pertama yang ditetapkan menjadi taman nasional.

 

Kegiatan eksplorasi mencakup keanekaragaman flora dan fauna. Fauna meliputi mamalia, burung (aves), reptil dan ampibi (herpetofauna), kupu-kupu dan fauna gua. Sedangkan flora meliputi tumbuhan endemik, tobat, langka, dan pemanfaatannya secara tradisional.

 

Setelah diinventarisasi, ditemukan mamalia sebanyak 13 jenis. Tiga jenis merupakan endemik Pulau Sulawesi. Inventarisasi burung tercatat 69 jenis, terdiri 27 famili dari total 650 individu, 13 diantaranya merupakan endemik Pulau Sulawesi.

 

Hasil eksplorasi mencatat total 6 jenis ampibi dari 4 famili, dan 19 reptil dari 8 famili. 2 ampibi dan 1 reptil merupakan endemik Pulau Sulawesi, yaitu Rana celebensis, Bufo celebensis, dan Hydrosaurus amboinensis.

 

Pengamatan mencatat 54 jenis kupu-kupu yang terdiri atas 4 famili dari total 514 individu. Tiga jenis diantaranya merupakan spesies hampir punah dan merupakan spesies dilindungi, yaitu Troides helena, T. Haliphron, dan Cethosia myrina

 

Inventarisasi fauna gua dilakukan di lima  gua. Sebanyak 3 kelas ditemukan di 3 gua dari 5 gua yang diteliti, yaitu serangga, mamalia dan ampibi.

 

Ada beberapa pemanfaatan secara lokal kekayaan fauna di TN-Babul. Mamalia setelah diburu, untuk dijual atau dikonsumsi. Kebanyakan jenis yang diburu adalah tarsius dan musang sulawesi, yang termasuk jenis yang dilindungi. Burung juga dikonsumsi dan ditangkap untuk hewan peliharaan. Beberapa jenis kupu-kupu juga dimanfaatkan sebagai souvenir yang dijual kepada pengunjung. Untuk fauna gua dan herpetofauna, tidak ditemukan pemanfaatannya di kawasan Taman Nasional ini.

 

Sementara, identifikasi flora ditemukan 17 jenis bahan pangan, 32 jenis tumbuhan obat, 7 jenis tanaman hias, dan 6 jenis termasuk pemanfaatan lain. Selain itu Taman Nasional Babul memiliki beberapa jenis yang memiliki potensi sebagai ekowisata, seperti Aren (Arenga pinnata Merr) di Pattunuang, dan koleksi penangkaran anggrek secara alami di Baregae.

 

Terkait identifikasi gua, beberapa gua telah mengalami degradasi lingkungan dengan banyaknya vandalisme. Padahal, gua-gua tersebut memiliki bentukan-bentukan yang menarik, seperti staktit, stalagmite, gourdam, dan tiang.

 

Ketua Umum Himakova, Sopian Hidayat, yang didampingi Ketua Kelompok Pemerhati Fotografi Himakova, Ardiansyah, menuturkan, TN-Babul memiliki keanekaragaman hayati yang rendah jika dibandingkan dengan hasil eksplorasi yang dilakukan di empat kawasan karst lainnya di dunia. Meskipun demikian, keberadaan kenekaragaman hayati ini memberikan peluang bagi pengembangan ekowisata, karena kawasan ini merupakan kawasan taman nasional pertama di Indonesia yang dieksplorasi kekayaan hayatinya.

 

Dijelaskan, kegiatan pengamatan yang dilakukan pada tanggal 10-26 Agustus 2007 ini merupakan kerjasama Himakova, Fakultas Kehutanan, IPB dengan Departemen Kehutanan RI dan World Wildlife Fund for Nature (WWF) Amerika, sebagai bagian dari program kehutanan. (nm)

 

#$#aae5a0f170502249254707a63d126ffd###28d1a4f455977c797e57b789152236d3###ID###2008-04-17 12:33:59### IPB Rumuskan Student Centered Learning###
Supaya menghasilkan lulusan lebih bermutu, kompeten, bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) perlu mengembangkan terobosan-terobosan kreatif dan inovatif. Demikian disampaikan Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutan acara Lokakarya Program Hibah Kompetitif Institusi (PHK-I) : Integrasi Hard Skill, Soft Skill dan Technolopreneurship Melalui Student Centered Learning Selasa (15/4) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. “ Hal tersebut harus sungguh-sungguh dilakukan, agar IPB tetap berada di lini terdepan kompetisi dan berkontribusi dalam peningkatan daya saing bangsa,” tegas Rektor.


Umumnya, pengguna lulusan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian berupa softskill 82 persen dan hard skill 18 persen. Kemampuan kognitif indeks prestasi kumulatif tinggi (hard skill) saja tidak cukup, para lulusan seharusnya juga memiliki soft skill.


Untuk memenuhi kebutuhan pengguna kerja, IPB perlu melakukan perubahan paradigma pembelajaran. Perubahan paradigma yang dimaksud adalah pengembangan proses pembelajaran yang memberi ruang kepada mahasiswa untuk lebih aktif dan mampu menginternalisasi muatan softskill dan technopreneurship. Pendekatan ini lebih dikenal sebagai Student Centered Learning (SCL). Tidak hanya perbaikan sistem pembelajaran, perubahan tersebut juga menuntut perbaikan isi mata kuliah yang kemajuan teknologi yang berkembang. Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran ini, tentu membawa implikasi perubahan sistem, organisasi, implementasi, dan evaluasi yang cukup kompleks.


Menurut Rektor, perubahan paradigma harus dilakukan secara arif, mencakup pemahaman tentang rasional, hati-hati, bertahap, sederhana, terus-menerus, konsisten, terukur, dan terkendali. ”Patut disadari pemahaman dan persepsi kolektif SCL, softskill dan technopreneurship diantara staf pengajar IPB masih belum memadai. Tidak hanya itu, hingga saat ini belum disepakati model tepat untuk mengoperasionalisasi pendekatan SCL dalam mata kuliah IPB,” jelas Rektor.


Lokakarya ini dilaksanakan sebagai wahana untuk menyamakan persepsi, menumbuhkan komitmen dosen dan merumuskan model SCL yang dapat mengintegrasikan hard skill, soft skill dan technopreneurship pada kompetensi spesifik mayor dalam proses pembelajaran. Diharapkan lokakarya ini menghasilkan rumusan panduan pelaksanaan teaching grant.


Wakil Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dr.Tjut Rifameutia menjelaskan penentuan SCL di sebuah institusi pendidikan perlu melihat faktor sumberdaya manusianya, jumlah mahasiswa, sarana-prasarananya (kapasitas), tujuan, visi dan misi pendidikan. ”Keberhasilan proses pembelajaran tergantung dari gurunya (dosen). Jika gurunya mengajar dengan antusias, memahami mahasiswa, empati, simpatik dan memiliki softskill, kelak mahasiswa juga demikian,” tutur Dr.Tjut.


Dalam kesempatan tersebut Penanggung Jawab Kegiatan PHKI, Prof. Dr.Ir. Slamet Susanto, M.Agr mensosialisasikan sekilas PHKI IPB. Kegiatan PHKI mempunyai karakteristik antara lain: melibatkan beberapa departemen, rancangan program mengacu prioritas pengembangan institut, penyelenggaraan di level institut dan pengelolaan embeded (melekat) pada institusi. ”Program PHKI terbagi tiga tema yaitu: peningkatan kapasitas institusional dan mutu manajemen perguruan tinggi (tema A), peningkatan mutu, relevansi dan efesiensi (tema B) dan pengembangan program unggulan (tema C),” kata Prof. Slamet. Waktu pelaksanaan program PHKI berlangsung selama 3 tahun. Program PHKI periode 2008 – 2010 difokuskan pada dua tema yakni B dan C.


Lebih lanjut, Prof. Slamet menyampaikan departemen yang terpilih melakanakan PHKI IPB tema B yakni : Departemen Agronomi dan Hortikultura, Departemen Teknik Pertanian, Departemen Ilmu dan Produksi Ternak, dan Departemen Manajemen. Sedangkan yang terlibat tema C yaitu Fakultas Kedokteran Hewan, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Departemen Teknologi Industri Pertanian, SEAFAST Center, Departemen Biologi, Departemen Kimia dan Pusat Studi Biofarmaka. Masing-masing tema lalu ditetapkan program pengembangan dan indikator kinerja.


Acara yang diawali laporan panitia pelaksana, Ahmad Yani, S.TP, M.Si ini menghadirkan beberapa pembicara antara lain: Dr.Ir.Setyo Pertiwi, M.Agr, Dr.Ir.Anas D.Susila, M.Si, Iin Solihin, S.Pi, M.Si, Dr.Ir.Aji Hermawan, MM, dan Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si. Moderator acara tersebut Prof.Dr.Ir.Sudirman Yahya, M.Sc, Dr.Ir.Ma’mun Sarma, M.S, M.Ec, Dr.Ir.Suroso, Eko Rudi C, S.Hut, MM, Dr.Edi Santosa, Prof.Dr.Ir.Slamet Susanto, M.Agr dan Ahmad Yani, STP,M.Si. (ris)

#$#eb6fe094e5a09a2e44550724b636ee95###d778d111df07f5a06c51c77171451ec2###ID###2008-04-17 16:19:47###IPB dan AVRDC-Taiwan Bantu Petani Cabai###

Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama  Asian Vegetable Research And Development Centre (AVRDC)-Taiwan membantu petani cabai se-pulau Jawa yang berasal dari Brebes, Blitar, Sukabumi, Kediri, Demak, Bojonegoro, Semarang, Bogor, Trenggalek, Garut, Tegal, dan Nganjuk. "Kami berharap petani tidak  terlalu bergantung benih hibrida  produksi perusahaan benih. Petani bisa mandiri menghasilkan benih unggul dari jenis galur yang sesuai iklim daerahnya," kata Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, Ketua Panitia Workshop and  Field Day Of Improved Chillipepper Management, Rabu (16/4) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian Kampus IPB Darmaga. Adapun kegiatan Field Day berlangsung di Kebun Percobaan Tajur dan Cikarawang IPB. Disamping itu, benih unggul yang dihasilkan petani bisa mengurangi penggunaan pestisida sayuran untuk tanaman cabai. Melalui kerjasama antara IPB dan AVRDC diharapkan proses sosialisasi dan implementasi cabai di lapang bisa lebih mudah.

Dr. Sri menyampaikan peluang pasar dunia cabai sangat terbuka. "Sebanyak  65 persen produksi cabai dunia dihasilkan dari Asia. Selain itu cabai, bumbu masak yang dibutuhkan di wilayah asia dan  kandungan vitamin C-nya  sangat bermanfaat bagi kesehatan."

Paul Gniffke, Wakil AVRDC menekankan misi AVRDC adalah to alleviate poverty and malnutrition in the developing world through the increased production and consumption of safe vegetables." Aktivitas utama AVRDC meliputi pemuliaan benih tahan penyakit pada cabai manis dan pedas, penyebaran dan uji multilokasi benih.

Paul juga mengatakan isu yang kini ditangani timnya, penyakit cabai yang ditimbulkan cendawan Anthracnose. Dia mengambil contoh di India. "Berdasarkan laporan tahun1985-2006 kerusakan cabai di sana mencapai 10-85 persen sebelum panen  dan 10-32  persen setelah panen," kata Paul.

 Sebagai informasi AVRDC mempunyai bank pasma nutfah yang bisa diujicobakan  petani lokal Indonesia. AVRDC menargetkan petani-petani di Cina, India, Indonesia, dan Thailand mendapatkan varietas cabai tahan penyakit -bakteri, cendawan, virus- dan mampu menanamnya dengan metode bercocok tanam secara ekonomis serta ramah lingkungan.

Dr.Muhammad Syukur, Wakil Tim Peneliti Cabai IPB memaparkan keberhasilan penelitian cabai di IPB. Menurut Dr.Muhammad  perlu perbaikan sarana dan prasarana (fasilitas) proses pemuliaan tanaman cabai. "Kebijakan penelitian secara integral juga diperlukan dengan melibatkan unsur peneliti dari bidang Proteksi Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Agronomi dan pelaku (petani)."

Dalam kesempatan itu, Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr,  Kepala Subdit Penilaian Varietas dan Pengawasan Mutu Benih, Direktorat Perbenihan Dan Sarana Produksi -Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian menghimbau agar para petani berhati-hati terhadap keberadaan benih illegal yang tidak bersertifikasi dan dijual bebas di pasaran. Sebab, kualitasnya rendah dan  merugikan petani. "Bila menemukan kasus benih illegal di lapangan,  laporkan saja, biar kita usut sampai tuntas," ujarnya tegas.   

Selain petani, Wokshop and Field Day yang dibuka Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof.Didie Sopandie, juga dihadiri  perwakilan dari PT. East West Seed, PT. Johny Jaya Makmur, PT. Seminis Vegetable Seed, PT. Primasid Andalan, PT. Bisi, PT Petrokimia kayaku, BPTH Jogja, Trubus, Tabloid Agrina, Peripi, Universitas Andalas, dan mahasiswa IPB. (my)

#$#5270b511bffa872fb696a91c741eca94###5027908feafa2e0e3663f060aa4446f9###ID###2008-04-18 14:27:05###500 Mahasiswa TPB Ikuti Try Out Akbar###

Unit Kegiatan Mahasiswa Forces IPB bekerja sama dengan Gumatika, Imasika dan Himabio mengadakan Try Out Akbar TPB. Try out (T.O) ini merupakan rangkaian 4in1 (Kalkulus, Biologi, Fisika, Kalkulus dan Kimia). Setiap mahasiswa hanya membayar Rp.5000, sesuai dengan jargon "Hanya dengan Rp 5000, kamu bisa dapat empat T.O sekaligus."  Kegiatan yang diiikuti oleh sekitar 500 peserta ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama   Sabtu (5/4) try out Biologi  dimulai pukul 08.00 WIB dan Fisika pada pukul 13.00 WIB. Hari kedua Minggu (6/4) try out Kalkulus dimulai pukul 08.00 - 13.00 WIB. Hari ketiga Minggu (13/4) try out Kimia dimulai pukul 08.00- 12.00 WIB. Dilanjutkan kegiatan Launching Forces, Launching Club Study Asrama, Achievment Motivation Training ( AMT ) dan pemberian Award kepada mahasiswa yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi. Kegiatan Try Out Akbar TPB ini merupakan salah satu program kerja Club Study UKM Forces IPB. (*)

tpb_400_01
#$#89a65031539378420c1ab3a921109920###2649163e1db8c7bc33c870eb7dc769d0###ID###2008-04-21 15:22:27###Lembaga Mahasiswa IPB Kumpul, Gelar Aksi Bersih Bersama###

rim_dkk_400Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April, seluruh  lembaga kemahasiswasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar aksi bersih bersama dengan tema ‘Lingkungan Asri dan Bersih Kampusku:  dari Kami untuk Kampus dan Bumiku' Sabtu (19/4) di Gedung Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.  Elemen lembaga kemahasiswaan ini  terdiri dari : Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Profesi (HIMPRO), Forum Silaturahmi Mahasiswa (FOSMA), Asrama Sylvasari, Asrama Putri Darmaga, Asrama Sylvalestari dan Asrama Tingkat Persiapan Bersama.

 

"Melalui kegiatan ini diharapkan hidup bersih bukan hanya sebatas slogan semata, tapi juga kesadaran yang terpancang kokoh di hati dan pikiran kita," kata Ketua Panitia, Dadang Hidayat. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian bumi.

 

sampah_400

Lanjut Dadang, aksi bersih ini mungkin sering dianggap sebagai langkah percuma, karena tak berapa lama kemudian kampus akan kembali kotor.  "Mari kita bayangkan dan resapi, segala sesuatu di bumi ini butuh pembaharuan. Sampah yang berserakan tidak  dibersihkan, karena berpikir besok ada yang membuang lagi, maka bumi ini akan segera menjadi tanah gersang, penuh sampah, dan malapetaka bagi kehidupan terutama manusia," tutur Mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) angkatan 42 ini. Menteri Departemen Sosial dan Lingkungan BEM IPB ini berpesan  jika belum mampu membersihkan lingkungan sekitar,  paling tidak jangan sampai kita ikut-ikutan mengotorinya. "Jika kita mampu membersihkannya, kenapa tidak dibersihkan."

bersih_400

Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan  beserta jajarannya membuka secara resmi acara ini. Dalam sambutannya Dr. Rimbawan menyatakan rasa bangganya, karena acara ini dapat menyatukan hampir seluruh elemen mahasiswa, untuk terjun bersama membersihkan lingkungan kampus IPB.          Aksi bersih ini terbagi dalam beberapa titik kegiatan pembersihan  yang meliputi  seluruh fakultas IPB, asrama TPB, sekitar LSI, GOR lama, Gymnasium, Grawida, rektorat dan tamannya. Peserta tampak bersemangat menyusur seluruh bagian koridor fakultas, hingga turun ke lubang-lubang saluran yang penuh sampah. Mereka  dengan sepenuh hati memungut sampah-sampah.  Dari kegiatan ini terkumpul  sampah anorganik  sebanyak satu bak mobil kebersihan. Usai bersih-bersih, peserta menikmati hiburan, door prize dan konsumsi yang disuguhkan  panitia. (*/ris)

#$#b3d311c0e503d8b7d4b2e8adfa626435###3936c3a9f809d3c437480c3fc6db6a8c###ID###2008-04-21 15:53:15###Peringati Hari Kartini, IPB Selenggarakan Serangkaian Pemeriksaan Kesehatan Perempuan###

 Agrianita Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan  serangkaian pemeriksaan kesehatan perempuan bagi sivitas akademika untuk memperingati Hari Kartini Senin (21/4) di Wisma Land Huise Kampus IPB Darmaga. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi : asam urat, gula darah, kolesterol, tensi darah, osteoporosis dan pap tes (kanker rahim). Kegiatan lain, pameran produk-produk Agrianita dan bazar IPB. Ketua Panitia, Ina Agus Prawito menyampaikan, Raden Ajeng Kartini memperjuangkan harkat dan martabat perempuan, sehingga mampu  sejajar dengan kaum pria.

Ketua Agrianita IPB, Eni Herry Suhardiyanto mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi pada semua pihak  yang ikut menyukseskan acara ini. Sudah seharusnya perempuan  sadar akan hak-haknya sebagai warga negara. "Saat ini masalah perempuan meliputi berbagai hal yaitu pendidikan, kemiskinan dan kesehatan. Keberadaan Agrianita diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah tersebut dalam lingkup yang proporsional," kata Eni.

Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhadiryanto, M.Sc menyampaikan jasa  Kartini sungguh luar biasa dalam memberikan kontribusinya dalam meningkatkan peran wanita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. " Sekarang saatnya ‘Kartini-Kartini IPB' mulai menunjukkan kontribusinya. Banyak persoalan yang diihadapi bangsa ini. Naiknya harga bahan bakar, bahan pangan, belum ditambah lagi persoalan degradasi lingkungan," kata Rektor IPB. Rektor menambahkan peran ibu diperlukan dalam meningkatkan peran Agrianita ke depan. "Para istri harus mampu mendorong suami untuk terus berprestasi demi memajukan gerakan wanita di IPB."

Acara pembukaan ini diakhiri dengan lagu persembahan dari anak-anak Taman Kanak-Kanak Agriananda IPB. Mereka  kelihatan lucu-lucu dan manis mengenakan pakaian tradisional daerah-daerah di Indonesia. (my)

 

 

     

 

#$#3cd262e554ebc89e0ef7b8a7ec62db25###d40cfd38002e73a4d75907b2ae7c644a###ID###2008-04-22 15:47:52###Pemerintah Perlu Lakukan Moratorium LIberalisasi Perdagangan###

Presiden Arrbey,  Handito Hadi Joewono mengatakan kebijakan perekonomian Indonesia sekarang ini besifat gado-gado. Para pengambil keputusan perekonomian menganut aliran liberal klasik. "Tidak mau kalah dengan genderang perdagangan bebas dunia yang ditabuh negara-negara lain. Bersamaan itu mereka terus menggunakan instrument subsidi dan pengaturan pasar yang ‘menodai' ajaran Adam Smith.," kata Handito usai sidang terbuka disertasinya bertajuk '  Analisis Daya Saing, Keterkaitan dan Sumber-Sumber Pertumbuhan Agroindustri Indonesia, Thailand dan China' Selasa (22/4) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga.

 

 Handito menyampaikan hasil penelitiannya terkait daya saing agroindustri Indonesia.  Daya saing internasional sektor agroindustri Indonesia menurun  dan ketinggalan dibandingkan China dan Thailand.   Di pasar dalam negeri, agroindustri Indonesia merosot pada semua produk dibandingkan China dan Thailand. Thailand berhasil mengejar ketertinggalan pasca krisis 1998 dengan melakukan perubahan teknologi (technological change) . Sedangkan China  maju karena  ditunjang  faktor promosi ekspor (export expansion). China telah berhasil  memperkuat daya saing domestik sehingga bisa menstabilkan ekspor dan impornya. Berbeda dengan pasar domestik Indonesia yang menjadi bulan-bulanan produk impor. Menghadapi masalah ini, Handito menawarkan solusi terdekat.  Pemerintah bisa mengajukan moratorium liberalisasasi perdagangan seperti halnya moratorium  penebangan hutan yang telah dilakukan sebelumnya. "Langkah ekstrim yang bisa dilakukan adalah menyatakan perekonomian Indonesia  sebagai perekonomian tertutup. Meski, pemerintah malu  dan pebisnis juga protes," ujar Mahasiswa S3 Program Studi  Ilmu Ekonomi Pertanian IPB ini.  Sangat dianjurkan agar pemerintah melakukan Moratorium Liberalisasi Perdagangan, setidaknya untuk periode 2008-2009.

 

Selama masa moratorium liberalisasi perdagangan, berbagai kesepakatan perdagangan bebas yang sudah terlanjur ditandatangani bisa dijalankan dengan berbagai pertimbangan strategis.  Hanya, kata Handito, tidak perlu kita menjadi pahlawan kesiangan terus mendorong liberalisasi lebih lanjut. Bahkan kalau bisa memperlambat perdagangan bebas yang masih dimungkinkan.

 

Indonesia bisa mengajukan penundaan liberalisasi perdagangan dengan  alasan tepat. Di sisi lain, Indonesia perlu memperkuat daya saing perekonomian domestik. Menurut Handito, ada lima strategi perkuatan daya saing perekonomian Indonesia yaitu: revitalisasi agroindustri, peningkatan nilai tambah, perkuatan daya saing di pasar domestik, peningkatan penetrasi pasar ekspor, dan pengembangan teknologi agroindustri.

 

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Prof.Mudrajad Kuncoro mengatakan  pemerintah perlu menetapkan kebijakan proritas untuk menghadapi krisis energi dan pangan. " Pemerintah sudah seharusnya melakukan reinvestasi pertanian disamping revitalisasi pertanian. Dan menjadikan kedua kebijakan ini benar-benar serta sungguh-sungguh dilaksanakan bukan sekedar lip service," jelas Prof.Kuncoro. Menghadapi ancaman krisis global, sudah seharusnya pemerintah mengamankan stok beras dan bahan pangan lainnya. Selain itu, saatnya seluruh ahli pangan dan teknologi pertanian yang dimiliki diaplikasikan untuk mengamankan stok pangan. Menurutnya, resesi global menyebabkan kenaikan harga (inflasi) yang terus menerus (lifting) dan mengancam stabilitas ekonomi serta politik nasional.

 

Sementara itu, Guru Besar Agroindustri IPB, Prof. E.Gumbira Sa'id menambahkan ada dua langkah tambahan untuk menghadapi krisis tersebut   yakni dengan memperbaiki  daya saing domestik dan peningkatan promosi keunggulan bangsa di bidang agroindustri.

Penelitian Handito dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari: Dr.Arief Daryanto, Dr.Harianto dan Prof.Kuntjoro. (ris)

#$#ccf80cf24c2f9354354b7f769da46d9b###9a9866e1530500e8009b284101d8d7f2###ID###2008-04-25 17:04:56###Korporasi Ulat dan Belalang Melahap Kapital Alam dan Sosial###

Korporasi mengelola sumberdaya  alam dan lingkungan, diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Namun dalam perjalanannya, adakalanya pengelolaan tersebut dinilai belum mampu memperhatikan kepentingan publik maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata  Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Angelina PP Sondakh, SE saat  Rountable Discussion Peran Korporasi dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Pemeliharaan Lingkungan  Kamis (24/4) di IPB International Convention Center. Rountable ini  diselenggarakan Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Korporasi seringkali menjadi penyebab kerusakan alam dan lingkungan . Kasus  yang cukup menonjol misalnya PT.Newmont di Teluk Buyat dan bencana lumpur yang dinilai sebagai kegagalan eksplorasi PT.Lapindo Brantas. Angelina mengutip isi buku Crime Against Nature karya Robert F Kennedy. Dalam buku itu ditulis  akibat pembangunan industri dan pemanfaatan sumber daya alam tidak terkendali, banyak tempat di Amerika Serikat, lingkungan dan alamnya rusak parah.  Tanda-tanda kerusakan itu seperti kontaminasi air sungai dan danau, pandemik penyakit, hujan asam, tumpukan merkuri di laut, kerusakan landscape pedesaan serta usia harapan yang kian singkat. " Sulit menghitung berapa dollar sesungguhnya keuntungan korporasi sebagai  pencetus malapetaka, serta berapa biaya yang ikut dipikul masyarakat sebagai pembayar pajak dalam mengatasi dampak negative kutukan kegagalan pengelolaan alam."

 

Menguatnya peran korporasi dalam kehidupan negara bangsa, tegas Angelina, merupakan dampak globalisasi.  Korporasi telah berkembang dari sesuatu yang tidak dikenal menjadi institusi yang mendominasi perekonomian dunia. Mempengaruhi dan mengatur masyarakat serta menggantikan negara.  Perlu ada pengaturan terkait dengan peran korporasi dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Sebab, korporasi tidak serta-merta memiliki sikap dan kinerja lingkungan dan ramah social sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

 

Berdasarkan kesamaan sifatnya, Angelina mengatakan, korporasi bisa dikelompokkan menjadi empat jenis serangga, yakni ulat(caterpillar), belalang (locust), kupu-kupu (butterfly), dan lebah madu (honeybee). Korporasi ulat dan belalang bersifat merusak. Sedangkan, korporasi kupu-kupu dan lebah madu bersifat menumbuhkan (regeneratif). Sayangnya, dua jenis korporasi itu amat langka ." Ekonomi dunia saat ini dikuasai ulat. Seperti ulat, sistem ekonomi akan melahap kapital alam dan sosial."  Pakar pembangunan berkelanjutan, John Elkington mencontohkan Freeport, Russian Alumunium dan British Nuclear Fuels.

 

Munculnya konsep corporate social responbility sebagai bentuk komitmen korporasi memperbaiki kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. "Tanggungjawab perusahaan menyangkut empat jenjang satu kesatuan," ujar Angelina. Empat jenjang dimaksud: ekonomis, hukum, etis dan filantropis. Pelaksanaan corporate social responsibility yang  konsisten dalam jangka panjang dapat menumbuhkan rasa saling pengertian diantara masyarakat dengan perusahaan.  Kondisi ini, pada gilirannya akan memberikan keuntungan ekonomi bisnis berkesimanbungan. "Hal ini dapat dikatakan corporate social responbility  sebagai  prasyarat legitimasi sosiologis kultural  yang kuat di tengah masyarakat."

 

Hal senada juga diungkapkan Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof. Akhmad Fauzi. Saat ini dengan mekanisme corporate social responbility, peran korporasi dalam pengembangan masyarakat sangat vital.  Namun program ini cenderung berat sebelah, sehingga mengharuskan korporasi meraup untung sebesar-besarnya untuk mengeluarkan dana. "Konsekuensinya, jika tidak disikapi bijak, maka akan berakibat overeksploitasi sumber daya alam dan kerusakan lingkungan," kata Prof. Fauzi .  Beberapa program corporate social responbility berhasil mengangkat ekonomi masyakat. Akan tetapi hanya bersifat short term atau sekedar meredam gejolak. Diharapkan diperoleh rumusan pengelolaan corporate social responbility yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pembicara lain yang hadir dalam kesempatan itu, Chief Executive Organization PT.INCO, Ir.Arif Siregar. PT. INCO bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sedikitnya memiliki dua program besar. Pertama, pola rehabilitasi dua ratus hektar lahan pasca tambang. Kedua, pembuatan hujan buatan dalam rangka keberlangsungan pasokan pembangkit tenaga air sebagai sumber energi.(ris)

#$#c2954b73361c680498e5d2ec951b4188###77ccec593823ce40d64736114766665c###ID###2008-04-28 15:04:15### Dua Dosen IPB Mendapat Penghargaan A Tribute To Women 2008###

Dua dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Dr. Mirza D. Kusrini dan Dr. Ligaya Ita Tumbelaka mendapat penghargaan A Tribute To Women 2008.  Dr. Mirza, dosen Fakultas Kehutanan IPB didaulat sebagai ahli ekologi katak. Sedangkan Dr.Ligaya, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB didaulat  sebagai ahli harimau.


Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Pemberian penghargaan berlangsung Senin (22/4). di The Plaza Semanggi. Tujuan pemberian penghargaan itu untuk mengapresiasi atas prestasi dan mengaspirasi  kepada perempuan Indonesia dalam semua aspek kehidupan baik dalam rumah tangga, pendidikan, politik, bisnis, kesenian, sastra dan yang lainnya. Dari dua puluh kandidat terpilih sepuluh  nama, dan dua diantaranya staf pengajar di IPB.  (*ris)

  #$#100d670523572ca1e3e92f279d37d7c5###7e66feb3be77c53a4106f7ab8ec8ff38###ID###2008-04-28 15:04:35###SIDANG MWA DENGAN DIRJEN DIKTI MEMBAHAS WORLD-CLASS UNIVERSITY###Apa yang harus dilakukan oleh suatu universitas untuk menjadikan dirinya sebagai world-class university? Bagaimana suatu universitas bisa mendapatkan statusnya sebagai world class?  Siapa yang menentukan apakah suatu universitas masuk dalam kategori world class atau bukan?.  Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan isu penting yang berkembang di kebanyakan negara di dunia, saat ini termasuk di Indonesia.  Dalam rangka mendapatkan masukan dari salah satu stakeholders IPB, maka pada hari Jum’at, tanggal 11 April 2008,  Komisi I MWA, dipimpin oleh Dr. Muhammad Taufiq dan beberapa anggota Komisi II dan III menyelenggarakan Sidang Komisi MWA di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).   Dari MWA IPB yang hadir  antara lain: Prof. Dr. Iding M. Padlinuhjaji, Prof. Dr. Fachriyan H. Pasaribu, Prof. Dr. E. Gumbira Sa’id, Prof. Dr. Aunu Rauf, Dr. D. Iwan Riswandi, dan Sdr. Gema Buana Putra.  Adapun yang hadir  dari Ditjen Dikti adalah Dr. Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Muhammad Munir, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,  dan Prof. Dr. Supeno Djanali, Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti, Departemen Pendidikan Nasional.  Pada kesempatan Sidang Komisi tersebut,  Dr. Fasli Jalal menyampaikan apresiasi kepada IPB yang telah berhasil masuk dalam 500 top universitas di dunia menurut versi Time Higher Education Supplemen (THES) World Universty Rangking.    Dr. Fasli Jalal mengharapkan,  agar IPB dapat menjadi trend setter, dosen-dosen senior IPB diharapkan membantu peningkatan kapasitas dan kesehatan organisasi Perguruan Tinggi  yang baru didirikan.   Pada kesempatan tersebut, Dr. Fasli Jalal juga menyampaikan pengalaman bagaimana cara Universitas Hongkong menyiapkan mahasiswa. Study dalam Lives in Education, ternyata hanya merupakan bagian kecil saja dari totalitas.  Active learning  membuat study tidak hanya diperoleh dari dosen.  Mahasiswa bisa lebih hebat asal mereka  tahu arah, ada model, dan ada perbandingan.  Selain dari  study,  mahasiswa memperoleh ilmu lainnya dari:  (1) student activities/hall, (2) executives organization yang menjadi sarana untuk  belajar tentang kepemimpinan (leadership learning), (3)  internship, placemen,  mentorship  yang merupakan ajang untuk  belajar ditempat kerja  (workplace learning), (4)  design, music, drama, sports sebagai  sarana  melakukan kreativitas (creativity learning), (5)  community service/NGO merupakan ajang untuk belajar melayani (learning to serve), (6)  visits to rural, deprived community merupakan ajang untuk perduli pada masyarakat (learning to care), dan  (7)  inte-rnational exchange  adalah  sarana untuk belajar memahami budaya bangsa lain (learning acros cultures).  Melihat sistem yang ada seperti tersebut diatas, sebetulnya IPB dapat memanfaatkan peluang, misalnya dengan menawarkan  paket-paket kegiatan  yang sesuai dengan kebutuhan kepada mahasiswa dari Perguruan Tinggi  luar negeri yang ingin melakukan International Exchange di Indonesia.    Paket-peket tersebut tentunya  merupakan keungulan yang dimiliki IPB (yang berarti juga merupakan kelebihan Indonesia).   Dengan banyaknya mahasiswa asing, maka  reputasi internasional IPB juga akan meningkat dan secara langsung juga akan meningkatkan rangking  IPB dalam top universitas dunia.  Dilain pihak, IPB dapat memfasiltasi mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan international exchange misalnya, dengan bekerjasama dengan KBRI dan universitas di negara tujuan pada  saat summer session.  Bila hal ini bisa dikelola dengan baik, maka visi para mahasiswa tersebut akan berubah  -  SEEING IS BELIEVING.Diinformasikan kepada peserta sidang bahwa Times Higher Education Suplement (THES), melakukan rangking berdasarkan beberapa kriteria diantaranya Peer review (5101) dengan bobot 40%, Employer review (1471) dengan bobot 10%, Student/teacher ratio (20%), citation index (20%), international teachers (5%), dan international student (5%).   Kalau melihat prosentase tersebut diatas, bobot 40% dari THES  sangat tergantung dari 5101  peer review.  Jika mereka tidak pernah mendengar IPB, maka IPB tidak akan masuk dalam rangking yang dibuat THES.  Namun jika mereka mengenal IPB melalui undangan oleh IPB, mendengar presentasi dosen IPB ditempat mereka, atau duduk bersama dalam suatu sesi, apalagi membaca tulisan dari dosen IPB, maka sangat mudah untuk mempengaruhi 5101 orang tersebut.  Terkait dengan international students, hendaknya kita jangan berfikir untuk mencari keuntungan dulu, yang penting ada yang mendaftar untuk mengikuti semacam  summer course yang kita tawarkan.  Mereka bisa tinggal di asrama IPB yang dibuat oleh Menpera, beberapa  minggu  sampai dengan full semester.  Jika hal ini dapat dilakukan, maka secara tidak langsung Indonesia bisa mendapatkan tourists,  Perguruan Tinggi dapat exposure, angka global rangking naik, dan mereka dapat membayar 10 kali lipat SPP yang dibayarkan oleh mahasiswa.Keberadaan International Teachers  bisa disiasati dengan memudahkan akademisi dari universitas luar negeri yang hendak melakukan post doct  dan riset di Indonesia.  Pada kesempatan Sidang Komisi ini, Dr. Muhammad Taufiq, selaku Pimpinan Sidang  menyampaikan Buku yang diterbitkan oleh Senat Akademik IPB berjudul “Membangun IPB menjadi World Class University yang merupakan Himpunan Gagasan 21 Bakal Calon Rektor IPB Periode 2007-2012. #$#eced9c88e5a2c139bc62e80c5b35dad2###84bdef6dd0c6cd545d2355916d47226a###ID###2008-04-28 15:06:15###UPI Studi Banding ke IPB###

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan studi banding ke  Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (28/4) di Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

“ Kedatangan kami disini dalam rangka untuk studi banding ke IPB untuk berbagi pengalaman  mengelola dan meningkatkan prestasi mahasiswa,” kata  Pembantu Dekan I Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI, Dr. Dadang Sunendar.

 Keinginan studi banding ini berawal dari pertemuan kegiatan kemahasiswaan perguruan tinggi se-Indonesia Desember 2007 kemarin. Kala itu, Dr. Dadang bertemu dengan Kepada Sub Bidang Penulusuran Minat, Bakat dan  Penalaran  Direktorat Kemahasiswaan, Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si dan jajarannya.  Dalam pertemuan itu perwakilan UPI tertarik  prestasi mahasiswa IPB. Selain itu UPI tertarik berbagai usaha dan strategi IPB dalam kemahasiswaan. Setelah pertemuan itu,  UPI  mencoba memotivasi mahasiswanya, walhasil terjadi peningkatan hasil karya ilmiah  mahasiswa menjadi 3 kali lipat.  Selanjutnya UPI merencanakan studi banding ke IPB. “ Alasan itulah yang mendorong kami memilih IPB sebagai tempat tujuan studi banding peningkatan prestasi dan penalaran, minat, bakat mahasiswa kami,” imbuh Dr. Dadang. 

Dalam sambutannya, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.Ir.H. Yonny Kusmaryono, MS mengutip pernyataan Dirjen Diknas. “Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi tingkat independensinya. Akibatnya, mereka merasa lebih bisa memecahkan persoalan sendiri tanpa minta bantuan orang lain,” kata Prof. Yonny.  Lulusan perguruan tinggi lebih memilih menjadi job seeker daripada job creator. Melalui kurikulum Mayor-Minor dan Student Learning Center, IPB berusaha meningkatkan kemampuan hardskill dan softskill bersamaan. 

 

Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan menyampaikan prestasi yang diraih IPB tak lepas dari peran dosen-dosennya. “Mereka dilibatkan untuk memotivasi, mendampingi mahasiswa dalam berbagai kegiatan, termasuk program kreativitas ilmiah mahasiswa,” kata Dr.Rimbawan. IPB memberi penghargaan pada dosen tersebut berupa sertifikat yang menambah nilai untuk kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. Dr. Rimbawan menggambarkan  program-program kemahasiswaan  dari hulu hingga hilir sejak mahasiswa masuk  IPB hingga lulus kuliah. Diakhir pertemuan ini, dibuka ruang diskusi yang dipandu Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si (ris)

 

#$#6b99ecd93a816d657865b34056607860###47cc6007fb28bb387c73bd9dca0f3f41###ID###2008-04-28 15:19:06###PT. Alkon Trainindo Utama Fieldtrip Kewirausahaan ke IPB###

 

PT. Alkon Trainindo Utama menyelenggarakan Fieldtrip Pelatihan Kewirausahaan untuk karyawan purna tugas (KKP) ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Jum'at (25/4) di Gedung Rektorat  Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

 

 "Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan umum tentang IPB yang bermanfaat bagi putra-putri kami dan memperoleh pembekalan ketrampilan kewirausahaan bagi peserta masa purna tugas," kata Ketua Rombongan dan Direktur Operasi PT.Alkon Trainindo Utama, H.Abdul Kadir, ST.

 

 

Rombongan berjumlah 55 orang ini diterima Kepala Bidang Hubungan Masyarakat IPB, Ir. Henny Windarti, M.Si dan jajarannya. " Kami mewakili pimpinan IPB mohon maaf sekiranya dalam menyambut bapak-ibu sekaliyan kurang sesuai harapan. Sebagai gambaran IPB ini sangat luas sekitar 200 hektar, sehingga kunjungan akan difokuskan di Fakultas Pertanian saja," kata Henny, M.Si. Ini karena terbatasnya waktu yang ada. (ris)

 

 

#$#9a5389c3eab412bd2771a77bce9f27e0###fcc248d82d7e5c329a31198dd8bbb3a7###ID###2008-04-30 11:38:27###IPB Kerjasama South China Agricultural University Tingkatkan Kemampuan Petani Ulat Sutera###

 

Teaching Farm Petromat Agrotech Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan South China Agricultural University dibidang  sericulture pertukaran teknologi untuk peningkatan pengembangan  budidaya ulat sutera di  Sukamantri, Tamansari Bogor.  

 

Dalam kerjasama ini IPB menjadi satu-satunya patner  South China University dalam pembelian produk sericulture termasuk F1 hibrida telur ulat sutra, F1 hibrida bibit murbei, obat-obatan ulat  sutra dan mesin-mesinnya. Kedua belah pihak akan menyusun proyek kerjasama penelitian sericulture di daerah tropis dan sub tropis. Keuntungan proyek ini akan dibagi keduabelah pihak secara adil.

 

Pada tanggal 25 April - 2 Mei,  perwakilan Teaching Farm IPB bersama South China Agricultural University  akan membicarakan tindak lanjut kerjasama yang dibuat. Dari pihak IPB akan diwakili. Dr. Clara M.Kusharto dan delagasi China yang akan hadir antara lain Vice President South China Agricultural  University Prof. Hu Hao Min, Dean of Animal Science College, Prof. Xin Qi Xing dan Director of Sericulture, Dr.Liu Ji Ping.

 

Pengembangan Teaching Farm berawal dari kerjasama antara IPB Petromat Agrotech dan Direktorat Pendidikan Non Formal, Menteri Pendidikan Nasional.  Sericulture dipilih sebagai salah satu industri  bisnis inti potensial.  IPB Petromat Agrotech memiliki misi  mendorong  pemuda, petani dan masyarakat  menjadi manajer dalam pengembangan proyek sericulture melalui training, kegiatan intern, penelitian dan pengembangan.

 

Sekarang ini, kebun percobaan sericulture dibangun sebagai Teaching Farm, dengan fasilitas 40 hektar yang terbagi ruang kelas, ruang perawatang ulat, ruang perawatan kokon, dan perkebunan plasma di Sujadi, Sukaluyu, Tamansari, Sukamantri, Sirnagalih, Sukajaya, Sukaresmi dan  Pasir Eurih. (ris)

#$#26fd1b781db88eb07a6986f8d55adaf7###2ed46780f57e7b1ab46a77697522203d###ID###2008-04-30 11:55:59###IPB - Indocement Jajaki Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat di Citeureup###

 

PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk., dan Institut Pertanian Bogor sedang menjajaki kerjasama dalam bidang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pabrik semen terbesar di Bogor itu. Kerjasama ini akan difokuskan pada pengelolaan peternakan terpadu di wilayah terpilih nanti, yang berada dalam tiga kecamatan meliputi Citeureup, Gunung Putri dan Klapa Nunggal.

 

"Lahan eks pertambangan yang dimiliki PT. Indocement sangat luas. Kita tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam bidang pertanian. Oleh karena itu,  kita mengandeng IPB untuk memberdayakan lahan tersebut," ujar Direktur Sumberdaya Manusia (SDM) PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk., Ir. Kuky Permana, disela peninjauan bibit Jarak di area PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk bersama Rektor IPB  Dr. Herry Suhardianto, M.Sc. dan jajarannya  Senin (28/4) di Cibinong, Bogor.

 

Menurutnya, dunia pendidikan dengan industri harus bergandengan tangan dalam memecahkan persoalan bangsa dan negara. Dengan cara itu akan terasa banyak manfaatnya untuk lingkungan dan masyarakat. 

 

"Saya berharap kerjasama ini bisa dijadikan contoh bagi industri lainnya. Dengan bekerjasama banyak hal yang bisa dilakukan untuk masyarakat maupun linkungan," ujarnya.

 

Sementara itu, Rektor IPB, Dr. Herry Suhardianto, M.Sc., dalam sambutannya mengatakan rencana pengelolaan lahan bekas penambangan untuk pengembangan peternakan domba itu sangatlah baik. Rektor mengusulkan ditambah peternakan sapi, agar Indonesia tidak  tergantung impor lagi.

 

"Saya mengharapkan tidak hanya beternak domba, bisa juga ditambah sapi, sehingga kita tidak tergantung impor lagi," ujarnya.

 

Rektor IPB juga mengatakan, kerjasama pemberdayaan masyarakat dibidang peternakan ini bisa dikerjasamakan dengan Fakultas Peternakan IPB (Fapet), dengan segala kajian dan dukungan lainnya.

 

"Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini semakin banyak mahasiswa atau dosen IPB yang bisa membantu kegiatan ini, baik berupa riset, kajian atau praktek lapang," ujar rektor.

 

Menjelaskan lebih rinci, Dekan Fapet IPB, Dr.Ir. Luki Abdullah, MSc.Agr., mengatakan, pemberdayaan masyarakat ini akan dilakukan dengan konsep inkubator. Masyarakat akan berperan sebagai pelaku utama dan IPB sebagai pendampingnya. Sementara usaha yang akan dilakukan adalah pembibitan dan penggemukan domba.

 

"Pada tanggal 10 April yang lalu, tim ahli domba IPB telah bertemu dengan pihak Indocement untuk membicarakan model kerjasama yang akan dilakukan nanti. Kemudian, pada tanggal 23 April, kedua belah pihak juga telah melakukan survei tempat untuk menentukan wilayah mana saja yang akan dijadikan sebagai pusat pemberdayaan. Namun, belum ditentukan desa mana saja yang akan dipilihnya nanti," kata Dekan Fapet.

 

Dekan Fapet juga mengatakan, selama proses pemberdayaan nanti, akan ada mahasiswa IPB yang mendampingi masyarakat. Program ini  disebut Go Field.   

Kunjungan Rektor IPB ke PT Indocement, Tbk, ini didampingi jajarannya seperti Wakil Rektor III Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Sc. Dekan Fapet IPB, Dr.Ir. Luki Abdullah, MSc.Agr., Wakil Dekan Fapet IPB, Dr.Ir. H. Moh. Yamin, M.Agr.Sc.,  Dekan Fateta IPB, Dr.Ir. Sam Herodian, MS dan Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, IPB, Dr. Ir. Erliza Hambali. (man)

#$#015ef3e87cb9c5f83590f94eaa55996b###88c5ba50f846a444596dce97f6865d15###ID###2008-04-30 15:12:32###Belanda – IPB Jalin Kerjasama Tingkatkan SDM Agribisnis###

Institut Pertanian Bogor menjalin kerjasama dengan Netherlands Organization for International Cooperation in Higher Education (NUFIC) yang merupakan suatu lembaga pendidikan yang memfasilitasi pendidikan internasional di Neterhland. Perwakilannya berada di Jakarta dengan nama Netherland Education Supporting Office (NESO).

"Kita membangun kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan Belanda ini khusus untuk agribisnis, yaitu meliputi studi lanjutan berupa program Master, dan Doktor. Sedangkan kegiatan pendidikan dan pelatihan lainnya dalam bentuk Short courses dan Tailor Made Training, "ujar Ketua Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, Dr.Ir.Nunung Kusnadi, MS. Saat diwawancarai usai penandatangan MOU, Senin (28/4) Di Kampus IPB Baranangsiang Bogor.

Beliau mengatakan, dalam pemberangkatan satu angkatan akan melibatkan sekitar 30 dosen atau tenaga pengajar. Sementara Departemen Agribisnis FEM mengkoordinasikan untuk pengiriman tersebut.

"IPB akan mengirimkan 30 peserta dalam satu kali training, nantinya akan ada dua kali trining yaitu tahun 2008 dan 2009. " katanya.

Dikatakannya, salah satu yang ingin dicapai adalah peningkatan kualitas staf pengajar IPB yang bertaraf internasional, dimana tidak hanya didengar di dalam negeri, juga dunia internasional.

"Saya menginginkan dosen kita berkualitas secara nasional dan internasional, baik itu di dalam keilimuan maupun wawasanya, terutama dalam bidang bisnis. Di Belanda nanti mereka akan memepelajari comodity system di beberapa perusahaan besar yang terkait dengan food agribisnis system dan non food agrbisnisn system," katanya

Sementara itu, Rektor IPB yang juga hadir dalam penandatangan MOU tersebut usai kegiatan mengatakan, dosen dan staf pengajar yang nantinya belajar di sana dapat mencarikan peluang untuk membangun semacam pusat penelitian bersama dibidang indsutri bunga.

"Salah satu kekuatan negara Belanda adalah flory culture industri. Industri bunga di Belanda sangat terkenal, saya mengajukan usul untuk mencarikan peluang agar kita bisa kiranya membangun semacam pusat penelitian bersama dibidang industri bunga," kata rektor.

Rektor juga menambahkan, bidang lainya yang bisa dijadikan peluang dan juga menjadi kekuatan negara Belanda adalah hidrologi, dan Kedokeran hewan. (man)

 

#$#20be5e74d59d198b5247aae2142c9a38###4bace0c28748c7d51ed4a0df46a684ef###ID###2008-04-30 15:13:24###Mahasiswa Beswan IPB Gelar Donor Darah###

Sepuluh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam mahasiswa penerima Beasiswa Beswan Djarum, menggelar aksi donor darah dalam kegiatan yang dibertemakan "Dona + e Blood to Saved Lives", Rabu (30/4), di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

"Kegiatan Ini merupakan yang kelima kalinya dan tentu kita sangat bangga dengan inisiatif mahasiswa beswan ini dalam membantu sesama. Selain donor darah ada juga konsultasi gizi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi IPB serta pemeriksaan mata gratis," Ujar Direktur Kemahasiswaa IPB, Dr. Rimbawan disela kegiatan itu.

Seperti tahun-tahun yang lalu, sebanyak 10 mahasiswa IPB mendapatkan beasiswa dari Program Bhakti Pendidikan Djarum. Setiap tahun mereka selalu berinisiatif mengadakan berbagai kegiatan diantarannya adalah donor darah.

"Donor darah kali ini tidak hanya melibatkan panitia yang mendapatkan beasiswa dari DJarum Bakti Pendidikan, juga melibatkan unsur mahasiswa yang lain seperti, Korps Sukarelawan (KSR), Palang Merah Indoneisa (PMI), Himpunana Mahasiswa Ilmu Gizi serta pihak eksternal kampus lainnya," ujar Dr. Rimbawan.

Menurutnya, Djarum tidak hanya memberikan beaisiwa kepada 10 mahasisiwa berprestasi, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar lebih dari menerima beasiswa, termasuk: pelatihan yang meningkatkan kepemimpianan, ESQ, pertemuan sesama penerima beasiswa dari seluruh Indonesia, dan kunjungan wisata.

"Harapannya, kegiatan yang bernuansa pengabdian kepada masyarakat ini, tidak hanya berhenti sampai di sini, kita juga meinginkan mahasiswa dari unit lain bisa melakukan hal yang sama sesuai dengan domain aktivitas masing-masing," katanya.

Senior Coorporate Affair Manager PT. Djarum, Rudi Jauhari kepada Pariwara mengatakan, kegiatan donor darah yang digelar mahasiswa ini merupakan kegiatan regional mahasiwa beswan.

"Ini murni inisiatif dari 10 orang mahasiswa penerima beswan jarum. Merekalah yang berinisiatif, kita hanya memfasilitasi saja,"ujar Rudi.

Dikatakannya, PT. Djarum terkesan dengan kerjasama yang telah terjalin selama ini, apalagi dibantu Direktorat Kemahasiswaan IPB.

"Kesan saya sangat positif!, apalagi dengan Direktorat kemahasiswaan yang membantu meringanan tangan. Hal itu sangat membantu kita. Ke depan, saya berharap bukan hanya donor darah, namun juga mengarah kepada kegiatan yang lebih luas," katanya lagi. (man)

#$#8a8f3a08bd9dbbec78e9d0bc46f654e1###c7c1c3e1ee7a16db46543abf31dd4ebe###ID###2008-05-02 15:00:30###BKIM IPB Gelar Bedah Buku Saatnya Dunia Berubah###

 

Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Kerohanian Islam Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BKIM-IPB) menggelar bedah buku ‘Saatnya Dunia Berubah' karya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, DR.Dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) Kamis (1/5) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. Acara ini dibuka Penasehat BKIM IPB, Dr.Ma'mun Sarma dan Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr.Rimbawan.

 

Hadir pembicara lain diantaranya: Direktur Mer-C, Jose Riza, Anggota Dewan Guru Besar IPB, Prof.Dr.drh.Fachriyan Pasaribu dan Pengamat Ekonomi-Sosial, Ir.Dwi Condro Triono,M.Ag. Moderator bedah buku ini staf Pengajar Fakultas Peternakan IPB, Epi Taufik,S.Pt. MVPH. Sayangnya karena ada urusan lain, Menteri Kesehatan tidak bisa hadir. (ris).

#$#0ebc41499d5cbc73dc15dfcd31160889###9a9d854486fe4fe66fdaf6d65492075a###ID###2008-05-02 15:46:39###Prof. Dudung Darusman Terpilih Menjadi Ketua Senat Akademik Peralihan IPB###

Dudung Darusman terpilih menjadi Ketua Senat Akademik peralihan untuk periode April - November 2008, menggantikan Syafri Mangkuprawira yang akan memasuki masa purna jabatan pada 30 April 2008. Serah terima ini  berlangsung  Kamis (29/4) di Ruang Sidang Senat Akademik Kampus IPB Darmaga.

 

Dalam sambutannya Prof. Dudung menyampaikan :" Budaya korporat yang didasari saling percaya, memberi dan menerima, hendaknya kita jaga dalam lingkungan Kerja dan di lingkup Akademik IPB." IPB kedepannya, diharapkan tidak hanya menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, akan tetapi harus bisa memberikan yang terbaik kepada dunia.

 

"IPB  mampu menjadi trend Setter di bidang pertanian tropika," papar Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, optimis, saat memberikan sambutan. Salah satunya, IPB telah mampu mengadakan penguatan kerjasama internasional. Tantangan globalisasi semakin ketat, IPB diharapkan mampu mencetak lulusan  berkompeten. Langkah-langkah yang perlu diambil IPB diantaranya: memperkuat  sistem pendidikan dan pembinaan, melakukan inovasi-inovasi bidang riset, mengupayakan kesejahteraan dosen dan mahasiswa,dan memperkuat sistem manajemen institusi. "Dengan upaya konvergensi pada semua komponen,kita akan bersinergi dengan senat akademik (SA), sehingga World class University bisa tercapai," kata Rektor IPB

Dengan berlinang arimata, Prof. Syafri Mangkuprawira  menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen Senat Akademik, yang telah membantunya selama kepengurusan. (my)

#$#7795b0644794f9df28772d8aa6573bf5###7a1644ee536e1d7eb6924a5cc4396a2b###ID###2008-05-05 09:07:39### Aku Cinta Menanam Sejak Dini###

aku_cinta_menanam_400Himpunan Profesi Tree Grower Community  Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan kegiatan Aku Cinta Menanam dengan tema "Bring Better Future For Next Generation" Rabu (30/4) di Kampus IPB Darmaga. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan hari bumi.

 

Acara ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Departemen Silvikultur terhadap permasalahan dan tantangan pemanasan global yang akhir-akhir ini menjadi fokus negara-negara di dunia. Diharapkan dari kegiatan ini tumbuh  rasa cinta terhadap lingkungan sejak din dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi TK Agriananda.

 

Acara ini dihadiri  Ketua Departemen Silvikultur, Dr. Ir. Irdika Mansur, MFor.Sc dan Kepala Sekolah TK Agriananda, Ibu Jihad . Dalam kesempatan itu, Ibu Jihad menanam pohon jenis Matoa (Pommetia pinnata) di depan TK Agriananda secara simbolis. Kegiatan penanaman yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung lancar. Siswa-siswi TK Agriananda sangat menikmati bagaimana cara menanam berbagai macam jenis pohon. "Simbol O2 dan CO2 sebagai penghias bibit, sengaja digantung, untuk memberikan pengetahuan bahwa sebuah pohon menghasilkan oksigen (O2) dan menyerap karbon dioksida (CO2)," ujar Ketua Pelaksana, Doddy Juli Irawan, Mahasiswa Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB. (*/ris)

 

#$#61802f767e42c8bebafbcc50b2a09e68###6a094df25a88011b66e2fe2f4bc74893###ID###2008-05-05 11:59:06###IPB Ikuti Pameran Industrial Riset and Development Expo 2008###

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti pameran Industrial Riset and Development Expo 2008 dengan tema Litbang Kuat, Industri Pesat, Kesejahteraan Meningkat. Pameran yang dilaksanakan sejak 29 April hingga 1 Mei 2008 ini dilaksanakan di Kota Jababeka Cikarang Baru, Bekasi dan dibuka  Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kusmayanto Kadiman. Pameran ini diselenggarakan  Departemen Perindustrian bekerjasama dengan PT Jababeka dan PT Surveyor Indonesia.

 

Selain IPB, peserta lain pameran ini seperti Balai Industri BPPI Departemen Perindustrian, Kementerian Ristek dan BPPT, PUSPITEK, LIPI, BATAN, LAPAN, Badan Litbang Departemen terkait, PT Surveyor Indonesia, PT JABABEKA Tbk, Unit riset dari perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (Unair). Para peserta tersebut melakukan berbagai kegiatan antara lain: seminar, talkshow, breakfast meeting dan business luncheon. Kegiatan ini  menjadi ajang promosi, publikasi hasil litbang industri yang relatif belum banyak dikenal dan  belum termanfaatkan.

 

Menurut Setyono Djuandi Darmono, Direktur Utama PT Jababeka, Kota Jababeka merupakan kawasan mandiri terpadu yang menyediakan perumahan, kawasan bisnis, kawasan industri dan dilengkapi dengan infrastruktur modern lengkap berstandar internasional yang ramah lingkungan. Pameran ini dalam rangka meningkatkan citra dan peran litbang sektor industri dimata komunitas industri. (rei)

             

#$#a1c136e8597df4bfc54cb4d59400fbe3###5ad325950b11e220c10ac3f1fcdc834d###ID###2008-05-05 13:58:55###MERUBAH KRISIS MENJADI BERKAH: AUDIENSI PIMPINAN MWA DAN REKTOR IPB KE MENTERI PERTANIAN MEMBAHAS PEMBANGUNAN PERTANIAN###

Salah satu isu yang sangat penting, yang terjadi saat ini adalah meningkatnya harga pangan (sebagai akibat krisis pangan)  yang  sangat membebani warga dunia khususnya warga miskin.  Banyak faktor baik jangka pendek maupun jangka panjang yang menyebabkan terjadinya krisis pangan.  Faktor-faktor penyumbang krisis antara lain adalah lebih tingginya tingkat konsumsi dibandingkan dengan tingkat produksi,  melambatnya pertumbuhan produksi tahunan, terbatasnya  ruang  untuk melakukan ekspansi  areal tanaman, kenaikan harga minyak  dan concern terhadap perubahan iklim yang telah mendorong dengan cepat investasi dalam biofuel, misalnya ethanol yang dibuat dari bahan pangan seperti jagung, adanya bencana alam (natural disaster) seperti kemarau yang meluas di India dan China, dan banjir yang terjadi diberbagai  tempat di dunia.  Faktor yang tidak kalah penting adalah berkurangnya investasi publik dalam penelitian dan pengembangan pertanian.  Secara khusus, international donors belum menyediakan dukungan yang cukup untuk penelitian dan pengembangan pertanian yang secara khusus terkait dengan peningkatan produktivitas hasil panen (crop productivity).


Dalam rangka mensinergikan  program-program IPB dengan program-program  Departemen Pertanian, maupun program pembangunan nasional pada umumnya dan khususnya pembangunan  pertanian,  maka pada hari  Selasa  tanggal 18 April 2008,  anggota MWA IPB  dipimpin oleh Dr. Ishartanto melakukan audiensi dengan Dr. Anton Apriantono,  Menteri  Pertanian  (Mentan) RI di Departemen Pertanian (Deptan)  Jakarta.  Pimpinan dan Anggota MWA lainnya yang hadir  antara lain adalah Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Sekretaris MWA),  Dr. Herry Suhardiyanto (Rektor IPB/Anggota),  Dr. Irawadi Jamaran (Ketua Komisi Pengembangan Institusi/Komisi I), Prof. Dr. Iding M. Padlinurjaji (Wakil Ketua Komisi II/Anggota), Prof. Dr. Fachriyan H. Pasaribu dan Dr. Iwan Riswandi (Anggota). 


Mentan menyampaikan apresiasi kepada MWA  IPB atas kunjungan Pimpinan dan Anggota MWA ke Departemen Pertanian.  Mentan  menyampaikan bahwa  Deptan tidak mungkin berjalan sendirian.  Potensi SDM ada di Perguruan Tinggi sangat memadai untuk mendukung pembangunan.  Melalui berbagai program dan wadah yang tepat,  Deptan dan IPB dapat  memberdayakan potensi SDM yang ada sehingga  banyak hal yang bisa diselesaikan dengan lebih cepat.


Pada kesempatan audiensi tersebut, kedua pihak sepakat  untuk memanfaatkan moment Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei 2008 sebagai Hari Kebangkitan Pertanian Indonesia.  Pada kesempatan tersebut Rektor IPB menyampaikan perlunya kerjasama dalam implementasi program-program yang ada di Deptan.  Krisis pangan yang terjadi saat ini, hendaknya menjadi pelajaran bahwa pertanian  merupakan sektor yang sangat penting , dan agar tidak diabaikan lagi.  Pada krisis yang lalu, pertanian ternyata menjadi salah satu faktor penyelamat.  Rektor juga  menyampaikan  pertemuan dengan Direktur Perum Sanghyang Sri yang intinya mengharapkan agar galur benih yang telah dihasilkan oleh peneliti IPB segera bisa jadi varietas untuk mengisi kebutuhan benih  nasional .
Mentan menyampaikan bahwa kita harus memanfaatkan kondisi saat ini.  Dari satu sisi orang memandang  kondisi sekarang sebagai krisis, namun disisi lain juga merupakan berkah khususnya bagi petani, karena tidak ada satupun komoditi pertanian yang nilainya rendah. Berkah lain, adalah bahwa krisis ini telah membuka mata kita semua.  Dulu tidak ada yang fokus, jika membicarakan masalah pertanian, namun sekarang  semua pihak fokus membicarakan masalah pertanian dan  masalah ketahanan pangan.


Mentan menyampaikan bahwa tahun  ini, Departemen Pertanian membentuk konsorsium padi, kedelai, kakao, sawit, perubahan iklim, dan sosio ekonomi pertanian. Tujuannya adalah untuk memberdayakan para peneliti dari   Perguruan Tinggi, swasta maupun di pemerintahan  termasuk LIPI, BPPT untuk menggarap satu komoditi, misalnya padi, sehingga akan keluar apa yang seharusnya diteliti dalam jangka pendek, menengah dan panjang.  Hasil sementara menunjukkan, ternyata di perguruan tinggi banyak varietas-varietas unggul yang sudah ditemukan, tapi tidak bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya karena kendala anggaran, sehingga  beberapa kelanjutan riset tersebut didanai Departemen Pertanian.  Ini merupakan salah satu jalan  yang dapat ditawarkan dari pihak pemerintah.  Jalan kedua, adalah  melibatkan swasta dalam  konsorsium sehingga kebutuhan  segera diketahui, misalnya IPB sedang mengembangkan varietas tertentu, sehingga diharapkan mereka dapat membiayai uji multi lokasi. 


Mentan menekankan  agar  dalam jangka menengah dan jangka panjang riset harus diperkuat,  karena ini merupakan salah satu kelemahan.  Banyak riset yang tidak tuntas dan terpotong-potong, karena terkendala  anggaran, tidak adanya   perencanaan jangka panjang dan tidak adanya keterpaduan antar institusi.  Oleh karena itu, konsorsium harus diperkuat  karena  disinilah  keterpaduan tersebut terjadi, dan ternyata ide yang sama, saat ini juga sedang diterapkan di  IRRI (International Rice Research Institute), Los Banos, Philippines. 


Guna  merealisasikan kerjasama  IPB dan Deptan, Dr. Ishartanto, mewakili Pimpinan MWA IPB mengharapkan  kepada Mentan dan Rektor IPB  agar  dapat    menunjuk contact persons.  Menanggapi permintaan Pimpinan MWA,  Mentan menunjuk Kepala Badan  Litbang Karantina, Deptan  sebagai wakil dari Deptan yang akan berkoordinasi dengan IPB yang dalam hal ini akan diwakili oleh Dr. Anas M. Fauzi, Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama IPB.

mentanmwa_400
#$#ba271aa1d04e8f8341f05e5ce6bcfbc7###1de51cb4f24474ede59219c222fb6552###ID###2008-05-05 15:15:11###Juarai Economics Contest, Even dan Tri Masuk IPB Tanpa Tes###

Even Apilliyadi dan Tri Pandu Mulya Permana dari SMAN 1 Bogor berhasil meraih tiket gratis masuk IPB dengan menjuarai Kompetisi Ekonomi SMA Tingkat Nasional dalam The 6th Economics Contest 2008 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB (BEM FEM) dalam rangka Dies Natalis FEM ke 7, Senin (05/5) di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga Bogor.

Selain mendapatan tiket gratis, Even dan Tri juga berhak memboyong uang sebesar 2,5 juta dan juga piala bergilir Wakil Presiden Pertama Bung Hatta. Selain itu, piala tetap dan hadiah hiburan berhak dibawanya.

Mereka berhasil mengalahkan tim dari satu sekolahnya yang menempati juara kedua, Meita Puspitasari dan Ribka Kristin, mereka membawa uang tunai sebesar 2 juta rupiah, piala, serta hadiah hiburan lainya.

Sementara itu, pada posisi ketiga diraih oleh Rinjani dan Yuli K.P. dari SMAN 8 Pekanbaru, mereka membawa uang tunai sebesar 1,5 juta rupiah, piala serta hadiah lainnya.

" Keenam orang tersebut berhak masuk IPB tanpa tes, namun dengan satu syarat, harus lulus Ujian Nasional," kata Dekan FEM IPB, Dr.Sri Hartoyo, saat menutup kegiata rutin tahunan itu.

Beliau menandaskan, siswa yang sudah duduk di kelas tiga bisa langsung masuk ke IPB dengan menyelesaikan administrasi yagn telah ditentukan tahun ini, namun bagi yang masih duduk di bangku kelas dua, bisa mengambilnya tahun depan.

"Saya berpesan, tolong adik-adik untuk berusaha keras belajar, agar nanti bisa beradaptasi di IPB. Kompetisi ini hanya sebagai gerbang saja, selebihnya tergantung bisa tidaknya beradaptasi di IPB nanti," katanya.

Sementara itu, juara pertama Even dalam wawancaranya mengatakan kebanggaanya karena bisa mengalahkan rekan-rekan lainnya dari seluruh Indonesia.

"Saya cukup senang memperoleh juara pertama dalam kompetisi ekonomi tingkat nasional di IPB ini, kemenangan ini adalah berkat bantuan dari semua pihak termasuk orang tua, guru, dan teman-teman di sekolah," kata Even.(man)

#$#53b42aa5e10d290b0bbf194449f2dcfb###c16c2a4cb7d846c3a280e31848c4f261###ID###2008-05-05 18:20:36###Pajak Alkohol Menghambat Ekspor Bioetanol###

Pajak alkohol sebesar Rp 10 ribu per liter dinilai menghambat ekspor bioetanol untuk bahan bakar (fuel). Hal ini diungkap  Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Tjakrawan dalam  Workshop Bisnis Bioetanol Singkong Selasa (29/4) di IPB International Convention Center. "Pemerintah menyamaratakan  bioetanol sebagai komoditi minuman beralkohol dan bahan bakar. Akibatnya, ekspor bioetanol pun dikenai pajak ekspor alkohol," keluh Paulus. Pemerintah perlu memperjelas peraturan pajak alkohol ini, sekaligus lebih mensosiasasikan penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar oplosan. Ini akan mengurangi hambatan dagang dan penggunaan bahan bakar bioetanol di lapang.

 

 

Brazil, produsen terbesar bioetanol, menghasilkan 15,9  juta kilo liter dari tebu. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan produksi 13,4 juta kilo liter dari jagung. Indonesia berpeluang menjadi produsen biofuel terbesar dunia. Beberapa komoditi Indonesia seperti sagu, ubi kayu (singkong), dan ubi jalar berpeluang sebagai bahan baku bioetanol.  Khusus singkong, komoditi ini  dinilai lebih efesien menghasilkan bioetanol.  Dari 6,5- 8 kilogram singkong bisa menghasilkan 1 liter etanol. Produktivitas singkong tergolong tinggi minimal 30 ton per hektar. Singkong belum diperdagangkan di pasar komoditas internasional (harga belum fluktuatif). Petani banyak menanam singkong sebagai tumpang sari maupun komoditi utama. Singkong bisa ditanam di lahan marginal.

 

 

Bambang Purnomo dari PT.Kreatif Energi Indonesia memaparkan proses pembuatan bioetanol singkong untuk industri kecil atau rumah tangga. Ubi kayu yang sudah dikupas, dicuci, dipotong kecil-kecil dan dibuat bubur ubi kayu. Selanjutnya ditambahkan enzim alfa amilase untuk mengubah pati menjadi dextrin dan dimasak 100 derajat celsius selama 30 menit. Lalu, ditambahkan enzim glukoamilase yang bertujuan mengubah dextrin menjadi glukosa. Pupuk urea, Nitrogen Pospor Kalium (NPK), ragi dicampurkan dan dimasukkan ke fermentor agar terjadi fermentasi, sehingga nantinya diperoleh etanol 95 persen.

 

Bambang juga mengutarakan alasan pengembangan pabrik bioetanol skala kecil. Menurutnya Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang sebagian besar pulau kecil. "Sebagian pulau besar terdiri dari bukit-bukit, sehingga sulit dilakukan pengolahan lahan secara mekanis," katanya. Ditambah distribusi  penduduk tidak merata. Pada saat kondisi ekonomi belum pulih, investor kurang tertarik berinvestasi skala besar yang menghabiskan biaya investasi lebih dari 100 Milyar. Pengolahan limbah skala kecil lebih mudah dan murah, sehingga produksi ramah lingkungan mudah tercapai. "Penyerapan tenaga kerja relatif lebih besar dan diharapkan lebih cepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pabrik skala kecil dapat dibangun dekat bahan baku."

 

Workshop ini terselenggara berkat kerjasama  Surfactant and Bioenergy Research Center Institut Pertanian Bogor dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN).Workshop yang dibuka Wakil Rektor IV Bidang Bisnis dan Komunikasi, Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, M.Sc ini menghadirkan pembicara lain antara lain: Sucipto Prayitno (PT.Bank Mandiri, Tbk),  Titik Sundari (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian), Prof.J.Wargiono (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan), Tjutju Juniar Sholiha (PT.Biofeul Bigcassava Hidayah), Bona Pasaribu (PT.Sampoerna Agro), Yuttie Nuryanti (PT.Pertamina), Dadan Kusdiana (Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral), Djatnika S.Puradinata (PT.Medco Energi), Benny Wahyudi (Departemen Perindustrian), dan Lestari Indah (Badan Koordinator Penanaman Modal). (ris)

 

#$#b2ee18e171c8662c2df3fc25bf1621ea###2355879af497bac9ecf343c3f34e8a46###ID###2008-05-06 13:12:34### Rektor IPB Resmikan Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion###

peresmian_400


Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, MSc meresmikan Gedung Andi Hakim Nasoetion Jum'at (2/5) di Kampus IPB Darmaga. Gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Gedung Rektorat IPB, kini disematkan nama tokoh kenamaan IPB, yakni Prof. Andi Hakim Nasoetion. "Bapak Andi berhasil menyemaikan benih-benih academic atmosphere yang kondusif di IPB," ungkap Rektor IPB saat meresmikan Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion IPB yang bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2008.

Rektor kemudian memaparkan sumbangsih besar Andi Hakim dalam pendidikan Indonesia. "Bapak Andi mempelopori pemberlakukan studi sarjana 4 tahun yang sebelumnya 6 tahun dengan sistem SKS, yang kemudian diberlakukan untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini sekarang dikenal dengan nama Program Strata -1 (S1)," kata Rektor.

Prof. Andi Hakim Nasoetion mempelopori pendirian pendidikan pascasarjana pertama di Indonesia. Tahun 1975, beliau mempelopori sistem penerimaan mahasiswa baru tanpa tes atau ujian masuk, tetapi didasarkan nilai rapor SLTA yang mengundang siswa-siswi terbaik dari seluruh pelosok tanah air untuk masuk menjadi mahasiswa IPB. Sistem ini dipandang brilian untuk mendapatkan siswa terbaik dan sekaligus sebagai upaya pemerataan pendidikan. Sistem ini pada tahun 1977 menjadi proyek perintis II-penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi tanpa testing dan diadopsi secara nasional menjadi program Penelurusan Minat dan Kemampuan (PMDK). Prof. Andi Hakim Nasoetion adalah pelopor, penggagas, pembina Lomba Karya Ilmiah Remaja dan Olimpiade Matematika Indonesia. "Jiwa visioner pemimpin IPB ini tercermin saat hendak meninggalkan kursi rektor kala itu. Beliau berhasil mewariskan Renstra IPB menghadapi tahun 2000," tambah Rektor.

Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pembunyian sirine oleh Rektor IPB dan Ibu Amini Nasoetion (istri Prof. Andi Hakim Nasoetion) menandai peresmian nama Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion IPB. Acara diakhir dengan ramah tamah jajaran pimpinan IPB dengan pihak keluarga Prof. Andi Hakim Nasoetion (alm).

 

Peringatan Hardiknas di IPB Bertabur Penghargaan

Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di IPB, Rektor IPB memberikan penghargaan kepada 37 orang mahasiswa IPB yang berprestasi di bidang ekstrakurikuler tahun 2008. Mereka terdiri dari :  Elang Gumilang (Fakultas Ekonomi dan Manajemen/FEM), Rosena Podesta, Ratna Megasari (FEM), Putri Kinanti Siregar (FEM), Tetuko Dito Widarso (Fakultas Teknologi Pertanian/FATETA), Ayupry Diptasari (FATETA), Kamalita Pertiwi (FATETA), Ari Try Purbayanto (FATETA), Fahmi Nasrullah (FATETA), Galih Nugroho (FATETA), Nur Hamdani S (FATETA), Nur Hidayat (FATETA), Mega Safrina (FATETA), Nona Widharosa (FATETA), Asto  Hadiyoso (FATETA), Moch. Subkhi H (FATETA), Khoirul Umam (FATETA), Aji Raditya (Fakultas Matetika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA), M. Syaeful Fahmi  (FMIPA), Fauzan Amin (FMIPA), Rizki Dwi Cahyani (FMIPA), Muhammad Ilyas (FMIPA), Verawati (FMIPA), Novita Handayani (FMIPA), Syamsul Bahari (FMIPA), Hari Bowo (FMIPA), Paramitha Messayu (FMIPA), Dwi Abdia Rahman (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan/FPIK) , Nur Madina (FPIK), Hasanah (FPIK), Astriwana (FPIK), Okvina Nur Alvita (Fakultas Ekologi Manusia/FEMA), Gina Ginajarsari (FEMA), Ahmad Alam (FEMA), Evrin Savrilya (Fakultas Peternakan/FAPET), dan Irma (FAPET) (my/ris). 

 

 


#$#05f8312676a5bfc06889bb36c010224b###dc3da47a7f874c4db4ab04e156827482###ID###2008-05-06 18:15:22###Eksplorasi dan Penghematan Biaya Ekspor Impor BBM, Kurangi Dampak Kenaikan BBM###

Terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sekarang, Direktur Intercafe Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Iman Sugema mengatakan pemerintah perlu mengambil beberapa langkah tepat diantaranya peningkatan produksi melalui pengaktifan kembali kilang minyak ground field dan penghematan dalam ekspor impor minyak. Kebutuhan minyak Indonesia sekitar 2,1 juta barel per hari, sedangkan produksi nasional 1 juta barel per hari. "Pemerintah bisa meningkatkan produksi dengan mengaktifkan kilang minyak ground field  yang kemarin kontraknya terputus. Dari eksplorasi kilang minyak itu akan diperoleh 1 juta barel per hari," kata Dr.Iman dalam Rountable Disscusion Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia terhadap Pertanian Indonesia Selasa (6/5) di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion.  Walau menurut Dr. Iman hal ini akan mengeluarkan cost, namun dengan harga minyak 120 dollar per barel dunia, Indonesia akan mendapat surplus.

 

Langkah kedua penghematan dalam ekspor impor minyak. "Pemerintah bisa menghemat biaya ekspor-impor  minyak sebesar 8 dollar, yakni 5 dollar dari biaya ekspor dan 3 dollar dari biaya impor," ujar Dr. Iman.

 

Menurut Dr. Iman, masyarakat yang tinggal pedesaan khususnya pesisir, paling berat merasakan dampak kenaikan BBM dibanding masyarakat perkotaan. Tahun 2007 jumlah kemiskinan di pedesaan mencapai 18 persen dan perkotaan 11 persen. Ini disebabkan pendapatan petani tetap. Sisi lain, barang-barang konsumsi dan biaya transportasi naik. "Kenaikan BBM pada tahun 2005 yang mencapai sekitar 150 persen masih dirasakan dampaknya. Ditambah rencana pemerintah menaikkan BBM  pada tahun 2008 ini tentu makin mempertajam kemiskinan di pedesaan dan pesisir," jelas Dr. Iman.

 

Dr. Iman menyarankan pemerintah meng -update-  data masyarakat miskin yang  berhak  mendapatkan dana  bantuan langsung pemerintah. Ini supaya dana bantuan sampai tepat sasaran dan akurat. Sebab, data yang dipakai saat ini masih menggunakan data tahun 2005. Dengan data  itu pun, 20 persen masyarakat miskin tak mendapatkan bantuan pemerintah.  "Ada kemungkinan orangnya telah meninggal, pindah tempat, orang miskinnya bertambah. Apalagi masyarakat kota yang homeless dan tinggal dikontrakan sulit terdata," tandas Dr. Iman.

 

Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB), Prof.Tridoyo Kusumastanto menambahkan pukulan lebih telak akan dialami masyarakat tinggal di pesisir. "Sebab, sekitar 60 persen komponen input atau modal usaha mereka berasal dari bahan bakar minyak. Kenaikan BBM kian mempersulit usaha mereka, terlebih yang tinggal di pulau-pulau kecil terpencil," kata Prof.Tridoyo.

 

Prof. Tridoyo mengusulkan beberapa alternatif kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk meringankan beban nelayan di pesisir. Alternatif kebijakan yang dapat ditelaah ada empat poin. Pertama, seharusnya pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan memiliki grand design dan action program pengelolaan pembangunan perikanan nasional yang mampu merespon perubahan yang terjadi di lokal, nasional, regional maupun global.  Kedua, memperjelas dana kompensasi nelayan yang dialokasikan dalam APBN. " Sebaiknya dana kompensasi tersebut dimanfaatkan secara bijaksana khususnya untuk program-program yang meningkatkan daya saing dan pengembangan sistem atau teknologi alternatif yang menekan ekonomi biaya tinggi," kata Prof. Tridoyo. Misalnya, rumpon, sea farming dan penyaluran BBM. Terkait sea farming, IPB telah merintis teknologi ini di kepulauan seribu dan diadopsi daerah Bangka Belitung.

 

Ketiga, penataan sistem produksi perikanan dan pemasaran yang lebih efesien dan kompetitif. Termasuk pengembangan kemampuan pengembangan budidaya tawar, payau dan laut yang lebih hemat BBM. Ditambah aparat penegak hukum menindak dan memberantas illegal fishing serta pungutan liar yang membebani nelayan.

 

Keempat, pemerintah perlu mengembangkan sistem pengelolaan perikanan maupun program pelestarian sumberdaya ikan melalui restocking atau sea farming. Terutama untuk jenis ikan yang tidak bermigrasi. Diskusi ini dimoderatori Direktur Riset dan Kajian Strategi IPB, Dr. Arif Satria (ris)

#$#9ed0b37a28d95c1b7911fcbcebdf10d8###5274bffba1cb52651a2105b27f93593a###ID###2008-05-07 09:11:55###Workshop on Scientific Diving###

 Workshop on Scientific Diving

Penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi kelautan, khususnya pengamatan di perairan laut dangkal, sangat tergantung pada metode observasi bawah air. Salah satu teknik observasi bawah air ini adalah melalui penyelaman ilmiah (scientific diving). Perlu diketahui bahwa kualitas riset bawah air dan data yang diperoleh sangat tergantung pada pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Di Indonesia, infrastruktur untuk pelatihan penyelaman dasar yang mengarah ke pengakuan sertifikasi internasional telah dikembangkan oleh organisasi penyelaman, misalnya oleh POSSI (Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia), namun pelatihan yang mengarah ke penyelaman ilmiah masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

Sampai saat ini di Indonesia belum ada pendidikan secara terstruktur yang mengarah ke sertifikasi yang diakui secara internasional dan dapat menjamin kualitas data dan tindakan-tindakan keselamatan bagi penyelam-penyelam ilmiah. Sehubungan dengan itu, dalam rangka mengembangkan pendidikan dan sertifikasi internasional penyelaman ilmiah, maka Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB bersama mitra Komisi German/Masyarakat Eropa untuk Penyelaman Ilmiah melaksanakan kegiatan Workshop on Scientific Diving pada tanggal 6-7 Mei 2008 di Auditorium FPIK-IPB, Bogor.  Peserta workshop berasal dari berbagai perguruang tinggi (UNRI, UNDIP, UNSOED, UNBRAW, UNHAS, UNHALU, UNPATTI dan IPB), lembaga penelitian (P2O-LIPI), organisasi penyelaman (POSSI), UNESCO, serta delegasi dari Komisi Penyeleman Ilmiah German/Masyarakat Eropa.

Salah satu keluaran yang diharapkan dari workshop ini adalah terumuskannya roadmap pengembangan pendidikan penyelaman ilmiah di Indonesia. Dengan berkembangnya pendidikan penyelaman ilmiah di Indonesia maka survei bawah air yang dilakukan dengan metode penyelaman menggunakan metode baku yang diacu bersama sehingga mudah melakukan sinergi, harmonisasi maupun validasi silang. Selain itu, secara bertahap dapat dilakukan penyempurnaan metode penelitian bawah air, misalnya perbaikan teknik system penentuan bawah air. Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, hasil pendidikan penyelaman ilmiah di seluruh Indonesia yang mulai dirancang bersama mitra dari Jerman/Komunitas Eropah untuk Penyelaman Ilmiah dalam workshop ini berdasarkan baku mutu internasional dapat diakui secara internasional.

Kegiatan Workshop on Scientific Diving ini terselenggara atas dukungan Federal Ministry of Education and Research, Republik Jerman, Komisi Penyeleman Ilmiah German/Masyarakat Eropah, UNESCO – Jakarta Office, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

(Dekan FPIK-IPB, Prof. Dr. Indra Jaya )

#$#70ba63cc6783a9fa25b7402a5a6b37a2###21c2c2055e61df18274fa337ba33379f###ID###2008-05-07 11:55:45###Divisi Halal Science Laboratorium Terpadu IPB Adakan Diskusi Kajian Kehalalan Produk###

roundtable_disscussion_400Divisi Halal Science  Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor memberikan dukungan  industri untuk meningkatkan kehalalan produk dan bahan yang digunakan melalui Roundtable Discussion 'Peningkatan Kapasitas Riset dan Kajian Kehalalan Produk' Selasa (22/4) di Ruang Majelis Wali Amanat  Kampus IPB  Baranangsiang.  Laboratorium Terpadu ini dipimpin Dr. Zainal Alim Mas'ud, DEA.

 

"Diskusi ini bertujuan untuk menjalin jejaring  pemangku kepentingan (stake holders), sehingga potensi keilmuan yang ada, dapat dimanfaatkan dan dikembangkan," kata Wakil Rektor IPB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Yoni Koesmaryono dalam sambutannya.

 

Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Penelitian IPB, Prof. Dr. Ir. Ronny R Noor mengungkapkan: "Melalui Divisi Halal Science kita dapat mengembangkan networking dan mudah-mudahan melalui HS ini juga kita mendapatkan international support."

 

Hal senada juga diungkapkan, Wakil Rektor IPB Bidang  Riset dan Kerjasama, Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi. "Indonesia melalui Halal Science Laboratorium Terpadu ini telah tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triange (IMT GT)." Keberadaan Halal Science Laboratorium Terpadu IPB melaui IMT GT diharapkan mampu berjalan beiringan dengan komunitas halal dunia lainnya. Untuk terciptanya net working international dalam mengembangkan halal science, IMT-GT telah mengikuti Konferensi Internasional Kajian Halal Sains di Thailand. Pengembangan networking kedua diadakan di Malaysia, Oktober 2008 mendatang. Indonesia sendiri berkesempatan menjadi tuan rumah dalam Simposium Halal Internasional IMT-GT tanggal 26-27 November 2008 yang akan datang.

Menurut Ditjen Bimas Islam Departemen Agama, Muhtar Ali mengatakan," Kajian halal sains merupakan tantangan bagi para peneliti untuk mengungkap dan mengembangkan keilmuannya." Ia menegaskan Departemen Agama mendukung adanya Lembaga atau Divisi Halal Science (HS). " Jika Halal Science butuh bantuan atau support dari International Development Bank (IDB) dan Timur Tengah, Departemen Agama siap memfasilitasinya."

 

Rountable ini dihadiri dari berbagai kalangan antara lain: Universitas Sriwijaya, Badan Penelitian Penerapan Teknologi (BPPT),  Unit Pelayanan Terpadu Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) LIPI Yogyakarta, Departemen Agama, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta, Departemen Pertanian, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik  Majelis Ulama Indonesia, SEAFAST IPB.

 

 

Perumusan hasil Roundtable Discusion yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Irawadi Jamaran. Beberapa butir hasilnya antara lain:  memperluas jejaring, mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) berproduksi secara halal, meningkatkan kerja sama untuk memperoleh pendanaan, dan pertemuan untuk persiapan Simposium Halal Internasional November 2008. (*/ris)

#$#27928bae2ab3ca356e7bfe81b7ff9cd4###b3a485123c3bad812e240578922fbfd0###ID###2008-05-07 12:09:49###Klarifikasi Berita “Alumni IPB Meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2007”###

 

Terkait dengan berita yang kami tuliskan di website IPB, Rabu 7 Mei 2008 berjudul Alumni IPB Meraih Penghargaan Nobel Perdamaian 2007”, ada sisi yang akan kami klarifikasi dari berita tersebut.  Berikut ralat beritanya:  

Kontribusi Prof. Tjang dalam Perolehan Nobel Perdamaian Tahun 2007  

Prof.Dr.Raden Tjang Mushadji Sutamiharja, M.Ag, alumnus IPB,  telah berprestasi dalam memberikan kontribusi nyata kepada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dimana IPCC telah berhasil meraih Nobel Perdamaian Tahun 2007.  Selama dua periode yakni 1997-2002 dan periode 2002- 2007/2008, Prof. Tjang menjabat sebagai Vice Chairman Working Group III Bureau IPCC  mewakili  negara berkembang termasuk Indonesia. 

Ketua IPCC, Dr. R.K. Pachauri yang berkedudukan di Geneva, Switzerland, memberikan penghargaan hanya kepada beberapa ilmuwan yang betul-betul telah memberikan kontribusi nyata kepada IPCC sejak awal berkiprahnya organisasi ini, salah satunya adalah Prof. Tjang. Berikut salinan sertifikat penghargaan dimaksud:  

nobel_alfred_400   

Demikian klarifikasi kami, redaksi mohon maaf atas kurang tepatnya pemberitaan kami terkait hal tersebut.

 

#$#583fabf433db5bf7bf8afa90897b6d19###347c2702ae07a32ed2d0aa7b4faac34b###ID###2008-05-08 14:20:54###HIMAKOVA IPB sebagai Volunteer Aksi Bersih di TNGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango)###

Aksi bersih ini dilakukan pada tanggal 5 Mei 2008 atas kerjasama HIMAKOVA IPB dan MONTANA sebagai pionir aksi bersih di TNGP. HIMAKOVA IPB mengutus 10 orang sukarelawan, kegiatan ini akan berlanjut hingga hari lingkungan hidup (5 Juni 2008).

Aksi bersih ini dilakukan pada jalur interpretasi Curug Cibereum TNGP, yang diawali dengan breefing pada malam hari (4 Mei 2008) yang bertujuan untuk perkenalan sesama sukarelawan serta penjelasan tentang tujuan kegiatan ini.

Pagi jam 09.00 WIB sebelum berangkat dilakukan breefing untuk persiapan, pembagian tugas dan penentuan jalur. Setiap kelompok dibekali beberapa trashbag. Menurut Sopian (Ketua HIMAKOVA IPB) walaupun kegiatan ini benar-benar menguras waktu dan tenaga tapi hati senang karena bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.

aksibersihjalur_400volunteer

Foto by : Neneng Maulia, Akmal, Bowo

#$#fd187e01ddadf9063b6b9085bb707865###7e841d5533bbd1b999e925ec8d9cde98###ID###2008-05-08 17:10:32###P4W LPPM IPB Gelar Round Table Meeting UU No. 26 Tahun 2007###

 

Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Round Table Meeting  antar perguruan tinggi dan Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) tentang ‘Implikasi Setahun Pasca Disahkannya Undang- Undang  No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang’ Kamis (8/5) di Kampus IPB Baranangsiang. Round table meeting ini sudah beberapa kali diselenggarakan P4W IPB dalam rangka mengawal UU No.26 Tahun 2007.  “Kebersamaan yang berangkat dari semangat untuk mengawal proses revisi undang-undang No. 24 Tahun 1992 menjadi UU No. 26. Tahun 2007 ini menjadi pengalaman sangat berharga bagi kita semua,” ungkap Ketua Panitia, Dr.Alinda FM Zain, MSi

 

Selama proses mendampingi Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum dan Panitia Khusus Penataan Ruang Dewan Perwakilan Rakyat dengan  memberikan masukan subtansial. Menurut Dr. Alinda, keterlibatan akademisi dalam proses lahirnya sebuah undang-undang, hakekatnya suatu keharusan. Sebab, para ilmuwan  mengetahui  “apa yang seharusnya” dari sebuah bidang kehidupan, sehingga sebuah peraturan berada pada koridor benar.  “Di sisi lain para praktisi mengetahui masalah riil di lapangan, sehingga interaksi para ilmuwan dalam pembuatan sebuah undang-undang diharapkan menjadikan undang-undang lebih membumi dan realistis, tanpa mengabaikan kaidah-kaidah kehidupan,” kata Dr.Alinda.

 

Ketua P4W LPPM IPB, Dr.Ernan Rustiadi mengatakan selama ini terjadi berbagai bias dalam sistem penataan ruang diantaranya bias pemerintah, perkotaan, perencanaan, pesisir atau kepulauan dan administrasi regional serta ekonomi. “ Hal-hal bias ini perlu kejelasan lanjut, sehingga dalam aplikasinya tidak menimbulkan masalah baru,” Kata Dr. Ernan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab terkait implikasi dari penerapan UU No 26 Tahun 2007.

 

 Sekretaris Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Dr.Ir. Ruchyat Deni DJ, M.Eng  dalam keynote-nya menyampaikan perkembangan penyusunan kententuan turunan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. ”Berdasarkan rapat Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional, 3 Oktober 2007 terdahulu, akan disusun enam peraturan pelaksanaan,” ujar Dr.Ruchyat.  Rencananya keenam peraturan pelaksanaan tersebut antara lain: pertama,  rencana tata ruang nasional; kedua,  penataan ruang gabungan sepuluh subtansi; tiga, kriteria dan tata cara penyusunan rencana tata ruang kawasan pertahanan; empat, tingkat ketelitian peta rencana tata ruang;  lima, penataan tanah, penataan air, penataan udara, dan penataan sumberdaya alam lainnya; enam, tata cara dan bentuk peran masyarakat dalam penataan ruang. Dr.Ruchyat menuturkan  jangka waktu penyelesaian peraturan pelaksanaan paling lambat tiga  tahun terhitung sejak undang-undang tersebut diberlakukan.

 

Round table  ini terbagi dua sesi. Sesi pertama dimoderatori Dr.Leksono Subanu  dan Drs.Widyawati, MRP. Sesi kedua dimoderatori Dr.Andi Oetomo dan Drs.Yayat Supriyatna, MURP.  Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Ir. Anas M Fauzi. (ris)

 

#$#af9f8400e42ef0d541b877daf2b89995###e40e015c26fc8d7e1060a154203540b2###ID###2008-05-09 10:02:15###Festival Tanaman di IPB###
Himpunan Profesi Mahasiswa Agronomi (HIMAGRON), Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB mulai hari Sabtu, 3 Mei 2008 sampai dengan 18 Mei 2008 menggelar acara FESTIVAL TANAMAN XXIX (FESTA XXIX). Acara pembukaan FESTA XXIX dilaksanakan pada Hari Sabtu (3 Mei 2008) di lapangan rumput kampus IPB Baranangsiang. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB Prof.Dr.Ir. Didy Sopandie, M.Agr. Hadir pada acara pembukaan FESTA XXIX antara lain Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Prof.Dr.Ir. Bambang S. Purwoko, M.Sc, Ketua Komisi Kemahasiswaan Departemen Agronomi dan Hortikultura Dwi Guntoro, SP., M.Si, serta para dosen dan staf Departemen Agronomi dan Hortikultura. Acara pembukaan FESTA XXIX dimeriahkan dengan penampilan Rampak Gendang dari UKM Gentra Kaheman IPB.

FESTA XXIX merupakan program kerja tahunan HIMAGRON. Tema yang diangkat pada FESTA XXIX adalah Menggali Potensi dan Kekayaan Bangsa Melalui Pemanfaatan Tanaman Tropis Sansevieria sebagai Komoditi Unggulan dalam Upaya Pengurangan Efek Pemanasan Global di Indonesia. Tanaman Sansevieria diangkat sebagai tanaman maskot dalam FESTA XXIX dikarenakan tanaman Sansevieria merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang manfaatnya belum dikenal luas oleh masyarakat. Tanaman sansevieria merupakan tanaman yang mampu menyerap polutan yang bersifat racun seperti CO2, H2S dan CH4, sehingga tanaman ini sering disebut sebagai tanaman antipolutan. Dengan melihat potensi tersebut, maka Indonesia berpeluang menjadi pusat pengembangan Sansevieria sebagai tanaman antipolusi, penyerap racun, serta antiradiasi, sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat.

Tujuan FESTA XXIX adalah memperkenalkan tanaman Sansevieria kepada masyarakat sebagai tanaman hias yang dapat mengurangi efek pemanasan global (global warming), mempertemukan para pelaku agribisnis, menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang keanekaragaman jenis tanaman melalui kegiatan Bursa Tanaman (Agrishop), dan mengembangkan kreativitas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat dalam upaya melestarikan tanaman Sansevieria sp.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMAGRON dalam rangkaian kegiatan FESTA XXIX antara lain Bursa Tanaman Hias (Agrishop) yang berlangsung tanggal 3 Mei sampai dengan 11 Mei 2008 di lapangan rumput IPB Baranangsiang yang diikuti oleh 27 nursery dari sekitar Bogor dan Jakarta, lomba mewarnai tingkat TK dan tingkat SD kelas 1, 2, dan 3 dengan tema lingkungan pada tanggal 4 Mei 2008, Kontes Sansevieria pada tanggal 11 Mei 2008, dan seminar nasional tentang tanaman sansevieria pada tanggal 18 Mei 2008 di Auditorium Thoyib Hadiwijaya.

Acara FESTA XXIX ini terselenggara berkat kerjasama antara pihak HIMAGRON (AGH 42, AGH 43, dan AGH 44), pihak swasta dan masyarakat umum. Acara ini juga terselenggara berkat bantuan sponsor dari Majalah Flora dan Fauna, Radio Global Jakarta dan Bandung (88.4 FM dan 89.7 FM). (nUr-sumber: Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB)

#$#c354442309dbc577cca18506d9af6462###a002917e78bf2cebb3b845beb5360898###ID###2008-05-09 16:42:39###The 6th Studium Generale in Landscape Architecture Department, Faculty of Agriculture, IPB###

In order to enhance an international atmosphere in the lecture program, in every semester Department of Landscape Architecture conducts a special lecture, which is called “studium generale”. In the 6th Studium Generale, this semester Department of Landscape Architecture invited a speaker, Dr. Fred STOLLE. He is come from World Resources Institute (WRI), Washington DC, USA. Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, as a Chairman of Landscape Architecture Department asked and invited him to come to IPB when they were attending Asia Pacific Forestry Week FAO in Hanoi, Vietnam (21-26 April 2008) and the Coordinator Meeting of Agroforestry Landscape Analysis ICRAF/SIDA/ SEANAFE in Hanoi, Vietnam (28-30 April 2008).

The studium generale  was held on Tuesday/May 6, 2007, from 13.30 to 16.00 in Ruang Sidang Arsitektur Lanskap, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor, with the topic: “Remote Sensing & Geographical Information System Based for Landscape Resources Management”. This program was attended by 10 faculty members of Landscape Architecture Department and 78 students of IPB Graduate School, i.e. from study programs of landscape architecture, agronomy, natural resources & environmental management, regional planning, entomology, forestry, marine science, aquaculture, veterinary, computer science, agriculture technology, etc.), and Bachelor program. In the last 40 minutes of studium generale, Prof. Hadi Susilo Arifin as moderator gave opportunities for all enthusiasm participants to take discussion.

About Dr. Fred Stolle, he holds a M.Sc. in Landscape ecology (ITC) and a Ph.D. in Geography (Wageningen Universitet). Stolle is program manager for WRI’s Forest Landscape Objective, working on forest governance, forest changes, and their impacts on climate change, and biofuels issues in Southeast Asia, especially Indonesia. He started as a Geographical Information System (GIS) and Remote sensing specialist at ITC (Netherlands), UNEP (Nairobi) and UNESCO (Jakarta). He lived 2-years in Kenya where he was team-leader for the production of a coastal Atlas for Kenya, and lived for 4 years in Indonesia working on forests and land-use change issues. Since 2003 he works at WRI where his focus is on the development in Southeast Asia (focus on Indonesia) of a decision-making environment where reliable, accurate and current information on forest and timber resources and related decisions are continuously and publicly available (Transparency) and that actions by the government are taken based on this information. Recently, he is also involved in advising the Indonesian government on the inclusion of reduced deforestation programs in the UN Climate framework (UNFCCC). In addition Fred is involved in several international processes in Asia as the Forest Law Enforcement and Governance (FLEG) initiative, the Asian Forest Partnership (AFP), the Roundtable of Sustainable Oil palm, and the world-wide UN FAO Forest Resources Assessment. (Sumber : HSA)

#$#a4897edd41825d01d78974f942e96808###5abe5e46ee0667f573328ff490b01fa7###ID###2008-05-12 10:20:26###30 MAHASISWA IPB MENGIKUTI “PRESIDENTIAL LECTURE FEATURING BILL GATES, CHAIRMAN MICROSOFT CORPORATION”###

bilgate1_400Sebanyak 30 mahasiswa IPB yang sebagian besar merupakan mahasiswa yang mempunyai prestasi di berbagai bidang mengikuti kuliah umum dalam ajang Presidential Lecture yang menampilkan Bill Gates, Presiden Microsoft Corporation di Jakarta Convention Center (9/5/2008).

Sekitar 1400 peserta undangan hadir pada kuliah yang diawali dengan presentasi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyuno. Dari kalangan mahasiswa, hadir pula berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari UI, ITB, ITS, dan lain-lain serta berbagai kalangan pemerintah, pimpinan perusahaan, maupun dari para wakil asosiasi bisnis.

 

Mengambil judul presentasi "The Second Digital Decade", Bill Gates dengan penuh semangat menyampaikan perkembangan teknologi informasi dunia dalam pengaruhnya terhadap kehidupan masa depan umat manusia, di bidang hiburan, pendidikan, reaseach,dan medis.

Banyak contoh yang dibawakan Bill Gates dalam presentasinya. Salah satunya adalah ketika bercerita tentang anak perempuannya yang sedang bersekolah dengan selalu membawa PC. "Anak saya kerap mengirim e-mail untuk bercerita tentang kejadian sehari-harinya dan mengirimkan nilai yang diperolehnya," ujar Bill Gates. Selain itu beliau juga bercerita tentang keinginannya untuk dapat memvideokan kuliah para profesor di dunia dan selanjutnya di on line kan ke internet, sehingga semua mahasiswa bisa belajar dimanapun dia berada.

Khusus di Indonesia yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian, Bill Gates menggambarkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi (TI) dapat membuat bidang pertanian Indonesia menjadi lebih maju. Bill Gates menyampaikan bahwa melalui penyebaran TI, informasi pertanian dapat dengan mudah diterima oleh seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau.

Salah satu kejadian yang membuat para peserta 'kuliah umum' terkesan adalah ketika Bill Gates mendemokan software astronominya yang diberi nama microtelescope. Microtelescope memungkinkan kita berimaginasi dengan keaadaan luar angkasa. Dalam demo tersebut ditampilkan bagaimana kita mampu menjelajah isi galaksi disertai dengan tampilan-tampilan yang menarik. Bahkan, seorang anak SD pun terlihat mampu membuat presentasi dengan perangkat lunak tersebut dalam menjelajah galaksi.

Usai kuliah ditampilkan presentasi singkat dari Tim Aksara ITB yang berhasil menjuarai ajang perlombaan perangkat lunak yang diselenggarakan oleh Microsoft dengan karya "Perangkat Lunak Bagi Kalangan Buta Aksara".


Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, karena keterbasan waktu, Menteri Perdagangan RI, Dr. Mari Elka Pangestu selaku pemandu hanya memberi kesempatan kepada 5 orang peserta yaitu Bapak Gatot Suwondo (Dirut BNI), Rene Patirajawane (wartawan Kompas), James Riyadi (CEO Lippo Group), dan dua orang perwakilan mahasiswa.
Dalam menjawab pertanyaan yang ajukan oleh salah seorang mahasiswa tentang tips dan trik menjadi orang sukses di usia muda, Bill Gates menegaskan, sekolah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan kita semua. "Agar masa sekolah dapat dipergunakan secara optimal, maka setiap siswa perlu melakukan program magang di berbagai perusahaan, sebagai bekal merintis sendiri bisnisnya kelak," ujar Bill Gates.

bilgate_ok_400Meski tidak menyelesaikan sekolahnya, Bill Gates tidak menyarankan tindakannya untuk diikuti. Dengan tegas, Bill Gates mengatakan, sekolah adalah kesempatan penting untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan. Oleh karena itu jangan sampai disia-siakan sekolah. Selain itu beliau juga menegaskan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendukung cita-cita seorang anak. Ia mencontohkan bagaimana orangtuanya memberikan sebuah komputer sebagai kado di hari ulang tahunnya dan terus mendorongnya untuk maju, misalnya dengan memberi izin dia untuk membuka usaha bengkel komputer di bekas garasi rumahnya.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu sangat mudah, asal kita sangat senang dengannya. "Kembangkan imaginasi yang kita punya, lalu sumbangkan demi kemajuan bangsa," sambung Bill Gates sambil menutup jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan peserta. Luar Biasa....(Dir.Kemahasiswaan/man)

#$#79f5875c6736a50ecd801500d97b0744###b335e0d9885f0f8790b3810d29375552###ID###2008-05-13 17:50:44###IPB Dipercaya Menguji Coba Produk Magna Legionella -X###

Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) dipercaya Magna International Pte.Ltd. untuk mengujicobakan produk disinfektan Legionella-X. "Presiden Magna International Singapura, Nelson Cheng melalui calon distributor obat hewan di Jakarta memberikan kepercayaan kepada saya agar IPB menguji kemampuan disinfektan Legionella-X terhadap virus H5N1.  Hasil pengujian ini nantinya akan dilampirkan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan ijin masuk ke Indonesia," kata Dr.drh.Agus Setiyono,M.S Selasa (13/5) di Bagian Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Kampus IPB Darmaga. Setelah melalui pengujian di laboratorium  Legionella -X terbukti 100 persen membunuh virus flu burung, H5N1.

Legionella-X adalah disinfektan pembunuh virus flu burung yang dikembangkan Magna International. Magna telah mengembangkan  Legionella-X sejak 4,5 tahun lalu, saat Singapura merebak virus Severe acute respiratory syndrome (SARS).

Metode pengujian dilakukan dengan menggunakan pupukan virus Avian Influensa H5N1 pada media Telur Embrio Tertunas (TET) yang diberi Legionella-X dengan konsentrasi 100 persen sebagai bahan obat yang diuji. Pengujian dilakukan oleh Tim Peneliti Unit Pelayanan Mikrobiologi Medik, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Legionella-X juga telah diujicobakan di beberapa kereta api dan rumah sakit di Singapura. Penggunaan disinfektan ini diharapkan memutus rantai penularan virus H5N1. Ini karena kemasannya yang mudah dibawa individu, dengan cukup menyemrpotkan saja. Praktis, efesien, mudah digunakan dimana saja. (ris)

#$#5456c0f4c030e095345afebfa5781903###ab24ba56db478c0f3decfb878f952d8d###ID###2008-05-14 13:46:36###Rektor IPB dan Jajarannya Kunjungi UP3J Jonggol###

Rektor IPB, Dr.Ir.H. Herry Suhardiyanto M.Sc., beserta jajarannya mengunjungi Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Minggu, (26/4) di Jonggol, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Diantara para pejabat IPB yang hadir adalah, Sekretaris Eksekutif Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT., Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, M.Sc., Direktur Fasilitas dan Properti Dr. Ir. Erizal, M.Agr., Direktur Perencanaan dan Pengembangan Dr. Drs. Dadang Iwan Riswandi SE, MSi. bersama jajaran rektorat dan ibu-ibu dari Agrianita IPB.

Dalam sambutanya Rektor IPB menjelaskan, dalam master plan pemetaan dan pemanfaatan Aset IPB tahun 2003, Jonggol menyimpan potensi yang besar. dari total lahan seluas 169 Hektar, sekitar 70 Hektar yang dimanfaatkan untuk peternakan, sisanya berupa Hutan Lindung, dan daerah aliran sungai (DAS).

"Sudah saatnya kita kembali kepada kebangkitan Jonggol, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan untuk mendayagunakan potensi Jonggol, karena lahan yang luasnya ratusan hektar ini adalah Amanah yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul hisab nanti," tandas Rektor IPB dalam open statement diskusi interaktif.  Rektor juga menambahkan, upaya yang telah dan akan dilakukan diupayakan harus bisa menaikkan bargaining position, dan juga memandirikan UP3J hingga berdayaguna.

Di akhir Perjalanan, rombongan Rektor IPB mengunjungi Primate Research Center (Pusat Penelitian Primata) IPB Jonggol. Rombongan langsung dipandu Kepala Pusat Studi Satwa Primata IPB, Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc dan Sekretaris Dr. Irma Herawati Suparto, MS.

 

Master Plan UP3J- Fapet IPB

 

Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Fakultas Peternakan IPB terletak 60 kilometer sebelah Timur Laut Bogor, tepatnya Desa Singasari Kecamatan Jonggol Bogor. Daerah ini berbatasan dengan wilayah Cianjur dan Bekasi. Sepanjang jalan kita bisa melihat pemandangan alam yang permai, padang rumput, pepohonan sepanjang jalan, panorama rerumputan yang hijau dengan latar belakang perbukitan yang membiru menambah indah suasana perjalanan. ketika sampai di lokasi terlihat plang  berwarna coklat yang bertuliskan "Selamat Datang" di Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol - Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor'.

 Lahan peternakan seluas 169 Ha tersebut menampung 670 ekor Domba, 33 ekor Kerbau, 25 ekor Sapi. Dengan luasan kandang sapi 1000 m2 /unit, kerbau 300 m2/unit, domba 200 m2/unit.

Berkaitan dengan program pengembangan kampus IPB Darmaga, sejak tahun 1980 areal kebun di Jonggol dikembangkan sebagai sarana penunjang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penyuluhan bidang peternakan. Melalui kerjasama dengan pemerintah Australia, mulai 1985 areal kebun tersebut dikembangkan sebagai Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) dikenal juga sebagai "Jonggol Animal Science Teaching and Research Unit (JASTRU)".

Di bawah pembinaan UPT Kebun Percobaan IPB dan Fakultas Peternakan IPB, UP3J telah berkembang menjadi salah satu unit pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang cukup memadai. Dengan jenis fasilitas berupa ruang kelas kapasitas 80 orang, laboratorium untuk analisis kimia, 2 buah guest house dengan kapasitas 100 orang. Untuk sumber air tersedia 2 buah sumur bor (250 m). Lokasi dekat kandang sapi ditambah 6 DAM tadah hujan (4 dam dengan kapasitas 1 mega liter, 2 dam dengan kapasitas 2 mega liter. Fasilitas penerangan berupa listrik 50 KPA PLN dan Generator, saluran komunikasi berupa telepon dan telepon seluler. Untuk sarana transportasi tersedia jalan luar sejauh 6 km, lebar 6 m, jalan kelas 2 (maksimum 12 ton), berupa aspal dan batu koral. Jalan internal beraspal dan berbatu. Jenis fasilitas yang lain berupa ruang pemotongan hewan dengan kapasitas 5 buah karkas perhari juga bangunan feedmill.

 

Kegiatan pendidikan dan penelitian sesuai tridarma Perguruan Tinggi pastinya juga berlangsung di sini. Praktikum HMT, pemuliaan, penyakit ternak, produksi domba, juga magang D3 Teknisi Peternakan, Program S1 Peternakan, FKH, Pelatihan Agribisnis Peternakan Kerjasama dengan Menpora, Pelatihan Agribisnis Domba Kerjasama dengan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeliharaan sapi oleh kelompok ternak Adil Makmur, Sarana Pendidikan Sekolah untuk anak SD. Adapun kegiatan bisnis yang sedang dijajaki berupa pengembangan ayam broiler, dengan PMBC, Pengembangan perbibitan Sapi Potong dengan PT. Bina Inti Nusantara, Pengembangan bibit Domba dengan PT. Euro Asia Capital Investindo, Pengadaan Hewan kurban (domba, kerbau dan sapi). Adapun usaha bisnis yang sudah dilaksanakan berupa kerjasama pemeliharaan sapi dengan PT. Kresna, PT. Komara Lalita, pemeliharaan ayam pedaging dengan PT. Subur dan CV. Pekerja Keras.

Program kegiatan yang dilakukan meliputi program pendidikan dan penelitian, dengan melaksanakan praktikum terpadu (mahasiswa Fapet dan dari luar Fapet), pelaksanaan magang (mahasiswa dan masyarakat umum). Pelaksanaan pelatihan internal dan eksternal. Orientasi mahasiswa baru, pelaksananan field study bagi murid TK, SD, SMP, SMA. Penelitian dilakukan oleh mahasiswa dan staf, kerjasama dengan Academision, Businessman, Goverman and Comunity Coorporate (ABGC ) Nasional dan Internasional, penyediaan fasilitas dan bahan penelitian, suplai bahan penelitian (untuk penelitian yang dilakukan di luar UP3J), pelaksanaan seminar hasil-hasil penelitian.

Kedepannya program bisnis yang digagas untuk tahun 2008 berupa pembibitan dan penggemukan domba, penyediaan domba kurban, penyediaan kerbau bakalan, penyediaan bibit hijauan makanan ternak, disamping program Agroedutourism berupa penyewaan guest house, kegiatan pelatihan-pelatihan, paket wisata ternak (kambing guling, visit ranch, forage tree-canopy walk, perkemahan dan lainnya)

Kegiatan bisnis yang dicanangkan tahun 2009 dan seterusnya, akan ada program penggemukan sapi potong dengan kemitraan berupa sistem saham. Bisnis produksi ayam pola integrasi (KS PMBC) dimana pemerintah menyediakan fasilitas close house, swasta berperan dalam hal sapronak dan pasar, dan IPB sebagai pengelola lahan, kepakaran dan lulusan.

 

Penangkaran Satwa Primata di Jonggol

 

Selain hewan ternak, di Jonggol juga sedang dikembangkan penangkaran satwa primata. Jenis primatanya  Macaca fascicularis atau monyet ekor panjang.  Monyet ekor panjang tergolong satwa tidak dilindungi. Populasinya masih banyak di alam. Primata ini memiliki kemampuan bereproduksi dan  beradaptasi  baik. "Monyet ekor panjang sering dimanfaatkan dalam berbagai penelitian biomedis, khususnya sebagai alternatif pengganti monyet rhesus (M. mulatta), yang lebih  dikenal dulu sebagai hewan percobaan  penelitian kesehatan atau penyakit manusia," jelas Kepala Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Pertanian Bogor (PSSP LPPM-IPB), Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc.

 

Salah satu contoh monyet ekor panjang ini digunakan dalam penelitian pembuatan vaksin polio yang dilisensi world health organization (WHO). Pada penelitian farmasetik terutama toksikologi,  beberapa negara lebih banyak menggunakan  M. fascicularis dibanding M. mulatta.  Ini peluang bagi pengembangan penangkaran M. fascicularis yang memenuhi kriteria standar sebagai hewan percobaan. "Satwa primata yang dimanfaatkan dalam penelitian biomedis harus memenuhi kriteria, salah satunya bebas patogen tertentu (specific pathogen free). Dengan demikian  status mikrobiologis dan serologis primata harus diketahui, " jelas Dr. Joko.

 

 

Pengembangan penangkaran monyet ekor panjang tersebut, jelas Dr. Joko, diharapkan dapat turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan satwa primata sebagai hewan percobaaan. Disamping itu memungkinkan mahasiswa dari multi strata melakukan penelitian dalam berbagai aspek,  salah satunya, penelitian tingkah laku kelompok maupun individu monyet. Pusat Studi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB telah mendapat mandat dari Rektor untuk mengelola penangkaran monyet panjang itu. "Mandat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor IPB no 198/K13/PS/2004 tentang penetapan lokasi penangkaran satwa primata monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Jonggol, dan SK Rektor IPB no 199/K13/PG/2004 tentang penetapan pengelola stasiun penangkaran satwa primata monyet ekor panjang."

Pusat Studi Satwa  Primata selama ini juga telah bekerjasama  di bidang penelitian dengan berbagai pihak swasta maupun pemerintah, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. (my/man*/ris)

 

 

#$#55bb3b58e65f7bfb348e5cac0601d64b###821fbcec77a3a6e5e9f7f561e4f756e6###ID###2008-05-16 16:15:40###IPB Turut Berduka Cita###Segenap sivitas akademika IPB mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya:


drh. Thamrin Pulungan (Mantan Direktur BLST IPB)

Pada Jum'at, 16 Mei 2008 Pukul 15.15 WIB

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Villa Duta Raya No. 25 Bogor.


Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.


#$#fab01dd92cb626ba44bceca3b07a83ba###6e080c80febe0a14bd56f415ad6d7645###ID###2008-05-21 15:54:56### Roundtable Disscusion : Ancaman Krisis Energi dan Kedaulatan Bangsa###

Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (SPs-IPB) menggelar  Roundtable Disscusion bertajuk ‘Ancaman Krisis Energi dan Kedaulatan Bangsa'  Senin (19/5) di Kampus IPB Darmaga.  Roundtable ini   rangkaian kegiatan Sekolah Pascasarjana IPB dalam  menyambut ‘100 Tahun Kebangkitan Nasional'.

 

‘Krisis energi  yang melanda negara  kaya sumberdaya alam seperti Indonesia merupakan ujian yang harus disikapi cerdas, jujur, sesuai moral dan keimanan," ungkap Dekan SPs IPB, Prof.Dr.Ir. Khairil Anwar Notodiputro dalam sambutannya.

 

Pemerintah seharusnya tidak serta merta menafsirkan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai anti pemerintah, apalagi anti bantuan untuk rakyat kecil. "Fakta ini harus dipandang sebagai perlawanan terhadap tekanan lembaga ekonomi global, intervensi Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan organisasi perdagangan internasional yang memaksa harga bahan bakar minyak (BBM) Indonesia sama dengan harga di pasar global," kata Prof.Khairil.

 

 Selain itu, pemerintah hendaknya melihat penolakan sebagai aspirasi agar pemerintah segera memikirkan dan mengambil langkah-langkah sistematis untuk mengentaskan kemiskinan . "Tidak sekedar bantuan langsung tunai (BLT) yang lebih bersifat obat merah semata."   Seharusnya pemerintah mengeksplorasi berbagai pilihan kebijakan  dengan prinsip menyelamatkan rakyat kecil dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Prof. Khairil memberikan beberapa pilihan diantaranya: penghematan  energi para pejabat dan kantor pemerintah serta  pembagian lebih adil dari bagi hasil minyak dengan perusahaan multinasional

 

Prof.Dr.Ir. Armansyah Tambunan  menambahkan masyarakat pedesaan yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan  kelompok masyarakat yang paling banyak menggunakan kayu bakar . "Masyarakat pedesaan amat sensitif terhadap peningkatan konsumsi kayu bakar dan minyak tanah. Ini menunjukkan kayu bakar menjadi alternatif utama pengganti minyak tanah," kata Prof. Armansyah.

 

 Prof. Armansyah menekankan arti pentingnya pengembangan energi terbarukan yang berbasiskan sumberdaya pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian dan pedesaan.  Energi terbarukan yang bisa menjadi alternatif pilihan diantaranya : surya, biomassa, angin, mikrohidro, dan air. Energi terbarukan yang memiliki keunggulan tersebut,  tersebar di wilayah pedesaan, sehingga merupakan pasangan serasi jika dikembangkan secara terpadu dengan pembangunan pertanian. Teknologi konversi energi terbarukan masih terjangkau. Umumnya energi terbarukan bersifat lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil, sehingga isu lingkungan hidup dan pemanasan global dapat diatasi.

 

 

Menurut Prof. Armansyah pengembangan energi terbarukan ini sesuai dengan kebijakan pemerintah tertuang dalam Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2005 dan Keputusan Presiden No. 1  tahun 2005 tentang pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN). Namun Prof. Armansyah mengkhawatirkan konversi energi terbarukan dari bahan pangan akan menimbulkan polemik baru." Saya berharap kebijakan ini tidak  menimbulkan polemik baru seperti timbulnya persaingan antara energi dan produk pangan khususnya kelapa sawit, kelapa, ubi kayu, dan tebu," kata Prof.Armansyah.    

 

Jadi pengembangan energi terbarukan, jelas Staf Pengajar Departemen  Teknik Pertanian IPB ini,  harus dilakukan secara terintegrasi dengan pembangunan pertanian dan pedesaan dengan paradigma orientasi manajemen penyediaaan (supply) ke orientasi manajemen penggunaan (demand).

 

Staf Pengajar dari Departemen Statistika IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin memaparkan perlunya modernisasi kebijakan energi sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam konteks ekonomi yang dikenal "Knowledge Economy" (K-economy). "‘Pemerintah perlu membuat Live Road Map untuk kebijakan energi'. Ujarnya.

 

Langkah jangka pendek yang dapat ditempuh yaitu penyelesaian beban APBN, penggunaan smart card bagi kendaraan bermotor di darat dan laut. Jangka menengah berupa optimalisasi sumberdaya energi alternatif non minyak bumi seperti  batubara dan gas alam. Sementara dalam jangka panjang dengan pengembangan energi terbarukan berbasis pertanian seperti biomassa.

 

Prof. Dr. Ir. Syamsir Abduh dari  Universitas Trisakti menyampaikan, kebijakan ekspor migas dan liberalisasi perdagangan merupakan faktor utama penyebab berkurangnya pasokan minyak dan gas dalam negeri. Sekitar 90 persen produksi gas dan 70 persen produksi batubara Indonesia diorientasikan untuk kepentingan ekspor dengan dalih memaksimumkan ekspor yang akan memberikan kelimpahan keuntungan.

 

"Penerimaan negara disektor energi dan sumberdaya mineral tahun 2006 mencapai Rp 220,8 Triliun, meningkat 42,17 persen, dibanding tahun 2005. Ini tidak sebanding dengan penerimaan korporasi asing  pada periode yang sama, yakni sebesar Rp 370 Triliun," ujar Prof. Syamsir . Fakta ini diperparah lagi oleh konfigurasi kepemilikan pengelolaan lapangan minyak dan gas. Sebanyak  85,4 persen dikuasai perusahaan asing alias multinasional.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Tejo Pramono dari Federasi Sarikat Petani Indonesia, Direktur Riset dan Kajian Strategis Dr. Arif Satria, Prof. Didin S. Damanhuri, Sulaiman Hamzah dari ISAI, Daud Sinjai dari Harian Sinar Tani, dan  Sekretaris Ekskutif Dr. Aceng Hidayat(My)

 

 

 

#$#e1ed65df6beed56fd0083d5ad352143a###8344e675c69839fa61edaf3b092e457a###ID###2008-05-22 10:35:53###REKOR MURI MUNCUL KEMBALI DARI BUMI IPB###

REKOR MURI MUNCUL KEMBALI DARI BUMI IPB

Tanggal 7 Mei 2008 yang lalu Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah megirimkan sebuah penghargaan sebagai pencatatan rekor atas kegiatan bakti lingkungan terbanyak berupa pembuatan 1,032 lubang resapan biopori dengan waktu tercepat (4 jam 24 menit 50 detik) dan peserta tersedikit (40 orang) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (HIMASKAP) dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) bekerja sama dengan komunitas hijau Greenconcept IPB yamh diketuai oleh Sdr. M. Zaini Dahlan. Dengan memilih lokasi di ruang terbuka sekitar kampus Fakultas Pertanian IPB acara bertema “Water Concervation Campaign for Sustainable Life” terlaksana dengan sukses dan lancar pada tanggal 29 Maret 2008. Pembuatan lubang biopori dilaksanakan oleh mahasiswa IPB yang berasal dari berbagai Fakultas dan TPB. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2008. Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masalah lingkungan, terutama menghadapi isu hangat tentang krisis air dewasa ini. Melimpahnya sumber daya air yang dimiliki oleh bumi khususnya di Indonesia ternyata tidak selalu menjadi berkah bagi manusia akibat dari kelalaian dan ulah tangan manusia itu sendiri. Banjir merupakan fakta yang menggambarkan bagaimana rakusnya manusia dalam merambah hutan, tidak acuhnya manusia dalam membuang sampah ke dalam sungai, dsb. Didasari hal di atas maka mahasiswa yang memiliki rasa kepedulian lebih terhadap masalah lingkungan memandang perlu diangkatnya isu pengelolaan air dan berinisiatif untuk melakukan aksi berupa bakti lingkungan.

Prestasi ini menjadi suatu kebanggaan, khususnya bagi IPB. Seperti yang disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan dalam sambutannya “bahwa terpecahkannya rekor ini akan menjadi sejarah bagi IPB sebagai kegiatan lingkungan pertama yang mencatatkan rekor MURI dan diselenggarakan oleh dua Himpro, yaitu HIMASKAP dan HMIT”. Pemecahan rekor MURI dihadiri langsung oleh Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Agr., Wakil Dekan Faperta Dr. Ir. Aris Munandar, MS., Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan, Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS., Ketua Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Dr. Ir. Kukuh Murtilaksono, MS,. sekretaris Departemen Arsitektur Lanskap Dr. Ir. Andi Gunawan, M.Sc., komisi kemahasiswaan Departemen Arsitektur Lanskap Dr. Ir. Tati Budiarti, MS., tokoh pemrakarsa LRB Ir. Kamir R. Brata, M.Sc., perwakilan DKI Jakarta Ibu Fauzi Bowo, dan para sukarelawan yang tergabung dalam komunitas hijau Greenconcept IPB. Dalam penutupan acara yang ditandai dengan pembuatan lubang biopori terakhir oleh Rektor IPB di depan halaman kampus Faperta, beliau menyampaikan bahwa output kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kita selaku insan cendikia untuk lebih peduli terhadap lingkungan. [zaini, ARL42]

01_foto_bersama_acara_rekor_muri_biopori_400piagam_muri_untuk_himaskap_40002_rektor_ipb_pada_penutupan_pencatatan_muri_biopori_400

 

#$#dd239324f2879e818c14cb2b4b226373###c16791f48bf4ec1082801f1c62f47b0a###ID###2008-05-22 10:39:20###“GREENCONCEPT IPB” HADIR DENGAN SEBUAH MISI PENGABDIAN PADA LINGKUNGAN###“GREENCONCEPT IPB” HADIR DENGAN SEBUAH MISI PENGABDIAN PADA LINGKUNGAN

Berawal dari sebuah isu hangat yang dibicarakan oleh banyak kalangan tentang perubahan iklim dunia (global climate change), membangkitkan kesadaran dan kepedulian lingkungan bagi sekelompok civitas academica IPB.  Kelompok ini membentuk sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi mahasiswa dan insan kampus lainnya yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama, yaitu berusaha memberikan yang terbaik bagi lingkungannya. Komunitas tersebut bernama Greenconcept IPB, yang diprakarsai pembentukkannya oleh Sdr. M. Zaini Dahlan, mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap. Komunitas ini didukung pula oleh Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, Dr. Ir. Tati Budiarti, dan Prof. Dr. Drh. Clara M. Kusharto yang sekaligus sebagai pembina.

Dengan menjunjung nilai kekeluargaan dan keikhlasan, keanggotaan Greenconcept IPB bersifat sukarela dan terbuka bagi seluruh civitas academica IPB. Dengan mengadopsi motto “mulailah dari diri sendiri, dari hal terkecil, dan dari saat ini” semoga Greenconcept IPB mampu mewadahi kreatifitas insan cendekia kampus dalam upaya pengabdiannya dengan melakukan konservasi, preservasi, rehabilitasi dan mitigasi lingkungan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Ucap kompak M. Zaini Dahlan dan Arsyad Khrisna, Ketua dan Wakil Ketua Greenconcept IPB. Harapannya, semakin ke depan akan semakin banyak lagi anggota lain yang bergabung dalam komunitas ini

Hingga saat ini telah banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh Greenconcept IPB, di antaranya ikut berpartisipasi dalam acara Anti Plastic Bag Campaign yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB, dan acara Dago Walking Day yang diadakan di Bandung dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 20 April 2008. Selain itu kegiatan yang dilakukan di IPB antara lain  Water Concervation Campaign for Sustainable Life yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 22 Maret 2008 bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah. Kegiatan ini tercatat sebagai kegiatan bakti lingkungan terbanyak berupa pembuatan 1032 lubang resapan biopori denga waktu tercepat dan peserta tersedikit oleh  Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Adapun kegiatan yang segera akan dilaksanakan di IPB yaitu Gerakan Peduli Lingkungan Hidup “Selamatkan Bumi Kita dari Bahaya Kantong Plastik” pada tanggal 8 Juni 2008. Kegiatan ini akan mengangkat isu penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan. Dengan ini Greenconcept IPB mengajak kepada semua civitas academica IPB dan juga masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan kantong plastik (termasuk kresek) secara bertahap, atau menggunakannya secara bijak. [arsyad]    
#$#9dc540f41d631cb03167786357dd9601###7f5337b402d6fac385bfaf1c59590d93###ID###2008-05-22 12:52:44###IPB Sampaikan Pokok-Pokok Pemikiran Pembangunan Pertanian dan Pedesaan###

Tahun ini, tepat 100 tahun momentum  kebangkitan nasional, Indonesia masih melakukan perjuangan . Perjuangan tentu saja bukanlah melawan penjajahan fisik, namun perjuangan untuk melawan penjajahan ekonomi kemiskinan dan dampak negatif lain karena  pengaruh globalisasi.  "Arus globalisasi yang mengusung paham kapitalisme telah menimbulkan banyak dampak negatif berupa permasalahan-permasalahan di berbagai negara terutama negara-negara berkembang," ungkap Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof.Didin S. Damanhuri  dalam Seminar  Memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional : Pokok Pemikiran IPB "Pembangunan Pertanian dan Pedesaan untuk Kesejahteraan Rakyat Sabtu (17/5) di IPB International  Convention Center.

 

Permasalahan yang mendominasi saat ini, kata Prof. Didin, terjadinya degradasi lingkungan dan deplesi sumberdaya alam yang tinggi. Ini  karena pemanfaatan sumberdaya alam baik hutan, laut, lahan pertanian, mineral dan air yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan (ekologi), kelanjutan produksi dan dampak sosial.  

 

"Akibatnya, rakyat Indonesia harus menanggung biaya sosial dan biaya ekologi yang sangat besar dalam bentuk bencana alam, krisis ekonomi. Disamping kesenjangan yang sangat besar antara kelompok masyarakat kaya dan kelompok masyarakat miskin," kata Prof. Didin. Sekitar 17 persen dari total rakyat Indonesia miskin. Salah satu faktor mendasar penyebab kemiskinan ini adalah lemahnya akses sebagian besar penduduk terhadap sumberdaya alam dan sumber-sumber ekonomi lainnya.

 

Lalu, Prof. Didin  menyampaikan pokok pemikiran IPB terkait bidang energi, pangan, ekologi, kemiskinan, dan agraria. Prof. Didin menyampaikan paradigma baru pembangunan -berkeadilan, berdaulat dan berkelanjutan- yang harus diusung untuk membangkitkan pertanian dan pedesaan Indonesia yang sedang terpuruk. Paradigma baru ini bersendikan  ciri-ciri  antara lain: membangun pelaku ekonomi berbasis luas, memanfaatkan sumberdaya lokal, mengindahkan dan meningkatkan daya dukung, membangun kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal,  berbasis keunikan atau keunggulan lokal, devolusi kewenangan pengelolaan energi dan sumberdaya alam, serta teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran.

 

 "Paradigma baru ini membutuhkan peran negara dan pasar secara proporsional, tepat guna dan bijak,"  tandas Prof. Didin. Penting, menciptakan kebijakan fiskal progresif yang membangun infrastruktur pertanian dalam arti luas dan pedesaan. Ditopang kebijakan moneter tepat dan pergeseran dari kebijakan sistem perbankan berbasis cabang ke sistem perbankan berbasis unit.  Sistem perbankan ini mengembangkan kebutuhan kredit berdasarkan stimulus lokal.

 

Oleh karena itu, diperlukan pengarahan kembali (redirecting) strategi dan kebijakan pembangunan yang diharapkan mencapai bangsa mandiri, didukung pertanian dan pedesaan tangguh.

 

Dalam sejarah pembangunan pertanian, IPB telah andil menggagas program revolusi hijau. IPB  menginisiasi konsep Bimas  yang menghantarkan swasembada beras Indonesia.  Tahun 1973, IPB kembali membuat sejarah dengan lahirnya indikator pengukuran kemiskinan dari Sajogyo yang masih digunakan hingga sekarang.  Masih banyak lagi kontribusi IPB pada pembangunan nasional.

 

Dengan berbagai krisis pangan, energi, ekologi, serta kemiskinan dan pengangguran, IPB dengan modal inteletualnya dituntut untuk berbuat sesuatu untuk bangsa ini. "Oleh karena itu pada momentum 100 tahun kebangkitan nasional ini, IPB bermaksud menyampaikan pokok-pokok pikiran terkait dengan krisis-krisis di tingkat nasional, yang selanjutnya dilanjutkan dengan usulan kerangka baru yang diharapkan dapat menjadi alternatif dalam penyelesaian krisis tersebut," kata Ketua Panitia Seminar 100 Tahun Kebangkitan Nasional sekaligus Direktur Riset dan Kajian Strategis IPB, Dr. Arif Satria.

 

 

Pokok-pokok pemikiran IPB tersebut dibahas dan didiskusikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Dr. Hasanuddin Ibrahim, Dirjen  RPLS Departemen Kehutanan Dr. Sunaryo, Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia Dr. B.S Kusmuljono, Koordinator Tim bidang Ekologi IPB Dr. Soeryo Adiwibowo dan  Direktur Pemberdayaan Masyakat Pesisir Departemen Kelautan dan Perikanan Dr. Sudirman Sa'ad. 

 

Sebagai moderator pada sesi pembahasan dan diskusi tersebut Wakil Rektor IPB bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Anas Miftah Fauzi. Kegiatan ini dibuka  Rektor IPB, Dr.Herry Suhardiyanto dan menghadirkan pembicara kunci Kepala Badan Pertanahan Nasional, Dr. Joyo Winoto. (ris)

#$#e3180b8876c50e6ffea9bd1128937341###4f872ca1998f30e284f9ac63ff682f2a###ID###2008-05-22 13:00:51###Bagian Bedah & Radiologi Departemen KRP FKH Gelar Kursus USG###

Peran Aktif Bagian Bedah dan Radiologi Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi (KRP) dalam Meningkatkan Kompetensi Dokter Hewan Indonesia Melalui Kursus Ultrasonografi.

Ultrasonografi atau disingkat dengan USG merupakan alat yang banyak digunakan dalam dunia kedokteran manusia sebagai sarana penunjang diagnosa penyakit secara cepat, tepat, dan akurat. Seiring dengan perkembangan teknologi, USG mulai berkembang dan banyak digunakan oleh dokter hewan. Di Indonesia, penggunaan USG sebagai alat peneguhan diagnosa oleh dokter hewan akhir-akhir ini semakin dibutuhkan.

Berangkat dari pertimbangan ini, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) merasa pengetahuan anggotanya mengenai penggunaan diagnosa USG perlu untuk ditingkatkan. Di Indonesia sendiri, frekuensi dan intensitas pendidikan berkelanjutan bagi dokter hewan tentang aplikasi USG dan interpretasinya belum dilaksanakan secara berkesinambungan. Membaca peluang ini, Bagian Bedah dan Radiologi Departemen KRP, FKH IPB sebagai salah bagian di FKH IPB yang bertanggung jawab atas pengajaran USG mengadakan kursus dasar USG bagi dokter hewan di seluruh Indonesia.

Kursus USG yang diberi nama ”Course of Small Animal Diagnostic Ultrasound” ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 15, 16, dan 17 Mei 2008. Kursus ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Hewan IPB dengan bekerjasama dengan beberapa perusahaan penyedia peralatan USG di Indonesia. Sebanyak 28 orang dokter hewan dari berbagai instansi pemerintahan, pendidikan, maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kursus ini dengan antusiasme yang tinggi sampai hari terakhir pelaksanaan kursus. Menurut penjelasan drh. Budhy Jasa Widyananta selaku Ketua pelaksana kursus, bahwa kursus USG ini diberikan kepada peserta dengan tiga tingkatan kursus yang
berbeda. Tingkatan tersebut adalah tingkat dasar, tingkat menengah, dan tingkat mahir. Melalui tiga tingkatan ini, diharapkan peserta dapat menguasai prinsip dasar dan kemudian mengaplikasikan penggunaan USG dalam menunjang diagnosa.

Kursus ini sendiri mendapatkan akreditasi dari PDHI yang memberikan nilai setara dengan empat kredit SKPB (Satuan Kredit Pendidkan Berkelanjutan). Kredit SKPB ini merupakan jumlah nilai yang dibutuhkan PDHI dalam mengevaluasi kemampuan anggotanya.

Pelaksanaan kursus ini dilakukan melalui perkuliahan, demonstrasi, dan praktikum. Bertindak sebagai instruktur dari kegiatan ini adalah 5 orang staf pengajar dari Bagian bedah dan Radiologi FKH IPB dengan bertindak sebagai Koordinator instruktur adalah drh. Deni Noviana, PhD. yang memperoleh
sertifikasi ultrasonografi dari Europeans School for Advanced Veterinary Studies (ESAVS for Ultrasound Course).

Untuk memfasilitasi pelaksanaan kursus, panitia menggunakan delapan alat USG yang bervariasi yang diperoleh melalui kerjasama dengan tiga perusahaan penyedia peralatan USG khusus hewan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut meminjamkan perangkat USG nya selama tiga hari kegiatan untuk digunakan selama sesi praktikum.  Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT. Karindo Alkestron, Dina Medindo Ltd., PT. CV. Kharisma Utama, dan PT. Setia Manggala Abadi. Sebagai evaluasi kegiatan, panitia mengedarkan kuissioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang pelaksanaan kursus. Dari evaluasi ini, mayoritas peserta menyatakan puas dengan pelaksanaan kursus. Peserta juga berharap agar kursus tingkat menengah untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dari evaluasi ini, panitia berencana akan mengadakan kursus berikutnya pada bulan Juli 2008 untuk tingkatan dasar gelombang kedua dan sekitar bulan Oktober untuk tingkatan menengah. (RS)

#$#0120416f69c990ee4e3448d303f6d2ca###b6733388666d6a1b709d74dc9f58df64###ID###2008-05-23 14:55:17###Peran Teaching Farm Mendukung Proses Pembelajaran Melalui Student Centered Learning###

Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Lokakarya II Program Hibah Kompetitif Institusi (PHK-I) yang mengangkat tema ‘"Peran Teaching Farm Mendukung Proses Pembelajaran Melalui Student Centered Learning" Rabu (7/5) di Kampus IPB Darmaga. Lokakarya kali ini dihadiri oleh jajaran Institusi IPB dan staf pengajar pada empat Departemen di lingkungan IPB yaitu Departemen Teknik Pertanian (TEP), Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Agronomi dan Hortikultura (AGH), dan Manajemen (Manajemen).

 

‘IPB perlu membangun kedekatan mahasiswa dengan realita di lapangan. Perubahan paradigma mahasiswa  menuju Student Centered Learning (SCL) perlu kehati-hatian. Salah satunya  dengan mengembangkan peran Teaching Farm untuk memberikan tambahan bekal  mahasiswa. Untuk mewujudkan itu diperlukan pengelolaan fasilitas lapangan yang telah dimiliki IPB saat ini," jelas  Rektor IPB, Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam sambutannya.  Rektor IPB berharap  dari Lokakarya PHK-I ini bisa dihasilkan konsep Teaching Farm sekaligus merumuskan konsep Teaching Farm dalam skala besar.

 

Kepala University Farm IPB, Dr.Ir Anas D. Susila mengatakan selama ini  University Farm telah mengelola fasilitas lapangan untuk menunjang kegiatan akademis di IPB.

 

Sinkronisasi aktivitas University Farm dengan Program Teaching Farm diajukan PHK-I IPB pada tahun 2006 dengan membuat fokus program pengembangan Teaching Farm Unit, inventarisasi keterlibatan mata kuliah dalam pemanfaatan fasilitas lapangan University farm, dan perbaikan prosedur kerjasama dalam rangka Income Generating Activity.

 

Fokus Program 2007 bertujuan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebun (kerja libur dan permagangan). Disamping itu, dirancang fokus program untuk memperbaiki kualitas pelayanan, manajemen, dan pengadaaan usaha-usaha produktif untuk memandirikan University Farm.

 

Kegiatan Teaching Farm (TF) merupakan kegiatan komersial di lapangan University Farm. Sifat komersial TF ditujukan untuk mempertahankan keberlangsungan di University Farm.

 

Saat ini telah diinisiasi beberapa Teaching Farm yang dikembangkan secara swakelola antara lain: TF Hidroponik, TF Padi Organik, TF Kebun Buah, TF Tuffgrass, dan  TF Jagung. Sedangkan yang dikelola kerjasama meliputi;  TF sutera alam (Petromat),  TF Jamur Pangan, dan TF Closed House (CPI). IPB juga sedang mengembangkan  TF kebun bibit (Seed and Transplant Industry) yang akan diajukan kepada PHK-I IPB.

 

Pada sesi diskusi kelompok diperoleh kesepakatan diantaranya: pengkategorian TF dengan skala mandiri, semi-mandiri, dan  belum mandiri. Hal ini menentukan pendanaan dan pemanfaatan TF untuk kegiatan akademik mahasiswa.

 

Diantara bidang TF yang menjadi bidikan untuk ditawarkan pada PHK-I IPB yaitu  Seed and Transplant Industry, Intregated Farming, Environmental Controlled Agriculture,  Packing House and Marketing. Program studi yang memiliki mata kuliah berbasis TF disarankan mengoptimalkan potensi masing-masing. Disamping, merancang mata kuliah antar departemen yang bisa disinkronisasi seperti TF Seed and Transplant Industry yang diasuh oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura dengan Teknik Pertanian.

 

Detail mekanisme pelaksanaan dari empat  program yang menjadi prioritas TF PHK-I akan dirancang pada diskusi kecil oleh keempat departemen dan koordinator mata kuliah yang terkait TF tersebut. Sebelumnya, masing-masing departemen perlu melakukan pengkajian mata kuliah yang  diprioritaskan. (My)

#$#71924fa5e5e2a028f7599ff758de7676###bd4cd2ed472ca9ad45430218e109fa5e###ID###2008-05-23 15:03:41###Evaluasi Tiga RUSNAS IPB###

Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS) pengembangan industri kelapa sawit  khususnya industri hilir kelapa sawit telah mendekati selesai.  Tujuan RUSNAS ini sebagai bahan masukan  (policy instrument) pemerintah untuk mengatasi masalah perkelapasawitan Indonesia. " RUSNAS ini  meningkatkan daya saing Indonesia dalam perkelapasawitan dunia melalui pengembangan industri hilir," kata Koordinator RUSNAS Industri Hilir, Dr. Ir. Dede R Adawiyah, M.Si dalam Evaluasi RUSNAS Rabu (21/5) di Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga.

 

Hasil capaian RUSNAS ini berupa produk-produk penelitian meliputi tribologi (kajian biodiesel, standard biodiesel, pelumas food grade), surfaktan emulsifier, nutraceutical (konsentrat karotenoid, mikroenkap- sulasi), dan oleofood (lipase, alternatif pengganti cocoa butter). Ke depannya, RUSNAS ini merambah penelitian dan pengembangan industri hulu kelapa sawit. "Pengembangan penelitian industri hulu kelapa sawit ini berdasarkan pengamatan kebutuhan pasar dan industri sawit Indonesia," imbuh Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB tersebut.

 

Dr. M. Rahmad Suhartanto, Peneliti Pusat  Kajian Buah-Buahan Tropika (PKBT) IPB mengatakan tujuan RUSNAS buah yakni mengembangkan teknologi berbasis riset untuk menggerakkan agribisnis buah-buahan tropika dengan penekanan pada pemuliaan tanaman dan perakitan teknologi. Varietas unggul buah-buahan tropika untuk konsumsi segar dan olahan. Teknologi (pembibitan, produksi dan pasca panen) untuk menghasilkan buah dengan tingkat keseragaman, produktivitas dan kualitas yang tinggi. "Hasil RUSNAS ini diperoleh varietas unggul  diantaranya manggis, pepaya, nenas, dan pisang," kata Dr. Suhartanto.

 

Varietas unggul manggis hasil RUSNAS diantaranya manggis Puspahiang, manggis Wanayasa, dan manggis Malinau. Varietas unggul pepaya yakni pepaya kecil ( Arum Bogor dan IPB3), pepaya medium-besar (prima Bogor, IPB 9, IPB 6C) dan pepaya untuk papain (wulung bogor).  Varietas unggul pisang yakni rajabulu kuning. Varietas unggul nenas antara lain delika subang dan mahkota bogor.

 

"Kami telah mengembangkan teknologi perbanyakan bibit antara lain: dengan disain kebun produksi benih pepaya, teknologi penyimpanan benih pepaya, metode perbanyakan in vitro pisang (rajabulu, kepok kuning, mas jember, dan tanduk), bakteri endofitik penginduksi pengakaran manggis dan perbanyakan bibit nenas secara konvensional dengan stek daun," jelas Dr. Suhartanto.

 

Dalam RUSNAS buah ini juga telah dikembangkan teknologi produksi lapang meliputi: penentuan kebutuhan pupuk (status hara) yang tepat untuk tanaman nenas dan manggis, acuan pemupukan kalium pada pisang rajabulu, dan  memperkecil ukuran mahkota nenas.

 

Teknologi-teknologi lain yang berhasil dikembangkan seperti pengendalian hama masing-masing varietas unggul, perpanjangan daya simpan, penundaan kematangan pisang, penyimpanan dan sebagainya.

Tim ini telah melakukan uji coba teknologi penanganan pasca panen nenas untuk ekspor dua kontainer 20 ton ke Korea (Juli 2007), satu kontainer 20 ton ke Iran (September 2007), dan dua kontainer 20 ton ke Iran (November 2007).

 

Hasil RUSNAS Diversifikasi Pangan Pokok dipresentasikan Dr.Ir. Ratih Dewanti Haryadi, Peneliti Southeast Asian Food and Agriculture  Science and Technology  (SEAFAST) Center IPB. Skenario dan asumsi produk unggulan RUSNAS ini  yakni harus sesuai trend pasar, terakumulasi  hasil penelitian bahan baku jagung, ubi kayu, ubi jalar dan sagu. Syarat produknya dikonsumsi terus menerus sesuai trend, permintaan tinggi, entry barrier rendah, efek multiplikasi sosial tinggi. Disamping pangan pokok alternatif masuk dalam menu.

 

Untuk riset ubi jalar difokuskan pada  masukan kebijakan pemerintah, teknologi pengolahan, fungsional kesehatan (indeks glisemik, prebiotik), teknologi produksi, dan rekayasa sosial. Produk ubi jalar yang dikembangkan antara lain: tepung ubi jalar, sweet potato flakes, dan berbagai produk olahan tepung ubi jalar (kue tradisional, kukis, cake, ice cream). Tepung ubi jalar ini diproduksi BUMP Cibungbulang dan pernah dikomersilkan di  Bellanova.

 

Untuk riset  singkong difokuskan pada  masukan kebijakan pemerintah, teknologi pengolahan, dan scale-up. Produk singkong yang telah diproduksi antara lain tiwul instan, cassava plus, Modified Cassava Flour (MOCAL/MOCAF) dan produk olahan tepung MOCAF ( kue tradisional,  kukis, cake,mie instan ). Tepung ini sudah diproduksi di Trenggalek. "Keberhasilan produksi MPCAF karena dukungan penuh Bupati Trenggalek," kata Dr. Ratih.

 

 

Untuk riset jagung difokuskan pada masukan kebijakan pemerintah, teknologi pengolahan, scale-up,  fungsional kesehatan (indeks glisemik), dan keamanan (aflatoksin). Produk jagung yang telah dikembangkan antara lain: jagung sosoh pratanak "Relle Gati" (bassang instan), nasi jagung instan, mie jagung, mie instan jagung dan show case mie jagung-Bogor.

 

RUSNAS diversifikasi pangan tahun 2008 ini ditekankan untuk difusi teknologi antara lain: pertama, penataan kelembagaan, alih teknologi dan manajerial di BUMP Cibungbulang (tepung ubi jalar); kedua, penyempurnaan teknologi pengeringan di Klaster Trenggalek (MOCAF); ketiga, diseminasi teknologi pengolahan basang instan untuk UKM Takalar; keempat, penyempurnaan teknologi proses dan scale-up mie instan jagung serta "show case" mie jagung.

 

Usai presentasi ketiga RUSNAS yang dimoderatori Dr. Aunuddin tersebut, Mantan Deputi Kementerian Riset dan Teknologi, Prof. Tien Muchtadi menyampaikan penghargaannya terhadap IPB yang telah diberikan kepercayaan untuk mengelola tiga RUSNAS sekaligus. "Keberhasilan IPB murni karena komitmen peneliti IPB selama ini dalam pengembangan riset, ilmu dan teknologi bagi masyarakat," kata Prof. Tien.

 

Prof. Safrida Manuwoto menyarankan agar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB mengkoordinasi temuan-temuan RUSNAS tersebut dengan peneliti-peneliti lain di IPB sehingga hasil penelitiannya bisa saling melengkapi.  "LPPM bisa memetakan kepakaran peneliti di IPB dan bidang-bidang penelitian yang tergarap. Informasi ini penting untuk keperluan menghubungkan penelitian dengan pihak yang membutuhkan," jelas Prof. Safrida. Acara  evaluasi RUSNAS ini dibuka Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto. (Ris)

 

 

 

#$#38ea329eca1dc4ba9663c8299245de96###8734e44f4a57609b601666add5719896###ID###2008-05-25 16:32:02###Etoser IPB Gelar Festival Anak Sholeh###Sebuah Festival Anak Sholeh bertajuk "Menjadi Generasi Qur'ani" digelar oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Penerima Bea Studi ETOS Dompet Dhu'afa Republika bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) maupun Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) di lingkungan IPB, Minggu, 25/5. Acara dipusatkan di Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Darmaga.

Sekitar 600 siswa-siswi TK-TPA dan SD dari beberapa sekolah di Kabupaten maupun Kota Bogor turut meramaikan festival tahunan ini. Seperti tahun sebelumnya, berbagai kegiatan lomba dirangkai mewarnai acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini, diantaranya lomba MTQ, Cerdas Cermat Islami, Adzan, Lomba Berbusana Muslim, Kontes Da'i Cilik, Puisi Islami, Kaligrafi, serta lomba mewarnai.

Ketua Panitia, Deden Ganjar Permana menuturkan, kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk sumbangsih para etoser (sebutan bagi para mahasiswa penerima bea studi ETOS) bagi pembentukan calon-calon generasi mendatang yang berkualitas. "Insya Allah, ini akan kami jadikan kegiatan rutin, " imbuh mahasiswa Tingkat 3 Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB ini.

Tentang Bea Studi ETOS sendiri, selain memberikan dana bantuan studi, juga memberikan berbagai pembinaan bagi mahasiswa penerimanya, baik pembinaan akademik, agama, pengembangan diri maupun sosial. Saat ini ada 60 mahasiswa IPB dari berbagai fakultas yang menerima bea studi ini. Untuk melaksanakan berbagai program tersebut, Asep Nurhalim, Lc (Tim Pengajar Agama Islam/TPAI-IPB) ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Bogor. (nUr)

 

#$#a014387c1264bfffa59773da92e73461###e5ebd7dca7d7db4a9d8b7523ee83645b###ID###2008-05-26 10:46:37###IPB Merintis Pusat Studi Reklamasi Tambang###

IPB merintis pusat studi baru, yaitu Pusat Studi Reklamasi Tambang (Pusdi Reklatam). Hal ini terungkap saat berlangsung Seminar dan Workshop Reklamasi dan Pengelolaan Kawasan PascapenutupanTambang, Kamis (22/5), di IPB International Convention Center (IICC).

Pusat studi yang dikoordinasikan oleh Dr.Ir. Iskandar ini bertujuan untuk meningkatkan laju keberhasilan reklamasi dan kualitas hasil reklamasi lahan tambang, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengembangkan tanggungjawab sosial untuk mendukung pembangun berkelanjutan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial kelembagaan.

Aktivitas pertambangan disadari membawa dampak luas bagi aktivitas pertanian. Sebagai contoh, kegiatan tambang seringkali menggusur penggunaan lahan yang sudah ada, sehingga menyebabkan berkurangnya luas lahan untuk kegiatan pertanian. Sehingga ketika bicara reklamasi, maka itu berarti bicara bagaimana aktivitas reklamasi ini dapat mengurangi dampak negatif akibat kegiatan pertambangan.

Reklamasi tambang diharapkan dapat memulihkan kondisi lahan yang telah rusak akibat kegiatan tambang ke kondisi yang aman dan dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seperti untuk tanaman hutan produksi, areal konservasi, areal lahan basah, perkebunan, dan lain-lain. Reklamasi lahan tambang akan memperbaiki iklim mikro, tata air, serta aktivitas mikrobiologi dan biomassa.

Karena alasan tersebut, maka kehadiran sebuah pusat studi yang fokus mengkaji persoalan ini sangat dinanti-nantikan. Kita berharap, kelahiran pusat studi baru di bawah LPPM IPB dapat kian meningkatkan peran IPB ini dalam menyumbangkan pendekatan solusi bagi permasalahan pertanian di negeri ini. (man)

#$#04ca74c33d73d9ffa1507b29015514c4###d264bdb3db3e984d61c073cf4f59bb8c###ID###2008-05-26 17:26:38###Menteri Pembangunan Industri Sabah, Malaysia Berkunjung ke IPB###

Menteri Pembangunan Industri Sabah Y.B Datuk Dr. Ewon Ebin berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Senin (26/5) di Kampus IPB Darmaga. Rombongan yang berjumlah sepuluh orang ini disambut hangat Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto didampingi Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Yonny  Kusmaryono, Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama, Dr. Anas Miftah Fauzi,   Kepala Sub Direktorat Program Internasional, drh. Muhammad Agil, M.Sc.Agr dan Sekretaris Ekskutif, Dr. Aceng Hidayat.

 

Dalam pertemuan dengan Rektor IPB,  Dr. Ewon  secara khusus menggali pengembangan  tanaman vanili dan teknologi budidaya yang telah dikembangkan IPB. " Kami sedang mengembangkan tanaman vanili dan industrinya di Sabah. Sekiranya IPB memiliki perkebunan vanili kami akan senang untuk berkunjung ke sana," kata Dr. Ewon. Sayangnya karena lokasi perkebunan vanili berada di Sukabumi, maka rombongan tidak berkesempatan mengunjungi lokasi tersebut.

 

Menteri juga tertarik tanaman jarak sebagai bahan dasar kosmetika dan  biodiesel. Tanaman jarak ini menurut Dr. Ewon sangat cocok untuk ditanam di lahan marjinal di Sabah. Jarak bisa menjadi alternatif biodiesel  dibanding sawit. Indonesia dan  Malaysia adalah produsen utama sawit dunia. "Pada saat krisis pangan sekarang, sawit menuai kontraversi kepentingan. Satu sisi untuk bahan pangan, sisi lain untuk bahan bakar," ujar  Dr. Ewon. Kepada rombongan, Rektor IPB pun memperlihatkan produk minyak dan sabun berbahan baku jarak.

 

Rektor IPB mengatakan  IPB banyak melakukan kerjasama riset, teknologi, pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang pertanian, dengan berbagai perusahaan dan instansi. "Kerjasama tersebut memberikan nilai tambah bagi masing-masing pihak," kata Rektor. Dalam kerangka kerjasama tersebut, saat ini, IPB menerima sekitar 80 mahasiswa luar negeri.

 

Setelah ramah tamah, rombongan berkeliling mengunjungi Rumah Sakit Hewan Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Rombongan  diterima dan dipandu, Direktur Rumah Sakit Hewan IPB, Prof. Dondin Sajuthi. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju University Farm IPB di Cikarawang. Rombongan diterima dan dipandu Kepala University Farm, Dr. Anas D. Susila untuk berkeliling melihat green house di sana. Selanjutnya meneruskan kunjungannya ke South East Asia Food Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB.  Rombongan diterima langsung oleh Kepala SEAFAST, Dr. Purwiyatno Hariyadi. Terakhir, rombongan meninjau Asrama Putri Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB. Kepala Badan Pengelola Asrama TPB, Dr. Bonny PW Soekarno menyambut dan memandu rombongan berkeliling asrama. (ris)

#$#7004b25252960311af942cca260b1666###6d5c90bb12648fc2ddffb3957b4bf5d7###ID###2008-05-29 09:52:07###Universitas Ibaraki Jepang Jalin Kerjasama Dengan IPB###

 

Universitas Ibaraki, Jepang menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Rombongan yang berjumlah enam orang itu  diterima langsung Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc Senin (26/5) di ruang kerjanya di Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat IPB.

 

"Semoga kerjasama ini menjadi Historical Moment bagi IPB dan Ibaraki University" ungkap Rektor IPB dalam sambutannya. Rektor berharap  kerjasama ini tetap terjaga keberlanjutanya demi kepentingan bersama.

 

Perjanjian kerjasama kedua belah pihak meliputi  bidang akademik, penelitian dan penyelenggaraan pertemuan ilmiah. Kerjasama bidang akademik  berupa pertukaran dosen, peneliti, mahasiswa, informasi pendidikan. Demikian dipaparkan  Rektor Universitas Ibaraki, Prof. Dr. Ryuzaburo Kikuchi dalam sambutannya.

 

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan antara Dekan Fakultas Pertanian dan Sekolah Pascasarjana Pertanian Universitas Ibaraki,  Prof. Dr. Kiichi Nakajima dan  Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Sc.

 

Perjanjian kerjasama serupa pernah dijalin pada tahun 2001 antara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ibaraki Prof. Dr. Tsutsumi Masakazu dengan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama IPB, Dr. Ir. Darnas Dana pada  masa kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Aman Wiranatakusumah, M.Sc. (My)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#$#b6ebcdcdb5da5fcd68782abcc928d5df###c8c42dc81193884023d5bc2dc2caec2e###ID###2008-05-29 09:53:23### Temulawak Mampu Membunuh Bakteri Penyebab Penyakit Gigi dan Hambat Sel Kanker###

Xanthorrhizol  dalam temulawak mampu membasmi bakteri patogen penyebab karang gigi. "Kami menemukan xanthorrizol  yang diisolasi dari Curcuma xanthorrhiza memiliki aktivitas anti kariogenik dan anti inflammatory," kata Prof. Jae Kwan Hwang dari Departemen Bioteknologi Universitas Yonsei, Korea Selatan dalam acara Simposium Internasional Pertama Temulawak bertajuk ‘Curcuma xanthorrhiza as an Essential Indonesian Herbal Medicine toward Healthy Life' Selasa (27/5) yang digelar  Pusat Studi Biofarmaka (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB di IPB International Convention Center (IICC).  

Kandungan xanthorrhizol dalam temulawak sebanyak 21 persen.  Kelebihan senyawa xanthorrhizol antara lain tidak berwarna, tidak berbau, tidak volatil (menguap), tahan panas dan keasaman. Sayangnya senyawa ini rasanya sangat pahit.

 Prof. Jae Kwan menjelaskan hasil penelitian menunjukkan Xanthorrhizol memiliki aktivitas antibakeri tertinggi dalam  melawan bakteri jenis  Streptococcus.  Khususnya Streptococcus mutans, penyebab karies gigi. Hanya dengan dua mikro gram per milliliter, Xanthorrhizol berhasil membasmi  Streptococcus  mutans  dalam semenit. Xanthorrhizol juga membasmi  Actinomyces viscosus dan Porphyromonas gingivalis  penyebab penyakit periodontitis (gigi berdarah dan lepasnya gigi).

Temulawak atau dalam Bahasa Inggris disebut java turmeric ini,  secara tradisional digunakan untuk menyembuhkan penyakit perut, hati, konstipasi, pembuluh darah pecah, demam anak-anak, kulit kasar,  disentri dan sebagainya. Dilaporkan  curcuma xanthorrhizol juga memiliki kemampuan  antitumor, anti kanker, anti diabetes, hipotriceriakademik, anti inflamantori, hepatoprotective, anti mikroba, dan anti lemak.

" Dengan teknologi modern, Korea Selatan telah memproduksi pasta gigi, minuman dan makanan fungsional, produk kosmetik, disinfektan, obat-obatan dan berbagai peralatan rumah tangga berbahan baku temulawak," jelas Prof. Jae Kwan. Di Korea Selatan temulawak dikenal dengan nama yellow curcuma.

Tantangan  pengembangan  industri obatan-obatan berbahan dasar temulawak di Indonesia yang perlu diperhatikan, kata Prof. Jae Kwan, antara lain: budidaya dan standar temulawak yang sesuai industri, teknologi ekstraksi dan penghilang flavour yang kuat, formulasi yang tepat, serta  keamanan dan uji klinis pada manusia.  Prof. Jae Kwan menyarankan didirikannya Pusat Studi Temulawak Nasional.

Prof. Ikuo Saiki dari Bagian Pharmacognosy Departemen Natural Medicine, Universitas Toyama Jepang menyampaikan kemampuan kunyit  dalam  menghambat dan membunuh sel kanker. Hepatocellular carcinoma (HCC), salah satu  tumor paling  terkenal di dunia, dan penyakit kanker ketiga yang menyebabkan kematian kaum pria di Jepang.

" Kami mendemonstrasikan secara oral  pada mencit yang terkena HCC. Hasilnya temulawak berhasil mendorong proses penghambatan   metastatis dan sel tumor," kata Prof. Ikuo Saiki. Sedangkan dengan metode in vitro,  temulawak  menyebabkan perubahan formasi  stress fiber (urat stress) dalam sel kanker. Ini berarti temulawak mungkin telah menghambat satu atau beberapa protein penghambat. Protein (protein binding) tersebut dikenal dengan Rho family Glucose Tri Phosphate. Protein ini menutup aktivasi protein kinase C  (PKC). Namun demikian, menurut Prof. Ikuo, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi temuan ini.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB, Prof. Lathifah K. Darusman mengatakan simposium internasional pertama ini diikuti lebih dari 250 peserta dari berbagai negara, diantaranya; Cina, India, Singapura, Malaysia, Belanda, Korea, dan Jepang . "Dalam simposium ini akan menampilkan  sepuluh pembicara kunci dari berbagai negara tersebut. Selain itu menampilkan 28 presentasi penelitian dan 54 presentasi poster," ujar Prof. Latifah.

Dalam sambutannnya, Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto menjelaskan masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan bahan alami dari pengetahuan nenek moyangnya. Rektor mencontohkan penggunaan tanaman obat, hewan dan mikroba sebagai pencegah dan penyembuh alternatif, termasuk sebagai food suplement. " IPB yang memiliki core competences di bidang pertanian tropis juga turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan penelitian biofarmaka di Indonesia." Salah satunya, menurut Rektor dengan mendirikan pusat studi yang fokus pada pengembangan biofarmaka.  IPB bekerjasama dengan pemerintah  berkontribusi dalam menetapkan kebijakan nasional biofarmaka di  Indonesia. "Sebagai bentuk nyata peran IPB tersebut pada hari Kebangkitan Jamu Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Mei ini, IPB menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan  Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan  University of Chinese Medicine dari Cina," kata Rektor.

Kerjasama ini mencakup investigasi seleksi obat-obatan herbal yang digunakan di Indonesia dan Cina,  training obat-obatan herbal, dan pengembangan kurikulum pendidikan obat-obatan herbal di Indonesia. Dalam rangka kerjasama ini, IPB diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara hari itu juga.

Simposium dan Ekspo  yang terselenggaran berkat  kerjasama dengan Departemen Kesehatan, Kementrian Koordinasi Ekonomi, Departemen Pertanian, Departemen Pendidikan,  Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM),  Kementrian Koordinasi Kesejahteraan, Asosiasi Obat-obatan Tradisional dan Herbal Indonesia,  Universitas Yonsei Korea Selatan dan Universitas Pakuan ini berlangsung tiga hari. (ris)

#$#58fe5ea273f024dad52083b3c9c3cddc###fdf609846609aded42890c7ac0a433b8###ID###2008-05-29 13:15:24###Seminar Politik Pertanian Indonesia di IPB###

 

 

Dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional, Aktivis La Via Campesina dan juga Alumnus IPB, Tejo Pramono menyampaikan perlunya dilakukan dekonstruksi kebijakan pertanian Indonesia, Rabu (28/5) di Kampus IPB Darmaga. Tejo menjabarkan  runtutan sejarah dekonstruksi  kebijakan pertanian Indonesia mulai zaman penjajahan Belanda, kemerdekaan dan orde baru hingga kini. "Penting untuk dicatat baik  di masa penjajahan Belanda dan sekarang ini terjadi pembangunan dan modernisasi pertanian , tetapi bukan untuk kepentingan petani," ujar Tejo.  

 

Tejo ini menekankan peran reforma agraria dalam kebijakan pertanian untuk mengangkat kesejahteraan petani. "Hampir semua petani yang saya temui di mana pun berada, mereka mengatakan satu-satunya yang diinginkan mereka adalah memiliki tanah yang luas," kata Tejo.

 

Senior Fellow di InterCAFE IPB, Prof. Bustanul Arifin menyampaikan peluang diplomasi Indonesia dalam World Trade Organization (WTO) untuk memperjuangkan kepentingan pertanian nasional. "Indonesia dipercaya sebagai ketua G-33 dalam WTO, posisi ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk  meningkatkan posisi tawar pertanian negara-negara G-33 khususnya Indonesia," tegas Prof. Bustanul Arifin.

 

Ditanya tentang peran perguruan tinggi dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pertanian   Indonesia, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB, Prof. Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, perguruan tinggi berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang pertanian. "Disamping memberikan masukan kebijakan nasional pertanian Indonesia dan mengembangkan teknologi di bidang pertanian yang berguna bagi masyarakat."

 

Menurut Prof. Khairil, peran perguruan tinggi ini saat ini belum optimal. Ini karena sistem pendidikan pertanian di Indonesia masih mengedepankan hal-hal teoritis dibandingkan praktek langsung di lapang. Prof. Khairil mencontohkan perguruan tinggi pertanian di Thailand  yang mewajibkan mahasiswanya terjun langsung ke sawah, kolam ikan, peternakan dan kehutanan. Hadir dalam kesempatan itu hadir Wiranto, S.H.  sebagai keynote speaker. (ris)

#$#2fbc6bedc8d0a2437dbd8d456c46e879###deaa41f210c48aa7de0f9bc2ab3b3966###ID###2008-05-29 13:40:42###Lawatan Kelab Media Massa Melaka Malaysia ke IPB###Pada Selasa (27/5), IPB menerima kunjungan 13 wartawan yang tergabung dalam Kelab Media Masa Melaka Malaysia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS menerima rombongan tamu dari negeri Jiran ini di Ruang Eksekutif Lounge, Kampus IPB Baranangsiang. Rombongan wartawan ini dipimpin Presiden Kelab Media Massa, Melaka Sharin bin Sahad. Latar belakang kedatangan rombongan wartawan ini, menurut Sharin adalah karena informasi-informasi menarik yang didengarnya tentang IPB selama ini.

Sementara itu, Prof. Yonny menyampaikan permasalahan aktual yang terjadi di Indonesia diantaranya maraknya demonstrasi menentang kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), akibat krisis energi. Prof. Yonny mengatakan IPB sedang menggagas biodiesel bekerjasama dengan PT. Semen Cibinong dalam hal penanaman tanaman Jarak.

Sementara dalam persoalan krisis pangan, salah satu kontribusi IPB dalam menangani krisis pangan ini adalah pengembangan benih padi organik untuk penanganan krisis pangan, dimana satu hektar lahan bisa menghasilkan tujuh ton padi, demikian kata Prof. Yonny. "Krisis pangan di Indonesia juga diakibatkan perubahan pola makan penduduk yang menjadikan beras sebagai satu-satunya makanan pokok.. Diperlukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk meningkatkan produksi beras disamping diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan nasional, " ungkap Prof. Yonny.

Para wartawan tersebut sangat antusias menanyakan potensi yang dimiliki IPB. Ini terlihat saat sesi tanya jawab, pertanyaan-pertanyaan mereka lebih mengarah kepada bagaimana peran IPB dalam memajukan pertanian di Indonesia. (My)

#$#074c6ab4264db81aacfc0940f68145f5###d313926f3c3d3cba339d8e6816d053bb###ID###2008-05-29 13:46:56###Guru Senior High School of Singapore Berkunjung ke IPB###Sebanyak 15 guru Sekolah Menengah Atas unggulan dari Singapura mengunjungi Institut Pertanian Bogor (IPB) Selasa (27/5). Rombongan ini diterima langsung Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan bersama jajaran Humas IPB di Ruang Eksekutif Lounge,Kampus IPB Baranangsiang.

Kedatangan tamu dari Singapura ini, dalam rangka mempelajari khazanah keragaman budaya yang ada di Indonesia. "Kami memilih Indonesia karena negeri ini memiliki kekayaan budaya dan religi (agama)," papar Pimpinan Rombongan, Prof. Victor Savage dari Singapura.

Lebih lanjut, Prof. Victor mengatakan alasan kunjungannya ke Indonesia, karena negara ini memiliki potensi pertanian lebih baik dibanding Singapura yang lebih mengandalkan sektor industri dan corporate.

Dalam sambutannya Dr. Rimbawan menyampaikan apresiasi kepada rombongan yang telah singgah di IPB. Dr. Rimbawan bersama Tim Humas IPB mengenalkan profil IPB sebagai perguruan tinggi pertanian yang memiliki kompetensi utama di bidang pertanian tropika, termasuk tekad IPB menjadi World Class University.

Yang menarik, dalam sesi diskusi, tamu-tamu dari Singapura tersebut banyak menanyakan keragaman suku-suku di Indonesia. Khususnya suku-suku di Pulau Jawa yang meliputi karakter masyarakat, warna kulit, sampai selera makan daerah di Indonesia. Sempat terlontar pertanyaan berkaitan dengan friksi-friksi yang terjadi antara Indonesia dengan negara lain, akibat klaim kepemilikan kebudayaan seperti Batik, Tempe, Angklung, dan kesenian daerah lainnya.

Terkait dengan hal ini, IPB sudah beberapa kali dijadikan tempat menggali budaya Indonesia oleh beberapa institusi di negara-negara tetangga. Tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa Korea secara rutin melakukan kunjungan serupa ke IPB. (My)

#$#e1c17996b564ec43fe4f0e271c2be39f###e319df7880ba37979f91e9f0209cf838###ID###2008-05-30 13:14:14###Universitas Islam As-Syafi'iah Jajaki Kerjasama IPB###

Universitas Islam As-Syafi'iah (UIA) di bawah Rektornya Dr. Hj. Tuty Alawiyah dengan 20 orang jajaran dan dosennya, berkunjung dan menjajaki kerjasama dengan IPB, Rabu (21/5) di Ruang Sidang Rektor, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Naskah Kerjasama ditandatangani Rektor IPB Dr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc., dan Rektor UIA, Dr. Hj. Tuty Alawiyah. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan IPB Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Eng., Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi IPB Dr.Ir.H. Arif Imam Suroso, M.Ec.,Sekretaris LPPM IPB Dr. Suryahadi, DEA., serta pejabat IPB lainnya.

Ikut juga menyaksikan, Ketua Umum Karang Taruna Nasional Dr. Dodi Susanto yang kebetulan mampir ke IPB.

Dalam sambutannya, Rektor IPB menjelaskan program Beasiswa Utusan Daerah (BUD), terutama penerimaan santri untuk kuliah di IPB. Penerimaan santri ini merupakan kerjasama antara IPB dengan Departemen Agama Republik Indonesia.

"IPB telah mendidik mahasiswa yang berasal dari pesantren melalui program BUD melalui kerjasama dengan Depag," katanya.

Tak lupa, Rektor mengingatkan, IPB dan Universitas Islam As-Syafi'iah adalah suatu perguruan tinggi dimana riset-riset harus dijadikan sebagai aktivitas utama selain pendidikan.

Sementara itu, Rektor UIA Dr. Tuty Alawiyah dalam sambutannya menginginkan, antara IPB dengan UIA menggelar suatu seminar atau diskusi dimana didalamnya membahas mengenai krisis pangan dunia dan kontribusi apa yang bisa dilakukan perguruan tinggi terhadap masyarakat.

"Saya berharap mahasiswa yang kuliah tidak hanya fokus terhadap perkuliahannya namun, mereka bisa menambah skill melalui pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat guna membangun dan memberdayakannya," kata Rektor UIA.

Diakhir acara, mereka berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai penyusunan proposal dan cara mendapatkan hibah kompetitif yang selama ini telah diraih IPB.(man)

#$#ea00accf702ae29848964e84c6ea516d###126d29e6e4145881f4d5ca54a8e18d2e###ID###2008-05-30 13:14:49###KNRT –IPB Jalin Kerjasama Tingkatkan SDM###

Kementrian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia di jajaran KNRT. Tekad tersebut diwujudkan dalam Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) yang dilaksanakan, Jumat (23/5) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Naskah Kerjasama ditandatangani oleh Deputi Menegristek Bidang Dinamika Masyarakat KNRT Prof. Dr. Ir. Carunia Mulya Firdausy, MA, APU, dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Dr. Ir. Anas M. Fauzi M.Eng, disaksikan oleh Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto MSc.

Hadir juga Deputi Bidang Pengembangan Riset dan IPTEK (Riptek) Dr. Ir. Bambang Saptopratomosunu, MSc., Asdep Urusan Pemberdayaan SDM Iptek KNRT Dr. Fathoni Moehtadi MPA, serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono MS.

Dalam diskusi, Rektor IPB menyatakan bersyukur dengan ditandatanganinya kerjasama ini, meskipun selama ini kerjasama sudah lama terjalin, terutama dipercayanya IPB untuk Evalusai Rusnas, di mana 3 dari 8 kegiatan ini dipercayakan kepada IPB.

"IPB siap mengisi kekosongan dalam penyelesaian masalah-masalah di tanah air, seperti bencana, kelangkaan pangan, pengembangan pangan, dampak kenaikan BBM, degradasi lingkungan, ketersediaan sumberdaya air, dan kemiskinan," kata Rektor IPB.

Sementara itu, Deputi Menegristek Bidang Dinamika Masyarakat Prof. Dr. Ir. Carunia Mulya Firdausy, MA, APU., menyampaikan terima kasih kepada Rektor IPB dan jajarannya yang telah bersedia membantu menciptakan tenaga-tenaga terbaik dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia iptek khususnya S2/S3 untuk Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Deputi Menegristek juga mengundang untuk memanfaatkan fasilitas Puspiptek yang berlokasi di dekat kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI) Serpong untuk melakukan kegiatan-kegiatan penelitian. (man)

#$#8307b2928d50ed10f95316e567e45506###eb8f869538e3d4f81b2513ddc660ff64###ID###2008-06-02 10:51:00###Sosialisasi Nomor Telpon Baru Wilayah Bogor###

Berikut ini sosialisasi perubahan nomor telpon di kawasan Bogor.

penataan_no_telpon_400 

Surat diatas menyampaikan bahwa mulai tanggal 1 Agustus 2008, seluruh nomor telpon di wilayah Bogor (0251) ditambah angka 8 diawal nomor. Misalnya :
Nomor lama : 0251- xxx xxx
Nomor Baru : 0251- 8xx xxxx

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat. (DKSI)

 

#$#453213e64bddfda232b4e63d4614b9cc###7fcce90b79a100e9f5574c07aad5def7###ID###2008-06-03 09:50:24###IPB Anggota Konsorsium PHT Internasional###

Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dipercaya sebagai salah satu anggota konsorsium pengendalian hama terpadu (PHT) internasional atau Integrated Pest Management Collaborative Research Support Program (IPM CRSP). Konsorsium yang dibentuk dan didanai USAID ini merupakan wadah kerjasama insitusi di AS dan negara berkembang, yang pada saat ini keanggotaannya meliputi 32 negara. IPB adalah salah satu wakil dari Asia Tenggara yang duduk dalam konsorsium tersebut.

Konsorsium ini berfungsi mengembangkan sains dan teknologi PHT, meningkatkan komunikasi dan pemasyarakatan PHT, melakukan pembangunan kapasitas institusi, memberi masukan tentang kebijakan dan kelembagaan yang mendukung PHT, serta mengembangkan dan memadukan usahatani berbasis sumberdaya lokal kedalam pasar global. Dalam aktivitas IPM CRSP selama ini, IPB bermitra dengan Clemson University, Virginia Tech, North Carolina State University, dan Washington State University.

Tanggal 22 Mei 2008 lalu, Filipina menjadi tuan rumah Annual Meeting IPM CRSP. Wakil IPB dan Guru Besar Ilmu Hama Tanaman IPB, Prof. Aunu Rauf berkesempatan hadir pada pertemuan tahunan disana. "Melihat keberhasilan IPB dalam membina petani di berbagai daerah dalam mengendalikan hama penyakit tanaman, Perwakilan USAID an rombongan perguruan tinggi asal Amerika tertarik berkunjung ke IPB," kata Prof. Aunu dalam acara dinner Kamis (29/5) di Landhuis Kampus IPB Darmaga.

Rombongan tersebut terdiri dari: Dr. Bob Hedlund (USAID-Washington), Dr.Mike Hammig (Clemson University), Dr.Merle Shepard (Clemson University), Dr. Gerry Carner (Clemson University), Dr.Yulu Xia (North Carolina State University), Dr.Muni Muniappan (Virginia Tech) dan Dr.Maria Elisa Christie (Virginia Tech ). Selama tiga hari di Bogor, rombongan berkesempatan meninjau aktivitas petani sayuran binaan IPB di daerah Puncak. Mereka sangat terkesan dengan kemampuan dan keterampilan petani mengembangkan agens hayati untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Kerjasama antara IPB dan Clemson University itu sendiri telah dimulai sejak tahun 1996, melalui University Development Linkage Program (UDLP) yang juga dibiayai oleh USAID. Selain kunjungan singkat yang dilakukan oleh 12 staf pengajar ke Clemson University, hingga kini sebanyak 6 orang staf pengajar Departemen Proteksi Tanaman IPB berhasil memperoleh gelar Ph.D dari Clemson University. (ris)

 

 

 

 

#$#0c8682218fc9e355fbe9a365a33b087a###f651092490f7832384eb238cac5697db###ID###2008-06-03 09:55:18###Kerja Bakti se-IPB untuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia###

Berdasarkan Surat Rektor Nomor 191/I3/HM/2008 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rektor IPB menghimbau kepada seluruh warga IPB (staf pengajar, tenaga kependidikan dan mahasiswa) untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti kebersihan pada :

Hari, tanggal : Kamis, 5 Juni 2008
Waktu : 08.00-10.00 WIB
Tempat : unit masing-masing
Agenda : Kerja Bakti Kebersihan

Setiap unit kerja menyediakan sendiri peralatan/perlengkapan untuk kerja bakti tersebut yang dikoordinasikan oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan.

Mari ciptakan kampus IPB BERIMAN, Bersih Indah dan Nyaman. (DKSI)

#$#84d8a7402cc5cf4de75f8937d585de46###0a0ec64e703e4ce3a8275e31ab2d2d62###ID###2008-06-04 14:44:29###Berita Duka Cita###

Segenap civitas akademikka IPB Turut berduka cita atas meninggalnya :

Ir. Fathkul Arifin (Staf  pengajar Mata kuliah Dasar Umum/MKDU IPB)

 

Pada hari rabu, 4 Juni 2008. di Jl. Manggis 1. No 26 Perum Bantar Kemang Bogor.

 

Jenasah akan dikebumikan di Pemakaman Umum Bantar Kemang Bogor.

  #$#fb73868bb9e64540784a842bf5f5c2d6###91f0dcaa5f18ee8c8ef010a517f28168###ID###2008-06-05 16:32:23###Rektor Unimap Malaysia Kunjungi IPB###
Rektor Universiti Malaysia Perlis (Unimap) Malaysia, Prof. Dr. Dato Kamaruddin Hussein bersama staf dan para dekannya berkunjung ke IPB dalam rangka meningkatkan kerjasama pertukaran pelajar dan dosen yang telah ditandatangai beberapa waktu sebelumnya.

Mereka disambut hangat dalam jamuan makan siang oleh Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., beserta jajarannya, Minggu (1/6) di Eksekutif Lounge, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

Setelah beramah tamah, kemudian berkunjung ke kebun percobaan Pusat Studi Biofarmaka yang berlokasi di Kebun Percobaan Cikabayan Kampus IPB Darmaga Bogor. Ketua Departemen Fisika Dr. Irzaman mendampingi dan tim Unimap menyaksikan secara dekat aneka tanaman obat-obatan yang dibudidayakan di kebun tersebut. Rombongan terlihat antusias.

Usai kunjungan ke kebun, kembali beramah tamah dan makan malam di Hotel Salak Bogor bersama Rektor IPB. Dalam sambutannya di Hotel Salak, Rektor Unimap Malaysia mengatakan, akan mengingkatkan kerjasama antara Unimap dengan IPB yang sudah terjalin selama 3 tahun itu. "Saya mengharapkan kerjasama yang telah terjalin ini lebih ditingkatkan lagi, baik itu kegiatan mahasiswa, dosen maupun dalam bidang budaya," katanya.

Sementara itu, Rektor IPB mengatakan, kerjasama ini sangat penting, mengingat Unimap dan IPB memiliki latar belakang berbeda, yaitu disatu sisi Unimap adalah perguruan tinggi keteknikan sedangkan IPB sendiri bergerak concern dengan pertanian. "Kerjasama ini sangat penting, mengingat ke depan produk-produk pertanian akan bernilai sangat tinggi di pasar internasional. Maka dari itu kita harus segera meningkatkan produktivitas pertanian kita," tandas Rektor IPB.

Dalam acara ramah tamah itu ditampilkan berbagai atraksi yang dibawakan oleh mahasiswa IPB, diantarannya dari UKM Gentra Kaheman. Sementara dari Malaysia membawakan Tari Poco-poco. (man)

 

 

 

#$#3c8b99678359f6284e39c104bea4c006###9ebf602f98f0ab6a16e6f4dcbc052820###ID###2008-06-06 13:43:28###Delegasi Universitas Chiang Mai Thailand Berkunjung Ke IPB###

Tiga delegasi Universitas Chiang Mai Thailand yakni Direktur Postharvest Technology Institute Chiang Mai University Thailand Prof. Vicha Sardsud, Researcher Dr. Uraporm Sardsud, Asisten Researcher Ms.Sureenat Kitbunche berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Selasa (3/6). Delegasi ini disambut hangat Rektor IPB, Dr. Herry Suhardiyanto di Ruang Kerja Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga. Turut mendampingi Direktur Kerjasama dan Program Internasional IPB Dr.  Rinekso Soekmadi,  Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Dr. Sam Herodian, Kepala Sub Direktorat Program Internasional Direktorat Kerjasama dan Program Internasional IPB, drh. Muhammad Agil, M.Sc.Agr, dan Koordinator Asia Invest Indonesia, Dr. Sutrisno. "Tujuan kunjungan delegasi ke IPB dalam rangka menindaklajuti kerjasama yang terjalin antara IPB dengan Universitas Chiang Mai. Thailand," ujar Rektor.

 

 Rektor IPB dan Prof. Vicha berdiskusi tentang krisis pangan, potensi ekspor buah-buahan tropika dan masing-masing keadaan perguruan tinggi. "Ekspor buah-buahan Eropa masih terbuka luas. Sebagai jembatan memasuki ekspor Eropa perlu ada kerjasama minimal dua negara Asia dan satu negara Eropa," kata Prof. Vicha. Dua negara tersebut Indonesia yang diwakili IPB, Thailand diwakili Universitas Chiang Mai dan Eropa diwakili Universitas Wegeningen Belanda. Dua negara Asia tersebut tergabung dalam Asia Invest. Buah-buahan andalan ekspor  Thailand ke Eropa yakni mangga dan duku. Sedangkan dalam kerjasama ini, buah-buahan andalan ekspor Indonesia sementara ini ialah manggis.

 

Koordinator Asia Invest sekaligus staf pengajar Departemen Teknik Pertanian IPB, Dr. Sutrisno mengatakan, dalam kerjasama tersebut IPB akan menggandeng petani manggis di Leuwiliang, Wanayasa, dan Tasikmalaya."IPB melakukan program pendampingan pada petani mulai dari budidaya, pemanenan, penanganan pasca panen hingga pemasaran manggis," tutur Dr.Sutrisno.

 

Dalam pertemuan tersebut tamu Thailand terheran-heran melihat suguhan salak pondoh Yogyakarta. Rupanya delegasi Thailand takjub melihat salak pondok yang besar-besar dan manis. Di Thailand, buah salak berukuran mini yakni sebesar jempol tangan orang dewasa. (ris)

#$#f8aa5351feea6d855532272012464dcf###b75165c93f22d95c3ea7589b4866c37f###ID###2008-06-09 11:50:09###Dosen IPB mendapat penghargaan PII Engineering Award 2007/2008###

pii_awardbudiindra_400

Prof.Dr. Budi I. Setiawan terpilih menjadi salah seorang penerima PII Engineering Award 2007/2008
Kategori Adhicipta Rekayasa. Disamping menerima SK, Sertifikat dan Trophi juga sejumlah dana pengembangan profesi Rp. 15 Juta. Beliau adalah pengajar di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian bagian Soil Physicist and Hydrologist Water Resource Engineering
Selamat semoga penghargaan ini menjadi motivator untuk mengembangkan karya terbaik lainnya.

Kontak pribadi :
Email:budindra@ipb.ac.id
http://web.ipb.ac.id/~budindra

#$#48cd42096cd5c15478f4b052600a98d8###88630b03c08ce99b7a7f1111acf256b3###ID###2008-06-09 13:48:52###Diskusi Kenaikan Harga BBM dan Pencapaian MDG’s di IPB###

 

South East Asia Food And Agriculture Science Technology (SEAFAST) Center Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) bekerjasama dengan Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia dan  Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian menggelar Focus Groups Disscusions (FGD) bertajuk "Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Pencapaian Millenium Development Goals", Rabu (4/6) di Ruang Diskusi SEAFAST  Center Kampus IPB Darmaga.

 

"Kenaikan harga BBM dan harga-harga lainnya mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia (Indeks Pembangunan Manusia/IPM). Sebab, kenaikan harga ini menurunkan indek harapan hidup, indek pendapatan sehingga jumlah orang yang berusia panjang dan  sehat, akses pengetahuan serta kehidupan yang layak akan turun," ungkap Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si.

 

Lebih lanjut Dr. Hermanto mengatakan seharusnya pemerintah mengembangkan energi alternatif  sejak rezim-rezim pemerintahan terdahulu. "Perlu akselerasi kebijakan revitalisasi pertanian, meningkatkan daya beli masyarakat dengan berbagai program padat karya, perbaikan dan pengembangan infrastruktur, fasilitas pendidikan dan kesehatan dasar. Disamping pengembangan rural electrification skala lokal, termasuk micro-hydro power, dan stabilsasi harga pangan. Pemerintah hendaknya memfokuskan  pembangunan untuk mencapai dan mempertahankan ketahanan pangan, energi serta financial," urai Dr. Hermanto.

 

Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Prof. Deddy Muchtadi menambahkan agar kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak semakin tertinggal, pemerintah harus membuat kebijakan yang menjamin setiap warga memiliki akses sama atas pendidikan. "Akses pendidikan yang semakin baik perlu ditunjang oleh kinerja kesehatan dan gizi yang cukup, sehingga anak-anak usia sekolah dapat memaksimalkan potensi dirinya untuk menjadi pribadi-pribadi cerdas dan berkualitas," tandas Prof. Deddy. Lalu Prof. Deddy juga mengungkapkan keprihatinannya  terhadap kebijakan pemerintah terkait rendahnya alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan  yang hanya sekitar 12 persen. " Ini menunjukkan belum adanya perhatian pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas sumberdaya manusia."

 

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Prof. Ali Khomsan menyatakan gembira  Depdiknas kini mulai berpikir pentingnya mencetak generasi unggul melalui PAUD (Pengembangan Anak Usia Dini).  "Pelaksanaan PAUD merupakan investasi SDM yang akan berdampak positip bagi SDM."  Salah satu kelemahan dari penyelenggara negara adalah terlalu cepat menginginkan dampak investasi yang dilakukan.  Kalau dalam waktu 3-5 tahun tidak kelihatan dampaknya, maka program peningkatan kualitas SDM, sebenarnya sudah dirancang dengan penuh pertimbangan akhirnya dibubarkan begitu saja. 

 

"PAUD yang mempunyai komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas SDM harus terus-menerus diprogramkan oleh pemerintah pusat. Jangan buru-buru menyerahkan urusan SDM yang satu ini kepada pemerintah daerah kabupaten dan jangan pula langsung diswadayakan," tegas Prof. Khomsan.

 

Sebab, pada dasarnya pemda kabupaten ataupun masyarakat belum mampu untuk menjalankan program ini secara ideal.  Oleh sebab itu pemerintah pusat harus mengambil tanggung jawab besar ini untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

 

 

Hadir pembicara lain dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB,  Dr. Ir. Evy Damayanthi, MS, Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr. Dahrul Syah, dan Prof. Herman Sudirman dari PusLitbang Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan. Sebelum diskusi dimulai, Direktur SEAFAST IPB, Dr.Purwiyatno Hariyadi dan Kepala LPPM IPB, Prof. Bambang Pramudya berkesempatan memberikan sambutan. (ris)

#$#c95f688b6b674fad232c0ef9add3485b###b1b8d6efcebe913324580a685e729bf1###ID###2008-06-09 14:07:15###Di IPB, Jaya Suprana Buka Resep Kesuksesan Usaha Jamu###

 

Memulai bisnis baru tak semudah yang dibayangkan. Demikian yang dirasakan Jaya Suprana tatkala memperkenalkan jamu Buyung  Upik pada publik. Ide peluncuran jamu untuk anak-anak ini ditentang kalangan periset dan pelaksana studi kelayakan. Mereka menganggap peluncuran jamu untuk anak-anak itu tidak masuk akal.  "Karena mana ada anak-anak suka jamu. Kesan jamu itu pahit selalu tergiang di telinga anak. Sebelum dicekoki jamu, anak biasanya lari," ungkap Owner Jamu Jago sekaligus inspirator MURI ini  saat menjadi Guest Star pada Talkshow "Punya Bisnis itu Nikmat" Sabtu (7/6) di Auditorium Abdul Muis Nasution Fakultas Teknologi Pertanian,  Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga Bogor. Talkshow ini diselenggarakan Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB.

 

Namun, intuisinya berkata lain. Ia meniru kekuatan intuisi yang telah ditularkan sang ayah kepadanya. Semua biaya peluncuran jamu ini dimodalinya. Bulan pertama memasarkan  jamu Buyung Upik yang menyehatkan itu, Jaya sempat pasrah dengan laporan tim pemasaran yang hanya menjual 300 set, ini pun pembelinya dari kalangan pegawai lantara kasihan melihat Jaya upaya keras bosnya.

 

"Saya tanya kenapa hasilnya kecil? Alasannya mereka, karena jamu itu pahit. Saya bilang, kalau begitu bikin jamu rasa strawberry, jeruk, jambu dan durian. Akhirnya, penjualannya naik menjadi 3 ribu, lalu 5 ribu dan sekarang 5 juta set," ungkapnya. Jaya Suprana pun menambahkan, ia sangat terbantu dengan promosi dari mulut ke mulut yang digencarkan oleh tukang jamu gendong. " Di Jakarta saja ada 10 ribu pedagang jamu gendong," tegasnya.

 

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Dr. Sam Herodian menyampaikan, disela kesibukannya sebagai dekan, Dr.Herodian bersama teman-temannya juga mengembangkan usaha bisnis sendiri. "Yang terpenting adalah bisa membagi pikiran antara tugas struktural kampus, keluarga dan usaha bisnisnya." kata Dr. Herodian.

 

Talkshow yang dibuka Direktur Bisnis dan Kemitraan IPB Dr. Meika Syahbana Rusli ini juga menampilkan pembicara Ir.Netti Tinaprilla, MM dan Ir.Elang Ilik Martawijaya, MM. Keduanya  adalah penulis buku "Punya Bisnis Sendiri itu Nikmat" yang juga suami istri. Ir. Netti Tinaprilla adalah staf pengajar di Departemen Agribisnis  Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB.  (ris)

#$#9d72ca950300cddcf924cc9144e2b2df###1387fd9da909d6a0fa2b951c73a80462###ID###2008-06-09 14:14:34###MoU UPN ”Veteran” Jawa Timur dan IPB###

Rombongan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Rektornya (5/6) di terima Rektor IPB Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc di Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat Kampus IPB Darmaga.

 

Kedatangan rombongan ini adalah dalam rangka penandatangan kerjasama, Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Khusus untuk bidang penelitian, penawaran kerjasama dalam bentuk Pengelolaan Bersama Metode Pembiakan Klonal Kelapa Kopyor Melaui Embriogenesis Somatik.

 

"Banyak MoU tidak diikuti tindakan nyata,  MoU sekarang sangat baik dan konkret kita bisa langsung aplikasikan" Ungkap Rektor IPB dalam sambutannya. "Kelapa Kopyor merupakan tumbuhan yang khas sekaligus salah satu komoditas unggulan bangsa Indonesia, banyak manfaat yang bisa diambil dari tumbuhan ini," imbuh Rektor IPB.

 

Dalam pengembangan produk-produk dan plasma nutfah, Kelapa Kopyor dapat didesain sebagai produk yang bersifat 'zero waste' sehingga berdaya guna secara maksimal. PT. Prima Kelola Agribisnis Agroindustri (PKAA - IPB) diharapkan dapat menggarap bidang ini. Sebagai salah satu badan usaha yang dimiliki IPB, Prima Kelola telah dipercaya oleh PT. Sampoerna, Tbk. dalam bidang training center untuk pengembangan pertanian, perikanan, kehutanan dan lainnya. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa dan meningkatkan kesejahteraan.

 

"Kita semua harus kembalikan citra Indonesia yang pada tahun 1984 mampu berswasembada pangan," papar  Drs. H. Warsito, S.H., M.M menegaskan dalam sambutannya. IPB merupakan tempat yang tepat bagi UPN "Veteran" Jatim untuk menggalang kerjasama di bidang pertanian, mengingat kondisi krisis pangan di Indonesia. kerjasama seperti ini perlu terus dilakukan. UPN "Veteran" Jatim merupakan satu-satunya UPN "veteran" yang memiliki Fakultas Pertanian," tandasnya

 

Penandatanganan perjanjian kerjasama "Pengelolaan Bersama Metode Pembiakan Klonal Kelapa Kopyor Melaui Embriogenesis Somatik" dilakukan antara Kepala LPPM UPN, Dr.Ir. Teguh Sudarto, M.P. dan Kepala LPPM IPB, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng, disaksikan kedua Rektor perguruan tinggi

 

Hadir pula pada kesempatan Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Dr.Ir.H. Anas Miftah Fauzi, M.Eng, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof.Dr.Ir.H. Yonny Kusmaryono, MS., Sekretaris Eksekutif IPB Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT., perwakilan Dekan Fakultas dan undangan lainnya.(My)  

#$#a039d1128c7f21c2cfe9ce8693cd9399###72d57751a7e103726cb140336b40a053###ID###2008-06-09 14:34:43###Berebut Tropi Rektor IPB di Ajang SCENE 2008###Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6  Bogor keluar sebagai juara I Lomba  Karya Tulis Siswa Tingkat SMA yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Kimia (IMASIKA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  Institut Pertanian Bogor (IPB)  Sabtu (31/5) Kampus IPB Darmaga. Perwakilan SMAN 6  yang terdiri dari Riana Hartati, Peniwidiyanti, dan Nur Aivanni Fatimah, berhak membawa pulang hadiah Rp  1 juta beserta  tropi Rektor IPB. 

 

Juara II diraih SMAN 5 Depok yang terdiri dari Aan Mi'dad Arizza, Safira Dina Nadhila, dan Nadia Fadhila S ini berhak membawa pulang hadiah uang Rp 750 ribu dan mendali. Sedangkan juara III diraih SMAN 3 Bogor yang terdiri dari Micha Gracianna D, Alief Indra Pratama, dan M.Asep Zaenal A. Juara III berhak membawa pulang hadiah uang Rp 500 ribu dan mendali. LKTS Tingkat SMA  yang diikuti SMA seluruh se-Jabodetabek ini merupakan rangkaian acara Seminar of Chemistry, Expo, and Essay Contest (SCENE) 2008 yang digelar IMASIKA IPB. (ris)

#$#aa06957d69dc66faa727dff300f7ac40###89674ecc5565981d3ee65f7798cc49e2###ID###2008-06-09 15:04:36###Kunjungan SMAM 1 Gresik ke IPB###

Lima armada Bus membawa rombongan SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dan berhenti di depan pelataran parkir Fakultas Teknologi Pertanian IPB, (4/6). Rombongan yang terdiri dari 11 orang guru, dan 213 siswa dengan didampingi langsung oleh Kepala Sekolah itu disambut oleh Tim Humas IPB di Auditorium Abdul Moeis Nasoetion Fakultas Teknologi Pertanian Kampus IPB Darmaga.

 

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Humas Sekretariat Eksekutif IPB Ir. Hj. Henny Windarti, M.Si, menyampaikan ucapan selamat datang di IPB. "Kami siap membantu informasi tentang IPB, "Tuturnya.

 

Kepala Sekolah dalam sambutannya mengatakan "Kunjungan ini adalah dalam rangka ingin mengenal IPB secara fisik maupun potensi yang dimilikinya" ungkap Wardikin, S.Pd. M.Pd. Informasi tentang IPB kami peroleh salah satunya melalui peran serta alumni yang tergabung dalam Oraganisasi Mahasiswa Daerah (OMDA).

 

Pada kesempatan ini disampaikan presentasi dan diskusi seputar jalur masuk calon mahasiswa ke IPB serta kurikulum sistem mayor minor. Ditampilkan pula testimoni mahasiswa IPB asal Gresik. Mereka bercerita tentang suka duka belajar di IPB. Rombongan kemudian didampingi berkeliling kampus IPB Darmaga.(My)   

#$#4e10a3c9406d1be6769f3671044dda5f###2b1ca7147c0dab2310b3eebd28069b54###ID###2008-06-10 13:37:14###HIMITEPA IPB Melakukan Penyuluhan Keamanan Pangan Siswa SD di Bogor###

 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan  (HIMITEPA) Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kegiatan penyuluhan keamanan pangan Sabtu (7/6)  di Taman Koleksi IPB Baranang Siang.  Kegiatan ini diikuti 300 siswa  dari tiga  Sekolah Dasar yaitu SDN Baranang Siang, SDN Malabar 1 dan SDN Malabar 2. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang keamanan pangan kepada anak-anak SD khususnya siswa-siswi kelas 2 dan 3.  Selain siswa, beberapa guru dan orang tua murid juga turut serta mendampingi siswa-siswi dalam acara tersebut.

Penyuluh acara tersebut adalah mahasiswa departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) yang telah diberi pelatihan khusus mengenai cara-cara memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi SD.  Acara dibuka Ketua HIMITEPA IPB Galih Nugroho. Penyampaian pesan keamanan pangan kepada siswa-siswi SD ini menggunakan dengan metode learning by doing yang berupa permainan edukatif serta beberapa lomba.

Permainan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, para peserta yang terbagi dalam sepuluh kelompok diberikan materi dalam bentuk naskah drama. Naskah ini  diperankan mereka. Setelah memerankannya, lalu penyuluh memberikan makna yang terkandung dalam drama tersebut.

Sesi berikutnya, peserta diberikan permainan dalam bentuk pos-pos. Peserta mengelilingi beberapa pos dan diberikan permainan yang mengandung pesan keamanan pangan. Selain itu, peserta juga diberikan beberapa lomba diantaranya adalah lomba mewarnai, menggambar dan lomba cepat tepat. Lomba-lomba tersebut bertema tentang keamanan pangan. Kegiatan Penyuluhan ini berakhir dengan pembagian hadiah serta piala kepada pemenang. (*/ris)

 

#$#9c63f784e38cce200bb404217a8f6bdc###7375833f0a10b1ce6b3ac36f477bbe8e###ID###2008-06-10 15:27:54###University Technology Mara Malaysia Jajaki Kerjasama Dengan IPB###

Tujuh delegasi University Technology Mara Malaysia berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjajaki kerjasama  Rabu (4/6) di Kampus IPB Darmaga. Delegasi yang dipimpin Dekan  Fakultas  Assoc. Prof. Dr. Saifullah Abdullah ini diterima hangat  Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Yonny Koesmaryono, Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr. Arif Imam Suroso didampingi Dekan Fakultas Peternakan, Dr. Luky Abdullah,  Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura Prof. Sudirman Yahya,  Ir.Anna Fariyanti, M.Si dari Departemen Agribisnis,  Dr. Sumiati, Direktur Pengkajian dan Pengembangan Akademik Ir.Lien Herlina, MS.c,  Kepala Subdit Pengkajian Program Akademik Direktorat Pengkajian dan Pengembangan Akademik, Dr.Swastiko Priyambodo

 

Delegasi tersebut menjajaki kerjasama meliputi desain khusus  kurikulum peternakan, Perkebunan dan Agribisnis, tawaran bagi dosen IPB untuk menjadi dosen luar biasa, dan keinginan dosen University Technology Mara Malaysia yang ingin melanjutkan kuliah S2 dan S3 di IPB. (ris)

 

#$#11df5860b8f2a546bbe3e2f823ed16d2###c414ac349efe0efeb29dcb1c3a24fb1b###ID###2008-06-10 17:03:48###Peringati Hari Lingkungan Hidup, IPB Gelar Aksi Bersih###

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Kamis (5/6) IPB menggelar aksi kebersihan. Aksi ini dilakukan serempak di seluruh unit kerja di IPB.

Sebelum menggelar aksi bersih, Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., yang hadir bersama istri, Ny. Hj. Enny Rohaeni, mengatakan, dalam sambutannya, kegiatan aksi bersih ini merupakan cerminan masyarakat yang beradab, maka dari itu kegiatan ini harus dijadikan budaya bagi civitas akademika IPB.

"Lingkungan kita harus dijaga, karena dengan seperti itu kita akan menjadi orang yang bertanggungjawab dan menghargai orang-orang yang telah menanam pohon dan menjaga lingkungan hidup sebelumnya," kata rektor.

Rektor juga mengingatkan dalam rangka menjaga lingkungan ini sebaiknya diawali dari para pegawai atau dosen, sehingga para mahasiswa dapat mencontohnya.

"Melakukan hal yang baru ini merupakan sesuatu hal yang tidak mudah. Apabila dimulai dari diri kita sendiri, diharapkan para mahasiswa dapat mencontohnya. Dengan seperti itu, diharapkan nantinya para alumni IPB menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan. Meskipun kerja di HPH tapi akan tetap menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon sembarangan. Jika mereka bekerja di lahan pertambangan maka akan memprioritaskan dan bertanggungjawab terhadap lingkungan hidupnya dari pada merusak," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan pada hari itu diantaranya: Deputi Kementrian Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, PT. Delident Chemical Indsutri, BNI 46, juga Direktorat Fasilitas dan Properti IPB, Pokja KS Beriman, Agrianita IPB, BEM KM. 

Setelah itu, secara langsung Rektor memberikan seperangkat alat-alat kebersihan kepada para dekan dan unit terkait yang berada di lingkungan IPB. Rektor dan jajarannya kemudian mengayuh sepeda berkelilling fakultas untuk menyaksikan aksi kebersihan yang dilakukan di unit-unit tersebut.

Pawai sepeda dipimpin langsung oleh Rektor didampingi para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Departemen, serta pejabat IPB lainnya.

Pawai dimulai dari Gedung Rektorat menuju Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan IPA, Gymnasium, Fakultas Kehutanan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan kemudian kembali ke rektorat untuk melakukan MOU dan kemudian  pawai sepeda dilanjutkan ke gedung Agriananda bersama Agrianita IPB.

Kerjasama dengan Polygon

Pada hari yang sama, IPB melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Insera Sena, salah satu produsen sepeda terkenal dengan merek Polygon, dalam pengadaan sepeda dengan segala fasilitas pendukungnnya. Kerjasama ini ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Dr. Anas Miftah Fauzi, M.Eng dan General Manager PT Insera Sena, Ronny Liyanto, yang disaksikan oleh Rektor IPB.  

Menanggapi kerjasama tersebut Rektor mengatakan, akan mengembangkan program sepeda di kampus dengan merencanakan menyediakan sekitar 1000 sepeda untuk lingkungan IPB.

"Sepeda merupakan alternatif sarana transportasi yang bebas polusi, bebas BBM dan dapat menyehatkan tubuh. Hari lingkungan hidup merupakan momentum terbaik untuk mensosialisasikan program ini," katanya.

Rektor IPB Melepas Lawalata

Masih dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Minggu (8/6) Rektor IPB melepas sekitar 70 mahasiswa IPB yang tergabung dalam UKM Lawalata IPB dengan sepedanya masing-masing untuk bersepeda sehat menuju Kota Bogor. Pelapasan dilakukan di depan Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Rute yang mereka ambil adalah Kampus IPB Darmaga Bogor, Bubulak, Sindang Barang, Rumah Sakit Karya Bhakti, Pertigaan Mawar, Jembatan Merah, Sempur, dan terakhir di Tugu Kujang.

Aksi Bersih di Kota Bogor

Walikota Bogor Diani Budiarto didampingi Rektor IPB, dan Senior General Manager (SGM) Toyota Indonesia, Made Dana Tangkas membuka aksi bersih di Kota Bogor, Minggu (8/6). Aksi ini diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM IPB).

Aksi diawali di Lapangan Sempur, Kota Bogor, dan diikuti sekitar 100 siswa-siswi SMU yang berada di lingkungan Kota Bogor.

Dalam sambutannya Rektor IPB kembali mengingatkan untuk menjaga lingkungan hidup di sekitar kita, serta menanamkan untuk menghemat BBM dengan menggunakan sarana transportasi alternatif seperti sepeda.

"Sepeda merupakan salah satu alat transportasi alternatif yang bebas polusi dan bebas BBM, tak ada salahnya apabila sepeda kembali dibudayakan kembali. IPB juga pada saat ini sedang menggalakkan sepeda di kampus, dan IPB akan menyediakan sekitar 1000 sepeda di sana," katanya.

Aski bersih yang dilakukan bersama siswa-siswi SMU ini dilakukan dengan teknik operasi semut, jadi selama perjalanannya menuju Tugu Kujang Bogor, mereka harus mengambil sampah yang mereka temui di sepanjang perjalanan.

Mahasiswa IPB Hadirkan Toyota Prius

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB menghadirkan mobil sedan Toyota Prius dalam sebuah seminar "Toyota Hiybrid System" a Pionner for Today and Tomorrow, Rabu (4/6) di Ruang B1C2 Toyib Hadiwijaya, Kampus IPB Daramaga, Bogor .

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk partisipasi BEM KM IPB dalam memperingati hari hari Lingkungan Hidup. Toyota Prius yang merupakan salah satu mobil hibrida pertama komersial yang diproduksi-massal oleh Toyota Jepang 1997, hadir di IPB.

Dalam seminar tersebut hadir, Marketing and Communication Department PT Toyota Astra, Akmal Sadid, PR and Event PT Toyota Astra Motor, Hari Arifianto, dan Senior Instructor Indonesia Devensif Driving Centre, Dodi Budiono.

Dalam sambutanya, Kasubdit Minat dan Bakat Direktorat Kemahasiswaan IPB, Bambang Riyanto, SPi, MSi. mengatakan, kegiatan memperingati hari lingkungan hidup sedunia versi mahasiswa kali ini berbeda dengan tahun lalu, dimana dulu terfokus pada lingkungan saja seperti aksi bersih dan menanam pohon.

"Biasanya dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup kita melakukan aksi bersih - bersih lingkungan, namun kali ini kita menggelar seminar yang berbeda tapi terkait dengan lingkungan hidup, yaitu dengan seminar Toyota Hybrid System ini," katanya. (man)

 

 

 

 

 

 

 

 

#$#c4561cdd7e0845c4d5c77e87056806c4###791ec35aee72d1fe5700c4b5c3492ba3###ID###2008-06-10 17:18:05###Pengambilan Sumpah 63 Dokter Hewan IPB###

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mempersembahkan lulusan terbaiknya dengan melantik dan mengambil sumpah 63 dokter hewan, Senin (9/6) dalam Upacara Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru FKH IPB Tahap 1 tahun 2008, di Kampus IPB Darmaga Bogor.

Dalam sambutannya, Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., menitipkan lima pesan terhadap dokter hewan baru ini, yaitu: Pertama, dokter hewan harus siap menghadapi era perdagangan bebas seperti AFTA, APEC dan WTO. Kedua, harus siap terjun ke seluruh penjuru nusantara untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan hewan yang sampai saat ini jumlahnya masih belum mencukupi. Ketiga, harus siap mengembangkan paradigma baru kesehatan hewan dimana orientasi kesehatan haruslah berkembang dari kesehatan individu ke kesehatan kelompok. Keempat, harus siap menghadapi dinamika pasar jasa medis veteriner yang cenderung semakin professional. Kelima, dokter hewan harus mampu melakukan transaksi terapetik secara etis, logis, proaktif dengan tetap memperhatikan sistem kesehatan hewan nasional.

" Saya yakin saudara dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Selama menuntut ilmu di FKH IPB, saudara telah diberi bekal yang memadai. Selama ini FKH-IPB telah dikenal sebagai penghasil dokter hewan berkualitas, termasuk Saudara yang diambil sumpahnya pada hari ini," ujar Rektor IPB.

Sementara itu Dekan FKH IPB, Dr.drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS., dalam sambutannya menyoroti peranan strategis dokter hewan karena berada pada lini terdepan dalam penanggulangan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan hewan ke manusia atau sebaliknya), yakni dengan menyediakan hewan ternak yang bebas penyakit agar tidak terjadi kasus penularan pada manusia. Beberapa diantara zoonosis yang terpenting adalah Avian Influenza, Bovine spongioform Encephalopathy (BSE) atau Sapi Gila, Typhus dan SARS serta masih banyak lagi yang lainnya.

"Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai melalui penelitian dan pengobatan abad ke-20, namun penyakit infeksi masih merupakan ancaman kematian umat manusia, dan ini disebabkan oleh 3 hal, pertama timbulnya penyakit-penyakit infeksi baru, kedua timbulnya penyakit-penyakit infeksi lama, dan ketiga persistensi penyakit-penyakit infeksi yang bandel," kata dekan.

Menurutnya, "Emerging diseases" adalah munculnya wabah penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak dikenal, yang kasusnya pada manusia meningkat secara nyata dalam kurun waktu dua dekade terakhir.

"'Re-Emerging diseases' adalah penyakit-penyakit yang dikenal, yang muncul kembali sesudah absen untuk waktu lama kejadiannya menurun. Dalam dua dekade terakhir ini ditemukan bahwa penyebab luka lambung kronis yang semula disangka disebabkan oleh stres atau diet, ternyata merupakan penyakit infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori," katanya.

Dijelaskannya, "Re-Emerging diseases" dapat terjadi karena terbentuknya galur-galur baru pathogen bagi manusia karena variasi genetik alami, rekombinasi, adaptasi, yang tidak dikenal oleh sistem imun tubuh misalnya Influenza.

"Penggunaan yang salah dari obat antimikroba dan pestisida juga merupakan penyebab timbulnya pathogen tahan obat, seperti pada banyak penyakit (tuberculosis, malaria, dan 'food-borne infections')," katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan mahasiswa berprestasi tingkat IPB yang pada saat ini diraih oleh mahasiswa FKH atas nama Dordia Anindita Rotiusulu. (man)

 

 

 

#$#d435b243cf6bc320854ca41211f15078###1b1185e873f386446e0a0f8e1fc67735###ID###2008-06-11 14:19:30###IPB Mewisuda 985 Lulusannya###

dsc_0250_400Institut Pertanian Bogor (IPB) mewisuda 985 lulusan yang terdiri dari: 59 Doktor, 107 Magister Sains, 60 Magister Manajemen, 28  Magister Profesional, 3 Magister Information Technology (MIT), 717 Sarjana dan sebelas Ahli Madya dalam Upacara Wisuda dan Penganugerahan Ijazah Tahap III tahun akademik 2007/2008 Rabu (11/6) di Graha Widya Wisuda Kampus IPB Darmaga.

Dalam sambutannya,  Rektor IPB, Dr.Herry Suhardiyanto menyampaikan IPB telah mendapatkan akreditasi institusi dengan peringkat A atau Sangat Baik. Penghargaan akreditasi ini juga diikuti  keberhasilan akreditasi departemen-departemen. "Dari 12 Program Studi S1 yang baru saja diumumkan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), sepuluh diantaranya mendapatkan peringkat A. Hanya ada dua Program Studi mendapatkan peringkat B," kata Rektor IPB.  Ini berarti 34 Program Studi (Mayor) S1 yang ada di IPB, 26 diantaranya berstatus terakreditasi, dimana 20 diantaranya terakreditasi dengan peringkat A. Dan enam program studi lainnya dengan peringkat B.  Sementara itu, delapan Program Studi S1 lainnya yang memiliki peringkat A pada akreditasi periode sebelumnya, saat ini masih dalam rangka proses atau menungggu hasil akreditasi dari BAN-PT.

 

Untuk program S2 dan S3, sebagian besar program lama telah terakreditasi dengan nilai A dan unggul. "Saya sungguh berharap bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh program pendidikan yang diselenggarakan di IPB mendapatkan peringkat akreditasi terbaik," jelas Rektor IPB. Sesuai dengan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, akreditasi suatu keharusan yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan. Tidak saja akreditasi satuan pendidikannya, melainkan juga akreditasi program pendidikannya.

 

Rektor juga mengatakan sebagai bentuk kontribusi terhadap persoalan yang dihadapi bangsa saat ini, dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional beberapa waktu lalu, IPB telah menyampaikan pokok-pokok pemikiran "Pembangunan Pertanian dan Pedesaan untuk Kesejahteraan Rakyat". "Kami menyadari, persoalan pembangunan pertanian dan pedesaan adalah persoalan mengangkat harkat hidup lebih dari 65 persen penduduk Indonesia yang tinggal di pedesaan. Pokok-pokok pemikiran ini diharapkan menjadi pondasi dan jalan lebar bagi terbangunnya negara yang berdaulat bertumpu pada keberlanjutan (sustainability)."

 

Pemikiran ini mengandung paradigma baru -berkeadilan, berdaulat dan berkelanjutan- yang harus diusung untuk membangkitkan pertanian dan pedesaan Indonesia yang kini sedang terpuruk. Paradigma baru ini bersendikan pada ciri-ciri sebagai berikut : 1) Membangun pelaku ekonomi berbasis luas, 2) Berbasis pada keunikan atau keunggulan lokal, 3) Memanfaatkan sumberdaya lokal, 4) Mengindahkan dan meningkatkan daya dukung, 5) Devolusi kewenangan pengelolaan energi dan sumber daya alam, 6) Membangun kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal, dan 7) Teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran dengan kelembagaan, keunggulan lokal dan daya dukung lingkungan.

 

Terkait penerimaan mahasiswa baru, Rektor mengungkapkan IPB masih tetap menerima mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang akan diselenggarakan awal bulan Juli 2008. "SNMPTN tahun 2008 ini lahir dari kesepakatan 56 perguruan tinggi negeri (PTN) dari seluruh Indonesia, untuk memperbaiki mekanisme Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dengan mengikuti ketentuan Perundang-undangan yang berlaku. Dimana uang seleksi masuk merupakan PNBP bagi PTN yang belum BHMN," jelas Rektor. SNMPTN tahun 2008 secara prinsip tidak berbeda dan tetap bisa diakses lulusan SMA di seluruh tanah air, agar dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di manapun berada.

 

Disamping itu, IPB juga membuka jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Saat ini program BUD telah berkembang, tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, akan tetapi juga berasal dari lembaga pemerintah dan non pemerintah.  Mulai tahun 2005, IPB bersama Departemen Agama RI telah bekerja sama dalam pengembangan sumberdaya manusia Pesantren di seluruh Indonesia. Sampai bacth kedua telah ada 50 mahasiswa IPB asal pesantren, dan akan menjadi 100 mahasiswa setelah batch ke tiga tahun akademik 2007/2008 ini.  Selanjutnya, IPB bekerjasama dengan sekitar 50 bupati dan tiga gubernur dari Kawasan Indonesia Timur untuk pengembangan sumber daya manusia  melalui Program BUD. 

 Ketua Himpunan Alumni IPB, Ir.Mawardi P. Simatupang menghimbau alumni IPB berpartisipasi aktif secara riil membantu memecahkan problematika yang dihadapi bangsa Indonesia. " Himpunan Alumni IPB mengharapkan alumni IPB bahu membahu, bekerjasama dan bersatu padu berpartisipasi aktif dan riil dalam memecahkan masalah krisis pangan, bencana alam, penggangguran, kemiskinan dan sebagainya," kata Ir.Mawardi.

dsc_0239_400_02

Dalam upacara wisuda tersebut, IPB memberikan penghargaan kepada para wisudawan terbaik. Wisuwan terbaik tersebut antara lain: Nurani (Fakultas Pertanian), Madhumita Sirindon (Fakultas Kedokteran Hewan), Prawira Atmaja Rintar Pandapotan T (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), Wilujeng Prihatini (Fakultas Peternakan), Jati Sumarto Putro (Fakultas Kehutanan), Anggita Widhi Rianti (Fakultas Teknologi Pertanian), Wellya Septin (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Yunita Aryani (Fakultas Ekonomi dan Manajemen), Dina Mayasari (Magister Sains), Nadya Tanaya Ardianti (Magister Manajemen), Liza Herlina (Magister Professional) dan Sudhani Pratiwi (Program Doktor). (ris)

#$#45fa074e553d5f1d7694b8d8ff34c4e1###007f4b2579fd0f2d0d2dcc69bdf5879c###ID###2008-06-11 16:05:49###IPB dan Kab. Bandung Barat Jalin Kerjasama###Pada (6/6) bertempat di Lembang, Bandung, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kabupaten Bandung Barat dengan 9 (sembilan) perguruan tinggi di Indonesia, antara lain: IPB, ITB, UPI, Unpad, Politeknik Negeri Bandung, IPDN, Sekolah Tinggi Pariwisata, Unpas dan Unjani.

Penandatanganan dilakukan oleh pejabat bupati Bandung Barat, Tjatja Koswara dan rektor masing-masing perguruan tinggi. Delegasi IPB dalam MoU tersebut adalah Direktur Kerjasama dan Program Internasional IPB, Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, MSc.F.Trop.

MoU ini diharapkan menjadi sinergi yang baik bagi pembangunan daerah Bandung Barat maupun bagi pengembangan tri dharma perguruan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan sumberdaya manusia bagi pembangunan masyarakat, khususnya di Bandung Barat. (nUr)

 

#$#f13142bdf20d7b9519f9c14d1c31d458###65b30dd6135b9d68aae8ecdea00794c0###ID###2008-06-11 16:06:43###Partisipasi IPB di Pekan Produk Budaya Indonesia 2008###IPB turut berpartisipasi dalam Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2008 di Jakarta Convention Center/JCC, 4-6/6. Pada ajang promosi budaya tahunan ini, IPB menampilkan informasi dan produk di bidang biofarmaka, varietas baru tanaman, diversifikasi pangan dan energi alternatif. Acara yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini dihadiri ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.


PPBI 2008 kali ini mengambil tema `Warisan Budaya Bangsa Inspirasi Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia` dan terbagi menjadi beberapa kegiatan utama, yaitu pameran, konvensi dan gelar budaya. Dalam gelar pameran ditampilkan produk industri kreatif berbasis warisan budaya, kerajinan, mebelair, batik, tenun, gerabah, keramik hias, animasi, multi media, desain grafis, makanan produk herbal dan spa.

Kegiatan konvensi diantaranya diisi dengan seminar, dialog dan lokakarya, pelatihan, klinik konsultasi bisnis, anjungan perguruan tinggi dan sekolah, serta anjungan pembiayaan, sedangkan kegiatan gelar budaya diisi dengan pertunjukan tari dan musik daerah, peragaan busana daerah, teater, film dan lelang lukisan. Kegiatan PPBI 2008 ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif karya anak bangsa dari hasil pengembangan produk warisan budaya Indonesia di mata dunia. (nUr)

#$#5d6ddf9f9cb69d6062dee30c9b3f8ee2###13effeb82e164c43ccfba339e992ca06###ID###2008-06-11 16:19:59###Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas I,II,III###Dalam rangka memberikan kesempatan bagi para pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat peduli pendidikan dasar, khususnya sekolah dasar untuk berkreasi, berinovasi dan berimajinasi dalam menuangkan ide dan gagasannya, Direktorat Pembinaan TK dan SD, Ditjen Manajemen Dikdasmen tahun 2008 menyelenggarakan:

"Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas I,II,III"

Tema:
1. Keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia yang berlandaskan ilmu pengetahuan.
2. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
3. Seni Budaya Daerah dan Nasional
4. Penanaman Nilai-nilai Pancasila

Peserta:
Guru (pendidik), dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, serta masyarakat luas.

Pengiriman Naskah:
Panitia Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Rendah (Kelas I, II, III) Tahun 2008.
Direktorat Pembinaan TK dan SD
Ditjen Manajemen Dikdasmen
Depdiknas
Gd. E Lantai 18
Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta
(paling lambat 30 Juni 2008 cap pos)

#$#9d9b99f2c8359d1b819b59ebf5ac800b###8c2d905782537d77031b88877995ef45###ID###2008-06-12 11:31:02###Mari Ulurkan Simpati Untuk Dita###Dita Adi Septianita, mahasiswi jurusan ITP semester 6 NRP.F24053053 Fateta (Tahun lalu IP 3.6;salah satu penerima beasiswa Tanoto) saat ini menderita sakit parah (TBC Tulang belakang), telah 7 minggu tidak bisa berjalan sehingga harus cuti kuliah. Dita kini dirawat di RSPAD Gatot subroto dan harus menjalani operasi tulang belakang dalam waktu dekat

Ayah Dita bekerja dikawasan industry Gunung Putri, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Keadaan ekonomi keluarga yang belum beruntung dan naiknya biaya kebutuhan hidup membuat ayah dan ibu Dita harus bekerja ektra keras untuk mengumpulkan biaya operasi, itu pun tidak cukup mengingat tingginya biaya operasi tersebut.

Uluran tangan kita berapapun, berupa apapun, akan sangat berarti bagi dita agar dapat sembuh, melanjutkan kuliah dan mengukir prestasi kembali

Kirimkan dana simpati kita untuk Dita ke no.Rekening :0109738988 a.n Dita Adi Septianita, BNI cabang IPB Dramaga.

Pengirim : Ibu Arni (P2SDM-IPB) Telp: 0251-381215

#$#f4bad32d207e04d3b6e2134a6283a29d###2eeab5b534e594084ba90702e2323652###ID###2008-06-13 13:53:21###IPB Inisiator Kontes Olahraga Mahasiswa (KOMA)###

koma_400_01Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapat kepercayaan  Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bersama ABFI Institute Perbanas, Universitas Indonesia, Universitas Budi Luhur, Universitas Nasional, Universitas Islam 45 Bekasi, dan Universitas Paramadina sebagai inisiator dalam ajang Kontes Olahraga Mahasiswa (KOMA). Kegiatan yang akan dilangsungkan di Kampus ABFI Institute Perbanas 16-22 Juni 2008. Dalam ajang ini, mahasiswa IPB mengikuti seluruh kegiatan yang dilombakan. Team IPB terdiri dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bawah koordinasi  Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB.

 

 "KOMA merupakan suatu bentuk semangat baru untuk menyemarakkan kembali kegiatan olahraga nasional di kampus-kampus, sehingga dapat menumbuhkan prestasi olahraga Indonesia," kata Kasubdit Minat Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiswaan IPB Bambang Riyanto, S.Pi, M.Si.

 KOMA melombakan kegiatan olahraga yang menarik untuk ditonton dan tidak bersifat musiman. Selain itu dilaksanakan serentak di beberapa daerah yang memiliki keanekaragaman budaya. Strategi ini diharapkan bisa menarik  publisitas  dan mampu menciptakan citra positif olahraga.

 

 "Kegiatan olahraga dalam event ini menampakkan suasana kegembiraan, keceriaan sekaligus menyehatkan," jelas Bambang, M.Si Disamping itu, KOMA dapat dijadikan sarana menggaet emosional publik dalam membangun market share bisnis dengan jaringan komunikasi serta media yang luas.   

 

Ajang berbagai cabang berolahraga yang bersifat massal, gratis, dan serba menarik ini merupakan gambaran kreasi mahasiswa dalam membentuk image baru berolahraga di kampus. Berbagai kegiatan yang akan dipertandingkan dalam KOMA antara lain:  fun bike, futsal free style, basket 3 on 3, basket free style, wall climbing dengan speed category, pencak silat indah, bazaar olah raga, sport music dan entertainment, cheerleader, tari saman, dialog, dan pameran olah raga. Atlet-atlet nasional dan artis-artis ibu kota rencananya akan turut memeriahkan acara ini.

 

Sekitar seribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek diperkirakan hadir dan ikut serta dalam ajang ini.  KOMA juga digelar secara serentak di berbagai ibukota propinsi antara lain: Nangro Aceh Darussalam, Surabaya, dan Makasar.  (*/ris)

#$#c857360947b5f0b55610327683286256###9ecd36b501dc63086ce3acd96094631f###ID###2008-06-13 14:39:11###Oleh-oleh dari “Seminar on “Impact of High International Commodity Prices: Evidence, Challenges and Opportunities”###

Departemen Ilmu Ekonomi - Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan seminar yang bertajuk “Impact of High International Commodity Prices: Evidence, Challenges and Opportunities” (10/6), Bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini bekerjasama dengan pemerintah Republik Indonesia dan World Bank.  Rektor  IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc berkesempatan membuka acara.

 

Menurut Dr. Joachim von Amsberg banyak kalangan sangat khawatir akan dampak buruk dari kenaikan harga komoditas, akan tetapi bagi negara kaya sumber daya alam seperti Indonesia, kenaikan harga komoditas menjadi peluang besar untuk meningkatkan investasi dan mengentaskan kemiskinan. “Namun karena para petani Indonesia kini menghadapi masalah perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam –diatas masalah kenaikan harga- maka menjadi sangat penting bagi Indonesia untuk berinvestasi pada upaya-upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara lebih efektif dan efisien,” ujar Country Director, World Bank ini dalam sambutannya.

 

Hal ini diperkuat oleh Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu ketika menyampaikan keynote address, ”Seluruh pembuat kebijakan mulai memperhatikan isu pangan, energi serta perubahan iklim, peningkatan permintaan biofuel yang tinggi didukung oleh peningkatan populasi manusia menyebabkan terjadinya krisis. Perlu adanya kebijakan nasional dan global untuk menangani masalah ini, ” paparnya.

 Menurut Menteri Perdagangan, keberadaan Raskin akan tetap dipertahankan. “Kedelai akan distop subsidinya, kecuali untuk pengrajin tahu-tempe, subsidi harga untuk kedelai dan padi lokal untuk petani akan dipertahankan, ini sesuai dengan program tahun 2008 untuk tahun selanjutnya kita lihat saja nantim, ” imbuhnya “Harga komoditas tinggi merupakan peluang bagi Indonesia sebagai pemain besar dalam kancah produksi dan ekspor komoditas. Pada kuartal pertama tahun ini saja, kita sudah mencetak pertumbuhan ekspor sebesar 25% serta pertumbuhan produksi pertanian sebesar 6%, “ kata Dr. Bayu Krisnamurthi,. “Tantangan sekarang bagi pemerintah dan sektor swasta adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian lebih jauh lagi. Kita membutuhkan input-input dan praktek-praktek yang lebih baik guna meningkatkan produksi beras  agar lebih menguntungkan bagi para produsennya, serta memasok sembako dengan harga terjangkau bagi para konsumen,” ungkap Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan ini.  Evidence : Increasing Prices Pose Challenges and Open Opportunities

Pada sesi diskusi pertama yang menghadirkan pemateri Dr. Dominique Van Der Mensbrugghe (Lead Economist, World Bank), Dr. Rina Oktaviani (Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB), Dr. Enrique Aldaz – Carroll (Economist, World Bank), Dr. Guntur Sugiyarto (Economist, Asian Development Bank) dan Dr. Muhammad Chatib Basri (Direktur LPEM Universitas  Indonesia) sebagai komentator. Diskusi ini  dimoderatori oleh Dr. William Wallace (Lead Economist, World Bank).

 

Dominique dalam paparannya menyebutkan, harga komoditas energi, pertanian, pupuk dan mineral telah mencapai puncaknya pada 2008. Selanjutnya, harga-harga itu akan bergerak turun meski tetap tinggi. Seperti untuk harga komoditas energi, akan mulai menurun pada 2009 dan akan stagnan mulai 2015. Namun harga 'stagnan' ini masih dua kali lipat harga pada tahun 2000.

 Menurut Dr. Rina Oktaviani, kenaikan harga produk pertanian internasional dan barang tambang (minerals) akan meningkatkan konsumsi real karena pengaruh negatif kenaikan harga minyak. Dengan hanya meningkatkan harga barang tambang tidak cukup sebagai kompensasi efek kenaikan harga minyak. Dibutuhkan sesuatu yang lebih baik untuk mencukupi permintaan, BLT baik tapi dibutuhkan kebijakan yang komprehensif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi.  Carroll, menitik beratkan penjelasan pada harga barang yang antar satu tempat diwilayah suatu negara berbeda-beda, dia mencontohkan harga beras di Jakarta yang cenderung cepat mengikuti perubahan harga di Internasional dibanding propinsi lain di contohnya Kalimantan Barat. Menurutnya perbedaan harga beras ini di sebabkan oleh faktor jarak (dalam hal ini transpotasi pendistribusian beras), infrastruktur, kepadatan populasi, pendapatan masyarakat, dan produksi beras suatu provinsi.  Dalam pemaparannya Dr. Guntur Sugiyarto, lebih banyak mengkritisi efektifitas kebijakan pemerintah yang lebih mengandalkan BLT, Raskin dan sejenisnya dibanding membangun pertanian secara menyeluruh.   Policy Responses to High Commodity Prices 

Menurut Dr. Endah Murniningtyas, “Kebijakan untuk masa mendatang perlu diarahkan kepada diversifikasi pangan dan penjangkauan terhadap orang miskin.”  Kebijakan diversifikasi pangan meliputi diversifikasi secara horizontal, vertical dengan diikuti kebijakan dan implementasi di daerah.  Dr. Sjamju Rahardja dari World Bank, Jakarta, mengomentari peran Bulog yang harus berimbang dan menjaga agar penimbunan barang tidak terjadi, apalagi sampai terjadi kartel harga kepada konsumen.

 

Pada sesi kedua ini juga menghadirkan Dr. Erwidodo (Kepala Balitbang Perdagangan Depdag) sebagai komentator. Diskusi dipandu oleh Dr. Muhammad Firdaus (Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB).

  

 

Increasing The Agricultural Sector’s Response to The High Commodity Prices Di akhir diskusi Dr. Arief Daryanto (Direktur Program Pascasarjana Manajemen Bisnis IPB) menyampaikan topik tentang Pembangunan Pedesaan dan Pertanian.  Dr. Shobha Shetty, Senior Economist dari World Bank Jakarta menyampaikan bahwa tingkat investasi di bidang penelitian dan peningkatan panen dapat dinaikkan sekitar 0,47% per tahun. Peningkatan di pulau Jawa diperkirakan mencapai 0,61% dan 1,2 % di tempat lainnya dan ini akan diikuti oleh keseimbangan beras pada tahun 2020. 

Diperlukan alokasi kembali dari arus subsidi peningkatan produksi urea dan mengimpor Potasium Klorida untk membangun industri pupuk NPK dan untuk penjualan langsung akan menghasilkan keuntungan yang signifikan.   Pendanaan penelitian di bidang pertanian juga diperlukan sebagai dasar membangun ekonomi. Pendanaan penelitian dari hasil kerjasama dengan sektor privat dan industri harus diaktifkan dalam pengawasan badan penelitian nasional. Memfungsikan kembali penelitian dan proses outreach merupakan sesuatu yang vital untuk meningkatkan Yield seperti yang kita lihat di Vietnam.  

 

Senada dengan apa yang diungkapkan Menteri Pertanian, Dr. Anton Apriyantono “Harga komoditas pertanian yang meningkat seharusnya menjadi daya tarik bagi investor untuk mengembangkan investasinya di dalam negeri,” ungkapnya ketika menutup seminar.  "Bagi investor seharusnya faktor harga komoditas pertanian yang tinggi serta permintaan yang meningkat menjadi insentif tersendiri, meskipun pemerintah akan memberikan insentif lain agar investor menjadi nyaman," katanya.


Pemerintah lanjut Mentan, akan meningkatkan usahanya untuk mengundang investor baik lokal maupun asing untuk berinvestasi di sektor pertanian, dan juga dalam rangka meningkatkan produksi pangan di Indonesia.  "Sektor agrikultur di Indonesia memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, bagi masyarakat pedesaan sektor ini menjadi sumber pendapatan mereka dan lagi sektor ini cukup banyak menyerap tenaga kerja, sektor ini menjadi dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan," tuturnya. (My)

                   #$#0b9be04de38b03fcdfe7559ba659cd6b###d50e4f69ae9c2738a7cc0bf86b77bac7###ID###2008-06-13 15:30:40###Mahasiswa IPB Terima Beasiswa Bank Ekspor Indonesia###Sebanyak 119 mahasiswa IPB mendapatkan beasiswa dari PT Bank Ekspor Indonesia. Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Ir. Edi Ruslan Guna Wijaya mewakili Direktur Utama PT Bank Ekspor Indonesia Persero, Drs. Sabariman, kepada lima perwakilan mahasiswa yakni: Guntari Prasetya (FEMA), Dedi Mulyana (FEMA), Dewi Ratih (FEMA), Fauzi Fathurahman (FMIPA) dan Ahmad Alam. Secara simbolis mereka menerima beasiswa tersebut dari perwakilan PT Bank Ekspor Indonesia Persero, Ir. Edi Ruslan Guna Wijaya, Rabu (11/6) di IPB International Convention Center, Bogor.

Penandatanganan naskah kerjasama antara IPB dengan PT Bank Ekspor Indonesia Persero dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Dr.Ir. Yonny Kusmaryono, MS, dengan Ir. Edi Ruslan Guna Wijaya mewakili Direktur Utama PT Bank Ekspor Indonesia Persero, Drs. Sabariman. Penandatanganan disaksikan oleh Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.

Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto dalam sambutannya mengharapkan beasiswa yang diberikan ini menjadi pemicu dan semangat mahasiswa untuk segera menyelesaikan kuliahnya di IPB. "Mudah-mudahan beasiswa ini dapat menjadi dorongan dan semangat untuk segera menyelesaikan tugas akademik dan segera lulus," kata Rektor IPB. Rektor juga mengingatkan, IPB saat ini sedang menggalakkan program Go Field. Maksud dari program ini adalah agar mahasiswa bisa merasakan bagaimana bekerja di lapangan.

Hadir juga pada kesempatan tersebut para pejabat IPB, Sekretariat Eksekutif IPB Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT. Dekan Fateta Dr. Ir. Sam Herodian MS, Direktur Kemahasiswaan Dr. Rimbawan, Kasubdit Kerjasama Direktorat Kerjasama dan Program Internasional Dr.Ir. Alinda Fitriany Malik Zain, M.Si, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Ir. Henny Windarti, M.Si dan Kepala Bidang Protokoler Kuwat Santoso, S.Sos., M.M. (man)

 

 

 

 

 

#$#594da8b24499d0ac086cf7286e8baca8###a11f190a4f04ad9b8df387f8c4ce6380###ID###2008-06-16 09:15:50###BEM Diploma IPB Gelar “IPB In Broadcasting”###Berprofesi sebagai announcer di radio dan televisi merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Pekerjaan ini menuntut seseorang berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Lika-liku kehidupan broadcaster ini dikupas dalam sarasehan "IPB In Broadcasting" bertema "Human Communication Skill Improvement", yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Diploma IPB, Minggu (15/6).

Berkesempatan membuka acara ini, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. drh. Ligaya ITA TUmbelaka, SpMP., M.Sc. Acara yang dilangsungkan di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB Darmaga ini menghadirkan beberapa pembicara ternama di dunia penyiaran. Sebut saja presenter ternama Choky Sihotang, Kemal (penyiar GEN FM), Imelda Sari (Senior). Mereka berbagi pengalaman dengan ratusan peserta yang hadir siang itu.

Bagi sebagian orang, dunia broadcasting identik dengan keterampilan seseorang berbicara. Namun, keterampilan berbicara saja tidak cukup untuk menjadi seorang broadcaster sejati. Banyak syarat lain yang harus dipenuhi diantaranya kemauan yang tinggi dan selalu berpikiran terbuka, demikian garis besar diskusi pada hari itu.

Bagi alumnus IPB yang nantinya berprofesi sebagai broadcaster, maka sesungguhnya ia akan berperan sebagai corong pertanian bagi masyarakat luas, sehingga masyarakat agraris seperti Indonesia ini akan terus diliputi atmosfer pertanian dalam arti luas. (nUr)

#$#3390c09aae662aa86bc6f8f752c499da###92949e821299b89c9ce94aee63ae3e96###ID###2008-06-20 13:10:09###Pembekalan CPNS di IPB###

Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan pembekalan pada calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya. Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Pengembangan Prof. Dr. Hermanto Siregar mengatakan status IPB sekarang ini berubah dari Perguruan Tinggi Negeri menjadi Badan Hukum Milik Negara dan sedang menuju Badan Hukum Pendidikan. "Perubahan ini berdampak pada penataan manajeman, Sumber Daya Manusia dan organisasi dalam IPB. Seluruh pegawai di IPB diharapkan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi," ujar Prof. Hermanto dalam sambutan acara Pembekalan CPNS IPB Kamis (19/6) di Ruang Senat Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat  Kampus IPB Darmaga.

 

Dengan perubahan status, IPB sedang melakukan pembenahan  budaya kerja positif agar pegawai bekerja dengan senang, bersemangat, dan memberikan pelayanan professional. " IPB mengembangkan budaya korporat. Salah satu negara yang menerapkan budaya korporat dan berhasil ialah Cina. Mereka gigih, rajin bekerja mencapai  tujuannya," jelas Prof. Hermanto. Lalu, Prof. Hermanto menyampaikan nilai-nilai kerja yang hendaknya dimiliki aparatur negara.

Direktur Sumber Daya Manusia , Erlin Trisyulianti, STP, MSi menyampaikan perubahan sistem manajemen dan sumber daya manusia selaras dengan pencapaian visi misi IPB. "Bagi tenaga penunjang IPB sedang mengembangkan jabatan fungsional. Beberapa diantaranya yang sudah ada misalnya: pranata, teknisi dan pustakawan," kata Erlin, M.Si. Untuk teknisi laboran saat ini konsep fungsionalnya sedang digarap.

IPB juga memberikan tantangan posisi baru berupa tawaran rekrutmen internal di beberapa fungsi.  "Diantaranya kami membuka tenaga untuk audit internal, silakan jika ada yang berminat mendaftar."

Menurut Erlin, M.Si,  IPB dipuji beberapa pihak karena menjadi perguruan tinggi pioneer yang menerapkan konsep sistem evaluasi kinerja para pegawainya. "Semoga dengan sistem ini nanti kinerja pegawai makin meningkat."

Dalam kesempatan tersebut Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Sumberdaya Manusia Madsari, S.E menyampaikan  Sistem Renumerasi  PNS . (ris)

#$#0764c7b3989a89c4855dafda9e07c53b###35622d3172390375f30c962e799390cb###ID###2008-06-20 13:56:00###Tekan Angka Kemiskinan, Wabup Agam Kunjungi IPB###

Dalam rangka menekan angka kemiskinan di Kabupaten Agam Sumatera Barat, Wakil Bupati Agam, Ardinal Hasan, S.Ag., MM., bersama stafnya dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Peternakan, Pertanian dan Bappeda, berkunjung ke IPB, Kamis (19/6) di ruang Rektor, Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat, Kampus IPB Darmaga Bogor.

Di IPB mereka langsung disambut oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan IPB Prof.Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., Kepala LPPM Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya Noorrachmat, M.Eng., Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. Ir. Prastowo, M.Eng., Sekretaris LPPM Dr. Suryahadi DEA, Kepala University Farm IPB Dr. Ir. Anas D. Susila, MSi, serta pejabat IPB lainnya.

Dalam paparannya Wabup Agam mengatakan, masyarakat Kabupaten Agam berjumlah kurang lebih 430 ribu jiwa, 23 persennya atau sekitar 100 ribu jiwa adalah masyarakat miskin, dan yang miskin itu kebanyakan adalah petani dan nelayan.

"Potensi pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan di Kabupaten Agam sangat beragam dan berpotesi untuk dikembangkan. Salah satu contohnya, di dataran rendah ada tanaman kelapa dan kelapa sawit, untuk dataran menengah ada palawija serta sayur mayur. Ditambah luas lautnya yang mencapai 43 km persegi. Namun, dari beragam potensi ini tidak ada yang istimewa bagi petani di sana, karena petaninya tidak menikmati hasil bumi yang telah mereka hasilkan sejak dari dulu," kata Wabup Agam.  

Kenapa hal ini bisa terjadi, Wabup Ardinal Hasan mengatakan, salah satu penyebabnya ulah tengkulak yang semakin merajalela, tingginya harga pupuk serta monopoli pakan ikan buatan China dan Taiwan di sana.

"Salah satu pemecahannya adalah bagaimana caranya agar para peternak ikan nila di Agam bisa memiliki alat pembuat pakan ikan sendiri. Sehingga mereka tidak tergantung kepada pakan dari China dan Taiwan yang berada di Medan itu," katanya.

Dikatakannya, setiap hari peternak ikan di Desa Maninjau Kabupaten Agam harus menggelontorkan uang sekitar 100 juta ke Medan. Kebutuhan pakan di Desa Maninjau sebanyak 15 ton/ hari.

Menanggapi hal tersebut Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan IPB Prof.Dr.Ir.H. Hermanto Siregar, M.Si., mengatakan, perlunya suatu paradigma baru pertanian, dimana jangan terlalu berfokus pada on farm semata.

"Salah satu contohnya adalah untuk hasil bumi sayur mayur. Jika kita berkutat pada on farm semata maka nilai jual petani akan rendah. Namun, jika paradigma tersebut diubah dan diarahkan pula pada of farm, misalkan untuk packaging, insyallah nilai jual petani akan tinggi," katanya.

Prof.Dr. Hermanto pun menjelaskan, dalam rangka menekan kemiskinan, IPB bisa membantu meningkatkan kualitas masyarakat di sana melalui program Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

Usai ramah tamah, rombongan kemudian mengunjungi beberapa fasilitas dan fakultas di lingkungan IPB, diantaranya University Farm, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Peternakan. (man)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#$#1ba0206e56de7e1f765d26e51c1e264d###3bb4cdd555c1bc8d5735e5ceca74ddec###ID###2008-06-20 14:03:00###Membangun "Rumah Tinggal" Untuk Inventor dan Inovator Mandiri###Bill Gate adalah seorang inovator mandiri yang berhasil mengembangkan sistem operasi komputer dan menguasai industri software komputer dengan microsoftnya. Sosok yang lain adalah Jerome Lemelson seorang inventor mandiri yang berhasil mematenkan 600 temuannya.

Indonesia juga memiliki inventor dan inovator mandiri bahkan sudah ada yang mengkomersialkan temuannya. Disamping itu tingginya respon dari generasi muda terhadap berbagai lomba - lomba inovasi yang diselenggarakan oleh berbagai kalangan menunjukkan adanya kecenderungan yang positif terhadap upaya mendorong terciptanya berbagai inovasi.

Akan tetapi kecenderungan ini tidak diikuti oleh Ilmu dasar, pendanaan serta jaringan yang memadai belum lagi faktor eksternal yang signifikan mempengaruhi seperti terbatasnya sarana, prasarana, dan sumberdaya litbang yang dapat diakses inventor dan inovator mandiri, lingkungan bisnis dan ekonomi makro yang tidak mendukung, serta regulasi, kebijakan dan program pemerintah yang masih terbatas dan belum efektif. Di dalam kampung yang besar bernama negara, inventor dan inovator mandiri mirip rakyat terlantar yang harus berjuang hidup sendiri, tanpa kepedulian lingkungan sekitar ataupun pemerintah.   

Kurang lebih itulah hal yang terungkap dalam seminar "Direction and Policy for Supporting and Facilitating Street Inventor and Street Innovator" (28/5) bertempat di Ruang Sidang Senat, Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Kampus IPB Darmaga.  Seminar yang diselenggarakan oleh Recognition and Mentoring Program (RAMP) IPB ini menghadirkan pembicara Dr. Ir. Krisnani Setyowati dan Dodi Garinto dengan pembahas Dr. Ir. Utama H. Padmadinata.

Pada seminar ini dihasilkan sejumlah rekomendasi strategi yang dapat mendukung dan memfasilitasi inventor dan inovator mandiri diantaranya:

 

  • 1) Meningkatkan kualitas inventor dan inovator mandiri melalui proses "talent scouting" dan fasilitasi kelanjutan komersialisasi invensi dan inovasi
  • 2) Memperkuat sentra HKI terpilih dan lembaga intermediasi terkait dalam melaksanakan fungsi - fungsi fasilitasi
  • 3) Mendorong Lemlitbang/Perguruan Tinggi untuk meningkatkan komunikasi kompetensi utamanya dan membuka akses penggunaan fasilitas Litbang
  • 4) Menerapkan skema modal ventura yang bisa membiayai dari tahap awal, tidak saja masuk/mendanai pada tahap komersial
  • 5) Mengefektifkan pusat inovasi UMKM untuk menjadi koordinator para pelaku manajemen invensi/inovasi.
  • 6) Merevitalisasi dan membiayai Asosiasi Inventor Indonesia
  • 7) Mengefektifkan program dan kegiatan departemen dan institusi pemerintah yang relevan
  • 8) Meningkatkan pemanfaatan dana CSR dalam mendukung pembiayaan dan teknis invensi/inovasi
  • 9) Menciptakan iklim yang kondusif (keberpihakan) untuk pelaksanaan manajemen invensi/inovasi yang efektif.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr. Ir. H. Arif Imam Suroso, M.Sc. dan Direktur RAMP IPB, Dr. Ir. Aji Hermawan, M.Sc. (My)

#$#5156bf978874afa1e71696244b03fec6###c4b1e9ff7d60b6349663342c9f5d6ae2###ID###2008-06-23 13:47:39###Departemen PSP IPB Launching Kapal Ikan PSP 001###

img_6107_400Transformasi IPB menuju research based entrepreneurial university dapat diwujudkan melalui pengembangan program-program pendidikan yang dapat mendekatkan tujuan satuan pendidikan dengan persoalan sektor riil yang dihadapi oleh masyarakat.  Untuk merealisasikan harapan tersebut diperlukan komitmen bersama dari setiap unit kerja yang ada di lingkungan IPB.

Guna merespon harapan tersebut, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengembangkan program sesuai kompetensi yang dipunyai yaitu teaching farm industry  berbasis perikanan tangkap.  Program tersebut dimulai dengan membuat satu unit kapal ikan berbobot sekitar 10 GT yang dibiayai oleh program A3.

Pada tanggal 18 Juni 2008 lalu telah diresmikan/diluncurkan penggunaan kapal ikan yang diberi nama PSP 001 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi.   Acara peresmian tersebut diselenggarakan berbarengan dengan Rabuan Bersama yang dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc (Dekan FPIK), Dr. Bustami Mahyuddin (Kepala PPN Pelabuhanratu), Dr. Ir. Odang Carman, M.Sc (Departemen BDP FPIK) dan segenap staf pengajar serta karyawan Departemen PSP FPIK.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Ir. Mulyono S Baskoro, M.Sc. (Ketua Departemen PSP) menyampaikan bahwa Departemen PSP memiliki divisi khusus yang bertanggungjawab mengelola kapal ikan PSP 001.  Kapal tersebut akan digunakan untuk kepentingan riset dan usaha penangkapan ikan.  Diharapkan dengan pengelolaan yang baik, di masa mendatang kapal ikan yang dimiliki oleh IPB tidak hanya PSP 001, tetapi bisa bertambah PSP 002, PSP 003 dan seterusnya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Bustami Mahyuddin selaku Kepala PPN Pelabuhanratu mengharapkan peranan dan partisipasi IPB membantu masyarakat nelayan di Pelabuhanratu dalam mengembangkan teknologi penangkapan ikan terutama teknologi yang dapat menghemat penggunaan BBM serta ramah lingkungan.

Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Departemen PSP karena berhasil membuat kapal ikan PSP 001 melalui program A3.  Prof. Indra Jaya berharap, kapal ikan PSP 001 dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana.  Kehadiran kapal ikan PSP 001 diharapkan dapat memacu kegiatan-kegiatan penelitian khususnya perikanan samudera sehingga bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan.

Menurut Ir. Ronny I. Wahyu, M.Phil (staf pengajar Departemen PSP FPIK), kapal ikan PSP 001 memiliki spesifikasi panjang 14 m, lebar 3 m, tinggi 1,2 m.  Mesin yang digunakan Mitsubishi P100 dengan kekuatan sekitar 10 GT (gross tones).  Kapal ikan dilengkapi alat navigasi seperti GPS, alat komunikasi berupa Radio UHF, serta alat tangkap yaitu jaring gillnet (bottom dan floating), pancing rumpon dan rawai cucut.  Sebelum diresmikan, kapal ikan PSP 001 telah melakukan 2 kali ujicoba penangkapan ikan di sekitar Pulau Serdang perairan Selat Sunda. (TOM/Dept PSP)

img_6149_400_02

img_6150_400_01

#$#a31e1220e9489a5b345dcc0653e5cfbb###17219e86e5a452b7cfec9d341d465ad8###ID###2008-06-24 15:32:58###Roundtable Discussion Sekolah Pascasarjana IPB###

Globalisasi kapitalistik menyebabkan angka kemiskinan  struktural Indonesia meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007 menyebutkan  angka kemiskinan Indonesia mencapai 39,05 juta jiwa. Angka kemiskinan di sektor pertanian telah mencapai 56, 07 persen. Ini jauh melampaui angka kemiskinan industri sebanyak 6,77 persen. Demikian pernyataan  Guru Besar Ekonomi Politik Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Didin S. Damanhuri dalam Roundtable Discussion 'Pembangunan  Pertanian dan Pedesaan untuk Menanggulangi Kemiskinan'  Senin (23/6) di Kampus IPB Darmaga.   Roundtable Discussion ini diselenggarakan Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB.

 

Belum ditambah lagi sebanyak 28 juta guru berpenghasilan tetap rawan jatuh dalam kemiskinan ini. "Kelompok berpenghasilan tetap seperti guru, sulit menjadi  kelompok menengah. Penghasilan mereka sebatas upah minimum regional yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok," kata Prof. Didin

 

Pemerintah lebih berpihak pada  kepentingan neoliberal. Ini tampak dari kebijakan  moneter, perbankan dan kebijakan publik yang cenderung aspiratif terhadap neoliberal. Sebanyak 19 undang-undang terkait migas, air, hutan, budidaya, perkebunan, perikanan, pelayaran, penanaman modal asing  tidak memihak kepentingan rakyat kecil khususnya di desa. Selain itu, kebijakan tersebut pula malah menyuburkan korupsi hingga 30 persen. "Indonesia negara kaya sumberdaya alam. Sayangnya, Indonesia tidak menganut kebijakan  negara-negara kaya sumberdaya alam seperti  Skandinavia, Thailand dan Malaysia. Tapi menganut kebijakan pengelolaan sumberdaya alam negara setengah sukses seperti Brazil, Amerika Serikat dan Canada," tandas Prof. Didin.

 

Sejak reformasi, peran pemerintah sebatas regulator semata dan perlahan-lahan menyerahkan tanggungjawab pengentasan kemiskinan pada pihak swasta. "Impossible swasta bisa mengatasi kemiskinan. Ini mirip kebijakan Amerika Serikat  yang membiarkan 22 persen rakyat miskinnya ditangani pihak swasta seperti Food Foundation dan lembaga swadaya masyarakat. Amerika Serikat mulai mengurangi program homeless bagi warganya yang tidak memiliki tempat tinggal," jelas Prof. Didin.

 

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Sri Edi Swasono menambahkan di Indonesia masih berlaku  hubungan ekonomi tuan hamba atau majikan kuli yang tidak emansipatori, partisipasi yang berlaku hanyalah dalam memikul beban.  "Hakikatnya Indonesia masih menganut cultuurstelsel (tanam paksa) baru," ujar Prof. Sri Edi.  Kasus penahanan Tukirin, petani Kediri  yang merakit dan menjual benih jagung unggul pada sesama petani, nasib Muhajir penemu bibit ikan mujair di jaman pendudukan Jepang. Mukibat penemu bibit singkong unggul dan Godeng Tebo penemu karet unggul GT1 kondang menjadi bukti cultuurstelsel gaya baru tersebut